Asuhan Kebidanan G4P3A0 Hamil 32 Minggu
Asuhan Kebidanan G4P3A0 Hamil 32 Minggu
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK IV
Disusun Oleh :
i
HALAMAN PENGESAHAN
Disusun Oleh :
Disetujui Oleh :
Pembimbing Institusi
Tanggal ……………………..2019
Di Poltekkes Kemenkes Palembang (Eprila, SST, [Link])
NIP. 198104152002122002
Pembimbing Lapangan
Tanggal ……………………..2019
Di Puskesmas Sungai Selincah (Azmi Faidatul Khasanah, [Link])
NIP. 198707312009032005
Pembimbing Seminar
Tanggal ……………………..2019
Di Dinas Kesehatan Kota Palembang (Yolanita Septriumi, SKM, [Link]. PH)
NIP. 19640214199103200
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat kesehatan kepada kami semua untuk menyelesaikan laporan
ini yang berjudul “Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 32
Minggu Di Puskesmas Sungai Selincah Kota Palembang Tahun 2019” tepat pada
waktunya. Sholawat beserta salam tak lupa kami sanjungkan kepada Nabi besar
Muhammad SAW. yang telah membawa dunia dari zaman kebodohan ke zaman
yang penuh dengan ilmu seperti saat ini.
Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk melengkapi salah
satu syarat dalam Praktek Klinik Kebidanan 1 Politeknik Kesehatan Kementrian
Kesehatan Palembang. Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak
mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini kami sebagai penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih
kepada :
iii
7. Ibu Hesti Robaliza [Link] , selaku Kepala Ruangan KIA Puskesmas
Sungai Selincah Kota Palembang
8. Ibu Eprila, SST, [Link]., selaku Pembimbing Institusi Prodi Sarjana
Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang
9. Seluruh staf dan karyawan Puskesmas Sungai Selincah Kota Palembang
10. Seluruh dosen dan staf Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Palembang
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih. Semoga laporan ini berguna
sebagai tambahan informasi dan dapat bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.
Penulis
iv
DAFTAR ISI
v
2.2.8 Evaluasi ..................................................................................................16
2.3 Konsep Dasar Teori .......................................................................................16
2.3.1 Definisi Kehamilan ...............................................................................16
2.3.2 Tanda-Tanda Kehamilan........................................................................17
2.3.3 Keluhan Yang Terjadi Pada Ibu Hamil..................................................19
2.3.4 Kekurangan Energi Kronis ....................................................................22
[Link] Pengertian Kekurangan Energi Kronis ....................................22
[Link] Dampak Kekurangan Energi Kronis .......................................22
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi KEK ...............................23
[Link] Hal Yang Dilakukan Pada Penderita KEK ...............................25
BAB III : TINJAUAN KASUS
3.1 Pendokumentasian Metode SOAP ...............................................28
BAB IV : PEMBAHASAN ................................................................................37
BAB V : PENUTUP
5.1 Kesimpulan .................................................................................39
5.2 Saran ............................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................40
LAMPIRAN .............................................................................................................
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa kehamilan merupakan suatu peristiwa alami dan fisiologis yang
terjadi pada wanita dengan didahului oleh suatu peristiwa fertilisasi pembentukan
zigot dan akhirnya menjadi janin yang mengalami pertumbuhan dan
perkembangan di dalam uterus. AKI menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan selama masa
kehamilan sehingga hal ini menjadi masalah yang besar di Indonesia menurut
Survey Data Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Angka
Kematian Ibu di Indonesia 395 per 100.000. Menurut Survey Angka Sensus
(SUPAS) tahun 2010 angka kematian ibu yaitu 346/100.000 kelahiran hidup dan
pada tahun 2015 angka kematian ibu yaitu 305/ 100.000 kelahiran hidup. Angka
kematian ibu pada tahun 2015 yaitu 4.999, pada tahun 2016 menjadi 4912 kasus
dan di tahun 2017 (semester 1) sebanyak 1.712 kasus. ( Depkes RI)
Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan
bulan Desember 2017 mencapai 107 Kasus. Jumlah Kematian Ibu Maternal
tertinggi terjadi di Kab. Banyuasin (18 kasus), Kab. OKU Timur (11 kasus), dan
Kab. OKU (10 kasus), kemudian diikuti Kab. Musi Banyuasin (9 kasus).
Sedangkan jumlah kematian ibu maternal terendah terjadi di Kab OKI, PALI dan
Kota Lubuk Linggau masing- masing (2 kasus), diikuti Kota Pagar Alam (1
kasus) dan Kab. OKU Selatan (1 kasus), namun masih perlu perhatian kita karena
target tahun 2019 Angka Kematian Ibu 304/100.000 KH. Bila kita lihat dari hasil
rekapan laporan PWS KIA kasus kematian antara kab/kota dari tahun ke tahun
terjadi perubahan, baik itu jumlah maupun penyebab kematian yang berbeda beda.
Perbedaan ini dapat dilihat dari beberapa kabupaten/kota yang cenderung
menurun dan bahkan ada yang meningkat dengan penyabab utamanya adalah
perdarahan dan disusul dengan hypertensi dalam kehamilan. Pada jumlah kasus
kematian maternal disebabkan oleh beberapa faktor, faktor yang sangat dominan
dari penyebab kematian ibu pada tahun 2017 adalah perdarahan 37 kasus,
hipertensi dalam kehamilan 35 kasus, Faktor lain-lain 21 kasus, dan dikuti oleh
1
Gangguan Sistem Peredaran Darah 8 kasus (jantung, storke, dll), Infeksi 4 kasus
dan Gangguan Metabolik (Diabetes melitus, dll) 2 kasus.
Salah satu bentuk faktor risiko pada ibu hamil merupakan Kurang Energi
Kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm, atau
penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan (Kemenkes RI, 2015).
Kurang Energi Kronik (KEK) adalah kurangnya asupan energi berlangsung lama.
Pada ibu hamil KEK merupakan keadaan ibu hamil menderita kekurangan energi
yang berlangsung menahun sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Kurang
Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan
makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya
gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi yang
semakin meningkat tidak terpenuhi (Depkes RI, 2002).
Masalah gizi kurang pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian,
masalah tersebut antara lain anemia dan ibu hamil kurang energi kronik (KEK).
Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi risiko KEK pada ibu hamil (15-49 tahun)
sebesar 17.3%, dan proposi kek pada wanita usia subur tidak hamil adalah sebesar
14.5%. Kurangnya asupan energi yang berasal dari zat gizi makro (karbohidrat,
protein dan lemak) maupun zat gizi mikro terutama vitamin A, vitamin D, asam
folat, zat besi, seng, kalsium dan iodium serta zat gizi miro lain pada wanita usia
subur yang berkelanjutan (remaja sampai masa kehamilan), mengakibatkan
terjadinya kurang energi kronik (KEK) pada masa kehamilan, yang diawali
dengan kejadian ‘risiko’ KEK dan ditandai oleh rendahnya cadangan energi dalam
jangka waktu cukup lama yang diukur dengan lingkar lengan atas (LiLA). Ibu
hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan
keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil
KEK berisiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan
sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kematian janin (keguguran), prematur,
lahir cacat, bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan kematian bayi, ibu hamil KEK
dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik (stunting),
otak dan metabolisme yang menyebabkan penyakit menular di usia dewasa.
Kondisi kurang energi kronis pada ibu hamil akan terjadi jika kebutuhan
akan tubuh tidak mencukupi. Keadaan kurang energi kronis pada ibu hamil dapat
2
dimonitor dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas ibu hamil. Ibu hamil
sebaiknya memiliki lingkar lengan atas lebih dari 23,5 cm pada 3 bulan pertama
kehamilan. Selain membutuhkan energi untuk dirinya, ibu hamil juga
membutuhkan energi untuk pertumbuhan janin dalam kandungannya. Indikator
ibu hamil KEK merupakan indikator untuk mengurangi risiko persalinan,
pertumbuhan dan perkembangan anak dikemudian hari. Kekurangan energi kronik
pada ibu hamil akan berdampak pada pertumbuhan janin didalam kandungan ibu.
Ibu hamil KEK memiliki risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR). Kondisi KEK pada ibu hamil ini harus segera ditindaklanjuti
untuk menurunkan angka kejadian BBLR sehingga risiko kematian bayi atau
neonatal yang disebabkan BBLR dapat diturunkan.
Pelayanan kesehatan adalah setiapatau serangkaian kegiatan yang
dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan antenatal mempunyai
pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan janin atau lama waktu mengandung,
baik dengan diagnosis maupun dengan perawatan berkala terhadap adanya
komplikasi kehamilan. Pertama kali ibu hamil melakukan pelayanan antenatal
merupakan saat yang sangat penting, karena berbagai faktor risiko bisa diketahui
seawal mungkin dan dapat segera dikurangi atau dihilangkan (Meikowati, 2014).
Dengan dilakukannya antenatal care pada ibu hamil dapat mengurangi
faktor resiko yang dapat menyebabkan Kurang Energi Kronis ( KEK) pada ibu
hamil. Pelayanan gizi pada ibu hamil juga terdapat di dalam pelayanan antenatal
terpadu. Setiap ibu hamil mempunyai risiko mengalami masalah gizi terutama
KEK, hal tersebut yang mengharuskan semua ibu hamil menerima pelayanan
antenatal yang komprehensif dan terpadu. Tujuan pelayanan antenatal terpadu
salah satunya adalah pengobatan dan penanganan gizi yang tepat terhadap
gangguan kesehatan ibu hamil termasuk masalah gizi terutama KEK.
Berdasarkan Riskesdas pada tahun 2018, proporsi Wanita usia subur
(WUS) dengan kekurangan Energi kronik, yaitu WUS dengan lingkar lengan atas
kurang dari 23,5 cm telah terjadi peningkatan dengan proporsi ibu hamil usia 15-
19 tahun dengan KEK (kekurangan Energi Kronik) dari 38.5 % pada tahun
2013menurun menjadi 33.5 % di tahun 2018. Selain itu penurunan yang terjadi
3
pada WUS usia 15-19 tahun yang tidak hamil dari 46.6% pada tahun 2013
menurun menjadi 36.3% pada tahun 2018 (depkes RI, 2018). Berdasarkan data
Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 prevelansi bumil KEK sebesar
4,8%.
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil
pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 32 minggu di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.
1.3.2 Tujuan Khusus
4
Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah ke dalam
proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam
melaksanakan asuhan kebidanan penulis diharapkan mampu :
S : Mengumpulkan data subjektif secara menyeluruh pada Ny. “I”
G4P3A0 hamil 28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai
Selincah Palembang Tahun 2019.
O : Mengumpulkan data objektif secara menyeluruh sesuai standar
asuhan kebidanan pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 28 minggu
dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah Palembang
Tahun 2019.
A : Menegakkan diagnosa berkolaborasi dengan tenaga kesehatan
lain sesuai standar asuhan kebidanan pada Ny. “I” G4P3A0
hamil 28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.
P : Melakukan tatalaksana kasus untuk tindakan segera atau
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan
berdasarkan kondisi menyeluruh pada Ny. “I” G4P3A0 hamil
28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Institusi Pendidik
Studi kasus ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan pengajaran
yang berkaitan dengan kehamilan fisiologis serta untuk dokumentasi
agar dapat digunakan sebagai bahan perbandingan untuk melaksanakan
penelitian yang akan datang.
1.4.2 Bagi Pengkaji
Studi kasus ini dilakukan sebagai pengalaman dan sarana untuk dapat
menerapkan ilmu dan teori dalam rangka menambah pengetahuan dan
wawasan salah satunya untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan
terhadap kehamilan fisiologis.
5
1.4.3 Bagi Puskesmas Sungai Selincah
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk
meningkatkan pelayanan kebidanan dan juga diharapkan dalam rangka
meningkatkan pemberian konseling pada ibu yang mengalami
kehamilandi Puskesmas Sungai Selincah Palembang Tahun 2019.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
7
2) Penyebaran leaflet-leaflet
3) Pemasangan spanduk
4) Screening siswa SD,SMP, dan SMU (30 sekolah )
8
7) Pemantauan garam yodium di RT dan sekolah
8) Sosialisasi pemberian Fe pada remaja putri
2. Pelayanan Pengembangan
a. Loket pendaftaran.
Tempat pasien melakukan registrasi pembayaran bisa berupa
Umum,Kis,maupun Bpjs.
b. Ruang pelayanan kesehatan umum.
Ruang ini melayani pengobatan umum bagi pasien umum atau
dewasa dan pasien kegawatdaruratan, yang dilayani oleh seorang
dokter umum dan dibantu oleh para Petugas kesehatan terlatih
lainnya.
c. Ruang pelayanan kesehatan ibu (KIA/KB).
Kegiatan yang dilakukan di ruangan ini, meliputi pelayanan
kebidanan terhadap ibu hamil , ibu bersalin, dan ibu nifas, dan
tersedianya klinik bersalin 24 jam bagi persalinan fisiologis,
pemeriksaan IVA (Skrining Ca Cerviks).
Untuk kegiatan KB Puskesmas Sei Selincah melayani kebutuhan
masyarakat dalam KB berupa IUD, Implan, Pil, Suntik, Kondom,
dan KB Pasca partus. Klinik ini dalam pelaksanaannya dilayani
9
oleh para Bidan terlatih dan juga diawasi oleh Dokter Spesialis
Kebidanan.
d. Ruang Pelayanan Kesehatan Anak
ruangan ini melayani kesehatan bayi dan balita, pelaksanaannya
dilakukan oleh seorang Dokter,Bidan dan Perawat terlatih dibidang
anak, sistem pelayanan dengan teknik MTBS (Manajemen
Terpadu Balita Sakit).
e. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut. Melayani pengobatan dan
perawatan gigi terutama pengobatan dasar seperti pencabutan dan
penambalan gigi.
f. Ruang Gizi, Melayani :
Konsultasi Gizi
Melakukan konsultasi gizi pada ibu hamil yang pemeriksaaan
LILA nya dibawah 23,5 cm atau ibu hamil yang KEK (Kekurangan
Energi Kronis) dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu
tersebut.
Imunisasi
Melayani Imunisasi Dasar, yaitu BCG, DPT, Polio, Hepatitis, dan
Campak. Dan Imunisasi Lanjutan, yaitu imunsasi TT pada
bumil/caten dan MR. Dilaksanakan setiap hari kamis oleh Petugas
puskesmas terlatih.
g. Ruang Menyusui
h. Laboratorium
Melayani pemeriksaan test urin , tes darah, test trombosit, test
typhoid, DDR, BTA sputum, golongan darah, gula darah, kolestrol,
asam urat, SGOT/PT, ureum, creatinin, HBsAg test, HIV test, dan
syfhilis test. Dilayani setiap hari oleh dua orang petugas yang
terlatih.
2.1.3 Ketenagakerjaan
Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-harinya, Puskesmas
Sei Selincah dipimpin oleh seorang pimpinan Puskesmas sejak November
2016 dijabat oleh dr. Hj. Apriyanti [Link] dibantu oleh, 2 dokter umum, 1
10
dokter gigi, 1 orang tenaga adminkes, 2 orang penyulu kesehatan, 9 orang
perawat, 2 perawat gigi, 13 orang bidan, 2 orang asisten apoteker, 2 orang
sanitarian, 1 orang petugas gizi, 2 orang tenaga laboratorium, 1 orang staff
TU, 2 orang petugas pendaftaran, 3 orang penjaga malam.
11
dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan – penemuan keterampilan
dalam rangkaian atau tahapan yang lagis untuk pengambilan suatu keputusan
yang berfokus pada klien.
2) Pemeriksaan umum
3) Pemeriksaan khusus
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Auskultasi
d. Perkusi
4) Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium
12
1) Diagnosa kebidanan
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang telah ditegakkan
bidan dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standat
nomenulatus tersebut antara lain :
a) Diakui dan disahkan oleh profesi
b) Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
c) Memiliki ciri khas kebidanan
d) Didukung oleh Clintca 1 Judgement dalam praktik
kebidanan.
e) Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen
kebidanan.
2) Masalah
13
terdapat beberapa penyebab yang mempengaruhi kebutuhan ibu akan zat gizi
tidak terpenuhi yaitu disebabkan karena asupan makanan yang kurang dan
penyakit infeksi, ibu hamil yang asupan makanannya cukup tetapi menderita
sakit maka akan mengalami gizi kurang dan ibu hamil yang asupan
makanannya kurang maka daya tahan tubuh akan melemah dan akan mudah
terserang penyakit, tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan ibu tentang
gizi kurang, pendapatan keluarga yang tidak memadahi, usia ibu yang kurang
dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun sehingga berpengaruh pada kebutuhan
gizinya, paritas ibu yang tinggi atau terlalu sering hamil dapat menguras
cadangan zat gizi tubuh, jarak kelahiran yang terlalu dekat menyebabkan ibu
tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuh setelah melahirkan,
ibu hamil yang bekerja membutuhkan lebih banyak energi karena cadangan
energinya dibagi untuk dirinya sendiri, janin dan bekerja. Pendapat ini
didukung hasil penelitianpendapatan keluarga mempengaruhi status gizi ibu
hamil. Bahwa pengetahuan mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi
kronis.
Kekurangan energi dan kalori (KEK) pada Wanita Usia Subur (WUS)
dan ibu hamil beresiko melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah (Atika dan Siti,
2009; h. 177). Hal ini terjadi karena di dalam masa awal kehamilan ibu hamil
mengalami malnutrisi sehingga mempengaruhi perkembangan dan kapasitas
embrio. Nutrisi yang buruk pada kehamilan lanjut akan mempengaruhi
pertumbuhan janin sehingga pertumbuhan janin tidak akan maksimal karena
asupan nutrisi janin yang berasal dari ibu kurang (Atika dan Siti, 2009; h. 36-
37). Berat Bayi Lahir Rendah mempunyai resiko kematian, gizi kurang,
gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak (Supariasa, dkk,
2002) .
14
Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap – siap mencegah diagnosa
atau masalah potensial ini menjadi benar – benar terjadi.
15
Rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah dilakukan atau
diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.
Perencanaan ini bisa dilakukan oleh bidan atau sebagian oleh klien atau
anggota tim kesehatan lainnya.
Walaupun bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggung
jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. Manajemen yang efisien akan
menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan mutu asuhan klien.
2.2.8 Mengevaluasi
Pada tingkat atau langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari
asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan
apakah benar – benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan
sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana
tersebut dapat dianggap efektif juga memang efektif dalam
pelaksanaannya.
16
uterus,pembentukan placenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai
aterm (Sholic hah, Nanik, 2017: 79-80).
17
Naegele yaitu TTP : (hari pertama HT + 7), (bulan - 3) dan (tahun +
1) (Kumalasari, 2015: 12).
b) Mual (nausea) dan Muntah (vomiting) Pengaruh estrogen dan
progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang
berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama
pada pagi hari yang disebut dengan morning sickness. Akibat mual
dan muntah ini nafsu makan menjadi berkurang. Dalam batas yang
fisiologis hal ini dapat diatasi Dalam batas tertentu hal ini masih
fisiologis Untuk mengatasinya ibu dapat diberi makanan ringan yang
mudah dicerna dan tidak berbau menyengat (Kumalasari, 2015: 2).
c) Mengidam Wanita hamil sering makan makanan terntentu,
keinginan yang demikian disebut dengan mengidam, seringkali
keinginan makan dan minum ini sangat kuat pada bulan – bulan
pertama kehamilan. Namun hal ini 23 akan berkurang dengan
sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.
18
hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala
ini kembali karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin
(Prawirohardjo, 2008: 100).
g) Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesteron dapat menghambat
peristaltik usus (tonus otot menurun) sehingga kesulitan untuk BAB
(Sunarsih, 2011: 111).
h) Pigmentasi kulit Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari
12 minggu. Terjadi akibat pengaruh hormon kortikosteroid plasenta
yang merangsang melanofor dan kulit. Pigmentasi ini meliputi
tempat-tempat berikut ini :
19
Meskipun tidak semua wanita hamil mengalami morning
sickness tetapi tidak jarang juga wanita mengeluhkan ini ketika dirinya
sedang hamil bahkan morning sickness juga kerap kali dijadikan tanda
umum adanya janin di dalam perut seorang wanita.
20
menerus bisa menyebabkan wasir dan kenyamanan Ibu hamil pun
menjadi terganggu.
Cara mengatasi susah buang air besar (BAB) pada ibu hamil
yaitu dengan memperbanyak asupan air. Selain itu makanan berserat
seperti buah-buahan dan sayur-sayuran pun jangan dilupakan. Anda
juga bisa melakukan olahraga khusus ibu hamil untuk mencegah
sembelit menjadi lebih parah.
4. Sakit Punggung
21
pada tulang panggul anda ke tulang belakang, hal tersebut dapat
membuat anda merasa kurang stabil dan menyebabkan rasa sakit
terutama pada bagian punggung.
Akibat KEK saat kehamilan dapat berakibat pada ibu maupun janin
yang dikandungnya yaitu meliputi:
Akibat KEK pada ibu hamil yaitu :
1) Terus menerus merasa letih
22
2) Kesemutan
3) Muka tampak pucat
4) Kesulitan sewaktu melahirkan
5) Air susu yang keluar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi,
sehingga bayi akan kekurangan air susu ibu pada waktu menyusui.
Akibat KEK saat kehamilan terhadap janin yang dikandung antara lain :
1) Keguguran
2) Pertumbuhan janin terganggu hingga bayi lahir dengan berat lahir
rendah (BBLR)
3) Perkembangan otak janin terlambat, hingga kemungkinan nantinya
kecerdasaan anak kurang, bayi lahir sebelum waktunya (Prematur)
4) Kematian bayi (Helena, 2013).
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronik (KEK)
2. Usia ibu hamil Semakin muda dan semakin tua umur seseorang ibu yang
sedang hamil akan berpengaruh terhadap kebutuhan gizi yang
diperlukan. Umur muda perlu tambahan gizi yang banyak karena selain
digunakan pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri, juga harus
berbagi dengan janin yang sedang dikandung. Sedangkan untuk umur tua
23
perlu energi yang besar juga karena fungsi organ yang melemah dan
diharuskan untuk bekerja maksimal, maka memerlukan tambahan energi
yang cukup guna mendukung kehamilan yang sedang berlangsung.
Sehingga usia yang paling baik adalah lebih dari 20 tahun dan kurang
dari 35 tahun, dengan diharapkan gizi ibu hamil akan lebih baik.
24
bartambah baik. Usaha-usaha untuk memilih makanan yang bernilai
nutrisi semakin meningkat, ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai
pengetahuan nutrisi akan memilih makanan yang lebih bergizi dari pada
yang kurang bergizi.
25
450 Kalori dan 12 – 20 gram protein dari kebutuhan ibu adalah
angka yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi janin.
Meskipun penambahan tersebut secara nyata (95 %) tidak akan
membebaskan ibu dari kondisi KEK, bayi dilahirkan dengan berat
badan normal. Pada tahun 2007 dilaksanakan PMT bagi bumil gakin
di kabupaten/kota melalui dana APBN Program Perbaikan Gizi
Masyarakat. Kegiatan tersebut tidak dilanjutkan pada tahun 2008
karena tidak tersedianya dana dan diharapkan untuk pelaksanaan
selanjutnya dibebankan melalui dana APBD kabupaten/kota.
3. Konsumsi tablet Fe selama hamil.
Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral
meningkat sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada
akhir trimester kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang
menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah dan
mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah. Pada keadaan normal
hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian tablet besi, akan tetapi
pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi
juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Keperluan yang
meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan protein hewani
serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh-
tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor penyebab
terjadinya anemia besi.
Pencegahan KEK
Makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan
protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap hari dan
makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, kacang-
kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari kelapa
atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasokan
kalori, terutama pada anak-anak atau remaja yang tidak terlalu suka makan.
Hanya memberikan ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan mengurangi resiko
mereka terkena muntah dan mencret (muntaber) dan menyediakan cukup gizi
berimbang. Jika ibu tidak bisa atau tidak mau memberikan ASI, sangat
26
penting bagi bayi untuk mendapatkan susu formula untuk bayi yang dibuat
dengan air bersih yang aman – susu sapi normal tidaklah cukup. Sejak 6
bulan, sebaiknya tetap diberikan Asi tapi juga berikan 3-6 sendok makan
variasi makanan termasuk yang mengandung protein. Remaja dan anak2 yang
sedang sakit sebaiknya tetap diberikan makanan dan minuman yang cukup.
Kurang gizi juga dapat dicegah secara bertahap dengan mencegah cacingan,
infeksi, muntaber melalui sanitasi yang baik dan perawatan kesehatan,
terutama mencegah cacingan.
Pemberian makanan tambahan dan zat besi pada ibu hamil yang
menderita KEK dan berasal dari Gakin dapat meningkatkan konsentrasi Hb
walaupun besar peningkatannya tidak sebanyak ibu hamil dengan status gizi
baik. Terlihat juga penurunan prevalensi anemia pada kelompok kontrol jauh
lebih tinggi dibanding pada kelompok perlakuan. Konsumsi makanan yang
tinggi pada ibu hamil pada kelompok perlakuan termasuk zat besi disertai
juga dengan peningkatan konsumsi fiber yang diduga merupakan salah satu
faktor pengganggu dalam penyerapan zat besi.. Pada ibu hamil yang
menderita KEK dan dari Gakin kemungkinan masih membutuhkan intervensi
tambahan agar dapat menurunkan prevalensi anemia sampai ke tingkat yang
paling rendah.
27
BAB III
TINJAUAN KASUS
28
1. Keluhan utama : ibu datang ke PKM Sei Selincah Palembang tanggal
20 september 2019 pukul 10.30 WIB, ingin memeriksakan
kandunganya mengaku hamil 6 bulan anak ke 4
2. Riwata Menstruasi:
a. Menarche : 15 tahun
b. Banyaknya : 3x ganti pembalut/hari
c. Lamanya : 7 hari
d. Warna : merah kehitaman
e. Amenorhae : 11 maret 2019
3. Riwayat perkawinan :
a. Kawin/tidak kawin : kawin
b. Usia kawin : 25 tahun
c. Lama perkawinan : 6 tahun
d. Perkawinan : pertama
29
b. HPL : 11-12-2019
c. UK : 24 Minggu
d. ANC
1) TM 1: 1x di PKM Sei Selincah
2) TM 2: 1 x di PKM Sei Selincah
3) TM 3:
Skrining Imunisasi TT:
1) TT 1:
2) TT 2:
3) TT3:
4) TT 4:
5) TT 5:
e. Keluhan
1. TM 1:
2. TM 2:
3. TM 3:
30
A. Porsi
Sebelum hamil : 1 centong nasi,semangkuk sayur , 1 potong
ikan laut,1 potong buah pisang
Selama hamil : 2 centong nasi,semangkuk sayur , 1 potong
tempe dan ikan laut, 1 potong bebaya
B. Jenis
Sebelum hamil : nasi,sayur, ikan laut, buah
Selama hamil : nasi,sayur, tempe ,ikan ,buah
C. Keluhan makan
Sebelum hamil :Tidak ada
Selama hamil : tidak ada
` D. Pantangan makan
Sebelum hamil :Tidak ada
Selama hamil : Tidak ada
[Link]
Sebelum hamil : Tidak ada
Selama hamil : Tidak ada
[Link]
Sebelum hamil : tidak minum jamu
Selama hamil : tidak minum jamu
G. Merokok
Sebelum hamil : tidak merokok
Selama hamil : tidak merokok
H. Alkohol
Sebelum hamil : tidak mengkonsumsi alkohol
Selama hamil : tidak mengkonsumsi alkohol
I. Minum dalam 1 hari
Sebelum hamil :7x/hari
Selama hamil : 8x/hari
2. Eliminasi
A. Frekuensi BAK
Sebelum hamil : 7x/hari
31
Selama hamil :8x/hari
B. Frekuensi BAB
Sebelum hamil : 1x/hari
Selama hamil : 1x/hari
Keluhan : Tidak ada
3. Pola Tidur
A. Tidur Siang
Sebelum hamil : 1 jam
Selama hamil : 2jam
Keluhan : Tidak ada
B. Tidur malam
Sebelum hamil : 8 jam
Selama hamil : 8 jam
Keluhan : Tidak ada
C. Keluhan
Selama Hamil :Tidak ada
Keluhan :Tidak ada
J. Aktivitas
Sebelum hamil : aktivitas rumah tangga
Selama hamil : aktivitas rumah tangga
Keluhan :
K. Pola seksual
Selama hamil, keluhan : 2 minggu sekali, tidak ada keluhan
L. Personal hygine
1. Mandi
Sebelum hamil :2x/hari
Selama hamil :2x/hari
2. Keramas :
Sebelum hamil : 2x/hari
Selama hamil : 2x/hari
3. Sikat gigi
32
Sebelum hamil : 3x/hari
Selama hamil : 3x/hari
4. Ganti pakaian
Sebelum hamil : 2x/hari
Selama hamil : 2x/hari
5. Ganti pakaian dalam : 2x/hari
M. Data psikologis
1. Respon ibu terhdap kehamilan ini : ibu merasa senang dan
antusias dengan kehamilan ini
2. Kehamilan ini direncanakan atau tidak : kehamilan ini direncanakan
3. Jenis keamilan yang diharapkan : normal, janin sehat
4. Kekhawatiran : tidak mampu membiayai
N. Data psikososial
1. Respon suami terhadap kehamilan ini : suami senang dan
mendukung kehamilan
2. Rencana melahirkan : Bidan
3. Rencana menyusui : ASI Eksklusif
O. Data social budaya
2. hubungan dengan keluarga/lingkungan : baik, silturahmi terjaga
3. Budaya : Budaya asli palembang
33
2. Vital sign
A. Suhu badan : 36c
B. Tekanan darah :100/60 mmhg
C. Nadi : 80x/menit
D. Pernafasan :24x/menit
[Link] fisik
1. Rambut :bersih,rambut lebat dan kuat, tidak ada pembengkakan
2. Muka : pucat, tidak ada nyeri tekan,tidak ada oedem
3. Mata : simetris,konjugtiva pucat, sklera putih tidak ikterik
4. Hidung : bersih,simetris, tidak ada polip
5. Telinga : simetris, bersih, tidak ada infeksi,tidak adanyeri tekan
6. Mulut : bibir lembab,tidak ada stomatis, tidak ada karies,
langit-langit utuh
7. Leher : tidak ada pembengkakan kelenjer tiroid dan kelenjar
limfe
8. Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan
9. Mamae : simetris, tidak ada massa,puting susu menonjol, areola
hiperpigmentasi
10. Perut :
A. Inspeksi
Pembersaran abdomen :Normal
Bentuk :Simetris
Bekas luka operasi :Tidak ada
Hiperpigmentasi :Ada
Striae gravidarum :ada
Linea :ada
Gerakan janin :ada
B. Palpasi
1. TFU Mc Donald
-Leopold I : pada fundus teraba bokong, TFU : 26 cm
-Leopold II : punggung disebelah kanan perut ibu,
bagian kecil disebelah kiri perut ibu
34
-Leopold III : presentasi kepala
-Leopold IV
2. TBj:
C. Auskultasi
1. Punctum Maximum :
2. DJJ : 152x/menit
3. Irama :teratur dan kuat
11. Genetalia/vulva : tidak oedem, tidak varises, tidak ada
pembengkakan kelenjar bartholini
12. Ekstremitas
a. Atas :simetris,ujung jari pucat,tidak oedem
b. Bawah :simetris,ujung jari pucat,tidak oedem
c. Perkusi (Refleks patella) : (+)
[Link] penunjang
-Darah -Urine
HB : 9gr% Protein Urin : (-)
WR/VDRL:
[Link] Diagnosa dan Masalah
A. Diagnosa kebidanan : G4P3A0 hamil 24 minggu dengan kek,jth, preskep
B. Masalah : KEK
3.2.4 Penatalaksanaan
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan yaitu:
- Tekanan darah : 100/60mmhg
-Suhu : 36c
-Nadi :80x/m
-Pernafasan :24x/m
Didapatkan bawa keadaan ibu baik dan janin sehat.
(Ibu mengetahui hasil pemeriksaan)
35
2. Memberikan KIE mengenai pola makan dan asupan gizi yang seimbang ,
yakni dengan memperbanyak konsumsi sayurhijau dan buah-buaan,
makanan yang kaya akan protein dan vitamin c.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)
36
BAB IV
PEMBAHASAN
37
RR : 24x/menit
HPHT : 04-03-2019
TP : 11-12-2019
LILA : 22 cm
Hb : 9 gr%
Palpasi
TFU dua jari atas pusat fundus teraba bokong, punggung janin disebelah
kanan perut ibu, presentasi kepala.
TBJ : 20 – 13 (155) : 1085 gr
DJJ : 152x / menit, kuat dan teratur
4. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini setelah
dilakukan pengukuran LILA ibu mengalami Kekurangan Energi Kronik
(KEK)
5. Memberitahu ibu batas normal LILA pada saat hamil yakni 23,5 cm.
6. Memberikan pendidikan kesehatan tentang ibu hamil dengan resiko tinggi
Kekurangan Energi Kronik (KEK).
7. Memberikan makanan tambahan ibu hamil berupa roti (PMT)
8. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi untuk hamil
dengan KEK
9. Memberitahu ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki sumber-
sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi,
seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu. Bila tidak ada diganti
dengan sayuran, tempe, dan tahu.
10. Menganjurkan ibu untuk minum susu ibu hamil.
11. Mengingatkan ibu untuk memperhatikan pola istirahat dengan beristirahat
ketika merasa lelah, tidak bekerja terlalu berat, tidur siang 1-2 jam sehari,
dan tidur malam 7-8 jam sehari.
12. Beritahu ibu tanda bahaya dalam kehamilan, yaitu :
Pecah ketuban sebelum waktunya
Terjadi perdarahan
Demam tinggi
Gerakan janin berkurang
38
Anemia
Nyeri kepala hebat
13. Anjurkan ibu untuk secara rutin memeriksakan kehamilannya ke petugas
kesehatan.
39
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Hasil pengkajian yang didapatkan yaitu : KU= baik, kesadaran = CM, T :
100/60 mmHg, N : 80 x/menit, R : 24 x/menit, S : 36℃, HPHT : 04-03-2019,
HPL : 11-12-2019, UK : 20 minggu, TFU : 18cm, TBJ : 1085 gram. Dalam
keadaan normal ibu tidak mempunyai penyakit menurun (DM), menular
(hepatitis), menahun (jantung), perencanaan : berikan informasi kepada ibu
tentang kondisi kehamilannya, anjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi
untuk gizi ibu hamil, anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, anjurkan ibu untuk
minum obat sesuai terapi, anjurkan ibu untuk periksa kehamilan 1 bulan lagi, ibu
sudah mengerti bahwa janinya masih dalam kondisi baik dan tumbuh normal,
sesuai dengan umur kehamilan, ibu sudah mengerti tentang makanan-makanan
yang bergizi untuk ibu hamil KEK, ibu bersedia untuk istirahat yang cukup, ibu
bersedia untuk minum obat sesuai dengan terapi.
Selama melaksanakan asuhan kebidanan penulis tidak menemukan
kesenjangan antara teori dan praktek.
5.2 Saran
1. Bagi tenaga kesehatan
Bidan lebih teliti dalam pemeriksaan ibu hamil untuk penemuan
deteksi dini kelainan / gangguan pada kehamilan.
2. Bagi ibu hamil
a. Ibu rutin untuk memeriksakan kehamilannya sampai menjelang
persalinan.
b. Ibu makan sesuai dengan diet ibu hamil KEK.
40
DAFTAR PUSTAKA
41