STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Trigger Point Therapy
PENGERTIAN
Trigger Point Therapy adalah sebuah teknik terapi yang menggunakan tekanan untuk
melemaskan bagian otot yang kaku atau nyeri akibat disfungsi biomekanik tubuh.
INDIKASI
Myofascial Pain Syndrome
TUJUAN
1. Melancarkan sirkulasi darah dan limfe
2. Meningkatkan asupan nutrisi dan meningkatkan kekuatan otot
3. Mengurangi rasa nyeri dan kelelahan
4. Meningkatkan perbaikan pada jaringan yang rusak
KONTRAINDIKASI
Kontra Indikasi umum
1. Kondisi umum jelek
2. Inflamasi akut
3. Haemophilia
4. Tahap awal lymphamgitis
5. Neuritis akut
6. Penyakit kulit
7. Rematik
Kontra Indikasi Lokal
1. Thrombosis, aneurysm, phlebitis, marked varicosity
2. Luka terbuka didaerah yang dimasase
3. Daerah fraktur
4. Kalsifikasi
PROSEDUR PELAKSANAAN
1) Persiapan Pasien
1
(a) Berikan salam, perkenalkan diri sebagai fisioterapi, dan identifikasi pasien dengan
memeriksa identitas pasien secara cermat.
(b) Jelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan.
(c) Berikan privasi pada pasien.
(d) Atur posisi pasien sehingga merasakan aman dan nyaman saat tindakan berlangsung.
2) Persiapan alat
(a) Handuk
(b) Cream
3) Prosedur tindakan
(1) Beritahu pasien bahwa tindakan akan segera dimulai
(2) Cek peralatan yang akan digunakan
(3) Dekatkan peralatan ke sisi tempat tidur pasien
(4) Cuci tangan
(5) Kaji nadi dan tekanan darah klien sebelum melakukan TrP
(6) Bantu pasien dengan posisi fowler atau semifowler
(7) Menyiapkan cream secukupnya
(8) Berdiri di dekat pasien
(9) Lakukan TrP di beberapa daerah terapi yang disarankan dokter selama 1-2 menit.
Dengan penekanan 15 detik, jeda 10 detik dan diulangi dengan total 1-2 menit. Trp
bisa diulang ditempat yang sama 3-5x
(10) Beritahu klien bila tekanan terlalu nyeri atau tidak nyaman
(11) Setelah selesai, bereskan peralatan yang telah digunakan
(12) Kaji respon klien (subyektif dan obyektif)