Nama : ZULLYANDRI
NIM : 201221047
“PENERAPAN FOTO METRI”
A. Pengertian
Fotometri adalah titrasi untuk mengukur kandungan suatu zat dalam campuran
dengan mengukur absorbs. Fotometri merupakan peralatan dasar dilaboratorium
klinik untuk mengukur intensitas atau kekuatan cahaya suatu larutan. Sebagian
besar laboratorium klinik menggunakan alat ini karena alat ini dapat menentukan
kadar suatu bahan didalam cairan tubuh seperti serum atau plasma. Prinsip dasar
fotometri adalah pengukuran penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang
mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau zat warna yang
dilewatinya.
Fotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur pencahayaan atau
penyinaran. Seperti penerapan di fotometry industri, suatu "fotometer" adalah kata
umum yang meliputi alat-alat untuk mendeteksi:
intensitas cahaya hamburan
penyerapan
fluoresensi
Kebanyakan fotometer berlandaskan pada sebuah fotoresistor atau fotodioda.
Masing-masing mengalami perubahan sifat kelistrikan ketika disinari cahaya, yang
selanjutnya dapat dideteksi dengan suatu rangkaian elektronik tertentu.
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi
dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu
obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan
diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan
akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.
Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam
dan spektrofotometer double-beam.[3] Perbedaan kedua jenis spektrofotometer
tersebut hanya pada pemberian cahaya, dimana pada single-beam, cahaya hanya
melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan
yang dimasukan. Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam,
nilai blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam
satu kali proses yang sama. Prinsipnya adalah dengan adanya chopper yang akan
membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko (disebut juga
reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut juga sample beam).
Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam
memiliki keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya
telah mengalami pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko. Selain itu, pada
single-beam, ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas
cahaya akibat fluktuasi voltase.
B. Jenis- jenis Fotometri
1) Fotometri ZENIX 188
Fotometri dengan Type ZENIX-188 . Photometer ZENIX-188 ini karena
kualitasnya sudah terbukti dan populasinyapun hampir diseluruh indonesia.
Fotometri ini sangat cocok digunakan untuk keperluan Laboratorium, Klinik,dan juga
RS.
2) Fotometri ZENIX-288
Fotometri ZENIX-288 yang memiliki kualitas terbaik. Fotometri Zenix288
adalah alat check dengan skala parameter yang banyak dan sangat cocok digunakan
untuk Laboratorium, Klinik, Dan RS. Dengan didukung komponen-kompenen terbaik
menjadikan Semi auto analyzer (sebutan lain) ini maksimal dalam kinerjanya.
3) Fotometri BS 3000 M
Fotometri BS 3000 M adalah Fotometri yang dilengkapi dengan Sistem Serat dan
Cuvvet. Sehingga memudahkan percampuran sample dan mengeluarkan hasil yang akurat
dan lengkap dengan kadar-kadar pemerikasaan. Produk ini juga biasa di sebut
Photometri OPTIVA, karena banyak Customer yang kadang belum tahu dan sebenarnya
BS 3000 M ini Photometer OPTIVA. Fotometri ini bagus dan cocok di gunakan untuk
pelengkap penting untuk Laboratorium, Klinik, dan juga Rumah Sakit.
C. Penggunaan Fotometri Pada Bidang Analisis Medis
a) Penggunaan Metode Fotometri pada Penetapan Kadar Protein
Kepentingan penetapan kadar protein dalam analisis medis adalah:
1) Untuk mengindikasikan adanya suatu penyakit dan gangguan fungsi ginjal.
2) Untuk mengetahui kinerja suatu enzim.
b) Penggunaan Metode Fotometri untuk Analisis Bentuk Wajah
Para ahli bedah plastik menyukai metode fotometri dalam menganalisis proporsi
jaringan lunak, menentukan perbandingan preoperatif dan hasil postoperatif. Dalam
bidang ilmu kedokteran gigi, metode fotometri juga sering digunakan untuk
mengevaluasi konfigurasi fasial baik dalam arah frontal dan lateral. Kita dapat
menganalisis proporsi wajah, simetri wajah, konveksivitas jaringan lunak wajah, bentuk
wajah dengan menggunakan metode ini.
Analisis Fotometri (Photometric Analysis):
Pemeriksaan dan pengukuran pada foto profil dan foto fasial pasien, meliputi :
[Link] bromat secara fotometrik – metode yang sederhana,
hasil yang handal
Metode pengolahan air secara rutin digunakan untuk memastikan persediaan air
minum yang aman. Akan tetapi, proses-proses ini terkadang mengarah pada reaksi
samping yang tak diinginkan yang menghasilkan senyawa seperti bromat ke dalam
air. Berdasarkan regulasi air minum Jerman, batas kadar bromat adalah 10 µg/l.
Pengukuran bromat dideskripsikan pada ISO 15061:2001 dan juga digunakan di
Jerman. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah menggunakan kromatografi
ion dengan deteksi konduktivitas untuk mengukur kadar bromat.
Kromatografi ion memiliki beberapa kerugian
Kromatografi ion telah sering digunakan sebagai metode untuk pengukuran kadar
bromat, namun metode ini memiliki beberapa kerugian, diantaranya biaya perangkat
yang mahal dan prosedur yang kompleks dalam pengukuran kadar bromat. Ko-elusi
bromat dengan misalnya klorida dapat terjadi dan dapat mengarah kepada
interferensi analisis. Untuk mengatasi masalah ini, dapat digunakan teknik
pemisahan khusus, seperti dengan penukar anion dengan kapasitas tinggi atau pra-
perlakuan sampel. Setelah dilakukan pemisahan, kadar bromat dapat diukur dengan
deteksi konduktivitas.
Fotometri sebagai Metode Alternatif
Merck telah mengembangkan suatu metode dengan menggunakan fotometri untuk
mengukur kadar bromat. Metode ini menggunakan prinsip dasar reaksi antara 3,3'-
Dimethylnaphtidin dengan iodida dan bromat untuk menghasilkan kation radikal
berwarna merah, yang absorbansinya dapat ditentukan secara fotometri. Semakin
tinggi kadar bromat dalam sampel, semakin pekat warna akhir setelah reaksi
terjadi.
Kedua metode memberikan tingkat akurasi yang sama
Metode kromatografi ion dan fotometri dibandingkan dengan menggunakan standar
dan sampel yang telah diketahui kadar bromatnya. Hasil pengukuran menunjukkan
kesesuaian yang sama dengan standar dan satu sama lain. Kemudahan dan biaya yang
rendah dalam penggunaan fotometri membuat metode ini menjadi metode yang
sering digunakan dalam pengukuran kadar bromat.
Tidak membutuhkan kurva kalibrasi
Jika Anda menggunakan fotometri klasik, Anda harus menggunakan kurva kalibrasi
untuk menentukan konsentrasi bromat dari sampel. Jika Anda menggunakan
fotometer Spectroquant® dari Merck, Anda tidak perlu membuat kurva kalibrasi
yang memakan waktu. Instrumen Spectroquant® telah diprogram dengan kurva
kalibrasi untuk penentuan kadar bromat secara akurat pada sampel Anda yang
memiliki kisaran kadar bromat dari 0,003 – 0,120 mg/l.
Aplikasi fotometri sederhana
Preparasi sampel dan analisis bromat dideskripsikan pada aplikasi detail dari Merck.
Langkah pertama adalah sampel dipekatkan untuk meningkatkan sensitivitas,
kemudian dicampurkan dengan reagen seperti yang dijelaskan pada catatan aplikasi.
Sampel kemudian diinkubasi selama 30 menit untuk memberikan perubahan warna
diikuti dengan pengukuran kadar bromat menggunakan fotometer Spectroquant ®.
Mintalah salinan aplikasi ini dengan hubungi kami.
Hasil akurat + protokol mudah – alasan yang kuat untuk mempercayakan analisis
bromat Anda kepada fotometer Spectroquant®.
Merck telah lama menjadi industri terkemuka di bidang pengujian air. Sistem
Spectroquant® dari Merck memiliki fitur instrumen dan test kit untuk pengujian
mutu air – segala yang Anda butuhkan untuk melakukan sertifikasi analisis mutu di
laboratorium Anda. Merck selalu mengikuti perubahan regulasi dan metode. Selain
menawarkan test kit baru, kami selalu memberikan pemutakhiran perangkat lunak
instrumen Spectroquant® secara gratis. Komitmen kami tidak berhenti sampai
disini. Kami percaya Anda harus mendapatkan yang terbaik dari instrumen
Spectroquant® Anda. Dengan mengembangkan metode alternatif, kami berusaha
untuk menghemat waktu Anda tentunya dengan memberikan hasil analisis yang
akurat dan handal. Anda tidak lagi membutuhkan perangkat kromatografi ion untuk
mengukur kadar bromat
Tipe profil
Bentuk muka
Bentuk kepala
c) Penggunaan fotometri untuk mengukur kadar obat-obatan
Kelebihan dari fotometri yaitu pemeriksaan lebih spesifik, karena alat ini mampu
memisahkan dan mengukur kadar lebih dari satu macam obat.
Kekurangannya alat ini memerlukan penanganan oleh teknisi yang terlatih.
PENERAPAN FOTOMETRI DI SEKITAR KITA
Fotometri Hilal (Indonesia)
fotometri hilal (bulan sabit) dengan menekankan kajian pada kontras cahaya
visibilitas hilal (ketampakkan bulan sabit) terhadap cahaya syafaq (senja). bulan merupakan
fenomena fisis ekstraterestrial dan atmosferik yang sangat sulit untuk diamati dalam umur
yang sangat muda, ketika intensitas cahaya syafaq lebih cerah dari cahaya hilal. Secara
astronomis dapat diketahui bahwa posisi hilal sangat dekat dengan matahari. Munculnya
hilal sangat singkat sesaat setelah matahari terbenam dan posisi hilal berdekatan waktunya
dengan terbenamnya matahari, sehingga sering kali cahaya hilal kalah terang dibanding
dengan cahaya syafaq.
Hilal tidak memiliki sumber cahaya sendiri. Hilal hanya memantulkan cahaya
matahari. Bagian hilal yang tersinari dan menghadap ke arah bumi tampak lebih terang
sesaat setelah maghrib. Karena bulan bergerak mengelilingi bumi, dari hari ke hari
tempatnya berpindah-pindah. Inilah yang menyebabkan perubahan bentuk-bentuk bulan,
mulai dari bentuk sabit, setengah lingkaran, bulat sempurna, kemudian setengah lingkaran
lagi, dan terakhir kembali ke bentuk sabit (bulan tua).
Ketika matahari terbenam, cahayanya masih tetap terlihat sampai suatu kedudukan
matahari berada sekitar 6 derajat di bawah horizon. Hal tersebut mengindikasikan bahwa
cahaya syafaq sesaat setelah matahari terbenam masih sangat kuat yang memungkinkan
mengalahkan cahaya hilal. Dalam keadaan normal bulan sabit sulit untuk diamati, karena
kontrasnya cahayanya rendah, artinya cahaya hilal akan tenggelam dalam kemilaunya cahaya
syafaq.
Pengukuran kuat cahaya (intensitas cahaya) hilal dan cahaya syafaq dilakukan
dengan menggunakan kamera digital yang citranya diolah dengan software fotometri
seperti IRIS 5.58.