0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Prarancangan Pabrik Acetaldol

Pabrik kimia ini akan memproduksi acetaldol dari acetaldehyde dengan kapasitas XXXX ton per tahun. Acetaldol digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, kimia, dan polyester. Proses produksinya akan menggunakan reaksi aldol kontinu menggunakan katalis basa di dalam reaktor alir pipa bertekanan rendah dan suhu sedang.

Diunggah oleh

Andre Wibawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan20 halaman

Prarancangan Pabrik Acetaldol

Pabrik kimia ini akan memproduksi acetaldol dari acetaldehyde dengan kapasitas XXXX ton per tahun. Acetaldol digunakan sebagai bahan baku industri farmasi, kimia, dan polyester. Proses produksinya akan menggunakan reaksi aldol kontinu menggunakan katalis basa di dalam reaktor alir pipa bertekanan rendah dan suhu sedang.

Diunggah oleh

Andre Wibawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRARANCANGAN PABRIK KIMIA

ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE


KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia sebagai negara berkembang saat ini sedang
meningkatkan kekuatan ekonomi yakni dengan perkembangan pada sektor
industri. Pembangunan industri yang bertambah setiap tahunnya
menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan
bahan-bahan industri. Salah satu contoh industri yang menjadi perhatian
masyarakat dan pemerintah adalah industri farmasi dan industri kimia daam
mensintesis senyawa organik.
Acetaldol merupakan bahan intermediete dalam pembuatan berbagai
macam produk kimia, seperti antioxidant AH, antioxidant AP, agen flotasi
mineral, obat penenang dan polyester. Dalam industri polyester, bahan-
bahan yang digunakan antara lain adalah petroleum, etanol, carboxyl acid
dan Acetaldol. Tetapi Acetaldol yang diperoleh masih impor dari negara
Jepang, USA dan Jerman.
Melihat banyaknya kebutuhan Acetaldol sebagai bahan penunjang
pabrik polyester di Indonesia, maka timbul pemikiran untuk mendirikan
pabrik Acetaldol agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat
membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.
Dengan seperti itu kebutuhan Acetaldol dalam negeri dapat terpenuhi
dan berkurangnya jumlah impor Acetaldol. Selain itu, dengan berdirinya
pabrik Acetaldol diharapkan mampu merangsang munculnya industri baru
yang menggunakan Acetaldol sebagai bahan baku. Di bawah ini merupakan
tabel pabrik pengguna Acetaldol di Indonesia.

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
1
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

Tabel 1.1 Pabrik pengguna Acetaldol di Indonesia

Sumber : Toray, 2018

B. Prospek Pasar
1. Data Ekspor - Impor
Data impor untuk Acetaldol dari Badan Pusat Statistik, dapat
dilihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Kebutuhan Impor Acetaldol
Tahun Impor (ton)
2013 17.321,720
2014 17.688,710
2015 21.713,523
2016 21.286,212
2017 22.494,129

Sumber : Badan Pusat Statistik Indonesia 2018

Berdasarkan data pada Tabel 1.1 dapat dibuat grafik kebutuhan


impor Acetaldehyde sebagai berikut :

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
2
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

25000

20000
Kebutuhan Impir (ton)

y = 1394.2x + 15918
15000

10000

5000

0
2013 2014 2015 2016 2017
Tahun ke-

Gambar 1.1 Grafik Kebutuhan Impor Acetaldol Setiap Tahun

Dengan membuat grafik kebutuhan Acetaldol setiap tahun dapat


diperoleh persamaan yang mengikuti persamaan garis lurus yaitu :
y = 1394.2x + 15918
Pabrik Asetaldol ini akan didirikan pada tahun 2023 maka dihitung
kebutuhan asetaldol dari 2013-2022 (X=10) dengan prediksi kebutuhan
Acetaldol (Y) pada tahun tersebut sebanyak
29.860 ton.
2. Sasaran Pasar
Berdasarkan fungsinya yang antara lain adalah sebagai bahan baku
seperti industri pembuatan polyester, bahan baku crotonaldehyde, dan
bahan baku obat tidur (hypnotic/sedative) di industri kimia. maka
Asetaldol akan dipasarkan untuk jenis industry tersebut. Sasaran pasar di
dalam negri, Asetaldehida akan dipasarkan ke PT. Amdipharmacy
sebagai bahan baku untuk produksi obat dan PT. Polyfin Canggih untuk
bahan baku polyester. Sedangkan sasaran pasar luar negri, Asetaldehida
akan di eksport ke beberapa Negara Asia dan Eropa seperti Cina, Jepang,

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
3
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

Jerman dan United Kingdom yang masih mengimport Asetaldol dari


Negara lain.

C. Tinjauan Pustaka
1. Proses Produksi
Acetaldol adalah senyawa yang dihasilkan dari reaksi kondensasi
aldol dari acetaldehyde dengan menggunakan katalis asam ataupun
basa. acetaldol banyak digunakan sebagai bahan intermediet dalam
sintesis senyawa organik, ekstraksi small-ol, antioxidant AH,
antioxidant AP, agen flotasi mineral, dan obat penenang.

Berdasarkan US Patent 271358 pada tahun 1955 proses pembuatan


acetaldol dilakukan secara kontinyu dengan menggunakan reaktor alir
pipa yang terbagi menjadi dua zona yang berbeda waktu dan suhu
operasinya. Terdapat tiga macam kondisi operasi sebagai berikut:

1. Bahan baku acetaldehyde diumpankan dengan kecepatan


800 liter/jam dan katalis sodium hidroksida 200 liter/jam. Konsentrasi
sodium hidroksida dalam air adalah 0,65% dan perbandingan sodium
hidroksida dengan acetaldehyde adalah 2,1 gram : 1 kilogram. Bahan
baku diumpan ke reaktor alir pipa zona pertama dengan kondisi
operasi tekanan 2,03 atm dan suhu 45°C. Reaksi di zona pertama
berlangsung selama 37 detik dengan konversi 29%. Kemudian bahan
baku yang telah mengandung 22% acetadol di alirkan ke zona dua
dengan kondisi operasi dengan tekanan 2,05 atm dan suhu 35°C.
Reaksi di zona kedua berlangsung selama 4 menit 40 detik dengan
konversi 50%.

2. Bahan baku acetaldehyde diumpankan dengan kecepatan


800 liter/jam dan katalis sodium hidroksida 200 liter/jam. Bahan baku
diumpan ke reaktor alir pipa zona pertama dengan kondisi operasi

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
4
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

tekanan 2,65 atm dan suhu 50°C. Reaksi di zona pertama berlangsung
selama 25 detik dengan konversi 40%. Kemudian bahan baku yang
telah mengandung 30% acetadol di alirkan ke zona dua dengan
kondisi operasi dengan tekanan 1,07 atm dan suhu 20°C. Reaksi di
zona kedua berlangsung selama 3 menit 10 detik dengan konversi
55%.

3. Bahan baku acetaldehyde diumpankan dengan kecepatan


600 liter/jam dan katalis sodium hidroksida 200 liter/jam. Konsentrasi
sodium hidroksida dalam air adalah 0,6% dan perbandingan sodium
hidroksida dengan acetaldehyde adalah 2,5 gram : 1 kilogram. Bahan
baku diumpan ke reaktor alir pipa zona pertama dengan kondisi
operasi tekanan 0,83 atm dan suhu 42°C. Reaksi di zona pertama
berlangsung selama 45 detik dengan konversi 25%. Kemudian bahan
baku yang telah mengandung 30% acetadol di alirkan ke zona dua
dengan kondisi operasi dengan tekanan 1,06 atm dan suhu 30°C.
Reaksi di zona kedua berlangsung selama 5 menit 50 detik dengan
konversi 52%.

( US Patent 271358,1955)

Dari data patent diatas maka dapat dipilih untuk pembuatan proses
aldol dengan proses kontinyu RAP karena suhu tidak terlalu tinggi
serta waktu kontak yang dimiliki lebih cepat.

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
5
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

Dilihat dari segi ekonomi (EP) = value product – raw material cost
Reaksi :
2CH3CHO C4H8O2
EP = value product – raw material cost
= [ (BMC4H8O2 x price) – ( 2 x BMCH3CHO x price)]
= [ (88 kg/kgmol x $2,4/kg) – (2 x 44,053 kg/kgmol x $0,7/kg)
= $149.53

Hasil potensial ekonomi bernilai positif berarti menguntungkan


sehingga dapat dikatakan bahwa untuk proses pembuatan Acetaldol
dari Acetaldehyde perlu dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut.
a. Tinjauan Termodinamika
Pembentukan Acetaldol dari acetaldehyde merupakan reaksi
eksotermis. Untuk mengetahui apakah reaksi berjalan eksotermis atau
endotermis maka perlu pembuktian dengan menghitung panas reaksi
total.

Reaksi Asetaldol

NaOH
2CH3CHO (l) C4H8O2(l)
T= 30oC - 45oC

Tabel 1.4 Data masing-masing komponen

∆𝑯𝒇⁰𝟐𝟗𝟖 𝚫𝐆𝟎 𝟐𝟗𝟖


No Komponen
(Kjoule/mol) (KJoule/mol)
1 CH3CHO -166,36 -133,56
2 C4H8O2 -348,34 -268,4
Sumber : Yaws, 1999
∆HR298 = ∑(n*∆Hf)produk - ∑(n*∆Hf)reaktan
∆HR298 = (1*-348,34) – (2*-166,36)

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
6
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

∆HR298 = -7,81 kJ/mol Asetaldol

Tabel 1.5 Kapasitas Panas Gas Fungsi Suhu

Cpgas = A + BT + CT2 + DT3 + ET4 (Cp = J/mol K ; T = K)


Komponen
A B C D E
Asetaldol
-131.95 1.37670 -2.4790E-03 2.238E-06 -7.6784E-10
Asetaldehid 34,14 4,002.10-2 1.5634.10-4 -1,6445.10-7 4,7248.10-11

Sumber : Yaws, 1999

∆HT
T=318K
T=303K
∆H2
∆H1

T=298K T=298K
∆HR298

298
∆H1 = ∫ Cp*dT
303
298
∆H1 = ∫ (2*Cp CH3CHO)*dT
303
298
[2*(34,14+4,002.10-2T+1.5634.10-4T 2
∆H1 = ∫
303 −1,6445.10 − 7T 3 − 4,7248.10 − 11T 4 ] 𝑑𝑇
∆H1 = -170,2062 J/mol
∆H1 = -0,1702 kJ/mol

318
∆H2 = ∫ Cp*dT
298
318
∆H2 = ∫ (1*Cp C2 H4 O)*dT
298
318
1*(-131.95+1.37670T − 2.479. 10−3 T2
∆H2 = ∫
298 +2.238. 10−6 T3 − 7.6784.10-10T4 )*dT

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
7
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

∆H2 = -1185,1 J/mol


∆H2 = -1,1851 kJ/mol
∆HT = ∆H1 + ∆HR298 + ∆H2
∆HT = –0,1702 – 7,81 –1,1851
∆HT = -9,1653 kJ/mol
∆HT = -9165,3 J/mol
Dari perhitungan ∆HT diatas didapatkan nilai ∆HT negatif
sehingga dapat disimpulkan bahwa reaksi pembentukan Asetaldehida
bersifat eksotermis.

Reaksi dapat balik (reversible) atau searah (irreversible) dapat


ditentukan secara termodinamika yaitu berdasarkan Persamaan Van’t
Hoff :
∆G/RT -∆HR
=
dT RT2
dengan :
∆G = -RTlnK
sehingga :
lnK -∆HR
=
dT RT2
Jika ∆H merupakan entalpi standar (panas reaksi) dan dapat
diasumsikan konstan terhadap temperatur, persamaan di atas dapat
diintegrasikan menjadi :
K𝑇 ∆HR 1 1
ln = ( - )
K298 R T T1

∆G = -RTlnK
∆G298 = ∑(n*∆Gf)produk - ∑(n*∆Gf)reaktan
∆G298 = (1*-268,4) – (2*-133,56)
∆G298 = -0,64 kJ/mol Asetaldol
∆G298 = -RT ln K298

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
8
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

-0,64 kJ/mol = -8,314.10-3 kJ/(mol K)*298K*lnK298


lnK298 = 0,258317
∆HR 1 1
lnKT -lnK298 = ( - )
R T T298
−7,81 kJ/mol 1 1
lnK318 -0,258317= -3 ( - )
8,314.10 kJ/(mol K) 318 298
lnK318 = 0,4565735
K318 = 1,57865

∆G318 = -RT ln K318


∆G318 = -8,314.10-3 kJ/(mol K)*318K*0,4565735
∆G318 = -1,20711 kJ/mol
Sehingga dapat disimpulkan reaksi spontan (∆G403 bernilai
negatif) dan reaksi bersifat eksotermis (∆HT bernilai negatif) serta
reaksi yang terjadi adalah reversible (bolak balik) karena didapatkan
harga K yang kecil.

a. Tinjauan Kinetika
Kinetika berhubungan erat dengan kecepatan reaksi kimia,
konsentrasi, suhu dan tekanan sangat berpengaruh pada kosntanta kecepatan
reaksi maupun pada kecepatan reaksi.
Reaksi yang terjadi pada pembuatan Acetaldol

NaOH
2 C2H4O(l) C4H8O2(l)
P = 2,3 atm, T = 303-318 K (US Patent 271358,1955)
Ditulis dalam bentuk sederhana:
2A B

−ra = k CA 2

lt
−ra = kecepatan reaksi ( )
mol. det −1

k = konstanta kecepatan reaksi

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
9
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

CA = Konsentrasi C2H4O

Diketahui konstanta kecepatan reaksi pada suhu tertentu sebagai


berikut :

k1 = 0,005516564 lt/[Link] = 303 K


k2 = 7,48518.10-5 lt/[Link] = 263 K

(Casale and friends, 2007)

Dengan rumus k = A . e(-Ea/RT) jika dilinierisasikan menjadi :

−𝐸𝑎 1
Ln k = ln A + ( ).𝑇
𝑅

Pada T = 303 K dan T = 263 K di peroleh persamaan sebagai


berikut:

−𝐸𝑎 1
Ln 0,005516564 = ln A + ( ) . 303
𝑅

−𝐸𝑎 1
Ln 7,48518.10-5 = ln A + ( ) . 263
𝑅

−𝐸𝑎
4,3 = -0,00061 . ( )
𝑅

−𝐸𝑎
4,3 = -0,00061 . ( )
𝑅

−𝐸𝑎 1
( ) = -0,00061 . 4,3
𝑅

−𝐸𝑎
( ) = -7.049,18
𝑅

Maka,

1
Ln 0,005516564 = ln A + (-7.049,18). 303

1
Ln A = Ln 0,005516564 - (-7.049,18). 303

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
10
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

Ln A = 17,2869

A = [Link]

Sehingga diperoleh persamaan konstanta kecepatan reaksi:

k = 32,18.109 . e(-7.049,18/T)

b. Utilitas
Pabrik yang digunakan harus memiliki ketersediaan utilitas. Utilitas
terdiri dari air, udara tekan, listrik dan bahan bakar.

a. Pengadaan bahan baku


Bahan baku acetaldehyde didapat dari PT. Acidatama Solo.
Katalis NaOH PT. Ahahimas Chemical di Cilegon dan penetralisir
H2SO4 diperoleh dari PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur.
Pemenuhan bahan baku dekat dengan lokasi pabrik sehingga
memudahkan dalam bongkar muat bahan baku.
b. Sarana pendukung utilitas
1. Air proses, air rumah tangga, air umpan boiler dapat dibeli.
Sedangkan air hydrant dapat diambil dari sungai.
2. Listrik akan dipasok dari Pembangkit Jawa Bali (PJB)
Semarang, Jawa Tengah yang memiliki kapasitas listrik 3.000
MW. Selain itu akan digunakan generator set sebagai sumber
cadangan listrik apabila pasokan listrik mengalami gangguan.
Listrik ini nantinya akan digunakan untuk peralatan proses,
sumber energi alat-alat besar, alat-alat kecil dan penerangan.
3. Kebutuhan udara tekan akan diambil dari udara sekitar yang
akan diproses terlebih dahulu. Udara tekan akan dimanfaatkan
sebagai pengendali untuk alat-alat pabrik yang memerlukan
otomasi.
4. Bahan bakar dari pabrik ini disuplai dari PT. Pertamina Gresik.

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
11
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

c. Spesifikasi Bahan Baku, Bahan Pembantu, dan Produk


1. Bahan baku dan bahan pembantu
a. Acetaldehyde
Rumus molekul : C2H4O
Rumus Bangun :

Fase : cair
Warna : tidak berwarna
Flammablility rate :4
Health : mengiritasi dengan kontak mata, kontak
kulit dan menginfeksi dengan pernafasan
bila di hirup
Berat molekul (kg/kgmol) : 44,053
Densitas (kg/lt) : 0,7780 kg/m3
Titik didih (°C) : 20,16
Titik leleh (°K) : 150,15
Suhu kritis (°K) : 461
Tekanan kritis (bar) : 55,5
Kapasitas panas : 45,056 + 0,44853T – 1,66.10-3 T2 +
2,70.10-6T3 J/mol.K
Panas pembentukan : -166,36 Kjoule/mol
Energi Gibs : -133,56 Kjoule/mol
Panas penguapan pada titik : 16,327 Kjoule/mol
didih (Hv)
Panas peleburan pada titik : 3,222 Kjoule/mol
Beku (Hf)
Entropi pada 25°C : 250,2 Joule/mol.K
Viskositas 25oC : 0,225 cP

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
12
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

b. Sodium Hidroksida

Rumus molekul : NaOH


Rumus Bangun : Na O H
Kemurnian : 98% Impurities : 2% air
Fase : padat
Warna : putih
Flammability rate :0
Health : sangat bahaya bila kontak dengan kulit,
mata, bahaya jika dihirup dan dikonsumsi
Berat molekul (kg/kgmol) : 40,00
Densitas (kg/lt) : 0,19975.0,09793-(1-T/2820,00)^0,25382
Titik didih (K) : 1390
Titik leleh (K) : 318,4
Titik beku (K) : 596
Suhu kritis (K) : 2820,00
Tekanan kritis (bar) : 253,31
Kapasitas panas : 87,639 + (-4,8368E-04)T + (-4,5423E-
06)T2 + (1,1863E-09)T3 J/mol.K
Panas pembentukan (25°C) : -425,6 Kjoule/mol
Energi Gibs : -379,5 Kjoule/mol
Panas penguapan pada titik : 200,67 Kjoule/mol
didih (Hv)
Panas peleburan pada titik : 6,611 Kjoule/mol
beku (Hf)
Entropi pada 25°C : 228,33 Joule/mol.K
Viskositas : Exp (-4,1939 + 2,0515E+03/T + (2,7917E-
03)T + ((2,7917E-03)T)2

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
13
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

c. Asam Sulfat

Rumus molekul : HOHSO3


Rumus Bangun :

Kemurnian : 98%, Impurities : 2% air


Fase : Cair
Warna : tidak berwarna
Flammability rate :0
Health : sangat berbahaya bila kontak dengan kulit,
mata, jika dihirup dan dikonsumsi
Berat molekul (kg/kgmol) : 98
Densitas (kg/lt) : 1,833
Titik didih (K) : 340
Titik beku (K) : 10,46
Suhu kritis (K) : 652
Tekanan kritis (bar) : 177
Kapasitas panas : 26,004 + 7,0337.10-1 T – 1,3856.10-3 T2 +
1,0342.10-6 T3 J/mol.K
Panas pembentukan (25°C) : -193,689 Kjoule/mol
Energi Gibs :-653,47 Kjoule/mol
Panas penguapan pada titik : 33,28 Kjoule/mol
didih (Hv)
Panas peleburan pada titik :10,711 Kjoule/mol
beku (Hf)
Entropi pada 25°C : 298,70 Joule/mol.K
Viskositas : 23,541 cP

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
14
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

d. Air

Rumus molekul : H2O


Rumus Bangun :H O H
Fase : Cair
Warna : tidak berwarna
Flammability rate :0
Health : tidak berbahaya
Berat molekul : 18 kg/kgmol
Densitas (kg/lt) : 0,998

Titik didih (°K) : 373


Titik beku (°K) : 273
Suhu kritis (°K) : 410,3
Tekanan kritis (bar) : 220,5
Kapasitas panas : 92,053 – 3,9953.10-2 T – 2,1103.10-4 T2 +
5,3469.10-7 T3J/mol.K
Panas pembentukan (25°C) : -57,79 Kkal/mol
Panas penguapan pada titik : 39,50 Kjoule/mol
didih (Hv)
Panas peleburan pada titik : 6,002 Kjoule/mol
Beku (Hf)
Entropi pada 25°C : 188,72 Joule/mol.K
Kelarutan : 18,069 cm3/mol (sangat larut dalam air)
Viskositas : 0,911 cP

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
15
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

2. Spesifikasi Produk
a. Acetaldol

Rumus molekul : C4H8O2


Rumus bangun :

Kemurnian : 98%; 2% Impuritis


Fase : Cair
Warna : tidak berwarna, putih bening sedikit kuning
Flammability rate :2
Health : Beracun jika dihirup dan terkena kulit
Berat molekul (kg/kgmol) : 88.11
Densitas (kg/lt) : 0,981
Titik didih (K) : 356
Flash point (F) : 150
Vapor pressure (mmHg) : 21 at 20°C
Auto-Ignition (F) : 482
Kapasitas panas : 15,17 +0,30322 T – 2,2.10-4 T2 + 3,17.10-8
T3 J/mol.K
Panas pembentukan : -348,34 Kjoule/mol

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
16
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

BAB II
DESKRIPSI PROSES

A. Diagram Alir Proses

Gambar 2. 1 Diagram alir proses pabrik Acetaldol

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
17
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

A. URAIAN PROSES

Proses pembuatan acetaldol dari acetaldehyde dibagi menjadi 3 tahap yaitu,

tahap penyiapan bahan baku, tahap reaksi, dan tahap pemurnian hasil.

1. Tahap Persiapan Bahan Baku

Bahan baku pembuatan acetaldol adalah acetaldehyde. Bahan baku

Acetaldehyde disimpan dalam tangki (T-01). Dari tangki Acetaldehyde

dialirkan acetaldehid sebesar 107 kg/jam dan air 20 kg/jam kedalam reaktor

(R-01). Sedangkan kebutuhan sodium hidroksida cair sebesar 16 liter dengan

kandungan NaOH 20 gr/liter dalam T-03 . NaOH dipompa ke R-01. Perlakuan

meningkatkan tekanan yang dikenakan pada kedua bahan tersebut diatas untuk

memenuhi kondisi reaksi dalam reaktor. Penetral Asam Sulfat diperoleh dari

didapatkan dari PT. Petrokimia Gresik, Jawa Timur disimpan dalam tangki

(T-02). Asam sulfat dialirkan ke Netralizer (N-01) sebesar 50 gr/liter

2. Tahap Reaksi

Tahap reaksi terjadi dalam Reaktor Alir Pipa (R-01). Reaksi berlangsung

pada suhu 30oC – 45oC dan tekanan 2-3 atm. Reaksi yang terjadi sebagai

berikut.

Reaksi utama : 2CH3CHO C4H8O2


Reaksi kondensasi acetaldol dari acetaldehyde berlangsung eksotermis

sehingga diperlukan pendingin untuk menjaga kondisi reaktor seperti yang

diinginkan. Konversi reaksi kondensasi acetaldol adalah 80%. Hasil keluaran

reaktor (R-01) di umpankan ke neutralizer (N-01).

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
18
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

3. Tahap Pemurnian Hasil

Produk hasil reaksi dan netralisasi berupa cairan homogen yang terdiri dari

acetaldol, acetaldehyde, sodium sulfate, dan air. Proses pemurnian dilakukan

berdasarkan perbedaan titik didih antar komponen. Pertama acetaldehyde, air

dan acetaldol diuapkan dengan Evaporator (EV-01) untuk dipisahkan dari

sodium sulfate. Hasil bawah dari Evaporator (EV-01) berupa cairan sodium

sulfate, sedikit air, acetaldehyde dan acetaldol di lanjutkan ke UPL. Hasil atas

evaporator (EV-01) yang berupa uap di umpankan kedalam menara distilasi

(MD-01) untuk memisahkan produk acetaldol dengan kemurnian 98% sebagai

hasil bawah. Hasil atas menara distilasi (MD-01) berupa sebagian besar

acetaldehyde, air, dan sedikit acetaldol yang terikut diumpankan kedalam

menara distilasi (MD-02) untuk memisahkan acetaldehyde dengan kemurnian

99% dan 1% air. Hasil bawah menara distilasi (MD-02) dilanjutkan ke UPL,

sedangkan hasil atasnya diumpankan kembali kedalam reaktor (R-01)

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
19
PRARANCANGAN PABRIK KIMIA
ACETALDOL DARI ACETALDEHYDE
KAPASITAS XXXX TON/TAHUN

DAFTAR PUSTAKA

Biro Pusat Statistik, 2017, “Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia”, Edisi

september, Jakarta

Reid, K.C., and Sherwood, T.K., 1966, “Property of Gases and Liquid”, 2nd ed.,

McGraw Hill Co. Ltd., New York

Perry, R.H., and Chilton, C.H., “Chemical Engineering’s Handbook”, 3rd ed.,

McGraw-Hill Book Kogakusha, Tokyo

Yaws, C.L., 1999, “Chemical Properties Handbook”, McGraw-Hill Book Co.

Inc., New York.

Andre Wibawa Kusuma 121150033


Abdimuhamadi R. A 121150082
20

Anda mungkin juga menyukai