0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan37 halaman

Pembelaan Hukum Rebonita Syarif di PN Kendari

Terdakwa didakwa melakukan penganiayaan berencana yang mengakibatkan kematian terhadap korban. Dakwaan ini didasarkan pada kronologis peristiwa berikut: 1. Terdakwa memiliki hutang Rp 2,5 juta kepada korban yang tak pernah dibayar. 2. Terdakwa bertemu mantan kekasihnya di rumah teman, lalu menghubungi mantan kekasih tersebut untuk menanyakan alasan putus

Diunggah oleh

V ON
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan37 halaman

Pembelaan Hukum Rebonita Syarif di PN Kendari

Terdakwa didakwa melakukan penganiayaan berencana yang mengakibatkan kematian terhadap korban. Dakwaan ini didasarkan pada kronologis peristiwa berikut: 1. Terdakwa memiliki hutang Rp 2,5 juta kepada korban yang tak pernah dibayar. 2. Terdakwa bertemu mantan kekasihnya di rumah teman, lalu menghubungi mantan kekasih tersebut untuk menanyakan alasan putus

Diunggah oleh

V ON
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kendari, 23 Juli 2019

PRO JUSTITIA

Kepada Yang Terhormat,

Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili Perkara

Atas Nama REBONITA SYARIF alias NITA Pengadilan Negeri Kendari

Hal : REBONITA SYARIF alias NITA

Dengan Hormat,

Kami Yang Bertanda tangan Dibawah ini:

AINUL NUR FADILAH, S.H., LL.M

ANDIRA AL DAMARY, S.H., M.H

Para Advokat pada kantor advokat DEL LUNA AND PATNER LAW OFFICE
yang beralamat di Jalan Wayong II Poros P2ID No. 55 Kel. Tobuha Kec. Puwatu, Kota
Kendari. Selaku Penasihat Hukum dari Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA
dengan identitas:

Nama : REBONITA SYARIF alias NITA.

Tempat tanggal lahir :Kendari, 12 Januari 1996

Jenis Kelamin : Perempuan

Kebangsaan : Indonesia

Tempat tinggal : Jl. Jeruk Peras No. 28, Kec. Poasia, Kendari

Agama : Islam

Pekerjaan : Mahasiswa

Dengan ini mengajukan PEMBELAAN atas Tuntutan Penuntut Umum


sebagaimana Surat Tuntutan No. Reg. Perkara : PDM- 181 /Kendari/ 06 / 2019 Adapun
Pembelaan REBONITA SYARIF alias NITA ini akan kami bagi dalam bentuk dan
susunan sebagai berikut:

1|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN...................................................................................................3

II. KRONOLOGIS/DUDUK PERKARA......................................................................5

III. FAKTA-FAKTA YANG TERDAPAT DALAM PERSIDANGAN.............................16

a. KETERANGAN SAKSI ..................................................................................17

b. KETERANGAN AHLI .....................................................................................20

c. PETUNJUK ....................................................................................................21

d. KETERANGAN TERDAKWA .........................................................................22

IV. ANALISIS FAKTA................................................................................................25

V. ANALISIS HUKUM..............................................................................................28

VI. ANALISIS YURIDIS............................................................................................32

VII. PENUTUP DAN PERMOHONAN.......................................................................37

2|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB I

PENDAHULUAN

“Fiat Justitia Ruat Caelum”

“Keadilan Harus Ditegakkan Meskipun Langit Akan Runtuh”

Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,


Penuntut Umum Yang Kami Hormati,
Serta Pengunjung Sidang sekalian,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur terhadap kehadiran Tuhan Yang Maha
Esa, yang melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, yang terlibat
dalam proses persidangan ini sehingga kita berada dalam keadaan sehat walafiat
sampai tahap pembacaan Pembelaan hari ini. Rasa syukur tidak terhingga terutama
karunia Tuhan yang telah melindungi dan membimbing Majelis Hakim dalam memimpin
persidangan ini, secara arif dan bijaksana, dengan penuh kesabaran sehingga
persidangan ini berjalan dengan lancar dan tertib.
Perkenankanlah kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Majelis
Hakim yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bertindak selaku
Penasihat Hukum di dalam persidangan Pengadilan Negeri Semarang atas nama
Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA yang diajukan sebagai Terdakwa di dalam
perkara ini. Kami juga bersyukur atas diberikannya kesempatan, kekuatan, dan
semangat kepada kita semua, khususnya kepada Penasihat Hukum untuk menyusun
Pembelaan bagi REBONITA SYARIF alias NITA atas Tuntutan (Requistoir) Jaksa
Penuntut Umum No. Reg. Perkara : PDM- 181 /Kendari/ 06 / 2019, tertanggal 17 juli
2019, dalam persidangan yang berlangsung pada hari ini tanggal 23 juli 2019,
bertempat di Pengadilan Negeri Kendari, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Pasal
182 ayat (1) KUHAP yang menyebutkan, setelah pemeriksaan dinyatakan selesai,
Penuntut Umum mengajukan tuntutan pidana. Selanjutnya Terdakwa dan/atau
Penasihat Hukum mengajukan pembelaannya.
Pada kesempatan ini, kami Penasihat Hukum terdakwa atas nama REBONITA
SYARIF alias NITA menyampaikan terima kasih kepada Majelis Hakim juga Panitera
Pengganti Perkara ini dengan sabar dan telaten memimpin persidangan, sehingga pada
sampai giliran kami Penasihat Hukum REBONITA SYARIF alias NITA menyampaikan
Pembelaan ini.
Ucapan terima kasih kami ucapkan Kepada Saudara Penuntut Umum yang telah
dengan sabar dan pengertian dengan segala daya upaya tanpa kenal lelah dibarengi
dengan rasa optimis yang tinggi dalam membuktikan dakwaannya kepada REBONITA

3|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
SYARIF alias NITA sebagaimanna yang telah dianjuran didalam surat tuntutan pidana
No. Reg. Perkara : PDM- 181 /Kendari/ 06 / 2019. Dengan demikian, jelas bahwa
pembelaan dibuat tertulis dan dibacakan di sidang, sasaran pembelaan pada
hakikatnya adalah kontra terhadap Requisitoir. Jika pada requisitoir, Penuntut Umum
mengutarakan pembuktian setiap unsur delik berdasarkan alat bukti sah maka dalam
Pembelaan, Penasihat Hukum berupaya meneliti kelemahan-kelemahan pembuktian
yang diajukan Rekan Penuntut Umum yang tujuannya agar Hakim sidang atau majelis
menjadi ragu, karena apabila hakim ragu, maka akan menguntungkan terdakwa. Hal ini
sesuai dengan motto :
“Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah, daripada menghukum seorang
yang benar”.

BAB II

KRONOLOGIS

“Fiat Justitia Ruat Caelum”

“Keadilan Harus Ditegakkan Meskipun Langit Akan Runtuh”

Majelis Hakim Yang kami Muliakan,

Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

4|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Serta pengunjung Sidang

Sebelum masuk dalam pembahasan lebih lanjut mengenai pembelaan atas


Surat Dakwaan Penuntut Umum serta Surat Tuntutan Penuntut Umum, ada baiknya
melihat kembali kronologis kejadian yang terjadi. Berikut ini adalah kronologis peristiwa
perkara ini:

I. DAK WAAN

KESATU

- Ia terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA adalah seorang mahasiswa tingkat


akhir di Universitas Halu Oleo, baik secara sendiri – sendiri maupun bersama –
sama dengan ENO JEDAR selaku dari teman dekat tersangka (dituntut dalam
berkas perkara secara terpisah). Sejak pada hari Minggu tanggal 14 April 2019
sekitar jam 21.40 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan April
2019 atau setidak – tidaknya dalam tahun 2019 bertempat di Jl. Badak,
Kelurahan Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari, Sekitaran belakang
Rumah Makan Orang Kaya atau setidak – tidaknya berada di suatu tempat yang
masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kendari, telah
melakukan Penganiayaan Berencana Mengakibatkan Kematian, Dimana
perbuatan terdakwa dilakukan dengan cara sebagai berikut : -------------------------

- Pada hari Rabu tanggal 10 April 2019, sekitar jam 13.00 WITA, Nita datang
menemui Ani di rumahnya di Perumahan Kelapa Hijau, saat itu Nita
menceritalan bahwa Siska yang merupakan teman akrab Ani, memiliki hutang
kepadanya sebanyak Rp. 2.500.000., (Dua Juta Limaratus Ribu Rupiah) yang
telah dipinjamkannya semenjak dua tahun Lalu. Nita sudah beberapa kali
menagih utang tersebut tetapi tidak pernah di gubris oleh Siska. Saat
menceritakan kekecewaannya pada Ani, datanglah laki-laki bernama Asbar yang
merupakan kekasih Siska sekaligus mantan kekasih Nita, namun hal itu tidak
pernah diketahui oleh Ani. Nita dibuat tambah terkejut oleh kehadiran mantan
kekasihnya yang sebenarnya masih menaruh perasaan pada Asbar. Nita yang
mulai salah tingkah dengan kehadiran Asbar langsung meminta izin kepada Ani
untuk pulang.

- Pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019 sekitar jam 22.00 WITA, Nita menelpon
Asbar “Halo bar, bemanami kabarmu?” dan Asbar menjawab “Baik Ta,
tumben ko telpon saya jam segini, kenapa?” Nita menjawab “Ndaji, sa
5|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
kaget lihat kau tadi dirumahnya Ani jadi sa telponko, ada sa mau tanyako
ini sebenarnya” Asbar menjawab “Tanyami, selama sa masih bisa jawab
pertanyaanmu toh” Nita menjawab “Kenapa pernah ko putuskan saya tiba-
tiba?” Asbar menjawab “Kenapa di ko tanya itu jam begini” Nita menjawab
“Hehe ndaji sa Cuma penasaran”Asbar menjawab “Maaf sebelumnya nah
Ta, sebenarnya sa minta putus pernah gara-gara ko sering sekali keluar
sama teman laki-lakimu baru berlebihan, sa sudah sering tegur kau tapi ko
masih ulangi terus, disitu sa kecewa sekali sama kau, terus dari situ sa
ada kenal cewe da sering nasehati saya, da kasih masukan saya baru sa
nyaman sama dia, itumi kenapa sa minta putus pernah, janko marah sa
bilang begini” Nita menjawab “Oh jadi karna cewe lain ko minta putus?
Siapami katanya itu cewe” Nita mulai kesal dengan percakapannya bersama
Asbar malam itu, Asbar menjawab lagi “Bukan Ta, sa sudah jelaskan baik-
baik padahal, Siska namanya, ko kenalji kayaknya”Nita menjawab dengan
nada datar “Ohh iya bar, sudahmi pale dulu” Nita langsung memutuskan
percakapannya bersama Asbar [Link] itu Nita mulai naik darah dan
langsung ingin melabrak Siska tetapi waktu sudah tidak memungkinkan dan Nita
berniat untuk menemui Siska esok hari. Kemudian pada pukul 22.50 WITA, Nita
menghubungi salah satu temannya via whatsapp malam itu bernama Eno “Halo
No, wee sumpah sa jengkel skalimi sama Siska nah, da nda kembalikan
uangku dua juta setengah he baru da ambil pacarku, ishh jengkelku pa”
Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah menjawab) “Hamma Ta, kalo sa
jadi kau sa pergi datangi langsung Siska nah baru sa pukul, ko maukah sa
temani kau ketemu Siska?” Nita menjawab “Janganmi deh, tapi menurutmu
bemana?” Eno menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Ada
rencanaku, kita kerumahya Siska toh baru minta paksa saja uangnya” Nita
menjawab “Da nda mau pasti lah, atau kita bawa saja dia baik-baik toh baru
kita kasihmi pelajaran hahaha astaga io weh sinimi” Eno menjawab
(Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Dimana katanya?” Nita menjawab
“Ada itu tempat ATM yang sepi dekat rumahnya Siska bagian Puwatu” Eno
menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah)“Ok Ta, sa ikutji saja”.
Eno memberikan saran untuk melakukan penyerangan kepada Nita dan Nita
juga membumbui rencana Eno untuk melakukan penyerangan itu.

- Pada hari Minggu jam 20.00 WITA, Nita sudah berada di depan rumah Ani, Nita
sudah merencanakan niatnya sedari malam untuk melakukan sesuatu terhadap
Siska. Seorang ibu-ibu tua keluar dari dalam rumah Ani dan membukakan pagar
6|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
rumahnya dan mendapati Nita sudah berada di depan pagarnya, Nita langsung
menanyakan keberadaan Ani tetapi malam itu Ani sedang berada di rumah
pamannya. Nita yang saat itu terbawa emosi dari malam hari langsung
menancap gas menuju rumah paman Ani.

- Pada jam 21.40 WITA, Nita sudah berada di depan halaman rumah paman Ani
di jalan anyer No. 2, kelurahan induk burung, kecamatan Poasia. Ani yang
berada di depan teras rumah pamannya langsung kaget melihat kedatangan
Nita yang tanpa pemberitahuan malam itu, Nita meminta Ani untuk
mengantarnya kerumah Siska dengan alasan ia ingin meminta uang yang
pernah ia pinjamkan pada Siska.

- Kemudian sesampainya dirumah Siska, Nita menghubungi Eno via whatsapp


Nooo, ko sudah siap-siap mi kah disitu? Sa sudah mau menuju kesitumi
sama ini anak dua” Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) menjawab
“Iyo Ta, ko datangmi, sa sudah siapkanmi semuanya”. Nita yang makin
emosi melihat Siska langsung mengajak keduanya ke tempat ATM terdekat,
Siska yang terkejut hanya mengikuti pergerakan Nita tanpa tahu apa-apa, Ani
diajak pergi dan di bonceng oleh Siska ke belakang rumah makan orang kaya,
Jl. Badak, Kelurahan Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari. Sementara Nita
yang semula berangkat bersama Ani menunjukkan akan ke arah mana Ani dan
Siska dibawa.

- Ketika sampai di belakang rumah makan orang kaya, ternyata salah satu teman
Nita sedang menunggu. Kemudian, Nita langsung menyiram kepala Siska dari
belakang dengan menggunakan air comberan. Lalu, ada pula yang menarik
rambut Siska dari belakang badannya. Siska terjatuh dari motor dan sempat
akan berdiri. Namun, Siska kembali mendapatkan hantaman di belakang
kepalanya menggunakan batu berulang kali, salah satu teman Nita kembali
memukul wajah dan kepala Siska berkali-kali. Nita kembali melancarkan
serangan sambil menginjak perut Siska dan membenturkan kepala Siska di
jalanan berbatu. Ani yang di pegang kuat tangannya oleh rekan Nita sempat
melarikan diri menuju jalan dekat taman kota dengan sepeda motor untuk
meminta pertolongan. Akan tetapi, teman Nita mengejar dan mencegat Ani lalu
memukul bagian wajah ani dengan tangan dikepal. Dengan terpaksa Ani
berhenti dan pada saat itu ia langsung ditampar lagi oleh temannya Nita
sehingga Ani mengeluarkan darah dari mulutnya, rekan Nita mengancamnnya

7|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
agar tidak melakukan apa-apa hingga akhirnya Siska meninggal di tempat
kejadian.

- Sesuai dengan Visum et Repretum RUMAH SAKIT BHAYANGKARA tertanggal


14 April 2019 yang ditandatangani oleh dr. TASYA APRILICIA dan dr. HENDRA
WIJAYA dengan pemeriksaan sebagai berikut :

a. Pemeriksaan Luar
1. Kepala

- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian belakang dengan


panjang lima sentimeter (5 cm), lebar dua koma lima sentimeter (2,5 cm)

- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian kanan dengan panjang
tiga koma lima sentimeter (3,5 cm), lebar dua sentimeter (2cm)

2. Dahi

- Dijumpai luka robek pada alis mata sebelah kanan, berjarak tiga
centimeter (3cm) dari garis tengah tubuh. Panjang satu sentimeter (1cm),
lebar nol koma tiga sentimeter (0,3cm)

3. Pipi

- Dijumpai luka lebam berwarna ungu kemerahan

4. Mulut
- Mulut dalam keadaan terbuka, dan dijumpai adanya luka robek di bagian
samping bibir kanan dengan panjang tiga sentimeter (3cm), lebar satu
koma lima sentimeter (1,5cm)

5. Dada
- Dijumpai adanya luka lebam berwarna ungu kemerahan dengan diameter
tujuh sentimeter (7 cm)
6. Perut
- Dijumpai adanya memar keunguan

7. Punggung
- Dijumpai adanya memar berwarna biru kehijauan
8. Anggota Gerak Atas
Dijumpai kedua ujung jari tangan tampak pucat dan suhu dingin

8|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
 tangan kanan : Dijumpai luka lecet pada keempat jari tangan kanan
dengan panjang satu sentimeter (1cm), lebar nol koma lima
sentimeter (0,5cm)
 tangan kiri : Dijumpai luka lecet pada punggung tangan dengan
panjang satu sentimeter (1cm), lebar satu sentimeter (1cm)
9. Anggota Gerak Bawah
Dijumpai kedua ujung jari kaki tampak pucat dan suhu dingin
 Kaki kanan:Dijumpai luka goresan pada tempurung lutut

10. Pemeriksaan dalam


11. Setelah kulit dada dibuka
Terdapat Hematoma (memar) dan retak tulang. Tinggi diafragma kanan pada
setinggi antara ruang rusuk 7 dari kiripada setinggi ruang antara rusuk 7.
Tulang dada bagian dalam tidak ada kelainan. Setelah tulang dada diangkat
bagian jantung tidak tertutup paru-paru bagian atas 3 jari bawah 3 jari paru-
paru kanan/kiri tidak ada perlekatan dengan dinding bagian dalam, mudah
dilepas

12. Jantung
Kantung jantung dibuka, di dalam kantung jantung terdapat cairan kelabu
13. Paru-paru kanan
Warna merah kehitaman, dipijat keluar cairan warna merah kehitaman
14. Kepala
Kulit kepala dibuka, tampah Hematoma (memar) pada seluruh permukaan
tempurung kepala bagian belakang dengan ukuran 9x7 cm, dasar tulang
kepala tidak ada kelainan

Kesimpulan Visum et Repretum

“Penyebab kematian korban dikarenakan luka memar dan adanya retak pada
tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat
trauma tumpul yang keras dan kuat, hal ini dipermudah karena mayat
perempuan bernama SISKA ANUGRAHWATI telah mengidap infeksi saluran
pernapasan dan gangguan jantung bawaan.”

Berdasarkan perbuatan terdakwa seperti yang tertera diatas, yang telah


melakukan penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dan
telah diatur lebih awal oleh siTerdakwa dengan membawa sikorban ke
belakang Rumah Makan Orang Kaya Jl. Badak, Kelurahan Watudamba,

9|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Kecamatan Puwatu, diatur dan diancam dengan Pidana pasal 353 Ayat (3)
Kitab Undang – Undang Hukum Pidana tentang Penganiayaan Berencana
Mengakibatkan Kematian.

ATAU

KEDUA

---------- Ia terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA adalah seorang mahasiswa tingkat
akhir di Universitas Halu Oleo, baik secara sendiri – sendiri maupun bersama –
sama dengan ENO JEDAR selaku dari teman dekat tersangka (dituntut dalam
berkas perkara secara terpisah). Sejak pada hari Minggu tanggal 14 April 2019
sekitar jam 21.40 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan April
2019 atau setidak – tidaknya dalam tahun 2019 bertempat di Jl. Badak, Kelurahan
Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari, Sekitaran belakang Rumah Makan
Orang Kaya atau setidak – tidaknya berada di suatu tempat yang masih termasuk
dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kendari, telah melakukan Penganiayaan
Berencana Mengakibatkan Kematian, Dimana perbuatan terdakwa dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------------

---------- Pada hari Rabu tanggal 10 April 2019, sekitar jam 13.00 WITA, Nita datang
menemui Ani di rumahnya di Perumahan Kelapa Hijau, saat itu Nita menceritalan
bahwa Siska yang merupakan teman akrab Ani, memiliki hutang kepadanya
sebanyak Rp. 2.500.000., (Dua Juta Limaratus Ribu Rupiah) yang telah
dipinjamkannya semenjak dua tahun Lalu. Nita sudah beberapa kali menagih utang
tersebut tetapi tidak pernah di gubris oleh Siska. Saat menceritakan
kekecewaannya pada Ani, datanglah laki-laki bernama Asbar yang merupakan
kekasih Siska sekaligus mantan kekasih Nita, namun hal itu tidak pernah diketahui
oleh Ani. Nita dibuat tambah terkejut oleh kehadiran mantan kekasihnya yang
sebenarnya masih menaruh perasaan pada Asbar. Nita yang mulai salah tingkah
dengan kehadiran Asbar langsung meminta izin kepada Ani untuk pulang.

---------- Pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019 sekitar jam 22.00 WITA, Nita menelpon
Asbar “Halo bar, bemanami kabarmu?” dan Asbar menjawab “Baik Ta, tumben
ko telpon saya jam segini, kenapa?” Nita menjawab “Ndaji, sa kaget lihat kau
tadi dirumahnya Ani jadi sa telponko, ada sa mau tanyako ini sebenarnya”

10 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Asbar menjawab “Tanyami, selama sa masih bisa jawab pertanyaanmu toh”
Nita menjawab “Kenapa pernah ko putuskan saya tiba-tiba?” Asbar menjawab
“Kenapa di ko tanya itu jam begini” Nita menjawab “Hehe ndaji sa Cuma
penasaran” Asbar menjawab “Maaf sebelumnya nah Ta, sebenarnya sa minta
putus pernah gara-gara ko sering sekali keluar sama teman laki-lakimu baru
berlebihan, sa sudah sering tegur kau tapi ko masih ulangi terus, disitu sa
kecewa sekali sama kau, terus dari situ sa ada kenal cewe da sering nasehati
saya, da kasih masukan saya baru sa nyaman sama dia, itumi kenapa sa
minta putus pernah, janko marah sa bilang begini” Nita menjawab “Oh jadi
karna cewe lain ko minta putus? Siapami katanya itu cewe” Nita mulai kesal
dengan percakapannya bersama Asbar malam itu, Asbar menjawab lagi “Bukan
Ta, sa sudah jelaskan baik-baik padahal, Siska namanya, ko kenalji kayaknya”
Nita menjawab dengan nada datar “Ohh iya bar, sudahmi pale dulu” Nita
langsung memutuskan percakapannya bersama Asbar [Link] itu Nita mulai
naik darah dan langsung ingin melabrak Siska tetapi waktu sudah tidak
memungkinkan dan Nita berniat untuk menemui Siska esok hari. Kemudian pada
pukul 22.50 WITA, Nita menghubungi salah satu temannya via whatsapp malam itu
bernama Eno “Halo No, wee sumpah sa jengkel skalimi sama Siska nah, da
nda kembalikan uangku dua juta setengah he baru da ambil pacarku, ishh
jengkelku pa” Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah menjawab) “Hamma
Ta, kalo sa jadi kau sa pergi datangi langsung Siska nah baru sa pukul, ko
maukah sa temani kau ketemu Siska?” Nita menjawab “Janganmi deh, tapi
menurutmu bemana?” Eno menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah)
“Ada rencanaku, kita kerumahya Siska toh baru minta paksa saja uangnya”
Nita menjawab “Da nda mau pasti lah, atau kita bawa saja dia baik-baik toh
baru kita kasihmi pelajaran hahaha astaga io weh sinimi” Eno menjawab
(Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Dimana katanya?” Nita menjawab
“Ada itu tempat ATM yang sepi dekat rumahnya Siska bagian Puwatu” Eno
menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Ok Ta, sa ikutji saja”. Eno
memberikan saran untuk melakukan penyerangan kepada Nita dan Nita juga
membumbui rencana Eno untuk melakukan penyerangan itu.

---------- Pada hari Minggu jam 20.00 WITA, Nita sudah berada di depan rumah Ani, Nita
sudah merencanakan niatnya sedari malam untuk melakukan sesuatu terhadap
Siska. Seorang ibu-ibu tua keluar dari dalam rumah Ani dan membukakan pagar
rumahnya dan mendapati Nita sudah berada di depan pagarnya, Nita langsung
menanyakan keberadaan Ani tetapi malam itu Ani sedang berada di rumah
11 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
pamannya. Nita yang saat itu terbawa emosi dari malam hari langsung menancap
gas menuju rumah paman Ani.

---------- Pada jam 21.40 WITA, Nita sudah berada di depan halaman rumah paman Ani di
jalan anyer No. 2, kelurahan induk burung, kecamatan Poasia. Ani yang berada di
depan teras rumah pamannya langsung kaget melihat kedatangan Nita yang tanpa
pemberitahuan malam itu, Nita meminta Ani untuk mengantarnya kerumah Siska
dengan alasan ia ingin meminta uang yang pernah ia pinjamkan pada Siska.

---------- Kemudian sesampainya dirumah Siska, Nita menghubungi Eno via whatsapp
Nooo, ko sudah siap-siap mi kah disitu? Sa sudah mau menuju kesitumi
sama ini anak dua” Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) menjawab
“Iyo Ta, ko datangmi, sa sudah siapkanmi semuanya”. Nita yang makin emosi
melihat Siska langsung mengajak keduanya ke tempat ATM terdekat, Siska yang
terkejut hanya mengikuti pergerakan Nita tanpa tahu apa-apa, Ani diajak pergi dan
di bonceng oleh Siska ke belakang rumah makan orang kaya, Jl. Badak, Kelurahan
Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari. Sementara Nita yang semula berangkat
bersama Ani menunjukkan akan ke arah mana Ani dan Siska dibawa.

---------- Ketika sampai di belakang rumah makan orang kaya, ternyata salah satu teman
Nita sedang menunggu. Kemudian, Nita langsung menyiram kepala Siska dari
belakang dengan menggunakan air comberan. Lalu, ada pula yang menarik rambut
Siska dari belakang badannya. Siska terjatuh dari motor dan sempat akan berdiri.
Namun, Siska kembali mendapatkan hantaman di belakang kepalanya
menggunakan batu berulang kali, salah satu teman Nita kembali memukul wajah
dan kepala Siska berkali-kali. Nita kembali melancarkan serangan sambil menginjak
perut Siska dan membenturkan kepala Siska di jalanan berbatu. Ani yang di pegang
kuat tangannya oleh rekan Nita sempat melarikan diri menuju jalan dekat taman
kota dengan sepeda motor untuk meminta pertolongan. Akan tetapi, teman Nita
mengejar dan mencegat Ani lalu memukul bagian wajah ani dengan tangan dikepal.
Dengan terpaksa Ani berhenti dan pada saat itu ia langsung ditampar lagi oleh
temannya Nita sehingga Ani mengeluarkan darah dari mulutnya, rekan Nita
mengancamnnya agar tidak melakukan apa-apa hingga akhirnya Siska meninggal
di tempat kejadian.

---------- Sesuai dengan Visum et Repretum RUMAH SAKIT BHAYANGKARA tertanggal


14 April 2019 yang ditandatangani oleh dr. TASYA APRILICIA dan dr. HENDRA
WIJAYA dengan pemeriksaan sebagai berikut :
12 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
a. Pemeriksaan Luar
1. Kepala

- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian belakang dengan


panjang lima sentimeter (5 cm), lebar dua koma lima sentimeter (2,5 cm)

- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian kanan dengan panjang
tiga koma lima sentimeter (3,5 cm), lebar dua sentimeter (2cm)

2. Dahi

- Dijumpai luka robek pada alis mata sebelah kanan, berjarak tiga
centimeter (3cm) dari garis tengah tubuh. Panjang satu sentimeter (1cm),
lebar nol koma tiga sentimeter (0,3cm)

3. Pipi

- Dijumpai luka lebam berwarna ungu kemerahan

4. Mulut
- Mulut dalam keadaan terbuka, dan dijumpai adanya luka robek di bagian
samping bibir kanan dengan panjang tiga sentimeter (3cm), lebar satu
koma lima sentimeter (1,5cm)

5. Dada
- Dijumpai adanya luka lebam berwarna ungu kemerahan dengan diameter
tujuh sentimeter (7 cm)
6. Perut
- Dijumpai adanya memar keunguan

7. Punggung
- Dijumpai adanya memar berwarna biru kehijauan
8. Anggota Gerak Atas
Dijumpai kedua ujung jari tangan tampak pucat dan suhu dingin
 tangan kanan : Dijumpai luka lecet pada keempat jari tangan kanan
dengan panjang satu sentimeter (1cm), lebar nol koma lima
sentimeter (0,5cm)
 tangan kiri : Dijumpai luka lecet pada punggung tangan dengan
panjang satu sentimeter (1cm), lebar satu sentimeter (1cm)
9. Anggota Gerak Bawah
Dijumpai kedua ujung jari kaki tampak pucat dan suhu dingin
 Kaki kanan:Dijumpai luka goresan pada tempurung lutut

13 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
10. Pemeriksaan dalam
11. Setelah kulit dada dibuka
Terdapat Hematoma (memar) dan retak tulang. Tinggi diafragma kanan pada
setinggi antara ruang rusuk 7 dari kiripada setinggi ruang antara rusuk 7.
Tulang dada bagian dalam tidak ada kelainan. Setelah tulang dada diangkat
bagian jantung tidak tertutup paru-paru bagian atas 3 jari bawah 3 jari paru-
paru kanan/kiri tidak ada perlekatan dengan dinding bagian dalam, mudah
dilepas

12. Jantung
Kantung jantung dibuka, di dalam kantung jantung terdapat cairan kelabu
13. Paru-paru kanan
Warna merah kehitaman, dipijat keluar cairan warna merah kehitaman
14. Kepala
Kulit kepala dibuka, tampah Hematoma (memar) pada seluruh permukaan
tempurung kepala bagian belakang dengan ukuran 9x7 cm, dasar tulang
kepala tidak ada kelainan

Kesimpulan Visum et Repretum

“Penyebab kematian korban dikarenakan luka memar dan adanya retak pada
tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat
trauma tumpul yang keras dan kuat, hal ini dipermudah karena mayat
perempuan bernama SISKA ANUGRAHWATI telah mengidap infeksi saluran
pernapasan dan gangguan jantung bawaan.”

Berdasarkan perbuatan terdakwa seperti yang tertera diatas, yang telah


melakukan penganiayaan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, diatur dan
diancam dengan Pidana pasal 351 Ayat (3) Kitab Undang – Undang Hukum Pidana
tentang Penganiayaan Berat Berencana Mengakibatkan Kematian.

14 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB III

FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN

“Judex Debet Judicare Secundum Allegata Et Probata”

“Seorang Hakim Harus Memberikan Penilaian Berdasarkan Fakta-Fakta Dan


Pernyataan”

Majelis Hakim yang kami muliakan,

Penuntut Umum yang kami Hormati,

Serta Pengunjung Sidang kalian

15 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Kami Selaku Penasihat Hukum Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA
meyakini sepenuhnya bahwa Rekan Penuntut Umum tidak mengutip secara
keseluruhan keterangan Saksi, Keterangan Ahli, dan Keterangan Terdakwa yang
telah mereka sampaikan di persidangan ini beberapa waktu yang lalu, sehingga
tentunya menyebabkan ada suatu “mata rantai” yang hilang dalam upaya
menemukan “keadilan” yang seadil-adilnya bagi Terdakwa.

Kami tidak mengetahui apakah hal tersebut hanyalah kelalaian dari Penuntut
Umum yang dalam korps-nya selalu dituntut untuk bertindak secara cermat,jelas,
dan lengkap ataukah hal tersebut merupakan suatu “kesengajaan” yang
dimaksudkan adalah “Terdakwa memang terbukti bersalah”. Kami pun apabila
membaca uraian fakta-fakta keterangan saksi, ahli, Terdakwa, dan alat-alat bukti
yang lainnya dalam surat tuntutan pidana juga dapat menyimpulkan bahwa
“Terdakwa terbukti bersalah” tersebut hanyalah apabila kita melihat perkara ini
dengan “sebelah mata”.

Untuk itulah kami menyajikan “sebelah mata” yang lain, yaitu adalah uraian
fakta-fakta persidangan yang kami paparkan, sehingga kami semua dapat melihat
dengan jelas “apa yang sebenarnya terjadi” terhadap fakta-fakta persidangan yang
akan kami kutip, kami berani “angkat sumpah” bahwa itulah fakta sebenarnya yang
terungkap di persidangan, karena fakta tersebut adalah hasil pencatatan kami
selaku penasihat Hukum Terdakwa dan terhadap fakta-fakta yang kami catat
tersebut kami cocokan satu sama lain sehingga sangat kecil kemungkinan ada
“kelalaian” dari kami. Berikut uraian fakta-fakta tersebut:

A. KETERANGAN SAKSI
Berikut ini adalah keterangan yang terungkap didalam persidangan :

1. Saksi I – Mulyani Ani

Mulyani Ani, lahir di makassar, 05 September 1997, perempuan, berusia 22


tahun, pekerjaan tidak ada, Agama Islam, Pendidikan SMA, dan beralamat Jalan
Jl. Bahagia No. 23 Kecamatan Kambu, Kendari.

Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara Islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut :
 Bahwa benar saksi diperiksa dalam keadaan sehat.
 Bahwa benar saksi bersedia memberikan keterangan di persidangan.
 Bahwa benar saksi akan memberikan keterangan dengan sejujur-jujurnya.
 Bahwa benar saksi mengatakan bahwa bukan hanya terdakwa yang berada
ditempat kejadian, tetapi ada juga Eno Jedar

16 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
 Bahwa benar saksi mengatakan bahwa Eno Jedar teman dari terdakwa telah
datang lebih awal dan menunggu korban .
 Bahwa benar saksi mengatakan, Eno Jedar melakukan pengancaman
terhadap saksi untuk tidak melakukan apa-apa dan tidak
memberitahukannya kepada orang lain.
 Bahwa benar saksi mengatakan Eno Jedar ikut melakukan penganiayaan
berupa pemukulan, kepada korban dan saksi.
 Bahwa benar saksi mengatakan adanya penyakit akut yang diderita oleh
korban sebelumnya.

Bahwa Terdakwa tidak membenarkan keterangan yang disampaikan oleh


saksi.---------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Saksi IV – Eno Jedar

Eno Jedar, lahir di Wawotobi 10 september 1997, perempuan, berusia 22 tahun,


pekerjaan tidak ada, Agama Islam, Pendidikan Strata 1, alamat Jl. Kancil No. 035,
Anduonohu. Kendari

 Bahwa benar saksi menerangkan diperiksa dalam keadaan sehat jasmani


dan rohani sehubungan dengan kasus tindak pidana penganiayaan.

 Bahwa benar sebelum kejadian saksi selalu ke rumah terdakwa

 Bahwa benar saksi berada dilokasi kejadian terlebih dahulu

 Bahwa benar saksi ikut dalam penyerangan dan penganiaaan tersebut

 Bahwa benar saksi yang menyarankan kepada terdakwa untuk melakukan


penyerangan dan penganiayaan tersebut.

 Bahwa benar saksi mempersiapkan semuanya untuk melakukan


penyerangan.

 Bahwa benar saksi mendatangi rumah terdekat di lokasi kejadian untuk


meminjam barang dalam melakukan penyerangan

 Bahwa benar saksi mengatakan tidak terima atas perlakuan korban


terhadap terdakwa, karena korban memiliki utang kepada terdakwa yang
belum dibayar dan korban juga merebut kekasih dari terdakwa.

 Bahwa benar saksi mengatakan tidak benar terdakwa dan saksi memiliki
niat sampai menghilangkan nyawa dari korban.

17 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
 Bahwa benar saksi sebelumnya telah memiliki catatan criminal dari saat
dibangku sekolah menengah atas, seperti terlibat tawuran serta
perkelahian disekolah

Bahwa Terdakwa tidak menanggapi keterangan yang disampaikan oleh saksi.---

Bahwa dalam persidangan selanjutnya Penasihat Hukum mengajukan saksi-


saksi sebagai berikut :

1. Saksi I – Windiarti

Windiarti, lahir di Medan, 20 Mei 1998, Perempuan, berusia 21 tahun, Agama


Islam, Pendidikan Strata 1, Pekerjaan sebagai mahasiswa, dan alamat Perumahan
Citra Land Blok C1 No.20

Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut:

 Bahwa benar saksi diperiksa dalam keadaan sehat.


 Bahwa benar saksi bersedia memberikan keterangan di persidangan.
 Bahwa benar saksi akan memberikan keterangan dengan sejujur-jujurnya.
 Bahwa benar saksi mengatakan sangat mengenal terdakwa dan korban.
 Bahwa benar saksi mengatakan korban memiliki riwayat penyakit jantung dan
paru-paru sebelumnya
 Bahwa benar korban sudah lama memiliki hutang kepada terdakwa dan belum
mengembalikannya
 Bahwa saksi mengatakan akhir-akhir ini sebelum kejadian Eno Jedar selalu
berkunjung ke rumah terdakwa
 Bahwa saksi mengatakan terdakwa melakukan hal tersebut karena telah
bergaul dengan Eno Jedar yang sebelumnya pernah melakukan tindak pidana
 Bahwa saksi mengatakan terdakwa bertemu dengannya dan akan
menyelesaikan masalahnya
 Bahwa benar saksi mengatakan terdakwa tidak memiliki niat untuk membunuh
korban

Bahwa dari keterangan saksi, Terdakwa membenarkan seluruh keterangan


saksi----------------------------------------------------------------------------------------------------

2. Saksi II – Fitriani Rijai Basan


Fitriani Rijai Basan, lahir di medan, 26 November 1986, perempuan, berusia 33
tahun, Agama Islam, pekerjaan sebagai wiraswasta, pendidikan strata 1 dan
beralamat Jalan Pattimura, Blok B Nomor 4 Andonouhu.

18 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara Islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut:
 Bahwa benar saksi bersedia memberikan keterangan di persidangan.
 Bahwa benar saksi sedang berada tidak jauh dari tempat kejadian.
 Bahwa benar saksi sebelum kejadian melihat seorang perempuan yang
diduga Eno Jedar sedang menunggu dilokasi kejadian.
 Bahwa benar saksi mengatakan Eno Jedar datang ke rumahnya untuk
meminjam ember
 Bahwa benar saksi mengatakan melihat Eno Jedar sedang mengambil
comberan didekat rumah
 Bahwa benar saksi mengatakan sedang mencari batu-batu besar dan
diletakkan disekitar tempat kejadian
 Bahwa benar saksi mengatakan bertanya kepada Eno Jedar sedang apa
tetapi Eno Jedar hanya mengatakan tidak melakukan apa-apa hanya sedang
membuat eksperimen tugas kuliah
 Bahwa benar saksi mengatakan tidak melihat saat kejadian tersebut.

Bahwa dari keterangan saksi, Terdakwa membenarkan seluruh keterangan


saksi----------------------------------------------------------------------------------------------------

B. KETERANGAN AHLI

Bahwa dalam persidangan Penuntut Umum mengajukan Ahli Pidana


sebagai berikut :

Dr. Friska Ratnasari, S.H., M.H, lahir di makassar, 19 Mei 1969, perempuan,
berusia 49 tahun, Agama Islam, pekerjaan sebagai Dosen, pendidikan strata 3
dan beralamat Jln. R. Soeprapto No. 16, Kota Kendari.
Bahwa pada pokoknya diambil sumpahnya menurut Agama Islam dan telah
memberikan keterangan sebagai berikut :

 Bahwa Ahli mengatakan sehat dan siap diperiksa.


 Bahwa Ahli mengatakan tidak kenal dengan terdakwa, dan tidak ada
hubungan darah, semenda ataupun pekerjaan dengan terdakwa.
 Bahwa Ahli mengatakan akan menjelaskan terkait tindak pidana
penganiayaan
 Bahwa Ahli mengatakan mengenai pasal yang dikenakan oleh pelaku
sehingga korbannya meninggal dunia, perlu kita ketahui apakah kematian
korban adalah tujuan dari pelaku atau tidak. Jika memang tujuannya adalah
agar si korban meninggal, maka ini bisa dijerat dengan pasal 338. Saya

19 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
mengambil contoh pada Putusan Pengadilan Nomor 80/Pid.B/2012/ [Link].
Saat itu penuntut umum mendakwakan dua perbuatan terhadap terdakwa
yaitu pembunuhan dan penganiayaan berakibat kematian, saat itu diketahui
bahwa terdakwa memegang parang dengan tangan kanan dan dengan
sekuat tenaga mengayunkannya ke leher korban sehingga meninggal dunia
apalagi memang terbukti ada niat untuk membunuh korban maka yang
seperti itu sudah jelas dijerat dengan pasal 338 KUHP, Adapun dalam kasus
ini harus diketahui apakah kematian korban merupakan tujuan dari pelaku
atau tidak.
 Bahwa Ahli mengatakan Perbedaan mendasar dari “turut melakukan” tindak
pidana dengan “membantu melakukan” tindak pidana adalah dalam “turut
melakukan” ada kerja sama yang disadari antara para pelaku dan mereka
bersama-sama melaksanakan kehendak tersebut, para pelaku memiliki
tujuan dalam melakukan tindak pidana tersebut. Sedangkan dalam
“membantu melakukan”, kehendak dari orang yang membantu melakukan
hanyalahuntuk membantu pelaku utama mencapai tujuannya, tanpa memiliki
tujuan sendiri.
 Bahwa Ahli mengatakan Dalam hukum pidana tentu kita sudah mengetahui
bahwa ada dua alasan dihapuskannya pidana yaitu alasan pembenar dan
alasan pemaaf. Adapun dengan tindakan penganiayaan yang diperbolehkan
maka ini berkaitan dengan alasan pembenar seseorang melakukan tindak
pidana.

Bahwa dari keterangan Ahli, Terdakwa tidak akan menanggapi ---------------

C. PETUNJUK
Di dalam Pasal 188 ayat (1) KUHAP, diatur tentang alat bukti petunjuk.
Pertunjuk adalah perbuatan, kejadian, atau keadaan yang karena
penyelesaiannya, baik antara yang satu dengan yang lainnya, maupun dengan
Tindak Pidana dan siapa pelakunya. Menurut Andi Hamzah, alat-alat bukti
petunjuk dapat diperoleh dari beberapa hal, antara lain:
1. Surat-surat yang menguatkan tuduhan maupun yang meringankan Terdakwa.
Surat-surat dalam hal ini adalah segala bentuk tulisan yang berhubungan
dengan kasus tersebut.
2. Keterangan dari Saksi Ahli yang berkompeten terhadap bidang yang
berhubungan dengan kasus tersebut.
3. Alat-alat lain yang digunakan dalam membantu penyidik dalam
pengungkapan suatu kasus.
20 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Yahya Harahap menyatakan bahwa alat bukti petunjuk adalah isyarat yang
dapat ditarik dari suatu perbuatan, kejadian, atau keadaan dimana isyarat itu
mempunyai persesuaian atau mewujudkan suatu petunjuk yang membentuk
kenyataan terjadinya tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. Syarat-syarat
alat bukti petunjuk adalah :

1. Mempunyai persesuaian satu sama lain atas perbuatan yang terjadi.


2. Keadaan-keadaan perbuatan itu berhubungan satu sama lain dengan
kejahatan yang terjadi.
3. Berdasarkan pengamatan hakim, baik dari keterangan terdakwa maupun dari
keterangan saksi dipersidangan.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan pada saat pemeriksaan saksi-saksi dari


penuntut umum, terdapat saksi atas nama ENO JEDAR yang juga merupakan
pelaku utama, Karena dalam hal ini terdakwa serta Penasihat Hukum keberatan
jika saksi tersebut dihadirkan untuk memberikan keterangan dibawah sumpah,
sehingga berdasarkan pasal 169 ayat (2) KUHAP tanpa persetujuan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Penuntut Umum dan terdakwa
menghendakinya, maka diperbolehkan untuk memberikan keterangan tanpa
sumpah. Kemudian berdasarkan pasal 185 ayat (7) KUHAP yang menyatakan
bahwa keterangan dari saksi yang tidak disumpah meskipun sesuai satu dengan
yang lain, tidak merupakan alat bukti, namun apabila keterangan itu sesuai
dengan keterangan dari saksi yang disumpah dapat dipergunakan sebagai
tambahan alat bukti sah yang lain sebagai Alat Bukti Petunjuk, karena telah telah
ditemukan adanya persesuaian antara keterangan ENO JEDAR dengan saksi-
saksi lainnya, serta alat bukti dan barang bukti.

D. KETERANGAN TERDAKWA

REBONITA SYARIF alias NITA, lahir di Kendari, 12 Januari 1996, Perempuan


berusia 23 tahun, pekerjaan mahasiswa, Pendidikan SMA, dan alamat Jl. Jeruk
Peras No. 28 Poasia, Kendari

 Bahwa benar terdakwa menerangkan dalam keadaan sehat jasmani dan


rohani, serta mengerti dimintai keterangan karena telah melakukan tindak
pidana Penganiayaan.
 Bahwa benar terdakwa menerangkan belum pernah dihukum.
 Bahwa benar terdakwa mengetahui dan mengerti diperiksa dalam
persidangan atas kasus Penganiayaan

21 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
 Bahwa benar terdakwa mengetahui bahwa Tindak Pidana Penganiayaan
melanggar ketentuan Undang-Undang dan dapat di jatuhi hukuman
 Bahwa benar terdakwa menerangkan saat ditangkap sedang berda di
kediaman nya di Jl. Jeruk Peras Nomor 28 Poasia, Kendari
 Bahwa benar terdakwa mengenal korban
 Bahwa benar terdakwa telah mengenal korban sekitar 4 tahun
 Bahwa benar terdakwa melakukan penyerangan kepada korban karena
korban tidak membayar utangnya dan korban memiliki hubungan kepada
kekasih terdakwa
 Bahwa benar terdakwa sebelumnya hanya ingin bertemu kepada korban dan
menyelesaikan masalah tersebut dengan memberi peringatan, tetapi berubah
setelah terdakwa menceritakan masalhnya kepada Eno jedar
 Bahwa benar bahwa rencana untuk melakukan penyerangan berasal dari
Eno Jedar bukan dari diri terdakwa sendiri, dan Eno Jedar menghasut
terdakwa untuk melakukan rencana tersebut
 Bahwa benar terdakwa melakukan penyerangan beserta Eno Jedar
 Bahwa benar yang merencanakan segalanya untuk penyerangan adalah dari
Eno Jedar
 Bahwa benar terdakwa telah menyesali perbuatannya karena telah termakan
emosi dan perkataan Eno Jedar terhadapnya
 Bahwa benar terdakwa tidak mengetahui adanya penyakit yang diderita
korban dan sebelumnya terdakwa tidak memiliki niat sampai untuk
membunuh korban

E. Surat-Surat

No Kode Bukti Bukti Keterangan

1 T-1 Surat Keterangan visum et Menjelaskan bahwa telah


repertum dari Rumah Sakit terbukti penyerangan
Bhayangkara Kendari terhadap korban yang
Nomor V.e.R. Nomor : masih hidup.
315/VRH/X/2019 tanggal
14 April 2019 atas nama
Siska Anugrahwati yang
dibuat dan ditandatangani
oleh dr. Tasya Aprilicia dan
dr. Hendra Wijaya.

22 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
2 T-2 - keterangan visum dari Menjelaskan bahwa telah
Rumah Sakit terjadi penyeragan,
Bhayangkara Kendari penganiayaan terhadap
Nomor V.e.R. Nomor : korban hingga
314/VRH/X/2019 menyebabkan kematian
tanggal 16 April 2019
atas nama Mulyani Ani
yang dibuat dan di
tandatangani oleh dr.
Musyawarah, Sp.F.

BAB IV

ANALISIS FAKTA

“Judec Hebere Debet Duos Sales, Salem Sapientiae Ne Sit Insipidus, Et Salem
Conscieentiae, Ne Sit Diabolus”

23 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
“Seorang Hakim Harus Mempunyai Dua Hal: Suatu Kebijakan, Kecuali Dia Adalah
Orang Bodoh, Dan Hati Nurani, Kecuali Dia Mempunyai Sifat Yang Kejam”

Majelis Hakim Yang Terhormat,

Rekan Penuntu Umum Yang Kami Hormati,

Serta pengunjung sidang sekalian

Analisis fakta yang kami maksudkan dalam bagian ini, adalah fakta-fakta hukum
yang diperoleh dipersidangan dan setelah dianalisis atau diolah berdasarkan ketentuan
KUHAP, yang didasrkan pada keterangan para saksi, pendapat para ahli, bukti surat,
barang bukti, dan keterangan Terdakwa. Seperti kita ketahui bersama, ada dua cara
untuk menyimpulkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan yaitu:

Pertama:

Fakta-fakta yang dapat langsung disimpulkan dari seluruh keterangan para saksi
dan dari alat bukti lainnya yang sah yaitu alat bukti berupa surat-surat dan barang bukti
lainnya. Melalui analisis dan pengolahan fakta-fakta itu terlebih dahulu, sehingga
ditemukan fakta hukum yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi, pendapat ahli,
keterangan Terdakwa, dan alat bukti lainnya yang saling mendukung satu sama lain,
sehingga merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi.

Kedua:

Fakta-fakta yang tidak dapat disimpulkan secara langsung, karena terdapat


keterangan-keterangan para saksi yang saling bertentangan atau karena ada petunjuk-
petunjuk yang menimbulkan keraguan, atau yang bertentangan dengan bukti-bukti
tertulis, dan bukti autentik lainnya sehingga memerlukan suatu proses analisis serta
pengolahan secara cermat untuk dapat dijadikan sebagai fakta hukum, oleh karena itu
tidak semua fakta dapat dikatakan fakta hukum. Ketentuan umum yang harus dijadikan
pedoman dalam menganalisis fakta-fakta hukum antara lain sebagai berikut:

 Pasal 1 butir 27 KUHAP

Keterangan saksi adalah salah satu bukti dalam perkara pidanan berupa keterangan
dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia lihat sendiri, ia dengar sendiri, ia
alami sendiri dengan menyebutkan alasan dari pengetahuannya itu.

24 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
 Pasal 185 ayat (1) dan (2) KUHAP menyatakan:

(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di depan
persidangan.

(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa Terdakwa
bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.

 Pasal 185 ayat (5) KUHAP, menegaskan bahwa:


Pendapat maupun rekaan yang diperoleh dari pemikiran saja bukan merupakan
keterangan saksi.
 Pasal 185 ayat (6) KUHAP, menegaskan bahwa:

Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, Hakim harus dengan sungguh-
sungguh memperhatikan:

a. Persesuaian antara keterangan saksi yang satu dengan yang lain;

b. Persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti yang lain;

c. Alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberikan keterangan


tertentu;

d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya
mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya.

Bahwa beberapa ketentuan KUHAP tersebut di atas wajib dijadikan pedoman


dalam menganalisis fakta-fakta persidangan guna memperoleh fakta-fakta hukum, yang
pada akhirnya akan digunakan untuk pembuktian dengan tujuan apakah unsur-unsur
tindak pidana yang didakwakan oleh Rekan Penuntut Umum terhadap Terdakwa
terpenuhi atau tidak terpenuhi.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan melalui keterangan saksi-


saksi dan pendapat ahli yang telah diberikan di depan persidangan di bawah sumpah,
maupun keterangan Terdakwa kami menyampaikan analisis fakta sebagai berikut:

— Bahwa Terdakwa melakukan penganiyaan terhadap Eno Jedar karena usulan


rencana dari Eno Jedar, sehingga Terdakwa termakan emosi oleh perkataan Eno
Jedar untuk melakukan hal tersebut kepada korban

— Bahwa Terdakwa memiliki masalah kepada korban karena adanya hutang korban
kepada terdakwa ditambah korban memiliki hubungan dengan mantan kekasih
dari terdakwa bernama asbar.

25 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
— Bahwa Terdakwa tidak pernah menyuruh Eno Jedar untuk melakukan segala
persiapannya, semua berasal dari Eno Jedar sendiri ini diungkapkan oleh saksi
Hotman yang menyatakan bahwa Eno Jedar sibuk mempersipakan sesuatu
didekat rumahnya dengan mengambil batu, ember dan sebagainya yang dimana
tempat tersebut adalah lokasi untuk melakukan penganiayaan kepada korban.

— Bahwa Terdakwa tidak pernah memiliki niat untuk melakukan penganiayaan


sampai korban meninggal dunia, dan terdakwa sebelumnya tidak mengetahui
bahwa korban dalam kondisi lemah dan memiliki riwayat penyakit jantung dan
asma.

— Bahwa benar perbuatan terdakwa tidak dapat terjadi tanpa adanya pihak lain
dibalik semuanya yaitu Eno Jedar yang merencanakan semuanya dan ikut serta
dalam penyerangan tersebut.

— Bahwa terdakwa menyesali perbuatannya sampai terlibat dalam kasus ini dan
termakan oleh kata-kata Eno Jedar sampai bisa melakukan hal tersebut.

BAB V

ANALISIS HUKUM

“Equality Before The Law”

“Setiap orang bersamaan kedudukannya dalam hukum.”

26 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,

Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

Serta Pengunjung Sidang sekalian

Sebelum memasuki uraian yuridis perihal pembuktian unsur-unsur pasal yang


didakwakan, maka terlebih dahulu kami selaku Penasihat Hukum dari Terdakwa
REBONITA SYARIF alias NITA akan menyampaikan fakta penting yang
menyangkut perkara ini :

KETIDAKABSAHAN PENGHADIRAN SAKSI PELAKU UTAMA ATAU SAKSI


MAHKOTA (KROONGETUIE)

Saksi mahkota merupakan seorang Terdakwa dalam persidangan lain.


Menurut Prof. Dr. Loebby Loqman, S.H, M.H dijelaskan bahwa yang dimaksud
dengan saksi mahkota adalah kesaksian sesama terdakwa yang biasanya terjadi
dalam peristiwa penyertaan. Terkait dihadirkannya ENO JEDAR yang merupakan
Terdakwa juga di persidangan lain dan dalam persidangan ini sebagai saksi oleh
Penuntut Umum, sangat bertentangan dengan asas-asas yang termasuk dalam
aturan hukum. Oleh karena itu, kami berkesimpulan sebagai berikut :

(1) Pada dasarnya saksi mahkota adalah berstatus Terdakwa Seorang Terdakwa
memiliki hak absolut untuk diam ataupun hak absolut untuk memberikan
jawaban yang bersifat ingkar atau berbohong. Hal ini merupakan konsekuensi
yang melekat sebagai akibat dari tidak diwajibkannya Terdakwa untuk
mengucapkan sumpah saat akan memberikan keterangan. Selain itu,
berdasarkan ketentuan Pasal 66 KUHAP dijelaskan bahwa Terdakwa tidak
memiliki beban pembuktian untuk membuktikan kesalahan Terdakwa yang
terletak pada pihak Penuntut Umum. Oleh karena ENO JEDAR merupakan
Terdakwa meskipun dalam kasus lain yang berkaitan, maka Ia memiliki hak
untuk ingkar yang memungkinkannya memberi keterangan yang palsu atau
salah dalam persidangan. Dengan adanya kemungkinan ini, ENO JEDAR
memberikan keterangan yang menguntungkan dirinya sendiri dalam kasus
lain, maka keterangan ENO JEDAR untuk kasus ini tidak bisa dipertanggung
jawabkan.

27 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
(2) Dikarenakan Terdakwa tidak dapat dikenakan kewajiban untuk memberikan
keterangannya di hadapan persidangan. Dalam hal terdakwa diajukan sebagai
saksi mahkota, tentunya Terdakwa tidak dapat memberikan keterangan
secara bebas karena terkait dengan kewajiban untuk bersumpah.
Konsekuensi dari adanya pelanggaran atas saksi, maka Terdakwa akan
dikenakan atau diancam dengan dakwaan lain berupa Tindak Pidana
Keterangan Palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 242 KUHAP. Adanya
keterkaitan dengan sumpah tersebut maka tentunya akan menimbulkan
tekanan psikologis bagi Terdakwa yang selanjutnya disebut sebagai Saksi
Mahkota karena Ia tidak dapat lagi menggunakan hak ingkarnya untuk
berbohong. Oleh karena itu, pada hakikatnya kesaksian yang diberikan oleh
Saksi Mahkota tersebut disamakan dengan pengakuan yang didapat dengan
menggunakan kekerasan psikis.

(3) Saksi Mahkota tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan
diri sebagai saksi. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ketentuan
Pasal 168 KUHAP, yakni :“Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini,
maka tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri
sebagai saksi” :

a. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah
sampai derajat ketiga dari Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai
Terdakwa.

b. Saudara dan Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai Terdakwa,


saudara ibu atau saudara bapak, juga mereka yang mempunyai hubungan
karena perkawinan dari anak-anak saudara Terdakwa.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ketentuan Pasal 168 KUHAP,
yakni : “Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini, maka tidak dapat
didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi” :

a. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah
sampai derajat ketiga dari Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai
Terdakwa.

b. Saudara dan Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai Terdakwa,


saudara ibu atau saudara bapak, juga mereka yang mempunyai hubungan
karena perkawinan dari anak-anak saudara Terdakwa sampai derajat
ketiga.
28 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
c. Suami atau istri Terdakwa meskipun sudah bercerai atau yang bersama-
sama sebagai Terdakwa.

(4) Mahkamah Agung Republik Indonesia memiliki pendapat terbaru tentang


penggunaan Saksi Mahkota adalah bertentangan dengan Hukum Acara
Pidana yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung


Republik Indonesia yang terdapat pada Nomor 1174 K / Pid / 1994 tanggal 29
April 1995, Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Nomor
1952 K / Pid / 1994 tanggal 25 April 1995, dan Yurisprudensi Mahkamah
Agung Republik Indonesia pada Nomor 1592 K / Pid / 1995 tanggal 3 Mei
1995.

(5) Keterangan Terdakwa dalam kapasitas sebagai dasar alasan untuk


membuktikan kesalahan Terdakwa dalam perkaranya sendiri apabila Terdakwa
berbohong.

Hal ini bertentangan dan melanggar asas nonself incrimination. Dalam


ketentuan Pasal 14 ayat 2 dan ayat 7 ICCPR Tahun 1966 dijelaskan bahwa :

Ayat 2 : Setiap orang yang dituduh melakukan kejahatan berhak dianggap


tidak bersalah sampai kesalahannya dibuktikan menurut hukum.

Ayat 7 : Tidak seorang pun dapat diadili atau dihukum kembali untuk tindak
pidana yang pernah dilakukan, untuk mana ia telah dihukum atau
dibebaskan,sesuai dengan hukum dan hukum acara pidana di masing- masing
negara.

(6) Pada dasarnya ketentuan Pasal 14 ayat (3) huruf (d), (f), dan (g) ICCPR
Tahun 1966 tersebut bertujuan :

Huruf (d) : untuk diadili dengan kehadirannya, dan untuk membela diri secara
langsung atau melalui pembela yang dipilihnya sendiri, untuk diberitahukan
tentang hak ini bila ia tidak mempunyai pembela; dan untuk mendapatkan
bantuan hukum demi kepentingan keadilan, dan tanpa membayar jika ia tidak
mempunyai dana yang cukup untuk membayarnya;

Huruf (f) : Untuk mendapatkan bantuan cuma-cuma dari penerjemah apabila


ia tidak mengerti atau tidak dapat berbicara dalam bahasa yang digunakan
dipengadilan;
29 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Huruf (g) : Untuk tidak dipaksa memberikan kesaksian yang memberatkan
dirinya, atau dipaksa mengaku bersalah.

Selain itu, diamnya Terdakwa tidak dapat digunakan sebagai alat bukti untuk
menyatakan kesalahannya. Oleh karena itu, penggunaan Saksi Mahkota sebagai
alat bukti dalam perkara pidana perlu ditinjau kembali karena bertentangan dan
melanggar kaidah Hak Asasi Manusia. Sebagaimana diatur dalam KUHAP
sebagai instrumen hukum nasional maupun ICCPR (International Criminal on Civil
and Political Rights) tahun 1996 tentang instrumen Hak Asasi Manusia dalam
cakupan Internasional yang merupakan sumber acuan terhadap implementasi
prinsip-prinsip peradilan yang adil (fair trial). Sehingga untuk dapat mendukung hal
tersebut, maka perlu dicari suatu solusi untuk menggantikan penggunaan alat
bukti Saksi Mahkota untuk mewujudkan keadilan publik.

BAB VI

ANALISIS YURIDIS

FIAT JUSTITIA RUAT COELUM ATAU FIAT JUSTITIA PEREAT MUNDUS

“Sekalipun esok langit akan runtuh, meski dunia akan musnah atau walaupun harus
mengorbankan kebaikan, dan keadilan harus tetap ditegakkan.”

Majelis Hakim Yang kami Muliakan,

Penuntut Umum Yang Kami Hormati,

30 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Serta Pengunjung Sidang sekalian,

Berangkat dari logika berpikir rekan Penuntut Umum dalam menyusun Surat
Tuntutan dan Surat Dakwaannya yang hanya didasarkan pada pertautan fakta-fakta
yang kabur dan tidak relevan, kami menyaksikan akan tercapainya kebenaran materiil
dalam persidangan yang ada ini. Maka selanjutnya, perkenankanlah kami selaku
Penasihat Hukum Terdakwa untuk menyampaikan kebenaran hakiki dalam persidangan
ini, yaitu melalui pembahasan dari segi yuridis atas Dakwaan Penuntut Umum yang
disusun dalam bentuk Alternatif, dimana Penuntut Umum mempertimbangkan dakwaan
yang terbukti sebagaimana dakwaan kesatu melanggar Pasal 353 Ayat (3) Kitab
Undang – Undang Hukum Pidana

Pasal 353 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan Unsur-
Unsur Pidana sebagai berikut :

1. Barang Siapa
2. Melakukan penganiayaan
3. Dengan rencana terlebih dahulu;
4. Mengakibatkan Kematian

Penjelasan Unsur :

1. Unsur Barang siapa yaitu Setiap Orang


Didalam setiap rumusan pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
maupun tindak pidana, unsur “setiap orang” merupakan sebuah kata yang
penting didalam melihat kesalahan dan pertanggungjawaban pidana. Tindak
pidana didalam KUHP dikenal istilah “barang siapa” Sedangkan tindak pidana
diluar KUHP dikenal istilah “setiap orang”. Kedua istilah ini baik “barang siapa”
maupun “setiap orang” mempunyai konotasi yang sama didalam melihat
kesalahan dan pertanggungjawaban. Artinya langsung menunjuk kepada
perseorangan seseorang dalam konotasi biologis. Atau dengan kata lain adalah
pertanggungjawaban manusia sebagai person (naturalijk persoon). Teori
kesalahan menurut van ECK “orang dapat memastikan siapa yang harus
dipandang sebagai seorang pelaku dengan membaca suatu rumusan delik”
Bahwa yang paling esensial dalam unsur ini adalah subyek hukum yang
dapat dipertanggungjawabkan atas perbuatan sebagaimana yang didakwakan
oleh Jaksa Penuntut Umum dalam perkara a quo. Bahwa tidak di pungkiri
Terdakwa adalah subyek hukum yang dapat mempertanggungjawabkan segala
perbuatanya, namun berkenaan dengan Dakwaan Kesatu dari Jaksa Penuntut
Umum dalam perkara ini tentunya yang harus menjadi tolak ukur atau acuan
31 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
berfikir kita secara yuridis adalah apakah benar Terdakwa secara hukum patut
dimintai pertanggungjawaban pidana terhadap peristiwa hukum sebagaimana
yang diuraiakan oleh Jaksa Penuntut Umum didalam Surat Dakwaan dan
Tuntutan Pidananya. Indikator pertanggung jawaban hukum Terdakwa tentunya
harus di dasarkan pada fakta–fakta yang terungkap secara sah di persidangan
atas perkara a quo ;
Bahwa yang dimaksud dengan “setiap orang” dalam setiap rumusan delik
pidana adalah siapa saja yang menjadi subyek hukum, yaitu sebagai
penyandang hak dan kewajiban atau siapa pelaku (pleger) dari suatu pidana
yang dapat mempertanggungjawabkannya. Bahwa setiap orang menunjuk pada
subyek hukum sebagai pelaku yang secara materil harus melakukan perbuatan
yang didakwakan. Terkait dengan kejiwaan, dalam ilmu hukum pidana dikenal
alasan penghapus pidana yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf:

a. Alasan Pembenar adalah alasan yang menghapus sifat melawan hukum


suatu tindak pidana. Jadi, dalam alasan pembenar dilihat dari sisi
perbuatannya (objektif). Contoh alasan pembenar :

 Perbuatan yang dilakukan dalam ‘keadaan darurat’ (Pasal 48


KUHP)
 Perbuatan yang dilakukan karena pembelaan terpaksa (Pasal 49
ayat (1) KUHP)
 Perbuatan untuk menjalankan peraturan perundang-undangan
(Pasal 50 KUHP)
 Perbuatan untuk menjalankan perintah jabatan yang sah (Pasal 51
KUHP).

b. Alasan Pemaaf adalah alasan yang menghapus kesalahan dari si pelaku


suatu tindak pidana, sedangkan perbuatannya tetap melawan hukum. Jadi,
dalam alasan pemaaf dilihat dari sisi orang atau pelakunya (subjektif). Contoh
alasan pemaaf :

 Perbuatan yang dilakukan oleh orang yang ‘tidak mampu


bertanggung jawab’ (Pasal 44 KUHP)
 Perbuatan yang dilakukan karena terdapat ‘daya paksa’ (Pasal 48
KUHP)
 Perbuatan karena ‘pembelaan terpaksa yang melampaui batas’
(Pasal 49 ayat (2) KUHP)
 Perbuatan yang dilakukan untuk menjalankan perintah jabatan
yang tidak sah (Pasal 51 ayat (2) KUHP)

32 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Dalam hal ini terdakwa tidak termasuk dalam kualifikasi unsure “Setiap Orang”
sebagaimana yang dikualifikasikan dalam rumusan tindak pidana yang
memenuhi unsure barang siapa. Unsure ini merupakan pentu siapa yang
sebenarnya menjadi subyek hukum didalam kasus ini. Berdasarkan fakta-fakta
persidangan yang terungkap bahwa terdakwa bukanlah orang yang tepat
untuk dimintai pertanggungjawaban pidana atas dakwaan penuntut umum,
akan tetapi orang yang paling tepat dimintai pertanggungjawaban adalah ENO
JEDAR, dimana ENO JEDAR telah merencanakan dan melakukan
penganiayaan, dimana terdakwa hanya mengikut apa yang dikatakan oleh
ENO JEDAR. Sehingga apa yang telah dilakukan oleh terdakwa atas
pengaruh dan paksaan dari ENO JEDAR. Dengan demikian, unsur “setiap
orang” dalam hal ini tidak terpenuhi secara sah dan meyakinkan.

2. Melakukan Penganiayaan
Di dalam KUHP yang disebut dengan tindak pidana terhadap tubuh disebut
dengan penganiayaan, mengenai arti dan makna kata penganiayaan tersebut
banyak perbedaan diantara para ahli hukum dalam memahaminya.
Penganiayaan diartikan sebagai “perbuatan yang dilakukan dengan sengaja
untuk menimbulkan rasa sakit atas luka pada tubuh orang lain”.
Penganiayaan adalah suatu tindakan yang melawan hukum, memang
semuanya perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang
berakibat kepada dirinya sendiri. Mengenai penganiayaan ini meru-pakan suatu
tindakan hukum yang bersumber dari sebuah kesengajaan. Kesengajaan ini
berarti bahwa akibat suatu perbuatan dikehendaki dan ini ternyata apabila akibat
itu sungguh-sungguh dimaksud oleh perbuatan yang dilakukan itu yang
menyebabkan seseorang rasa sakit, luka, sehingga menimbulkan kematian.

3. Dengan Rencana Terlebih Dahulu


Unsur yang dilaksanakan dengan rencana terlebih dahulu, pada dasarnya
mengandung 3 syarat/unsur yaitu: memutuskan kehendak dalam suasana
tenang, ada tersedia waktu yang cukup sejak timbulnya kehendak sampai
dengan pelaksana kehendak, dan pelaksanaan kehendak (perbuatan) dalam
suasana tenang. Tiga unsur/syarat dengan rencana terlebih dahulu sebagaimana
yang diterangkan diatas yang bersifat kumulatif dan saling berhubungan, suatu
kebulatan yang tidak terpisahkan. Sebab bila sudah terpisah maka sudah tidak
ada lagi dengan rencana terlebih dahulu. Dalam hal ini syarat ketiga dapat
dipandang sebagai syarat untuk membuktikan telah adanya pembunuhan

33 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
berencana, karena itu dalam praktik sebagai syarat ketiga yang dianggap
penting diantara 3 syarat di atas adalah syarat dalam hal untuk membuktikan
adanya rencana terlebih dahulu dalam melakukan penganiayaan, dan bukan
membuktikan adanya rencana (Adami Chazawi, 2001 : 54).
Unsur direncanakan terlebih dahulu didalam Perumusan delik merupakan
unsur yang memberatkan ancaman hukuman. Unsur ini bukanlah unsur yang
menentukan ada tidaknya perbuatan pidana tetapi hanya merupakan suatu
unsur tambahan dalam arti tidak terbuktinya unsur tersebut tidaklah berarti
perbuatan pidana itu tidak pernah dilakukan.
Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dalam persidangan bahwa diketahui
Eno Jedar selaku teman dari terdakwa yang mengusulkan rencana untuk
melakukan penyerangan kepada korban dan Eno Jedar sendiri menyiapkan
segalanya hal ini terbukti dari keterangan saksi dari Penasihat Hukum yang
mengtakan bahwa Eno Jedar menyiapkan sesuatu dan mengumpulkan alat-alat
yang ternyata digunakan untuk melakukan penyerangan.
Dengan demikian, unsur “Dengan Rencana Terlebih Dahulu” dalam hal
ini tidak terpenuhi secara sah dan meyakinkan.

4. Mengakibatkan Kematian
Penganiyaan yang mengakibatkan kematian merupakan suatu tindak
kejahatan terhadap tubuh atau jiwa orang yang mana dalam merumuskan suatu
tindakan penganiyaan yang mengakibatkan kematian itu harus dilihat tentang
matinya seseorang itu tidak dimaksud, artinya pelaku tidak menghendaki bahwa
penganiyaan yang dilakukannya itu mengakibatkan kematian. Kematian
bukanlah yang menjadi tujuan atau dikendaki dari suatu penganiyaan, yang
diinginkan hanya luka beratnya saja oleh sebab itu kematian ini bukanlah
sebagai unsur/ syarat untuk terjadinya penganiyaan berat, hal ini sama dengan
penganiayaan biasa dan penganiyaan berencana yang menimbulkan kematian.
Apa yang telah diuraikan terkait unsure pasal ini memang benar bahwa
terdakwa tidak menghendaki bahwa melakukan penganiayaan hingga
menyebabkan kematian namun perlu diketahui bersama bahwa berdasarkan alat
bukti surat hasil pemeriksaan dan eterangan dokter forensic yang menjelaskan
bahwa korban telah memiliki riwayat penyakit jantung dan asma sehingga tidak
menutupkemungkinan penyebab kematian korban lebih besar penyebabnya dari
penyakit yang dialaminya dibandingkan dengan penganiayaan yang dilakukan.
Dengan demikian, unsur “mengakibatkan kematian” dalam hal ini tidak
terpenuhi secara sah dan meyakinkan.

34 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB VII

PENUTUP DAN PERMOHONAN

ERRARE HUMANUM EST, TRUPE IN ERRORE PERSEVERARE

Membuat kekeliruan itu manusiawi, namun tidaklah baik untuk mempertahankan


terus kekeliruan.

Majelis Hakim yang Terhormat,

Rekan Penuntut Umum yang Kami Hormati,

Serta Pengunjung Sidang sekalian.

Sebuah pernyataan yang kurang lebihnya mempunyai arti “Kita semua adalah
hukum sehingga kita dapat menjadi bebas. Perlu kami utarakan disini, bahwa tugas
utama dari suatu peradilan ialah untuk mencari dan menemukan [Link]
pengadilan tidak semata-mata untuk menjatuhkan hukuman tapi hanya untuk
menghukum apabila pengadilan mendapat keyakinan berdasarkan bukti-bukti yang
sah bahwa Terdakwa telah bersalah dan sebaliknya membebaskan Terdakwa
bilamana bukti-bukti yang diajukan tidak memenuhi syarat Undang-Undang dan
tidak meyakinkan pengadilan. Sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 185 ayat
(1) bahwa; keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di
sidang pengadilan.

35 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Pasal 185 ayat (6) dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, hakim
harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan:

a. Persesuaian antara keterangan saksi satu dengan yang lainnya;

b. Persesuaian antara keterangan saksi dengan alat bukti yang lain

c. Alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang
tertentu;

d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya
dapat mempengaruhi dapat atau tidaknya keterangan itu dipercaya.

Berdasarkan hal-hal yang diuraikan diatas dimana Saudara REBONITA


SYARIF alias NITA tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana
didakwakan, maka kami sebagai Penasihat Hukum Terdakwa REBONITA SYARIF
alias NITA memohon dengan kerendahan hati agar kiranya Majelis Hakim yang
Terhormat dengan segala kebesaran hatinya agar memutus sesuai dengan amar
Pembelaan, yaitu:

1. Menyatakan bahwa Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA tidak terbukti


kesalahannya secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana
Penganiayaan menyebabkan kematian sebagaimana dalam dakwaan oleh
penuntut umum.

2. Mengurangi masa tahanan Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA

3. Menetapkan biaya yang timbul ditanggung oleh negara

Demikian pembelaan ini kami ajukan, yang mana di dalam penyusunannya


masih memiliki kekurangan dan keterbatasan, meskipun demikian semoga
pembelaan ini dapat berguna bagi penekana hukum dan keadilan, serta
mempunyai makna bagi kami, Terdakwa selaku pencari keadilan.

Kendari, 23 Juli 2019

Hormat Kami,

PENASIHAT HUKUM I TERDAKWA PENASIHAT HUKUM II TERDAKWA

36 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
AINUL NUR FADILAH, S.H., LL.M ANDIRA AL DAMARY, S.H., M.H

37 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA

Anda mungkin juga menyukai