ii Buku Panduan Oseanografi Fisika 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah
SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku Panduan
Praktikum Oseanografi Fisika 2019 ini dapat disusun dengan baik.
Sholawat serta salam senantiasa kami curahkan kepada Nabi
Muhammad SAW, yang telah menjadi panutan dengan suri tauladan
yang senantiasa beliau ajarkan kepada umatnya.
Praktikum Oseanografi Fisika akan mempelajari sifat-sifat
dan karakteristik fisik yang ada di laut meliputi gelombang, pasang
surut, dan arus. Dalam Buku Panduan Praktikum Oseanografi Fisika
ini, kami menyajikan pedoman materi dan langkah kerja dalam
pelaksanaan praktikum. Materi yang ada dalam modul ini berupa
metode pengaplikasian perangkat lunak dalam memprediksi maupun
memodelkan kondisi hidro-oseanografi pada suatu perairan.
Kami sampaikan terimakasih yang sebenar-benarnya
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian buku
Panduan Praktikum Oseanografi Fisika ini. Menyadari akan
keterbatasan yang kami miliki, kami mengharapkan m asukan-
masukan berupa kritik dan saran yang membangun dalam
penyempurnaan buku panduan ini di lain waktu.
Malang, 01 September 2019
Tim Dosen dan Tim Asisten
Praktikum Oseanografi Fisika
iii Buku Panduan Oseanografi Fisika 2019
TATA TERTIB PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA
1. Praktikum dilaksanaan pada setiap tanggal 26 Oktober 2019,
09 November 2019, dan 17 November 2019.
2. Datang 15 menit sebelum praktikum dimulai.
3. Buku panduan dicetak individu dengan ukuran kertas A5 dan
warna cover 1 angkatan wajib sama.
4. Buku panduan diprint dengan cover putih dan dijilid terusan
tanpa laminasi.
5. Mengerjakan soal tiket masuk pada sesuai materi praktikum
pada hari tersebut (Praktikum 1: Gelombang; Praktikum 2:
Pasang Surut; Praktikum 3: Arus).
6. Soal tiket masuk dikerjakan menggunakan bolpoin warna
biru.
7. Literatur hanya diperbolehkan dari Buku (Tidak ada Batasan
tahun) dan Jurnal (Miniman tahun 2014) dengan ketentuan 1
soal menggunakan 2 literatur.
8. Setiap praktikan secara individu membawa laptop yang telah
ter-insall software yang digunakan selama praktikum.
9. Tidak boleh meng-install software saat praktikum
berlangsung (software harus sudah ter-install sebelum
praktikum).
10. Satu kelompok minimal membawa 4 flashdisk dan 2 kabel
roll.
11. Berpakaian rapi, sopan, dan bersepatu.
12. Menggunakan laptop yang kompatibel dengan software yang
digunakan dalam praktikum.
iv Buku Panduan Oseanografi Fisika 2019
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
TATA TERTIB PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA ........................ iii
DAFTAR ISI................................................................................................. iv
1. GELOMBANG ..........................................................................................1
1.1 Pengolahan Data Gelombang .....................................................3
1.1.1 Download data ECMWF.......................................................4
1.1.2 ODV .........................................................................................8
1.1.3 Pengolahan data gelombang representaif menggunakan
Ms. Excel ............................................................................. 12
1.1.4 Pengolahan data angin menggunakan Ms. Excel......... 19
1.1.3 WRPLOT.............................................................................. 25
2. PASANG SURUT ................................................................................. 28
2.1 Pengolahan Data Pasang Surut .............................................. 34
2.1.1 Download data BIG ............................................................ 34
2.1.1 Admiralty.............................................................................. 37
2.1.2 Tidal Model Driver (TMD).................................................. 38
2.1.3 NAO Tide ............................................................................. 42
3. ARUS ..................................................................................................... 45
3.1 Pengolahan Data Arus .............................................................. 47
3.1.1 Download data ECMWF.................................................... 47
v Buku Panduan Oseanografi Fisika 2019
3.1.2 ODV ...................................................................................... 48
3.1.2 Surfer.................................................................................... 52
DAFTAR ASISTEN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA .............. 61
1
1. GELOMBANG
Gelombang laut adalah pergerakan naik turunnya air laut yang
m e mb entu k kurva si n u so idal tanpa disertai perpindahan massa air laut.
Gelombang laut dapat dibedakan menjadi beberapa macam tergantung pada gaya
pembangkitnya yaitu gelombang yang dibangkitkan oleh angin disebu t
dengan gelombang angin, gelombang akibat gaya tarik menarik antara
benda-benda langit terutama matahari dan bulan terhadap bumi disebu t
dengan gelombang pasang surut, gelombang yang disebabkan oleh gempa
vulkanik maupun tektonik yang terjadi di dasar laut disebut dengan
gelombang tsunami dan gelombang yang disebabkan oleh pergeraka n
kapal yang sedang berlayar.
Gelombang dapat menimbulkan energi tertentu untuk membentuk pantai,
menimbulkan arus, dan transport sedimen dalam arah tegak lurus dan sepanjang
pantai. Transfer energi gelombang dibantu oleh angin yang merupakan salah satu
faktor pembangkit gelombang. Gelombang yang terjadi di laut umumnya
merupakan gelombang angin. Gelombang merupakan faktor utama didalam
penentuan tata letak (Layout) pelabuhan, pelayaran, perencanaan bangunan
pantai dan sebagainya.
Beberapa teori yang ada hanya menggambarkan bentuk gelombang
yang sederhana dan merupakan pendekatan gelombang alam. Dalam hal ini,
akan lebih mempelajari gelombang yang dibangkitkan oleh angin. Ketika angin
berhembus diatas permukaan air akan menimbulkan tegangan pada permukaan
laut yang mengakibatkan permukaan air yang semula tenang akan menimbulkan
riak (gelombang kecil diatas permukaan air). Semakin bertambah kecepatan angin
maka riak air yang dihasilkan akan semakin bertambah besar dan sebaliknya
semakin berkurang kecepatan angin maka riak air yang dihasilkan juga cenderung
semakin kecil. Pembentukan riak air ini menjadi dasar terbe ntuknya gelombang
laut.
2
Sifat atau tinggi dan periode gelombang yang dipengaruhi oleh angin
memiliki variable yaitu kecepatan angin ( U), lama hembusan angin ( D),
arah angin, dan Fetch. Fetch adalah daerah dimana kecepatan dan arah angin
adalah konstan atau jarak tanpa rintangan dimana angin berhembus. Data angin
yang digunakan untuk peramalan gelombang adalah data di permukaan laut
pada lokasi pembangkitan.
Pada umumnya bentuk gelombang di alam sangat kompleks dan sulit
digambarkan secara matematis karena ketidak–linieran, tiga dimensi dan
mempunyai bentuk yang random (suatu deret gelombang mempunyai tinggi dan
periode berbeda). Ge l o m b a ng m e m pu nya i si f a t-si fa t b e rb e d a , se h i ngga
g e l o m b a ng p e rl u d i a n a l i sa se ca ra sta ti sti k. An a l i sa sta ti stik
g e l o m b a ng d i l a ku ka n u n tu k m e n d a p a tkan ka ra kte ri sti k g e l o m bang
ya i tu Ge l o m b a n g Re p re se n ta tif . An a l i sa p a d a g e l o mba ng re p re se ntatif
te rd i ri d a ri b e b e ra p a p a ra m e te r ya i tu g e l o m b a n g d a n p e riode
si g n i f i ka n (H s, Ts), ra ta -ra ta g e l o m b an g d a n p e ri o d e d a ri 1 0 % d a ta
(H 10, T 10 ), ra ta -ra ta g e l o m b a ng d a n p e ri o d e d a ri se l u ru h d a ta (H 100 ,
T 100 ), g e l o m b a ng d a n p e ri o d e te rti n g gi (H m ax, Tm a x) d a n g e l o mbang
d a n p e ri o d e te re n d a h (H m in , Tm i n ).
Data angin dan data gelombang dapat diperoleh dari pengukuran
langsung di atas permukaan laut, atau dapat mengambil data dari web resmi yang
menyediakan data angin dan juga data gelombang, yaitu ECMWF
([Link] The European Center for Medium–Range Weather
Forecasts (ECMWF) merupakan website resmi yang menyediakan data–data
terkait parameter cuaca salah satu diantaranya adalah angin, tinggi gelombang,
periode gelombang dan sebagainya, yang digunakan sebagai data analisa atau
peramalan gelombang.
3
1.1 Pengolahan Data Gelombang
Adapun prosedur pengolahan data gelombang representative adalah
sebagai berikut:
Download data dari ECMWF (.nc).
Ekstrak dan ubah format data (.nc) menjadi (.txt) dengan ODV.
Pengolahan data gelombang representatif menggunakan [Link].
Analisa hasil gelombang representatif menggunakan grafik
Menentukan windrose menggunakan WRPLOT.
Analisa hasil (windrose dan grafik tinggi dan periode gelombang).
4
1.1.1 Download data ECMWF
Dari prosedur pengolahan data gelombang representatif di atas, adapun
langkah - langkah dalam melakukan Download data ECMWF adalah sebagai
berikut:
1. Pertama, buka website http//[Link] → Klik Login
Gambar 1. Buka Web ECMWF
2. Kedua, pada tampilan ECMWF → Klik “Forecast” → Klik “Documentation”.
Gambar 2. Pilih "Documentation" pada Menu Forecast
5
3. Pada “Atmospheric and Ocean-Wave reanalysis Cycle 31r2” → Klik “Data” pada
ERA Interim
Gambar 3. Klik "Data" pada ERA Interim
4. Kemudian “Select a Month” untuk memilih waktu data pengamatan gelombang
Gambar 4. Select a Month
6
5. Selanjutnya pada “Select Time” beri cek list pada angka “00:00”, “06.00”,
“12.00”, “18.00”. Lalu, pada “Select Step” beri cek list angka “0” dan pada “Select
Parameter” beri cek list “10 metre U wind Component”, “10 metre V Wind
Component”, “Mean Wave Direction”, “Mean Wave Period”, “Significant height of
combined wind waves and swell”. Setelah itu, klik “Retrieve NetCDF”.
Gambar 5. Pilih Komponen Data yang Dibutuhkan
Gambar 6. Select Parameter
7
Gambar 7. Pilih "Retrieve NetCDF”
6. Pilih Area “Indonesia” dengan Grid “0.125 x 0.125” kemudian klik “Retrieve Now”
Gambar 8. Pilih "Retrieve Now"
8
7. Pilih “Download”.
Gambar 9. Pilih "Download"
1.1.2 ODV
1. Buka aplikasi ODV.
Gambar 10. Tampilan Aplikasi ODV
9
2. Ubah file .nc yang terdownload menjadi net CDF (.cdf).
Gambar 11. Pemindahan Data dari ECMWF ke ODV
3. Klik next dan tampilan wilayah Indonesia akan muncul.
Gambar 12. Pemilihan Area yang akan di amati
10
4. Zoom In to Map ke Perairan yang telah ditentukan.
Gambar 13. Penyeleksian Wilayah
5. Menentukan koordinat Perairan yang akan di amati.
Gambar 14. Penentuan Koordinat
11
6. Pilih Export-Station Data-ODV Spreadsheet file.
Gambar 15. Pemindahan Data ODV
7. Pilih type file menjadi .txt.
Gambar 16. Menubah Tipe File Data
12
1.1.3 Pengolahan data gelombang representaif menggunakan Ms. Excel
Adapun parameter kriteria dari gelombang representatif yang akan
dianalisa antara lain:
- Ge l o m b a n g d a n p e ri o de si g n i fi kan , 3 3 .3 % d a ri d a ta g e l o m bang
(H s, Ts)
- Ra ta -ra ta g e l o m b an g d a n p e rio d e d a ri 1 0 % d a ta g e l o m bang
(H 10, T 10 )
- Ra ta -ra ta g e l o m b an g d a n p e ri o d e d a ri se l u ru h d a ta g e l o mbang
(H 100 , T 100 )
- Ge l o m b a n g d a n p e ri od e te rti n g gi (H m ax, Tm a x)
- Ge l o m b a n g d a n p e ri od e te re n d ah (H m in , Tm i n ).
1. Dipilih data “JANUARI2016” dengan Format *Txt. Lalu, klik “Finish”
Gambar 17. Pilih Data "JANUARI 2016"
13
Gambar 18. Pilih "Finish"
2. Hapus data yang tidak diperlukan dengan tujuan agar mempermudah
proses pengolahan data.
Gambar 19. Hapus Data yang tidak diperlukan
14
3. Dihapus Kolom data “QF”
Gambar 20. Hapus Kolom Data "QF"
4. Lakukan filter pada “Longitude” dan “Latitude” kemudian dipilih koordinat
yang telah ditentukan.
Gambar 21. Filter Longitude dan Latitude
15
Gambar 22. Pilih Koordinat yang Telah Ditentukan
5. Copy “Significant height of combined wind waves and swell” atau H(m), “Mean
Wave Period” atau T dan “Mean Wave Direction” atau Arah ke worksheet
yang baru dan pada H(m) lakukan sort and filter “Sort Smallest to Largest”
pada Sort Warning “Expand The Selection” kemudian pilih “Sort”.
Gambar 23. Sort and Filter pada Kolom "Significant"
16
Gambar 24. Sort and Filter pada Kolom "H (m)"
Gambar 25. Pilih "Sort"
17
6. Diisi kolom A “Nomor Urut” dengan memberi nomor
Gambar 26. Pengisian Nomor Urut
7. Dilakukan perhitungan Hs dan Ts (33.3% atau 1/3), H 100 dan T100 (Rata-
rata), H 10 dan T10 (10%), Hmax, Tmax, Hmin, Tmin.
Gambar 27. Perhitungan Gelombang Representatif
18
Gambar 28. Perhitungan Gelombang Representatif
Gambar 29. Perhitungan Gelombang Representatif
19
1.1.4 Pengolahan data angin menggunakan Ms. Excel
1. Buka Microsoft Excel dan buka dokumen yang telah diconvert sebelumnya di
Microsoft Excel.
Gambar 30. Pemindahan Data
2. Hapus baris pertama hingga baris ke dua puluh tiga.
Gambar 31. Penyeleksian Data di Microsoft Excel
20
3. Hapus semua kolom QF.
Gambar 32. Penyeleksian Kolom
4. Rapikan data yang tersisa seperti pada gambar.
Gambar 33. Merapikan Data
21
5. Filter pada kolom Longitude dan Latitude.
Gambar 34. Penyaringan Data
6. Pilih Longitude sesuai dengan Longitude yang terdapat pada data ODV
sebelumnya.
Gambar 35. Pemilihan Longitude
22
7. Pilih Latitude sesuai dengan Latitude yang terdapat pada data ODV
sebelumnya. Akan terlihat nilai arah pada kolom arah.
Gambar 36. Pemilihan Latitude
8. Buka Microsoft Excel WRPLOT yang sudah dibuat sebelumnya. Isi kolom
dengan tahun, bulan dan tanggal sesuai waktu yang ditentukan.
Gambar 37. Penyeleksian data di Microsoft Excel WRPLOT
23
9. Buat rumus untuk menentukan nilai kecepatan.
Gambar 38. Mencari Nilai Kecepatan
10. Salin ke semua kolom kecepatan. Pada penyalinan, klik paste of values.
Gambar 39. Menacari Nilai Kecepatan
24
11. Salin arah dan kecepatan yang sudah didapat pada kolom Excel WRPLOT.
Karena perhitungan dilkukan setiap 6 jam, maka 1 kolom arah dan kecepatan
diisi dengan 1 data dari kecepatan dan angin saja.
Gambar 40. Data Arah dan Kecepatan Angin
12. Simpan data Microsoft Excel WRPLOT dengan format Excel 97-03.
Gambar 41. Menyimpan Data Angin
25
1.1.3 WRPLOT
1. Buka WRPLOT lalu pilih tools dan import from Excel.
Gambar 42. Tampilan WRPLOT
2. Buka file Microsoft Excel WRPLOT dengan format 97-03.
Gambar 43. Pemilihan data WRPLOT
26
3. Pada kolom Excel Column Name, ganti kolom menjadi ABCD dengan
berurutan.
Gambar 44. Penggantian Data
4. Pada kolom Station Id tulis 1, Kolom city tulis perairan yang diamati dan state
tulis 0. Untuk kolom Latitude pilih S (South) dan kolom Longitude pilih E
(East). Lalu klik import untuk mendapatkan file .sam.
Gambar 45. Pembuatan Data
27
5. Open file .sam.
Gambar 46. Memilih file sam
6. Klik wind rose.
Gambar 47. Data Mawar Angin
28
2. PASANG SURUT
Menurut Fadilah, et al. (2014), Pasang surut merupakan proses naik
turunnya paras laut (sea level) secara berkala yang ditimbulkan oleh adanya gaya
tarik dari benda-benda angkasa terutama matahari dan bulan, terhadap massa air
di bumi. Meskipun massa bulan jauh lebih kecil dari massa matahari, tetapi karena
jaraknya terhadap bumi jauh lebih dekat, maka pengaruh gaya tarik bulan terhadap
bumi lebih besar daripada pengaruh gaya tarik mata hari. Gaya tarik bulan yang
mempengaruhi pasang surut adalah 2,2 kali lebih besar daripada gaya tarik
matahari.
Gambar 48. Distribusi Gaya Pembangkit Pasang Surut Sistem Bumi Bulan
(Sumber: Triatmodjo, 1999)
Gaya-gaya pembangkit pasang surut ditimbulkan oleh gaya tarik menarik
bumi, bulan dan matahari. Gaya tarik menarik antara bumi dan bulan tersebut
menyebabkan sistem bumi-bulan menjadi satu sistem kesatuan yang beredar
bersama-sama sekeliling sumbu perputaran bersama (common axis of revolution).
Pembentukan pasang surut air laut sangat dipengaruhi oleh gerakan utama
matahari dan bulan, yaitu:
1. Revolusi bulan terhadap bumi, dimana orbitnya berbentuk elips dan
memerlukan periode untuk menyelesaikan revolusi itu selama 29,5 hari.
2. Revolusi bumi terhadap matahari dengan orbitnya berbentuk elips,
periode yang diperlukan adalah 365,25 hari.
29
3. Perputaran bumi terhadap sumbunya, periode yang diperlukan untuk
gerakan ini adalah 24 jam.
Menurut Fragal (2015), pasang surut yang dipengaruhi oleh interaksi
bumi, bulan dan matahari membagi pasang surut menjadi 2 macam yaitu purnama
(spring tides) dan perbani (neap tides). Pasang surut purnama terjadi apabila bumi,
bulan, dan matahari berada pada satu garis lurus (pada saat new moon dan full
moon). Hal ini menyebabkan terbentuknya pasang tertinggi dan surut terendah di
titik lainnya, dikarenakan gaya gravitasi bumi dan matahari yang saling
menguatkan. Sedangkan pasang surut perbani terjadi apabila bumi, bulan, dan
matahari berada pada garis tegak lurus 90° (pada saat ¼ awal dan akhir bulan).
Gaya sentrifugal (Fs) dan gaya tarik bulan (Fg) yang bekerja memiliki arah yang
berlawanan, dijelaskan pada Gambar 2.
Gambar 48. Arah gaya sentrifugal dan gaya tarik bulan yang bekerja
(Sumber: Fragal, 2015)
Variasi permukaan laut secara umum dipengaruhi oleh dua (2) faktor,
yaitu: astronomi dan non-astronomi. Faktor-faktor non-astronomi yang
mempengaruhi tunggang air (interval antara air tinggi dan air rendah) dan waktu
datangnya air tinggi atau waktu air rendah adalah morfologi pantai , kedalaman
perairan dan kedalaman meteorologi serta faktor hidrografi lainnya.
Gaya penggerak pasang surut dapat diuraikan sebagai hasil gabungan
sejumlah komponen harmonik yang dikelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian
komponen, yaitu tengah harian, harian, dan periode panjang. Beberapa komponen
harmonik dan perbandingan relatif kekuatannya dapat dilihat dalam Tabel 1.
30
Tabel 1. Komponen harmonik pasang surut (Sumber: Pond and Pickard, 1981)
Periode Perbandingan
Nama Komponen Simbol
(jam matahari) (relatif)
Tengah Harian (Semi-
diurnal)
- Principal lunar M2
12,4 100
- Principal solar S2
12,0 47
- Larger lunar elliptic N2
12,7 19
- Luni-solar semi-diurnal K2
11,97 13
Harian (Diurnal)
- Luni-solar diurnal K1
23,9 58
- Principal lunar diurnal O1
25,8 42
- Principal solar diurnal P1
24,1 19
- Larger lunar elliptic Q1
26,9 8
Periode Panjang (Long-
period
- Lunar fortnightly 238,0 17
Mf
- Lunar monthly 661,0 9
Mm
- Solar semi-annual 2.191,0 8
Ssa
Dengan komponen pasang surut di atas dapat ditentukan tipe pasang surut, melalui
perhitungan nilai Formzahl. Formzahl adalah bilangan untuk menentukan tipe
pasang surut, menggunakan rumus:
31
Keterangan:
F = bilangan Formzahl
O1 = amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan
oleh gaya tarik bulan
K1 = amplitudo komponen pasang surut tunggal utama yang disebabkan
oleh gaya tarik bulan dan matahari
M2 = amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh
gaya tarik bulan
S2 = amplitudo komponen pasang surut ganda utama yang disebabkan oleh
gaya tarik matahari
Bilangan formzahl memiliki range tertentu untuk menentukan tipe pasang
surut suatu wilayah. Range formzahl dijelaskan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Tipe Pasang Surut Berdasarkan Bilangan Formzahl
Nilai Formzahl Tipe Pasang Surut Keterangan
0,00 < F ≤ 0,25 Setengah Harian ▪ Dalam sehari terjadi
(Semidiurnal/ Ganda) dua kali pasang dan
dua kali surut.
▪ Bentuk gelombang
simetris.
32
0,25 < F ≤ 1,50 Campuran dengan tipe ▪ Dalam sehari terjadi
ganda lebih menonjol dua kali pasang dan
(Condong Ganda) dua kali surut.
▪ Bentuk gelombang
pasang pertama
tidak sama dengan
gelombang pasang
kedua (asimetris)
dengan bentuk
condong semi
diurnal.
1,50 < F ≤ 3,00 Campuran dengan tipe ▪ Dalam sehari terjadi
tunggal lebih menonjol dua kali pasang dan
(Condong Tunggal) dua kali surut.
▪ Bentuk gelombang
pasang pertama
tidak sama dengan
gelombang pasang
kedua (asimetris)
dengan bentuk
condong diurnal.
F > 3,00 Harian (Tunggal) ▪ Dalam sehari terjadi
sekali pasang dan
sekali surut.
33
Dalam pasang surut, dikenal adanya istilah elevasi muka air rencana.
Elevasi muka air rencana diperlukan untuk pengembangan dan pengelolaan
daerah pantai. Mengingat elevasi muka air laut selalu berubah setiap saat, maka
diperlukan suatu elevasi yang ditetapkan berdasarkan data pasang surut,
beberapa elevasi tersebut adalah sebagai berikut:
▪ Muka air tinggi (high water level); muka air tertinggi yang dicapai pada saat
air pasang dalam satu siklus pasang surut.
▪ Muka air rendah (low water level); kedudukan air terendah yang dicapai
pada saat air surut dalam satu siklus pasang surut.
▪ Muka air tinggi rerata (mean high water level, MHWL); adalah rerata dari
muka air tinggi selama periode 18,6 tahun.
▪ Muka air rendah rerata (mean low water level, MLWL); adalah rerata dari
muka air rendah selama periode 18,6 tahun.
▪ Muka air laut rerata (mean sea level, MSL); adalah muka air rerata antara
muka air tinggi rerata dan muka air rendah rerata.
▪ Muka air tinggi tertinggi (highest high water level, HHWL); adalah air
tertinggi pada saat pasang surut purnama atau bulan mati.
▪ Muka air rendah terendah (lowest low water level, LLWL); adalah air
terendah pada saat pasang surut purnama atau bulan mati.
▪ Higher high water level; adalah air tertinggi dari dua air tinggi dalam satu
hari, seperti dalam pasang surut tipe campuran.
▪ Lower low water level; adalah air terendah dari dua air rendah dalam satu
hari.
Elevasi yang cukup penting yaitu muka air tinggi tertinggi dan muka air
rendah terendah. Muka air tinggi tertinggi sanga t diperlukan untuk perencanaan
bangunan pantai, sedangkan muka air rendah terendah sangat diperlukan untuk
perencanaan pembangunan pelabuhan.
34
2.1 Pengolahan Data Pasang Surut
Pengolahan data pasang surut pada Praktikum Oseanografi Fisika ini
menggunakan empat (3) metode, yakni metode Admiralty, program Tide Model
Driver (TMD), dan program NAO Tide.
2.1.1 Download data BIG
1. Buka web BIG di [Link]
Gambar 49. Web BIG
2. Pilih kategori Prediksi Pasut, kemudian pilih prediksi pasut online.
Gambar 50. Pilih Prediksi Pasut Online
35
3. Pilih waktu (tanggal, bulan, dan tahun) yang diinginkan.
Gambar 51. Masukkan waktu
4. Masukkan koordinat dengan cara klik posisi perairan yang diinginkan.
Gambar 52. Masukkan Koordinat
36
5. Klik Proses Predict Tide.
Gambar 53. Klik Proses Predict Tide
6. Download data pada tulisan Tinggi Pasut.
Gambar 54. Download data
37
2.1.2 Admiralty
Menurut Korto, et al. (2015), Metode admiralty merupakan metode yang
dikembangkan oleh A. T. Doodson digunakan menghitung konstanta pasang
surut harmonik dari pengamatan ketinggian air laut tiap jam selama 15 hari atau
29 hari. Metode ini digunakan untuk menentukan Muka Air Laut Rerata (MLR)
harian, bulanan, tahunan atau lainnya. Metode admiralty adalah metode
perhitungan pasang surut yang digunakan untuk menghitung dua konstanta
harmonik yaitu amplitudo dan keterlambatan phasa.
Proses perhitungan metode Admiralty dilakukan dengan bantuan tabel,
dimana untuk waktu pengamatan yang tidak ditabelkan harus di lakukan
pendekatan dan interpolasi dengan bantuan tabel. Proses perhitungan analisa
harmonik metode Admiralty dilakukan pengembangan perhitungan sistem formula
dengan bantuan perangkat lunak Excel, yang akan menghasilkan harga beberapa
parameter yang ditabelkan sehingga perhitungan pada metode ini akan menjadi
efisien dan memiliki keakuratan yang tinggi serta fleksibel untuk waktu kapanpun.
Berdasarkan komponen-komponen pasang surut yang didapat dari hasil
analisis dengan menggunakan metode Admiralty maka d apat ditentukan tipe
pasang surut dengan menggunakan angka pasang surut “F” (Tide form number
”Formzahl”).
Kekurangan dari metode ini yaitu dalam pengolahannya sangat
dibutuhkan ketelitian, tidak dapat digunakan untuk data-data panjang (>29 hari dan
<15 hari), hanya menghasilkan sembilan komponen pasang surut, dan tidak dapat
menganalisis data yang memiliki kekosongan data.
38
2.1.3 Tidal Model Driver (TMD)
Tide Model Driver (TMD) digunakan untuk melakukan ekstraksi
konstanta pasut serta melakukan ramalan (prediksi) ketinggian pasut di
permukaan bumi dari model pasut dengan perangkat lunak MATLAB. Dari model
pasut dapat dilakukan ekstraksi konstanta harmonik dan prediksi elevasi pasut
pada lokasi dan waktu yang diberikan. Secara global, untuk melakukan ekstraksi
serta prediksi kostanta pasut tersebut, model pasut TPXO 7.1 melibatkan
konstituen pasut M2, S2, K1, O1, N2, P1, K2, Q1, MM, MF dan M4.
Langkah-langkah pengerjaan program TMD adalah sebagai berikut:
1. Membuka MATLAB dan membersihkan Command Window dengan mengetik
clc, kemudian enter.
Gambar 55. MATLAB
39
2. Selanjutnya klik Set Path. Memilih Add with Subfolder. Kemudian pilih folder
TMD yang berada di lokasi Computer\(C:)\Program Files
(x86)\MATLAB\R2015a\toolbox\TMD lalu klik OK > Save > Close.
Gambar 56. File TMD
3. Untuk memunculkan model TMD, tulis “TMD” pada Command Window lalu
tekan Enter.
Gambar 57. Memunculkan model TMD
40
4. Memilih file TMD > TMD toolbox > [Link] > Data > Model_ind kemudian pilih
Open.
Gambar 58. Membuka file TMD
5. Selanjutnya akan muncul tampilan model TMD. Semua (delapan) komponen
ditandai, tandai pula “z” (elevasi) dan “Rewrite File” untuk membuat file baru
serta isi nama output file dengan nama “[Link]”. Memilih
“Predict Tide” untuk memunculkan komponen harmonik pasang surut.
Koordinat latitude dan longitude sesuai daerah > lalu tekan “GO”
Gambar 59. Data TMD
41
6. Untuk memprediksi ketinggian pasut di perairan tersebut, memilih “Predict
tide”. Serta mengisi “Start Time” yang terjadi dari tahun, bulan, tanggal, jam,
menit, dan panjang data (jumlah total data, diperoleh dari jumlah hari dikali
24 jam) > lalu tekan “GO”.
Gambar 60. Data Predict Tide
42
2.1.4 NAO Tide
NAO Tide adalah suatu program untuk memprediksi pasang surut
berdasarkan waktu dan lokasi laut dengan cakupan global dengan resolusi 0.5º
x 0.5º yang merupakan data asimilasi dari TOPEX/Poseidon selama 5 tahun.
Model ini dikembangkan oleh National Astronomical Observatory (NAO) Jepang,
pada tahun 1999.
Langkah-langkah pengerjaan program NAO Tide adalah sebagai berikut:
1. Buka file [Link] di folder NAOTide dengan software Notepad.
Gambar 61. Buka Fie [Link]
43
2. Input longitude dan latitude sesuai perairan yang telah ditentukan dan
rename. Tentukan waktu mulai dan waktu akhir.
Gambar 62. Tampilan Notepad [Link]
3. Klik run pada file nao99b-b0 dan akan muncul file baru dengan nama sesuai
dengan step sebelumya.
Gambar 63. Run MATLAB
44
4. Buka file di excel.
Gambar 64. Tampilan File
5. Copy kolom Tide pada kolom baru dan buat kolom Time di sebelah kiri kolom
Tide lalu buat grafik elevasi pasang surut.
Gambar 65. Tampilan Grafik NAO Tide
45
3. ARUS
Arus laut (sea current) adalah perpindahan massa air secara horizontal
maupun vertikal dalam skala besar dari satu tempat menuju tempat lain. Di
perairan dangkal (kawasan pantai), arus laut dapat dibangkitkan oleh gelombang
laut, pasang surut laut atau sampai tingkat tertentu angin. Di perairan sempit dan
semi tertutup seperti selat dan teluk, pasut merupakan gaya penggerak utama
sirkulasi massa airnya (Tanto et al., 2017).
Perputaran bumi pada porosnya juga mempengaruhi pergerakan air.
Bumi yang berputar pada porosnya akan menimbulkan kekuatan untuk
menggerakan air mengikuti arah putaran bumi. Gaya yang diakibatkan oleh
perputaran bumi pada porosnya ini disebut dengan Gaya Coriolis. Gaya Cor iolis
akan mengakibatkan arus permukaan berbelok ke kanan dari arah angin di atas
permukaan pada bumi bagian utara dan sebaliknya pada bumi bagian selatan.
Arus di permukaan laut disebabkan oleh adanya angin yang bertiup di
atasnya. Namun disamping faktor angin, arus juga dipengaruhi oleh bentuk dasar
laut, letak geografis dan tekanan udara. Akibatnya arus yang mengalir di
permukaan lautan merupakan hasil kerja dari g abungan faktor-faktor tersebut.
Akan tetapi dari ketiga faktor tersebut, faktor angin meru pakan faktor yang paling
bervariasi dalam membangkitkan arus.
Terjadinya arus di lautan disebabkan oleh perpindahan massa air yang
diakibatkan adanya perbedaan massa jenis air, tekanan, gaya-gaya pembangkit
lain seperti gelombang dan angin. Karakteristik arus di perairan dipengaruhi oleh
morfologi pantai, letak geografis dan bathimetri perairan. Manfaat arus dalam
kehidupan sehari-hari bervariasi dalam dari segi perikanan, pariwisata, pertanian
laut, pelayaran, dan energi (pembangkit tenaga listrik).
46
Arus laut dapat terbentuk karena perbedaan suhu baik secara vertikal
maupun horizontal. Adanya perbedaan suhu, massa air dan pembuyaran arus
permukaan (divergence) dapat menyebabkan terjadinya upwelling sedangkan
pemusatan arus (convergence) menyebabkan terjadinya downwelling. Gerakan
massa air secara vertikal dan horizontal sangat erat kaitannya terhadap kondisi
ekologis yang terkandung dalam suatu perairan. Arus memiliki banyak jenis
dengan berbagai pembangkitnya salah satunya adalah Rip current.
Rip current adalah arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut yang
dapat terjadi setiap hari dengan kondisi bervariasi mulai dari yang kecil, pelan dan
tidak berbahaya, sampai arus yang dapat menyeret orang ke tengah laut dan
dibangun oleh hubungan antara gelombang yang datang menuju pantai dan
kondisi morfologi pantai. Rip current terkonsentrasi melewati jalur sempit (rip
chanel) yang mengalir kuat kearah laut dari zona hempasan melintasi gelombang
pecah hingga ada di laut lepas-pantai (Pangururan et al., 2015).
47
3.1 Pengolahan Data Arus
Adapun prosedur prediksi arus adalah sebagai berikut:
Download data arus pada website OSCAR.
Mengekstrak Data Arus menggunakan ODV.
Mem-filter hasil pengolahan Data di ODV pada MS. Exel .
Pengolahan Data Arus menggunakan Surfer 10.
3.1.1 Download data ECMWF
Dari pengolahan Data Arus di atas, adapun langkah- langkah dalam
melakukan Download data OSCAR adalah sebagai berikut:
Buka website OSCAR pada link [Link]
Masuk ke Home Page OSCAR > Pilih Data Accses
Pilih PO DAAC Drive > Browse Datasets > All Data > Ocean
Circulation > Oscar > L4 > oscar_1_deg. Setelah itu akan muncul
data arus dari tahun 1992 hingga tahun terkini.
Download data arus pada tahun yang diperlukan (*.rar).
48
3.1.2 ODV
1. Buka ODV.
Gambar 66. Tampilan Aplikasi ODV
2. Open file yang sudah diunduh dan di ekstrak dari OSCAR.
Gambar 67. Pemilihan Data Arus dari PODAAC ke ODV
49
3. Setelah itu akan muncul tab windows, tekan next sampai keluar peta
Indonesia.
Gambar 68. Pemilihan Daerah Yang Akan Diamati
4. Buat Kotak untuk menandai lokasi yang diinginkan (perairan yang diamati).
Gambar 69. Pemilihan Daerah
50
5. Kemudian Export file dengan klik Export file dengan klik export kemudian
station ODV Spreadsheet File. Lalu simpan.
Gambar 70. Pemilihan Titik Koordinat Perairan
6. Langkah selanjutnya buka Ms. Excel, kemudian open file yang tersimpan dari
pengolahan ODV. Lalu hapus baris 1 hingga 26 dan QF.
Gambar 71. Pengolahan Data Arus dari ODV ke Microsoft Excel
51
7. Ganti Ocean Surface Zonal Current menjadi U dan Ocean Surface Meridional
Current menjadi V.
Gambar 72. Penyeleksian Data di Microsoft Excel
8. Filter U dan V lalu centang blank. Hapus semua data.
Gambar 73. Penyeleksian Kolom di Microsoft Excel
52
9. Pindahkan data Latitude, Longitude, U dan V ke Microsoft Excel olah_surfer
lalu simpan.
Gambar 74. Pemindahan Data di Microsoft Excel
3.1.2 Surfer
1. Buka software Surfer.
Gambar 75. Tampilan Software Surfer10
53
2. Klik Grid lalu Data.
Gambar 76. Pemilihan Data di Surfer10
3. Pilih data Microsoft Excel olah surfer.
Gambar 77. Pemindahan Data Dari Microsoft Excel ke Surfer10
54
4. Ganti Z menjadi kecepatan dan ganti nama file menjadi Kecepatan lalu OK.
Gambar 78. Penyesuaian Grid Data Kecepatan Pada Surfer10
5. Lakukan hal yang sama untuk griding arus.
Gambar 79. Penyesuaian Grid Data Arus Pada Surfer10
55
6. Pilih Map lalu new kemudian 2-Grid Vector Map.
Gambar 80. Masukkan Map Dari Data Yang Sudah Diolah
7. Pilih Arah lalu Kecepatan.
Gambar 81. Pilih Arah dan Kecepatan Untuk Tampilan Map
56
8. Ubah koordinat system menjadi polar.
Gambar 82. Penyesuaian Dari Coordinate System menjadi Polar
9. Selanjutnya klik map, new lalu contour map.
Gambar 83. Masukkan Contour Map
57
10. Pilih grid kecepatan dan buka.
Gambar 84. Memilih Grid Kecepatan
11. Ubah fill colours dengan RedHot2 dan centang pada fill counters dan colour
scale.
Gambar 85. Penyesuaian warna pada Contour
58
12. Klik kanan lalu add kemudian base layer untuk memasukkan peta.
Gambar 86. Langkah menambahkan Peta Wilayah
13. Pilih peta_indo.shp.
Gambar 87. Pemilihan Peta Wilayah Indonesia
59
14. Lalu klik no.
Gambar 88. Pilih “No” Pada Plihan
15. Ubah warna daratan menjadi hijau.
Gambar 89. Penggantian Warna Wilayah Daratan
60
16. Klik kanan lalu add lalu scale bar.
Gambar 90. Menambahkan Scale Bar
17. Layoting kemudian Klik Export lalu rename lalu klik simpan dalam bentuk
JPG/JPEG.
Gambar 91. Tampilan Peta Arus
61
DAFTAR ASISTEN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA
No. Nama NIM PJ Materi
1. Tirsa Aulia Puspitasari 165080607111003 Pasang Surut
2. Christian Harel 165080607111044 Arus
3. Lucia Astuti 175080600111002 Gelombang
4. Fikrisayyida Bunga 175080601111003 Arus
5. Ade Bagus Wijanarta 175080600111012 Pasang Surut
6. M. Rizki Saleh 175080607111002 Gelombang
No. Nama No. Handphone Kelompok
1. Tirsa Aulia Puspitasari 0812-3038-6656 9 & 11
2. Christian Harel 0821-2478-0950 1&3
3. Lucia Astuti 0878-8825-3010 5&7
4. Fikrisayyida Bunga 0813-3653-9732 2&4
5. Ade Bagus Wijanarta 0857-3398-4426 10 & 12
6. M. Rizki Saleh 0812-3498-1675 6&8