LK-01 Analisis SWOT
Di kerjakan oleh Kelompok 7 Kelas D Angakatan ke-3, dengan anggota :
1. AHMAD HASAN (D31)
2. ENDANG PERMANA (D32)
3. BAMBANG SUHERMAN (D33)
4. SAMSORI (D34)
5. SUTRISNO (D35)
Tujuan Penugasan:
Peserta mampu menganalisis SWOT dari studi kasus sesuai dengan jenjang yang diberikan.
Petunjuk Penugasan:
1. Kerjakan secara berkelompok (4 atau 5 orang).
2. Lakukan analisis SWOT didasarkan pada kasus yang diberikan
3. Selanjutnya lakukan penyusunan strategi WO, ST, WT dan SO
4. Tuliskan hasil analisis dan penyusunan strategi pada format yang tersedia
5. Presentasikan hasil diskusi analisis SWOT kelompok Saudara (15 menit)
6. Nilai karakter yang diamati dalam mengerjakan tugas LK-01 ini adalah kemandirian
(subnilai kreatif dan teguh prinsip), integritas (subnilai tanggungjawab), dan gotong
royong (subnilai kerjasama dan aktif berdiskusi).
Penilaian
Rentang Nilai Rubrik
Semua jawaban tepat dalam melakukan analisis SWOT
86 – 100
dan Strategi yang ditentukan
Semua jawaban tepat dalam melakukan analisis SWOT
76 – 85.99
dan Strategi yang ditentukan belum tepat
Semua jawaban tepat dalam melakukan analisis SWOT
66 – 75.99
dan belum menentukan Strategi
Semua jawaban belum tepat dalam melakukan analisis
0 – 65.99
SWOT dan Strategi yang ditentukan
Taman Kanak-Kanak (TK)
TK Negeri Pembina 2 berdiri pada tahun 1996, terletak di tengah kota dan sudah cukup
dikenal masyarakat atas prestasi yang dicapai. Pada Tahun Pelajaran 2015/2016 TK ini
sudah melaksanakan Kurikulum 2013 dan telah menyusun perangkat pembelajaran
oleh seluruh guru. Saat pelaksanaan pembelajaran, kepala sekolah menemukan guru
yang masih mengajar dengan metode konvensioal, belum mengikuti perkembangan
zaman; dengan belajar dari berbagai sumber, dan belum memanfaatkan informasi
hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hasil Wawancara:
1. Prestasi kepala sekolah
[Link]
Guru belum
untuk menguasai
analisis SWOTberbagai teori belajar
3. Dukungan komite sekolah sangat baik
4. Guru masih diskriminatif terhadap peserta didik
5. Sebagian besar orang tua peserta didik sebagai buruh tani yang berpenghasilan
rendah
Sekolah Dasar (SD)
SD Permata terletak di pinggir kota kecamatan yang masyarakatnya mendukung
terhadap sekolah. Sekolah ini memiliki lahan yang cukup luas. Sekolah ini terus
berusaha meningkatkan kualitas terkait dengan delapan standar nasioanl pendidikan
(SNP) yang diberlakukan oleh pemerintah. Guru sudah terbiasa memanfaatkan TIK
dalam proses pembelajaran. Kepala SD Permata dikenal mempunyai kepribadian
yang baik. Program sekolah selalu mendapat dukungan positif dari komite sekolah.
Sarana yang dimiliki sekolah cukup memadai untuk mendukung proses pembelajaran,
tetapi rata-rata siswa belum menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif.
Guru masih jarang menggunakan lembar pengamatan untuk memantau proses
pembelajaran. Walaupun sudah diprogramkan, remedial dan pengayaan belum
berjalan dengan baik
Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. Guru mempunyai semangat dan disiplin yang tinggi
2. Kerja sama antarguru cukup tinggi
3. Adanya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengancam sekolah
4. Orang tua siswa sebagian besar buruh
5. Sekolah memiliki nilai akreditasi B
6. Dana BOS sudah terkelola dengan baik
Sekolah Menengah Pertama (SMP)
7. Guru jarang mengembalikan hasil pekerjaan siswa
8. SMP
Penentuan KKM berdiri
Putra Arjuna tidak berdasarkan ketentuan
di atas sebidang tanah yang memiliki luas sekitar 2 hektare di
Kota Baraya. Sekolah ini terletak di pinggir kota, namun akses ke sekolah ini sangat
mudah karena terletak di pinggir jalan raya yang sering terjadi kecelakaan. Pepohonan
banyak tumbuh di halaman sekolah. Hal ini membuat udara di lingkungan sekolah
menjadi segar dan membuat nyaman warga sekolah. Setiap kelas memiliki taman yang
terletak di depan masing-masing kelas.
Siswa sekolah itu kebanyakan berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah
yang kebanyakan bekerja sebagai buruh tani. Tidak jauh dari sekolah terdapat banyak
perusahaan BMUN seperti PLN, BNI, dan BRI, yang mendukung sekolah.
Pembelajaran IPA terpadu di sekolah hanya teori. Hal ini terjadi karena alat praktikum
kurang dan banyak yang rusak. Koleksi buku pelajaran yang tersedia di perpustaan
masih kurang. Sejak tahun 2015 penyusunan RKS/RKAS mempertimbangkan skala
prioritas.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh informasi sebagai berikut:
1. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah tersebut cukup tinggi
2. Kepala sekolah memiliki kompetensi yang sangat baik
3. Beberapa kelas belum memiliki jaringan listrik
4. Media yang digunakan guru dalam pembelajaran masih sedikit.
Sekolah Menengah Atas (SMA)
SMA Permata berada di pusat Kota Nusantara dengan lahan yang cukup luas.
Sekolah ini mendapat Adiwiyata Nasional dan sedang berupaya mandiri.
Lingkungan sekolah terawat dengan baik sehingga terlihat bersih dan asri.
Sekolah ini dipimpin oleh kepala sekolah yang berpengalaman.
Pak Imron selaku kepala sekolah bertekad memajukan prestasi sekolah dengan
meningkatkan proses pembelajaran guru yang masih kurang baik dalam
penguasaan metode maupun pengelolaan kelas. Beliau merencanakan supervisi
akademik secara rutin sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sekolah.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh informasi sebagai berikut:
1. Masyarakat baik mendukung kebijakan sekolah
2. Sebagian besar orang tua siswa berpenghasilan rendah
3. Pemahaman tentang penilaian proses kurang terutama pada ranah sikap dan
keterampilan
4. Pembelajaran guru masih monoton
5. Guru kurang menggunakan media pembelajaran
Sekolah Menengah Kejuruan
6. Kemampuan (SMK)
guru menyampaikan apersepsi rendah.
SMK Mahir merupakan salah satu SMK Adiwiyata Nasional yang terletak di tengah kota.
Sebagian besar guru sudah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan
komunikasi (TIK), namun ada sebagian guru belum menguasai TIK. Bahkan, salah satu
guru memiliki prestasi di tingkat provinsi. Ketersediaan sarana TIK cukup memadai,
sehingga mendukung kelancaran proses pembelajaran di kelas. Sebagian besar tenaga
kependidikan masih honorer yang kurang menguasai pekerjaan. Gaji guru dan tenaga
kependidikan ditangani oleh seorang bendahara lulusan SMP. Banyak kegiatan
administrasi yang tidak bisa ditangani oleh tenaga kependidikan.
Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi sebagai berikut :
1. Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMK tersebut cukup
tinggi
2. Masyarakat mendukung program sekolah dengan baik
3. Bupati/Walikota melarang menarik uang iuran/sumbangan apapun dari orang
tua
4. Kepala TU tidak bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya
5. Hampir semua pekerjaan administrasi, khususnya yang berhubungan dengan
teknologi informasi dan urusan kepegawaian, ditangani dan diselesaikan oleh
guru
6. Sumber dana sekolah berasal dari dana BOS dan komite sekolah, serta telah
dikelola dengan baik
FORMAT ANALISIS SWOT
Kelompok : KS-Kelompok 07
Jenjang : TKLB / SDLB / SMPLB / SMALB / SMKLB
Nama Anggota Kelompok : 1. ENDANG PERMANA (D32)
2. AHMAD HASAN (D31)
3. SAMSORI (D34)
4. SUTRISNO (D35)
5. BAMBANG SUHERMAN (D33)
Matriks SWOT
FAKTOR STRENGTH (S) WEAKNESS (W)
INTERNAL 1. Lokasi sekolah berada di 1. Pemahaman tentang
pusat kota dengan memiliki penilaian proses kurang
lahan cukup luas 2. Pembelajaran guru masih
2. Sekolah Adywiata Nasional monoton
3. Lingkungan sekolah bersih 3. Sebagian kecil guru kurang
dan asri menggunakan media
4. Kepala sekolah yang pembelajaran
berpengalaman 4. Kemampuan guru
5. Sebagian besar guru menyampaikan apresiasi
menggunakan TIK dalam rendah
EKSTERNAL
pembelajaran 5. Sebagian besar guru honorer
6. Satu orang guru berprestasi 6. Layanan administrasi rendah
tingkat propinsi
OPPORTUNITY (P) STRATEGI SO STRATEGI WO
1. Masyarakat mendukung 1. Menyebarkan informasi 1. Mengadakan pelatihan
kebijakan sekolah kepada masyarakat melalui kompetensi guru sesuai
media massa bahwa sekolah dengan keahliannya sehingga
adalah sekolah adi wiyata yang guru mampu menggunakan
memiliki lingkungan bersih asri media pembelajaran.
dan berada di tengah kota 2. Mengadakan pelatihan TAS
yang mudah di jangkau oleh 3. Mengadakan in house
semua alat transportasi. training dengan
2. Menyebarkan Media Promosi mendatangkan pengawas
dalam bentuk pamflet, manajerial dari Dinas
spanduk, brosur Pendidikan
3. Mengundang Kepala Sekolah
SMP, Tokoh Masyarakat sekitar
sekolah serta perwakilan
masyarakat sekitar sekolah
untuk mempromosikan
sekolah melalui kegiatan
pameran Pendidikan, bedah
buku dan demo ketrampilan /
keahlian siswa.
THREATS (T) STRATEGI ST STRATEGI WT
1. Sebagian besar orang 1. Mengefektifkan dan 1. Sosialisasi KIP
tua siswa mengefesienkan dana bos 2. Pemberian beasiswa kurang
berpenghasilan rendah untuk mengurangi beban biaya mampu.
siswa yang orang tuanya 3. Pemberian beasiswa prestasi
kurang mampu.
2. Mengembangkan unit-unit
produksi sekolah yang dapat
berdampak juga dalam
pembelajaran teaching factory.
3. Melakukan pemetaan
database kelompok-kolompok
siswa belum beruntung perlu
bantuan.
4. Mengembangkan kerja sama
dengan industri untuk
memperoleh CSR.