0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan15 halaman

Diagnosa Sistem Kontrol Mesin ECS

Dokumen tersebut membahas diagnosa sistem kontrol mesin bensin, termasuk sistem pengapian. Sistem pengapian mengubah tegangan 12V menjadi 5,000-25,000V untuk memicu percikan api pada waktu pengapian yang tepat. Dokumen ini menjelaskan cara menganalisis kerusakan sistem pengapian, menguji komponen seperti sensor, koil, dan ECU, serta memperbaiki kerusakan pada sistem pengapian.

Diunggah oleh

Indro Kartiko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
215 tayangan15 halaman

Diagnosa Sistem Kontrol Mesin ECS

Dokumen tersebut membahas diagnosa sistem kontrol mesin bensin, termasuk sistem pengapian. Sistem pengapian mengubah tegangan 12V menjadi 5,000-25,000V untuk memicu percikan api pada waktu pengapian yang tepat. Dokumen ini menjelaskan cara menganalisis kerusakan sistem pengapian, menguji komponen seperti sensor, koil, dan ECU, serta memperbaiki kerusakan pada sistem pengapian.

Diunggah oleh

Indro Kartiko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ECS (Engine Control System) TROOT024 B3

Diagnosa Ignition Control Sistem

Tujuan Umum :
• Peserta dapat mengidentifikasi fungsi , konstruksi , cara kerja sistem control ngine
• Peserta dapat mendiagnosa dan memperbaiki kerusakan elektris pada sistem
kontrol engine

Tujuan Khusus :

Peserta dapat ;
• Menganalisa kerusakan pada sistem pengapian
• Mengetes sinyal dari sensor-sensor
• Memperbaiki kerusakan pada sistem pengapian

Waktu : 2 Jam

Deskripsi (Gambaran)

5000 – 25000 V
12 V

Sistem pengapian merubah tegangan 12 V menjadi 5 KV sd 25 KV

Apakah perbedaan sistem pengapian konvensional dengan sistem pengapian elektronik?


(TCI-k, TCI-i, TCI-h dan Pengapian Komputer)

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 1-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Kerusakan sistem pengapian meliputi:
1. Percikan api tidak terjadi
2. Api memercik tetapi tidak kuat
3. Api memercik tetapi saat pengapian tidak tepat

Untuk dapat mengetahui letak permasalahannya dapat dilakukan:


1. Pemeriksaan sumber tegangan pada sistem, baik sumber positip maupun
negatipnya.
2. Memeriksa fungsi komponen-komponen pengirim sinyal
3. Memeriksa ignition coil sebagai aktuator

Data-data pada sistem pengapian konvensional sebagai berikut:

Data Sistem Pengapian Konvensional

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 2-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Saat rotor digeser searah putaran kerja terasa ada pegas yang melawan dan jika
dilepas kembali.

Pemeriksaan fungsi vacuum advancer

Saluran vakum menuju vacuum advancer jika dipompa vakum dudukan kontak
pemutus tergeser melawan putaran rotor

Pemeriksaan fungsi vacuum advancer

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 3-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Memeriksa pengirim sinyal induktif

1. Pemeriksaan secara visual

Gambar pemeriksaan celah udara

• Periksa jarak celah udara antara rotor sinyal dan stator secara visual atau
dengan fuler (lihat spesifikasi). Celah udara harus merata pada setiap putaran.
• Periksa kekuatan magnit dengan cara memutar poros distributor dengan tangan,
ketika rotor mendekati dan menjauhi stator terasa ada tahanan magnet.

2. Pemeriksaan dengan Ohm-meter

Sensor induktif dapat diperiksa dengan cara melakukan pengukuran tahanan antara
kedua terminal kumparannya menggunakan Ohm meter, tahanan sekitar 500-1200
Ω (lihat spesifikasi).

Dapat juga dengan mengukur tegangan induksi antara kedua terminal


kumparannya menggunakan Volt meter pada skala ukur terendah, kemudian
putarkan poros sehingga rotor mendekati dan menjauhi stator, pada saat itu jarum
avo meter bergoyang apabila kumparan baik.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 4-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar pemeriksaan dengan ohm meter

Memeriksa pengirim sinyal hall

Pemeriksaan sensor hall dengan memberi tegangan pada kabel merah +12 volt
dan kabel hitam ground, sementara pada kabel hijau diukur dengan volt meter,
pada saat sudu didalam celah udara maka semestinya terukur tegangan sinyal,
sebaliknya saat sudu tidak berada dalam celah udara tegangan hilang.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 5-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
kabel merah = 8h = +

kabel hijau = 7 = 0

Kabel hitam = 31d = -

Gambar pemeriksaan sensor hall

Menguji/ memeriksa Koil

Koil sistem pengapian pada dasarnya dapat dibedakan dalam 2 kelompok:


 Koil terpisah dengan igniter
 Koil dan igniter terangkai jadi satu

Untuk koil terpisah dengan igniter kebanyakan buku manual menunjukkan cara
pengukuran tahanan kumparan primer dan sekundernya dengan ohm meter.
Namun pengukuran tahanan tidak menjamin koil dapat bekerja memercikkan bunga
api dengan kuat. Sering terjadi kerusakan koil terjadi karena kebocoran loncatan
induksi di dalam bodi koil itu sendiri.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 6-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar pemeriksaan koil ganda tanpa igniter

Pada koil tanpa igniter pengetesan dengan merangkaikan sebuah igniter seperti
pada gambar diatas, kemudian pada basis igniter diberikan sinyal pemicu dengan
frekwensi 10 Hz sampai 100 Hz agar igniter menghubung dan memutuskan
terminal 1 koil ke ground.

Koil yang baik akan menghasilkan induksi pada kabel yang dipasang pada terminal
tegangan tinggi dengan celah lebih besar dari 1 cm.

Gambar pemeriksaan koil dengan igniter

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 7-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Pada koil dengan igniter pengetesan dengan sinyal pemicu berfrekwensi 10 Hz
sampai 100 Hz pada basis igniter sehingga igniter menghubung dan memutuskan
terminal koil ke ground.
Koil yang baik akan menghasilkan induksi pada kabel yang dipasang pada terminal
tegangan tinggi dengan celah lebih besar dari 1 cm.

Memeriksa ECU system TCI-I dan TCI-H

Sebelum melakukan pengujian pada ECU perhatikan keselamatan kerja, jauhkan


dari bahan yang mudah terbakar dan hati-hati dengan induksi tegangan tinggi.
Pengujian ECU dapat dilakukan dengan dirangkai pada sistem lengkap kecuali
konektor sensor yang dilepas.

Tegangan baterai harus cukup (11 volt sampai 13 volt), tegangan ini harus ada
pada ECU dan sebelumnya koil harus dalam keadaan baik.

Pengujian ECU dengan cara memberikan simulasi sinyal yang sesuai pada terminal
sinyal menuju ECU tersebut.

Pada ECU pengapian TCI-I terminal sinyal berada antara terminal 3 dan 7, terminal
ini yang berhubungan dengan sensor induktif. Antara terminal 3 dan 7 menuju ECU
dipasang baterai 1,5 volt dan dilengkapi dengan sebuah saklar sesuai gambar
10.41

Pada saat saklar di ON dan OFF kan berulang, semestinya pada koil timbul induksi
tegangan tinggi, apabila tidak berarti ECU rusak.

Pada ECU pengapian TCI-H, ECU semestinya mengeluarkan tegangan menuju


sensor (IC hall) melalui terminal 6 sebagai terminal + sensor dan terminal 3 sebagai
terminal – sensor, sehingga pemeriksaan tegangan keluaran dari ECU dapat
dilakukan dengan Volt meter digital. Besar tegangan terukur sekitar 8 volt sampai
10 volt, cocokkanlah dengan spesifikasi buku manual. Apabila tegangan keluar ada
harus dilakukan pengetesan lanjut.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 8-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar pemeriksaan ECU TCI-I

ECU pengapian TCI-H akan bekerja menghubung dan memutus arus primer koil
jika kaki 5 sebagai terminal masukan sinyal dari sensor saat mendapat tegangan dari
sinyal dan hilang. Pengujian dengan memasangkan kabel pada terminal 5 ECU dan
dihubung putuskan terhadap ground. ECU yang bagus akan memicu koil meloncatkan
bunga api.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 9-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar pengukuran tegangan sumber sensor hall

Gambar pengetesan fungsi ECU TCI-H

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 10-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Memeriksa sistem pengapian komputer

Permasalahan pada sistem pengapian komputer dapat diperiksa dengan pertama-


tama memeriksa fungsi dari sensor-sensor.

Sensor untuk menentukan saat pengapian dan sensor putaran umumnya sama
dengan sistem pengapian elektronik, dengan sensor induktif ataupun sensor dengn
IC hall, pemeriksaannya sensor induktif ataupun sensor dengan IC hall sama
dengan pengirim sinyal induktif dan hall yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sensor beban kendaraan dengan sensor MAP harus diyakinkan dulu bahwa
sumber tegangan 5 volt telah tersedia menuju sensor MAP pada kabel dari ECU
saat kunci kontak “ON”, selanjutnya ground juga harus tersedia dari kabel yang lain.

Gambar pengetesan tegangan dari ECU

Hasil pengukuran akan yang normal akan ditemukan dua kabel bertegangan 5 volt
dan satu kabel ground. Dua kabel bertegangan 5 volt tersebut salah satunya
sebagai sumber 5 volt dan yang satu kabel sinyal menuju ECU. Untuk
membedakan kabel sumber dan kabel sinyal dapat dengan menambahkan resistor
1 kilo Ohm pada kabel tester dan kembali mengukur tegangan kedua kabel
tersebut. Kabel yang tetap bertegangan 5 volt adalah kabel sumber tegangan dan
kabel yang nilai terukurnya berkurang adalah kabel sinyal.
Program Diklat : Level : Tanggal :
PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 11-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Untuk memeriksa sensor MAP secara terpisah dapat dengan memberikan sumber
tegangan ± 5 volt antara terminal yang sesuai pada sensor MAP. Kesalahan
memberi sumber tegangan dapat merusakkan sensor MAP.

Gambar pengetesan sensor MAP

Pada terminal sinyal diukur tegangannya menggunakan volt meter dan pada
saluran vakum dipasangkan pompa vakum untuk mensimulasikan kevakuman
intake manifold.

Tekanan disimulatorkan dengan tekanan yang sesuai dengan tabel spesifikasi


kemudian tegangan terukur dibandingkan dengan spek yang ada pada tabel.

Apabila tegangan pengukuran tidak sesuai dengan tabel, sensor MAP harus
diganti.

Pemeriksaan sensor temperatur NTC terlebih dahulu dengan memeriksa apakah


pada kabel dari ECU terdapat sumber tegangan 5 volt saat kunci kontak “ON” dan
salah satu kabelnya adalah ground.

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 12-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Tabel spesifikasi data sensor MAP

KETINGGIAN BAROMETRIC

OUTPUT
(Referensi) PRESSURE

(ft) (m) (mmHg) (kPa) Volt

0 0 760 100

- - - -

2000 610 707 94 3,3-43

2001 611 <707 94

- - - -

5000 1524 >634 85 3,0-4,1

5001 1525 <634 85

- - - -

2,7-3,7
8000 2438 >567 76

8001 2439 <567 76

- - - -

2,5-3,3
10000 3048 >526 70

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 13-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar pengetesan kabel ECT

Pada sensor, lakukan pengukuran nilai tahanan dari kedua terminalnya dan
bandingkan dengan spesifikasi atau grafik hubungan temperatur dengan tahanan
pada NTC yang telah diberikan seblumnya. Jika perlu rebuh sensor dan ukur
temperatur air dan nilai tahanan sensor.

Gambar 10.59 Pengetesan ECT

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 14-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas
Gambar sinyal sensor knoking ketika dipukul

Pemeriksaan sensor knock dengan mengukur tegangan antara terminal sensor


dengan ground/bodi sensor dan memberi pukulan padanya. Apabila terukur ada
pulsa/muncul tegagan berarti knock sensor bekerja.

Pemeriksaan pada ECU pertama-tama dengan meyakinkan adanya sumber


tegangan dengan (AVO digital dan hindari penggunaan AVO analog) yang masuk
pada terminal yang sesuai, selanjutnya diperiksa apakah terdapat tegangan keluar
dari salah satu pin ECU sebesar 5 volt untuk sumber tegangan sensor-sensor.
Apabila keduanya ada periksa pin-pin data dari sensor setelah dirangkai apakah
terbaca data-data sesuai yang ada di sensor. Apabila semua ada starter kendaraan
dan periksa apakah sinyal menuju koil keluar dari pin ECU menggunakan lampu
test LED.

Jika sinyal menuju koil tidak ada sementara sinyal-sinyal sensor ada dan sesuai
spesifikasi berarti ECU rusak

Referensi :
1. Modul diklat mesin mobil PPPPTK BOE – VEDC Malang
2. Toyota Material Training
3. BOSCH Automotive Hand Book

Program Diklat : Level : Tanggal :


PPPPTK Kompetensi Kejuruan Menengah 20.8.2010
65 07 04 BT
Hal
VEDC Program studi Departemen : [Link] : Dibuat oleh: 15-15
MALANG EMS Ototronik M. Muchlas

Anda mungkin juga menyukai