0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan4 halaman

Hipotesis Isostasi: Pratt dan Airy

1. Ada dua hipotesis utama tentang isostasi, yaitu hipotesis Pratt dan hipotesis Airy. Hipotesis Pratt menyatakan bahwa kerak bumi memiliki ketebalan yang sama di bawah permukaan laut, sedangkan hipotesis Airy menyatakan bahwa perbedaan ketinggian permukaan bumi disebabkan oleh perbedaan ketebalan lapisan kerak bumi.

Diunggah oleh

Hilda Cutezt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
100 tayangan4 halaman

Hipotesis Isostasi: Pratt dan Airy

1. Ada dua hipotesis utama tentang isostasi, yaitu hipotesis Pratt dan hipotesis Airy. Hipotesis Pratt menyatakan bahwa kerak bumi memiliki ketebalan yang sama di bawah permukaan laut, sedangkan hipotesis Airy menyatakan bahwa perbedaan ketinggian permukaan bumi disebabkan oleh perbedaan ketebalan lapisan kerak bumi.

Diunggah oleh

Hilda Cutezt
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mengenai isostasi, ada dua hipotesis yang terkenal dikalangan ahli geologi yaitu hipotesis

Pratt dan hipotesis Airy.


 Hipotesis Pratt (Pratt hypotesis of isostasy). The Pratt hipotesis, dicetuskan oleh John
Henry Pratt, seorang matematikawan dan Misionari Inggris, yang mengatakan bahwa
kerak bumi mempunyai ketebalan yang seragam di bawah garis level laut. Ini lebih
dikenal dengan sebutan kompensasi. Pratt mengatakan bahwa massa benua lebih
tinggi dari pada massa dasar laut, tetapi densitas batuan yang menyusun dasar laut
lebih besar dari pada densitas batuan di benua. Dengan kata lain adanya perbedaan
ketinggian antara benua dan dasar laut adalah karena perbedaan kepadatan batuan
yang menyusun kerak bumi di kedua bagian bumi tersebut.
Pratt memberikan ilustrasi dengan menggunakan berbagai logam yang tidak sama
berat jenisnya tetapi berat dan penampangnya dibuat sama, kemudian diapungkan di
dalam air raksa. Ternyata logam yang berat jenisnya lebih besar hanya sedikit
tersembul di atas permukaan air raksa, sedang logam yang berat jenisnya kecil banyak
tersembul di atas permukaan air raksa.
Dia kemudian belajar tentang batuan dan densitasnya pada Himalaya dan menemukan
bahwa densitas pada setiap bagian yang lebih tinggi adalah lebih rendah daripada
bagian yang lebih rendah. Dengan kata lain, densitas pegunungan lebih rendah
daripada densitas daratan, dan daratan densitasnya lebih rendah daripada lantai
samudra.
Konsep Pratt hubungan inverse antara ketinggian dan perbedaan kolom dan densitas
bisa dicerminkan dalam ‘semakin besar kolom maka densitas akan semakin kecil,
semakin kecil kolom maka densitas akan semakin besar’. Berdasarkan seragaman
densitas hanya berlaku pada litosfer bukan pada pirosfer dan barisfer.
Konsep isostasi Pratt mempunyai hubungan pada ‘Hukum kompensasi’ dan bukan
‘Hukum apung’.

 Hipotesis Airy (Airy’s hypothesis of isostasy). Airy membenarkan bahwa batuan yang
menyusun kerak bumi tidak sama densitasnya, namun perbedaan densitas batuan tidak
terlalu besar untuk menghasilkan perbedaaan ketinggian permukaan bumi yang
sedemikian besarnya. Perbedaan ketinggian permukaan bumi bukan disebabkan oleh
perbedaan densitas batuan, tetapi akibat dari perbedaan ketebalan lapisan kerak bumi
Airy memberikan ilustrasi yang mirip dengan ilustrasi Pratt, hanya menggunakan
logam yang sejenis, penampangnya juga dibuat sama tetapi tebalnya tidak sama.
Setelah logam dimasukkan kedalam air raksa, ternyata logam yang lebih tebal
tersembul lebih tinggi di atas permukaan air raksa dari pada logam yang tipis. Dengan
demikian Airy berkesimpulan bahwa perbedaan ketinggian permukaan bumi bukan
disebabkan oleh perbedaan densitas batuan tetapi akibat dari perbedaan tebal lapisan
kerak bumi. Itulah sebabnya hipotesis Airy ini sering pula disebut the Roots of
Mountains hypothesis of isostasi. Pendapat Airy ini lebih banyak dianut oleh para ahli
geologi, namun tidak berarti bahwa pendapat Pratt salah. Densitas batuan penyusun
kerak bumi memang tidak sama, demikian juga tidak semua pegunungan akarnya jauh
masuk kedalam bumi. Dengan demikian keduanya saling melengkapi. Leon Long
memberikan penilaian 65% untuk Airy dan 35% untuk Pratt.
1. A mountain range has an elevation of 5 km. Assuming that ρm = 3300 kg m-3 , ρc
= 2800 kg m-3 , and the reference or normal continental crust has a thickness of 35
km , determine the thickness of the continental crust beneath the mountain range.
Assume that hydrostatic equilibrium is applicable.
Diketahui:
h awal = 50000 m
ρm = 3300 kg m-3
ρc = 2800 kg m-3
hcc = 350000 m
Ditanyakan:
Delta(h) = ... ?
Penyelesaian:

ρc(∆h+ 35km+x) =ρm(x) +ρc(35km)


∆hρc+ρc(x)=ρm(x)
∆hρc=x(ρm−ρc)
x=∆hρcρm−ρc
x=5000m2800kg/m3500kg/m3= 28km
thickness=x+ 35km+ 5km= 28km+ 40km= 68km
2. There is observational evidence from the continents that the sea level in the
Cretaceous was 200 m higher that today. After a few thousand years, however, the
sea water is in isostatic equilibrium with the ocean basins. What was the
corresponding increase in the depth of the ocean basins? Take ρw = 1000 kg m-3
and the density of the displaced mantle to be ρm = 3300 kg m-3 .
Diketahui:
h awal = 200 m
ρw = 1000 kg m-3
ρm = 3300 kg m-3
Ditanyakan:
h total = ...?
Penyelesaian:

y1+h1= 200 +y2+h2


y1−y2= 200 +h2−h1
Now if we calculate the the hydrostatic equilibrium in the Cretaceous and today and
we equate bout we obtain
ρwy1+ρmh1=ρwy2+ρmh2
ρw(y1−y2) =ρm(h2−h1)
ρw
ρm
(y1−y2) = (h2−h1)

Masukkan persamaan y1−y2= 200 +h2−h1


ρw
ρm
(200 +h2−h1) = (h2−h1)

Kemudian h2 – h1 dimisalkan dengan x, sehinga x = h2-h1


ρw
ρm
(200 +h2−h1) = x
ρw
ρm
(200 +x) = x
ρw
ρm
200 = x - ρρmwx
ρw
ρm
200 = x (1 - ρρmw)
ρw
200
ρm
X= ρw
(1 − )
ρm

ρw200 1000kg/𝑚3 200m


X = ρm−ρw = 3300kg/𝑚 −1000kg/𝑚 = 86,95m
3 3

Sehingga dijumlahkan dengan level awal 200m


86,95m + 200m = 286,95m
3. A sedimentary basin has thickness of 7 km. Assuming that the crustal streching
model is applicable and that hcc = 35 km, ρm = 3300 kg m-3 , ρcc = 2700 kg m-3
and ρs = 2450 kg m-3 , determine the streching factor!
Diketahui:
Hsb = 7 km
Hcc = 35 km
ρm = 3300 kg m-3
ρcc = 2700 kg m-3
ρs = 2450 kg m-3
Ditanyakan :
= ...?
Penyelesaian:
ρm− ρcc 1
Hsb = Hcc( ) (1 - )
ρm− ρs ∝
3300− 2700 1
70000 = 350000( 3300− 2450) (1 - ∝)
0,2 1
=1-∝
0,7
0,2 1
–1=-∝
0,7
1
0,715 = ∝
= 1,3198 = 1,4

4. Asumming ß = 2 , hcc = 35 km , ρm = 3300 kg m-3 and ρcc = 2800 kg m-3 ,


determine the height of the mountain belt h and the thickness of the crustal root b!
Diketahui :
ß=2
hcc = 35 km
ρm = 3300 kg m-3
ρcc = 2800 kg m-3
Ditanyakan:
h dan b = ...?
Penyelesaian:

Anda mungkin juga menyukai