0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan4 halaman

Pengertian dan Tahapan Taksonomi Tumbuhan

Tinjauan pustaka membahas pengertian taksonomi sebagai cara pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ada dua pendekatan taksonomi tumbuhan, yaitu klasik dan eksperimental. Taksonomi mencakup tingkatan seperti kingdom, divisi, kelas, hingga spesies. Proses klasifikasi meliputi identifikasi, pengelompokan, dan pemberian nama. Identifikasi spesies mempertimbangkan morfologi, ukuran, dan perkembangan

Diunggah oleh

Anonymous mUJsVOZ
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan4 halaman

Pengertian dan Tahapan Taksonomi Tumbuhan

Tinjauan pustaka membahas pengertian taksonomi sebagai cara pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ada dua pendekatan taksonomi tumbuhan, yaitu klasik dan eksperimental. Taksonomi mencakup tingkatan seperti kingdom, divisi, kelas, hingga spesies. Proses klasifikasi meliputi identifikasi, pengelompokan, dan pemberian nama. Identifikasi spesies mempertimbangkan morfologi, ukuran, dan perkembangan

Diunggah oleh

Anonymous mUJsVOZ
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

II.

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Taksonomi

Taksonomi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada

ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi

untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan

struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut

dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang

memiliki persamaan dalam kategori lain. Nama-nama yang digunakan dalam

sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman

Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi

(Kurniawan, dkk., 2015).

Dua macam pendekatan taksonomi tumbuhan, yaitu taksonomi klasik

dan taksonomi eksperimental telah dikenal sejak beberapa dekade yang silam.

Taksonomi klasik adalah suatu pengelompokan tumbuhan berdasarkan sifat-

sifat makro yang menarik, selanjutnya dicari persamaan dan perbedaannya, lalu

dikelompokkan dan diberi nama berdasarkan aturan internasional yang telah

disepakati. Taksonomi eksperimental, pengelompokannya tidak hanya

berdasarkan hubungan sifat morfologi, tetapi juga karakterkarakter mikro atau

karakter non morfologi (Suranto, 2000).

B. Tingkatan Takson

Sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu

kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-


kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil kemudian dibagi lagi menjadi

kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok-

kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup.

Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson) telah

distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical

Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature.

Urutan takson antara lain, Kingdom (Dunia/Kerajaan), Divisio (Divisio/Filum),

Clasis (Kelas), Order (ordo), Familia (Suku), Genus (Marga), dan pecies

(Jenis) (Hariyani, dkk., 2013).

C. Tahapan Klasifikasi

Tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup

yaitu pencandraan (identifikasi). Pencandraan adalah proses mengidentifikasi

atau mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.

Pengelompokan (Klasifikasi), setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup

kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri

serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-

unit yang disebut takson. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga

terkecil adalah sebagai Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-

kelompok ini diberi nama untuk memudahkan dalam mengenal ciri-ciri suatu

kelompok makhluk hidup (Rahayu dan Handayani, 2008).


D. Tahap Identifikasi

Mengidentifikasi spesies tumbuhan, salah satu faktor yang dapat

dijadikan sebagai rujukan yaitu kesamaan bentuk morfologi yang dimiliki

antara satu spesies dengan spesies lainnya. Pada tumbuhan yang sama jenisnya

perbedaan bentuk dan ukuran daun antara tumbuhan muda dan tumbuhan

dewasa juga penting, sebab morfologi tumbuhan yang masih muda memiliki

bentuk morfologi yang berbeda dengan tumbuhan dewasa. Hal ini dikarenakan

tumbuhan muda pertumbuhan dan perkembangan baik struktur morfologi

maupun anatomi belum berkembang secara lengkap (Sarjani, dkk., 2017).


DAFTAR PUSTAKA

Hariyani, T. D., Suranto, dan Edi P., 2013, Studi Variasi Anatomi dan Kandungan
Flavonoid Lima Spesies Anggota Genus Phyllanthus, El-vivo, I(1):3.
Kurniawan, D., Aristoteles, dan Ahmad A., 2015, Pengembangan Aplikasi Sistem
Pembelajaran Klasifikasi (Taksonomi) dan Tata Nama Ilmiah (Binomial
Nomenklatur) pada Kingdom Plantae (Tumbuhan Berbasis Android),
Jurnal Komputasi, III(2):122.
Rahayu, S. E., dan Sri H., 2008, Keanekaragaman Morfologi dan Anatomi
Pandanus (Pandanaceae) di Jawa Barat, Vis vitalis, I(2):31
Sarjani, T. M., Mawardi, Ekariana S., Pandia, dan Devi W., 2017, Identifikasi
Morfologi dan Anatomi Tipe Stomata Famili Piperaceae di Kota Langsa,
Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA (JIPI), I(2):183.
Suranto, 2000, Penerapan Teknik Eksperimen Modern Untuk Mengatasi
Komleksitas Morfologi dalam Taksonomi Tumbuhan, Biodiversitas,
I(2):81.

Anda mungkin juga menyukai