0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan16 halaman

Peluang Usaha Jamu Tradisional Tokcer

Dokumen tersebut membahas tentang rencana usaha minuman tradisional Jamu Tokcer. Produk ini menargetkan berbagai segmen pasar dengan varian rasa dan manfaat jamu. Strategi pemasarannya meliputi segmentasi, penetapan target pasar seperti anak-anak hingga dewasa, serta posisi produk sebagai minuman bergizi alami dan segar. Upaya promosi dilakukan melalui brosur dan media sosial, sedangkan pengembangan produk dan pasar ditujukan untuk men

Diunggah oleh

Annisa AH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan16 halaman

Peluang Usaha Jamu Tradisional Tokcer

Dokumen tersebut membahas tentang rencana usaha minuman tradisional Jamu Tokcer. Produk ini menargetkan berbagai segmen pasar dengan varian rasa dan manfaat jamu. Strategi pemasarannya meliputi segmentasi, penetapan target pasar seperti anak-anak hingga dewasa, serta posisi produk sebagai minuman bergizi alami dan segar. Upaya promosi dilakukan melalui brosur dan media sosial, sedangkan pengembangan produk dan pasar ditujukan untuk men

Diunggah oleh

Annisa AH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jamu adalah obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan
secara turun-temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan. Pengertian jamu dalam
Permenkes No. 003/Menkes/Per/I/2010 adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa
tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan serian (generik), atau campuran dari
bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan
pengalaman dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat
(Biofarmaka IPB, 2013).
Sebagian besar masyarakat mengkonsumsi jamu karena percaya memberikan manfaat
yang cukup besar terhadap kesehatan baik untuk pencegahan dan pengobatan terhadap
suatu penyakit maupun dalam hal menjaga kebugaran dan kecantikan dan meningkatkan
stamina tubuh. Sampai saat ini keberadaan jamu terus berkembang. Hal ini terlihat pada
permintaan terhadap jamu yang terus mengalami peningkatan (Biofarmaka IPB, 2013).

1.2 Visi dan Misi


Visi
“Menciptakan produk minuman tradisional unggulan yang berkualitas dan banyak diminati
atau disukai masyarakat dengan mengedepankan rasa yang unik dan menarik serta terbuat
dari ramuan-ramuan berkualitas dan bergizi.”
Misi
 Terus melakukan inovasi – inovasi agar selalu menarik minat beli masyarakat.
 Menjaga kualitas produk agar menjadi produk yang unggul.
 Selalu membuat kesan yang baik kepada setiap pelanggan.
 Menyediakan layanan bagi konsumen yang ingin memberikan saran.

1.3 Tujuan Penyusunan Makalah


a. Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Kewirausahaan.
b. Menjadikan mahasiswa lebih kreatif dan inofatif tentang berwirausaha.
c. Melatih mahasiswa agar dapat berwirausaha dengan baik.
d. Untuk menambah pengalaman dan pengetahuan tentang berwirausaha.

KEWIRAUSAHAAN Page 1
e. Agar dapat belajar sendiri dan mangisi waktu luang dengan kegiatan yang
bermanfaat.
f. Untuk selalu berpikir aktif, kreatif dan inovatif serta mengasah kemampuan
mahasiswa dalam berbisnis sehingga memunculkan banyak ide-ide baru yang dapat
menjadi peluang usaha yang menguntungkan.
g. Untuk membantu berfikir kritis dan objektif atas bidang usaha yang dijalankan.

1.4 Data Perusahaan


a. Nama Perusahaan : Jamu Tokcer
b. Bidang Usaha : Home Industri
c. Jenis Produk : Minuman Tradisional
d. Alamat Perusahaan : Jalan Lesanpuro gang 2 No. 288
e. Nomor Telepon : 081333919418
f. Sosial Media : @jamutokcer288

KEWIRAUSAHAAN Page 2
BAB II
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1 Aspek Pasar

2.1.1 Gambaran Umum Rencana Usaha


Usaha ini susah-susah gampang untuk dijalankan, karena peracikan bahan untuk
membuat minuman tradisional ini harus pas agar rasa dari jamu juga nikmat dan
mempunyai khasiat. Bahan – bahan minuman jamu ini juga mudah ditemukan. Jadi
produsen tidak terlalu sulit untuk menemukan rempah-rempah asli Indonesia
tersebut. Untuk rasa minuman tradisional ini juga disesuaikan dengan lidah
masyarakat Indonesia khususnya. Sehingga minuman tradisional ini dapat
dirasakan dan diterima di semua kalangan atau lebih tepatnya bersifat umum.
Namun kepuasan pelanggan tetap menjadi nomor satu dan yang paling utama
dalam menjalankan bisnis usaha ini.

2.1.2 Produk Usaha


Minuman tradisional “Jamu Tokcer” dapat berpotensi menjadi salah satu menu
baru yang dapat dinikmati dari semua kalangan, karena terbuat dari hasil olahan
rempah-rempah asli dari Indonesia yang banyak mempunyai khasiat dan rasa khas
Indonesia.
Minuman tradisional “Jamu Tokcer” juga dapat mengubah pemikiran semua orang
kalau minuman tradisional itu tidak semua mempunyai rasa yang pahit, namun
terdapat juga rasa yang nikmat / manis seperti minuman tradisional “Jamu Tokcer”
ini. Kami yakin bisnis ini akan bisa berkembang lebih pesat dan dapat diterima
oleh masyarakat, karena bisnis ini 100% menggunakan bahan alami dan tanpa
bahan pengawet.
Minuman tradisional “Jamu Tokcer” mempunyai beberapa varian rasa yaitu beras
kencur, kunyit asam, kunyit madu, kunyit beluntas, kunci sirih, temulawak, cabe
puyang, sinom, doro putih, gejah, dan macan kerah. Serta terdapat ukuran 600 ml
dan 1500 ml.

2.1.3 Target Pasar


Produk “Jamu Tokcer” ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan mulai dari anak
sekolah, mahasiswa, pegawai kantoran, ibu rumah tangga, sampai dengan lansia

KEWIRAUSAHAAN Page 3
sekalipun dapat menikmati produk ini karena menggunakan bahan-bahan yang
alami dan berkualitas.

2.1.4 Pesaing
Untuk saat ini kami mempunyai beberapa pesaing. Seperti pedagang Jamu keliling
dan Jamu yang dijual di outlet – outlet. Pengaruh pesaing terhadap penjualan Jamu
sedikit berpengaruh karena para pesaing sudah terlebih dahulu berjualan Jamu dan
juga tempat berjualannya yang cukup strategis sehingga banyak orang yang
melakukan aktifitas disekitar ditempat tersebut dan sering membeli Jamu mereka.

2.1.5 Sasaran Pembeli


Sasaran dari Jamu Tokcer ini adalah para penikmat jamu tradisional dari semua
kalangan mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, mahasiswa, ibu rumah
tangga, dan lain-lain. Terutama yang sangat tertarik dengan tampilan jamu yang
unik dan kualitas Jamu yang diproduksi dengan higienis dan terbuat dari bahan –
bahan yang berkualitas.

2.1.6 Differensiasi
Strategi diferensiasi yang dilakukan Jamu Tokcer adalah diferensiasi produk yang
mencakup pada tampilan yang menarik yaitu terdapat berbagai varian rasa dan
khasiat yang dihasilkan dari jamu ini.

2.2 Strategi STP (Segmentasi, Targeting, Positioning)

2.2.1 Segmentasi
Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
berdasarkan variabel demografis seperti: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga,
pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan.
a. Umur. Produk Jamu Tokcer ini dapat dikonsumsi oleh kaum anak-anak hingga
dewasa.
b. Jenis Kelamin. Produk Jamu Tokcer dapat dikonsumsi oleh semua jenis
kelamin.
c. Pendapatan. Produk Jamu Tokcer ini dapat dibeli dengan pendapatan
konsumen, dimana pendapatan konsumen golongan menengah ke atas dan
golongan menengah ke bawah. Karena Produk Jamu Tokcer memiliki harga

KEWIRAUSAHAAN Page 4
yang terjangkau untuk golongan menengah ke atas dan golongan menengah ke
bawah.
d. Segmentasi Demografik Multivariasi. Produk Jamu Tokcer ini diarahkan pada
segmentasi umur, jenis kelamin dan pendapatan sehingga produk dapat secara
maksimal diterima oleh konsumen dan memberikan suatu kepuasan konsumen.

2.2.2 Targeting
Setelah memetakan pasar, tahap targeting adalah membidik kelompok konsumen
mana yang akan kita sasar atau strategi target market. Setiap perusahaan pasti
mempunya target penjualan produksinya, dalam hal ini target pemasaran Jamu
Tokcer adalah anak – anak, remaja hingga dewasa. Hal ini disebabkan karena
produk Jamu Tokcer memiliki tampilan yang unik dan menarik bagi anak – anak
dan remaja dan juga rasa yang lezat dan bergizi juga akan menjadi hal yang
menarik bagi konsumen dewasa.

2.2.3 Positioning
Pada posisi pasar Jamu Tokcer merupakan makanan yang bergizi tanpa adanya
bahan kimia yang berbahaya. Kami juga berinovasi pada rasa jamu yang
mempunyai berbagai rasa yang segar dan memiliki kandungan yang bergizi dan
mampu memberikan kesan elegan dan segar agar konsumen lebih tertarik dan juga
diimbangi oleh bahan dasar yang memberikan gizi baik.

2.3 Aspek Pemasaran

2.3.1 Promosi
Promosi yang akan kami lakukan dengan menyebarkan brosur tempat-tempat ramai
dan menyebarkannya di sosial media seperti Blogger, Facebook, Twitter, BBM,
dan lain-lain. Pada bulan-bulan pertama kami juga akan memberikan diskon
maupun potongan harga kepada para konsumen, agar para konsumen tertarik
terhadap produk kami dan dapat berkunjung kembali.

2.3.2 Pengembangan Pasar


Setelah berhasil pada usaha pertama kami akan mencoba untuk membuka cabang
“Jamu Tokcer” baik didalam kota maupun luar kota agar nantinya para konsumen
bisa lebih mengenal keunikan dan citarasa dari “Jamu Tokcer”.

KEWIRAUSAHAAN Page 5
2.3.3 Pengembangan Produk
Pengembangan produk kedepan untuk produk Jamu Tokcer ini agak sulit
mengingat bahwa rasa atau jenis dari minuman tradisional memiliki karakteristik
tersendiri, pasar tersendiri dan langganan atau customer tersendiri pula.
Kemungkinan yang dapat dikembangkan adalah cara penyajian ataupun cara
pendistribusian ke langganan. Jamu yang unik dan menarik pastinya akan menjadi
salah satu daya tarik bagi para konsumen.

2.3.4 Rencana dan Strategi Penjualan


Pada permulaan kami akan mencoba memberikan potongan harga pada konsumen
dan terus mempertahankan citarasa yang kami punya tanpa mengubahnya ke yang
lebih buruk seperti :
a. Promosi secara langsung ke teman, tetangga, dan promosi pada saat event
tertentu.
b. Promosi melalui media social atau internet dengan mengunggah dan
memasarkan produk di blog, facebook, instagram, whatsapps, dan sebagainya.
c. Diversifikasi produk, membuat produk yang berbeda dari yang lainnya dengan
dikemas sebagus mungkin dan tidak lupa rasa yang nikmat khas rempah-
rempah Indonesia.
d. Pelayanan, bisa pesan dengan menghubungi contact person atau melalui media
social serta bisa juga langsung datang ke lokasi penjualan.
e. Memberikan diskon ketika konsumen membeli lebih dari 5 botol.

2.4 Analisis SWOT

2.4.1 Kekuatan (strength)


a. Jamu Tokcer memiliki tampilan yang unik dan menarik karena memiliki
berbagai varian rasa sehingga membuat konsumen ingin merasakan produk
Jamu Tokcer.
b. Jamu Tokcer menyediakan beberapa varian warna jamu dengan inovasi rasa
yang berbeda ini akan menjadi ciri khas produk Jamu Tokcer memiliki rasa
yang lezat karena pemilihan bahan baku yang berkualitas.
c. Harga Jamu Tokcer sangat terjangkau bagi semua kalangan.

KEWIRAUSAHAAN Page 6
d. Jamu Tokcer menggunakan rempah pilihan, tanpa pengawet, pewarna sintetis
ataupun pemanis buatan, dijamin 100% gula asli.
e. Lokasi outlet yang letaknya strategis sehingga mudah dijangkau oleh
konsumen baik dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.
f. Terdapat layanan sistem pemesanan online sehingga konsumen dari berbagai
wilayah dapat memesan produk ini dengan tambahan biaya pengiriman.
2.4.2 Kelemahan (weakness)
a. Produk hanya satu jenis
Produk yang ditawarkan hanya satu jenis dari kebanyakan Jamu yang ada,
karena belum ada variasi untuk di mix dengan minuman lain. Jika selera
konsumen terus berubah, bukan tidak mungkin produk ini akan di tinggalkan
dan beralih ke produk lain yang lebih inovatif.
b. Masa expired singkat
Jamu Tokcer ini mempunyai masa expired yang relatif singkat yaitu sekitar 4
hari di dalam kulkas dan 2 hari di luar kulkas, sehingga masih belum bisa
untuk dilakukan pemasaran ke luar kota.
2.4.3 Peluang (opportunities)
a. Selera
Produk Jamu Tokcer membuat jamu yang rasanya segar dan mempunyai
berbagai varian rasa, Inovasi rasa ini juga dimaksudkan untuk
membidik/menarik semua segmen pasar sehingga produk Jamu Tokcer
menjadikan selera masyarakat sebagai peluang untuk mendapatkan lebih
banyak profit.
b. Persaingan
Melihat dari persaingan peluang bisnis ini akan sangat menjanjikan sekali, hal
ini karena saingan untuk usaha ini bisa dikatakan belum banyak.
2.4.4 Ancaman (threats)
a. Keadaan Tempat
Karena kebanyakan produk jamu berada di kota besar sehingga setiap
tahunnya semakin banyak pendatang di kota – kota tersebut sehingga akan
muncul tempat usaha jamu lain di sekitar lingkungan toko, hal ini membuat
bisnis ini mempunyai prospek yang kurang baik.

KEWIRAUSAHAAN Page 7
b. Akan banyak pihak lain yang akan meniru usaha Jamu Tokcer ini, terutama
keunikan dan produknya hal ini tentu akan membuat saingan yang baru bagi
kita.

2.5 Analisis 4P

2.5.1 Produk (Product)


Produk Jamu Tokcer merupakan minuman tradisonal yang dapat mengenyangkan
pelanggan. Disamping itu makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet dan
aman dikonsumsi. Untuk menarik minat pelanggan, produk makanan Jamu Tokcer
dikemas dan disajikan menarik, praktis, dan siap diminum.

2.5.2 Harga Jual (Price)


Harga jual produk Jamu Tokcer disesuaikan dengan harga para pesaing yakni rata-
rata seharga Rp 16.000,- untuk setiap 1.500 ml dan Rp 8.000,- untuk setiap 600 ml.
Dengan tampilan menarik serta rasa yang segar dan berkhasiat. Jamu Tokcer ini
dapat menarik minat para konsumen dan juga kaya akan protein serta sebagai
minuman penunda haus.

2.5.3 Promosi (Promotion)


Promosi Jamu Tokcer dilakukan dengan memberikan discount untuk pembelian
dalam satu bulan pertama. Promosi yang akan kami lakukan dengan menyebarkan
brosur tempat-tempat ramai dan menyebarkannya di sosial media seperti Blogger,
Facebook, Twitter, BBM, dan lain-lain.

2.5.4 Tempat (Place)


Tempat yang kami gunakan dalam usaha ini adalah tempat tinggal pemilik yang
berlokasi strategis di pinggir jalan raya dan dapat diakses oleh kendaraan pribadi
maupun umum.

2.6 Distribusi
Tempat penjualan produk Jamu Tokcer berada di tempat yang strategis, dengan Traffic
yang padat dan Jumlah Populasi orang di sekitar tempat penjualan padat. Dengan tempat
yang cukup strategis akan sedikit banyak menimbulkan Efek Buying Signal, Orang yang
tadinya belum tahu keberadaan Produk kita akan dengan segera tahu, dengan demikian
Faktor Manusia yang biasanya suka mencoba coba hal hal baru akan timbul.

KEWIRAUSAHAAN Page 8
BAB III
ASPEK PRODUKSI

3.1 Deskripsi Produk


Jamu Tokcer merupakan suatu produk minuman tradisional yang memiliki tampilan yang
unik dan menarik dengan adanya berbagai varian rasa yang terdapat pada merk jamu
tersebut. Dengan rasa – rasa pada jamu tokcer,dapat diminum saat dingin atau biasa saja.
Kandungan gizi yang terdapat di minuman tradisional ini mengandung zat-zat yang
dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan.

3.2. Jenis Produk


Jenis produk yang ada pada “Jamu Tokcer” terdiri dari :
a. Beras kencur
b. Gejah
c. Kunyit asam
d. Kunyit madu
e. Kunyit beluntas
f. Kunci sirih
g. Temulawak
h. Lempuyang
i. Doro putih
j. Sinom
k. Macan kerah

3.3. Kualitas Produk


Kualitas produk yang kami berikan sangatlah berkualitas karena bahan-bahan yang
digunakan merupakan bahan-bahan alami tanpa mengandung pengawet apapun.

3.4 Alat dan Bahan

NO ALAT BAHAN
1. Kompor gas Beras
2. Tabung gas LPG Kencur
3. Panci besar Jahe
4. Panci sedang Kunyit

KEWIRAUSAHAAN Page 9
5. Gayung Asam jawa
6. Ember sedang Madu
7. Pisau Daun beluntas
8. Talenan Kunci
9. Blender Daun sirih
10. Irus Temulawak
11. Alat penyaring Kunyit putih
12. Kain saring Lempuyang
13. Corong Sambiloto
14. Kulkas Air matang
15. Botol plastik dan tutup ukuran 600ml Gula pasir
16. Botol plastik dan tutup ukuran 1500ml Gula merah
17. Garam

3.5 Cara Pembuatan Produk

Kita ambil contoh varian beras kencur.


Komposisi Bahan :
1. Beras ¾ kg
2. Kencur 1 kg
3. Asam jawa 1 ons
4. Gula pasir 3 ons
5. Gula merah 2 ons
6. Air
7. Garam

Cara Membuat :
1. Rebus air hingga mendidih, setelah mendidih dinginkan.
2. Rebus gula pasir dengan air hingga mendidih.
3. Rebus gula merah dengan air hingga mendidih.
4. Peras asam jawa menggunakan air yang sudah direbus menggunakan alat penyaring.
5. Cuci beras sampai berwarna putih bersih. Kemudian rendam dengan air.
6. Cuci kencur sampai tanahnya tidak tersisa. Kemudian hilangkan akar-akarnya.
7. Cuci kembali kencur agar benar-benar bersih. Kemudian dipotong kecil-kecil.
8. Buang air rendaman beras.

KEWIRAUSAHAAN Page 10
9. Siram beras dan potongan kencur dengan air panas.
10. Blender beras dan kencur dengan sedikit air sampai halus.
11. Peras beras kencur menggunakan kain saring serta tambahkan air sedikit demi
sedikit sampai sari jamu terpisah dengan ampasnya.
12. Tuang perasan beras kencur ke dalam panci besar, kemudian tambahkan lagi air
sampai jamu tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer.
13. Tambahkan gula pasir dan gula merah yang sudah dididihkan.
14. Tambahkan juga perasan asam jawa dan beri sedikit garam.
15. Kemudian aduk hingga merata. Incipi sampai rasanya benar-benar pas tidak terlalu
manis.
16. Lalu tuang ke dalam botol ukuran 600 ml dan 1500 ml. Beri stiker pada botol untuk
membedakan setiap varian rasa jamu.
17. Jamu siap dipasarkan.
18. Karena menggunakan bahan alami, 100% gula asli, tanpa pewarna dan tanpa
pengawet, minuman tradisional “Jamu Tokcer” dapat bertahan selama 4 hari di
dalam kulkas dan 2 hari di luar kulkas.

KEWIRAUSAHAAN Page 11
BAB IV
ASPEK KEUANGAN

4.1 Kebutuhan Modal Awal Untuk Memulai Usaha

Kebutuhan modal awal untuk memulai usaha adalah sebesar Rp.4.000.000,-. Dana
tersebut dialokasikan untuk membeli peralatan, perlengkapan serta bahan baku
pembuatan jamu.

4.2 Rencana Keuangan

PERALATAN
No Peralatan Jumlah Satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1. Kompor gas 1 250.000 250.000
2. Panci besar 2 200.000 400.000
3. Panci sedang 3 150.000 450.000
4. Gayung 2 5.000 10.000
5. Ember sedang 2 20.000 40.000
6. Pisau 2 10.000 20.000
7. Talenan 1 5.000 5.000
8. Blender 2 600.000 1.200.000
9. Irus 2 10.000 20.000
10. Alat penyaring 2 5.000 10.000
11. Kain saring 3 10.000 30.000
12. Corong 2 5.000 10.000
13. Kulkas 1 1.700.000 1.700.000
Total Peralatan 3.145.000

KEWIRAUSAHAAN Page 12
PERLENGKAPAN (1 kali Produksi)

No Perlengkapan Jumlah Satuan (Rp) Jumlah (Rp)


1. Tabung gas LPG 3 kg 1 20.000 20.000
2. Botol plastik & tutup 600 ml 23 1.500 34.500
3. Botol plastik & tutup 1500 ml 42 2.000 84.000
4. Stiker 70 1.000 70.000
Total Perlengkapan 208.500

BAHAN BAKU (1 kali Produksi)


No Bahan Baku Jumlah Satuan (Rp) Jumlah (Rp)
1. Beras 750 gr 12.000 9.000
2. Kencur 1,2 kg 60.000 72.000
3. Jahe 1 ons 35.000 3.500
4. Kunyit 650 gr 5.000 3.250
5. Asam Jawa 1,4 kg 18.000 25.200
6. Madu 3 bks 1.000 3.000
7. Daun Beluntas 4 genggam 1.000 4.000
8. Kunci 350 gr 5.000 1.750
9. Sirih 3,5 ikat 3.000 10.500
10. Temulawak 350 gr 5.000 1.750
11. Kunyit Putih 250 gr 5.000 1.250
12. Lempuyang 350 gr 5.000 1.750
13. Sambiloto ½ bungkus 15.000 7.500
14. Gula Pasir 5 kg 12.000 60.000
15 Gula Merah 600 gr 12.000 7.200
16. Garam ½ bks 3.000 1.500
17. Air Matang 75 liter - -
Total Bahan Baku 213.150

KEWIRAUSAHAAN Page 13
4.3 Perhitungan Laba

Total Produksi selama 1 bulan


Perlengkapan = Rp 208.500 x 12 kali = Rp 2.502.000
Bahan baku = Rp 213.150 x 12 kali = Rp 2.557.800
Jumlah Rp 5.059.800
Biaya Operasional selama 1 bulan
Listrik Rp 80.000
Transportasi Rp 300.000
Jumlah Rp 380.000
Omzet selama 1 bulan
No Jamu 600ml Satuan Jumlah 1500ml Satuan Jumlah Total
(botol) (Rp) (Rp) (botol) (Rp) (Rp) (Rp)
1. Beras 4 x 12 9.000 432.000 11 x 12 19.000 2.508.000 2.940.000
kencur
2. Kunyit 3 x 12 8.000 288.000 7 x 12 17.000 1.428.000 1.716.000
asam
3. Kunyit 2 x 12 8.000 192.000 3 x 12 17.000 612.000 804.000
madu
4. Kunyit 2 x 12 8.000 192.000 1 x 12 17.000 204.000 396.000
luntas
5. Kunci sirih 2 x 12 8.000 192.000 4 x 12 17.000 816.000 1.008.000
6. Temulawak 2 x 12 8.000 192.000 4 x 12 17.000 816.000 1.008.000
7. Lempuyang 2 x 12 8.000 192.000 3 x 12 17.000 612.000 804.000
8. Sinom 2 x 12 7.000 168.000 3 x 12 15.000 540.000 708.000
9. Doro putih 2 x 12 7.000 168.000 1 x 12 15.000 180.000 348.000
10. Macan kera 2x2 12.000 48.000 5x2 25.000 250.000 298.000
Total Omzet 10.030.000

Laba Bersih selama 1 bulan


Omzet per bulan Rp 10.030.000
Total produksi (Rp 5.059.800)
Biaya operasional (Rp 380.000)
Laba bersih Rp 4.590.200

KEWIRAUSAHAAN Page 14
BAB V
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

5.1 Risiko/Hambatan

Selain memiliki peluang usaha, kami juga memiliki resiko yang harus dihadapi dan
dicari solusinya. Beberapa resiko yang mungkin akan kami hadapi diantaranya :
a. Persaingan
Seiring perkembangan zaman, semakin banyak makanan yang dikreasikan dan
dimodifikasi dari aslinya sehingga banyak konsumen juga akan melirik produk –
produk seperti itu.
b. Daya Tahan Produk
Produk Jamu Tokcer tidak bersifat tahan lama, produk ini hanya bertahan dua hari
di suhu ruang dan empat hari didalam kulkas. Produk yang kami hasilkan ini tidak
menggunakan bahan pengawet maka dari itu tidak memiliki ketahanan yang cukup
lama.

5.2 Tindakan Alternatif

Tindakan yang akan kami lakukan untuk mengatasi resiko dan hambatan tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Persaingan
Usaha yang kami lakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan melakukan
promosi produk secara berkesinambungan serta membuat produk dengan tampilan
menarik dengan berbagai warna sesuai dengan selera konsumen yang diminati pada
saat ini.
b. Daya Tahan Produk
Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah bisa memperkirakan berapa jumlah
penjualan setiap harinya sehingga produk bisa habis setiap harinya.

KEWIRAUSAHAAN Page 15
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Usaha Jamu Tokcer ini termasuk usaha yang cukup menjanjikan karena memiliki
peluang memperoleh keuntungan yang tinggi karena menjadi sasaran penjualan yang
belum banyak menjual jamu tradisional dengan warna yang menarik. Diharapkan bisnis
ini bisa bersaing dengan makanan lain dan menjadi suatu trend di masyarakat, selain
terjangkau harga produknya serta menjadi mimuman yang sehat bagi masyarakat.

6.2 Saran

Dari proposal bisnis ini diharapkan usaha ini dapat berjalan lancar, sesuai yang
diharapkan dan banyak diminati konsumen. Saran dari kami yaitu dalam berbisnis
apapun kita harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga para konsumen tidak
bosan atau jenuh untuk memakan atau memakai produk yang kita buat. Dalam berbisnis
pembuatan ini kita harus mempunyai konsep untuk menarik para konsumen, sehingga
banyak konsumen yang mau membeli produk kita, kita juga harus memperhatikan minat
masyarakat untuk pengembangan produk kita, dan juga kita harus mengingat bahwa
pembeli adalah raja sehingga kita harus ramah pada setiap konsumen atau pembeli.

KEWIRAUSAHAAN Page 16

Anda mungkin juga menyukai