0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan2 halaman

Norma Vektor dan Panjangnya

Dokumen tersebut menjelaskan definisi norma vektor (juga disebut panjang vektor) dalam ruang vektor n-dimensi. Ia mendefinisikan rumus untuk menghitung norma vektor dalam ruang-2 dan ruang-3 berdasarkan teorema Pythagoras, kemudian memperluas definisinya untuk ruang vektor n-dimensi secara umum. Teorema 3.2.1 membuktikan properti norma vektor yaitu bahwa normanya tid

Diunggah oleh

Gemma Dwi Prasetya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan2 halaman

Norma Vektor dan Panjangnya

Dokumen tersebut menjelaskan definisi norma vektor (juga disebut panjang vektor) dalam ruang vektor n-dimensi. Ia mendefinisikan rumus untuk menghitung norma vektor dalam ruang-2 dan ruang-3 berdasarkan teorema Pythagoras, kemudian memperluas definisinya untuk ruang vektor n-dimensi secara umum. Teorema 3.2.1 membuktikan properti norma vektor yaitu bahwa normanya tid

Diunggah oleh

Gemma Dwi Prasetya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEFINISI 1 Jika v = (v1, v2, ...

, vn) adalah vektor dalam ruang-n, maka norma v (juga disebut

panjang v atau besarnya v) dilambangkan dengan ‖v‖, dan ditentukan oleh rumus
NORM OF VECTOR ( PANJANG DARI VECTOR )
‖v‖panjang
Dalam teks ini kita akan menunjukkan = vektor v dengan symbol ||v||, yang
dibaca sebagai norma v, panjang v, atau besarnya v (istilah "norma" secara umum
sinonim matematika untuk panjang). Panjang sebuah vector v sering dinamakan norma
v dan dinyatakan dengan ‖v‖.
Jelaslah dari teorema phytagoras bahwa norma vector v = ( v1,v2 ) di ruang-2. Dengan
menggunakan gambar 3.2.1a, maka kita didapatkan

‖v‖= (1)
Misalkan v = (v1, v2, v3) adalah vector ruang-3. Dengan menggunakan gambar 3.2.1b
dan dua penerapan phytagoras, maka didapatkan

‖v‖2 = (OR)2 + (RP)2 = (OQ)2 + (QR)2 + (RP)2 = v12 + v22 + v32


dan karenanya

v= (2)

Berdasarkan pola Rumus (1) dan (2), kami membuat definisi berikut.
THEOREM 3.2.1 Jika v adalah vektor dalam ruang-n, dan jika k adalah skalar, maka:

(a) ‖v‖≥ 0

(b) ‖v‖= 0 jika dan hanya jika v = 0

(c) ‖v‖= |k|‖v‖


Berdasarkan dari Rumus (2) bahwa norma dari vektor v = (−3, 2, 1) di ruang-3 adalah

‖v‖= =
Berdasarkan dari Rumus (3) bahwa norma vektor v = (2, −1, 3, −5) dalam ruang-4
adalah :

‖v‖= =
Berikut fakta yang umum diketahui dari vector ruang-2 dan ruang-3 :
• Jaraknya tidak negatif.
• Vektor nol adalah satu-satunya vektor dengan panjang nol.
• Mengalikan vektor dengan skalar akan mengalikan panjangnya dengan nilai
absolutnya skalar.
Penting hasil ini Cuma ada di vector ruang-2 dan ruang-3 tidak menjamin bahwa cara
yang dipakai di ruang-n ketepatannya dalam ruang-n harus dibuktikan menggunakan
aljabar properti n-tupel.

Kami akan membuktikan bagian (c)


Bukti (c) Jika v = (v1, v2, ..., vn), maka kv = (kv1, kv2, ..., kvn), jadi

‖kv‖ =

= |k|
= |k|‖v‖

Anda mungkin juga menyukai