79% menganggap dokumen ini bermanfaat (39 suara)
15K tayangan11 halaman

Upaya Pemerintah Atasi G30S/PKI

Tugas PPKN membahas beberapa hal terkait peristiwa G30S/PKI, termasuk faktor penyebab, pihak yang bertanggung jawab, dugaan pelanggaran HAM, dan pengaruhnya terhadap persatuan bangsa. Dokumen ini memberikan analisis mendalam mengenai peristiwa bersejarah tersebut.

Diunggah oleh

Lilisnoviyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
79% menganggap dokumen ini bermanfaat (39 suara)
15K tayangan11 halaman

Upaya Pemerintah Atasi G30S/PKI

Tugas PPKN membahas beberapa hal terkait peristiwa G30S/PKI, termasuk faktor penyebab, pihak yang bertanggung jawab, dugaan pelanggaran HAM, dan pengaruhnya terhadap persatuan bangsa. Dokumen ini memberikan analisis mendalam mengenai peristiwa bersejarah tersebut.

Diunggah oleh

Lilisnoviyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS PPKN

Nama kelompok:
 Ahmad Reza
 Aufa Syuja Fauzan
 Muhamdad Putra.A
 Sunanda Saputra

SMAN 1 PADALARANG
TAHUN AJARAN 2018/2019
Tugas mandiri 4.1
Peristiwa G30S/PKI telah memberikan pukulan yang cukup telak bagi
persatuan dan kesatuan bangsa. Berkaitan dengan hal tersebut,coba
anda lakukan studi kepustakaan dengan mencari berbagai sumber
yang dapat dipertanggung jawabkan mengenai hal-hal berikut:

a. faktor penyebab terjadinya peristiwa G30S/PKI


b. pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa
tersebut
c. Dugaan terjadinya pelanggaran HAM
d. Ppengaruh peristiwa tersebut terhadap persatuan dan
kesatuan bangsa
e. Upaya dilakukan pemerintah pada waktu itu untuk menangani
permasalahan tersebut
f. Bukti keberhasilan upaya yang di lakukan pemerintah untuk
menghilangkan ideologi komunis
Jawaban
[Link] PENYEBAB TERJADINYA PERISTIWA
G30SPKI
1. Faktor Ekonomi

Permasalahan dalam kudeta disetiap negara tentu saja


diawali dengan faktor ekonomi sebagai alasan pembenaran
kudeta, tidak terkecuali di Indonesia. Ekonomi Indonesia
sedang terpuruk pada tahun 1965 dimana hal ini
menyebabkan dukungan dari rakyat kepada Presiden
Soekarno berkurang. Ditambah lagi dengan kebijakan
“Ganyang Malaysia” yang dianggap akan memperparah
kondisi ekonomi Indonesia saat itu, kepercayaan masyarakat
Indonesia dan militer mencapai titik terburuk saat itu.

Kenaikan inflasi sebesar 650% semakin memperburuk


suasana dan situasi saat itu, dimana rakyat banyak yang
kelaparan, dan hal ini sebenarnya disebabkan karena
gagasan dua panglima tinggi yaitu Jendral Suharto dan
Jendral Nasution. Pembantaian terhadap pedagang yang
berasal dari RRC menyebabkan proses perdagangan menjadi
turun dan berakibat pada penurunan ekonomi.
Kesengsaraan rakyat akibat kondisi ekonomi ini juga
akhirnya yang menjadikan rakyat mengamuk ketika 6 jendral
terbunuh, dan konsekuensinya adalah pembantaian orang
orang yang tertuduh atau dicurigai sebagai PKI. Bahkan
pembantaian ini juga menyasar ke keturunan tionghoa
dengan alasan kecerobohan akibat kekacauan.

2. Angkatan Kelima Gagasan PKI


Pengaruh PKI pada tahun 1965 mencapai pada puncaknya
dimana pengikut dan simpatisan PKI telah memasuki dengan
elemen masyarakat, dan memiliki hubungan yang cukup baik
dengan Presiden Soekarno. Di tahun 1965 itu, PKI
mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menambah
angkatan militer yang dinamakan ‘Angkatan Kelima’ diluar
dari TNI dan berdiri sendiri. Hal ini tentunya menyebabkan
kecurigaan antara pihak militer dan PKI.

Selain itu PKI juga telah mnyusupi hingga ke kalangan polisi


sehingga situasi semakin memasan, dimana banyak hasutan
hasutan dan konfrontasi antara rakyat dengan TNI, hal ini
menjadi fondasi untuk rencana G30S, dan merupakan salah
satu penyebab G30s PKI

3. Kesehatan Presiden Soekarno

Pada tahun 1964 dikabarkan bahwa Presiden Soekarno


sedang sakit parah, tentu saja hal ini menyebabkan
kecemasan dan rumor perebutan kekuasaan bila Presiden
Soekarno akan meninggal dunia. Akan tetapi, ini sebenarnya
diketahui oleh ketua PKI yaitu Aidit bahwa Presiden
Soekarno hanya sakit ringan. Jadi kemungkinan sangat besar
kalau ini dilakukan oleh pihak ke 3 yang bukan dari Presiden
Soekarno maupun PKI, bagaimanapun juga, kecemasan
akibat isu kesehatan ini tetap menjadi salah satu penyebab
G30S PKI

4. Permusuhan Dengan Malaysia


Faktor ini juga menjadi salah satu sebab kuat, karena PKI lah
yang menghasut Presiden Soekarno untuk bersikap lebih
tegas dan menolak negosiasi yang diusulkan oleh Presiden
Pilipina dan Perdana Mentri Malaysia saat itu. Tentu saja hal
ini tidak lepas dari tindakan rakyat Malaysia saat itu yang
menyerbu gedung KBRI dan membuat PM Malaysia saat itu
Tunku Abdul Rahman dipaksa menginjak lambang negara
Indonesia. Aksi ini membuat Presiden Soekarno sangat
murka dan membuat gerakan “Ganyang Malaysia” untuk
balas dendam terhadap aksi itu, tentu saja hal ini tidak
didukung penuh oleh Militer. Salah satu alasannya adalah
karena Malaysia memiliki bantuan dari Inggris, dan
Indonesia dengan kondisi ekonomi dan tentara yang kurang
memadai dirasa oleh para Jendral angkatan darat tidak bisa
menyaingi kekuatan militer mereka.

Alhasil akibat pertempuran setengah hati yang dilakukan di


Kalimantan, dan lokasi lokasi tertentu di Malaysia gagal,
bahkan Indonesia kalah dalam perang gerilya yang menjadi
keunggulannya dari jaman dulu. Mengetahui tidak didukung
penuh oleh militer, akhirnya Presiden Soekarno menjadi
dekat dengan PKI. Kalau kita analisa, tentunya faktor ini lah
kenapa Presiden Soekarno mempunyai kedekatan yang
sangat erat pada PKI, walaupun sebenarnya pada tahun
tahun 1955 Soekarno sudah menunjukan
kedekatannya, akan tetapi karena peristiwa ini, posisi
PKI di kabinet pemerintahan menjadi tidak
tergoyahkan. Dan kalau ditelisik dari dokumen rahasia
yang baru dikeluarkan CIA baru baru ini, sebenarnya
Presiden Soekarno hanya menggunakan PKI untuk
menjatuhkan Malaysia dan tidak sepenuhnya percaya
pada mereka.
Hal ini dibuktikan dari dokumen yang disebar karena
terdapat percakapan santai antara Presiden Soekarno
dengan pemimpin sayap kanan bahwa sebenarnya
kedekatan ini hanyalah topeng, dimana dia masih
membutuhkan PKI untuk menjatuhkan Malaysia. dan
suatu saat akan tiba gilirannya. Akan tetapi karena ini
adalah percakapan tingkat tinggi dan tidak ada yang
tahu tentang intensi dari Presiden Soekarno maka
sampai saat sebelum dokumen ini disebarkan, sejarah
yang diajarkan disekolah menyebutkan bahwa
Presiden Soekarno memang menaruh kepercayaan
pada PKI. Hal lain yang disebabkan karena
permusuhan dengan Malaysia adalah perpecahan
internal karena merasa peperangan di sabotase oleh
petinggi angkatan darat yang takut pada Malaysia,
dan akibatnya banyak yang mendukung PKI, yang
berujung pada penyebab G30S PKI.
5. Amerika Serikat Sebagai Aktor Dibalik Layar
Tentu saja kita tahu bahwa Ameria Serikat sebagai
negara liberal tentunya anti komunisme, oleh karena
itu melalui CIA mereka berusaha agar pemerintahan
Indonesia saat itu tidak jatuh kedalam kuasa PKI yang
merupakan partai komunis. Dengan kedekatan
Presiden Soekarno yang sangat erat dengan PKI.
Banyak dokumen dokumen dari FBI CIA yang telah
disebarkan untuk mengungkapkan keterlibatan
mereka dalam insiden G30S PKI, dimana memang
benar kalau mereka yang memberikan list anggota PKI
kepada pemerintah Soeharto sehingga terjadi
pembantaian yang keji itu. Dari sini memang patut
dicurigai apakah ada andil Amerika dalam kenaikan
posisi Soeharto yang bisa menjadi presiden karena
peristiwa ini.
[Link] yang bertanggung jawab
[Link]

PKI yang jalanin G30S, makanya PKI tertuduh di sini. Akibatnya, di


buku2 sekolah banyak yg menulis G30S-PKI, padahal belum tentu.

[Link] AD

TNI AD tertuduh karena sebelum G30S terjadi, berdasarkan dokumen


Gilschrist, TNI berencana mengkudeta Soekarno pada tgl 5 Okt 1965
bertepatan dengan Show of Force TNI. Untuk itu PKI berinisiatif
melancarkan 'kudeta' duluan.

[Link]

Loh Soeharto tertuduh? Menurut gue sih, ya, tertuduh. Awalnya


Soekarno gak mau tanda tanganin Supersemar, tapi (katanya sih)
Soeharto seolah memaksa dengan mengutus tiga orang TNI untuk
nodong Soekarno. Nah keliatan memaksa nih, berarti Soeharto jadiin
PKI sebagai ajang unjuk diri bahwa dirinya mampu.
[Link]

Hubungannya apaan ama CIA? Eits, inget bahwa tahun2 1965, dunia
lagi dilanda Cold War antara Amerika Serikat (AS) dan US (Uni
Sovyet). Kebetulan kala itu Indonesia deket banget sama blok US. AS
khawatir Indonesia jadi negara komunis, karena Vietnam, Tiongkok,
dan Korea Utara udah mulai didominasi komunis. Buat cegah itu, CIA
diutus AS tuh buat ngacak2 komunisme.

[Link] TERJADINYA PELANGGARAN HAM

Wakil Ketua Komnas HAM Nurcholis mengatakan Komnas HAM


menyimpulkan telah menemukan cukup bukti adanya dugaan
kejahatan terhadap kemanusiaan setelah pecah peristiwa G30S PKI.
Kesimpulan ini diambil berdasarkan penyelidikan selama empat
tahun terakhir.

"Terdapat bukti permulaan yang cukup untuk menduga terjadinya


kejahatan terhadap kemanusiaan sebagai salah satu bentuk
pelanggaran HAM yang berat," kata Nurcholis dalam jumpa pers di
Jakarta pada Senin, 23 Juli.

[Link] peristiwa tersebut terhadap persatuan


dan kesatuan bangsa
Dampak Politik

a. Presiden Soekarno yang kehilangan wibawanya dimata seluruh


rakyat Indonesia.

b. Kondisi politik indonesia yang semakin tidak stabil dikarenakan


muncul pertentangan didalam lembaga tinggi negara.

c. Sikap pemerintah yang belum bisa untuk mengambil keputusan


untuk dapat membubarkan PKI yang kemudian memunculkan
kemarahan rakyat.
d. Pada akhirnya menimbulkan aksi demonstrasi yang dilakukan
secara besar-besaran yang dilakukan oleh rakyat dan juga mahasiswa
yang bergabung dalam KAMI, KAPPI, dan juga KAPI melakukan
tuntutan agar PKI dibubarkan beserta dengan ormas-ormasnya. Atau
yang sering dikenal dengan istilah Tritura atau sering disebut juga
Tiga Tuntutan Rakyat.

Tuntutannya Adalah

- Pembubaran PKI

- Pembersihan Kabinet Dwikora dan unsur-unsur PKI

- Penurunan harga-harga barang

e. Pemerintah melakukan reshuffle atau pembaharuan pada Kabinet


Dwikora untuk menjadi Kabinet Dwikora yang telah disempurnakan
dan ditujukan kepada kabinet yang memiliki anggota seratus menteri
atau yang sering dikenal dengan Kabinet Seratus Menteri. Kabinet
yang sudah dibentuk banyak mengalami pertentangan seperti
ditentang oleh KAMI dan juga rakyat karena didalam kabinet itu
sering dijumpai menteri-menteri yang pro kepada PKI atau memberi
dukungan kepada PKI sehingga mereka melakukan aksi turun ke jalan
dan mengempeskan ban-ban mobil dari calon menteri yang akan
dilantik.

Dan pada aksi itu yang akhirnya menewaskan seorang mahasiswa


bernama Arif Rahman Hakim. Kejadian yang menewaskan Arif
Rahman Hakim yang pada akhirnya menimbulkan aksi demonstrasi
yang lebih besar dibandingkan demostrasi yang sebelumnya yang
dilakukan para mahasiswa indonesia dan juga Para pemuda indonesia
dijakarta dan juga di daerah-daerah lainnya.

f. Tanggal 25 Februari 1966, Presiden Soekarno membubarkan KAMI


karena dianggap sebagai pemicu munculnya aksi demonstrasi dan
juga turun kejalan yang dilakukan para pemuda indonesia dan juga
mahasiswa indonesia.

g. Tanggal 11 Maret 1966 diadakan sidang kabinet yang membahas


kemelut politik nasional. Tetapi sidang ini tidak bisa diselesaikan
secara baik dikarenakan adanya pasukan yang tidak dikenal yang ada
di luar gedung yang kemudian menimbulkan anggapan yang dapat
membahayakan keselamatan Presiden Soekarno.

h. Tanggal 11 Maret 1966, Presiden Soekarno mengeluarkan Surat


Perintah Sebelas Maret atau sering dikenal sebagai istilah
Supersemar yang memiliki isi Presiden Soekarno memberikan
perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto agar mengambil tindakan
menurutnya penting serta perlu sehingga terjaminnya keamanan dan
juga ketertiban jalannya pemerintahan serta jalannya revolusi dan
juga menjamin keselamatan pribadi dan juga kewibawaan Presiden.

E. UPAYA YANG DILAKUKAN PEMERINTAHPADA


WAKTU ITU UNTUK MENANGANI G30SPKI
Dengan menhimpun pasukan seperti Divisi Siliwangi, dan Resimen
Para Komando Angkatan Darat ( RPKAD ) dibawah pimpinan Kolonel
Sarwo Edi Wibowo mulai mimpin operasi penumpasan gerakan 30
september tindakan yang dilakukan antara lain :

1. pada 1 oktober 1965 operasi utk merebut RRI dan Kantor


telekomunikasi

2. pada 2 oktober 1965 mengambil ambil alih beberapa tempat


penting seperti bandara halim perdanakusuma

3. operasi pembersihan kampung lubang buaya

F. BUKTI KEBERHASILAN UPAYA YANG DILAKUKAN


PEMERINTAH UNTUK MENGHILANGKAN IDEOLOGI
KOMUNIS
dengan melakukan perumusan arah kebijakan umum pembinaan
ideologi Pancasila melalui UKP Pembinaan Ideologi Pancasila.
Pemerintah juga melakukan penyusunan garis-garis besar haluan
ideologi Pancasila dan road map pembinaan ideologi Pancasila,
koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan pembinaan
ideologi Pancasil

[Link]

Anda mungkin juga menyukai