0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan47 halaman

Asuhan Kebidanan G4P3A0 Hamil 32 Minggu

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada ibu hamil usia 32 minggu dengan diagnosis kekurangan energi kronis. Laporan meninjau konsep dasar asuhan kebidanan, keadaan puskesmas tempat praktik, dan kasus ibu hamil tersebut dengan mendokumentasikan menggunakan metode SOAP. Laporan ini bertujuan melengkapi syarat praktek klinik serta bermanfaat bagi perawatan ibu hamil di puskesmas.

Diunggah oleh

Riska Mariantini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan47 halaman

Asuhan Kebidanan G4P3A0 Hamil 32 Minggu

Laporan ini membahas asuhan kebidanan pada ibu hamil usia 32 minggu dengan diagnosis kekurangan energi kronis. Laporan meninjau konsep dasar asuhan kebidanan, keadaan puskesmas tempat praktik, dan kasus ibu hamil tersebut dengan mendokumentasikan menggunakan metode SOAP. Laporan ini bertujuan melengkapi syarat praktek klinik serta bermanfaat bagi perawatan ibu hamil di puskesmas.

Diunggah oleh

Riska Mariantini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIK KLINIK I

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY. “I” G4P3A0 HAMIL 32


MINGGU DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS ( KEK)
DI PUSKESMAS SUNGAI SELINCAH KOTA PALEMBANG
TAHUN 2019

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK IV

Disusun Oleh :

1. Dwi Puspita Sindi PO.[Link].014


2. Fariha Nuzulul H PO.[Link].016
3. Khalda Tiara Putri PO.[Link].018
4. Keisha Marellisya YR PO.[Link].019
5. Nabila Raniah PO.[Link].023

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN 2018

i
HALAMAN PENGESAHAN

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY. “I” G4P3A0 HAMIL 32


MINGGU DI PUSKESMAS SUNGAI SELINCAH KOTA PALEMBANG
TAHUN 2019

Disusun Oleh :

1. Dwi Puspita Sindi PO.[Link].014


2. Fariha Nuzulul H PO.[Link].016
3. Khalda Tiara Putri PO.[Link].018
4. Keisha Marellisya YR PO.[Link].019
5. Nabila Raniah PO.[Link].023

Tanggal Pemberian Asuhan :19 September 2019

Disetujui Oleh :

Pembimbing Institusi
Tanggal ……………………..2019
Di Poltekkes Kemenkes Palembang (Eprila, SST, [Link])
NIP. 198104152002122002

Pembimbing Lapangan
Tanggal ……………………..2019
Di Puskesmas Sungai Selincah (Azmi Faidatul Khasanah, [Link])
NIP. 198707312009032005

Pembimbing Seminar
Tanggal ……………………..2019
Di Dinas Kesehatan Kota Palembang (Yolanita Septriumi, SKM, [Link]. PH)
NIP. 19640214199103200

ii
KATA PENGANTAR

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat kesehatan kepada kami semua untuk menyelesaikan laporan
ini yang berjudul “Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 32
Minggu Di Puskesmas Sungai Selincah Kota Palembang Tahun 2019” tepat pada
waktunya. Sholawat beserta salam tak lupa kami sanjungkan kepada Nabi besar
Muhammad SAW. yang telah membawa dunia dari zaman kebodohan ke zaman
yang penuh dengan ilmu seperti saat ini.

Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk melengkapi salah
satu syarat dalam Praktek Klinik Kebidanan 1 Politeknik Kesehatan Kementrian
Kesehatan Palembang. Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak
mendapatkan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini kami sebagai penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih
kepada :

1. Bapak Muhamad Taswin, [Link],Apt , MM,[Link]., selaku Direktur


Poltekkes Kemenkes Palembang
2. Ibu Nesi Novita, [Link], [Link]., selaku Ketua Jurusan Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Palembang
3. Ibu Elita Vasra, [Link], [Link]., selaku Ketua Prodi Sarjana Terapan
Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang
4. Ibu Yolanita Septriumi, SKM, [Link]. PH., selaku Pembimbing Dinas
Kesehatan Kota Palembang
5. Ibu dr. Hj. Apriyanti, [Link]., selaku Kepala Puskesmas Sungai Selincah
Kota Palembang
6. Ibu Azmi Faidatul Khasanah S. SiT , selaku Pembimbing Lahan Praktik
Puskesmas Sungai Selincah Kota Palembang

iii
7. Ibu Hesti Robaliza [Link] , selaku Kepala Ruangan KIA Puskesmas
Sungai Selincah Kota Palembang
8. Ibu Eprila, SST, [Link]., selaku Pembimbing Institusi Prodi Sarjana
Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang
9. Seluruh staf dan karyawan Puskesmas Sungai Selincah Kota Palembang
10. Seluruh dosen dan staf Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Poltekkes Kemenkes Palembang

Dalam penyusunan laporan asuhan kebidanan ini, kami menyadari masih


banyak kesalahan, kekurangan, dan kekeliruan baik isi maupun cara penulisan
yang dikarenakan keterbatasan ilmu pengetahuan, pengalaman, serta kekhilafan
yang dimiliki. Oleh karena itu, dengan hati yang ikhlas kami mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat edukatif dan membangun dari semua pihak demi
sempurnanya penyusunan laporan kegiatan ini dan sebagai perbaikan untuk
menyusun laporan kegiatan yang akan datang.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih. Semoga laporan ini berguna
sebagai tambahan informasi dan dapat bermanfaat untuk kita semua, Aamiin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Palembang, September 2019

Penulis

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. ii


KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................1
1.1 Latar Belakang............... ..................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......... ..................................................................................4
1.3 Tujuan .................... .........................................................................................4
1.3.1 Tujuan Umum .......................................................................................4
1.3.2 Tujuan Khusus.......................................................................................4
1.4 Manfaat .............................................................................................................5
1.4.1 Bagi Institusi ..........................................................................................5
1.4.2 Bagi Peneliti ...........................................................................................5
1.4.3 Bagi Puskesmas Sungai Selincah Palembang ........................................5
1.4.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ............................................................5
1.4.5 Tempat Praktik .......................................................................................5
1.4.6 Waktu Pelaksanaan ................................................................................5
1.5 Metode Pelaksanaaan ........................................................................................6
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Keadaan Umum Puskesmas Sungai Selincah Palembang ................................7
2.1.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Lahan Praktek ................................7
2.1.2 Sarana dan Prasarana Puskesmas Sungai Selincah ................................7
2.1.3 Ketenagakerjan ................................................................. .... ..10
2.2 Konsep Dasar Asuhan dan Manajemen Kebidanan ...................................... 11
2.2.1 Pengumpulan Data Dasar.......................................................................12
2.2.2 Interpretasi Data Dasar .........................................................................12
2.2.3 Identifikasi Masalah ...............................................................................13
2.2.4 Identifikasi Tindakan Segera .................................................................14
2.2.5 Rencana Tindakan..................................................................................15
2.2.6 Rencana Asuhan Menyeluruh...............................................................15
2.2.7 Implementasi ......................................................................................... 15

v
2.2.8 Evaluasi ..................................................................................................16
2.3 Konsep Dasar Teori .......................................................................................16
2.3.1 Definisi Kehamilan ...............................................................................16
2.3.2 Tanda-Tanda Kehamilan........................................................................17
2.3.3 Keluhan Yang Terjadi Pada Ibu Hamil..................................................19
2.3.4 Kekurangan Energi Kronis ....................................................................22
[Link] Pengertian Kekurangan Energi Kronis ....................................22
[Link] Dampak Kekurangan Energi Kronis .......................................22
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi KEK ...............................23
[Link] Hal Yang Dilakukan Pada Penderita KEK ...............................25
BAB III : TINJAUAN KASUS
3.1 Pendokumentasian Metode SOAP ...............................................28
BAB IV : PEMBAHASAN ................................................................................37
BAB V : PENUTUP
5.1 Kesimpulan .................................................................................39
5.2 Saran ............................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................40
LAMPIRAN .............................................................................................................

vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa kehamilan merupakan suatu peristiwa alami dan fisiologis yang
terjadi pada wanita dengan didahului oleh suatu peristiwa fertilisasi pembentukan
zigot dan akhirnya menjadi janin yang mengalami pertumbuhan dan
perkembangan di dalam uterus. AKI menggambarkan jumlah wanita yang
meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan selama masa
kehamilan sehingga hal ini menjadi masalah yang besar di Indonesia menurut
Survey Data Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Angka
Kematian Ibu di Indonesia 395 per 100.000. Menurut Survey Angka Sensus
(SUPAS) tahun 2010 angka kematian ibu yaitu 346/100.000 kelahiran hidup dan
pada tahun 2015 angka kematian ibu yaitu 305/ 100.000 kelahiran hidup. Angka
kematian ibu pada tahun 2015 yaitu 4.999, pada tahun 2016 menjadi 4912 kasus
dan di tahun 2017 (semester 1) sebanyak 1.712 kasus. ( Depkes RI)
Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Sumatera Selatan sampai dengan
bulan Desember 2017 mencapai 107 Kasus. Jumlah Kematian Ibu Maternal
tertinggi terjadi di Kab. Banyuasin (18 kasus), Kab. OKU Timur (11 kasus), dan
Kab. OKU (10 kasus), kemudian diikuti Kab. Musi Banyuasin (9 kasus).
Sedangkan jumlah kematian ibu maternal terendah terjadi di Kab OKI, PALI dan
Kota Lubuk Linggau masing- masing (2 kasus), diikuti Kota Pagar Alam (1
kasus) dan Kab. OKU Selatan (1 kasus), namun masih perlu perhatian kita karena
target tahun 2019 Angka Kematian Ibu 304/100.000 KH. Bila kita lihat dari hasil
rekapan laporan PWS KIA kasus kematian antara kab/kota dari tahun ke tahun
terjadi perubahan, baik itu jumlah maupun penyebab kematian yang berbeda beda.
Perbedaan ini dapat dilihat dari beberapa kabupaten/kota yang cenderung
menurun dan bahkan ada yang meningkat dengan penyabab utamanya adalah
perdarahan dan disusul dengan hypertensi dalam kehamilan. Pada jumlah kasus
kematian maternal disebabkan oleh beberapa faktor, faktor yang sangat dominan
dari penyebab kematian ibu pada tahun 2017 adalah perdarahan 37 kasus,
hipertensi dalam kehamilan 35 kasus, Faktor lain-lain 21 kasus, dan dikuti oleh

1
Gangguan Sistem Peredaran Darah 8 kasus (jantung, storke, dll), Infeksi 4 kasus
dan Gangguan Metabolik (Diabetes melitus, dll) 2 kasus.
Salah satu bentuk faktor risiko pada ibu hamil merupakan Kurang Energi
Kronis (KEK) dengan lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 23,5 cm, atau
penambahan berat badan < 9 kg selama masa kehamilan (Kemenkes RI, 2015).
Kurang Energi Kronik (KEK) adalah kurangnya asupan energi berlangsung lama.
Pada ibu hamil KEK merupakan keadaan ibu hamil menderita kekurangan energi
yang berlangsung menahun sehingga menimbulkan gangguan kesehatan. Kurang
Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan
makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya
gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi yang
semakin meningkat tidak terpenuhi (Depkes RI, 2002).
Masalah gizi kurang pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian,
masalah tersebut antara lain anemia dan ibu hamil kurang energi kronik (KEK).
Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi risiko KEK pada ibu hamil (15-49 tahun)
sebesar 17.3%, dan proposi kek pada wanita usia subur tidak hamil adalah sebesar
14.5%. Kurangnya asupan energi yang berasal dari zat gizi makro (karbohidrat,
protein dan lemak) maupun zat gizi mikro terutama vitamin A, vitamin D, asam
folat, zat besi, seng, kalsium dan iodium serta zat gizi miro lain pada wanita usia
subur yang berkelanjutan (remaja sampai masa kehamilan), mengakibatkan
terjadinya kurang energi kronik (KEK) pada masa kehamilan, yang diawali
dengan kejadian ‘risiko’ KEK dan ditandai oleh rendahnya cadangan energi dalam
jangka waktu cukup lama yang diukur dengan lingkar lengan atas (LiLA). Ibu
hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan
keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil
KEK berisiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan
sehingga dapat mengakibatkan terjadinya kematian janin (keguguran), prematur,
lahir cacat, bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan kematian bayi, ibu hamil KEK
dapat mengganggu tumbuh kembang janin yaitu pertumbuhan fisik (stunting),
otak dan metabolisme yang menyebabkan penyakit menular di usia dewasa.
Kondisi kurang energi kronis pada ibu hamil akan terjadi jika kebutuhan
akan tubuh tidak mencukupi. Keadaan kurang energi kronis pada ibu hamil dapat

2
dimonitor dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas ibu hamil. Ibu hamil
sebaiknya memiliki lingkar lengan atas lebih dari 23,5 cm pada 3 bulan pertama
kehamilan. Selain membutuhkan energi untuk dirinya, ibu hamil juga
membutuhkan energi untuk pertumbuhan janin dalam kandungannya. Indikator
ibu hamil KEK merupakan indikator untuk mengurangi risiko persalinan,
pertumbuhan dan perkembangan anak dikemudian hari. Kekurangan energi kronik
pada ibu hamil akan berdampak pada pertumbuhan janin didalam kandungan ibu.
Ibu hamil KEK memiliki risiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir
Rendah (BBLR). Kondisi KEK pada ibu hamil ini harus segera ditindaklanjuti
untuk menurunkan angka kejadian BBLR sehingga risiko kematian bayi atau
neonatal yang disebabkan BBLR dapat diturunkan.
Pelayanan kesehatan adalah setiapatau serangkaian kegiatan yang
dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan untuk memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan antenatal mempunyai
pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan janin atau lama waktu mengandung,
baik dengan diagnosis maupun dengan perawatan berkala terhadap adanya
komplikasi kehamilan. Pertama kali ibu hamil melakukan pelayanan antenatal
merupakan saat yang sangat penting, karena berbagai faktor risiko bisa diketahui
seawal mungkin dan dapat segera dikurangi atau dihilangkan (Meikowati, 2014).
Dengan dilakukannya antenatal care pada ibu hamil dapat mengurangi
faktor resiko yang dapat menyebabkan Kurang Energi Kronis ( KEK) pada ibu
hamil. Pelayanan gizi pada ibu hamil juga terdapat di dalam pelayanan antenatal
terpadu. Setiap ibu hamil mempunyai risiko mengalami masalah gizi terutama
KEK, hal tersebut yang mengharuskan semua ibu hamil menerima pelayanan
antenatal yang komprehensif dan terpadu. Tujuan pelayanan antenatal terpadu
salah satunya adalah pengobatan dan penanganan gizi yang tepat terhadap
gangguan kesehatan ibu hamil termasuk masalah gizi terutama KEK.
Berdasarkan Riskesdas pada tahun 2018, proporsi Wanita usia subur
(WUS) dengan kekurangan Energi kronik, yaitu WUS dengan lingkar lengan atas
kurang dari 23,5 cm telah terjadi peningkatan dengan proporsi ibu hamil usia 15-
19 tahun dengan KEK (kekurangan Energi Kronik) dari 38.5 % pada tahun
2013menurun menjadi 33.5 % di tahun 2018. Selain itu penurunan yang terjadi

3
pada WUS usia 15-19 tahun yang tidak hamil dari 46.6% pada tahun 2013
menurun menjadi 36.3% pada tahun 2018 (depkes RI, 2018). Berdasarkan data
Dinas Kesehatan Kota Palembang Tahun 2015 prevelansi bumil KEK sebesar
4,8%.

Puskesmas Sungai Selincah merupakan puskesmas dengan wilayah kerja


di Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, datapada tahun 2016 ibu hamil yang
mengalami kekurangan energi kronik terdapat 60 dari jumlah ibu hamil atau
sekitar 8,2 % ibu hamil yang mengalami KEK dan pada pada tahun 2017 terdapat
47 ibu hamil dengan KEK dari jumlah ibu hamilatau sekitar 6,4% ibu hamil yang
mengalami KEK, dapat disimpulkan bahwa ada penurunan dari tahun 2016 s/d
2017 sebesar1,8% ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik.
Sedangkan pada tahun 2018 didapatkan ibu hamilyang mengalami kekurangan
energi kronik diwilayah kerja puskesmas Sungai Selincah sebanyak 50 orang atau
sekitar 6,2%.
Pada kesempatan ini, kelompok kami akan menjelaskan salah satu faktor
resiko yang dialami oleh ibu hamil yang kami temukan saat praktik sedang
berlangsung, yaitu masalah Kurang Energi Kronis ( KEK).
Maka dari permasalahan yang terjadi, penulis tertarik untuk mengambil studi
kasus yang berjudul “Asuhan Pada Ibu Hamil Ny. “I” Usia Kehamilan 32 minggu
dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah Palembang Tahun 2019.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimana menerapkan asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. “I” G4P3A0
hamil 28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah Palembang
Tahun 2019

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil
pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 32 minggu di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.
1.3.2 Tujuan Khusus

4
Menetapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah ke dalam
proses asuhan kebidanan serta mendapatkan pengalaman dalam
melaksanakan asuhan kebidanan penulis diharapkan mampu :
S : Mengumpulkan data subjektif secara menyeluruh pada Ny. “I”
G4P3A0 hamil 28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai
Selincah Palembang Tahun 2019.
O : Mengumpulkan data objektif secara menyeluruh sesuai standar
asuhan kebidanan pada Ny. “I” G4P3A0 hamil 28 minggu
dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah Palembang
Tahun 2019.
A : Menegakkan diagnosa berkolaborasi dengan tenaga kesehatan
lain sesuai standar asuhan kebidanan pada Ny. “I” G4P3A0
hamil 28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.
P : Melakukan tatalaksana kasus untuk tindakan segera atau
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan
berdasarkan kondisi menyeluruh pada Ny. “I” G4P3A0 hamil
28 minggu dengan KEK di Puskesmas Sungai Selincah
Palembang Tahun 2019.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Institusi Pendidik
Studi kasus ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan pengajaran
yang berkaitan dengan kehamilan fisiologis serta untuk dokumentasi
agar dapat digunakan sebagai bahan perbandingan untuk melaksanakan
penelitian yang akan datang.
1.4.2 Bagi Pengkaji
Studi kasus ini dilakukan sebagai pengalaman dan sarana untuk dapat
menerapkan ilmu dan teori dalam rangka menambah pengetahuan dan
wawasan salah satunya untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan
terhadap kehamilan fisiologis.

5
1.4.3 Bagi Puskesmas Sungai Selincah
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk
meningkatkan pelayanan kebidanan dan juga diharapkan dalam rangka
meningkatkan pemberian konseling pada ibu yang mengalami
kehamilandi Puskesmas Sungai Selincah Palembang Tahun 2019.

1.5 Tempat dan Waktu Pelaksanaan


1.5.1 Tempat Praktik
Dilakukan di ruang Poli Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA) Puskesmas
Sungai Selincah di Jalan Mayor Zen Kelurahan Sungai Selincah
Kecamatan Kalidoni Kota Palembang Sumatera Selatan.
1.5.2 Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan praktik di Puskesmas Sungai Selincah Palembang
: 19 September 2019

1.6 Metode Pelaksanaan


a. Informed Concent
b. Referensi (Buku, Internet, Handout, dll)
c. Studi Kasus
d. Beside Teaching
e. Konsultasi

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Keadaan Umum

2.1.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Lahan Praktek

Puskesmas Sei Selincah terletak di Jlan Mayor Zen Kelurahan Sei


Selincah Kecamatan Kalidoni. Puskesmas ini terletak di pinggir jalan raya.
Lokasinya mudah di jangkau oleh masyarakat. Masyarakat biasanya menempuh
perjalanan ke Puskesmas dengan menggunkan jalan kaki, becak,angkutan umum
dan sepeda [Link] kerja Puskesmas Sei Selincah meliputi 2 kelurahan
yaitu Kelurahan Sei Selincah dan Sei Lais, dengan luas wilayah kerjanya ± 2.365
Ha dengan jumlah penduduk 36.673 jiwa.

Tanah lokasinya dibangunnya Puskesmas Sei Selincah dahulunya


merupakan hibah dari seorang warga kelurahan Sei Selincah pada tahun 1956
dengan luas tanah 1876 m2. Pada tahun yang sama dibangunlah Puskesmas Sei
Selincah pernah direhab pada tahun 2002 , karena kunjungan nya yang ramai pada
tahun 2006 kembali di rehab oleh Uni Eropa dab bersamaan Swakelola, kemudian
di tahun 2010 menjadi Puskesmas BLUD Bertahap dan pada tahun 2014 di
tetapkan menjadi Puskesmas Mampu Bersalin dan menjadi Puskesmas BLUD
penuh. Pada tahun 2017 Puskesmas Sei Selincah kembali di rehab secara total.

2.1.2 Sarana dan Prasarana

Untuk mencapai pembangunan kesehatan melalui Puskesmas Sei Selincah dan


Sei Lais sehat yang optimal dengan bertumpu pada pelayanan prima dan
pemberdayaaan masyarakat.

1. Pelayanan Kesehatan Wajib


a. Upaya Promosi Kesehatan
Meliputi penyebarluasan informasi kepada masyarakat wilayah binaan
Puskesmas Sei Selincah, kegiatan tersebut berupa :
1) Penyuluhan langsung

7
2) Penyebaran leaflet-leaflet
3) Pemasangan spanduk
4) Screening siswa SD,SMP, dan SMU (30 sekolah )

b. Upaya Kesehatan Lingkungan


1) Pengawasan kesehatan TTU, TPM/ Rumah tangga
2) Pengawasan dan pembinaan rumah yang memenuhi standar
kesehatan
3) Konseling kesehatan lingkungan
4) Pengawasan dan pembinaan SAB ( Sarana Air Bersih ),
jamban, TPS ( Tempat Pembuangan Sampah )
5) Pengawasan dan pembinaan DAMIU ( Depot air minum isi
ulang )

c. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana


1. KIA
a. Kunjungan Ibu Hamil, Nifas, Neonatal yang berisiko
b. Pelayanana KIA di Posyandu
c. Deteksi intelegensia di Posyandu
d. Kegiatan kelas ibu hamil
e. BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah )
f. DDTK/Pemantauan perkembangan intelegensia
2. KB
Pelayanan KB bagi ibu nifas

d. Upaya Perbaiki Gizi Masyarakat


1) Pemantauan Pertumbuhan ke TK/PAUD
2) Distribusi Vit A
3) Kunjungan pendampingan gizi buruk, kurang dan bumil KEK
4) Pemantauan pertumbuhan balita ( operasi timbang )
5) Konfirmasi gizi buruk
6) Sweeping Vit A

8
7) Pemantauan garam yodium di RT dan sekolah
8) Sosialisasi pemberian Fe pada remaja putri

e. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


1) Kegiatan imunisasi
2) Pelacakan kasus TB dan kunjungan rumah kasus pneumonia

2. Pelayanan Pengembangan

Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas Sei Selincah dapat pula


bersifat upaya inovasi, yakni upaya lain di luar upaya Puskesmas
Selincah tersebut diatas yang sesuai dengan kebutuhan.
Pengembangan dan pelaksanaan upaya inovatif ini adalah dalam
rangka mempercepat tercapainya visi Puskesmas Sei Selincah.

Fasilitas ruangan yang ada di Puskesmas Sei Selincah

a. Loket pendaftaran.
Tempat pasien melakukan registrasi pembayaran bisa berupa
Umum,Kis,maupun Bpjs.
b. Ruang pelayanan kesehatan umum.
Ruang ini melayani pengobatan umum bagi pasien umum atau
dewasa dan pasien kegawatdaruratan, yang dilayani oleh seorang
dokter umum dan dibantu oleh para Petugas kesehatan terlatih
lainnya.
c. Ruang pelayanan kesehatan ibu (KIA/KB).
Kegiatan yang dilakukan di ruangan ini, meliputi pelayanan
kebidanan terhadap ibu hamil , ibu bersalin, dan ibu nifas, dan
tersedianya klinik bersalin 24 jam bagi persalinan fisiologis,
pemeriksaan IVA (Skrining Ca Cerviks).
Untuk kegiatan KB Puskesmas Sei Selincah melayani kebutuhan
masyarakat dalam KB berupa IUD, Implan, Pil, Suntik, Kondom,
dan KB Pasca partus. Klinik ini dalam pelaksanaannya dilayani

9
oleh para Bidan terlatih dan juga diawasi oleh Dokter Spesialis
Kebidanan.
d. Ruang Pelayanan Kesehatan Anak
ruangan ini melayani kesehatan bayi dan balita, pelaksanaannya
dilakukan oleh seorang Dokter,Bidan dan Perawat terlatih dibidang
anak, sistem pelayanan dengan teknik MTBS (Manajemen
Terpadu Balita Sakit).
e. Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut. Melayani pengobatan dan
perawatan gigi terutama pengobatan dasar seperti pencabutan dan
penambalan gigi.
f. Ruang Gizi, Melayani :
Konsultasi Gizi
Melakukan konsultasi gizi pada ibu hamil yang pemeriksaaan
LILA nya dibawah 23,5 cm atau ibu hamil yang KEK (Kekurangan
Energi Kronis) dengan memberikan makanan tambahan kepada ibu
tersebut.
Imunisasi
Melayani Imunisasi Dasar, yaitu BCG, DPT, Polio, Hepatitis, dan
Campak. Dan Imunisasi Lanjutan, yaitu imunsasi TT pada
bumil/caten dan MR. Dilaksanakan setiap hari kamis oleh Petugas
puskesmas terlatih.
g. Ruang Menyusui
h. Laboratorium
Melayani pemeriksaan test urin , tes darah, test trombosit, test
typhoid, DDR, BTA sputum, golongan darah, gula darah, kolestrol,
asam urat, SGOT/PT, ureum, creatinin, HBsAg test, HIV test, dan
syfhilis test. Dilayani setiap hari oleh dua orang petugas yang
terlatih.
2.1.3 Ketenagakerjaan
Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sehari-harinya, Puskesmas
Sei Selincah dipimpin oleh seorang pimpinan Puskesmas sejak November
2016 dijabat oleh dr. Hj. Apriyanti [Link] dibantu oleh, 2 dokter umum, 1

10
dokter gigi, 1 orang tenaga adminkes, 2 orang penyulu kesehatan, 9 orang
perawat, 2 perawat gigi, 13 orang bidan, 2 orang asisten apoteker, 2 orang
sanitarian, 1 orang petugas gizi, 2 orang tenaga laboratorium, 1 orang staff
TU, 2 orang petugas pendaftaran, 3 orang penjaga malam.

2.2 Konsep Dasar Asuhan dan Manajemen Kebidanan


Manajemen adalah membuat pekerjaan selesai ( getting things done ).
Manajemen adalah mengungkapkan apa yang hendak dikerjakan, kemudian
menyelesaikannya dan menentukan dahulu secara pasti ( yakni menyatakan
dengan rinci apa yang hendak dituju ) dan mencapainya.

Manajemen asuhan kebidanan merupakan suatu proses pemecahan


masalah yang digunakan sebagai metoda untuk mengorganisasikan pikiran

11
dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan – penemuan keterampilan
dalam rangkaian atau tahapan yang lagis untuk pengambilan suatu keputusan
yang berfokus pada klien.

Proses – proses Manajemen Kebidanan

2.2.1 Pengumpulan data dasar

Pada langkah ini dikumpulkan semua informasi yang akurat da


lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Untuk
memperoleh data dilakukan dengan cara :
1) Anamnesa
a. Biodata
b. Riwayat menstruasi
c. Riwayat kesehatan
d. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas
e. Pola kegiatan sehari – hari
f. Data bio psikososio kultural dan spritual
g. Pengetahuan klien

2) Pemeriksaan umum
3) Pemeriksaan khusus
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Auskultasi
d. Perkusi
4) Pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium

b. Catatan terbaru dan sebelumnya

2.2.2 Interprestasi Data Dasar


Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau
masalah berdasarkan interprestasi yang benar atas data – data yang telah
dikumpulkan, diinterprestasikan sehingga dapat merumuskan diagnosa dan
masalah yang spesifik.

12
1) Diagnosa kebidanan
Diagnosa kebidanan adalah diagnosa yang telah ditegakkan
bidan dalam lingkup praktik kebidanan dan memenuhi standat
nomenulatus tersebut antara lain :
a) Diakui dan disahkan oleh profesi
b) Berhubungan langsung dengan praktik kebidanan
c) Memiliki ciri khas kebidanan
d) Didukung oleh Clintca 1 Judgement dalam praktik
kebidanan.
e) Dapat diselesaikan dengan pendekatan manajemen
kebidanan.

2) Masalah

Hal – hal yang berkaitan dengan pengalaman klien yang


ditemukan dari hasil pengkajian atau yang mengerti diagnosa.
3) Kebidanan
Hal – hal yang dibutuhkan klien dan belum terindentifikasi
dalam diagnosa dan masalah yang didapatkan dengan melakukan
analisa data.

2.2.3 Identifikasi Masalah


Kekurangan Energi Kronis ditandai dengan lingkar lengan atas (LiLA)
ibu hamil kurang dari 23,5 cm atau dibagian merah pita LiLA, artinya wanita
tersebut mempunyai resiko Kekurangan Energi Kronis (Supariasa, dkk, 2002;
h. 46-49). Data Riskesda (2007), prevalensi KEK secara nasional sebesar
13,6% dan prevalensi KEK di Jawa Tengah sebesar 17,2% dan data Dinas
Kesehatan Kabupaten Klaten bulan Desember 2010 menunjukan bahwa ibu
hamil yang mengalami KEK sebanyak 800 ibu hamil.
Menurut Depkes (2002) dalam Program Perbaikan Gizi Makro, Kurang
Energi Kronis merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan
makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya
gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi
yang semakin meningkat tidak terpenuhi. Menurut Arisman (2007; h. 8)

13
terdapat beberapa penyebab yang mempengaruhi kebutuhan ibu akan zat gizi
tidak terpenuhi yaitu disebabkan karena asupan makanan yang kurang dan
penyakit infeksi, ibu hamil yang asupan makanannya cukup tetapi menderita
sakit maka akan mengalami gizi kurang dan ibu hamil yang asupan
makanannya kurang maka daya tahan tubuh akan melemah dan akan mudah
terserang penyakit, tingkat pendidikan yang rendah, pengetahuan ibu tentang
gizi kurang, pendapatan keluarga yang tidak memadahi, usia ibu yang kurang
dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun sehingga berpengaruh pada kebutuhan
gizinya, paritas ibu yang tinggi atau terlalu sering hamil dapat menguras
cadangan zat gizi tubuh, jarak kelahiran yang terlalu dekat menyebabkan ibu
tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuh setelah melahirkan,
ibu hamil yang bekerja membutuhkan lebih banyak energi karena cadangan
energinya dibagi untuk dirinya sendiri, janin dan bekerja. Pendapat ini
didukung hasil penelitianpendapatan keluarga mempengaruhi status gizi ibu
hamil. Bahwa pengetahuan mempengaruhi kejadian Kekurangan Energi
kronis.
Kekurangan energi dan kalori (KEK) pada Wanita Usia Subur (WUS)
dan ibu hamil beresiko melahirkan Berat Bayi Lahir Rendah (Atika dan Siti,
2009; h. 177). Hal ini terjadi karena di dalam masa awal kehamilan ibu hamil
mengalami malnutrisi sehingga mempengaruhi perkembangan dan kapasitas
embrio. Nutrisi yang buruk pada kehamilan lanjut akan mempengaruhi
pertumbuhan janin sehingga pertumbuhan janin tidak akan maksimal karena
asupan nutrisi janin yang berasal dari ibu kurang (Atika dan Siti, 2009; h. 36-
37). Berat Bayi Lahir Rendah mempunyai resiko kematian, gizi kurang,
gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak (Supariasa, dkk,
2002) .

2.2.4 Identifikasi tindakan segera


Pada langkah ini kita mengidentifikasi diagnosa dan masalah
potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang diidentifikasi. Langkah
ini membutuhkan antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan.

14
Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap – siap mencegah diagnosa
atau masalah potensial ini menjadi benar – benar terjadi.

2.2.5 Rencana Tindakan


Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter
dan atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim
kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien. Langkah ini mencerminkan
kesinambungan dari proses manajemen kebidanan. Jadi manajemen
kebidanan bukan hanya selama asuhan kunjungan antenaral saja, tetapi
juga selama wanita tersebut bersama bidan terus menerus, misalnya pada
waktu wanita – wanita tersebut dalam persalinan. Dalam melakukan
tindakan harus sesuai dengan prioritas masalah atau kebutuhan yang
dihadapi klien. Setelah melakukan rumusan tindakan yang perlu dilakukan
untuk mengantisipasi diagnosa atau masalah potensial pada langkah
sebelumnya, juga harus merumuskan tindakan segera untuk
menyelamatkan ibu dan bayi. Dalam hal ini termasuk tindakan segera yang
mampu dilakukan secara mandiri, kolaborasi dan rujukan.

2.2.6 Menyusun Rencana Asuhan yang Menyeluruh


Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang
ditentukan oleh langkah – langkah sebelumnya. Langkah ini merupakan
kelanjutan dari manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah
diidentifikasikan atau diantisipasi. Pada langkah ini informasi data yang
tidak lengkap dapat dilengkapi. Rencana asuhan yang sudah teridentifikasi
dari kondisi klien atau dari kondisi klien atau dari setiap masalah yang
berkaitan dengan hal yang diidentifikasi tetapi juga dari kerangka
pedoman antisipasi terhadap wanita tersebut seperti apa yang diperkirakan
akan terjadi berikutnya, apakah dibutuhkan penyuluhan, konseling dan
apakah perlu merujuk klien bila ada masalah – masalah yang berkaitan
dengan sosial ekonomi, kultural atau masalah psikologis.

2.2.7 Implementasi/ Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman

15
Rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah dilakukan atau
diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.
Perencanaan ini bisa dilakukan oleh bidan atau sebagian oleh klien atau
anggota tim kesehatan lainnya.
Walaupun bidan tidak melakukannya sendiri, ia tetap memikul tanggung
jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. Manajemen yang efisien akan
menyangkut waktu dan biaya serta meningkatkan mutu asuhan klien.

2.2.8 Mengevaluasi
Pada tingkat atau langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari
asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan
apakah benar – benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan
sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Rencana
tersebut dapat dianggap efektif juga memang efektif dalam
pelaksanaannya.

2.3 Konsep Dasar Teori


2.3.1 Definisi Kehamilan
Menurut Federasi Obstetri Ginekoloigi Internasional, kehamilan
didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum
dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi (Yulistiana, 2015: 81)

Menurut Departemen Kesehatan RI, 2007, kehamilan adalah masa


dimulai saat konsepsi sampai lahirnya janin, lamanya hamil normal 280
hari (40 minggu / 9 bulan 7 hari) di hitung dari triwulan/ trimester pertama
dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, 11 trimester/ trimester ke-2 dari
bulan ke- 4 sampai 6 bulan, triwulan/ trimester ke-3 dari bulan ke-7
sampai ke-9 (Agustin, 2012: 12).

Manuaba, 2012, mengemukakan kehamilan adalah proses mata


rantai yang bersinambungan dan terdiri dari ovulasi, migrasi spermatozoa
dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada

16
uterus,pembentukan placenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai
aterm (Sholic hah, Nanik, 2017: 79-80).

2.3.2 Tanda – Tanda Kehamilan


Ada 2 tanda yang menunjukkan seorang wanita mengalami suatu
kehamilan, tanda pasti dan tanda tidak pasti.
Tanda tidak pasti dibagi menjadi dua, pertama tanda subjektif
(presumtif) yaitu dugaan atau perkiraan seorang wanita mengalami suatu
kehamilan, kedua tanda objektif (probability) atau kemungkinan hamil.
a. Tanda Pasti
1) Terdengar Denyut Jantung Janin (DJJ) Denyut jantung janin dapat
didengarkan dengan stetoskop Laennec/ stetoskop Pinard pada
minggu ke 17-18. Serta dapat didengarkan dengan stetoskop
ultrasonik (Doppler) sekitar minggu ke 12. Auskultasijanin
dilakukan dengan mengidentifikasi bunyi-bunyi lain yang meyertai
seperti bising tali pusat, bising uterus, nadi ibu (Kumalasari, 2015:
3).
2) Melihat, meraba dan mendengar pergerakan anak saat melakukan
pemeriksaan,
3) Melihat rangka janin pada sinar rontgen atau dengan USG (Sunarti,
2013: 60).
b. Tanda – Tanda Tidak Pasti 1) Tanda Subjektif (Presumtif/ Dugaan
Hamil)
a) Aminorhea (Terlambat datang bulan) Yaitu kondisi dimana wanita
yang sudah mampu hamil, mengalami terlambat haid/ datang bulan.
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel
degraaf dan ovulasi. Pada wanita yang terlambat haid 22 dan diduga
hamil, perlu ditanyakan hari pertama haid terakhirnya (HPHT).
supaya dapat ditaksir umur kehamilan dan taksiran tanggal
persalinan (TTP) yang dihitung dengan menggunakan rumus

17
Naegele yaitu TTP : (hari pertama HT + 7), (bulan - 3) dan (tahun +
1) (Kumalasari, 2015: 12).
b) Mual (nausea) dan Muntah (vomiting) Pengaruh estrogen dan
progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang
berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama
pada pagi hari yang disebut dengan morning sickness. Akibat mual
dan muntah ini nafsu makan menjadi berkurang. Dalam batas yang
fisiologis hal ini dapat diatasi Dalam batas tertentu hal ini masih
fisiologis Untuk mengatasinya ibu dapat diberi makanan ringan yang
mudah dicerna dan tidak berbau menyengat (Kumalasari, 2015: 2).
c) Mengidam Wanita hamil sering makan makanan terntentu,
keinginan yang demikian disebut dengan mengidam, seringkali
keinginan makan dan minum ini sangat kuat pada bulan – bulan
pertama kehamilan. Namun hal ini 23 akan berkurang dengan
sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan.

d) Syncope (pingsan) Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala


(sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan
menimbulkan syncope atau pingsan bila berada pada tempa-tempat
ramai yang sesak dan padat. Keadaan ini akan hilang sesudah
kehamilan 16 minggu (Kumalasari, 2015: 2).

e) Perubahan Payudara Akibat stimulasi prolaktin dan HPL, payudara


mensekresi kolostrum, biasanya setelah kehamilan lebih dari 16
minggu (Sartika, 2016: 8). Pengaruh estrogen – progesteron dan
somatotropin menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada
payudara. Payudara membesar dan tegang, ujung saraf tertekan
menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama (Kumalasari,
2015: 2). Selain itu, perubahan lain seperti pigmentasi, puting susu,
sekresi kolostrum dan pembesaran vena yang semakin bertambah
seiring perkembangan kehamilan.
f) Sering miksi Sering buang air kecil disebabkan karena kandung
kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Gejala ini akan

18
hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan, gejala
ini kembali karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin
(Prawirohardjo, 2008: 100).
g) Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesteron dapat menghambat
peristaltik usus (tonus otot menurun) sehingga kesulitan untuk BAB
(Sunarsih, 2011: 111).
h) Pigmentasi kulit Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari
12 minggu. Terjadi akibat pengaruh hormon kortikosteroid plasenta
yang merangsang melanofor dan kulit. Pigmentasi ini meliputi
tempat-tempat berikut ini :

1. Daerah pipi : Cloasma gravidarum (penghitaman pada daerah


dahi, hidung, pipi, dan leher)
2. Daerah leher : Terlihat tampak lebih hitam
3. Dinding perut : Strie livide/ gravidarum yaitu tanda yang
dibentuk akibat serabut-serabut elastis lapisan kulit terdalam
terpisah dan putus/ merenggang, bewarna kebiruan, kadang
dapat menyebabkan rasa gatal (pruritus), linea alba atau garis
keputihan di 25 perut menjadi lebih hitam (linea nigra atau garis
gelap vertikal mengikuti garis perut (dari pusatsimpisis)
(Sunarti, 2013: 45)..
i) Epulis Hipertropi papilla ginggivae/ gusi, sering terjadi pada trimester
pertama.

j) Varises (penampakan pembuluh darah vena) Pengaruh estrogen dan


progesteron menyebabkan pelebaran pembuluh darah terutama bagi
wanita yang mempunyai bakat. Varises dapat terjadi di sekitar genitalia
eksterna, kaki dan betis serta payudara. Penampakan pembuluh darah ini
dapat hilang setelah peralinan (Hani, 2011: 79).

2.3.3 Keluhan Yang Terjadi Pada Ibu Hamil

1. Mual dan muntah pagi hari (Morning sickness)

19
Meskipun tidak semua wanita hamil mengalami morning
sickness tetapi tidak jarang juga wanita mengeluhkan ini ketika dirinya
sedang hamil bahkan morning sickness juga kerap kali dijadikan tanda
umum adanya janin di dalam perut seorang wanita.

Morning sickness sebenarnya adalah istilah untuk perasaan mual


dan muntah terutama pada pagi hari dan dialami pada masa trimester
pertama kehamilan. Meskipun belum dapat dipastikan dengan pasti
apa penyebab dari munculnya morning sickness ini tetapi ada beberapa
hal yang diduga menjadi penyebab timbulnya rasa mual dan muntah
pada pagi hari ini.

Perubahan hormonal yang terjadi pada masa kehamilan memicu


peningkatan aktivitas dari hormon kehamilan. Meningkatnya aktivitas
hormon progesteron dan munculnya hormon HCG (Human Choroinic
Gonadotrophin) diduga menjadi penyebab terjadinya morning
sickness. Aktivitas dari hormon progesteron ini dapat menyebabkan
gangguan pencernaan pada wanita hamil sehingga fungsi saluran
pencernaan tidak berjalan dengan lancar sehingga menyebabkan rasa
mual sedangkan pelepasan hormon HCG pada aliran darah dapat
memicu timbulnya rasa mual dan muntah. Biasanya untuk mengatasi
morning sickness ini wanita hamil menyiasatinya dengan memakan
biskuit pada pagi hari sesudah bangun tidur.

2. Susah Buang Air Besar (Sembelit)

Sulit BAB atau sembelit adalah kelainan sistem pencernaan


sehingga feses sulit untuk dikeluarkan. Susah BAB pada ibu hamil
terjadi karena peningkatan hormon progesteron. Fungsi hormon
progesteron sendiri berfungsi untuk mengedurkan otot-otot pada rahim
sang ibu. Namun hormon progesteron juga terkadang mengendurkan
otot pada dinding usus sehingga terjadi pengerasan pada feses
sehingga mengakibatkan sembelit. Tentu saja susah BAB yang terus-

20
menerus bisa menyebabkan wasir dan kenyamanan Ibu hamil pun
menjadi terganggu.

Cara mengatasi susah buang air besar (BAB) pada ibu hamil
yaitu dengan memperbanyak asupan air. Selain itu makanan berserat
seperti buah-buahan dan sayur-sayuran pun jangan dilupakan. Anda
juga bisa melakukan olahraga khusus ibu hamil untuk mencegah
sembelit menjadi lebih parah.

3. Sakit Kepala dan migrain

Sakit kepala dan migrain menjadi salah satu keluhan-kelihan


yang dirasakan oleh ibu hamil. Penyebab Sakit kepala ibu hamil bisa
disebabkan oleh kelelahan dan perubahan hormon.

Untuk itu beristirahatlah yang cukup dan jangan terlalu


memaksakan diri melakukan aktivitas yang menuntut energi ekstra.
Melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca atau
mendengarkan musik klasik bisa untuk membuat pikiran anda menjadi
rileks. Ibu hamil hendaknya tidak bergerak secara cepat dan tiba-tiba
karena bisa menyebabkan pusing.

4. Sakit Punggung

Sakit punggung pada masa kehamilan merupakan


keluhan yang sering dialami oleh wanita hamil. Menurut penelitian
sebanyak tiga perempat wanita hamil mengalami keluhan sakit
punggung, jadi anda tidak usah khawatir karena itu adala hal normal
yang terjadi. Adanya pertumbuhan janin di dalam rahim, menyebabkan
rahim menjadi semakin besar dan memberikan pengaruh pada
melemahnya otot-otot perut, mengubah postur serta memberikan
tekanan pada punggung anda. selain itu perubahan hormon kehamilna
dapat menyebabkan kelongaran yang terjadi pada sendi dan ligamen

21
pada tulang panggul anda ke tulang belakang, hal tersebut dapat
membuat anda merasa kurang stabil dan menyebabkan rasa sakit
terutama pada bagian punggung.

2.3.4 Kekurangan Energi Kronik (KEK)

[Link] Pengertian Kekurangan Energi Kronik

Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah salah satu keadaan


malnutrisi. Dimana keadaan ibu menderita kekurangan makanan yang
berlangsung menahun (kronik) yang mengakibatkan timbulnya gangguan
kesehatan pada ibu secara relative atau absolut satu atau lebih zat gizi
(Helena, 2013).

Menurut Depkes RI (2002) menyatakan bahwa kurang energi kronis


merupakan keadaan dimana ibu penderita kekurangan makanan yang
berlangsung pada wanita usia subur (WUS) dan pada ibu hamil. Kurang
gizi akut disebabkan oleh tidak mengkonsumsi makanan dalam jumlah
yang cukup atau makanan yang baik (dari segi kandungan gizi) untuk satu
periode tertentu untuk mendapatkan tambahan kalori dan protein (untuk
melawan) muntah dan mencret (muntaber) dan infeksi lainnya.

Gizi kurang kronik disebabkan karena tidak mengkonsumsi


makanan dalam jumlah yang cukup atau makanan yang baik dalam
periode/kurun waktu yang lama untuk mendapatkan kalori dan protein
dalam jumlah yang cukup, atau disebabkan menderita muntaber atau
penyakit kronis lainnya.

[Link] Dampak Kekurangan Energi Kronik

Akibat KEK saat kehamilan dapat berakibat pada ibu maupun janin
yang dikandungnya yaitu meliputi:
Akibat KEK pada ibu hamil yaitu :
1) Terus menerus merasa letih

22
2) Kesemutan
3) Muka tampak pucat
4) Kesulitan sewaktu melahirkan
5) Air susu yang keluar tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi,
sehingga bayi akan kekurangan air susu ibu pada waktu menyusui.
Akibat KEK saat kehamilan terhadap janin yang dikandung antara lain :
1) Keguguran
2) Pertumbuhan janin terganggu hingga bayi lahir dengan berat lahir
rendah (BBLR)
3) Perkembangan otak janin terlambat, hingga kemungkinan nantinya
kecerdasaan anak kurang, bayi lahir sebelum waktunya (Prematur)
4) Kematian bayi (Helena, 2013).
[Link] Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kekurangan Energi Kronik (KEK)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kekurangan Energi Kronik (KEK)


Menurut (Djamaliah, 2008) antara lain : jumlah asupan energi, umur, beban
kerja ibu hamil, penyakit/infeksi, pengetahuan ibu tentang gizi dan
pendapatan keluarga. Adapun penjelasannya :

1. Jumlah asupan makanan Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih


banyak dari pada kebutuhan wanita yang tidak hamil. Upaya mencapai
gizi masyarakat yang baik atau optimal dimulai dengan penyedian
pangan yang cukup. Penyediaan pangan dalam negeri yaitu : upaya
pertanian dalam menghasilkan bahan makanan pokok, lauk pauk,
sayuran dan buahbuahan. Pengukuran konsumsi makanan sangat penting
untuk mengetahui kenyataan apa yang dimakan oleh masyarakat dan hal
ini dapat berguna untuk mengukur gizi dan menemukan faktor diet yang
menyebabkan malnutrisi.

2. Usia ibu hamil Semakin muda dan semakin tua umur seseorang ibu yang
sedang hamil akan berpengaruh terhadap kebutuhan gizi yang
diperlukan. Umur muda perlu tambahan gizi yang banyak karena selain
digunakan pertumbuhan dan perkembangan dirinya sendiri, juga harus
berbagi dengan janin yang sedang dikandung. Sedangkan untuk umur tua

23
perlu energi yang besar juga karena fungsi organ yang melemah dan
diharuskan untuk bekerja maksimal, maka memerlukan tambahan energi
yang cukup guna mendukung kehamilan yang sedang berlangsung.
Sehingga usia yang paling baik adalah lebih dari 20 tahun dan kurang
dari 35 tahun, dengan diharapkan gizi ibu hamil akan lebih baik.

3. Beban kerja/Aktifitas Aktifitas dan gerakan seseorang berbeda-beda,


seorang dengan gerak yang otomatis memerlukan energi yang lebih besar
dari pada mereka yang hanya duduk diam saja. Setiap aktifitas
memerlukan energi, maka apabila semakin banyak aktifitas yang
dilakukan, energi yang dibutuhkan juga semakin banyak. Namun pada
seorang ibu hamil kebutuhan zat gizi berbeda karena zat-zat gizi yang
dikonsumsi selain untuk aktifitas/ kerja zat-zat gizi juga digunakan untuk
perkembangan janin yang ada dikandungan ibu hamil tersebut.
Kebutuhan energi rata-rata pada saat hamil dapat ditentukan sebesar 203
sampai 263 kkal/hari, yang mengasumsikan pertambahan berat badan 10-
12 kg dan tidak ada perubahan tingkat kegiatan.

4. Penyakit /infeksi Malnutrisi dapat mempermudah tubuh terkena penyakit


infeksi dan juga infeksi akan mempermudah status gizi dan mempercepat
malnutrisi, mekanismenya yaitu : a) Penurunan asupan gizi akibat kurang
nafsu makan, menurunnya absorbsi dan kebiasaan mengurangi makanan
pada waktu sakit. b) Peningkatan kehilangan cairan atau zat gizi akibat
diare, mual, muntah dan perdarahan yang terus menerus. c)
Meningkatnya kebutuhan, baik dari peningkatan kebutuhan akibat sakit
atau parasit yang terdapat pada tubuh.

5. Pengetahuan ibu tentang Gizi Pemilihan makanan dan kebiasaan diet


dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap terhadap makanan dan praktek/
perilaku pengetahuan tentang nutrisi melandasi pemilihan makanan.
Pendidikan formal dari ibu rumah tangga sering kali mempunyai asosiasi
yang positif dengan pengembangan pola-pola konsumsi makanan dalam
keluarga. Beberapa studi menunjukkan bahwa jika tingkat pendidikan
dari ibu meningkat maka pengetahuan nutrisi dan praktek nutrisi

24
bartambah baik. Usaha-usaha untuk memilih makanan yang bernilai
nutrisi semakin meningkat, ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai
pengetahuan nutrisi akan memilih makanan yang lebih bergizi dari pada
yang kurang bergizi.

6. Pendapatan keluarga. Pendapatan merupakan faktor yang menentukan


kualitas dan kuantitas makanan. Pada rumah tangga berpendapatan
rendah, sebanyak 60 persen hingga 80 persen dari pendapatan riilnya
dibelanjakan untuk membeli makanan. Artinya pendapatan tersebut 70-
80 persen energi dipenuhi oleh karbohidrat (beras dan penggantinya) dan
hanya 20 persen dipenuhi oleh sumber energy lainnya seperti lemak dan
protein. Pendapatan yang meningkat akan menyebabkan semakin
besarnya total pengeluaran termasuk besarnya pengeluaran untuk
pangan.

7. Pemeriksaan Kehamilan ( Perawatan Ante Natal) Dalam memantau


status gizi ibu hamil, seorang ibu harus melakukan kunjungan ketenaga
kesehatan. Karena pemeriksaan kenaikan berat badan perlu dilakukan
dengan teliti, jangan sampai wanita hamil terlalu gemuk untuk
menghindarkan kesulitan melahirkan dan bahkan jangan terlalu kurus
karena dapat membahayakan keselamatan dirinya dan janin yang
dikandungannya (Sjahmien Moehji, 2003)

[Link] Hal Yang Dilakukan Pada Penderita KEK

1. KIE mengenai KEK dan faktor yang mempengaruhinya serta


bagaimana menanggulanginya.

2. PMT Bumil diharapkan agar diberikan kepada semua ibu hamil


yang ada.

Kondisi KEK pada ibu hamil harus segera di tindaklanjuti sebelum


usia kehamilan mencapai 16 minggu. Pemberian makanan tambahan
yang Tinggi Kalori dan Tinggi Protein dan dipadukan dengan
penerapan Porsi Kecil tapi Sering, pada faktanya memang berhasil
menekan angka kejadian BBLR di Indonesia. Penambahan 200 –

25
450 Kalori dan 12 – 20 gram protein dari kebutuhan ibu adalah
angka yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi janin.
Meskipun penambahan tersebut secara nyata (95 %) tidak akan
membebaskan ibu dari kondisi KEK, bayi dilahirkan dengan berat
badan normal. Pada tahun 2007 dilaksanakan PMT bagi bumil gakin
di kabupaten/kota melalui dana APBN Program Perbaikan Gizi
Masyarakat. Kegiatan tersebut tidak dilanjutkan pada tahun 2008
karena tidak tersedianya dana dan diharapkan untuk pelaksanaan
selanjutnya dibebankan melalui dana APBD kabupaten/kota.
3. Konsumsi tablet Fe selama hamil.
Kebutuhan bumil terhadap energi, vitamin maupun mineral
meningkat sesuai dengan perubahan fisiologis ibu terutama pada
akhir trimester kedua dimana terjadi proses hemodelusi yang
menyebabkan terjadinya peningkatan volume darah dan
mempengaruhi konsentrasi hemoglobin darah. Pada keadaan normal
hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian tablet besi, akan tetapi
pada keadaan gizi kurang bukan saja membutuhkan suplemen energi
juga membutuhkan suplemen vitamin dan zat besi. Keperluan yang
meningkat pada masa kehamilan, rendahnya asupan protein hewani
serta tingginya konsumsi serat / kandungan fitat dari tumbuh-
tumbuhan serta protein nabati merupakan salah satu faktor penyebab
terjadinya anemia besi.
Pencegahan KEK
Makan makanan yang bervariasi dan cukup mengandung kalori dan
protein termasuk makanan pokok seperti nasi, ubi dan kentang setiap hari dan
makanan yang mengandung protein seperti daging, ikan, telur, kacang-
kacangan atau susu sekurang-kurangnya sehari sekali. Minyak dari kelapa
atau mentega dapat ditambahkan pada makanan untuk meningkatkan pasokan
kalori, terutama pada anak-anak atau remaja yang tidak terlalu suka makan.
Hanya memberikan ASI kepada bayi sampai usia 6 bulan mengurangi resiko
mereka terkena muntah dan mencret (muntaber) dan menyediakan cukup gizi
berimbang. Jika ibu tidak bisa atau tidak mau memberikan ASI, sangat

26
penting bagi bayi untuk mendapatkan susu formula untuk bayi yang dibuat
dengan air bersih yang aman – susu sapi normal tidaklah cukup. Sejak 6
bulan, sebaiknya tetap diberikan Asi tapi juga berikan 3-6 sendok makan
variasi makanan termasuk yang mengandung protein. Remaja dan anak2 yang
sedang sakit sebaiknya tetap diberikan makanan dan minuman yang cukup.
Kurang gizi juga dapat dicegah secara bertahap dengan mencegah cacingan,
infeksi, muntaber melalui sanitasi yang baik dan perawatan kesehatan,
terutama mencegah cacingan.
Pemberian makanan tambahan dan zat besi pada ibu hamil yang
menderita KEK dan berasal dari Gakin dapat meningkatkan konsentrasi Hb
walaupun besar peningkatannya tidak sebanyak ibu hamil dengan status gizi
baik. Terlihat juga penurunan prevalensi anemia pada kelompok kontrol jauh
lebih tinggi dibanding pada kelompok perlakuan. Konsumsi makanan yang
tinggi pada ibu hamil pada kelompok perlakuan termasuk zat besi disertai
juga dengan peningkatan konsumsi fiber yang diduga merupakan salah satu
faktor pengganggu dalam penyerapan zat besi.. Pada ibu hamil yang
menderita KEK dan dari Gakin kemungkinan masih membutuhkan intervensi
tambahan agar dapat menurunkan prevalensi anemia sampai ke tingkat yang
paling rendah.

27
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1 Judul Kasus

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL Ny.I UMUR 31 TAHUN


G4P3A0 UMUR KEHAMILAN 24 MINGGU DENGAN KEKURANGAN
ENERGI KRONIS

DI PUSKESMAS SEI SELINCAH PALEMBANG TAHUN 2019

3.2 Pendokumentasian Metode SOAP

3.2.1 Data Subjektif

A. IDENTITAS PASIEN IDENTITASSUAMI

1. Nama : Ny”I” 1. Nama : Tn “P”


2. Umur : 31 tahun 2. Umur : 31 tahun
3. Agama : Islam 3. Agama : Islam
4. Pendidikan : SMP 4. Pendidikan : SMP
5. Suku/Bangsa : Indonesia 5. Suku/Bangsa: Indnesia
6. Pekerjaan : IRT 6. Pekerjan : Buruh
7. Alamat : Jalan Mayor Zen ,lorong lama laut RT 18/RW 04, Kelurahan
Sei Lais, Kecamatan Kalidoni , Palembang.

B. ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)

Tanggal : 20 september 2019 Pukul 10.30 WIB

28
1. Keluhan utama : ibu datang ke PKM Sei Selincah Palembang tanggal
20 september 2019 pukul 10.30 WIB, ingin memeriksakan
kandunganya mengaku hamil 6 bulan anak ke 4
2. Riwata Menstruasi:
a. Menarche : 15 tahun
b. Banyaknya : 3x ganti pembalut/hari
c. Lamanya : 7 hari
d. Warna : merah kehitaman
e. Amenorhae : 11 maret 2019
3. Riwayat perkawinan :
a. Kawin/tidak kawin : kawin
b. Usia kawin : 25 tahun
c. Lama perkawinan : 6 tahun
d. Perkawinan : pertama

4. Riwayat kehamilan,persalinan dan nifas yang lalu


no KEHAMILAN PERSALINAN NIFAS BBL
Hami UK Kom Peno- jenis kom laktasi komp JK Bb
l ke- p long p lahir
1 1 aterm - Bidan Spontan - Iya - Lk 2900
2. 2 aterm - Bidan Spontan - Iya - PR 3000
3. 3 aterm - Bidan Spontan - Iya - PR 3200
4. 4 INI

5. Riwayat Keluarga Berencana


no jenis mulai berhenti keluhan Alasan berhenti
1 Suntik 2018 2019 - Ingin punya anak
3 bulan
2

6. Riwayat kehamilan sekarang


a. HPHT : 4-3-2019

29
b. HPL : 11-12-2019
c. UK : 24 Minggu
d. ANC
1) TM 1: 1x di PKM Sei Selincah
2) TM 2: 1 x di PKM Sei Selincah
3) TM 3:
Skrining Imunisasi TT:
1) TT 1:
2) TT 2:
3) TT3:
4) TT 4:
5) TT 5:
e. Keluhan
1. TM 1:
2. TM 2:
3. TM 3:

D. Pengetahuan / KIE yang pernah didapat :


Istirahat yang ukup. Makan-makanan yang bergizi, kurangi
pekerjaan yang berat.
E. Data Kesehatan
1. Data kesehatan sekarang : Sehat
2. Data kesehatan keluarga : Tidak ada
3. Data kesehatan yang lalu : Tidak ada
4. Riwayat penyakit keturunan : Tidak ada riwayat penyakit
keturunan
5. Riwayat keturunan kembar : Tidak ada riwayat keturunan kembar
F. Data Kebiasaan sehari-hari
1. Nutrisi
Frekuensi
Sebelum hamil :3x/ hari
Selama hamil : 3x/ hari

30
A. Porsi
Sebelum hamil : 1 centong nasi,semangkuk sayur , 1 potong
ikan laut,1 potong buah pisang
Selama hamil : 2 centong nasi,semangkuk sayur , 1 potong
tempe dan ikan laut, 1 potong bebaya
B. Jenis
Sebelum hamil : nasi,sayur, ikan laut, buah
Selama hamil : nasi,sayur, tempe ,ikan ,buah
C. Keluhan makan
Sebelum hamil :Tidak ada
Selama hamil : tidak ada
` D. Pantangan makan
Sebelum hamil :Tidak ada
Selama hamil : Tidak ada
[Link]
Sebelum hamil : Tidak ada
Selama hamil : Tidak ada
[Link]
Sebelum hamil : tidak minum jamu
Selama hamil : tidak minum jamu
G. Merokok
Sebelum hamil : tidak merokok
Selama hamil : tidak merokok
H. Alkohol
Sebelum hamil : tidak mengkonsumsi alkohol
Selama hamil : tidak mengkonsumsi alkohol
I. Minum dalam 1 hari
Sebelum hamil :7x/hari
Selama hamil : 8x/hari
2. Eliminasi
A. Frekuensi BAK
Sebelum hamil : 7x/hari

31
Selama hamil :8x/hari
B. Frekuensi BAB
Sebelum hamil : 1x/hari
Selama hamil : 1x/hari
Keluhan : Tidak ada
3. Pola Tidur
A. Tidur Siang
Sebelum hamil : 1 jam
Selama hamil : 2jam
Keluhan : Tidak ada
B. Tidur malam
Sebelum hamil : 8 jam
Selama hamil : 8 jam
Keluhan : Tidak ada
C. Keluhan
Selama Hamil :Tidak ada
Keluhan :Tidak ada

J. Aktivitas
Sebelum hamil : aktivitas rumah tangga
Selama hamil : aktivitas rumah tangga
Keluhan :
K. Pola seksual
Selama hamil, keluhan : 2 minggu sekali, tidak ada keluhan
L. Personal hygine
1. Mandi
Sebelum hamil :2x/hari
Selama hamil :2x/hari
2. Keramas :
Sebelum hamil : 2x/hari
Selama hamil : 2x/hari
3. Sikat gigi

32
Sebelum hamil : 3x/hari
Selama hamil : 3x/hari
4. Ganti pakaian
Sebelum hamil : 2x/hari
Selama hamil : 2x/hari
5. Ganti pakaian dalam : 2x/hari
M. Data psikologis
1. Respon ibu terhdap kehamilan ini : ibu merasa senang dan
antusias dengan kehamilan ini
2. Kehamilan ini direncanakan atau tidak : kehamilan ini direncanakan
3. Jenis keamilan yang diharapkan : normal, janin sehat
4. Kekhawatiran : tidak mampu membiayai

N. Data psikososial
1. Respon suami terhadap kehamilan ini : suami senang dan
mendukung kehamilan
2. Rencana melahirkan : Bidan
3. Rencana menyusui : ASI Eksklusif
O. Data social budaya
2. hubungan dengan keluarga/lingkungan : baik, silturahmi terjaga
3. Budaya : Budaya asli palembang

3.2.2 Data Objektif


A. Pemeriksaan umum
1. Keadaan umum
A. Kesadaran : Compos mentis
B. Keadaan emosional : stabil
C. Tinggi badan :150 cm
D. Berat badan
- Sebelum hamil : 45 kg
- Kujungan lalu : 49 kg
- Kunjungan sekarang : 50 kg
E. Lila : 22 cm

33
2. Vital sign
A. Suhu badan : 36c
B. Tekanan darah :100/60 mmhg
C. Nadi : 80x/menit
D. Pernafasan :24x/menit
[Link] fisik
1. Rambut :bersih,rambut lebat dan kuat, tidak ada pembengkakan
2. Muka : pucat, tidak ada nyeri tekan,tidak ada oedem
3. Mata : simetris,konjugtiva pucat, sklera putih tidak ikterik
4. Hidung : bersih,simetris, tidak ada polip
5. Telinga : simetris, bersih, tidak ada infeksi,tidak adanyeri tekan
6. Mulut : bibir lembab,tidak ada stomatis, tidak ada karies,
langit-langit utuh
7. Leher : tidak ada pembengkakan kelenjer tiroid dan kelenjar
limfe
8. Dada : simetris, tidak ada lesi, tidak ada nyeri tekan
9. Mamae : simetris, tidak ada massa,puting susu menonjol, areola
hiperpigmentasi
10. Perut :
A. Inspeksi
Pembersaran abdomen :Normal
Bentuk :Simetris
Bekas luka operasi :Tidak ada
Hiperpigmentasi :Ada
Striae gravidarum :ada
Linea :ada
Gerakan janin :ada
B. Palpasi
1. TFU Mc Donald
-Leopold I : pada fundus teraba bokong, TFU : 26 cm
-Leopold II : punggung disebelah kanan perut ibu,
bagian kecil disebelah kiri perut ibu

34
-Leopold III : presentasi kepala
-Leopold IV
2. TBj:
C. Auskultasi
1. Punctum Maximum :
2. DJJ : 152x/menit
3. Irama :teratur dan kuat
11. Genetalia/vulva : tidak oedem, tidak varises, tidak ada
pembengkakan kelenjar bartholini
12. Ekstremitas
a. Atas :simetris,ujung jari pucat,tidak oedem
b. Bawah :simetris,ujung jari pucat,tidak oedem
c. Perkusi (Refleks patella) : (+)
[Link] penunjang
-Darah -Urine
HB : 9gr% Protein Urin : (-)

Goldar :O Glukosa Urin : (-)

HbSAg : (-) Lakmus test :

WR/VDRL:
[Link] Diagnosa dan Masalah
A. Diagnosa kebidanan : G4P3A0 hamil 24 minggu dengan kek,jth, preskep
B. Masalah : KEK

3.2.4 Penatalaksanaan
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan yaitu:
- Tekanan darah : 100/60mmhg
-Suhu : 36c
-Nadi :80x/m
-Pernafasan :24x/m
Didapatkan bawa keadaan ibu baik dan janin sehat.
(Ibu mengetahui hasil pemeriksaan)

35
2. Memberikan KIE mengenai pola makan dan asupan gizi yang seimbang ,
yakni dengan memperbanyak konsumsi sayurhijau dan buah-buaan,
makanan yang kaya akan protein dan vitamin c.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)

3. Memberi tahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan seperti;


pendarahan,ketuban pecah,kejang-kjang,neri perut bagian bawh dan sakit
kepala hebat
(ibu mengerti tentang tanda bahaya kehamilan)
4. Menganjukan ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi pekerjaan
berat.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)
5. Memberikan tablet tambah darah (fe) kepada ibu untuk diminum 1xsehari,
anjurkan ibu saat meminum tablet fe untuk menghidari kopi dan teh.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)
6. Menganjurkan ibu untuk konseling ke gizi agar mendapatkan diet sehat.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)
7. Memberikan afirmasi kepada ibu jika ibu melihat nasi maka ibu akan
merasa sangat lapar dan akan menambah nafsu makan
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)
8. Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang satu bulan lagi tanggal 21
oktober 2019.
(ibu mengerti dan bersedia melakukan yang dianjurkan)

36
BAB IV

PEMBAHASAN

Pada Bab ini penulis akan menguraikan pembahasan mengenai asuhan


kebidanan kehamilan fisiologis pada Ny. “I” di Puskesmas Sungai Selincah Tahun
2019. Pembahasan ini di buat agar didapatkan pemecahan dari masalah yang ada.
Berdasarkan hasil asuhan yang dilakukan pada Ny. ”I” di Puskesmas Sungai
Selincah Jumat, 20 September 2019.

Ibu datang mengaku hamil dan ingin memeriksakan kandungannya,


ketika ibu datang ibu diperiksa secara umum (TB, BB, TD, LILA) kemudian ibu
di anamnesa. Hasil yang di dapat pada anamnesa, yaitu ibu sedang hamil anak ke
empat dan belum pernah keguguran. Dan dari pemeriksaan hasil yang didapat
bahwa ibu mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan Anemia ringan

Dari data yang didapatkan dapat ditegakkan diagnosa: G4P3A0 , usia


kehamilan 24 minggu.

Pada penatalaksanaan dilakukan sebagai berikut :

1. Melakukan komunikasi interpersonal dengan ibu, agar tercipta suasana


yang nyaman serta untuk membina hubungan baik dan saling percaya
antara ibu dan Bidan.
2. Memberitahu hasil pemeriksaan ibu dan janin.
3. Tanda-Tanda Vital
TD : 100/60 mmHg
TB : 150 cm
BB : 50 kg
Suhu : 36℃
N : 80x/menit

37
RR : 24x/menit
HPHT : 04-03-2019
TP : 11-12-2019
LILA : 22 cm
Hb : 9 gr%
Palpasi
TFU dua jari atas pusat fundus teraba bokong, punggung janin disebelah
kanan perut ibu, presentasi kepala.
TBJ : 20 – 13 (155) : 1085 gr
DJJ : 152x / menit, kuat dan teratur
4. Memberitahu hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu saat ini setelah
dilakukan pengukuran LILA ibu mengalami Kekurangan Energi Kronik
(KEK)
5. Memberitahu ibu batas normal LILA pada saat hamil yakni 23,5 cm.
6. Memberikan pendidikan kesehatan tentang ibu hamil dengan resiko tinggi
Kekurangan Energi Kronik (KEK).
7. Memberikan makanan tambahan ibu hamil berupa roti (PMT)
8. Menganjurkan ibu untuk makan makanan yang bergizi untuk hamil
dengan KEK
9. Memberitahu ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki sumber-
sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi,
seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu. Bila tidak ada diganti
dengan sayuran, tempe, dan tahu.
10. Menganjurkan ibu untuk minum susu ibu hamil.
11. Mengingatkan ibu untuk memperhatikan pola istirahat dengan beristirahat
ketika merasa lelah, tidak bekerja terlalu berat, tidur siang 1-2 jam sehari,
dan tidur malam 7-8 jam sehari.
12. Beritahu ibu tanda bahaya dalam kehamilan, yaitu :
 Pecah ketuban sebelum waktunya
 Terjadi perdarahan
 Demam tinggi
 Gerakan janin berkurang

38
 Anemia
 Nyeri kepala hebat
13. Anjurkan ibu untuk secara rutin memeriksakan kehamilannya ke petugas
kesehatan.

39
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Hasil pengkajian yang didapatkan yaitu : KU= baik, kesadaran = CM, T :
100/60 mmHg, N : 80 x/menit, R : 24 x/menit, S : 36℃, HPHT : 04-03-2019,
HPL : 11-12-2019, UK : 20 minggu, TFU : 18cm, TBJ : 1085 gram. Dalam
keadaan normal ibu tidak mempunyai penyakit menurun (DM), menular
(hepatitis), menahun (jantung), perencanaan : berikan informasi kepada ibu
tentang kondisi kehamilannya, anjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi
untuk gizi ibu hamil, anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, anjurkan ibu untuk
minum obat sesuai terapi, anjurkan ibu untuk periksa kehamilan 1 bulan lagi, ibu
sudah mengerti bahwa janinya masih dalam kondisi baik dan tumbuh normal,
sesuai dengan umur kehamilan, ibu sudah mengerti tentang makanan-makanan
yang bergizi untuk ibu hamil KEK, ibu bersedia untuk istirahat yang cukup, ibu
bersedia untuk minum obat sesuai dengan terapi.
Selama melaksanakan asuhan kebidanan penulis tidak menemukan
kesenjangan antara teori dan praktek.

5.2 Saran
1. Bagi tenaga kesehatan
Bidan lebih teliti dalam pemeriksaan ibu hamil untuk penemuan
deteksi dini kelainan / gangguan pada kehamilan.
2. Bagi ibu hamil
a. Ibu rutin untuk memeriksakan kehamilannya sampai menjelang
persalinan.
b. Ibu makan sesuai dengan diet ibu hamil KEK.

40
DAFTAR PUSTAKA

Rukiyah. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: TIM


Suyanto. 2009. Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Jogjakarta: Mitra
Cendikia Press
Yuni. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Jogyakarta : Fitramaya
Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Jogyakarta : Muha Medika
Depkes RI. 1996. Pedoman Penaggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis.
Jakarta : Direktorat Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Proverawati. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Jogyakarta : Muha Medika
[Link] ( diakses pada 6 Oktober 2019)
[Link]- ( diakses pada 6 Oktober 2019)
[Link] (diakses pada 6 Oktober 2019)

41

Anda mungkin juga menyukai