NAMA : SUCI FAUZIAH.
S
NIM : A1R117027
PENGEMBANGAN DIRI
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi SRL
Menurut Stone, Schunk & Swartz (Cobb, 2003) self-regulated learning,
dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu
1. Keyakinan diri (self-efficacy). Self- efficacy mengacu pada kepercayaan seseorang
tentang kemampuan dirinya untuk belajar atau melakukan ketrampilan pada tingkat
tertentu (Wang, 2004). Self-efficacy yang saya punyai adalah saya yakin akan
kelebihan saya dan saya ingin mengembangkan kelebihan saya.
2. Motivasi menurut Bandura (Cobb, 2003) merupakan sesuatu yang menggerakkan
individu pada tujuan, dengan harapan akan mendapatkan hasil dari tindakannya itu
dan adanya keyakinan diri untuk melakukannya. Saya termotivasi dalam
pengembangan diri ini karena yang saya lihat dilingkungan sekitar saya banyak
berbagai jenis cemilan yang bisa jadi sumber penghasilan.
3. Tujuan merupakan kriteria yang digunakan individu untuk memonitor kemajuan
belajarnya. Tujuan yang saya lakukan yaitu untuk mengembangkan potensi saya dan
hasil dari pengembangan diri tersebut bisa menjadi sumber penghasilan bagi saya.
Zimmerman (1989:329) mengemukakan bahwa self-regulation mencakup 3
komponen yang diaplikasikan dalam belajar yaitu metakognisi, motivasi, perilaku.
1. Metakognisi
Menurut Zimmerman (1989:329) metakognisi merupakan proses pengambilan
keputusan yang mengevaluasi pilihan dan menggunakan berbagai macam pengetahuan.
Metakognitif bagi individu yang melakukan Self-Regulated Learning adalah individu
yang merencanakan, mengorganisasikan, mengukur diri dan menginstruksikan diri
sebagai kebutuhan selama proses belajar (Zimmerman dan Pons, 1988:284). Sedangkan
Marlia (2005:63) membagi komponen metakognisi dalam Self-Regulated Learning
menjadi merencanakan, mengorganisasikan, dan mengukur diri. Dalam rancangan
pengembangan diri yang saya lakukan yaitu saya merencanakan akan mengembangkan
bakat saya dalam membuat kue atau cemilan, disini saya mengorganisasikan apa-apa
saja yang akan saya buat dan melihat sejauh mana potensi diri saya. Saya memilih
untuk membuat cemilan dari bahan dasar pisang dengan 5 macam varian, sejauh ini
cemilan yang saya jual banyak diminati. Tetapi, kendala saya yaitu pada waktu
pembuatan yang selalu dihambat dengan pekerjaan kampus. Jadi, target yang saya
harus saya capai belum sesuai.
2. Motivasi
Schunk. dan Zimmerman (1989) menyatakan bahwa motivasi dalam Self-
Regulated Learning ini merupakan pendorong (drive) yang ada pada diri individu yang
mencakup persepsi terhadap afikasi diri, kompetensi dan otonomi dalam aktivitas
belajar. Martinez (1988) mengemukakan bahwa motivasi adalah fungsi dari kebutuhan
dasar untuk mengontrol dan berkaitan dengan perasaan kompeten yang ada pada setiap
individu. Sedangkan Marlia (2005:63) membagi komponen motivasi dalam Self-
Regulated Learning menjadi motivasi intrinsik, otonomi diri, dan kepercayaan diri.
Motivasi saya dalam melakukan pengembangan diri ini untuk mengembangkan
potensi diri saya, orang-orang disekitar saya selalu mensupport saya dalam melakukan
hal-hal yang positif.
3. Perilaku
Perilaku menurut Schunk dan Zimmerman (1989) merupakan upaya untuk
mengatur diri, menyeleksi dan memanfaatkan lingkungan maupun menciptakan
lingkungan yang mendukung aktivitas belajarnya. Zimmerman dan Pons (1988:284)
mengatakan bahwa individu memilih, menyusun dan menciptakan lingkungan sosial
dan fisik yang seimbang untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan atas aktivitas yang
dilakukan.
Dalam proses pengembangan diri yang saya lakukan hal pertama yang harus
saya sediakan adalah niat, kedua adalah modal dan yang ketiga adalah lingkungan
tempat saya akan menjual nantinya, karena lingkungan juga akan mendukung aktivitas
proses pengembangan diri yang saya lakukan.