Pemodelan Trip Generation dengan SPSS
Pemodelan Trip Generation dengan SPSS
Cahyono Susetyo
K.D.M Erli Handayeni
REFERENSI
4-Step Transport Modeling
1. Trip Generation
2. Trip Distribution
3. Modal Split
4. Trip Assignment
3
PEMODELAN TRIP GENERATION
DENGAN SPSS
4
I. TRIP GENERATION
5
I. TRIP GENERATION
Nilai lahan - -
Kepadatan daerah - -
permukiman
aksesibilitas - -
6
I. TRIP GENERATION
PEMODELAN BANGKITAN PERJALANAN DENGAN
MODEL REGRESI LINIER
7
I. TRIP GENERATION
Persamaan Teoritis:
Dimana:
• YP adalah jumlah perjalanan yang tertarik pada zona
• YA adalah jumlah perjalanan yang
terbangkitkan/terproduksi pada zona
• Xn adalah variabel/atribut yang memproduksi perjalanan
• Xm adalah variabel/atribut yang menarik perjalanan
• a adalah konstanta
• b adalah koefisien dari variabel/atribut yang menyatakan
efek
11
I. TRIP GENERATION
Korelasi kuat
antara jumlah
produksi
perjalanan dengan
luas lahan
permukiman dan
jumlah penduduk.
Secara statistic,
korelasi ini
signifikan.
Koefisien
determinasi (R2)
tinggi sebesar
99,8%
Secara
keseluruhan,
model regresi
dikatakan
signifikan
Koefisien variabel
dikatakan signifikan.
Namun, masih ada
gejala multikolinearitas
13
I. TRIP GENERATION
Koefisien
determinasi (R2)
tinggi sebesar
99,5%
Secara
keseluruhan,
model regresi
dikatakan
signifikan
Koefisien variabel
dikatakan signifikan dan
tidak ada gejala
multikolinearitas
14
I. TRIP GENERATION
Korelasi kuat
antara jumlah
produksi
perjalanan dengan
luas lahan
permukiman dan
jumlah penduduk.
Secara statistic,
korelasi ini
signifikan. Variabel
luas lahan
perdagangan dan
jasa memiliki
korelasi lebih
tinggi
dibandingkan
jumlah
kesempatan kerja,
sehingga variabel
ini saja yang
dimasukkan dalam
model
15
I. TRIP GENERATION
Koefisien
determinasi (R2)
tinggi sebesar
99,5%
Secara
keseluruhan,
model regresi
dikatakan
signifikan
Koefisien variabel
dikatakan signifikan dan
tidak ada gejala
multikolinearitas
16
I. TRIP GENERATION
Karena itu, sangatlah masuk akal jika kita merumuskan model yang
tidak berdasarkan batas zona. Pada awal tahun 1970-an, unit
analisis yang paling cocok adalah rumah tangga (bukan individu).
Korelasi kuat
antara jumlah
bangkitan
bersekolah
dengan jumlah
kendaraan dan
jumlah anggota
keluarga dengan
korelasi yang
signifikan. Korelasi
kecil dan tidak
signifikan dengan
variabel
pendapatan
Secara
keseluruhan,
model regresi
dikatakan
signifikan
19
I. TRIP GENERATION
Koefisien variabel jumlah kendaraan tidak signifikan, sedangkan jumlah anggota keluarga memiliki
nilai koefisien yang signifikan. Oleh karena itu, variabel jumlah kendaraan dikeluarkan dalam model
dan dilakukan tahap pemodelan dari awal.
20
I. TRIP GENERATION
Pada output model regresi, diperoleh beberapa hasil pengujian:
1. Koefisien determinasi sebesar 51,1%
2. Pengujian model secara keseluruhan dikatakan signifikan
melalui uji ANOVA (uji F)
3. Pengujian signifikansi koefisien variabel menunjukkan nilai
yang signifikan (Ho ditolak)
4. Tanda koefisien variabel jumlah anggota keluarga (bertanda
+) yang sudah tepat
5. Nilai konstanta yang tidak terlalu besar (-1,125)
Y = -1,125 + 0,750 X2
Pergerakan
Rata-rata Jumlah Total Pergerakan
bersekolah per Total Rumah
Zona Anggota Keluarga Bersekolah
Rumah Tangga Tangga
(X2i) Y Ti
1 5.5 3 500 1,500
2 5 2.625 1200 3,150
3 5 2.625 300 788
4 5 2.625 200 525
5 5 2.625 400 1,050
6 4.5 2.25 600 1,350
#NOTE
Model bangkitan perjalanan melalui Model
Regresi Linier dikatakan baik jika memenuhi
kriteria-kriteria berikut:
Syarat batas ini harus dipenuhi karena sangat dibutuhkan pada tahap
berikutnya, yaitu sebaran pergerakan. Tidaklah mungkin kita
mempunyai Matriks Asal−Tujuan (MAT) yang mempunyai nilai T yang
berbeda-beda apabila kita jumlahkan semua baris (Oi) dengan
menjumlahkan semua kolom (Dd)
Karena itu, secara praktis dapat kita lihat bahwa jumlah pergerakan
yang dihasilkan dengan menjumlahkan semua zona asal (Oi)
merupakan nilai yang benar untuk T. Oleh karena itu, semua Dd
harus dikalikan dengan faktor modifikasi seperti terlihat
pada persamaan di bawah ini yang akan menjamin penjumlahan
semua Dd pasti akan selalu sama dengan T.
23
PEMODELAN TRIP DISTRIBUTION
DENGAN MODEL GRAVITY
(DOUBLY CONSTRAINT) DENGAN
EXCEL
24
II Trip Distribution : Matrix Asal-Tujuan
25
II Trip Distribution : Matrix Asal-Tujuan
MODEL GRAVITY
26
II Trip Distribution : Matrix Asal-Tujuan
28
1
29
PEMODELAN TRIP DISTRIBUTION
DENGAN OPPORTUNITY MODEL
30
II Trip Distribution : Pengambilan Data
Misalkan :
- Traffic Counting mencatat 1500 Pergerakan di Kelurahan Keputih
Keputih 5 10 20 30 35 100
33
Metode yang digunakan:
1. Trip Generation :
Multiple Linear Regression Analysis
Pedoman Penyusunan RIJL 2010 (hal. 27)
2. Trip Distribution
Home-Based Survey
Pedoman Penyusunan RIJL 2010 (hal. 28)
3. Modal Split
Semua Jenis Kendaraan dikonversi dalam Satuan Massa
Penumpang SMP(Manual Kapasitas Jalan)
4. Traffic Assignment:
All or Nothing
Pedoman Penyusunan RIJL 2010 (hal. 29)
I. TRIP GENERATION
KELURAHAN BANGKITAN
Gebang Putih 1000
Keputih 1500
Klampis Ngasem 2000
Medokan Semampir 1500
Menur Pumpungan 1000
Nginden Jangkungan 1500
Semolowaru 2000
*data hanya sebagai ilustrasi
35
II Trip Distribution : Matrix Asal-Tujuan
TUJUAN
Gebang Klampis Medokan Menur Nginden
Keputih Semolowaru
Putih Ngasem Sempampir Pumpungan Jangkungan
Gebang
Putih 100 200 100 300 75 125 100
Klampis
Ngasem 250 350 150 400 300 300 250
ASAL
Medokan
Semampir 200 200 200 100 300 350 150
Menur
Pumpungan 75 125 100 200 100 100 300
Nginden
Jangkungan 150 200 200 200 300 100 350
36
III. Modal Split dengan Metode SMP:
Konversi diatas bisa diubah berdasarkan pengamatan di Lapangan atau merujuk pada Manual
Kapasitas Jalan Raya
Medokan
Semampir
330
Menur
Pumpungan
83
Nginden
Jangkungan
138
Semolowaru 110
TUJUAN
Gebang Klampis Medokan Menur Nginden
Keputih Semolowaru
Putih Ngasem Sempampir Pumpungan Jangkungan
Gebang
Putih 110 220 110 330 83 138 110
ASAL
Keputih
Klampis
Ngasem
III. Modal Split dengan Metode SMP:
TUJUAN
Gebang Klampis Medokan Menur Nginden
Keputih Semolowaru
Putih Ngasem Sempampir Pumpungan Jangkungan
Gebang
Putih 110 220 110 330 83 138 110
Klampis
Ngasem 275 385 165 440 330 330 275
ASAL
Medokan
Semampir 220 220 220 110 330 385 165
Menur
Pumpungan 83 138 110 220 110 110 330
Nginden
Jangkungan 165 220 220 220 330 110 385
38
IV : Traffic Assignment:
39
IV : Traffic Assignment:
Atur tampilan Data View, minimal memuat Layer
Roads_Network dan Kecamatan_Sukolilo
Aktifkan Extension
“Network Analyst”
“Network Analyst:
IV : Traffic Assignment:
Pada Toolbar Network Analyst, Klik “New Closest Facility” dan
kemudian Klik “Network Analysis Window”
41
IV : Traffic Assignment:
42
IV : Traffic Assignment:
Klik kanan Routes, dan pilih Export Data (Mis: Traffic Assignment)
43
IV : Traffic Assignment:
Klik kanan file hasil export, dan pilih Open Attribute Table
Proses ini bisa dilakukan pada ArcMap, bisa pula dilakukan pada
Excel (kemudian di-join table di ArcMap).
45
IV : Traffic Assignment:
46
IV : Traffic Assignment:
47
IV : Traffic Assignment:
48
IV : Traffic Assignment:
49
IV : Traffic Assignment:
50
IV : Traffic Assignment:
51
IV : Traffic Assignment:
52
IV : Traffic Assignment:
53
IV : Traffic Assignment:
54
IV : Traffic Assignment:
Langkah-Langkah Berikutnya:
55
TUTORIAL
4-STEP TRANSPORT MODELLING
MENGGUNAKAN ARCGIS
56