100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan12 halaman

Perawatan Pasca Sectio Caesarea

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang perawatan post sectio caesarea yang mencakup tujuan kegiatan, materi penyuluhan, dan tahapan pelaksanaannya."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan12 halaman

Perawatan Pasca Sectio Caesarea

Dokumen tersebut merangkum satuan acara penyuluhan tentang perawatan post sectio caesarea yang mencakup tujuan kegiatan, materi penyuluhan, dan tahapan pelaksanaannya."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Satuan Acara Penyuluhan

Pokok Bahasan : Perawatan Post Sectio Caesarea (SC)


Sasaran : Pasien dan keluarga
Tempat Kegiatan :Ruang Cempaka RSUD GEMOLONG
Hari/Tanggal : Senin / 27 Mei 2019
Alokasi Waktu: 30 menit

A. Latar Belakang
Saat ini dampak dan resiko kesehatan pasca section caesare ini cukup berarti
seperti infeksi, perdarahan, luka pada organ, komplikasi dari obat bius dan kematian
(indiarti,2012). Lebih dari 85% section caesare disebabkan karena adanya riwayat
section caesare sebelumnya. Distosia persalinan, gawat janin dan presentasi bokong.
Angka mortalitas ibu pada section caesare elektif adalah 2,8% sedangkan untuk section
caesare emergensi mencapai 30% (pangastuti,2011).Untuk mengurangi angka
mortalitasnya diperlukan salah satu tindakan yaitu perawatan luka post operasi SC pada
pasca pulang dari rumah sakit.
Salah satu cara untuk menurunkan angka kematian dengan tindakan
penyelamatan bayi serta ibunya saat persalinan. Tindakan penyelamatan bayi dan ibu
dalam persalinan salah satunya adalah dengan cara operasi sectio caesarea (SC). Bedah
sesar (bahasa Inggris: caesarean section atau cesarean section dalam Inggris-Amerika),
disebut juga dengan seksio sesarea (disingkat dengan sc) adalah prosespersalinan
dengan melalui pembedahan di mana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan
rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi.
Penemuan operasi bedah caesar tentunya sangat banyak menolong ibu hamil
yang memiliki masalah atau komplikasi medis pada kandungannya, sehingga dapat
menyelamatkan banyak nyawa ibu dan anak yang tidak bisa tercapai pada proses
kelahiran normal. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa operasi bedah caesar juga
mempunyai dampak negatif pada kesehatan, misalnya : cedera kandung kemih, cedera
pada rahim, cedera pada pembuluh darah, cedera pada usus dan dapat pula cedera pada
bayi, resiko infeksi dan masih banyak lagi.
B. Tujuan Instruksional
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta
mengenai perawatan setelah SC.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta penyuluhan mampu:
a. Peserta mengerti tujuan perawatan luka
b. Peserta mengerti dan mampu melakukan cara merawat luka bekas sayatan
dirumah
c. Peserta memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan luka.

C. Materi Penyuluhan
a. Peserta mengerti tujuan perawatan luka
b. Peserta mengerti dan mampu melakukan cara merawat luka bekas sayatan
dirumah
c. Peserta memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan luka.

D. Sasaran
Pasien dan keluarga di Ruang Cempaka

E. Metode
Ceramah, tanya jawab, diskusi

F. Media
Leaflet
flipcart

G. Pengaturan Tempat
Keterangan:
: Media

: Notulen

: Moderator

: Presenter

: Audiens

: Fasilitator

H. Kegiatan Penyuluhan

No Fase Kegiatan Perawat Kegiatan Peserta Waktu


1 Pre 1. Menyiapkan materi Hadir ditempat acara 5 menit
interaksi satuan acara penyuluhan
penyuluhan
2 Interaksi 1. Mengucapkan Memperhatikan 3 menit
salam pembuka,
memperkenalkan
diri
2. Menentukan Memperhatikan
kontrak waktu dan
materi dengan
peserta penyuluhan
3. Menjelaskan tujuan
dilakukannya Memperhatikan
penyuluhan
4. Pretes
(menanyakan
kepada peserta Menjawab
apakah sebelumnya
pernah
mendapatkan
informasi tentang
perawatan luka)

3 Kegiatan d. Menjelaskan tujuan Mendengarkan 20 menit


perawatan luka penjelasan
e. Menjelaskan cara
perawatan luka Mendengarkan
bekas sayatan di penjelasan.
rumah.

f. Menjelaskan hal- Mendengarkan


hal yang perlu penjelasan
diperhatikan dalam
perawatan luka.
Memberikan
g. Memberikan kesempatan untuk
audiens untuk bertanya
bertanya Menjawab
h. Memberikan pertanyaan
pertanyaan
(evaluasi)
4 Penutup 1. Mengakhiri Mendengarkan 2 menit
pertemuan dan
mengucapkan
terima kasih atas
partisipasi audiens
2. Mengucaka Mendengarkan
n salam penutup.
Menjawab salam.

I. Pembagian Tugas
Pemberi Materi : Muhammad Rais Prasetyo
Moderator : Irfan Sofyan Ali Imron
Fasilitator :Ilham Azis Purnama

J. Kriteria Evaluasi
1. Struktur
a. Mendapatkan perizinan kepada pihak rumah sakit mengenai kegiatan
penyuluhan beberapa hari sebelum acara
b. Materi dan media siap sebelum penyuluhan dilakukan
c. Sarana dan prasaranan siap sebelum penyuluhan dilakukan
d. Menyusun anggota penyuluhan

2. Proses
a. Jumlah peserta penyuluhan minimal 5 peserta
b. Media yang digunakan adalah leaflet
c. Waktu penyuluhan 30 menit
d. Tidak ada peserta meninggalkan tempat penyuluhan saat kegiatan
berlangsung
e. Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan

3. Hasil
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, peserta diharapkan mengalami
peningkatkan pengetahuan tetang perawatan setelah operasi caesar dan cuci tangan
dengan indikator 90% pasien mambu menjawab 3 dari 4 tujuan khusus

K. Materi Penyuluhan
(Lampiran 1)

L. Daftar Pustaka
(Lampiran 2)
Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian operasi Sectio Caesarea (SC)


Sectio Caesarea menurut (Wikjosastro, 2012) adalah suatu persalinan buatan
dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim
dengan syarat dinding dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram.
Sementara menurut (Bobak et al, 2010) Sectio Caesarea merupakan kelahiran bayi
melalui insisi trans abdominal. Menurut (Mochtar, 2010) Sectio Caesarea adalah suatu
cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding
depan perut atau vagina atau Sectio Caesarea adalah suatu histerotomia untuk
melahirkan janin dalam rahim.

2. TUJUAN
a. Mencegah terjadinya infeksi
b. Membantu proses penyembuhan
c. Memberikan rasa nyaman

3. CARA PERAWATAN LUKA BEKAS SAYATAN DI RUMAH


Biasanya, benang operasi terserap secara otomatis. Beberapa cara merawat bekas
sayatan luka operasi sebagai berikut :
a. Bagi ibu yang sudah bisa mandi tanpa diseka, sebaiknya mandi dengan shower
atau mandi bersiram. Kalau ingin mandi berendam dengan bath up, bersihkan
tempat mandi tersebut sebelum dan setelah digunakan.
b. Setelah mandi, segera keringkan bekas sayatan tersebut dengan handuk yang
lembut, kertas tisu,atau kapas.
c. Jangan memakai celana dalam yang pendek (jenis bikini) karena karet celana jenis
ini akan menekan bekas sayatan sehingga akan terasa sakit.
d. Kalau bekas sayatan menjadi bengkak kemerahan dan terasa tanda-tanda ini
menunjukan terjadinya infeksi.
e. Jika merasa gatal jangan digaruk,
4. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PERAWATAN LUKA
a. Setiap hari kasa harus di buka
Idealnya kasa yang dipakai diganti kasa baru setiap satu minggu sekali. Tidak terlalu sering agar
luka cepat kering, jika sering dibuka luka bisa menempel pada kasa sehingga sulit untuk kering.
Maka mintalah kepada keluarga Anda untuk membukanya selama satu minggu sekali.
b. Bersihkan jika keluar darah dan langsung ganti kasa
Jika luka operasi keluar darah, maka segeralah untuk mengganti kasanya agar tidak basah atau
lembab oleh darah. Kerena darah merupakan kuman yang bisa cepat menyebar keseluruh bagian
luka.
c. Jaga luka agar tak lembab
Usahan semaksimal mungkin agar luka tetap kering karena tempat lembab akan menjadikan
kuman cepat berkembang. Misalkan suhu kamar terlalu dingin dengan AC yangmembuat
ruangan lembab. Bisa jadi luka anda pun ikut lembab. Hindari ruangan lembab,dan atur suhu AC
Anda.
d. Menjaga kebersihan
Agar luka operasi tidak terkena kotoran yang mengakibatkan cepat berkembangnyakuman,
maka kebersihan diri dan lingkungan sekitar Anda semaksimal mungkin harusdijaga. Jauhkan
luka dari kotoran, untuk itu seprei dan bantal harus selalu bersih dari debu.
e. Gunakan bahan plastik atau pembalut yang kedap air (Opset)
Jika Anda mau mandi atau aktifitas yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air, gunakan
bahan plastik atau pembalut yang kedap air (opset) untuk melindungi luka bekas operasi agar
tidak terkena air. Upayakan agar luka tidak sampai basah, karena bisa mempercepat
pertumbuhan kuman.
f. Makan dan minum sesuai dengan kebutuhan
Hidup sehat dengan minum air putih. Atur minum Anda dengan 8-9 gelas standar perhari.
Anggapan salah jika anda minum air putih bikin luka sulit mengering. Tidak demikian halnya,
karena jika tubuh sehat luka akan cepat mengering dan sembuh. Hindari makan makanan yang
mengandung bahan kimia dan pedas.
g. Makan makanan bergizi
Makanan bergizi terdapat pada sayuran hijau, lauk-pauk dan buah. Konsumsi sayur hijau seperti
bayam, sawi, kol dan sayur hijau lainnya menjadi sumber makanan [Link] lauk pauk
Anda bisa memilih daging, ayam, ikan, telur dan sejenisnya
h. Jangan mengangkat benda berat
Usahakan untuk tidak mengangkat benda benda yang berat karena kegiatan ini
bisa mengakibatkan tekanan pada bagian perut maupun pinggang sehingga merasa
sakit.
f. Jangan membungkuk
dalam melakukan pekerjaan apapun,termasuk mengangkat,memandikan serta
memakaikan pakaian ke bayi,usahakan untuk tidak membungkuk, Gerakan ini
menyebabkan punggung dan pinggang terasa sakit. Kalau harus membungkuk
untuk mengambil sesuatu,tekuklah kedua lutut.
g. Beristirahatlah
Istirahat akan mengembalikan energi yang kurang dan memulihkan tubuh
[Link] apabila merasa sehat,disarankan untuk mengembalikan fungsi
tubuh seoptimal [Link] karena itu,kurangi kerjaan rumah tangga yang
banyak menguras tenaga dan pikiran. Prioritaskan pekerjaan pada perawatan bayi.
Coba manfaatkanlah waktu untuk tidur pada saat bayi tidur.
5. Cara Melakukan Perawatan Luka Dirumah
a. Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan perawatn luka
pasien dan keluarga pasien diajarkan mengenai 6 langkah cuci tangan dan 5
momen cuci tangan.
b. Membuka balutan dengan hati hati
Jika tidak hati hati ditakutkan jika luka yang di jahit tersebut kembali terbuka karena
luka yang sudah dalam kondisi baik menjadi memburuk karena waktu membuka luka
yang kurang tepat
c. Bersihkan luka dengan menggunakan larutan NaCl atau air matang
Benda cair ini diharapkan dapat membersihkan luka dengan baik karena bakteri yang
ada didalam cairan tersebut sudah diminimalkan.
d. Beri luka dengan obat septic atau supratul
Jika diperlukan maka berikan obat septic untuk mencagah adanya bakteri atau kuman
yang menghambat proses penyembuhan luka
DAFTAR PUSTAKA

Yusmiati Dewi, Operasi caesar Pengantar dari A sampai Z, cet. I (Jakarta: Edsa
Mahkota, 2012),
Helen Varney, dkk. 2009. Buku Saku Bidan. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Gulardi Hanifa Wiknjosastro, dkk. 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal & Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.

Tim Penyusun. 2015. Asuhan Persalinan Neonatal. Departemen Kesehatan RI: Jakarta.

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN


KEGIATAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERWATAN LUKA POST
SC

A. Stuktur Kelompok
a. Leader : irfan sofyan ali imron
b. Co-leader : Muhammad Rais Prasetyo
c. Observer : Ilham Azis Purnama
d. Fasilitator :
Irfan sofyan ali imron
Muhammad rais prasetyo
Ilham azis purnama
e. Klien : pasien pre op sc di ruang cemaka RSUD dr Soeratno Gemolong

Pelaksanaan
a. Hari/Tanggal : Senin, 27 Mei 2019
b. Waktu : Pkl. 09.40 – 10.10 WIB
c. Alokasi waktu : Pembukaan (1 menit)
Presentasi (10 menit)
Tanya jawab (7 menit)
Evaluasi/validasi (2 menit)
Penutup (1 menit)
d. Tempat : Ruan VK cempaka RSUD dr Soeratno Gemolong
e. Jumlah klien : 1 pasien dan 3 keluarga (4 orang)

B. Evaluasi dan Dokumentasi


1. Evaluasi Struktur
a. Dalam pelaksanaan penkes, jumlah klien yang direncanakan 4 orang pasien
dengan post SC tetapi dalam pelaksanaannya klien yang hadir ada 1 orang
passien pre op sc dan 3 orang keluarga.
b. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan memungkinkan
klien untuk berkonsentrasi terhadap [Link] tetapi pada sesi akhir
penyajian pasien tampak fokus terhadap sensasi kontraksi rahimnya
c. Kurangnya personil dalam penyampaian materi sehingga beberapa
jobdeskripsi harus di doble.
d. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan sampai selesai.
e. Keluarga klien sangat kooperatif dengan penkes kali ini, hal ini dibuktikan
dengan adanya 2 pertanyaan dari suami klien yaitu ”apakah air matang yang
digunakan harus yang hangat dingin atau suhu ruangan, dan apakah makan
makanan yang amis itu membuat luka semakin kama sembuh?”. pertanyaan
ini mampu dijawab penyaji dengan baik dan keluarga memahami penjelasan
dari jawaban penyaji

2. Evaluasi Proses
a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
b. Leader mampu memimpin acara.
c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.
d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.
e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab
dalam antisipasi masalah.

3. Evaluasi Hasil
80% dari kelompok mampu:
a. Memahami cara merawat luka post sc
b. Mengetahui diet yang baik untuk post sc..

Anda mungkin juga menyukai