CODE GREY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/2
STANDAR PROSEDUR
TanggalTerbit :
OPERASIONAL
20 AGUSTUS 2019
Code Grey merupakan suatu pernyataan kondisi darurat internal di
PENGERTIAN Rumah Sakit, terkait dengan tindakan agresif atau perilaku
kekerasan yang dilakukan oleh orang luar atau anggota
masyarakat terhadap pasien, staf maupun fasilitas rumah sakit.
1. Sebagai kewajiban hukum dan moral Rumah Sakit untuk
menyediakan kebijakan dan prosedur untuk menciptakan
TUJUAN Rumah Sakit yang aman bagi pasien dan staf Rumah Sakit dari
tindakan agresif atau perilaku kekerasan.
2. Sebagai pedoman tindakan responsif terhadap tindakan
agresif/perilaku kekerasan yang terjadi.
1. UU Rep. Indonesia No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan
Publik
KEBIJAKAN 2. Peraturan Menteri Kesehatan Rep. Indonesia No. 11 tahun
2007 tentang Keselamatan
1. Petugas yang menemukan adanya perilaku kekerasan segera
melapor ke bagian keamanan (satpam) dengan menyebutkan
lokasi kejadian, bentuk kejahatan dan ciri-ciri pelaku kejahatan.
2. Bagian keamanan (satpam) melakukan penutupan gerbang
utama.
3. Bagian keamanan (satpam) mengumumkan kondisi code grey
melalui pengeras suara.
PROSEDUR
4. Petugas keamanan (satpam) melaporkan kondisi code grey
kepada kepala keamanan melalui telepon.
5. Kepala keamanan melaporkan kondisi code grey kepada direktur
dan meminta izin direktur untuk menghubungi pihak kepolisian.
6. Kepala keamanan atas perintah direktur menghubungi dengan
menyebutkan jenis kejadian, lokasi kejadian, nama dan profesi.
7. Sambil menunggu pihak kepolisian datang, petugas keamanan
CODE GREY
No. Dokumen No. Revisi 0 Halaman
2/2
(satpam) melakukan tindakan untuk memperkecil akses pelaku
dengan mengatur penempatan anggota.
8. Petugas keamanan (satpam) menyiapkan perlengkapan
keamanan dan bertindak secara tim bila diperlukan untuk
PROSEDUR
melumpuhkan .
9. Jika pihak kepolisian telah tiba di lokasi, petugas keamanan
(satpam) menyerahkan komando ke polisi, namun tetap
melakukan koordinasi dengan anggota lain di lokasi kejadian.
10. Jika kondisi sudah dapat dikendalikan buat laporan kronologi
dan penanganan kasus, kemudian laporkan kepada Direktur.
1. Security
UNIT TERKAIT 2. Seluruh Unit Terkait