0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan3 halaman

Tugas dan Peran Sistem Administrator

1. Sistem administrator bertugas melakukan administrasi sistem, pemeliharaan sistem, dan mengatur hak akses sistem. 2. TCP adalah protokol berorientasi koneksi yang menggunakan jalur data full duplex untuk mengirim data secara simultan antara host. 3. UDP adalah protokol tanpa koneksi yang mengirim paket datagram tanpa konfirmasi pengiriman, sehingga data mungkin hilang atau rusak.

Diunggah oleh

Hadrian IrfanM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan3 halaman

Tugas dan Peran Sistem Administrator

1. Sistem administrator bertugas melakukan administrasi sistem, pemeliharaan sistem, dan mengatur hak akses sistem. 2. TCP adalah protokol berorientasi koneksi yang menggunakan jalur data full duplex untuk mengirim data secara simultan antara host. 3. UDP adalah protokol tanpa koneksi yang mengirim paket datagram tanpa konfirmasi pengiriman, sehingga data mungkin hilang atau rusak.

Diunggah oleh

Hadrian IrfanM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

System Administrator (admin, administrator, sysadmin, site admin) adalah profesi yang memiliki

tugas untuk melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan
pengaturan operasional sebuah sistem.

1. TCP (Transmission Control Protocol)

TCP (Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan
sekumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu [Link]
mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented).
Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua
buah jalur, jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.

2. UDP (User Datagram Protocol)

Sedangkan UDP (User Datagram Protocol) adalah transport layer yang tidak
handal, unreliable / connectionless dan merupakan kebalikan dari transport layer TCP.
Dengan menggunakan UDP, setiap aplikasi socket dapat mengirimkan paket – paket yang
berupa datagram. Istilah datagram diperuntukkan terhadap paket dengan koneksi yang tidak
handal (unreliable service). Koneksi yang handal selalu memberikan keterangan apabila
pengiriman data gagal, sedangkan koneksi yang tidak handal tidak akan mengirimkan
keterangan (acknowledgment) meski pengiriman data gagal. Data dalam protokol UDP akan
dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali
kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam
perjalananan dari host asal ke host tujuan.

3. FTP

File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar
file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam
FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan
untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request
dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk
tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file)

4. FSTP

Tujuan dari SFTP itu sendiri adalah membuat mekanisme pertukaran file (transfer file) yang
lebih aman dibanding protocol sebelumnya yaitu FTP. Selain itu, SFTP juga, merupakan
sebuah mekanisme pertukaran berkas (file). Akan tetapi, lebih secure (aman) dibanding si
FTP. Karena dalam mentransfer data (berkas) SFTP menggunakan protokol SSH (Secure
Shell).

5. Pengertian SFTP

1. Adalah sebuah interactive file transfer program bisa dibilang semacam ftp
2. Semua operasi melalui enkripsi
3. Menggunakan beberapa fitur dari ssh seperti public key authentication dan kompresi
4. Konek dan me-log ke spesifik host diteruskan interactive command mode
[Link]

SSL (Secure Socket Layer) adalah cara untuk sebuah website untuk membangun koneksi
yang aman (terenkripsi) antara webserver (website) dengan client (Browser) atau antara mail
server dengan mail client. Sehingga koneksi antara client dan server dapat berjalan secara
aman dari pihak lain yang tidak berkepentingan dan digunakan untuk mengamankan
transmisi data melalui situs web. Transmisi data seperti informasi kartu kredit, nama
pengguna dan password account, semua informasi sensitif lain harus diamankan untuk
mencegah eavesdropping, pencurian data pada saat proses transaksi online, dan lain-lain.
Sertifikat SSL dapat mengamankan data tidak hanya diaplikasikan melalui situs web saja
tetapi dalam transmisi email pun dapat dijamin dengan SSL ini.

Beberapa istilah penting dalam melakukan pembelian SSL Certificate

Grade, Warranty, Secured Site Seal, Green Address Bar,


Guaranteed Express Delivery

[Link]

SSH, atau Secure Shell, merupakan protokol administrasi remote yang memperbolehkan
pengguna untuk mengontrol dan memodifikasi server remote mereka melalui internet.
Layanan tersebut dibuat sebagai pengganti yang aman untuk Telnet yang tidak dienkripsi dan
menggunakan teknik kriptografi untuk memastikan semua komunikasi yang masuk dan
keluar dari server remote terjadi secara terenkripsi.

[Link] backup

Jenis Backup

 Full backup adalah menyalin semua data termasuk folder ke media lain. Oleh karena
itu, hasil full backup lebih cepat dan mudah saat operasi restore. Namun pada saat
pembuatannya membutuhkan waktu dan ruang yang sangat besar.
 Incremental backup adalah menyalin semua data yang berubah sejak terakhir kali
melakukan full backup atau differential backup. Incremental backup disebut juga
differential backu
 Mirror backup sama dengan full backup, tetapi data tidak di padatkan atau
dimampatkan (dengan format .tar, .zip, atau yang lain) dan tidak bisa di lindungi
dengan password. Dapat juga diakses dengan menggunakan tools seperti Windows
Explorer. Mirror backup adalah metode backup yang paling cepat bila dibandingkan
dengan metode yang lain karena menyalin data dan folder ke media tujuan tanpa
melakukan pemadatan. Tapi hal itu menyebabkan media penyimpanannya harus
cukup besar.
Best practice dalam backup

1. Gunakan Penyimpanan Jarak Jauh

Faktor penting dalam solusi cadangan Anda adalah cadangan jarak jauh. Mencadangkan data
Anda dan menyimpannya di disk yang sama dengan data asli Anda dapat menjadi sia-sia.
Pencadangan di luar situs, atau setidaknya di luar server, akan tetap layak bahkan jika server
pusat Anda dikompromikan, memungkinkan Anda untuk memulihkan data Anda
sepenuhnya. Baik pada server fisik Khusus atau Berbasis Cloud, cadangan di luar lokasi
sangat penting untuk pemulihan bencana nyata.

2. Ambil Cadangan Secara Sering dan Teratur

Cegah hilangnya data penting Anda dengan memastikan cadangan diambil secara berkala dan
sesuai jadwal. Pada Server yang Dikelola Sepenuhnya, panel kontrol Anda memberi Anda
keleluasaan untuk membuat cadangan tingkat akun sesuai jadwal

3. Pertimbangkan Rentang Retensi

Setelah menentukan frekuensi, penting juga untuk mempertimbangkan berapa lama Anda
akan menyimpan setiap cadangan. Menjaga setiap cadangan selamanya tidak layak karena
terbatasnya ruang untuk penyimpanan. Sebagian besar solusi cadangan menawarkan
serangkaian jadwal penyimpanan, seperti menjaga cadangan harian dan harian selama
seminggu, cadangan mingguan selama satu bulan, dan cadangan bulanan selama beberapa
bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jenis jadwal ini memungkinkan untuk memiliki banyak,
cadangan terkini dalam pemulihan instance diperlukan.

4. Simpan Cadangan Terenkripsi & Dilindungi

Ada kasus di mana tidak cukup untuk mencadangkan data Anda di lokasi di luar situs. Selain
keamanan fasilitas yang menyimpan cadangan Anda, mengenkripsi file adalah langkah
tambahan dalam keamanan data. Enkripsi cadangan selama penyimpanan memastikan bahwa
data Anda akan seperti yang Anda harapkan jika Anda perlu memulihkannya.

5. Simpan Cadangan di Array RAID

Untuk sedikit redundansi tambahan, Anda harus menyimpan cadangan Anda pada array
RAID. Mendistribusikan data Anda di dua atau lebih drive dalam array RAID
memungkinkan kinerja, keandalan, dan set data yang lebih luas dalam solusi cadangan Anda.
RAID juga dapat membantu memastikan data Anda yang tersimpan terlindungi dari
kegagalan satu drive.

Anda mungkin juga menyukai