0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan4 halaman

Memahami RSSI dan Kualitas Sinyal Wifi

RSSI digunakan untuk mengukur kekuatan sinyal yang diterima perangkat nirkabel, namun nilainya berbeda untuk setiap vendor. Rumus konversi nilai RSSI ke kualitas sinyal Wifi menggunakan hubungan linier antara dBm dan persentase. Aplikasi Wifi Analyzer dapat menganalisis dan menampilkan informasi kualitas sinyal jaringan Wifi.

Diunggah oleh

Syafira Salsabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
218 tayangan4 halaman

Memahami RSSI dan Kualitas Sinyal Wifi

RSSI digunakan untuk mengukur kekuatan sinyal yang diterima perangkat nirkabel, namun nilainya berbeda untuk setiap vendor. Rumus konversi nilai RSSI ke kualitas sinyal Wifi menggunakan hubungan linier antara dBm dan persentase. Aplikasi Wifi Analyzer dapat menganalisis dan menampilkan informasi kualitas sinyal jaringan Wifi.

Diunggah oleh

Syafira Salsabilah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RSSI (Radio (Received) Signal Strength Indicator)

RSSI merupakan teknologi yang digunakan untuk mengukur indikator kekuatan sinyal yang diterima oleh
sebuah perangkat wireless. RSSI merupakan daya yang diterima oleh perangkat wireless pada receiver
yang menunjukkan variasi yang besar karena adanya pengaruh fading dan shadowing. Pengukuran RSSI
ini menggunakan nilai spesifik untuk setiap vendor sehingga penilaian antara vendor yang satu dengan
yang lainnya berbeda.

Ternyata rumus yang digunakan untuk mengkonversi nilai RSSI (dBm) ke Kualitas Wifi Signal Strength
(Persentase) adalah sebagai berikut :

quality = 2 * (dBm + 100) where dBm: [-100 to -50]

dBm = (quality / 2) - 100 where quality: [0 to 100]

Contoh : Dari gambar di atas (Homedale - Daftar AP yang terdeteksi) mengenai kuat sinyal AP yang
berada di rumah saya maka saya dapat melakukan perhitungan dengan rumus yang telah disebutkan.

AP Edimax 3G6200nLV2

Kualitas = 2 x (dBm + 100)

= 2 x (-68 + 100)

= 2 x 32

= 64%

AP RMAD_Home

Kualitas = 2 x (dBm + 100)

= 2 x (-77 + 100)

= 2 x 23

= 46%

Jadi dengan begitu anda sekarang lebih mudah memahami ternyata kalau kuat sinyal -68dBm itu
nilainya setara dengan 64 % dan -77dBm itu setara dengan 46%. Satu lagi kenapa kuat sinyal AP ZTE
lebih kecil dari Edimax pada hal antena dan power transmitnya sama, alasannya bukan karena ZTE ga
bagus. Namun saya terhubung ke AP ZTE (RMAD_Home), seumpama anda terhubung ke sebuah AP dan
menggunakan nya untuk terhubung ke internet atau transfer data secara otomatis ada penurun kuat
sinyal (RSSI) 4 hingga 5 persen. Itu baru satu user, semakin banyak user dalam waktu bersamaan yang
terhubung ke AP maka kekuatan sinyal sebuah AP akan melemah.

3.1 Aplikasi Wifi Analyzer

Pada dasarnya, Wifi Analyzer digunakan untuk menganalisis jaringan wifi. Wifi Analyzer menampilkan
informasi kualitas sinyal dan saturasi jaringan wifi dengan waktu yang singkat. Beberapa fitur yang
ditampilkan dalam aplikasi wifi analyzer adalah dapat melihat grafik kualitas jaringan wifi terdekat,
menampilkan urutan koneksi jaringan wifi terbaik dengan skala nilai tertentu, dan juga sebagai pengukur
yang menunjukkan saturasi setiap jaringan yang ditunjukkan secara individual. Pengguna dapat melihat
jaringan wifi terbaik yang dapat digunakan.

3.2 Perbandingan Hasil Pengukuran dan Perhitungan Kuliatas Sinyal AP

Dari persamaan (1) dengan mengasumsikan A adalah kekuatan sinyal yang diterima dalam jarak 1 meter
dengan satuan dBm, n adalah konstanta propagasi sinyal atau eksponen (path loss exponent).

𝑅𝑆𝑆𝐼 = 𝐴 − 10𝑛 log 𝑑


𝑅𝑆𝑆𝐼 = 𝐴 − 10(2) log 𝑑
Dari tabel 2, diperoleh hasil pengukuran dan hasil perhitungan yang dijadikan acuan untuk
melihat hasil kualitas sinyal yang baik yang dapat digunakan pengguna. Pengukuran jarak yang
dihasilkan pada penelitian ini didapat sesuai jarak sebenarnya yang ada pada lingkungan gedung.
Terdapat perbedaan dari hasil pengukuran menggunakan aplikasi dengan perhitungan secara manual
menggunakan metode RSSI untuk melihat kualitas sinyal yang baik.

Hasil tabel menunjukkan bahwa kekuatan sinyal yang telah didapat dari titik kumpul ke AP
memperlihatkan hasil yang cukup baik, tetapi jika dilihat dari jarak antar AP ke titik kumpul perlu
dibenahi lagi dengan menggunakan hasil dari perhitungan jarak. Dengan menggunakan estimasi jarak
hasil perhitungan akan didapat hasil kekuatan sinyal yang lebih baik. Penulis memberi saran jika posisi
AP yang sekarang dapat digeser sesuai dengan posisi titik kumpul, dimana pada posisi tersebutlah sinyal
wifi banyak diakses oleh mahasiswa.

Dari hasil tabel 3, posisi AP yang telah di reposisi agar kualitas sinyal yang di dapat dari titik kumpul
ke AP bagus. Dan tabel menunjukkan bahwa untuk mendapatkan posisi AP yang sesuai dengan nilai RSSI
yang bagus, maka posisi AP awal harus dikurangi beberapa meter sesuai dengan tabel 3. Dengan perkiraan
rata-rata untuk reposisi AP baru sekitar 11 meter dari titik kumpul.
Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil dan pembahasan penulisan makalah
ini adalah sebagai berikut:

(1) Dengan menggunakan aplikasi wifi analyzer dan perhitungan manual, diperoleh nilai selisih RSSI yang
tidak terlalu jauh berbeda.

(2) Tingkat kesalahan untuk nilai RSSI dengan rata-ratanya sekitar 4,37 dBm.

(3) Pengaruh jarak pemasangan AP yang terlalu jauh dari titik kumpul, dengan rata-rata tingkat error
jarak sekitar 1,98 m dari jarak sebenarnya.

(4) Semakin jauh jarak antara 2 titik AP ke titik kumpul, maka semakin kecil nilai kualitas sinyal RSSI yang
diterima pengguna dan sebaliknya.

Anda mungkin juga menyukai