22
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Bagan Alir Pelaksanaan Penelitian
Untuk pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1
Mulai
Persiapan Alat dan Bahan
Pengujian Bahan
Pengujian Pengujian Pengujian
Aspal Agregat Filler
Pengujian
Agregat
Syarat Bahan
Uji
Pembuatan Benda Uji Pembuatan Benda Uji Pembuatan Benda Uji
Variasi 1 : Variasi 2 : Variasi 3 :
1. Gradasi Menerus 1. Gradasi Senjang 1 1. Gradasi Senjang 2
2. Kadar Aspal : 5% 2. Kadar Aspal : 5% 2. Kadar Aspal : 5%
3. Kadar Filler : 6%; 7%; 8% 3. Kadar Filler : 6%; 7%; 8% 3. Kadar Filler : 6%; 7%; 8%
Pengujian Marshall
Data Kinerja Benda Uji
Analisis Hasil penelitian
Kesimpulan dan Saran
Selesai
Gambar 3.1 Bagan alir Pelaksanaan Penelitian
3.2 Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen,
yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk
mendapatkan data.
3.3 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di baberapa tempat yaitu di Laboratorium LPPT
Universitas Gadjah Mada untuk Pemeriksaan kandungan yang ada dalam abu
sekam padi. Selanjutnya penelitian dan pembuatan benda uji dilaksanakan di
Laboratorium Universitas Tidar Magelang.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan metode eksperimen
terhadap beberapa benda uji dari berbagai kondisi perlakuan yang diuji di
laboratorium. Untuk beberapa hal pada pengujian bahan, digunakan data sekunder
karena adanya penggunaan bahan dan sumber yang sama. Jenis data pada
penelitian ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
3.4.1 Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung melalui
serangkaian kegiatan percobaan yang dilakukan sendiri dengan mengacu pada
petunjuk manual yang ada, misalnya dengan mengadakan penelitian atau
pengujian secara langsung. Data primer dalam penelitian ini adalah data unsur
kimia dan berat jenis yang terkandung dalam abu sekam padi yang diperoleh dari
23
LPPT Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, pengujian gradasi abu sekam padi
dan hasil uji Marshall.
3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diambil dari hasil penelitian sebelumnya atau
yang dilaksanakan yang masih berhubungan dengan penelitian tersebut. Data
sekunder dalam penelitian ini adalah data pemeriksaan agregat dan data hasil
pemeriksaan karakteristik aspal dari Laboratorium Teknik Sipil Universitas Tidar
Magelang.
3.5 Bahan dan Peralatan Penelitian
3.5.1 Bahan
Bahan-bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Aspal
Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60 / 70 produksi PERTAMINA
yang diperoleh dari Lab. Jalan Raya Fak. Teknik Sipil UNTIDAR
2. Agregat
Agregat yang digunakan berasal dari Lab. Jalan Raya Fak. Teknik Sipil
UNTIDAR
3. Filler
Filler adalah suatu mineral agregat dari fraksi halus yang sebagian besar (+
85 %) lolos saringan nomor 200 (0,075 mm). Filler yang digunakan dalam
penelitian ini adalah abu sekam padi yang berasal dari Desa Tonoboyo,
Kabupaten Magelang.
24
3.5.2 Peralatan
Peralatan yang digunakan untuk mendukung berjalannya penelitian tugas
akhir ini antara lain :
1. Alat uji pemeriksaan aspal
Alat yang digunakan untuk pemeriksaan aspal antara lain : satu set
alat uji penetrasi, satu set alat uji titik lembek, satu set alat uji titik nyala dan
titik bakar, satu set alat uji berat jenis (piknometer dan timbangan).
a. Alat uji penetrasi
b. Alat uji titik lembek
c. Alat uji titik nyala dan titik bakar
d. Alat uji berat jeni
2. Alat uji pemeriksaan agregat
Alat uji yang digunakan untuk pemeriksaan agregat antara lain :
mesin Los Angeles (tes abrasi), satu set saringan standar ( yang terdiri dar
ukuran 3/4", 1/2", 3/8", #4, #8, #16, #30, #50 dan #200) dapat dilihat pada
Gambar 3.5, alat pengering (oven), timbangan berat, alat uji berat jenis
(piknometer, timbangan, pemanas), bak perendam, tempat agregat.
3. Alat uji karakteristik campuran agregat
Alat uji yang digunakan adalah seperangkat alat untuk metode
Marshall, meliputi :
a. Alat cetak benda uji berbentuk silinder diameter 10,2 cm (4 inch) dengan
tinggi 7,5 cm (3 inch) untuk Marhall standar. Seperti ditunjukkan pada
Gambar 3.6.
b. Mesin penumbuk manual atau otomatis lengkap dengan :
25
1) Penumbuk yang mempunyai permukaan tumbuk rata yang berbentuk
silinder, dengan berat 4,536 kg dan tinggi jatuh bebas 45,7 cm. Dapat
dilihat pada gambar 3.7.
2) Landasan pemadat terdiri dari balok kayu (jati atau yang sejenis)
berukuran 20,32 x 20,32 x 45,72 cm dilapisi dengan pelat baja
berukuran 30,38 x 30,48 x 2,54 cm dan di jangkarkan pada lantai beton
di keempat bagian sudutnya
3) Pemegang cetakan benda uji
c. Alat pengeluar benda uji, seperti pada Gambar 3.8 untuk mengeluarkan
benda uji yang sudah dipadatkan dari dalam cetakan (Ejector),
d. Alat Marshall
dilengkapi dengan :
1) Kepala penekan (Breaking Head) berbentuk lengkung.
2) Cincin penguji (proving ring) berkapasitas 2.500 kg dan atau 5000 kg,
dilengkapi arloji (dial) tekan dengan ketelitian 0,0025 mm.
3) Arloji pengukur pelelehan (flow) dengan ketelitian 0,25 mm beserta
perlengkapannya.
e. Oven, yang dilengkapi dengan pengatur yang mampu memanasi sampai
200⁰C (± 3⁰C),
f. Bak perendam (water bath) dilengkapi denan pengatur suhu mulai
20 − 660⁰C (± 1⁰C).
g. Timbangan yang dilengkapi dengan penggantng benda uji berkapasitas 2
kg dengan ketelitian 0,1 gram dan timbangan 5 kg dengan ketelitian 1
gram.
26
h. Pengukur suhu (thermometer) berkapasitas 360⁰C dengan ketelitian 1 %
dari kapasitas.
i. Perlengkapan lain :
1) Panic-panci untuk memanaskan agregat, aspal dan campuran aspal.
2) Sendok pengaduk dan perlengkapan lain.
3) Kompor dan alat pemanas (hot plate).
4) Sarung tangan dari asbes dan sarung tangan dari karet dan pelindung
pernafasan atau masker.
5) Kantong plastic kapasitas 2 kg.
6) Kompor listril.
7) Kaliper.
8) Tipe ex/ cat minyak.
9) Saringan
Saringan harus mampu mengayak semua agregat menurut fraksi dan
proporsi yang ditetapkan dan harus mempunyai kapasitas sedikit diatas
kapasitas penuh unit pengaduk.
10) Kotak penimbang atau Hoper
Kotak penimbang atau hoper harus mempunyai kapasitas yang cukup
untuk menampung satu takaran penuh (full batch) tanpa harus
diratakan dengan tangan.
3.6 Benda Uji
Penelitian ini menggunakan benda uji sebanyak 27 buah benda uji.
Adapun kebutuhan benda uji tersebut seperti disajikan pada tabel 3.1.
27
Tabel 3.1 Variasi Campuran dan Jumlah Benda Uji
No. Variasi Stabilitas Kadar Kadar Jumlah Benda
Gradasi Aspal Filler Uji
1. Normal 460 - 5% 6% 3
Menerus Kg 7% 3
8% 3
2. Senjang 1 460 - 5% 6% 3
Ukuran 3/4” Kg 7% 3
8% 3
3. Senjang 2 460 - 5% 6% 3
Ukuran Kg 7% 3
#50” 8% 3
Jumlah Benda Uji 27
3.7 Prosedur Pelaksanaan
3.7.1 Pengujian Bahan
[Link] Pengujian Aspal
Pengujian laboratorium terhadap aspal meliputi :
uji penetrasi pada suhu 25⁰C
Specific Gravity
Daktilitas
Uji Titik Lembek
Titik Nyala
Kelarutan CCl4
[Link] Pengujian Agregat
Agregat yang digunakan adalah dari batu alam yang didapat dari mesin pemecah
batu. Pengujian laboratorium untuk agregat yang digunakan dlam campuran
adalah :
Gradasi
Specific Gravity
28
Absorpsi Air
[Link] Pengujian Bahan Pengisi (Filler)
Bahan pengisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah abu sekam padi. Bahan
pengisi harus lolos saringan No. 200 (0,075 mm). Pengujian terhadap bahan
pengisi adalah :
Specific Gravity
3.7.2 Pembuatan Benda Uji
Sebelum pembuatan benda uji diadakan pembuatan rancangan campuran
atau mix design. Perencanaan rancangan campuran meliputi perencanaan gradasi
agregat, penetuan aspal dan pengukuran komposisi masing-masing fraksi baik
aspal, agregat dan filler. Gradasi yang digunakan sesuai Standar Nasional
Indonesia (SNI).
Prosedur pembuatan benda uji dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :
1. Tahap I
Merupakan tahap persiapan untuk mempersiapkan bahan dan alat yang akan
digunakan. Menentukan prosentase masing-masing butiran untuk
mempermudah pencampuran dan melakukan penimbangan secara komulatif
untuk mendapatkan proporsi campuran yang lebih tepat.
2. Tahap II
Menetukan aspal penetrasi 60/70, berat filler dan berat agregat yang akan
dicampur berdasarkan variasi kadar aspal. Prosentase ditentukan berdasarkan
berat total campuran.
29
3. Tahap III
Aspal penetrasi 60/70 dituang ke dalam wajan yang berisi agregat yang
diletakkan di atas timbangan sesuai dengan prosentase bitumen content
berdasarkan berat total agregat.
4. Tahap IV
Setelah aspal dituangkan ke dalam agregat, campuran ini diaduk sampai rata
dan kemudian didiamkan hingga mencapai suhu pemadatan. Selanjutnya
campuran dimasukkan ke dalam cetakan yang telah disiapkan dengan melapisi
bagian bawah dan atas cetakan dengan kertas pada alat penumbuk.
5. Tahap V
Campuran dipadatkan dengan alat pemadat sebanyak 75 kali tumbukan untuk
masing-masing sisinya. Selanjutnya benda uji didinginkan pada suhu ruang
selam ± 2 jam, barulah dikeluarkan dari cetakan dengan bantuan dongkrak
hidraulis.
6. Tahap VI
Setelah benda uji dikeluarkan dari cetakan, kemudian dilakukan pengujian
volumetrik test dan pengujian dengan alat uji Marshall.
3.7.3 Volumetrik Test
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui VIM dari masing-masing benda uji.
Adapun tahap pengujiannya adalah sebagai berikut :
1. Tahap 1
Benda uji yang telah diberi kode di ukur ketinggiannya pada empat sisi yang
berbeda-beda dengan menggunakan bantuan jangka sorong.
30
Setelah diukur ketinggiannya, benda uji tersebut ditimbang untuk
mendapatkan berat benda uji.
2. Tahap 2
Dari hasil pengukuran tinggi, berat, serta diameter benda uji. Dapat dilihat
volume bulk dan densitas dengan rumus 2.1 dan 2.7
3. Tahap III
Pada tahap ketiga ini dihitung berat jenis ( Specific Gravity ) masing-masing
benda uji dengan menggunakan rumus 2.4, 2.4, dan 2.5
4. Tahap IV
Tahap keempat perhitungan penyerapan aspal dengan campuran dengan
menggunakan rumus 2.6
5. Tahap V
Dari perhitungan berat jenis didapatkan nilai density maks teoritis dan VIM
dengan menggunakan rumus 2.2 dan 2.8
3.7.4 Marshall Test
Langkah dalam pengujian ini adalah sebagai berikut :
1. Benda uji direndam selam kurang lebih 24 jam.
2. Benda uji direndam dalam water bath ( bak perendam ) selam 30 menit
dengan suhu 60⁰C.
3. Benda uji dikeluarkan kemudian diletakkan pada alat uji Marshall untuk
dilakukan pengujian.
4. Dari hasil pengujian ini didapat nilai stabilitas dan kelelahan (flow).
5. Perhitungan nilai stabilitas dan Marshall Quotient di dapatkan dengan rumus
2.9 dan 2.10
31