Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 1-1 Tahun Anggaran 2019
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Untuk menjaga keseimbangan prasarana dan sarana drainase perkotaan yang telah ada maka
kegiatan operasional dan pemeliharaan merupakan kegiatan yang penting untuk dilakukan,
agar prasarana dan sarana drainase dapat terus berfungsi untuk mengalirkan air permukaan
dan genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari laporan ini adalah tersedianya pedoman pelaksanaan operasi dan pemeliharaan
prasarana dan sarana drainase perkotaan yang mandiri dan berkesinambungan.
Tujuan dari laporan ini adalah tersedianya standar operasi dan pemeliharaan prasarana dan
saranan drainase perkotaan yang dapat digunakan sebagai acuan penyelenggara, baik
pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun swasra.
1.3 RUANG LINGKUP
Mencakup prasaranan dan sarana drainase perkotaan, operasi, pemeliharaan dan
pembiayaan.
1.4 LOKASI PEKERJAAN
Lokasi kegiatan ini terletak pada wilayah administratif Kota Magelang, meliputi juga area
sekitar yang terdampak genangan dan wilayah penunjang KSPN Borobudur.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1-1 dan Gambar 1-2.
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 1-2 Tahun Anggaran 2019
GAMBAR 1-1 PETA LOKASI PEKERJAAN KOTA MAGELANG
(Sumber: Analisis Konsultan 2019)
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 1-3 Tahun Anggaran 2019
GAMBAR 1-2 PETA LOKASI PEKERJAAN KSPN BOROBUDUR
(Sumber: Analisis Konsultan 2019)
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 1-4 Tahun Anggaran 2019
1.5 PENGERTIAN
(1). Operasi adalah menjalankan atau memfungsikan prasarana dan sarana drainase
perkotaan sesuai dengan maksud dan tujuannya.
(2). Pemeliharaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin fungsi prasarana dan
sarana drainase bekerja sesuai dengan rencana Drainase adalah prasarana yang
berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air atau ke bangunan resapan buatan.
(3). Drainase perkotaan adalah sistem pembuangan air yang berfungsi mengeringkan
bagian-bagian wilayah administrasi kota dan daerah urban dari genangan air, baik dari
hujan lokal dan pasang air laut yang masuk di wilayah kota sehingga tidak mengganggu
masyarakat dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
(4). Sistem Polder adalah sistem penanganan drainase perkotaan dengan cara mengisolasi
daerah yang dilayani dari pengaruh limpasan air hujan dan pasangair laut dengan
tanggul atau prasarana lain yang dapat difungsikan sebagai tanggul.
(5). Kolam Retensi/Tandon adalah kolam/ waduk penampungan air hujan dalam jangka
waktu tertentu yang berfungsi untuk memotong puncak banjir danmenyimpan air
sementara pada saat air laut pasang.
(6). Bangunan pelengkap adalah bangunan yang dibuat dan berfungsi sebagaipelengkap
sistem drainase perkotaan, antara lain: bangunan perlintasan, pintuair, stasiun
pompa, bak penampung, bak pengontrol, trash rack dan bangunan terjunan.
(7). Trash Rack adalah bangunan saringan sampah yang dapat dioperasikan secara
mekanik atau manual.
(8). Bangunan Perlintasan adalah bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan airdari
satu saluran ke saluran yang lain yang melintasi suatu bangunan tertentu.
add sumur
resapan. U-ditch,
banguanan
terjunan, dll sesuai
desain
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 2-5 Tahun Anggaran 2019
BAB 2 SARANA DAN PRASARANA DRAINASE
PERKOTAAN
2.1 PRINSIP DASAR DRAINASE PERKOTAAN
Air hujan yang jatuh di suatu daerah perlu ditampung, diresapkan dan dialirkan dengan cara
pembuatan tampungan, fasilitas resapan dan saluran drainase. Sistem saluran drainase di
atas selanjutnya dialirkan ke sistem yang lebih besar yaitu ke badan air penerima.
2.2 FUNGSI DRAINASE PERKOTAAN SECARA UMUM
• Mengeringkan bagian wilayah kota dari genangan air sehingga tidak menimbulkan
dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
• Mengalirkan air permukaan ke badan air penerima terdekat secepatnya.
• Mengendalikan kelebihan air permukaan yang dapat dimanfaatkan untuk persediaan
air dan persediaan akuatik.
• Meresap air permukaan untuk menjaga kelestarian air tanah
• Melindungi prasarana dan sarana perkotaan yang sudah terbangun.
2.3 FUNGSI DRAINASE PERKOTAAN BERDASARKAN FUNGSI LAYANAN
• Sistem drainase lokal
Yang dimaksud sistem drainase lokal adalah saluran awal yang melayani suatu
kawasan kota tertentu seperti komplek, area pasar, perkantoran, areal industri dan
komersial. Pengelolaan sistem drainase lokal menjadi tanggung jawab masyarakat
pengembang atau instansi lainnya.
• Sistem drainase utama
Yang dimaksud sistem drainase utama adalah jaringan saluran drainase primer,
sekunder, tersier beserta bangunan perlengkapannya yang melayani kepentingan
sebagian besar warga masyarakat. Pengelolaan sistem drainase utama merupakan
tanggung jawab pemerintah kota.
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 2-6 Tahun Anggaran 2019
• Pengendalian banjir (flood control)
Pengendalian banjir adalah usaha untuk mengendalikan air sungai yang melintasi
wilayah kota, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan dapat memberikan
manfaat bagi kehidupan manusia. Pengelolaan/ pengendalian banjir merupakan tugas
dan tanggung jawab instansi terkait sumber daya air (pengairan).
2.4 FUNGSI DRAINASE PERKOTAAN BERDASARKAN FISIKNYA: terbalik, dibuat dari
tersier dulu ke
• Saluran primer adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder
sekunder baru dan
menyalurkan ke badan air penerima. primer
• Saluran sekunder adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan
menyalurkan ke saluran primer.
• Saluran tersier adalah sauran drainase yang menerima air dari saluran penangkap
menyalurkan ke saluran sekunder.
Sistem drainase perkotaan berdasarkan fungsi layanan dan fungsi fisiknya dapat dilihat dalam
Gambar 2.1.
GAMBAR 2.1 SISTEM DRAINASE PERKOTAAN
Judul : Laporan Pedoman OP Rencana Induk Drainase Kota Magelang
Rev. : 0 No. Kontrak:HK 0203/[Link].02-2019/05
Hal. : 2-7 Tahun Anggaran 2019
2.5 KEGIATAN O & P
Untuk dapat memperolah hasil seperti yang diharapkan maka sebelum melaksanakan
kegiatan operasi diperlukan perencanaan pemrogram, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi
(Monev).
2.5.1 PERENCANAAN O & P DRAINASE PERKOTAAN
Perencaan operasi drainase perkotaan harus mengikuti ketentuan SOP. Perencanaan O & P
drainase perkotaan pada tahap pertama harus difokuskan pada program berikut ini:
1. Pemeliharaan rutin/ routine maintenance
Pemeliharaan rutin adalah pemeliharaan yang dilakukan berulang ulang pada waktu
tertentu, misalnya setiap hari, minggu, bulan dan tahun.
2. Pemeliharaan berkala
Pemeliharaan berkala adalah pekerjaan pemeliharaan yang selalu dilakukan menurut
tenggang waktu tertentu, misalnya setiap hari, minggu, bulan dan tahun.
3. Pemeliharaan khusus
Pemeliharaan khusus adalah pemeliharaan yang dapat dilakukan apabila prasarana
dan sarana mengalami kerusakan yang sifatnya mendadak.
4. Rehabilitasi
Adalah pemeliharaan khusus yang dapat dilakukan apabila prasarana dan sarana
mengalami kerusakan yang sifatnya mendadak atau mengalami kerusakan yang
menyebabkan bangunan tidak atau kurang berfungsi.
2.5.2 PELAKSANAAN O & P DRAINASE PERKOTAAN
Sebelum pelaksaan O & P drainase perkotaan dimulai maka hal-hal yang perlu diketahui
adalah sebagai berikut:
1) Untuk pekerjaan saluran:
• Perlu dilakukan pekerjaan pengukuran profil memanjang dan melintang untuk
melakukan volume sedimentasi/lumpur kecuali pekerjaan rutin/berkala yang
hanya mengangkat sampah dan benda apung lainnya.
• Menghitung volume kerusakan talud saluran apabila taludnya dari pasangan
maupun dari tanah.