Project Integration Management
Dan
Project Scope Management
MAKALAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK
Disusun Oleh:
DIYO MOLLANA FAZRI ( 1612000012 )
DENI SUPRADIKA ( 1612000009 )
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS POTENSI UTAMA
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan anugrah dari-
Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Pengertian Manajemen proyek
dalam konteks TI dan Aspek Manusia dalam manajemen proyek” ini. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, Nabi
Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita semua jalan yang lurus
berupa ajaran agama islam yang sempurna dan menjadi anugrah terbesar bagi
seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan makalah yang
menjadi tugas pendidikan agama dengan judul “Pengertian Manajemen proyek
dalam konteks TI dan Aspek Manusia dalam manajemen proyek”. Disamping itu,
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
kamu selama pembuatan makalan ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah
makalah ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca. Kami mengharapkan kritik dan saran terhadap
makalah ini agar kedepannya dapat kami perbaiki. Karena kami sadar, makalah
yang kami buat ini masih banyak terdapat kekurangannya.
Medan, 15 September 2019
Kelompok sepuluh
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
I.1. Latar Belakang .................................................................................. 1
I.2. Tujuan Penulisan............................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 3
II.1. Pengertian Manajemen proyek .................................................................... 3
II.2. Konteks Manajemen Proyek dan TI ............................................................ 8
II.3. Group Proses Manajemen proyek .............................................................. 10
II.4. Project Integration Managemant ................................................................ 13
II.5. Studi Kasus ................................................................................................. 13
BAB III PENUTUP ........................................................................................... 21
III.1 Kesimpulan ..................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Manajemen adalah Aktivitas yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan kepemimpinan, serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber
daya yang dimiliki suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Proyek merupakan Suatu kegiatan sementara yang dilakukan atau yang berlangsung
dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk
menghasilkan produk (deliverable) yang kriterianya telah digariskan dengan jelas.
Semakin maju peradaban manusia, semakin cangih dan kompleks proyek
yang dikerjakan dengan melibatkan pengguna sumberdaya dalam bentuk tenaga
manusia, material dan dana yang jumlahnya bertambah besar. Diiringi pula dengan
semakin ketat kompetisi penyelenggaraan proyek untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat sehingga dibutuhkan cara pengelolaan, metoda serta teknik yang paling
baik sehingga pengunaan sumber daya benar-benar efektif dan efisien sehingga
dibutuhkan manajemen proyek. Dengan kata lain manajemen proyek tumbuh
karena dorongan mencari pendekatan penggelolaan yang sesuai dengan tuntutan
dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan
kegiatan operasional rutin. Manajemen Proyek berbeda dengan manajemen klaisik
yang berhasil menggelola kegiatan operasional. Hal ini karena beberapa prilaku
proyek yang penuh dinamika dan adanya perubahan cepat.
i
[Link] Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan
tentang segala aspek kegiatan dari manajemen proyek dan diharapkan bermanfaat
bagi kita semua para pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
[Link] Manajemen Proyek
Proyek merupakan sebuah kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan
atas dasar permintaan dari seorang owner atau pemilik pekerjaan yang ingin
mencapai suatu tujuan tertentu dan dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan sesuai
dengan keinginan daripada owner atau pemilik proyek dan spesifikasi yang ada.
Dalam pelaksanaan proyek pemilik proyek dan pelaksana proyek mempunyai hak
yang diterima dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan jangka waktu
yang telah disetujui bersama antar pemilik proyek dan pelaksana [Link]
dapat berukuran besar dan kecil sehingga waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu proyek bias singkat atau lama. Contoh suatu proyek dalam
dunia IT adalah terdapat pertim ahli software/suatu perusahaan software house,
mereka ahli dalam hal membuat sebuah aplikasi accounting. Nah mereka mendapat
orderan membuat sebuah aplikasi tersebut dari salah satu clientnya dengan
sebelumnya ada persetujuan masalah biaya dan aspek lainnya.
Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan,
peralatan and teknik pada aktivitas-aktivitas proyek supaya persyaratan dan
kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses dari manajemen proyek dapat
dikelompokkan dalam lima kelompok yaitu : initiating process, planning process,
executing process, controlling process dan closing process.
i
[Link] Manajemen Proyek dan TI
Teknologi Informasi (TI) sudah menjadi spektrum dalam kegiatan bisnis
dunia. Investasi untuk pengembangan teknologi informasi merupakan sebuah
fenomena yang diyakini para pelaku bisnis akan menambah nilai bisnis mereka.
Fenomena ini mendorong meningkatnya permintaan terhadap pekerjaan-pekerjaan
dibidang TI. Perkembangan di bidang TI pun menjadi tuntutan untuk memenuhi
kebutuhan pasar. Pendidikan bidang TI dengan berbagai jenjang pendidikan
semakin banyak, produsen TI baik hardware maupun software semakin inovatif
dalam mengembangankan produk-produknya. Pekerjaan bidang TI memiliki
karakteristik khusus dibandingkan dengan pekerjaan non-TI. Hal ini karena
karakteristik TI yang tidak bisa dipisahkan antara aktivitas organisasi secara
menyeluruh. TI dikembangkan harus bersinergi dengan seluruh aktivitas bisnis
secara keseluruhan. Dengan semakin banyaknya pekerjaan-pekerjaan bidang TI dan
karakteristik TI itu sendiri akan menciptakan adanya proyek-proyek secara khusus
menangani pekerjaan-pekerjaan pembangunan dan pengembangan TI. Sehingga
diperlukan bidang kajian khusus yaitu pengelolaan (manajemen) proyek teknologi
informasi.
[Link] Proses Manajemen Proyek
A. Proses Proyek
Proyek terdiri dari beberapa proses. Proses proyek dilakukan oleh orang-
orang dan umumnya terdapat salah satu dari dua kategori utama:
1. Proses manajemen proyek berkaitan dengan menjelaskan dan
mengorganisir pekerjaan proyek. Proses manajemen proyek yang berlaku
untuk sebagian besar proyek.
2. Produk berorientasi proses berkaitan dengan menetapkan dan menciptakan
produk suatu proyek. Produk – berorientasi proses yang biasanya di
definisikan oleh siklus hidup proyek dan bervariasi berdasarkan wilayah
aplikasi. Kedua kategori ini saling tumpang tindih dan berinteraksi
sepanjang proyek itu berjalan. Sebagai contoh, ruang lingkup proyek tidak
dapat di definisikan dengan tidak adanya pemahaman dasar tentang
bagaimana menciptakan suatu produk.
B. Grup Proses
Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:
1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes
Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari
suatu proyek.
i
2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena
proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.
3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang
dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan
apa yang telah direncanakan.
4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan
proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari
rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
5. Closing Processes,melakukan formalisasi hasil proyek,berupa produk,
servis.
II.4 Project Integration Management
Adalah tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh
knowledge area dalam Manajemen Proyek. Dengan melibatkan koordinasi seluruh
knowledge area dalam project life cycle. Dan juga merupakan salah satu
kompetensi yang harus dimiliki oleh Manajer Proyek sebagai kunci koordinasi sdm,
rencana dan pekerjaanpekerjaan yang harus dilakukan selama proyek berlangsung,
serta pintu komunikasi antara proyek dengan top manajemen. Manajer Proyek harus
mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama project life cycle
berlangsung. Kebanyakan manajer proyek terlaku berfokus pada hal-hal yang detail
tetapi melupakan “big picture” dari proyek yang sedang dikerjakan. Proses dan
kegiatan yang diperlukan untuk mengidentifikasi, menentukan, menggabungkan,
menyatukan, dan mengkoordinasikan proses dan kegiatan proyek manajemen
dalam Grup Manajemen Proyek termasuk dalam Kawasan Pengetahuan
Proyek Integrasi Manajemen. Karakteristik penyatuan, konsolidasi, artikulasi
dan tindakan integratif sangat penting bagi penyelesaian suatu proyek
dalam konteks integrasi.
Integration manajemen merupakan unsur manajemen proyek yang
mengkoordinasikan semua aspek proyek. Proyek integrasi, ketika dilakukan dengan
benar, akan menghasilkan segala poses dari proyek berjalan lancar. Integrasi
manajemen akan menghasilkan serangkaian tujuan yang menghasilkan. Hasil ini
termasuk chart proyek, rencana proyek, dan awal dari pernyataan ruang lingkup
proyek. Di bawah ini adalah ringkasan dari apa yang melibatkan manajemen proyek
integrasi.
Integrasi manajemen melibatkan tujuh proses. Yang pertama dari proses ini
adalah pengembangan piagam proyek. Piagam memulai proyek proyek. Dokumen
ini memberi wewenang proyek untuk mendapatkan berlangsung. Proyek charter
negara tujuan proyek dan nama manajer proyek. Hal ini biasanya tidak lebih dari
satu halaman panjang. Proses kedua adalah pengembangan ruang lingkup
pernyataan awal. Dokumen ini akan ditinjau kembali dalam unsur manajemen
lingkup PMBOK. Pernyataan lingkup mendefinisikan apa dan apa yang bukan
bagian dari proyek. lingkup laporan Yah-pasti akan menampilkan semua dan hanya
bekerja terlibat dengan suatu proyek tertentu. Proses ketiga dalam manajemen
i
integrasi merupakan pengembangan dari rencana proyek. Rencana proyek meliputi
project charter, definisi proyek, tujuan proyek, anggaran proyek, jadwal proyek,
sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek, pendekatan, rencana pengelolaan, dan
penilaian risiko [Link] selanjutnya yang terlibat adalah mengarahkan dan
pemantauan pelaksanaan proyek. Ini adalah ketika proyek benar-benar akan
berlangsung. Produk yang dihasilkan selama fase ini meliputi produk deliverable
akhir. Jika proyek ini di TI, deliverable akan menjadi program perangkat
[Link], pekerjaan proyek harus dipantau dan dikendalikan. Salah satu aspek
penting dari proses ini adalah manajemen perubahan. Permintaan untuk perubahan
proyek dapat dilakukan selama siklus hidup proyek. Jika permintaan ini tidak
dimonitor dan dikontrol, maka kualitas proyek dapat dikompromikan. Sebuah tim
harus dibentuk dalam rangka untuk mengawasi permintaan perubahan dan
penerapan perubahan. Proses ini berkaitan erat dengan keenam: mengontrol
perubahan yang terintegrasi. Akhirnya, proyek harus ditutup bila telah selesai.
Penutupan proyek melibatkan tinjauan proses, keberhasilan dan defisit yang
ditemukan selama siklus hidup proyek.
A. Integrasi Manajemen Proyek
Risiko Kondisi :
1. perencanaan yang tidak memadai, integrasi atau alokasi sumber daya
2. Kurangnya tujuan yang jelas dan indikator kunci keberhasilan
3. Kurangnya manajemen proyek secara menyeluruh
Dalam Aplikasi dunia nyata yang melibatkan upaya koordinasi komponen
Manajemen Proyek Integrasi dangan jelas didefinisikan oleh batas-batas. Interaksi
antara proses-proses individu membutuhkan integrasi efektif dalam Manajemen
Proyek.
Knowledge areas dari Project Integration Management:
1. Project Scope Management.
2. Project Time Management.
3. Project Cost Management.
4. Project Quality Management.
5. Project Human Management.
6. Project Communication Management.
7. Project Risk Management.
8. Project Procurement Management.
B. Project Charter
Adalah dokumen formal yang menyatakan keberadaan sebuah proyek dan
memberikan arahan akan tujuan dan manajemen proyek. Keberadaan project
charter dapat digunakan untuk memberikan wewenang penggunaan sumber daya
yang ada dalam sebuah organisasi dalam rangka menyelesaikan sebuah proyek.
i
a. Informasi yang terkandung dalam Project Charter
1. Nama Proyek
2. Masa berlaku proyek
3. Nama Manajer Proyek beserta informasinya
4. Ringakasan jadwal proyek
5. Ringkasan budget proyek
6. Gambaran singkat mengenai tujuan proyek, termasuk
7. kebutuhan bisnis, dan justifikasi lainnya yang menyatakan
8. pentingnya proyek dilaksanakan.
9. Ringkasan pendekatan dalam manajemen proyek
10. Tugas umum dari masing-masing anggota tim proyek
11. Tanda tangan key project stakeholders
12. Kolom komentar yang disediakan agar dapat diisi oleh stakeholder
C. Membangun Project Preliminary Scope
Adalah scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek
agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan
yang berkaitan dengan proyek sesuai dengan ruang lingkup proyek.
a. Informasi yang terkandung dalam Project Pleminary Scope
1. Tujuan proyek
2. Deskripsi produk/servis
3. Kriteria produk yang akan diterima
4. Asumsi dan hambatan terhadap proyek
5. Struktur organisasi
6. Resiko
7. Jadwal
8. Gambaran awal biaya
D. Membangun Project Management Plan
Adalah dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua
dokumen perencanaan [Link] utamanya adalah memberikan tuntunan
dalam eksekusi proyek. .
a. Elemen-elemen umumnya
1. Gambaran Umum mengenai proyek
2. Deskripsi bagaimana proyek diorganisir
3. Manajemen dan proses teknis yang digunakan dalam proyek
4. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, jadwal dan informasi biaya
proyek
E. Eksekusi Proyek
Adalah tahap melaksanakan pekerjaan yang telah digambarkan dalam
project plan. Area aplikasi proyek sangat mempengaruhi eksekusi proyek, karena
selama eksekusi proyek inilah produk dari proyek dihasilkan.
i
Keterampilan yang harus dimiliki untuk eksekusi Proyek:
1. Kepemimpinan
2. Komunikasi
3. Politik
4. Kemampuan menggunakan tools dan techniques
F. Kontrol Proyek
Output penting dari proses ini adalah rekomendasi tindakan korektif atau
preventif. Korektif dalam rangka meningkatkan kinerja proyek, preventif dalam
rangka mereduksi probabilitas konsekuensi negatif yang berkaitan dgn resiko
proyek.
G. Penutupan Proyek
Hal yang harus dilakukan mengakhiri semua aktivitas dan menyampaikan
hasil kerja proyek (tuntas/tidak) pada orang yang tepat.
II.5 Studi Kasus
Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan
seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyababkan
sistem informasi mempunyai masalah, antara lain karena :
Waktu (overtime).
Lingkungan sistem yang berubah.
Perubahan prosedur operasional.
Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang
meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke
sistem. Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari
programming budget dan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk
perlu diganti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).
Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik informasi, yaitu :
Relevansi (relevancy).
Keakuratan (accuracy), yang memiliki faktor : kelengkapan
(completeness),kebenaran (correctness), dan keamanan (security).
o Ketepatan waktu (timeliness).
o Ekonomi (economy), yang memiliki faktor : sumber daya
(resources) dan
biaya (cost).
Efisiensi (eficiency).
Dapat dipercaya (reliability).
Kegunaan (usability).
i
Relevansi (relevancy)
Hasil dari sistem informasi (SI) harus dapat digunakan untuk kegiatan
managemen ditingkat operasional, taktis dan strategik. Jika tidak dapat digunakan,
informasi tersebut layak untuk tidak diperhatikan lagi.
Beberapa gejala dari informasi yang tidak lagi relevan, antara lain :
Banyak laporan yang isinya terlalu panjang
Laporan tidak digunakan oleh pihak yang menerimanya.
Permintaan informasi tidak tersedia dalam SI.
Sebagai laporan yang tersedia tetapi tidak diminta/dibutuhkan.
o Bertumpuknya keluhan-keluhan pemakai ketika laporan tidak
diproduksi
dan disebarluaskan.
Kelengkapan (completeness)
Data tidak hanya dimasukkan secara benar, tetapi juga harus lengkap.
Apabila sebuah sistem informasi memiliki 95% keakuratan data, tetapi hanya 80%
dari kebutuhan informasi, maka sistem akan tidak efektif.
Berikut beberapa gejala ketidaklengkapan (incompleteness).
·Sebagian data dikembalikan ke pemakai karena sumber
dokumennya atau isian formulirnya tidak lengkap.
Pengawas data menunjukkan sebuah atau lebih isian field yang
tidak diisi karena kesengajaan atau ketidaksengajaan.
·Bagian pemasukan data menelepon ke pemakai untuk mengklarifikasikan
data dari sumber-sumber dokumennya.
Kebenaran (correctness)
Kebenaran biasanya dipikir sebagai keakuratan. Semua data dari field
harus dimasukkan secara benar. Berikut gejala dari ketidakbenaran, antara lain :
·Total kesalahan transaksi mengalami kenaikan dibanding kualitasnya.
·Permintaan untuk perubahan program mengalami kenaikan.
·Masalah yang terjadi setelah akhir hari kerja normal mengalami kenaikan.
o ·Jumlah kesalahan kritis mengalami kenaikan.
Sebagai contoh adalah kesalahan saldo hutang nasabah dapat
mengurangi
masukan kas, sehingga membuat nasabah mengalami
ketidakpuasan.
Keamanan (security)
Seringkali informasi dikirimkan ke setiap orang yang membutuhkannya.
Pengawasan keamanan adalah struktur pengecekan untuk memutuskan jika
informasi yang sensitif ditujukan kepada pemakai yang tidak sah.
i
Ketepatan waktu (timeliness)
Beberapa gejala yang menunjukkan masalah ketepatan waktu :
Keluaran (throughput) sistem informasi mengalami penurunan.
Troughput adalah tingkat proses transaksi sampai akhir waktu yang bebas
kesalahan.
Tumpukan pemasukan data mengalami kenaikan.
Sebuah tumpukan pemasukan data terjadi ketika data transaksi tidak
langsung dimasukkan pada saat itu (ditunda/tertunda).
Keluhan tentang lambatnya sistem membuat laporan mengalami kenaikan.
o ·Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesalahan program
mengalami kenaikan.
o ·Banyaknya keluhan dari pemakai tentang kesulitan dalam
menghubungi staff pemeliharaan program dan staff operasinya.
Ekonomi (economy)
Biaya sistem informasi akan mengalami kenaikan sesuai dengan
berjalannya waktu. Meskipun ada beberapa biaya yang mengalami penurunan, dan
sebagian akan naik Banyak hal yang menunjukkan kenaikan biaya, seperti
konsultan pemeliharaan hardware dan program, dan sebagainya. Banyak
organisasi merekrut konsultan sebagai programmer atau analis selama proyek.
Untuk jangka pendek secara drastis akan menaikkan biaya tenaga kerja, tetapi
untuk jangka panjang mengurangi biaya karena mempertimbangkan keuntungan
sistem informasi yang didapat.
Efisiensi (eficiency)
Efisiensi adalah berapa banyak produksi meningkat karena tambahan unit
sumber daya dalam proses produksinya. Untuk contoh, sebuah perusahaan
mengeluarkan $500.000 untuk sistem inventory. Penjualan mengalami kenaikan
$100.000 sebagai hasil dari sistem baru tersebut.
Efisiensi dari sistem tersebut adalah :
100.000
——————- = 20%
500.000
Disini beberapa rasio yang dapat dihitung dan dianalisa, antara lain :
Keluaran / nilai uang (trougput/dollar).
Keluaran / waktu untuk memasukkan data (trougput/data entry hours
worked).
Transaksi tanpa kesalahan/waktu (errorless transaction/hours).
Kesalahan yang dibetulkan/nilai uang (errors corrected/dollar).
i
o Perubahan program/jumlah programmer (program changes/number
of
programmers).
o Biaya kertas/transaksi (paper costs/transaction).
Dapat dipercaya (reliability)
Sebuah indikator penting dari sistem informasi yang adalah dengan
memperhatikan masalah reliabilitasnya. Beberapa gejala tentang masalah
reliabilitas, antara lain :
Computer downtime, yaitu sistem informasi bekerja dengan baik ketika
komputernya bagus, kemudian komputer mengalami penurunan.
Banyaknya karyawan mengalami pergantian (turnover), yaitu tingkat rata-
rata karyawan bekerja dengan baik keluar, dan karyawan baru ditraining.
Waktu perbaikan kesalahan program, yaitu pemakai tidak dapat
memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki
sebuah kesalahan informasi, barangkali satu jam atau empat minggu.
· Biaya, yaitu tingginya varian rata-rata biaya setiap bulannya.
· Tumpukan transaksi, yaitu jumlah transaksi yang tertunda atau ditolak.
o Rata-rata kesalahan, yaitu rata-rata kesalahan yang tidak dapat
diprediksi, sehingga perlu menguranginya.
Kegunaan (usability)
Tidak ada hal yang lebih baik dari sebuah sistem yang dirancang sesuai
dengan kriteria. Jika sistem sulit digunakan, berarti adalah masalah dalam sistem.
Beberapa gejala yang menunjukkan sedikit kegunaan (poor usability) sistem,
antara lain :
Lamanya waktu pelatihan bagi pemakai pemula.
Tingginya rata-rata kesalahan yang terjadi.
Naiknya keluhan-keluhan pemakai.
Naiknya kemangkiran dari sebagian pemakai komputer.
Information systems backlog
Tumpukan pemasukan data adalah sebuah kondisi dimana transaksi yang
datang tidak langsung dimasukkan (posted) ke record pada awal hari kerja
berikutnya.
Tujuan uatma dari sistem informasi bisnis adalah menyimpan sumber daya (to
keep track of resources), sehingga kegagalan memperbarui (to update)
sumber daya record adalah sebuah masalah sistem yang serius.
Sebagai analis, adalah penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan terjadi
tumpukan (backlogs) dan masalah-masalah yang sebabkan systems backlogs.
Terdapat 5 alasan mengapa sebuah tumpukan masalah sistem informasi dapat
terjadi :
i
·Volume transaksi mengalami kenaikan (transaction volume increase).
·Penurunan kinerja (decreasing performance).
·Pergantian karyawan yang tinggi (employee turnover).
·System downtime.
·Transaction variances.
Beberapa masalah backlogs menyebabkan beberapa kekacauan, antara lain :
·Menumpuknya rekord-rekord (lack of record currency).
·Kenaikan rata-rata kesalahan (increased error rates).
·Kenaikan biaya (increased costs).
·Kenaikan pergantian karyawan (increased employee turnover).
Deteksi sumber-sumber masalah sistem informasi :
·Keluhan pemakai (user complaints).
·Perhatian top manajemen (top management concerns)
·Penunjuk jalan (scouting).
·Pengawas pemakai (user surveys).
·Pengawas (audits).
·Pengukur kinerja sistem (performance measurement systems).
Laporan awal masalah
Banyaknya catatan-catatan (logs) masalah-masalah laporan dapat
digunakan oleh sistem analis untuk studi awal (preliminary study). Studi ini
memutuskan jika laporan atau deteksi masalah adalah cukup serius untuk
menjamin perhatian lebih lanjut dan perhatian apa saja yang perlu untuk
dilakukan.
Analis menyiapkan sebuah laporan awal masalah yang mencakup 4 elemen
berikut:
Source, dari mana sumber masalah informasi berasal.
Nature, sebuah deskripsi singkat tentang sumber masalah.
Detailed analysis, pengembangan secara teknis dari masalah (problem
nature).
Recommendation, sejauh mana solusi dari masalah akan dikembangkan.
Tipe recommendation, terdiri dari :
·Masalahnya kecil dan kebutuhan pemeliharaan.
·Masalahnya membutuhkan kemampuan sistem.
o Masalahnya serius sehingga perlu analisis detail. Rekomendasi ini
dimulai dari system development life cycle. Detail analisis
memutuskan apakah sistem saat ini perlu diganti dengan sistem
informasi yang baru.
i
BAB III
PENUTUP
III.1. Kesimpulan
Semakin maju peradaban manusia, semakin cangih dan kompleks proyek
yang dikerjakan dengan melibatkan pengguna sumberdaya dalam bentuk tenaga
manusia, material dan dana yang jumlahnya bertambah besar. Diiringi pula dengan
semakin ketat kompetisi penyelenggaraan proyek untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat sehingga dibutuhkan cara pengelolaan, metoda serta teknik yang paling
baik sehingga pengunaan sumber daya benar-benar efektif dan efisien sehingga
dibutuhkan manajemen proyek. Dengan kata lain manajemen proyek tumbuh
karena dorongan mencari pendekatan penggelolaan yang sesuai dengan tuntutan
dan sifat kegiatan proyek, suatu kegiatan yang dinamis dan berbeda dengan
kegiatan operasional rutin. Manajemen Proyek berbeda dengan manajemen klaisik
yang berhasil menggelola kegiatan operasional. Hal ini karena beberapa prilaku
proyek yang penuh dinamika dan adanya perubahan cepat.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
management/
[Link]