0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
122 tayangan10 halaman

Diagnosa Keperawatan pada Pasien Penyakit Dalam

1. Pasien laki-laki berusia 42 tahun dengan keluhan batuk berdahak kuning kehijauan selama 3 minggu dan hasil laboratorium abnormal. Diagnosis keperawatan utama gangguan pertukaran gas. 2. Pasien perempuan berusia 34 tahun dengan keluhan nyeri ulu hati dan hasil pemeriksaan asites. Masalah prioritas keperawatan kurang pengetahuan. 3. Pasien laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan sesak

Diunggah oleh

ummul mawaddah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
122 tayangan10 halaman

Diagnosa Keperawatan pada Pasien Penyakit Dalam

1. Pasien laki-laki berusia 42 tahun dengan keluhan batuk berdahak kuning kehijauan selama 3 minggu dan hasil laboratorium abnormal. Diagnosis keperawatan utama gangguan pertukaran gas. 2. Pasien perempuan berusia 34 tahun dengan keluhan nyeri ulu hati dan hasil pemeriksaan asites. Masalah prioritas keperawatan kurang pengetahuan. 3. Pasien laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan sesak

Diunggah oleh

ummul mawaddah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL UJIAN KOMPETENSI

MATA KULIAH : KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


HARI/TANGGAL : 07 MARET 2018
WAKTU : 60 MENIT

1. Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
ke RSUD. dr. Pirngadi Medan dengan tubuh
keluhan batuk disertai sputum bewarna
kuning kehijauan lebih kurang 3 minggu. 3. Seorang laki-laki berusia 60 tahun, datang
Dari hasil pemeriksaan vital sign ditemukan ke IGD dengan keluhan sesak nafas dan
bahwa HR: 72 x/i, TD: 110/70 mmHg, batuk lebih kurang 1 bulan. Dari hasil
RR: 29x/i, T : 38.2 O C. Pernapasan pemeriksaan vital sign RR: 34x/i. Apakah
cuping hidung ada, retraksi iga ada, tindakan keperawatan pertama yang
lapangan paru kanan ada suara diberikan oleh perawat. Apakah tindakan
tambahan: ronchi, mual, muntah. keperawatan pertama yang diberikan oleh
Pasien tampak cemas terhadap kondisi perawat.
penyakitnya. Hasil laboratorium nilai a. Beri fisioterapi dada
AGDA abnormal. Apakah diagnosis b. Beri posisi semi fowler
keperawatan utama pada kasus diatas ? c. Auskultasi bunyi napas
a. Kecemasan d. Beri obat sesuai indikasi
b. Peningkatan suhu tubuh e. Beri oksigen sesuai kebutuhan
c. Gangguan pertukaran gas
d. Bersihan jalan nafas tidak efektif 4. Seorang perempuan berusia 27 tahun
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi dirawat di RS Sundari dengan luka bakar
45%. Dari hasil pemeriksaan fisik luka
2. Seorang perempuan berusia 34 tahun datang merah, oedem, wajah pucat dan meringis
ke RSUP. H. Adam Malik dengan keluhan kesakitan TD: 100 /70 mmHg, HR: 90 x/i,
nyeri pada ulu hati. Dari hasil pemeriksaan T: 390C. Dari kasus di atas apakah etiologi
fisik abdomen: ditemukan asites. Pada saat dari peningkatan suhu tubuh. Apakah
di palpasi ada nyeri tekan dengan skala nyeri etiologi terjadinya peningkatan suhu tubuh
7, nyeri yang dirasakan mengganggu a. Luka bakar yang luas
aktivitas. Pasien kurang mengerti tentang b. Rasa nyeri yang hebat
penyakitnya, mual dan muntah, dan tampak c. Peguapan cairan tubuh
lemah. TD : 90/60 mmHg, HR : 97 x/i, RR : d. Kehilangan cairan tubuh
23 x/i S: 37,10C. Hasil lab:7.2 gr%. Apakah e. Kurangnya asupan cairan
masalah prioritas keperawatan pada kasus
diatas 5. Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke
a. Nyeri RSUD. dr. Pirngadi Medan dengan keluhan
b. Kelelahan nyeri dada yang dirasakan sejak 2 jam yang
c. Kurang pengetahuan lalu. Dari hasil pengkajian didapatkan data,
d. Perubahan perfusi jaringan nyeri menyebar ke bahu kiri, punggung, dan
lengan kiri yang tidak berkurang dengan e. Meminta pasien menanda tangani surat
istirahat, wajah tampak pucat dan sesak pernyataan pulang paksa
napas. Dengan tanda vital: TD 140/90
mmHg, HR: 88x/i, RR: 24x/i, suhu 36,8oC 8. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa
Apakah masalah utama pada kasus tersebut ke UGD dengan keluhan sesak, pasien
a. Nyeri tampak gelisah dan terdengar mengi
b. Intoleransi aktivitas (wheezing) tanpa stetoskop. Bronkodilator
c. Perubahan pola napas inhalasi diberikan kepada pasien. Manakah
d. Perubahan perfusi miocard yang harus dipantau oleh perawat
e. Perubahan perfusi jaringan a. Vital sign
b. Saturasi O2
6. Seorang perempuan, usia 57 tahun datang ke c. Keluhan sesak
Intalasi Gawat Darurat dengan keadaan d. Frekuensi napas
umum lemah, kesadaran compos mentis, e. Suara wheezing
pasien mengeluh lemas, mual,dan muntah,
bibir kering serta ada luka di kaki sebelah 9. Pada saat dilakukan pertolongan di UGD
kanan. Hasil pemeriksasan vital sign TD terhadap korban kecelakaan lalu lintas,
150/60 mmHg, HR 100x/ menit. RR: 20 x/ didapat primary survey Airway clear,
menit, T:39 oC, pemeriksaan labolatorium Breathing clear, dan Circulation clear.
GDS 524 mg/dL. Apakah masalah Manakah yang termasuk tindakan breathing?
keperawatan prioritas dalam kasus diatas a. Head Tilt (dorong kepala ke belakang)
a. Resiko tinggi infeksi b. Chin Lift Manuver (perasat angkat
b. Gangguan rasa nyaman dahu)
c. Penurunan curah jantung c. Jaw Thrust Manuver (perasat tolak
d. Gangguan keseimbangan cairan rahang)
e. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi d. Eksternal chest compression (pijat
jantung)
7. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat 2 e. Pernafasan buatan dengan alat “Ambu
hari di ruang penyakit dalam dengan Bag” (self inflating bag)
diagnosis CHF. Hasil pengkajian didapatkan
data pasien sesak nafas terutama saat 10. Seorang laki-laki berusia 37 tahun dirawat di
aktifitas, edema tungkai 2+/2+. Pasien rumah sakit diagnosa medis fraktur tibia
merasa di rumah sakit tidak ada perubahan fibula dextra dengan keluhan utama nyeri.
dan minta pulang pada perawat karena takut Pada saat pengkajian kesadaran compos
tidak bisa membayar biaya rumah sakit. mentis, tekanan darah 110/70 mm/Hg,
Bagaimanakah sikap perawat yang tepat frekuensi nadi 70x/menit, frekuensi nafas
untuk kasus diatas 20x/menit, suhu 37,0C. terdapat luka
a. Menyerahkan kepada kepala ruangan dibagian tibia fibula dextra. Intervensi yang
b. Mencari bantuan dana dari keluarga dilakukan perawat adalah meninggikan
c. Menjelaskan kondisi penyakit pada posisi ekstremitas yang terluka. Apakah
pasien dan akibatnya rasional intervensi keperawatan yang
d. Melaporkan pada dokter yang merawat dilakukan pada kasus tersebut?
untuk inform consent a. Mengurangi nyeri dan mencegah
malformasi
b. Meningkatkan aliran balik vena, nyeri. manakah yang termasuk penilaian
mengurangi edema/nyeri motorik pasien dari kasus diatas?
c. Mempertahankan kekuatan otot dan a. Kata-kata tidak jelas
meningkatkan sirkulasi vaskuler b. Ketika ditanya siapa namanya pasien
d. Meningkatkan sirkulasi umum, tampak bingung
menurunakan area tekanan lokal dan c. Pasien membuka mata ketika dirangsang
kelelahan otot dengan nyeri
e. Mengalihkan perhatian terhadap nyeri, d. pasien dapat menggerakkan lengan dan
meningkatkan kontrol terhadap nyeri melokalisasi nyeri
yang mungkin berlangsung lama e. Pasien tidak dapat menjawab secara
akurat terhadap pertanyaan yang diberikan
11. Seorang perempuan berusia 30 tahun perawat
dirawat dirumah sakit dengan keluhan sesak
nafas. Dari hasil pengkajian didapatkan data: 13. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat
pasien mengatakan sakit kepala pada saat dirumah sakit dengan keluhan utama sesak
bangun, pasien tampak gelisah, warna kulit nafas. Pada saat pengkajian didapatkan data
pucat, tampak pernafasan cuping hidung, kesadaran compos mentis, Perubahan
frekuensi, irama dan kedalaman pernapasan frekuensi dan pola pernafasan, pernafasan
tidak normal, RR: 27x∕i, takhikardia. disritmik, frekuensi nafas 24x/menit.
Perawat menyimpulkan diagnosa Intervensi yang dilakukan perawat
keperawatan utama adalah gangguan mengajarkan pasien untuk melakukan nafas
pertukaran gas. Apakah data pemeriksaan dalam yang efektif. Apakah rasional
penunjang yang diperlukan pada pasien intervensi keperawatan yang dilakukan pada
untuk mencetuskan diagnosa keperawatan kasus tersebut?
pada kasus diatas? a. Mencegah sianosis
a. Spirometri b. Menurunkan hipoksemia
b. Foto dada c. Untuk membersihkan jalan nafas
c. Pemeriksaan sputum d. Supaya ekspansi paru tidak terganggu
d. Uji provokasi bronkus e. Untuk mencegah terjadinya atelektasis
e. Analisa gas darah arteri
14. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat
12. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa di rumah sakit dengan keluhan muntah
ke IGD rumah sakit dengan keluhan darah. Setelah dilakukan pengkajian
penurunan kesadaran karena mengalami didapatkan data pasien mengalami
kecelakaan lalu lintas. Dari pengkajian hematemesis, frekuensi sering, warna
perawat terhadap penilaian tingkat muntah kehitam-hitaman seperti kopi,
kesadaran didapatkan data pasien membuka keadaan umum lemas, wajah tampak pucat,
mata ketika dirangsang dengan nyeri, ketika Konjungtiva dan palpebra anemis, takikardia
ditanyakan siapa namanya pasien tampak dan takipnea, nyeri tekan abdomen, bunyi
bingung, kata-kata tidak jelas, tidak dapat usus hiperaktif, anoreksia, mual muntah,
menjawab secara akurat terhadap pertanyaan turgor kulit buruk, Tekanan darah 140/90
yang diberikan perawat, pasien dapat mmHg, frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi
menggerakkan lengan dan melokalisasi nafas 24x/menit. Apakah intervensi yang
tepat dilakukan pada kasus diatas?
a. Kaji tingkat kesadaran c. Pemeriksaan tanda-tanda vital
b. Auskultasi nadi apikal d. Melakukan fisioterapi dada
c. Pantau vital sign pasien e. Mengajarkan pasien tehnik relaksasi
d. Berikan oksigen sesuai indikasi nafas dalam
e. Kolaborasi dalam pemberian cairan
sesuai indikasi 17. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang
ke poliklinik penyakit dalam dengan
15. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke keluhan nyeri pada perut atas bagian tengah.
poliklinik penyakit dalam dengan keluhan Pada saat pengkajian tampak ekspresi wajah
buang air kecil warna kuning keruh sejak 2 meringis, gelisah, pasien tampak memegang
hari yang lalu. Pada Pemeriksaan fisik perut bagian tengah pada saat timbul nyeri,
terlihat sclera ikterik dan kulit warna mual muntah dan tidak selera makan.
kuning. Apakah data pemeriksaan Manakah yang termasuk data subjektif dari
penunjang yang diperlukan pada pasien kasus tersebut?
tersebut? a. Gelisah
a. Asam Urat b. Mual dan muntah
b. SGOT/SGPT c. Ekspresi wajah tampak meringis
c. GDS dan GDP d. Pasien mengeluh nyeri pada perut atas
d. Ureum/Creatinin bagian tengah
e. Kolesterol total dan LDL e. Pasien tampak memegang perut bagian
tengah saat timbul nyeri
16. Seorang perempuan berusia 52 tahun
dirawat dirumah sakit dengan diagnosa TB 18. Seorang laki-laki berusia 24 tahun dirawat
Paru dengan keluhan utama batuk dan sesak dii rumah sakit dengan diagnosa medis
fraktur tibia fibula dextra dengan keluhan
nafas sejak 2 bulan yang lalu dan tidak
utama nyeri. Pada saat pengkajian kesadaran
sembuh, terdapat dahak (warna kuning compos mentis, tekanan darah 110/70
kental, banyak dan terkadang ada darah), mm/Hg, frekuensi nadi 70x/menit, frekuensi
nafsu makan berkurang karena mual mutah. nafas 20x/menit, suhu 37,0C. terdapat luka
Pada saat dilakukan pengkajian oleh perawat dibagian tibia fibula dextra. Intervensi yang
didapatkan bahwa pasien sesak nafas, dilakukan perawat adalah meninggikan
menggunakan alat bantu pernafasan, posisi ekstremitas yang terluka. Apakah
rasional intervensi keperawatan yang
pernafasan cuping hidung, nafas dangkal
dilakukan pada kasus tersebut?
dan cepat, frekuensi nafas 30 x/menit,TD a. Mengurangi nyeri dan mencegah
90/60 mm/Hg, frekuensi nadi 90 x/menit malformasi
tidak teratur, suhu 380C, pasien terbaring b. Meningkatkan aliran balik vena,
lemah, Intervensi yang direncanakan mengurangi edema/nyeri
perawat: atur posisi yang nyaman, c. Mempertahankan kekuatan otot dan
Observasi fungsi pernapasan, catat frekuensi meningkatkan sirkulasi vaskuler
d. Meningkatkan sirkulasi umum,
pernapasan, dispnea atau perubahan tanda-
menurunakan area tekanan lokal dan
tanda vital, berikan Oksigen 2 lt/menit kelelahan otot
sesuai indikasi. Apakah implementasi e. Mengalihkan perhatian terhadap nyeri,
keperawatan prioritas pada kasus tersebut? meningkatkan kontrol terhadap nyeri
a. Mengajarkan pasien batuk efektif yang mungkin berlangsung lama
b. Pemasangan oksigen 2 lt/menit
19. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa
ke IGD rumah sakit dengan keluhan b. Meminta bantuan sejawat
penurunan kesadaran karena Seorang laki- c. Melaporkan kepada dokter
laki umur 23 tahun diantar ke UGD akibat d. Melakukan kompresi dada
kecelakaan. Hasil pengkajian didapatkan data e. Memberikan bantuan nafas
klien membuka mata saat dicubit, menarik
tangan menjauhi lokasi yang dicubit dan 23. Saat dilakukan pemeriksaan pasien terlihat
mengeluarkan suara yang tidak bermakna tidur namun membuka mata saat diberi
(mengerang). Berapakah skor GCS pada rangsangan dengan suara keras, melakukan
kasus diatas ? gerak menarik dari sumber rangsang dan
a. 6 suaranya tidak mengandung arti. Penulisan
b. 7 GCS yang benar dari data diatas adalah
c. 8 a. E2 M2 V2
d. 9 b. E3 M2 V2
e. 10 c. E3 M4 V3
d. E3 M3 V3
20. Seorang perempuan usia 43 tahun, datang e. E3M5 V2
ke UGD dengan keluhan nyeri saat
bernafas. sulit tidur, demam. Hasil 24. Seorang klien usia 59 tahun dirawat karena
pengkajian didapatkan nyeri saat inspirasi, stroke. Mengalami hemiparase, terdapat luka
skala nyeri 7, sulit tidur, demam, TD: tekan dibagian bokong dengan diameter 5
100/80mmHg, frekuensi nadi: 110x/mnt dan cm. Luka tampak merah dibagian pinggir,
frekuensi nafas 25 x/mt, suhu tubuh 37,50C. agak pucat dibagian tengah. Manakah
Apakah masalah prioritas pada kasus diatas? intervensi yang paling tepat untuk mencegah
a. Nyeri perburukan luka tersebut?
b. Intoleransi aktivitas a. Bersihkan dan rawat luka setiap hari
c. Gangguan pola tidur b. Berikan pengalas lembut dibagian
d. Gangguan pola nafas bokong
e. Gangguan bersihan jalan nafas c. Berikan posisi miring kiri-kanan
terlentang tiap 2 jam
21. Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat di d. Bersihkan luka dengan cairan antiseptic
rumah sakit hari ke 3 dengan keluhan tangan plus antikoagulansia
kiri terasa lemas dan kaki kiri susah e. Berikan analgetik pada pasien
digerakan. Hasil pemeriksaan kekuatan otot
tangan kanan 4, tangan kiri 2, kaki kanan 4 25. Seorang laki-laki berusia 5 tahun datang ke
dan kaki kiri 2, kulit kemerahan pada daerah rumah sakit dengan keluhan batuk, sputum
yang tertekan, Pasien tidak berespon untuk ada, kulit pucat, kesadaran menurun, RR:
BAK. Apakah intervensi keperawatan utama 40 x/i, kepala terlihat besar, kemampuan
yang harus dilakukan pada pasien tersebut ? menelan kurang baik, tidak dapat
a. Latih ROM melakukan aktifitas. Apakah diagnosa
b. Latih Kegel Exercise keperawatan pada kasus diatas?
c. Bantu memenuhi ADL a. Resiko cidera b/d adanya kejang
d. Pertahankan integritas kulit b. Nyeri b/d meningkatkan tekanan intra
e. Beri bantalan pada area yang menonjol kranial
22. Seorang perempuan, 28 tahun, dirawat di c. Gangguan mobilitas fisik b/d penurunan
ruang bedah saraf dengan kondisi lemah, kesadaran
didiagnosa tumor otak. Saat perawat sedang d. Ketidakefektifan jalan nafas b/d
memandikan tiba-tiba pasien tidak sadarkan penumpukan sputum
diri, nadi teraba, tidak ada henti jantung dan e. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
tidak ada henti nafas. Apakah tindakan yang tubuh b/d perubahan kemampuan
paling tepat dilakukan oleh perawat ? mencerna makanan
a. Merekam EKG
26. Seorang laki-laki 57 tahun diantar e. GCS 8 ( E2, M4, V1)
keluarganya ke UGD dengan keluhan sulit
bicara, lidah terasa berat dan sulit menelan, 29. Seorang perempuan usia 43 tahun dirawat
saat berjalan kaki diseret,berdasarkan di rumah sakit dengan keluhan nyeri saat
anamese diperoleh data ada riwayat bernafas,. sulit tidur, demam. Hasil
hipertensi sejak 5 tahun yang lalu dan tidak pengkajian didapatkan nyeri saat inspirasi,
kontrol, pada pemeriksaan fisik ditemukan skala nyeri 7, sulit tidur, demam, TD:
hemiparesis dextra, seluruh aktifitas dibantu 100/80mmHg, frekuensi nadi: 110x/mnt
oleh perawat, Tekanan darah 160/110, Nadi dan frekuensi nafas 25 x/mt, suhu tubuh
100 x/i, Suhu 370 C, Pernafasan 23 x/i. 37,50C. Apakah masalah prioritas pada
Apakah diagnosa keperawatan pada kasus kasus diatas
diatas ? a. Nyeri
a. Gangguan mobilitas fisik b. Intoleransi aktivitas
b. Gangguan komunikasi verbal c. Gangguan pola nafas
c. Ketidak mampuan merawat diri d. Gangguan pola tidur
d. Gangguan perfusi jaringan serebral e. Gangguan bersihan jalan nafas
e. Pemenuhan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
30. Seorang perempuan, usia 35 tahun tiba di
IGD, keluhan utama sesak nafas sejak sehari
27. Seorang perempuan, 30 tahun, dirawat di yang lalu, faktor pencetus adalah cuaca
ruang bedah saraf dengan kondisi lemah, dingin dan kontak dengan debu. Terdapat
didiagnosa tumor otak. Saat perawat penggunaan otot aksessories pernafasan,
sedang memandikan, tiba-tiba pasien tidak suara nafas weezing, frekwensi pernafasan
sadarkan diri, nadi teraba, tidak ada henti 36x/menit. Posisi tidur lebih nyaman fowler.
jantung dan tidak ada henti nafas. Apakah Batuk ada, sputum sangat kental dan susah
tindakan yang paling tepat dilakukan oleh dikeluarkan, warna sputum mukoid, denyut
perawat ? nadi 96x/menit. Intervensi keperawatan
a. Merekam EKG kolaboratif yang dapat dilakukan pada kasus
b. Melakukan kompresi dada di atas adalah :
c. Memberikan bantuan napas a. Berikan inhalasi uap
d. Meminta bantuan sejawat lain b. Posisikan tidur pada posisi fowler atau
e. Melaporkan kepada dokter semi fowler
c. Lakukan fisioterapi dada dan postural
drainage
28. Seorang pasien laki-laki usia 27 tahun
d. Berikan drainage yang cukup
dirawat di ruang ICU dengan terjadi
penurunan kesadaran, diagnosa medis (sedikitnya 2500 cc).
cidera kepala. Dari hasil pemeriksaan fisik e. Berikan obat-obatan bronkodilator,
didapatkan pasien mampu membuka mata mukolitik dan ekspektoran sesuai
dengan rangsangan cubitan dan mampu kolaborasi
menarik area yang nyeri pada lokasi cubitan
tersebut, mengucap kata dengan 31. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat
menggumam sehingga kata-kata kurang dirumah sakit dengan keluhan utama sesak
dimengerti, Tekanan darah 140/90 mmhg, nafas. Pada saat pengkajian didapatkan data
pols 86x/i, pernafasan 24x/i, suhu 38 0 C. kesadaran compos mentis, Perubahan
Dari kasus diatas berapakah nilai GCS frekuensi dan pola pernafasan, pernafasan
(Glasgows Coma Scale)?
disritmik, frekuensi nafas 24x/menit.
a. GCS 4 ( E 2, M1, V1)
b. GCS 5 ( E3, M1, V1 ) Intervensi yang dilakukan perawat
c. GCS 6 ( E 2, M2, V2 ) mengajarkan pasien untuk melakukan nafas
d. GCS 7 ( E 3, M3, V1) dalam yang efektif. Apakah rasional
intervensi keperawatan yang dilakukan pada d. Jalan napas tidak efektif berhubungan
kasus tersebut? dengan akumulasi sekret
a. Mencegah sianosis e. Cemas berhubungan dengan takut akan
kematian
b. Menurunkan hipoksemia
c. Untuk membersihkan jalan nafas 34. Seorang laki-laki berusia 35 tahun masuk ke
d. Supaya ekspansi paru tidak terganggu RS dengan keluhan mual - muntah,
e. Untuk mencegah terjadinya atelektasis penurunan berat badan dan kelemahan
ketika melakukan aktivitas secara mandiri.
32. Seorang perempuan berusia 45 tahun Pada pengkajian perawat sebelum masuk
dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak Rumah Sakit ditemukan Klien mengalami
napas, batuk berdahak terutama pada malam obesitas dengan BB : 45 kg ; TB : 155 cm
hari, dan sering bertanya kepada keluarga dan pemeriksaan laboratorium hematologi
tentang kesembuhan penyakitnya. Dari hasil didapatkan nilai Ht, Na, Kalium, Cl, BUN,
pengkajian tekanan darah 100/80 mmHg, creatinin, KGD yang abnormal. Dalam
frekwensi napas 35 x/menit, suhu 36’C, silsilah keluarga tidak ada yang menderita
nadi, 90x/menit, auskultasi terdapat bunyi penyakit yang sama dengan klien. Apakah
ronki basah, dan akral dingin, keringat masalah keperawatan yang dapat ditegakkan
dingin. Manakah diagnosis keperawatan pada kasus diatas adalah
prioritas dari kasus di atas? a. Intoleransi aktivitaslitas
a. Kurang pengetahuan berhubungan b. Gangguan mobilitas fisik
dengan tidak mengenal sumber c. Kelebihan volume cairan & elektrolit
informasi d. Kekurangan volume cairan & elektrolit
b. Gangguan perfusi jaringan berhubungan e. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
dengan turunnya curah jantung tubuh
c. Kerusakan pertukaran gas berhubungan
dengan akumulasi secret 35. Seorang laki – laki berusia 40 tahun di rawat
d. Jalan napas tidak efektif berhubungan di ruang kelas II laki – laki, nyeri pinggang,
dengan akumulasi sekret turgor kulit jelek, pasien tidak bisa BAK,
e. Cemas berhubungan dengan takut akan nyeri pada sipisis pubis, pada saat dilakukan
kematian palpasi kandung kemih penuh, wajah
tampak pucat, lemas, smua aktifitas di bantu
33. Seorang perempuan berusia 45 tahun oleh keluarga dan perawat, TD : 150/90
dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak mmHg. Apakah diagnosa keperawatan pada
napas, batuk berdahak terutama pada malam kasus diatas?
hari, dan sering bertanya kepada keluarga a. Nyeri b/d implamasi uretr
tentang kesembuhan penyakitnya. Dari hasil b. Intoleransi aktivitas b/d kelelahan
pengkajian tekanan darah 100/80 mmHg, c. Perubahan volume cairan b/d retensi
frekwensi napas 35 x/menit, suhu 36’C, urin
nadi, 90x/menit, auskultasi terdapat bunyi
ronki basah, dan akral dingin, keringat d. Kerusakan integritas kulit b/d
dingin. Manakah diagnosis keperawatan inkotinensia urin
prioritas dari kasus di atas? e. Defisit perawatan diri b/d keterbatasan
a. Kurang pengetahuan berhubungan mobilitas
dengan tidak mengenal sumber 36. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat
informasi dirumah sakit dengan keluhan utama sesak
b. Gangguan perfusi jaringan berhubungan
nafas. Pada saat pengkajian didapatkan data
dengan turunnya curah jantung
c. Kerusakan pertukaran gas berhubungan kesadaran compos mentis, Perubahan
dengan akumulasi secret frekuensi dan pola pernafasan, pernafasan
disritmik, frekuensi nafas 24x/menit.
Intervensi yang dilakukan perawat dingin. Manakah diagnosis keperawatan
mengajarkan pasien untuk melakukan nafas prioritas dari kasus di atas?
dalam yang efektif. Apakah rasional a. Kurang pengetahuan berhubungan
dengan tidak mengenal sumber
intervensi keperawatan yang dilakukan pada
informasi
kasus tersebut? b. Gangguan perfusi jaringan
a. Mencegah sianosis berhubungan dengan turunnya curah
b. Menurunkan hipoksemia jantung
c. Untuk membersihkan jalan nafas c. Kerusakan pertukaran gas
d. Supaya ekspansi paru tidak terganggu berhubungan dengan akumulasi secret
e. Untuk mencegah terjadinya atelektasis d. Jalan napas tidak efektif berhubungan
dengan akumulasi sekret
e. Cemas berhubungan dengan takut akan
37. Seorang laki-laki umur 23 tahun diantar ke kematian
UGD akibat kecelakaan. Hasil pengkajian
didapatkan data klien membuka mata saat
40. Seorang laki-laki 57 tahun diantar
dicubit, menarik tangan menjauhi lokasi
yang dicubit dan mengeluarkan suara yang keluarganya ke UGD dengan keluhan sulit
tidak bermakna (mengerang). Berapakah bicara, lidah terasa berat dan sulit menelan,
skor GCS pada kasus diatas ? saat berjalan kaki
a. 6 diseret,berdasarkananamesediperoleh data
b. 7 ada riwayat hipertensi sejak 5 tahun yang
c. 8 lalu dan tidak kontrol, pada pemeriksaan
d. 9 fisik ditemukan hemiparesis dextra, seluruh
e. 10 aktifitas dibantu oleh perawat,Tekanandarah
160/110, Nadi 100 x/i, Suhu 370 C,
38. Seorang perempuan usia 43 tahun, datang Pernafasan 23 x/i. Apakah diagnosa
ke UGD dengan keluhan nyeri saat keperawatan pada kasus diatas ?
bernafas. sulit tidur, demam. Hasil a. Gangguan mobilitas fisik
pengkajian didapatkan nyeri saat inspirasi, b. Gangguan komunikasi verbal
skala nyeri 7, sulit tidur, demam, TD: c. Ketidak mampuan merawat diri
100/80mmHg, frekuensi nadi: 110x/mnt dan d. Gangguan perfusi jaringan serebral
frekuensi nafas 25 x/mt, suhu tubuh 37,50C. e. Pemenuhan nutrisi kurang dari
Apakah masalah prioritas pada kasus diatas? kebutuhan tubuh
a. Nyeri
b. Intoleransi aktivitas 41. Seorang laki – laki berusia 40 tahun di rawat
c. Gangguan pola tidur
di ruang kelas II laki – laki, nyeri pinggang,
d. Gangguan pola nafas
e. Gangguan bersihan jalan nafas turgor kulit jelek, pasien tidak bisa BAK,
nyeri pada sipisis pubis, pada saat dilakukan
39. Seorang perempuan berusia 45 tahun palpasi kandung kemih penuh, wajah
dirawat di rumah sakit dengan keluhan sesak tampak pucat, lemas, smua aktifitas di bantu
napas, batuk berdahak terutama pada malam oleh keluarga dan perawat, TD : 150/90
hari, dan sering bertanya kepada keluarga
mmHg. Apakah diagnosa keperawatan pada
tentang kesembuhan penyakitnya. Dari hasil
pengkajian tekanan darah 100/80 mmHg, kasus diatas?
frekwensi napas 35 x/menit, suhu 36’C, a. Nyeri b/d implamasi uretra
nadi, 90x/menit, auskultasi terdapat bunyi b. Perubahan volume cairan b/d retensi
ronki basah, dan akral dingin, keringat urin
c. Kerusakan integritas kulit b/d b. Meminta pasien untuk selalu cuci tangan
inkotinensia urin setelah batuk.
d. Defisit perawatan diri b/d c. Menganjurkan pasien untuk menutup
keterbatasan mobilitas mulut dengan tisssue saat batuk.
e. Perubahan eliminasi urin b/d d. Meminta istri pasien untuk
kerusakan sensorik motorik menganjurkan pemeriksaan kesehatan
bagi semua orang yang ada di
42. Seorang laki-laki usia 23 Saat dilakukan rumahnya.
pemeriksaan terlihat tidur, namun membuka e. Menganjurkan istri pasien dan anggota
mata saat diberi rangsangan dengan suara keluarga untuk melakukan tes kesehatan
keras, melakukan gerak menarik dari sumber sehubungan dengan TB dan meminta
rangsang dan suaranya tidak mengandung pasien membuang tissue pada
arti. Penulisan GCS yang benar dari data tempatnya.
diatas adalah ?
a. E2M2V2 45. Seorang perempuan berusia 52 thn dirawat
b. E3M4V3 dirumah sakit dengan diagnosa TB Paru
c. E3M2V2 dengan keluhan utama batuk dan sesak nafas
d. E3M3V3 sejak 2 bulan yang lalu dan tidak sembuh,
e. E2M3V2 terdapat dahak warna kuning kental, banyak
dan terkadang ada darah), nafsu makan
43. Seorang Laki-laki berusia 44 tahun, dirawat berkurang karena mual mutah. Pada saat
di rumah sakit dengan TB aktif dengan dilakukan pengkajian oleh perawat
frekuensi pernafasan 24 kali/menit, didapatkan bahwa pasien sesak nafas,
frekuensi nadi 100 kali/menit, tekanan darah menggunakan alat bantu pernafasan,
90/60 mmHg, ronchi pada kiri/kanan paru, pernafasan cuping hidung, nafas dangkal
produksi sputum banyak, pucat dan terlihat dan cepat, frekuensi nafas 30 x/menit,TD
sesak serta kelelahan. Prioritas diagnosa 90/60 mm/Hg, frekuensi nadi 90 x/menit
keperawatan yang tepat adalah tidak teratur, suhu 380C, pasien terbaring
a. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan [Link] keperawatan prioritas
berhubungan dengan hipermetabolik pada kasus tersebut adalah?
b. Gangguan pertukaran gas berhubungan a. Melakukan fisioterapi dada
dengan infeksi bronchial b. Pemeriksaan tanda-tanda vital
c. Bersihan jalan nafas tidak efektif c. Pemasangan oksigen 2 lt/menit
berhubungan akumulasi sekret d. Mengajarkan pasien batuk efektif
d. Kurang pengetahuan berhubungan e. Mengajarkan pasien tehnik relaksasi
dengan proses penyakit nafas dalam
e. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan
kelemahan. 46. Seorang perempuan, usia 35 tahun tiba di
IGD, keluhan utama sesak nafas sejak sehari
44. Tuan Sugiono, 55 tahun, sudah berada di yang lalu, faktor pencetus adalah cuaca
bangsal selama tiga hari ini karena TB paru. dingin dan kontak dengan debu. Terdapat
Istri pasien selalu menemaninya. Perawat penggunaan otot aksessories pernafasan,
melihat bahwa pasien sering batuk, suara nafas weezing, frekwensi pernafasan
membuang dahak di tissue dan membuang 36x/menit. Posisi tidur lebih nyaman fowler.
tissue sembarangan. Manakah dari praktek- Batuk ada, sputum sangat kental dan susah
praktek kesehatan di bawah ini yang dikeluarkan, warna sputum mukoid, denyut
seharusnya diajarkan perawat kepada pasien nadi 96x/menit. Intervensi keperawatan
tsb? kolaboratif yang dapat dilakukan pada kasus
a. Meminta petugas kebersihan di atas adalah :
mengangkat tissue. a. Berikan inhalasi uap
b. Lakukan fisioterapi dada dan postural
drainage 49. Seorang Pasien laki-laki usia 45 tahun
c. Berikan drainage yang cukup dirawat di Unit Hemodialisa dengan keluhan
(sedikitnya 2500 cc) air seni sedikit, mual, pusing dan edema
d. Posisikan tidur pada posisi fowler atau pretibial. Sebelumnya 2 tahun yang lalu
semi fowler pasien memiliki riwayat penyakit infeksi
e. Berikan obat-obatan bronkodilator, ginjal yang tidak dirasakan dan pengobatan
mukolitik dan ekspektoran sesuai yang tidak rutin. Hasil pemeriksaan fisik
kolaborasi didapatkan Pitting udema +3. Urin 24 jam
400 cc, tekanan darah 180/100 mmhg, pols
47. Seorang laki-laki, umur 30 tahun 90x/i, pernafasan 26x/i, suhu 37,5 0 C. Hasil
terdiagnosa dengan urolitiasis dan dirawat di pemeriksaan lab ditemukan kreatinin 14
ruang rawat inap. Sebelum dilakukan mmhg dan BUN 140 mg/dl. Apakah
tindakan operasi maka perawat memberikan penyebab penyakit gagal ginjal pada kasus
penyuluhan/anjuran. Apa yang dianjurkan diatas?
perawat kepada pasien tersebut ? a. Prerenal akibat peningkatan resistensi
a. Meningkatkan asupan cairan hingga pembuluh darah ginjal
ekskresi urine mencapai 3000-4000/hari b. Renal akibat penyakit infeksi ginjal pada
b. Membatasi pengeluaran urine untuk glumerulo
c. Post renal akibat obstruksi kandung
meningkatkan tekanan hidrostatik
kemih
c. Menambah asupan kalsium untuk d. Prerenal akibat hipovolemia
meningkatkan fungsi ginjal e. Pre renal akibat hipervolemia
d. Melakukan latihan berat agar menekan
pengeluaran batu 50. Seorang perempuan berusia 50 tahun di
rawat di ruang akasia rumah sakit PTPN II
48. Seorang pasien Perempuan usia 27 tahun Bangkatan Binjai dengan keluhan lemah,
dirawat di ruang UGD dengan kecelakaan terdapat luka ganggren pada telapak kaki
lalulintas dan mengalami perdarahan hebat sebelah kanan, mual, muntah, nafsu makan
akibat fraktur terbuka pada tulang tibia.
berkurang, paasien meringis kesakitan, luka
Diperkirakan darah yang keluar selama
perjalanan 1000 cc. Dari hasil pemeriksaan tampak merah dan tercium oroma yang tidak
fisik didapatkan sklera anemis, terlihat sedap dari luka, TD: 160/90 mmHg, Fols: 90
pucat pada ujung kuku dan bibir, kulit x/i, RR: 28 x/i, BB : 45 kg, KGD : 450
dingin , Tekanan darah 90/70 mmhg, pols mg/dl. Apakah Tindakan keperawatan yang
x/i, pernafasan 24x/i, suhu 36,5 0 C dan hasil dilakukan pada kasus diatas?
pemeriksaan darah HB 10 gr%. Apakah
a. Pantau tanda-tanda vital
tindakan keperawatan utama yang tepat
pada kasus diatas? b. Observasi tanda – tanda infeksi
a. Menekan perdarahan c. Pertahankan tehnik aseptik pada
b. Menghitung GCS dan Vital sign prosedur invasif
c. Melakukan pembidaian pada area d. Lakukan perubahan posisi dan anjurkan
Fraktur pasien untuk batuk efektif
d. Melakukan perawatan luka dan e. Tingkat upaya pencegahan dengan
menghecting area perdarahan
melakukan cuci tangan yang baik
e. Kolaborasi dengan dokter segerah
dengan pemberian cairan Ringer Laktat

Anda mungkin juga menyukai