Spyware
Spyware memiliki ciri dan cara kerja yang unik berbeda
dari Malware dan Adware. Spyware adalah sebuah software atau perangkat
lunak yang bertugas untuk memantau dan memata matai aktivitas pengguna
internet kemudian menampilkan banyak iklan kepada netter.
Istilah spyware ini pertama kali dikenal pada tahun 1995 oleh seorang
pendiri kali Gregor Feund. Spyware pertama kali ditemukan pada sistem
model bisnis Microsoft. Program ini memata matai pengguna internet untuk
melihat aktivitas yang dilakukan user. Spyware bisa juga digunakan dan
dimanfaatkan oleh pemerintah untuk memata-matai tindak kejahtan yang
dilakukan oleh seseorang melalui dunia Cyber. Fungsi Spyware akan menjadi
negatif karena bisa juga digunakan oleh seseorang untuk melihat dan
mencuri data seseorang sehingga bisa juga diartikan
sebagai Virus sebagaimana Adware saat ini yang telah banyak
disalahgunakan.
Ciri – ciri ketika computer terinfeksi spyware adalah sebagai berikut.
1. Komputer terasa lambat, bahkan saat tidak menjalankan aplikasi
apapun.
2. Selalu muncul iklan pop-up ketika terkoneksi ke internet.
3. Settingan berubah pada browser padahal user tidak merasa
mengubah settingan.
4. Ada aplikasi yang terinstall sendiri tanpa diketahui.
5. Spyware bisa mengirimkan data kepada pengguna computer lain
ketika computer target terhubung keinternet.
Ada banyak jenis dari spyware yan menyebar di internet, berikut adalah
contoh dari spyware yang berbahaya ketika berhasil menginfeksi computer
kamu.
1. PC recorder
2. Parental Control Software
3. Detective Software
4. Internet Monitoring Software
Cara Mencegah Spyware
1. Memasang Anti Virus
Kita bisa menginstall anti virus terpercaya agar terhindar dari serangan spyware
tersebut. Karena dengan adanya anti virus yang terinstall pada perangkat
komputer kamu bisa membuat komputer tidak mudah diserang oleh spyware.
2. Update Anti Virus Secara Berkala
Kita harus mengupdate Anti Virus secara berkala, karena walaupun kita sudah
menginstall anti virus namun tidak pernah melakukan updating maka sama saja
percuma, karena nantinya anti virus tersebut tidak bisa mengidentifikasi dan
mencegah virus-virus baru yang bermunculan.
3. Disable Penyimpanan Cookie Pada Browser
Selanjutnya adalah dengan mendisable atau mematikan penyimpanan Cookie
yang ada pada browser, atau kalau tidak mau repot kita bisa menghapus semua
history kamu di browser dengan menekan tombol
kombinasi Ctrl + Shift + Delete lalu pilih Clear Data.