0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan10 halaman

Uji Sondir Tanah di Teknik Sipil Poltekba

Dokumen tersebut membahas tentang sondir yang digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah, kedalaman tanah keras, dan hubungan antara nilai konus, hambatan lekat, dan rasio gesekan terhadap kedalaman. Langkah-langkah pelaksanaan sondir dijelaskan secara rinci mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga perhitungan hasil sondir.

Diunggah oleh

Shyfa Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan10 halaman

Uji Sondir Tanah di Teknik Sipil Poltekba

Dokumen tersebut membahas tentang sondir yang digunakan untuk mengetahui daya dukung tanah, kedalaman tanah keras, dan hubungan antara nilai konus, hambatan lekat, dan rasio gesekan terhadap kedalaman. Langkah-langkah pelaksanaan sondir dijelaskan secara rinci mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga perhitungan hasil sondir.

Diunggah oleh

Shyfa Salsabila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN


LABORATORIUM TEKNIK SIPIL
Jl. Soekarno Hatta KM. 8 Politeknik Negeri Balikpapan 76126
Telp. 082254998863/081351292322
Email : [Link]@[Link] Web: [Link]

BAB II
SONDIR

2.1 Tujuan
a. Mengetahui daya dukung tanah yaitu nilai konus (qc) dan hambatan lekat setempat
(HL).
b. Untuk mengetahui kedalaman tanah keras.
c. Menggambarkan grafik hubungan antara nilai konus, jumlah hambatan lekat, serta
rasio gesekan terhadap kedalaman

2.2 Dasar Teori


Percobaan Penetrasi Konus (Cone Penetration Test – CPT) yang secara umum
dikenal sebagai Pengujian Sondir, adalah uji statis berkaitan dengan cara memasukkan
konus melalui penekanan dengan kecepatan [Link] penetrsai kerucut statis atau uji
sondir banyak digunakan di Indonesia, di samping uji SPT. Pengujian ini sangat berguna
untuk memperoleh nilai variasi kepadatan tanah pasir yang tidak padat. Pada tanah pasir
yang padat dan tanah-tanah berkerikil dan berbatu, penggunaan alat sondir menjadi tidak
efektif, karena mengalami kesulitan dalam menembus tanah. Nilai-nilai tahanan kerucut
statis atau tahanan konus (qc) yang diperoleh dari pengujian dapat dikorelasikan secara
langsung dengan kapasitas dukung tanah dan penurunan pada fondasi-fondasi dangkal
dan fondasi tiang.
Hasil dari percobaan ini dapat digunakan untuk merencanakan daya dukung ujung
(end bearing) dan perlawanan keliling permukaan tiang (friction/adhesion resistance)
dari pondasi tiang, maupun daya dukung pondasi dangkal. Selain itu percobaan ini sangat
praktis untuk mengetahui dengan cepat letak kedalaman lapisan tanah keras, bahkan
dengan mengevalusi nilai rasio gesekan (friction ratio), dapat pula dilakukan deskripsi
jenis lapisan tanah. Untuk melakukan hitungan dari bacaan, maka perlu dilakukan koreksi
terhadap diameter konus, diameter selimut, diameter piston, panjang & kedalaman bacaan
seperti dibawah ini:
Kelompok 4 Lab. Tanah
Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
Ap 1 / 4Dp 2  Dp 
2

  
● Co = Ak 1 / 4Dk 2
 Dk 

Dp 1 / 4. .Dp 2 Dp 2
 
● C1 = Ds  .Ds.l [Link].l

Dp Dp 2 Dp 2 L
L L 
● C2 = Ds = [Link].l = [Link].l l

2.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Adapun Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan praktek di
Laboratorium Tanah Teknik Sipil Politeknik Negeri Balikpapan, antara lain:
a. Menggunakan pakaian Laboratorium.
b. Memusatkan perhatian pada pekerjaan, jangan bersenda gurau.
c. Menggunakan sepatu safety.
d. Mematuhi peraturan-peraturan sesuai prosedur pengujian dan perintah instruktur.
e. Menggunakan sarung tangan kain maupun sarung tangan karet apabila diperlukan.
f. Memakai masker apabila diperlukan.

2.4 Peralatan
a. Alat sondir ringan kapasitas 2,5 ton
b. Angker 3 buah
c. T-stick pemutar
d. Batang pemutar
e. Kuci pipa
f. Frame sondir
g. Besi kanal 4 buah
h. Stick/tongkat panjang 1.0 m
i. Bikonus
j. Waterpass

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
k. Kop tekan
l. Cangkul
m. Linggis
2.5 Bahan
a. Oli pelumas

2.6 Langkah Kerja


a. Menentukan dan membersihkan lokasi yang akan disondir.
b. Menanam angker sebanyak 3 buah.
c. Membuat lubang dengan linggis sedalam ± 20 cm untuk masuknya bikonus.
d. Memasang atau merangkai alat sondir, dan menempatkan alat sondir pada posisi
diantara angker dan setel pada posisi vertical, kemudian memasang besi kanal
secara memanjang dan melintang dengan menggunakan waterpass serta dibaut.
e. Menyambung peralatan bikonus dengan stick dan memasang dibawah pompa
hidrolis.
f. Memasukkan mata bikonus kedalam lubang, lalu membuka kran manometer kecil
(0-60 kg/cm).
g. Memutar engkol perlahan-lahan dan membaca manometer bila telah mencapai 4
cm pertama adalah bacaan konus dan teruskan hingga 4 cm kedua adalah bacaan
hambatan lekat setempat.
h. Memasukkan stick/tongkat pada setiap kedalaman 20 cm dilakukan pembacaan
manometer.
i. Melakukan pembacaan hingga mencapai lapisan keras (pembacaan manometer
2
melebihi 150 Kg/cm ).
j. Dilakukan pencatatan kedalaman muka air tanah bila ada.
k. Menghentikan percobaan apabila bacaan konus pada manometer melebihi atau
2
sama dengan 150 Kg/cm .

l. Membersihkan semua peralatan yang digunakan dan mengembalikan ketempat


semula.

2.7 Perhitungan

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
Rumus daya dukung :

qc. A JHL.O
Q= 3 + 5

Keterangan : Q = Daya dukung tiang tunggal


A = Luas
O = Keliling pancang
qc = Bacaan konus yang telah dikoreksi
JHL = Jumlah Hambatan Lekat

● Angka 3 digunakan untuk angka keamanan Luas.


● Angka 5 digunakan untuk angka keamanan JHL.
1 Dp 2
Ap 4 Dp 2
1 Dk 2 2
❖ C 0 = Ak = = Dk = (3.6) 2 = 1,0112044
2
4
(3.58)

Aq 1 Dp 2
4 Dp 2
(3.6) 2
❖ C 1 = A2 = Ds1 = 4 Ds1 = = 0,095745
4.3,602.9,40

Dp 2
(3.6) 2
❖ C 2 = 4 Ds = = 0,9
4.3,602
Keterangan :

Ap = Luas Piston

Ak = Luas Konus

As = Luas selimut

DP = Diameter Piston : 3,6cm

Ds = DiameterSelimut : 3,60 cm

Dk = Diameter konus : 3,58 cm


L = Jarak pembaca : 20 cm
l = Panjang selimut : 9,40 cm
Kelompok 4 Lab. Tanah
Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
M1 = Bacaan konus

M2 = Bacaan bikonus

2.8 Catatan
a. Mempergunakan alat sondir yang harus memenuhi standard dan harus melakukan
kalibrasi terlebih dahulu.
b. Memastikan manometer menunjukkan angka nol (0) pada saat dimulainya
penurunan batang stick.
c. Apabila pada waktu pengujian, alat sondir sudah terangkat ke atas sedangkan
tekanan manometer belum mencapai angka yang dikehendaki maka alat sondir
harus diberi pemberat
d. Menghentikan percobaan apabila telah mencapai kedalaman berikut:
(a) Sondir Ringan apabila bacaan konus pada manometer mencapai 150
2
Kg/cm atau 2,5 ton.
(b) Sondir Sedang apabila bacaan konus pada manometer mencapai 250
2
Kg/cm atau 5 ton.
(c) Sondir Berat apabila bacaan konus pada manometer mencapai 500 Kg/cm
2
atau 10 ton.

2.9 Kesimpulan
Hambatan lekat pada kedalaman 5 m mencapai 47,857 Kg/cm2 dan jumlah hambatan
lekatnya (JHL) adalah 655,423 Kg/cm2.

MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
LABORATORIUM TEKNIK SIPIL
Jl. Soekarno Hatta KM. 8 Politeknik Negeri Balikpapan 76126
Telp. 082254998863/081351292322
Email : [Link]@[Link] Web: [Link]

PERHITUNGAN SONDIR
(Tabel 2.1)
Titik No. : Tgl Pelaksanaan :
Proyek : Cuaca :
Lokasi : Dilaksanakan :
M.A. Tanah : Diuji :
Pembacaan mikrometer Tegangan
Jumlah Hambatan
Hambatan Hambatan Lekat Rasio
Konus Bikonus Konus Lekat
Kedalaman Setempat Gesekan
(Meter) (FR)
M1 M2 M1. C0 (M2 – M1). C1 HL = (M2 – M1). C2.L/l JHL = ∑HL
(%)
(Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2)
0,00
20 5 8 5,055 0,285 5,742 5,742 5,637
40 10 20 10,111 0,95 19,143 24,885 9,396
60 35 40 35,385 0,475 9,571 34.456 1,342
80 20 30 20, 22 0,95 19,143 53,599 4,698
1,00 12 20 12,132 0,76 15,314 68.913 6,264
20 15 18 15,165 0,285 5,742 74.655 1,879
40 15 20 15,165 0,475 9,571 84.226 3,154
60 20 25 20,22 0,475 9,571 93.797 2,366
80 20 30 20,22 0,95 19,143 112,94 4,732
2,00 20 32 20,22 1,14 15,314 128,254 5,678
20 22 32 22,242 0,95 19,143 147.397 4,301
40 20 30 20,22 0,95 19,143 166.54 4,732
60 19 26 19,209 0,665 13,400 179.94 3.486
80 20 31 20,22 1,045 21,057 200,997 5,205
3,00 19 34 19,209 1,425 28,714 229.711 7,471
20 20 25 20,22 0,475 9,571 239,282 2,366
40 15 20 15,165 0,475 9,571 248.853 3,154
60 10 30 10, 111 1,9 38,286 287.139 18,928
80 10 26 10,111 1,52 30,628 317,767 15,142
4,00 10 25 10,111 1,425 28,714 346.481 14,196
20 12 16 12,132 0,38 7,657 354.138 3,154
40 10 12 10,111 0,19 3,828 357.966 1,892
60 25 35 25,275 0,95 19,143 377.109 3,785
80 100 115 101,1 1,425 23,714 400,823 1,419

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
LABORATORIUM TEKNIK SIPIL
Jl. Soekarno Hatta KM. 8 Politeknik Negeri Balikpapan 76126
Telp. 082254998863/081351292322
Email : [Link]@[Link] Web: [Link]

PERHITUNGAN SONDIR

(Tabel 2.2)
Titik No. : Tgl Pelaksanaan :
Proyek : Cuaca :
Lokasi : Dilaksanakan :
M.A. Tanah : Diuji :
Pembacaan Manometer Tegangan
Jumlah Hambatan
Hambatan Hambatan Lekat Rasio
Konus Bikonus Konus Lekat
Kedalaman Setempat Gesekan
(Meter) (FR)
M1 M2 M1. C0 (M2 – M1). C1 HL = (M2 – M1). C2.L/l JHL = ∑HL
(%)
(Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2)
5,00 135 155 136,485 1,9 38,286 439,109 1,402
20 120 165 121,132 4,275 86,143 525.252 3,549
40 135 155 136,485 1,9 38,286 563.538 1,402
60 172 195 173,892 2,185 44,028 607.566 1,265
80 200 225 202,2 2,375 47,857 655,423 1,183

Dp = Diameter Piston = 3,6 cm C0 = (Dp/Dk)2 = 1,0112044


Ds = Diameter Selimut = 3,60 cm C1 = (Dp2/4Ds.l) = 0,095745
Dk = Diameter Konus = 3,58 cm C2 = (Dp2/4Ds.) = 0.9
L = Panjang Bacaan = 20 cm l = Panjang Selimut = 9.40 cm

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
qc Fs Fr
5,055 0,285 5,637
10,111 0,95 9,396
35,385 0,475 1,342
20, 22 0,95 4,698
12,132 0,76 6,264
15,165 0,285 1,879
15,165 0,475 3,154
20,22 0,475 2,366
20,22 0,95 4,732
20,22 1,14 5,678
22,242 0,95 4,301
20,22 0,95 4,732
19,209 0,665 3.486
20,22 1,045 5,205
19,209 1,425 7,471
20,22 0,475 2,366
15,165 0,475 3,154
10, 111 1,9 18,928
10,111 1,52 15,142
10,111 1,425 14,196
12,132 0,38 3,154
10,111 0,19 1,892
25,275 0,95 3,785
101,1 1,425 1,419
136,485 1,9 1,402
121,132 4,275 3,549
136,485 1,9 1,402
173,892 2,185 1,265
202,2 2,375 1,183

Gambar 2 : Praktek pengujian sondir

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
Gambar 2.1. Angker Gambar 2.2. Besi kanal

Gambar 2.3. Stik Gambar 2.4. Pengunci angker

Gambar 2.5 Sondir Gambar 2.6 Memasukkan Angker

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba
Gambar 2.7 Menyetel Besi Kanal Gambar 2.8 Membaca Tekanan

Kelompok 4 Lab. Tanah


Kelas 2 Teknik Sipil 2 Teknik Sipil Poltekba

Anda mungkin juga menyukai