0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan7 halaman

BIM dalam Konstruksi Era Industri 4.0

Teks tersebut membahas tentang Building Information Modeling (BIM) sebagai perkembangan dari Revolusi Industri 4.0 dalam dunia konstruksi. BIM hadir sebagai bentuk kemajuan teknologi yang merupakan pendekatan untuk desain dan manajemen proyek konstruksi secara terkoordinasi. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tahapan proyek konstruksi.

Diunggah oleh

Rahma Apriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan7 halaman

BIM dalam Konstruksi Era Industri 4.0

Teks tersebut membahas tentang Building Information Modeling (BIM) sebagai perkembangan dari Revolusi Industri 4.0 dalam dunia konstruksi. BIM hadir sebagai bentuk kemajuan teknologi yang merupakan pendekatan untuk desain dan manajemen proyek konstruksi secara terkoordinasi. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tahapan proyek konstruksi.

Diunggah oleh

Rahma Apriyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta

Building Information Modeling (BIM) Sebagai Perkembangan Revolusi


Industri 4.0 Dalam Dunia Konstruksi

A. Rahma
Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, INDONESIA
rahmaapriyani88@[Link]
+6285348877676

INTISARI
Kemajuan teknologi informasi dalam dunia konstruksi turut dipengaruhi dengan adanya revolusi industri 4.0 dimana, semua
pekerjaan konstruksi akan dilakukan dengan lebih efektif dan efisien serta mampu memberikan kualitas yang baik. Building
Information Modeling (BIM) muncul sebagai bentuk kemajuan teknologi yang merupakan suatu pendekatan untuk desain
bangunan konstruksi dan manajemen. Ruang lingkup yang didukung oleh BIM yaitu, desain proyek, jadwal dan infromasi-
informasi yang terkoordinasi dengan baik. Tahapan proyek konstruksi dengan menggunakan BIM menjadi lebih efisien karena
beberapa pekerjaan dapat dilakukan secara bersamaan seperti desain arsitektur, struktur dan MEP.
Kata kunci: Building Information Modeling, revolusi industri 4.0, tahapan, konstruksi

1 PENDAHULUAN mudah untuk dipahami pada saat pelaksanaan maupun


perancangan.
1.1 Umum
1.2 Revolusi Industri 4.0
Industri konstruksi di Indonesia merupakan salah satu
industri yang mengalami kemajuan sangat pesat Garis besar sejarah revolusi industri dimulai dari
dimana semakin banyaknya pembangunan industri 1.0, 2.0, 3.0, hingga 4.0. Industri 1.0 ditandai
infrastruktur di Indonesia. Para pelaksana jasa dengan mekanisasi produksi untuk menunjang
konstruksi terdorong untuk meningkatkan kualitas efektifitas dan efisiensi aktivitas manusia, industri 2.0
pengerjaan secara lebih efektif dan efisien serta dicirikan oleh produksi massal dan standarisasi mutu,
dituntut untuk menyelesaikan proyek konstruksi industri 3.0 ditandai dengan penyesuaian massal dan
dalam waktu yang singkat, biaya yang seminimal fleksibilitas manufaktur berbasis otomasi dan robot.
mungkin serta kualitas yang baik. Industri 4.0 selanjutnya hadir menggantikan industri
3.0 yang ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi
Saat ini sebagian besar perusahaan konstruksi di manufaktur (Hermann et al, 2015; Irianto, 2017).
Indonesia masih menggunakan perangkat lunak
konvensional seperti AutoCad untuk desain gambar, Industri 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi
SAP untuk analisa struktur, [Link] untuk manufaktur yang didorong oleh empat faktor:
perhitungan volume dan biaya, dan Ms. Project untuk a) Peningkatan volume data, kekuatan komputasi,
penjadwalan. Semua pekerjaan dilakukan secara dan konektivitas.
terpisah. b) Munculnya analisis, kemampuan dan kecerdasan
Dalam proyek konstruksi sering sekali terjadi bisnis.
permasalahan misalnya, perubahan desain maupun c) Terjadinya bentuk interaksi baru antara manusia
perubahan pada perencanaan. Permasalahan tersebut dengan mesin.
dapat mengakibatkan pembengkakan biaya dan d) Perbaikan industri transfer digital ke dunia fisik,
membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini dapat seperti robot dan 3D printing.
diminimalisir dengan adanya informasi teknologi
terutama desain pada awal konsep konstruksi. Menurut Hermann et al (2016), ada empat desain
prinsip industri 4.0. Pertama, interkoneksi
Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan (sambungan) yaitu kemampuan mesin, perangkat,
sebuah metode atau sistem yang mampu menganalisis, sensor, dan orang untuk terhubung dan berkomunikasi
simulasi dan fabrikasi secara digital sehingga para satu sama lain melalui Internet of Things (IoT) atau
stakeholder dapat memahami bagaimana ide virtual Internet of People (IoP). Prinsip ini membutuhkan
diterapkan dalam dimensi teknologi yang sangat kolaborasi, keamanan, dan standar. Kedua,
transparansi informasi merupakan kemampuan sistem

1
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi

informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam
fisik dengan memperkaya model digital dengan data kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan
sensor termasuk analisis data dan penyediaan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang
informasi. berbeda.

Pada umumnya kegiatan konstruksi diawasi oleh


manajer proyek, insinyur desain, atau arsitek proyek.
Orang-orang ini bekerja didalam kantor, sedangkan
pengawasan lapangan biasanya diserahkan kepada
mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan,
tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya untuk
menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.

Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya


dilakukan sebuah perencanaan terpadu. Hal ini terkait
dengan metode menentukan besarnya biaya yang
diperlukan, rancang-bangun, dan efek lain yang akan
terjadi seperti peralatan penunjang K3 saat pekerjaan
konstruksi dilakukan. Sebuah jadwal perencanaan
Gambar 1. Prinsip Industri 4.0 menurut Herman et al, 2016 yang baik akan menentukan suksesnya sebuah
pembangunan terkait dengan pendanaan, dampak
Industri 4.0 telah memperkenalkan teknologi produksi lingkungan,ketersediaan peralatan perlindungan diri,
massal yang fleksibel (Kagermann et al, 2013). Mesin ketersediaan material bangunan, logistik, ketidak-
akan beroperasi secara independen atau berkoordinasi nyamanan publik terkait dengan adanya penundaan
dengan manusia (Sung, 2017). Industri 4.0 merupakan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen dan tender,
sebuah pendekatan untuk mengontrol proses produksi dan lain sebagainya.
dengan melakukan sinkronisasi waktu dengan
Tahapan konstruksi dapat di bedakan atas berikut ini:
melakukan penyatuan dan penyesuaian produksi
(Kohler & Weisz, 2016). a) Pra Konstruksi, dimana pada tahapan ini terdapat
kegiatan seperti studi kelayakan, survey lokasi,
Revolusi industri 4.0 memberikan peluang bagi
perencanaan (DED), lelang pengadaan
industri-industri yang bergerak pada sektor konstruski
barang/jasa, dan persiapan dokumen lainnya yang
untuk selalu terus melakukan inovasi, baik inovasi
berkaitan dengan persiapan konstruski.
produk, alat maupun cara dan metode.
b) Konstruksi, pada tahapan ini prosesn
Industri yang kompetitif juga tercipta sehingga pembangunan konstruksi dimulai yaitu diawali
membuat persaingan antar pelaksana konstruksi untuk dengan pembersihan lokasi, pengukuran,
menekan biaya produksi dan menjadi keuntungan pemasangan pondasi, pekerjaan struktur,
tersendiri bagi owner/pemilik kegiatan. pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal dan
elektrikal, pekerjaan Finishing dan pekerjaan
1.3 Konstruksi pembangunan utilitas bangunan (jika diperlukan)
serta beberapa pekerjaan tambahan. Pada tahapan
Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun
konstruksi ini dapat digolongkan pada 2 jenis
sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang
kegiatan yaitu pekerjaan minor dan pekerjaan
arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga
mayor. Pada tahapan ini akan melibatkan orang
dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur
banyak dengan berbagai disiplin ilmu yang
pada sebuah area atau pada beberapa area.
berbeda pula.
Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek c) Pasca Konstruksi, pada tahapan ini adalah
keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian dimana hasil pembangunan digunakan (operasi)
struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan adalah sebagaimana mestinya dan tentunya akan
bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur diadakan perbaikan pada bagian-bagian yang
bangunan. contoh lain: Konstruksi Jalan Raya, memerlukan. Ada kalanya dilakukan perbaikan
Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain. secara mayor, jika konstruksi yang ada
dipandang perlu dilakukan perbaikan baik secara
Konstruksi dapat juga didefinisikan sebagai susunan berkala maupun insidental akibat bencana.
(model, tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah,
dan lain sebagainya) Walaupun kegiatan konstruksi

2
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta

2 BUILDING INFORMATION MODELING - Menggunakan model desain sebagai dasar


komponen fabrikasi
2.1 Umum - Implementasi yang lebih baik dan teknik
Building Information Modeling (BIM) merupakan konstruksi ramping
suatu pendekatan untuk desain bangunan konstruksi - Sinkronisasi pengadaan dengan desain dan
dan manajemen. Ruang lingkup yang didukung oleh konstruksi
BIM yaitu, desain proyek, jadwal dan infromasi- d) Manfaat sesudah konstruksi
informasi yang terkoordinasi dengan baik. BIM - Mengelola dan mengooperasikan fasilitas yang
mengubah seluruh konsep perencanaan dengan lebih baik
memperkenalkan suatu proses untuk mengembangkan - Mengintegrasikan dengan operasi sistem
desain dan dokumentasi konstruksi. Dokumentasi manajemen fasilitas
konstruksi seperti gambar, rincian pengadaan dan
spesifikasi lainnya dapat dengan mudah saling terkait 2.3 Keuntungan dari BIM
(Azhar, et al,2008). Keuntungan dari layanan BIM menurut Soemardi
pada Studi Aplikasi Teknologi Building Information
Berdasarkan BIM Handbook pada edisi kedua, Modeling untuk Pra-Konstruksi sebagai berikut:
definisi BIM terdiri dari: a) Meminimalisir desain lifecycle dengan
a) Desain dan proses konstruksi yang lebih meningkatkan kolaborasi antara owner, konsultan
terintegrasi yang menghasilkan bangunan dengan dan kontraktor.
kualitas yang lebih baik dengan biaya lebih rendah b) Kualitas tinggi dan akurasi dokumentasi dari
dan mengurangi durasi proyek, proses konstruksi
b) Model yang berisi geometri yang tepat dan data c) Teknologi BIM digunakan untuk siklus hidup
yang diperlukan untuk mendukung, fabrikasi, dan seluruh bangunan, termasukfasilitas operasi dan
kegiatan pengadaan konstruksi di mana bangunan pemeliharaan
tersebut direalisasikan, dan d) Produk dengan kualitas tinggi dan memperkecil
c) Proses yang mengakomodasi banyak fungsi yang kemungkinan konflik
diperlukan untuk model siklus hidup bangunan, e) Pemotongan biaya proyek dan meminimalisir
memberikan dasar untuk desain baru, kemampuan limbah bahan konstruksi
konstruksi dan perubahan peran serta hubungan f) Meningkatkan manajemen konstruksi
antara tim proyek (Eastman et al. 2008).
2.4 Penggunaan BIM
2.2 Manfaat Penggunaan BIM
BIM dibutuhkan oleh pihak yang terlibat dalam
Lingkup perubahan yang diharapkan terjadi seiring proyek skala besar khususnya dalam hal koordinasi
dengan berkembangnya penerapan BIM menurut BIM serta komunikasi :
Handbook sebagai berikut: a) Konsultan Arsitek
b) Konsultan MEP
a) Manfaat pra konstruksi untuk Owner c) Konsultan Struktur
- Konsep, kelayakan dan manfaat desain
d) Kontraktor
- Peningkatan kinerja dan kualitas bangunan
b) Manfaat desain e) Owner (Developer, Bank, Rumah Sakit, Mall,
- Visualiasi desain yang lebih akurat Gedung Perkantoran, etc)
- Tingkat koreksi tinggi ketika membuat f) Retail (restaurant, coffee shop, electronic,
perubahan desain clothing, sport, etc)
- Menghasilkan gambar 2D yang akurat dan g) Infrastructure (Jalan Tol, Jembatan, Drainase)
konsisten disetiap tahap desain
- Beberapa kolaborasi disiplin desain Pada akhirnya, akhir dari proses BIM itu sendiri,
- Memudahkan pemeriksaan terhadap desain datanya digunakan untuk kebutuhan “maintenance”.
- Memperkirakan biaya selama tahap desain Ini termasuk salah satu hal penting yang menjadi
- Meningkatkan efisiensi energi dan alasan kenapa sebaiknya menggunakan BIM.
keberlanjutan
c) Manfaat konstruksi dan fabrikasi 2.5 Software yang menerapkan Building Information
- Menemukan kesalahan desain sebelum Modeling
konstruksi/mengurangi konflik Untuk menggunakan BIM, dibutuhkan software
- Bereaksi cepat untuk desain atau masalah
yang sudah memiliki fasilitas tersebut. Banyak
proyek
software yang menerapkan Building Information

3
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi

Modeling, berikut tabel software BIM dan fungsi


utama yang mencakup MEP, structural, arsitek
dan software 3D (Mehmet, 2011).

Tabel 1. Jenis Software yang memiliki fasilitas Building Information Modeling (Mehmet, 2011)

Nama produk Pabrik Fungsi utama


Cadpipe HVAC AEC Design Group 3D HVAC Modeling
Revit Architecture Autodesk 3D Architectural Modeling and
parametric design.
AutoCAD Architecture Autodesk 3D Architectural Modeling and
parametric design.
Revit Structure Autodesk 3D Architectural Modeling and
parametric design.
Revit MEP Autodesk 3D Detailed MEP Modeling
AutoCAD MEP Autodesk 3D MEP Modeling
AutoCAD Civil 3D Autodesk Site Development
Cadpipe Commercial Pipe AEC Design Group 3D Pipe Modeling
DProfiler Beck Technology 3D conceptual modeling with
Realtime cost estimating.
Bentley BIM Suite (MicroStation, Bentley Systems 3D Architectural, Structural,
Bentley Architecture, Structural, Mechanical, Electrical, and Generative
Mechanical, Electrical, Generative Components Modeling
Design)
Fastrak CSC (UK) 3D Structural Modeling
SDS/2 Design Data 3D Detailed Structural Modeling

Fabrication for 3D Detailed MEP Modeling


East Coast CAD/CAM
MEP
Digital Project CATIA based BIM System for Architectural,
Gehry Technologies Design, Engineering, and Construction
Modeling
Digital Project Systems Routin MEP Design
Gehry Technologies
ArchiCAD Graphisoft 3D Architectural Modeling
MEP Modeler Graphisoft 3D Architectural Modeling
HydraCAD Hydratec 3D Fire Sprinkler Design and Modeling

AutoSPRINK V M.E.P. CAD 3D Fire Sprinkler Design and Modeling

FireCad Mc4 Software Fire Piping Network Design and


Modeling
CAD-Duct Micro Application 3D Detailed MEP Modeling
Vectorworks Designer Nemetschek 3D Architectural Modeling
Duct Designer 3D, Pipe Designer 3D QuickPen International 3D Detailed MEP Modeling

RISA RISA Technologies 3D Architectural MEP Modeling


Tekla Structures Tekla 3D Detailed MEP Modeling
Affinity Trelligence Full suite of 2D and 3D Structural Design
Applications
Vico Ofice Vico Software 3D Detailed Structural Modeling
PowerCivil Bentley Systems Site Development
Site Design, Site Planning Eagle Point Site Development

4
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta

2.6 Tahapan Proyek Konstruksi hal ini semua pihak yang terlibat diharapkan bisa
Menurut Dipohusodo (1996) tahapan konstruksi menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki
dibagi menjadi 5 tahap yaitu : agar tujuan proyek tercapai dengan baik.
a) Tahap pengembangan konsep, adapun kegiatan e) Tahap pengoperasian, setelah konstruksi fisik
yang dilakukan dalan tahap ini adalah melakukan selesai maka penyedia jasa akan menyerahkannya
survey pendahuluan dengan investigasi lapangan kepada pengguna jasa untuk dioperasikan, dalam
dimana proyek akan dilaksanakan. Hal ini akan tahap ini penyedia jasa masih memiliki tanggung
mengungkapkan informasi-informasi yang sangat jawab untuk memelihara bangunan tersebut sesuai
diperlukan dalam pembuatan konsep proyek. dengan perjanjian.
Seperti misalnya informasi mengenai upah tenaga
kerja setempat, harga material, perizinan Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, untuk
pemerintah setempat, kemampuan penyedia jasa menyelesaikan sebuah proyek konstruksi ada
setempat baik kontraktor maupun konsultan, beberapa tahapan kegiatan yang dapat dilakukan
informasi mengenai iklim disekitar lokasi proyek secara bersamaan dengan menggunakan BIM.
yang digunakan untuk mengantisipasi kendala
yang dapat diakibatkan oleh cuaca dan lain Aplikasi BIM dalam proyek konstruksi membawa
sebagainya. banyak manfaat untuk para pekerja konstruksi seperti
b) Tahap perencanaan, adapun kegiatan yang meningkatkan berkomunikasi antara pemain
dilakukan adalah pengajuan proposal, survey konstruksi dan memfasilitasi keputusan desain yang
lanjutan, pembuatan desain awal/sketsa rencana lebih cepat. Apalagi salah satu fitur BIM adalah
(preliminary design) dan perancangan detail (detail kemudahan penggunaan terkait dengan alat-
design), keempat kegiatan ini tidak dapat
alatnya; karenanya, penggunaan BIM bisa mengurangi
dipisahkan satu sama lain karena hasil kegiatan
waktu yang dihabiskan dalam desain serta mengurangi
pertama akan berpengaruh pada kegiatan kedua
dan selanjutnya. Tujuan dari tahap ini sebenarnya biaya dan durasi konstruksi. BIM dapat diterapkan
untuk mendapatkan rencana kerja final yang untuk semua fase proyek konstruksi,yaitu tahap pra
memuat pengelompokan pekerjaan dan kegiatan konstruksi, tahap konstruksi dan fase pasca konstruksi
secara terperinci. Adapun sasaran pokok rencana
Tahapan proyek konstruksi dengan menggunakan
kerja final adalah :
- Dengan menggunakan sebagai pedoman BIM, sebagai berikut:
pelaksanaan pekerjaan maka akan didapat 1. Pra-Konstruksi
harga kontrak konstruksi dan material yang Untuk mengidentifikasi aplikasi BIM pada tahap
lebih pasti, bernilai tetap dan bersaing,
pra-konstruksi proyek sampai saat ini masih
sehingga tidak akan melewati batas anggaran
jarang digunakan. Tahap ini adalah yang paling
yang tersedia.
- Pekerjaan akan dapat diselesaikan sesuai penting karena pada kenyataannya permodelan
dengan kualitas dan dalam rentang waktu yang lebih mudah serta sedikitnya informasi yang
seperti yang telah direncanakan atau terkait pada tahap perencanaan akan dapat
ditetapkan. memberikan keuntungan besar bagi proyek.
c) Tahap pelelangan, kegiatan yang dilakukan adalah Dengan menggunakan BIM proses pelaksanaan
kegiatan administrasi untuk pelelangan sampai pra-konstruksi yang dapat dilakukan adalah
dengan terpilihnya pemenang lelang. sebagai berikut:
d) Tahap Pelaksanaan Konstruksi, dalam tahap ini a) Melakukan permodelan
adapun kegiatan yang dilakukan antara lain - Meningkatkan ketepatan terhadap
persiapan lapangan, pelaksanaan konstruksi fisik kondisi dokumen yang sudah ada
proyek sampai dengan selesainya konstruksi itu b) Perencanaan
sendiri. Salah satu kegiatan yang cukup penting
- Menentukan urutan jadwal
pada saat pelaksanaan konstruksi fisik adalah
c) Desain
kegiatan pengendalian biaya dan jadwal
- Memfasilitasi komunikasi yang lebih
konstruksi, untuk pengendalian biaya
baik dan mampu membuat keputusan lebi
konstruksi hal-hal yang harus diperhatikan adalah
alokasi biaya untuk sumber daya proyek mulai dari cepat
tenaga kerja, peralatan sampai dengan material - Mendeteksi terjadinya clash dan
konstruksi, sedangkan pengendalian jadwal menganalisis clash
diupayakan agar setiap kegiatan dalam proyek - Meningkatkan efektivitas desain
berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dalam

5
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi

d) Penjadwalan c) Mengontrol pekerjaan secara real time,


- Dengan bantuan dari model 4D, jadwal sumber daya yang lebih cepat dan
konstruksi yang akan dilakukan manajemen lapangan yang lebih baik.
selanjutnya langsung dapat diperluas.
Skema konstruksi lanjutan dapat 3. Pasca-Konstruksi
disimulasikan ketika jadwal primer dapat Model dari BIM secara dramatis meningkat
diakses. Hal ini akan memfasilitasi menjadi populer dengan tugasnya dalam
visualisasi proses konstruksi dan menyelesaikan manajemen fasilitas (Facilities
memungkinkan untuk memperhatikan Management). Kemampuan BIM untuk memuat
pendekatan lain seperti mengurutkan, informasi visual yang luas menarik sejumlah besar
layout proyek, lokasi penempatan crane, minat unit manajer fasilitas, operasi dan
dan lain-lain selama prosedur konstruksi pemeliharaan. Keuntungannya homogen dengan
berjalan. yang terdaftar untuk tahapan proyek yang lain.
- Memungkinkan manajer proyek dan
kontraktor melihat urutan pekerjaan Lebih mudah untuk mengelola tugas secara visual
konstruksi, perlatan, material, dan seperti dengan memanfaatkan model tiga dimensi
progres kemajuan pada logistik. (3D), untuk memungkinkan melihat fitur
e) Estimasi manajemen yang pasti, serta membantu
- Biaya proyek dapat diprediksi dan memvisualisasikannya sendiri dan langsung dapat
dilacak dengan menggunakan BIM di menghubungkannya dengan orang lain. Hal ini
semua tahapan perencanaan proyek. Pada menunjukkan bahwa kontrol itu bisa lebih penting
tahap awal proyek akan berguna untuk daripada perencanaan seperti data, pekerjaan, dan
menetapkan bidang anggaran. Skema kontrol proses.
model 5D akan menyiapkan jumlah
skematik, serta garis besar pengeluaran Dalam tahap pasca-kosntruksi hal yang dapat
estimasi yang dapat diproduksi. dilakukan dengan BIM adalah sebagai berikut:
Sedangkan biaya estimasi dan anggaran a) Melacak aset yang dibangun
proyek diikuti melalui penggunaan model b) Mengelola fasilitas secara proaktif
di seluruh tahap desain, itu akan disebut c) Mengelola jadwal maintenance dan
sebagai a goal of value design. Seiring menunjukkan maintenance yang pernah
perkembangan model, pelacakan biaya dilakukan sebelumnya.
dapat disempurnakan dengan
Penerapan BIM pada tahap pra-konstruksi lebih terasa
memperbesar level detail model.
penggunaannya daripada selama tahap konstruksi dan
- Menghitung dan mengukur langsung dari
pasca-konstruksi. Hal ini dikarenakan pada tahap pra-
3D model yang ditampilkan konstruksi ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan
f) Analisis Lapangan secara bersamaan seperti desain, penjadwalan dan
- Mengurangi biaya pembongkaran estimasi biaya.

2. Konstruksi 3 KESIMPULAN
Pada tahap konstruksi, manajemen tim proyek dan
Pada era revolusi industri 4.0, para pelaksana jasa
manajemen proses dapat diterapkan dengan BIM. konstruksi terdorong untuk meningkatkan kualitas
Selain itu, BIM mencoba untuk membantu pengerjaan secara lebih efektif dan efisien serta
merencanakan tujuan yang ada pada tahap dituntut untuk menyelesaikan proyek konstruksi
konstruksi. Proses yang dapat dilakukan dengan dalam waktu yang singkat, biaya yang seminimal
BIM pada tahap ini, sebagai berikut: mungkin serta kualitas yang baik. BIM sebagai salah
a) Mendemonstrasikan proses konstruksi, satu kemajuan teknologi dalam dunia konstruksi dapat
termasuk akses keluar-masuk jalan, arus digunakan oleh para insinyur, arsitek, manajer proyek,
lalu-lintas, kondisi material di lapangan dan dll. untuk mencapai tujuan-tujuan ini:
mesin a) Untuk mengurangi kesalahan desain,
b) Mengontrol biaya dan cashflow dengan lebih b) Untuk mengurangi deteksi bentrokan,
baik c) Untuk meningkatkan integrasi biaya dan
waktu,

6
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta

d) Untuk meningkatkan integrasi tahap desain f) Untuk meningkatkan daur ulang.


dan konstruksi, g) Penggunaan sumber daya manusia yang dapat
e) Untuk meningkatkan kolaborasi antara diminimalisir .
berbagai bagian konstruksi,

REFERENSI

Alfa A, 2018. Industri Konstruksi di Era Industri 4.0, Liang, Jaclin Agustina. (2015). Kajian Terhadap
urnal Selodang Mayang Vol.4 No.3, BAPPEDA Kab. Praktik Building Information Modelling Pada
Indragiri Hilir. Industri Konstruksi di Indonesia, Thesis, Magister
Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta,
Ayu Berlian P, C.,Putranto Adhi, R., Nugroho, H. Yogyakarta.
(2016). Perbandingan Efisisensi Waktu, Biaya, Dan
Sumber Daya Manusia Antara Metode Building Mehmet F. Hergunsel. (2011). Benefits of
Information Modelling (BIM) Dan Konvensional Building Information Modeling For
(Studi Kasus: Perencanaan Gedung 20 Lantai), Jurnal Construction Managers and Bim Based
Karya Teknik Sipil Vol.5 No.2, Hal. 220-229,
Scheduling, Thesis Submitted to the Faulty Of
Universitas Diponegoro.
Worcester Polytechnic Institute.
Azhar, S., Nadeem, A., Mok, N., & Leung, B.
(2008). Building Information Modeling (BIM): A Rayendra, Biemo W. Soemardi. (2014). Studi
New Paradigm for Viasual Interactive Modeling Aplikasi Teknologi Building Information
and Simulation for Construction Projects, First Modeling Untuk Pra-Konstruksi, Simposium
International Conference on Construction in Nasional Rapi Xiii -2014.
Developing Countries (ICCIDC–I). Karachi: 4-5.
Reza Mohandes, S., Omrany, H. (2013).
Eastman, C. (2008). BIM Handbook: A Guide to Building Information Modeling In Construction
Building Information Modeling for Owners,
Industry:Review Paper, International
Managers, Designers, Engineers and Contractors
Conference of Seminar Kebangsaan Aplikasi
(2nd ed.). Hoboken, John Wiley, New Jersey.
Sains & Mathematic, Malaysia

Anda mungkin juga menyukai