PROPOSAL
PENGARUH FAKTOR KEPUASAAN KERJA TERHADAP
PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PT. BANK PERKREDITAN
RAKYAT (BPR) HASAMITRA DI KOTA MAKASSAR
Nama : Resky Soraya
Nim : 1693142003
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019
PROPOSAL PENELITIAN
A. IDENITAS MAHASISWA
1. Nama : Resky Soraya
2. NomorIndukMahasiswa : 1693142003
3. Jurusan/Program Studi : Manajemen
4. Konsentrasi : SumberDayaManusia
5. Fakultas : Ekonomi
6. Alamat : Jl. Talasalapang Raya no.97 Makassar
B. JUDUL
Pengaruh Faktor Kepuasaan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan
Pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra di Kota Makassar
C. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Di setiap perusahaan salah satu sumber daya yang berperan penting
dalam mencapai tujuan perusahaan adalah sumber daya manusia. Sumber
daya manusia yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan perusahaan
dalam menyusun rencana perusahaan, melaksanakan kegiatan operasional
perusahaan dan mengendalikan jalannya perusahaan guna mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.
Pengelolaan sumber daya manusia harus mendapat perhatian yang
memadai dari perusahaan, karena kegagalan pada sumber daya manusia akan
mengakibatkan berbagai kerugian yang pada akhirnya berdampak pada
kegagalan perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh sebab
itu, perusahaan harus mampu mengelola dan menggunakan sumber daya
manusia dengan sebaik dan seefisien mungkin, yang tentunya ditunjang oleh
keterampilan, kemampuan dan sikap karyawan dalam melaksanakan
pekerjaannya sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya, dengan demikian
dapat tercapai hasil kerja dan memiliki tingkat produktivitas tinggi yang
diharapkan oleh perusahaan.
Kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individual karena setiap
karyawan memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda sesuai dengan sistem
nilai yang berlaku pada [Link] banyak aspek-aspek dalam pekerjaan
yang sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi tingkat kepuasan
yang dirasakan dan sebaliknya.
Menurut Handoko (2001) “kepuasaan kerja adalah keadaan emosional
yang menyenangkan atau tidak menyenangkan di mana para karyawan
memandang pekerjaan mereka”.
Kepuasan kerja sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas
karyawan di perusahaan. karyawan yang memiliki kepuasan kerja rendah akan
memandang pekerjaan sebagai suatu hal yang membosankan sehingga
karyawan tersebut bekerja dengan tidak bersungguh-sungguh,adanya
keterpaksaan sehingga menghasilkan hasil kerja yang buruk , sebaliknya
karyawan yang memiliki produktivitas tinggi akan memandang pekerjaan
sebagai suatu hal yang menyenangkan sehingga seluruh pekerjaan dapat
diselesaikan dengan baik.
Kepuasan kerja dapat diukur melalui enam dimensi yaitu gaji
yang diterima,pekerjaan itu sendiri, kesempatan promosi, sistem
pengawasan, rekan sekerja dan lingkungan kerja (Milton 1981).
Keenam dimensi tersebut menjadi faktor kepuasan kerja kayawan.
Dari keenam faktor tersebut penulis fokus di tiga faktor yaitu
pekerjaan itu sendiri, gaji, dan lingkungan kerja. Ketiga faktor ini
yang peneliti rasa sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja
karyawan. Apabila pemberian gaji yang diberikan oleh karyawan
tersendak ataupun tidak sesuai dengan pekerjaannya maka
produktivitas karyawan akan menurun. Begitupun dengan
pekerjaan itu sendiri apabila pekerjaan yang dikerjakan karyawan
sangat sulit atau tidak sesuai dengan bidang keahliannya maka
karyawan cenderung tidak optimal dalam penyelesaian
pekerjaannya dan juga keadaan lingkungan kerja yang tidak baik
bagi karyawan menyebabkan menurunya produktivitas kerja
karyawan.
. Produktivitas karyawan yang tinggi, merupakan salah satu
penggerak roda kehidupan perusahaan, yang kemudian akan
menghasilkan kinerja dan pencapaian yang baik bagi perusahaan.
Untuk itulah perusahaan perlu memonitor tingkat kepuasan kerja
karyawan agar kinerja dan produktivitas kerja karyawan dapat
dilihat dan dijaga.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan, PT.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra memerlukan dukungan
dari karyawan yang memiliki produktivitas kerja yang tinggi agar
mampu bersaing dengan bank-bank lainnya. PT. Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) Hasamitra harus mampu memberikan pelayanan yang
terbaik dan memuaskan bagi para nasabahnya.
Berdasarkan penelitian awal yang penulis lakukan di PT. Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra penulis dapat mengindentifikasikan
bahwa produktivitas kerja karyawan di PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Hasamitra masih belum optimal. Hal ini terlihat dari pencapain target kerja
belum menentu sesuai yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan. Untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh kepuasan kerja terhadap produktivitas
kerja karyawan. Maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut melalui
penelitian dengan judul “Pengaruh faktor kepuasaan kerja terhadap
produktivitas karyawan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Hasamitra di Kota Makassar”.
2. Rumusan Masalah
a. Seberapa besar faktor kepuasaan kerja yang terdiri dari pekerjaan itu
sendiri, gaji, lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap produktivitas karyawan [Link]. Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) Hasamitra?
b. Seberapa besar faktor kepuasaan kerja yang terdiri dari
pekerjaan itu sendiri, gaji, lingkungan kerja secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan pada
PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra?
3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah diatas maka tujuan penelitan adalah :
a. Mengetahui besarnya faktor kepuasaan kerja yang terdiri dari pekerjaan
itu sendiri, gaji, lingkungan kerja secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap produktivitas karyawan [Link]. Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) Hasamitra?
b. Mengetahui besarnya faktor kepuasaan kerja yang terdiri dari pekerjaan
itu sendiri, gaji, lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap produktivitas karyawan [Link]. Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) Hasamitra?
4. Manfaat penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut:
a. Bagi Penulis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan
mengenai ilmu pengatahuan Manajemen Sumber Daya Manusia dalam
rangka penerapan teori-teori yang telah didapat di bangku perkuliahan serta
untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana tingkat kemampuan peneliti
dalam meneliti sebuah masalah.
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan pemikiran yang
mungkin berguna bagi perusahaan dalam usaha membantu
memecahkan masalah yang dihadapi dan menyempurnakan
kekurangan yang ada.
c. Bagi Fakultas
Khususnya rekan mahasiswa Universitas Negeri Makassar,diharapkan
penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk menambah pengatahuan pembaca
dan merupakan referensi yang dapat membantu dalam penelitian sejenis.
5. Sistematika penulisan
A. IDENTITAS MAHASISWA
B. JUDUL
C. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
5. Sistematika penulisan
D. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
1. Tinjauan Pustaka
2. Pengaruh Kepuasaan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan
3. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
4. Kerangka Pikir
5. Hipotesis
E. METODE PENELITIAN
1. Variabel dan Desain Penelitian
2. Dedenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
3. Populasi dan Sampel
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis Data
F. JADWAL PENELITIAN
G. DAFTAR PUSTAKA
D. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS
1. Tinjauan Pustaka
1) Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus
dimiliki dalam upaya tujuan organisasi atau perusahaan. Manajemen sumber
daya manusia merupakan suatu proses pemanfaatan sumber daya manusia
secara efektif dan efisen melalui kegiatan perencanaan, penggerakan,dan
pengendalian semua nilai yang menjadi kekuatan manusia untuk mencapai
tujuan.
Menurut Sedarmayanti (2011:13) mengemukakan bahwa:
“Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah kebijakan dan
praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam
posisi manajemen,termasuk merekrut, menyaring, melatih, memberi
penghargaan dan penilaian”.
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2001 : 2) mengemukakan bahwa :
“Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian
balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan
tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi”.
Menurut Hasibuan, Melayu S.P (2001 : 10) :
“Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni
mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif
dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat”.
Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan
bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu usaha atau aktivitas
dari suatu perusahaan meliputi perencanaan, pengadaan, pelatihan,
pengembangan, penyadagunaan, pemberian balas jasa dan penghargaan
(motivasi), pengendalian serta penilaian untuk mencapai tujuan perusahaan
yang efektif dan efisien.
2) Fungsi dan tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
Fungsi dari manajemen sumber daya manusia menurut Sutrisno (2009:7)
meneumukakan bahwa :
a. Fungsi manajerial : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengendalian.
b. Fungsi operasional : pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja.
c. Fungsi kedudukan manajemen sumber daya manusia dalam pencapaian
tujuan perusahaan secara terpadu.
Robert [Link] & John [Link] (2001:12), berpendapat
bahwa Fungsi-fungsi MSDM meliputi:
a. Perencanaan dan analisis SDM
b. Kesetaraan kesempatan bekerj;
c. Perekrutan/staffing
d. Pengembangan SDM
e. Kompensasi dan keuntungan
f. Kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja
g. Hubungan tenaga kerja dan buruh/Manajemen
Beberapa tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Sutrisno
(2009:8) yaitu :
a. Memperbaiki tingkat produktivitas
b. Memperbaiki kualitas kehidupan kerja
c. Menyakinkan organisasi telah memenuhi aspek-aspek legal
3) Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat
individual,dimana tingkat kesenangan yang dirasakan sesorang atas peranan
atau pekerjaannya dalam perusahaan. Kepuasan kerja menurut Mangkunegara
(2007:117) adalah “Perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri karyawan
yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Perasaan
yang behubungan dengan pekerjaan yang melibatkan aspek-aspek seperti, gaji/upah
yang diterima, kesempatan pengembangan karier, hubungan dengan karyawan
lainnya, penempatan kerja, jenis pekerjaan, struktur organisasi perusahaan, mutu
pengawasan. Sedangkan perasaan yang berhubungan dengan dirinya, antara lain
umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan”.
Suparno(2015:170) mengemukakan kepuasan kerja adalah cara
pandang seseorang, baik yang bersifat positif maupun negatif tentang
pekerjaannya”.Oleh karena itu, bila seseorang berbicara tentang sikap
karyawan terhadap pekerjaannya maka yang dimaksud adalah
kepuasan kerja itu sendiri.
Dari beberapa pengertian kepuasan kerja di atas, dapat
disimpulkan secara sederhana bahwa kepuasan kerja adalah kepuasan
seseorang terhadap pekerjaannya. Ini berarti bahwa konsep kepuasan
kerja melihatnya sebagai hasil interaksi manusia terhadap lingkungan
kerjanya. Disamping itu, perasaan sesorang terhadap pekerjaannya.
4) Pentingnya Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja karyawan sangatlah penting bagi keberhasilan suatu
perusahaan, setiap perusahaan harus menjaga dan meningkatkan kepuasan kerja
karyawannya. Berikut ini adalah contoh respon yang biasa di ungkapkan
karyawan jika mereka merasa tidak puas menurut Robbins (2001: 105) :
a. Exit, perilaku yang mengarah untuk meninggalkan organisasi, mencakup
pencarian suatu posisi baru maupun meminta berhenti.
b. Suara (Voice), dengan aktif dan konstruktif mencoba memperbaiki kondisi.
Mencakup saran perbaikan, membahas problem-problem dengan atasan,
dan beberapa bentuk kegiatan serikat buruh.
c. Kesetiaan (Loyality), pasif tetapi optimistis menunggu membaiknya
kondisi. Mencakup berbicara membela organisasi menghadapi kritik luar
dan mempercayai organisasi dan manajemennya untuk “melakukan hal
yang tepat”.
d. Pengabaian (Neglect), secara pasif membiarkan kondisi memburuk,
termasuk kemangkiran atau datang terlambat secara kronis, upaya yang
dikurangi, dan tingkat kekeliruan yang meningkat.
5) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Anwar Prabu Mangkunegara (2009:120) mengatakan bahwa ada dua
faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu faktor yang ada pada diri
pegawai dan faktor pekerjaannya.
a. Faktor pegawai, yaitu kecerdasan (IQ), kecakapan khusus,umur,jenis
kelamin, kondisi fisik, pendidikan, pengalaman kerja, masa kerja,
kepribadian, emosi, cara berfikir, persepsi, dan sikap kerja.
b. Faktor pekerjaan, yaitu jenis pekerjaan, struktur organisasi, pangkat
(golongan), kedudukan, mutu pengawasan, jaminan finansial,
kesempatan promosijabatan, interaksi sosial, dan hubungan kerja.
Faktor pendorong penting yang menyebabkan manusia bekerja
adalah adanya kebutuhan yang harus terpenuhi. Aktivitas dalam
bekerja mengandung unsur suatu kegiatan sosial, menghasilkan
sesuatu dan pada akhirnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya.
Tercapainya tujuan secara psikologis akan memberikan kepuasan
kepada karyawan. Banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
karayawan, faktor-faktor tersebut berkaitan dengan beberapa aspek
diantaranya yang dijelaskan oleh Hariandja (2009: 291) :
1) Gaji, yaitu jumlah bayaran yang diterima seseorang sebagai
akibat dari pelaksanaan kerja apakah sesuai dengan kebutuhan
dan dirasakan adil.
2) Pekerjaan itu sendiri, yaitu pekerjaan yang dilakukan
seseorang apakah memilki elemen yang memuaskan.
3) Rekan kerja, yaitu teman-teman kepada siapa seseorang
senantiasa berinteraksi dalam pelaksanaan pekerjaan.
Seseorang dapat merasakan rekan kerjanya sangat
menyenangkan atau tidak menyenangkan.
4) Atasan, yaitu seseorang yang senantiasa memberi perintah
atau petunjuk dalam pelaksanaan pekerjaan. Cara-cara atasan
dapat tidak menyenangkan bagi seseorang/menyenangkan dan
hal ini mempengaruhi kepuasan kerja.
5) Promosi, kemungkinan seseorang dapat merasakan adanya
kemungkinan yang besar untuk naik jabatan/tidak, proses
kenaikkan jabatan kurang terbuka/terbuka. Ini dapat
mempengaruhi tingkat kepuasan kerja seseorang.
Milton (1981:139), menyatakan bahwa terdapat beberapa dimensi dalam
kepuasan kerja yaitu: “the following dimension of job satisfaction occur in most
studies and research investigations are, work, pay, opportunity for promotion,
recognation benefit, working conditions, supervision, co-workers, company and
management”.
Berdasarkan dari pendapat Milton tersebut, maka dalam penulisan ini,
penulis memfokuskan tiga faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja
karyawan yang disesuaikan dengan obyek penelitian di lapangan antara
lain: Pekerjaan itu sendiri, Gaji, Lingkungan kerja.
Ketiga faktor kepuasan kerja karyawan yang diuraikan tersebut, dapat
dijelaskan secara ringkas sebagai berikut:
1. Pekerjaan itu sendiri.
Faktor pekerjaan turut berperang menentukan kepuasan kerja karyawan.
Suatu pekerjaan dengan jumlah variasi yang mederat akan menghasilkan
kepuasan karyawan yang relatif besar. Kurangnya variasi dalam pekerjaan
dapat menyebabkan kebosanan dan kebosanan akan menimbulkan kelelahan,
sedangkan kelelahan akan mengakibatkan kesalahan-kesalahan dalam
melakukan pekerjaan. Sebaliknya apabila pekerjaan tersebut terlalu banyak
variasi, akan membuat para karyawan merasa tertekan secara psikologis,
sebagian besar karyawan menginginkan pekerjaan yang memberi tantangan,
membutuhkan tanggung jawab mereka, tetapi mereka tidak menginginkan
patah semangat dalam beberapa hari setelah bekerja.
Pekerjaan yang memberikan kepada para karyawan sejumlah otonomi atau
kebebasan untuk mengambil keputusan-keputusan, berarti akan menambah tanggung
jawab mereka, sehingga cenderung akan meningkatkan perasaan dipercaya dan
dihargai. Kurangnya otonomi dalam pekerjaan akan
menyebabkan karyawan merasa kurang bertanggung jawab dan mungkin mereka
dapat merasa kurang bangga dengan hasil-hasil kerjanya, sehingga
akan membuat karyawan menjadi berrsikap apatis yang akan membuat turunnya
kepuasan kerja karyawan.
Sunarti (2014:22). “Ciri-ciri instrinsik dari pekerjaan yang menentukan
kepuasan kerja seseorang terdiri dari keragaman, kesulitan, jumlah pekerjaan,
tanggung jawab, ekonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan
kreativitas”.
Menurut Sunarti (2014:22), berdasarkan survei diagnostik pekerjaan
diperoleh hasil tentang lima ciri yang berkaitan dengan kepuasan kerja untuk
berbagai macam pekerjaan, seperti diuraikan berikut ini:
1) Keragaman keterampilan.
Ciri ini menekankan bahwa semakin banyak keterampilan yang
dibutuhkan dalam melakukan suatu pekerjaan, maka akan dapat
meminimalisir tingkat kejenuhan seseorang. Selain itu, semakain
banyak keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, maka
seseorang akan merasa tertantang dan termotivasi untuk dapat
menguasai keterampilan tersebut sehingga ia dapat bekerja sesuai
dengan tuntutan pekerjaannya.
2) Jati diri tugas
Ciri ini mengisyaratkan sejauh mana tugas merupakan sesuatu kegiatan
keseluruhan yang berarti. Tugas dalam sebuah perusahaan akan di
anggap berarti dan memiliki nilai yang sama jika tugas tersebut
dianggap sebagai satu kesatuan tugas yang tidak dapat dipisahkan
dengan pekerjaan secara umum.
3) Tugas yang penting
Jika tugas yang diberikan kepada seseorang itu dinilai berarti dan
penting bagi dirinya, maka akan timbul kepuasan kerja. Sebagai contoh
seorang yang bekerja sebagai tenaga penjualan yang menganggap
bahwa intensitas yang tinggi dalam mengadakan pameran produk dan
bertemu kolega adalah kegiatan yang penting dan berarti dikarenakan
terdapatnya peluang untuk menjual produk dalam volume yang lebih
besar dan praktis.
4) Otonomi, di mana pekerjaan yang memberikan kesempatan, peluang,
serta kebebasan dalam bekerja akan lebih cepat menimbulkan
kepuasankerja.
5) Pemberian balikan atau umpan balik yang seimbang atas pekerjaan
yang dilakukan dapat membantu meningkatkan kepuasan kerja
seseorang.
Keterkaitan ciri-ciri di atas dengan kepuasan kerja seseorang diperkuat
oleh pendapat Hackman dan Oldham yang menyatakan bahwa kelima ciri
tersebut menimbukan kondisi psikologis yang kritikal yang menyangkup
“experienced meaningfulness of the work, experienced responsibility for
outcomes of the work dan knowledge of the actual resultof the work
activities”.
2. Gaji
Pada setiap perusahaan, karyawan sebagai sumber daya manusia
merupakan faktor yang penting. Tanpa adanya karyawan, maka perusahaan tidak
dapat melaksanakan kegiatan proses produksi maupun kegiatan-kegiatan lainnya.
Karena itulah pihak perusahaan perlu memperhatikan bagaimana kepuasan kerja
para karyawan tersaebut, karena kepuasan kerja karyawan akan mempengaruhi
perilaku dan sikap karyawan terhadap pekerjaannya.
Upah merupakan satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kepuasan
kerja karyawan. Dikatakan sebagai satu faktor penting karena upah mempunyai
hubungan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari yaitu
makan, pakaian.
Prinsip dalam pemberian gaji adalah keadilan. Apabila karyawan
merasakan adanya ketidakadilan dalam pemberian gaji, maka akan menciptakan
ketidakpuasan. Kepuasan terhadap gaji yang diterima karyawan, dipengaruhi oleh
keinginan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan pendapatan yang
cukup ia dapat memenuhi sebagian besar kebutuhannya, jadi lebih puas dibanding
jika pendapatannya tidak mencukupi. Dalam memahami pengertian mengenai gaji
ini, maka beberapa pengertian dapat dijelaskan sebagai berikut:
As’ad (2001: 89) memberikan pengertian mengenai upah. “Upah adalah
penghargaan dari energi karyawan yang dimanifestasikan sebagai hasil produksi,
atau jasa yang dianggap sama dengan itu, yang berwujud uang tanpa suatu
jaminan yang pasti dalam setiap minggu atau bulan”.
Pengertian gaji menurut sutrisno (2009:183) adalah kompensasi yang
diberikan kepada seorang secara periodik (biasanya sebulan sekali). Karyawan
yang menerima upah, pada umumnya telah menjadi karyawan tetap yang telah
lulus dari masa percobaan.
Berdasarkan pengertian mengenai gaji yang diuraikan di atas, maka
penulis memberikan kesimpulan bahwa upah adalah imbalan berbentuk uang yang
merupakanbalas jasa yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi kepada
karyawan atas pekerjaan yang telah dilakukannya, yang diharapkan dari gaji
tersebut dapat menjamin kelangsungan hidup karyawan secara layak, sehingga
dapat tercipta kepuasan kerja.
2.
6) Teori tentang Kepuasaan Kerja
Menurut Veithzal Rivai (2009:856), ada tiga macam teori tentang
kepuasan kerja, yaitu :
1. Teori Ketidaksetaraan (Discrepancy Theory)
Teori ini mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih
antara sesuatu yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.
Sehingga apabila kepuasannya diperoleh melebihi yang diterimanya maka
orang akan lebih puas lagi, sehingga terdapat discrepancy tetapi
merupakan discrepancy yang positif. Sedangkan apabila yang
diperolehnya lebih kecil daripada yang diharapkannya maka akan
menimbulkan ketidakpuasan dalam diri mereka (disrepancy negatif).
Kepuasan kerja seseorang tergantung pada selisih antara sesuatu yang
dianggap akan didapatkan dengan apa yang dicapai.
2. Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori keadilan merinci kondisi–kondisi yang mendasari seorang pekerja
akan menganggap adil dan masuk akal akan insentif dan keuntungan
dalam pekerjaannya. Meurut teori ini, kepuasan kerja atau ketidakpuasan
kerja ditentukan oleh adanya keadilanatau ketidakadilan dalam situasi
tertentu. Adapun komponen-komponen dari teori ini adalah :
a. Masukan (Input)
Masukan sesuatu yang bernilai yang diseimbangkan seseorang
terhadap pekerjaannya seperti pendidikan, pengalaman, keahlian,
jumlah jam kerja dan peralatan pribadi, persediaan perlengkapan-
perlengkapan yang digunakan dalam pekerjaan.
b. Keluaran (Outcomes)
Merupakan segala sesuatu yang diperoleh karyawan dari pekerjaannya
seperti gaji, tunjangan, status pengakuan, dan kesempatan berprestasi.
c. Orang Pembanding (Comparison Persons)
Yaitu kepada orang lain dengan siapa karyawan membandingkan rasio
input- outcomes yang dimilikinya, atau bisa pula dengan dirinya
sendiri dimasa lampau. Jadi berdasarkan teori ini setiap karyawan akan
membandingkan rasio input-outcomes dirinya dengan rasio input-
outcomes orang lain (icomparison person). Bila perbandingan ini
cukup adil (equity) maka ia akan
merasa puas bila perbandingan ini tidak seimbang tetapi
menguntungkan (over compensation equity) bias manimbulkan
kepuasan tetapi bias pula tidak, tetapi perbandingan itu tidak seimbang
dan merugikan (under compensation in equity) akan timbul
ketidakpuasan.
3. Teori Dua Faktor (Two Factor Theory)
Teori dikemukakan oleh Herzberg, yang menyatakan bahwa kepuasan
kerja dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda.
Kepuasan dan ketidakpuasan itu bukan satu variabel yang continue.
Teori ini menunjukan karakteristik pekerjaan menjadi 2 kelompok
yaitu satisfieas atau motivator dan [Link] adalah faktor-
faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai sumber yang dibutuhkan.
Kepuasan kerja yang terdiri dari pekerjaan yang menarik, penuh
tantangan, ada kesempatan untuk berprestasi, kesempatan untuk
memeperoleh penghargaan dan promosi. Terpenuhinya faktor tersebut
akan menimbulkan kepuasan, namun tidak terpenuhinya faktor ini
tidak selalu mengakibatkan ketidakpuasan. Dissatisfieas (Hegein
Factor) adalah faktor-faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan yang
terdiri dari gaji atau upah pengawasan, hubungan antara pribadi,
kondisi kerja dan status.
7) Produktivitas
Produktivitas kerja merupakan poin yang sangat penting bagi
perencanaan pengembangan suatu [Link] itu tenaga kerja
mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas
suatu [Link] itu perusahaan harus memperhatikan tenaga
kerjanya agar dapat mencapai tingkat produktivitas kerja sesuai dengan yang
diharapkan oleh perusahaan. Produktivitas diartikan sebagai hubungan antara
keluaran (barang atau jasa) dengan masukan (tenaga kerja, bahan, uang).
Produktivitas adalah ukuran efisiensi produktif. Suatu perbandingan antara hasil
keluaran dan masukan. Masukan sering dibatasai dengan tenaga kerja sedangkan
keluaran diukur dalam kesatuan fisik, bentuk dan nilai (Sutrisno, 2015:99).
Menurut formulasi National Productivity Board (NPB) Singapura dalam
Sedarmayanti, (2009:56) menyatakan bahwa “produktivitas adalah sikap
mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan
perbaikan”.
Menurut [Link] dalam Sedarmayanti (2017: 341) “produktivitas
adalah hubungan antara hasil nyata ataupun fisik (barang dan jasa) dan
masukan yang sebenarnya”.
Menurut L. Greenberg dalam Sinungan (2009) Produktivitas adalah
sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi
totalitas masukan selama periode tersebut. Selanjutnya menurut Sinungan
(2009) menjelaskan mengenai produktivitas sebagai berikut:
a. Perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil.
b. Perbedaan antara kumpulan jumlah pengeluaran dan masukan yang
dinyatakan dalam satu satuan (unit) umum
Dari beberapa pengertian mengenai produktifitas,dapat disimpulakan
bahwa produktifitas merupakan kemampuan karyawan dalam berproduksi
dibandingkan dengan input yang digunakan, karyawan dapat dikatakan
produktif jika mampu menghasilkan produk dengan jangka waktu yang
singkat dan sesuai dengan tujuan yang digarapkan perusahaan.
8) Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas [Link]
faktor dapat saling berpengaruh dan dapat mempengaruhi peningkatan
produktivitas baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan
menurut Hasibuan (2009:94), adalah:
a. Perbaikan terus menerus, yaitu upaya peningkatan produktifitas kerja
salah satu implementasinya ialah bahwa seluruh komponen harus
melakukan perbaikan secara terus menerus.
b. Peningkatan hasil mutu pekerjaan. Peningkatan hasil mutu pekerjaan
dilaksanakan oleh semua komponen dalam organisasi.
c. Pemberdayaan sumber daya manusia. Memberdayakan sumber daya
manusia mengandung kiat untuk : (a) mengakui harkat dan martabat
manusia sebagai makhluk yang mulia, mempunyai harga diri, daya
nalar, memiliki kebebasan memilih, akal, perasaan dan berbagai
kebutuhan yang beraneka ragam; (b) manusia memiliki hak-hak asasi
dan tidak ada manusia lain(manajemen) yang dibenarkan melanggar hak
tesebut; (c) penerapan gaya manajemen yang partisipatif melalui proses
berdemokrasi dalam kehidupan berorganisasi.
d. Kondisi fisik tempat bekerja yang menyenangkan. Kondisi fisik tempat
yang menyenangkan memberikan kontribusi yang nyata dalam
peningkatan produktivitas kerja.
e. Umpan balik. Pelaksanaan tugas dan karier karyawan tidak dapat
dipisahkan dari penciptaan, pemeliharaan, dan penerapan sistem umpan
balik yang objektif, rasional, baku, dan validitas yang tinggi.
Muchdarsyah Sinungan (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi
peningkatan produktivitas tenaga kerja adalah kuantitas, tingkat keahlian,
latar belakang budaya dan pendidikan, kemampuan dan sikap, minat, struktur
pekerjaan yang dikaitkan dengan keahlian, umur, jenis kelamin dan angkatan
kerja.
9) Indikator Produktivitas Kerja
Menurut Sutrisno(2014) untuk mengukur produktivitas kerja,
diperlukan suatu indikator sebagai berikut:
a. Kemampuan
Kemampuan seorang karyawan dalam melaksankan tugas sangat
bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka
dalam bekerja. Hal ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas-tugas
yang diembannya kepada mereka.
b. Berusaha meningkatkan hasil yang dicapai
Hasil merupakan salah satu yang dapat dirasakan baik oleh yang
mengerjakan maupun yang menikmati hasil pekerjaan [Link], hal
tersebut merupakan upaya untuk memanfaatkan produktivitas kerja bagi
masing-masing yang terlibat dalam suatu pekerjaan..
c. Semangat kerja
Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin. Indikator ini
dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang dicapai dalam satu hari
kemudian dibandingkan dengan hari sebelumnya.
d. Pengembangan diri
Pengembangan diri dapat dilakukan dengan melihat tantang dan harapan
dengan apa yang dihadapi. Sebab, semakin kuat tantangannya
pengembangan diri mutlak [Link] juga harapan untuk menjadi lebih
baik pada gilirannya akan sangat berdampak pada keinginan karyawan untuk
meningkatkan kemampuan.
e. Mutu
Mutu merupakan hasil pekerjaan yang dapat menunjukkan kualitas kerja
seorang pegawai. Jadi meningkatkan mutu bertujuan untuk memberikan
hasil yang terbaik yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi
perusahaan dan dirinya sendiri
f. Efisiensi
Efisiensi merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan
keseluruhan sumber daya digunakan. Masukan dan keluaran merupakan
aspek produktivitas yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan
bagi karyawan.
Dan dari penjelasan diatas yang dapat dijadikan indikator menurut
Sondang P. Siagian (2002:30-34) dalam penelitian ini adalah :
1. Kualitas hasil kerja karyawan, adalah kapasitas kerja dari karyawan yang
diharapkan oleh perusahaan yang meliputi kemampuan karyawan dalam
menyelesaikan tugas pekerjaan sesuai tidaknya hsil kerja dengan standar
yang berlaku di perusahaan. Kemampuan pegawai dalam melaksanakan
pekerjaan dan tugasnya merupakan faktor yang sangat perlu agar
diperoleh hasil yang diharapkan.
2. Kuantitas hasil kerja karyawan, adalah kemampuan karyawan dalam
memenuhi standar perusahaan dalam bentuk jumlah barang yang
dihasilkan.
3. Waktu dan kecepatan kerja karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan.
Kecepatan kerja karyawan adalah suatu taraf pemahaman dalam
melaksanakan tugasnya serta mengetahui kesulitan dalam melaksanakan
[Link] ketepatan waktu yang digunakan karyawan dalam
menyelesaikan tugas yang dibebankan dapat mempengaruhi produktifitas
kerja.
2. Pengaruh Kepuasaan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan
Keberhasilan pada suatu perusahaan tidak lepas dari peranan sumber daya
manusia. Hal ini sesuai dengan pendapat Hasibuan (2001:12) manusia selalu
berperan aktif dalam setiap kegiatan organisasi yaitu sebagai perencana,
pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi, sehingga menjadikan
manusia sebagai aset yang harus ditingkatkan efisiensi dan produktivitasnya.
Pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan menghasilkan
kinerja yang baik dan pada akhirnya akan menciptakan kinerja
perusahaan secara keseluruhan dengan baik. Salah satu ukuran
keberhasilan pengelolaan organisasi adalah terciptanya kepuasan kerja
karyawan. Kepuasaan merupakan aspek penting pada diri seorang
karyawan didalam organisasi, karena kepuasaan kerja karyawan dapat
mempengaruhi sikap kerja karyawan dalam bekerja seperti kurang
displin,lamban, malas dan lain sebagainya.
Kepuasan kerja yang tinggi akan meningkatkan hasil yang maksimal
terhadap organisasi, yakni produktivitas [Link] Edy
Sutrisno(2009:100) bahwa “bila seseorang pekerja atau karyawan
merasakan kepuasan dalam bekerja, maka akan menimbulkan semangat
dan gairah dalam bekerja dengan demikian akan terjadi peningkatan
produktivitas”.
3. Penelitian Terdahulu
Berikut ini beberapa penelitian terdahulu yang berkaitan dengan
pengaruh faktor kepuasaan kerja terhadap produktivitas karyawan :
a). Binsar Christ Daniel Pangaribuan (2014), meneliti tentang “Pengaruh
Kepuasan Kerja Karyawan Terhadap Produktivitas Karyawan PT. Dua
Titik Advermata Bandung”. Penelitian ini memperoleh hasil hubungan
yang sangat rendah serta berkolerasi positif yang menunjukan searah
28
(bergerak berbanding lurus) antara kepuasaan kerja dengan
produktivitas kerja karyawan.
b). Fajar Islam (2017), meneliti tentang “Pengaruh Faktor Kepuasan Kerja
Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Bagian Operasional pada PT. Semen
Tonasa (PERSERO) Kabupaten Takalar”. Penelitian ini memperoleh
hasil faktor kepuasaan kerja yang terdiri dari gaji, pekerjaan itu sendiri
dan lingkungan kerja secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang
signifikan secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan bagian
operasional pada PT. Semen Tonasi di Kabupaten Pangkep.
4. Kerangka Pikir
Kerangka pikir adalah suatu model yang menerangkan bagaimana
hubungan suatu teori dengan faktor-faktor yang penting yang telah
diketahui dalam suatu masalah tertentu. Kerangka pikir akan
menghubungkan antara variabel-variabel penelitian yaitu variabel bebas
dan variabel terikat.
Berikut ini dapat digambarkan kerangka pemikiran yang dijadikan dasar
pemikiran dalam penelitian ini seperti gambar dibawah ini :
29
Pekerjaan itu sendiri (X1)
Gaji (X2) Produktivitas Karyawan
Lingkungan kerja (X3) (Y)
(X)
Gambar 2.1: Skema kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini
5. HIPOTESIS
Hipotesis adalah suatu teori sementara yang kebenarannya masih
perlu diuji atau dikatakan sebagai dugaan sementara yang dimaksudkan
untuk menjawab permasalahan yang ada. Berdasarkan rumusan masalah
yang telah dikemukakan sebelumnya dan kerangka pikir diatas , maka
penulis mengemukakan hipotesis sebagai berikut: ”
H1 : Diduga variabel faktor kepuasaan kerja yaitu pekerjaan itu
sendiri berpengaruh signifikan terhadap produktivitas
karyawan pada PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra
di Makassar.
H2 : Diduga variabel faktor kepuasaan kerja yaitu gaji berpengaruh
signifikan terhadap produktivitas karyawan pada PT. Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra di Makassar.
30
H3 : Diduga variabel faktor kepuasaan kerja yaitu lingkungan kerja
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan pada
PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Hasamitra di Makassar.
H4 : Diduga faktor kepuasaan kerja yaitu pekerjaan itu sendiri, gaji
dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap produktivitas karyawan pada PT. Bank Perkreditan
Rakyat (BPR) Hasamitra di Makassar.
E. Metode Penelitian
1. Variabel dan Desain Penelitian
1). Variabel Penelitian
Variabel merupakan indikator yang sangat menentukan dalam suatu
keberhasilan dalam suatu penelitian. Variabel penelitian pada dasarnya
adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti yang menjadi fokus pengkajian atau titik perhatian dalam suatu
penelitian.
Ada dua jenis variabel utama dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat
(dependent variabel) dan variabel bebas (independent variabel).
a. Variabel terikat (Dependent variabel)
Variabel terikat merupakan variabel yang perubahan dan
pergerakannya tergantung pada perubahan atau pergerakan
31
variabel lain. Variabel terkait dalam penelitian ini adalah
produktivitas karyawan (Y).
b. Variabel bebas (Independent variabel)
Variabel bebas adalah variabel yang diduga menjadi penyebab
perubahan atau pergerakan variabel terkait. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah kepuasaan kerja (X)
2). Desain Penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam
perencanaan dan pelaksanaan penelitian, yang membantu peneliti dalam
pengumpulan dan analisis data. Variabel pekerjaan itu sendiri, gaji, dan
lingkungan kerja sebagai variabel bebas akan di analisis pengaruhnya
terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan sebagai variabel terikat.
Berikut desain penelitian yang di buat peneliti:
PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Hasamitra Makassar
Kajian Pustaka Penelitian Lapangan di PT. Bank
Perkreditan Rakyat (BPR)
Makassar
32
Pengolahan Data Teknik Pengumpulan
Data
Hasil Penelitian dan
Kesimpulan
Gambar 2.1 : Skema Desain Penelitan
2. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Operasional variabel diperlukan guna menentukan jenis dan indikator
dari vatiabel-variabel yang terkait dalam penelitian [Link]-variabel
tersebut ialah :
1) Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu :
a. Pekerjaan itu sendiri (X1)
Sikap karyawan terhadap pekerjaan dan yang berkaitan dengan
pekerjaan serta seberapa jauh fokus karyawan terhadap pekerjaan
tersebut dengan indikator:
a). Kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan
b). Variasi pekerjaan
b. Gaji (X2)
Sikap karyawan terhadap gaji yang mereka terima, berkaitan
dengan pekerjaan yang dilakukan dengan indikator:
a). Kesesuaian gaji dengan pekerjaan yang dilakukan karyawan
33
b). Kesesuain gaji dengan kebutuhan karyawan
c). Keadilan dalam pemberian gaji
c. Lingkungan kerja (X3)
Sikap karyawan terhadap lingkungan kerja yang mendukung
terlaksananya suatu pekerjaan, dengan indikator:
a). Fasilitas kantor yang bersih
b). Perlengkapan dan peralatan kantor yang memadai
c). Lingkungan yang mendukung kelancaran pekerjaan
2) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Produktivitas
Karyawan (Y)
Produktivitas kerja merupakan kemampuan karyawan dalam
menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan harapan dalam waktu
yang singkat atau tepat, dengan indikator :
a. Kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan dan
tugasnya
b. Kemampuan karyawan dalam mencapai hasil kerja
c. Waktu dan kecepatan kerja karyawan untuk menyelesaikan
pekerjaan.
Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala likert.
Dari seluruh indikator tersebut akan dijabarkan dalam bentuk
34
pertanyaan. Disetiap item pertanyaan terdapat range skor (1-5). Masing-
masing jawaban tersebut memiliki bobot skor yang berbeda dan akan
dihasilkan 5 kategori jawaban, yaitu:
a. Sangat setuju dengan skor sebesar = 5
b. Setuju dengan skor sebesar = 4
c. Kurang setuju dengan skor sebesar = 3
d. Tidak setuju dengan skor sebesar = 2
e. Sangat tidak setuju dengan skor sebesar = 1
3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tentang apa yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan
(Sugiyono,2013:148). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan
bagian kredit PT. BPR Hasamitra Kota Makassar yang berjumlah 31
orang.
Menurut Danang Sunyoto (2011:18), sampel adalah bagian dari
sesuatu populasi yang karakteristiknya diteliti dan dianggap dapat
mewakili populasi secara keseluruhan.
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel apabila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel Sugiyono, (2013:110).Hal
yang sering dilakukan bila jumlah populasi relative kecil, atau penelitian
yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi
35
dijiadikan sampel.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 orang karyawan
bagian kredit PT. BPR Hasamitra Kota Makassar.
4. Teknik Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan
kuesioner, penyebaran kuesioner pada karyawan yang berjumlah 31 orang.
a). Kuesioner / Angket
Yaitu dengan membagikan angket untuk diisi oleh karyawan yang
bersangkutan. Kuesioner digunakan untuk mengukur ketiga variabel
bebas yang merupakan faktor-faktor kepuasaan kerja.
b). Wawancara
Yaitu dengan mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak
yang mempunyai wewenangan untuk memberikan informasi yang
berhubungan dengan data yang diperlukan.
5. Teknik Analisis Data
1. Uji Validitas dan Reliabilitas
Pengujian Validitas dan Reliabilitas dilakukan setelah kuesioner
terisi oleh karyawan pada PT. Bank Perkereditan Rakyat (BPR) Hasamitra.
Pengujian validitas dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor
poin dengan skor total, jika nilai koefisien kolerasi yang diperoleh lebih
besar atau sama dengan 0.3, nilai 0.3 tersebut dalam arti jika sebanyak
36
30% responden menjawab jawaban tersebut, maka pertanyaan tersebut
telah valid, sebaliknya jika nilai koefisien korelasi lebih kecil dari 0.3
maka pertanyaan tersebut tidak valid dan tidak dapat terpakai lagi.
Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode
koefisien cronbach alpha, yang merupakan suatu metode perhitungan
dimana reliabilitas dikembangkan, dalam uji reliabilitas yang dilakukan
dalam penelitian ini penulis menggunakan alat bantu statistik yang ada
pada program SPSS For Windows. Tujuan dilakukan uji validitas dan
reliabilitas adalah untuk mengetahui apakah data-data tersebut sudah valid
dan dapat dipercaya dari data yang terkumpul melalui kuesioner tersebut.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi merupakan sebuah metode yang dapat digunakan
untuk mengembangkan sebuah model atau persamaan yang menjelaskan
hubungan antar variabel (Santoso, 2010)
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara
dua atau lebih variabel independen (X1, X2, ...Xn) dengan variabel
dependen (Y). Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh variabel bebas yaitu Faktor kepuasan kerja yang terdiri dari
Pekerjaan itu sendiri (X1), Gaji (X2), dan Lingkungan kerja (X3) terhadap
variabel terikatnya yaitu Produktivitas karyawan (Y).
Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
37
Y = a +b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Dimana:
Y = Produktivitas Karayawan
a = Konstanta
b1, b2, b3 = Koefisien regresi
X1 = Pekerjaan itu sendiri
X2 = Gaji
X3 = Lingkungan kerja
E = error/ variabel pengganggu
3. Uji Parsial, Uji simultan dan Koefisien Determinasi
Uji parsial atau sering di sebut uji t digunakan untuk mengetahui
besarnya pengaruh satu variabel bebas (independen) secara individual
dalam menerangkan variabel terikat (dependen)
Uji simultan atau uji f digunakan untuk mengetahui apakah semua
variabel bebas (independen) mempunyai pengaruh secara bersama-sama
terhadap variabel terikat (dependen)
38
Koefisen determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa
besar perubahan atau variasi suatu variabel bisa dijelaskan oleh perubahan
atau variasi variabel lain.
Perhitungan yang dilakukan adalah dengan menggunakan SPSS. Hasil
dari SPSS akan diketahui apakah perhitungan signifikan atau tidak serta
akan menjelaskan pengaruh antara variabel pekerjaan itu sendiri (X1), gaji
(X2), lingkungan kerja (X3) dan produktivitas kerja (Y).
4, Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah
model yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan lolos dari
penyimpangan asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang sering digunakan
yaitu uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, uji
autokorelasi. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang urutan uji mana
terlebih dahulu yang harus dipenuhi. Analisis dapat dilakukan tergantung
pada data yang ada.
F. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian ini lebih terarah dan terencana maka pelaksanaan
penelitian ini digambarkan sebagai berikut:
No Uraian Kegiatan 2019 2020
. Penelitian November Desember Januari Februari Maret April
1 Penyusunan
proposal
39
2 Seminar proposal
3 Penyempurnaan
proposal
4 Pengambilan data
5 Analisis data
6 Penyusunan
Skripsi
7 Ujian skripsi
8 Penyempurnaan
skripsi
Tabel 3.1
40
41