2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
JOB : XIII (PENGUJIAN ASPAL)
JUDUL : UJI MARSHAL
1. REFRENSI
1. SNI 03-6850-2002, metode pengukuran kadar air kayu dan bahan Berkayu.
[Link] , Rincian metode kering tanur ini diterangkan di dalam standar D 2016
2. Tujuan Umum
Tujuan umum dari pengujian ini adalah, mahasiswa dapat :
1. Mahasiswa memiliki pengetahuan tentang cara-cara pemeriksaan campuran
aspal dengan alat Marshall dengan baik dan benar.
2. Mahasiswa mampu melaksanakan pemeriksaan campuran aspal dengan alat
Marshall dengan baik dan benar.
3. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari pengujian ini adalah mahasiswa diharapkan :
1. Memahami sifat-sipat ketahanan (stabilitas) terhadap kelelehan plastis (flow)
dari campuran aspal.
2. Bersifat teliti dan hati-hati dalam melakukan pemeriksaan campuran aspal
dengan alat Marshall.
4. Teori Dasar
Aspal beton campuran panas merupakan salah satu jenis dari lapis
perkerasan jalan perkerasan jalan konstruksi perkerasan lentur. Jenis perkerasan ini
merupakan campuran homogen antara agregat, aspal dan filler sebagai bahan
pengikat pada suhu tertentu. Untuk mengeringkan agregat dan mendapatkan tingkat
kecairan yang cukup dari aspal sehingga diperoleh kemudahan untuk
mencampurnya maka semua material harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum
dicampur yang biasa disebut dengan “hot mix“. Pekerjaan pencampuran dilakukan
dipabrik pencampur kemudiam dibawa kelokasi dan dihampar dengan
menggunakan alat penghampar sehingga diperoleh lapisan lepas yang seragam dan
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
merata yang selanjutnya dopadatkan dengan mesin pemadat dan akhirnya diperoleh
lapisan padat aspal.
Stabilitas lapisan perkerasan jalan adalah kemampuan lapisan perkerasan
jalan menerima beban lalu lintas tanpa terjadi perubahan bentuk tetap seperti
gelombang, alur ataupun bleeding. Kebutuhan akan stabilitas setimbang dengan
jumlah lalu lintas dan beban kendaraan penumpang saja yang akan memakai
kendaraan tersebut. Jalan dengan volume lalu lintas yang tinggi dan sebagian besar
merupakan kendaraan berat menuntut stabilitas yang lebih besar dibandingkan
dengan jalan yang volume lalu lintasnya hanya terdiri dari kendaraan penumpang
saja.
Kestabilan yang terlalu tinggi menyebabakan lapisan itu menjadi kaku dan
cepat mengalami retak, disamping itu karena volume antar agregat kurang maka
kadar aspal yang dibutuhkan pun rendah. Hal ini menghasilkan ikatan aspal mudah
lepas sehingga durabilitasnya rendah. Stabilitas terjadi dari hasil geseran anta butir,
penguncian antar partikel dan daya ikat yang baik dari lapisan aspal.
Dengan demikian stabilitas yang tinggi dapat diperoleh dengan mengusahakan
penggunaan :
Agregat dengan gradasi yang rapat
Agregat dengan permukaan yang kasar
Agregat berbentuk kubus
Aspal dengan penetrasi rendah
Aspal yang jumlah mencukupi umtuk ikatan anatar butir
Agregat dengan gradasi yang baik, tau begradasi rapat akan memberikan
rongga antar butiran aggregat (void in mineral agregate) yang kecil yang
menghasilkan stabilitas yang tinggi, tetapi membutuhkan kadar aspal yang rendah
untuk mengikat agregat. Void in mineral agregate ( VMA ) yang kecil
mengakibatkan aspal menyelimuti agregat terbatas dan menghasilkan film aspal
yang tipis. Film aspal yang tipis mudah lepas yang mengakibatkan lapis tidak
kedap air lagi, oksidasi mudah terjadi dan lapis perkerasan menjadi rusak.
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Pemakain aspal yang banyak mengakibatkan aspal tidak lagi dapat menyelimuti
agregat dengan baik ( karena VMA kecil ) dan juga menghasilkan rongga antar
campuran ( void in mix = VIM ) yang kecil. Adanya beban lalu lintasyang
menambah pemadatan lapisan mengakibatkan lapisan aspal meleleh keluar yang
disebut bleeding. Kinerja campuran aspal beton dapat diperiksa dengan
menggunakan alat pemerikasaan marshall yang petama kali diperkenalkan oleh
Bruce Marshall yang dikembangkan selanjutnya oleh U.S. Corps of Engineer.
Pemeriksaan dimaksudkan untuk menentukan ketahanan ( stability )
terhadap kelelehan plastis ( flow ) dari campuran aspal, agregat dan filler.
Kelehan plastis adalah keadaan perubahan betuk campuran yang terjadi
akibat suatu beban sampai batas runtuh yang dinyatakandalam “mm atau 0,01” .
alat marshall merupakan alat tekan yang dilengkapi dengan cincin penguji
( proving ring ) yang berkapasitas 2500 kg atu 5000 pond. Proving ring dilengkapi
dengan arloji pengukur yang berguna untuk mengukur stabilitas campuran.
Disamping itu terdapat juga arloji kelelehan ( flow meter ) untuk mengukur
kelelehan plastis (flow)
Angka Korelasi Stabilitas
Isi Benda Uji Tebal Benda Uji Angka
(cm) (In) (mm) Korelasi
560 – 573 2.69 68.3 0.86
574 – 585 2 13/16 71.4 0.83
586-598 2 7/8 73.0 0.81
599-610 2 15/16 74.6 0.78
611 – 625 3 76.2 0.76
Tabel : Kriteria perencanaan campuran aspal beton ( Bina Marga )
Sifat Campuran Lalu lintas berat Lalu lintas sedang Lalu lintas ringan
( 2 x 75 tumbukan ) (2x50 tumbukan ) ( 2 x 35 tumbukan )
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Min Maks Min Maks Min Maks
Stabilitas ( kg ) 550 - 450 - 350 -
Keleleahan (mm) 2 4 2 4,5 2 5
Stabilitas ( kg/mm ) 200 350 200 350 200 300
Rongga udara campuran 3 5 3 5 3 5
(%)
Indeks perenadaman (%) 75 - 75 - 75 -
5. Peralatan dan Bahan
5.1. Peralatan
Adapun peralatan yang diiperlukan saat pengujian analisa berat jenis Aspal ini
antara lain :
cawan Penjepit
Termometer
Hot Plate Timbangan
Alat Marshall Mould Extruder Penumbuk Perlengkapan
5.2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan untuk pengujian penetrasi aspal adalah:
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Aspal agregat kasar agregat halus
6. Prosedur Pelaksanaan
Adapun prosedur pelaksanaannya adalah:
1. Persiapkan benda uji
2. Persiapan campuran
A. Untuk tiap benda uji diperlukan agregat sebanyak ± 1200 gram sehingga
menghasilkan tinggi benda uji kira – kira 6,25 ± 0,125 cm (2,5” ± 0,05”).
B. Sementara itu panaskan aspal sampai suhu pencampuran kira-kira 135 0C.
C. Panaskan mould dioven
D. Siapkan kertas saring yang ukurannya disesuaikan dengan cetakan.
E. Goreng AH, AK samapi suhu 1600C
F. Tuangkan aspal sebanyak yang dibutuhkan ke dalam agregat yang dipanaskan
tersebut.
G. Aduklah dengan cepat sesuai dengan suhu pencampuran 1800C dan pemadatan
sampai agregat terlapis merata.
3. Pemadatan benda uji
A. Bersihkan perlengkapan cetakan benda uji serta bagian muka penumbuk dengan
seksma dan panaskan suhu antara 93,3 dan 148,90C.
B. Letakkan selembar kertas pengisap yang sudah digunting munurut ukuran
cetakan kedalam dasar cetakan.
C. Masukkanlah seluruh campuran ke dalam cetakan dan tusuk-tusuk campuran
keras-keras dengan spatula yang dipanaskan atau aduklah dengan sendok semen
sebanyak 15 kali keliling pinggirannya dan 10 kali di bagian dalamnya.
D. Lepaskan lehernya dan ratakanlah permukaan campuran dengan
mempergunakan sendok semen menjadi bentuk yang sedikit cembung. Waktu
akan didapatkan suhu campuran berada dalam batas-batas suhu pemadatan.
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
E. Letakkan cetakan di atas landasan pemadat, hati – hati dalam memegang
cetakan.
F. Lakukan pemadatan dengan alat penumbuk sebanyak 50 kali sesuai kebutuhan
dengan tinggi jatuh 45 cm (18”), selama pemadatan tahanlah agar suhu palu
pemadat selalu tegak lurus pada alat cetakan. Lepaskan kepingan alas dan
lehernya, baliklah alat cetak berisi benda uji dan pasanglah yang sudah dibalik
tumbuk dengan jumlah tumbukan yang sama.
G. Sesudah pemadatan lepaslah keping alas dan pasanglah alat pengeluar benda uji
pada permukaan ujung ini.
H. Letakkan benda uji pada tempat yang rata dan biarkan selama kira-kira 24 jam
pada suhu ruang.
4. Prosedur pengujian Marshall Test
pengujian berat jenis campuran (ASTM D 2726- 73)
A. Timbang benda uji kering, sehingga didapat benda benda uji kering.
B. Rendam benda uji didalam bak perendam pada suhu 25 0 C selama 3’ – 5’ dan
timbang didalam air akan didapat berat benda uji di dalam air.
C. Keringkan permukaan benda uji dengan lap kering kemudian ditimbang, akan
didapat berat kering permukaan jenuh (SSD).
D. Catat hasil pengujian pada formulir yang telah disediakan dan hitung berat jenis
campuran dengan rumus yang telah ditentukan.
Berat Benda Uji Kering
Berat Benda Uji SSD - Berat Benda Uji dalam Air
Pengujian campuran aspal metode Marshall (SNI 06- 2489)
Cara pengujian sebagai berikut:
1. Rendam benda uji dalam bak perendam selama 30’-40’ dengan suhu tetap 60 0C
(± 10 C ) untuk benda uji aspal [Link] benda uji dengan aspal cair
masukkan benda uji kedalam oven minimum 2 jam dengan suhu tetap (25 0 C ±
10 C)
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
2. Keluarkan benda uji dari bak perendam atau dari oven dan letakkan ke dalam
segmen bawah kepala penekan dengan catatan bahwa waktu yang diperlukan
dari saat diangkatnya benda uji dari bak perendaman atau oven sampai
tercapainya beban maksimum tidak boleh melebihi 30 detik.
3. Catat pembebanan maksimum (stabilitas.)
4. Catat nilai flow.
Tabel Berat Benda Uji pada masing – masing sample kadar aspal
Kadar No Penimbangan dalam keadaan
Aspal Sampel Kering Jenuh Dalam Air
4% I 1160 gr 1166 gr 550 gr
5% II 1207 gr 1207 gr 550 gr
5,5% III 1244 gr 1249 gr 650 gr
6% IV 1286 gr 1287 gr 700 gr
6,5% V 1181 gr 1185 gr 650 gr
Tabel pembacaan stabilitas dan flow sblum dikalibrasi
Pembacaan
Kadar aspal
stabilitas flow
GRAFIK HASIL 4% 120 mm 4,30 mm PENGOLAHAN
5% 73 mm 3,55 mm
DATA PENGUJIAN 5,5% 149 mm 3,32 mm MARSHALL
Dari Percobaan 6% 174 mm 4,92 mm Marshall di
6,5% 162 mm 4,28 mm
dapatkan nilai VIM, VMA,VFB,
Stabilitas dan Kelelehan untuk selanjutnya dijadikan pembanding agar di dapat kadar
aspal optimum.
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Grafik Hubungan Kelelehan dengan Kadar Aspal
Kadar Aspal (%) Flow (mm)
4 4,30
5 3,55
5,5 3,32
6 4,92
6,5 4,28
Keterangan : Semakin tinggi nilai kadar aspal, maka semakin tinggi pula nilai kelelahan
campuran (flow) dalam suatu campuran beton aspal.
Spec. : antara 2,0 mm – 4,0 mm
Grafik Hubungan Stabilitas dengan Kadar Aspal
Kadar Aspal(%) Stabilitas (Kg)
4 290
5 182,5
5,5 362,7
6 420,2
6,5 392,6
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Keterangan : Semakin tinggi kadar aspal yang diberikan, maka campuran akan semakin
stabil hingga mencapai nilai optimum. Tetapi jika penambahan kadar aspal
melampaui nilai optimum, akibatnya nilai stabilitasnya akan semakin
menurun, dan campurannya akan mengalami bleeding (kegemukan) artinya
menguapnya aspal hingga ke permukaan jalan sehingga kinerja aspal
menurun.
Spec. : minimal 450 kg.
Grafik Hubungan VIM dengan Kadar Aspal
Kadar Aspal (%) VIM (%)
4 23,60
5 24,21
5,5 14,17
6 8,59
6,5 7,60
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Keterangan : Dengan penambahan kadar aspal, maka rongga-rongga dalam campuran
akan semakin mengecil/berkurang namun besarnya nilai VIM dibatasi
antara 3-5 % karena rongga-rongga tersebut berfungsi sebagai ruang
tampungan aspal saat aspal mengalami overheating (temperatur yang
tinggi) dan memberi jagaan saat mengalami secondarycompact oleh beban
lalulintas
Spec. : 3%–5%
Grafik Hubungan VMA dengan Kadar Aspal
Kadar Aspal (%) VMA (%)
4 31,89
5 40,56
5,5 25,98
6 17,11
6,5 16,31
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Keterangan : Apababila kadar aspal dalam suatu campuran semakin banyak maka
persentase terhadap agregat akan semakin sedikit, karena rongga-rongga
terisi oleh aspal. Namun pada batas tertentu, bila aspal ditambah terlalu
banyak, campuran akan semakin plastis dan lembek, apabila perkerasan
diberi beban berulang-ulang atau besar maka aspal tersebut akan semakin
besar, untuk itu kadar aspal, harus sesuai, sehingga didapat VMA yang
memenuhi syarat VMA dario Bina Marga > 15 %
Grafik Hubungan VFB dengan Kadar Aspal
Kadar Aspal (%) VFB (%)
4 25,99
5 40,31
5,5 45,45
6 49,79
6,5 53,4
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Keterangan : Berdasarkan kriteria campuran aspal beton dari bina marga, bahwa nilai
VFA campuran aspal yang baik minimal 60 %. Dengan persamaan VFA
adalah semakin tinggi kadar aspal dalam suatu campuran perkerasan, maka
rongga dalam campuran tsb akan semakin sedikit.
Grafik Hubungan BJ campuran padat dengan Kadar Aspal
Berat jenis
Kadar Aspal (%) padat
4 1,88
5 1,84
5,5 2,07
6 2,19
6,5 2,20
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Keterangan : semakin tinggi kadar aspal semakin tinggi nilai SG mix. Ini berarti
campuran ini masih banyak mengandung pori/rongga, sehingga
penambahan aspal akan menambah berat campuran dalam volume yang
sama. Spesific Grafity (SG) akan bertambah sampai pada batas maksimum
kemudian nilainya menurun.
4% 5% 6% 7%
flow
stabilitas
VIM
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
VMA
VFB
SG
Kadar optimum aspal = 4,3% + 5,8%
2
= 5,05 %
7. Pembahasan
Dari hasil pengamatan diperoleh besarnya nilai ketahanan (stabilitas) dan
kelelahan plastis (flow). Tujuan marshall test ini adalah menentukan nilai kadar
optimum aspal. Setelah dilakukannya serangkaian kegiatan pengujian karakteristik
campuran aspal dan agregat dengan memplotkan nilai – nilai dari kepadatan,
VMA, VIM, VFA, stabilitas, kelelehan dan BJ campuran padat pada grafik analisa,
diperoleh kadar aspal optimum pada kadar aspal 5,05 %. Namun hasil ini belum
memenuhi semua persyaratan dari kandungan aspal dilihat dari nilai VIM, VFB dan
stabilitas belum memenuhi persyaratan. nilai kadar aspal optimum ditentukan
sebagai nilai tengah dari rentang kadar aspal maksimum dan minimum yang
memenuhi semua persyaratan spesifikasi. Pada saat dilapangan kadar aspal
optimum inilah yang akan dipakai.
Pada pengujian kehausan aggregat ini diperoleh data persentase kehancuran
aggregat kasar sebesar 5,60 %.agregat ini akan digunakan dalam perancangan lapis
aspal beton pada uji marshall.
8. Kesimpulan
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719
2013
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Alamat. Jalan Srijaya Negara, Palembang 30139
Telp. (0711) 353414 Psw. 143 Fax (0711) 355918 E-mail : info@[Link]
Dari hasil pengujian didapatkan nilai kadar aspal optimum sebesar 5,05%
yang memenuhi semua spesifikasi.
Abdullah Tsabat – 0611 3010 0719