BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)
&
RESUSITASI JANTUNG PARU
(RJP)
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Sesi Pembelajaran Peserta dapat :
1. Menjabarkan interaksi system pernafasan, jantung, dan
otak.
2. Mengidentifikasi dan memastikan tanda-tanda henti
jantung dan aktivasi system kedaruratan.
3. Menguraikan rantai kehidupan di luar rumah sakit.
4. Mencontohkan perbandingan peran penolong.
5. Mencontohkan pembagian usia dalam RJP.
6. Melakukan RJP Berkualitas dengan 1 orang.
7. Melakukan RJP berkualitas dengan 2 orang penolong.
8. Mematuhi RJP Berkualitas dalam Pertolongan Pertama
dengan 1 orang dan 2 orang penolong.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Sesi Pembelajaran Peserta dapat :
9. Menggunakan AED
[Link] AED pada orang Dewasa
[Link] AED
[Link] Keamanan dan Keefektipan penggunaan AED
[Link] jenis-jenis sumbatan jalan nafas dan tanda-
tanda sumbatan jalan nafas
[Link] penatalaksanaan sumbatan jalan nafas karena
benda asing pada dewasa dan anak pada kondisi sadar dan
tidak sadar.
Sistem Pernafasan
A. Hidung & Mulut
B. Tekak ( Farings )
C. Pangkal tenggorok (Larings )
D. Batang tenggorok (Trakea)
E. Cabang tenggorok (Bronkus)
F. Paru – paru
G. Anak cabang Tenggorok
(Bronkiolus )
H. Gelembung udara Paru-paru
(Alveolus )
• Proses menarik nafas disebut inspirasi / inhalasi
• Proses menghembuskan nafas disebut
ekspirasi/ekshalasi
• Sel tubuh (terutama otak) dapat bertahan untuk
tidak mendapat O2 dalam waktu 4 – 6 menit
kemudian akan terjadi kematian sel-sel otak
yang dimulai setelah 8 – 10 menit
SISTEM SIRKULASI
Terdiri dari :
1. Jantung
2. Pembuluh darah
3. Darah dan komponennya
4. Saluran limfe
JANTUNG
Terdiri dari :
• Serambi kanan : berisi darah dari seluruh
tubuh yang banyak mengandung CO2
• Bilik kanan : berisi darah yang banyak
mengandung CO2 untuk disalurkan ke arah
paru-paru
• Serambi kiri : kaya akan darah yang
mengandung O2 dari paru-paru
• Bilik kiri : kaya akan O2 yang akan di sebarkan
ke seluruh tubuh
Penting untuk diingat
Mengapa nafas penolong dapat diberikan
ke korban?
Di udara bebas terdapat 21% O2. Tubuh
hanya memerlukan 5% untuk metabolisme
& 16% dikeluarkan lagi ke udara bebas.
Masih cukup konsentrasi O2 yang akan kita
berikan.
PEREDARAN DARAH BESAR
JANTUNG
VENA (DARAH > CO2) ARTERI (KAYA AKAN O2)
KE SELURUH BAGIAN
TUBUH
Terjadi pertukaran darah yang bersih dengan darah yang
kotor pada pembuluh darah kapiler
PEREDARAN DARAH KECIL
PARU-PARU
Terjadi pertukaran O2 dengan CO2
PEMBULUH DARAH (ARTERI) PEMBULUH DARAH BALIK
Darah > CO2 (VENA) kaya O2
JANTUNG
Sistem pernafasan dan
sirkulasi
Terganggunya satu diantara dua
sistem ini maka akan
menyebabkan ancaman
kehilangan nyawa seseorang
KAPAN DILAKUKAN
• Tersumbatnya jalan nafas
• Tidak menemukan adanya nafas
• Tidak ada nadi
Maka Harus Dilakukan :
BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)
/ Basic Life Support (BLS)
Khusus BHD (BLS), penderita
dibagi menjadi:
• Bayi : 0 – 12 bulan (1 tahun)
• Anak : 1tahun – Puberitas
• Dewasa : Setelah Puberitas
Jantung dapat berhenti akibat:
• Gangguan pernafasan
• Penyakit jantung
• Syok
• Komplikasi penyakit lain
Semakin cepat kerja jantung semakin cepat pula
pernafasan seseorang
Catatan Penting
Pada bayi dan anak, kasus gangguan
pernafasan sangat sering
menyebabkan terjadinya henti
jantung, sehingga penguasaan jalan
nafas sangatlah penting
MATI
•Mati klinis
Tidak ditemukan adanya pernafasan dan
denyut nadi.
Mati klinis bersifat reversibel (dapat
dikembalikan lagi fungsinya). Penderita punya
kesempatan waktu 4 – 6 menit untuk
dilakukan resusitasi tanpa kerusakan otak
Mati Biologis :
Kematian ini bersifat ireversibel (tidak dapat
dikembalikan fungsinya), terjadi 8 – 10 menit
dari henti jantung.
Kecuali: berada di suhu yang ekstrim
dingin
TANDA PASTI MATI
• Lebam Mayat
Adanya penumpukan darah di daerah paling rendah
dari tubuh akibat gravitasi bumi (20 – 30 menit dan
menetap setelah 6 – 8 jam)
• Kaku Mayat
Kaku pada tubuh dan anggota alat gerak setelah
meninggal. Biasanya terjadi antara 1 – 2 jam kemudian
TANDA PASTI MATI (2)
• Pembusukan
Muncul 6 – 12 jam. Ditandai dengan bau yang sangat
tidak enak dan jenazah biasanya sudah membengkak.
Sangat tergantung dengan suhu, dll
• Tanda lainnya: cedera yang mematikan
Yang dimaksud adalah cedera yang bentuknya
sedemikian parah hingga dapat dipastikan penderita
tidak mungkin bertahan hidup
* Jika terdapat tanda tersebut tidak perlu
dilakukan RJP
HANYA DOKTER YANG BERHAK
MENYATAKAN SESEORANG TELAH
MENINGGAL
BANTUAN HIDUP DASAR ATAU
BASIC LIFE SUPPORT (BLS)
Dikenal dengan akronim A B C
• A = Airway Control
(Penguasaan jalan nafas)
• B = Breathing Support
(Bantuan pernafasan)
• C = Circulatory Support
(Bantuan sirkulasi lebih dikenal pijat jantung
luar)
A = AIR WAY CONTROL
(Penguasaan Jalan Nafas)
MENGAPA ?
Untuk menjaga agar
lidah tidak jatuh
menutupi saluran
pernafasan
Pada bayi jangan
dilakukan ekstensi
maskimal
HEAD TILL CHIN LIFT JAW THRUST MANEUVER
Tidak ada trauma Bila ada trauma [Link]
Tl. belakang
B = Breathing Support
(Bantuan Pernafasan)
Teknik memberikan bantuan
pernafasan
1. Mulut ke masker RJP
2. Mulut ke APD
3. Mulut ke mulut/hidung
4. BVM (Bag Valve Mask) ke mulut
Bahaya bagi penolong yang melakukan
bantuan pernapasan dari mulut ke mulut:
• Penyebaran penyakit.
• Kontaminasi bahan kimia.
• Muntahan penderita.
FREKUENSI PEMBERIAN NAFAS BUATAN
Dewasa 10 - 12 x/menit
(1,5 - 2 detik)
Anak (1-8th) 20 x/menit
(1 - 1,5 detik)
Bayi (0-1th) Lebih dari 20 x/menit
(1 - 1,5 detik)
BBL 40 x/menit
(1 - 1,5 detik)
• Tindakan paling penting pada bantuan
sirkulasi adalah Pijatan Jantung Luar.
Dewasa 5 cm
Anak 5 cm
Bayi 4 cm
Resusitasi
Jantung Paru (RJP) /
Cardio Pulmonary Resuscitation
(CPR)
AHA 2016
RJP MERUPAKAN GABUNGAN TIGA
KOMPONEN A, B, C YANG HARUS DILAKUKAN
SESEGERA MUNGKIN
Langkah RJP
MENCARI TITIK KOMPRESI
Profesional Responder
• DEWASA & ANAK :
Dua jari diatas tulang taju
pedang/xifoid/pertemuan tulang iga
Untuk dewasa lebih dari 8 tahun dengan dua
tangan.
Untuk anak 1 – 8 tahun dengan satu tangan
• BAYI
Satu Jari Dibawah Garis Imajiner Dua Puting Susu
MENCARI TITIK KOMPRESI
Awam
• DEWASA & ANAK :
Tepat ditengah dadanya (Centre of chest)
• BAYI
Satu Jari Dibawah Garis Imajiner Dua Puting
Susu
RJP Dewasa 1 penolong
Rasio (pijatan : nafas) 30 : 2 sebanyak 5 siklus (2 menit)
Kecepatan pijatan Minimal 100 – 120 X/menit
Kedalaman pijatan 5 Cm
Pernafasan buatan 10 – 12 / menit
Lama pernafasan 1,5 – 2 detik
Tangan 2 tangan pd bagian 2 jari bawah tulang
dada
Cek nadi karotis
RJP Dewasa – 2 penolong
RJP Dewasa - 2 penolong
Rasio (pijatan : nafas) 30 : 2 sebanyak 5 siklus (2 menit)
Kecepatan pijatan Minimal 100 – 120 X/ menit
Kedalaman pijatan 5 Cm
Pernafasan buatan 10 – 12 / menit
Lama pernafasan 1,5 – 2 detik
Tangan 2 tangan pd bagian 2 jari bawah tulang
dada
Cek nadi karotis
SEBELUM RJP DILAKUKAN, PASTIKAN :
1. TIDAK ADANYA RESPON
2. TIDAK ADANYA PERNAFASAN
3. TIDAK ADANYA DENYUT NADI
Danger : Keselamatan (nyawa)
Respon: AVPU
Shout help: Minta Tolong, cek nadi 5 – 10
detik, tidak ada minta tolong lagi
Circulatory: Pijat Jantung Luar (30 kali,
frek lebih 100x/menit)
Airway : HTCL/JTM
Breathing: 2 x tiupan bantuan
TANDA KEBERHASILAN RJP
• Mintalah seseorang untuk meraba denyut nadi
selama penekanan. Denyut nadi seharusnya teraba
selama penekanan
• Dada harus naik turun pada setiap ventilasi
• Pupil mata akan mulai bereaksi secara normal
• Warna kulit akan berkuarang kepucatannya
• Penderita mungkin mencoba untuk bergerak atau
menelan
• Denyut jantung akan kembali
RJP DAPAT DIHENTIKAN BILA :
1. Penderita pulih kembali
2. Penolong kelelahan
3. Diambil alih oleh tenaga yang sama
atau yang lebih terlatih
4. Ada tanda pasti mati.
KAPAN RJP TIDAK
DILAKUKAN :
1. Lebam mayat
2. Bayi yang mati di kandungan
3. Kaku mayat
4. Cedera mematikan
5. Pembusukkan
KAPAN MENGHENTIKAN RJP
• Memindahkan penderita ke brankar (tdk boleh
lebih 5 detik)
• Menurunkan penderita
• Memasukkan atau mengeluarkan penderita dari
ambulans (tdk boleh lebih 5 detik)
• Untuk memberikan defibrilasi atau untuk
memulai tindakan ACLS
• Kelelahan
EFEK SAMPING YANG DISEBABKAN DALAM
MELAKUKAN RJP
1. Fraktur dari tulang dada dan strenum
2. Pneumotoraks (bocornya paru-paru)
3. Hemotoraks (perdarahan dlm paru-paru /
rongga dada
4. Luka dan memar pada paru-paru
5. Robekan pada hati
* Efek ini jarang terjadi jika RJP dilakukan dengan baik
dan berhati-hati.
Masalah dalam melakukan RJP
Masalah Akibat
Penderita tidak berbaring pada bidang RJP kurang efektif
yang keras
Penderita tidak berbaring horisontal Bila kepala lebih, aliran darah ke otak
lebih sedikit
HTCL tidak dilakukan Airway tidak terbuka
Penutupan tidak rapat disekitar mulut Ventilasi tidak efektif
dan hidung
Hidung tidak dijepit, atau mulut tidak Ventilasi tidak efektif
terbuka baik
Letak tangan tidak sempurna atau Patah sternum, patah iga, robekan pada
kompresi tidak baik jantung, paru, hati, limpa
Kompresi terlalu dalam atau terlalu Darah yang terpompa kurang
cepat
Perbandingan kompresi dengan ventilasi Oksigenasi darah kurang
tidak benar
(Automated External Defibrilator)
BENTUK/JENIS AED
Pentingnya segera dilakukann defibrilasi awal (early
Defibrilation)
1 2 3 4 5
Chain of Survival
1. Segera kenali pasien dan aktifkan emergency
respon system
2. Segera lakukan CPR dengan tekanan pada dada
3. Cepat lakukan defibrilasi AED,
4. Efektifkan advanced life support and
5. Integrated post-cardiac arrest care.
AHA Guidelines 2016 for CPR and ECC:
AEDs di gunakan sebagai salah satu bagian dalam
sistem penanganan pasien kritis
Dalam Chain of Survival penanganan di pra
hospital.
NOTE : AHA ( American Heart Association)
• Tujuan penggunaan AED adalah untuk
menambah rata-rata harapan hidup pada
pasien-pasien yang mengalami cardiac
arrest
• Listrik dari defibrillator bagus dan efektif
untuk kasus henti jantung.
• AED Effective digunakan unyuk memberikan
shock pada pasien pada 3 sampai 5 menit dari
collaps/tidak sadar
• Dari masing-masing menit pada fase tanpa CPR
dan Defibrilasi akan mengurangi angka harapan
hidup pasien 7 sampai 10 %
• AHA merekomendasi untuk dilakukannya review
praktek CPR dan AED setiap 6 bulan bagi yang
potensial menggunakan AED
Automated External Defibrillators (AEDs)
Features of an AED:
On / Off Status
Connector Indicator
button
Socket
LCD
Screen
Shock
button
Defibrillation
pads
Speaker
Indikasi penggunaan AED:
1. Bagi korban yang :
• Tidak respon
• Tidak Bernafas
2. Penolong yang :
• Mempunyai akses ke AED
• Terlatih dalam penggunaan AED
Penilaian Bahaya
Hindari sebagai berikut:
– Metal / Besi / logam
– Water surfaces / permukaan air / basah
– Flammable or Explosive Gas / gas yang
mudah terbakar atau meledak
Persiapkan dada korban :
1. Buka (remove) baju dan Perhiasan dari area dada korban
2. Buka (remove) tempelan obat (koyo, plaster dll) dan
medical patches lainnya dari dada.
3. Jika dada berambut/berbulu, cukur atau kuris
4. Lap kering area dada jika basah
5. Pasang pad 4 jari dari pacemaker, Jika ADA
Memasang Pad AED
Lihat tanda yang terdapat
pada AED pad
Right pad
Left pad
Memasang Pad AED:
satu pada pada
dada kanan di
bawah tulang
One pad just below and
selangka
to the left of the left
nipple
Satu Pad pada dada kiri
di bagian agak ke bawah
putting susu
Prosedur Defibrilasi
• “Apply AED pads” while CPR is in progress
• Switch “ON” the AED
• “Plug in” connector
• “Analyze rhythm”
• “STAND CLEAR”
Keamanan Penggunaan AED
• Pastikan mengikuti petunjuk/instruksi pada
AED
• Jangan sampai anda dan orang sekitar anda
terkena sengatan AED (Don’t defibrillate
yourself and others)
• Kenali alat AED anda / peralatan anda
• Rawat lah AED / peralatan anda
• Lakukan di lingkungan yang kering
SUMBATAN JALAN NAFAS / FOREIGN BODY
AIRWAY OBSTRUCTION (FBAO)
Sumbatan jalan nafas dpt dibagian atas atau
bawah.
• Pada bagaian atas adalah sumbatan pada bagian
belakang mulut atau saluran hidung
• Pada bagian bawah disebabkan benda asing
dalam saluran pernafasan atau spasme dari
saluran bronkus seperti asma
PENYEBAB
• Lidah
Terutama pada penderita tidak sadar
• Epiglotis
Jika bengkak bisa menutup saluran Pernafasan
• Benda Asing Dalam Tubuh
• Kerusakan Jaringan
• Penyakit Lain
(Asthma, tonsil / amandel)
JENIS SUMBATAN
• Sumbatan Parsial (Sebagian)
Biasanya terdengar suara tambahan
• Sumbatan Total (Seluruhnya)
Pada orang dewasa biasanya ditandakan dgn
mencekik lehernya
Penatalakasanaan
Sumbatan Benda Asing Jalan Nafas
Pada Dewasa Dan Anak
Cara yang dianjurkan untuk membebaskan
sumbatan jalan nafas oleh benda asing,
baik total maupun dengan pertukaran
udara yang lemah adalah hentakan perut
(Abdominal Thrust, Heimlich Maneuver)
Sumbatan dewasa / anak tidak sadar
1. Posisikan penderita berbaring terlentang
2. Lakukan dengan prosedur RJP / CPR
Penatalaksanaan
FBAO pada Penderita
Sangat Gemuk dan Hamil
Prinsip dasar sama dengan yang biasa,
hanya kita lakukan dengan Hentakan
Dada
Hentakan dada (penderita
kegemukan - obese)
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Sesi Pembelajaran Peserta dapat :
1. Menjabarkan interaksi system pernafasan, jantung, dan
otak.
2. Mengidentifikasi dan memastikan tanda-tanda henti
jantung dan aktivasi system kedaruratan.
3. Menguraikan rantai kehidupan di luar rumah sakit.
4. Mencontohkan perbandingan peran penolong.
5. Mencontohkan pembagian usia dalam RJP.
6. Melakukan RJP Berkualitas dengan 1 orang.
7. Melakukan RJP berkualitas dengan 2 orang penolong.
8. Mematuhi RJP Berkualitas dalam Pertolongan Pertama
dengan 1 orang dan 2 orang penolong.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah Sesi Pembelajaran Peserta dapat :
9. Menggunakan AED
[Link] AED pada orang Dewasa
[Link] AED
[Link] Keamanan dan Keefektipan penggunaan AED
[Link] jenis-jenis sumbatan jalan nafas dan tanda-
tanda sumbatan jalan nafas
[Link] penatalaksanaan sumbatan jalan nafas karena
benda asing pada dewasa dan anak pada kondisi sadar dan
tidak sadar.
TAMPI ASIH