0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan13 halaman

Praktikum Sondir: Analisis Kekuatan Tanah

Modul praktikum sondir ini membahas tentang: 1. Tujuan sondir untuk menentukan tekanan konus, hambatan pelekat, dan daya dukung tanah. 2. Metode sondir menggunakan penetrometer bikonus untuk mengukur tekanan konus dan hambatan pelekat setiap 20 cm kedalaman. 3. Analisis data sondir untuk menghitung hambatan pelekat dan daya dukung tanah.

Diunggah oleh

Atha Mumtaz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan13 halaman

Praktikum Sondir: Analisis Kekuatan Tanah

Modul praktikum sondir ini membahas tentang: 1. Tujuan sondir untuk menentukan tekanan konus, hambatan pelekat, dan daya dukung tanah. 2. Metode sondir menggunakan penetrometer bikonus untuk mengukur tekanan konus dan hambatan pelekat setiap 20 cm kedalaman. 3. Analisis data sondir untuk menghitung hambatan pelekat dan daya dukung tanah.

Diunggah oleh

Atha Mumtaz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PRAKTIKUM : SONDIR

TANGGAL PRAKTIKUM : Minggu, April 2019


PENYUSUN MODUL : Atha Mumtaz Siregar
ASISTEN PENANGGUNG JAWAB : Muhammad Reyhan Yafi

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Maksud dan Tujuan


Menentukan tekanan ujung konus, hambatan pelekat antara tanah dan
bahan serta daya dukung tanah terhadap tiang- tiang pancang.

I.2 Teori dan Rumus yang Digunakan


Penyondiran adalah proses pemasukan suatu batang tusuk ke dalam
tanah, dengan bantuan manometer yang terdapat pada alat sondir
tersebut kita dapat membaca atau mengetahui kekuatan suatu tanah
pada kedalaman tertentu. Sehingga, dapat diketahui bahwa dari
berbagai lapisan tanah memiliki kekuatan yang berbeda. Penyelidikan
dengan penyondiran disebut penetrasi, dan alat sondir yang biasa
digunakan adalah Dutch Cone Penetrometer, yaitu suatu alat yang
pemakaiannya ditekan secara langsung kedalam tanah. Ujung yang
berbentuk konus (kerucut) dihubungkan pada suatu rangkaian stang
dalam casing luar dengan bantuan suatu rangka dari besi dan dongkrak
yang dijangkarkan ke dalam tanah.
Ada dua macam ujung penetrometer, yaitu :
1. Standard Type (mantel conus)
Pada jenis ini yang diukur adalah perlawanan pada ujung (konus),
hal ini dilakukan hanya dengan menekan stang dalam yang segera
menekan konus tersebut ke bawah sedangkan seluruh casing luar
tetap di luar. Gaya yang dibutuhkan untuk menekan konus tersebut
ke bawah diukur dengan suatu alat pengukur. Alat pengukur yang
akan diletakkan pada kekuatan rangka didongkrak. Setelah
dilakukan pengukuran,konus,stang dalam,dan casing luar
dimajukan sampai pada kedalaman berikutnya dimana pengukuran
selanjutnya dilakukan hanya dengan menekan stang dalamnya saja.

2. Friction Sleeve (Adhesion Jacket Type / Bikonus)


Pada jenis ini dapat diukur secara sekaligus nilai konus dan
hambatan lekatnya. Hal ini dilakukan dengan penekanan stang
dalam seperti biasa. Pembacaan nilai konus dan hambatan lekat
dilakukan setiap 20 cm. Dengan alat sondir yang mungkin hanya
mencapai pada kedalaman 30 cm atau lebih, bila tanah yang
diselidiki adalah lunak. Alat ini sangat cocok di Indonesia, karena
disini banyak dijumpai lapisan lempung yang dalam dengan
kekuatan rendah sehingga tidak sulit menembusnya. Dan perlu
diketahui bahwa nilai konus yang diperoleh tidak boleh disamakan
dengan daya dukung tanah tersebut.
Sondir dilakukan untuk mendapatkan kekuatan tanah pada
kedalaman tertentu. Pada sondir ini digunakan penetrometer
dengan ujung biconus. Yang diukr disini adalah nilai conus dan
hambatan pelekat. Nilai conus digambar dalam kg/cm2 dan
hambatan pelekat digambar sebagai jumlah untuk kedalaman yang
tertentu per cm keliling yaitu kg/cm. Rumus yang dipakai :

𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑐 𝑥 𝐹 𝑥 𝐹𝑚 = 𝑄𝑡 𝑥 𝐹𝑡

dimana :

𝐹𝑐 = Luas permukaan dari ujung konus ( 10 cm2)

𝐹𝑚 = Luas selimut silinder ( 150 cm2)


𝐹𝑡 = Luas total permukaan bikonus yang bergeser dengan tanah (
10 cm2)
𝑄𝑐 = Tekanan konus ( kg/cm2)
𝑄𝑡 = Tekanan konus total ( kg/cm2)
𝐹 = Hambatan pelekat ( kg/cm )

𝑄𝑡 𝑥 𝐹𝑡 − 𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑐
𝐹=
𝐹𝑚

Dengan memasukkan harga-harga pada rumus tersebutt maka didapat:

𝐹=𝑄 𝑡 − 𝑄𝑐 (𝑘𝑔⁄𝑐𝑚2)
15

Hambatan pelekat / HP = ( 1 x F ) kg
Dimana, L = panjang lekatan ( 20 cm)
Jumlah hambatan pelekat / JHP = ( F x 20 ) + JHP
sebelumnya Daya dukung ijin pertiang pancang = Ṕ

𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑡𝑝 𝐽𝐻𝑃 𝑥 𝐹𝑘𝑡𝑝


Ṕ= ±
𝑆𝐹𝐼 𝑆𝐹𝐼𝐼
Dimana,:

𝐹𝑡𝑝 = luas tiang pancang

= luas keliling tiang pancang

𝑆𝐹𝐼 = angka keamanan I ( 2 - 3 )

𝑆𝐹𝐼𝐼 = angka keamanan II ( 3 -5 )

Jumlah tiang pancang ( n ) = 𝑃


I.3 Alat-alat

1. Manometer kapasitas 0 - 50 kg/cm2 dan 0 - 250 kg/cm2


2. Peralatan sondir lengkap.
3. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam dengan
masing- masing panjang 1 meter.
4. Biconus, dengan luas konus 10 cm2 dan luas mantel 150 cm2
5. Angkur 4 buah lengkap dengn besi pemutar.
6. Kunci - kunci pipa
7. Minyak hidrolik
8. Cangkul, kuas, meteran, alat-alat pembersih.
BAB II
ANALISA PERCOBAAN

II.1 Persiapan Percobaan


1. Ditentukan lokasi sondir, alat-alat dibersihkan dan diberi
oli.
2. Dipasang ke 4 angkur pada sudut-sudut dari titik lokasi

dengan bantuan stang pemutar


3. Alat sondir diletakkan persis ditengah-tengah ke empat

angkur dan harus berdiri tegak vertical ke segala arah.


4. Isi oli pada mesin sondir, jangan sampai udara pada
saluran manometer.
5. Dipasang manometer pada alat sondir, sebelumnya
periksa apakah manometer berjalan dengan baik atau
tidak.
6. Diperiksa apakah biconus dan batang-batang sondir masih
dalam keadaan baik atau tidak.

II.2 Jalannya Percoban


1. Biconus ditancapkan tegak lurus pada titik lokasi
2. Biconus disambung dengan batang sondir, pembacaan

manometer sudah siap dimulai.


3. Kran manometer dengan kapasitas 0-50 kg/cm2 dibuka,

sedangkan kran manometer dengan kapasitas 0-250


kg/cm2 ditutup.
4. Conus ditekan secara perlahan-lahan dengan memutar
engkol, dan lakukan pembacaan setiap penurunan 20 cm.
5. Stang dalam dari batang sondir ditekan, baca harga
perlawanan ujung Qc pada manometer
6. Setelah batang dalam turun 4 cm, dengan sendirinya akan
menjepit mantel biconus dan jarum manometer akan
melonjak yang merupakan harga Qt.
7. Kemudian penekanan stang dalam dihentikan
8. Ditekan pipa luar / casing saja, sampai kedalaman
berikutnya
9. Demikian selanjutnya dilakukan pembacaan setiap
penambahan kedalaman 20 cm.
10. Pengamatan terus dilakukan sampai tekanan conus Qc

mencapai lebih besar dri 150 kg/cm2 atau sampai


kedalaman 20 meter.
BAB III
ANALISA PERHITUNGAN DATA

III.1 Data Praktikum

Rumus yang dipakai : 𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑐 𝑥 𝐹 𝑥 𝐹𝑚 = 𝑄𝑡


𝑥 𝑡 dimana :
𝐹𝑐 = Luas permukaan dari ujung konus ( 10 cm2)

𝐹𝑚 = Luas selimut silinder ( 150 cm2)

𝐹𝑡 = Luas total permukaan bikonus yang bergeser dengan tanah ( 10 cm2)

𝑄𝑐 = Tekanan konus ( kg/cm2)

𝑄𝑡 = Tekanan konus total ( kg/cm2)

𝐹 = Hambatan pelekat ( kg/cm )

𝑄𝑡 𝑥 𝐹𝑡 − 𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑐
𝐹=
𝐹𝑚
Dengan memasukkan harga-harga pada rumus tersebutt maka didapat:

𝐹=𝑄 𝑡 − 𝑄𝑐 (𝑘𝑔⁄𝑐𝑚2)
15
Hambatan pelekat / HP = ( 1 x F ) kg
Dimana, L = Panjang lekatan ( 20 cm)
Jumlah hambatan pelekat / JHP = ( F x 20 ) + JHP sebelumnya

Daya dukung ijin pertiang pancang = Ṕ

𝑄𝑐 𝑥 𝐹𝑡𝑝 𝐽𝐻𝑃 𝑥 𝐹𝑘𝑡𝑝


Ṕ= ±
𝑆𝐹𝐼 𝑆𝐹𝐼𝐼
Dimana,:

𝐹𝑡𝑝 = luas tiang pancang


= luas keliling tiang pancang

𝑆𝐹𝐼 = angka keamanan I ( 2 - 3 )

𝑆𝐹𝐼𝐼 = angka keamanan

II ( 3 -5 ) Jumlah tiang

pancang ( n ) = 𝑃

Tabel perhitungan

Kedalaman Qc Qt F HP JHP
0 0 0 0 0 0
20 27 29 0.133333333 2.666666667 2.666666667
40 29 30 0.066666667 1.333333333 4
60 30 31 0.066666667 1.333333333 5.333333333
80 31 33 0.133333333 2.666666667 8
100 32 34 0.133333333 2.666666667 10.66666667
120 33 37 0.266666667 5.333333333 16
140 34 38 0.266666667 5.333333333 21.33333333
160 35 39 0.266666667 5.333333333 26.66666667
180 38 40 0.133333333 2.666666667 29.33333333
200 41 45 0.266666667 5.333333333 34.66666667
220 42 48 0.4 8 42.66666667
240 43 49 0.4 8 50.66666667
260 45 52 0.466666667 9.333333333 60
280 46 55 0.6 12 72
300 48 57 0.6 12 84
320 50 58 0.533333333 10.66666667 94.66666667
340 53 60 0.466666667 9.333333333 104
360 56 62 0.4 8 112
380 63 65 0.133333333 2.666666667 114.6666667
400 65 71 0.4 8 122.6666667
III.2 Analisa Perhitungan

𝑄𝑡 − 𝑄𝑐 58−50 8
1. Mencari F = = = = 𝟎. 𝟓𝟑𝟑𝟑𝟑𝟑𝟑𝟑𝟑 𝒌𝒈⁄𝒄𝒎
15 15 15

2. Mencari HP = ( 𝐿 𝑥 𝐹 ) = 20 𝑥 0.533333333 = 𝟏𝟎. 𝟔𝟔𝟔𝟔𝟔𝟔𝟔𝟕 𝒌𝒈⁄𝒄𝒎

3. Mencari JHP = ( 𝐹 𝑥 20 ) + 𝐽𝐻𝑃 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚𝑛𝑦𝑎

= ( 0.533333333 𝑥 20 ) + 0
= 10.66666667 𝒌𝒈⁄𝒄𝒎

1. Grafik Hubungan Kedalaman dengan Qc

Hubungan Kedalaman dengan Qc


500

400 y = 8.1142x - 124.95


R² = 0.8694
300
Hubungan Kedalaman
Kedalaman

200 dengan Qc

Linear (Hubungan
100 Kedalaman dengan Qc)

0
0 20 40 60 80
-100

-200
Qc
2. Grafik Hubungan Kedalaman dengan JHP

Hubungan Kedalaman dengan JHP


450

400

350

300 y = 2.8764x + 60.838 Hubungan Kedalaman


R² = 0.9483 dengan JHP
250
Kedalaman

200 Linear (Hubungan


Kedalaman dengan JHP)
150

100

50

0
0 50 100 150 200
-50
JHP
BAB IV
PENUTUP

IV.1 Kesimpulan

Sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahuikarakteristik tanah yang
dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan konstruksi. Dari cara
kerja dan dilakukannya tes maka akan didapatkan nilai perlawanan konus pada kedalaman-
kedalaman tertentu, Pemeriksaan Kekuatan tanah Dengan Sondir, menentukan tipe atau jenis
pondasiapa yang mau dipakai, menghitung daya dukung tanah asli, dan menentukan seberapa
dalam pondasi harus diletakkan nantinya.

Setelah melakukan praktikum sondir, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Nilai perlawanan konus pada kedalaman 4,00 m sebesar 65 kg/cm2 dan jumlah perlawan
sebesar 71kg/cm2.
2. Sondir dihentikan pada kedalaman 4,00 m sebelum manometer menunjukkan 80 kg/cm2
karena alat sondir sudah terangkat.

IV.2 Faktor-faktor Kesalahan

1. Kurang terampilnya saat penggunaan alat.

2. Kurang memperhatikan pada saat praktikum berlangsung.

3. Terlalu terburu-buru saat praktikum


IV.3 LAMPIRAN

Biconus ditancapkan tegak lurus pada titik lokasi

Biconus disambung dengan batang sondir penekanan conus dengan cara memutar engkol
DAFTAR PUSTAKA

• Ir Rahmat Setyadi, PEDOMAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH


BAGIAN KEDUA, laboraturium Mekanika Tanah, ITI , 1988.
• Wesly , [Link] TANAH, Badan Penrbit Pekerjaan umum,
jakrta.
• Bowles, je, 1987. Engineering propertis of soil and Their Messurement.
Mc mcraw Hill School Editin , Inggris.

Anda mungkin juga menyukai