Pengembangan Kreativitas dan Inovasi
Pengembangan Kreativitas dan Inovasi
Disusun Oleh :
KELAS A
ILMU KOMUNIKASI 2019
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2
DAFTAR ISI
BAB III ( Proses Penciptaan Ide Kreatif dan Inovatif menggunakan 7E)…… 42
BAB I
A. PENGERTIAN KREATIVITAS
Pasti kalian sering mendengar kata kreativitas diucapkan oleh banyak orang.
Kreativitas berkaitan erat dengan suatu proses penciptaan sebuah ide atau gagasan yang baru.
Kreativitas membawa seseorang pada kesuksesan dalam mengerjakan pekerjaan. Pada
dasarnya, Kreativitas lebih menyiratkan kemampuan kita untuk membayangkan suatu
masalah. Karena itu diperlukan pemikiran dan pemahaman yang penuh warna disertai dengan
adanya pemikirian yang mendalam. Kreativitas juga dapat diartikan sebagai sebuah
kemampuan seseorang untuk menghasilkan suatu atau beberapa produk yang baru dan
biasanya memiliki keunikan tersendiri.1 Kreativitas adalah tentang melihat sesuatu secara
berbeda dengan cara membayangkan suatu hal hingga melampaui ke tingkat berikutnya dan
menuntut kita untuk berpikir secara out of the box dari pemikiran kita biasanya.2
Kreativitas merupakan bakat yang sebagai individu sudah miliki sejak lahir, semua
orang dari suku, bangsa, dan negara apapun bisa menjadi kreatif. kreativitas ini dapat
ditemukan dan diidentifikasi melalui pendidikan yang tepat agar individu dapat menemukan
potensi kreatif sehinggadapat dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan baik kebutuhan
2Barnard, Brian dan Derrick Herbst. Entrepreneurship, Innovation and Creativity ‘The Creative Process of Entrepreneurs and Innovators’.
Journal of Business and Management, 2019. Volume 7, Issue 1, hal 127-128.
4
secara pribadi atau kebutuhan banyak orang. Seorang individu dapat menjadi kreatif apabila
terus-menerus mengasah potensi dan pemikiran kreativitasnya.
Orang-orang yang berpikir kreatif mempunyai sifat yang tidak mudah menyerah ketika
hendak menguji ide atau gagasan yang sudah didapatkannya.3 Mereka cenderung untuk terus
mencoba sekalipun yang mereka temui adalah kegagalan. Orang-orang yang berpikir kreatif
akan mencari jalan menuju kesuksesannya yang lain agar ide atau gagasan tersebut dapat
menjadi suatu produk kreativitas dan berbuah menjadi sebuah kesuksesan.
Kreativitas ini dipengaruhi dari proses interaksi dan linkungan para individu. Menurut
Karlsson (2010), proses kreatif di lokasi tertentu akan menghasilkan keuntungan kreatif yang
merangsang kreativitas dapat berjalan dengan baik atau buruk. Sejalan dengan itu, Törnqvist
(1983) mempertimbangkan pengaruh suatu tempat atau konteks lokal pada tindakan individu
untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Sebenarnya pengertian kreativitas jika dibahas tidak akan ada habisnya. Pengertian
dari kreativitas luas dan bermacam-macam. Ada sebagian orang yang mengaitkan kreativitas
dengan gagasan baru dalam dunia ilmu, dunia teknologi dan dunia pemecahan masalah di
berbagai bidang, ada pula sebagian orang yang mengartikan bahwa kreativitas itu harus
memiliki nilai seni tersendiri4. Para ahli memiliki definisi yang berbeda beda dalam
mengartikan kreativitas, tergantung pada perspektif dan pandangan mereka terhadap definisi
kreativitas itu sendiri.
Mooney berpendapat bahwa terdapat kurang lebih 28 definisi untuk konsep kreativitas,
bahkan hingga 50 atau lebih. Beberapa referensi khusus dalam kreativitas mengungkapkan
adanya 60 jenis definisi kreativitas.5
4 Chandra Julius. Kreativitas: Bagaimana Menanam, Membangun, dan Mengembangkannya (1994). hal 11.
5Patrícia Melo Sacramento, Rivanda Meira Teixeira. Innovation and Entrepreneur Learning in the Tourism Sector: Cross-Case Analysis in
Small and Medium Enterprises in the city of Aracaju, Sergipe. Vol. 13 Issue 3, hal-122.
5
mengatakan bahwa kita harus memerhatikan otak yang selalu mencari, membentuk,
menyusun, dan lain sebagainya.6
Kreativitas, menurut West et al. (2002), adalah menurutnya kreativitas berbeda dari
inovasi karena meliputi proses yang mengarah pada generasi ide-ide baru untuk menciptakan
nilai bagi individu, organisasi dan sektor kesehatan. Sementara Schumpeter (1934),
mendefinisikan bahwa kreativitas merupakan sebuah iklim atau lingkungan yang
menghasilkan suatu karya dalam organisasi yang memfasilitasi atau menghambat generasi ide
dan ide yang diterapkan untuk [Link] dan perspektif terbaru tentang kreativitas
cenderung berfokus terutama kepada bagaimana faktor-faktor kontekstual dapat
memengaruhi aktivitas kreatif individu (Perry Smith & Shalley, 2003), agar dapat memahami
kontribusi kreatif individu versus kreativitas kolektif suatu kelompok atau organisasi.
Seperti orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan berkinerja baik pada
berbagai tugas kognitif (Silvia et al. 2009). Orang yang memiliki pikiran kreatif dalam satu
bidang cenderung dapat berpikir kreatif di bidang lainnya karena biasanya orang yang punya
pikiran berpikir kreatif akan berpikir melampaui batas, tetapi tetap dalam satu context.
Tujuan dari berpikir kreatif ini adalah untuk memulai sesuatu yang baru atau sesuatu yang
belum pernah dilakukan orang sebelumnya dengan cara yang berbeda.
Dari berbagai macam pengertian kreativitas yang sudah dipaparkan diatas, kita dapat
menarik berbagai kesimpulan yaitu:
Pertama, kreativitas adalah salah satu konsep ilmu psikologi kognitif yang
menggabungkan berbagai ciri kesiapan kognitif dan karakteristik yang bisa menyesuaikan
perubahan lingkungan untuk menghasilkan produk yang istimewa dan bisa diterima oleh
kelompok tertentu, pada masa tertentu, karena kemanfaatan produk tersebut atau untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
6
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 17
7
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 18
6
Selain itu, kreativitas harus memiliki setidaknya salah satu poin penting, poin penting
yang dimaksud ialah sebagai berikut.
Orang-orang yang punya pemikiran kreatif akan mengapresiasi dan menghargai setiap
ide kreatif dari orang lain atau pihak lain. Biasanya orang-orang kreatif tidak akan keberatan
untuk melakukan kerja sama dengan orang kreatif lainnya agar dapat menghasilkan suatu ide,
gagasan, dan produk yang akan melahirkan suatu kreativitas.
B. PENGERTIAN INOVASI
Selain kreativitas, inovasi juga diperlukan dalam kehidupan kita. Inovasi itu sendiri
tidak bisa lepas dari keterkaitannya dengan kreativitas. Çokpekin dan Knudsen (2012)
mengemukakan bahwa perusahaan yang lebih sering atau berkecenderungan melakukan
sebuah inovasi sehingga dapat memotivasi karyawan mereka untuk menjadi kreatif,
mengalokasikan sumber daya mereka dengan mengingat tujuan, dan memiliki keterampilan
manajemen untuk mengatur lingkungan kerja yang kreatif. Sementara Chen dan Huang
(2010) menemukan bahwa kepadatan pada staf kreatif yang lebih besar dapat menjadikan
struktur pengetahuan menjadi lebih baik sebab mengarah pada banyaknya pertukaran
pengetahuan dan peluang belajar, sehingga berkontribusi pada kinerja inovasi. Jadi dapat
disimpulkan bahwa inovasi dan kreativitas saling berkesinambungan satu sama lain.
Lalu, apa arti dari inovasi itu sendiri? Definisi dari inovasi itu sendiri merupakan
penerapan secara praktis gagasan atau ide yang kreatif. Istilah inovasi digunakan untuk
7
(Carol Kinsey Goman, 1991:2 ) Hult et al. (2003) mengartikan inovasi sebagai temuan
atau adopsi yang baru atau berbeda, singkatnya inovasi menciptakan sebuah kombinasi baru
dari sumber daya yang ada. Untuk menguraikan lebih lanjut tentang aspek inovasi, karya dari
Rogers (2010) menjelaskan dan lebih menekankan suatu fokus pada hal baru dan
mendefinisikan inovasi sebagai ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh individu atau
unit adopsi lain untuk menciptakan ide atau gagasan yang baru. Banyak peneliti dan para ahli
pada mulanya mengungkapkan definisi dari inovasi dengan menekankan pada fokus dan
bentuk dari inovasi itu sendiri.
Inovasi dapat terjadi pada berbagai tingkatan seperti tingkatan organisasi, unit, proses,
atau individu (Schiemann, 2011). Pada lingkungan yang dinamis, perusahaan sebaiknya
berorientasi pada inovasi. Hasil penelitian Muafi (2009) membuktikan bahwa jika perusahaan
berhasil menerapkan kesesuaian antara orientasi strategi inovatif dengan lingkungan yang
dinamis maka kinerja organisasi akan lebih meningkat.9
Adanya perubahan pemikiran banyak orang tentang inovasi secara radikal selama dua
dekade terakhir. Hal ini ditandai dengan munculnya sistem berbagi secara terbuka,
kustomisasi pengguna, dan gagasan bahwa pengguna layanan sering kali adalah orang-orang
9
Muafi. Pola Hubungan Inovasi Organisasi, People Equity dan Kinerja UKM. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, [Link] 16, Iss 2, hal 231.
8
terbaik untuk membantu secara proaktif merevisi suatu produk dan proses. 10 Bukti-bukti yang
muncul seiring waktu akan mendukung bahwa inovasi bottom-up lebih sering dan banyak
terjadi di sektor publik daripada yang kita yakini dan kita ketahui (Borins 2002: 475). Orang
yang inovatif berani untuk berbeda, menonjol, membuat kejutan, atau menyimpang dari
tradisi.
Identitas pengembangan ide kreatif ini diperlukan kerja sama antara pihak pendidikan
dan lingkungan11. Prof. Dr.S.C. Utami Munandar dalam bukunya yang berjudul Kreativitas
dan Keberbakatan mengungkapkan dasar pengembangan untuk mengembangkan ide kreatif
adalah sebagai berikut:
Pengembangan kreativitas adalah jantung dari pendidikan seni dan desain karena
membutuhkan ide yang kreatif . Program studi memaksimalkan peluang untuk
10 Byers, Viviane. Creativity, Innovation, and Change (2017). Chapter 13 hal 2.
11
Munandar, Utami. Kreativitas dan Keberbakatan (1999). hal-14-15
9
Pernahkah Anda berpikir kapan dan bagaimana ide kreatif itu muncul pada diri seseorang?
Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui serta mendapatkan jawaban
mengenai kapan dan bagaimana ide kreatif itu muncul. Dari semua hasil penelitian yang telah
dilakukan tersebut menyatakan bahwa tidak ada waktu dan tempat tertentu yang dapat
mendatangkan ide kreatif secara tiba-tiba serta tidak ada pula cara khusus agar ide kreatif
tersebut muncul dalam diri kita.
Namun, hasil studi-studi tersebut memaparkan dari sudut pandang lain bahwa ada
tempat dan waktu khusus yang dapat membuat seseorang dekat dengan [Link]
yang memungkinkan dapat memberikan ruang yang lebih luas untuk berkreasi serta
menonjolkan ide kreatif yang dimilikinya.
Secara umum, dapat dikatakan bahwa ide kreatif itu biasanya datang dari dunia lain
bukan dari dunia kita sekarang ini, tetapi hal itu terjadi dalam waktu yang sama. Dunia lain
12
Lesley, Ruthven, Facilitating the development of creativity using special collections and archives. 2019, vol 44
Issue 1. Hal 1-2.
13
Lesley, Ruthven, Facilitating the development of creativity using special collections and archives.
2019, vol 44 Issue 1. Hal 1-2.
10
yang dimaksudkan disini ialah dunia internal yang Allah SWT. berikan nikmat kreativitas
didalamnya.14 Ide kreatif terkadang memang tidak logis atau realistik, tetapi dengan seiring
berjalannya waktu ide tersebut tentunya dapat bermanfaat bagi setiap orang.
Beberapa tempat dan waktu tertentu yang dapat mendatangkan ide kreatif adalah
sebagai berikut:
Proses kreatif dapat dijelaskan pada dua tingkat: tingkat makro, menampilkan tahapan
proses kreatif, dan tingkat mikro, yang menjelaskan mekanisme yang mendasari proses
kreatif, pemikiran yang berbeda atau konvergen berpikir (Botella et al., 2016).
Proses kreatif dapat terjadi karena adanya hubungan baru antara ide atau konsep yang
ada (Lazzeretti, Boix, & Capone, 2008) dan aksesibilitas gagasan yang ada sampai batas
tertentu tergantung pada ukuran dan kepadatan lokasi, yang menyiratkan bahwa kreativitas
individu dan kreatif kegiatan tertarik ke lokasi lain dengan aksesibilitas lebih tinggi tetapi
juga dengan variasi dan keragaman ide yang lebih besar
Ide-ide kreatif berpotensi membendung dari semua bagian organisasi, serta dari
antarmuka internal dan dari luar batas-batas organisasi (Björk & Magnusson, 2009). wilayah
14
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 52
15
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 53
11
menjadi aset strategis untuk pengembangan kreativitas (Power & Scott, 2004; Sacco, 2002),
karena dinamika relasional diciptakan oleh para aktor beroperasi di wilayah tersebut
memengaruhi proses kreatif (Granovetter, 1985; Sedita & Paiola, 2009). Ide ini konsisten
dengan literatur klaster dan kawasan industri yang menawarkan dukungan untuk penciptaan
keuntungan di dalam wilayah tertentu (Becchetti & Rossi, 2000).
1. Preapration, keinginan awal untuk menjadi kreatif. Pada fase ini seseorang yang
memiliki sifat kreatif memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman agar dapat
menguasai objek.
2. Incubation, setelah perhatian terfokus waktu yang jauh dari pekerjaan aktif akan menjadi
masalah. Fase ini dikenal dengan seorang kreatif yang mengerahkan usahanya dalam
menyelesaikan suatu masalah. Pada fase ini pula seorang kreatif memiliki berbagai
masalah dan masalah tersebut tentunya akan menjadi hambatan yang menghalangi
perkembangan inovasi nya. Bahkan dapat menimbulkan kegagalan.
3. Illumination, ketika ide muncul bersamaan dengan otak yang sedang membuat lompatan
kognitif dari satu bidang atau konteks asosiatif ke yang lain. Fase ini juga
menggambarkan pembuatan detail dalam proses penciptaan suatu produk atau gagasan.
4. Verification, merupakan tahap akhir dari keempat tahap di atas. Tahap memilih dari
semua ide yang dihasilkan, melibatkan pengujian dan pengecekan.
Kedekatan diperlukan untuk agar seringnya melakukan interaksi tatap muka karena
banyak ide tidak tersurat atau sulit dijabarkan dengan baik sebab banyak pengetahuan yang
hanya kita ketahui sendiri.16
16Víctor del-Corte-Lora , Teresa M. Vallet-Bellmunt and F. Xavier Molina-Morales, How network position interacts with the relation
between creativity and innovation in clustered firms. 2017. vol. 25, no. 4, Hal 564.
12
Selain itu, Anderson, Potočnik, dan Zhou (2014) meninjau tubuh penelitian yang
berkembang pesat periode 2002 hingga 2013, menyimpulkan bahwa penelitian kreativitas
biasanya diperiksa tahap generasi ide, sedangkan studi inovasi umumnya juga termasuk tahap
akhir implementasi gagasan, dan menyarankan perlunya pendekatan analisis tingkat yang
komprehensif.
G. JENIS INOVASI
Pada intinya, inovasi merupakan kelanjutan dari penemuan (invention) dan kegiatan
inovasi merupakan penciptaan nilai yang melibatkan peningkatan teknologi. Dalam
penciptaan nilai tersebut, inovasi secara signifikan harus mampu memberikan nilai tambah
kesejahteraan, yang direpresentasikan pada layak jual atau tidaknya produk atau jasa inovatif
tersebut.17
De Vries et al. (2015) menyebutkan klasifikasi inovasi dalam manajemen publik ada
empat judul kategori:
• inovasi produk
Robey (1986) menyatakan bahwa inovasi dapat dibagi dalam beberapa tipe
berdasarkan karakteristik nya, yaitu:
17
Arman Hakim Nasution dan Hermawan Kertajaya, INOVASI, hal 3
13
• Inovasi administrasi.
• Inovasi teknis.
Kategorisasi ini bermanfaat karena memperluas dapat fokus pada inovasi di luar
teknologi, hingga ke tata kelola.
Untuk mencapai tujuan ini, kami mengusulkan model konseptual, dengan mengambil
referensi jenis inovasi yang diadopsi oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan
Pembangunan (OCDE, 2005), yang menganggap bahwa inovasi yang diadopsi oleh
perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis, yaitu: inovasi layanan , inovasi
proses, inovasi organisasi, dan inovasi pemasaran
Karena kreativitas itu sendiri hanya bisa ditelaah melalui interelasi sistem yang
dibangun dari tiga komponen utama; pertama, domain, kawasan, yang terdiri atas aturan
dan prosedur simbolik yang ada, seperti dalam kawasan yang ada pada ranah matematika,
misalnya; aljabar dan teori bilangan dapat dilihat sebagai kawasan. Komponen kedua
adalah field (bidang) yang mencakup orang secara keseluruhan yang bertindak sebagai
penjaga gerbang itu. Dalam bidang seni visual, bidang terdiri atas guru seni, kurator
museum, kolektor seni, kritik, administrator lembaga, agen-agen pemerintah yang
berhubungan dengan budaya. Komponen ketiga adalah person (orang) Kreativitas muncul
ketika seseorang menggunakan simbol kawasan yang ada, seperti musik, bisnis, teknik,
atau matematika.
Dengan demikian, yang dimaksud dari kreativitas itu sendiri adalah tindakan, ide, dan
produk ataupun apa saja yang dapat mengubah kawasan yang ada, atau mentrasformasikan
kawasan yang ada secara berangsur-angsur dengan kawasan yang baru dirambah. Istilah
kreativitas, sering menimbulkan pengertian yang berbeda beda bagi tiap orang dan tidak
14
beradaptasi dalam berbagai macam keadaan dan melakukan segala aktivitas untuk mencapai
tujuan yang diinginkan oleh dirinya. Setiap orang pasti merasa sulit untuk mengukur apakah
dirinya sendiri termasuk pribadi yang kreatif atau bukan, atau sering terjadi kesalahan dalam
memposisikan seseorang menjadi pribadi yang kreatif. Csikszentmihalyi mengemukakan
sepuluh pasang ciri pribadi kreatif yang nampaknya paradoks tetapi menyatu dalam diri
seseorang. Dengan kata lain, terdapat sepuluh karakter kepribadian kreatif plus sepuluh
karakter lain yang juga melekat. Kesepuluh pasang ciri kepribadian yang dimaksud dapat
dijabarkan sebagai berikut:
3. Proses Kreativitas
Melalu cara lama,proses kreatif seseorang dapat disimpulkan melalui lima fase.
Pertama, fase persiapan, menjadi satu, secara sadar atau tidak, dalam rangkaian isu-isu
problematika yangmenarik dan menimbulkan keingintahuan. Kedua, fase inkubasi,
pengeraman, di mana ide-ide diaduk dan diolah di bawah ambang kesadaran. Ketiga, fase
insight, pengertian yang mendalam, yang kadang-kadang dikenal dengan istilah masa ”AHA”
(menandakan hadirnya rasa kesenangan karena berada dalam suatu kemenangan). Keempat
adalah fase evaluasi, ketika seseorang harus memutuskan apakah pengertian yang mendalam
itu adalah upaya yang bernilai dan bermanfaat. Tahap kelima atau terakhir dari komponen
proses kreativitas adalah fase elaborasi. Pada fase ini mungkin seseorang menggunakan
banyak waktu dan melibatkan pekerjaan yang amat berat. Hal ini sesuai dengan apa yang
telah dikatakan oleh Edison bahwa kreativitas terdiri atas 1 % inspirasi dan 99% perspiration,
hasil keringat.
Untuk melihat lebih jauh tentang proses kreativitas, seseorang sering didahului
dengan munculnya berbagai masalah yang melingkupinya. Permasalahan tersebut timbul dari
17
berbagai sumber seperti dari aktivitas yang dilakukan melalui pengalaman pribadi, menjadi
persyaratan suatu kawasan kehidupan (jalan hidup), dan dari tekanan-tekanan sosial.
Sedangkan ketiga sumber inspirasi tersebut biasanya sinergetik dan terjalin dan sangat muda
untuk mengenalnya secara terpisah.
Di sisi lain, proses kreativitas itu memang selalu menyatu dengan kehidupan
sebagai sumber persoalan. Hakekat dari elemen problematik dalam pengalaman hidup
sangat muda dilihat dalam berbagai aktivitas dan hasil karya yang menonjol dari kehidupan
para seniman, penyair, dan para humanis secara umum.
Selanjutnya, proses kreativitas juga terbentuk dari pengaruh pengetahuan yang
diperoleh di masa lalu dengan mengaitkannya dengan pengetahuan saat ini untuk merancang
kreativitas di masa yang akan datang. Artinya, sulit mentransformasi kawasan kreativitas
jika tidak memahami bagaimana kreativitas itu berproses. Misalnya saja, seseorang harus
memiliki alat matematika, belajar prinsipprinsip dasar fisika, dan menjadi sadar tentang
pernyataan pengetahuan yang baru. Seseorang tidak bisa kreatif tanpa menjadi tidak puas
dengan pengetahuannya dan menolak sebagian dari pengetahuan demi untuk kebaikan. Hal
lain yang ikut mempengaruhi proses kreativitas adalah adanya tekanan dari lingkungan
manusia. Seorang yang kreatif harus membuka diri terhadap hadirnya pengaruh guru,
mentor, kawankawan, teman kerja, dan kemudian kepada ide-ide yang berkembang di
kalangan siswa dan para pengikutnya. Problem yang ditemukan dan dihadirkan,
pemanfaatan waktu kosong, pengalaman AHA, dan upaya keras yang menghasilkan 99%
keringat merupakan motor penggerak terbangunnya proses kreativitas.
4. Jalan Kreativitas
Orang-orang yang kreatif berbeda satu sama lain, dalam berbagai cara yang mereka
tempuh tetapi dalam suatu hal mereka bersepakat untuk mencintai apa yang mereka
kerjakan. Mereka melakukan apa yang mereka ingin hasilkan bukan karena ingin meraih
sesuatu ketenaran atau mengumpulkan uang sebesar-besarnya. Tetapi mereka ingin
mengambil kesempatan yang seluas-luasnya untuk melakukan pekerjaan yang mereka
senangi. Oleh karena itu, mereka membuat jalan menuju kreativititas dengan
memprogramkan kreativitas, menentukan pekerjaan yang mereka senangi, menciptakan
suatu kondisi demi mengalirnya kreativitas, menjelaskan tujuan.
Memang harus disadari bahka pada permulaan lahirnya flow, tidak serta merta
langsung merasakan kebahagiaan, tetapi setelah berbagai aktivitas mengalir menuju
kreativitas dan menghasilkan sesuatu karya yang menarik, kebahagiaan pun tumbuh dengan
sendirinya. Yang terakhir adalah aliran dan evolusi kesadaran di mana terdapat berbagai hal
yang orang senangi; kenyamanan tubuh, kekuatan dan ketenaran, pemerolehan sesuatu yang
bersifat material. Namun, semuanya itu berakhir dengan sesuatu keinginan untuk
memanffatkan kesempatan dalam meraih kebahagiaan yang hakiki dengan berbagai
aktivitas yang menghasilkan berbagai kreativitas.
5. Lingkungan kreativitas
A. Harus berada pada tempat yang benar, di mana lingkungan tempat seseorang hidup,
tumbuh, dan berkembang memegang peranan penting dengan tiga alasan mendasar;
Setiap orang memiliki pola dan gaya hidup yang mungkin tidak sama dengan yang
lainnya, bahkan dapat dikatakan bahwa pencapaian segala sesuatu kebutuhan hidup
seseorang dapat capai berdasarkan cara hidup yang diciptakanya sendiri.
Dalam masa awal kehidupan manusia, kreativitas mereka dapat ditinjau dari
perspektif masa anak-anak dan masa muda. Dalam kebanyakan budaya, sejarah yang paling
menaruh perhatian besar dalam kehidupan anak-anak adalah kepahlawanan seorang tokoh
yang digemari. Jika seseorang diberi penghargaan yang tinggi kepada idolanya, imaginasi
umum yang ingin ditemukan adalah tanda-tanda kebesaran yang melekat pada diri orang itu
dan segera ditiru hanya untuk membenarkan dan menjelaskan keberhasilan idola yang ingin
diikuti.
Di samping masa anak-anak dan masa remaja, keingintahuan yang besar juga
merupakan aspek yang melatari tumbuh kembangnya kreativitas. Keingintahuan yang begitu
besar menimbulkan inspirasi yang paling dalam bagi anak-anak untuk bertanya dan
mencoba melakukan sesuatu yang ingin diketahui. Semua orang dewasa yang kreatif adalah
mereka yang ketika menjadi anak-anak terlayani sifat keingintahuan mereka dan dengan
kreatif mereka membangun kebiasaan secara berulang-ulang dan berproses.
20
Ketika kita bertanya tentang bagaimana kreatifnya seseorang ketika mereka menjadi
anak-anak, kejadian macam apa yang telah membentuk masa awal pertumbuhan seseorang
sehingga menjadi kreatif, dan ketika kita melihat tentang apa yang dikenal dengan masa
anak-anak dari seorang yang kreatif unggul, maka akan sulit untuk menentukan pola yang
konsisten. Selanjutnya, pengaruh orang tua juga tentu saja merupakan aspek mendasar yang
membentuk kreativitas anak pada masa awal kehidupan. Dalam banyak kasus, orang tualah
yang sering menjadi pendorong dalam menstimulasi dan mengarahkan pemikiran, minat,
dan prilaku anak. Kadang-kadang, kontribusi orang tua terhadap pengembangan intelektual
anak adalah dengan memperlakukan anak-anak itu sebagai layangnya orang dewasa. Hal
lain yang menarik perhatian penulis buku ini adalah ketika mendapatkan fakta bahwa begitu
banyak orang kreatif kehilangan bapak pada awal masa kehidupan mereka. Pola ini
khususnya benar untuk anak laki-laki. Sebanyak tiga orang dari sepuluh laki-laki dan dua
dari sepuluh wanita dalam sampel penelitian penulis berasal dari anak yatim (tanpa bapak)
pada saat mereka berumur di bawah sepuluh tahun.
Kreativitas yang telah dibangun melalui pola pembinaan orang tua akan
menghasilkan suatu kemantapan tersendiri jika mendapat perhatian khusus dari sekolah.
Namun jika tidak pernah mendapat perhatian dari sekolah sebagai sumber inspirasi, maka
individu-individu kreatif amat sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu, sekolah harus dapat
mempelajari sesuatu yang dapat membentuk kreativitas anak. Modern psikoanalisis percaya
bahwa kedewasaan dibentuk oleh kejadian yang dialami pada masa anak-anak laksana
sebatang pohon yang jika rantingnya dibengkokkan maka pohon itu akan tumbuh menjadi
bengkok sampai pohon itu menjadi besar.
Orang kreatif cenderung belajar keahlian mereka dengan mengajar diri mereka
sendiri yang merupakan elemen kawasan yang dilakukan dengan trial and error, mencoba
dan salah. Banyak sekali respondennya Csikszentmihalyi mengatakan bahwa pada masa
perguruan tinggi merupakan masa yang paling memberikan banyak hal dalam kehidupan.
Pada masa itulah mereka menemukan suara mereka, ketika pekerjaan menjadi jelas.
Kebanyakan individu juga mengakui bahwa masa di perguruan tinggi adalah suatu masa
terbangunnya kebebasan dan kemandirian. Pada masa ini juga, pasangan atau parner
memegang peranan penting dalam masa-masa perkembangan. Bahkan yang menjadi sampel
penelitian kebanyakan mereka yang mempunyai hubungan pernikahan yang langgeng dan
memuaskan dalam kehidupan. Kebanyakan kreativitas dapat dibuat atas dasar dorongan dua
hal, yakni seks dan musik. Dukungan moral dari pasangan juga amat sangat penting untuk
21
CONTOH KASUS
Berawal dari keresahan seorang Nadim Makarim karena sulit untuk menjangkau ojek
pangkalan untuk berpergian, Nadim mencoba untuk berinovasi untuk menciptakan suatu
solusi dari keresahannya dengan didukung ide-ide kreatif yang ia miliki dan usaha yang
dilakukan terciptalah Gojek sebagai platform penyedia ojek online. Gojek memulai
perjalanannya pada tahun 2010 dengan layanan pertama yaitu pemesanan ojek melalui call-
center.
Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah aplikasi dengan
tiga layanan, yaitu: GoRide, GoSend, dan GoMart. Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat
dan terus beranjak hingga menjadi grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna
di Asia Tenggara.
Selain itu, Riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis,
Universitas Indonesia, tahun 2018, melibatkan 6.732 responden di 9 kota di Indonesia.
Bahwa Gojek memberikan dampak ekonomi untuk Indonesia karena Gojek menyumbang
sekitar Rp44,2 triliun (US $ 3 miliar) bagi perekonomian Indonesia pada akhir 2018.
Gojek juga mendukung para penggunanya untuk berkarya dengan membuat suatu event
lomba yang bernama CerdikiAwards, dimana para pengguna dapat berkarya dengan membuat
sebuah video yang nantinya dapat di sebarkan di Instagram dengan tambahan ketentuan-
ketentuan dari pihak Gojek dan pemenangnya akan mendapatkan bentuk penghargaan berupa
hadiah-hadiah menarik.
Berawal dari keresahan yang dimiliki oleh Nadim Makarim dan pengeksekusian dengan
ide kreatif yang tepat menghasilkan sebuah solusi yang sangat bermanfaat untuk orang
banyak.
22
BAB II
TEORI KREATIVITAS
A. PENGERTIAN KREATIVITAS
23
Dalam Kaitan dengan cara seseorang berpikir dalam merespon stimuli dari
lingkungan, Leff (dalam Ardhana dan Ardianto, 2002) memilahnya dalam dua macam yakni
cara linier dan bersistem22. Cara berpikir linier ditandai dengan kemampuan menghubungkan
dua fenomena yang saling berkaitan. Sedangkan cara berpikir sistem ditandai dengan
kemampuan menghubungkan suatu fenomena dengan fenomena lain yang berkaitan.
Manusia Wirausaha memiliki jiwa mandiri, hal ini didukung oleh cara-cara
berpikirnya yang kreatif. Pemikiran kreatif itu sendiri didukung oleh dua hal yaitu
pengerahan daya imajinasi dan proses berpikir ilmiah23. Dengan pemikiran yang kreatif kita
bisa memecahkan berbagai macam permasalahan. Kreativitas dapat dikembangkan melalui
peningkatan jumlah dan ragam masukan ke otak, terutama tentang hal yang baru, dengan
memanfaatkan daya ingat, daya khayal dan daya serap dari otak akan dapat ditumbuhkan
berbagai ide baru menuju kreativitas. Kreativitas adalah suatu hasil karya yang berasal dari
hasil pemikiran dan gagasan yang kemudian dikembangkan dengan kalimat sendiri sesuai
dengan tema yang diangkat
Seorang Wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk
mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap
gagasan gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya. Berpikir kreatif dengan cara
melihat dengan sudut pandang baru, menemukan hubungan baru, dan membentuk kombinasi
baru.
a. Perubahan sikap
b. Melanggar aturan
g. Memeriksa asumsi
Penghambat Kreativitas
a. Sikap negative
f. Takut gagal
g. Membuat asumsi
Ada empat dimensi kreatifitas yang disebut “The Four P’s of Creativity” (4P) yaitu :
a) Person (Orang)
Person mengacu kepada informasi tentang kepribadian, kecerdasan,
temperamen, fisik, sifat, kebiasaan, sikap, konsep diri, sistem nilai, mekanisme
pertahanan, dan perilaku yang ada pada diri individu.
b) Process (Proses)
26
Ciri-ciri pribadi kreatif meliputi ciriciri aptitude dan non-aptitude. Ciri-ciri aptitude yaitu
ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berpikir, antara lain :
25 Andreas Syah Pahlevi dkk, Kolase Pemikiran Ekonomi Kreatif Indonesia (CV. Oxy Consultant, 2018), hal. 38
27
Sedangkan ciri-ciri non-aptitude yaitu ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau
perasaan, motivasi atau dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu :
a) Rasa ingin tahu, peka dalam pengamatan dan rasa ingin meneliti sangat tinggi,
sehingga mereka selalu memiliki dorongan yang besar untuk mengajukan banyak
pertanyaan, memiliki pengamatan yang cukup mendalam.
b) Bersifat imajinatif, kemampuan dalam hal-hal yang belum pernah maupun tidak
pernah terjadi sebelumnya dengan menggunakan daya imajinasinya. Namun mereka
dapat membedakan antara imajinasi dan kenyataan.
c) Merasa tertantang oleh kemajemukan, memiliki dorongan untuk mengatasi masalah
yang sulit dan lebih menantang
d) Berani mengambil risiko, berani mengambil keputusan dengan beberapa resiko
kemungkinan terburuk, tidak takut gagal atau mendapatkan kritikan, serta bersedia
mengakui kekurangan dan kesalahannya.
e) Sifat menghargai, mengerti hal yang lebih penting di dalam kehidupan, memiliki rasa
penghargaan diri yang tinggi sehingga dapat menghargai pengarahan serta bimbingan
dalam hidup. Rasa penghargaan yang tinggi pada diri juga dapat memberikan
penghargaan yang bagus terhadap orang lain.
Sementara itu, Mackler & Sontz (1970) menggolongkan teori kreativitas ke dalam enam
kelompok, yaitu: psikoanalitik, asosianistik, Gestalt, eksistensial, interpesonal, dan ciri atau
sifat (traits). Kreativitas dilandasi oleh proses tidak sadaran, hal itu merupakan maksud dari
teori psikoanalitik. Teori asosiasi memandang kreativitas sebagai hasil dari proses aosisasi
dan kombinasi antara elemen-elemen yang telah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang
baru. Manifestasi dari proses tilikan individu terhadap lingkungannya secara holilstik
dipandang oleh teori Gestalt. Dalam teori eksistensial mengemukakan bahwa kreativitas
merupakan proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia
dengan manusia, dan manusia dengan alam.
Pada dasarnya, proses kreatif berlangsung sangat subyektif, misterius, dan personal.
Meskipun proses kreatif mempunyai tahap-tahap tertentu, tidak mudah mengidentifikasi
secara persis pada tahap manakah suatu proses kreatif seseorang sedang berada. Wallas
mengemukakan bahwa proses kreatif melalui empat tahap, yaitu: persiapan, inkubasi,
iluminasi, dan verifikasi. Sementara itu, Devito (1971) mengemukakan tahapan yang agak
berbeda, yaitu: analisis manipulasi, impasse, Eureka dan verifikasi. Diantara tahap-tahap
proses kreatif, apa yang dikemukakan oleh Wallas adalah yang diterima luas dewasa ini.
Tahap persiapan adalah keadaan dimana individu mengumpulkan infomasi atau data guna
memecahkan masalah, berbagai kemungkinan dipikirkan untuk pemecahan terhadap masalah
yang dihadapinya. Pada tahap inkubasi, proses pemecahan masalah "dierami" dalam alam
pra-sadar. individu seakan-akan melupakannya. Tahap inkubasi ini dapat berlangsung lama
(berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun) atau sebentar (beberapa menit atau beberapa jam),
sampai timbul inspirasi atau gagasan untuk memecahkan masalah. Tahap ini disebut
iluminasi, yaitu pada gagasan muncul untuk memecahkan masalah. Kohler melukiskan tahap
ini dengan kata- kata "Aha, Erlebnis! atau 'Now, I see it!, yang kira-kira berarti: Oh, Iya!
Pada tahap verifikasi, gagasan yang muncul tersebut dievaluasi secara kritis dan dihadapkan
29
pada realitas. Jika pada tahap persiapan, inkubasi, dan iluminasi proses berfikir divergen yang
menonjol, maka dalam tahap verifikasi, yang menonjol adalah berfikir konvergen.26
Ciri-ciri kreativitas dapat dibedakan ke dalam ciri kognitif dan non-kognitif. Ke dalam
ciri kognitif termasuk empat ciri berpikir kreatif, yaitu orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran,
dan elaborasi. Ke dalam ciri non-kognitif termasuk motivasi, sikap, dan kepribadian kreatif.
Ciri-ciri nonkognitif sama pentingnya dengan ciri-ciri kognitif, karena tanpa ditunjang oleh
kepribadian yang sesuai, kreativitas seseorang tidak dapat berkembang secara wajar.
Misalnya, menurut tes berpikir kreatif, seseorang memiliki kemampuan berpikir orisinal,
luwes, dan lancar. Namun ia pemalas dan mudah menyerah, maka kemampuan tersebut tidak
akan berkembang.
Definisi sederhana yang sering digunakan secara luas tentang kreativitas adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia.
Melalui proses kreatif yang berlangsung dalam benak orang atau sekelompok orang, produk-
produk kreatif tercipta. Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran,
keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir setelah kemampuan untuk mengelaborasi suatu
gagasan. Kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian merupakan hasil interaksi dengan
lingkungannya. Lingkungan yang merupakan tempat individu berinteraksi itu dapat
mendukung berkembangnya kreativitas, tetapi ada juga yang justru menghambat
berkembangnya kreativitas individu. Kreativitas yang ada pada individu itu digunakan untuk
menghadapi berbagai permasalahan yang ada ketika berinteraksi dengan lingkungannya dan
mencari berbagai alternatif pemecahannya sehingga dapat tercapai penyesuaian diri secara
adekuat. Rogers mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke
dalam suatu tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dan sifat-sifat individu unik yang
berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya27
a. Teori Wallas
26 Bibliografi Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek. Bandung:Alvabet
27 Alli Imron, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2007), h. 128
30
Teori tradisional yang dikemukakan Wallas hingga saat ini masih banyak dikutip
tentang proses yakni ia mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap;
persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Keempat proses ini akan dibahas
dalam sub bab Tahapan-Tahapan Kreatifitas.
Menurut Primadi Tabrani, ada beberapa tahap/tingkat kreasi, yakni pertama, persiapan
yakni persiapan yang berhubungan dengan persiapan psikologis untuk menciptakan suasana
nyaman atau favourable bagi proses kreasi. Kedua, pengumpulan bahan yakni ide-ide yang
sudah ada siap digabungkan dengan bahan pembanding sehingga menjadi kalimat-kalimat
konkret. ketiga, empati yakni setelah melakukan persiapan dalam diri, maka bahan-bahan
yang telah ada kemudian digabungkan hingga kemudian sentuhan terakhir adalah rasa.
Membuat produk kreatif mencapai puncaknya29
Namun dalam buku yang berbeda, Primadi Tabrani mengemukakan kembali ciri proses
kreasi dengan lebih spesifik,7 yakni:
a. Tingkat I: persiapan
28 Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39
29 Primadi Tabrani, Proses Kreasi-Gambar Anak-Proses Belajar, hal. 26
31
Kreativitas dapat ditumbuh kembangkan melalui suatu proses yang terdiri dari beberapa
faktor yang dapat mempengaruhinya. Kreativitas secara umum dipengaruhi kemunculannya
oleh adanya berbagai kemampuan yang dimiliki, sikap dan minat yang positif dan tinggi
terhadap bidang pekerjaan yang ditekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas.
Kreativitas dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi
intrinsik) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik). Seperti pendapat berikut ini:
1) Menurut Roger setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam
dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, megungkapkan dan
mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi
primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru
dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya.
Dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi intrinsik hendaknya dibangun dalam diri
individu sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan individu dengan
kegiatan-kegiatan kreatif, dengan tujuan memunculkan rasa ingin tahu, dan untuk melakukan
hal hal baru. Sedangkan untuk kondisi eksternal (dari lingkungan) secara konstruktif juga
mendorong munculnya kreativitas. Kreativitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus
dimungkinkan untuk tumbuh. Individu memerlukan kondisi untuk memupuk dan
memungkinkan individu tersebut mengembangkan sendiri potensinya. Maka penting
mengupayakan lingkungan (kondisi eksternal) yang dapat memupuk dorongan dalam diri
individu untuk mengembangkan kreativitasnya.30
Di samping itu, Gardon dalam Joice and Weill, sebagaimana yang dikutip oleh E.
Mulyasa dalam bukunya Menjadi Guru Profsional; Mencipakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan mengemukakan empat prinsip dasar sinetik yang menentang pandangan lama
tentang kreativitas. Pertama, kreativitas merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan
30 Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39
32
F. TAHAPAN KREATIVITAS
Selanjutnya Tuska (dalam Rodhes, 1961) dalam bukunya Inventors and Inventions,
mengemukakan bahwa kebiasaan mengamati dan berpikir kritis dengan mempertanyakan
apapun yang ditemui akan membuka peluang seseorang untuk menjadi seorang yang kreatif.
Kreativitas tidak sebatas pada karya yang berbasis seni dan budaya, namun juga bisa berbasis
ilmu pengetahuan dan teknologi, engineering dan ilmu telekomunikasi.31
Individu menerima begitu banyak cekokan dalam arti instruksi bagaimana melakukan
sesuatu sehingga kebayakan dari individu kehilangan hampir setiap kesempatan untuk kreatif.
Kemampuan kreatif seseorang sering begitu ditekan oleh lingkungan sehingga ia tidak dapat
mengenali potensi sepenuhnya, apalagi mewujudkannya.
Berpikir kreatif terbagi menjadi 4 tahapan (Wallas, dalam Solso, Maclin & Maclin,
2008), yaitu:
1. Preparasi
Kebanyakan orang percaya bahwa kreativitas berawal dari sebuah ide, namun
sesungguhnya ide tidak akan muncul apabila kemampuan intelektualnya tidak
memadai. Jika individu menginginkan mampu menghasilkan ide-ide yang
cemerlang, maka otak harus diisi dengan materi-materi yang mampu menunjang
kemunculan ide-ide cemerlang. Tahapan preparasi ini sangatlah penting dan
melibatkan usaha yang besar untuk belajar.
2. Inkubasi
Pada tahap ini, ide-ide yang mendasari munculnya solusi akan cenderung
meredup. Pemikiran maupun aktivitas secara jelas berhubungan dengan permasalahan
yang sedang dihadapi akan cenderung menghilang, namun proses pemikiran alam
bawah sadar yang terlibat kreatif justru sedang bekerja
3. Ilumninasi
31 Rochmat Aldy Purnomo, [Link], Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia (2016), hal. 8
33
Teori Ambang
Spearman (1927) ,gagasan kreativitas secara eksplisit telah di sangkalnya. Semua
bukti itu dia merasakan menunjukkan “bahwa tidak ada kekuatan kreatif khusus yang ada.
Ketiganya proses pada awal bab ini di jelaskan, adalah generatif dari mental baru konten dan
pengetahuan baru; dan tidak ada generasi kognitif lain yang mungkin dicapai dengan cara lain
apa pun, bahkan bukan Shakespeare, Napoleon, dana Darwin digabung menjadi satu Itu yang
biasanya dikaitkan dengan spesial operasi imajinatif atau inventif dapat dengan mudah
diselesaikan menjadi edukasi berkorelasi dikombinasikan dengan reproduksi belaka.
Dari sudut pandang analitis ini, maka, kita harus meramalkan bahwa semua kekuatan
kreatif — apakah itu dijuluki imajinasi atau tidak — akan di semua nilai melibatkan g ”(hlm.
187). Spearman mengutip beberapa karya yang bahkan lebih tua dari Hargreaves dari British
34
Journal of Psychological Monograph Supplement 1927, yang ditemukan besar korelasi antara
tes dan kemampuan umum dan yang berikut: noda tinta, uji kelengkapan gratis, gambar yang
belum selesai, dan cerita yang belum selesai. Dalam inkblot khusus ini tes, subyek memiliki
empat menit untuk melihat noda tinta dan menuliskan semua benda terlihat di dalamnya.
Perhatikan bahwa itu adalah tugas waktunya, tetapi tidak seperti tes berpikir figural
divergen. Tes kelulusan gratis meminta peserta ujian untuk mengisi “celah yang tersisa di
lorong- lorong prosa” kepada peserta ujian gambar yang belum selesai di katakan bahwa
seorang seniman baru saja memulai gambar, telah meninggal kannya belum selesai;
tuliskanlah semua hal yang Anda inginkan sisipkan ke dalam gambar jika Anda akan
menyelesaikannya ”. Cerita yang belum selesai seperti berikut: seorang gadis kecil, setelah
kunjungan pertamanya ke kebun binatang, punya mimpi yang sangat aneh. Dia memimpikan
itu. . . ”. Pemeriksaan diberikan 20 menit untuk menulis cerita.
Potensi kreatif dan kecerdasan mungkin tidak sepenuhnya independen. Pada setiap
Perspektif umum saat ini adalah bahwa ada ambang batas kecerdasan (pada dasarnya, a level
minimal) yang diperlukan untuk pencapaian kreatif. Mungkin lebih akurat merujuk pada
ambang kecerdasan tradisional karena kecerdasan berarti banyak hal-hal untuk banyak orang
yang berbeda Beberapa orang menyamakan kecerdasan prestasi akademik, dan yang lainnya
menyamakannya dengan kemampuan atau kecerdasan verbal.
Terlalu sering, anak-anak yang diberi informasi dengan baik dipandang cerdas. Dalam
dan dari dirinya sendiri ini tidak begitu buruk, tetapi akibatnya adalah bahwa anak-anak yang
kurang mendapat informasi tidak cerdas. Ini memang masalah, yang disebut bias pengalaman
(Runco et al. 2006), untuk seringkali informasi diambil melalui pengalaman, dan dengan
demikian mengasosiasikan kecerdasan dengan informasi mengarah langsung ke bias terhadap
anak-anak yang mungkin mampu tetapi tidak memiliki pengalaman kritis32
Teori ambang batas menunjukkan bahwa ada tingkat kecerdasan minimum (ambang
bawah) di mana orang tersebut tidak dapat berkreasi. Alih-alih menyimpulkan bahwa
kreativitas dan kecerdasan adalah satu dan sama, atau bahwa kreativitas dan kecerdasan sama
sekali berbeda, teori ambang menggambarkan kemungkinan itu terkait, tetapi hanya pada
tingkat kemampuan tertentu. Salah satu implikasi penting dari ambang batas teori adalah
bahwa kecerdasan diperlukan tetapi tidak cukup untuk pencapaian kreatif. Jadi, jika
seseorang berada di bawah ambang batas, mereka tidak bisa berpikir sendiri cukup baik untuk
32 David Campbell, Ph.D., “ Mengembangkan Kreativitas”, Terj. A.M. Mangunhardjana, (Kanisius, 1 Jan 1989) hlm 18.
35
melakukan pekerjaan yang nyata secara kreatif. Di atas ambang batas, mereka memiliki
potensi kreativitas, tetapi tidak ada jaminan. Mereka mungkin kreatif, tetapi mereka mungkin
tidak33
F. ASPEK KREATIVITAS
Weisberg (2006) mengemukakan tiga aspek dalam berpikir kreatif 34
c. Outcome: berupa produk kreatif. Produk kreatif ini terdapat beberapa aspek yaitu35:
1. Produk kreatif bersifat baru secara subjektif. Sifat kebaruannya dilihat dari
sesuatu yang belum pernah dibuat atau diketahui oleh seseorang, walaupun
produk tersebut sudah ada sebelumnya (tanpa sepengetahuan orang tersebut).
Karakteristik individu yang kreatif menurut beberapa ahli diantaranya yaitu memiliki
karakteristik sensitif terhadap masalah, kaya akan ide atau cenderung lancar dalam
menghasilkan ide-ide memecahkan suatu permasalahan, memiliki fleksibilitas mental,
memiliki pemikiran yang berbeda dibandingkan orang-orang pada umumnya, mampu untuk
mendefinisikan ulang obyek atau konsep yang mungkin telah dikenal cukup lama, cenderung
humoris, memiliki temperamen kompleks serta memiliki kapasitas menerima konflik dan
ketegangan (Rhodes, 1961).
36 Suciati, " PENGEMBANGAN KREATIFITAS INOVATIF MELALUI PEMBELAJARAN DIGITAL ", Jurnal Pendidikan, Volume 19, Nomer 2, September 2018, 145-153
37
Dalam jaman yang cepat berubah, kreativitas menjadi kapasitas dasar untuk
mempertahankan hidup dan meraih sukses di masa depan. Jackson (2006) membuat
kesimpulan yang tepat bahwa pada jaman Renaisans, kreativitas terbatas dimiliki orang
orang tertentu, tetapi pada jaman ini menjadi kebutuhan setiap orang untuk berhasil
dalam hidup. Dengan demikian, pendidikan kreativitas bagi anak anak sejatinya adalah
membekali mereka dengan kemampuan dasar untuk masa depan. Kreativitas anak didik
dapat ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran yang dilandasi kemampuan
mengelola proses belajar, memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk berkreasi dan
mengambil resiko untuk berhasil maupun gagal (Bauer & Kauffman, 2006; Craft, 2005).
Dalam telaahnya tentang kreativitas, Robinson (NAACCE, 1999) mengemukakan 3
karakteristik kreativitas, mencakup imagination, purpose dan originality. Kreativitas
bermula dari berpikir dalam tataran gagasan imaginer, dan gagasan imaginer ini
mempunyai tujuan tertentu, misalnya untuk memecahkan suatu masalah atau
menciptakan hal baru untuk meningkatkan kinerja, serta menghasilkan sesuatu, dapat
berupa sistem, model, alat, yang bersifat original (asli, baru). Berdasarkan atribut ini
kreativitas didefinisikan sebagai kegiatan imaginatif yang dilakukan untuk menghasilkan
sesuatu yang original dan bernilai (Robinson, 1999). Kreativitas sering dihubungkan
dengan inovasi, dan kedua istilah ini memang mempunyai keterkaitan makna. Menurut
(Little, Onions & Friedrichsen, 1973), istilah ‘inovasi’ berasal dari Bahasa Latin
‘innovare’ yang berarti ‘memperbarui’ atau ‘mengubah’ menjadi sesuatu yang ‘baru’
(novus). Dalam praktek, makna ‘hal baru’ tersebut dapat dipersepsi berbeda-beda oleh
penemu dan penggunanya (Moyle, 2010). Dalam tulisannya tentang inovasi pada sektor
public, Mulgan dan Albury (2003) mendefinisikan esensi inovasi sebagai ‘gagasan atau
ide baru yang membawa perubahan atau hasil’, atau lebih lengkapnya dijelaskan
sebagai kreasi dan implementasi proses, produk, layanan, metode baru yang
menghasilkan perbaikan signifikan pada efisiensi, efektivitas dan kualitas. Bila dikaitkan
dengan kreativitas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan imaginasi merupakan
benih-benih kemampuan untuk berinovasi. Spektrum kreativitas dan inovasi dalam
penggunaan teknologi sangat luas, mencakup tidak saja pengembangan kreativitas
mahasiswa sebagai hasil pendidikan, tetapi juga penggunaan TIK untuk mengkreasi model
38
dan modus pembelajaran kreatif, serta berbagai pengembangan materi pembelajaran yang
menarik dan memotivasi mahasiswa, yang dikembangkan secara mandiri oleh guru,
maupun oleh organisasi non-profit atau for-profit penyedia program dan materi
pembelajaran. Pembelajaran digital dirancang untuk memberikan kesempatan bagi
mahasiswa mengembangkan daya nalar kritis dan pemecahan masalah, melalui
kolaborasidan komunikasi dengan mahasiswa lain, melalui pemberian tugas-tugas dan
penggunaan sumber informasi yang disiapkan oleh penyelenggara maupun sumber online
terbuka untuk umum. Dalam skenario pembelajaran mahasiswa diarahkan untuk
mengeksplorasi kreativitas, inovasi dan daya cipta. Pada satu sisi kemampuan dan
keterampilan yang diperoleh memberi kontribusi pada tercapainya capaian belajar, tetapi
lebih dari itu dapat membuka cakrawala wawasan dan minat peserta didik terhadap bidang
lain yang tidak terpikirkan sebelumnya. Saat ini banyak ditemukan video karya
mahasiswa sebagai hasil penugasan matakuliah, yang diunggah di YouTube, di antaranya
dikemas dengan sangat baik. Produk-produk seperti ini memperkaya sumber belajar
digital berbahasa Indonesia yang dapat diakses oleh umum. Kreativitas yang dikembangkan
bukan saja dari peserta didik, tetapi juga dari pendidik. Berdasarkan pemahaman yang
luas tentang berbagai model pembelajaran online dan berbagai sumber yang dapat
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran digital, pendidik (guru, dosen) atau
penyelenggara program, harus kreatif dalam menyusun scenario proses pembelajaran
peserta didik.
Pendidik perlu mempunyai literasi informasi yang memadai, di antaranya:
mempunyai pengetahuan dan keterampilan menggunakan LMS, komunikasi menggunakan
internet, membuat program video sendiri menggunakan software yang tersedia, baik yang
open source maupun yang berlisensi. Bahkan ada perguruan tinggi yang mahasiswanya
meminta agar kuliah dosen direkam dalam bentuk video dan diunggah dalam blog dosen
yang bersangkutan. Dalam hal ini dosen dapat kreatif membuat sendiri rekaman video
‘rumahan’ yang menggunakan software seperti video movie-maker, powtoon, tanpa
memerlukan peralatan canggih, tetapi cukup efektif untuk membahas substansi pelajaran.
Pendidikan di sekolah saat ini masih mengutamakan hasil belajar yang diukur melalui nilai
ujian. Pengembangan kreativitas dan pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berinovasi masih terbatas, karena guru lebih mengutamakan untuk menyelesaikan
pembahasan materi. Di samping itu, pemahaman guru tentang cara atau teknik untuk
menghidupkan kreativitas dan daya inovatif siswa tidak memadai, belum lagi
ketidaktersediaan sarana-prasarana yang menjadi penghambat. Sahlberg (2009)
39
Gowan (1972) mengelompokkan teori-teori kreativitas ke dalam tiga kategori, yaitu: (1)
kognitif, rasional, dan semantik; (2) faktor-faktor kepribadian dan lingkungan; (3) kesehatan
[Link]
mental dan penyesuaian diri; (4) psikoanalitik dan neo-psikoanalitik; (dan 5) psikodelik yang
menekankan aspek eksistensial dan non-rasional manusia. Sementara itu, Mackler & Sontz
(1970) menggolongkan teori kreativitas ke dalam enam kelompok, yaitu: psikoanalitik,
asosianistik, Gestalt, eksistensial, interpersonal, dan ciri atau sifat (traits).
yang telah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Teori Gestalt memandang
kreativitas sebagai manifestasi dari proses tilikan individu terhadap lingkungannya
secara holistik. Teori eksistensial mengemukakan bahwa kreativitas merupakan
proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia
dengan manusia, dan manusia dengan alam. Sebagai penganut teori eksistensial, May
(1980), misalnya berpendapat bahwa setiap perilaku kreatif selalu didahului oleh
"perjumpaan" yang intens dan penuh kesadaran antara manusia dengan dunia
sekitarnya.
Disamping itu Freud menjelaskan bahwa proses kreatif merupakan upaya tak sadar
menuju sadar bahwa ide-ide yang tidak menyenangkan orang lain segera dapat diubahnya
menjadi produktivitas kreatif dengan melepaskan ‘pertahanan’ ide yang lama. Misalnya:
sesuatu yang sudah dianggap mapan dan mempunyai untuk besar selalu disadari merupakan
pertahanan yang salah, semestinya tetap berjuang untuk menemukan hal yang baru (lsmail
2006: 97). Demikian pula pendapat Ernest Kris, bahwa mekanisme sebuah perkembangan
yang beruntun (regresi) merupakan peralihan ke perilaku selalu tidak puas. Kepuasan yang
ditemukan tidak saja berupa produk melainkan proses, sehingga haus akan penemuan yang
baru. Dalam hal ini Carl Jung menekankan bahwa ketidaksadaran dapat memainkan peran
kreativitas. Alam pikiran seseorang yang tidak disadari dibentuk oleh habitus (pada masa lalu
yang selalu mendapatkan tekanan) menjadi suatu ketidaksadaran kolektif ini akhirnya akan
menemukan teori, ide, dalam berkarya seni.
Teori Humanistik yang dikemukakan oleh Maslow lebih menekankan kreativitas sebagai
hasil kerja kejiwaan manusia; manusia yang sehat kreativitas selalu dapat hadir dalam posisi
manapun dan tidak terbatas38. Perkembangan jiwa manusia pada usia lima tahun pertama
akan memberikan tataran pertama dan berkembang secara hierarkhi berdasarkan kebutuhan
manusia. Hal ini hampir sama dengan Carl Rogers, dijelaskan 3 kondisi dari pribadi yang
kreatif dengan keterbukaan dimana pengalaman memberikan kemampuan bereksperiman atau
untuk ‘bermain’ dengan konsep. Cziksentmihalyi memberikan keyakinan, jika seseorang
mempunyai minat yang kuat (genetic predispotition) dan disertai usaha yang serius, maka
kreativitas akan muncul dan berkembang terus.
BAB III
PROSES PENCIPTAAN IDE KREATIF MENGGUNAKAN 7E
A. Pengertian 7E
Siklus belajar atau yang biasa disebut sebagai learning cycle merupakan suatu
model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Learning
cycle merupakan serangkaian kegiatan (fase) yang disusum sedemikian rupa sehingga
peserta didik dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam
pembelajaran dengan cara di mana mereka harus berperan aktif 39 . Dari pendapat
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik menjadi pusat model
pembelajaran learning cycle sehingga peserta didik secara aktif harus dapat menemukan
konsep sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, learning cycle terdiri atas tahapan-
tahapan yang terorganisir sehingga pemahaman peserta didik terorganisir dengan baik.
Pada mulanya model learning cycle hanya terdiri dari tiga fase, yaitu fase
eksplorasi (exploration), fase pengenalan konsep (concept introduction), dan fase
aplikasi konsep (concept aplication). Kemudian secara perkembangannya, learning cycle
pun dikembangkan menjadi learning cycle 5 fase (learning cycle 5E). Pada learning
cycle 5 fase ini, sebelum eksploration ditambahkan engagement dan ditambahkan pula
tahap evaluation pada bagian akhir siklus. Pada model ini, masing-masing dari
tahap concept introduction dan concept aplication diistilahkan
menjadi explaination dan elaboration (Ngalimun, 2014). Sebagai latar berlakang dari
penekanan di dalam transfer belajar dan pentingnya memunculkan pemahaman awal,
model 5E kembali dikembangkan menjadi model 7E. Perubahan yang terjadi pada
tahapan 5E menjadi 7E terjadi pada fase Engage, di mana dalam fase ini berubah menjadi
dua, yaitu Elicit dan Engage, sedangkan pada fase Elaborate dan Evaluate menjadi tiga
tahapan, yaitu Elaborate, Evaluate, dan Extend (Eisenkraft, 2003). Perubahan
tahapan learning cycle dari 5E menjadi 7E ditunjukkan pada Gambar berikut ini:
39
Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressinso.
43
a) Elicit
Elicit merupakan tahapan awal dari pembelajaran learning cycle 7E untuk mengungkap
pemahaman awal peserta didik. Berdasarkan penelitian di bidang kognitif sains,
pemahaman awal merupakan komponen yang penting dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini juga menyatakan bahwa peserta didik lebih mahir menerapkan konsep
dibanding peserta didik lain, (Bransford [Link]. dalam Eisenkraft, 2003). Dalam tahap
ini terdapat kegiatan penggalian pengetahuan awal peserta didik, di mana kegiatan
ini sama dengan gagasan Piaget yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan
dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi
sesuai dengan skema yang dimilikinya41. Dengan demikian pengetahuan awal yang
40
Eisenkraft, A. (2003). Expanding the 5E model. The Sciences Teacher 70 (6). 56-59.
41
Dewi, Sri Ratna. 2012. Pengaruh Model Siklus Belajar 7E Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Siswa
SMA Negeri 1 Sawan. Universitas Pendidikan Ganesha. Artikel Tesis (online).
44
dimiliki peserta didik akan lebih berguna jika dimunculkan sebelum proses
pembelajaran dimulai.
Tahapan elicit dilaksanakan dengan memberikan peserta didik beberapa pertanyaan yang
berkaitan dengan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui
pertanyaan-pertanyaan tersebut peserta didik dirangsang untuk mengungkapkan
konsepsi dan pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya melalui jawaban yang
mereka berikan. Dengan demikian secara tidak langsung guru dapat mengukur
kemampuan yang dimiliki peserta didik serta ada atau tidaknya kekeliruan dalam
pemahaman konsep. Pada poin ini, tidak perlu sampai pada tahap kesimpulan atau
penutup. Peranan guru adalah menimbulkan pemahaman awal peserta didik melalui
pertanyaan-pertanyaan tanpa membuat peserta didik menganggap guru akan
memberitahukan jawaban yang benar. Jadi dapat disimpukan bahwa tahapan ini
dilakukan untuk menimbulkan pengetahuan awal peserta didik dengan memberikan
pertanyaan tanpa memberikan suatu pembenaran atas jawaban yang diberikan.
b) Engage
Pada tahapan engage, guru berusaha untuk memusatkan perhatian peserta didik,
merangsang kemampuan berpikir peserta didik serta membangkitkan minat dan
motivasi peserta didik terhadap konsep yang akan diajarkan. Dengan cara
menghadapkan peserta didik dengan suatu fenomena yang bertentangan dengan
kognitif, peserta didik dimotivasi untuk mengetahui lebih banyak materi yang akan
diajarkan. Dalam tahapan ini peserta didik dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi,
diskusi, membaca, atau aktivitas lain yang digunakan untuk membuka pengetahuan
peserta didik dan mengembangkan rasa keingintahuan peserta didik. Dengan
demikian kemampuan berpikir peserta didik akan terdorong untuk memberikan
respon dengan mengakses pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Pada tahapan
ini peserta didik juga diajarkan untuk berhipotesis yaitu menyusun jawaban
sementara dari masalah yang akan mereka diskusikan atau praktikan.
c) Explore
Dalam tahap explore ini, merupakan tahap kesempatan bagi para peserta didik untuk
45
d) Explain
Pada tahap ini peserta didik diperkenalkan pada konsep, hukum dan teori baru. Peserta
didik menyimpulkan dan mengemukakan hasil dari temuannya pada
tahap explore dengan kalimat atau pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi
atas penjelasan-penjelasan peserta didik, dan saling mendengar secara kritis
penjelasan antar peserta didik dan guru. Guru mengenalkan peserta didik pada
beberapa kosa kata ilmiah, dan memberikan pertanyaan untuk merangsang peserta
didik agar menggunakan istilah ilmiah untuk menjelaskan hasil eksplorasi.
e) Elaborate
Pada tahap elaborate, peserta didik berpikir lebih mendalam tentang hal yang mereka
pelajari dan menerapkan pada kasus yang berbeda. Mereka menguji gagasan dengan
rincian dan mengeksplorasi bahkan menambahkan koneksi, dan menerapkan
pemahaman konsepnya melalui kegiatan-kegiatan seperti problem solving. Sehingga
dapat dikatakan bahwa pada tahapan ini peserta didik menerapkan konsep dan
keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi baru atau konteks yang berbeda.
Pada fase ini, guru memberikan permasalahan yang terkait dengan materi yang telah
diajarkan untuk dipecahkan oleh peserta didik. Dengan demikian, peserta didik akan
dapat belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan atau mengaplikasikan
konsep yang baru dipelajarinya dalam situasi yang baru.
f) Evaluate
46
Evaluate adalah tahap evaluasi dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Para
peserta didik dievaluasi pemahaman dan keterampilannya dalam tahap ini. Guru
diharapkan secara terus menerus dapat mengobservasi dan memperhatikan peserta
didik terhadap kemampuan dan keterampilannya untuk menilai tingkat pengetahuan
dan/atau kemampuannya, kemudian melihat perubahan pemikiran peserta didik
terhadap pemikiran awalnya. Selain itu guru dapat mengamati pengetahuan atau
pemahaman peserta didik dalam menerapkan konsep baru. Guru berusaha
memancing kembali ide-ide, pengetahuan atau keterampilan peserta didik yang telah
mereka pelajari sekaligus mengadakan assesment mengenai keberhasilan peserta
didik dalam memahami konsep.
g) Extend
Extend adalah tahapan pembelajaran learning cycle 7E yang bertujuan untuk membuat
para peserta didik berpikir, mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan
konsep yang telah dipelajari, kegiatan ini juga dapat merangsang peserta didik untuk
mencari hubungan konsep yang dipelajari dengan konsep lain yang sudah atau
belum dipelajari42. Pada tahap extend guru membimbing peserta didik untuk
menerapkan pengetahuan yang telah didapat pada konteks baru yang dapat dilakukan
dengan cara mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi selanjutnya atau
materi sebelumnya.
Ketujuh tahapan di atas adalah hal-hal yang harus dilakukan guru dan peserta
didik untuk menerapkan model pembelajaran learning cycle 7E pada pembelajaran di
kelas. Guru dan peserta didik mempunyai peran masing-masing dalam setiap kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan tahapan dari learning cycle 7E.
Kelebihan model pembelajaran learning cycle yaitu:
a) meningkatkan motivasi belajar karena peserta didik dilibatkan secara aktif dalam
proses pembelajaran.
a) efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-
langkah pembelajaran.
Adakah orang yang malas tetapi kreatif? Adakah orang yang semangatnya setengah -
setengah namun bisa menghasilkan terobosan kreatif yang sukses? Hampir tidak pernah
48
terjadi. Karena orang kreatif di dunia ini adalah orang yang berkemauan keras untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kesuksesan yang mereka impikan pasti
diperjuangkan. Mereka menemukan ide kreatif setelah mereka bekerja keras dan
mencoba segala hal di lapangan. Mereka kreatif sebab memperjuangkan sesuatu yang
mereka anggap sangat bernilai dan berharga.
Setiap manusia terlahir memiliki kreativitas, karena itu kita pun termasuk makhluk
kreatif. Kita semua bisa menciptakan sesuatu yang berbeda dan kita juga bisa
menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas adalah bagaimana kita menggunakan apa
yang sudah dianugerahkan Sang Pencipta kepada kita. Menurut Michele Shea
“Kreativitas adalah sesuatu yang tampaknya belum muncul atau ada sebelumnya. Anda
harus menemukannya dan menciptakannya menjadi sesuatu yang ada, dan itu adalah
kondisi berteman dengan Sang Pencipta.”43
Bukankah tujuan hidup kita adalah mewujudkan tujuan hidup? Semua manusia
diciptakan ke dunia ini pasti mempunyai peran, fungsi dan tujuan tersendiri. Kita
diberikan nikmat yang jumlahnya tak terhingga tidak lain adalah agar kita berperan
sebaik mungkin dan agar kita mewujudkan tujuan.
43
Kertamukti, Rama. 2017. Stratei Kreatif dalam Periklanan: Konsep Pesan, Media, Branding, Anggaran. Depok: Rajawali
Pers
49
Sumber : [Link]
persaingan
Pertanyaanya adalah bagaimana caranya agar dari dalam diri kita muncul
kreativitas? Syarat apa yang harus dilakukan untuk menggunakan kreativitas yang ada di
dalam diri kita? Orang yang kreatif ketika menghadapi sebuah masalah atau persoalan
akan berpikir bahwa perubahan diri yang harus dilakukan dalam dirinya adalah tanggung
jawabnya sendiri. Berbeda dengan orang yang tidak menggunakan kreativitasnya. Ketika
menghadapi masalah, orang tersebut lebih sering menuduh dan menyalahkan orang lain,
setelah merasa puas menyalahkan orang lain kemudian pasrah dengan kenyataan.
Ada lima proses kreatif menurut Deporter dan Mike Hernacki (2002:300) yaitu:
44
Latuconsina, Hudaya. 2017. Kreativitas Pendobrak Belenggu Mengantarkan Diri Menjadi Insan Kreatif. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
50
Proses kreatif tersebut tentu tidak akan dapat berjalan tanpa dibarengi dengan
pengetahuan yang didapat melalui membaca, berbahasa, dan aspek - aspek lain. Oleh karena
itu kita dituntut untuk dapat mengembangkan danmelatih pola pikir untuk lebih kreatif.45
A. Roe dalam Frinces (2004) menyatakan bahwa syarat - syarat orang yang kreatif antara
lain:
b. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observance seeing things
in unusual ways).
g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group
standart and control).
Bagaimana cara menghadapi kegagalan bagi orang kreatif? Ketika hal tersebut terjadi,
sebenarnya orang kreatif mempunyai reaksi yang tidak beda dengan kebanyakan orang. Yang
membuatnya berbeda adalah mereka terus bangkit agar menemukan peluang beserta celah
untuk meraih kemajuan. Menurut penulis buku - buku leadership terkenal yaitu Jhon
45
B., Uno, Hamzah, Prof., Dr., M. Pd. Mohamad, Nurdin, S. Pd., [Link]. 2015. Belajar dengan Pendekatan A.L.L.K.E.M.
Jakarta: PT Bumi Aksara
46
Hadiyati, Ernani. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Vol. 13. No. 1 (hlm.
11)
51
Maxwell (2000), hal itu disebut “forward failing” kegagalan maju. Dan menurut Jhon
Maxwell, ciri - ciri kegagalan maju diantaranya adalah:
6. Mereka mengambil risiko baru atau melakukan lagi dan terus melakukan.
7. Mereka memiliki pemahaman bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja sesuai
dengan yang seharusnya ketika terjadi konsekuensi yang tidak sesuai dengan apa
yang kita inginkan.
Intinya, orang kreatif selalu mengambil keputusan untuk selalu berubah dan berkembang,
walaupun terkadang harus diam atau mengalah terlebih dulu sebagai strategi. Tentu berbeda
dengan kebanyakan orang yang terlalu lama mengambil keputusan dan jalan atau bahkan
diam di tempat, yang kemudian memutuskan untuk mundur dan kalah sehingga kenyataan
semakin mudah mengalahkan mereka.
Lalu apa bedanya Kreatif dan Inovatif? Ada yang mengatakan bahwa kreativitas adalah
berbicara tentang ide atau gagasan yang dimana ide itu adalah ide yang unik dan berbeda
ataupun baru, dan jika dipraktkkan dapat memberi hasil yang lebih baik. Seperti lebih efektif,
lebih hebat, dan lebih efisien.
Sedangkan Inovasi adalah berbicara tentang bagaimana cara ide itu diterapkan atau
digunakan melalui sebuah proses, kerja sama, distribusi, dan seterusnya sampai tercapai.
Inovasi yang hebat selalu berasal dari ide - ide yang kreatif. Saat seseorang memikirkan
idenya di alam pikiran kemudian menulisnya di atas kertas, itu termasuk kedalam kreativitas.
Ketika ide itu dirundingkan, disetujui, dijalankan, dikreasikan, dan didistribusikan sampai
menjadi sebuah sistem yang menghasilkan, inilah yang disebut sebagai Inovasi
1. Karena ditunjuk Tuhan langsung untuk sebuah misi besar, seperti para Nabi
atau orang - orang yang khusus.
3. Melalui panggilan jiwa untuk merespons keadaan atau kewajiban dari luar,
seperti pemimpin revolusi, pengusaha, birokrat, dan yag lainnya.
Adapun karakteristik inovasi yang dapat memengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan
inovasi, antara lain adalah:
Lalu dimanakah peran Kreativitas dan Inovasi? entah manusia jenis apapun, Kita tetap
akan membutuhkan dan memerlukan kreativitas beserta inovasi. Meskipun punya
kemampuan dan kecerdasan sekelas Edison atau pun keistimewaan B.J Habibie, kita harus
tetap kreatif. Karena jalan menuju cita - cita kita tidak akan semulus dan semudah itu. Jika
kita ditakdirkan hebat karena panggilan jiwa. Sudah jelas kreativitas dan inovasi kita menjadi
kunci utamanya.
Kreativitas dan Inovasi bukan hanya kunci untuk beraktualisasi diri atau mengeluarkan
kehebatan yang terpendam, tapi juga menjadi senjata untuk berlomba di mana pun dan
tingkat mana pun, apalagi di tingkat global, seperti sekarang.
53
Jadi, bisa kita ketahui bahwa jika kita mempunyai kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru, maka kita akan dapat memprosesnya menjadi sebuah inovasi yang
pastinya akan memberikan perubahan ke dalam diri kita sendiri ataupun ke lingkungan
disekitar kita.
Semakin berkembangnya zaman, semakin ketat pula persaingan dalam segala bidang.
Maka dari itu, kreativitas dan inovasi sangat diperlukan dizaman sekarang ini. Dengan
memiliki kreativitas dan inovasi, kita dapat membuat dan menghasilkan sesuatu yang berbeda
juga akan membawakan perubahan dan akan berpotensi menjadi yang terdepan.
Kreatif dan Inovasi memang berada di domain yang sama, tetapi berbeda maksud. Dapat
dilihat bahwa kreatif adalah langkah pertama untuk menuju inovasi yang terdiri dari beberapa
tahap. Kreativitas berhubungan dengan produksi pembaruan, dan perubahan ide yang
bermanfaat, sedangkan Inovasi berhubungan dengan pengaplikasian ide yang bermanfaat
tersebut.
Setelah membaca penjelasan diatas, tentu kita jadi mengerti betapa pentingnya Kreatif
dan Inovasi dan keterkaitan diantara kedua hal tersebut. Jadi, fokuslah dengan perubahan diri,
dan selalu bersemangat untuk menghadapi segala tantangan yang ada.
Kreatif dan inovatif bukanlah hal yang mutlak, tetapi dapat berkembang seiring
berjalannya waktu. Hal ini tentu menjadi kabar baik, mengingat banyaknya orang yang
belum mengenali serta menemukan potensi dirinya. Salah satu cara untuk menggali
potensi diri ialah melalui pendidikan. Ibarat api, pendidikan menjadi wadah untuk
menyalahkan api semangat dan api kreativitas47.
Tetapi, terkadang untuk merealisasikan berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan
dengan mulus, tidak mudah dan juga murah. Tentunya, diperlukan sebuah pengorbanan.
Untuk membantu merealisasikan berbagai potensi diri, tentunya harus dapat berpikir
kreatif, dan untuk berpikir kreatif tentunya memerlukan proses. Ada proses berpikir
kreatif yang disebut dengan CPS (Creative Problem Solving), yang terdiri dari tiga (3)
47
Latuconsina, Hudaya. 2014. Pendidikan Kreatif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
54
Kreatif dan Inovatif juga sangat erat kaitannya dengan pola pikir manusia. Tingkat
kreativitas seseorang sangat bergantung pada pola pikirnya sendiri. Ada dua (2) jenis
pola pikir, yaitu pola pikir tetap dan pola pikir berkembang49 :
Mereka pada akhirnya hanya melakukan apa yang mereka bisa. Mereka tidak
melakukan sesuatu yang belum mereka coba dan dirasa sulit. Mereka sangat
menghindari resiko yang dapat ditimbulkan dari melakukan atau belajar hal yang
baru, karena mereka takut terlihat jelek, melakukan kesalahan, ataupun kegagalan.
Mereka berkembang semata-mata demi karena adanya suatu perkembangan, bukan
untuk harga dirinya sendiri.
48 Tatag Yuli Eko Siswono, Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika, Vol.
15 No. 1 (2008)
49
Schroeder, Bernhard. 2017. Simply Brilliant. Jakarta : Elex Media Komputindo.
55
Sebagai hasilnya, orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang akan terus
mencoba dan bereksperimen dengan hal-hal baru, melakukan kesalahan, dan
memperbaikinya. Mereka menolak untuk gagal. Saat mereka kebingungan, mereka
akan mencoba lagi, memperkuat usaha, dan berproses ke arah yang lebih tinggi.
Dapat kita lihat bersama, dari pemaparan tentang pola pikir di atas, kita tahu
bahwa untuk merealisasikan potensi yang ada, kita harus memiliki pola pikir
berkembang. Berikut adalah beberapa tips untuk mengubah pola pikir, dari pola pikir
tetap, menjadi pola pikir berkembang :
Mencoba cara belajar yang berbeda, Cobalah untuk mencoba cara belajar
yang berbeda, apa yang membuat orang lain berhasil, belum tentu sama dengan
apa yang membuat diri kita berhasil.
Hargai proses daripada hasil, Nikmati proses yang anda jalani, jangan
terburu-buru, percayalah bahwa anda akan mendapatkan hasil yang setimpal.
Pandang kritik sebagai hal positif, Kritik sangat berperan penting dalam
pengembangan diri, terimalah dan pelajari kritik yang anda dapat.
Rendah hati, Hindari sikap sombong, dan hindari mencari-cari pengakuan dari
orang lain.
Setelah kita berhasil mengubah pola pikir tetap menjadi pola pikir berkembang,
ada beberapa hal dan sikap yang harus kita terapkan untuk merealisasikan potensi
dalam diri50.
Bergembira, lupakan hal-hal yang membuat anda sedih, fokus kepada hal yang
membuat anda senang, hal ini sangat berguna untuk meningkatkan mood.
Mencari sumber ide, Anda dapat melihat sumber ide dari banyak media,
termasuk media sosial seperti instagram, pinterest, dll.
Arahkan pikiran pada tujuan, Fokuskan diri anda pada tujuan yang ingin
anda capai, agar tidak melenceng dari tujuan awal anda.
50
Foster, Jack. 1996. How to Get Ideas. San Fransisco : Berrett-Koehler.
57
Berani, untuk merealisasikan potensi dalam diri, kita harus berani. Berani
memulai, dan juga berani mengambil resiko yang ada.
Wujudkan ide dengan tindakan nyata, setelah hal-hal di atas sudah Anda
lakukan, wujudkanlah ide anda dengan tindakan yang nyata, agar dapat
terealisasi dan masalah anda dapat terpechkan.
Banyak dari psikolog berbicara mengenai kreativitas, di mana manusia diajar sejak lahir
untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Kreativitas hanyalah suatu tingkat dimana
seseorang dapat memikirkan pendekatan-pendekatan yang berbeda dan lebih efektif.
Mengembangkan Gagasan
Salah satu faktor penting dalam kehidupan di masa sekarang ini adalah gagasan. Bisnis,
ilmu dan pemerintahan tak lepas dari semua gagasan yang mereka peroleh. Walau demikian,
dalam setiap organisasi, kreativitas harus datang dari atas. Para eksekutif manajemen puncak
dan menengah harus mampu memberikan contoh.
Katakanlah seorang eksekutif itu sendiri tidak terlalu pandai dalam membuat gagasan,
paling tidak ia harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang proses-proses kreatif
yang cukup sehingga tidak menghambat berbagai jenis pikiran yang baru dan bervariasi di
dalam organisasinya.
Penelitian menunjukkan adanya empat sifat utama yang membuat seseorang kreatif, yaitu:
58
kepekaan masalah
aliran gagasan
keaslian
Fleksibilitas
Dari beberapa eksperimen terlihat bahwa keempat sifat ini bisa diperoleh atau
dikembangkan ke suatu tingkat dalam setiap individu. Tentu saja, hal ini bukan berarti
seseorang yang dinilai ‘kurang’ dalam menggunakan kemampuan imajinasinya dapat secara
instan menjadi seorang yang sangat kreatif. Tetapi, melalui penerapan, apa yang telah dia
miliki dapat menjadi pembelajaran yang lebih banyak. Di sisi lain, orang yang secara alami
kreatif dapat belajar untuk meningkatkan sifat kreatifnya yang sudah tinggi menjadi lebih
tinggi melalui banyak pengalaman.
Aliran Gagasan
Aliran gagasan sangat tergantung kepada kebiasaan mental pribadi. Aliran gagasan
adalah suatu sifat yang dapat dikembangkan atau diperbaiki oleh hampir setiap orang yang
dengan sadar akan menerapkannya kepada dirinya sendiri. Istilah ini dapat diartikan sebagai
seseorang yang dapat mengumpulkan sejumlah besar permasalahan alternatif terhadap suatu
masalah tertentu dalam waktu tertentu. Nilainya terletak pada kenyataan bahwa makin
banyak gagasan yang kita miliki, makin besar kesempatan untuk menemukan suatu
pemecahan yang dapat digunakan; makin banyak peluang untuk menghindari cara-cara lama
dalam mengerjakan segala sesuatu.
Berikut ini beberapa teknik yang umum digunakan untuk membantu pembinaan aliran:
1. membuat catatan
TAHAP I: Persiapan
Mengenali konsep-konsep
Salah satu cara terbaik untuk merencanakan strategi-strategi jangka panjang adalah
mendorong kreativitas di seluruh perusahaan sepantasnya. Orang yang betul-betul kreatif
akan bersedia untuk menghabiskan berjam-jam kerja tambahan untuk mencari suatu gagasan.
Sebaliknya, jika seseorang mengeluhkan tambahan komitmen dengan waktu, maka ia tidak
termasuk ke dalam kelompok tersebut.
Meningkatkan Kreativitas
yang melibatkan nilai waktu dari uang seperti nilai sekarang, laju kembali internal,
atau indeks keuntungan.
7. Perusahaan mengenali orang-orang yang paling dapat dipasarkan dari apa yang
mereka miliki, dan segala sesuatu yang mereka lakukan untuk mempertahankan
mereka.
Kreativitas atau proses kreatif sesungguhnya dapat menjadi suatu kegiatan yang
berkesinambungan pada semua tingkat organisasi. Sebagian besar pakar sepakat bahwa
aspek yang paling penting dalam memimpin seorang individu kreatif adalah pengawasan
yang baik; karena itu, hubungannya dengan atasan langsung adalah sesuatu yang paling
penting.51
Biasanya kata “inovasi” menimbulkan kesan penemuan, sebuah alat teknis baru, atau
mungkin sesuatu yang secara konvensional bersifat ilmiah. Namun sebenarnya, inovasi
sendiri merujuk kepada proses gagasan, pemecahan masalah, atau peluang baru. Gagasan-
gagasan untuk melakukan reorganisasi, mengurangi biaya, menggunakan system
anggaran baru, memperbaiki komunikasi, atau merakit produk dalam tim-tim juga
merupakan inovasi.
Dalam beberapa hal, inovasi seolah-olah dianggap berhubungan dengan produk atau jasa
baru. Padahal kenyataannya lebih dari itu, inovasi dapat berhubungan dengan peralatan,
tata letak, pabrik, organisasi baru, dan fungsi-fungsi lain.52
G. Konsep Inovasi
51
Timpe, A. Dale. 1991. Kreativitas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
52 Rahayu, Amy Y.S. 2013. Manajemen Perubahan dan Inovasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
61
Perubahan dan inovasi merupakan sebuah fenomena yang tumpang tindih sehingga
diperlukan adanya kejelasan definisi di antara keduanya.
Osborne & Brown (2005) menyatakan bahwa, inovasi merupakan representasi dari
ketidakberlanjutan kondisi di masa yang lalu. Ketidakberlanjutan ini menjadi karakteristik
yang membedakan inovasi dari perubahan karena perubahan memprentasikan sebuah
pecahan dari konfigurasi pelayanan sebelum atau pada saat tersebut dan atau kemampuan
profesionalnya. Lalu, inovasi adalah pengenalan terhadap elemen baru ke dalam
pelayanan organisasi dalam bentuk sebuah pengetahuan baru, manajemen atau
keterampilan proses yang baru.
H. Proses Inovatif
b) Langkah kedua, lebih banyak orang yang terlibat ketika gagasan tersebut dibahas
dan dikaji.
c) Langkah ketiga, dimulai ketika gagasan tersebut diumumkan dan setiap orang
memahami sifat dan ruang lingkupnya.
Inovatif adalah memiliki sifat-sifat keterbaruan layakmya sebuah inovasi. Untuk menjadi
inovatif, kita harus memandang dinamika organisasi dengan sudut pandang yang baru.
Apa yang disebut baru ini kadangkala memerlukan sudut pandang di luar kebiasaan yang
semula digunakan oleh organisasi.
Untuk mencapai sebuah langkah inovasi dalam organisasi, ada empat macam langkah,
yaitu:
1. Envision
Pada langkah ini diajarkan bagaimana menggunakan data dengan lebih fleksibel.
Tujuannya adalah untuk meghasilkan perspektif baru terhadap fakta dan angka
harian, juga untuk mengkesplorasi hubungan dan pola di antara mereka yang
(mungkin) membuka pintu terhdapa pandangan yang benar-benar revolusioner.
2. Enable
62
3. Explosion
4. Empower Tool
Langkah finalisasi, ide yang benar-benar bagus dilengkapi dengan kapabilitas yang
diperlukan untuk menjalankan ide tersebut. Di tahap ini kita mulai membuat ide
menjadi kenyataan dengan mendefinisikan kapabilitas yang diperlukan untuk
membuat mereka berhasil.
Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan dapat diketahui bahwa terdapat keterkaitan
antara kreativitas dan inovasi terhadap pemasaran kewirausahaan. Kenyataan tersebut
dapat membuktikan bahwa keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan pasar
dipengaruhi oleh kemampuan para pemilik usaha dalam melakukan kreativitas dan
inovasi.53
53
Hadiyati, Ernani. 2012. “Kreativitas dan Inovasi Pengaruhnya terhadap Pemasaran Kewirausahaan pada Usaha Kecil”
Volume 1 (hlm. 149).
63
BAB IV
Kotler (2009)54
Landa (2006)55
Menurut Landa, branding bukanlah sebuah merek atau nama dari sebuah jasa atau
produk. Namun, semuanya berkaitan dengan hal – hal yang kasat mata dari sebuah
merek mulai dari nama dagang, logo ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan,
presepsi dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.
Brand
Merupakan merek yang biasanya tertera di dalam sebuah produk atau jasa56, misalnya
kita bisa mengambil contoh minuman isotonic Coca – Cola, jasa transportasi seperti
GoJek dan beragam jenis produk atau jasa dengan berbagai merek mereka. Mengapa
pada era saat ini sebuah perusahaan cenderung memberikan brand kepada setiap produk
mereka? Hal ini dikarenakan fungsi brand yang mampu menunjang kinerja pemasaran
sebuah produk. Brand dibuat agar sebuah produk atau jasa mampu ditelaah dan diketahui
perbedaannya dengan produk atau jasa lain yang bergerak dibidang yang sama. Peran
Marketing harus mampu membuat sebuah produk dipandang dikhalayak ramai.
54
Kotler, Philip. “Manajemen Pemasaran”. Edisi 13. Jakarta: Erlangga. Diakses Jumat 01 November 2019.
55
Landa, Robin. (2006). Designing Brand Experiences. Thomson Delmar Learning. Diakses Jumat, 01 November
2019.
56
Dr. Dra. Ulani Yunus, dkk. “Advertising & Branding”. 2017. Hal. 158. Edu Pustaka. Diakses Jumat, 01
November 2019.
57
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
64
Merupakan penyingkatan dari logotype. Muncul pada tahun 1973 dan sekarang lebih
popular dengan istilah logo. Logo dapat digolongkan menjadi elemen apa saja,
seperti: tulisan, logogram, gambar, ilustrasi dan lain lain. Namun, public sekarang
lebih mengenal bahwa Logo merupakan elemen yang hanya terdiri dari elemen
gambar / symbol pada identitas visual.
Dalam buku “How Do They Think,” mengemukakan bahwa logo atau corporate identity
atau brand identity adalah sebuah tanda yang secara langsung tidak menjual, tetapi
memberi suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang signifikan,
bahwa logo mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa dari
kompetitornya. Suatu logo diperoleh maknanya dari suatu kualitas yang
disimbolkan, melalui pendekatan budaya perusahaan (corporate culture),penempatan
posisi (positioning) historis atau aspirasi perusahaan, apa yang diartikan atau
dimaksudkan adalah penting daripada seperti apa rupanya. Penekanannya pada
makna di luar atau dibalik wujud logo itu. Secara keseluruhan logo merupakan
instrumen rasa harga diri dan nilai-nilainya mampu mewujudkan citra positif dan
dapat dipercaya.
Logo
Merupakan perwakilan atau wajah dari suatu perusahaan untuk mendapatkan efek
yang positif terhadap citra perusahaan secara keseluruhan. Untuk itu dalam menentukan
atau merancang sebuah logo memerlukan adanya suatu perencanaan yang baik, karena
salah satu identitas perusahaan seperti logo dapat melakukan transformasi citra yang
menakjubkan dan mempengaruhi cara pandang keseluruhan khalayak mengenai
perusahaan.
58
Sularko. 2008. How Do They Think.
59
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
65
Dimulai dengan penciptaan identitas pertama SPQR atau merupakan singkatan dari
“Senātus Populusque Rōmānus” yang merupakan arti dari Senat dan Rakyat Roma
yang diterapkan pada koin, literature politik, legal, sejarah, monument dan lain lain
(27 SM – 476)
Pada zaman percetakan muncul printer mark’s yang berfungsi melindungi karya dari
pembajakan. Symbol – symbol ini yang kemudian berkembangan menjadi suatu
karya. (Sekitar tahun 1439).
Batavia dinyatakan sebagai pusat perdagangan Belanda oleh Jan Pieterszoon Coen
melalui VOC atau Serikat Dagang Belanda membubuhkan semua bangunan serta
inventaris dengan monogram VOC. (Tahun 1619)
Semua porselen berkualitas tinggi dibubuhkan cap oleh Raja Louis XV, di
Vincennes, Perancis. Cap yang terdiri dari symbol nama dirinya, tahun produksi,
siapa pelukisnya dan siapa pelapis emasnya.
Bass & Co Brewery menjadi trademark pertama di dunia dengan bentuk segitiga
merah pada produknya yang membuat produk ini menjadi lebih mudah dikenali Dan
diingat di Inggris. Bahkan dilukiskan oleh Edouard Manet dalam salah satu karyanya
tahun 1882. Bahkan logo itu juga dilukiskan dalam 40 lukisan Picasso di periode
kubisme – nya sekitar tahun 1914. (Tahun 1875)
66
Frank Mason Robinson mendesain logo Coca – Cola menggunakan huruf tuisan
yang dominan di Amerika pada saat itu. (Tahun 1885)
Procter & Gamble atau P&G menggunakan trademark secara konsisten serta
menggunakan penelitian internal untuk menciptakan produk – produk baru serta
melakukan research market guna mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan
(Awal Abad 19)
Trademark yang bersifat Iconic sebagai hasil dari bentuk huruf Black Letter Schrift
atau Gothic yang tebal (1884 – 1948).
Lukisan Lawrence Carmichael Earle ‘The Ducth Boy’ digunakan sebagai trademark
pada perusahaan The National Lead Company tahun 1922. (Sampai tahun 1930-an).
Logo Lucky Strike yang masih eksis sampai saat ini merupakan hasil karya dari
seorang Industrial Designer yaitu Raymond Loewry (Tahun 1943).
Logo IBM, UPS, ABC dan banyak lagi merupakan desain seorang Paul Rand,
dengan desain yang simple mengutamakan kesederhanaan bentuk. (1914 – 1996).
Logo yang simple dan elegan milik Chermayeff & Geismar mennjadi model bagi
Logo huruf Avant Garder, iklan, editorial dan packaging merupakan hasil karya
Herb Lubalin yang terkenal pada tahun 60an.
Picture mark paa logo Nike adalah hasil karya seorang pelajar desain grafis yang
bekerja di kantor Phil Knight, pendiri Nike. Bernama Carolyn Davidson, awalnya
dibayar 35 dollar hingga saat ini menjadi brand besar. (1971).
Komunikasi Massa membuat orang semakin peduli pada desain dunia, diciptakan
buku salah satunya adalah Arts Directors Annual yang berisi karya – karya desain
seluruh dunia untuk dapat diapresiasi. (Tahun 80an).
Logo AT&T menjadi logo yang paling diingat oleh orang kala itu diciptakan oleh
beberapa desainer grafis yang multitalented, contohnya adalah Saul Bass. ( Tahun
1983)
Logo I Love New York menjadi yang begitu popular sehngga banyak ditiru oleh
masyarakat merupakan hasil karya dari Milton Glaser untuk New York State
Departement Of Commerce.
Identitas lambang Canada lebih dari sekedar lambang dan bendera negara. Hal ini
juga banyak dilakukan oleh negara – negara lain (Tahun 1980).
bidang. Orang menjadi terdorong untuk melakukan segala sesuatunya sendiri (tahun
90an). Bahkan hal itu tetap berlangsung hingga saat ini
Dunia bisnis sedang berkembang seiring dengan perkembangan nya zaman, Banyak
perusahaan-perusahaan baru yang muncul dengan brand-brand mereka yang menarik.
Hal ini membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Agar brand
semakin dikenal pelaku bisnis membuat adanya identitas brand yang dapat berupa media
visual, suara, slogan-slogan dan lain-lain. Identitas brand menjadi suatu alat sebuah
perusahaan untuk mengenalkan dan menerangkan suatu produk kepada para konsumen
nya.
Brand dan logo merupakan dua unsur identitas brand. Brand merupakan suatu hal
yang penting dalam menggambarkan atau mengenalkan suatu produknya. Selanjutnya,
brand bisa menjadi sarana dan alat yang efekitif untuk mengkomunikasikan produknya.
Brand sendiri dibuat dan digunakan untuk membedakan produknya dari brand product
yang lain. Selain efektif dalam mengkomunikasikan produknya brand sendiri berguna
memposisikan citra brand (Brand Image). Sehingga brand menjadi sangat penting dan
berfungsi sebagai ‘tombol’ untuk mengaktifkan citra brand (brand image) di pikiran
konsumen.
Logo, unsur visual yang ada dalam membuat sebuah brand. Unsur visual dalam logo
ini ikut memainkan peran penting dalam membangun sebuah brand. Sebagai unsur visual
seharusnya logo lebih mudah dikenali daripada tulisan. Penggunaan gambar untuk logo
akan memudahkan orang untuk mengingat gambar karena pada dasarnya, manusia
diciptakan untuk lebih mudah mengingat sebuah gambar atau simbol dalam mengenali
sesuatu.
Tidak diragukan lagi bahwa logo menjadi peran komunikasi yang dapat berdampak
pada citra sebuah brand dan penyadaran pada sebuah brand. Sehingga logo menjadi salah
satu peran dalam strategi untuk pemasaran. Namun, Shimp (2003) juga menambahkan
bahwa strategi yang baik dalam mendesain sebuah logo perusahaan lebih baik memilih
desain yang tidak terlalu rumit tapi juga tidak terlalu simple.
Menurut Glenn Walters (1974), faktor lingkungan dan personal dapat menjadi awal
terbentuk nya citra brand, karena faktor tersebut dapat mempengaruhi persepsi
69
seseorang. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi adalah atribut-atribut yang ada
pada suatu produk yang dibuat oleh produsen. Sedangkan faktor personal yang dapat
mempengaruhi adalah pengalaman yang didapatkan konsumen, suasana hati konsumen,
kebutuhan serta motivasi konsumen
Menurut Timmerman dalam Noble (1999), faktor dalam membentuk citra merek
terdiri dari dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor psikologis. Faktor fisik berupa
karakteristik yang ada pada merek, misalnya desain kemasan, desain logo, nama brand,
fungsi dan kegunaan dari produk. Faktor psikologis berupa emosi, kepercayaan, nilai,
kepribadian yang dianggap konsumen dapat menggambarkan produk dari merek
tersebut.60
Melihat dari segi konstruksi nya, logo terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Elemen gambar dan tulisan saling terpisah, namun tetap dalam satu kesatuan.
Elemen gambar dan tulisan saling berbaur sehingga tidak bisa dibedakan mana
gambar dan mana tulisan.
Selain Logo, Brand juga memiliki kriteria untuk membuat nama brand yang bagus,
antara lain (Shimp, 2003):
Nama brand harus memiliki identitas yang unik yang membedakan nya dengan
kompetitor.
Nama merek yang mengesankan adalah nama merek yang secara eksplisit
60
Yenata, Sany Tifani. 2014, Pengaruh Tingkat Ketertarikan Pada Desain Logo Dan Nama Merek Terhadap Brand Image
(Studi Eksplanatif Mengenai Pengaruh Tingkat Ketertarikan pada Desain Logo dan Nama Merek terhadap Brand Image
Zupparella). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Hal 1-12.
70
mengandung atribut dalam konteks suatu kategori produk. Sehingga nama merek
dapat lebih mudah diingat oleh konsumen. Namun, nama merek yang berkesan
juga mampu menjadi bumerang karena nama merek yang bagus tetapi tidak
sesuai dengan manfaat dari merek tersebut, maka akan dinilai buruk pula.
Memiliki korelasi dengan unsur merek lainnya guna mencapai kecocokan dengan
citra merek yang diinginkan.
Nama merek yang baik, harus didukung pula dengan kebutuhan unsur merek lainnya,
seperti penggunaan kemasan, logo dan lainnya. Kemasan dan bentuk logo yang
sesuai dengan nama merek akan lebih meningkatkan citra merek di mata
konsumen.
Nama merek yang mudah diingat dan diucapkan berguna dalam memfasilitasi daya
ingat dan pengucapan nya. Pemilihan nama yang dekat dengan konsumen akan
lebih mudah diingat dan dapat menjadi citra yang konkret bagi konsumen.61
Brand adalah kunci untuk berubah, dan untuk pertumbuhan. Brand dengan tujuan
yang jelas dan kuat menarik akan mendorong orang-orang untuk tertarik pada apa yang
perusahaan brandingkan.62
Banyak perusahaan yang berkompetensi membuat produk yang kreatif dan inovatif.
Di dalam perkembangan nya dibutuhkan stragtegi marketing untuk meningkatkan
penjualan produk dengan menggunakan logo. Logo adalah salah satu yang efektif
diidentifikasi dan diingat oleh banyak orang.
Desain logo dan brand memiliki pengaruh dalam membentuk citra brand (brand
image) dan menarik perhatian konsumen atau mendapatkan pengakuan dari masyarakat
atas suatu
produk atau perusahaan.. Logo dan brand dijadikan sebagai bentuk pesan yang ingin
disampaikan oleh perusahaan, maka perusahaan menggunakan simbol sebagai bentuk
61
Shrimp, Terence A. 2003, Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran
Terpadu. Jakarta: Erlangga
62
Best Global Brands, [Link] Diakses pada 01 Okrober 2019.
71
Sulit memang untuk membuat logo yang memiliki karakteristik unik dan berbeda
dengan competitor lain. Juga mudah untuk menarik perhatian, mudah dimengerti, dan
diingat oleh konsumen untuk waktu yang lama. Rekomendasi yang paling bagus ialah
untuk membuat logo dan brand dibutuhkan kreatifitas dan inovasi disesuaikan untuk
bisnis yang dinamis, rekrutmen, dan tujuan tiap perusahaan.
Jika perusahaan mau konsumen nya sadar akan brand nya, lalu mereka harus
membuat logo yang efektif dengan menggunakan media graphik yang berkembang
dengan cepat. Tipe graphic media yang dapat digunakan seperti, kartun, photography,
atau komik yang sedang popular. Dan untuk menyebarkan logo dan brand dengan cepat
ke dunia perusahaan dapat menggunakan sosial media seperti, instagram, facebook,
twitter, dan lain-lain.63
D. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain logo dan merek dagang atau
brand
63
Bunga Indah Bayunitri, Savitri Putri. 2015, “the effectiveness of visualization the logo toward brand awarenes”.
72
1. Elemen Desain
Elemen desain adalah satu hal yang terpenting dalam desain grafis. Elemen
adalah dasar dari desain. Elemen-elemen desain terdiri atas 6 hal yaitu garis, bentuk,
tekstur, ruang, ukuran, dan warna.
Garis
Garis adalah sebuah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik
dengan titik lainnya sehingga tergambar lah sebuah garis dengan bentuk
lengkung atau lurus. Garis dapat membuat keteraturan, mengarahkan pandangan
dan memberikan kesan gerak serta memiliki karakter tertentu. Penggunaan garis
dapat diaplikasikan dalam pembuatan grafik atau bagan.
Bentuk
dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata. Selain
itu bentuk dapat digunakan sebagai perantara sebuah ide.
73
Tekstur
Tekstur merupakan sebuah visualisasi dari permukaan yang dapat dinilai dengan
cara dilihat atau diraba. Pada praktik nya, tekstur sering dikategorikan sebagai
corak dari suatu permukaan benda. Tekstur dapat menambah dimensi dan
kekayaan sebuah layout, menegaskan dan membawa ke dalam sebuah rasa atau
emosi tertentu.
Ruang
Ruang adalah jarak yang memisahkan antar sesuatu. Biasanya digunakan untuk
memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout. Ruang berfungsi sebagai
tempat istirahat bagi mata. Dalam bentuk fisik nya, ruang digolongkan menjadi
dua unsur, yaitu objek dan latar belakang.
Ukuran
Ukuran adalah seberapa besar atau kecil sesuatu hal. Perbandingan ukuran satu
bentuk terhadap bentuk lainnya. Penggunaan elemen dapat menciptakan kontras
dan penekan pada objek desain, sehingga orang akan tahu sisi menarik atau
menonjol dari desain itu dan melihat nya terlebih dahulu.
Warna
Warna merupakan media paling akhir yang terpenting dalam komunikasi simbolik.
Nyata nya, warna dibagi ke dalam dua bagian, yaitu warna yang timbul karena sinar
(RGB) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK). Dengan warna
kita dapat menampilkan identitas, menySesuai dengan kebudayaan.
Menguntungkan secara Feng Shui dan seimbang dalam unsur yin dan yang (Lip,
1996)
Original & Desctinctive, atau memiliki nilai kekhasan, keunikan, dan daya pembeda
yang jelas
Simple, atau sederhana, dengan pengertian mudah ditangkap dan dimengerti dalam
waktu yang relatif singkat.
Memorable, atau mudah untuk diingat karena keunikan nya, bahkan dalam kurun
waktu yang lama.
Easily associated with the company, logo yang baik akan mudah dihubungkan atau
diasosiasikan dengan jenis usaha dan citra suatu perusahaan atau organisasi.
Easily adaptable for all graphic media. Kemudahan mengaplikasikan logo baik yang
menyangkut bentuk fisik, warna maupun konfigurasi logo pada berbagai media
75
perlu diperhitungkan pada proses pencanangan. Hal itu untuk menghindari kesulitan-
kesulitan dalam penerapannya.65
Kesederhanaan
Keaslian
Keserbagunaan
dapat dikenali
keinformatifan
mudah diingat
berumur panjang.66
3. Aspek yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain logo dan brand
Visi
Visi membutuhkan keberanian. Ide-ide besar, perusahaan, produk, dan layanan didukung
oleh organisasi yang memiliki kemampuan untuk membayangkan apa yang orang
lain tidak bisa lihat dan keuletan untuk memberikan apa yang mereka yakini
mungkin. Di belakang setiap merek yang sukses adalah pemimpin yang bersemangat
yang menginspirasi orang lain untuk melihat masa depan dengan cara baru.
64
Athika Dwi Wiji Utami, Lukman Hakim, “PERANCANGAN DESAIN LOGO "LBH SANDHI WAFA & PARTNERS
COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No 1, Oktober 2016, hal. 53-55
65
Athika Dwi Wiji Utami, Lukman Hakim, “PERANCANGAN DESAIN LOGO "LBH SANDHI WAFA & PARTNERS
COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No 1, Oktober 2016, hal. 56-57
66
Sergii Valiukh dkk, Logo Design: Creative Path to Effective Branding (Dnipro: Tubik Studio,
2016) hal. 13
76
Arti
Merek-merek terbaik berarti sesuatu: ide besar, posisi strategis, seperangkat nilai
yang ditentukan, suara yang berdiri terpisah. Simbol adalah wadah untuk
makna. Mereka menjadi lebih kuat dengan sering digunakan dan ketika orang
mengerti apa yang mereka
perjuangkan. Mereka adalah bentuk komunikasi tercepat yang dikenal manusia. Makna
jarang bersifat langsung dan berkembang seiring waktu.
Keaslian
Dalam psikologi, keaslian mengacu pada pengetahuan diri dan membuat keputusan yang
sesuai dengan pengetahuan diri itu. Organisasi yang tahu siapa mereka, dan apa yang
mereka perjuangkan, memulai proses identitas dari posisi yang kuat. Mereka
menciptakan merek yang berkelanjutan dan asli. Ekspresi merek harus sesuai dengan
misi unik, sejarah, budaya, nilai-nilai, dan kepribadian organisasi.
Diferensiasi
Merek selalu bersaing satu sama lain dalam kategori bisnis mereka, dan pada tingkat
tertentu, bersaing dengan semua merek yang menginginkan perhatian, loyalitas, dan
uang kita.
Keberlanjutan
Keberlanjutan adalah kemampuan untuk memiliki umur panjang di dunia yang terus
berubah, ditandai dengan permutasi di masa depan yang tidak dapat diprediksi oleh
siapa pun.
Hubungan
Fleksibilitas
77
Inovasi menuntut merek untuk fleksibel. Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti
produk atau layanan baru mana yang mungkin ditawarkan perusahaan dalam lima
tahun. Atau dalam hal ini, perangkat apa yang akan kita semua gunakan untuk
berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana kita akan membeli barang-barang
duniawi kita. Merek yang terbuka untuk berubah perlu memiliki sistem identitas
merek yang fleksibel agar cepat meraih peluang baru di pasar.
Komitmen
Merek adalah aset yang perlu dilindungi, dilestarikan, dan dipupuk. Mengelola aset
secara aktif membutuhkan mandat dari atas ke bawah dan pemahaman dari bawah ke
atas mengapa itu penting. Perusahaan-perusahaan terbaik memberi karyawan mereka
alat yang memudahkannya menjadi juara merek. Membangun, melindungi, dan
meningkatkan merek membutuhkan keinginan dan pendekatan yang disiplin untuk
memastikan integritas dan relevansinya.
Nilai
Menciptakan nilai adalah tujuan yang tak terbantahkan dari sebagian besar organisasi.
Pencarian untuk keberlanjutan telah memperluas nilai percakapan dengan konsumen.
Menjadi bertanggung jawab secara sosial, sadar lingkungan, dan menguntungkan
adalah model bisnis baru untuk semua merek. Merek adalah aset tidak berwujud —
identitas merek, yang mencakup semua ekspresi nyata dari pengemasan ke situs
web, menjunjung tinggi nilai itu.67
Apple Computer, Inc. Pertama kali didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs dan
Steve Wozniak di Amerika Serikat. Steve berusaha membawa visi baru kepada
masyarakat mengenai Komputer dimana komputer harus dapat seramah mungkin
terhadap pengguna68. Apple menjadi perusahaan komputer pertama yang
memperkenalkan grafis warna pertama. Apple meraih peningkatan penjualan yang
67
Wheeler, Alina. Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team, Edisi 5 (New Jersey :
Wiley, 2017), hal. 29-42
68 Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century Books, 2001. Hal. 15-16.
78
signifikan dari $7,8 juta di tahun 1978 menjadi $117 Juta di tahun 1980.69
Sejak pertama kali diluncurkan Apple berusaha menjadi salah satu perusahaan
teknologi khususnya komputer terbesar di dunia. Peningkatan penjualan yang sangat
pesat dan inovasi yang tinggi membatu Apple meraih hal tersebut. Dalam 30 tahun
terakhir, Apple telah memiliki dampak besar pada teknologi, berinovasi dan
mempengaruhi tidah hanya bagaimana kita menggunakan komputer tetapi juga aktivitas
yang kita gunakan untuk menggunakannya.70
Setiap kali Apple memperkenalkan produk mereka ada peningkatan jumlah penjualan,
mulai tahun 2007 total terjual 1.389.000 unit, pada 2008 total terjual 11.625.000 unit,
pada 2009 total terjual 20.731.000 unit, pada 2010 total terjual 39.989.000 unit, pada
2011 total terjual 72.300.000 unit, pada 2012 total terjual 125.044.000 unit dan pada
2013 total terjual 116.400.000 unit (masih berlanjut). Meningkatnya penjualan terjadi
karena teknologi yang ditawarkan Apple. Sekarang Pelanggan menunggu produk terbaru
yang akan mereka perkenalkan, yaitu Apple iPhone 5S pada akhir September atau awal
Oktober 2013.
Pelanggan masih memilih Apple iPhone sebagai smartphone mereka untuk digunakan
setiap hari, bahkan pesaing memperkenalkan produk baru mereka dengan kualitas tinggi
atau murah harga, berdasarkan laporan Apple. Pelanggan memiliki tujuan mereka sendiri
yaitu memilih Apple iPhone. Umumnya Apple menjual produk premium mereka dengan
harga premium dan membuat pelanggan mengidentifikasi ekuitas merek merek Apple.
Dalam 9 tahun berturut turut Apple meraih peringkat pertama dalam penghargaan
“The World Most Valuable Brands” yang dirilis oleh Forbes 71. Dengan gelar ini, Apple
menjadi brand dengan nilai terbaik di dunia selama 9 tahun terakhir. Diikuti oleh Google
dan Microsoft. Mengutip inc, bukan Iphone, Ipad maupun Mac yang membuat brand
Apple begitu berharga, tetapi loyalitas konsumen. Dilansir dari Forbes, perasaan puas
dan positif dari konsumen Apple adalah faktor utama mengapa brand Apple memiliki
nilai yang sangat tinggi. Apple dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan para
konsumen nya dengan baik, seperti customer service, klaim garansi, serta unboxing
produk di hadapan konsumen.
69 Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century Books, 2001. Hal. 21
70
Farivar, Cyrus. "30 Years of Apple: Assessing Apple's Impact" Retrieved February 27, 2008,
71 Forbes: The World Most Valuable Brands, [Link] diakses pada 2 Oktober 2019
79
Logo Apple adalah logo yang sangat unik. Logo ini adalah sebuah apel yang terdapat
bekas gigitan di bagian bawah nya. Sejak Apple berdiri, ia telah mengganti logo nya 6
kali.
(Perubahan Logo Apple. Sumber: [Link]
Logo Apple pertama (1976) bergambar Isac Newton yang sedang duduk di bawah
pohon apel dengan bingkai foto bertuliskan “Apple Computer Co”. Satu tahun
setelahnya, Logo Apple berganti menjadi sebuah apel berwarna warni dengan bekas
gigitan. Warna warni tersebut diartikan sebagai grafis komputer pertama didunia yang
dikembangkan oleh Apple. Selain kedua logo tersebut, Apple juga memiliki berbagai
versi logo, seperti: aqua version, translucent version, chrome version, dan monochrome
version yang kita kenal saat ini.73
Seperti yang dikemukakan pada [Link], setidaknya ada 3 aturan untuk membuat
logo menjadi bagus, seperti: Semestinya memiliki desain yang simpel, Logo harus bisa
efektif pada skala besar dan kecil, dan terakhir logo harus mewakilkan identitas
72
Soniyosa K, Mohanraj, Oktober 2018, “A Study on Factors Affecting Brand Trust Apple (I Phone)”, Volume 2. Oktober
2018.
73
Johnson Katherine. Dkk, “The Innovative Success that is Apple, Inc.”, Januari
2012.
80
perusahaan tersebut. Dalam aturan diatas, Apple telah memenuhi hal tersebut. Jika
dilihat, sebenarnya logo Apple memang tampak biasa saja. Tetapi sebenarnya Apple
mengikuti The Golden Ratio. The Golden Ratio itu sendiri adalah bilang irasional yang
kira kira sama dengan 1,618 yang diwakili oleh simbol Yunani yang dikenal sebagai Phi
(π).74 Konsep The Golden Ratio memiliki hubungan erat dengan urutan fibonacci, urutan
ini dimulai dengan angka 1 dan 1. Untuk mendapat bilangan berikutnya, seseorang harus
menambahkan dua angka sebelumnya dalam urutan sebagai berikut:
Narain75 menyatakan The Golden Rasio adalah ketika angka-angka dalam urutan
semakin besar, rasio akhirnya akan menjadi angka yang sama yaitu yasio emas.
74
Thapa Gyan Bahadur, Thapa Rena, “The Rasio of Golden Rasio, Mathematics and Aesthetics”, Volume 14 No. 1, 20
Februari 2018.
75Narain DL (2012), Teaching Guide. University of Chicago, [Link]
Diakses pada 2 Oktober 2019
81
Membuat
brand dan logo memang tidaklah mudah. Butuh keahlian tersendiri untuk membuat sebuah
logo dapat mewakilkan perusahaan tersebut tetapi juga berbekas di ingatan konsumen.
Berdasarkan penelitian “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”76
menyebutkan bahwa Brand dan logo berpengaruh positif signifikan terhadap ekuitas dan
loyalitas brand. Jika dilihat dari Fungsi Brand dan Logo, Apple telah memenuhi hal tersebut,
logo yang berbentuk apel mewakilkan sama perusahaan sehingga dengan melihat logonya
saja kita sudah mengetahui logo tersebut milik perusahaan Apple.
76
Alhaddad Abdullah, “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”, Volume 3 No 51, May 2014
82
Menurut Shimp (2003), logo tidak boleh terlalu rumit tetapi juga tidak terlalu
simpel. Hal tersebut dilakukan oleh Apple, dimana Apple membuat logo dengan simpel tetapi
tetap berbekas pada konsumen. Elemen yang terdapat pada logo Apple sebenarnya tidak
banyak, mereka hanya membuat sebuah elemen bentuk apel dengan sedikit bekas gigitan.
Tanpa tulisan dan lain-lain. Warna hitam yang mendominasi juga membuat kesan simpel
namun elegan pada desain logo Apple.
83
BAB V
Kemasan atau packaging adalah suatu wadah yang menempati suatu barang agar
aman, menarik, mempunyai daya pikat dari seorang yang ingin membeli suatu produk. Dapat
juga menjadi media komunikasi antara produsen dengan calom konsumen, sehingga didalam
desain kemasan tercantum informasi-informasi yang harus diketahui oleh calon konsumen,
agar calon konsumen merasa tidak asing dengan produk yang di kemas.77
Kemasan dan pengemasan memiliki arti yang berbeda. Walau terlihat berasal dari
kata yang sama, namu artinya sangatlah berbeda. pengemasan mencakup keseluruhan konsep
mulai dari kemasan langsung, bagian luar, pembungkus, merek, pemajangan, pelayanan,
interior/exterior, dan semua komponen tersebut berpengaruh dalam proses pemasaran.78
Menurut Marianne Rosner Klimchuk dan Sandra A. Krasnova (2006) menyatakan
mengemas adalah tindakan membungkus atau menutup suatu barang. 79
77
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 181
78Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 4.
79 Marianne Rosne Klimchuk dan Sandra S. Krasovec, Packaging Design: Succeful Product
Branding from Concept to Shelf (New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2006), hal. 34
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
80
Kemasan dan Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Minuman
Mizone di Kota Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012, hal. 21
84
Desain pengemasan adalah ide kreatif yang berasal dari hubungan antara bentuk,
struktur, bahan, citra warna, tipografi, dan desain tambahan yang berisikan informasi produk
untuk membuatnya cocok untuk masuk pemasaran. 82
Kemasan desain saat ini sangat perlu diperhatikan, sebagai salah satu bidang bisnis kreatif
yang berkaitan dengan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen desain
lainnya83, membuat sebuah produk layak untuk bersaing dipasar.
Segala sesuatu yang dilakukan dalam dunia bisnis, mempunyai tujuan, adapun tujuan
melakukan adanya pengemasan atau alasan utama dari sebuah pengemasan adalah:
biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan manfaat. Kemasan melindungi produk dalam
perjalanannya dari produsen ke konsumen. produk yang dikemas biasanya lebih bersih,
menarik dan material yang tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca dan kondisi
perjalanan.
3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan penghasilan atau omset perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan
yang menarik akan memikat perhatian konsumen untuk membeli produk. Selain itu, kemasan
82
Marianne Rosne Klimchuk dan Sandra S. Krasovec, Packaging Design: Succeful Product Branding from Concept to Shelf
(New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2006), hal.33
83
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 4, 2016
84
Patricia Himawan; Ahmad Adib Ani; Wijayanti S, Universitas Sebelas Maret, Surakarta ,PERANCANGAN DESAIN
KEMASAN KAIN TENUN SLAMET RIADY LOMBOK, Halaman 3.
85
Selain kemasan adapun tujuan desain dari sebuah kemasan adalah untuk
meningkatkan nilai jual dan menarik perhatian untuk konsumen. Desain sendiri juga
berfungsi untuk menentukan brand image dari sebuah produk untuk dipasarkan.
A. Fungsi Kemasan
Fungsi Proteksi Fungsi pertama kemasan adalah untuk melindungi isi produk.
Yaitu menjaga isi produk dari benturan, tekanan, temperature,
dan lain-lain. Materi dari produk yang akan dikemas juga
perlu diperhatikan, apakah tahan terhadap oksigen, air, debu,
dan sebagainya.
Fungsi Pengelompokan, Fungsi kemasan seharusnya bisa mengelompokkan atau
penempatan, dan ditempatkan sebuah materi atau produk tersebut. Dan juga
penyimpanan harus memperhatikan cara bagaimana kemasan jika harus
ditumpuk dan dibawa dalam jumlah banyak.
Fungsi Keamanan Bahan kemasan tidak boleh mencemari isi produk. Harus
diperhatikan apa saja bahan kimiawi yang digunakan untuk
membuat bahan kemasan tersebut.
Fungsi Informasi Informasi produk yang terdapat pada kemasan haruslah
85
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 183
86
Kemasan suatu produk biasanya berlapis karena kemasan dibuat dengan tujuan yang berbeda.
kemasan tersebut terdiri dari :
1. Kemasan dasar ( Primer Package) yaitu bungkus langsung dari suatu produk.
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
88
daya tarik visual kemasan dapat digolongkan menjadi dua yaitu daya tarik visual dan daya
tarik praktis91.
Daya tarik visual mengacu pada penampilan visual atau gambaran citra kemasan
secara [Link] Daya tarik praktis merupakan efektifitas dan efisiensi kegunaan suatu
kemasan .
1. Faktor Pengamanan
Kemasan harus melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi
penyebab timbulnya kerusakan barang, misalnya: cuaca, sinar matahari, jatuh, tumpukan,
kuman, serangga dan lain-lain. Contohnya, kemasan biscuit yang dapat ditutup kembali agar
kerenyahannya tahan lama.
2. Faktor Ekonomi
Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga biaya tidak
melebihi proporsi manfaatnya. Contohnya, produk-produk refill atau isi ulang, produk-
produk susu atau makanan bayi dalam karton, dan lain-lain.
3. Faktor Pendistribusian
Kemasan harus mudah didistribusikan dari pabrik ke distributor atau pengecer sampai ke
tangan konsumen. Ditingkat distributor, kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu
dipertimbangkan. Bentuk dan ukuran kemasan harus direncanakan dan dirancang sedemikian
rupa sehingga tidak sampai menyulitkan peletakan di rak atau tempat pemajangan.
4. Faktor Komunikasi
Sebagai media komunikasi kemasan menerangkan dan mencerminkan produk, citra merk,
dan juga bagian dari produksi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan diingat.
Misalnya, karena bentuk kemasan yang aneh sehingga produk tidak dapat “diberdirikan”,
harus diletakkan pada posisi “tidur” sehingga ada tulisan yang tidak dapat terbaca dengna
baik,
maka fungsi kemasan sebagai media komunikasi sudah gagal.
5. Faktor Ergonomi
Pertimbangan agar kemasan mudah dibawa atau dipegang, dibuka dan mudah diambil
sangatlah penting. Pertimbangan ini selain mempengaruhi bentuk dari kemasan itu sendiri
juga mempengaruhi kenyamanan pemakai produk atau konsumen. Contohnya, bentuk botol
minyak goring Tropical yang pada bagian tengahnya diberi cekungan dan tekstur agar mudah
dipegang dan tidak licin bila tangan pemakainya terkena minyak.
6. Faktor Estetika
Keindahan pada kemasan merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan
penggunaan warna, bentuk, merk atau logo, ilustrasi, huruf, tata letak atau layout, dan
mascot. Tujuannya adalah untuk mencapai mutu daya tarik visual secara optimal.
7. Faktor Identitas
Secara keseluruhan kemasan harus berbeda dengan kemasan lain, memiliki identitas produk
agar mudah dikenali dan dibedakan dengan produk-produk yang lain.
8. Faktor Promosi
Kemasan mempunyai peranan penting dalam bidang promosi, dalam hal ini kemasan
berfungsi sebagai silent sales person. Peningkatan kemasan dapat efektif untuk menarik
perhatian konsumen-konsumen baru.
9. Faktor Lingkungan
Kita hidup di dalam era industry dan masyarakat yang berpikiran kritis. Dalam situasi dan
kondisi seperti ini, masalah lingkungan tidak dapat terlepas dari pantauan kita. Trend dalam
masyarakat kita akhir-akhir ini adalah kekhawatiran mengenai polusi, salah satunya
pembuangan sampah. Salah satunya yang pernah menjadi topic hangat adalah styrofoom.
Pada tahun 1990 organisasi-organisasi lingkungan hidup berhasil menekan perusahaan Mc
Donald untuk mendaur ulang kemasan-kemasan mereka. Sekarang ini banyak perusahaan
90
Dalam melakukan pengemasan atau pengkardusan, ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan, bahkan harus ada, agar konsumen tidak bingung saat membeli produk tersebut,
beberapa aspek itu adalah:
1. Identitas Produk
Identitas produk seyogyanya dicetak pada keempat sisi kardus dengan huruf yang jelas
dengan ukuran tinggi sekurang-kurangnya 2,50 cm. Identitas ini dapat pula ditambahkan pada
sebagian dari tutup kardus, sedangkan bagian lain dari tutup kardus dibiarkan kosong sebagai
persediaan tempat bagi alamat yang dituju maupun data pengiriman yang lain. [Link] atau
ukuran produk.
Jumlah atau ukuran produk dicetak pada sudut kiri atas dari setiap sisi kardus, sedangkan
nomor stoknya dituliskan pada sudut kanan atas. Ini berguna untuk mempermudah
perhitungan jumlah produk yang kita kemas.
Jenis dan nama produk yang dikemas sebaiknya dicetak pada bagian tengah keempat sisi
kardus. Akan lebih menarik lagi jika huruf yang digunakan berseni namun tetap mudah
dibaca. Tentu saja huruf yang digunakan pada produk harus sama dengan yang ada di kardus.
Nama dan alamat pabrik seyogyanya dicantumkan juga. Ini untuk memudahkan distributor
baru menemukan anda dan mengorder lebih banyak lagi produk.
92
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 187
91
kardus beserta keterangan lainnya juga perlu dicantumkan. Ini berguna bagi divisi gudang
untuk mengechek lalu lintas barang di gudang.”93
Untuk membuat suatu rancangan kemasan harus dilandasi pemahaman tentang hal-hal yang
ditetapkan berikut ini:
• Karakteristik produk;
• Proses produksi;
• Harga produk;
• Jalur distribusi;
• Produk pesaing;
• Sasaran pasar;
• Promosi;
• Kecenderungan mode.94
Menurut Dr. We Chow Hou, Dekan Fakultas Administrasi Bisnis National University of
Singapore, Suatu penjualan produk sangatlah ditentukan oleh keterampilan pada pengelolaan
produk inti, produk actual, dan produk tambahan yang selanjutnya diatur sedemikian rupa
agar dapat sesuai dengan pasar tujuannya95.
D. Strategi Kreatif
93
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 14, 2016
94
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama, 1999), hal 2.
95
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 2.
92
Label makanan dibuat semenarik mungkin agar konsumen tertarik untuk membeli
produk tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi pembuatan label adalah pemilihan warna,
bentuk, tata letak huruf, dan tipografi96.
2. Logo
Beberapa orang melakukan pembelian terhadap suatu barang karena adanya logo atau merek
yang dianggap dapat menaikan citra orang tersebut. Buatlah logo yang sesuai dengan karakter
produk. Jika logo dibuat dengan huruf dan garis yang tebal, memberikan kesan kuat,
maskulin, dan efektif. Logo dengan aksen miring, memberikan kesan luwes, bersahabat, fun,
dan informal. Susaikan pemilihan huruf dengan jelas agar tak salah dibaca oleh konsumen.
Tempatkan logo yang mudah dibaca oleh konsumen. Posisi yang baik yaitu pada posisi 2/3
bagian panel atas dari panel depan, gunanya agar logo tidak tertutup stopper rak toko saat
dipajang di tempat penjualan. Agar merek produk kita lebih dikenal, ukuran logo haruslah
cukup terlohat dengan jelas.
3. Warna
Warna diyakini sebagai elemen desain yang paling mudah terlihat oleh mata manusia.
Konsumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa. Dan warnalah
yang pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan. Warna dengan daya pantul
96Alsuhendradan Ridawati, “Pelatihan Pembuatan Kemasan dan Label Makanan bagi Pelaku UsahaMakanan di Desa
Jampang, Kecamatan Kemang, Kabuten Bogor”, Jurnal Sarwahita Vol. 14 No. 02 , 2017, hal. 91
93
tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan sebagian besar kemasan,
karena memilik daya tarik dan dampak yang lebih besar. Tapi selain unsur keterlihatan harus
dipertimbangkan pula faktor kekontrasan terhadap warna-warna pendukung lainnya.97
Fungsi warna untuk membangun kesan tertentu, penting untuk membuat pemahaman akan
warna. Kesan warna seperti warna cerah menggambarkan keceriaan, warna gelap
menggambarkan elegan dan premium, warna putih menggambarkan kesehatan, dan warna
hijau menggambarkan alam dan natural.
Pemaknaan Warna :
Warna Merah, sering dihubungkan dengan api, darah, dan matahari. Makna warna merah
adalah kemarahan, panas, pedas, kekuatan, dan keberanian. Pada kemasan makanan, warna
merah mewakili rasa pedas dan panas, rasa buah seperti, stroberi, apel, dan ceri. Jika
digunakan pada kemasan makanan, warna merah diyakini mampu menggugah selera makan.
Warna Kuning, melambangkan energi, kemuliaan, kemewahan, spontanitas, keceriaan, dan
kemegahan. Warna kuning sering digunakan untuk mengkomunikasikan rasa jeruk, lemon,
pisang, dan juga produk mentega.
Warna Hijau, melambangkan alami dan kesegaran yang berhubungan dengan tumbuhan.
Warna hijau memberi kesan damai, rileks, dan sejuk. Pada kemasan makanan, warna hijau
mewakili rasa jeruk nipis dan apel hiaju.
Warna Biru, melambagkan kebijaksaan, kebenaran, otoritas, harga diri, dan kesetiaan. Warna
biru berhubungan dengan laut, air, langit , dan memberikan kesan sejuk, segar, dingin, damai,
dan juga rileks. Dan warna biru umumnya banyak disukai oleh laki-laki.
Warna Hitam, melambangakan keras kepala, dapat diandalkan, tegas, dan misterius. Warna
hitam sebagai warna latar memberi kesan kuat, tajam, formal, dan bijaksana. Selain itu,
warna hitam juga memberi kesan klasik, elegan, mewah, berkelas, canggih, dan serius. Warna
hitam digunakan pada produk yang premium dan berkualitas tinggi.
Warna Putih, melambangakan kesucian, kebenaran, kemurnian, kefektifan, kebersihan,
higensis, dan kontemporer. Warna putih digunakan pada produk medis, farmasi, dan susu.
Warna putih juga memberikan kesan mewah dan kaya pada produk premium. Warna putih
mebuat warna-warna lain disekitarnya lebih menonjol.
Warna emas dan perak, melambangkan mewah, glamor, ekslusif, dan mahal. Warna emas
memberi kesan dinamis dan kemakmuran. Warna emas menggambarkan madu dan emas.
97
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 3, 2016
94
Warna perak memberik kesan modern, teknologi tinggi, dan futuristik. Warna emas dan
perak akan memberikan kesan pada produk premium dengan kualitas yang baik.
Secara umum, warna gelap memberikan kesan lebih dewas, premium, dan elegan. Sedangakn
warna terang, memberikan kesan lebih muda dan ceria.
4. Teks
Teks atau tipografi secara sederhana berarti teknik mengatur huruf agar teks menjadi mudah
dibaca sebagai rangkaian kata atau kalimat (readable), mudah dikenali tiap hurufnya
(legilable), dan juga menarik prehatian. Yang harus diperhatikan dalam tipografi adalah
pemilihan jarak antar huruf (kerning), jarak antar baris (leading), jenis huruf (font), tebal tipis
atau miringnya huruf (type style), dan lain-lain.
Kategori huruf-huruf yang digunakan pada desain grafis :
SANS SERIF, kelompok huruf yang tidak memiliki kait. Kesan lebih modern, sederhana, dan
informal.
SCRIPT, kelompok huruf yang meneyrupai tulisan tangan. Kesan luwes, bersahabat, bebas,
informal, dan dinamis.
BLACK LETTER, huruf yang mempunyai karakter garis tipis tebal yang kontras. Kesan
kuno, tua, klasik, dan anggun, seperti contoh teks naskah tua.
MISCELLANEOUS, yang artinya campuran atau beragam. Kelompok huruf
display,dekoratif, dan lain-lain.
Teks yang ukurannya lebih kecil merupakan teks yang biasanya memiliki fungsi informatif,
bukan dekoratif.
5. Gambar (Image)
Dapat berupa ilustrasi foto yang dibuat dengan teknologi fotografi. Penggunaan foto dapat
membuat kemasan tampak lebih menarik, sederhana, dan lebih meyakinkan. Ada beberapa
hal yang susah jika disampaikan dengan kata-kata atau verbal, seperti kelezatan makanan,
kesegaran produk, atau intruksi pemakaian yang rumit, dapat dijelaskan dengan
menggunakan gambar.
Penggunaan fotografi pada kemasan :
- foto untuk memggugah selera
- foto untuk menunjukkan bentuk produk di dalam kemasan
- foto untuk menunjukkan hasil dari penggunaan produk
- foto untuk menunjang kredibilitas merek
95
F. Tata Letak
Adalah memadukan semua unsur-unsur grafis menjadi suatu kesatuan yang padu.
Enam butir pertimbangan tata letak adalah :
1. Keseimbangan (balance)
3. Lawanan (Contast)
4. Perbandingan (Proportion)
6. Kesatuan (Unity)99
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kemasan bukan hanya berperan untuk
melindungi produk, tapi juga sebagai sarana komunikasi antara produsen dalam
menyampaikan produknya dengan konsumen. Kemasan dijadikan produsen sebagai sarana
untuk menyentuh konsumen. Dengan menampilkan visual yang menarik, diharapkan
kemasan tersebut dapat lebih menarik minat para konsumen.
Tahapan menentukan desain kemasan secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Pahami Produk
Sebagai produsen atau brand owner, anda diharuskan memahami seluk beluk produk anda
secara menyeluruh. 100
2. Mengenali Merek
98
Nanang Wahyudi dan Sanny Satriyono, Mantra Kemasan Juara (Jakarta: PT Elex Media Komputindo:2017), hlm. 50-61
99
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 26-34
100
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017), hlm.18
96
Kenyamanan dan kepraktisan merupakan harapan utama dari konsumen terhadap produk
yang dibelinya. Oleh karena itu, anda wajib mengetahui cara ataupun mencari tau
tentang kebiasaam konsumen menggunakan produk tersebut101.
Pahami jenis transportasi yang digunakan pada saat pengiriman agar pemilihan kemasan
menjadi tepat.
Lakukan riset tentang packaging yang ada di industry sejenis atau merek lain untuk
membantu menemukan cara menonjolkan poduk anda diantara produk pesaing.
Selain riset kemasan, tes stabilitas produk atau kecocokan produk dan kemasan sangat
penting untuk melindungi konsumen dan meyakinkan bahwa kemasan betul-betul
melindungi produk.
Ketahanan
Paket yang terindah pun tidak akan memberikan kesan baik jika produk tersebut
rusak saat samapi di tangan konsumen.
Fungsi
101
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017), hlm. 19
97
Semua kemasan harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan dapat di
verifikasi sesuai dengan syarat penggunaan.
Setelah semua tahap diatas terpenuhi, maka sudah saatnya anda menentukan desain yang
sekirang sesuai dengan produk yang ditawarkan.
H. Bentuk Kemasan
Bentuk kemasan menggambarkan ukuran produk yang dikemas di dalamnya. Konsumen
menggunakan bentuk sebagai persepsi dalam menentukan isi atau ukuran berat produk di
dalamnya. Beberapa kemasan dibuat lebih besar yang biasanya terdapat pada makanan
kering, kemasan tersebut dibuat agar lebih menarik persepsi calon pembeli untuk
dibandingkan produk competitor. Konsumen beranggapan bahwa kemasan yang lebih besar
berisi produk yang lebih banyak, penelitian yang dilakukan oleh Raghubir dan Krishna
(1999) meskipun konsumen merasa isi atau volume produknya tidak sesuai atau lebih sedikit
dari ukuran kemasannya, tidak merubah persepsi untuk menggunakan bentuk kemasan
sebagai patokan dalam menentukan isi produk di [Link] Kemasan
Produk secara umum dibagi menjadi 3 yaitu padat (solid), cair (liquid) dan granule (pellet).
Setiap jenis produk tersebut memerlukan penanganan yang berbeda, namun secara garis besar
kemasan harus dapat melindungi cahaya dan kedap udara sehingga dapat memperpanjang
102
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017) hal. 20-24
98
usia produk. Terdapat 5 bahan utama kemasan yang awam digunakan baik oleh industry
besar maupun UMKM, yaitu plastic, metal foil, sytrofoam, kaca dan kertas.103
2. Adhesives
3. Ceramics
4. Cork
5. Rubbers
6. Glass
7. Ion-exchange resins
10. Plastics
13. Silicones
14. Textiles
16. Waxes
103
Alfin NF Mufreni “PENGARUH DESAIN PRODUK, BENTUK KEMASAN DAN BAHAN KEMASAN TERHADAP
MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS TEH HIJAU SERBUK TOCHA)”, Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 2 No.2,
2016 hlm.50
99
17. Wood104
I. Ragam Kemasan
Ada beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, diantaranya adalah kemasan
dari kertas, kemasan dari kayu, dan kemasan dari plastic.
a. Kemasan Kertas
Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastic
dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing
dengan kemasan lain seperti plastic dan logam karena harganya yang murah, mudah
diperoleh dan penggunaannya yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi
sebagai media komunikator dan media cetak. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas
bahan pangan adalah sifatnya yang sensitive terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh
kelembaban udara lingkungan.
b. Kemasan Kayu
Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia, dan secara tradisional
digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas,
keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di
negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini
penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena
makin langkahnya hutan penghasil kayu. Desain kemasan kayu tergantung pada sifat dan
berat produk, kontruksi kemasan, bahan kemasan dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan,
metode dan kekuatan. Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet
sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.
Pengiriman produk kerajinan seperti keramik sering di bungkus dengan peti kayu agar dapat
melindungi keramik dari resiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan
tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya.
c. Kemasan Plastik
Beberapa jenis kemasan plastic yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, polyester, nilon
dan vinil film. Jenis plastic yang banyak digunakan untuk berbagai tujuan (60% dari
penjualan plastic yang ada di bumi) kemasan adalah polistiren, Polopropilen, Polivinil
Klorida, dan Akrilik.
104
Ebook UDINUS Entrepreneur Center, 2017
100
J. Kemasan Fleksibel
Kebanyakan produk menggunakan kemasan fleksibel. Kemasan fleksibel memiliki
karakteristik sangan ringan, tipis dan tidak kaku. Kemasan ini biasanya ditujukan dapat
mengurangi penggunaan kemasan dan juga mengurangi sampah.105
Keuntungan menggunakan kemasan fleksibel antara lain:
• Mengurangi penggunaan material
• Mengurangi sampah
• Mengurangi kemasan digunakan pada jumlah yang sama
Lebih efisien
• Meningkatkan sifat barrier 106
Kemasan fleksibel yang paling umum adalah sachet, stand up pounch dan polybag. Dan ada
jugastick pack, 3-bag seal, pillow bag, envelope wrapper, laminated cartoon, dan laminated
tube. Kemasan tersebut dapat ditambahkan dengan penutup zipper, spout, lubang untuk
menggantung ataupun lubang untuk memegang.107
K. STUDI KASUS
Studi Kasus Teh Hijau Serbuk TOCHA dari Jurnal Ekonomi Manajemen Volume 2 Nomor 2
(November 2016) 48-54 [Link] ISSN 2477-2275.
Menyimpulkan :
1. Desain produk berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis pertama bahwa design produk berpengaruh signifikan terhadapa minat beli
konsumen, terbukti. Dalam kemasan product the hijau serbuk TOCHA, design kemasan
diberikan warna hijau yang identic dengan alami, selain itu dibubuhkannya latar gambar
gunung yang mirip gunung Fuji, serta digunakannya tiga Bahasa dalam kemasan,
menimbulkan kesan bahwa produk the tersebut premium dan berkualitas baik.
2. Bahan kemasan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis kedua bahwa bahan kemasan berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen,
terbukti. The hijau serbuk TOCHA menggunakan bahan kemasan dari paper metal, yang
105
Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 2
106
Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 5
107 Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 82
101
ketika dipajang menimbulkan kesan mewah karena unsur lapisan plastic glossy di
permukaanya, selain itu paper metal relative lebih murah dikelasnya ketimbang paper can,
sehingga produk TOCHA dapat dijual dengan harga relative lebih murah dari kompetitornya.
[Link] kemasan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis ketiga bahwa bentuk kemasan berpengaruh signifikan terhadap minat beli
konsumen, terbukti. Bentuk kemasan teh serbuk TOCHA berbentuk persegi panjang berdiri,
sehingga dapat memaksimalkan tampilak muka kepada konsumen, kemasan tegak berdiri
dipilih karena competitor sebagian besar menggunakan kemasan tidur atau kemasan bulat
yang terbatas untuk penampilan pesan produk.
Pengaruh atribut desain produk, bahan kemasan dan bentuk kemasan memiliki efek positif
terhadap niat beli konsumen terhadap produk TOCHA, untuk lebih meningkatkan penjualan
dan minat beli, disarankan beberapa hal :
1. Desain produk, produk the serbuk TOCHA saat ini dibuat dengan gramasi 150gr akan
lebih baik jika dibuat versi compact dengan gramasi yang lebih rendah, untuk dapat
memasuki segmen pasar yang baru dengan harapan dapat meningkatkan customer
acquisition.
2. Bahan kemasan, dengan bahan saat ini paper metal selain harganya relative murah
mempunyai kelemahan mudah kusut, sehingga dalam proses pengiriman harus hati-hati,
dengan semakin banyaknya produk yang telah di pasarkan akan lebih baik jika TOCHA
mulai menggunakan plastic standing pouch untuk menghilangkan kelemahan dari kemasan
paper metal.
3. Bentuk kemasan, saat ini produk the serbuk TOCHA dikemas dengan bentuk persegi
pajang berdiri, kelebihan dari kemasan ini adalah dapat mendisplay produk secara optimal,
namun mempunyai kelemahan dalam ketahanan. Akan lebih baik jika dibuat derivasi produk
dengan kemasan tube, selain mudah untuk disimpan mempunyai daya tahan terhadap
benturan yang lebih bagus.108
108
Alfin NF Mufreni “PENGARUH DESAIN PRODUK, BENTUK KEMASAN DAN BAHAN KEMASAN TERHADAP
MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS TEH HIJAU SERBUK TOCHA)”, Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 2 No.2,
2016 hlm.52-53
102
BAB VI
A. Studi Kasus
Perempuan dan kosmetik adalah dua buah hal yang tidak dapat dipisahkan . Dari
mulai bangun tidur sampai tidur lagi pun memakai produk kosmetik. Perempuan ingin tampil
cantik dan perfect setiap harinya . Dilihat dari sisi ini jelas Emina menjaring para wanita-
wanita dalam target pasar mereka .Emina Cosmetic adalah salah satu merk kosmetik dan
skincare lokal . Nama Emina sudah tidak asing lagi dikalangan remaja perempuan dan
perempuan dewasa saat ini. Emina adalah pendatang baru. Emina yang merupakan “adik”
dari pendahulunya yaitu Wardah . Emina mempunyai ciri khas dalam kemasannya . Yaitu,
dengan mengeluarkan kosmetik dan skincare dengan desain yang sangat lucu,unik,beda dari
yang lain, dan bentuknya yang simpel memudahkan produk-produk dari Emina ini mudah
dibawa kemana-mana.
B. Teori
Dalam dunia marketing tidak lepas dengan strategi pemasaran, produk kita akan tepat
mencapai sasaran jika melakukan dan merencanakan Target Pasar yang tepat sesuai produk
kita. Dalam sebuah penargetan pasar terdapat fragmentasi audiens. Seiring dengan
perkembangan teknologi dan informasi, membuat audiens bebas memilih apa yang mereka
mau dapatkan, menyebabkan fragmentasi dengan sendirinya sesuai selera, rasa, pengalaman
dan intelektual audiens. “Salah satunya adalah teori Uses and Gratification. Dalam teori uses
and gratification, menekankan pada keaktifan audiens dalam menentukan pilihan media yang
ingin mereka gunakan berdasarkan motif-motif tertentu. Kepuasan audiens dapat dilihat dari
aspek-aspek tertentu, seperti Gratification Sought (pencarian kepuasan) dan Gratification
Obtained (kepuasan yang diperoleh) (McQuail, 1995. 75).”109
Dari teori tersebut kita dapat memfokuskan produk kita agar dapat memuaskan
kebutuhan individual konsumen, dengan begitu konsumen akan terfokus apa yang dapat
memenuhi kebutuhan mereka dan mulai mengabaikan hal yang lainnya. Orang-orang
terfragmentasi sangat jarang mengkonsumsi konten umum yang tersebar dan memunculkan
kekhawatiran mereka terhadap kurangnya informasi masalah mereka sendiri. Dengan audiens
109
Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan Informasi di Media Onlin,
Hal. 1
103
yang beragam para pembuat konten atau produk ditekan untuk lebih sering memantau
audiens mana yang tertarik pada produk mereka. Di jaman yang serba online ini melihat
audien yang tertarik pada produk atau konten lebih mudah, analisis yang cepat dengan sebuah
program dan kedetailannya para produsen lebih bisa memantau apa yang mereka hasilkan dan
mempelajari aktivitas pasar yang ada.
Sebuah perusahaan sendiri harus bisa membaca apa yang akan terjadi di pasar
bertujuan untuk melihat selera pasar.
“Kotler dan Amstrong (2016, p.30) menyatakan bahwa ada lima konsep inti
konsumen dan pasar, yaitu :
Dengan audiens yang sangat beragam¸ Branding sangat diperlukan untuk membangun
karakter sebuah produk atau perusahaan dalam rangka meraup audiens sebanyak-banyaknya,
akan tetapi branding tidak cukup, karna banyak cara audiens untuk memenuhi kebutuhannya.
“Logika yang digunakan oleh pihak media adalah membuat platform yang baik dan menarik
serta menyajikan konten yang memikat hati pembaca, guna mendapatkan perhatian pembaca
atau audiens sesuai segmentasi audiens yang mereka inginkan. Misalnya, seorang pencinta
olahraga tentu saja akan mencari informasi seputar olahraga, dan secara kontent, praktis
audiens adalah bagian dari fragmentasi dalam hal ini audiens setia dari berita olahraga”111
Pemosisian sebuah produk juga berpengaruh pada penargetan pasar, dalam hal ada
beberapa faktor terjadinya fragmentasi atau segmentasi audiens:
110
Pieter Gunawan Widjaya, ANALISIS SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING DAN MARKETING MIX PADA
[Link] JAYA, AGORA, Vol. 5, No. 1, (2017)
111
Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan Informasi di Media Onlin,
Hal. 2
104
- Geographic Segmentation
- Demographic Segmentation
- Psychographic Segmentation
- Behavioral Segmentation
Dalam sebuah pasar, perusahaan harus tau posisi produk mereka dipasar, mereka
harus mengetahui kompetitor dan arah produk mereka akan mengalir, hal ini disebut
positioning.
Harga, distribusi, promosi dan produk hanya sebuah usaha dari perusahaan untuk
memasuki pasar, dengan strategi pasar hal-hal tersebut mempunyai kekuatan yang besar
112
Pieter Gunawan Widjaya, ANALISIS SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING DAN MARKETING MIX PADA
[Link] JAYA, AGORA Vol. 5, No. 1, (2017)
105
dalam pasar, diikuti dengan pengemasan desain yang baik akan melambungkan produk dalam
pasar yang ada.
Pada akhirnya produk yang dikeluarkan sebuah perusahaan, tidak semua diterima
dalam keseluruhan segmentasi, seperti produk kecantikan tidak semua diterima oleh kaum
laki-laki, karna perbedaan psikologis yang berbeda, di sinilah pentingnya menyusun profil
audiensi sasaran yang ada. Hal yang dilakukan pertama kali adalah mendeskripsikan
konsumen sesuai variabel konsumen tersebut. Profil merupakan kumpulan variabel-variabel
yang berisi orang tersebut seperti kesukaan, tinggi badan, nama, tanggal lahir dll. Hal tersebut
dipakai untuk lebih mempersonalisasikan konsumen agar lebih tepat dalam memilih media
sasaran dan pesan.
Selain privasi seseorang yang diperhatikan untuk menentukan target pasar, ada isu
etika yang harus juga diperhatikan dalam penargetan audiens atau konsumen. Isu etika ini
berhubungan dengan tipe dari sebuah produk dan pesan yang disampaikan, seperti isu-isu
yang menyinggung sara atau hal-hal yang mudah terjadinya perselisihan.113
Penargetan pasar memiliki kriterianya sendiri untuk suatu produk dan setiap produk
berbeda penargetan pasarnya berikut adalah kriteria-kriteria yang dipaparkan oleh Keegan
yang dikutip dari Rosida [Link] dalam jurnalnya:
b. Persaingan Potensial
“Ada kalanya suatu segmen memenuhi kriteria ukuran dan pertumbuhan yang
dikehendaki, tetapi tidak menarik bila dipandang dari aspek profitabilitas. Model Lima
Kekuatan Porter dapat digunakan untuk menentukan daya tarik jangka panjang suatu pasar
secara keseluruhan maupun setiap segmen di dalamnya” (Rosida [Link], 2011) 114
113
Sandra Moriarty dan Nancy Mitchell dan William Wells, Advertising, (Jakarta: Prenada Media Group, 2009), halaman
194
114
Rosida [Link], TARGET PASAR DAN STRATEGI MEMPOSISIKAN PRODUK TEH DI PASAR GLOBAL, Media
Litbang Sulteng IV (2) : 125 – 136 , Desember 2011
106
dari segmentasi, yaitu sebagai usaha untuk membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
yang dapat dibedakan satu sama lain dalam hal kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
mungkin akan memerlukan produk-produk dan strategi pemasaran tertentu untuk
menjangkaunya (Kotler dan Amstrong, 2001).
1. Segmenting
115 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 128
116 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 128
117
Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, PT. Gelora Aksara Pratama, Malang, 2012, Hal. 31
107
Pengenalan ini dilakukan pada saat memilih sampel dari seluruh populasi dan
melakukan pengtakeran kebutuhan konsumen perorangan ketika mereka akan
berhubungan dengan sebuah prduk atau jasa. Jika hal itu dilakukan, manajer promosi
dapat mengetahui segala macam profil kebutuhan seluruh kelompok konsumen.
Tujuan tahapan ini agar mendapat kelompok konsumen yang sangat homogen
berdasarkan kebutuhannya. Proses pengkelompokkan ini biasa dilakukan oleh
program komputer yang bisa melakukannya pernghitingan dengan cepat.
118
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 123
108
Cara memandang pasar berdasarkan sifat dan karakter pelanggan. Karakter seperti
minat, sikap dan keyakinan pelanggan terhadap suatu produk.
3. Individual Segementation
Yaitu cara memandang pasar secara personal. Pada zaman dahulu cara ini kurang efektif
karena teknologi belum memadai, namun pada zaman sekarang teknologi sudah
mendukung, sehingga memudahkan perusahaan dalam berinteraksi dengan
konsumen melalui social media. Cara mempersiapkan individual segmentation :
1. Segmentasi Geografis
119
Hermawan Kartajaya, Hermawan Kartajaya On Segmentation (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006) Cet.1 Hal.24-25
109
kota besar, karena sampai saat ini belum semua wilayah yang ada di Indonesia
terdapat gerai Emina.
2. Segmentasi Demografis
3. Segmentasi Psikografis
Adalah pembagian pasar berdasarkan gaya hidup,kelas sosial, dan kepribadian orang
tersebut. Walaupun orang mempunyai kesamaan variabel demografisnya bisa saja
psikografisnya berbeda. Emina menjangkau semua kalangan karena harganya yang bisa
dibilang lebih murah daripada produk-produk kosmetik lain saingannya.
4. Segmentasi Perilaku
5. Segmentasi Multi-Atribut
- Geographic Segmentation
- Demographic Segmentation
- Psychographic Segmentation
- Behavioral Segmentation
2. Targeting
Adalah bagaimana kita memilih, mentargetkan, dan menggapai sasaran yang kita
targetkan dalam pasar sasaran120. Langkah penentuan target pasar juga bagaimana kita
memeriksa segmen-segmen yang telah kita pilih apakah segmen tersebut dapat dijangkau
oleh sumber daya yang kita miliki atau tidak121.
Target pasar adalah sekumpulan pembeli yang berbagi kebutuhan yang sama atau
karakteristik dimana perusahaan putuskan layani. Target pasar mengevaluasi setiap
ketertarikan segmen dalam pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki.122
Selanjutnya perusahaan menetapkan jumlah dan tipe pangsa untuk dilayani. Targeting
bukan sesuatu yang mudah. Pasar sasaran terdiri dari sekelompok konsumen dengan
beraneka ciri kebutuhan yang harus dipenuhi.123 Ada beberapa jenis strategi target pasar,
yaitu:
120
Ir. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press Anggota IKAPI, 2011) pertama, Hal.
66
121
Serian Wijatno, Pengantar Entrepreneurship, (Jakarta: PT. Grasindo Anggota IKAPI, 2009), Hal. 176
122 Pieter Gunawan Widjaya, 2017, “Analisis Segmenting, Targeting, Positioning dan Marketing Mix pada PT. Murni Jaya”,
AGORA, Vol. 5, No. 1, Hal 3
123
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 131
112
Perusahaan menggunakan strategi ini untuk menargetkan beberapa segmen pasar dan
mendesain tawaran yang terpisah kepada setiap segmen pasar. Dengan menawarkan
berbagai variasi produk dan pemasaran ke dalam segmen, perusahaan berharap untuk
penjualan yang lebih tinggi dan posisi yang lebih kuat dalam setiap segmen pasar.
Adalah strategi yang fokus memasarkan produknya pada satu atau beberapa kelompok
pembeli saja, sehingga pemasaran produk hanya ditujukan kepada kelompok pembeli
yang paling berpotensi. Dengan fokus pada kelompok tertentu, perusahaan berusaha
memberikan produk yang terbaik bagi target pasar mereka.
2.4. Micromarketing
Dalam menentukan target pasar, kita harus mencermati beberapa kriteria berikut.
Terlebih jika kita ingin memilih sasaran untuk target pasar yang terbaik. Hal-hal yang
harus dicermati adalah:
Responsif
124
Pieter Gunawan Widjaya, 2017, “Analisis Segmenting, Targeting, Positioning dan Marketing Mix pada PT. Murni
Jaya”, AGORA, Vol. 5, No. 1, Hal. 3
113
Potensi Penjualan
Potensi besar suatu penjualan tidak hanya dihitung dari jumlah populasinya tetapi juga
dari daya beli dan keinginan pasar. Potensi dari penjualan kita juga harus besar dan
luas. Jika suatu pasar sasaran semakin besar maka semakin besar pula nilainya.
Pasar memiliki proses bertahap dari tumbuh secara perlahan-lahan hingga tumbuh
dengan cepat dan mencapai titik dewasa. Pasar tidak dapat langsung tumbuh secara
cepat pada tahap awal.
Jangkauan Media
Seorang pemasar dapat mencapai pasar sasaran yang terbaik bila ia dapat memilih media
yang tepat untuk dapat memasarkan produknya dan mengenalkannya pada publik.
Faktor-faktor yang harus kita ketahui dan perhatikan menurut Bradley untuk memilih
pasar sasaran yang nantinya akan kita pilih, yaitu:
2. Tipe Produk
Ada dua produk dengan strategi yang berbeda. Pertama adalah differentiated product
atau produk yang terdiferensiasi. Dalam hal ini seorang pemasar dapat melakukan
strategi differentiated atau concentrated marketing yang dapat membuat produknya
berbeda dengan yang lain. Yang kedua adalah low differentiated product yang mana
114
Tidak hanya pasar tetapi produk juga memiliki tahapan-tahapan. Yang pertama adalah
masa perkenalan pasar yaitu produk masih berseragam atau sama. Kedua adalah masa
pertumbuhan produk. Seorang pemasar dapat melakukan sebuah penjualan yang
produknya beraneka ragam. Ketiga yaitu tahap dewasa. Persaingan telah maksimal
sehingga segmen baru yang belum ada sebelumnya harus diciptakan oleh seorang
pemasar agar dapat diterapkannya pemasaran terkonsentrasi. Yang terakhir adalah
tahap penurunan. Dalam tahap ini kita harus berkonsentrasi pada pemasaran
terkonsentrasi yang kita ciptakan agar mendapat keuntungan lebih. Selain itu kita
juga harus mengurangi investasi dan biaya pemasaran dalam tahap terakhir ini.
Strategi yang kita terapkan dapat bersentuhan langsung dan tidak bersentuhan langsung
dengan pesaing. Maksudnya adalah jika kita memilih strategi yang bersentuhan
langsung dengan pesaing maka kita mengambil segmen yang sama dengan pesaing.
Dan jika tidak maka kita memilih segmen yang belum sama sekali diambil oleh para
pesaing. Strategi ini perlu untuk kita perhatikan dalam organisasi yang kita
bangun125.
3. Positioning
125
Dadang Munandar, “Analisis Penentuan Segmen, Target, Dan Posisi Pasar HomeCare di Rumah Sakit Al-Islam
Bandung”, Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol. 6, No. 2, Hal. 236-237
115
3.1. Superioritas
Struktur persaingan yang dialami perusahaan atau produk yang unggul di berbagai
bidang terhadap para pesaingnya. Superioritas adalah keadaan yang sangat idea;,
namun biasanya sangat sulit dicapai.
3.2. Diferensiasi
Perusahaan bertindak lebih rasional yaitu tidak ingin unggul dalam segala hal, tetapi
membatasinya pada satu atau beberapa segi yang superior terhadap pesaing-
pesaingnya.
126
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 131
127 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 130
128
RM. Sigid Noerochmad, S.E, M.M, Strategi Pemasaran 1 (Depok: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013),
Cet.1, Hal.16-17
116
Perusahaan dan produknya sama sekali tidak bisa dibedakan. Audien tidak dapat
membedakan mana yang lebih baik antara produk yang dihasilkan perusahaan A
dengan perusahaan lainnya. 129
Adalah menetapkan harga yang tinggi untuk meraup keuntungan maksimum dari
lapisan demi lapisan segmen yang bersedia membayar harga tinggi ; perusahaan
menghasilkan penjualan yang lebih sedikit tetapi menguntungkan130
Adalah menetapkan harga rendah bagi produk baru untuk menarik sejumlah besar
pembeli dan pangsa pasar yang besar131
2. Memaksimalkan pendapatan
3. Memaksimalkan penjualan
E. Target Pemasaran
Target pasar adalah memilih satu atau beberapa segmen konsumen yang akan menjadi
fokus kegiatan pemasaran dan promosi. Targeting disebut juga dengan selecting karena
audiensi harus diseleksi.132 Pemilihan target pasar tempat perusahaan akan berkompetisi
129
Morissan, M.A., Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Prenadamedia Group, Jakarta,2015, Hal 72-74
130
Philip Kotler Garry Amstrong,Prinsip-prinsip Pemasaran,(Jakarta: Erlangga,2008) 12,4
merupakan bagian penting dri strategi pemasaran dan memiliki implikasi langsung bagi
kegiatan iklan dan promosi. Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk
mengembangkan rencanarencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan
dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan,
1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat
diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya
tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi
133
(1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Untuk dapat bertahan di
dalam industri perusahaan harus mempunyai kekuatan dan perencanaan yang matang .
Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan dari produk tersebut dan apakah pasar yang dituju
benar benar sesuai dengan produk yang telah dihasilkan . Setelah melakukan pemeetaan pasar
atau segmentasi pasar dan strategi penetapan harga produk baru kita mengetahui siapa saja
target target yang akan dituju:
Dengan desain yang feminim dan lucu Emina menjangkau kalangan para remaja
yang baru mencoba-coba merawat dirinya atau para perempuan dewasa yang suka
dengan sesuatu yang unik,simpel, tapi tetap murah di kantong.
2. Orang yang tinggal di kota-kota besar atau dekat dengan pusat perbelanjaan
Karena Emina banyak membuka gerainya di banyak pusat perbelanjaan maka tidak
jarang orang-orang yang tinggal di perkotaan memakai produk ini, karena produk
tersebut mudah dijangkau.
Dengan harga yang ramah di kantong jadi semua kalangan bisa membeli produk ini.
Walaupun harga miring tapi tidak meragukan kualitas yang diberikan oleh perusahaan.
4. Beauty Vlogger
Banyak sekali orang yang menjadi beauty vlogger atau beauty influencer saat ini.
Pekerjaan mereka adalah merivew,mencooba setiap ada produk-produk kosmetik baru
dan merekomendasikan kepada para followersnya.
133
Rina Rachmawati, 2011,”Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap Peningkatan Penjualan (Sebuah Kajian
terhadap Bisnis Restoran),vol 2,no.2
118
BAB VII
Definisi lain yang menjelaskan konsep MPR adalah dari Thomas L. Harris yang
menyatakan bahwa marketing public relations merupakan strategi dan implementasi yang
134Ruslan, Rosady. 2016. Manajemen Publik Relation dan Media Komunikasi Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers. Halaman
245.
119
Konsep marketing public relations secara garis besar digambarkan melalui tiga cara
(Three Ways Strategy), yang terdiri dari:
1) Push Strategy
Push Strategy merupakan strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar brand
atau produk mereka bisa sampai ke konsumen. Contohnya secara umum yakni
penjualan produk secara langsung melalui showroom.
2) Pull Strategy
Pull strategy merupakan usaha membangun loyalitas brand dan membuat konsumen
kembali membeli produk brand tersebut. Cara yang digunakan oleh strategi ini juga
tergolong cukup umum, diantaranya dengan melakukan promosi melalui media iklan.
3) Power Strategy / Pass Strategy
Strategi ini bertujuan untuk membujuk dan mewujudkan opini masyarakat yang
positif. Cara yang digunakan dalam strategi ini salah satunya dengan menggelar event
atau sponsorship.
Faktor - Faktor Marketing Public Relations
Kotler dalam Ruslan (2016) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang
menyebabkan marketing public relations dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Bertambahnya biaya promosi periklanan yang tak imbang dengan hasil keuntungan
yang didapat dan keterbatasan tempat
2) Kompetisi yang ketat dalam publikasi dan promosi
3) Perubahan selera konsumen yang terjadi secara sangat cepat dalam jangka waktu
singkat
4) Menurunnya minat dan atensi konsumen terhadap iklan yang disebabkan oleh pesan
dalam iklan cenderung berlebihan yang membuat para konsumen tak tertarik untuk
melihat iklan tersebut.
135Perbawasari, S., Sjuchro, D. W., Setianti, Y., Nugraha, A. R., Hafiar, H. Government Marketing Public Relations Strategy
in Preparing Halal Tourism in Priangan Region. 35 (1). 2019. Halaman 97.
120
Tak hanya itu, ada faktor lain yang harus diperhatikan oleh seorang praktisi marketing public
relations dalam memberikan layanan terhadap konsumennya agar terciptanya kepuasan
konsumen. Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1) Percaya diri
2) Disiplin tinggi
3) Rasa memiliki dan loyalitas
4) Sikap dan penampilan diri
5) Dedikasi
6) Komunikatif
7) Understanding or Knowing the Customer (Memahami atau mengatahui kebutuhan
dan keinginan konsumen)
8) Tangibles
Kelebihan Marketing Public Relations
Marketing public relations dianggap cukup efektif dan efisien dalam mencapai
publisitas tinggi dan menyebarkan informasi atau pesan. Hal ini dapat dilihat melalui
kampanye yang menggunakan iklan memerlukan space media untuk menayangkan iklannya
sehingga cenderung membutuhkan biaya yang lebih banyak, sedangkan kampanye yang
menggunakan marketing public relations tak perlu membeli space media untuk menayangkan
kampanye tersebut.
Dalam beberapa kasus, marketing public relations juga memiliki keuntungan karena
dapat memmengaruhi secara persuasif dan mendidik masyarakat tentang suatu produk atau
layanan atau ide. Banyak perusahaan yang beralih ke marketing public relations karena
melihat kelebihan ini, mendukung promosi perusahaan dan produk serta pembangunan citra
perusahaan atau produk secara langsung.
121
Menurut Kotler dalam Ruslan (2016), dalam usaha menggapai tujuan suatu
perusahaan atau organisasi, marketing public relations memiliki beberapa peranan penting,
peranan tersebut adalah sebagai berikut:
kredibilitas perusahaan atau produk.136 Manfaat atau keunggulan produk yang dipromosikan
melalui marketing public relations proaktif dibuat oleh media dengan editorial atau penyiar
sehingga kredibilitas pun meningkat. Kefektifan marketing public relations proaktif sangat
ditentukan oleh faktor kredibilitas.
Marketing public relations proaktif juga memiliki peran utama. Peran utama tersebut
yaitu:
Jika kita membahas konsep strategi pemasaran, di dalamnya kita juga akan membahas
bauran pemasaran atau yang lebih sering disebut sebagai marketing mix. Marketing mix
dikenalkan oleh Jerome McCarthy dengan konsep 4P (product, price, place, dan promotion).
Konsep ini akan menjadi rujukan jika seseorang/badan/lembaga akan melakukan pemasaran.
Menurut Hermawan Kertajaya (2006:18), marketing mix merupakan cara dalam
menggabungkan tawaran, perlengkapan (logistik), dan komunikasi produk atau jasa. Tidak
hanya membuat penawaran yang menarik, anda juga harus memikirkan taktik paling tepat
untuk mendistribusi dan mempromosikan barang/jasa.137
4P menggambarkan pandangan penjual terhadap perangkat pemasaran yang tersedia
untuk mempengaruhi pembeli. Dari sudut pandang pembeli, setiap perangkat pemasaran
136 Ali, Dini Salmiyah Fithrah. 2017. Marketing Public Relations - Diantara Penjualan dan Pencitraan. Yogyakarta:
Deepublish. Halaman 54.
137
Hermawan Kertajaya, Hermawan Kertajaya on Marketing Mix, Mizan, Bandung, 2006, Hlm. 18
123
dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan (Retno Budi, 2016:15)138. Berikut
pemaparan mengenai konsep 4P dalam pemasaran produk:
Produk merupakan elemen terpenting dalam menjalankan suatu pemasaran. Produk adalah
penentu bagi elemen marketing mix lain seperti penentuan harga, promosi, dan kegiatan
distribusi. Pemasar perlu memerhatikan lima tingkatan produk yang membentuk sebuah
hierarki nilai pelanggan.
138
Retno Budi, Bahan Ajar Manajemen Perusahaan, STIE Multi Data Palembang, Palembang, 2016, Hlm. 15
124
Intinya, produk merupakan solusi bagi para konsumen karena produk memenuhi segala
masalah (kebutuhan).
Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kalinya, yaitu di saat:
Harga mempunyai peranan yang amat penting termasuk dalam hal pertukaran
pemasaran (marketing exchange). Terdapat empat ragam dasar dari biaya konsumen
(consumer cost), yaitu: waktu, uang, aktivitas kognitif dan usaha prilaku. Biaya-biaya
atau pengorbanan yang ditambahkan atau diperbandingkan dengan nilai atau manfaat
produk yang ditawarkan merupakan metode mudah untuk menetapkan arti harga bagi
konsumen3
Di sisi lain, pemasar juga mengeluarkan biaya bisnis seperti promosi, riset
pemasaran, distribusi, dan biaya produksi. Dari biaya yang dikeluarkan ini lah pemasar
menghitung keuntungan yang akan didapat. Harga memiliki dimensi yang dapat diukur
menjadi tiga indikator, antara lain:
2) Daya saing harga, yaitu ketika konsumen membandingkan harga suatu produk
dengan harga [Link] harga dengan manfaat, maksudnya adalah
konsumen mengharapkan harga sesuai dengan manfaat produk yang dibayarkan.
Suatu harga yang ditetapkan oleh pemasar untuk pasaran tentu memiliki tujuan.
Tujuan tersebut antara lain:
1) Mendapatkan posisi pasar
2) Mencapai kinerja keuangan
3) Penentuan posisi produk
4) Merangsang permintaan
5) Memengaruhi persaingan
125
2) Memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan
non fisik. Maksudnya adalah adanya aliran kegiatan yang diantara lembaga-
lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran.
3
Putri, Budi Rahayu, 2017, Manajemen Pemasaran, Universitas Udayana, Bali, Hlm. 103
Untuk menunjang segala aktivitas penyaluran barang, perusahaan harus bekerja sama
dengan berbagai middleman atau dapat dikatakan sebagai perantara. Yang dimaksud
dengan perantara adalah perusahaan atau individu yang menghubungkan barang dari
produsen hingga ke tangan konsumen, baik konsumen industri maupun konsumen akhir.
Middleman terbagi atas:
Promosi dapat memudahkan seorang calon pembeli mendapatkan informasi. Salah satu
tujuan kegiatan promosi produk baru adalah membantu pembeli mempelajari produk
tersebut.
139 “Analisis Pengaruh Product Quality, Price dan Promotion Terhadap Purchase Intention Mobil Toyota Alphard Di
Surabaya”, Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol. 3, No. 1, 2015, Hlm. 3
127
Berkomunikasi dengan para pembeli setelah mereka membeli suatu produk adalah suatu
kegiatan promosi yang penting. Contoh komunikasi purna jual antara lain, kunjungan
kembali wiraniaga, iklan-iklan yang menekankan kemampuan pelayanan perusahaan,
dan dorongan yang diberikan kepada pemakai untuk mencari informasi atau
melaporkan masalah-masalah.
C. DIGITAL MARKETING
140
John Cashman, Big Book of Digital Marketing, (New Jersey : Digital Firefly Marketing, 2014). hlm. 37.
128
Konten Marketing
Konten marketing merupakan suatu proses menciptakan video, artikel, e-book, atau
bentuk lain untuk menampilkan dan memasarkan bisnis atau brand. Buat konten lalu
pasarkan menggunakan media digital, salah satunya website seperti Google.
Konten marketing yang baik adalah konten marketing yang bisa menciptakan Snowball
Effect dari digital marketing yang dilakukan141,
141
Ibid
142
Ibid. hlm. 42.
143
Seth Goding, Purple Cow Transform Your Business by Being Remarkable, (United Kingdom : Portolio, 2003). hlm. 1.
129
menentukan anda berhasil atau tidak, tetapi jika mengikuti formula diatas dengan baik, maka
kecil kemungkinan anda tidak berhasil144.
Menurut buku ini dibahas bahwa 7p diatas tidaklah cukup, dalam buku ini akan
membahas “p” yang baru dalam marketing.
144
Ibid. hlm. 2.
145
Ibid
146
Francesca James, 50 Shades of Digital Marketing, (Kopenhagen : Bookboon, 2013). hlm. 12.
147
Ibid. hlm. 13.
130
untuk asset digital mereka, tetapi juga bisa bergabung sehingga setiap asset mendapatkan
keuntungan dan membantu memanfaatkan, serta aset-aset lain akan memenangkan digital
marketing148.
Mobile Marketing
Masyarakat saat ini semakin suka menggunakan ponsel pintar mereka, perangkat kecil
yang dilengkapi teknologi-teknologi canggih menyebabkan candu bagi penggunanya, tentu
ini adalah peluang besar bagi para pemasar jika dapat memanfaatkan fenomena ini149.
Proses
Mobile marketing yang efektif adalah siklus dari penemuan. Seperti gambar dibawah ini,
sebuah proses memang ada untuk mobile marketing yang efektif150.
1. Peluang
148
Ibid. hlm. 16.
149
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 209.
150
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 209.
131
Kehadiran ponsel seluler menjadi peluang besar bagi para pemasar dalam dunia digital, tetapi
tetap banyak tantangan yang ditemukan151.
2. Mengoptimalkan
Pada tahap ini akan membahas tentang naik turunnya situs mobile dan aplikasi, ini akan
mencakup tentang pertimbangan anda mengenai strategi mobile anda. Disini juga akan
mempelajari tentang pengembangan aplikasi dan juga jenis aplikasi yang dapat dibuat di
berbagai platform152.
3. Mengiklankan
Mempelajari banyak cara baru untuk menjangkau pelanggan di perangkat seluler mereka153.
4. Menganalisis
Seperti layaknya iklan pada umumnya, anda harus menggunakan analitik untuk melihat
pencapaian anda. Tahap terakhir adalah bagaimana anda mencakup dari perspektif pemasaran
seluler. Karena salah satu hal hebat dari pemasaran seluler adalah hal itu sangat terukur154.
Digital marketing telah memperkenalkan seperangkat keterampilan baru untuk pemasar
yang tidak selalu berhasil masuk kelas. Sementara hampir 60 persen pengusaha mencari
keterampilan digital marketing155.
Dalam buku “Building a public relations definition” Menurut Rex F. Harlow, Public
Relations adalah Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen khusus yang membantu
membangun dan menjaga jalur komunikasi, saling pengertian. penerimaan dankerja sama
151
Ibid.
152
Ibid.
153
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 210.
154
Ibid.
155
Zahay, D., Altounian, D., Pollitte, W., & James, J. (2019). Effective Resource Deployment in Digital Marketing
Education. Marketing Education Review, 29(3), 182–192.
132
antara suatu organisasi dan publiknya; melibatkan pengelolaan masalah atau masalah;
membantu manajemen untuk mendapatkan informasi dan responsif terhadap opini publik;
mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan
publik; membantu manajemen mengikuti perkembangan dan secara efektif memanfaatkan
perubahan, berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk membantu mengantisipasi tren;
dan menggunakan penelitian dan komunikasi yang sehat dan etis teknik sebagai alat
utamanya.
Selain itu menurut Frank Jefkis dalam buku nya “Public Relations merupakan semua
bentuk komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar antara suatu organisasi
dengan khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan – tujuan spesifik pada saling pengertian”
Semakin berkembangnya Teknologi pada saat ini hampir seluruh pekerjaan di lakukan
menggunakan internet, mulai dari pengiriman surat, berbicara dengan individu lain maupun
dari satu instansi ke instansi lain dan juga penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan
media internet. Penyebaran informasi ini dilakukan oleh Public Relations atau PR di suatu
instansi. Hal ini disebut dengan digital public relations.
Digital Public relations merupakan suatu konsep baru yang digunakan oleh
manajemen reputasi perusahaan. Praktik Digital PR ini merupakan salah satu bagian dari
kegiatan Hubungan Masyarakat yang di adaptasi dari penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi bagi perusahaam. Tidak satu dua perusahaan yang telah melakukan hal ini tetapi
sudah banyak perusahaan dalam tingkat nasional maupun internasional yang menerapkan
Digital Public Relations ini dalam perusahaannya seperti bank, pemerintahan maupun non
pemerintah dan institusi swasta lain yang memiliki website di halaman web di internet.
Bahkan media pemberitaan seperti koran dan majalah juga memiliki website dan media
sosial. Pentingnya penyebaran informasi digital begitu dirasakan setiap perusahaan atau
pemerintah sehingga kesadaran untuk memenuhi kebutuhan informasi pada media tersebut
perlu diterapkan pengelolaan yang sesuai dalam penerapannya.
Mengingat sifat dinamis dari komunikasi online, mereka yang bertanggung jawab
untuk digital Public Relations perlu mencerminkan sikap yang fleksibel untuk memastikan
setiap masalah yang diidentifikasi oleh pemantauan yang berkelanjutan dapat ditangani
dengan segera tanpa menciptakan situasi krisis.
Dalam penggunaan istilah digital Public Relations sendiri sebenarnya terdapat banyak
istilah lain yang digunakan namun tetap merujuk kepada pemahaman yang sama mengenai
133
Digital Public Relations seperti istilah new media (media baru), cyber Public Relations,
electronic Public Relations (e-PR), online Public Relations, Public Relations 2.0, hubungan
masyarakat online (humas online). Meskipun banyak istilah lain yang digunakan oleh
berbagai praktisi PR, namun terlepas dari hal tersebut penggunaan istilah tersebut memiliki
pemahaman yang serupa yakni pemanfaatan media internet bagi praktisi PR dalam
melaksanakan peran, tugas dan praktik kehumasan perusahaan maupun instansinya.
Bob Julius Onggo memiliki buku judul Cyber Public Relations akan tetapi dalam
kontennya menggunakan istilah e-PR yang didefinisikan “e” sama halnya “e” sebelum mail
dan commerce yang mengacu pada penggunaan media internet yang dimanfaatkan untuk
membangun merek (brand) dan kepercayaan (trust) (Onggo, 2004: 1)
Menurut Bob J. Onggo (2004:1) pengertian inisiatif PR atau Public Relations yang
menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya, inisiatif PR ini di Indonesia lebih
dikenal dengan istilah Cyber Public Relations. Namun dalam bukunya menggunakan istilah
yang disingkat menjadi E-PR. Kalau diuraikan secara lebih spesifik E-PR adalah :
a. E adalah electronic. Elektronik di dalam E-PR sama seperti halnya huruf “e”
sebelum kata mail atau commerce yang mengacu pada media 24 elektronik
internet. Berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, elektronik disini diibaratkan
sebagai digital.
b. P adalah public. Publik disini mengacu bukan sekedar publik secara umum,
namun pasar konsumen. Publik juga tidak hanya mengacu pada satu jenis pasar
konsumen, namun pada berbagai pasar atau public audience.
c. R adalah relations. Relasi merupakan hubungan yang harus dipupuk antara pasar
dan bisnis. Itu merupakan kunci pasar agar suatu bisnis berhasil. Menariknya,
melalui media internet hubungan yang sifatnya oneto-one dapat dibangun dalam
waktu yang cepat kerena sifat internet yang interaktif. Hal ini berbeda dengan
publik konvensional, yang dimana praktisi PR harus menjangkau mereka dengan
sifat one-to-many
Menurut Jannet Gifford dalam Jurnal nya menyampaikan dengan ada nya digital PR
ini dengan cepat menjadi salah satu landasan strategi kompetitif dan efektif selain itu dengan
ada nya digital PR ini PR dengan mudah mempromosikan berita mengenai program apapun
yang mereka miliki mengenai perusahaan atau penjualan yang mereka lakukan dan akan
134
menjangkau jutaan orang yang mencari informasi online setiap hari nya dengan cara
mengakses di internet saja.
Mengingat sifat dinamis dari komunikasi online, mereka yang bertanggung jawab
untuk digital Public Relations perlu mencerminkan sikap yang fleksibel untuk memastikan
setiap masalah yang diidentifikasi oleh pemantauan yang berkelanjutan dapat ditangani
dengan segera tanpa menciptakan situasi krisis.
Ada banyak faktor penggunaan dari digital public relations yaitu karena
perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak memungkinkan seorang Praktisi Publik
Relations melakukan penyebaran informasi melakukan cara tradisional hal itu akan
membuang waktu, uang dan tenaga dengan hasil yang tidak seberapa. Dengan penggunaan
alat ini makan akan menghemat waktu, uang dan tenaga selain itu juga bisa menciptakan
metode komunikasi baru yang lebih efektif bagi pelanggan, karyawan, investor, media dan
masyarakat umum. Kreatifitas dan keterampilan Public Relations yang di gabungkan dengan
keahlian dan pemahaman komuter maka akan membangun citra positif dari perusahaan. Hal
ini yang harus diperhatikan oleh praktisi Public Relation yaitu ketika mereka telah
memutuskan untuk menggunakan platform digital sebagai aktifitas kehumasannya seperti
menyebarluaskan informasi mengenai perusahaan dan pengembangan citra perusahaan
maupun brand ia harus konsisten untuk terus memperbaharui timeline di akun digital nya. Di
karenakan ketika seorang praktisi Public Relations tidak memperbaharui timeline di akun
digital yang di gunakan hal ini akan mempengaruhi pengetahuan audience mengenai
perusahaan maupun brand terbaru di perusahaan tersebut.
Dalam pengunggahan timeline di media digital seorang praktisi Public Relations perlu
memiliki konten dan isi yang menarik hal ini akan menimbulkan ketertarikan bagi publik
untuk membaca apa yang telah praktisi publikasi.
Selain ini perlu adanya komunikasi dua arah dengan konsumen untuk menciptakan
engagement sehingga akan lebih mudah untuk membangun kepercayaan maupun pengaruh
persuasif kepada khalayak luas.
Wardah merupakan salah satu brand produk kecantikan yang ada di Indonesia. Brand
Wardah diluncurkan oleh perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI).
Yang
membedakan brand produk kecantikan ini dengan brand produk kecantikan lainnya ialah
kampanye yang diluncurkannya, yakni “Halal dari Awal”. Kampanye ini
mengajak
perempuan di Indonesia untuk bangga dan membagikan pengalaman mereka menggunakan
produk kecantikan yang halal di media sosial dengan tagar #HalalDariAwal.
Bahan - bahan yang terkandung dalam produk kecantikan brand Wardah adalah bahan
baku yang halal dan aman bagi kulit untuk digunakan, khususnya bagi
muslimah di
Indonesia. Marketing public relations dalam kampanye “Halal dari Awal” produk Wardah ini
meyakinkan perempuan di Indonesia bahwa produk Wardah halal untuk
digunakan dan
tentunya secara tak sadar memengaruhi perempuan di Indonesia untuk membeli
produk
kecantikan yang halal, yakni produk dari brand Wardah
Wardah merupakan salah satu brand produk kecantikan yang ada di Indonesia. Brand
Wardah diluncurkan oleh perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI).
Yang
membedakan brand produk kecantikan ini dengan brand produk kecantikan lainnya ialah
kampanye yang diluncurkannya, yakni “Halal dari Awal”. Kampanye ini
mengajak
perempuan di Indonesia untuk bangga dan membagikan pengalaman mereka menggunakan
produk kecantikan yang halal di media sosial dengan tagar #HalalDariAwal.
Bahan - bahan yang terkandung dalam produk kecantikan brand Wardah adalah bahan
baku yang halal dan aman bagi kulit untuk digunakan, khususnya bagi
muslimah di
Indonesia. Marketing public relations dalam kampanye “Halal dari Awal” produk Wardah ini
meyakinkan perempuan di Indonesia bahwa produk Wardah halal untuk
digunakan dan
136
Kali ini penulis akan memaparkan bagaimana produk kosmetik wardah memasarkan
produknya sesuai konsep marketing mix (product, price, place, promotion).
1) Strategi produk
Wardah memiliki banyak sekali varian produk dari mulai make up, skin care, hingga
beauty lounge. Untuk variasi make up
yang dimiliki wardah dapat dikatakan
lengkap dari mulai base make up seperti
BB cushion, two way cake, primer,
foundation, concealer, bedak, blush on,
eyebrow kit, mascara, eye liner, eye
shadow, hingga lipstick dan lip tint
seperti pada gambah di samping ini yang
menampilkan Wardah Instaperfect
S Sumber: [Link]
e
ries. Ada series wardah yang lain seperti
Everyday Series, Lominous Series,
137
Untuk variasi skin care, wardah juga memiliki banyak series seperti, Nature Daily,
Lightening Series, C-Defense Acnederm Series, White Secret, Renew You, dan series
Perfect Bright yang baru saja rilis beberapa bulan lalu.
2) Strategi Harga
Sumber: [Link]
Sumber: [Link]
Wardah merupakan brand kosmetik lokal yang semakin melejit namanya karena
banyak varian series dengan harga yang bisa dikatakan terjangkau. Namun kembali
lagi kepada series yang akan konsumen beli, ada series yang menjual dengan harga
yang cukup mahal dan ada pula yang terjangkau. Seperi halnya pada produk Wardah
Lightening BB Cream yang dibanderol pada angka Rp20.000,- dan Wardah
Proffesional Kit yang dibaderol Rp800.000,-
3) Strategi distribusi
Sejak diluncurkannya Wardah di Indonesia yang menarik calon konsumen karena
dicap sebagai kosmetik halal, Wardah menjadi incaran kaum wanita.
Pendistribusiannya pun banyak dari mulai hampir seluruh supermarket, minimarket,
toko kosmetik (outlet), hingga banyak pemasar yang menjual produk wardah di
platform online.
4) Strategi promosi
138
Strategi promosi biasanya dilakukan oleh distributor wardah, bukan oleh perusahaan
wardah sendiri. Seperti yang dilakukan Matahari Departement Store yang sering
melakukan promosi dalam penjualan produk Wardah,
Dalam hal ini tentunya Wardah menggunakan Digital Marketing dalam pemasaran
produknya, bisa dilihat dari caranya yang melalui media sosial untuk memasarkan dan
memperkenalkan produk-produk dari Wardah tersebut.
Wardah mencari peluang agar dapat memasarkan produk mereka ke khalayak luas
namun tidak mengeluarkan biaya yang berlebih dalam produksinya.
Dengan hal ini Wardah berhasil meningkatkan PTAT (people talking about this) dengan
cara mencari pembahasan-pembahasan melalui media sosial lalu memperbaruinya di Wardah,
dalam hal ini Wardah menggunakan Facebook Fans sebagai sarananya menjalankan Digital
Marketing.
Selain itu wardah juga menggunakan digital public relations sebagai taktik
pemasarannya, seperti website, Instagram, Youtube dan beberapa media yang di gunakan
oleh wardah.
139
Hal ini membuktikan praktisi Public Relations pada wardah memberikan informasi
kepada khalayak luas di berbagai media platform hal ini bertujuan untuk membangun citra
perusahaan maupun produk dari wardah sendiri.
Dengan update timeline yang rutin hal ini akan menimbulkan efek penjualan yang
meningkat tak hanya itu pesan dari perusahaan juga dengan mudah sampai kepada
masyarakat. Tanpa perlu mengeluarkan uang, tenaga dan waktu yang lama pesan pun sampai
kepada masyarakat luas.
140
BAB VIII
AGILE WORK
A. Mengenal Agile
Agile adalah sebuah metode yang bisa membantu kerja tim agar lebih efektif dan
efisian juga membuat pekerjaan lebih baik lagi. Metode dan metodologi ini membahas semua
yang ada pada bidang rekayasa perangkat lunak tradisional, termasuk manajemen proyek,
desain dan arsitektur perangkat lunak, dan peningkatan proses. Masing-masing metode dan
metodologi tersebut terdiri dari praktik yang disederhanakan dan dioptimalkan untuk
membuatnya semudah mungkin untuk dimengerti dan dilakukan.156
Agile juga merupakan salah satu teknik didalam mencapai suatu tujuan di bisnis
online, dengan menggunakan konfigurasi dan arsitektur Agile diharapkan suatu usaha yang
bergerak di bisnis online dapat memperluas cara pandang mereka agar usahanya dapat
berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan157
'Agile' adalah istilah kolektif untuk metodologi (dan praktik) yang telah muncul
selama dua dekade terakhir untuk meningkatkan relevansi, kualitas, fleksibilitas, dan nilai
bisnis dari solusi perangkat lunak158 Pendekatan manajemen adaptif ini secara khusus
dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang secara historis mengganggu pengembangan
perangkat lunak dan kegiatan pemberian layanan di industri TI, termasuk kelebihan anggaran,
tenggat waktu yang terlewat, hasil berkualitas rendah, dan pengguna yang tidak puas.
Agile sendiri merupakan pola pikir, dimana pola pikir yang tepat akan membawa
perubahan yang besar dari segi keefektifan kerja tim. Pola pikir ini membantu orang-orang di
tim berbagi informasi satu sama lain, sehingga mereka dapat membuat keputusan proyek
yang penting bersama — alih-alih memiliki manajer yang membuat semua keputusan itu
sendirian. Pola pikir agile adalah tentang membuka perencanaan, desain, dan perbaikan
proses untuk seluruh tim. Tim agile menggunakan praktik dengan cara di mana setiap orang
156
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 5
157
Wulan,[Link] Konfigurasi Model Analisis Arsitektur Agile pada perusahaan Bisnis IT [Link] 1
158
Cooke,Lynn [Link] power of the agile business analyst second edition,IT Governance Publishing
141
berbagi informasi yang sama, dan setiap orang di tim memiliki suara dalam bagaimana
praktik itu diterapkan.159
Berbagai cara digunakan oleh perusahaan untuk dapat mengambil setelah keadaan
waktu ekspresi. Saat ini, perusahaan sirkuler telah datang ke perdagangan online, telah
terlihat dari banyak situs web yang digunakan oleh klien perdagangan online dengan
kerangka kerja angsuran dan pengaturan alat angkut mereka. Dimulai dari COD (Cash
Arrange Conveyance), tukar atau dengan memanfaatkan web yang mengelola akun. Semakin
banyak tamu mengunjungi lokasi perdagangan online, semakin favorit lokasi yang dipilih
oleh mereka. Setup dan Engineering Spry menyediakan administrasi yang dapat diandalkan
dan beradaptasi yang sangat vital bagi perusahaan besar untuk dapat bertahan lebih lama
melalui kompetisi dan untuk mendapatkan manfaat yang berkualitas. Untuk pelajaran tinggi
atau perusahaan tingkat tinggi, kemajuan tangkas dapat digambarkan dengan strategi
kemajuan yang berpusat pada orang dan program intuitif dan kolaborasi pembeli. Mereka
menghargai perubahan yang tidak terhindarkan memang kemajuan program yang sangat
berharga itu adalah peningkatan ketangkasan teknik yang dapat dikoordinasikan dan
dipelihara.
Dalam periode globalisasi saat ini, bagian dari inovasi data telah bergerak dari yang
semula hanya digunakan sebagai instrumen untuk mendukung operasi perusahaan, menjadi
katalisator untuk perubahan fundamental dalam struktur, operasi dan administrasi
perusahaan. Ini bisa karena kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya,
membuat pilihan kemajuan, memajukan koneksi klien, dan membuat aplikasi teknik modern
159
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 5
160
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 6
142
(Turban et al, 2005).(2) Mengelola industri akun adalah salah satu industri yang telah
membuat inovasi data sebagai fasilitator utama dari latihan perdagangannya. Inovasi data
kembali telah mengubah model perdagangan perbankan dalam rangka mengelola akun yang
jauh lebih mahir dan memiliki administrasi yang jauh lebih cepat, terbuka secara efektif, yang
dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dalam perluasan, dengan mendukung inovasi
informasi, menyimpan uang juga dapat menciptakan berbagai jenis barang dan administrasi,
seperti internet menyimpan uang, menyimpan uang serbaguna, dan lainnya.161
1. Iterasi yang cepat dan pengiriman software yang befungsi secara regular memastikan
kepuasan pelanggan.
2. Perubahan yang telat dapat ditangani dengan mudah dan juga diterima secara terbuka.
6. Setiap anggota tim pengembang adalah orang yang berkomitmen dan bermotivasi
tinggi serta kompeten dan dapat dipercaya.
Pendekatan dengan agile software menjadi semakin populer beberapa tahun belakangan
ini. Agile ini telah mengembangkan praktek dengan maksud untuk memberikan software
161
Mahendra,Irfan [Link] Development Methods Dalam Pengembangan Sistem Informasi Pengajuan Kredit
Berbasis [Link] Teknologi dan [Link] [Link] 13
162
Ependi, Usman, “Pengembangan E-Trace Alumni dengan Menggunakan Pendekatan Metode Agile”, No.1979-2328,
Hal. D237.
143
yang lebih cepat dan untuk meyakinkan jika software sudah bertemu dengan perubahan
kebutuhan pelanggan. 163
Pengembangan Agile software membutuhkan inovasi dan responsif, berdasarkan pada hasil
dan berbagi pengetahuan dalam tim pengembangan dan dengan pelanggan. Pengembang
agile software memanfaatkan kekuatan pelanggan, pengguna, dan pengembang, menemukan
proses yang cukup untuk menyeimbangkan kualitas dan kelincahan.164
B. Metode Agile
Metode Agile muncul pertama kali di pertengahan tahun 1990 sebagai bagian dari
reaksi “heavyweight methods” ( bisa juga disebut plan – driven methodologies) seperti
model air terjun. Proses heavyweight dipandang lambat dan tidak konsisten dengan
kebutuhan bisnis. Awalnya metode agile disebut dengan “lightweight methods” tetapi
kemudian di tahun 2001 anggotanya memutuskan untuk memberi nama ‘Agile Methods’165
Beberapa orang membentuk sebuah organisasi nirlaba yang disebut Aliansi Agile. Organisasi ini
didirikan sebelum tahun 2002 dimana didalamnya termasuk Scrum (1986), Crystal Clear,
Extreme Programming, Pengembangan Software Adaptive, Feature-Driven Development,
dan DSDM. XP diciptakan pada tahun 1996 oleh Kent Beck sebagai cara untuk
menyelamatkan proyek Chrysler Comprehensive Compensation (C3) .Tujuan dari proyek ini
adalah untuk menggantikan beberapa aplikasi penggajian Chrysler Corporation dengan
sistem tunggal.166
Ada beberapa metode yang dapat diklasifikasikan sebagai pengembangan dari agile
software ini adalah :167
163
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 69.
164
Larman Craig, Agile and Iterative Development: A Manager's Guide, Addison-Wesley Professional, 2003.
165 Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In Open source Development”,
(New York : Information Science Reference, 2009) Hal. 4
166
Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In Open source Development”,
(New York : Information Science Reference, 2009) Hal. 4
167
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 69.
144
• Pemodelan Agile,
• Kristal,
• SCRUM dan
5. Orang-orang bisnis dan pengembangnya bekerja sama setiap hari pada seluruh
proyek.
168
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 70.
169
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 70-71.
145
8. Hasil terbaik muncul pada tim yang dapat mengorganisir diri sendiri.
12. Tim merefleksikan dengan teratur dimana dan bagaimana cara meningkatkannya.
C. MOTIVASI
Metodologi pengembangan agile ialah suatu solusi untuk menantang kesulitan serta
kegagalan yang dihadapi oleh kelas tradisional atau kelas berat atau metode yang berorientasi
pada rencana. Dengan karakteristik perkembangan metodologi agile ini, para pengembang
akan mencoba untuk mengembangkan software dengan cepat tanpa kompromi atas
persyaratan dan kualitasnya.170
D. KARAKTERISTIK
1. Ringan
Agile metode ini lebih mudah digunakan daripada metode kelas tradisional, karena
mereka memasukkan lebih sedikit instruksi ketika menganalisis, merancang, atau
mengimplementasikan persyaratan software.
2. Adaptif
Metodologi kelas berat untuk estimasi software dan perencanaan proyek akan berfungsi
jikalau syaratnya diidentifikasi dengan jelas dan tidak berubah. Namun di beberapa
banyak proyek, persyaratan itu akan berubah selama masa hidup mereka, oleh karena
itu, pengembang membutuhkan metode yang adaptif . metode agile ini dapat
merespons dengan cepat terhadap perubahan, karena mereka mengganggap
perubahan itu sebagai aturan bukan pengecualian.
170
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 71.
171
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 72-73
146
3. Iteratif/Bertahap
4. Koperasi
5. Mudah
Metodenya mudah dipelajari, dan dimodifikasi, dan juga didokumentasikan dengan baik.
Situs web [Link] memberikan pengantar dan dokumentasi yang
sangat baik tentang pengembangan software yang tangkas.
Kemampuan pendekatan Agile untuk memberikan hasil nyata adalah kekuatan dan
eksposur terbesarnya. Organisasi sering menjadi begitu bersemangat tentang efektivitas
pendekatan Agile sehingga mereka menjadi puas dengan bahaya. Untuk organisasi yang telah
dibakar oleh kekecewaan yang dapat diverifikasi dalam usaha IT mereka, kapasitas untuk
menjalankan program komputer pada premis adat dapat dihidupkan kembali, hampir
menawan. Administrasi dan staf cenderung menganggap Spry sebagai 'obat semua' untuk apa
147
yang telah menyiksa industri program secara nyata. Mereka sering begitu bersemangat oleh
hasil yang tidak salah dari proyek perangkat lunak Keluwesan mereka sehingga mereka tidak
berhenti untuk mempertimbangkan di mana pendekatan ini mungkin hilang.
Jika Anda berpikir untuk menerapkan pendekatan yang gesit, mungkin Anda pernah
mengalami masalah ini atau yang serupa:
[Link] mendapatkan sebagian besar jalan melalui proyek Anda dan bam - persyaratan utama
berubah.
[Link] mulai dengan kesepakatan tentang arsitektur atau desain tingkat tinggi, tetapi
kemudian menyadari bahwa perjanjian tidak cukup untuk masalah yang dihadapi sekarang.
[Link] tidak dapat merilis apa pun pada tanggal rilis yang diinginkan, atau bahkan berminggu-
minggu kemudian. Semuanya dilakukan sebagian dan tidak ada yang dilakukan
sepenuhnya.172
Pendekatan sigap dapat membantu Anda menyelesaikan masalah ini dan banyak lagi.
Tapi pendekatan tangkas seperti apa yang harus Anda manfaatkan? Beberapa orang
bersumpah dengan tegas, sering kali dalam bentuk Scrum. Beberapa orang bersumpah
dengan kanban. Yang lain mengatakan, "Agile tidak bekerja. Tidak pernah melakukannya.
Tidak akan pernah."
Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai,
tetapi secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet
spot," yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil colocated yang bekerja pada sedikit, tidak
kritis, bidang hijau, usaha program in-house. dengan desain yang stabil dan aturan
administrasi dasar173 Pemanfaatan sigap pada usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif
mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru di mana arah yang jelas tidak dapat diakses.
Ada bentrokan antara standar agile dan kemajuan program komputer konvensional dalam
172
Rothman,[Link] your successful agile project,pragmatic bookshelf
173
Petit,Yvan dan Bryan [Link] Approaches on large project in Large Organization, Project Management
Institute
148
organisasi birokrasi yang ekspansif. Organisasi sedang menguji, seperti yang ditunjukkan
oleh ketidakkekalan yang luar biasa dari reaksi terhadap sebagian besar pertanyaan umum
yang disajikan dalam renungan ini. Secara normal, organisasi ekspansif telah menggunakan
sigap pada usaha ekspansif selama tiga tahun yang lama. Dengan perpanjangan panjang
normal satu setengah waktu yang lama, sejumlah besar organisasi telah selesai karena hanya
ada sedikit usaha sigap yang ekspansif.
Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai,
tetapi secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet
spot," yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil colocated yang bekerja pada sedikit, tidak
kritis, bidang hijau, usaha program in-house. dengan desain yang stabil dan aturan
administrasi dasar. Pemanfaatan sigap pada usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif
mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru di mana arah yang jelas tidak dapat diakses.
Ada bentrokan antara standar agile dan kemajuan program komputer konvensional dalam
organisasi birokrasi yang ekspansif. Organisasi sedang menguji, seperti yang ditunjukkan
oleh ketidakkekalan yang luar biasa dari reaksi terhadap sebagian besar pertanyaan umum
yang disajikan dalam renungan ini. Secara normal, organisasi ekspansif telah menggunakan
sigap pada usaha ekspansif selama tiga tahun yang lama. Dengan perpanjangan panjang
normal satu setengah waktu yang lama, sejumlah besar organisasi telah selesai karena hanya
ada sedikit usaha sigap yang ekspansif.
Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai, tetapi
secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet spot,"
yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang , tidak kritis, bidang hijau, usaha program
in-house. dengan desain yang stabil dan aturan administrasi dasar. Pemanfaatan sigap pada
usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru
di mana arah yang jelas tidak dapat diakses. Ada bentrokan antara standar sigap
Pendekatan tangkas semakin banyak digunakan pada proyek perangkat lunak besar di
organisasi besar. Penggunaan lincah dalam konteks ini membutuhkan adaptasi yang
signifikan di tingkat proyek dan organisasi. Ada kontradiksi mendasar antara organisasi
birokrasi besar dengan metode pengembangan perangkat lunak tradisional yang mapan dan
prinsip dan praktik lincah. Penyelesaian kontradiksi ini sedang berlangsung, tetapi belum
149
lengkap. Beberapa aspek bentuk yang akan diambil di masa depan sudah cukup jelas, tetapi
yang lain hanya akan menjadi jelas ketika proses evolusi berlangsung subjek yang akan
memerlukan penelitian lebih lanjut dengan adopsi dan adaptasi yang berkelanjutan.
Agile software menekankan kolaborasi yang erat antara pelanggan dan pengembang.
Praktik yang digunakan ini sangat memudahkan pengembang untuk merencanakan
dan memantau proyek. Selain itu, metode agile ini biasanya merekomendasikan
iterasi dan menyajikan versi baru dari perangkat lunak satu minggu hingga tiga
bulan.
Karena komunikasi yang erat antara pengembang dan pelanggan, metode agile ini sangat
baik dalam menyediakan komunikasi diantara mereka. Sifatnya yang sering
memberikan software yang berfungsi, pengembang bisa mendapat umpan balik dari
awal pelanggan.
Lagi, karena pelanggan terlibat di semua proses pengembangan software, hal itu bisa
meningkatkan kepuasan pelanggan terutama jika pelanggan benar-benar memahami
174
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 74-75
150
Metode agile lebih berorientasi pada orang daripada proses. Mereka mengandalkan
keahlian, kompetensi, dan kolaborasi langsung orang daripada pada proses yang
ketat dan berpusat pada dokumen untuk menghasilkan software yang berkualitas
tinggi.
Dengan metode tradisional sebagian besar software direncanakan secara rinci untuk
janga waktu yang lebih lama, hal ini dapat berjalan dengan baik apabila tidak banyak
domain yang berubah dan software yang dipahami dengan baik oleh si pengembang.
G. Manifesto Agile
175 Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (BCS Learning and Development Limited,
2015)
151
Sebagai sebuah gerakan, agile merupakan gerakan yang berbeda dari gerakan yang
lain karena agile dimulai dengan gagasan, nilai, dan prinsip yang diwujudkan dengan pola
pikir. Melalui ide-ide ini seseorang dapat mulai menjadi lebih gesit sebagai seorang praktisi,
dan lebih berharga sebagai anggota tim. Gerakan agile merevolusi dunia pengembangan
perangkat lunak. Tim yang menggunakan agile secara konsisten melaporkan peningkatan
dalam kemampuan mereka untuk membangun perangkat lunak yang hebat. Tim yang berhasil
mengadopsi agile membuat perangkat lunak yang lebih baik dengan kualitas yang lebih tinggi
dalam waktu cepat.176
Agile dimulai ketika sekelompok kecil orang yang inovatif berkumpul untuk mencoba
menemukan cara berpikir yang berbeda tentang masalah ini. Hal pertama yang mereka
lakukan adalah menghasilkan seperangkat nilai-nilai inti yang umum bagi tim-tim sukses dan
proyek-proyek mereka, yang mereka sebut Manifesto untuk Pengembangan Perangkat Lunak
Agile:
176
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)
177
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)
152
Tidak ada cara mudah untuk menghasilkan perangkat lunak sempurna setiap saat. Tim agile
mengetahui ini. Mereka memiliki gagasan dan aturan dasar yang membantu memandu tim
untuk membuat pilihan yang tepat dan menghindari masalah atau menangani masalah
tersebut ketika hal itu tak terelakkan terjadi. Melihat empat nilai dalam Agile Manifesto.
Selain nilai-nilai itu, ada 12 prinsip yang harus digunakan oleh setiap praktisi yang gesit
ketika bekerja pada tim proyek perangkat lunak.179
12 Prinsip Perangkat Lunak Agile180
o Prioritas tertinggi adalah untuk memuaskan pelanggan melalui pengiriman awal dan
terus menerus perangkat lunak berharga.
o Metode yang paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi kepada dan di
dalam tim pengembangan adalah percakapan tatap muka.
o Pengusaha dan pengembang harus bekerja bersama setiap hari di seluruh proyek.
o Bangun proyek di sekitar individu yang termotivasi. Beri mereka lingkungan dan
dukungan yang mereka butuhkan, dan percayai mereka untuk menyelesaikan
pekerjaan.
o Perhatian terus menerus terhadap keunggulan teknis dan desain yang baik
178
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)
179
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)
180
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
3
153
meningkatkan kelincahan.
o Arsitektur, persyaratan, dan desain terbaik muncul dari tim yang mengatur diri
sendiri.181
Agile berfokus pada memberikan nilai kepada bisnis dalam jangka pendek,
dengan demikian memungkinkan bisnis untuk mencapai pengembalian investasi
dengan cepat. Semakin tangkas sebuah bisnis, semakin mudah bagi bisnis untuk
mengubah arah dan memahami implikasi melakukannya atas dasar saat dan ketika
dibutuhkan. Kemampuan ini sangat penting dalam pasar yang berkembang pesat saat
ini dengan peluang yang semakin berkurang, dan dalam bisnis di mana TI merupakan
enabler dan pembeda utama.182
Ada banyak cara untuk mengukur ekonomi pengiriman. Salah satu yang
paling efektif yang digunakan secara teratur dalam pengiriman Agile adalah
pemodelan ekonomi aliran produk. Pendekatan ini merekomendasikan bahwa banyak
variabel ekonomi yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan urutan
pengiriman. Namun, jika hanya satu hal yang akan diukur, itu harus biaya
keterlambatan (biaya untuk bisnis yang tidak mengimplementasikan fitur pada suatu
titik di waktu - misalnya, kehilangan keunggulan kompetitif).183
181
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
3
182
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, ((Chennai, India :BCS Learning and
Development Limited, 2015) Agile and The Business
183
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, ((Chennai, India :BCS Learning and
Development Limited, 2015) Agile and The Business
154
Salah satu cara di mana estimasi dan perencanaan agile mendukung eksplorasi
yang efisien dari ruang solusi pengembangan produk baru adalah melalui perencanaan
ulang yang sering. Yaitu pada awal setiap iterasi baru, rencana untuk iterasi itu dibuat.
Rencana rilis diperbarui baik setelah setiap literasi atau, paling buruk, setelah setiap
beberapa literasi.185 Acknowledging the impossibility of
creating a perfect plan goes a long way toward reducing the anxiety that accompanies
such a goal (Githens 1998). Bahwa sebuah rencana dapat direvisi pada awal literasi
untuk menggeser fokus tim dari membuat rencana yang sempurna (tujuan yang
mustahil) menjadi membuat rencana yang berguna saat ini. Agar rencana menjadi
berguna, itu harus akurat, tetapi rencana awal tidak tepat186.
Salah satu alasan merencanakan ulang adalah untuk menghapus
ketidaktepatan itu secara progresif. Artinya, sebuah rencana awal mungkin
mengatakan bahwa sebuah proyek akan menghasilkan 300 hingga 400 poin cerita
pada kuartal ketiga. Rencana itu nantinya mungkin ternyata akurat (305 poin
disampaikan pada bulan Agustus), tetapi rencana ini tidak terlalu tepat. Selama tahap
awal proyek, rencana ini sangat mungkin menjadi dasar yang cukup untuk membuat
keputusan. Namun, nantinya, agar tetap berguna, rencana itu akan mendapatkan
184
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (Chennai, India : BCS Learning and
Development Limited, 2015) Business Culture and Agile
185
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
186
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
155
ketepatan, dan kita dapat mengatakan bahwa proyek tersebut akan mengantarkan 380
hingga 400 poin cerita pada bulan September187.
Karena rencana agile mencakup tiga level yang berbeda yaitu the release, the
iteration, and the current day. setiap rencana dapat dibuat dengan tingkat presisi yang
berbeda189
Rencana tradisional dalam bentuk bagan Gantt, bagan PERT, atau struktur
rincian kerja berfokus pada tugas-tugas yang diperlukan untuk membuat produk.
Agile plan berfokus pada fitur yang akan dibutuhkan dalam produk. Ini adalah
perbedaan utama, karena memaksa tim untuk berpikir tentang produk pada tingkat
yang tepat. Ketika fitur dikembangkan secara iteratif, ada sedikit kebutuhan untuk
berpikir di muka tentang tugas spesifik yang diperlukan. Pekerjaan iterasi muncul, dan
tim akan memikirkan atau menemukan semua tugas sesuai kebutuhan. Yang lebih
penting adalah tim berpikir tentang fitur yang sedang dikembangkan. Jim Highsmith
(2004) telah menyatakan bahwa “perencanaan lincah adalah perencanaan yang 'lebih
baik' karena menggunakan fitur (cerita, dll.) daripada tugas. Sangat mudah untuk
merencanakan seluruh proyek menggunakan tugas standar tanpa benar-benar
187
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
188
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” ( United States : Prentice Hall, 2007)
189
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
156
Agile Coach adalah seseorang yang membantu tim mengadopsi agile. Dia akan
membantu setiap orang dalam tim mempelajari sikap dan pola pikir baru, dan melewati
hambatan mental, emosional, dan teknis yang mencegah tim mengadopsi metodologi yang
gesit. Agile Coach bekerja dengan setiap orang dalam tim untuk membantunya memahami
tidak hanya “bagaimana” dari praktik baru yang diminta, tetapi juga “mengapa” Seorang
pelatih akan membantu tim mengatasiya. Agile memiliki nilai dan prinsip Agile Manifesto
untuk membantu tim masuk ke pola pikir yang benar, dan setiap metodologi dilengkapi
dengan nilai dan prinsipnya sendiri untuk alasan yang sama. Sebuah tim mendapatkan hasil
terbaik dari adopsi tangkas ketika setiap orang masuk ke pola pikir yang kompatibel dengan
nilai-nilai dan prinsip-prinsip tangkas, dan dengan metodologi spesifik yang mereka
adopsi.191
Tujuan dari agile coach adalah untuk membantu tim mencapai pola pikir yang lebih
baik, lebih gesit. Pelatih yang baik membantu tim memilih metodologi yang paling sesuai
dengan pola pikir mereka saat ini, dan memperkenalkan mereka pada nilai-nilai, prinsip-
prinsip, dan praktik-praktik metodologi dengan cara yang bekerja untuk mereka. Pelatih akan
membantu tim mengadopsi praktik-praktiknya, dan kemudian menggunakan praktik-praktik
itu untuk membantu tim mempelajari dan menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip,
untuk perlahan-lahan mengubah sikap mereka, dan untuk masuk ke pola pikir yang benar
sehingga mereka melampaui sekadar menjadi lebih baik — daripada hasil -tidak-
melakukannya-itu.192
Konsep agile work dikembangkan karena pada awalnya metodologi tradisional
terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil dengan baik
sesuai tuntutan pengguna.. (Sumber : jurnal pengembangan e trance alumni dengan
mengunakan pendekatan metode agile. Issn : 1979-2328)
190
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
191
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
10
192
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
10
157
Dalam melakukan pemsejajaran strategi bisnis dengan kebutuhan solusi untuk SI/TI,
maka agile development adalah solusi yang harus ditempuh sebab peningkatan value
terhadap bisnis tersebut dapay dilihat dan dirasakan oleh pihak manajemen maupun
pengguna, menurut penelitian Rand,C., Eckfeldt pada tahun 2004. (hoga saragih, teddy
sutanto, "pengembangan sistem informasi dengan agile development yang searah dengan
rancangan strategis it/is pada perusahaan", vol 3, no 1, tahun 2013, hal 54)
Agile adalah cara berpikir evolusioner dan revolusioner untuk perusahaan. Praktik
lincah mendorong kolaborasi tim, pengiriman tambahan, dan perencanaan dan pembelajaran
berkelanjutan dalam organisasi. (Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north :
o'railly media, 2019) hal 3)
Agile menganggap bahwa klien tidak dapat mengetahui apa yang mereka inginkan
secara rinci sampai mereka melihat prototipe. Agilis menganggap bahwa ketika Anda beralih
ke solusi lengkap, rilis kecil pada suatu waktu, pemangku kepentingan akan memandu Anda
ke produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Setiap iterasi menghasilkan
produk atau prototipe yang berfungsi, dan respons terhadap produk tersebut berfungsi sebagai
umpan balik penting ke dalam iterasi berikutnya. (Rick fredman, "what is agile", (gravenstein
highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
158
Agility juga memiliki nilai finansial yang terukur. Menurut The Economist
Intelligence Survey, bisnis Agile memiliki pendapatan per saham 29% lebih tinggi, margin
bersih 20% lebih baik, dan pertumbuhan pendapatan 8% lebih tinggi daripada pesaing non-
Agile mereka. Dan 88% eksekutif menyebutkan kelincahan sebagai faktor penentu
keberhasilan, sehingga 50% menyebutnya sebagai keunggulan kompetitif utama. (Rick
fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
Apa yang dilakukan perusahaan Agile yang memungkinkan mereka menuai manfaat
ini? Tidak seperti metodologi Waterfall tradisional, proyek Agile memiliki atribut berikut:
Proyek-proyek besar dipecah menjadi peningkatan dan rilis yang lebih kecil.
Produk disampaikan secara bertahap, singkatnya, iterasi reguler, dengan setiap iterasi
menghadirkan sejumlah kecil fitur.
Seluruh siklus hidup dilakukan dalam setiap iterasi, mulai dari perencanaan hingga
desain, pengembangan hingga pengujian, untuk menyelesaikan modul fungsionalitas tersebut.
Tim berkolaborasi dan mengatur diri sendiri, bekerja bersama untuk membuat rencana
mereka sendiri dan mencari cara sendiri untuk mengatasi pekerjaan mereka.
Seluruh ekosistem peserta, dari sponsor eksekutif hingga pengembang dan penguji,
secara aktif terlibat dalam memprioritaskan, merencanakan, dan meninjau proyek
sebagaimana dibangun untuk memastikan keberlanjutan keberlanjutan dengan tujuan
strategis.
159
Daripada mengukur kemajuan pada bagan Gantt, organisasi Agile memiliki tiga
ukuran kemajuan sederhana: hasil bisnis yang lebih baik, tim yang lebih produktif dan
terlibat, dan pelanggan yang bahagia.
Tujuan strategis Agile bukanlah kelincahan itu sendiri — ini keunggulan kompetitif dan hasil
bisnis yang ditingkatkan. Responden The Economist mengutip sejumlah pendorong kuat dari
migrasi ke agility, termasuk kemampuan yang lebih baik untuk menangani perubahan
prioritas, peningkatan produktivitas tim, dan peningkatan visibilitas proyek. Keuntungan lain
yang dilaporkan termasuk peningkatan moral dan motivasi, prediktabilitas yang lebih baik,
waktu yang lebih cepat ke pasar, dan peningkatan kualitas. Mengurangi risiko, meningkatkan
keselarasan strategis, meningkatkan rawatan; manfaat yang dilaporkan sangat menarik
sehingga mereka tampak hampir ajaib.194
Manajemen agile percaya bahwa proses akan memberikan kelincahan yang diinginkan dan
melalui ini, kemampuan beradaptasi yang diperlukan. Semakin banyak eksekutif yang ingin
membuat organisasi mereka gesit, tetapi tidak tahu caranya. Atau mereka telah mengambil
langkah pertama mereka dan bertanya-tanya bagaimana mereka dapat melakukan pendekatan
atau membuatnya lebih profesional. .(mike hoogveld, "agile management" (bussines expert
press, 2017) hal 7)
193 .(Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
194
.(Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
160
BAB IX
Krisis pada sebuah perusahaan seringkali dianggap menakutkan. First Travel krisis yaitu
ketika pemberitaan negatif mencuat, sejumlah laporan calon jamaah yang merasa dirugikan
oleh perusahaan, telah menyudutkan pihak First Travel sebagai perusahaan yang lepas dari
tanggung jawab. Opini publik bernada negatif seketika terbentuk.195
Afrilia, Ascharisa Mettasatya. Jurnal Ilmu Sosial. Memetakan Manajemen Krisis Perusahaan Travel Umroh “First Travel”
195
dalam Menghadapi Krisis Perusahaan. Vol. 16, No. 2. Desember 2017. Hal. 60-61.
161
Mengambil pengertian dari Djamaludin Achok, krisis adalah situasi yang merupakan titik
balik (turning point) yang dapat membuat baik atau buruk, jika dipandang dari kacamata
bisnis. Titik krisis merupakan penentu untuk selanjutnya.”196
Dalam buku Public Relations, Citra dan Praktek, dampak dari krisis terhadap perusahaan
atau organisasi adalah:
publik
dengan baik.
- Membuat pemerintah mau tidak mau ikut turun tangan membantu masalah yang
terjadi.
Perkembangan krisis menurut Steven Fink (2004), ada empat perkembangan, yaitu:
Dalam buku Delhaise, dikatakan bahwa alasan terjadi krisis pada sistem bank adalah
karena lemahnya manajemen keuangan.198
Lalu, dalam buku yang ditulis oleh Ayub, dituliskan bahwa munculnya krisis yang
tiba-tiba membuat sulit untuk mengidentifikasi apa yang terjadi dan bagaimana bisa
terjadi. Setiap bagian dalam organisasi memliki perannya dalam menangani masalah
selama krisis.
Tahap pertama adalah tahap breaking news, yaitu tahapan dimana masih menjadi
pertanyaan “apa yang terjadi” dan tahapan ini tidak lama berlangsung.
Tahap kedua adalah tahap dimana fokusnya beralih kepada korban dan bagaimana
responnya. Pertanyaan yang ada pada tahap ini adalah bagaimana masalah tersebut
bisa terjadi dan apa dampak dari masalah tersebut. Dituliskan pada buku Komunikasi
bisnis, bahwa pada tahapan kedua inilah bisa dilihat apakah perusahaan atau
organisasi dapat bertahan atau akan mengalami kegagalan.
Tahap ketiga, yaitu tahap setiap orang memiliki persepsi sendiri mengenai perusahaan.
Tahap dimana perusahaan kita menjadi fokus karena dianggap bersalah.
Tahap yang keempat aadalah tahap resolusi. Focus yang tertuju hanya pada perusahaan
kita mulai meredup. Biasanya pada tahap ini menjadi tanda bahwa krisis akan
berakhir, walau tidak benar-benar berakhir. 199
197
Dra. Fullchis Nurtjahjani, MM, Shinta Maharani Trivena, SAB., MAB. Public Relation, Citra dan Praktek Hal. 85
198
Delhaise, Philippe F. Asian in Crisis: The Implosion of the Banking and Finance Systems. Hal. 2
199
Imran, Ayub Ilfandy. Komunikasi Krisis. Hal. 38; 76-77
163
Manajemen krisis sesungguhnya dapat atau bisa dimanfaatkan pada semua bidang
ataupun semua aspek, tetapi pada umumnya manajemen krisis dimanafaatkan dalam
bidang hubugan internasional, bisnis, politik, dan manajemen.
Pada zaman sekarang banyak bahkan tidak asing lagi apabila sebuah perusahaan
sudah memiliki petunjuk menghadapi krisis atau manual krisis plan.
Karena perushaan sudah menyadari bahwa hal ini sangat penting dilakukan guna
mengantisipasi dan mengidentifikasi krisis seperti yang akan teradi dan disebabkan
oleh kebakaran ,bencana alam, ancaman bom, kekekarasan, dan jatuhnya korban
karena kesalahan produk.
Dalam situasi atau suasana krisis harus dapat mengendalikan diri dan juga bersifat
tenang serta berhat-hati ketika akan mengambil sebuah keputusan karena ini akan
mempengaruhi reputasi public relations perusahaanan tersebut.200
200
Nova, Virsa. Crisis Public Relations. Hal. 130
164
201
Causes crisis
165
Krisis keuangan adalah krisis yang karena perushaaan memeiliki cash flow atau
likuiditas jangka pendek dan perkiraan atau kemungkinan pailit di masa yang akan
datang. Krisis keuangan pernah terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun 2008
dan banyak menyebabkan perusahaan bangkrut contohnya seperti Lehman
Brothers,AIG, Fanni Mae,Freddy Mac,dan lain-lainnya.
Tanggal Kejadian
Satu krisis keuangan terburuk di milenium baru ini. Dana yang dibutuhkan untuk
memulihkan keuangan Amerika sebesar USD700 miliar atau setara dengan Rp6.500 triliun
(bandingkan dengan keuangan Indonesia tahun 1998-1999 yang menghabiskan biaya sekitar
167
Rp650 triliun). Bantuan dana talangan ini diputuskan melalui perpanjangan selama dua
pekan, meminta para anggota kongres dan kantor kepresidenan. Krisis global yang terjadi di
Amerika merupakan salah.202
Krisis public relations biasa disebut dengan krisis komunikasi yang disebabkan oleh
pemberitaan negatif yang kemudian dapat berimbas buruk kepada perusahaan.
Pemberitaan di media atau isu yag negaif bsa jadi benar dan bisa jadi tidak benar,
tetapi sangat berpotensi untuk memepngaruhi citra seseorang ataupun seuah
perusahaan.
Salah satu tugas dan kewajiban seorang pulic relation adalah mengklarifikasi
pemberitaan yang t idak benar mengenai perusahaannya.
Salah satu krisis yang masih dan sering diperbincangkan hingga saat ini adalah krisis
public relation mengenai kasus korupsi mantan presiden kedua republick indonesia.
Sejumlah elemen masyarakat melaporkan mantan presiden Soeharto dan keluarganya
ke Mabes Polri atas dugaan kasus koupsi. Sejumlah elemeen tersebut diantaranya
adalah kelompok keraja, petisi 50, komite waspada orde baru, tim pembela demokrasi
indonesia, liga mahasiswa nasional, dan perhimpunan mahasiswa katolik seluruh
indonesia. 203
3. Krisis Strategi
Krisis strategi (strategic crisis) adalah krisis yang terjadi perubahan dalam lingkungan
perusahaan yang menyababkan berjalannya kegiatan perushaan menjadi terganggu.
Perusahaan seharusnya menyusun strategi dalam mengantisipasi krisis dan yang
akan dapat membuat perushaan terperososk lebih jauh ke dalam krisis perusahaan.
Mereka harus meyiapkan skenario terburuk yang akan terjadi dan harus menyiapkan
202
Public Relations. Hal. 133-132
203
Public Relations. Hal. 133
168
1. Reinvensi Organisasi
Peter Drucker memberikan sebuah gambaran mengenai jenis organisasi yang telah hadir
sebagai orkestra. Dalam sebuah orkestra, pemain dengan berbagai kemmapuan
untuk dapat meningkatkan kompetensi mereka, sedangkan seorang konduktor
mengkoordinasikan kinerja secara keseluruhan. Para pemain yang memiliki
kemampuan khusus yang sama dalam suatu tim kerja yang harus mengatur sendiri
atau mengelola diri sendiri dan juga kelompoknya sendiri, dikelola tanpa hirarki
204
Public Relations. Hal. 136
205
Krisis Hubungan Masyarakat. Hal. 146
169
birokratis. Akan tetapi, untuk membuat musik yang indah, setiap pemain harus
membuat keseimbangan antara pengaturan dan tanggung jawab dalam kelompoknya
sendiri dengan kerja sama antar kelompok. Mereka harus mempertimbangkan
kelompok-kelompok yang ada agar dapat menyetujui kerja sama yang sesuai dan
meningkatkan yang saling menguntungkan. Mereka harus mampu bekerja sebagai
solois, pemain ansambel dan sebagai anggota dari orkestra Model organisasi ini
mengutamakan "proses" dan bukan "struktur" Hubungan kerja, komunikasi dan
mengkombinasikan untuk mengkombinasikan sumber-sumber daya sumber daya
yang lebih penting dari pada hubungan formal dan hubungan informasi dalam
struktur organisasi. Bukan "Bagaimana tanggung jawab dibagikan" akan tetapi
"Bagaimana sumber daya manusia dapat ditarik menjadi satu kesatuan yang
terkoordinasi dengan baik untuk menciptakan peluang". Dimensi vertikal menjadi
tidak penting, sedangkan dimensi horisontal menjadi kunci sukses kerja sama. Inilah
organisasi yang diciptakan kembali, organisasi yang dihidupkan kembali dengan
bentuk dan isi yang baru "yang sesuai dengan dinamika persaingan pasar.
Penyelamatan & Strace Jurus dasar untuk mereinvensi adalah tiga langkah tepadu
penglihatan yang mengarah ke depan dan berpiak di tengah yang sedang
berlangsung, kemudian visi ini ditanamkan di lubuk hati terdalam organisasi dalam
sutau proses penyelarasan kemudian terlahir dari para anggota organisasi untuk
menggerakkan derap Berdasarkan visi yang dimaksudkan untuk "menghidupkan
kembali" organisasi, diperlukan kehadiran cita rasa yang benar-benar baru mengenai
mana organisasi akan bergerak dan mencapainya. Organisasi perlu memahami tren-
tren yang muncul akan tetapi hal itu saja disetujui untuk membawa ke jenjang
sukses. Diperlukan cara khusus agar sesuai dengan lingkungan yang sesuai dengan
Lingkungan. Sehubungan dengan hal tersebut, visi digunakan sebagai katalisator
tujuan, sebagai prinsip utama kegiatan organisasi. Untuk menyusun dan
mengkomunikasikan visi organisasi yang baru, organisasi yang memerlukan
pemimpin yang memiliki kombinasi dua keahlian: kekuatan mental atau kekuatan
mental untuk menciptakan visi dan kemampuan praktis atau kemampuan praktis
untuk menggiring organisasi ke arah tujuan. Menciptakan visi merupakan tugas
pertama seorang pemimpin.
organisasi yang baru tersebut sebagai pribadi mereka dan melalui berbagi tanggung
jawab dalam usaha mencapai tujuan. Inilah proses penyelarasan. Penyelarasan ini
akan menciptakan kecocokan antara tujuan organisasi dan pribadi yang diharapkan
dapat menciptakan komitmen dalam melaksanakan reinventing. Dengan adanya
penyelarasan, diharapkan adanya perubahan dari anggapan kami vs. mereka atau
pembedaan antara kami dengan mereka, menjadi kita semua dalam kebersamaan ini.
Beberapa hal sederhana yang dapat membantu terciptanya anggapan ini adalah
ulasan sistem Memiliki Lingkungan yang mendukung Peningkatan atau
pengembangan individu akan menarik orang-atau-pertimbangan yang harus
dipertimbangkan. Pertimbangan-pertimbangan dan talenta yang ada di dalam
organisasi, peran "baru" seorang manajer adalah untuk mendukung kebebasan yang
mendukung pengembangan Sistem kompensasi yang berpedoman pada kinerja dan
inovasi yang dibutuhkan karena orang-orang yang berbakat menghendaki
memperoleh kepemilikan baik secara mental maupun literal individu o Manajemen
top down otoritarian harus beralih ke manajemen jaringan. Orang-orang saling
belajar, setiap orang merupakan sumber pengetahuan bagi orang lain, dan setiap
orang memperoleh dukungan dari berbagai arah. o Adanya kewirausahaan di dalam
organisasi (= intrapreneurship) harus mendukung karena dapat mempertahankan
orang-orang yang kreatif dan memiliki intuisi tajam. o Kualitas tetap merupakan
elemen utama yang harus ada. o Lebih mengutamakan kreativitas dan intuisi.
Dalam organisasi yang "baru" ini, terdapat tim lintas f atau lintas-fungsional,
sehingga setiap anggota organisasi memk dan nilai tambah ditambahkan oleh
anggota lamke organisasi dan setiap anggota memahami sepenuhnya bahwati
organisasi untuk menghasilkan produk atau jasa yang diane sebagai yang "terbaik"
oleh pasar. Pembentukan organisasi yang "baru" pada awalnya dilakuk perubahan
melalui restrukturisasi yang mengarah pada perbaikan fune serta proses inovasi.
Dalam proses inovation ini dibutuhka penataan kembali terhadap aktivitas yang
saling berhubungan yang tidak terbatas pada batas fungsional dan dalam
pelaksanaannya akan memperhatikan harapan dan kebutuhan pasa serta mendorong
peningkatan kemampuan organisasi. Terkait pengetahuan operasional, teknis dan
pengetahuan bisnis disatukan dan digunakan sebagai keunggulan kompetitif. Kunci
sukses adalah pemikiran visioner yaitu pola pikir yane melihat ke depan atau
visioner dari para eksekutif puncak, yang bertindak sebagai katalisator dalam
merumuskan kembali kemampun proses bisnisnya. Para eksekutif ini tidak hanya
171
pikir persainga hanya melalui persaingan untuk meniptakan 'nilai' terbaik untuk
konsume internal (dalam kelompok, antar kelompok / departemen dalan organisasi)
dan konsumen eksternal, suatu organisasi dapat mencape persyaratan yang
diperlukan untuk sukses berkelanjutan. Selain budaya kompetitif, SDM yang
diberdayakan membutuhkan kesadaran akan kebutuhan belajar / belajar. Untuk
mendukung terciptanya suasanalearning tersebut, dituntut kemandirian setiap unit
kerja tanpa mengeluarkan derajat interdependensi yang diperlukan. Pembinaan
lingkungan yang didukung oleh pola pikir yang berorientasi pada peningkatan
berkelanjutan yang harus direalisasikan dalam setiap kegiatan dalam pembelajaran
antar organisasi tersebut.
2. Reformasi Organisasi
Agar bisa sampai pada kalimat “menemukan” dan “kembali” sangat dibutuhkan
organisasi yang mampu membawa organisasi sebelumnya menjadi selamat.
Reformasi telah menjai sebuah kalimat yang sering disebut dan kalimat yang
keramat pada saaat ini. Namun apabila ada yang menanyakan apakah reformasi itu
jawabannya sangatlah beragam dan belum diketahui hingga sampai saat inipun
belum ada yang mnedukung.
Apapun Resolusi Eropa pada awal abad 16 ini, selalu memiliki esensi: diberikan
terhadap kata yang mulai populer perubahan. Keragaman pemahaman tentang
perubahan mendasar, perubahan cepat, serta arah dan cara perubahannya. Maka
muncullah yang diminta-diminta pada reformasi secara bertahap, evolutif juga
radikal. Dalam langkah- yang Lari sisi proses dan jangkauannya, tetapi radikal dari
sisi perdebatan yang disetujui. Bertolak dari asumsi ini, jelaslah bahhwa peran
utama SDM dalam perencanaan masa krisis adalah sebagai agen perubahan, yaitu
sebagai agen atau pembawa perubahan. Tugas sebagai agen perubahan ini memiliki
multiperan Seorang Intelektual dalam Menghadapi Krisis yaitu sebagai Penasehat
Perubahan (Penasihat) Penvusun strategi dan perencana Perubahan (Strategis &
dSumber Informasi (Sumber informasi) Pengendali (Pengendali) b. Perencana
173
Strategi SAVE SMEs, yang digunakan bank di Singapore guna mengurangi krisis.
206
The Jakarta Consulting Group. Hal 44
207
Randawa, Dipinder S., dan Tan Shiuh Ming. Finance for SMEs ini Singapore. 2009, Singapore.
174
perekonomian suatu negara makin kurang pengaruhnya, serta semakin cepat pula
proses pemulihannya”
Disimpulkan bahwa, dalam halnya juga perusahaan, terjadi tidaknya krisis itu
bergantung kepada kondisi masing-masing perusahaan. Jika perusahaan memiliki
struktur yang kuat maka akan berpengaruh terhadap jalannya perusahaan juga dalam
pemulihan perusahaan tersebut jika terjadi suatu masalah/krisis.208
• Perspektif pelanggan210
208
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
209
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
210
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
-Costumer Profitability: ketika perusahaan mendapat laba bersih dari pasar yang dipilih.
•Perspektif keuangan211
Dalam buku dituliskan menurut Munawir (1990 hal. 5), laporan keuangan adalah suatu
hasil dari proses akuntansi yang dapat dipergunakan sebagai alat unutk
berkomunikasi antara data keuangan perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.
211
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
212
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
213
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
214
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 32-33
176
- Pada kondisi perusahaan kena pajak akan mendapat pengurangan pajak yang harus
dibayarkan.
- Jika penambahan pinjaman dilakukan untuk menambah saham baru. (saya kurang
mengerti bagian ini)
Reschedulling
Hair cut
Debt moratorium
Stand still
Grace period
215
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
216
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.
-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 36-38
177
Optimalisasi pendapatan
D. JURNAL
Menurut penulis, adanya krisis bisa membuat perusahaan berupaya lebih baik lagi dalam
mengelola perusahaannya, sehingga dapat bertahan dari krisis yang ada dan
berkelanjutan menjadi lebih baik. Untuk itu sangat penting bagi suatu perusahaan,
manajemen krisis dirancang dan [Link]
2 - Krisis yang disebabkan faktor teknis ekonomis yang terjadi di luar perusahaan,
contohnya : Perusakan lingkungan yang meluas, bencana alam, peraturan
pemerintah, perubahan supply and demand3 - Krisis yang disebabkan oleh faktor
sosial/manusia dan manajemen yang bersumber di
yang berarti keputusan. dimana perusahaan harus memutuskan apa yang harus
dilakukan. Dalam bahasa Cina, krisis diucapkan dengan wei-ji dan mempunyai dua
arti, yaitu “bahaya” dan “peluang”.
Steven Fink dalam Crisis Management Planning for the Inevitable mendefinisikan krisis
sebagai suatu kejadian yang tidak stabil yang mana bisa berkemungkinan menjadi
lebih buruk atau menjadi lebih baik, fifty-fifty, tapi kamu bisa memperbaikinya.
Krisis juga dianggap sebagai suatu titik balik dalam kehidupan yang dampaknya
memberikan pengaruh signifikan, bisa ke arah negatif atau pun positif, tergantung
reaksi yang diperlihatkan perusahaan. Hasil riset menunjukkan bahwa ternyata
outcome dari situasi krisis memberikan nilai yang berimbang atau sama antara yang
positif (seperti yang diharapkan) dan yang negatif (yang
217
Ascharisa Mettasatya Afrillia. Memetakan
Manajemen Krisis Perusahaan Jasa Travel Umroh “First Travel” Dalam Menghadapi Krisis
Jenis Krisis :
Bencana alam seperti kekeringan, kebakaran, gempa bumi, dan lain sebagainya
dapat menyebabkan krisis yang cukup fatal
Kecelakaan kerja, kebakaran suatu mesin adalah contoh dari krisis jenis ini,
dimana perusahaan harus memberikan perhatian secara penuh dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada.
Krisis ini bisa terjadi biasanya kerena perusahaan melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat atau yang bertentangan
dengan keinginan dan kepentingan publik.
Hubungan kerja yang buruk antara pekerja dan perusahaan dapat menjurus pada
krisis besar yang mengarah pada kondisi yang tidak terkendali secara serius.
Kekuatan pekerja dapat memaksa industri untuk tutup sehingga perusahaan
terpaksa bertindak agresif
Hal ini terjadi karena pergeseran pasar secara mendadak yang tidak diantisipasi
oleh manajemen ataupun kegagalan dalam menyesuaikan kebijakan pasar;
180
Persaingan bisnis bisa menjadi krisis yang sering terjadi juga, karena adalah hal
yang wajar bagi setiap perusahaan dalam berbisnis
Cash flow suatu perusahaan perlu di manaj dengan baik agar terhindar dari krisis
yaitu bencana alam, teknis, kesalahan manusia (human error), dan keputusan manajemen
(manajemen tidak dapat mengambil keputusan yang tepat). Kebanyakan krisis ada
pada kategori terakhir.
Penanganan Krisis :
181
1. Melakukan penilaian yang objektif atas semua hal yang bias mengakibatkan krisis
Pengertian Krisis : krisis merupakan suatu keadaan kritis yang berkaitan dengan
berbagai kemungkinan yang berpengaruh negatif terhadap organisasi, sehingga
diperlukan keputusan cepat dan tepat agar tidak mempengaruhi keberlangsungan
organisasi Krisis tidak bisa diketahui kepastian kedatangannya, untuk itu diperlukan
manajamen krisis, yang bisa mengantisipasi dan mencari cara agar krisis yang terjadi
bisa dikurangi efek negatifnya ataupun dihilangkan. Krisis bencana alam berupa
terjadinya erupsi gunung Agung pada bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di
bulan November 2017, memutuskan bandara tersebut harus di tutup untuk sementara
waktu demi keselamatan penumpang. Keputusan itu cepat dibuat berdasarkan hasil
analisa situasi yang dilakukan oleh tim krisis internal dan external. Ini berarti
bandara internasional I Gusti Ngurah Rai telah memiliki manajemen krisis yang
baik.
Penanganan Krisis : Murray; Penyelesaian krisis harus ditanggapi dengan serius oleh
manajemen perusahaan dengan merancang crisis management plans untuk mencegah
meluasnya krisis dengan menerapkan strategi manajemen krisis yang tepat untuk
meminimalisir resiko kesalahan. Penetapan strategi didasarkan atas identifikasi dan
analisis situasi agar dapat menentukan pengelolaan pada situasi krisis dengan
tepat.219
218
MELLY MAULIN PURWANINGWULAN, S. Sos.,M. Si. Public Relations dan Manajemen Krisis. Majalah Ilmiah
UNIKOM Vol.11. No. 2.
219
2017Made Widya Sekarbuana, I Gusti Agung Alit Setyawati, Ni Nyoman Dewi Pascarani. Strategi Manajemen Krisis
Public Relations PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam Menghadapi Dampak Erupsi
Gunung Agung 2017
182
Jenis :
220
Fajar, Arief. Sistem Kendali dan Strategi Penanganan (Manajemen) Krisis Dalam Kajian Public Relations.
183
Jenis Krisis :Krisis yang terjadi di suatu perusahaan dapat membawa hal buruk bagi
reputasi perusahaan. Untuk itu dibutuhkan strategi komunikasi dalam mengantisipasi
dan menghadapai krisis tersebut. Menurut Winkleman reputasi perusahaan dapat
dikenali sumber permasalahannya.
Pizza Hut dan Marugame Udon diberitakan menyajikan makanan dengan bahan yang
kadaluwarsa kepada konsumen mereka. Mereka disinyalir dengan sengaja
memperpanjang masa kadaluwarsa bahan makanan mereka dan membahayakan
kesehatan konsumennya. Bagaimana penanganan krisis PR yang terjadi di jaringan
restoran ternama ini?
221
Wulandari, Theresia Diyah. Pengaruh Tanggung Jawab Perusahaan dalam Menanggulangi Krisis terhadap Reputasi
Perusahaan.
184
Kasus krisis PR ini bermula saat muncul pemberitaan BBC Indonesia pada 4 September
2016 , dimana tim investigasi gabungan BBC dan Tempo memperoleh sejumlah
dokumen, surat elektronik atau email, dan foto-foto dari seorang mantan petinggi di
Sriboga Food Group yang menunjukkan adanya praktik penggunaan bahan makanan
yang melampaui masa kedaluwarsa di sebuah jaringan restoran internasional.
Sumber yang sudah bekerja lama di grup itu berbicara kepada tim BBC Indonesia
dan Tempo dengan syarat identitasnya tidak dibuka.
“Awalnya saya tidak ingin berbicara kepada pers, karena sekali diungkapkan kepada
pers, hal ini akan diketahui umum, dan akan menjadi masalah yang merusak, yang
tak bisa diperbaiki dengan cepat, bahkan bisa tak bisa lagi dikendalikan.”
Lalu sang sumber internal memaparkan keputusannya untuk berbicara kepada tim
investigasi Tempo & BBC
Salah Satu Foto Yang Menunjukkan Penambahan Masa Penggunaan. Sumber: BBC
Indonesia
185
Dikutip di BBC Indonesia, ” Suatu hari ia dikagetkan oleh adanya beberapa galon berisi
saos Tempura dengan stiker yang menandakan perpanjangan masa simpan. Ini bukan
hal yang wajar. Ia pun menanyakan soal itu, dan mendapat penjelasan bahwa
langkah ini sudah disetujui oleh bagian Quality Assurance (QA, Jaminan Mutu).
Mencari tahu lebih lanjut, dia pun mendapat kabar tentang dugaan bahwa
memperpanjang masa simpan adalah praktik yang sejak beberapa waktu biasa
dilakukan di Sriboga Food Group. Awalnya dia mengaitkannya dengan mulai
beroperasinya Marugame Udon di Indonesia, tahun 2013. Jadi ia berasumsi, praktik
ini baru berlangsung tiga tahun. Tapi katanya, ia dikabari bahwa hal ini sudah
berlangsung jauh lebih lama.”
BAB X
1. Pendahuluan
Pada masa sekarang ini banyak pengusaha muda yang ingin mendirikan usaha mereka
dengan merintis usaha mereka dari nol. Namun, mereka tidak tahu harus memulai
darimana sehingga usaha yang mereka dirikan tidak bertahan untuk jangka waktu
yang lama. Padahal, hal yang paling dasar sebelum mereka memulai usaha mereka
adalah dengan membuat perencanaan bisnis atau Proposal Usaha. Oleh karena itu, di
dalam bab ini akan membahas secara tuntas tentang bagaimana cara membuat
Proposal Usaha atau perencanaan bisnis yang benar agar para pengusaha muda yang
ingin membangun usaha mereka bisa bertahan dengan pengusaha lain yang akan
menjadi pesaing mereka ke depan nya.
Maka dengan mengetahui cara membuat Proposal Bisnis yang tepat maka para
pengusaha muda bisa usaha yang matang. Karena keberadaan dari para pengusaha
muda di masa sekarang ini cukup penting dikarenakan dengan adanya para pengusaha
muda ini akan bisa membuka lapangan pekerjaan yang bisa membantu orang lain
untuk mempunyai pekerjaan dan membantu perekonomian dari setiap karyawan yang
akan bekerja dengan mereka nanti.
2. Pengertian Proposal
Tulisan yang memuat tentang suatu rencana dengan tujuan untuk menjabarkankan
suatu kegiatan yang akan dilaksanakan dan dijelaskan secara sistematis, matang, serta
terperinci disebut dengan proposal. Secara etimologis, proposal berasal dari Bahasa
Inggris yaitu kata propose. Propose sendiri berarti permohonan atau
pengajuan/mengajukan. Jika satu pihak memberikan proposal kepada pihak lain maka
diharapkan pihak yang lainnya itu dapat memberikan dukungan. Dukungan yang
dimaksud bisa berupa dana, izin, persetujuan, kerja sama dan lain sebagainya.
Proposal dibentuk dari pengumpulan ide, langkah, dan tahap di sebelumnya. Proposal
juga umumnya dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan yang tercantum di
proposal. Suatu keharusan bahwasannya proposal harus dibuat sedetail mungkin.
Dengan proposal yang dibuat sedetail mungkin, maka pembaca dari proposal bisa
187
memperoleh persamaan visi, misi, serta tujuan. Sebaiknya proposal diberikan kepada
pihak ketiga minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada pihak
ketiga tersebut. Proposal ini juga sangat bermanfaat bagi panitia dalam melaksanakan
kegiatan tersebut. Selain itu, proposal ini juga bisa menjelaskan kepada pihak-pihak
yang ingin mengetahuinya secara tidak langsung. Selain bermanfaat bagi panitia, para
donatur/sponsor juga bisa diyakinkan dengan adanya rancangan anggaran yang tertera
di dalam proposal. Semua hal yang ada di dunia ini pasti memiliki sisi positif dan
negatif. Sisi positif dari proposal adalah dapat memperlancar serta mempermudah
kegiatan yang akan dilaksanakan, lalu bisa memperkecil kemungkinan kesalahan yang
akan muncul dalam kegiatan, serta dapat menjadi bukti legalitas. Kelemahan dari
proposal itu sendiri yaitu akan menjadi lemah apabila tidak ada juru bicaranya. Dalam
penulisan proposal juga perlu diperhatikan struktur kebahasaannya. Struktur bahasa
yang perlu diperhatikan antara lain:
Kata-kata teknis
Pernyataan persuasif
Pernyataan argumentatif
Kata pendefinisian
Kata keakanan
Kata perincian
Jika berdasarkan formatnya ada tiga jenis proposal, yaitu (1) proposal formal, (2)
proposal semi formal, dan yang terakhir (3) proposal non-formal. Jika berdasarkan isi,
ada empat jenis proposal yaitu (1) proposal kegiatan, (2) proposal bisnis/usaha, (3)
proposal penelitian, dan (4) proposal proyek. Sedangakan jenis proposal berdasarkan
tujuan ada sepuluh jenis proposal yaitu : (1) proposal riset/penelitian, (2) proposal
penelitian pengembangan, (3) proposal penelitian kajian pustaka, (4) proposal
penelitian kuantitatif, (5) proposal kualitatif, (6) proposal acara, (7) proposal kerja
sama, (8) proposal permohonan dana, (9) proposal kerja praktek, dan (10) proposal
usaha. Di pembahasan kali ini kita hanya akan membahas satu jenis proposal yaitu
proposal bisnis/usaha.
188
3. Pengertian Bisnis
Bisnis (atau yang biasa dikenal dengan perusahaan) adalah organisasi yang dirancang
untuk menyediakan barang, jasa, ataupun keduanya. Sebagian besar bisnis dimiliki
dan dibentuk secara pribadi untuk memperkaya dirinya sendiri. Akan tetapi, bisnis
juga bisa tidak mencari laba atau yang biasa dibilang milik negara (BUMN).
Sedangkan bisnis yang dimiliki oleh banyak orang disebut dengan perusahaan. Secara
etimologi, bisnis berasal dari kata business yang berarti keadaan sibuk bagi seseorang
atau sekelompok masyarakat. Bisnis menjadi dasar agar sebuah organisasi
menciptakan, memberikan, dan menciptakan nilai, dan berkompetsisi, mengalamai
pertumbuhan dan profitabilitas (Vendrell-Herrero, Parry, Bustinza, & Gomes, 2018).
Informasi bisnis adalah salah satu jenis informasi yang paling sering dicari.
Perpustakaan umum — terutama di masa ekonomi yang sulit — dibanjiri oleh para
wirausahawan yang mencari informasi tentang memulai bisnis, pencari kerja meneliti
karier dan industri, dan individu yang mengelola rekening pensiun dan investasi
lainnya.
Rencana Bisnis atau Proposal Bisnis merupakan deskripsi yang komprehensif dan
tertulis dari suatu perusahaan. Ini adalah laporan terperinci tentang produk atau
layanan perusahaan, teknik produksi, pasar dan klien, strategi pemasaran, sumber
daya manusia, organisasi, persyaratan terkait infrastruktur dan pasokan, persyaratan
pembiayaan, dan sumber serta penggunaan dana. Rencana Bisnis menggambarkan
status perusahaan di masa lalu dan sekarang, tapi tujuan utamanya adalah untuk
menyajikan masa depan suatu perusahaan. Biasanya diperbaharui setiap tahun dan
menunggu untuk periode biasanya tiga hingga lima tahun, tergantung pada jenis
bisnis. Ini adalah elemen paling penting dalam aplikasi apapun untuk pendanaan, baik
untuk organisasi modal ventura atau investasi lain atau sumber pinjaman222.
“Writing is easy, all you do is sit staring at a blank sheet of paper until the drops of blood
form on your forehead.” – Gene Fowler
Menulis rencana bisnis yang tidak lah sulit. Dengan belajar dan berlatih, Anda dapat
mengembangkan ketrampilan tersebut. Beberapa upaya mungkin terlibat dan tentu
saja latihan membantu tapi bisa lebih buruk dari itu. Somerset Maugham mengatakan
“Ada tiga aturan untuk menulis novel. Sayangnya, tidak ada yang tahu mengenai itu.”
Menulis rencana bisnis tidak begitu bergantung pada kreativitas meskipun terlibat.
Semakin banyak Anda harus menulis, dan semakin penting dokumen yang Anda buat,
maka semakin benar ini. Sederhananya jika Anda menulis dengan baik maka Anda
lebih mungkin untuk mencapai tujuan bisnis Anda.
Poin ini tidak bisa terlalu ditekankan. Satu lembar kertas mungkin tidak mengubah
dunia, tetapi - ditulis dengan baik - dapat mempengaruhi banyak peristiwa dengan
cara yang mempengaruhi hasil yang mereka tulis.
222
United Nations Confrence On Trade and [Link] to Prepare Your Business Plan,
diakses pada 1 November 2019.
190
Kita mungkin tidak semua bercita-cita untuk berhasil dalam menulis novel yang
hebat, tetapi kebanyakan orang dapat belajar untuk menghasilkan tulisan bisnis yang
bagus223.
4. Kemampuan interpersonal
Ada beberapa alasan penting untuk menyusun rencana bisnis. Beberapa yang paling
signifikan adalah sebagai berikut :
Dengan menyiapkan rencana bisnis Anda, Anda mendapatkan pandangan terpadu dari
semua masalah tentang bisnis Anda. Misalnya, ini membantu Anda untuk
mengidentifikasi klien target Anda yang lebih baik, menguraikan segmen pasar Anda,
membentuk strategi penetapan harga Anda dan menentukan kondisi persaingan yang
mengharuskan Anda beroperasi untuk berhasil. Perencanaan bisnis memastikan
223
Forsyth,Patrick.2010. How to Write Reports and Proposals, diakses pada 1 November 2019, (hlm
4-5)
224
Hamper, Robert J. dan Baugh, L, Suegh. 2011. Handbook for Writing Proposals, diakses pada 1
November 2019, (hlm 20-21)
191
bahwa semua pertimbangan ini konsisten dan selaras. Selain itu, proses rencana
bisnis sering mengarah pada penemuan keunggulan kompetitif atau peluang baru serta
kekurangan dalam rencana tersebut. Komitmenkan rencana Anda pada kertas,
memastikan bahwa kemampuan Anda secara keseluruhan untuk mengelola bisnis
akan meningkat. Anda akan dapat memusatkan upaya Anda pada penyimpangan dari
rencana sebelum kondisi menjadi kritis. Anda juga akan memiliki waktu untuk
melihat ke depan dan menghindari masalah sebelum timbul.
5. Perekrutan.
Berasal dari ukuran rencana bisnis dan tujuan untuk unit dan individu dalam
organisasi (manajemen dengan tujuan).
7. Memberitahu karyawan.
Memberikannya kepada bank / dana investasi yang telah membiayai bisnis Anda di
masa lalu dan membutuhkan informasi berkala untuk tujuan pemantauan.
9. Memberitahu mitra.
Di antara pembaca rencana bisnis Anda kemungkinan besar akan menjadi karyawan ,
dewan direksi dan pemegang saham, mitra bisnis terpilih, dan pemberi pinjaman dan
investor saat ini atau prospektif. Bagian mana dari rencana bisnis Anda yang harus
dibagikan kepada orang yang bergantung pada kerahasiaannya dan pada tanggung
jawab khusus orang yang bersangkutan. Jika Anda memasukkan dalam rencana
bisnis Anda keputusan rahasia atau rahasia, Anda harus membatasi dalam
mendistribusikan salinannya. Berikan hanya kepada orang yang Anda yakini tidak
akan memberikan informasi tanpa persetujuan Anda. Dalam beberapa kasus, Anda
dapat meminta penerima untuk menandatangani deklarasi kerahasiaan. Beberapa
pembaca target yang paling penting mungkin adalah calon pemberi pinjaman atau
investor. Jika Anda mencari pembiayaan dari luar untuk mengembangkan bisnis
Anda, ada banyak sumber yang dapat Anda dekati dengan rencana bisnis Anda. Yang
paling penting adalah sebagai berikut:
1. Bank Komersial.
Bank komersial memberikan pinjaman kepada bisnis yang layak berdasarkan syarat
dan ketentuan pasar standar. Mereka biasanya sangat sadar risiko dan membutuhkan
perlindungan yang memadai melalui jaminan. Ini dapat terdiri dari, dalam urutan
preferensi bank, rekening kas, logam mulia, sekuritas yang dapat diperdagangkan,
infrastruktur (tanah, bangunan, mesin), piutang dan persediaan. Jika beberapa dari
aset ini diterima sebagai jaminan, bank dapat meminta pinjaman untuk ditutupi
225
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 3-4)
193
dengan 200 persen atau lebih dari nilainya. Tingkat bunga tergantung pada kondisi
ekonomi makro yang berlaku di suatu negara, tetapi juga pada risiko yang dikaitkan
bank dengan suatu proyek. Pengalaman menunjukkan bahwa suku bunga yang
diminta oleh bank komersial di beberapa negara sering kali terlalu tinggi untuk benar-
benar mendukung pengembangan bisnis.
Beberapa tahun terakhir telah terlihat peningkatan pesat dalam jumlah dana modal
ventura swasta yang beroperasi secara komersial. Tujuan dari dana ini adalah untuk
mendapat untung, dan mereka akan memeriksa bisnis Anda sampai mereka yakin
bahwa mereka dapat memperoleh pengembalian substansial atas ekuitas mereka
dengan risiko yang dapat dihitung. Keuntungan tertentu dari dana tersebut,
dibandingkan dengan pinjaman bank, adalah bahwa mereka dapat membiayai bisnis
Anda dengan menempatkan ekuitas tanpa memerlukan jaminan. Di sisi lain, mereka
akan mengharapkan bagian yang baik dari laba dan akan menuntut fungsi kontrol
dalam bisnis Anda, misalnya dengan menunjuk salah satu anggota staf mereka ke
dewan direksi perusahaan Anda.
3. Dana pengembangan.
Dana modal ventura tersebut didirikan dan didukung terutama oleh Pemerintah atau
lembaga pemerintah dan memiliki tujuan pembangunan sosial dan ekonomi makro.
Karakteristik khusus dari dana ini adalah:
a. Mereka bersedia mengambil risiko lebih besar daripada dana modal ventura
komersial / swasta.
c. Mereka terutama menyukai bisnis dengan manfaat sosial dan lingkungan yang
khusus (menciptakan banyak pekerjaan, termasuk komponen nilai tambah
yang kuat, mentransfer sejumlah besar pengetahuan, ramah lingkungan, dll.).
Karena itu, jika Anda mengarahkan diri ke dana semacam itu, Anda harus
membahas masalah ini dengan baik dalam rencana bisnis Anda. Namun
demikian, sebagian besar dana pengembangan, seperti semua lembaga
pendanaan lainnya, hanya siap untuk membiayai proyek jika rencana bisnis
194
5. Investor swasta.
Investor swasta biasanya adalah individu yang kaya dan mandiri yang mencari
peluang untuk menaruh uang dalam bisnis yang menjanjikan. Insentif mereka adalah
untuk mendapatkan pengembalian investasi yang lebih tinggi daripada pada surat
berharga yang dipasarkan atau berinvestasi dalam suatu dana. Cukup sering mereka
mengalokasikan persentase dari kekayaan mereka untuk memulai atau memperluas
proyek. Menempatkan uang dalam beragam bisnis mengurangi risiko keseluruhan
dalam portofolio investasi mereka.
Tergantung pada jenis dan lokasi bisnis Anda, mungkin ada beberapa kemungkinan
untuk mengakses dana pemerintah yang memberikan pinjaman lunak atau hibah.
Contoh-contoh khas aplikasi untuk pinjaman lunak atau hibah seperti itu adalah untuk
melatih personel Anda, menyiapkan studi kelayakan, melaksanakan proyek
percontohan sebelum investasi, dan membuat perbaikan terkait perlindungan
lingkungan.
Namun demikian, bahkan untuk hibah, donor kemungkinan besar akan menilai
rencana bisnis Anda sebelum mengambil keputusan. Donor berharap hibah mereka
diberikan hanya untuk usaha yang terencana dan layak. Mereka benar percaya bahwa
ini adalah orang-orang yang dapat memiliki dampak sosial, ekonomi mikro dan makro
ekonomi yang substansial226.
226
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 5-7)
195
Sebelum kita ingin memulai bisnis, kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis bisnis
apa yang ingin kita jalankan. Disarankan agar membangun bisnis yang sesuai dengan
kesukaan dan bakat kita. Maka hasil yang ingin dicapai pun akan maksimal. Dilansir
dari buku yang berjudul “How to Write a Business Plan : 10th Edition” ada beberapa
macam proposal bisnis yang dapat dijadikan referensi untuk membangun bisnis agar
lebih mantap yaitu proposal bisnis untuk : Retail (Pengecer), Wholesale (Penjual
Grosir), Service (Penyedia Jasa), Manufacturing (Pabrik), dan Project Development
(Pengembang Proyek).
Contoh dari pengecer yaitu ada supermarket, online store (pengecer via
online), butik, toko perbelanjaan, dan para penjual souvenir. Mereka
umumnya membeli barang-barang secara grosir langsung dari pabriknya
dengan harga yang lebih murah lalu diedarkan ke masyarakat dan
mendapatkan untung dari setiap bagian produknya.
Para Penjual Grosir biasanya memesan produk langsung dari pabrik dan
mengecernya kepada para penjual eceran. Penjual grosir tidak langsung
memasarkan produk mereka ke tangan konsumen melainkan ke distributor
terlebih dahulu.
Para penyedia jasa tidak menawarkan produk pada konsumennya namun lebih
menawarkan kemampuan dan skill mereka. Contoh dari Service yaitu
misalnya tukang salon, ojek, akuntan, dan pembersih rumah.
d) Manufacturing (Pabrik)
Bisnis bidang pabrik memproduksi bahan mentah menjadi bahan siap pakai
yang dapat digunakan oleh para konsumen. Menurut Mike Mckeever, bagian
paling sulit untuk membangun bisnis bidang ini adalah bagaimana cara untuk
menemukan produk apa yang ingin dibuat yang dapat diterima oleh pasar dan
menarik minat banyak konsumennya.
196
e) Project Development
Proposal Bisnis isinya harus memuat informasi detail tentang apa saja yang
dibutuhkan dalam menjalankan bisnis tersebut dan dapat digunakan untuk
memperoleh modal usaha dengan menjalin kerjasama antar perusahaan secara singkat
padat dan jelas (The Sunday Times : How to Write Reports and Proposal, 2010). Oleh
karena itu, isinya harus menarik agar dapat menjalin hubungan antar perusahaan
dengan mudah. Didalam jurnal “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha” dijabarkan
bagian – bagian dalam proposal bisnis secara rinci, yaitu :
a) Sampul
b) Halaman Pengesahan
Didalam bagian ini dijelaskan mengenai produk apa yang ingin di produksi,
bahan baku yang dipakai untuk membuat produk, bagaimana proses
produksinya, bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan dan cakupan
daerah mana saja yang akan dijadikan target pemasaran serta yang terakhir
adalah uraian tentang tempat produksi termasuk didalamnya dicantumkan
alamat tempat produksi, karakteristik, serta pengaruh untuk usaha kedepannya
nanti.
Dalam bab ini terdapat tiga bagian yaitu Target Produk, Target Konsumen,
dan Target Pendapatan. Dalam Target Produk diuraikan tentang jenis,
karakteristik, kualitas, serta kuantitas produk yang akan dipasarkan. Dalam
Target Konsumen, Produsen harus menentukan jumlah total calon sasaran
yang akan ditargetkan untuk menjadi konsumen. Target Pendapatan
menguraikan harapan pendapatan total yang ingin dicapai oleh produsen.
Bagian ini berisi rincian jadwal kegiatan serta durasi waktu pelaksanaan.
Pada bagian ini berisi tentang rincian anggota serta deskripsi tugas yang
diemban oleh masing – masing anggota yang terlibat dalam pelaksanaan
usaha. Selain itu, disisipkan juga deskripsi anggota/lembaga pendamping dan
tugas-tugas nya.
j) Lampiran
b. Kepemilikan Tunggal.
Jika Anda adalah pemilik tunggal bisnis kecil, mungkin Anda akan menyusun sendiri seluruh
rencana bisnis. Untuk usaha kecil, ukuran, kerumitan dan upaya yang dihabiskan dalam
menghasilkan rencana bisnis harus dijaga dalam batas. Dalam kasus seperti itu, rencana
bisnis harus memberi tekanan pada diri Anda sendiri. Informasi keuangan pribadi mungkin
diperlukan untuk mendukung pernyataan Anda bahwa Anda akan mengalokasikan bagian
tertentu dari dana Anda sendiri sebagai investasi dalam bisnis. Anda juga harus memberikan
perincian spesifik mengenai aset pribadi non-finansial yang Anda rencanakan untuk
digunakan dalam bisnis Anda.
c. Perusahaan Transnasional.
Rencana bisnis perusahaan dari sebuah perusahaan transnasional dengan volume penjualan
tahunan beberapa miliar dolar tidak memberikan tekanan pada masalah yang sama dengan
perusahaan ukuran menengah rata-rata dengan omset tahunan beberapa juta dolar. Masalah-
masalah yang tercakup dalam rencana bisnis korporasi transnasional adalah:
d. Strategi promosi citra global; Ekspansi melalui akuisisi perusahaan / merger lain, dll
.; Rencana bisnis divisi. Rencana divisi bisnis (unit) perusahaan besar tidak jauh berbeda
dari rencana bisnis perusahaan independen. Namun, di samping masalah standar yang
199
tercakup dalam rencana bisnis (produksi, penjualan, sumber daya, dll.), Ia harus mencakup
semua masalah antarmuka dan sinergi dengan unit korporasi lainnya.
e. Start-up Business. Jika Anda baru memulai, Anda menghadapi tantangan khusus karena
Anda tidak memiliki rekam jejak yang mapan. Sebaliknya, Anda harus berkonsentrasi besar
pada kemampuan Anda untuk menjual diri sendiri dan para mitra yang mungkin Anda miliki
sebagai pelaku bisnis yang berpotensi berhasil. Tidak masalah apakah Anda menggunakan
rencana bisnis Anda dalam upaya mendapatkan pembiayaan atau meyakinkan calon
karyawan untuk datang bekerja untuk Anda. Anda perlu meyakinkan siapa pun yang
membaca rencana Anda bahwa ide bisnis Anda akan sukses. Intinya, kemampuan Anda untuk
menjual diri sendiri adalah pengganti informasi historis yang tidak [Link] karena itu,
rencana Anda harus mencakup informasi pribadi tentang semua orang yang terlibat dalam
usaha awal (pekerjaan sebelumnya, pengalaman, pencapaian bisnis, dll.), Alih-alih informasi
historis yang dapat diberikan oleh bisnis yang sedang berjalan. Seperti halnya bisnis mapan,
Anda juga perlu memberikan proyeksi laporan laba rugi dan rencana arus kas. Dokumen-
dokumen ini mengukur hasil yang Anda harapkan untuk dicapai melalui operasi
Anda. Pastikan untuk memasukkan biaya awal yang akan dikeluarkan sebelum pembukaan
bisnis Anda. Meskipun bisnis Anda mungkin akan melibatkan pengeluaran tertentu yang
unik untuk industri Anda, jangan lupakan beberapa biaya awal yang lebih umum seperti:
b. Studi pasar.
• Ekspansi besar bisnis yang ada. Jika rencana bisnis Anda dibuat dengan tujuan utama
mengumpulkan dana untuk mengembangkan bisnis Anda, kedua masalah berikut harus
dicakup dengan benar:
a. Bahwa pasar sektor bisnis yang Anda targetkan memiliki potensi untuk pertumbuhan
lebih lanjut; dan
b. Bahwa entitas Anda, berdasarkan sejarah dan kekuatan kompetitifnya, berada dalam
posisi yang baik untuk memenangkan bagian besar dari pasar ini.
Terus melanjutkan bisnis. Ada juga rencana bisnis yang tidak mengantisipasi pertumbuhan
signifikan atau investasi besar dan karena itu tidak peduli dengan masalah penggalangan dana
200
tambahan. Dalam kasus seperti itu, rencana bisnis dibuat untuk menginformasikan atau
mendapatkan persetujuan dari badan pembuat keputusan dan investor yang ada dan / atau tim
manajer menulis sendiri untuk mencapai pemahaman bersama tentang tujuan mereka dan
untuk menentukan prioritas dan kegiatan mereka di masa depan. Jelas, dalam rencana bisnis
semacam itu, kurang ditekankan pada membenarkan potensi pasar untuk mengakomodasi
pertumbuhan. Banyak perusahaan menghasilkan rencana bisnis tersebut setiap tahun.
f. Tahap pembiayaan. Seperti yang sering disebutkan, salah satu tujuan utama membuat
rencana bisnis adalah untuk memberi tahu kreditur dan investor Anda. Jika Anda tidak
mencari uang baru tetapi hanya bermaksud memberi informasi kepada pemodal Anda saat
ini, Anda harus lebih menekankan pada latar belakang bisnis (yang sudah diketahui), tetapi
untuk lebih menekankan perkembangan baru dalam bisnis. Namun, jika Anda mendekati
pemberi pinjaman / investor baru (yang disebut putaran kedua dan ketiga dan / atau pasar
saham), rencana Anda harus berisi deskripsi yang lebih rinci tentang latar belakang bisnis
Anda (termasuk pasar dan produk).
g. Proyek Khusus. Mungkin Anda sedang menyusun rencana bisnis bukan untuk seluruh
bisnis entitas Anda, tetapi hanya untuk proyek investasi satu kali yang terisolasi seperti:
Membuka anak perusahaan / pusat laba di negara tertentu di luar negeri; Memulai unit
bisnis baru untuk serangkaian produk atau layanan baru.
Untuk rencana bisnis semacam itu, Anda hanya perlu memberikan informasi umum tentang
seluruh grup. Rencana bisnis Anda harus berkonsentrasi pada bisnis spesifik baru yang Anda
rencanakan. Namun, pemberi pinjaman atau investor akan tertarik untuk memiliki gambaran
yang lebih luas tentang keuangan perusahaan Anda untuk menilai risiko keuangan secara
keseluruhan. Jika perusahaan Anda mengalami kesulitan keuangan, jelas ini akan
mencerminkan proyek juga227.
Jika suatu saat Anda menyusun sebuah proposal ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam penyusunannya, berikut daftarnya.
227
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 15-18)
201
a. Penjelasan harus dibuat sejelas mungkin tetapi tetap singkat dan padat
Proposal yang Anda susun harus menjelaskan tiap-tiap bagiannya secara rinci tetapi
tetap singkat dan juga padat. Proposal harus dibuat secara rinci dimaksudnya agar
pihak ketiga yang bisa berupa investor atau pemberi izin tertarik pada saat membaca
proposal tersebut.
Setelah semua hal tersebut sudah Anda lakukan, langkah yang penting lainnya yang
harus Anda lakukan adalah jangan lupa memfollow-up. Walaupun pada saat Anda
berpresentasi sang investor telah menunjukkan keminatannya pada bisnis Anda, bisa
saja sang investor lupa dengan bisnis Anda. Investor menerima banyak pengaju
proposal setiap minggunya dan bisa jadi proposal yang telah Anda susun tertumpuk di
antara proposal lainnnya. Dengan Anda memfollow-upnya, investor akan membuka
proposal Anda dan mulai mempelajarinya lagi.
Selain itu berikan proposal pada waktu yang tepat. Mengajukan proposal saat bulan
Ramadhan atau menjelang liburan adalah suatu tindakan yang salah. Para staff sudah
mulai mempersiapkan liburannya dan tidak akan memperdulikan proposal yang sudah
Anda buat dengan susah payah.
Keuntungan dari pembuatan Proposal Bisnis adalah sebagai acuan atau pedoman
dalam menentukan pengeluaran dan sebagai sarana untuk perencanaan bisnis untuk ke
depan nya. Selain itu, keuntungan lain yang di dapatkan adalah sebagai acuan untuk
menentukan harga yang sesuai dan realistis berdasarkan pengeluaran yang akan
dikeluarkan agar tetap mendapatkan keuntungan di dalam persaingan dengan
pengusaha lain nya. Lalu juga keuntungan yang bisa di dapatkan dari pembuatan
Proposal Bisnis adalah sebagai alat untuk membayangkan tentang usaha yang akan
dijalani apakah akan menjadi usaha yang berjangka panjang atau pendek. Keuntungan
lain yang bisa di dapat dari pembuatan Proposal Bisnis tersebut adalah sebagai
penentu untuk prospek bisnis ke depan nya agar usaha yang di bangun bisa terus
berkembang dan tidak terkikis did ala persaingan yang cukup ketat.
Keuntungan lainnya adalah sebagai catatan yang akan di berikan untuk mencari dana
kepada bank komersial, investor agar bisa membantu perkembangan usaha dari segi
financial. Hal ini cukup penting karna untuk bisa mengembangkan usaha agar
semakin berkembang perlu dana yang tidak sedikit, oleh karena itu keberadaan dari
Proposal Bisnis ini cukup penting.
Kesimpulan
Proposal berasal dari Bahasa Inggris yaitu Propose yang berarti permohonan atau
pengajuan untuk mencari dukungan dari segi dana, izin, persetujuan, kerja sama dan
kegiatan lain nya. Sedangkan, Proposal Bisnis merupakan sebuah tulisan yang
mempunyai tujuan untuk menjelaskan sebuah kegiatan bisinis seperti informasi
tentang produk, teknik produksi, pasar dan klien, strategi pemasaran, Sumber Daya
Manusia, organisasi, juga sumber dana dan pengeluaran dana dari sebuah perusahaan
yang akan dilakukan secara sistematis, matang, dan juga terperinci. Serta Proposal
Bisnis ini juga dapat dijadikan sebagai alat untuk mencari bantuan dari berbagai segi,
yang umum nya adalah bantuan dari segi dana dan perizinan.
Proposal Bisnis terbagi kedalam beberapa jenis Proposal yang lebih spesifik, dan
beberapa jenis proposal tersebut adalah:
204
3. Manufacturing (Pabrik)
4. Project Development
Membuat atau menyusun rencana bisnis menjadi penting karena mempunya efek yang
cukup signifikan untuk keberlangsungan bisnis anda. Beberapa efek yang signifikan
tersebut adalah:
5. Perekrutan
9. Memberitahu Mitra
Didalam penulisan Proposal Bisnis anda juga perlu memperhatikan beberapa hal agar
Proposal yang di buat bisa menarik perhatian sehingga dapat melancarkan setiap
keperluan dari kegiatan bisnis. Hal-hal tersebut adalah:
1. Penjelasan harus dibuat sejelas mungkin tetapi tetap singkat dan padat
Selain itu, perlu juga memperhatikan waktu saat untuk pengiriman Proposal Bisnis
agar di terima dengan baik oleh investor. Didalam sebuah Proposal Bisnis yang baik
terdapat sebuah kerangka dasar yang menjadi pedoman atau tuntunan agar Proposal di
buat bisa tersusun secara rapih dan membuat setiap orang yang membaca nya menjadi
paham tentang apa yang di baca nya. Kerangka dasar yang umum terdapat di dalam
Proposal Bisnis adalah:
1. Sampul
2. Halaman Pengesahan
3. BAB I : Pendahuluan
10. Lampiran
Salah satu alasan yang menjadikan anda harus membuat Proposal Bisnis yang baik
karena Proposal Bisnis anda akan di baca oleh para investor yang akan memberikan
dukungan nya terhadap kegiatan bisnis anda. Biasanya yang akan membaca Proposal
Bisnis yang telah anda buat adalah Bank Komersial, Dana Invsetasi Swasta, Dana
Pengembangan, Lembaga Pembangunan Multilateral, Investor Swasta. Oleh karena
itu untuk menarik perhatian dari para Investor tersebut maka perlu membuat sebuah
Proposal Bisnis semenarik mungkin.
206
DAFTAR PUSTAKA
Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan
Informasi di Media Online
Sandra Moriarty dan Nancy Mitchell dan William Wells, Advertising, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2009)
Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar
Global”, Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2
Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, PT. Gelora Aksara Pratama, Malang, 2012
RM. Sigid Noerochmad, S.E, M.M, Strategi Pemasaran 1 (Depok: Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan, 2013), Cet.1
Ir. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press Anggota
IKAPI, (2011) Cet.1
Serian Wijatno, Pengantar Entrepreneurship, (Jakarta: PT. Grasindo Anggota IKAPI, 2009)
Dadang Munandar, “Analisis Penentuan Segmen, Target, Dan Posisi Pasar HomeCare di
Rumah Sakit Al-Islam Bandung”, Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol. 6, No. 2
Harsalim, Richard, dan Sugiono Sugiharto. 2015. Analisis Pengaruh Product Quality, Price
dan Promotion Terhadap Purchase Intention Mobil Toyota Alphard Di Surabaya”,
Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol. 3, No. 1, Hlm. 3
Cashman, J. 2014. Big Book of Digital Marketing. New Jersey: Digital Firefly Marketing
Goding, S. 2003. Purple Cow Transform Your Business by Being Remarkable. United
Kingdom : Portfolio
James, S. 2013. 50 Shades of Digital Marketing. Kopenhagen: Bookboon
Reily, Michael. (2019, 13 Maret). Manfaatkan Media Sosial, Wardah Klaim Pimpin
Penjualan Make-Up. Dikutip 3 November 2019 dari
[Link]
penjualan-make-up
Zahay, D., Altounian, D., Pollitte, W., & James, J. (2019). Effective Resource Deployment in
Digital Marketing Education. Marketing Education Review, 29(3), 182–192.
[Link]
Ali, Dini Salmiyah Fithrah. 2017. Marketing Public Relations - Diantara Penjualan dan
Pencitraan. Yogyakarta : Deepublish.
Perbawasari, S., Sjuchro, D. W., Setianti, Y., Nugraha, A. R., Hafiar, H. Government
Marketing Public Relations Strategy in Preparing Halal Tourism in Priangan Region. 35 (1).
2019. 97.
Ruslan, Rosady. 2016. Manajemen Publik Relation dan Media Komunikasi Edisi Revisi.
Jakarta: Rajawali Pers.
Trinh, V. D., & Nguyen, H. M. Model Of Relationships Among Marketing Public Relations,
Service Quality And Attitude Toward Brand. ASEAN Marketing Journal. 1 (1). 2018. 18.
Gifford J. Digital Public Relations: E-Marketing’s Big Secret. Continuing Higher Education
Review.2010;74:[Link]://[Link]/[Link]?direct=true&db=eric
&AN=EJ907250&site=eds-live. Accessed November 3, 2019.
Frank Jofkins disempurnakan oleh Daniel Yadin. 2004. Public Relations, Edisi 5.
(Jakarta;Penerbit Erlangga.) Hal. 9
Onggo, Bob Julius. 2004. Cyber Public Relations. (Jakarta; Penerbit PT Elex Komputindo)
208
Reference List Harlow RF. Building a Public Relations Definition. Public Relations Review.
1976;2(4):[Link]://[Link]/[Link]?direct=true&db=ufh&AN=
84198108&site=eds-live. Accessed November 3, 2019.
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North :
O’Reilly Media, 2015)
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its
Relevance to Software Engineering”, Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007,
Hal. 69.
Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In
Open source Development”, (New York : Information Science Reference, 2009)
Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In
Open source Development”, (New York : Information Science Reference, 2009)
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (BCS Learning
and Development Limited, 2015) Business Culture and Agile
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
209
Afrilia, Ascharisa Mettasatya. Jurnal Ilmu Sosial. Memetakan Manajemen Krisis Perusahaan
Travel Umroh “First Travel” dalam Menghadapi Krisis Perusahaan. Vol. 16, No. 2.
Desember 2017.
Dra. Fullchis Nurtjahjani, MM, Shinta Maharani Trivena, SAB., MAB. Public Relation, Citra
dan Praktek.
Delhaise, Philippe F. Asian in Crisis: The Implosion of the Banking and Finance Systems.
Suherli dkk, Bahasa Indonesia; Buku Siswa SMA/SMK/MA/MK Kelas XI (Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Batlibang, Kemendikbud, 2017), hal. 161
[Link] “Makalah Proposal: Pengertia, Jenis, Fungsi, Tujuan, Unsur” (diakses pada
tangggal 3 November 2019)
Aryan Eka Prastya Nugraha dan Indri Murniawaty, “Sharia Digital Business : Strategi dan
Pengembangan Bisnis Berkelanjutan” Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6, No. 2, 2018
Erik Forte dkk, The Basic Business Library: Core Resources and Services, 5th Edition : Core
Resources and Services (California: Libraries Unlimited, 2012)
Malcotsis, George. 2002. How to Prepare Your Business Plan (hlm 3-7)
Forsyth, Patrick. 2010. How to Write Reports and Proposals (hlm 4-5)
J Hamper, Robert. Baugh, [Link]. 2011. Handbook for Writing Proposals (hlm 20-22)
Hasyim, Muhammad, dan Samala Ardana. 2014. “Pelatihan Bussiness Plan Pengembangan
Tomat Di Dusun Puluhan, Banyusidi, Pakis, Magelang, Jawa Tengah” dalam Seri
Pengabdian Masyarakat 2014 : Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan Volume 3 (hlm. 90-95).
210
Supriyanto. 2009. “Bussiness Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha” dalam Jurnal
Ekonomi & Pendidikan Volume 6 (hlm. 73-83).
Firsan Nova. 2009. “Crisis Public Relations : Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan”
Cetakan I (hlm 5, 30-32)
Mike McKeever. 2011. “10th Edition : How to Write a Business Plan” (hlm 25-26)
30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda: Kreatif atau Mati, Surakarta : Al-Jadid, 2010, Yusuf
Abu al – Hajjaj.
INOVASI, Yogyakarta : Andi, 2018, Arman Hakim Nasution & Hermawan Kartajaya.
Manajemen Perubahan dan Inovasi, Jakarta : UI Press, 2015, Amy Y.S Rahayu.
Barnard, Brian dan Derrick Herbst.2019. ‘The Creative Process of Entrepreneurs and
Innovators’ dalam Entrepreneurship, Innovation and Creativity.
Patrícia Melo Sacramento, Rivanda Meira Teixeira. 2016. ‘Cross-Case Analysis in Small and
Medium Enterprises in the city of Aracaju Sergipe’ dalam Innovation and Entrepreneur
Learning in the Tourism Sector
Byers, Viviane. 2019. ‘intoduction’. Creativity, Innovation, and Change. Open University
Press, McGraw Hill Education
Muafi. 2018. ‘People Equity dan Kinerja UKM’. Pola Hubungan Inovasi Organisasi. Jurnal
Ekonomi dan Keuangan.
Lesley, Ruthven. 2019. Facilitating the development of creativity using special collections
and archives.
211
Tabas, Jakub dan Michaela Beranova. 2016. “introduction and applied methodology”.
Innovation life cycle.
Stasiulis, N. (2017). “Methodology”. The Idea of the Creative Society and the Development
of Creative Industries, Economics and sociology.
Hidayat, Bahril.2008. Pengembangan Kreativitas Menurut Tipologi [Link]..
Andreas Syah Pahlevi dkk, Kolase Pemikiran Ekonomi Kreatif Indonesia (CV. Oxy
Consultant, 2018), hal. 38
Bibliografi Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek.
Bandung:Alvabeta
Alli Imron, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2007), h. 128
Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39
Rochmat Aldy Purnomo, [Link], Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia (2016), hal. 8
David Campbell, Ph.D., “ Mengembangkan Kreativitas”, Terj. A.M. Mangunhardjana,
(Kanisius, 1 Jan 1989) hlm 18.
Mark A. Runco ( Oct 10, 2007) “Creativity. Research, Development, and Practice”.
Academic Press. La Habra, CA.
212
[Link]
[Link]&utm_campaign=fnom&x=[Link] tanggal 1 November
2019
Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 5
Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 6
Suciati, " PENGEMBANGAN KREATIFITAS INOVATIF MELALUI
PEMBELAJARAN DIGITAL ", Jurnal Pendidikan, Volume 19, Nomer 2, September
2018, 145-153
Miyarso Dwi Ajie, [Link], "Konsep Kreativitas", diakses dari
[Link]
ARSO_DWI_AJIE/Makalah_a.n_Miyarso_Dwiajie/Perancangan%20dan%20Perencanaa
n%20Fasilitas%20Perpustakaan/HandOut_LM108_005_CreativityConcept_v03.pdf, pada
tanggal 28 Oktober 2019 pukul 21:50
[Link] KREATIVITAS-INOVATIF DALAM
PENDIDIKAN SENI MELALUI PEMBELAJARAN [Link] refleksi edukatika.
halaman 109
Wheeler, Alina. Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding
Team, Edisi 5 (New Jersey : Wiley, 2017), hal. 29-42
Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century
Books, 2001. Hal. 15-16.
Farivar, Cyrus. "30 Years of Apple: Assessing Apple's Impact" Retrieved February 27,
2008,
Forbes: The World Most Valuable Brands, [Link]
diakses pada 2 Oktober 2019
Soniyosa K, Mohanraj, Oktober 2018, “A Study on Factors Affecting Brand Trust Apple
(I Phone)”, Volume 2. Oktober 2018.
Johnson Katherine. Dkk, “The Innovative Success that is Apple, Inc.”, Januari 2012.
Thapa Gyan Bahadur, Thapa Rena, “The Rasio of Golden Rasio, Mathematics and
Aesthetics”, Volume 14 No. 1, 20 Februari 2018.
Narain DL (2012), Teaching Guide. University of Chicago,
[Link] Diakses pada 2 Oktober 2019
Alhaddad Abdullah, “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”,
Volume 3 No 51, May 2014
Nanang Wahyudi dan Sanny Satriyono, Mantra Kemasan Juara (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2017)
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan
Produk Secara Aman dan Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017)
215
Th susetyarsi, “Kemasan Produk Ditinjau Dari Bahan Kemasan, Bentuk Kemasan dan
Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk
Minuman Mizone di Kota Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan
Hasil Produksi Terhadap Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal.
184
216
Komponen utama yang harus ada dalam proposal bisnis meliputi: deskripsi komprehensif tentang produk atau layanan, pasar dan klien, strategi pemasaran, sumber daya manusia, infrastruktur yang diperlukan, serta kebutuhan pembiayaan . Aspek ini penting karena memberikan pandangan menyeluruh tentang bagaimana bisnis tersebut akan beroperasi dan berkembang, serta meyakinkan investor atau pemegang saham mengenai potensi keberhasilan usaha . Proposal yang baik juga mampu berbicara dengan kebutuhan klien dan menonjolkan kekuatan perusahaan .
Menulis proposal bisnis membutuhkan keterampilan multi-disiplin karena harus menggabungkan keahlian pemasaran dan penjualan dengan kemampuan analisis dan kreativitas, untuk menyusun dokumen yang efektif dan meyakinkan . Keterampilan lainnya yang dibutuhkan termasuk kemampuan membuat keputusan, keahlian interpersonal, dan keahlian komunikasi dalam bentuk tulisan dan presentasi . Kombinasi keterampilan ini memastikan bahwa proposal tidak hanya profesional secara tampilan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan klien dan menunjukkan potensi bisnis secara komprehensif .
Kemasan dianggap penting dalam strategi pemasaran karena melayani beberapa fungsi krusial. Pertama, kemasan berfungsi sebagai sarana pengawet produk, melindungi dari komponen pembusuk . Kemasan juga meningkatkan efisiensi dengan mempermudah proses distribusi dan penyimpanan produk. Selain itu, kemasan berfungsi sebagai media promosi dan komunikasi yang menyampaikan informasi penting mengenai produk, seperti cara penggunaan dan komposisi . Desain yang menarik dan informatif pada kemasan juga berfungsi sebagai daya tarik visual bagi konsumen, mendorong keputusan pembelian .
Kreativitas sebagai salah satu konsep ilmu psikologi kognitif menggambarkan hubungan erat antara kemampuan kognitif dan karakteristik pribadi individu. Kesiapan mental dan personal dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, sehingga menghasilkan produk kreatif yang istimewa . Faktor-faktor personal ini dapat mendorong individu untuk terus mengeksplorasi ide baru dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat .
Menurut Karlsson (2010), proses kreatif di lokasi tertentu dapat menghasilkan keuntungan kreatif yang merangsang kreativitas berjalan dengan baik atau buruk, menekankan pentingnya lokasi dalam proses kreatif . Törnqvist (1983) juga mempertimbangkan pengaruh suatu tempat atau konteks lokal pada tindakan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru, menunjukkan bahwa lingkungan sekitar berperan penting dalam mendorong atau menghambat kreativitas .
Kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan produk baru dengan keunikan yang tersendiri, ini melibatkan proses penciptaan ide atau gagasan baru . Inovasi, di sisi lain, diartikan sebagai penerapan praktis dari gagasan kreatif tersebut. Dengan kata lain, inovasi menggambarkan penggunaan ide-ide baru, produk, atau metode yang belum pernah digunakan sebelumnya . Kreativitas menghasilkan ide, sementara inovasi menerapkannya menjadi sesuatu yang dapat diterima dan digunakan.
Inovasi seringkali dikaitkan dengan kepadatan staf kreatif, di mana kepadatan yang lebih besar dapat menjadikan struktur pengetahuan lebih baik melalui lebih banyak pertukaran pengetahuan dan kesempatan belajar. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kinerja inovasi organisasi . Organisasi yang sering melakukan inovasi punya kecenderungan memotivasi karyawan untuk lebih kreatif, serta menggunakan dan mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi .
Komunikasi bisnis memiliki peran penting dalam mempromosikan produk, layanan, atau organisasi dengan tujuan menjual. Pesan dalam komunikasi bisnis harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi seperti internet, cetak, radio, televisi, dan dari mulut ke mulut . Keefektifan komunikasi bisnis dapat mempengaruhi kesuksesan dari strategi pemasaran, mempengaruhi persepsi konsumen, dan menguatkan citra merek di pasar, sehingga berperan krusial dalam pengembangan bisnis yang berkesinambungan .
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas desain kemasan antara lain: faktor pengamanan, untuk melindungi produk dari kerusakan fisik; komunikasi, untuk menyampaikan informasi tentang produk kepada konsumen secara jelas; ergonomi, untuk memastikan kemasan mudah dibawa dan digunakan; serta estetika, untuk menarik perhatian konsumen dengan desain yang menonjol . Kemasan yang efektif harus mencerminkan citra merk dan mempromosikan produk melalui visual dan informasi yang tepat .
Metode 7E merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaan ide kreatif dan inovatif, meskipun detail spesifik dari 7E tidak dijelaskan secara lengkap dalam dokumen ini. Metode ini mencakup langkah-langkah yang membantu individu dan organisasi untuk memfasilitasi pemikiran kreatif dan implementasi inovasi . Dengan pendekatan ini, pelaku bisnis dapat menilai ide-ide baru secara lebih efektif, memastikan bahwa mereka layak untuk diaplikasikan dalam konteks dan pasar yang dituju.