0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan26 halaman

Manajemen Proyek dan Integrasi TI

Makalah ini membahas dua topik utama yaitu Project Integration Management dan Project Scope Management. Project Integration Management membahas koordinasi seluruh aspek manajemen proyek untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Project Scope Management membahas penentuan, pengontrolan, dan pengelolaan cakupan proyek untuk memastikan proyek hanya meliputi pekerjaan yang diperlukan.

Diunggah oleh

Get & Get
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan26 halaman

Manajemen Proyek dan Integrasi TI

Makalah ini membahas dua topik utama yaitu Project Integration Management dan Project Scope Management. Project Integration Management membahas koordinasi seluruh aspek manajemen proyek untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Project Scope Management membahas penentuan, pengontrolan, dan pengelolaan cakupan proyek untuk memastikan proyek hanya meliputi pekerjaan yang diperlukan.

Diunggah oleh

Get & Get
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Project Integration Management

Dan
Project Scope Management

MAKALAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK

Disusun Oleh:

DIYO MOLLANA FAZRI ( 1612000012 )


DENI SUPRADIKA ( 1612000009 )

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS POTENSI UTAMA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan anugrah dari-

Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Pengertian Manajemen proyek

dalam konteks TI dan Aspek Manusia dalam manajemen proyek” ini. Sholawat dan

salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi

Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus

berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi

seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah yang

menjadi tugas pendidikan agama dengan judul “Pengertian Manajemen proyek

dalam konteks TI dan Aspek Manusia dalam manajemen proyek”. Disamping itu,

kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu

kamu selama pembuatan makalan ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah

makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat

bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran terhadap

makalah ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena kami sadar, makalah

yang kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya.

Medan, 15 September 2019

Kelompok sepuluh

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1

I.1. Latar Belakang .................................................................................. 1

I.2. Tujuan Penulisan............................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 3

II.1. Pengertian Manajemen proyek .................................................................... 3

II.2. Konteks Manajemen Proyek dan TI ............................................................ 8

II.3. Group Proses Manajemen proyek .............................................................. 10

II.4. Project Integration Managemant ................................................................ 13

II.5. Studi Kasus ................................................................................................. 13

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 21

III.1 Kesimpulan ..................................................................................... 21

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

[Link] Belakang

Manajemen adalah Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,

pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber

daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Proyek merupakan Suatu kegiatan sementara yang dilakukan atau yang berlangsung

dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk

menghasilkan produk (deliverable) yang kriterianya telah digariskan dengan jelas.

Semakin maju peradaban manusia, semakin cangih dan kompleks proyek

yang dikerjakan dengan melibatkan pengguna sumberdaya dalam bentuk tenaga

manusia, material dan dana yang jumlahnya bertambah besar. Diiringi pula dengan

semakin ketat kompetisi penyelenggaraan proyek untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat sehingga dibutuhkan cara pengelolaan, metoda serta teknik yang paling

baik sehingga pengunaan sumber daya benar-benar efektif dan efisien sehingga

dibutuhkan manajemen proyek. Dengan kata lain manajemen proyek tumbuh

karena dorongan mencari pendekatan penggelolaan yang sesuai dengan tuntutan

dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan

kegiatan operasional rutin. Manajemen Proyek berbeda dengan manajemen klaisik

yang berhasil menggelola kegiatan operasional. Hal ini karena beberapa prilaku

proyek yang penuh dinamika dan adanya perubahan cepat.

i
[Link] Penulisan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan

tentang segala aspek kegiatan dari manajemen proyek dan diharapkan bermanfaat

bagi kita semua para pembaca.


BAB II

PEMBAHASAN

[Link] Manajemen Proyek

Proyek merupakan sebuah kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan

atas dasar permintaan dari seorang owner atau pemilik pekerjaan yang ingin

mencapai suatu tujuan tertentu dan dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan sesuai

dengan keinginan daripada owner atau pemilik proyek dan spesifikasi yang ada.

Dalam pelaksanaan proyek pemilik proyek dan pelaksana proyek mempunyai hak

yang diterima dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan jangka waktu

yang telah disetujui bersama antar pemilik proyek dan pelaksana [Link]

dapat berukuran besar dan kecil sehingga waktu yang diperlukan untuk

menyelesaikan suatu proyek bias singkat atau lama. Contoh suatu proyek dalam

dunia IT adalah terdapat pertim ahli software/suatu perusahaan software house,

mereka ahli dalam hal membuat sebuah aplikasi accounting. Nah mereka mendapat

orderan membuat sebuah aplikasi tersebut dari salah satu clientnya dengan

sebelumnya ada persetujuan masalah biaya dan aspek lainnya.

Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan,

peralatan and teknik pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan

kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari manajemen proyek dapat

dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : initiating process, planning process,

executing process, controlling process dan closing process.

i
[Link] Manajemen Proyek dan TI

Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi spektrum dalam kegiatan bisnis

dunia. Investasi untuk pengembangan teknologi informasi merupakan sebuah

fenomena yang diyakini para pelaku bisnis akan menambah nilai bisnis mereka.

Fenomena ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap pekerjaan-pekerjaan

dibidang TI. Perkembangan di bidang TI pun menjadi tuntutan untuk memenuhi

kebutuhan pasar. Pendidikan bidang TI dengan berbagai jenjang pendidikan

semakin banyak, produsen TI baik hardware maupun software semakin inovatif

dalam mengembangankan produk-produknya. Pekerjaan bidang TI memiliki

karakteristik khusus dibandingkan dengan pekerjaan non-TI. Hal ini karena

karakteristik TI yang tidak bisa dipisahkan antara aktivitas organisasi secara

menyeluruh. TI dikembangkan harus bersinergi dengan seluruh aktivitas bisnis

secara keseluruhan. Dengan semakin banyaknya pekerjaan-pekerjaan bidang TI dan

karakteristik TI itu sendiri akan menciptakan adanya proyek-proyek secara khusus

menangani pekerjaan-pekerjaan pembangunan dan pengembangan TI. Sehingga

diperlukan bidang kajian khusus yaitu pengelolaan (manajemen) proyek teknologi

informasi.

[Link] Proses Manajemen Proyek

A. Proses Proyek

Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-

orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:
1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan

mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku

untuk sebagian besar proyek.

2. Produk berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan

produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di

definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah

aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi

sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak

dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang

bagaimana menciptakan suatu produk.

B. Grup Proses

Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:

1. Initiating Processes

2. Planning Processes

3. Executing Processes

4. Controlling Processes

5. Closing Processes

Penjelasan:

1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari

suatu proyek.

i
2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena

proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.

3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang

dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan

apa yang telah direncanakan.

4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan

proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari

rencana yang sudah dibuat sebelumnya.

5. Closing Processes,melakukan formalisasi hasil proyek,berupa produk,

servis.

II.4 Project Integration Management

Adalah tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh

knowledge area dalam Manajemen Proyek. Dengan melibatkan koordinasi seluruh

knowledge area dalam project life cycle. Dan juga merupakan salah satu

kompetensi yang harus dimiliki oleh Manajer Proyek sebagai kunci koordinasi sdm,

rencana dan pekerjaanpekerjaan yang harus dilakukan selama proyek berlangsung,

serta pintu komunikasi antara proyek dengan top manajemen. Manajer Proyek harus

mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama project life cycle

berlangsung. Kebanyakan manajer proyek terlaku berfokus pada hal-hal yang detail

tetapi melupakan “big picture” dari proyek yang sedang dikerjakan. Proses dan

kegiatan yang diperlukan untuk mengidentifikasi, menentukan, menggabungkan,


menyatukan, dan mengkoordinasikan proses dan kegiatan proyek manajemen

dalam Grup Manajemen Proyek termasuk dalam Kawasan Pengetahuan

Proyek Integrasi Manajemen. Karakteristik penyatuan, konsolidasi, artikulasi

dan tindakan integratif sangat penting bagi penyelesaian suatu proyek

dalam konteks integrasi.

Integration manajemen merupakan unsur manajemen proyek yang

mengkoordinasikan semua aspek proyek. Proyek integrasi, ketika dilakukan dengan

benar, akan menghasilkan segala poses dari proyek berjalan lancar. Integrasi

manajemen akan menghasilkan serangkaian tujuan yang menghasilkan. Hasil ini

termasuk chart proyek, rencana proyek, dan awal dari pernyataan ruang lingkup

proyek. Di bawah ini adalah ringkasan dari apa yang melibatkan manajemen proyek

integrasi.

Integrasi manajemen melibatkan tujuh proses. Yang pertama dari proses ini

adalah pengembangan piagam proyek. Piagam memulai proyek proyek. Dokumen

ini memberi wewenang proyek untuk mendapatkan berlangsung. Proyek charter

negara tujuan proyek dan nama manajer proyek. Hal ini biasanya tidak lebih dari

satu halaman panjang. Proses kedua adalah pengembangan ruang lingkup

pernyataan awal. Dokumen ini akan ditinjau kembali dalam unsur manajemen

lingkup PMBOK. Pernyataan lingkup mendefinisikan apa dan apa yang bukan

bagian dari proyek. lingkup laporan Yah-pasti akan menampilkan semua dan hanya

bekerja terlibat dengan suatu proyek tertentu. Proses ketiga dalam manajemen

i
integrasi merupakan pengembangan dari rencana proyek. Rencana proyek meliputi

project charter, definisi proyek, tujuan proyek, anggaran proyek, jadwal proyek,

sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek, pendekatan, rencana pengelolaan, dan

penilaian risiko [Link] selanjutnya yang terlibat adalah mengarahkan dan

pemantauan pelaksanaan proyek. Ini adalah ketika proyek benar-benar akan

berlangsung. Produk yang dihasilkan selama fase ini meliputi produk deliverable

akhir. Jika proyek ini di TI, deliverable akan menjadi program perangkat

[Link], pekerjaan proyek harus dipantau dan dikendalikan. Salah satu aspek

penting dari proses ini adalah manajemen perubahan. Permintaan untuk perubahan

proyek dapat dilakukan selama siklus hidup proyek. Jika permintaan ini tidak

dimonitor dan dikontrol, maka kualitas proyek dapat dikompromikan. Sebuah tim

harus dibentuk dalam rangka untuk mengawasi permintaan perubahan dan

penerapan perubahan. Proses ini berkaitan erat dengan keenam: mengontrol

perubahan yang terintegrasi. Akhirnya, proyek harus ditutup bila telah selesai.

Penutupan proyek melibatkan tinjauan proses, keberhasilan dan defisit yang

ditemukan selama siklus hidup proyek.

A. Integrasi Manajemen Proyek

Risiko Kondisi :

1. perencanaan yang tidak memadai, integrasi atau alokasi sumber daya

2. Kurangnya tujuan yang jelas dan indikator kunci keberhasilan

3. Kurangnya manajemen proyek secara menyeluruh


Dalam Aplikasi dunia nyata yang melibatkan upaya koordinasi komponen

Manajemen Proyek Integrasi dangan jelas didefinisikan oleh batas-batas. Interaksi

antara proses-proses individu membutuhkan integrasi efektif dalam Manajemen

Proyek.

Knowledge areas dari Project Integration Management:

1. Project Scope Management.

2. Project Time Management.

3. Project Cost Management.

4. Project Quality Management.

5. Project Human Management.

6. Project Communication Management.

7. Project Risk Management.

8. Project Procurement Management.

B. Project Charter

Adalah dokumen formal yang menyatakan keberadaan sebuah proyek dan

memberikan arahan akan tujuan dan manajemen proyek. Keberadaan project

charter dapat digunakan untuk memberikan wewenang penggunaan sumber daya

yang ada dalam sebuah organisasi dalam rangka menyelesaikan sebuah proyek.

i
a. Informasi yang terkandung dalam Project Charter

1. Nama Proyek

2. Masa berlaku proyek

3. Nama Manajer Proyek beserta informasinya

4. Ringakasan jadwal proyek

5. Ringkasan budget proyek

6. Gambaran singkat mengenai tujuan proyek, termasuk

7. kebutuhan bisnis, dan justifikasi lainnya yang menyatakan

8. pentingnya proyek dilaksanakan.

9. Ringkasan pendekatan dalam manajemen proyek

10. Tugas umum dari masing-masing anggota tim proyek

11. Tanda tangan key project stakeholders

12. Kolom komentar yang disediakan agar dapat diisi oleh stakeholder

C. Membangun Project Preliminary Scope

Adalah scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek

agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan

yang berkaitan dengan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek.

a. Informasi yang terkandung dalam Project Pleminary Scope

1. Tujuan proyek

2. Deskripsi produk/servis

3. Kriteria produk yang akan diterima


4. Asumsi dan hambatan terhadap proyek

5. Struktur organisasi

6. Resiko

7. Jadwal

8. Gambaran awal biaya

D. Membangun Project Management Plan

Adalah dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua

dokumen perencanaan [Link] utamanya adalah memberikan tuntunan

dalam eksekusi proyek. .

a. Elemen-elemen umumnya

1. Gambaran Umum mengenai proyek

2. Deskripsi bagaimana proyek diorganisir

3. Manajemen dan proses teknis yang digunakan dalam proyek

4. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, jadwal dan informasi biaya

proyek

E. Eksekusi Proyek

Adalah tahap melaksanakan pekerjaan yang telah digambarkan dalam

project plan. Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena

selama eksekusi proyek inilah produk dari proyek dihasilkan.

i
Keterampilan yang harus dimiliki untuk eksekusi Proyek:

1. Kepemimpinan

2. Komunikasi

3. Politik

4. Kemampuan menggunakan tools dan techniques

F. Kontrol Proyek

Output penting dari proses ini adalah rekomendasi tindakan korektif atau

preventif. Korektif dalam rangka meningkatkan kinerja proyek, preventif dalam

rangka mereduksi probabilitas konsekuensi negatif yang berkaitan dgn resiko

proyek.

G. Penutupan Proyek

Hal yang harus dilakukan mengakhiri semua aktivitas dan menyampaikan

hasil kerja proyek (tuntas/tidak) pada orang yang tepat.

II.5 Studi Kasus

Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan

seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyababkan

sistem informasi mempunyai masalah, antara lain karena :


 Waktu (overtime).

 Lingkungan sistem yang berubah.

 Perubahan prosedur operasional.

Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang

meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke

sistem. Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari

programming budget dan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk

perlu diganti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).

Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik informasi, yaitu :

 Relevansi (relevancy).

 Keakuratan (accuracy), yang memiliki faktor : kelengkapan

(completeness),kebenaran (correctness), dan keamanan (security).

o Ketepatan waktu (timeliness).

o Ekonomi (economy), yang memiliki faktor : sumber daya

(resources) dan

biaya (cost).

 Efisiensi (eficiency).

 Dapat dipercaya (reliability).

 Kegunaan (usability).

i
Relevansi (relevancy)

Hasil dari sistem informasi (SI) harus dapat digunakan untuk kegiatan

managemen ditingkat operasional, taktis dan strategik. Jika tidak dapat digunakan,

informasi tersebut layak untuk tidak diperhatikan lagi.

Beberapa gejala dari informasi yang tidak lagi relevan, antara lain :

 Banyak laporan yang isinya terlalu panjang

 Laporan tidak digunakan oleh pihak yang menerimanya.

 Permintaan informasi tidak tersedia dalam SI.

 Sebagai laporan yang tersedia tetapi tidak diminta/dibutuhkan.

o Bertumpuknya keluhan-keluhan pemakai ketika laporan tidak

diproduksi

dan disebarluaskan.

Kelengkapan (completeness)

Data tidak hanya dimasukkan secara benar, tetapi juga harus lengkap.

Apabila sebuah sistem informasi memiliki 95% keakuratan data, tetapi hanya 80%

dari kebutuhan informasi, maka sistem akan tidak efektif.

Berikut beberapa gejala ketidaklengkapan (incompleteness).

 ·Sebagian data dikembalikan ke pemakai karena sumber

dokumennya atau isian formulirnya tidak lengkap.


 Pengawas data menunjukkan sebuah atau lebih isian field yang

tidak diisi karena kesengajaan atau ketidaksengajaan.

 ·Bagian pemasukan data menelepon ke pemakai untuk mengklarifikasikan

data dari sumber-sumber dokumennya.

Kebenaran (correctness)

Kebenaran biasanya dipikir sebagai keakuratan. Semua data dari field

harus dimasukkan secara benar. Berikut gejala dari ketidakbenaran, antara lain :

 ·Total kesalahan transaksi mengalami kenaikan dibanding kualitasnya.

 ·Permintaan untuk perubahan program mengalami kenaikan.

 ·Masalah yang terjadi setelah akhir hari kerja normal mengalami kenaikan.

o ·Jumlah kesalahan kritis mengalami kenaikan.

Sebagai contoh adalah kesalahan saldo hutang nasabah dapat

mengurangi

masukan kas, sehingga membuat nasabah mengalami

ketidakpuasan.

Keamanan (security)

Seringkali informasi dikirimkan ke setiap orang yang membutuhkannya.

Pengawasan keamanan adalah struktur pengecekan untuk memutuskan jika

informasi yang sensitif ditujukan kepada pemakai yang tidak sah.

i
Ketepatan waktu (timeliness)

Beberapa gejala yang menunjukkan masalah ketepatan waktu :

 Keluaran (throughput) sistem informasi mengalami penurunan.

Troughput adalah tingkat proses transaksi sampai akhir waktu yang bebas

kesalahan.

 Tumpukan pemasukan data mengalami kenaikan.

Sebuah tumpukan pemasukan data terjadi ketika data transaksi tidak

langsung dimasukkan pada saat itu (ditunda/tertunda).

 Keluhan tentang lambatnya sistem membuat laporan mengalami kenaikan.

o ·Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan program

mengalami kenaikan.

o ·Banyaknya keluhan dari pemakai tentang kesulitan dalam

menghubungi staff pemeliharaan program dan staff operasinya.

Ekonomi (economy)

Biaya sistem informasi akan mengalami kenaikan sesuai dengan

berjalannya waktu. Meskipun ada beberapa biaya yang mengalami penurunan, dan

sebagian akan naik Banyak hal yang menunjukkan kenaikan biaya, seperti

konsultan pemeliharaan hardware dan program, dan sebagainya. Banyak

organisasi merekrut konsultan sebagai programmer atau analis selama proyek.

Untuk jangka pendek secara drastis akan menaikkan biaya tenaga kerja, tetapi
untuk jangka panjang mengurangi biaya karena mempertimbangkan keuntungan

sistem informasi yang didapat.

Efisiensi (eficiency)

Efisiensi adalah berapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit

sumber daya dalam proses produksinya. Untuk contoh, sebuah perusahaan

mengeluarkan $500.000 untuk sistem inventory. Penjualan mengalami kenaikan

$100.000 sebagai hasil dari sistem baru tersebut.

Efisiensi dari sistem tersebut adalah :

100.000

——————- = 20%

500.000

Disini beberapa rasio yang dapat dihitung dan dianalisa, antara lain :

 Keluaran / nilai uang (trougput/dollar).

 Keluaran / waktu untuk memasukkan data (trougput/data entry hours

worked).

 Transaksi tanpa kesalahan/waktu (errorless transaction/hours).

 Kesalahan yang dibetulkan/nilai uang (errors corrected/dollar).

i
o Perubahan program/jumlah programmer (program changes/number

of

programmers).

o Biaya kertas/transaksi (paper costs/transaction).

Dapat dipercaya (reliability)

Sebuah indikator penting dari sistem informasi yang adalah dengan

memperhatikan masalah reliabilitasnya. Beberapa gejala tentang masalah

reliabilitas, antara lain :

 Computer downtime, yaitu sistem informasi bekerja dengan baik ketika

komputernya bagus, kemudian komputer mengalami penurunan.

 Banyaknya karyawan mengalami pergantian (turnover), yaitu tingkat rata-

rata karyawan bekerja dengan baik keluar, dan karyawan baru ditraining.

 Waktu perbaikan kesalahan program, yaitu pemakai tidak dapat

memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki

sebuah kesalahan informasi, barangkali satu jam atau empat minggu.

 · Biaya, yaitu tingginya varian rata-rata biaya setiap bulannya.

 · Tumpukan transaksi, yaitu jumlah transaksi yang tertunda atau ditolak.

o Rata-rata kesalahan, yaitu rata-rata kesalahan yang tidak dapat

diprediksi, sehingga perlu menguranginya.


Kegunaan (usability)

Tidak ada hal yang lebih baik dari sebuah sistem yang dirancang sesuai

dengan kriteria. Jika sistem sulit digunakan, berarti adalah masalah dalam sistem.

Beberapa gejala yang menunjukkan sedikit kegunaan (poor usability) sistem,

antara lain :

 Lamanya waktu pelatihan bagi pemakai pemula.

 Tingginya rata-rata kesalahan yang terjadi.

 Naiknya keluhan-keluhan pemakai.

 Naiknya kemangkiran dari sebagian pemakai komputer.

Information systems backlog

Tumpukan pemasukan data adalah sebuah kondisi dimana transaksi yang

datang tidak langsung dimasukkan (posted) ke record pada awal hari kerja

berikutnya.

Tujuan uatma dari sistem informasi bisnis adalah menyimpan sumber daya (to

keep track of resources), sehingga kegagalan memperbarui (to update)

sumber daya record adalah sebuah masalah sistem yang serius.

Sebagai analis, adalah penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadi

tumpukan (backlogs) dan masalah-masalah yang sebabkan systems backlogs.

Terdapat 5 alasan mengapa sebuah tumpukan masalah sistem informasi dapat

terjadi :

i
 ·Volume transaksi mengalami kenaikan (transaction volume increase).

 ·Penurunan kinerja (decreasing performance).

 ·Pergantian karyawan yang tinggi (employee turnover).

 ·System downtime.

 ·Transaction variances.

Beberapa masalah backlogs menyebabkan beberapa kekacauan, antara lain :

 ·Menumpuknya rekord-rekord (lack of record currency).

 ·Kenaikan rata-rata kesalahan (increased error rates).

 ·Kenaikan biaya (increased costs).

 ·Kenaikan pergantian karyawan (increased employee turnover).

Deteksi sumber-sumber masalah sistem informasi :

 ·Keluhan pemakai (user complaints).

 ·Perhatian top manajemen (top management concerns)

 ·Penunjuk jalan (scouting).

 ·Pengawas pemakai (user surveys).

 ·Pengawas (audits).

 ·Pengukur kinerja sistem (performance measurement systems).

Laporan awal masalah

Banyaknya catatan-catatan (logs) masalah-masalah laporan dapat

digunakan oleh sistem analis untuk studi awal (preliminary study). Studi ini
memutuskan jika laporan atau deteksi masalah adalah cukup serius untuk

menjamin perhatian lebih lanjut dan perhatian apa saja yang perlu untuk

dilakukan.

Analis menyiapkan sebuah laporan awal masalah yang mencakup 4 elemen

berikut:

 Source, dari mana sumber masalah informasi berasal.

 Nature, sebuah deskripsi singkat tentang sumber masalah.

 Detailed analysis, pengembangan secara teknis dari masalah (problem

nature).

 Recommendation, sejauh mana solusi dari masalah akan dikembangkan.

Tipe recommendation, terdiri dari :

 ·Masalahnya kecil dan kebutuhan pemeliharaan.

 ·Masalahnya membutuhkan kemampuan sistem.

o Masalahnya serius sehingga perlu analisis detail. Rekomendasi ini

dimulai dari system development life cycle. Detail analisis

memutuskan apakah sistem saat ini perlu diganti dengan sistem

informasi yang baru.

i
BAB III

PENUTUP

III.1. Kesimpulan

Semakin maju peradaban manusia, semakin cangih dan kompleks proyek

yang dikerjakan dengan melibatkan pengguna sumberdaya dalam bentuk tenaga

manusia, material dan dana yang jumlahnya bertambah besar. Diiringi pula dengan

semakin ketat kompetisi penyelenggaraan proyek untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat sehingga dibutuhkan cara pengelolaan, metoda serta teknik yang paling

baik sehingga pengunaan sumber daya benar-benar efektif dan efisien sehingga

dibutuhkan manajemen proyek. Dengan kata lain manajemen proyek tumbuh

karena dorongan mencari pendekatan penggelolaan yang sesuai dengan tuntutan

dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan

kegiatan operasional rutin. Manajemen Proyek berbeda dengan manajemen klaisik

yang berhasil menggelola kegiatan operasional. Hal ini karena beberapa prilaku

proyek yang penuh dinamika dan adanya perubahan cepat.


DAFTAR PUSTAKA

[Link]

[Link]

[Link]

management/

[Link]

Anda mungkin juga menyukai