ANALISIS TINDAKAN KEPERAWATAN
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1
PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK)
DI RUANG TENANG WANITA RS JIWA SAMBANG LIHUM
SYARIFAH SALMAH
1814901210187
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS B
BANJARMASIN, 2019
ANALISA TINDAKAN KEPERAWATAN DOPS
Nama Mahasiswa : Syarifah Salmah Tanggal : 26-09-2019
NPM : 1814901210187 Ruang : Tenang Wanita
1. Tindakan keperawatan yang dilakukan:
SP 1 pasien Risiko Perilaku Kekerasan (RPK)
Nama klien : Ny. H
Diagnosa medis : F.20.3
2. Diagnosa keperawatan:
Risiko Perilaku Kekerasan (RPK)
3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional:
No. Prinsip-prinsip Tindakan Rasional
1 Mengidentifikasi penyebab marah Menentukan mekanisme
koping yang dimiliki
dalam menghadapi
masalah serta sebagai
langkah awal dalam
menyusun strategi
2 Mengidentifikasi tanda dan gejala marah Deteksi dini dapat
mencegah tindakan yang
dapat membahayakan
klien dan lingkungan
sekitar
3 Mengidentifikasi PK yang dilakukan Melihat mekanisme
koping klien dalam
menyelesaikan masalah
yang dihadapi
4 Mengidentifikasi akibat PK Membantu klien melihat
dampak yang ditimbul
akibat perilaku kekerasan
5 Menyebutkan cara mengontrol marah: Tarik Menurunkan perilaku
nafas dalam & memukul bantal dekstrukti yang akan
mencederai klien dan
lingkungan sekitar
6 Meminta pasien mempraktekkan latihan Napas dalam mengurangi
cara mengontrol marah keinginan klien untuk
melakukan perilaku
kekerasan
7 Menganjurkan pasien memasukkan dalam Memasukkan kegiatan
kegiatan harian untuk mengontrol perilaku
kekerasan kedalam jadwal
kegiatan harian merupakan
upaya untuk membiasakan
diri melatih dan
mengaplikasikannya saat
marah
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibaat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya:
No Bahaya yang mungkin terjadi Pencegahan
1 Pasien tidak terbuka dengan Menjalin hubungan saling
perawat percaya
2 Pasien tiba-tiba mengamuk Lakukan pengekangan,
contoh: dilakukan restrain
5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:
a. Membina hubungan saling percaya antara perawat dan pasien.
b. Mengetahui penyebab marahnya pasien.
c. Pasien dapat mengontrol perilaku kekerasan secara mandiri.
d. Mencegah pasien melakukan hal-hal yang membahayakan bagi dirinya, orang
lain dan lingkungan.
6. Hasil yang didapat dan maknanya:
No Hasil yang Didapat Maknanya
Pasien mau bercerita tentang Pasien terbuka dengan
1
rasa marahnya. perawat.
Pasien mampu mempraktikan Pasien memahami penjelasan
cara mengontrol marahnya perawat tentang cara
2
dengan tehnik relaksasi dan mengontrol marahnya.
memukul bantal
7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi
masalah/ diagnosa tersebut. (mandiri dan kolaborasi):
Mandiri:
a. Membuat kontrak pertemuan kembali dengan pasien untuk mengajari pasien
mengenal obat-obatan yang pasien konsumsi.
b. Membuat kontrak pertemuan kembali dengan pasien mengenai cara
mengontrol marah yang lain seperti mengontrol PK dengan verbal/bicara
baik-baik dan dengan kegiatan spiritual.
Kolaborasi:
Kolaborasi : Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai terapi dari dokter.
a. Clozapine 25 mg 3x1
b. Trihexyphenidyl 2 mg 2x1
Banjarmasin, September 2019
Ners Muda,
Syarifah Salmah, [Link]
Preseptor Klinik,
(Syarifah, [Link]., Ns)