Pembelaan Hukum Rebonita Syarif di PN Kendari
Pembelaan Hukum Rebonita Syarif di PN Kendari
PRO JUSTITIA
Dengan Hormat,
Para Advokat pada kantor advokat DEL LUNA AND PATNER LAW OFFICE
yang beralamat di Jalan Wayong II Poros P2ID No. 55 Kel. Tobuha Kec. Puwatu, Kota
Kendari. Selaku Penasihat Hukum dari Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA
dengan identitas:
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Jeruk Peras No. 28, Kec. Poasia, Kendari
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
1|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN...................................................................................................3
c. PETUNJUK ....................................................................................................21
V. ANALISIS HUKUM..............................................................................................28
2|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB I
PENDAHULUAN
Marilah kita panjatkan puji dan syukur terhadap kehadiran Tuhan Yang Maha
Esa, yang melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, yang terlibat
dalam proses persidangan ini sehingga kita berada dalam keadaan sehat walafiat
sampai tahap pembacaan Pembelaan hari ini. Rasa syukur tidak terhingga terutama
karunia Tuhan yang telah melindungi dan membimbing Majelis Hakim dalam memimpin
persidangan ini, secara arif dan bijaksana, dengan penuh kesabaran sehingga
persidangan ini berjalan dengan lancar dan tertib.
Perkenankanlah kami menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Majelis
Hakim yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bertindak selaku
Penasihat Hukum di dalam persidangan Pengadilan Negeri Semarang atas nama
Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA yang diajukan sebagai Terdakwa di dalam
perkara ini. Kami juga bersyukur atas diberikannya kesempatan, kekuatan, dan
semangat kepada kita semua, khususnya kepada Penasihat Hukum untuk menyusun
Pembelaan bagi REBONITA SYARIF alias NITA atas Tuntutan (Requistoir) Jaksa
Penuntut Umum No. Reg. Perkara : PDM- 181 /Kendari/ 06 / 2019, tertanggal 17 juli
2019, dalam persidangan yang berlangsung pada hari ini tanggal 23 juli 2019,
bertempat di Pengadilan Negeri Kendari, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Pasal
182 ayat (1) KUHAP yang menyebutkan, setelah pemeriksaan dinyatakan selesai,
Penuntut Umum mengajukan tuntutan pidana. Selanjutnya Terdakwa dan/atau
Penasihat Hukum mengajukan pembelaannya.
Pada kesempatan ini, kami Penasihat Hukum terdakwa atas nama REBONITA
SYARIF alias NITA menyampaikan terima kasih kepada Majelis Hakim juga Panitera
Pengganti Perkara ini dengan sabar dan telaten memimpin persidangan, sehingga pada
sampai giliran kami Penasihat Hukum REBONITA SYARIF alias NITA menyampaikan
Pembelaan ini.
Ucapan terima kasih kami ucapkan Kepada Saudara Penuntut Umum yang telah
dengan sabar dan pengertian dengan segala daya upaya tanpa kenal lelah dibarengi
dengan rasa optimis yang tinggi dalam membuktikan dakwaannya kepada REBONITA
3|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
SYARIF alias NITA sebagaimanna yang telah dianjuran didalam surat tuntutan pidana
No. Reg. Perkara : PDM- 181 /Kendari/ 06 / 2019. Dengan demikian, jelas bahwa
pembelaan dibuat tertulis dan dibacakan di sidang, sasaran pembelaan pada
hakikatnya adalah kontra terhadap Requisitoir. Jika pada requisitoir, Penuntut Umum
mengutarakan pembuktian setiap unsur delik berdasarkan alat bukti sah maka dalam
Pembelaan, Penasihat Hukum berupaya meneliti kelemahan-kelemahan pembuktian
yang diajukan Rekan Penuntut Umum yang tujuannya agar Hakim sidang atau majelis
menjadi ragu, karena apabila hakim ragu, maka akan menguntungkan terdakwa. Hal ini
sesuai dengan motto :
“Lebih baik membebaskan 1000 orang yang bersalah, daripada menghukum seorang
yang benar”.
BAB II
KRONOLOGIS
4|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Serta pengunjung Sidang
I. DAK WAAN
KESATU
- Pada hari Rabu tanggal 10 April 2019, sekitar jam 13.00 WITA, Nita datang
menemui Ani di rumahnya di Perumahan Kelapa Hijau, saat itu Nita
menceritalan bahwa Siska yang merupakan teman akrab Ani, memiliki hutang
kepadanya sebanyak Rp. 2.500.000., (Dua Juta Limaratus Ribu Rupiah) yang
telah dipinjamkannya semenjak dua tahun Lalu. Nita sudah beberapa kali
menagih utang tersebut tetapi tidak pernah di gubris oleh Siska. Saat
menceritakan kekecewaannya pada Ani, datanglah laki-laki bernama Asbar yang
merupakan kekasih Siska sekaligus mantan kekasih Nita, namun hal itu tidak
pernah diketahui oleh Ani. Nita dibuat tambah terkejut oleh kehadiran mantan
kekasihnya yang sebenarnya masih menaruh perasaan pada Asbar. Nita yang
mulai salah tingkah dengan kehadiran Asbar langsung meminta izin kepada Ani
untuk pulang.
- Pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019 sekitar jam 22.00 WITA, Nita menelpon
Asbar “Halo bar, bemanami kabarmu?” dan Asbar menjawab “Baik Ta,
tumben ko telpon saya jam segini, kenapa?” Nita menjawab “Ndaji, sa
5|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
kaget lihat kau tadi dirumahnya Ani jadi sa telponko, ada sa mau tanyako
ini sebenarnya” Asbar menjawab “Tanyami, selama sa masih bisa jawab
pertanyaanmu toh” Nita menjawab “Kenapa pernah ko putuskan saya tiba-
tiba?” Asbar menjawab “Kenapa di ko tanya itu jam begini” Nita menjawab
“Hehe ndaji sa Cuma penasaran”Asbar menjawab “Maaf sebelumnya nah
Ta, sebenarnya sa minta putus pernah gara-gara ko sering sekali keluar
sama teman laki-lakimu baru berlebihan, sa sudah sering tegur kau tapi ko
masih ulangi terus, disitu sa kecewa sekali sama kau, terus dari situ sa
ada kenal cewe da sering nasehati saya, da kasih masukan saya baru sa
nyaman sama dia, itumi kenapa sa minta putus pernah, janko marah sa
bilang begini” Nita menjawab “Oh jadi karna cewe lain ko minta putus?
Siapami katanya itu cewe” Nita mulai kesal dengan percakapannya bersama
Asbar malam itu, Asbar menjawab lagi “Bukan Ta, sa sudah jelaskan baik-
baik padahal, Siska namanya, ko kenalji kayaknya”Nita menjawab dengan
nada datar “Ohh iya bar, sudahmi pale dulu” Nita langsung memutuskan
percakapannya bersama Asbar [Link] itu Nita mulai naik darah dan
langsung ingin melabrak Siska tetapi waktu sudah tidak memungkinkan dan Nita
berniat untuk menemui Siska esok hari. Kemudian pada pukul 22.50 WITA, Nita
menghubungi salah satu temannya via whatsapp malam itu bernama Eno “Halo
No, wee sumpah sa jengkel skalimi sama Siska nah, da nda kembalikan
uangku dua juta setengah he baru da ambil pacarku, ishh jengkelku pa”
Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah menjawab) “Hamma Ta, kalo sa
jadi kau sa pergi datangi langsung Siska nah baru sa pukul, ko maukah sa
temani kau ketemu Siska?” Nita menjawab “Janganmi deh, tapi menurutmu
bemana?” Eno menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Ada
rencanaku, kita kerumahya Siska toh baru minta paksa saja uangnya” Nita
menjawab “Da nda mau pasti lah, atau kita bawa saja dia baik-baik toh baru
kita kasihmi pelajaran hahaha astaga io weh sinimi” Eno menjawab
(Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Dimana katanya?” Nita menjawab
“Ada itu tempat ATM yang sepi dekat rumahnya Siska bagian Puwatu” Eno
menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah)“Ok Ta, sa ikutji saja”.
Eno memberikan saran untuk melakukan penyerangan kepada Nita dan Nita
juga membumbui rencana Eno untuk melakukan penyerangan itu.
- Pada hari Minggu jam 20.00 WITA, Nita sudah berada di depan rumah Ani, Nita
sudah merencanakan niatnya sedari malam untuk melakukan sesuatu terhadap
Siska. Seorang ibu-ibu tua keluar dari dalam rumah Ani dan membukakan pagar
6|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
rumahnya dan mendapati Nita sudah berada di depan pagarnya, Nita langsung
menanyakan keberadaan Ani tetapi malam itu Ani sedang berada di rumah
pamannya. Nita yang saat itu terbawa emosi dari malam hari langsung
menancap gas menuju rumah paman Ani.
- Pada jam 21.40 WITA, Nita sudah berada di depan halaman rumah paman Ani
di jalan anyer No. 2, kelurahan induk burung, kecamatan Poasia. Ani yang
berada di depan teras rumah pamannya langsung kaget melihat kedatangan
Nita yang tanpa pemberitahuan malam itu, Nita meminta Ani untuk
mengantarnya kerumah Siska dengan alasan ia ingin meminta uang yang
pernah ia pinjamkan pada Siska.
- Ketika sampai di belakang rumah makan orang kaya, ternyata salah satu teman
Nita sedang menunggu. Kemudian, Nita langsung menyiram kepala Siska dari
belakang dengan menggunakan air comberan. Lalu, ada pula yang menarik
rambut Siska dari belakang badannya. Siska terjatuh dari motor dan sempat
akan berdiri. Namun, Siska kembali mendapatkan hantaman di belakang
kepalanya menggunakan batu berulang kali, salah satu teman Nita kembali
memukul wajah dan kepala Siska berkali-kali. Nita kembali melancarkan
serangan sambil menginjak perut Siska dan membenturkan kepala Siska di
jalanan berbatu. Ani yang di pegang kuat tangannya oleh rekan Nita sempat
melarikan diri menuju jalan dekat taman kota dengan sepeda motor untuk
meminta pertolongan. Akan tetapi, teman Nita mengejar dan mencegat Ani lalu
memukul bagian wajah ani dengan tangan dikepal. Dengan terpaksa Ani
berhenti dan pada saat itu ia langsung ditampar lagi oleh temannya Nita
sehingga Ani mengeluarkan darah dari mulutnya, rekan Nita mengancamnnya
7|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
agar tidak melakukan apa-apa hingga akhirnya Siska meninggal di tempat
kejadian.
a. Pemeriksaan Luar
1. Kepala
- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian kanan dengan panjang
tiga koma lima sentimeter (3,5 cm), lebar dua sentimeter (2cm)
2. Dahi
- Dijumpai luka robek pada alis mata sebelah kanan, berjarak tiga
centimeter (3cm) dari garis tengah tubuh. Panjang satu sentimeter (1cm),
lebar nol koma tiga sentimeter (0,3cm)
3. Pipi
4. Mulut
- Mulut dalam keadaan terbuka, dan dijumpai adanya luka robek di bagian
samping bibir kanan dengan panjang tiga sentimeter (3cm), lebar satu
koma lima sentimeter (1,5cm)
5. Dada
- Dijumpai adanya luka lebam berwarna ungu kemerahan dengan diameter
tujuh sentimeter (7 cm)
6. Perut
- Dijumpai adanya memar keunguan
7. Punggung
- Dijumpai adanya memar berwarna biru kehijauan
8. Anggota Gerak Atas
Dijumpai kedua ujung jari tangan tampak pucat dan suhu dingin
8|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
tangan kanan : Dijumpai luka lecet pada keempat jari tangan kanan
dengan panjang satu sentimeter (1cm), lebar nol koma lima
sentimeter (0,5cm)
tangan kiri : Dijumpai luka lecet pada punggung tangan dengan
panjang satu sentimeter (1cm), lebar satu sentimeter (1cm)
9. Anggota Gerak Bawah
Dijumpai kedua ujung jari kaki tampak pucat dan suhu dingin
Kaki kanan:Dijumpai luka goresan pada tempurung lutut
12. Jantung
Kantung jantung dibuka, di dalam kantung jantung terdapat cairan kelabu
13. Paru-paru kanan
Warna merah kehitaman, dipijat keluar cairan warna merah kehitaman
14. Kepala
Kulit kepala dibuka, tampah Hematoma (memar) pada seluruh permukaan
tempurung kepala bagian belakang dengan ukuran 9x7 cm, dasar tulang
kepala tidak ada kelainan
“Penyebab kematian korban dikarenakan luka memar dan adanya retak pada
tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat
trauma tumpul yang keras dan kuat, hal ini dipermudah karena mayat
perempuan bernama SISKA ANUGRAHWATI telah mengidap infeksi saluran
pernapasan dan gangguan jantung bawaan.”
9|Pembelaan (PLEDOI)
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Kecamatan Puwatu, diatur dan diancam dengan Pidana pasal 353 Ayat (3)
Kitab Undang – Undang Hukum Pidana tentang Penganiayaan Berencana
Mengakibatkan Kematian.
ATAU
KEDUA
---------- Ia terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA adalah seorang mahasiswa tingkat
akhir di Universitas Halu Oleo, baik secara sendiri – sendiri maupun bersama –
sama dengan ENO JEDAR selaku dari teman dekat tersangka (dituntut dalam
berkas perkara secara terpisah). Sejak pada hari Minggu tanggal 14 April 2019
sekitar jam 21.40 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan April
2019 atau setidak – tidaknya dalam tahun 2019 bertempat di Jl. Badak, Kelurahan
Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari, Sekitaran belakang Rumah Makan
Orang Kaya atau setidak – tidaknya berada di suatu tempat yang masih termasuk
dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kendari, telah melakukan Penganiayaan
Berencana Mengakibatkan Kematian, Dimana perbuatan terdakwa dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
-----------------------------------------------------------------------------------------
---------- Pada hari Rabu tanggal 10 April 2019, sekitar jam 13.00 WITA, Nita datang
menemui Ani di rumahnya di Perumahan Kelapa Hijau, saat itu Nita menceritalan
bahwa Siska yang merupakan teman akrab Ani, memiliki hutang kepadanya
sebanyak Rp. 2.500.000., (Dua Juta Limaratus Ribu Rupiah) yang telah
dipinjamkannya semenjak dua tahun Lalu. Nita sudah beberapa kali menagih utang
tersebut tetapi tidak pernah di gubris oleh Siska. Saat menceritakan
kekecewaannya pada Ani, datanglah laki-laki bernama Asbar yang merupakan
kekasih Siska sekaligus mantan kekasih Nita, namun hal itu tidak pernah diketahui
oleh Ani. Nita dibuat tambah terkejut oleh kehadiran mantan kekasihnya yang
sebenarnya masih menaruh perasaan pada Asbar. Nita yang mulai salah tingkah
dengan kehadiran Asbar langsung meminta izin kepada Ani untuk pulang.
---------- Pada hari Sabtu tanggal 13 April 2019 sekitar jam 22.00 WITA, Nita menelpon
Asbar “Halo bar, bemanami kabarmu?” dan Asbar menjawab “Baik Ta, tumben
ko telpon saya jam segini, kenapa?” Nita menjawab “Ndaji, sa kaget lihat kau
tadi dirumahnya Ani jadi sa telponko, ada sa mau tanyako ini sebenarnya”
10 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Asbar menjawab “Tanyami, selama sa masih bisa jawab pertanyaanmu toh”
Nita menjawab “Kenapa pernah ko putuskan saya tiba-tiba?” Asbar menjawab
“Kenapa di ko tanya itu jam begini” Nita menjawab “Hehe ndaji sa Cuma
penasaran” Asbar menjawab “Maaf sebelumnya nah Ta, sebenarnya sa minta
putus pernah gara-gara ko sering sekali keluar sama teman laki-lakimu baru
berlebihan, sa sudah sering tegur kau tapi ko masih ulangi terus, disitu sa
kecewa sekali sama kau, terus dari situ sa ada kenal cewe da sering nasehati
saya, da kasih masukan saya baru sa nyaman sama dia, itumi kenapa sa
minta putus pernah, janko marah sa bilang begini” Nita menjawab “Oh jadi
karna cewe lain ko minta putus? Siapami katanya itu cewe” Nita mulai kesal
dengan percakapannya bersama Asbar malam itu, Asbar menjawab lagi “Bukan
Ta, sa sudah jelaskan baik-baik padahal, Siska namanya, ko kenalji kayaknya”
Nita menjawab dengan nada datar “Ohh iya bar, sudahmi pale dulu” Nita
langsung memutuskan percakapannya bersama Asbar [Link] itu Nita mulai
naik darah dan langsung ingin melabrak Siska tetapi waktu sudah tidak
memungkinkan dan Nita berniat untuk menemui Siska esok hari. Kemudian pada
pukul 22.50 WITA, Nita menghubungi salah satu temannya via whatsapp malam itu
bernama Eno “Halo No, wee sumpah sa jengkel skalimi sama Siska nah, da
nda kembalikan uangku dua juta setengah he baru da ambil pacarku, ishh
jengkelku pa” Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah menjawab) “Hamma
Ta, kalo sa jadi kau sa pergi datangi langsung Siska nah baru sa pukul, ko
maukah sa temani kau ketemu Siska?” Nita menjawab “Janganmi deh, tapi
menurutmu bemana?” Eno menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah)
“Ada rencanaku, kita kerumahya Siska toh baru minta paksa saja uangnya”
Nita menjawab “Da nda mau pasti lah, atau kita bawa saja dia baik-baik toh
baru kita kasihmi pelajaran hahaha astaga io weh sinimi” Eno menjawab
(Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Dimana katanya?” Nita menjawab
“Ada itu tempat ATM yang sepi dekat rumahnya Siska bagian Puwatu” Eno
menjawab (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) “Ok Ta, sa ikutji saja”. Eno
memberikan saran untuk melakukan penyerangan kepada Nita dan Nita juga
membumbui rencana Eno untuk melakukan penyerangan itu.
---------- Pada hari Minggu jam 20.00 WITA, Nita sudah berada di depan rumah Ani, Nita
sudah merencanakan niatnya sedari malam untuk melakukan sesuatu terhadap
Siska. Seorang ibu-ibu tua keluar dari dalam rumah Ani dan membukakan pagar
rumahnya dan mendapati Nita sudah berada di depan pagarnya, Nita langsung
menanyakan keberadaan Ani tetapi malam itu Ani sedang berada di rumah
11 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
pamannya. Nita yang saat itu terbawa emosi dari malam hari langsung menancap
gas menuju rumah paman Ani.
---------- Pada jam 21.40 WITA, Nita sudah berada di depan halaman rumah paman Ani di
jalan anyer No. 2, kelurahan induk burung, kecamatan Poasia. Ani yang berada di
depan teras rumah pamannya langsung kaget melihat kedatangan Nita yang tanpa
pemberitahuan malam itu, Nita meminta Ani untuk mengantarnya kerumah Siska
dengan alasan ia ingin meminta uang yang pernah ia pinjamkan pada Siska.
---------- Kemudian sesampainya dirumah Siska, Nita menghubungi Eno via whatsapp
Nooo, ko sudah siap-siap mi kah disitu? Sa sudah mau menuju kesitumi
sama ini anak dua” Eno (Terdakwa dalam berkas perkara terpisah) menjawab
“Iyo Ta, ko datangmi, sa sudah siapkanmi semuanya”. Nita yang makin emosi
melihat Siska langsung mengajak keduanya ke tempat ATM terdekat, Siska yang
terkejut hanya mengikuti pergerakan Nita tanpa tahu apa-apa, Ani diajak pergi dan
di bonceng oleh Siska ke belakang rumah makan orang kaya, Jl. Badak, Kelurahan
Watudamba, Kecamatan Puwatu, Kendari. Sementara Nita yang semula berangkat
bersama Ani menunjukkan akan ke arah mana Ani dan Siska dibawa.
---------- Ketika sampai di belakang rumah makan orang kaya, ternyata salah satu teman
Nita sedang menunggu. Kemudian, Nita langsung menyiram kepala Siska dari
belakang dengan menggunakan air comberan. Lalu, ada pula yang menarik rambut
Siska dari belakang badannya. Siska terjatuh dari motor dan sempat akan berdiri.
Namun, Siska kembali mendapatkan hantaman di belakang kepalanya
menggunakan batu berulang kali, salah satu teman Nita kembali memukul wajah
dan kepala Siska berkali-kali. Nita kembali melancarkan serangan sambil menginjak
perut Siska dan membenturkan kepala Siska di jalanan berbatu. Ani yang di pegang
kuat tangannya oleh rekan Nita sempat melarikan diri menuju jalan dekat taman
kota dengan sepeda motor untuk meminta pertolongan. Akan tetapi, teman Nita
mengejar dan mencegat Ani lalu memukul bagian wajah ani dengan tangan dikepal.
Dengan terpaksa Ani berhenti dan pada saat itu ia langsung ditampar lagi oleh
temannya Nita sehingga Ani mengeluarkan darah dari mulutnya, rekan Nita
mengancamnnya agar tidak melakukan apa-apa hingga akhirnya Siska meninggal
di tempat kejadian.
- Ditemukan adanya luka robek pada kepala bagian kanan dengan panjang
tiga koma lima sentimeter (3,5 cm), lebar dua sentimeter (2cm)
2. Dahi
- Dijumpai luka robek pada alis mata sebelah kanan, berjarak tiga
centimeter (3cm) dari garis tengah tubuh. Panjang satu sentimeter (1cm),
lebar nol koma tiga sentimeter (0,3cm)
3. Pipi
4. Mulut
- Mulut dalam keadaan terbuka, dan dijumpai adanya luka robek di bagian
samping bibir kanan dengan panjang tiga sentimeter (3cm), lebar satu
koma lima sentimeter (1,5cm)
5. Dada
- Dijumpai adanya luka lebam berwarna ungu kemerahan dengan diameter
tujuh sentimeter (7 cm)
6. Perut
- Dijumpai adanya memar keunguan
7. Punggung
- Dijumpai adanya memar berwarna biru kehijauan
8. Anggota Gerak Atas
Dijumpai kedua ujung jari tangan tampak pucat dan suhu dingin
tangan kanan : Dijumpai luka lecet pada keempat jari tangan kanan
dengan panjang satu sentimeter (1cm), lebar nol koma lima
sentimeter (0,5cm)
tangan kiri : Dijumpai luka lecet pada punggung tangan dengan
panjang satu sentimeter (1cm), lebar satu sentimeter (1cm)
9. Anggota Gerak Bawah
Dijumpai kedua ujung jari kaki tampak pucat dan suhu dingin
Kaki kanan:Dijumpai luka goresan pada tempurung lutut
13 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
10. Pemeriksaan dalam
11. Setelah kulit dada dibuka
Terdapat Hematoma (memar) dan retak tulang. Tinggi diafragma kanan pada
setinggi antara ruang rusuk 7 dari kiripada setinggi ruang antara rusuk 7.
Tulang dada bagian dalam tidak ada kelainan. Setelah tulang dada diangkat
bagian jantung tidak tertutup paru-paru bagian atas 3 jari bawah 3 jari paru-
paru kanan/kiri tidak ada perlekatan dengan dinding bagian dalam, mudah
dilepas
12. Jantung
Kantung jantung dibuka, di dalam kantung jantung terdapat cairan kelabu
13. Paru-paru kanan
Warna merah kehitaman, dipijat keluar cairan warna merah kehitaman
14. Kepala
Kulit kepala dibuka, tampah Hematoma (memar) pada seluruh permukaan
tempurung kepala bagian belakang dengan ukuran 9x7 cm, dasar tulang
kepala tidak ada kelainan
“Penyebab kematian korban dikarenakan luka memar dan adanya retak pada
tulang rusuk sebelah kiri yang menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat
trauma tumpul yang keras dan kuat, hal ini dipermudah karena mayat
perempuan bernama SISKA ANUGRAHWATI telah mengidap infeksi saluran
pernapasan dan gangguan jantung bawaan.”
14 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB III
FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN
15 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Kami Selaku Penasihat Hukum Terdakwa REBONITA SYARIF alias NITA
meyakini sepenuhnya bahwa Rekan Penuntut Umum tidak mengutip secara
keseluruhan keterangan Saksi, Keterangan Ahli, dan Keterangan Terdakwa yang
telah mereka sampaikan di persidangan ini beberapa waktu yang lalu, sehingga
tentunya menyebabkan ada suatu “mata rantai” yang hilang dalam upaya
menemukan “keadilan” yang seadil-adilnya bagi Terdakwa.
Kami tidak mengetahui apakah hal tersebut hanyalah kelalaian dari Penuntut
Umum yang dalam korps-nya selalu dituntut untuk bertindak secara cermat,jelas,
dan lengkap ataukah hal tersebut merupakan suatu “kesengajaan” yang
dimaksudkan adalah “Terdakwa memang terbukti bersalah”. Kami pun apabila
membaca uraian fakta-fakta keterangan saksi, ahli, Terdakwa, dan alat-alat bukti
yang lainnya dalam surat tuntutan pidana juga dapat menyimpulkan bahwa
“Terdakwa terbukti bersalah” tersebut hanyalah apabila kita melihat perkara ini
dengan “sebelah mata”.
Untuk itulah kami menyajikan “sebelah mata” yang lain, yaitu adalah uraian
fakta-fakta persidangan yang kami paparkan, sehingga kami semua dapat melihat
dengan jelas “apa yang sebenarnya terjadi” terhadap fakta-fakta persidangan yang
akan kami kutip, kami berani “angkat sumpah” bahwa itulah fakta sebenarnya yang
terungkap di persidangan, karena fakta tersebut adalah hasil pencatatan kami
selaku penasihat Hukum Terdakwa dan terhadap fakta-fakta yang kami catat
tersebut kami cocokan satu sama lain sehingga sangat kecil kemungkinan ada
“kelalaian” dari kami. Berikut uraian fakta-fakta tersebut:
A. KETERANGAN SAKSI
Berikut ini adalah keterangan yang terungkap didalam persidangan :
Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara Islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut :
Bahwa benar saksi diperiksa dalam keadaan sehat.
Bahwa benar saksi bersedia memberikan keterangan di persidangan.
Bahwa benar saksi akan memberikan keterangan dengan sejujur-jujurnya.
Bahwa benar saksi mengatakan bahwa bukan hanya terdakwa yang berada
ditempat kejadian, tetapi ada juga Eno Jedar
16 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Bahwa benar saksi mengatakan bahwa Eno Jedar teman dari terdakwa telah
datang lebih awal dan menunggu korban .
Bahwa benar saksi mengatakan, Eno Jedar melakukan pengancaman
terhadap saksi untuk tidak melakukan apa-apa dan tidak
memberitahukannya kepada orang lain.
Bahwa benar saksi mengatakan Eno Jedar ikut melakukan penganiayaan
berupa pemukulan, kepada korban dan saksi.
Bahwa benar saksi mengatakan adanya penyakit akut yang diderita oleh
korban sebelumnya.
Bahwa benar saksi mengatakan tidak benar terdakwa dan saksi memiliki
niat sampai menghilangkan nyawa dari korban.
17 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Bahwa benar saksi sebelumnya telah memiliki catatan criminal dari saat
dibangku sekolah menengah atas, seperti terlibat tawuran serta
perkelahian disekolah
1. Saksi I – Windiarti
Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut:
18 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Bahwa pada pokoknya telah diambil sumpahnya secara Islam dibawah sumpah
menerangkan sebagai berikut:
Bahwa benar saksi bersedia memberikan keterangan di persidangan.
Bahwa benar saksi sedang berada tidak jauh dari tempat kejadian.
Bahwa benar saksi sebelum kejadian melihat seorang perempuan yang
diduga Eno Jedar sedang menunggu dilokasi kejadian.
Bahwa benar saksi mengatakan Eno Jedar datang ke rumahnya untuk
meminjam ember
Bahwa benar saksi mengatakan melihat Eno Jedar sedang mengambil
comberan didekat rumah
Bahwa benar saksi mengatakan sedang mencari batu-batu besar dan
diletakkan disekitar tempat kejadian
Bahwa benar saksi mengatakan bertanya kepada Eno Jedar sedang apa
tetapi Eno Jedar hanya mengatakan tidak melakukan apa-apa hanya sedang
membuat eksperimen tugas kuliah
Bahwa benar saksi mengatakan tidak melihat saat kejadian tersebut.
B. KETERANGAN AHLI
Dr. Friska Ratnasari, S.H., M.H, lahir di makassar, 19 Mei 1969, perempuan,
berusia 49 tahun, Agama Islam, pekerjaan sebagai Dosen, pendidikan strata 3
dan beralamat Jln. R. Soeprapto No. 16, Kota Kendari.
Bahwa pada pokoknya diambil sumpahnya menurut Agama Islam dan telah
memberikan keterangan sebagai berikut :
19 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
mengambil contoh pada Putusan Pengadilan Nomor 80/Pid.B/2012/ [Link].
Saat itu penuntut umum mendakwakan dua perbuatan terhadap terdakwa
yaitu pembunuhan dan penganiayaan berakibat kematian, saat itu diketahui
bahwa terdakwa memegang parang dengan tangan kanan dan dengan
sekuat tenaga mengayunkannya ke leher korban sehingga meninggal dunia
apalagi memang terbukti ada niat untuk membunuh korban maka yang
seperti itu sudah jelas dijerat dengan pasal 338 KUHP, Adapun dalam kasus
ini harus diketahui apakah kematian korban merupakan tujuan dari pelaku
atau tidak.
Bahwa Ahli mengatakan Perbedaan mendasar dari “turut melakukan” tindak
pidana dengan “membantu melakukan” tindak pidana adalah dalam “turut
melakukan” ada kerja sama yang disadari antara para pelaku dan mereka
bersama-sama melaksanakan kehendak tersebut, para pelaku memiliki
tujuan dalam melakukan tindak pidana tersebut. Sedangkan dalam
“membantu melakukan”, kehendak dari orang yang membantu melakukan
hanyalahuntuk membantu pelaku utama mencapai tujuannya, tanpa memiliki
tujuan sendiri.
Bahwa Ahli mengatakan Dalam hukum pidana tentu kita sudah mengetahui
bahwa ada dua alasan dihapuskannya pidana yaitu alasan pembenar dan
alasan pemaaf. Adapun dengan tindakan penganiayaan yang diperbolehkan
maka ini berkaitan dengan alasan pembenar seseorang melakukan tindak
pidana.
C. PETUNJUK
Di dalam Pasal 188 ayat (1) KUHAP, diatur tentang alat bukti petunjuk.
Pertunjuk adalah perbuatan, kejadian, atau keadaan yang karena
penyelesaiannya, baik antara yang satu dengan yang lainnya, maupun dengan
Tindak Pidana dan siapa pelakunya. Menurut Andi Hamzah, alat-alat bukti
petunjuk dapat diperoleh dari beberapa hal, antara lain:
1. Surat-surat yang menguatkan tuduhan maupun yang meringankan Terdakwa.
Surat-surat dalam hal ini adalah segala bentuk tulisan yang berhubungan
dengan kasus tersebut.
2. Keterangan dari Saksi Ahli yang berkompeten terhadap bidang yang
berhubungan dengan kasus tersebut.
3. Alat-alat lain yang digunakan dalam membantu penyidik dalam
pengungkapan suatu kasus.
20 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Yahya Harahap menyatakan bahwa alat bukti petunjuk adalah isyarat yang
dapat ditarik dari suatu perbuatan, kejadian, atau keadaan dimana isyarat itu
mempunyai persesuaian atau mewujudkan suatu petunjuk yang membentuk
kenyataan terjadinya tindak pidana dan terdakwalah pelakunya. Syarat-syarat
alat bukti petunjuk adalah :
D. KETERANGAN TERDAKWA
21 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Bahwa benar terdakwa mengetahui bahwa Tindak Pidana Penganiayaan
melanggar ketentuan Undang-Undang dan dapat di jatuhi hukuman
Bahwa benar terdakwa menerangkan saat ditangkap sedang berda di
kediaman nya di Jl. Jeruk Peras Nomor 28 Poasia, Kendari
Bahwa benar terdakwa mengenal korban
Bahwa benar terdakwa telah mengenal korban sekitar 4 tahun
Bahwa benar terdakwa melakukan penyerangan kepada korban karena
korban tidak membayar utangnya dan korban memiliki hubungan kepada
kekasih terdakwa
Bahwa benar terdakwa sebelumnya hanya ingin bertemu kepada korban dan
menyelesaikan masalah tersebut dengan memberi peringatan, tetapi berubah
setelah terdakwa menceritakan masalhnya kepada Eno jedar
Bahwa benar bahwa rencana untuk melakukan penyerangan berasal dari
Eno Jedar bukan dari diri terdakwa sendiri, dan Eno Jedar menghasut
terdakwa untuk melakukan rencana tersebut
Bahwa benar terdakwa melakukan penyerangan beserta Eno Jedar
Bahwa benar yang merencanakan segalanya untuk penyerangan adalah dari
Eno Jedar
Bahwa benar terdakwa telah menyesali perbuatannya karena telah termakan
emosi dan perkataan Eno Jedar terhadapnya
Bahwa benar terdakwa tidak mengetahui adanya penyakit yang diderita
korban dan sebelumnya terdakwa tidak memiliki niat sampai untuk
membunuh korban
E. Surat-Surat
22 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
2 T-2 - keterangan visum dari Menjelaskan bahwa telah
Rumah Sakit terjadi penyeragan,
Bhayangkara Kendari penganiayaan terhadap
Nomor V.e.R. Nomor : korban hingga
314/VRH/X/2019 menyebabkan kematian
tanggal 16 April 2019
atas nama Mulyani Ani
yang dibuat dan di
tandatangani oleh dr.
Musyawarah, Sp.F.
BAB IV
ANALISIS FAKTA
“Judec Hebere Debet Duos Sales, Salem Sapientiae Ne Sit Insipidus, Et Salem
Conscieentiae, Ne Sit Diabolus”
23 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
“Seorang Hakim Harus Mempunyai Dua Hal: Suatu Kebijakan, Kecuali Dia Adalah
Orang Bodoh, Dan Hati Nurani, Kecuali Dia Mempunyai Sifat Yang Kejam”
Analisis fakta yang kami maksudkan dalam bagian ini, adalah fakta-fakta hukum
yang diperoleh dipersidangan dan setelah dianalisis atau diolah berdasarkan ketentuan
KUHAP, yang didasrkan pada keterangan para saksi, pendapat para ahli, bukti surat,
barang bukti, dan keterangan Terdakwa. Seperti kita ketahui bersama, ada dua cara
untuk menyimpulkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan yaitu:
Pertama:
Fakta-fakta yang dapat langsung disimpulkan dari seluruh keterangan para saksi
dan dari alat bukti lainnya yang sah yaitu alat bukti berupa surat-surat dan barang bukti
lainnya. Melalui analisis dan pengolahan fakta-fakta itu terlebih dahulu, sehingga
ditemukan fakta hukum yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi, pendapat ahli,
keterangan Terdakwa, dan alat bukti lainnya yang saling mendukung satu sama lain,
sehingga merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi.
Kedua:
Keterangan saksi adalah salah satu bukti dalam perkara pidanan berupa keterangan
dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia lihat sendiri, ia dengar sendiri, ia
alami sendiri dengan menyebutkan alasan dari pengetahuannya itu.
24 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Pasal 185 ayat (1) dan (2) KUHAP menyatakan:
(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di depan
persidangan.
(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa Terdakwa
bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.
Dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, Hakim harus dengan sungguh-
sungguh memperhatikan:
d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya
mempengaruhi dapat tidaknya keterangan itu dipercaya.
— Bahwa Terdakwa memiliki masalah kepada korban karena adanya hutang korban
kepada terdakwa ditambah korban memiliki hubungan dengan mantan kekasih
dari terdakwa bernama asbar.
25 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
— Bahwa Terdakwa tidak pernah menyuruh Eno Jedar untuk melakukan segala
persiapannya, semua berasal dari Eno Jedar sendiri ini diungkapkan oleh saksi
Hotman yang menyatakan bahwa Eno Jedar sibuk mempersipakan sesuatu
didekat rumahnya dengan mengambil batu, ember dan sebagainya yang dimana
tempat tersebut adalah lokasi untuk melakukan penganiayaan kepada korban.
— Bahwa benar perbuatan terdakwa tidak dapat terjadi tanpa adanya pihak lain
dibalik semuanya yaitu Eno Jedar yang merencanakan semuanya dan ikut serta
dalam penyerangan tersebut.
— Bahwa terdakwa menyesali perbuatannya sampai terlibat dalam kasus ini dan
termakan oleh kata-kata Eno Jedar sampai bisa melakukan hal tersebut.
BAB V
ANALISIS HUKUM
26 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Majelis Hakim Yang Kami Muliakan,
(1) Pada dasarnya saksi mahkota adalah berstatus Terdakwa Seorang Terdakwa
memiliki hak absolut untuk diam ataupun hak absolut untuk memberikan
jawaban yang bersifat ingkar atau berbohong. Hal ini merupakan konsekuensi
yang melekat sebagai akibat dari tidak diwajibkannya Terdakwa untuk
mengucapkan sumpah saat akan memberikan keterangan. Selain itu,
berdasarkan ketentuan Pasal 66 KUHAP dijelaskan bahwa Terdakwa tidak
memiliki beban pembuktian untuk membuktikan kesalahan Terdakwa yang
terletak pada pihak Penuntut Umum. Oleh karena ENO JEDAR merupakan
Terdakwa meskipun dalam kasus lain yang berkaitan, maka Ia memiliki hak
untuk ingkar yang memungkinkannya memberi keterangan yang palsu atau
salah dalam persidangan. Dengan adanya kemungkinan ini, ENO JEDAR
memberikan keterangan yang menguntungkan dirinya sendiri dalam kasus
lain, maka keterangan ENO JEDAR untuk kasus ini tidak bisa dipertanggung
jawabkan.
27 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
(2) Dikarenakan Terdakwa tidak dapat dikenakan kewajiban untuk memberikan
keterangannya di hadapan persidangan. Dalam hal terdakwa diajukan sebagai
saksi mahkota, tentunya Terdakwa tidak dapat memberikan keterangan
secara bebas karena terkait dengan kewajiban untuk bersumpah.
Konsekuensi dari adanya pelanggaran atas saksi, maka Terdakwa akan
dikenakan atau diancam dengan dakwaan lain berupa Tindak Pidana
Keterangan Palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 242 KUHAP. Adanya
keterkaitan dengan sumpah tersebut maka tentunya akan menimbulkan
tekanan psikologis bagi Terdakwa yang selanjutnya disebut sebagai Saksi
Mahkota karena Ia tidak dapat lagi menggunakan hak ingkarnya untuk
berbohong. Oleh karena itu, pada hakikatnya kesaksian yang diberikan oleh
Saksi Mahkota tersebut disamakan dengan pengakuan yang didapat dengan
menggunakan kekerasan psikis.
(3) Saksi Mahkota tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan
diri sebagai saksi. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ketentuan
Pasal 168 KUHAP, yakni :“Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini,
maka tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri
sebagai saksi” :
a. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah
sampai derajat ketiga dari Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai
Terdakwa.
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam ketentuan Pasal 168 KUHAP,
yakni : “Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini, maka tidak dapat
didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi” :
a. Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah
sampai derajat ketiga dari Terdakwa atau yang bersama-sama sebagai
Terdakwa.
Ayat 7 : Tidak seorang pun dapat diadili atau dihukum kembali untuk tindak
pidana yang pernah dilakukan, untuk mana ia telah dihukum atau
dibebaskan,sesuai dengan hukum dan hukum acara pidana di masing- masing
negara.
(6) Pada dasarnya ketentuan Pasal 14 ayat (3) huruf (d), (f), dan (g) ICCPR
Tahun 1966 tersebut bertujuan :
Huruf (d) : untuk diadili dengan kehadirannya, dan untuk membela diri secara
langsung atau melalui pembela yang dipilihnya sendiri, untuk diberitahukan
tentang hak ini bila ia tidak mempunyai pembela; dan untuk mendapatkan
bantuan hukum demi kepentingan keadilan, dan tanpa membayar jika ia tidak
mempunyai dana yang cukup untuk membayarnya;
Selain itu, diamnya Terdakwa tidak dapat digunakan sebagai alat bukti untuk
menyatakan kesalahannya. Oleh karena itu, penggunaan Saksi Mahkota sebagai
alat bukti dalam perkara pidana perlu ditinjau kembali karena bertentangan dan
melanggar kaidah Hak Asasi Manusia. Sebagaimana diatur dalam KUHAP
sebagai instrumen hukum nasional maupun ICCPR (International Criminal on Civil
and Political Rights) tahun 1996 tentang instrumen Hak Asasi Manusia dalam
cakupan Internasional yang merupakan sumber acuan terhadap implementasi
prinsip-prinsip peradilan yang adil (fair trial). Sehingga untuk dapat mendukung hal
tersebut, maka perlu dicari suatu solusi untuk menggantikan penggunaan alat
bukti Saksi Mahkota untuk mewujudkan keadilan publik.
BAB VI
ANALISIS YURIDIS
“Sekalipun esok langit akan runtuh, meski dunia akan musnah atau walaupun harus
mengorbankan kebaikan, dan keadilan harus tetap ditegakkan.”
30 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Serta Pengunjung Sidang sekalian,
Berangkat dari logika berpikir rekan Penuntut Umum dalam menyusun Surat
Tuntutan dan Surat Dakwaannya yang hanya didasarkan pada pertautan fakta-fakta
yang kabur dan tidak relevan, kami menyaksikan akan tercapainya kebenaran materiil
dalam persidangan yang ada ini. Maka selanjutnya, perkenankanlah kami selaku
Penasihat Hukum Terdakwa untuk menyampaikan kebenaran hakiki dalam persidangan
ini, yaitu melalui pembahasan dari segi yuridis atas Dakwaan Penuntut Umum yang
disusun dalam bentuk Alternatif, dimana Penuntut Umum mempertimbangkan dakwaan
yang terbukti sebagaimana dakwaan kesatu melanggar Pasal 353 Ayat (3) Kitab
Undang – Undang Hukum Pidana
Pasal 353 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Dengan Unsur-
Unsur Pidana sebagai berikut :
1. Barang Siapa
2. Melakukan penganiayaan
3. Dengan rencana terlebih dahulu;
4. Mengakibatkan Kematian
Penjelasan Unsur :
32 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Dalam hal ini terdakwa tidak termasuk dalam kualifikasi unsure “Setiap Orang”
sebagaimana yang dikualifikasikan dalam rumusan tindak pidana yang
memenuhi unsure barang siapa. Unsure ini merupakan pentu siapa yang
sebenarnya menjadi subyek hukum didalam kasus ini. Berdasarkan fakta-fakta
persidangan yang terungkap bahwa terdakwa bukanlah orang yang tepat
untuk dimintai pertanggungjawaban pidana atas dakwaan penuntut umum,
akan tetapi orang yang paling tepat dimintai pertanggungjawaban adalah ENO
JEDAR, dimana ENO JEDAR telah merencanakan dan melakukan
penganiayaan, dimana terdakwa hanya mengikut apa yang dikatakan oleh
ENO JEDAR. Sehingga apa yang telah dilakukan oleh terdakwa atas
pengaruh dan paksaan dari ENO JEDAR. Dengan demikian, unsur “setiap
orang” dalam hal ini tidak terpenuhi secara sah dan meyakinkan.
2. Melakukan Penganiayaan
Di dalam KUHP yang disebut dengan tindak pidana terhadap tubuh disebut
dengan penganiayaan, mengenai arti dan makna kata penganiayaan tersebut
banyak perbedaan diantara para ahli hukum dalam memahaminya.
Penganiayaan diartikan sebagai “perbuatan yang dilakukan dengan sengaja
untuk menimbulkan rasa sakit atas luka pada tubuh orang lain”.
Penganiayaan adalah suatu tindakan yang melawan hukum, memang
semuanya perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang
berakibat kepada dirinya sendiri. Mengenai penganiayaan ini meru-pakan suatu
tindakan hukum yang bersumber dari sebuah kesengajaan. Kesengajaan ini
berarti bahwa akibat suatu perbuatan dikehendaki dan ini ternyata apabila akibat
itu sungguh-sungguh dimaksud oleh perbuatan yang dilakukan itu yang
menyebabkan seseorang rasa sakit, luka, sehingga menimbulkan kematian.
33 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
berencana, karena itu dalam praktik sebagai syarat ketiga yang dianggap
penting diantara 3 syarat di atas adalah syarat dalam hal untuk membuktikan
adanya rencana terlebih dahulu dalam melakukan penganiayaan, dan bukan
membuktikan adanya rencana (Adami Chazawi, 2001 : 54).
Unsur direncanakan terlebih dahulu didalam Perumusan delik merupakan
unsur yang memberatkan ancaman hukuman. Unsur ini bukanlah unsur yang
menentukan ada tidaknya perbuatan pidana tetapi hanya merupakan suatu
unsur tambahan dalam arti tidak terbuktinya unsur tersebut tidaklah berarti
perbuatan pidana itu tidak pernah dilakukan.
Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dalam persidangan bahwa diketahui
Eno Jedar selaku teman dari terdakwa yang mengusulkan rencana untuk
melakukan penyerangan kepada korban dan Eno Jedar sendiri menyiapkan
segalanya hal ini terbukti dari keterangan saksi dari Penasihat Hukum yang
mengtakan bahwa Eno Jedar menyiapkan sesuatu dan mengumpulkan alat-alat
yang ternyata digunakan untuk melakukan penyerangan.
Dengan demikian, unsur “Dengan Rencana Terlebih Dahulu” dalam hal
ini tidak terpenuhi secara sah dan meyakinkan.
4. Mengakibatkan Kematian
Penganiyaan yang mengakibatkan kematian merupakan suatu tindak
kejahatan terhadap tubuh atau jiwa orang yang mana dalam merumuskan suatu
tindakan penganiyaan yang mengakibatkan kematian itu harus dilihat tentang
matinya seseorang itu tidak dimaksud, artinya pelaku tidak menghendaki bahwa
penganiyaan yang dilakukannya itu mengakibatkan kematian. Kematian
bukanlah yang menjadi tujuan atau dikendaki dari suatu penganiyaan, yang
diinginkan hanya luka beratnya saja oleh sebab itu kematian ini bukanlah
sebagai unsur/ syarat untuk terjadinya penganiyaan berat, hal ini sama dengan
penganiayaan biasa dan penganiyaan berencana yang menimbulkan kematian.
Apa yang telah diuraikan terkait unsure pasal ini memang benar bahwa
terdakwa tidak menghendaki bahwa melakukan penganiayaan hingga
menyebabkan kematian namun perlu diketahui bersama bahwa berdasarkan alat
bukti surat hasil pemeriksaan dan eterangan dokter forensic yang menjelaskan
bahwa korban telah memiliki riwayat penyakit jantung dan asma sehingga tidak
menutupkemungkinan penyebab kematian korban lebih besar penyebabnya dari
penyakit yang dialaminya dibandingkan dengan penganiayaan yang dilakukan.
Dengan demikian, unsur “mengakibatkan kematian” dalam hal ini tidak
terpenuhi secara sah dan meyakinkan.
34 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
BAB VII
Sebuah pernyataan yang kurang lebihnya mempunyai arti “Kita semua adalah
hukum sehingga kita dapat menjadi bebas. Perlu kami utarakan disini, bahwa tugas
utama dari suatu peradilan ialah untuk mencari dan menemukan [Link]
pengadilan tidak semata-mata untuk menjatuhkan hukuman tapi hanya untuk
menghukum apabila pengadilan mendapat keyakinan berdasarkan bukti-bukti yang
sah bahwa Terdakwa telah bersalah dan sebaliknya membebaskan Terdakwa
bilamana bukti-bukti yang diajukan tidak memenuhi syarat Undang-Undang dan
tidak meyakinkan pengadilan. Sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 185 ayat
(1) bahwa; keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di
sidang pengadilan.
35 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
Pasal 185 ayat (6) dalam menilai kebenaran keterangan seorang saksi, hakim
harus dengan sungguh-sungguh memperhatikan:
c. Alasan yang mungkin dipergunakan oleh saksi untuk memberi keterangan yang
tertentu;
d. Cara hidup dan kesusilaan saksi serta segala sesuatu yang pada umumnya
dapat mempengaruhi dapat atau tidaknya keterangan itu dipercaya.
Hormat Kami,
36 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA
AINUL NUR FADILAH, S.H., LL.M ANDIRA AL DAMARY, S.H., M.H
37 | P e m b e l a a n ( P L E D O I )
Te r d a k w a R E B O N I TA S YA R I F a l i a s N I TA