0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan19 halaman

Pengenalan Dasar Hidrolika dan Prinsipnya

Dokumen tersebut membahas tentang pengantar hidrolika dan prinsip dasar sistem hidrolika. Ia menjelaskan asal kata hidrolika, hukum Pascal, komponen utama sistem hidrolika seperti pompa, silinder dan katup, serta manfaat sistem hidrolika seperti kemampuan bergerak bolak-balik dan perlindungan terhadap beban berlebih. Dokumen tersebut juga menjelaskan prinsip perubahan energi dalam sistem hidrolika dan bag

Diunggah oleh

krisnanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan19 halaman

Pengenalan Dasar Hidrolika dan Prinsipnya

Dokumen tersebut membahas tentang pengantar hidrolika dan prinsip dasar sistem hidrolika. Ia menjelaskan asal kata hidrolika, hukum Pascal, komponen utama sistem hidrolika seperti pompa, silinder dan katup, serta manfaat sistem hidrolika seperti kemampuan bergerak bolak-balik dan perlindungan terhadap beban berlebih. Dokumen tersebut juga menjelaskan prinsip perubahan energi dalam sistem hidrolika dan bag

Diunggah oleh

krisnanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC HYDRAULICS

Pengenalan hidrolika
Kata-kata hidrolika berasal dari bahasa yunani :
Hydro berarti air dan aulos berarti pipa
Kenyataannya, hal sederhana pertama berkaitan dengan sistem hidrolik.
Penggunaan prinsip-prinsip hidrolik terjadi selama abad 17. ilmuwan Perancis Pascal menemukan prinsip-prinsip hidrolik berikut
ini.

Hukum Pascal :
Tekanan yang diberikan pada cairan yang berada
di dalam ruangan tertutup akan diteruskan ke
semua arah dengan sama besar , pada sudut yang
sama.

Hal ini menjelaskan, mengapa botol yang berisi cairan akan pecah, saat sumbat botol ditekan ke arah dalam.
Sumbat yang memiliki luas permukaan 1 inch2 ditekan dengan gaya 10 pound (lb.) ke arah dalam botol yang berisi cairan yang
tak dapat dikompresikan. Hasilnya adalah timbulnya gaya sebesar 10 lb pada tiap 1 inch2 bidang permukaan botol. Jika bagian
bawah botoll memiliki luas permukaan sebesar 10 inch2, maka bidang tersebut akan mendapat gaya sebesar 100 lb. Gaya
sebesar ini dapat dengan mudah memecahkan bagian bawah botol.
Joseph Bramah, seorang mekanik asal inggris, membuat alat pres di awal revolusi industri hanya dengan menerapkan
hukum Pascal.
Ia memperhitungkan dan menguji suatu gaya yang kecil pada permukaan yang kecil akan menghasilkan gaya yang
besar secara proporsional pada permukaan yang besar pula saat gaya tadi diberikan. Hal ini ditunjukkan pada rumus
berikut :
100 lb. 1000 lb.
----------------- = -------------------
1 inch2 10 inch2

Tekanan yang menekan bidang pada umumnya dnyatakan dengan pound per inch2, bar atau kilopascal. Dan
disingkat psi, Bar atau kPa.
Dengan mengetahui tekanan pada suatu sistem, dan luas permukaan yang digunakan, kita dapat menentukan besarnya
gaya yang bekerja pada sistem hidrolik.

GAYA (Lbs.) = TEKANAN (psi) X LUAS PERMUKAAN (Inch2)


Jika kita letakkan 10 lb beban diatas lengan sepanjang 10 feet dan beban 100 lb pada jarak 1 feet pada tuas mekanis
sederhana di bawah ini, kedua beban akan seimbang. Contoh tersebut memiliki perbaindingan 1 : 10 dari beban input.

Mengapa kita menggunakan sistem hidrolik ?


Kemudahan penginstalasian
Sistem hidrolik mudah diinstalasikan dan sangat sederhana dalam menyalurkan gerakan berputar dan tenaga, dari
crankshaft engine, menjadi gerakan lnear ( lurus ) dan tenaga (pada silinder hidrolik). Akan sangat sulit dan tidak praktis bila
menggunakan sistem mekanis untuk mengangkat suatu boom pada loader.
Sistem hidrolik sifatnya reversible ( dapat diubah arah gerakannya )
Engine berputar pada satu arah saja dan transmisi membutuhkan arah kebalikan. Pada motor listrik, putaran dapat diubah
arahnya, namun pada umumnya harus menurunkan kecepatannya lebih dahulu hingga berhenti sepenuhnya, sebelum
putarannya berbalik arah agar tidak merusak komponen.
Aktuator hidrolik ( pompa, motor dan silinder ) dapat diubah arah gerakannya dengan cepat menggunakan directional valve
(katup pengarah) dengan gerakan penuh tanpa menyebabkan kerusakan – sepanjang terdapat relief atau overload valve
terpasang pada sistem.
Perlindungan terhadap overload
Relief,safety atau overload valve akan melindungi sistem dari tekanan tinggi yang berlebihan dan kerusakan akibat beban berlebih. Motor
listrik dapat pula memiliki perlindungan terhadap overload ( fuse ), namun fuse harus direset secara manual setiap terjadi beban berlebih.
Pada motor lsitrik yang dilengkapi dengan fuse autoreset, membutuhkan waktu tunggu untuk pendinginan sebelum motor kembali bekerja.

Aktuator hidrolik dapat dibuat stall


Aktuator hidrolik dapat dibuat stalll tanpa menyebabkan kerusakan komponen padan sistem. Aktuator dapat dibuat stall dengan
mengalihkan oli yang dikirim oleh pompa kembali ke tangki dengan bantuan overload valve atau safety valve.
Saat engine stall, engine perlu distart ulang. Melakukan uji stalling pada motor listrik akan menyebabkan kerusakan dan menyebabkan
putusnya fuse, yang harus kembali direset.
Suatu aktuator hidrolik dapat distart dengan cepat setelah beban dikurangi. Satu-satunya kerugian pada kondisi stall adalah hilangnya
energi ( horsepower). Horsepower yang hilang ini akan membentuk panas. Namun, jika suatu aktuator distall untuk waktu yang lama, panas
yang terbentuk akan menyebabkan overheat pada oli hidrolik dan komponen sistem.

Kecepatan yang variabel


Keuntungan besar lain dari sistem hidrolik adalah kecepatannya yang dapat bervariasi. Pada sistem hidrolik terdapat banyak cara untuk
memvariasikan kecepatan. Salah satunya adalah dengan mengubah putaran per menit ( RPM ) dari engine.
Hal ini akan mengubah kecepatan dari pompa hidrolik. Pompa akan menghasilkan flow yang berbeda – yang diukur dalam Gallon Per minute
( GPM ) atau Liters Per Minute ( LPM ) dalam sistem metrik.
Jika engine berputar konstan, menggunakan pompa hidrolik variable displacement dapat mengubah kecepatan hidrolik. Cara lain adalah
menggunakan restriction ( hambatan alir) , flow control valve ( katup pengatur flow ) atau flow divider ( pembagi flow ) untuk mengubah
kecepatan hidrolik secara bebas pada sistem yang berbeda.

Oli – fleksibel, mampu meneruskan tenaga dan mampu melumasi


Saat ini hampir seluruh cairan yang digunakan pada sistem hidrolik merupakan petroleum-based oil ( oli berbahan dasar petroleum ). Oli
memiliki sifat yang tak dapat dikompresikan, sehingga mampu memindahkan / meneruskan tenaga secara langsung dan cepat. Oli hanya
akan mengalami kompresi sebesar 0,005 % untuk setiap kenaikan tekanan 1000 psi ( 68,94 bar ) atau ( 6894 kPa). Oli dapat mengisi
ruangan dengan bentuk apapun. Hal ini berarti pipa dan hose dapat ditempatkan atau dibelokkan ke segala arah dalam memindahkan
tenaga.
Sifat yang paling unggul dari oli adalah kemampuannya melumasi ( lubricity ). Pada sistem–sistem yang digunakan saat ini , oli harus dapat
melumasi hampir semua komponen yang bergerak pada sistem hidrolik.
Cairan tertentu didesain agar memiliki sifat tidak dapat menyala atau “non-flammable” dan juga mudah terurai atau “bio-degradable”.
Namun cairan tersebut kurang mampu melumasi dibandingkan petroleum–based oil. Hal ini akan memperpendek usia komponen, terutama
pompa.
Prinsip dasar
Perubahan energi
Pada kendaraan, terdapat dua pilihan :
1. Kecepatan tinggi – tenaga kecil ( torsi lemah )
2. Kecepatan rendah – tenaga besar ( torsi lemah )
hal ini terjadi pula pada sistem hidrolik. Pelipatgandaan gaya tidak terjadi tanpa ada yang dikorbankan. Kita harus mengurangi
kecepatan untuk mendapatkan tenaga atau torsi yang lebih besar.
Suatu gaya sebesar 1 lb menekan bidang seluas 1 inchi2 sejauh 10 inchi ke arah bawah, akan mengangkat beban 10 lb
dengan luas penampang 10 10 inchi2 hanya sejauh 1 inch. Seperti tuas yang kita lihat pada gambar sebelumnya, sistem hidrolik
ini memiliki rasio 1 banding 10 dari beban input. Namun beban hanya akan bergerak sejauh sepersepuluh jarak yang ditempuh
gaya input. Tuas akan bergerak dengan jarak yang sama.
Kecepatan sistem hidrolik
Sebuah pompa, memompakan 20 gallon Per Minute ( GPM ) akan mengisi ruangan yang berukuran 5 gallon dalam
waktu 15 detik.
Volume ( gal) 5
Kecepatan (menit) = -------------------------------- = ----- = 0,25 menit = 15 detik
Output pompa (gpm) 20

Membuat sistem hidrolik sederhana


Aktuator gerak lurus ( linear)
Pompa mendapatkan suplai oli dari tangki dan mendorong /
mengalirkan oli tersebut melalui lintasan pipa.
Lintasan mensuplai oli ke aktuator, yang akan
menggerakkan beban. Aktuator ini bergerak pada garis
lurus sehingga disebut aktuator linier.
Aktuator linier ( silinder ) digunakan pada unit Volvo untuk
menggerakkan Boom, bucket, blade, body, dan untuk
mengemudikan unit.

Aktuator berputar ( rotary actuator )


Suatu aktuator berputar menghasilkan gerakan
berputar dan biasa disebut motor hidrolik.
Pada unit Volvo , motor hidrolik digunakan pada
loader ukuran kecil dan excavator untuk menjalankan
unit dan memutar superstructure
Kecepatan maksimum
Jika sebuah pompa menyalurkan 10 gpm secara konstan, piston
akan bergerak menempuh jarak tertentu dalam satu menit
sehingga 10 galon oli masuk ke dalam silinder.
Makin kecil diameter piston, makin panjang jarak yang ditempuh
piston dalam waktu yang sama ( 1menit ).
Output pompa pada umumnya diberi satuan gpm ( gallon per
minute ) dalam kaitannya dengan RPM. ( 44 gpm @ 2000 RPM ).

Penurunan Kecepatan
Jika pompa mengirim oli dengan kecepatan 10 gpm, namun aliran
menuju silinder dihambat sehingga oli masuk ke silinder hanya
dengan kecepatan 5 gpm pada RPM engine tertentu, piston akan
bergerak setengah jarak tadi. Kelebihan oli 5 gpm akan
dikembalikan ke tangki melalui safety valve.

RESTRICTOR SEDERHANA YANG DAPAT DISETEL SAFETY (RELIEF) VALVE SEDERHANA YANG
TIDAK DAPAT DISETEL
KEMAMPUAN BERGERAK BOLAK-BALIK
Posisi hold
Untuk membalik arah aliran oli, kita gunakan directional valve
pada sistem.
Safety valve dipasangkan pada sistem untuk melindungi
sistem dari lonjakan tekanan saat valve dikisarkan, atau saat
silinder mencapai akhir langkahnya.
Pada posisi netral, oli mengalir dari pompa melalui valve dan
kembali ke tangki.
Spool valve menutup port-port yang terhubung dengan
silinder dan oli di dalam silnder terperangkap ( oli statis).

Posisi angkat
Saat mengkisarkan valve, aliran oli akan dialihkan ke bagian ujung dari silinder, piston bergerak keluar dan
mengangkat beban. Gerakan dari piston mendorong oli di sisi rod ( rod side ) keluar dari silinder melalui saluran yang
terbuka dan kembali ke tangki. Saat piston berhenti bergerak karena mencapai akhir gerakannya, safety valve akan
membuka dan mengarahkan oli kembali ke tangki.

Tanpa safety valve atau relief valve, jalur terlemah pada


sistem akan meledak, saat piston mencapai akhir langkahnya.
Posisi turun
Dengan mengkisarkan valve pada arah yang lain,
akan membalikkan arah aliran oli. Saat ini oli dari
pompa memasuki silinder pada sisi rod (rod side)
dan menekan piston ke arah bawah, untuk
menurunkan beban.
Oli pada bagian bawah silinder akan mengalir
kembali ke tangki.

Posisi mengambang ( float)


Posisi keempat ini banyak ditemukan pada alat berat Volvo.
Posisi ini disebut “mengambang” / float.
Pada posisi ini semua jalur saling terhubung.
Berat beban akan menekan piston ke arah bawah. Oli akan
selalu memilih jalan yang memiliki hambatan terkecil. Oli yang
keluar dari bagian bawah silnder langsung diarahkan ke bagian
atas silinder. Karena ujung rod dari silinder membutuhkan
jumlah oli yang lebih sedikit dari yang dikeluarkan oleh bagian
bawah piston, kelebihan oli akan disalurkan kembali ke tangki.
Inlet pompa
Pompa mendapat suplai oli tangki ( reservoir ). Pada gambar A pompa harus
menghisap oli dari tangki dan menghasilkan flow pada sistem. Hal ini
menyebabka terjadinya kevakuman. Perlu berhati-hati dalam mendesain
sistem hidrolik. Cairan akan menguap pada kondisi vakum. Hal ini dapat
menyebabkan timbulnya gelembung udara di dalam oli. Gelembung udara
tersebut akan terbawa melalui pompa dan akan meledak saat diberi tekanan.
Reaksi ini akan memperpendek usia pompa.
Semua oli hidrolik saat ini memiliki karakteristik penguapan yang baik, namun
tekanan negatif ( vakum ) pada jalur masuk pompa ( pump inlet ) terlalu tinggi.
Memungkinkan udara yang terkandung pada oli akan terurai. Campuran
antara oli dan udara ini akan meledak saat keluar ke outlet pompa dengan
bertekanan dan akan memberikan akibat sama dengan kavitasi.
Kemungkinan terjadi kavitasi meningkat bersamaan dengan kenaikan RPM.

Kebanyakan pabrik pembuat pompa merekomendasikan terjadinya kevakuman tidak lebih besar dari 5 [Link].( 0,17
Bar) atau 12 psi ( didebut “tekanan negatif”). Tangki-tangki tertentu didesain agar bertekanan selam operasi. Hal ini
menyebabkan terdorongnya oli masuk ke pompa.
Jika terdapat kebocoran pada jalur inlet, udara akan masuk ke sistem., yang akan menyebabkan operasi pompa yang
berisik. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan pompa dalam waktu singkat , tapi tidak separah akibat kavitasi.
Kondisi ini juga menyebabkan operasi hidrolik yang tidak menentu.
Suction screen atau strainer terletak pada pipa di dalam tangki. Berguna untuk mencegah kotoran dari dalam tangki
terhisap pompa.

Level oli yang berada diatas jalur inlet pompa (B) akan membantu
mengisi pompa dengan memanfaatkan gravitasi oli.
Kondisi seperti ini tidak akan menghilangkan sepenuhnya terjadinya
vakum pada sisi inlet pompa, namun sangat efektif untuk
menguranginya.
Flow vs pressure ( aliran vs tekanan )
Output dari pompa adalah flow oli. Tekanan terjadi karena adanya
hambatan pada flow tersebut.
Sebuah pompa menghasilkan flow konstan sebesar 20 gpm. Jika
aliran terhambat, seperti terlihat pada gambar A, tekanan mulai
terbangkit di bagian depan hambatan ( restriction) dan oli dipaksa
mengalir pada saluran yang sempit. Saluran yang sempit ini disebut
“orifice“. Tekanan setelah melalui restriction timbul karena hambatan
lain dalam lintasanya.
Jika aliran lebih dihambat, gambar B, dengan mengencangkan baut,
tekanan akan terus terbangkit di depan restriction tersebut , namun
tekanan setelah restriction tetap stabil, karena jumlah flow tidak
berubah.

Perubahan tekanan yang melalui suatu orifice disebut pressure drop


(tekanan jatuh).
Jika flow oli sangat lemah, gambar C dimana oli dapat melalui restrictor
dengan mudah, pressure drop yang terjadi menjadi sangat kecil dan
tekanan akan sama di kedua sisi orifice. Bila kemudian flow diperbesar ,
gambar D, tekanan akan meningkat di bagian depan restrictor, karena
saat ini terdapat hambatan flow yang lebih besar.
Penghambatan aliran tidak dinginkan pada sistem hidrolik, karena
menimbulkan panas. Namun pressure drop dideteksi oleh sistem untuk
mengontrol fungsi-fungsi lain ( seperti jalur bypass pada filter ).
Flow vs pressure ( lanjutan )
Jka flow oli ditambah lagi, gambar E, pressure drop akan lebih tinggi
lagi.
Jika jalur hidrolik disumbat, gambar F, oli yang telah melalui restrictor
akan berhenti mengalir dan tekanan akan menjadi seimbang di kedua
sisi restrictor.
Oleh karena itu flow dibutuhkan untuk menghasilkan pressure drop.
Sekali lagi, jika sebuah pompa hanya menghasilkan flow oli, tekanan
terbangkit karena hambatan pada aliran oli.

Jika kecepatan sistem hidrolik terlalu lambat, dapat dipastikan


adanya gangguan pada aliran.
Jika sistemhidrolik terlalu “lemah”, dapat dipastikan terjadi
gangguan pada tekanan.

Oli selalu mencari jalan dengan hambatan alir terkecil. Gambar di bawah menunjukkan sirkuit paralel dengan tiga buah
valve terpasang. Tiap valve memiliki stelan tekanan yang berbeda-beda. Saat oli mulai mengalir, tekanan terbangkit
pada valve dengan stelan tekanan terendah. Valve akan membuka dan menyebabkan oli mengalir kembali ke tangki.
Tekanan di seluruh sistem akan sama dengan tekanan yang telah distel pada valve tadi.
Flow vs pressure (lanjutan)
Jika jalur dengan stelan tekanan terendah diblok, oli akan mencari jalur berikutnya yang memiliki hambatan terkecil.
Maka valve dengan stelan 200 psi akan membuka dan oli mengalir kembali ke tangki. Sekarang tekanan dalam sistem
adalah 200 psi.

Pada sistem seri, tekanan akan dijumlah. Tekanan yang terdekat dengan pompa akan menjadi jumlah dari semua
stelan tekanan yaitu : 100+200+300 = 600 psi. Tekanan yang terbaca di bagan depan valve 200 psi adalah : 200 + 300 =
500 psi. Tekanan di depan valve 300 psi akan sama dengan stelannya sendiri ( 300 psi ).
Flow vs pressure ( lanjutan)
Terdapatnya tekanan dalam sistem berarti sistem sedang mendapat ebban. Gaya yang bekerja melawan flow, atau
beban ditahan oleh tekanan statis.
Kita telah mengetahui bahwa gaya adalah hasil perkalian antara tekanan dengan luas penampang, dan kita juga tahu
bahwa tekanan adalah gaya dibagi luas penampang piston.
F = gaya dalam pound (lb.)
P = tekanan dalam pound per inchi persegi ( psi)
A = luas penampang dalam inchi persegi ( inch2 )

Untuk menghitung luas penampang piston, pangkatkan harga jari-jari dan


kalikan dengan π (3,1416)

Area yang diberi warna pada segitiga adalah besaran yang ingin kita cari
nilainya. Dua area lainnya melengkapi rumus yang kita butuhkan.
Kecepatan hidrolik
Kecepatan hidrolik ditentukan oleh beberapa faktor. Seberapa besar flow yang dapat dihasilkan pompa ? dan pada
RPM berapa ? berapa diameter piston ?
Hal ini dengan mengabaikan kekentalan oli, ukuran saluran,
kebocoran aatu hambatan jalur.
Kecepatan hidrolik dapat dihitung dengan rumus berikut.

Piston di dalam silinder akan bergerak lebih cepat Saat pompa mensuplai flow oli lebih besar dibandingkan dengan flow
yang lebih kecil. Jika pompa mensuplai flow yang tetap, dan kita ganti ukuran silinder, kecepatan piston akan
terpengaruh. Piston kecil – kecepatan tinggi; piston besar – kecepatan rendah.

V/t = displacement dalam inchi3 per menit


S = langkah dalam inchi per menit ( kecepatan hidrolik ).
A = luas penampang psiton dalam inchi2
Pompa
Terdapat banyak jenis pompa di pasaran. Pompa dipilih sesuai dengan penggunaannya. Berapa besar flow yang
dibutuhkan ? berapa besar tekanan yang mampu bekerja pada pompa ? apakah pompa jenis fixed displacement
(volume alir tetap) atau variable displacement (volume alir berubah-ubah) yang dibutuhkan ?
Volvo menggunakan empat jenis pompa pada alat beratnya.
Pompa yang paling sederhana adalah pompa tangan.
Saat piston ditarik keluar, terjadi vakum di depan piston.
Akibatnya check valve membuka dan oli mengalir masuk dari
tangki dan mengisi silinder. Saat piston ditekan, tekanan akan
menutup check valve pada sisi input dan membuka check
valve pada sisi output dan menyebabkan oli didorong keluar
dari slinder.

Gear pump model fixed displacement


Salah satu gear digerakkan oleh sumber tenaga /power take off ( yaitu engine,
transmisi, converter atau lainnya ). Gear yang lain merupakan idler gear. Saat
pompa berputar, kedua gear akan berputar berlawanan arah.
Gear-gear tersebut menarik oli pada sisi inlet diantara gigi-giginya dan
housing pompa. Oli terbawa berkeliling dan didorong keluar dari pompa
menuju sistem. Gear pump merupakan jenis pompa fixed displacement *
Jika tekanan terbangkit dalam sistem, terdapat beban satu sisi pada shaft
penggerak dari gear.
Inilah yang menjadi penyebab mengapa housing gear pump selalu beralur
pada sisi inlet. Pada saat membongkar pompa, alur ini terlihat seperti
kerusakan yang disebabkan kontaminasi. Padahal, bentuk tersebut telah
didesain sedemikian rupa.
Gear pump merupakan jenis pompa yang murah dan awet. Akan tetapi,
kurang efisien untuk menghasilkan tekanan tinggi dibandingkan piston pump.
Champion motor grader menggunakan
unloading valve pada pompanya hingga gear
pump bekerja seperti pompa tipe variable
displacement.
Fixed displacement vane pump
Komponen utama dari vane pump adalah cam ring, rotor, drive shaft
dan vane. Komponen-komponen ini berada di dalam housing dimana
terdapat pressure plate yang menekan di kedua sisi cam ring dan
rotor.
Diameter dalam dari cam ring berbentuk oval. Saat rotor berputar,
vane-vane terdorong ke arah luar oleh gaya sentrifugal, dengan
tekanan oli di bagian belakang vane. Beberapa desain dilengkapi
dengan spring penekan di belakang vane.
vane-vane menggesek dinding sebelah dalam cam ring dan
mempertahankan kontaknya.
Saat vane-vane menggelincir ke arah luar, ruangan yang terbentuk
antara rotor, vane dan housing berubah-ubah, dimana ukurannya besar
saat melalui inlet port hingga oli akan mengisi ruangan tersebut. Ketika
rotor mendekati outlet port, ruangan tersebut mengecil dan menekan oli
keluar menuju outlet port.
Axial piston pump
Komponen utama dari piston pump adalah : shaft, swash
plate, cylinder block, piston-piston, dan valve plate.
Saat shaft berputar, piston mulai bergerak maju mundur
di dalam silinder, karena swash plate berposisi menyudut
terhadap drive shaft. Saat piston bergerak keluar dari
silindernya, terjadi isapan hingga oli dari tangki terhisap
masuk ke dalam silinder melalui slot-slot pada valve plate.
Saat piston bergerak masuk , oli di dalam silinder
terdorong keluar melalui slot-slot pada valve plate dan
menuju sistem.

Swash plate dari Axial piston pump tertentu memiliki posisi yang tetap. Oleh karenanya pompa tersebut akan
memompakan oli dengan jumlah yang sama setiap putarannya ( pada RPM yang tetap ). Jenis ini disebut jenis fixed
displacement. Namun, kebanyakan swash plate dari axial piston pump dapat bergerak untuk merubah sudutnya.
Makin tegak posisi swash plate terhadap garis vertikal, makin pendek langkah piston hingga makin kecil flow yang
terbangkit. Dan makin besar sudut swash plate terhadap garis vertikal, makin panjang langkah piston dan makin besar
flow yang terbangkit. Jenis pompa ini disebut variable displacement. swash plate dapat pula didesain untuk
mengubah arah pemompaan ( maju atau mundur ).
Dengan bentuk yang sama, axial piston pump dapat pula digunakan sebagai motor. Tetapi kali ini bukan oli yang
didorong keluar saat drive shaft berputar, namun oli yang bertekanan yang menyebabkan perputaran pada driveshaft.
Motor dapat pula berjenis fixed displacement atau variable displacement. Juga dapat didesain agar menghasilkan
gerakan maju mundur.
Axial piston pump dan motor anyak digunakan pada aplikasi seperti :
• Propel motor pada excavator dan hydrostatic loader
• Piston pump pada ecavator.
• Swing motor pada excavator
• Hydraulic and steering pump pada loader dan artculated hauler
• Front wheel drive pada motor grader.
Karena aksial piston pump dan motor dapat beroperasi pada tekanan tinggi, lebih dari 5000 psi, maka dibuat sangat
teliti. Ha ini menyebabkan harganya cukup tinggi dibandingkan gear pump atau vane pump. Pekerjaan perbaikan juga
menjadi lebih sulit karena kotoran kecil saja dapat menyebabkan masalah besar dan memperpendek usia kerjanya.

TUTUP FILE INI

Anda mungkin juga menyukai