Observasi PLP I di SMA Kartika XX-2
Observasi PLP I di SMA Kartika XX-2
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembelajaran Mikro merupakan salah satu mata kuliah wajib di
Jurusan Pendidikan Fisika, mata kuliah ini mencakup latihan mengajar, dan
kiat-kiat mendidik siswa secara micro (sekala kecil), mata kuliah ini juga
merupakan bekal sekaligus syarat wajib mahasiswa untuk melakukan
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di semester berikutnya.
Sebanyak tiga SKS, yang harus ditempuh pada kuliah Pembelajaran mikro
ada satu SKS yang dilakukan dengan observasi di sekolah-sekolah.
Dengan observasi Mahasiswa harus mendapatkan dokumen-
dokumen untuk persyaratan pembelajaran mikro (budaya sekolah, proses
KBM, sarana prasarana dll). Mahasiswa akan lebih siap untuk melakukan
PLP 2 dan sudah mengetahui budaya sekolah agar lebih maksimal dalam
melakukan PLP 2 pada semester selanjutnya. Sebelum dilaksanakan
kegiatan PLP ini, mahasiswa sebagai praktikan telah menempuh kegiatan
sosialisasi, diantaranya yaitu pra-PLP Observasi sekolah.
B. Tujuan
1
BAB II
DASAR HUKUM
A. Pengertian PLP
Pengenalan Lapangan Persekolahan I (PLP I) adalah tahapan pertama
dalam Pengenalan Lapangan Persekolahan Program Sarjana Pendidikan,
yang dilaksanakan pada semester ketiga atau keempat. Sebagai tahap
pertama, setelah PLP I akan dilanjutkan dengan Pengenalan Lapangan
Persekolahan II (PLP II) pada semester yang lebih tinggi.
B. Landasan
1. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang
Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang
Guru.
6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
9. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional
PendidikanTinggi.
10. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 55
Tahun 2017 tentang Standar Pendidikan Guru.
2
BAB III
HASIL OBSERVASI
3
2) Membangun dan mengembangkan kompotensi peserta didik
secara akademis dan non akademis
3) Menumbuhkan sikap peserta didik untuk berprestasi dan
berbudaya yang dilandasi iman dan taqwa
4) Membangun dan mengembangkan komitmen warga sekolah untuk
cinta pada lingkungan
5) Mengembangkan layanan pendidikan yang efektif dan efisien
berbasis kekinian dan kepuasan masyarakat.
c. Tujuan SMA Kartika XX-2 KendarI ialah wujudkan SMA Kartika XX-
2 Kendari sebagai sekolah adiwiyata.
4
B. Struktur Organisasi Sekolah SMA Kartika XX-2 Kendari
Struktur organisasi sekolah SMA Kartika XX-2 Kendari sebagai
berikut
KETUA YAYASAN
NY. DEDI NURHADIMAN
KETUA
KEPALA SEKOLAH
KOMITE
LA ODE SUAYIB, SPd
LA SIARA,
NIP.19770303200604
[Link]., M. Pd
WAKIL KEPALA
SEKOLAH
DEWAN GURU
PESERTA DIDIK
5
1. Peranan dan Fungsi Struktur Organisasi
a. Kepala Sekolah
Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai educator,
manajer, administrator, supervisor, leader, dan motivator.
1) Kepala Sekolah selaku educator mempunyai tugas melaksanakan
proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.
2) Kepala Sekolah selaku Manajer mempunyai tugas menyusun
perencanaan, mengorganisasikan kegiatan, mengarahkan kegiatan,
mengkoordinasikan kegiatan, melaksanakan pengawasan,
melakukan evaluasi terhadap kegiatan, menentukan kebijakan,
mengadakan rapat, mengambil keputusan, mengatur proses belajar
mengajar, mengatur administrasi (ketatausahaan, siswa,
ketenagaan, sarana dan prasarana, dan keuangan/RAPBS),
mengatur organisasi siswa intrakurikuler (OSIS), dan mengatur
hubungan dengan masyarakat dan dunia usaha/instansi terkait.
3) Kepala Sekolah selaku Administrator bertugas menyelenggarakan
administrasi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
keterampilan dan kesenian, pengkoordinasian, pengawasan,
kurikulum, kesiswaan, ketatausahaan, kantor, perpustakaan,
laboratorium, ruang keterampilan/kesenian, bimbingan konseling,
UKS, OSIS, serbaguna, media, gudang, dan 7 K.
4) Kepala Sekolah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan
Supervisor mengenai proses belajar mengajar, kegiatan bimbingan
konseling, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ketatausahaan,
kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait, sarana
dan prasarana, kegiatan OSIS, dan kegiatan 7 K.
5) Kepala Sekolah selaku Leader bertugas memimpin setiap kegiatan
mengenai:
a) Dapat dipercaya, jujur, dan bertanggung jawab
b) Memahami kondisi guru, karyawan dan siswa
c) Memiliki visi dan memahami misi sekolah
6
d) Mengambil keputusan urusan
e) Membuat, mencari dan memilih gagan baru
6) Kepala Sekolah selaku Motivator mampu melakukan dorongan-
dorongan sehingga sekolah dapat berkembang secara optimal.
a) Mengatur ruang kantor yang konduktif untuk bekerja
b) Mengatur ruang kantor yang konduktif untuk kbm/ bk
c) Mengatur ruang laboratorium yang konduktif untuk praktikum
d) Mengatur ruang perpustakaan yang konduktif untuk belajar
e) Mengatur halaman atau lingkungan yang sejuk dan teratur
f) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan
karyawan
g) Menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman
h) Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah dapat
mendelegasikan kepada wakil kepala sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah
Tugas wakil kepala sekolah adalah sebagai berikut:
1) Mengkoordinasikan kegiatan pembantu kepala sekolah bidang
kurikulum, kesiswaan, humas, dan sarana dan prasarana.
2) Mewakili Kepala Sekolah tugas-tugas kedinasan.
3) Melaksanakan kegiatan Supervisi.
4) Mendokumentasikan kegiatan Supervisi.
c. Komite Sekolah
Tugas komite sekolah adalah sebagai berikut:
1) Turut serta mengontrol dan memberikan sumbangan saran demi
kemajuan sekolah.
2) Bekerjasama dengan civitas akademik sekolah.
3) Membantu sekolah dalam mencari dan mengumpulkan dana bagi
kepentingan keluarga sekolah.
4) Membantu sekolah dalam mengambil keputusan tentang upaya-
upaya perbaikan sarana dan prasarana.
7
d. Kepala Urusan Tata Usaha
Tugas kepala urusan tata usaha adalah sebagai berikut:
1) Menyusun program katatausahaan.
2) Menyusun dan mengatur pembagian tugas masing-masing pegawai
tata usaha.
3) Menyusun dokumen-dokumen khusus dan dokumen sekolah.
4) Mengkoordinir kelengkapan administrasi sarana dan prasarana
sekolah/ inventaris sekolah.
5) Membina dan mengembangkan karier pegawai tata usaha.
6) Mengkoordinir kelengkapan administrasi keuangan.
7) Mengkoordinir dan melaksanakan K-7.
8) Penyelesaian kenaikan pangkat guru dan pegawai tata usaha.
9) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan ketatausahaan sekolah
secara berkala.
10) Mengkoordinir dan mengurus kelengkapan administrasi
kepegawaian dan kesiswaan.
11) Menyiapkan data dan statistik sekolah dalam bentuk dokumen dan
bentuk grafik.
e. Pembantu Kepala Sekolah Urusan Kurikulum
8
f. Pembantu Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
Tugas pembantu kepala sekolah urusan kesiswaan adalah sebagai
berikut:
1) Mengkoordinir dan bertanggungjawab dalam perencanaan,
penyusunan dan pelaksanaan program-program kedisiplinan.
2) Menyusun program pembinaan siswa bersama BK.
3) Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi.
4) Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala
dan insidental.
5) Melaksanakan pemilihan calon siswa teladan dan calon siswa
penerimaan beasiswa dengan pertimbangan Wakasek dan BK.
6) Menyusun kegiatan penanggulangan DO bersama wali kelas dan
BK.
7) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala.
g. Pembantu kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana
Tugas pembantu kepala sekolah urusan sarana dan prasarana adalah
sebagai berikut:
1) Merencanakan kebutuhan sarana dan prasaana sekolah untuk
menunjang proses belajar mengajar.
2) Merencanakan program pengadaan sarana inventaris dan barang
non invevtaris unrtuk kepentingan sekolah.
3) Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana sekolah.
4) Mengatur pengelolaan perawatan dan perbaikan sarana sekolah.
5) Mengatur pembukuan administrasi sarana/inventarisir dan
menyusun laporan.
Dalam pelaksanaan tugasnya Pembantu kepala sekolah urusan sarana
dan prasarana dibantu oleh Kepala Urusan Tata Usaha dan Pegawai
Tata Usaha.
h. Pembantu Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat
Pembantu kepala sekolah urusan hubungan masyarakat
mempunyai tugas merencanakan, menyusun, dan melaksanakan
9
penjabaran program dalam membantu kepala sekolah yang berkaitan
dengan masalah hubungan masyarakat yang meliputi upacara sekolah,
kebersihan, keindahan, kerindangan dan usaha kesehatan sekolah,
menyusun pengembangan kerjasama dengan industri, instansi terkait,
menyusun dan mengkoordinasikan hubungan orang tua siswa,
penerimaan tamu dan acara sekolah.
i. Guru
1) Tugas guru adalah sebagai berikut:
pangkatnya.
j. Wali Kelas
Tugas wali kelas adalah sebagai berikut:
1) Pengelolaan kelas.
2) Penyelenggaraan administrasi kelas.
3) Penyusunan dan pembuatan stastistik bulanan siswa.
4) Pengisian daftar kumpulan nilai siswa.
5) Pembuatan catatan khusus siswa.
10
6) Catatan mutasi siswa.
7) Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar siswa.
8) Pembagian raport.
k. Guru Bimbingan dan Konseling
Guru bimbingan dan konseling mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Menyusun program pelaksanaan bimbingan dan konseling.
2) Melakukan koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi
masalah yang dihadapi siswa.
3) Memberikan layanan bimbingan kepada siswa untuk lebih
berprestasi.
4) Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam
pemilihan program, kelanjutan pendidikan dan lapangan
pekerjaan yang sesuai.
5) Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
C. Peraturan Dan Tata Tertib Sekolah
1. Tata Tertib Siswa
a. Pelajaran akan dimulai setiap jam 07.30 setiap harinya kecuali hari
Senin (upacara bendera).
b. Siswa harus berada di dalam kelas paling lambat 10 menit sebelum
jam pelajaran dimulai.
c. Bagi siswa yang datang terlambat maka diwajibkan untuk melapor ke
guru piket dan membawa surat izin masuk kelas dari guru piket.
d. Siswa yang 3 kali datang terlambat secara berturut turut, akan dikenai
sanksi berupa surat peringatan 1.
e. Siswa tidak diperkenankan keluar masuk ruang kelas tanpa seizin dari
guru yang sedang mengajar.
f. Siswa harus berseragam lengkap sesuai ketentuan yang berlaku:
a. Senin-Selasa : seragam putih abu-abu.
b. Rabu-Kamis : seragam batik sekolah.
c. Jumat-Sabtu : seragam Pramuka.|
11
d. Siswi diwajibkan untuk memakai bawahan rok dan baju lengan
panjang
g. Seluruh siswa diwajibkan untuk berpakaian rapi dan sesuai dengan
ketentuan baik di sekolah maupun diluar sekolah.
h. Bagi siswa yang berhalangan hadir, diharapkan untuk membuat surat
keterangan yang ditandatangani oleh orang tua siswa atau wali.
i. Surat keterangan tanpa tanda tangan orang tua atau wali dianggap
tidak sah.
j. Siswa yang tidak hadir di kelas tanpa surat keterangan yang sah
dianggap alpa pada hari tersebut..
k. Siswa yang tiga kali berturut-turut hadir tanpa keterangan maka orang
tua siswa akan dipanggil untuk menghadap wali kelas.
l. Siswa yang dengan jumlah alpa lebih dari 20 kali dalam satu tahun
atau 2 semester, maka dinyatakan tidak naik kelas. tanpa
pengecualian.
m. Siswa harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan dilarang
membuang sampah sembarangan.
n. Setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh pihak sekolah seperti senam, kegiatan Jum’at bersih
dll.
o. Siswa harus bertingkah laku sopan dan baik terhadap guru, siswa
ataupun perangkat sekolah lainnya.
p. Siswa dilarang berambut gondrong atau panjang (bagi laki laki),
membawa senjata tajam, narkoba, rokok ataupun obat obatan
berbahaya lainnya.
q. Siswa dilarang merokok dan melakukan kegiatan-kegiatan negatif
lainnya di dalam dan luar lingkungan sekolah.
r. Siswa dilarang membawa orang luar ke lingkungan sekolah tanpa
seizin guru piket.
s. Siswa dilarang keluar lingkungan sekolah pada jam pelajaran tanpa
seizin guru piket.
12
t. Siswa yang melanggar peraturan atau tata tertib diatas dengan sengaja
maka akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
1) Teguran lisan atau surat peringatan 1, 2 dan 3
2) Surat panggilan kepada orang tua atau wali bila sudah diberi surat
peringatan 3 kali.
3) Skorsing
4) Dikembalikan kepada orang tua atau wali murid.
u. Setiap siswa harus menjaga nama baik sekolah baik di dalam maupun
diluar lingkungan sekolah
2. Tata Tertib Guru
a. Berkewajiban datang dan pulang tepat waktu sesuai dengan jadwal
yang telah ditentukan
b. berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk
manusia pembangunan yang pancasila
c. memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai
dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
d. mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi
tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk
penyalahgunaan.
e. menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hububngan
dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
f. memelihara hubungan baik dengan masyarakat sekitar sekolahnya
maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendididkan.
g. secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha
mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
h. menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru, baik
berdasarkan lingkungan kerja, maupun dalam hubungan keseluruhan.
i. secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu
organisasi profesional sebagai sarana pengabdian.
j. melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan
13
pemerintah dalam bidang pendidikan.
k. memberikan teladan dan menjaga nama baik lembaga dan profesi
l. meningkatkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara
berkelanjutan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni.
m. memotivasi peserta didik dalam memanfaatkan waktu untuk belajar
diluar jam sekolah.
n. memberikan keteladanan dalam menciptakan budaya membaca,
budaya belajar dan budaya bersih.
o. bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan
jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu atau latar
belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam
pembelajaran.
p. mentaati tata tertib dan peraturan perundang-undangan, kode etik
guru serta nilai-nilai agama dan etika
q. berpakaian yang menutup aurat bagi yang beragama islam dan sesuai
norma sosial masyarakat/norma kepatuhan bagi yang beragama lain.
D. Kegiatan-Kegiatan Ceremonial-Formal Di Sekolah
1. Kegiatan Harian
a. Memeriksa daftar hadir guru, tenaga tehnis pendidikan, dan tenaga
tata usaha.
b. Mengatur dan memeriksa 7 K disekolah (keamanan, ketertiban,
kebersihan, keindahan, keteladanan, kerindangan dan kekeluargaan).
c. Memeriksa program kerja guru dan persiapan pengajaran yang
menunjang proses belajar mengajar.
d. Menyelesaikan surat-surat, menerima tamu, dan menyelesaikan
pekerjaan kantor lainnya.
e. mengatasi hambatan-hambatan terhadap kelancaran berlangsungnya
proses belajar mengajar.
f. Mengatasi kasus yang terjadi pada hari ini itu.
14
g. Memeriksa segala sesuatu yang terjadi sampai selesainya jam kerja
sekolah pada hari itu.
h. Memeriksa keterlaksanaan 8 Program Standar Nasional Pendidikan.
2. Kegiatan Mingguan
a. Upacara tiap hari senin dan hari besar Nasional yang ada pada minggu
tersebut.
b. Memeriksa agenda dan menyelesaikan surat-surat.
c. Mengadakan pertemuan mingguan untuk menelaah kembali kegiatan
yang lalu dan menyiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan kegiatan
mingguan berjalan.
d. Mengatur pengadaan keperluan perlengkapan kantor / sekolah.
e. Mengevaluasi Program Kegiatan Harian Sekolah.
3. Kegiatan Bulanan
a Awal Bulan
1) Melaksanakan laporan bulanan, rencana keperluan perlengkapan
kantor, sekolah dan rencana belanja bulanan.
2) Melaksanakan Pemeriksaan Umum terhadap :
a) Agenda kelas.
b) Daftar hadir guru dan pegawai.
c) Kumpulan bahan Evaluasi berikut analisisnya.
d) Kumpulan persiapan pengajaran guru.
e) Diagram Pencapaian Kurikulum.
f) Program perbaikan dan pengayaan.
g) Diagram daya serap siswa.
h) Buku catatan BP/BK.
b. Akhir Bulan
1) Penutupan Buku Pemeriksaan dan Pelaporan.
2) Pertanggung jawaban keuangan.
3) Evaluasi terhadap persediaan dan pegadaan alat dan bahan praktek.
4) Evaluasi masing-masing program kegiatan.
15
4. Kegiatan Semester
a. Menyelenggarakan perbaikan alat-alat praktek.
b. Mengawasi pengisian daftar buku induk siswa.
c. Menyiapkan evaluasi semester.
d. Menyelenggarakan Evaluasi kegiatan BP, OSIS, UKS, dan
Extrakurikuler.
e. Pembuatan Leger (kumpulan nilai).
f. Penetaan Nilai Raport.
g. Catatan siswa yng perlu mendapat perhatian.
h. Pengisian nilai semester.
i. Pembagian Raport.
j. Pemanggilan Orang Tua Siswa bila diperlukan untuk Konsultasi.
5. Kegiatan Akhir Tahun
a. Menyelesaikan penutupan buku ....... dan keuangan .
b. Menyelenggarakan UN dan UAS.
c. Menyelenggarakan persiapan kenaikan kelas/tingkat yang meliputi:
1) Pengisian Legal (daftar nilai).
2) Penyiapan bahan-bahan untuk rapat guru.
3) Pengisian raport dan nilai UN.
4) Kegiatan akhir tahun ajaran, kenaikan kelas, pembagian raport,
penyerahan SKHU, dan pelepasan kelulusan.
5) Mengadakan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tahun
pelajaran yang bersangkutan.
6) Membuat rencana perbaikan dan pemeliharaan sekolah serta alat
bantu pendidikan.
7) Membuat rencana keuangan tahun yang akan datang.
8) Membuat laporan akhir tahun pelajaran.
9) Melaksanakan kegiatan penerimaan siswa baru yang meliputi :
a) Persiapan formulir syarat-syarat penerimaan siswa baru.
b) Pembentukan panitia penerimaan pendaftaran siswa baru.
c) Penyusunan syarat-syarat penerimaan siswa baru.
16
d) Rapat panitia penerimaan Siswa Baru.
6. Kegiatan AWAL TAHUN AJARAN
a. Membuat Program Kerja Sekolah.
b. Merefleksikan Program Kegiatan Tahun lalu.
c. Kebutuhan Guru / TU.
d. Pembagian tugas mengajar.
e. Program Persiapan Pengajaran.
f. Kebutuhan buku pelajaran dan buku pegangan guru.
g. Kelengkapan alat/bahan pengajaran.
h. Rapat dewan guru.
1. Intrakurikuler
17
p. Geografi.
q. Seni dan Budaya.
r. Bimbingan Konselin (BK).
2. Ekstrakurikuler
2. Keadaan Pendidik
Guru-guru di sekolah ini sudah menguasai teknologi dengan baik
dalam melakukan proses belajar mengajar, misalnya menggunaka lcd
dalam proses belajar mengajar, data siswa diinput secara online, serta
penulisan lapor siswa menggunakan aplikasi, sehingga jika ada terjadi
kesalahan maka dengan mudah lapor tersebut diperbaiki.
3. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
18
kesiswaan dengan kepengurusannya berasal dari siswa di SMA Kartika
XX-2 Kendari.
4. Keadaan Sarana Fisik SMA Kartika XX-2 Kendari
SMA Kartika XX-2 Kendari memiliki ruang kepala sekolah,
ruang guru, ruang tata usaha, ruang BK, laboratorium bahasa,
laboratorium komputer, laboratorium kimia, lapangan olahraga, ruang
belajar, perpustakaan, mushola, pos satpam, taman serta toilet.
19
BAB IV
KESIMPULAN
20