FORMAT
ANALISA PROSES INTERAKSI 1 PASIEN
Nama Pasien : Ny.I Nama : Lila Watiningrum
Mahasiswa
Status interaksi perawat- : Ke-1 Tanggal : Rabu, 04 Desember 2019
klien
Lingkungan : Puri Anggrek, duduk berhadapan Jam : 10.00 WIB
dengan perawat, pasien berkenalan
dengan perawat, pasien menceritakan
alasan masuknya
Deskripsi klien : Pasien mengenakan pakaian berwarna Bangsal : Puri Anggrek
hijau, celana berwarna hijau, penampilan
pasien rapi rambut terurai sebahu, kontak
mata kurang
Tujuan (Berorientasi pada : TUK 1: Pasien dan perawat dapat
klien) membina hubungan saling
percaya.
KAMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: “Selamat pagi, Bu. P: Perawat menatap pasien Memberikan salam untuk Pasien tampak mau Dengan mengucapkan
Perkenalkan nama saya sambil tersenyum dan melakukan interaksi, berkenalan dan menerima salam dan perkenalan
Lila. Saya mahasiswi mendengarkan serta mengenalkan identitas dan kehadiran perawat. secara fisik merupakan
STIKES Hang Tuah berjabat tangan dengan keberadaan perawat sambil awal terjadinya hubungan
Surabaya. Hari ini saya pasien. melakukan pendekatan saling percaya.
dinas pagi dari jam 07.00- secarafisik. Menatap pasien Pasien membuka diri
16.00. Ibu namanya untuk tetap untuk berkenalan atau
siapa?” K: Pasien menjawab mempertahankan pasien mulai menerima
salam, menoleh dan komunikasi dan hubungan dengan perawat.
K: “bu I.” menatap perawat, kontak meyakinkan pasien bahwa
mata kurang, lalu perawat ingin membantu
melepaskan jabatan
tangan.
P: “Bagaimana perasaan P: Menatap mata pasien Menunjukkan perhatian Menunjukkan adanya Memberikan kesempatan
ibu saat ini?” dengan tersenyum sambil pada pasien. perhatian terhadap pada pasien untuk
mengangukkan kepala. pertanyaan yang diajukan mengungkapkan
K: “Baik.” oleh perawat. Pasien mau perasaannya, sehingga
K: tidak ada kontak mata, mengungkapkan pasien akan merasa
pasien menatap kearah perasaannya pada perawat. diperhatikan oleh perawat.
tembok dengan tatapan
kosong.
P: ”Bagaimana kalau hari P: Menatap pasien sambil Memberikan informasi Setuju atas rencana Dengan pemberian
ini kita berbincang- tersenyum dan berbicara tentang tujuan pertemuan perawat dan menerima informasi, pasien dapat
bincang dan ngobrol dengan suara yang lembut serta melakukan kontrak. penjelasan dari perawat. mengerti apa yang akan
selama ±20menit, apa bu.I jelas. Kontak mata dengan Menunjukkan perhatian dilakukan oleh perawat
bersedia? Dimana tempat pasien, tersenyum, dengan rasa senang dan terhadap pasien.
kita berbincang-bincang? menganggukkan kepala, mendengarkan dengan Mendukung dan menerima
Bagaimana kalau duduk- sambil membungkukan aktif. informasi dengan tingkah
duduk didepan kursi situ? badan kearah pasien. laku yang menunjukkan
penerimaan. Hubungan
K: ”Sini saja mbak.” K: Diam, sambil terus saling percaya terbina.
menatap perawat, lalu
menganggukkan kepala,
tersenyum sebentar, bicara
pelan.
P: “Kalau boleh saya tahu, P: Mempertahankan Memberikesempatan pasien Memperhatikan Dengan menanyakan
yang mengantar kesini kontak mata, mendekatkan untuk mengungkapkan pertanyaan perawat. Lalu penyebab pasien dibawa
siapa? kursi kearah pasien, duduk perasaannya saat ini dan pasien menyangkal dan ke rumah sakit, akan
berhadapan, bicara lembut mengetahui pendapat bingung dengan keputusan membantu perawat dalam
K: ”Saya dibawa kesini tapi jelas, bersikap kalem, pasien tentang yang akan diambil. merawat pasien.
sama anak dan suami” rileks. keberadaannya serta Pengungkapan perasaan,
membantu pasien dengan tujuan untuk
P: “Apa ibu masih ingat K: Diam, pandangan mata mengidentifikasi perasaan mendapatkan respon lebih
kenapa dibawa kesini? kosong kemudian berhubungan dengan lanjut.
menangis. kejadian.
Jawaban singkat, jelas,
lalu diam, sambil
memalingkan muka dan
menundukkan kepala.
P : ”bu I tidak usah P: Sedikit (Komunikasi Berfikir tentang apa yang Dengan komunikasi
khawatir, karena saya membungkukkan badan asertif):Meyakinkan pasien telah perawat katakan dan asertif, berarti merasa
sudah menjadi teman ibu, kearah pasien, menatap agar tetap merasa nyaman menunjukkan keterbukaan nyaman dalam mengontrol
jadi saya akan berusaha pasien dan bicara pelan dalam mengekpresikan diri pada perawat. perasaan negatif seperti
membantu permasalahan tapi jelas, sambil serta tetap menghargai cemas, takut, tegang atau
Bapak.” memegang bahu pasien. pendapat pasien. malu. Jawaban pasien
Mendengarkan penjelasan Menunjukkan perhatian menunjukkan bahwa
K: “Waktu itu, saya mau pasien dan menenangkan pada pasien. pasien merasakan kalau
bunuh diri mengikat leher pasien. keadaannya perlu
pakai sabuk. Saya perawatan di rumah sakit.
menyusahkan anak-anak K : tidak ada kontak mata,
saja” pasien diam dan tiba-tiba
menangis
P: “Kenapa Ibu P :Menatap pasien dan Mempertahankan kontak Pasienberusaha menjawab Perawat bertanya lebih
berkeinginan untuk bunuh mendengarkan penjelasan dengan pasien dan pertanyaan perawat dan lanjut untuk menggali
diri?” pasien. menunjukkan perhatian menunjukkan keterbukaan informasi pasien. Pasien
pada pasien. pada perawat. mengungkapan
K: “Kasihan anak saya, K:Melihat sekeliling perasaannya.
saya Cuma menyusahkan kemudian menatap
saja. Saya merepotkan perawat lagi. Lalu
mereka, gak bisa bantu menundukan kepala dan
apa-apa” menangis.
P: “apakah bu I tau benda- P: Menenangkan pasien Menunjukkan perhatian Pasien menerima nasehat Perawat berusaha
benda apa saja yang dapat dan memberi nasehat serta pada pasien dan memberi dan solusi perawat. menenagkan diri pasien
membahayakan ibu? solusi. Mendengarkan dukungan kepada pasien. dan memberinya
pasien dengan penuh [Link] sikap
K: “Iya mbak, gunting, perhatian. kooperatif,pasien
tali, cutter. Semua benda memudahkan perawat
yang tajam” K: Mendengarkan dalam menggali keadaan
penjelasan perawat. pasien.
P: “Iya bu betul, jadi Menatap perawat, tampak
sekarang ini dikamar ibu pasien masih cemas
harus dijauhkan dari
benda-benda tersebut”
P : “Apabila ada dorongan
untuk bunuh diri atau ibu
merasa hidup ibu sia-sia,
coba beristighfar, sholat
atau keluar kedepan
berkumpul dengan teman-
teman lainnya ya”
P: ”Iya, Bu. Kalau ibu P:Menatap pasien dan Menunjukkan rasa senang Menunjukkan perhatian Mengetahui perasaan
sudah menyadari tindakan tersenyum pada pasien setelah berinteraksi dengan pada perawat pasien. Setelah
bu.I salah, saya senang sambil melihat jam. pasien dan meyakinkan berbincang-bincang,
sekali ibu mau berkenalan bahwa waktu yang telah membantu perawat untuk
dengan saya. Bagaimana K:Mendengarkan ucapan disepakati telah berakhir. mengadakan kontrak
perasaan ibu setelah kita perawat, kontak mata selanjutnya. Ungkapan
berbincang-bincang kurang, pasien masih rasa senang pasien akan
selama kurang lebih 20 menunduk semakin membuat pasien
menit ini?” percaya pada perawat.
K: “Senang”
P: “Bagaimana kalau P: Menatap pasien dan Pertanyaan yang Pasien memperhatikan Kontrak dengan pasien
besok kita berbincang- berbicara dengan pelan disampaikan akan lebih pertanyaan perawat. akan meningkatkan
bincang lagi tentang aspek dan jelas. mudah diterima oleh Pasien setuju dengan kepercayaan pasien pada
positif yang bu.I miliki? pasien. Menunjukkan rasa kontrak yang diajukan perawat. Persetujuan yang
K:Menatap perawat dan lega karena pasien mau oleh perawat. telah disampaikan pasien
K: “Iya.” menganggukan kepala. berbincang-bincang lagi akan memudahkan perawat
dengan perawat. dalam berinteraksi dengan
P: “Besok mau pasien.
berbincang bincang
dimana bu? Bagaimana
kalau dikursi depan kamar
ibu?”
K: “Iya”
P: “Terima kasih Bu, P: Berdiri sambil Mengajak pasien untuk Mengikuti ajakan perawat Membimbing pasien untuk
karena mau berbincang- menuntun tangan pasien. makan siang. tanpa menunjukkan makan siang.
bincang dengan saya. Ibu keraguan.
mau makan siang dulu? K: Pasien berdiri dan
Ayo bu, makan siang mengikuti perawat ke meja
dulu.” makan.
Kesan Perawat : Pasien sudah mampu menjawab salam dan mengikuti perintah perawat. Pasien juga sudah bisa menjawab semua pertanyaan
perawat dengan baik, walaupun kadang-kadang pasien hanya menangis. Kontak mata pasien masih kurang.