0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan26 halaman

Perencanaan Rasio Gear Sepeda Single Speed

Dokumen ini membahas tentang transmisi rantai sepedah. Dokumen ini menjelaskan komponen utama transmisi rantai sepedah yaitu sproket dan rantai. Dokumen ini juga memberikan rumus-rumus untuk menentukan ukuran sproket dan rantai serta panjang rantai.

Diunggah oleh

Rizky Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan26 halaman

Perencanaan Rasio Gear Sepeda Single Speed

Dokumen ini membahas tentang transmisi rantai sepedah. Dokumen ini menjelaskan komponen utama transmisi rantai sepedah yaitu sproket dan rantai. Dokumen ini juga memberikan rumus-rumus untuk menentukan ukuran sproket dan rantai serta panjang rantai.

Diunggah oleh

Rizky Eko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Perencanaan II

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dengan semakin pesatnya perkembangan dalam segala bentuk industri yang
mempergunakan dan menghasilkan mesin di Indonesia, maka semakin banyak dibutuhkan
tenaga terampil yang mampu mengatasi berbagai masalah perbaikan dan perencaan mesin.
Namun justru dalam keadaan yang demikian itu akhir - akhir ini dirasakan adanya kelemahan-
kelemahan pengetahuan dalam bidang perencanaan mesin oleh para teknisi atau Sarjana yang
berkecimpung dalam bidang permesinan.
Bertolak dari pemikiran diatas, maka Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dalam rangka membekali para sarjana dalam bidang
perencanaan permesinan serta merupakan syarat untuk menempuh jenjang Pendidikan S1,
maka Mahasiswa diwajibkan untuk mengambil Tugas Perencanaan II.
Dalam Tugas Perencanaan II ini Mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan tentang
perencanaan elemen - elemen mesin, sehingga nantinya para Sarjana tidak hanya pandai dalam
kuliah dan dapat menerapkan ilmu yang telah didapatnya dibangku kuliah.

1.2 Perumusan Masalah


Yang menjadi permasalahan dalam perencanaan transmisi rantai sepedah, berapakah
ukuran-ukuran atau dimensi yang dipakai dari komponen utama transmisi rantai sepedah?
Dalam hal ini yang dimaksud dengan komponen utama transmisi rantai sepedah adalah Sproket
dan rantai

1.3 Batasan Masalah


Yang dimaksud dengan komponen utama transmisi rantai sepedah adalah elemen-
elemen yang bekerja pada sepedah tersebut yaitu Sproket dan rantai sehingga penulis hanya
menghitung dan merencanakan komponen tersebut dan tidak membahas yang lain.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 1
Tugas Perencanaan II

1.4 Tujuan dan Manfaat


1.4.2 Tujuan
Tujuan dari penulis adalah untuk mendapatkan ukuran atau dimensi dari komponen utama
pada transmisi rantai sepedah tersebut dan jenis material apa yang sesuai dengan jenis beban
yang diterima oleh elemen transmisi sepedah, sehingga dengan perencanaan ini transmisi rantai
sepedah yang sekiranya terencana akan sesuai dan mampu untuk mentransmisikan daya dan
putaran yang diberikan olah mesin.

1.4.2 Manfaat
Dengan merencanakan transmisi rantai sepedah ini, banyak manfaat yang dapat diperoleh.
Diantaranya adalah memperbanyak pengetahuan kita tentang komponen-komponen, ukuran
dan bahan yang terdapat pada gearset sepedah. Hal ini berguna sebagai acuan terciptanya suatu
transmisi rantai sepedah sepedah yang lebih baik.

1.5 Sistematika Penulisan


Agar dalam penulisan laporan ini lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca, maka
penulis menyusun laporan dalam bentuk seperti dibawah ini:

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Berisi :
- Latar Belakang
- Perumusan masalah
- Batasan Perumusan Masalah
- Tujuan Dan Manfaat
- Sistematika Penulisan

BAB II DASAR TEORI


Berisi :
- Komponen sepedah
- Sproket

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 2
Tugas Perencanaan II

- rantai

BAB III PERENCANAAN DAN ANALISA


Berisi :
- Perencanaan transmisi rantai sepedah

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


Berisi :
- Kesimpulan
- Saran

DAFTAR PUSTAKA

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 3
Tugas Perencanaan II

BAB II
DASAR TEORI

2.1 Transmisi Rantai- Sproket


Rantai merupakan suatu elemn daya yang dibuat dari rangkaian mata rantai (link) dan
pin. Ketika meneruskan daya diantara poros-poros berputar, rantai “menarik” suatu roda
bergerigi yang disebut sproket .

Gambar 2.1 Skematik Sistem Transmisi Rantai-Sproket

Dari sekian banyak jenis rantai, yang paling umum dipakai adalah “roller chain” dimana
rol-rol pada tiap pin menghasilkan gesekan yang kecil antara rantai dan sprocket.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 4
Tugas Perencanaan II

2.2 Menentukan Ukuran Sproket

Gambar 2.2 Diameter Pitch Sproket

Yang dimaksuk dengan ukuran sprocket yaitu diameter pitch-nya. Diameter Pitch itu
sendiri dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut,
Diameter lingkaran jarak bagi dp dan Dp (mm), diameter luar dk dan Dk (mm) untuk
kedua sproket dapat dihitung dengan rumus berikut :
Diameter lingkaran jarak bagi sproket kecil [6],
p
dp  mm
180 0
sin
z1
Dan diameter lingkaran jarak bagi sproket besar Dp [6],
p
Dp  mm
180 0
sin
z2
Diameter luar sproket kecil [6],

  180 0 
=    p

dk 0,6 cot mm
  z
  1 

Dan untuk diameter luar sproket besar [6],

  180 0 
=    p
Dk

0,6 cot z 

mm
  2 

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 5
Tugas Perencanaan II

Jika jarak bagi rantai telah diketahui dan jumlah gigi sproket diketahui, maka diameter
naf maksimum dapat dihitung [6].
 180 
dB maks = cot  1  0,76 mm
 z1 
untuk diameter naf maksimum sproket besar [6],
 180 
DB maks = cot 1  0,76 mm
 z2 
Diameter bos atau naf dB dan DB (mm), adalah penting untuk lubang poros, maka dapat
dikecilkan dengan persamaan dibawah ini [6] :
5
 ds 1  10  d B maks mm
3
atau
5
 ds 1  10  DB maks mm
3

Untuk contoh diatas, berapakah diameter pitch masing- masing sprocket?


Diketahui bahwa:
Sproket nomor 40 memiliki pitch 0,5 inch dan jumlah gigi 24
Sproket nomor 60 memiliki pitch 0,75 inch dan jumlah gigi 10

2.3 Menentukan Panjang Rantai


Panjang rantai merupakan jarak keliling rantai yang dihitung dengan persamaan:
𝑍2 + 𝑍1 (𝑍2 + 𝑍1 )2
𝐿 = 2𝐶 + + =⋯
2 4𝜋 2 . 𝐶

Gambar 2.3 Panjang Rantai = Keliling Rantai

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 6
Tugas Perencanaan II

Jika panjang rantai dinyatakan dalam satuan pitch maka angka-nya harus bulat tidak
mungkin dalam bentukj pecahan. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari perhitungan di atas
harus dibulatkan

Menentukan Jarak Antar Pusat Sproket


Karena panjang sabuk berubah (salah satunya karena factor pembulatan dari perhitungan) maka
jarak antar pusat sprocket juga berubah. Panjang sprocket standar menghasilkan jarak antar
pusat sprocket sebenarnya, yang dapat dihitung dengan persamaan berikut:
RUMUSSSSS
GAMBAR
Perancangan elemen sprocket dan rantai yang diperlihatkan di atas berlaku untuk satu untaian
rantai (single strand). Bagaimana jika dalam pemakaiannya jumlah untaian lebih dari satu?
Apakah dalam perancangan memungkinkan mendapatkan itu? Semakin banyak untaian rantai
maka kapasitas rantai itu semakin besar atau dengan kata lain daya yang ditransmisikan lebih
besar.
LANJTTTAANNN

1. Jika dimisalkan putaran sprocket kecil dan sprocket besar telah diketahui maka ukuran
sprocket besar dihitung dengan perbandingan jumlah gigi sprocket.
𝑛1 𝑧2
𝑖= =
𝑛2 𝑧1
Dalam praktek, perbandingan putaran sprocket akan terlihat berbeda dengan perbandingan
jumlah gigi sprocket. Contoh berikut ini menunjukkannya.
Misalkan
 Putaran Sproket kecil = 700 Rpm
 Putaraan sprocket besar = 375 Rpm
 Jumlah gigi sprocket kecil = 11
 Jumlah gigi sprocket besar =…….?

Rasio Kecepatan:
𝑛1 700𝑟𝑝𝑚
𝑖= = = 1.87
𝑛2 375𝑟𝑚𝑝

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 7
Tugas Perencanaan II

Jumlah gigi sproket besar:


𝑧2
𝑖 = 1.87 =
𝑧1
𝑧2 = 1.87 𝑥 𝑧1 = 1.87 𝑥 11 = 20.53 𝑔𝑖𝑔𝑖
Karena jumlah gigi tidak mu ngkin dinyatakan dalam pecahan decimal maka harus dibulatkan
menjadi 21 atau 20 gigi. Jika dipilih 21 gigi maka rasio kecepatan yang baru adalah:
𝑧2 21
𝑖= = = 1.9
𝑧1 11
Terlihat ada perbedaan rasio kecepatan (i) yang dihitung berdasarkan perbandingan putaran
dan perbandingan jumlah gigi sprocket. Rasio kecepatan yang lebih akurat ditunjukkan oleh
perbandingan jumlah gigi sprocket. Oleh karenanya dalam menghitung rasio kecepatan,
perbandingan jumlah gigi ini lebih disarankan.

2. Jika misalkan putaran sprocket kecil dan rasio kecepatan lebih diketahui
Misalkan
 Putaran Sproket kecil = 700 Rpm
 Jumlah gigi sprocket kecil = 11
 Rasio kecepatan =2,5
 Jumlah gigi sprocket besar =…….?
Jumlah gigi sprocket besar:
𝑧2 = 𝑖 𝑥 𝑧1 = 2.5 𝑥 11 𝑔𝑖𝑔𝑖 = 27.5 𝑔𝑖𝑔𝑖
Dibulatkan menjadi 28 gigi. Ukuran (diameter) sprocket itu sendiri dihitung dengan
menggunakan persamaan 12-1 dan tergantung pada momor sprocket.

2.2 Sepedah
2.1.1 Gear
Gear digunakan untuk mentransfer tenaga menjadi gerak. Gear sepeda juga demikian,
gunanya untuk merubah tenaga dari kayuhan menjadi gaya dorong pada roda sepeda.
Bayangkan sepeda tanpa gear, sepeda harus kita dorong untuk melaju, dan tidak akan senyaman
sepeda dengan gear, seperti push bike anak kecil yang tidak memiliki gear. Gear pada sepeda

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 8
Tugas Perencanaan II

sering dikatakan sebagai speed. Sepeda fixed gear, singe gear, multi gear semua menggunakan
prinsip kerja gear yang sama. Lalu kenapa sepeda bisa memiliki banyak gear?

Gambar 2.1 Komponen sistem penggerak sepeda

Fungsi dari gear adalah untuk efisiensi dan kecepatan. Tiga hal yang berperan dalam
sistem gear adalah enegy, speed, dan force, atau tenaga, kecepatan, dan gaya dorong. Gear pada
sepeda memudahkan kita agar dapat mengatur kecepatan dan berat kayuhan yang nyaman
sesuai dengan medan yang kita hadapi. Hal ini yang tidak dipunyai sepeda single speed / fixed.
Gear dapat memberikan kecepatan, tetapi mengurangi gaya; gear menambah daya dorong,
tetapi mengurangi kecepatan.
Seperti mobil, low gear (dari gigi terendah, yaitu gigi 1) untuk mulai berjalan,
berakselerasi, atau menanjak. High gear untuk mendapatkan kecepatan maksimal. Jika low
gear dipaksakan untuk kecepatan tinggi, maka tingkat konsumsi bahan bakarnya akan tinggi
sekali. Sepeda juga demikian, jika low gear kita paksakan untuk kecepatan, maka akan
menguras tenaga kita. Itulah yang disebut dengan efisiensi gear, pemilihan gear yang tepat akan
mengurangi pemborosan tenaga.

A. Klasifikasi Gear Sepedah


Berdasarkan gear, sepeda bisa dikategorikan menjadi:
1. Single Speed: sepeda yang hanya memiliki satu ger ratio, atau satu chainring dan satu
sprocket. Sprocket di belakang memiliki freewheel, yang membuat sepeda roda bebas
bergerak dengan posisi pedal yang diam atau pedal diputar ke belakang (back pedal)
2. Fixed Gear / Fixie: mirip dengan single speed, tetapi sepeda ini tidak memiliki
freewheel, sehingga pedal dan roda selalu berputar bersama-sama, dan jika memutar
pedal ke belakang akan membuat sepeda melaju mundur.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 9
Tugas Perencanaan II

3. Multi Gear: sepeda yang memiliki banyak gear atau speed, kombinasi antara jumlah
chainring dan sprocket.
4. Hub Gear: sepeda yang memiliki gear system di dalam hub sepeda. Sistem mekanika
gerigi diatur dan disusun dalam hub belakang sepeda. Ada beberapa yang
dikombinasikan juga dengan chainring dan sprocket.

2.1.4 Gear ratio


Gear ratio adalah perbandingan kecepatan atau gigi antara dua atau lebih roda gerigi
(gear) yang berhubungan langsung atau terhubung melalui rantai.
Pada contoh gambar di atas, gear A memilki 20 gigi, gear B memilki 40 gigi. Gear ratio
nya adalah gigi B / gigi A = 40/20 = 2. Yang artinya setiap 1 putaran gear B, akan memutar
gear A sebanyak 2 kali. Gear Ratio sepeda dipakai untuk menganalisa efektifitas dan efisiensi
performa gearing, chainring dan sprocket sepeda. Dengan pengertian terhadap gear ratio kita
bisa mengerti shifting gear yang benar, pemilihan chainring dan sprocket yang cocok dengan
aktivitas bersepeda kita, dan hal lainnya yang berhubungan dengan performa gear sepeda.
Gear ratio sepeda menggunakan konsep yang sama, chainring (depan) memutar
sprocket (belakang) yang dihubungkan oleh rantai. Contoh penamaan gear ratio sepeda :
44/16T. Artinya kombinasi chainring dan sprocket dengan 44 gigi gear di depan, dan 16 gigi
gear di belakang, sedangkan satuan “T” dibelakang adalah kependekan dari Tooth
(gigi). Satuan 44/16T ini dapat juga dikatakan 2.75 (44 dibagi 16).

Gear Ratio = jumlah gigi depan / jumlah gigi belakang

Dari rumus tadi, bisa disimpulkan kalau semain banyak gigi di depan (semakin besar
chainring), akan membuat angka gear ratio semain besar. Dan semakin besar gigi di belakang
(sprocket semakin besar), akan membuat gear ratio semakin kecil.
Seperti contoh di atas untuk 44/16T = 2.75, ini adalah angka gear ratio untuk sepeda
fixie (umumnya fixie memakai 44/16T atau 46/16T). Sepeda fixie memiliki hanya 1 gear di
depan dan 1 gear di belakang, tidak ada pilihan gear ratio lainnya.
Sepeda umumnya memiliki pilihan 1-12 sprocket belakang, dan 1-3 chainring depan.
Contoh untuk sepeda dengan 10 sprocket, 3 chainring, kita menyebutnya memiliki 30 speed
(10 x 3), yang artinya juga memiliki 30 pilihan untuk gear ratio nya.
Pengaruh angka gear ratio ini pada aktivitas sepeda adalah:

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 10
Tugas Perencanaan II

 Low gear / gear ratio kecil: artinya memakai sprocket yang besar di belakang dan
chainring yang kecil di depan. Kita memakai gear ratio yang kecil untuk tanjakan, agar
kayuhan lebih ringan, tetapi akan membuat kecepatan tidak maksimal.
 High gear / gear ratio besar: artinya memakai sprocket yang kecil di belakang dan
chainring yang besar di depan. Kita memakai gear ratio yang besar untuk turunan atau jalan
rata, membuat kecepatan menjadi maksimal, tanpa terlalu banyak mengayuh.
Angka besar dan kecil tidak pasti, sangat tergantung dari kekuatan orang yang mengayuh.
Tetapi secara umum, batasan normal adalah angka yang dipakai sepeda fixie yaitu 2.75.
Lebih besar dari 2.75 adalah high ratio, dan lebih kecil dari 2.75 adalah low ratio.
Gear ratio tidaklah hanya sekedar angka, dan jumlah cog pada sepeda. Angka ini hanya
berguna bagi pesepeda yang ingin memaksimalkan performa dan meminimalkan
pemborosan energinya.
Ada 2 angka lain yang biasanya kita temui ketika berbicara gear ratio, yaitu development
dan gear inches.

2.4.1 Development
Development kadang disebut juga sebagai progression meter atau Roll-Out, adalah jarak
yang ditempuh untuk setiap putaran pedal dalam satuan meter. Untuk mendapatkan jarak
tempuh gear ratio dikalikan dengan keliling (panjang lingkaran) ban.
Development = keliling ban x gear
ratio

Gambar 2.6 Pengaruh gear ratio terhadap development sepeda

Dari gambar di atas dapat dilihat perbedaan jarak yang dihasilkan oleh 1 putaran
kayuhan sepeda yang berbeda, dipengaruhi oleh kombinasi ukuran chainring dan sprocket yang
berbeda. Semakin besar chainring yang dipakai akan menghasilkan jarak yang lebih jauh, dan
sebaliknya.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 11
Tugas Perencanaan II

2.4.2 Gear inches


Gear Inches dipakai sejak jaman dahulu ketika sepeda belum memiliki pilihan chainring
dan cog set, gearing sepeda hanya ditentukan oleh besarnya ban. Angka gear inches ini sekarang
dipakai untuk mengindikasikan tingkatan gear (very low – very high).
Gear Inches = diameter ban x gear ratio

2.5 Gear Ratio Calculator


Ada banyak sekali tersedia online tool untuk menghitung gear ratio dan hal yang
berkaitan dengannya. Bisa juga sampai menghitung kecepatan berdasarkan jumlah kayuhan
(cadence).
Untuk yang simple melihat low-high gear bisa dicoba
di [Link]

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 12
Tugas Perencanaan II

Gear Ratio Calculator


Input untuk tabel atas adalah : Chainring 22-32-44
Sprocket 11-12-14-16-18-20-22-25-28-32
Diameter ban = 622 mm
Untuk setiap kombinasi chainring dan sprocket akan diberikan gear inches, gear ratio,
dan progression meter (development). Dari warna yang ada kita bisa melihat tingkatan gear
ratio berdasarkan warna untuk konfigurasi sepeda di atas. Gear ratio dikategorikan dengan
perbedaan warna, dari hijau yang paling kecil sampai oranye yang paling besar.
Dari warna kita lihat bahwa pada setup chainring dan sprocket ini, banyak sekali gear ratio yang
kecil, sedikit yang sedang, dan hanya satu gear ratio yang besar. Bisa dikatakan kombinasi ini
tidaklah efektif, karena kombinasi chainring dan sprocket kebanyakan menghasilkan gear ratio
yang sama (duplicate / overlapping gear ratio). Dari situ kita bisa memikirkan untuk mengganti
ukuran sprocket atau chainring agar lebih memberikan rentang gear ratio yang lebih baik
penyebarannya.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 13
Tugas Perencanaan II

2.6 Crosschaining / Crossover


Crosschaining / crossover adalah kondisi dimana terjadi kombinasi antara chainring
terbesar dengan sprocket terbesar, atau kombinasi antara chainring terkecil dengan sprocket
terkecil; akan membuat rantai sepeda sangat menyilang dan tegang.
Akibatnya adalah:
 Akan terjadi kehilangan tenaga. Rantai akan efisien jika bekerja pada posisi lurus. Ketika posisi
posisi rantai sudah sangat miring, akan terjadi banyak gesekan (baik antara link rantai, maupun
dengan gigi sprocket atau chainring). Gesekan ini akan memberikan tahanan yang membuat
tenaga kayuhan semakin berat.
 Rantai sepeda akan tegang, kencang, dan memberikan tekanan yang besar pada semua
komponen penggerak sepeda, dapat mengakibatkan kerusakan komponen-komponen itu jika
berlangsung terus menerus, karena part sepeteri ditarik ke samping, dan terjadi gerusan antara
rantai dan gear sepeda.
 Rantai yang miring dapat mengurangi daya ikat ke gigi gear, dapat membuat rantai terlepas jika
menerima beban yang berat.
 Pada kombinasi sprocket kecil dan chainring kecil, rantai malah akan menjadi kendor dan jika
ada guncangan bisa memukul ke sepeda dan terlepas.
Walaupun teknologi terus memperbaiki masalah ini, sebaiknya hindari crosschaining di sepeda
kita.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 14
Tugas Perencanaan II

Gambar 2.7 Crosschaining sepeda

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 15
Tugas Perencanaan II

Gambar 2.8 Kombinasi chainring dan sprocket untuk gearing yang benar

2.7 Duplicate / Overlapping gear


Untuk sepeda yang multi-gear, pasti akan terjadi overlapping gear. Overlapping
maksudnya adalah kombinasi beberapa chainring dan sprocket akan menghasilkan gear ratio
yang sama. Contohnya kombinasi 53/19 dan 39/14 akan menghasilkan gear ratio 2.79.
Banyak orang yang tidak menyukai duplicate gear ini, karena merupakan pemborosan
part pada sepeda, dan membuat shifting yang tidak efektif. Dengan mengurangi duplicate gear,
juga akan mengurangi berat sepeda, dan membuat pemilihan gear yang lebih sederhana.
Makanya sekarang ini banyak sepeda yang memiliki gear 1X, atau hanya memiliki 1 chainring
di depan.

2.2 Transmisi Rantai


Rantai transmisi daya yang tersusun dari mata rantai dengan bentuk pengait rol – rol
dan pengait gigi yang dirangkai dan terpasang pada sproket, dimana perbandingan putarannya
6 : 1 dengan jarak hingga 4 meter.
Transmisi rantai bekerja dimana rantai mengait pada sproket dan
meneruskan daya tanpa terjadi slip sehingga menjamin perbandingan putaran yang tetap. Rantai
transmisi daya biasa digunakan jika jarak poros lebih besar dari jarak transmisi roda gigi tetapi
lebih pendek dari jarak transmisi sabuk.
Rantai sebagai transmisi daya dan putaran mempunyai keuntungan – keuntungan seperti
di bawah ini :
1. Mampu mentransmisikan daya dan putaran yang besar.
2. Transmisi rantai lebih kuat
3. Tidak memerlukan tegangan awal
4. Keausan yang kecil pada bantalan
5. Mudah pemasangan
Di sisi lain transmisi rantai memiliki memiliki beberapa kekurangan seperti di bawah
ini :
1. Variasi kecepatan yang ditimbulkan saat beroperasi tidak dapat dihandari akibat
lintasan busur pada sproket yang mengait pada mata rantai.
2. Suara dan getaran karena tumbukan dan dasar kaki sproket.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 16
Tugas Perencanaan II

3. Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus yang diakibatkan oleh gesekan
dengan sproket.

Rantai dalam sistem transmisi mesin dapat dibagi atas dua jenis, yaitu :
1. Rantai gigi
Bagian – bagiannya terdiri dari plat – plat berprofil roda gigi dan pena yang
disebut sambungan kunci. Rantai gigi merupakan elemen penerus daya yang mengait
pada sproket tanpaterjadinya slip dan menjamin putaran roda yang tetap. Rantai gigi
tersusun dari plat – plat berprofil seperti roda giginya dan pena berbentuk bulan sabit
yang disebut sambungan kunci.

Gambar 2.1. Rantai gigi [6].


Bila kita menginginkan transmisi dengan kecepatan tinggi yaitu lebih dari
1000m/menit, tidak berisik, dan dapat mentransmisikan daya yang besar, maka rantai
gigi dapat digunakan. Namun karena pembuatannya yang sulit karena memerlukan
ketelitian dan bahan atau material logam yang bervariasi menyebabkan harga rantai gigi
mahal.
Ciri yang paling menonjol dari penggunaan rantai gigi adalah dengan cepat
bergerak setelah mengait secara meluncur dengan sproket yang berprofil involut
(evolven), mata rantai berputar sebagai satu benda dengan sproket. Hal ini yang
membedakan dengan rantai rol, dimana bus mata rantai mengait sproket pada dasar kaki
gigi. Dengan cara kerja di atas, tumbukan pada rantai gigi jauh lebih kecil dari rantai
rol.
Karena hal – hal di atas, maka dapat menyebabkan bunyi akan sangat
berkurang dan tidak akan bertambah keras walaupun kecepatan bertambah tinggi.
Begitu mudahnya pemasangan rantai gigi, toleransi pada saat pemasangan tidak
memerlukan ketelitian yang tinggi seperti pada roda gigi.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 17
Tugas Perencanaan II

2. Rantai rol
Terdiri atas pena, bus, rol dan plat mata rantai. Selanjutnya dalam
pembahasan di atas telah dijelaskan mengenai transmisi rantai gigi, kemudian untuk
transmisi yang menggunakan rantai rol akan dibahas pada sub bab selanjutnya.
2.3 Rantai Rol
Rantai rol merupakan elemen mesin yang berfungsi sebagai transmisi daya atau putaran
dari mesin penggerak. dengan keunggulan dan kekurangan rantai rol pada umumnya sama
dengan penggunaan rantai gigi. Rantai rol biasanya dipergunakan dimana jarak poros lebih
besar daripada transmisi roda gigi tetapi lebih pendek dari transmisi sabuk. Rantai rol terdiri
dari pena, bus, rol, dan plat mata rantai (Gambar 2.2).

Gambar 2.2. Rantai rol [6].

Rantai rol yang bekerja mengait dengan dua roda gigi yang terpasang antara dua poros
dengan jarak tertentu. Rantai mengait pada sproket dan meneruskan daya tanpa terjadi slip
sehingga akan menjamin putaran yang tetap.
2.3.1 Pemilihan Rantai Rol
Dengan kemajuan teknologi akhir-akhir ini, kekuatan rantai semakin meningkat.
Rantai dengan rangkaian tunggal adalah yang paling banyak digunakan. Rangkaian
banyak, seperti dua atau lebih rangkaian digunakan untuk transmisi beban berat.
Tata cara pemilihan rantai rol dapat dilihat menurut diagram pada Gambar 2.3.
Daya yang akan ditransmisikan (kW), putaran poros penggerak dan yang digerakkan

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 18
Tugas Perencanaan II

(rpm) dan jarak sumbu poros kira-kira (mm), diberikan lebih dahulu. Daya yang akan
ditransmisikan perlu dikoreksi menurut mesin yang akan digerakkan dan penggerak
mulanya, dengan faktor koreksi.
Tabel 2.1 Faktor koreksi untuk daya yang akan
ditransmisikan rantai rol (ƒc ) [6].

Jumlah Faktor
rangkaian
2 1,7
3 2,5
4 3,3
5 3,9
6 4,6

Tabel 2.1 Faktor koreksi untuk daya yang akan


ditransmisikan rantai rol (ƒc ) [6].

Gambar 2.3. Diagram pemilihan rantai rol [6].

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 19
Tugas Perencanaan II

Momen lentur selalu akan terjadi pada poros. Karena itu harus diperiksa
kekuatan lentur poros bila diameternya telah diberikan. Dengan menggunakan putaran
dari poros yang berputaran tinggi dan daya yang telah dikoreksi, maka dapat dicari
nomor rantai dan jumlah gigi sproket kecil yang sesuai. Jumlah gigi ini sebaiknya
merupakan bilangan ganjil dan lebih dari 15. Sedangkan jumlah gigi minimum yang
diizinkan adalah 13. Jumlah untuk gigi sproket besar juga dibatasi, maksimum 114 gigi
sproket. Perbandingan putaran dapat diizinkan sampai 10/1. Sudut kontak antara rantai
dan sproket kecil harus lebih besar dari 120o. Transmisi rantai akan lebih halus dan
kurang bunyinya jika dipakai rantai dengan jarak bagi kecil dan jumlah gigi sproket
yang banyak.
Rangkaian banyak dipakai bila rangkaian tunggal tidak mempunyai kapasitas
cukup. Perlu diperhatikan bahwa kapasitas rangkaian banyak tidak sama dengan
kelipatan kapasitas satu rangkaian. Dipandang dari segi pembagian beban diantara
rangkaian, pembebanan pada masing-masing rangkaian akan semakin efektip bila
jumlah rangkaian semakin kecil atau lebih efektivitas yang besar bila memakai satu
rangkaian.
Pada saat melakukan pemilihan sering kali nomor rantai tergantung pada
pemeriksaan diameter naf sproket sehingga pemeriksaan diameter naf sproket yang
cukup besar, nomor rantai maupun jumlah rangkaian dapat berubah sesuai dengan
ruangan yang tersedia.
Diameter lingkaran jarak bagi dp dan Dp (mm), diameter luar dk dan Dk (mm)
untuk kedua sproket dapat dihitung dengan rumus berikut :
Diameter lingkaran jarak bagi sproket kecil [6],
p
dp  mm
180 0
sin
z1
Dan diameter lingkaran jarak bagi sproket besar Dp [6],
p
Dp  mm
180 0
sin
z2
Diameter luar sproket kecil [6],

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 20
Tugas Perencanaan II


  180 0 
=    p

dk 0,6 cot mm
  z 
  1 

Dan untuk diameter luar sproket besar [6],



  180 0 
= 0,6  cot 
Dk
   p mm
  z 2  
Jika jarak bagi rantai telah diketahui dan jumlah gigi sproket diketahui, maka diameter
naf maksimum dapat dihitung [6].
 180 
dB maks = cot  1  0,76 mm
 z1 
untuk diameter naf maksimum sproket besar [6],
 180 
DB maks = cot 1  0,76 mm
 z 2 
Diameter bos atau naf dB dan DB (mm), adalah penting untuk lubang poros, maka dapat
dikecilkan dengan persamaan dibawah ini [6] :
5
 ds 1  10  d B maks mm
3
atau
5
 ds 1  10  DB maks mm
3
Jarak sumbu poros kedua sproket pada dasarnya dapat dibuat sedekat mungkin,
tapi jarak yang ideal adalah 30 sampai 50 kali jarak bagi rantai. Untuk beban yang
berfluktuasi, jarak tersebut harus dikurangi sampai lebih kecil daripada 20 kali jarak
bagi rantai. Maka, panjang rantai yang diperlukan dalam jumlah mata rantai dihitung
dengan rumus [6] :

z1  z 2
 2Cp 
z 2  z1  / 6,28 2
Lp =
2 Cp

Dengan Cp jarak sumbu poros dalam jumlah mata rantai. Demikian untuk panjang
rantai dalam millimeter [6] :
L = Lp . p
Jika jumlah mata rantai dan jumlah gigi sproket telah diketahui, maka jarak sumbu poros
dapat dicari dengan persamaan berikut [6] :

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 21
Tugas Perencanaan II

 2 
1  z z   z1  z 2  2 
Cp =  L  1 2    L   
2
 z  z  
2 
2 1
4  2   9,86 
 

Cp dalam jumlah mata rantai. Dalam satuan panjang (mm) :


C = Cp . p mm
Kecepatan rantai v (m/detik) dapat dihitung [6] :
 p  z1  n1  m / det ik
vspr =
60 1000 

dimana :
p = jarak bagi rantai
z1 = jumlah gigi sproket kecil, dalam hal reduksi putaran.
n1 = putaran sproket kecil, dalam hal putaran reduksi putaran (rpm).
Beban yang bekerja pada rangkaian rantai F (kg) dapat dihitung [6] :
102  Pd
F spr = N
v spr

Harga F tidak boleh melebihi melebihi beban maksimum yang diijinkan Fu (kg).

2.4 Rantai Gigi (Sproket)


Sproket atau roda gigi yang digunakan pada transmisi rantai rol adalah jenis roda gigi
lurus. Roda gigi lurus merupakan roda gigi dengan alur gigi yang sejajar poros. Roda gigi yang
digunakan harus bisa menjaga kestabilan kecepatan rantai dengan suara sehalus mungkin saat
bertumbukan.
Sproket kecil perbandingan putarannya bisa mencapai 4 : 1. Baik sproket besar maupun
sproket kecil dari putaran rendah tetapi bebannya dan sproket – sproket tersebut harus bekerja
dalam lingkungan yang abrasiv.
2.4.1 Dimensi roda gigi / sproket
Dimensi sproket yang direncanakan telah dihitung menurut persamaan dalam
merencanakan transmisi rantai rol di atas. Dari perhitungan tersebut didapat dimensi
sproket seperti : diameter lingkaran jarak bagi sproket kecil dp dan sproket besar Dp
(mm), diameter luar sproket kecil dk dan sproket besar Dk (mm), diameter naf
maksimum lingkaran dalam sproket kecil dB maks dan sproket besar DB maks (mm).

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 22
Tugas Perencanaan II

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 23
Tugas Perencanaan II

BAB III
PERENCANAAN DAN ANALISA

Spesifikasi:
Sepeda fixie dengan kombinasi 44/16T dan ban ukuran 700 C.
Ban 700 C, diameter = 28.74 inch = 73 cm, keliling = 3.14 x 73 = 229.33 cm

3.1 Menentukan Ratio Gear

Gear Ratio = jumlah gigi depan / jumlah gigi belakang

𝑧1
𝐺𝑒𝑎𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = =⋯
𝑧2
44
𝐺𝑒𝑎𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 2.75
16
Jadi ratio gear pada sepedah fixie dengan perbandingan sprocket depan dan sprocket belakang
adalah 2.75

3.2 Menentukan Development

Development = keliling ban x gear ratio

𝐷𝑒𝑣𝑒𝑙𝑜𝑝𝑚𝑒𝑛𝑡 = 229.33 𝑥 2.75 = 630.66 𝑐𝑚 = 6.3 𝑚


Jadi, sekali putaran pedal (360 derajat), akan menggerakkan sepeda sejauh 6.3 meter.

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 24
Tugas Perencanaan II

3.3 Menentukan Gear Inches

Gear Inches = diameter ban x gear


ratio
𝐺𝑒𝑎𝑟 𝐼𝑛𝑐ℎ𝑒𝑠 = 28.74 𝑥 2.75 = 75.035 𝑖𝑛𝑐ℎ

Gear Inches dipakai sejak jaman dahulu ketika sepeda belum memiliki pilihan chainring
dan cog set, gearing sepeda hanya ditentukan oleh besarnya ban. Angka gear inches ini sekarang
dipakai untuk mengindikasikan tingkatan gear (very low – very high).

3.1 Menentukan Ukuran Sproket Kecil

p
Dp   mm
1800
sin( )
Z2
0.23
Dp  =
1800
sin( )
442

3.2 Menentukan Ukuran Sproket Besar


p
dp   mm
1800
sin( )
Z1

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 25
Tugas Perencanaan II

p
dp  = mm
1800
sin( )
16 2

Program Studi Teknik Mesin


Universitas 17 Agustus 1945 26

Anda mungkin juga menyukai