Perencanaan Rasio Gear Sepeda Single Speed
Perencanaan Rasio Gear Sepeda Single Speed
BAB I
PENDAHULUAN
1.4.2 Manfaat
Dengan merencanakan transmisi rantai sepedah ini, banyak manfaat yang dapat diperoleh.
Diantaranya adalah memperbanyak pengetahuan kita tentang komponen-komponen, ukuran
dan bahan yang terdapat pada gearset sepedah. Hal ini berguna sebagai acuan terciptanya suatu
transmisi rantai sepedah sepedah yang lebih baik.
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Berisi :
- Latar Belakang
- Perumusan masalah
- Batasan Perumusan Masalah
- Tujuan Dan Manfaat
- Sistematika Penulisan
- rantai
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
DASAR TEORI
Dari sekian banyak jenis rantai, yang paling umum dipakai adalah “roller chain” dimana
rol-rol pada tiap pin menghasilkan gesekan yang kecil antara rantai dan sprocket.
Yang dimaksuk dengan ukuran sprocket yaitu diameter pitch-nya. Diameter Pitch itu
sendiri dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut,
Diameter lingkaran jarak bagi dp dan Dp (mm), diameter luar dk dan Dk (mm) untuk
kedua sproket dapat dihitung dengan rumus berikut :
Diameter lingkaran jarak bagi sproket kecil [6],
p
dp mm
180 0
sin
z1
Dan diameter lingkaran jarak bagi sproket besar Dp [6],
p
Dp mm
180 0
sin
z2
Diameter luar sproket kecil [6],
180 0
= p
dk 0,6 cot mm
z
1
Dan untuk diameter luar sproket besar [6],
180 0
= p
Dk
0,6 cot z
mm
2
Jika jarak bagi rantai telah diketahui dan jumlah gigi sproket diketahui, maka diameter
naf maksimum dapat dihitung [6].
180
dB maks = cot 1 0,76 mm
z1
untuk diameter naf maksimum sproket besar [6],
180
DB maks = cot 1 0,76 mm
z2
Diameter bos atau naf dB dan DB (mm), adalah penting untuk lubang poros, maka dapat
dikecilkan dengan persamaan dibawah ini [6] :
5
ds 1 10 d B maks mm
3
atau
5
ds 1 10 DB maks mm
3
Jika panjang rantai dinyatakan dalam satuan pitch maka angka-nya harus bulat tidak
mungkin dalam bentukj pecahan. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari perhitungan di atas
harus dibulatkan
1. Jika dimisalkan putaran sprocket kecil dan sprocket besar telah diketahui maka ukuran
sprocket besar dihitung dengan perbandingan jumlah gigi sprocket.
𝑛1 𝑧2
𝑖= =
𝑛2 𝑧1
Dalam praktek, perbandingan putaran sprocket akan terlihat berbeda dengan perbandingan
jumlah gigi sprocket. Contoh berikut ini menunjukkannya.
Misalkan
Putaran Sproket kecil = 700 Rpm
Putaraan sprocket besar = 375 Rpm
Jumlah gigi sprocket kecil = 11
Jumlah gigi sprocket besar =…….?
Rasio Kecepatan:
𝑛1 700𝑟𝑝𝑚
𝑖= = = 1.87
𝑛2 375𝑟𝑚𝑝
2. Jika misalkan putaran sprocket kecil dan rasio kecepatan lebih diketahui
Misalkan
Putaran Sproket kecil = 700 Rpm
Jumlah gigi sprocket kecil = 11
Rasio kecepatan =2,5
Jumlah gigi sprocket besar =…….?
Jumlah gigi sprocket besar:
𝑧2 = 𝑖 𝑥 𝑧1 = 2.5 𝑥 11 𝑔𝑖𝑔𝑖 = 27.5 𝑔𝑖𝑔𝑖
Dibulatkan menjadi 28 gigi. Ukuran (diameter) sprocket itu sendiri dihitung dengan
menggunakan persamaan 12-1 dan tergantung pada momor sprocket.
2.2 Sepedah
2.1.1 Gear
Gear digunakan untuk mentransfer tenaga menjadi gerak. Gear sepeda juga demikian,
gunanya untuk merubah tenaga dari kayuhan menjadi gaya dorong pada roda sepeda.
Bayangkan sepeda tanpa gear, sepeda harus kita dorong untuk melaju, dan tidak akan senyaman
sepeda dengan gear, seperti push bike anak kecil yang tidak memiliki gear. Gear pada sepeda
sering dikatakan sebagai speed. Sepeda fixed gear, singe gear, multi gear semua menggunakan
prinsip kerja gear yang sama. Lalu kenapa sepeda bisa memiliki banyak gear?
Fungsi dari gear adalah untuk efisiensi dan kecepatan. Tiga hal yang berperan dalam
sistem gear adalah enegy, speed, dan force, atau tenaga, kecepatan, dan gaya dorong. Gear pada
sepeda memudahkan kita agar dapat mengatur kecepatan dan berat kayuhan yang nyaman
sesuai dengan medan yang kita hadapi. Hal ini yang tidak dipunyai sepeda single speed / fixed.
Gear dapat memberikan kecepatan, tetapi mengurangi gaya; gear menambah daya dorong,
tetapi mengurangi kecepatan.
Seperti mobil, low gear (dari gigi terendah, yaitu gigi 1) untuk mulai berjalan,
berakselerasi, atau menanjak. High gear untuk mendapatkan kecepatan maksimal. Jika low
gear dipaksakan untuk kecepatan tinggi, maka tingkat konsumsi bahan bakarnya akan tinggi
sekali. Sepeda juga demikian, jika low gear kita paksakan untuk kecepatan, maka akan
menguras tenaga kita. Itulah yang disebut dengan efisiensi gear, pemilihan gear yang tepat akan
mengurangi pemborosan tenaga.
3. Multi Gear: sepeda yang memiliki banyak gear atau speed, kombinasi antara jumlah
chainring dan sprocket.
4. Hub Gear: sepeda yang memiliki gear system di dalam hub sepeda. Sistem mekanika
gerigi diatur dan disusun dalam hub belakang sepeda. Ada beberapa yang
dikombinasikan juga dengan chainring dan sprocket.
Dari rumus tadi, bisa disimpulkan kalau semain banyak gigi di depan (semakin besar
chainring), akan membuat angka gear ratio semain besar. Dan semakin besar gigi di belakang
(sprocket semakin besar), akan membuat gear ratio semakin kecil.
Seperti contoh di atas untuk 44/16T = 2.75, ini adalah angka gear ratio untuk sepeda
fixie (umumnya fixie memakai 44/16T atau 46/16T). Sepeda fixie memiliki hanya 1 gear di
depan dan 1 gear di belakang, tidak ada pilihan gear ratio lainnya.
Sepeda umumnya memiliki pilihan 1-12 sprocket belakang, dan 1-3 chainring depan.
Contoh untuk sepeda dengan 10 sprocket, 3 chainring, kita menyebutnya memiliki 30 speed
(10 x 3), yang artinya juga memiliki 30 pilihan untuk gear ratio nya.
Pengaruh angka gear ratio ini pada aktivitas sepeda adalah:
Low gear / gear ratio kecil: artinya memakai sprocket yang besar di belakang dan
chainring yang kecil di depan. Kita memakai gear ratio yang kecil untuk tanjakan, agar
kayuhan lebih ringan, tetapi akan membuat kecepatan tidak maksimal.
High gear / gear ratio besar: artinya memakai sprocket yang kecil di belakang dan
chainring yang besar di depan. Kita memakai gear ratio yang besar untuk turunan atau jalan
rata, membuat kecepatan menjadi maksimal, tanpa terlalu banyak mengayuh.
Angka besar dan kecil tidak pasti, sangat tergantung dari kekuatan orang yang mengayuh.
Tetapi secara umum, batasan normal adalah angka yang dipakai sepeda fixie yaitu 2.75.
Lebih besar dari 2.75 adalah high ratio, dan lebih kecil dari 2.75 adalah low ratio.
Gear ratio tidaklah hanya sekedar angka, dan jumlah cog pada sepeda. Angka ini hanya
berguna bagi pesepeda yang ingin memaksimalkan performa dan meminimalkan
pemborosan energinya.
Ada 2 angka lain yang biasanya kita temui ketika berbicara gear ratio, yaitu development
dan gear inches.
2.4.1 Development
Development kadang disebut juga sebagai progression meter atau Roll-Out, adalah jarak
yang ditempuh untuk setiap putaran pedal dalam satuan meter. Untuk mendapatkan jarak
tempuh gear ratio dikalikan dengan keliling (panjang lingkaran) ban.
Development = keliling ban x gear
ratio
Dari gambar di atas dapat dilihat perbedaan jarak yang dihasilkan oleh 1 putaran
kayuhan sepeda yang berbeda, dipengaruhi oleh kombinasi ukuran chainring dan sprocket yang
berbeda. Semakin besar chainring yang dipakai akan menghasilkan jarak yang lebih jauh, dan
sebaliknya.
Gambar 2.8 Kombinasi chainring dan sprocket untuk gearing yang benar
3. Perpanjangan rantai karena keausan pena dan bus yang diakibatkan oleh gesekan
dengan sproket.
Rantai dalam sistem transmisi mesin dapat dibagi atas dua jenis, yaitu :
1. Rantai gigi
Bagian – bagiannya terdiri dari plat – plat berprofil roda gigi dan pena yang
disebut sambungan kunci. Rantai gigi merupakan elemen penerus daya yang mengait
pada sproket tanpaterjadinya slip dan menjamin putaran roda yang tetap. Rantai gigi
tersusun dari plat – plat berprofil seperti roda giginya dan pena berbentuk bulan sabit
yang disebut sambungan kunci.
2. Rantai rol
Terdiri atas pena, bus, rol dan plat mata rantai. Selanjutnya dalam
pembahasan di atas telah dijelaskan mengenai transmisi rantai gigi, kemudian untuk
transmisi yang menggunakan rantai rol akan dibahas pada sub bab selanjutnya.
2.3 Rantai Rol
Rantai rol merupakan elemen mesin yang berfungsi sebagai transmisi daya atau putaran
dari mesin penggerak. dengan keunggulan dan kekurangan rantai rol pada umumnya sama
dengan penggunaan rantai gigi. Rantai rol biasanya dipergunakan dimana jarak poros lebih
besar daripada transmisi roda gigi tetapi lebih pendek dari transmisi sabuk. Rantai rol terdiri
dari pena, bus, rol, dan plat mata rantai (Gambar 2.2).
Rantai rol yang bekerja mengait dengan dua roda gigi yang terpasang antara dua poros
dengan jarak tertentu. Rantai mengait pada sproket dan meneruskan daya tanpa terjadi slip
sehingga akan menjamin putaran yang tetap.
2.3.1 Pemilihan Rantai Rol
Dengan kemajuan teknologi akhir-akhir ini, kekuatan rantai semakin meningkat.
Rantai dengan rangkaian tunggal adalah yang paling banyak digunakan. Rangkaian
banyak, seperti dua atau lebih rangkaian digunakan untuk transmisi beban berat.
Tata cara pemilihan rantai rol dapat dilihat menurut diagram pada Gambar 2.3.
Daya yang akan ditransmisikan (kW), putaran poros penggerak dan yang digerakkan
(rpm) dan jarak sumbu poros kira-kira (mm), diberikan lebih dahulu. Daya yang akan
ditransmisikan perlu dikoreksi menurut mesin yang akan digerakkan dan penggerak
mulanya, dengan faktor koreksi.
Tabel 2.1 Faktor koreksi untuk daya yang akan
ditransmisikan rantai rol (ƒc ) [6].
Jumlah Faktor
rangkaian
2 1,7
3 2,5
4 3,3
5 3,9
6 4,6
Momen lentur selalu akan terjadi pada poros. Karena itu harus diperiksa
kekuatan lentur poros bila diameternya telah diberikan. Dengan menggunakan putaran
dari poros yang berputaran tinggi dan daya yang telah dikoreksi, maka dapat dicari
nomor rantai dan jumlah gigi sproket kecil yang sesuai. Jumlah gigi ini sebaiknya
merupakan bilangan ganjil dan lebih dari 15. Sedangkan jumlah gigi minimum yang
diizinkan adalah 13. Jumlah untuk gigi sproket besar juga dibatasi, maksimum 114 gigi
sproket. Perbandingan putaran dapat diizinkan sampai 10/1. Sudut kontak antara rantai
dan sproket kecil harus lebih besar dari 120o. Transmisi rantai akan lebih halus dan
kurang bunyinya jika dipakai rantai dengan jarak bagi kecil dan jumlah gigi sproket
yang banyak.
Rangkaian banyak dipakai bila rangkaian tunggal tidak mempunyai kapasitas
cukup. Perlu diperhatikan bahwa kapasitas rangkaian banyak tidak sama dengan
kelipatan kapasitas satu rangkaian. Dipandang dari segi pembagian beban diantara
rangkaian, pembebanan pada masing-masing rangkaian akan semakin efektip bila
jumlah rangkaian semakin kecil atau lebih efektivitas yang besar bila memakai satu
rangkaian.
Pada saat melakukan pemilihan sering kali nomor rantai tergantung pada
pemeriksaan diameter naf sproket sehingga pemeriksaan diameter naf sproket yang
cukup besar, nomor rantai maupun jumlah rangkaian dapat berubah sesuai dengan
ruangan yang tersedia.
Diameter lingkaran jarak bagi dp dan Dp (mm), diameter luar dk dan Dk (mm)
untuk kedua sproket dapat dihitung dengan rumus berikut :
Diameter lingkaran jarak bagi sproket kecil [6],
p
dp mm
180 0
sin
z1
Dan diameter lingkaran jarak bagi sproket besar Dp [6],
p
Dp mm
180 0
sin
z2
Diameter luar sproket kecil [6],
180 0
= p
dk 0,6 cot mm
z
1
z1 z 2
2Cp
z 2 z1 / 6,28 2
Lp =
2 Cp
Dengan Cp jarak sumbu poros dalam jumlah mata rantai. Demikian untuk panjang
rantai dalam millimeter [6] :
L = Lp . p
Jika jumlah mata rantai dan jumlah gigi sproket telah diketahui, maka jarak sumbu poros
dapat dicari dengan persamaan berikut [6] :
2
1 z z z1 z 2 2
Cp = L 1 2 L
2
z z
2
2 1
4 2 9,86
dimana :
p = jarak bagi rantai
z1 = jumlah gigi sproket kecil, dalam hal reduksi putaran.
n1 = putaran sproket kecil, dalam hal putaran reduksi putaran (rpm).
Beban yang bekerja pada rangkaian rantai F (kg) dapat dihitung [6] :
102 Pd
F spr = N
v spr
Harga F tidak boleh melebihi melebihi beban maksimum yang diijinkan Fu (kg).
BAB III
PERENCANAAN DAN ANALISA
Spesifikasi:
Sepeda fixie dengan kombinasi 44/16T dan ban ukuran 700 C.
Ban 700 C, diameter = 28.74 inch = 73 cm, keliling = 3.14 x 73 = 229.33 cm
𝑧1
𝐺𝑒𝑎𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = =⋯
𝑧2
44
𝐺𝑒𝑎𝑟 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = = 2.75
16
Jadi ratio gear pada sepedah fixie dengan perbandingan sprocket depan dan sprocket belakang
adalah 2.75
Gear Inches dipakai sejak jaman dahulu ketika sepeda belum memiliki pilihan chainring
dan cog set, gearing sepeda hanya ditentukan oleh besarnya ban. Angka gear inches ini sekarang
dipakai untuk mengindikasikan tingkatan gear (very low – very high).
p
Dp mm
1800
sin( )
Z2
0.23
Dp =
1800
sin( )
442
p
dp = mm
1800
sin( )
16 2