MAKALAH TUGAS AROMATERAPI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas keperawatan holistik
Disusun Oleh:
Ayu Fitriana (J210150085)
Wachidah Nur Hidayah (J210150099)
Yeni Tri Wahyuni (J210150101)
Ervina Setia Ningsih (J210150109)
Vevi Herliani (J210150113)
PRODI KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNUVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
DAFTAR ISI
Halaman sampul............................................................................................................ 1
Daftar isi...................................................................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................................. 3
B. Tujuan............................................................................................................... 4
C. Manfaat............................................................................................................ 4
BAB 11 PEMBAHASAN
A. Definisi aromaterapi........................................................................................ 5
B. Tujuan penggunaan aromaterapi..................................................................... 6
C. Manfaat penggunaan....................................................................................... 6
D. Bentuk – bentuk aromaterapi.......................................................................... 8
E. Jenis- jenis aromaterapi.................................................................................. 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................................................... 12
Daftar Pustaka ............................................................................................................ 13
2
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Semakin berkembangnya gaya hidup semakin banyak kecendrungan orang
mangalami depresi atau stres. Stres dapat diakibatkan karena kurangnyakenyamanan
dalam bekerja yang dapat disebabkan oleh banyaknya beban pekerjaan yang diberikan
dan/atau kondisi lingkungan yang tidak [Link] terbukti bahwa ruang kerja
yang tidak nyaman membuat pekerja cepat lelahdan pekerjaan tidak dapat
diselesaikan secara maksimal. Untuk mengurangi efek depresi akibat ruang kerja yang
tidak nyamandapat digunakan pengharum ruangan. Pengharum ruangan secara tidak
langsung dapat mempengaruhi suasana kerja. Namun, banyak pengharum ruangan
yang dibuat dengan menggunakan pewangi sintetis berbahan senyawa kimia yang
mungkin saja dapat membahayakan kesehatan manusia. Pengharum ruangan
yang berbentuk aerosol dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan bila terhirup akan
mempengaruhi sistem syaraf dan mengganggu pernafasan. Pengharum ruangan yang berbahan
alami lebih aman jika dibandingkan dengan pengharum ruangan sintetis. Pengharum
ruangan yang memiliki efek aromaterapi dapat dibuat dengan minyak atsiri.
Aromaterapi merupakan metode pengobatan melalui media bau-bauan yang berasal
dari bahan tanaman tertentu. Aromaterapi sering digabungkan dengan praktek
pengobatan alternatif dan kepercayaan kebatinan yang sudah ada sejak ribuan tahun
yang lalu. Awalnya hanya terdapat dalam bentuk cairan esensial. Seiring
perkembangan zaman, ada berbagai bentuk aromaterapi, mulai dari minyak esensial,
dupa, lilin, garam, minyak pijat, dan sabun. Sesuai bentuk - bentuknya aromaterapi
dapat dipergunakan sebagai pewangi ruangan, aroma minyak saat dipijat, berendam,
bahkan untuk aroma badan setelah mandi. Ada berbagai jenis wewangian aromaterapi
yang ada, yaitu basil, lavender, jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon,
orange, geranium, dan masih banyak lagi. Dan setiap wangi- wangian tersebut
memiliki kelebihan positif yang bermacam- macam. Misalnya, aroma lavender
dipercaya dapat mengurangi rasa stres dan mengurangi kesulitan tidur (insomnia).
Sedangkan aroma sandalwood dapat mengurangi stress saat menstruasi dan sebagai
penunjang untuk berkonsentrasi. Aroma jasmine dapat meningkatkan gairah seksual,
3
kesuburan wanita, dan anti depresi. Dengan aromaterapi yang dapat berperan dalam
merelaksasikan pikiran dan mengurangi rasa stres, hal tersebut tentunya berhubungan
dengan keadaan emosi yang lebih teratur. Aromaterapi digolongkan dalam terapi
herbal, yaitu terapi yang menggunakan tanaman atau bahan tanaman sebagai sarana
pengobatan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan bahan tanaman adalah minyak yang
terkandung dalam tanaman tersebut (Koensoemardiyah, 2009). Di Indonesia, terutama
di Jawa, banyak obat dan pengobatan tradisional yang memanfaatkan aroma, hanya
saja kebanyakan masih dalam bentuk herbal. Beberapa produk kesehatan juga
menggunakan minyak atsiri untuk campuran khususnya untuk memberikan aroma
wewangian pada produk tersebut.
B. Tujuan dari penyusunan makalah
1. Mengetahui pengertian aromaterapi
2. Mengetahui tujuan penggunaan aromaterapi bagi tubuh
3. Mengetahui manfaat aromaterapi bagi tubuh
4. Mengetahui bentuk-bentuk aromaterapi
5. Mengetahui jenis-jenis aromaterapi
C. Manfaat dari penyusunan makalah
1. Memberikan informasi mengenai aromaterapi
2. Memberikan informasi mengenai tujuan penggunaan aromaterapi bagi tubuh
3. Memberikan informasi mengenai manfaat aromaterapi bagi tubuh
4. Memberikan informasi mengenai bentuk-bentuk aromaterapi
5. Memberikan informasi jenis-jenis aromaterapI
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi aromaterapi
Aromaterapi didefinisikan dalam dua kata yaitu aroma yang berari wangi-wangian
(fragrance) dan therapy yang berarti perlakuan pengobatan, jadi secara ilmiah diartikan
sebagai wangi-wangan yang yang memiliki pengaruh terhadap fisiologis manusia. Buchbauer
menetapkan definisi universal untuk aromaterapi, yaitu terapi menggunakan senyawa
aromatik atau senyawa yang mudah menguap (volatile) untuk mengobati, mengurangi atau
mencegah suatu penyakit, infeksi dan kegelisahan dengan cara menghirupnya.
Buckle (2002) mendefinisikan aromaterapi klinis sebagai pemakaian minyak esensial
untuk hasil tertentu yang dapat diukur. Orang Mesir Kuno menggunakan aromaterapi untuk
meredakan nyeri dan pada abad ke-19, daun rosemary dibakar di rumah sakit untuk
pengasapan. Sekarang, ahli aromaterapi menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan
hasil kesehatan yang positif, termasuk perbaikan alam perasaan, edema, jerawat, alergi,
memar, dan stress.
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan essential oil atau sari minyak murni
untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat,
menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga. Aromaterapi memiliki manfaat yang sangat
beragam, mulai dari pertolongan pertama sampai membangkitkan rasa gembira (Hutasoit,
2002).
Terapi aroma (Aromaterapi) adalah teknik perawatan tubuh dengan
menggunakan/memanfaatkan minyak atsiri (essential oil) yang berkhasiat; dapat dengan cara
penghirupan, pengompresan, pengolesan di kulit, perendaman dan akan lebih efektif disertai
dengan pijatan. Bahan yang digunakan adalah zat aktif yang diambil dari sari tumbuh
tumbuhan aromatik (ekstraksi dari bunga, daun, akar, batang atau ranting, buah, biji dan
lainnya) yang memberikan efek stimulasi atau relaksasi (Hutasoit, 2002).
Aromaterapi adalah penggunaan minyak essensial konsentrasi tinggi yang diekstraksi
dari tumbuh-tumbuhan dan diberikan melalui massage, inhalasi, dicampur ke dalam air
mandi, untuk kompres melalui membran mukosa dalam bentuk perisarium atau supositoria
dan terkadang dalam bentuk murni. Meskipun aroma memegang peranan penting dalam
mempengaruhi alam perasaan, sebenarnya zat kimia yang terkandung dalam berbagai jenis
5
minyak yang bekerja secara farmakologis dan kerjanya dapat ditingkatkan dengan jenis
metode pemberiannya, terutama massage (Andrew, 2009).
Aromaterapi menurut Agusta (2002) adalah salah satu pengobatan penyakit dengan
menggunakan bau-bauan yang umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan serta berbau harum,
gurih, dan enak yang disebut minyak atsiri.
Pengertian tentang aroma terapi juga dikemukakan oleh beberapa pendapat di
antaranya menurut Roemantyo dan Harini (1999) yang menjelaskan bahwa aromaterapi
merupakan aplikasi terapi yang menggunakan aroma atau wewangian segar yang diperoleh
dari beberapa jenis tumbuhan. Kemudian Rachmi Primadiati seorang dokter ahli kecantikan
dan aromatologi mengemukakan bahwa aroma terapi itu satu teknik terapi yang
menggunakan minyak atsiri dari tumbuhan dengan cara dihirup, diminum, dioleskan, atau
dipijatkan (Lina, 2010).
B. Tujuan aromaterapi
Tujuan dari minyak aroma terapi adalah untuk meningkatkan kesehatan dan
kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa. Sekarang ini, semakin banyak digunakan untuk
berbagai kebutuhan kesehatan dan kecantikan, dari mulai perawatan hingga penyembuhan
(Jim, 2013).
C. Manfaat aromaterapi
1. Membantu meringankan Stress
Senyawa aromatik dari berbagai minyak esensial yang berbeda dikenal sebagai
relaksan dan bisa membantu untuk menenangkan pikiran dan menghilangkan
kecemasan. Beberapa minyak esensial terbaik untuk menghilangkan stres adalah
minyak lemon, minyak esensial lavender, bergamot, peppermint, vetiver, dan ylang.
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa minyak lemon bisa meningkatkan mood
dan mengurangi kemarahan (Yuli, 2014).
2. Antidepresan
Aromaterapi juga sangat umum digunakan untuk menghilangkan perasaan depresi,
karena efek sampingnya lebih ringan daripada antidepresan farmasi. Sementara
aromaterapi berguna untuk pengobatan, psikiater juga tetap diperlukan untuk menilai
apakah depresi masih berlanjut atau memburuk. Minyak esensial yang digunakan
untuk mengurangi depresi yang banyak disarankan ahli adalah minyak peppermint,
chamomile, lavender, dan melati (Yuli, 2014).
6
3. Meningkatkan memori
Alzheimer masih dianggap sebagai penyakit yang tak tersembuhkan, namun ada cara
tertentu untuk mengurangi atau memperlambat perkembangannya. Aromaterapi juga
sering menjadi sebagai alternatif untuk pengobatan tambahan bagi pasien demensia
Alzheimer. Studi telah menunjukkan khasiat aromaterapi pada pasien yang lebih
muda dapat meningkatkan kapasitas memori mereka dalam jangka waktu tertentu
setelah perawatan. Minyak Sage adalah minyak yang paling sering direkomendasikan
untuk efek meningkatkan memori (Yuli, 2014).
4. Meningkatkan jumlah Energi
Stimulan seperti kafein, nikotin, pil energi, atau zat lain bisa menmberikan efek yang
sangat merusak pada tubuh, sedangkan diet dan olahraga juga meningkatkan
kesehatan tubuh, namun banyak orang menggunakan aromaterapi untuk memperoleh
sedikit rasa lebih semangat. Banyak minyak esensial yang dikenal berguna untuk
meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan energi, dan merangsang tubuh dan
pikiran tanpa efek samping yang berbahaya. Minyak esensial yang terbaik untuk
mendorong energi termasuk lada hitam, kapulaga, kayu manis, minyak cengkeh,
angelica, melati, pohon teh, dan rosemary (Yuli, 2014).
5. Penyembuhan dan Pemulihan
Banyak minyak esensial yang bermanfaat untuk menstimulasi peningkatan
penyembuhan luka atau penyakit. Hal ini bisa disebabkan oleh karena peningkatan
aliran oksigen dan peredaran darah kepada luka yang perlu disembuhkan. Sifat anti
mikroba dari minyak esensial tertentu juga bisa menjaga tubuh terlindungi selama
tahap penyembuhan. Beberapa minyak esensial yang paling populer untuk
mempercepat proses penyembuhan termasuk lavender, calendula, rosehip, everlasting,
dan minyak buckthorn. Sejumlah orang bahkan menggunakan aromaterapi lebih dari
sekedar menyembuhkan luka, tapi juga untuk mengurangi tingkat keparahan dan
ketidaknyamanan karena masalah kulit seperti psoriasis dan eksim (Yuli, 2014).
6. Sakit kepala
Aromaterapi bisa menjadi solusi yang bagus untuk menghilangkan sakit kepala,
sekaligus mengurangi stres, kecemasan, atau untuk mencegah sakit kepala. Beberapa
minyak esensial yang terkait dapat mengurangi sakit kepala dan migrain adalah
peppermint, eucalyptus, minyak esensial cendana, dan minyak rosemary. Pasien juga
7
dapat mencampur minyak ini dengan minyak pembawa dan menyebarkannya ke kulit,
kulit kepala, leher, dan pelipis. Beberapa minyak pembawa terbaik untuk sakit kepala
termasuk minyak almond, alpukat, kelapa, aprikot, dan minyak wijen (Yuli, 2014).
7. Mengatasi Insomnia
Kurang tidur bisa memperburuk atau menyebabkan sejumlah masalah medis, serta
dapat menyebabkan rasa lelah dan kurang berenergi. Denngan demikian, aromaterapi
bisa membantu untuk mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia, sehingga bisa tidur
lelap dan berkualitas. Beberapa minyak esensial terbaik untuk mengatasi gangguan
insomnia termasuk lavender, chamomile, melati, benzoin, neroli, mawar, cendana,
dan minyak esensial ylang ylang (Yuli, 2014).
8. Sistem kekebalan tubuh
Sebagian besar medis mengatakan, aromaterapi bisa memberikan peningkatan sistem
kekebalan tubuh jika digunakan dengan benar. Efek antimikroba, efek anti jamur atau
antibakteri dari minyak esensial aromaterapi dapat melindungi dari sejumlah penyakit
dan infeksi. Beberapa minyak yang paling efektif untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh termasuk oregano, kemenyan, lemon, peppermint, kayu manis, dan
minyak esensial eucalyptus (Yuli, 2014).
9. Menghilangkan rasa nyeri
Analgesik yang biasa digunakan untuk mengobati rasa nyeri memiliki banyak efek
samping pada tubuh. Nyeri adalah salah satu kondisi umum yang bisa diatasi dengan
aromaterapi. Minyak esensial termasuk lavender, chamomile, clary sage, juniper,
kayu putih, rosemary, dan minyak peppermint bisa digunakan untuk tujuan
menghilangkan rasa nyeri (Yuli, 2014).
10. Pencernaan
Masalah pencernaan tertentu dapat diobati dengan aromaterapi, seperti meringankan
sembelit, gangguan pencernaan, kembung, dan mempercepat metabolisme sehingga
makanan bisa lebih cepat dicerna. Minyak esensial jeruk biasanya yang terbaik untuk
mengobati kondisi pencernaan, termasuk lemon. Tetapi ada juga beberapa studi yang
menyarankan jahe, adas, chamomile, clary sage, dan lavender (Yuli, 2014).
D. Bentuk - Bentuk Aromaterapi
1. Essential Oil Aroma Therapy / Minyak Essensial Aroma Terapi
Sesuai dengan namanya, aroma terapi jenis ini berbentuk cairan/minyak.
Penggunaannya bermacam-macam, dipanaskan pada tungku (tungku listrik aroma
8
terapi atau tungku lilin aroma terapi), dioleskan pada kain, dioleskan pada bola lampu
dan dioleskan pada saluran udara.
2. Dupa Aroma Terapi / Stick Incense Aromatherapy
Dupa tidak hanya digunakan untuk kegiataan keagamaan tertentu, kini bentuk dupa
pun menjadi salah satu bentuk aroma terapi. Dengan bentuk yang padat, sehingga
anda tidak perlu takut tumpah. Hanya saja karena jenis aroma terapi ini berasap,
aroma terapi jenis dupa lebih tepat digunakan untuk ruangan yang besar atau di
ruangan terbuka. Jenis dupa aroma terapi sendiri saat ini ada 3 jenis, yaitu berupa
dupa aroma terapi panjang, dupa aroma terapi pendek dan dupa aroma terapi
berbentuk kerucut.
3. Lilin Aroma Terapi / Candle Aroma Therapy
Berkaitan dengan aroma terapi ada 2 jenis lilin yang digunakan, lilin untuk pemanas
tungku dan lilin aroma terapi. Lilin yang digunakan untuk memanaskan tungku aroma
terapi tidak memiliki wangi aroma terapi karena fungsinya adalah memanaskan
tungku yang berisi aroma terapi essential oil. Sedangkan lilin aroma terapi adalah lilin
yang jika dibakar akan mengeluarkan wangi aroma terapi.
4. Message Oil Aroma Therapy / Minyak Pijat Aroma Terapi
Bosan bukan jika dipijat dengan minyak yang baunya aneh-aneh. Nah, variasi baru
dari aroma terapi yaitu berbentuk minyak pijat. Wanginya sama saja seperti aroma
terapi bentuk lainnya hanya saja bentuk dan cara penggunaannya yang berbeda.
5. Garam Aroma Terapi / Bath Salt Aromatherapy
Mandi menggunakan air garam hangat dipercaya mampu mengeluarkan toksin/racun
yang ada di dalam tubuh. Dengan garam aroma terapi ini suasana mandi air garam
anda akan lebih menyenangkan. Untuk menggunakan garam aroma terapi ini
sebaiknya anda mandi dengan cara berendam atau bisa juga digunakan untuk
merendam bagian tubuh tertentu seperti telapak kaki untuk mengurangi rasa lelah
anda.
6. Sabun Aroma Terapi / Soap Aroma Therapy
Sabun dengan aroma terapi, bentuknya yang saat ini beredar adalah berupa sabun
padat namun dengan berbagai wangi aroma terapi, tidak hanya wangi saja namun
berbagai kandungan/ekstrak dari tumbuh-tumbuhan dibenamkan di dalam sabun ini
sehingga sabun ini juga baik untuk kesehatan tubuh, seperti menghaluskan kulit,
menjauhkan serangga dan lainnya.
9
E. Berikut ini beberapa jenis aroma dan manfaatnya.
1. Aromaterapi Basil: Mengatasi sakit perut, kejang otot dan pegal linu, masalah
pernapasan, flu dan demam, lelah mental, sakit kepala, sulit konsentrasi dan mudah
gugup.
2. Aromaterapi Cedarwood: Untuk infeksi pernapasan dan saluran kencing, penyegar
bagi kulit berminyak dan pori-pori tersumbat, ketombe dan gatal-gatal.
3. Aromaterapi Chammomile Roman: Cocok untuk semua permasalahan kulit seperti
jerawat, alergi, luka bakar, eksim dan peradangan kulit.
4. Aromaterapi Clove: Mengurangi sakit gigi, diare, kudis, kurap dan kadas.
5. Aromaterapi Cubeb: Untuk penyakit anorexia, selulit dan kurang nafsu makan.
6. Aromaterapi Cypress: Mengatasi tekanan darah rendah, system sirkulasi, wasir,
selulit serta mengurangi keringat yang berlebihan dari dalam tubuh.
7. Aromaterapi Ginger: Melindungi tubuh dari rasa kedinginan, demam, mual-mual,
pencernaan, anti peradangan, infeksi saluran kencing, kandung kemih,
menghancurkan segala jenis parasit usus dan menormalkan tekanan darah.
8. Aromaterapi Geranium: Berkhasiat mengencangkan payudara, menopause, eksim
jerawat, pendarahan, tanda melahirkan sekaligus mencerahkan kulit.
9. Aromaterapi Grapefruit: Mengatasi pegal linu, menggigil, sakit kepala, flu dan
demam serta membuang racun-racun dalam tubuh.
10. Aromaterapi Lavender: Merawat infeksi paru-paru, sinus, vaginal termasuk jamur,
radang tenggorokan, asma, kista dan peradangan lain. Meningkatkan daya tahan
tubuh, regenerasi sel, luka terbuka, infeksi kulit dan sangat nyaman untuk kulit bayi.
11. Aromaterapi Lemon: Selain baik untuk kulit berminyak, berguna pula sebagai zat
antioksidan, antiseptik, melawan virus dan infeksi bakteri, mencegah hipertensi,
kelenjar hati dan limpa yang tersumbat, memperbaiki metabolisme, menunjang sistem
kekebalan tubuh serta memperlambat kenaikan berat badan.
12. Aromaterapi Jasmine: Pembangkit gairah cinta, baik untuk kesuburan wanita,
mengobati impotensi, anti-depresi, pegal linu, sakit menstruasi dan radang selaput
lendir.
13. Aromaterapi Juniper: Khusus perawatan penyempitan pembuluh arteri dan masalah-
masalah yang berhubungan dengan penyumbatan seperti peregangan pembuluh darah,
wasir dan selulit.
14. Aromaterapi Orange: Baik untuk kulit berminyak, kelenjar getah bening tak lancar,
debar jantung tak teratur dan tekanan darah tinggi.
10
15. Aromaterapi Peppermint: Membasmi bakteri, virus dan parasit yang bersarang di
pencernaan. Melancarkan penyumbatan sinus dan paru, mengaktifkan produksi
minyak dikulit, menyembuhkan gatal-gatal karena kadas/kurap, herpes, kudis karena
tumbuhan beracun.
16. Aromaterapi Rosemary: Salah satu aroma yang manjur memperlancar peredaran
darah, menurunkan kolesterol, mengendorkan otot, reumatik, menghilangkan
ketombe, kerontokan rambut, membantu mengatasi kulit kusam sampai di lapisan
terbawah. Mencegah kulit kering, berkerut yang menampakkan urat-urat kemerahan.
17. Aromaterapi Sandalwood: Menyembuhkan infeksi saluran kencing dan alat
kelamin, mengobati radang dan luka bakar, masalah tenggorokan, membantu
mengatasi sulit tidur dan menciptakan ketenangan hati.
18. Aromaterapi Tea tree: Berperan sebagai tonik kekebalan yang baik mengobati
penyakit paru-paru, alat kelamin, vagina, sinus, infeksi mulut, infeksi jamur, cacar air,
ruam saraf serta melindungi kulit karena radiasi bakar selama terapi kanker.
19. Aromaterapi Thyme: Menyembuhkan gangguan pencernaan dan jamur,
menghancurkan cacing gelang dan cacing pita.
20. Aromaterapi Ylang-ylang/Kenanga: Bersifat menenangkan, melegakan sesak
napas, berfungsi sebagai tonik rambut sekaligus sebagai pembangkit rasa cinta.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Aromaterapi didefinisikan dalam dua kata yaitu aroma yang berari wangi-wangian
(fragrance) dan therapy yang berarti perlakuan pengobatan, jadi secara ilmiah diartikan
sebagai wangi-wangan yang yang memiliki pengaruh terhadap fisiologis manusia.
Aromaterapi merupakan metode pengobatan melalui media bau-bauan yang berasal dari
bahan tanaman tertentu. Tujuan dari minyak aroma terapi adalah untuk meningkatkan
kesehatan dan kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa. Ada berbagai jenis wewangian
aromaterapi yang ada, yaitu basil, lavender, jasmine, sandalwood, peppermint, ginger, lemon,
orange, geranium, dan masih banyak lagi. Dan setiap wangi- wangian tersebut memiliki
kelebihan positif yang bermacam- macam. Sesuai bentuk - bentuknya aromaterapi dapat
dipergunakan sebagai pewangi ruangan, aroma minyak saat dipijat, berendam, bahkan untuk
aroma badan setelah mandi.
12
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
13