MAKALAH
“SISTEM DIGITAL”
DISUSUN OLEH:
Nama : Magfirah Nur Iqlimah
Kelas : TI.32
Nim : 20182205067
STMIK AKBA MAKASSAR
T.A 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan “Makalah Multiplexer,Demultiplexer,Encoder,
Decoder,dan Komparator” ini.
Dalam penyelesaian Laporan ini, tentunya terdapat hambatan dan kesulitan yang dihadapi,
akan tetapi berkat do’a, kesabaran dan usaha yang sungguh – sungguh, serta bantuan, bimbingan
dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak baik dari Dosen Pembimbing, Keluarga, dan
Teman – teman, sehingga semua yang merintangi dapat teratasi.
Penulis penulis bahwa menyadari akan ketidaksempurnaan makalah ini, olehnya itu penulus
mengharapkan saran dan kritik dan yang sifatnya membangun dari dosen pembimbing ataupun
pembaca..
Makassar, 11 November 2019
Penyusun
2
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 3
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................4
1.1. LATAR BELAKANG ................................................................................................. 4
1.2 RUMUSAN MASALAH ...................................................................................................... 4
1.3 TUJUAN ....................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN .....................................................................................................5
2.1 MULTIPLEXER ...........................................................................................................5
2.2 DEMULTIPLEXER ......................................................................................................5
2.3 ENCODER .....................................................................................................................6
2.4 DECODER .....................................................................................................................6
2.5 KOMPERATOR ............................................................................................................6
BAB III PENUTUP ...........................................................................................................10
3.1 KESIMPULAN ...........................................................................................................10
3.1 SARAN .......................................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 11
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mengalami
kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan ini sangat mempengaruhi pengembangan di segala
bidang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tidak terkecuali di bidang elektronika,
berbagai hal telah ditemukan, mulai dari penemuan elektron yang mengalir dalam suatu
rangkaian elektronis hingga ke rangkaian rumit seperti TV, radio, komputer, dan lain
sebagainya. Namun dalam ragkaian yang dikategorikan sebagai rangkaian yang
membutuhkan arus yang kuat, terdapat rangkaian sederhana dalam penyusunanya. Untuk
memahami jenis-jenis rangkaian tersebut maka diperlukan pendalaman pembelajaran
terkait elektronika, kali ini kami akan memberikan penjelasan mengenai rangkaian Mux,
De-Mux, Encoder, Decoder, Koperater.
2.2 Rumusan Masalah
Apa itu Mux,Demux,Encoder,Decorder,dan Koperator?
2.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan mux, de-mux, encoder, decoder,
dan koperator.
2. Mengetahui rangkaian,diagram,dan tabel kebenaran dari mux, de-mux,
encoder, decoder, dann koperator.
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Multiplexer
Multiplexer atau biasa disingkat dengan mux adalah sebuah rangkaian logika yang terima
beberapa masukan data secara otomatis dan pilih salah satu dari masukan tersebut pada waktu
tertentu, untuk dikeluarkan pada keluaran. Multiplekser berfungsi sebagai seleksi data. Data
masukan yang terdiri dari beberapa sumber, di pilih satu dan dilanjutkan ke suatu saluran yang
tunggal. Masukan data dapat terbagi dari beberapa jalan dengan masing-masing cara dapat terdiri
dari satu atau melebihi dari satu bit.
Fungsi Multiplexer
1. Data routing atau perjalanan data
2. Multiplexer seringnya dapat memilih sebuah alur data dari satu asal sebuah data diantara
beberapa asal ke satu tujuan data yang ada
3. pengurutan dari sebuah operasi
4. Konversi bilangan pada rangkaian dari rangkaian paralel ke rangkaian seri
5. Menghasilkan sebuah bentuk gelombang yang ada
6. Menghasilkan sebuah fungsi dari logika tersebut
Sebagai contoh adalah gambar ini :
Multiplexer
Multiplexer dari gambar diatas bisa diumpamakan sebuah saklar yang akan memindah-
mindah jalur untuk memilih inputnya, dan jika diaplikasikan kedalam gerbang logika,
multiplexer dapat diimplementasikan sebagai berikut :
5
Multiplexer Dengan Gerbang Logika
Dengan menggunakan gerbang logika and, not, dan or, secara sederhana multiplexer dapat
diimplementasikan sebagai rangkaian pemilih input. Apabila pemilih berlogika 1 maka I1 akan
menjadi input dari multiplexer tetapi bila pemilih berlogika 0 maka Io yang akan menjadi input
dan meneruskan data ke Outputnya. Rangkaian multiplexer dapat menggunakan lebih dari 2
input dimana input dapat berjumlah 2n.
Multiplexer 4 ke 1
6
Dalam gambar diatas multiplexer 4 masukan ini terdapat dua pemilih input dimana setiap logika
pemilih mewakili setiap inputnya, lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut :
Pemilih Input
00 I0
10 I1
01 I2
11 I3
Sehingga multiplexer 4 masukan ini akan mengeluarkan data ketika pemilih akan memilih data
pada masukan yang dituju, sebagai contoh pemilih menunjuk masukan I1 dengan memasukkan
logika 10 pada pemilih, sehingga keluaran hanya akan mengikuti data masukannya yaitu
masukan I1, apabila I1 berlogika 1 maka keluaran juga berlogika 1 dan juga sebaliknya,
walaupun masukan lainnya mencoba untuk memasukkan data tetapi keluaran tidak akan
terpangaruh dan hanya akan mematuhi masukan data pada input I1.
2.2 Pengertian Demultiplexer
Demultiplxer atau dapat disingkat Demux merupakan suatu rangkaian elektronika yang
mempunyai output dua atau lebih dan hanya mempunyai satu input (jumlah input dapat
bergantung dari jumlah keluarannya), didalam multiplexer terdapat suatu pemilih
keluaran/outputnya, jadi demultiplexer merupakan rangkaian yang dapat dipilih outputnya untuk
meneruskan data dari inputnya. Berkebalikan dari multiplexer yang dapat dipilih intputnya,
demultiplexer ini yang dipilih adalah outputnya.
Fungsi Demultiplexer
Perangkat elektronik yang fungsi untuk memilih salah satu yang ada pada data yang
diberikan pada data yang menggunakan bentuk dari suatu input. Demultiplexer memang banyak
disebut dengan perangkat yang sedikit input dan banyak nya output, karena yang berfungsi
memilih saluran output yang banyak di jalur input yang sedikit . Contoh yang diaplikasikan di
digital (TTL) yang berada di IC yang fungsinya sebagai demultiplexer seperti IC74LS138 yang
berbentuk demultiplexer 8 arah. Demultiplexer 74LS138 yang banyak digunakan untuk memilih
salah satu dari 8 arah yang diberikan data BCD 3 bit yang arah masukan A0-A2. Demultiplexer
74LS138 juga memilki arai keluaran Q0-Q7 , 3 arah masuk A0-A2 dan arah kontrol expansi E1-
E3.
7
Jadi jika disimpulkan fungsi Demultiplexer yaitu menggantikan bentuk satu arah input data yang
sama ke bentuk salah satu dari bentuk 4-arah data output A sampai D .
Ada beberapa langkah untuk melakukan percobaan adalah:
1. Lihat data sheet untuk masing-masing IC yang diperlukan , catat kai-kai input , ouput dan
Vcc dan Ground.
2. Atur kembali tegangan power supply sebesar 5 volt
3. Bentuk rangkaian demultiplexer
4. Bentuk logic 1 di input aserta selector S1, dan S0.
5. Buatlah rangkaian nya
6. Kasihkan logic 0 atau logic 1 di enable input yang di bentuk dari selector S1 ,S0.
Untuk lebih mudahnya dapat dilihat gambar dibawah ini :
Demultiplexer
Dalam gambar tersebut data dimasukan dari inputnya kemudian pemilih sel akan memilih salah
satu output dari Q0 dan Q1 untuk meneruskan datanya. Dan apabila diaplikasikan kedalam
gerbang logika, Demultiplexer dapat diimplementasikan sebagai berikut :
Demultiplexer Dengan Gerbang Logika
Dengan menggunakan gerbang logika and dan not, secara sederhana Demultiplexer dapat
diimplementasikan sebagai rangkaian pemilih output. Sehingga apabila pemilih berlogika 1
maka I1 akan menjadi output dari demultiplexer, tetapi bila pemilih berlogika 0 maka Io yang
8
akan menjadi input dan meneruskan data ke Outputnya. Sama seperti multiplexer, rangkaian
demultiplexer dapat digunakan untuk memilih banyak keluaran(lebih dari dua output dalam
output berjumlah 2n.)
Demultiplexer 4 keluaran ini akan mengeluarkan data yang sesuai ketika pemilih
menunjuk keluaran yang dituju, sebagai contoh pemilih menunjuk keluaran F0 dengan
memasukkan logika 00 pada pemilih, sehingga keluaran yang akan mengeluarkan data hanyalah
output F0, apabila Input berlogika 1 maka keluaran F0 juga berlogika 1 dan juga sebaliknya,
walaupun pada masukan/input dimasukkan data tetapi keluaran lain tidak akan mengeluarkan
data seperti output F0 dan hanya akan berlogika 0 walaupun input berlogika 1.
Dalam dunia komunikasi Multiplexer dan Demultiplexer dapat mempermudah
memindahkan sinyal satu ke sinyal yang lainnya atau dapat bermanfaat menyalurkan sinyal pada
jalur tertentu kedalam tujuan yang telah ditentukan walaupun komunikasi tersebut hanya
memiliki jalur tunggal, dan apabila diimplemetasikan kedalam gerbang logika maka hasilnya
sebagai berikut :
9
Penggabungan Multiplexer dengan Demultiplexer
Gambar diatas merupakan implementasi Multiplexer yang digabungkan dengan
Demultiplexer sehingga data yang akan masuk dapat memilih input mana yang akan digunakan
dan dari data yang telah dimasukan tersebut dapat dipilih keluaran mana yang akan menjadi
keluaran dari data masukan.
2.3 Pengertian Encoder
Encoder adalah rangkaian yang memiliki fungsi berkebalikan dengan dekoder. Encoder
berfungsi sebagai rangkain untuk mengkodekan data input mejadi data bilangan dengan format
tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian kombinasi gerbang digital yang
memiliki input banyak dalam bentuk line input dan memiliki output sedikit dalam format
bilangan biner. Encoder akan mengkodekan setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan
biner. Dalam teori digital banyak ditemukan istilah encoder seperti “Desimal to BCD Encoder”
yang berarti rangkaian digital yang berfungsi untuk mengkodekan line input dengan jumlah line
input desimal (0-9) menjadi kode bilangan biner 4 bit BCD (Binary Coded Decimal). Atau “8
line to 3 line encoder” yang berarti rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3 line (3 bit
BCD).
Ilustrasi Digital Encoder
10
Encoder dalam contoh ini adalah encoder desimal ke BCD (Binary Coded Decimal) yaitu
rangkaian encoder dengan input 9 line dan output 4 bit data BCD. Dalam mendesain suatu
encoder kita harus mengetahui tujuan atau spesifikasi encoder yang diinginkan yaitu dengan :
1. Membuat tabel kenenaran dari encoder yang ingin dibuat
2. Membuat persamaan logika encoder yang diinginkan pada tabel kebenaran menggunakan
K-Map
3. Mengimplemenstasikan persamaan logika encoder dalam bentuk rangkaian gerbang
logika digital
Rangkaian Encoder Desimal (10 line) ke BCD
Dalam mendesain rangkaian encoder desimal ke BCD langkah pertama adalah
menentukan tabel kebenaran encoder kemudian membuat persamaan logika kemudian
mengimplementasikan dalam gerbang logika digital seperti berikut.
Tabel kebenaran encoder Desimal (10 Line) ke BCD
Persamaan logika output encoder Desimal (10 Line) ke BCD
Y3 = X8 + X9
Y2 = X4 + X5 + X6 + X7
Y1 = X2 + X3 + X6 + X7
Y0 = X1 + X3 + X5 + X7 + X9
11
Rangkaian implementasi encoder Desimal (10 Line) ke BCD sesuai tabel kebenaran
Rangkaian encoder diatas merupakan implementasi dari tabel kebenaran diatas dan
persamaan logika encoder Desimal ke BCD. jalur input X0 tidak dihubung ke rangkaian karena
alasan efisiensi komponen, hal ini karena apabil input X0 ditekan maka tidak akan mengubah
nilai output yaitu output tetap bernilai BCD 0 (0000). Rangkaian encoder diatas hanya akan
bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input saja yang mendapat input, hal ini karena
rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai priority encoder.
2.4 Pengertian Decoder
Decoder adalah alat yang di gunakan untuk dapat mengembalikan proses encoding
sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Pengertian Decoder juga dapat di
artikan sebagai rangkaian logika yang di tugaskan untuk menerima input input biner dan
mengaktifkan salah satu outputnya sesuai dengan urutan biner tersebut. Kebalikan dari decoder
adalah encoder.
Fungsi Decoder
Fungsi Decoder adalah untuk memudahkan kita dalam menyalakan seven segmen. Itu lah
sebabnya kita menggunakan decoder agar dapat dengan cepat menyalakan seven segmen. Output
dari decoder maksimum adalah 2n. Jadi dapat kita bentuk n-to-2n decoder. Jika kita ingin
12
merangkaian decoder dapat kita buat dengan 3-to-8 decoder menggunakan 2-to-4 decoder.
Sehingga kita dapat membuat 4-to-16 decoder dengan menggunakan dua buah 3-to-8 decoder.
Beberapa rangkaian decoder yang sering kita jumpai saat ini adalah decoder jenis 3 x 8 (3
bit input dan 8 output line), decoder jenis 4 x 16, decoder jenis BCD to Decimal (4 bit input dan
10 output line) dan decoder jenis BCD to 7 segmen (4 bit input dan 8 output line). Khusus untuk
pengertian decoder jenis BCD to 7 segmen mempunyai prinsip kerja yang berbeda dengan
decoder decoder lainnya, di mana kombinasi setiap inputnya dapat mengaktifkan beberapa
output linenya.
Salah satu jenis IC decoder yang umum di pakai adalah 74138, karena IC ini mempunyai
3 input biner dan 8 output line, di mana nilai output adalah 1 untuk salah satu dari ke 8 jenis
kombinasi inputnya. Jika kita perhatikan, pengertian decoder sangat mirip dengan demultiplexer
dengan pengecualian yaitu decoder yang satu ini tidak mempunyai data input. Sehingga input
hanya di gunakan sebagai data control.
Pengertian decoder dapat di bentuk dari susunan gerbang logika dasar atau menggunakan
IC yang banyak jual di pasaran, seperti decoder 74LS48, 74LS154, 74LS138, 74LS155 dan
sebagainya. Dengan menggunakan IC, kita dapat merancang sebuah decoder dengan jumlah bit
dan keluaran yang di inginkan. Contohnya adalah dengan merancang sebuah decoder 32 saluran
keluar dengan IC decoder 8 saluran keluaran.
2.5 Pengertian Komparator
Komparator adalah komponen elektronik yang berfungsi membandingkan dua nilai
kemudian memberikan hasilnya, mana yang lebih besar dan mana yang lebih kecil. Komparator
bisa dibuat dari konfigurasi open-loop Op Amp. Jika kedua input pada Op Amp pada kondisi
open-loop, maka Op Amp akan membandingkan kedua saluran input tersebut. Hasil komparasi
dua tegangan pada saluran masukan akan menghasilkan tegangan saturasi positif (+Vsat) atau
saturasi negatif (-Vsat).
Gambar . Rangkaian Op-amp komparator
13
Sebuah rangkaian komparator pada Op Amp akan membandingkan tegangan yang masuk
pada satu saluran input dengan tegangan pada saluran input lain, yang disebut tegangan referensi.
Tegangan output berupa tegangan high atau low sesuai dengan perbandingan Vin dan Vref.
Besar tegangan keluaran dari komparator tidak bersifat linier secara proporsional
terhadap besar tegangan input. Terdapat dua macam komparator, antara lain :
1. Komparator Tak-Membalik (Non-Inverting Comparator )
2. Komparator Membalik (Inverting Comparator
1. Non-Inverting Comparator
Pada Non-Inverting Comparator, tegangan input dipasang pada saluran non-inverting (+)
dan tegangan referensi pada saluran inverting (-).
Pada rangkaian Non-Inverting Comparator, jika Vin lebih besar dari Vref, maka tegangan
output adalah +Vsat (mendekati tegangan +VCC). Jika Vin lebih kecil dari Vref, maka tegangan
output adalah -Vsat (mendekati tegangan -VEE).
2. Inverting Comparator
Pada Inverting Comparator tegangan input (Vin) dihubungkan pada saluran inverting (-)
dan tegangan referensi (Vref) pada saluran non-inverting (+). Tegangan referensi dapat
menggunakan sumber catu daya tegangan konstan atau rangkaian pembagi tegangan.
14
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Multiplexer atau biasa disingkat dengan mux adalah sebuah rangkaian logika yang terima
beberapa masukan data secara otomatis dan pilih salah satu dari masukan tersebut pada waktu
tertentu, untuk dikeluarkan pada keluaran.
Demultiplxer atau dapat disingkat Demux merupakan suatu rangkaian elektronika yang
mempunyai output dua atau lebih dan hanya mempunyai satu input (jumlah input dapat
bergantung dari jumlah keluarannya), didalam multiplexer terdapat suatu pemilih
keluaran/outputnya, jadi demultiplexer merupakan rangkaian yang dapat dipilih outputnya untuk
meneruskan data dari inputnya.
Encoder adalah Rangkaian digital yang dapat mengubah bilangan decimal menjadi biner.
Encoder melakukan operasi kebalikan dari decoder.
Decoder Dalam hal ini unsur informasinya adalah delapan angka oktal. Sandi untuk
informasi diskrit ini terdiri dari bilangan biner yang diwakili oleh tiga bit.
Rangkaian Komparator adalah alat yang di gunakan untuk membandingkan ukuran
panjang, komparator umumnya di buat dari sebuah teleskop atau mikroskop yang di gerakan naik
turun pada sebuah skala.
15
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
16