BIM dalam Konstruksi Era Industri 4.0
BIM dalam Konstruksi Era Industri 4.0
A. Rahma
Program Studi Magister Teknik Sipil, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta, INDONESIA
rahmaapriyani88@[Link]
+6285348877676
INTISARI
Kemajuan teknologi informasi dalam dunia konstruksi turut dipengaruhi dengan adanya revolusi industri 4.0 dimana, semua
pekerjaan konstruksi akan dilakukan dengan lebih efektif dan efisien serta mampu memberikan kualitas yang baik. Building
Information Modeling (BIM) muncul sebagai bentuk kemajuan teknologi yang merupakan suatu pendekatan untuk desain
bangunan konstruksi dan manajemen. Ruang lingkup yang didukung oleh BIM yaitu, desain proyek, jadwal dan infromasi-
informasi yang terkoordinasi dengan baik. Tahapan proyek konstruksi dengan menggunakan BIM menjadi lebih efisien karena
beberapa pekerjaan dapat dilakukan secara bersamaan seperti desain arsitektur, struktur dan MEP.
Kata kunci: Building Information Modeling, revolusi industri 4.0, tahapan, konstruksi
1
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi
informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam
fisik dengan memperkaya model digital dengan data kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan
sensor termasuk analisis data dan penyediaan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang
informasi. berbeda.
2
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta
3
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi
Tabel 1. Jenis Software yang memiliki fasilitas Building Information Modeling (Mehmet, 2011)
4
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta
2.6 Tahapan Proyek Konstruksi hal ini semua pihak yang terlibat diharapkan bisa
Menurut Dipohusodo (1996) tahapan konstruksi menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki
dibagi menjadi 5 tahap yaitu : agar tujuan proyek tercapai dengan baik.
a) Tahap pengembangan konsep, adapun kegiatan e) Tahap pengoperasian, setelah konstruksi fisik
yang dilakukan dalan tahap ini adalah melakukan selesai maka penyedia jasa akan menyerahkannya
survey pendahuluan dengan investigasi lapangan kepada pengguna jasa untuk dioperasikan, dalam
dimana proyek akan dilaksanakan. Hal ini akan tahap ini penyedia jasa masih memiliki tanggung
mengungkapkan informasi-informasi yang sangat jawab untuk memelihara bangunan tersebut sesuai
diperlukan dalam pembuatan konsep proyek. dengan perjanjian.
Seperti misalnya informasi mengenai upah tenaga
kerja setempat, harga material, perizinan Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, untuk
pemerintah setempat, kemampuan penyedia jasa menyelesaikan sebuah proyek konstruksi ada
setempat baik kontraktor maupun konsultan, beberapa tahapan kegiatan yang dapat dilakukan
informasi mengenai iklim disekitar lokasi proyek secara bersamaan dengan menggunakan BIM.
yang digunakan untuk mengantisipasi kendala
yang dapat diakibatkan oleh cuaca dan lain Aplikasi BIM dalam proyek konstruksi membawa
sebagainya. banyak manfaat untuk para pekerja konstruksi seperti
b) Tahap perencanaan, adapun kegiatan yang meningkatkan berkomunikasi antara pemain
dilakukan adalah pengajuan proposal, survey konstruksi dan memfasilitasi keputusan desain yang
lanjutan, pembuatan desain awal/sketsa rencana lebih cepat. Apalagi salah satu fitur BIM adalah
(preliminary design) dan perancangan detail (detail kemudahan penggunaan terkait dengan alat-
design), keempat kegiatan ini tidak dapat
alatnya; karenanya, penggunaan BIM bisa mengurangi
dipisahkan satu sama lain karena hasil kegiatan
waktu yang dihabiskan dalam desain serta mengurangi
pertama akan berpengaruh pada kegiatan kedua
dan selanjutnya. Tujuan dari tahap ini sebenarnya biaya dan durasi konstruksi. BIM dapat diterapkan
untuk mendapatkan rencana kerja final yang untuk semua fase proyek konstruksi,yaitu tahap pra
memuat pengelompokan pekerjaan dan kegiatan konstruksi, tahap konstruksi dan fase pasca konstruksi
secara terperinci. Adapun sasaran pokok rencana
Tahapan proyek konstruksi dengan menggunakan
kerja final adalah :
- Dengan menggunakan sebagai pedoman BIM, sebagai berikut:
pelaksanaan pekerjaan maka akan didapat 1. Pra-Konstruksi
harga kontrak konstruksi dan material yang Untuk mengidentifikasi aplikasi BIM pada tahap
lebih pasti, bernilai tetap dan bersaing,
pra-konstruksi proyek sampai saat ini masih
sehingga tidak akan melewati batas anggaran
jarang digunakan. Tahap ini adalah yang paling
yang tersedia.
- Pekerjaan akan dapat diselesaikan sesuai penting karena pada kenyataannya permodelan
dengan kualitas dan dalam rentang waktu yang lebih mudah serta sedikitnya informasi yang
seperti yang telah direncanakan atau terkait pada tahap perencanaan akan dapat
ditetapkan. memberikan keuntungan besar bagi proyek.
c) Tahap pelelangan, kegiatan yang dilakukan adalah Dengan menggunakan BIM proses pelaksanaan
kegiatan administrasi untuk pelelangan sampai pra-konstruksi yang dapat dilakukan adalah
dengan terpilihnya pemenang lelang. sebagai berikut:
d) Tahap Pelaksanaan Konstruksi, dalam tahap ini a) Melakukan permodelan
adapun kegiatan yang dilakukan antara lain - Meningkatkan ketepatan terhadap
persiapan lapangan, pelaksanaan konstruksi fisik kondisi dokumen yang sudah ada
proyek sampai dengan selesainya konstruksi itu b) Perencanaan
sendiri. Salah satu kegiatan yang cukup penting
- Menentukan urutan jadwal
pada saat pelaksanaan konstruksi fisik adalah
c) Desain
kegiatan pengendalian biaya dan jadwal
- Memfasilitasi komunikasi yang lebih
konstruksi, untuk pengendalian biaya
baik dan mampu membuat keputusan lebi
konstruksi hal-hal yang harus diperhatikan adalah
alokasi biaya untuk sumber daya proyek mulai dari cepat
tenaga kerja, peralatan sampai dengan material - Mendeteksi terjadinya clash dan
konstruksi, sedangkan pengendalian jadwal menganalisis clash
diupayakan agar setiap kegiatan dalam proyek - Meningkatkan efektivitas desain
berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dalam
5
Yogyakarta Metode dan Teknologi Konstruksi
2. Konstruksi 3 KESIMPULAN
Pada tahap konstruksi, manajemen tim proyek dan
Pada era revolusi industri 4.0, para pelaksana jasa
manajemen proses dapat diterapkan dengan BIM. konstruksi terdorong untuk meningkatkan kualitas
Selain itu, BIM mencoba untuk membantu pengerjaan secara lebih efektif dan efisien serta
merencanakan tujuan yang ada pada tahap dituntut untuk menyelesaikan proyek konstruksi
konstruksi. Proses yang dapat dilakukan dengan dalam waktu yang singkat, biaya yang seminimal
BIM pada tahap ini, sebagai berikut: mungkin serta kualitas yang baik. BIM sebagai salah
a) Mendemonstrasikan proses konstruksi, satu kemajuan teknologi dalam dunia konstruksi dapat
termasuk akses keluar-masuk jalan, arus digunakan oleh para insinyur, arsitek, manajer proyek,
lalu-lintas, kondisi material di lapangan dan dll. untuk mencapai tujuan-tujuan ini:
mesin a) Untuk mengurangi kesalahan desain,
b) Mengontrol biaya dan cashflow dengan lebih b) Untuk mengurangi deteksi bentrokan,
baik c) Untuk meningkatkan integrasi biaya dan
waktu,
6
Metode dan Teknologi Konstruksi Yogyakarta
REFERENSI
Alfa A, 2018. Industri Konstruksi di Era Industri 4.0, Liang, Jaclin Agustina. (2015). Kajian Terhadap
urnal Selodang Mayang Vol.4 No.3, BAPPEDA Kab. Praktik Building Information Modelling Pada
Indragiri Hilir. Industri Konstruksi di Indonesia, Thesis, Magister
Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta,
Ayu Berlian P, C.,Putranto Adhi, R., Nugroho, H. Yogyakarta.
(2016). Perbandingan Efisisensi Waktu, Biaya, Dan
Sumber Daya Manusia Antara Metode Building Mehmet F. Hergunsel. (2011). Benefits of
Information Modelling (BIM) Dan Konvensional Building Information Modeling For
(Studi Kasus: Perencanaan Gedung 20 Lantai), Jurnal Construction Managers and Bim Based
Karya Teknik Sipil Vol.5 No.2, Hal. 220-229,
Scheduling, Thesis Submitted to the Faulty Of
Universitas Diponegoro.
Worcester Polytechnic Institute.
Azhar, S., Nadeem, A., Mok, N., & Leung, B.
(2008). Building Information Modeling (BIM): A Rayendra, Biemo W. Soemardi. (2014). Studi
New Paradigm for Viasual Interactive Modeling Aplikasi Teknologi Building Information
and Simulation for Construction Projects, First Modeling Untuk Pra-Konstruksi, Simposium
International Conference on Construction in Nasional Rapi Xiii -2014.
Developing Countries (ICCIDC–I). Karachi: 4-5.
Reza Mohandes, S., Omrany, H. (2013).
Eastman, C. (2008). BIM Handbook: A Guide to Building Information Modeling In Construction
Building Information Modeling for Owners,
Industry:Review Paper, International
Managers, Designers, Engineers and Contractors
Conference of Seminar Kebangsaan Aplikasi
(2nd ed.). Hoboken, John Wiley, New Jersey.
Sains & Mathematic, Malaysia