Nama : Virgy Agustina
NIM : 161724029
Kelas : 4C – TPTL
Tugas Rangkuman SCADA
1. Jenis – Jenis Sistem SCADA
Menurut skala sistem keseluruhan, sistem SCADA dapat dibedakan menjadi :
a. SCADA Dasar
SCADA dasar ini umumnya hanya terdiri dari sebuah RTU/PLC saja yang digunakan untuk
mengendalikan suatu plant dengan berbagai field device. Jumlah MTU yang digunakan juga
hanya satu buah. Gambar 1 menunjukan SCADA dasar.
Contoh :
Car manufacturing robot
Room temperature control
Water Level Control
Gambar 1 SCADA Dasar
b. Integrated SCADA
Sistem ini terdiri dari beberapa PLC/RTU yang terhubung dengan beberapa Distributed
Control System (DCS), namun hanya menggunakan 1 MTU. MTU ini dapat terhubung
dengan komputer lain melalui LAN, WAN ataupun internet. Gambar 2 menunjukan
blok sederhananya.
Contoh :
Water systems
Subway systems
Security systems
Gambar 2 Integrated SCADA
c. Networked SCADA
Sistem ini memiliki lebih dari 1 MTU yang saling terhubung. Ada 1 MTU pusat sebagai
koordinator dari sistem – sistem yang lain. MTU pusat ini juga dapat terhubung dengan
dunia luar melalui LAN, WAN, maupun internet. Blok sederhana dapat dilihat pada
Gamabar 3.
Contoh :
Power systems
Communication systems
Gambar 3 Networked SCADA
2. Software SCADA
Software SCADA bias mengunakan apa saja yang terpenting memiliki fitur sebagai berikut:
Human Machine Interface access to data
Graphic Displays Database
Alarms Networking
Trends Fault tolerance and redundancy
RTU / PLC Interface Client/Server distributed processing
Scalability / Expandability
software SCADA dari bermacam-macam vendor, misalnya :
Wonderware, Cimplicity, GE
Intellution WinCC RSView, Allen Bradley
SciTech, WinCC, Siemens
Vijeo Citec, Schneider dan lain - lain.
IFix, GE
Software tersebut biasanya memiliki fitur-fitur lengkap, kompleks dan tentu saja memiliki harga
yang tidak murah.
Gambar 4 Contoh software SCADA
3. Fungsi-Fungsi Utama SCADA
Ada beberapa fungsi utama dari SCADA, yang bisa dimanfaatkan diantaranya:
a. Akuisisi data, merupakan proses permainan data dari peralatan lapangan.
b. Konversi data, merupakan proses konversi data-data dari lapangan kedalam format standar.
c. Data processing, menganalisa data yang diterima untuk dilaporkan kepada operator.
d. Supervisory control, dimana memungkinkan operator untuk melakukan pengendalian pada
peralatan-peralatan dilapangan.
e. Tagging, memungkinkan operator untuk meletakan informasi tertentu pada peralatan
tertentu.
f. Pemrosesan alarm dan event yang menginformasikan apabila terjadi perubahan pada sistem.
g. Post mortem review, yang membantu menentukan akibat pada sistem jika ada gangguan
besar pada sistem.
4. Arsitektur Sistem SCADA
Arsitektur dasar dari sebuah sistem SCADA dapat dilihat pada gambar 5.
Gambar 5 Arsitektur Sistem SCADA Umum
Berikut ini penjelasan dari masing – masing bagiannya :
a. Operator
Operator manusia mengawasi sistem SCADA dan melakukan fungsi supervisory control
untuk operasi plant jarak jauh.
b. Human Machine Interfaces (HMI)
HMI menampilkan data pada operator dan menyediakan input kontrol bagi operator
dalam berbagai bentuk, termasuk grafik, skematik, jendela, menu pull-down, touch
screen, dan lain sebagainya. HMI dapat berupa touch screen device ataupun komputer
itu sendiri.
c. Master Terminal Unit (MTU)
MTU merupakan unit master pada arsitektur master/slave. MTU berfungsi
menampilkan data pada operator melalui HMI, mengumpulkan data dari tempat yang
jauh, dan mengirimkan sinyal kontrol ke plant yang berjauhan. Kecepatan pengiriman
data dari MTU ke plant jarak jauh relatif rendah dan metode kontrol umumnya open
loop karena kemungkinan terjadi waktu tunda dan flow interruption.
Berikut ini fungsi dasar dari suatu MTU :
Input/Output Task : interface sistem SCADA dengan peralatan di plant;
Alarm Task : mengatur semua tipe alarm ;
Trends Task : mengumpulkan data plant setiap waktu dan menggambarkan
dalam grafik ;
Report Task : memberikan laporan yang bersumber dari data plant;
Display Task : menampilkan data yang diawasi dan dikontrol operator.
d. Communication System
Communication System merupakan sebuah cara untuk mengkomunikasikan data dari
RTU ke MTU. pada RTU yang terletak jauh dari pusat control (MTU) maka sistem
komunikasi biasanya menggunakan Radio. pada industri tertentu ada yang lebih
memilih menggunakan GSM Radio yang biasanya untuk RTU yang sangat jauh tidak
terjangkau dengan radio biasa atau bisa menggunakan radio biasa namun harus
menggunakan beberapa repeater agar radio pada RTU dapat berkomunikasi dengan
Radio pada MTU.
Sistem komunikasi antara MTU – RTU ataupun antara RTU – Field device
diantaranya berupa :
RS 232
Private Network (LAN/RS-485)
Switched Telephone Network
Leased Line
Internet
Wireless Communication System
Wireless LAN
GSM Network
Radio modems
Contoh variasi protokol komunikasi
Gambar 6 Variasi komunikasi data pada sistem SCADA
e. Remote Terminal Unit (RTU)
RTU merupakan unit slave pada arsitektur master/slave. RTU mengirimkan sinyal
kontrol pada peralatan yang dikendalikan, mengambil data dari peralatan tersebut, dan
mengirimkan data tersebut ke MTU. Kecepatan pengiriman data antara RTU dan alat
yang dikontrol relatif tinggi dan metode kontrol yang digunakan umumnya closed loop.
Sebuah RTU mungkin saja digantikan oleh Programmable Logic Controller (PLC).
f. PLC
PLC atau Programmable Logic Controller adalah sebuah controller logic yang dapat
diProgram sesuai kebutuhan kita. PLC pada sistem SCADA biasanya di tempatkan pada
RTU, jadi PLC merupakan subsistem dari RTU. PLC ini bertugas melakukan
pengolahan/pengambilan data dari transducer/sensor transmitter yang juga
memungkinkan untuk melakukan pengendalian pada sistem di RTU tersebut misal
digunakan untuk pengaturan bukaan Valve.
Beberapa kelebihan PLC dibanding RTU ialah :
Solusi ekonomis
Mudah dalam perancangan dan instalasi
Lebih reliable
Kontrol yang canggih
Troubleshooting dan diagnosa lebih mudah
g. Field Device
Merupakan plant di lapangan yang terdiri dari objek yang memilki berbagai sensor dan
aktuator. Nilai sensor dan aktuator inilah yang umumnya diawasi dan dikendalikan
supaya objek/dengan yang diinginkan pengguna (Handy Wicaksono, 2012 : 7 – 11).
5. Komponen Sistem SCADA
Sistem SCADA digunakan untuk memonitor dan mengendalikan pabrik atau alat-alat pada
bidang industri seperti telekomunikasi, kendali air dan limbah, energi, minyak, pemurnian gas,
transportasi, dan di bidang ketengalistrikan. Sistem SCADA ini dibentuk oleh empat komponen
yang memiliki sinergisitas fungsi satu sama lain, komponen tersebut antara lain:
a. Transducer : Peralatan instrumentasi di lapangan pada sebuah plant berupa sensor
digunakan untuk membaca sinyal analog atau digital yang diukur, sedangkan aktuator
digunakan untuk mengendalikan peralatan seperti motor, saklar, katup, dan sebagainya.
b. Remote Terminal Unit (RTU) umumnya berupa sebuah unit yang dilengkapi dengan
sistem mandiri seperti sebuah komputer, yang ditempatkan pada lokasi dan tempat-
tempat tertentu di lapangan. RTU bertindak sebagai pengumpul data lokal yang
mendapatkan datanya dari sensor-sensor dan mengirimkan perintah langsung ke
peralatan di lapangan yang berfungsi untuk mengendalikan aktuator, membaca sinyal
dari sensor dan berkomunikasi dengan pusat pengendali.
c. Jaringan komunikasi digunakan untuk menghubungkan RTU dengan stasiun pusat
pengendali MTU yang dapat berupa jaringan kabel, atau radio.
d. Master Terminal Unit (MTU) merupakan komputer yang digunakan sebagai pengolah
pusat dari sistem SCADA. MTU ini menyediakan Human Machine Interface (HMI) bagi
pengguna, dan secara otomatis mengatur sistem sesuai dengan masukan-masukan dari
sensor yang diterima.