SISTEMATIKA PROGRAM PMKP
1. Pendahuluan
2. Latar belakang
3. Tujuan umum & khusus
4. Kegiatan pokok & rincian kegiatan
5. Cara melaksanakan kegiatan
6. Sasaran
7. Schedule (jadwal) pelaksanaan kegiatan
8. Evaluasi pelaksanaan kegiatan & pelaporannya
9. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
PROGRAM KERJA
PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
RUMAH SAKIT ISLAM UNISMA TAHUN 2015
I. Pendahuluan
Upaya peningkatan mutu dan Keselamatan pasien Rumah sakit adalah
:Keseluruhan upaya dan kegiatan yang komprehensif dan integrative yang menyangkut
struktur,proses dan outcome secara obyektif,sistematik dan berlanjut memantau dan
menilai mutu dan kewajaran pelayanan terhadap pasien,sehingga asuhan pasien
menjadi lebih aman.
Peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit harus senantiasa ditingkatkan secara
bertahap, sehingga dirasa perlu untuk menyusun program upaya peningkatan mutu di
rumah sakit. Program yang merupakan konsep dan prinsip peningkatan mutu pelayanan
rumah sakit ini diharapkan dapat sebagai acuan bagi para pengelola rumah sakit dalam
melaksanakan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakitnya.
Dalam program ini akan dijelaskan tentang dasar–dasar upaya peningkatan
mutu, tujuan upaya peningkatan mutu, konsep dan prinsip, beberapa pendekatan
program upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
II. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup
sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan tingkat kesehatan yang optimal
bagi masyarakat . Oleh karena itu perlu ditingkatkan upaya dalam memperluas dan
mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu yang baik yang
dan terjangkau.
Peningkatan mutu pelayanan adalah prioritas utama dari setiap rumahsakit.
Upaya peningkatan tersebut dilaksanakan melalui pembangunan sarana, prasarana,
pengadaan peralatan dan ketenagaan serta perangkat lunak lainnya, yang tentunya
sejalan dengan pembangunan rumah sakit pada umumnya. Namun demikian, masih
banyak kendala yang dihadapi terutama yang berkaitan dengan standar kebutuhan dan
tuntutan sistem pelayanan yang belum selaras dengan perkembangan iptek kedokteran
yang semakin pesat.
Gerakan moral keselamatan pasien rumah sakit merupakan issue [Link]
negara telah mengubah paradigma dari quality ke [Link] keselamatan
pasien rumah sakit yang berkembang di indonesia sejalan dengan semakin maraknya
kasus-kasus yang masuk ke tuntutan hukum dan [Link] yang ada di
rumah sakit bahwa terdapat ratusan jenis obat,ratusan tes,dan prosedur,terdapat
banyak pasien,kelompok profesi dan individu staf,serta banyak sistem dan keberagaman
yang semuanya ini sangat potensial menimbulkan kesalahan.
Di Indonesia Gerakan moral keselamatan pasien rumah sakit telah dicanangkan
oleh Menteri Kesehatan pada pembukaan Seminar Nasional PERSI tanggal 21 agustus
[Link] tahun 2005 Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit – PERSI telah
melakukan berbagai kegiatan sesuai visi-nya :”Meningkatnya keselamatan pasien dan
mutu pelayanan RS”,serta Misi pertamanya :”Mengangkat secara nasional fokus
keselamatan pasien”.
III. Tujuan
Umum:
Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan RS secara berkelanjutan dan
berkesinambungan melalui pengurangan risiko keselamatan pasien .
Khusus:
1. Agar asuhan klinis terstandarisasi secara konsisten dan sesuai dengan pengetahuan
profesional saat ini.
2. Agar dapat dilakukan monitoring upaya peningkatan mutu pelayanan melalui
penggunaan indikator prioritas dan unit kerja.
3. Agar dapat dilakukan monitoring kinerja individu dan kinerja unit kerja.
4. Meningkatkan pemenuhan sasaran keselamatan pasien.
IV. Kegiatan pokok & Rincian kegiatan:
1. Standarisasi asuhan klinis
a. Pembentukan pokja penyusun clinical pathway.
b. Penyusunan panduan pelaksanaan standarisasi asuhan klinis.
c. Penetapan 5 area prioritas untuk di standarisasi.
d. Penyusunan panduan praktik klinis untuk 5 area prioritas.
e. Penyusunan 5 clinical pathway.
f. Edukasi ke staf klinis
g. Uji coba implementasi
h. Penyempurnaan PPK & CP serta sistem implementasi
i. Implementasi 5 PPK & 5 CP
j. Monitoring implementasi PPK & CP à audit klinis
k. Pelaporan hasil audit
l. Rencana tindak Lanjut.
2. Monitoring mutu area klinis, area manajerial, dan sasaran keselamatan
Identifikasi indikator yang sudah dimonitor di RS
Pemilihan indikator area klinis, manajerial & SKP
Penetapan indikator area klinis, manajerial & SKP
Penyusunan SPO pencatatan, pengumpulan, analisa, validasi, laporan ke
direktur Rumah Sakit, dan feed back ke unit kerja
Edukasi staf PJ/PIC pengumpul data
Pelaksanaan pengumpulan data
Validasi data indikator mutu area klinis
Analisa data indikator
Penyusunan laporan mutu ke direktur
Feed back hasil mutu ke unit kerja
Pertemuan berkala dengan Tim PPI untuk membahas hasil surveillance /
indikator area klinis no 10
3. Monitoring unit kerja
Identifikasi indikator yang sudah dipergunakan di unit kerja
Pilih dan tetapkan indikator unit kerja
Penyusunan prosedur pencatatan, pelaporan, analisa & feed back data indicator
mutu unit kerja
Edukasi PJ/PIC pengumpul indicator
Menyusun quesioner evaluasi keluhan pasien
Melakukan cost analysis biaya di unit pelayanan
Pengumpulan data
Analisa data
Pelaporan
Feed back
Rencana Tindak Lanjut (RTL)
4. Sasaran keselamatan pasien
a. Penyusunan sistem pencatatan dan pelaporan insiden (IKP) / Panduan IKP
b. Penetapan tentang proses untuk melakukan identifikasi dan analisis KNC
c. Pembahasan insiden keselamatan pasien
d. Pembuatan FMEA,RCA
e. Pelaporan insiden
5. Manajemen risiko
a. Penyusunan panduan risk manajemen
b. Penyusunan program risk manajemen
c. Pelaksanaan program manajemen risiko
5. Penilaian Kinerja
a. Penyusunan Panduan Penilaian Kinerja profesi dokter,perawat,dan tenaga
professional lainnya
b. Monitoring penilaian kinerja di RS
6. Evaluasi kontrak dan perjanjian lainnya
a. Penyusunan panduan kontrak
b. Monitoring kontrak dan perjanjian lainnya
7. Pendidikan dan pelatihan PMKP
a. Diklat internal PMKP
b. Diklat eksternal PMKP
8. Rapat Koordinasi
a. Rapat PMKP dengan unit terkait setiap bulan
b. Rapat PMKP dengan direksi
9. Pencatatan ,pelaporan dan monitoring program PMKP
a. Pencatatan harian data indicator mutu
b. Rekapitulasi bulanan
c. Analisa dan rencana tindak lanjut
d. Evaluasi dan monitoring secara berkala dan dilaporkan kepada direktur
V. Cara melaksanakan kegiatan
Kegiatan Peningkatan Mutu dan Keselamatan pasien dilaksanakan dengan metode siklus
PDSA (Plan – Do – Study – Action)
ACT PLAN
STUDY DO
VI. Sasaran:
- Melaksanakan Program PMKP dengan 11 Indikator Area klinis.
- Melaksanakan Program PMKP dengan 9 Indikator Area manajerial.
- Melaksanakan 6 Sasaran Keselamatan Pasien
- Semua unit kerja ikut melaksanakan program PMKP
VII. Schedule ( jadwal ) pelaksanaan kegiatan
( Terlampir)
VIII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan
- Evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala dan dilaporkan ke direktur setiap bulan.
IX. Pencatatan, pelaporan & evaluasi kegiatan
- Dilakukan sensus harian indikator mutu & pelaporan setiap bulan.
- Dilakukan sensus harian insiden keselamatan pasien.
- Pencatatan & Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dilakukan setiap bulan.
- Laporan dan evaluasi program PMKP dilaporkan kepada direktur setiap 3 bulan sekali.
X. Penutup
Alhamdulillah program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien sudah selesai
disusun ,semoga dengan adanya program ini bisa mencapai tujuan mutu dan
keselamatan Rumah sakit Unisma yaitu: Terlaksananya peningkatan mutu pelayanan RS
secara berkelanjutan dan berkesinambungan melalui pengurangan risiko keselamatan
pasien .