0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Asma Lansia Semarang

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan tentang penanganan asma untuk lansia. Penyuluhan akan membahas tentang pengertian asma, faktor penyebab, gejala, dan cara penanganannya. Tujuannya adalah agar lansia dapat memahami dan menangani asmanya dengan tepat. Pelaksanaan akan meliputi pematerian, diskusi, dan evaluasi.

Diunggah oleh

uly ulek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan11 halaman

Penyuluhan Penanganan Asma Lansia Semarang

Dokumen tersebut merupakan rencana pelaksanaan penyuluhan tentang penanganan asma untuk lansia. Penyuluhan akan membahas tentang pengertian asma, faktor penyebab, gejala, dan cara penanganannya. Tujuannya adalah agar lansia dapat memahami dan menangani asmanya dengan tepat. Pelaksanaan akan meliputi pematerian, diskusi, dan evaluasi.

Diunggah oleh

uly ulek
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PADA NY.K DENGAN ASMA DI KELURAHAN KARANGAYU SEMARANG

DI SUSUN OLEH :
MELI DYAH PANGESTI
116053

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES TELOGOREJO SEMARANG
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASMA

I. Latar Belakang
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan
karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan
peradangan. Penyempitan ini bersifat berulang namun reversible, dan diantara
episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang lebih
normal
Pada kasus asma, lansia mengalami sesak nafas, menggigil, gelisah. Pada
keadaan dimana penderita tidak dapat penanganan yang tepat akan
menimbulkan komplikasi-komplikasi seperti .gagal napas, bronkitis, fraktur
iga (patah tulang rusuk), pneumotoraks (penimbunan udara pada rongga dada
disekeliling paru yang menyebabkan paru paru kolabs), pneumodiastinum dan
emfisema subkutis,aspergilosis bronkopulmoner alergik, atelektasis. Hal
tersebut dapat menimbulkan keadaan yang membahayakan bagi anak.

Untuk itu, perlu dilakukan penyuluhan tentang penanganan asma , agar


masyarakat, terutama orang/lansia yang menderita asma bisa mengetahui dan
melakukan tindakan penanganan yang tepat.

II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapakan peserta memahami
tentang cara penanganan asma
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan 75 % peserta dapat:
a. Menyebutkan pengertian asma dengan bahasa sendiri.
b. Menyebutkan faktor-faktor pemicu terjadinya asma
c. Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya asma
d. Menjelaskan cara penanganan asma
III. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Penanganan asma
2. Sasaran dan target
Sasaran : keluarga ny.k dikelurahan karang ayu
Target : lansia yang memiliki asma
3. Materi
Terlampir
4. Metoda
Ceramah, tanya jawab, dan diskusi.
5. Media dan Alat
Lembar balik dan leaflet
6. Waktu dan Tempat
a. Hari/tanggal : Selasa, 9 Juli 2019
b. Waktu : 16:30 WIB
c. Tempat : Rumah ny.k
7. Pengorganisasian
a. Penanggung jawab : Ns. Suksi Riani, M. Kep.
b. Pemateri : Meli dyah pangesti
c. Observer :
d. Fasilitator :

8. Uraian Tugas
a. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan.
b. Pemateri
Mempersiapkan materi untuk penyuluhan.
c. Observer
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.

d. Fasilitator
1. Memotifasi peserta untuk berperan aktif dalam jalannya
penyuluhan.
2. Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari peserta.
IV. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu Kegiatan Therapis Kegiatan Peserta
5 menit Pembukaan:
 Perkenalan mahasiswa.
Memperhatikan.
 Perkenalan dengan dosen.
 Menjelaskan tujuan.
 Menjelaskan kontrak waktu.
20 menit Pelaksanaan :
 Menggali pengetahuan tentang  Mengemukak
asma an pendapat
 Memberikan reinforcement  Mendengarka
positif atas jawaban peserta. n.
 Meluruskan konsep pengertian
asma  Mendengarka
n dan
 Menggali pengetahuan tentang memperhatikan
faktor penyebab asma  Mengemukak
 Memberikan reinforcement an pendapat
positif atas jawaban peserta.
 Meluruskan konsep faktor  Mendengarka
penyebab asma n.

 Menggali pengetahuan tentang  Mendengarka


tanda dan gejala asma n dan
 Memberikan reinforcement memperhatikan
positif atas jawaban peserta.  Mengemukak
 Meluruskan konsep tentang an pendapat
tanda dan gejala asma
 Menggali pengetahuan tentang  Mendengarka
n.
pencegahan yang tepat asma
 Memberikan reinforcement  Mendengarka
positif atas jawaban peserta. n dan
 Meluruskan konsep tentang memperhatikan
pencegahan dengan asma  Mengemukak
an pendapat

 Mendengarka
n

 Mendengarka
n dan
memperhatikan

10 menit Penutup:
 Meminta peserta untuk  Memberikan
memberikan pertanyaan atas pertanyaan
penjelasan yang tidak dipahami.
 Menjawab pertanyaan yang  Memperhatik
diajukan. an
 Menyimpulkan diskusi.
 Melakukan evaluasi.  Berpartisipasi
 Menjawab
 Mengucapkan salam. pertanyaan
 Menjawab
salam
V. Kriteria Evaluasi

1. Evaluasi Struktur
a. Laporan telah dikoordinasi sesuai rencana.
b. 60 % peserta menghadiri penyuluhan.
c. Tempat, media, dan alat penyuluhan sesuai rencana.

2. Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
b. Waktu yang direncanakan sesuai dengan pelaksanaan.
c. 70 % peserta aktif dalam kegiatan penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
Peserta mampu:
a. Menyebutkan pengertian asma dengan bahasa sendiri.
b. Menyebutkan faktor-faktor penyebab terjadinya asma
c. Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya asma
d. Menjelaskan cara perawatan yang tepat asma
MATERI PENYULUHAN

I. Pengertian
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan
karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan.
Penyempitan ini bersifat berulang namun reversible, dan diantara episode
penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang lebih normal
(nurarif,2016,hlm47)

II. Etiologi
- Alergi
- Jenis kelamin
- Umur
- Keturunan
- Faktor lingkungan
- Infeksi
- Iklim
- Inhalan (debuu, kapuk, tungau, sisa sisa serangga mati,bulu binatang, serbuk
sari,ba asap uap cat)
- Makana
- Kegiatan fisik
- Emosi
(nurarif,2016,hlm 48 )
III. Tanda dan gejala asma
- Kesulitan bernapas (dyspnea) pada saat olahraga keras dan saat
istirahat karena perubahan pada jaringan paru.
- Dada sakit dan tegang karenaa perubahan pada jaringan paru paru
dan aliran udara yang terbatas
- Batuk kering karena iritasi dalam paru paru
- Sering infeksi pernapasan karena perubahan pada paru paru
meningkatnya kerentanan pada infeksi
- Respirasi lebih dari 20 kali per menit (tachypnea) karena turunnya
kapasitas vital
- Suara naapas terdengar kasar atau serak
(patricia,2012 hlm,251)

IV. klasifikasi asma


1. Asma bronkial
Penderita asma bronkial, hipersensitif ddan hiperaktif terhadap
rangsangan dari luar, seperti debu rumah, bulu binatang dan bahan
lain penyebab alergi. Ganggua muncul secara mendadak sehingga
gangguan asma bisa datan secara tiba tiba.
2. Asma kardial
Asma yang timbul akibat adanya kelainan jantung. Gejala asma
kardial biasanya muncul pada malam hari, disertai sesak napas
yang hebat. Kejadian ini disebut nocturnal paroxymul dyspnea.
Biasanya terjadi pada saat penderita sedang tidur.

Menurut Mc Connel dan Holgate asma dibedakan menjadi:


1. Asma ekstrinsik: munculnya pada waktu kanak kanak
2. Asma intrinsik: ditemukan tanda tanda reaksi
hipersensitivitas terhadap alergen
3. Asma yang berkaitan dengan penyakit paru obstruktif
kronik
Menurut derajat asma
1. Intermiten

Gejala kurang dari 1 hari/minggu dan serangan singkat


2. Persisten ringan
Gejala lebih dari 1kali/minggu tapi kurang dari 1kali/hari
3. Persisten sedang
Gejala terjadi setiap hari
4. Persisten berat
Gejala terjadi setiap hari dan sering terjadi

(nurarif,2016,hlm47)

V Komplikasi asma
- Gagal napas
- Bronkitis
- Fraktur iga (patah tulang rusuk)
- Pneumotoraks (penimbunan udara pada rongga dada disekeliling
paru yang menyebabkan paru paru kolabs)
- Pneumodiastinum dan emfisema subkutis
- Aspergilosis bronkopulmoner alergik

- Atelektasis

VI. Pencegahan
- Menjaga lingkungan dari potensi alergi
- Hindari merokok
- Berolahraga
- Mengenali & menghindari pemicu asma.
- Mengikuti rencana penanganan asma yang dibuat bersama dokter.
- Mengenali serangan asma dan melakukan langkah pengobatan yang tepat.
- Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
- Memonitor kondisi saluran napas.

VII. Pengobatan asma


Non farmaklogi
- Edukasi
- Menilai dan monitor berat asma secara berkala
- Memahami faktor faktor yang dapat mempercepat kesembuhan,
membanru perbaikan dan pengurangan serangan
- Menghindari makan yang diketahui menjadi penyebab seragan
- Berhenti merokok dan penggunaan narkoba
- Mampu menilai kemajuan dan kemunduran dari penyakit dan hasil
pengobatan

Farmakologi
- Bronkodilator: untuk mengatasi spasme bronkus
- Steroid: untuk menghilangkan atau pengatasi peradangan
- Ekspektoran : untuk mengencerkan atau mengeluarkan dahak
- Antibiotik : untuk mengatasi infeksi, bila serangan asma dipicu
adanya infeksi saluran nafas
- Nebulizer

(patricia,2012 hlm,251)

Daftar pustaka
Bulechek, Gloria [Link].(2013).Nursing Interventions Classification.
Edisibahasa Indonesia. Jakarta: Mocomedia
Herdman, T. Heather.(2015).Diagnosa Keperawatan Definsi&Klasifikasi.
Jakarta:EGC
Potter, patricia A. (2012). Buku ajar fundamental keperawatan edisi 4
volume 2. Jakarta : EGC
Nurarif,kusuma hadi.(2016). Asuhan keperawatan praktis jilid 1. Jakarta :
mediaction

Anda mungkin juga menyukai