POSITIONING MEMBEDAKAN SEBUAH MERK DARI PESAINGANNYA
Salah satu poin penting dalam dunia pemasaran adalah menempatkan layanan kita dengan baik
ke pasar yang kompetitif. Strategi positioning kompetitif dibuat berdasarkan penentuan dan
pemeliharaan tempat yang berbeda didalam pasar bagi sebuah penawaran organisasi atau
produknya. Jack Trout menjabarkan inti dari positioning ke dalam empat prinsip berikut ini:
1. Sebuah perusahaan harus menetapkan posisinya di dalam benak target pelanggan.
2. Posisi tersebut harus tunggal
3. Posisi tersebut harus bias membedakan perusahaan dari pesaingannya
4. Sebuah Perusahaan tidak bias memberi segala hal untuk semua orang, perusahaan harus
focus dalam upayanya
Prinsip-prinsip ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi yang bersaing untuk
mendapatkan pelanggan. Memahami prinsip positioning adalah kunci untuk mengembangkan
posisis persaingan yang efektif. Konsep positioning tentu saja tidak terbatas pada jasa, para
manajer pemasaran dituntut agar dapat menganalisis penawaran perusahaan, keutuhan
pelanggan, target pasar, produk jasa yang ditawarkan, persepsi pelanggan terhadap jasa kita,
dan strategi perubahan untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah satu tantangan
dalam mengembangkan strategi positioning yang dapat bertahan lama adalah menghindari
untuk berinvestasi dalam perbedaan yang mudah ditiru
MENGEMBANGKAN STRATEGI POSITIONING YANG EFEKTIF
Dalam strategi positioning kerap terjadinya kegagalan dalam memilih posisi yamg diinginkan
di dalam pasar, mengembangkan desain rencana pemasaran untuk mencapai serta
mempertahankan posisi perusahaan. Sehingga akan berakibat hal-hal yang tidak
menyenangkan seperti:
Organisasi (atau salah satu produknya) terdorong ke dalam posisi di mana organisasi
harus menghadapi kompetisi langsung dari pesaing yang lebih kuat.
Organisasi (produk) terdorong ke dalam posisi yang tidak diinginkan orang lain, karena
hanya ada sedikit permintaan.
Organisasi (produk) memiliki posisi yang kabur sehingga tidak ada yang tahu apa
kompetensi unggulannya.
Untuk menghindari kegagalan suatu pelayanan jasa dapat mengembangkan strategi positioning
pasar yang efektif dengan cara :
MENGUNAKAN PETA POSITIONING UNTUK MERENCANAKAN STRATEGI
KOMPETITIF
Positioning Maps adalah alat penting untuk membantu perusahaan mengembangkan strategi
positioning kompetitif, untuk memetakan perkembangan sepanjang waktu, dan untuk
mengembangkan skenario dari respon pesaing potensial (pemetaan persepsi). Perusahaan
menyediakan cara visual meringkas persepsi pelanggan tentang bagaimana layanan yang
berbeda pada atribut penentu.
Informasi mengenai produk atau posisi perusahaan yang terkait dengan atribut dapat diambil
dari data pasar, peringkat dari konsumen yang representative atau keduanya. Jika persepsi
konsumen atas karakteristik jasa berbeda jauh dari “realitas” yang didefinisikan oleh
manajemen, upaya komunikasi dibutuhkan untuk mengubah persepsi ini.
Memetakan skenario masa depan untuk mengindentifikasi potensi respons kompetitif dapat
dilakukan dengan cara :
• Mencari tahu para pemain baru dengan nilai yang dijualnya.
• Mencari tahu para pasaing dalam melakukan repositioning.
• Menganalisis dampaknya terhadap bisnis perusahaan
• Melakukan langkah antisipatisi terhadap kemungkinan yang terjadi.
MENGUBAH POSITIONING KOMPETITIF
Perubahan pasar selalu terjadi dan berubah secara pesat. Ini merupakan tugas bagi perusahaan
untuk tetap dapat bersaing dengan kompetitior. Terkadang perusahaan melakukan perubahan
yang signifikan dari posisinya. Strategi ini disebut repostinoing, yang mana perusahaan
menghilangkan beberapa produk dan menariknya dari beberapa segmen pasar.
Perusahaan dapat merubah positioning dengan mengubah persepsi melalui iklan untuk
menurunkan persepsi negative pelanggan, dan perusahaan juga dapat melakukan inovasi dalam
positioning, seperti menggunakan strategi blue ocean yaitu mencari pasar yang membuat
kompetisi menjadi tidak relevan.