0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan5 halaman

Prosedur Rujukan Pasien Puskesmas Losari

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur (SOP) rujukan pasien dari Puskesmas Losari yang mencakup pengertian rujukan, tujuan, kebijakan, prosedur klinis dan administratif rujukan pasien, unit terkait, diagram alir rujukan, dokumen pendukung, dan rekam historis perubahan SOP.

Diunggah oleh

dya windya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan5 halaman

Prosedur Rujukan Pasien Puskesmas Losari

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur (SOP) rujukan pasien dari Puskesmas Losari yang mencakup pengertian rujukan, tujuan, kebijakan, prosedur klinis dan administratif rujukan pasien, unit terkait, diagram alir rujukan, dokumen pendukung, dan rekam historis perubahan SOP.

Diunggah oleh

dya windya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RUJUKAN

SOP [Link] : SOP/UKP/VII/ /2017


[Link] :
Tanggal terbit: 18 Desember 2017
Halaman : 1/ 3
Disahkan oleh
PUSKESMAS Kepala Puskesmas Losari
YUNITRI
LOSARI
RENANINGTYAS

1. Pengertian a. Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan


kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung
jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik secara
horisontal (komunikasi antar unit yang sederajat) ataupun secara
vertikal ke fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau,
rasional dan tidak dibatasi wilayah administrasi.
b. Rujukan Internal adalah rujukan horizontal yang terjadi antar unit
pelayanan di dalam institusi tersebut.
c. Rujukan Eksternal adalah rujukan yang terjadi antar unit-unit
dalam jenjang pelayanan kesehatan, baik horizontal (dari
puskesmas rawat jalan ke puskesmas rawat inap) maupun vertikal
(dari puskesmas ke rumah sakit umum daerah).

2. Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melakukan rujukan pasien.


SK Kepala Puskesmas Nomor /SK/XII/2017 Tentang rujukan
3. Kebijakan pasien

4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 001 Tahun


2012 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perorangan;

5. Prosedur Prosedur standar merujuk pasien

1) Prosedur Klinis:
a. Petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang medik untuk menentukan diagnosa
utama dan diagnose banding.
b. Petugas memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus
berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO).
c. Petugas memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan.
1. Rujukan internal ; Petugas mengantar pasien ke unit
gawat darurat / UGD apabila kondisi pasien
memerlukan perawatan lebih lanjut dan masih bisa di
lakukan tindakan di puskesmas
2. Rujukan eksternal : Petugas UGD / Rawat inap
mengantar pasien ke RS tempat rujukan apabila kondisi
pasien memerlukan perawatan yang intensif
2) Prosedur Administratif:
a. Petugas membuat catatan rekam medis pasien.
b. Petugas memberikan Informed Consernt (persetujuan /
penolakan rujukan)
c. Petugas membuat surat rujukan pasien
d. Petugas mencatat identitas pasien pada buku register rujukan
pasien.
e. Petugas menyiapkan sarana transportasi / ambulance
f. Petugas menghubungi RS tempat rujukan yang di tuju dan
memastikan bahwa unit pelayanan tujuan dapat menerima
pasien
g. Petugas merujuk dan mendampingi pasien ke RS setelah
menyelesaikan administrasi.
a. Ruang Pemeriksaan Umum
b. Ruang pemeriksaan KIA/KB
c. Ruang Pemeriksaan Gigi
d. Ruang Pemeriksaan MTBs
e. Rauang Laboratorium
6. Unit terkait
f. Ruang Pemeriksaan Gizi
g. Ruang Gawat Darurat
h. Ruang Rawat Inap
i. Ruang PONED
j. Ambulance
7. Diagram Terlampir
Alir
8. Dokumen a. Persetujuan rujukan atau penolakan rujukan
terkait b. Rekam medis

9. Rekam Tanggal mulai


No Yang dirubah Isi perubahan
historis diberlakukan
perubahan

2/3
Lampiran Diagram alir Rujukan

A. PROSEDUR KLINIS

Anamnesa, pemeriksaan fisik,


pemeriksaan penunjang

Melakukan tindakan pra rujukan

sesuai spo

Memutuskan unit pelayanan

Rujukan Rujukan
internal eksternal

B. PROSEDUR ADMINISTRATIF

Membuat catatan Merujuk dan


rekam medik mendampingi pasien

Inform consent Menghubungi RS rujukan dan


memastikan menerima

Menyiapkan ambulance
Membuat surat rujukan

Mencatat ke buku regester


rujukan

3/3
RUJUKAN
No. Dokumen :

Terbitan :
DAFTAR No. Revisi :
TILIK Tanggal Terbit :
PUSKESMAS Halaman :½
LOSARI

Unit :

Nama Petugas :

Tanggal Pelaksanaan :

No. Kegiatan YA TIDAK TIDAK


BERLAKU
Prosedur Klinis:

1. Apakah petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan


fisik dan pemeriksaan penunjang medik untuk
menentukan diagnosa utama dan diagnose banding ?
2. Apakah petugas memberikan tindakan pra rujukan
sesuai kasus berdasarkan Standar Prosedur
Operasional (SPO) ?
3. Apakah petugas memutuskan unit pelayanan tujuan
rujukan (Rujukan Internal dan Eksternal ) ?
Prosedur Administratif:
4 Apakah petugas membuat catatan rekam medis
pasien ?
5. Apakah petugas memberikan Informed Consernt
(persetujuan/penolakan rujukan) ?
6. Apakah petugas membuat surat rujukan pasien ?

7. Apakah petugas mencatat identitas pasien pada buku


register rujukan pasien ?
8. Apakah petugas menyiapkan sarana transportasi /
ambulance ?
9 Apakah petugas menghubungi RS tempat rujukan
yang di tuju dan memastikan bahwa unit pelayanan
tujuan dapat menerima pasien ?
10 Apakah petugas merujuk dan mendampingi pasien ke
RS setelah menyelesaikan administrasi ?

Jumlah
(COMPLIANCE RATE) CR =

CR = ∑ Ya
x 100 %
∑ Ya + Tidak

= % Losari,

Pelaksana / auditor

2/2

Anda mungkin juga menyukai