BASIC TRAUMA MANAJEMENT &
TRIAGE SYSTEM
Oleh :
Ns. Welas Riyanto
Riyanto,, [Link]
[Link].. [Link]
Disampaikan pada :
“Pra & Intra Hospital Manajement Trauma, Triaging Sistem and Cardiac Life Suffort“
Hotel Zamrut Cirebon, 23 – 24 November 2019
DIMANA SAJA
KAPAN SAJA
SIAPA SAJA
November 20, 2019 2
PRA HOSPITAL INTRA HOSPITAL
November 20, 2019 3
PRINSIP
Kenali terlebih dahulu
keadaan yang
mengancam nyawa
MEKANISME TRAUMA
Mekanisme cedere
• Langsung :
– Kena pukulan.
– Jatuh dari ketinggian.
• Tidak langsung :
– Efek benda lain yg kena trauma (pengemudi
terbentur dasboard saat mobil tabrakan).
• Melintir
– Mis : kasus olahragawan gulat,
COUP--COUNTER COUP
COUP
Rapid Trauma Survey
• Pemeriksaan secara sistematis
dari kepala, leher, dada, abdomen,
pelvis dan ekstremitas dengan
melihat, mendengar, meraba untuk
menemukan kasus life threatening
8
A. Airway (+C Spine Control )
B. Breathing (+Ventilation )
C. Circulation (+ Kontrol Perdarahan)
D. Disability ( GCS,Tanda Lateralisasi )
E. Exposure
AIRWAY
Curiga fractur servikal bila :
• Setiap trauma kapitis
• Setiap multi trauma
• Setiap ada luka (tumpul) diatas
klavikula
• Biomekanik trauma mendukung
Cervical collar
November 20, 2019 11
AIRWAY
Okstruksi Parsial
• Cairan (gurgling) Suction
• Lidah jatuh kebelakang : Snoring
Cara manual
TINDAKAN
Airway Sementara
AIRWAY
Head Tilt
Teknik Manual : Chin Lift
Jaw Thrust
Oropharyngeal Airway Tidak sadar
Airway Sementara :
Nasopharygeal Airway Sadar
BREATHING
Pernapasan yang baik
1. Frekwensi dewasa : 20
Anak : 30
Bayi : 40
2. Tidak ada gejala Dispnea dll
3. Pemeriksaan fisik baik
BREATHING
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : Pergerakan dada Simetris
Auskultasi : Bising nafas Vesikular Kiri-kanan
Perkusi : Sonor kiri-kanan
Bila Breathing Tidak Adekuat
Bantu pernafasan / Assisted
Ventilation :
• Mounth to mouth/mask
• Bagging (“Ambu bag“)
• Respirator
BREATHING
Keadaan yang harus di kenali
pada survay Primer :
• Tension Preumothorax
• Massive Hematothorax
• Tamponade Jantung
• Open Preumothorax
• Flaill Chest + Kontusio Paru
BREATHING
Tension Pneumothorax ditandai :
• Vena jugolaris meningkat,
• Sesak nafas,
• Trachea terdorong,
• Bunyi Nafas ??
Jarum besar di ICS 2
Mid – Klavikular
Tension Pneumothorax
BREATHING
Open Pneumothorax Kasa 3 Sisi
Closed Pneumothorax WSD
BREATHING
Flail Chest ( + Kontusio Paru )
ICU ( Kemungkinan Respirator )
Flail Chest
Massive Hematothorax
BREATHING
Tamponade Jantung ditandai :
Sesak ,Syok, JVP Nadi lemah, BJ lemah
Perikardio – Sintesis Kemungkinan Torakotomi
Tamponade Jantung
TAMPONADE JANTUNG
Hemopericardium, krn
perikard kaku maka
terjadi gangguan
gerakan jantung.
TRIAS BECK
1. Terjadi bendungan vena
(lihat v jugularis),
2. bunyi jantung menjauh,
3. tekanan darah turun,
Perlu perikardiosentesis
CIRCULATION
SYOK DIKENALI DARI :
- Nadi lemah dan cepat
- Akral Dingin
- Kesadaran mulai menurun
- Bila tensi turun,
- Nafas Cepat
MENGHENTIKAN PERDARAHAN
MENGHENTIKAN PERDARAHAN
CIRCULATION
Kontrol Perdarahan
Perbaikan Volume
TITIK TEKAN PADA
PEMBULUH DARAH
BESAR
• Untuk kontrol perdarahan
lengan bawah – tangan,
tekan a. brachialis
• Untuk kontrol perdarahan di
tungkai atau kaki, tekan a.
femoralis
DISABILITY
• GCS Hati – hati bila GCS turun 2 atau
lebih.
• Tanda lateralisasi
- Pupil ( isokor )
- Tanda lateralisasi lainnya
• Epidural hematom bisa meninggal cepat
EXPOSURE
• Buka : Buka semua pakaian
• Tutup : Takut hipotermia
( Pra RS : Tunggu dulu )
Foley Cath & NGT
• Foley Cath jangan dipasang bila :
- Ada darah di OUE
- Hematom di Scrotum
- RT: Prostat “Hight riding”
• NGT jangan dipasang bila :
- Fraktur basis kranii anterior
Secondary survey
• SAMPLE (Symptoms, Allergies, Medications,
Past medical history, Last oral intake, Events
preceding the incident)
• Vital sign
• Deformities, Contusion, Abrasion, Penetration,
Burn, Laceration, Swelling (DCAP-BLS)
• Tenderness, Instability, Crepitation (TIC)
• Pulse, Movement, Sensation (PMS)
• LOC AVPU
• Pulse oxymetry
• Intervensi lanjut: balut & bidai
36
SURVEY SEKUNDER
• “Pemeriksaan teliti dari kepala sampai
kaki “
• Kepala – leher – toraks – abdomen –
pelvis – ekstermitas - log roll
• Finger in every orifice
November 20, 2019 38
November 20, 2019 39
Hakikat Triage
Triase Adalah Proses khusus Memilah
dan memilih pasien berdasarkan
beratnya penyakit menentukan prioritas
perawatan gawat medik serta prioritas
transportasi. artinya memilih berdasarkan
prioritas dan penyebab ancaman hidup.
Dilakukan oleh triage officer terlatih.
Triage tidak disertai tindakan.
Hakikat Triage…………)
Triage dilakukan berdasarkan :
Airway, breathing, circulation, disability dan
exposure (mengancam nyawa);keakutannya
Berat cedera
Jumlah pasien
Sarana kesehatan yang tersedia
Harapan hidup
Jika ragu, tentukan skala/prioritas
yang lebih tinggi
INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)
• IGD tidak diperkenankan untuk menolak
pasien yang datang dan membutuhkan
pertolongan kesehatan (PMK, 2014)
• True emergency: < 20% ; sisanya
adalah false emergency (WHO, 2013)
TRIASE
TRIASE
Berasal dari kata Perancis: trier. Dalam bahasa
artinya memprioritaskan/memilah.
Tujuan
Memprioritaskan pasien berdasarkan:
1. Tingkat kegawatan
2. Angka harapan hidup
3. Ketersediaan sumber daya
SIT (SINGLE TRIASE = TRIAGE PASIEN TUNGGAL)
Triage tunggal pra-rs, intra-rs.
Bukan korban massal.
Kategori pasien :
True emergency (A, B, C, D, E); potential
true emergency dan false emergency.
Emergency/immediate : AMI, perdarahan
dalam (P1), urgent : stroke, App (P2)
beberapa jam, non urgent : luka,
dislokasi, fraktur (P3) walking wound;
Dead (P4).
SIT (SINGLE TRIASE = TRIAGE PASIEN TUNGGAL)
Tindakan
Immediate langsung
Tindakan
Urgent secepatnya
Pasien
Tindakan dengan
Non Urgent persiapan
Meninggal Kamar mayat
START (SIMPLE TRIAGE AND RAPID TREATMENT)
Prinsip mengatasi pasien
dengan ancaman nyawa,
jalan nafas tersumbat,
perdarahan masif.
Korban dalam jumlah
banyak
Triage officer dapat lebih
dari 1 orang.
Lama START < 60
detik/pasien.
Dikelompokkan dalam 4 Prioritas pada kelompok
kategori : merah
START
(SIMPLE
TRIAGE
AND
RAPID
TREATME
NT
Langkah :
1. Panggil korban dan minta ke arah aman
(hijau)
2. Check pernafasan (yang tidak bisa berjalan)
: tidak ada pernafasan (manuver)/manuver
tak respon (decease); > 30 x/menit (merah);
< 30 x/menit lanjutkan langkah ketiga .
3. Check sirkulasi (korban RR < 30 x/menit); >
2 second (merah); < 2 second lanjutkan
check mental status.
4. Jika check status mental “can’t follow”...>
merah; “can follow”....> kuning/delay
SAVE
(Secondary Assessment Of Victims Endpoint)
Dilakukan pada korban bencana, jumlah korban luar
biasa, jauh melampaui kapasitas tersedianya SDM,
sarana serta jauh dari fasilitas rumah sakit.
Kategori korban :
Korban – korban yang akan meninggal dengan
apapun yang kita lakukan (Unsalvageable =
kemungkinan meninggal).
Korban – korban yang akan hidup dengan apapun
yang kita lakukan (Immediate = kemungkinan
hidup).
Korban – korban yang akan mendapat keuntungan
dengan tindakan – tindakan yang dilakukan dengan
sarana yaang terbatas di lapangan (Delayed = dapat
ditunda pelayanannya).
ATS
Australia Triage Scale
Berbasis layanan darurat di seluruh Australia
dan Selandia Baru.
Semua pasien yang datang ke unit gawat darurat
harus di triase.
Oleh tenaga terlatih dan perawat
berpengalaman.
Penilaian triase dan kode ATS dialokasikan
harus dicatat.
Perawat triase harus memastikan penilaian
ulang terus menerus dari pasien yang
menunggu, dan, jika gambaran klinis perubahan,
pengulangan triase pasien disesuaikan.
TRIASE DI INDONESIA
KARS 2012 ATS (Triase 5-level)
JCI Triase 5-level
Level Deskripsi Waktu respon
maksimal
ATS 1 Kondisi mengancam jiwa Segera
ATS 2 Kondisi serius berpotensi 10 menit
mengancam jiwa
ATS 3 Kondisi mungkin berkembang 30 menit
serius
ATS 4 Gejala berkepanjangan 60 menit
ATS 5 Kondisi kronis dengan gejala 120 menit
minor
TRIASE DI INDONESIA (ATS)
ATS 1 ATS 2 ATS 3 ATS 4 ATS 5
• Henti • Risiko jalan • Hipertensi • Perdarahan • Nyeri
jantung napas yang berat ringan minimal
• Henti napas berbahaya • Dehidrasi • Muntah atau • Gejala minor
• GCS < 9 • GCS < 13 • Trauma diare tanpa • Luka minor
• Risiko • Demam ekstremitas dehidrasi
sumbatan dengan sedang • Trauma
jalan napas tanda-tanda • Risiko ekstremitas
• Gangguan letargi menyakiti diri minor
perilaku • Perilaku/psi sendri • Nyeri
berat kiatrik: sedang
dengan kasar/agresi
ancaman f
segera
terhadap
kekerasan
MERAH
RESUSITA
SI
POLIKLINIK
(dengan KUNING
kegawatan) SURGICAL
PASIEN KUNING
TRIASE RESPIRASI
DATANG
KUNING
PENDAF NON
TARAN RESPIRASI
HIJAU
NON
GAWAT
Ruang Pelayanan Pasien
WAKTU
ATS
TUNGGU
KATAGORI WARNA RUANG AN KET.
MAXIMUM
Aktifkan Code
KATAGORI 1 blue
MERAH SEGERA RESUSITASI
KATAGORI 2 Konsult/pem.
penunjang
OBSERVASI Paru/[Link]
RESP./NON nunjang
KATAGORI 2 KUNING 10 MENIT
RESP./KEBIDANAN, /Konsult.
B. MINOR
OBSERVASI Paru/[Link]
RESP./NON nunjang
KATAGORI 3 KUNING 30 MENIT
RESP./KEBIDANAN, /Konsult.
[Link]
KATAGORI 4 HIJAU 60 MENIT NON GAWAT R/pulang
KATAGORI 5 HIJAU 120 MENIT NON GAWAT /IRJ R/ pulang/ IRJ
KENDALA PENERAPAN ATS
(Triase 5-level) di Indonesia
Penerapan triase 5-level hanya visible
dilakukan di IGD RS rujukan atau rumah
sakit pendidikan. Penerapan triase 5-level
menjadi terlalu kompleks dan kurang efektif
jika diterapkan di IGD RS daerah/tipe C. Hal
ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu:
[Link] dokumentasi belum terintegrasi
[Link] daya: tenaga kesehatan dan
fasilitas sangat terbatas
DOKUMENTASI TRIASE
1. Tanggal dan jam pemeriksaan
2. Nama petugas triase
3. Diagnosis utama
4. Riwayat penyakit yang berhubungan dengan
masalah saat ini
5. Alokasi berdasar kategori triase
6. Waktu dan alasan dilakukan re-triase ulang
7. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan
(KARS, 2012)
Contoh
Formulir
Triase
November 20, 2019 63