0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan8 halaman

Drama Natal: Kasih Mengubah Hidup

Dokumen ini menceritakan kisah seorang anak bernama Surti yang merantau dari desa untuk kuliah di kota besar. Ia mulai terjerumus dalam pergaulan yang salah setelah berteman dengan Etok dan kehilangan dua sahabatnya. Surti akhirnya teringat akan pesan orang tuanya dan memutuskan untuk menghadiri ibadah Natal bersama organisasi keagamaan di kampusnya.

Diunggah oleh

Adventia Hehanussa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3K tayangan8 halaman

Drama Natal: Kasih Mengubah Hidup

Dokumen ini menceritakan kisah seorang anak bernama Surti yang merantau dari desa untuk kuliah di kota besar. Ia mulai terjerumus dalam pergaulan yang salah setelah berteman dengan Etok dan kehilangan dua sahabatnya. Surti akhirnya teringat akan pesan orang tuanya dan memutuskan untuk menghadiri ibadah Natal bersama organisasi keagamaan di kampusnya.

Diunggah oleh

Adventia Hehanussa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DRAMA NATAL : Kasih Natal membarui Hati seorang anak rantau

Narator : Ketika masa putih abu –abu telah berkahir, tiba saatnya seorang anak memutuskan
pilihan hidupnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
sehingga ia harus merantau jauh dari kedua orang tuanya.
(surti keluar dari kamar bersama mamanya sambil membawa tas dan koper menuju ruang tamu
untuk berpamitan )
surti, seorang anak yang berasal dari kampung, dia dan keluarganya hidup dalam
kesederhanaan, bapak ibunya adalah seorang petani. Dia anak yang pandai,
berbakti kepada orang tua, rajin beribadah dan seorang kutu buku. surti harus rela
pergi meninggalkan kedua orang tuanya demi menggapai cita – citanya.
(di ruang tamu papa menunggu , instrument sedih diputar)
Papa (Richard) : kakak, hari ini kakak akan berangkat ke Makassar, meninggalkan papa dan
mama di kampung, papa dan mama rela melepaskan kakak untuk masa
depannya kakak. Pesan papa, kakak harus selalu dekatkan diri dengan
Tuhan, hati – hati dalam bergaul dan kuliah yang benar.
Surti : ia papa (sambil memeluk papa)
Mama (kk uli) : kakak, pesannya mama, kakak harus jaga kesehatan, jangan telat makan,
jangan boros dan jaga diri disana ya…. Mama dan papa akan selalu
mendoakan kakak.
Surti : ia papa dan mama, saya akan selalu mengingat pesan papa dan mama.
Papa : mari kita berdoa dulu sebelum mengantar kakak berangkat, kita minta
tuntunan Tuhan Yesus untuk kakak. (sikap berdoa)
Narrator : setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, tibalah surti di kota
Makassar, surti mendaftarkan diri di sebuah PTS di Makassar dan diterima.
Disitu pun ia bertemu dengan kedua teman yang akan menjadi sahabatnya.
(didalam kelas, venda dan tasya menghampiri surti)
Venda : hai syalom, boleh kenalan gak, nama kamu siapa ? (sambil mengulurkan
tangan)
surti : syalom, nama saya surti (tersenyum)
Tasya dan venda : oh kalau saya venda dan saya tasya
Tasya : surti, kamu rajin sekali belajarnya, kamu bisa tidak ajarkan kami berdua di bagian ini,
kami masih belum paham . (menyodorkan buku)
surti : oh iya bisa, , bagian yang mana yang kalian belum pahami ?
Venda : asikkk !! ih kamu baik deh, saya tidak paham dibagian yang ini .
Tasya : kalau saya disini, ehh tapi semuanya deh biar lebih paham .
surti : ia saya akan bantu jelaskan kembali buat kalian.
(surti menjelaskan)
Narrator : seiring berjalannya waktu aktivitas mereka sebagai mahasiswa semakin padat, dan
pesahabatan surti , venda dan tasya pun kian erat. Suatu hari surti bertemu dengan seorang
laki – laki yang dikenal di kampus sebagai anak yang nakal dan pembuat onar.
(di kantin, etok dan teman – temannya nongkrong)
Narator : etok terpesona dan jatuh hati pada surti dengan kecantikannya.
(etok menghampiri surti yang berjalan dengan teman – temannya)
Etok : hai dek, boleh kenalan ? (sambil mengulurkan tangannya) siapa nama mu ?
Surti : hai juga nama saya…..(tasya memotong pembicaraan)
Tasya : ehh, jangan mau kenalan sama dia, kamu tau kan dia ini si anak nakal di kampus
Venda : ayo kita pergi saja dari sini.
(surti dan teman – temannya pergi meninggalkan etok )
Narator : keesokan harinya, Nampak surti duduk sendirian sambil menunggu venda dan
tasya yang masih dalam perjalanan ke kampus, tiba – tiba munculah etok.
Etok : hai cantik. Kamu yang kemarin kan, saya etok, kalau kamu ?
Surti : oh iya saya surti
(mereka mengeobrol)
Narator : hubungan surti dan etok pun terus berlanjut tetapi secara diam – diam karena
sahabat dari surti tidak pernah setuju surti berhubungan dengan etok. Sedangkan
surti punya motiv tersendiri untuk dekat dengan etok agar bisa merubah etok
menjadi lebih baik, tetapi surti malah yang terjerumus kedalam pergaulan etok yang
salah. Namun pada akhirnya venda dan tasya mengetahui bahwa etok dan surti telah
berpacaran.
(venda dan tasya menghampiri surti di kelas)
Venda : surti kami dengar katanya anak – anak yang lain kamu pacaran dengan etok ?
(surti diam)
Tasya : ayo surti jawablah jangan diam saja
Surti : teman – teman saya minta maaf , ia saya pacaran dengan etok.
Tasya : apa ??? kenapa kamu lakukan itu, etok itu anak yang tidak baik….
Surti : etok itu baik , hanya saja dia salah pergaulan, saya pacaran dengan dia hanya untuk
bisa merubah dia.
Venda : surti kami sayang dengan kamu jadi kami melarang mu untuk dekat – dekat dengan
dia. Begini saja kamu pilih dia atau kami ?
Surti : (manangis) maaf teman – teman saya sayang kalian tapi saya juga sudah sayang
sama dia dan saya akan tetap pada prinsip saya untuk merubah dia. Jadi saya
memilih etok .
tasya : oh jadi begitu, baiklah terima kasih untuk pertemanan kita selama ini surti. Ayo
kita pergi venda
(venda dan tasya meninggalkan surti yang sedang menangis di kelas)
Narator : karena sekarang surti tidak lagi memiliki teman dekat maka ia menjadi lebih sering
bergaul dengan etok dan teman – temannya.
Teman 1 : eh ayo kita jalan – jalan , bosan tau nongkrong disini terus.
Teman 2 : ia ayo udah lama kita gak jalan – jalan kemana ya ???
Teman 3 : kita ke clubbing ? stuju ?
Teman 4 : iya iya setuju apalagi ini malam minggu…
Narator : surti pun sering sering berbohong pada orang tua nya dan kerap meminta orang
tua nya mengirimkan uang agar bisa di pakai untuk berfoya – foya.
(tiba – tiba hpnya berdering)
Mama : halo, syalom kaka… apakabar ? bagaimana kuliah kakak disana ?
Surti : syalom mama, Puji Tuhan kabar surti baik mama, kuliah juga lancar. Kabar papa
dan mama di kampung bagaimana ?
Mama : puji Tuhan kabar mama dan papa baik. Ia kakak kuliah baik – baik disana ya papa
dan mama selalu mendoakan kakak disini.
Surti : oh iya mama tolong kirimkan surti uang ya ma, karna ini saya mau membeli buku
untuk menunjang kuliah surti. Bisakan ma ?
Mama : ia kakak, nanti papa dan mama akan usahakan untuk mengirim uang secepatnya
buat kakak.
Surti : ia sudah dulu ya ma.. surti mau mengertjakan tugas dulu… da mama ( surti
menutup telfon)
Narator : ternyata uang yang diminta oleh surti dipakai untuk bisa berfoya – foya bersama
pacar dan teman – temannya.
(clubling sedang berpesta)
Surti : ok guys kalian semua dengar untuk malam ini biar saya yang traktir
Teman” : (berseorak gembira)
Narator : hampir setiap hari mereka selalu berpesta dan nongkrong, hingga kuliah surti pun
terbengkalai nilai nya di akhir semester semuanya anjlok dan ia menyembunyikan
itu dari orang tuanya.
(di kelas, telepon berdering)
Mama : halo kaka, syalom… bagaimana kabar mu kami rindu sekali nak.
Surti : syalom mama, saya juga rindu mama dan papa.
Mama : kakak, bagaimana kuliahmu.. lancar ? mengapa kakak belum memberitahu papa
dan mama tentang nilai semestser kakak kali ini ?
Surti : (gugup dan berbohong) ee…ee.. ehh mama dan papa tenang saja nilai surti bagus
semua semester ini.
Papa : ia nak, papa dan mama percaya sama kakak. Kakak pasti bisa jadi anak yang bisa
membanggakan papa dan mama, jadi anak yang berhasil. Ingat selalu dekat dengan
Tuhan Yesus itu nomor 1.
Surti : (meneteskan air mata) ia pa surti janji akan jadi anak yang membanggakan buat
papa dan mama.
Narator : disini surti mulai ingat akan pesan dan nasihat orang Tuanya kemudia dia pulang
ke kost dan mengambnil alkitab kemudia berdoa kepada Tuhan.
Keesokan harinya di kampus, ada Pemuda P3MI yang kebetulan 1 kampus dengan
surti mereka membagikan undangan ibadah natal P3MI.
(surti dan etok sedang berbincang di emperan kelas)
Rahel : selamat pagi , saya mau kasih undangan natal pemuda P3MI buat kalian berdua ,
diharapkan besok kalian datang ya sama – sama kita rayakan kelahiran Yesus
Kristus.
Surti : ia terima kasih ya undangannya, kami pasti datang
(Rahel pergi meninggalkan etok dan surti)
Etok : kamu ngapain sih pake acara bilang – bilang ke dia kalau kita pergi ke acara natal.
Acara natal itu membosankan mendingan kita nongkrong sama yang lain atau kita
ke clubling gitu.
Surti : apa salahnya kita tidak pergi ibadah natal, ini bulan desember dan saya sudah lama
sekali tidak pernah pergi ke ibadah, saya rindu saat bersekutu dengan Tuhan.
Etok : yaudah kalau kamu mau pergi ke ibadah perayaan natal itu terserah tapi saya tidak,
saya mau ke clubbing malam ini bersama teman – teman.
(etok yang kesal dengan surti akhirnya berjalan meninggalkan surti di emperan)
Narrator : keesokan hari nya surti ingin pergi ke ibadah natal. Namun malu untuk pergi
sendiri , kebetulan siang itu surti bertemu dengan rahel dan lea yang kemarin
membagikan undangann.
(surti menghampiri lea dan rahel)
Surti : hai lea hai rahel , apakabar ?
Rahel : ia surti, puji Tuhan kami baik. Ada apa surti ?
surti : lea, rahel, saya ingin pergi ke ibadah sebentar tapi saya malu kalau datang sendiri.
Lea : oh kalau begitu nanti kamu perginya dengan saya dan rahel saja. Nanti kami
jemput biar bisa barengan.
Rahel : ia kalau gitu share lock lokasi mu nanti ya surti.
Surti : ia lea, rahel , makasih.
Narator : surti pun janjian dengan lea dan rahel untuk pergi ke ibadah natal bersama. Mereka
pun tiba di tempat ibadah dan mengikuti ibadah dengan hikmat.
(tempat ibadah/ bapak pendeta sedang memberikan refleksi natal )
Bapak pendeta : kelahiran yesus merupakan karya Allah yang tiada duanya. Natal tidak hanya
sekedar Allah mengunjungi manusia; tetapi Allah bersedia menjamin masa depan
manusia yang percaya dan hidup dalam ketaatan – Nya. Jangan saudara katakan
bahwa hidup saudara sendiri kotor. Justru Tuhan datang untuk hidup yang seperti
itu. Yang kita perlukan adalah kesediaan dan penerimaan agar Yesus dapat datang
dan tinggal di tengah hidup kita, agar lewat hidup kita, kita dapat di baharui
sehingga Yesus di permuliakan; tentu kita pun dapat menjadi berkat buat sesama.
Surti : (suara hati surti/menangis) begitu tenang hati saya mendengar refleksi natal ini.
Sekarang Saya sadar selama ini telah melakukan dosa, hidup jauh dari Tuhan Yesus
dan telah mengecewakan papa dan mama…. Saya menyesal Tuhan Yesus atas
perbuatan saya ini. Saya mau di malam ini saya mau berubah Tuhan, saya mau
Tuhan Yesus baharui hati saya untuk jadi yang lebih baik.
Narator : akhirnya surti mulai tersadar atas perbuatannya selama ini yang telah salah. Dia
menyesal. Dan setelah dia pulang ke kost nya dia menelpon kedua orang tuanya
untuk meminta maaf dan surti juga minta maaf kepada kedua sahabatnya.
(menelpon kedua orang tuanya)
Surti : halo, syalom mama (sambil menangis) ?
Mama : syalom nak, kenapa kamu menangis ?
Surti : mama lagi sama papa disitu ? ada yang ingin surti katakan …
Mama : iya kakak, ini papa ada disebelah mama. Ada apa kakak ?
Surti : papa mama surti minta maaf, surti sudah jadi anak yang gagal… surti sudah sering
membohongi papa dan mama , surti bikin susah papa dan mama … surti tidak
mendengar semua nasihat yang papa dan mama berikan. Maafkan surti ya papa
mama. (menangis)
Papa : apa ?? surti apa maksudmu nak ? memang apa yang telah kamu lakukan nak ?
Kamu baik – baik saja disana kan ?
Surti : ia pa, surti baik – baik saja tapi saat ini surti mau mengaku, surti sudah jadi anak
nakal pa ma. Surti pacaran dengan anak nakal di kampus surti mau merubah dia jadi
anak yang lebih baik tapi malah surti jadi ikutan nakal, surti sering minta uang itu
buat berfoya – foya surti tidak kuliah dengan baik hingga nilai – nilai surti jelek
semua. Surti juga jauh dari Tuhan [Link] surti ya papa mama sudah
menecewakan .
Papa : astaga nak, kenapa kamu begitu.. papa dan mama sangat kecewa.. kami
sekolahkan kamu dengan susahpayah di kota sana kamu bilang akan dengar nasihat
kami tetapi sekarang apa ? papa kecewa nak kamu itu anak satu – satunya kami.
(berjalan pergi)
Mama : (menangis) kakak, kenapa bisa jadi begini ? kenapa kakak bisa berbohong begini
pada kami ?
Surti : mama , surti minta maaf surti janji surti berubah ma surti mau jadi anak yang
membanggakan papa dan mama . surti akan buktikan .
Mama : ia kakak papa dan mama memaafkan mu, mama hanya bisa mendoakan mu
semoga kamu tidak lagi membohongi kami begini.
Narator : kedua orang tua surti akhirnya memaafkan surti. Keesokan harinya di kampus surti
meminta maaf kepada venda dan tasya.
(di kelas/ surti menghampiri venda dan tasya)
Surti : hai teman – teman selamat pagi
Venda : ihh siapa ya ? kami gak kenal !!
Surti : venda dan tasya, saya mau minta maaf sama kalian. Karna saya lebih
mementingkan pacar dari pada persahabatan kita bertiga. Saya sadar bahwa Kasih
Seorang sabahat itu lebih dari segalanya. Tolong maafkan semua kesalahan
[Link] boleh kan kita bersahabat lagi seperti dulu ?
Tasya : surti kamu harus tau , saya dan venda sangat mengasihi kamu. Awalnya memang
kami marah kami kecewa dengan pilihan mu… seperti Tuhan Yesus telah
mengampuni umat manusia kami pun mau mengampuni dan memaafkan mu.
Venda : ia kami mau menerima kamu sebagai sabahat kami lagi .
Narrator : akhirnya mereka bertiga pun dapat kembali bersahabat , surti pun memperbaiki
segala kesalahannya selama ini, dia sudah focus lagi ke kuliahnya, dia menjadi
pemuda yang dekat dengan Tuhan, selalu melayani, setelah itu surti menjadi jarang
berhubungan dengan etok dan teman – temannya tiba – tiba …..
(etok bersama geng nya masuk menemui surti)
Etok : surtriiii ( berteriak) (menggebrak meja)
(surti kaget )
Surti : ya etok, ada apa ? kenapa kamu berteriak ?
Etok : saya mau Tanya, kenapa beberapa bulan terakhir ini kamu jarang memberi kabar
pada saya, saya dan teman – teman ajak nongkrong pun kamu menolak untuk ikut.
Kamu ini mengapa ? kamu masih sayang saya atau tidak ?
Surti : etok, maaf saya tidak bisa lagi hidup seperti dulu… hidup dalam pergaulan yang
salah. Saya sangat mengasihi kamu dan teman – teman yang lain. Saya mau kalian
semua berubah.
Teman 1 : berubah bagaimana surti ? hidup kami baik – baik saja ? iya kan teman – teman ?
Teman – teman : ia betul
Etok : surti apa maksud mu bilang bahwa kami harus berubah. Malah kamu itu yang
berubah menjauh dari saya dan teman – teman.
Surti : etok kamu dan teman – teman semua harus dengar, hidup kita semua sampai hari
ini hanya karena kasih Tuhan Yesus, kita bisa ada sampai di bulan desember, bulan kelahiran-Nya
hanya karna kemurahan Tuhan Yesus, kalian selama ini jauh dari Tuhan Yesus makanya hidup
kalian tidak benar, kuliah kalian pun terbengkalai. Kalau terus begitu bagaimana mungkin kalian
bisa membanggakan orang tua kalian dan jadi berkat buat sesama. Kalian harus berubah.
Etok : surti kamu ini kenapa ?
surti : saya hanya ingin kalian jadi yang lebih baik, kristus lahir ke dunia dan rela mati
di tiang kayu salib hanya untuk menebus dosa kita sebagai umat manusia, maka dari itu kita
sebagai manusia harus sadar akan hidup bersekutu di dalam Tuhan. Sebentar lagi kita akan
merayakan kelahiran Tuhan Yesus , kita jangan merayakan dengan berpesta – pesta melainkan kita
harus baharui hati kita dan menyambut dia sebagai Putra Natal yang lahir sebagai juruslamat umat
manusia.
(etok dan teman – teman pun terdiam dan tertunduk merenungi perkataan surti)
Teman 2 : ia surti apa yang di katakana oleh mu benar.
Etok : surti hari ini saya menyadari kebaikan dan kemurahan Tuhan Yesus di hidup saya,
saya sepert di baharui saat mendengar perkataan mu. Teman – teman selama ini kita sudah hidup
dalam dosa dan kecemaran marilah kita sama – sama baharui hati kita untuk menyambut kelahiran
Kritus Sang Putra Natal.
Narator : mereka semua pun akhirnya Tersadar dan dapat di baharui hatinya oleh Tuhan
Yesus lewat perkataan surti, mereka menyadari sungguh bahwa hidup mereka selama ini sangat
hancur. Surti pun merasa misinya untuk merubah etok dan teman – temannya sudah berhasil dan
dia merasa sangat di berkati …. Dia bersyukur di natal kali ini dia mampu menjadi sahabat buat
banyak orang dan menebarkan Kasih Kristur Yesus.

Anda mungkin juga menyukai