FLIP-FLOP, REGISTER
DAN COUNTER
Makalah ini disusun oleh :
Nama : M RIFKI RAMADITIO
Nim/Kelas : 081630310151 / 3 LA
Mata Kuliah : Mikroprosesor
Dosen Pembimbing : Mohammad Noer,S.T.M.T.
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2019/2020
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dengan judul “ FLIP-FLOP, REGISTER DAN COUNTER”
Makalah ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita
semua tentang Mikroprosesor.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
sempurnanya karya ilmiah ini . Kami berharap semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan bagi kami khususnya .
Palembang, Oktober 2019
M Rifki R
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pada zaman sekarang teknologi semakin canggih. Perkembanga teknologi
memungkika hidup masyarakat mejadi lebih mudah. Dibuatnya alat -alat teknologi
seperti Handphone, Laptop, dan Lain-lain membuat semua menjadi lebih mudah.
Didalam alat-alat teknologi terdapat komponen elektronika seperti, Flip-Flop, Register,
Counter.
2. Rumusan Masalah
a) Pengertian Flip-Flop, Register, Counter ?
b) Apa saja aplikasi Flip-Flop, Register, Counter ?
3. Tujuan
a) Mengetahui apa itu Flip-Flop, Register, Counter
b) Mengetahui cara kerja Flip-Flop, Register, Counter
BAB II
PEMBAHASAN
A. FLIP-FLOP
1. Pengertian Flip-Flop
Flip-flop adalah suatu rangkaian elektronika yang memiliki dua kondisi stabil dan dapat
digunakan untuk menyimpan informasi. Flip Flop merupakan pengaplikasian gerbang logika
yang bersifat Multivibrator Bistabil. Dikatakan Multibrator Bistabil karena kedua tingkat
tegangan keluaran pada Multivibrator tersebut adalah stabil dan hanya akan mengubah situasi
tingkat tegangan keluarannya saat dipicu (trigger). Flip-flop mempunyai dua Output
(Keluaran) yang salah satu outputnya merupakan komplemen Output yang lain.
Flip-flop Elektronik yang pertama kali ditemukan oleh dua orang ahli fisika Inggris
William Eccles and F. W. Jordan pada tahun 1918 ini merupakan dasar dari penyimpan data
memory pada komputer maupun Smartphone. Flip-flop juga dapat digunakan sebagai
penghitung detak dan sebagai penyinkronsasian input sinyal waktu variabel untuk beberapa
sinyal waktu referensi.
2. Jenis-Jenis Flip-Flop
Rangkaian Flip-flop pada umumnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu S-R
Flip-flop, D Flip-flop, T Flip-flop dan JK Flip-flop. Berikut dibawah ini adalah penjelasan
singkatnya.
a) S-R Flip-flop
S-R adalah singkatan dari “Set” dan “Reset”. Sesuai dengan namanya, S-R Flip-flop ini
terdiri dari dua masukan (INPUT) yaitu S dan R. S-R Flip-flop ini juga terdapat dua Keluaran
(OUTPUT) yaitu Q dan Q’. Rangkaian S-R Flip-flop ini umumnya terbuat dari 2 gerbang
logika NOR ataupun 2 gerbang logika NAND. Ada juga S-R Flip-flop yang terbuat dari
gabungan 2 gerbang Logika NOR dan NAND.
Berikut ini adalah diagram logika NOR Gate S-R Flip-flop, NAND Gate S-R Flip-Flop dan
Clocked S-R Flip-flop (gabungan gerbang logika NOR dan NAND).
b) D Flip-flop
D Flip-flop pada dasarnya merupakan modifikasi dari S-R Flip-flip yaitu dengan
menambahkan gerbang logika NOT (Inverter) dari Input S ke Input R. Berbeda dengan S-R
Flip-flop, D Flip-flop hanya mempunyai satu Input yaitu Input atau Masukan D. Berikut ini
diagram logika D Flip-flop.
c) J-K Flip Flop
J-K Flip-flop juga merupakan pengembangan dari S-R Flip-flop dan paling banyak
digunakan. J-K Flip-flop memiliki 3 terminal Input J, K dan CL (Clock). Berikut ini adalah
diagram logika J-K Flip-flop.
d) T Flip-flip
T Flip-flop merupakan bentuk sederhana dari J-K Flip-flop. Kedua Input J dan K
dihubungkan sehingga sering disebut juga dengan Single J-K Flip-Flop. Berikut ini adalah
diagram logika T flip-flop.
B. REGISTER
Dalam elektronika digital seringkali diperlukan penyimpan data sementara sebelum data
diolah lebih lanjut. Elemen penyimpan dasar adalah flip-flop. Setiap flip-flop menyimpan
sebuah bit data. Sehingga untuk menyimpan data n-bit, diperlukan n buah flip-flop yang
disusun sedemikian rupa dalam bentuk register. Suatu memori register menyimpan data 1001
dapat ditunjukkan secara blok diagram seperti gambar A.
1 0 0 1
Gambar A Blok diagram register memori 4-bit
Data biner dapat dipindahkan secara seri atau parallel (lihat gambar B)
B3 b2 b1 b0
(a)
(b) b0 = 1
b1 = 0
b2 = 1
b3 = 1
Gambar B Transfer data (a) mode seri , dan (b) mode paralel
Dalam metode seri, bit-bit dipindahkan secara berurutan satu per satu : b0, b1, b2, dan
seterusnya. Dalam mode paralel, bit-bit dipindahkan secara serempak sesuai dengan cacah
jalur paralel (empat jalur untuk empat bit) secara sinkron dengan sebuah pulsa clock. Ada
empat cara dimana register dapat digunakan untuk menyimpan dan memindahkan data dari
satu bagian ke bagian sistem yang lain :
1. Serial input paralel output ( SIPO )
2. Serial input serial output ( SISO )
3. Paralel input parallel output ( PIPO )
4. Paralel input serial output ( PISO )
Beberapa tipe flip-flop dapat digunakan untuk membuat suatu register. Jika D FF
digunakan untuk membentuk register memori 4-bit, susunannya dapat dilihat pada gambar C.
Gambar C Rangkaian register memori 4-bit
Pada gambar C ditunjukkan sebuah register memori 4 bit yang terdiri dari 4 buah D FF.
Data input dimasukkan secara paralel pada terminal A, B, C, dan D. Data pada input akan di
transfer ke output setiap ada pulsa clock secara paralel juga. Karena data input masuk secara
paralel dan output juga secara paralel maka rangkaian di atas disebut sebagai Paralel Input dan
Paralel Output (PIPO).
Data yang disimpan pada rangkaian C tidak dapat digeser dari satu D FF ke D FF yang
lainnya. Jika output QA dihubungkan ke input B, data akan di geser dari kiri ke kanan yang
dikenal sebagai shift register, seperti ditunjukkan pada gambar D.
Misalkan QA dan QB diset awal ke 0. Bit pertama dimasukkan ke input flip-flop A, jika ada
clock pertama, bit tersebut akan di transfer ke output QA. Bit pertama sekarang telah
tersambung ke input B, dan bit ke dua dari data input terhubung ke input flip-flop A. Jika ada
pulsa clock kedua, bit pertama berpindah ke output QB dan bit kedua berpindah ke output QA.
Proses perpindahan data akan berlanjut sampai 4-bit. Data dapat dibaca secara paralel dari QA,
QB, QC, dan QD secara simultan, dikenal sebagai Serial Input Serial Output (SISO).
Gambar D Shift Register 4-bit
Shift register juga dapat disusun dari SR FF atau JK FF, dengan penambahan fasilitas Preset
dan Clear. Rangkaian dapat digunakan untuk serial input maupun paralel input. Untuk paralel
input dan paralel output dapat ditunjukkan pada gambar E
Gambar E Register paralel input paralel output
C. COUNTER
Pada bagian ini akan dibahas bagaimana flip-flop dapat digunakan di dalam counter biner
sedemikian rupa hingga keadaan-keadaan output FF menyatakan suatu bilangan biner yang
sama dengan jumlah pulsa-pulsa clock yang datang. Pada bagian ini akan dipelajari beberapa
jenis rangkaian counter yang paling luas penggunaannya secara mendetail. Meskipun
rangkaian – rangkaian tersebut tersedia sebagai IC, namun operasi internalnya masih patut
mendapat perhatian karena pentingnya teknik-teknik dan prinsipprinsip yang digunakan dan
dapat diperluas untuk pemakaian-pemakaian lain.
1. Counter-Counter Asinkron
Gambar 8.6 menunjukkan suatu rangkaian counter biner 4-bit, poin-poin berikut yang
berkenaan dengan operasinya :
1. Pulsa clock hanya diberikan kepada CLK input dari FF A. Jadi, FF A akan toggle setiap
saat pulsa-pulsa CLK melakukan transisi negatip (Tinggi ke Rendah). Ingat bahwa
untuk semua J=K=1.
2. Output FF A berfungsi sebagai CLK input untuk FF B, sehingga FF B akan toggle
setiap saat output A berubah dari 1 ke 0. Demikian juga FF C akan toggle pada saat B
berubah dari 1 ke 0 dan FF D akan toggle apabila C berubah dari 1 ke 0.
3. Tabel A menunjukkan urutan keadaan-keadaan biner, dengan D sebagai MSB dan A
sebagai LSB maka akan dihasilkan urutan counting biner dari 0000 sampai 1111.
4. Setelah terjadi pulsa ke 15, counter FF berada dalam keadaan 111. Atas komando pulsa
clock yang ke 16 FF A beruabah dari 1 ke 0, yang menyebabkan FF B berubah dari 1
ke 0, dan seterusnya sampai counter berada dalam keadaan 0000. Dengan kata lain,
counter tersebut telah melewati satu cycle lengkap dan telah recycled kembali ke 0000,
dimana counter akan mulai suatu cycle counting baru apabila diberikan pulsa-pulsa
clock berikutnya.
Jenis counter ini dikenal sebagai counter asinkron. Karena kerjanya saling menunggu, maka
terjadi penundaan antara respond dari setiap FF. Pada FF modern penundaan ini sangat kecil
(10-40 ns), tapi dalam beberapa hal penundaan ini dapat menyulitkan. Dikarenakan cara
bekerjanya, jenis counter ini juga umum dikenal sebagai ripple counter.
* Semua J dan K input diasumsikan sama dengan 1.
Gambar 8.6 Counter Asinkron 4-bit
Tabel A
D C B A Jumlah pulsa clock
0 0 0 0 0
0 0 0 1 1
0 0 1 0 2
0 0 1 1 3
0 1 0 0 4
0 1 0 1 5
0 1 1 0 6
0 1 1 1 7
1 0 0 0 8
1 0 0 1 9
1 0 1 0 10
1 0 1 1 11
1 1 0 0 12
1 1 0 1 13
1 1 1 0 14
1 1 1 1 15
0 0 0 0 16 ( recycles )
0 0 0 1 17
0 0 1 0 18
0 0 1 1 19
0 1 0 0 20
0 1 0 1 21
Modulo Number
Counter pada gambar 8.6 mempunyai 16 kedudukan yang berbeda (0000 sampai 1111).
Jadi counter ini merupakan Mod-16 ripple counter. Ingat bahwa Modulo number selalu sama
dengan jumlah kedudukan atau keadaan yang dilewati counter dalam setiap cycle lengkap
sebelum recycle kembali ke kedudukan permulaannya. Mod number dengan mudah dapat
diperbesar dengan menambah lebih banyak FF pada counter. Yaitu :
Modulo number = 2N
Dimana N adalah jumlah FF yang dihubungkan dalam susunan counter. Misalnya apabila
digunakan lima FF, maka akan didapatkan mod-32 counter (25 = 32), yang berarti memiliki 32
kedudukan yang berbeda (00000 sampai 11111).
2. Self-Stopping Ripple Counter
Ada kemungkinan untuk memakai counter gambar 8.6 dan memodifikasi sedemikian
rupa hingga hanya menghitung sampai nilai biner tertentu dan kemudian berhenti menghitung
meskipun pulsa clock terus menerus diberikan. Misalnya, 4-bit ripple counter normalnya akan
menghitung sampai 1111 (15). Apabila kita akan menghitung sampai 1001 (desimal 9) dan
kemudian berhenti, rangkaiannya dapat ditunjukkan seperti gambar 8.7.
* Input J dan K dari FF B, C, D semuanya sama dengan 1
Gambar 8.7 Self stopping ripple counter yang berhenti pada 1001
3. Counter-Counter dengan Sembarang/Setiap Mod Number
Ripple counter pada gambar 8.6 terbatas pada Mod number yang merupakan hasil
pemangkatan-pemangkatan bilangan 2. Ripple counter dapat dengan mudah dimodifikasi
untuk menghasilkan setiap mod number yang diinginkan dengan cara membuat counter
tersebut menjadi apa yang disebut skip states. Satu contoh ditunjukkan pada gambar 8.8.
* Semua input J dan K dari FF A, B, dan C semuanya sama dengan 1
Gambar 8.8 Mod-6 counter dengan meng-clear suatu mod-8 counter pada saat terjadi
hitungan keenam (110)
4. Counter Sinkron
Masalah yang dihadapi ripple counter disebabkan oleh berakumulasinya penundaan
perambatan FF. Kesukaran-kesukaran ini dapat diatasi dengan menggunakan counter sinkron
atau paralel, dimana semua FF di-trigger secara serentak (secara paralel) oleh pulsa clock.
Karena pulsa-pulsa input diberikan kepada semua FF, maka harus digunakan beberapa cara
untuk mengontrol kapan tiap-tiap FF harus toggle atau diam tak terpengaruh oleh suatu pulsa
clock.
Berikut dibahas bagaimana merancang counter sinkron modulo-8 dengan
menggunakan JK Flip-Flop.
Counter modulo-8 membutuhkan tiga buah flip-flop, yang mampu mencacah dari 000 sampai
111 dan berulang. Runtutan cacahan ditunjukkan pada tabel B.
Tabel B Tabel counter mod-8 binary counter
Present State Next State
A B C A+ B+ C+
0 0 0 0 0 1
0 0 1 0 1 0
0 1 0 0 1 1
0 1 1 1 0 0
1 0 0 1 0 1
1 0 1 1 1 0
1 1 0 1 1 1
1 1 1 0 0 0
Untuk menganalisis lebih lanjut harus diingat tabel exitasi dari JK FF, seperti ditunjukkan pada
tabel C
Tabel C tabel exitasi untuk JK Flip-Flop
Present Next Input
State State
Q Q+ J K
0 to 0 0 x
0 to 1 1 x
1 to 1 x 0
1 to 0 x 1
Langkah perancangan selanjutnya yaitu dengan menggunakan tabel present state, next state
dan exitasi Jk FF seperti ditunjukkan tabel D
Tabel D
A B C A+ B+ C+ JA KA JB KB JC KC
0 0 0 0 0 1 0 x 0 x 1 x
0 0 1 0 1 0 0 x 1 x x 1
0 1 0 0 1 1 0 x x 0 1 x
0 1 1 1 0 0 1 x x 1 x 1
1 0 0 1 0 1 x 0 0 x 1 x
1 0 1 1 1 0 x 0 1 x x 1
1 1 0 1 1 1 x 0 x 0 1 x
1 1 1 0 0 0 x 1 x 1 x 1
Dari tabel di atas dibuat peta karnaugh untuk input J dan K :
BA BA
00 01 11 10 00 01 11 10
C C
0 0 x x 0 0 x 0 0 x
1 0 x x 1 1 x 0 1 x
JA = B C KA = B C
BA BA
00 01 11 10 00 01 11 10
C C
0 0 0 x x 0 x x 0 0
1 1 1 x x 1 x x 1 1
JB = C KB = C
BA BA 00
00 01 11 10 01 11 10
C C
0 1 1 1 1 0 x x x x
1 x x x x 1 1 1 1 1
JC = 1 KC = 1
Dari persamaan J dan K untuk masing-masing FF dapat disusun rangkaian counter sinkron
modulo-8 sebagai berikut :
J C J B J A
1
K C ' K B’ K A'
CLOCK
Gambar 8.9 Implementasi JK FF sebagai counter sinkron modulo-8
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Flip-flop adalah suatu rangkaian elektronika yang memiliki dua kondisi stabil dan
dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Elemen penyimpan dasar adalah flip-flop.
Setiap flip-flop menyimpan sebuah bit data. Sehingga untuk menyimpan data n-bit,
diperlukan n buah flip-flop yang disusun sedemikian rupa dalam bentuk register.
Pada bagian ini akan dibahas bagaimana flip-flop dapat digunakan di dalam counter
biner sedemikian rupa hingga keadaan-keadaan output FF menyatakan suatu bilangan biner
yang sama dengan jumlah pulsa-pulsa clock yang datang. Pada bagian ini akan dipelajari
beberapa jenis rangkaian counter yang paling luas penggunaannya secara mendetail.
Meskipun rangkaian – rangkaian tersebut tersedia sebagai IC, namun operasi internalnya
masih patut mendapat perhatian karena pentingnya teknik-teknik dan prinsipprinsip yang
digunakan dan dapat diperluas untuk pemakaian-pemakaian lain.