100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
450 tayangan216 halaman

Pengembangan Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan ide atau gagasan baru yang bermanfaat. Terdapat berbagai pengertian kreativitas menurut para ahli, namun secara umum kreativitas melibatkan pemikiran di luar kebiasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Lingkungan yang mendukung pertukaran ide dapat meningkatkan kreativitas seseorang.

Diunggah oleh

ninda nuriman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
450 tayangan216 halaman

Pengembangan Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan ide atau gagasan baru yang bermanfaat. Terdapat berbagai pengertian kreativitas menurut para ahli, namun secara umum kreativitas melibatkan pemikiran di luar kebiasaan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Lingkungan yang mendukung pertukaran ide dapat meningkatkan kreativitas seseorang.

Diunggah oleh

ninda nuriman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

TUGAS UTS CREATIVE THINKING

Disusun Oleh :
KELAS A
ILMU KOMUNIKASI 2019
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2

DAFTAR ISI

BAB I ( Pengertian Kreativitas dan Inovasi,Identitas Pengembangan Ide


Kreatif,Pengembangan Ide Kreatif,Tahap Ide Kreatif,Tahap Ide Inovatif,Jenis
Inovasi…………………………………………………………………………….….. 3

BAB II (Teori Tahap Kreativitas)……………………………………………….. 23

BAB III ( Proses Penciptaan Ide Kreatif dan Inovatif menggunakan 7E)…… 42

BAB IV (Brand dan Logo)…………………………………………………………. 63

BAB V (Cara Membuat Packaging Yang Menarik)………………………… 83

BAB VI(Menentukan Target Pasar)……………………………………………… 102

BAB VII ( Konsep Strategi Pemasaran)………………………………………. 118

BAB VIII ( Agile Wok)…………………………………………………………… 140

BAB IX ( Krisis Perusahaan,Jenis Krisis,Cara Mengatasi…………………… 160

BAB X ( Cara Membuat Proposal Bisnis)……………………….……….. 186

Daftar Pustaka……………………………………………………………. 206


3

BAB I

PENGERTIAN KREATIVITAS, IDENTITAS PENGEMBANGAN IDE


KREATIVITAS,PENGEMBANGAN IDE KREATIF,TAHAP IDE KREATIF,TAHAP
IDE INOVATIF, JENIS INOVASI

A. PENGERTIAN KREATIVITAS

Pasti kalian sering mendengar kata kreativitas diucapkan oleh banyak orang.
Kreativitas berkaitan erat dengan suatu proses penciptaan sebuah ide atau gagasan yang baru.
Kreativitas membawa seseorang pada kesuksesan dalam mengerjakan pekerjaan. Pada
dasarnya, Kreativitas lebih menyiratkan kemampuan kita untuk membayangkan suatu
masalah. Karena itu diperlukan pemikiran dan pemahaman yang penuh warna disertai dengan
adanya pemikirian yang mendalam. Kreativitas juga dapat diartikan sebagai sebuah
kemampuan seseorang untuk menghasilkan suatu atau beberapa produk yang baru dan
biasanya memiliki keunikan tersendiri.1 Kreativitas adalah tentang melihat sesuatu secara
berbeda dengan cara membayangkan suatu hal hingga melampaui ke tingkat berikutnya dan
menuntut kita untuk berpikir secara out of the box dari pemikiran kita biasanya.2

Ensiklopedi Filsafat Arab mengartikan kreativitas sebagai suatu kegiatan menciptakan


hal baru atau menyusun unsur-unsur baru menjadi bentuk baru dan berbeda dari sebelumnya.

Sumber lainnya yaitu Ensiklopedi Inggris Modern memberikan pengertian berbeda


tentang kreativitas, yaitu sebuah kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang untuk
menciptakan hal yang baru seperti, metode baru atau pun penampilan baru.

Kreativitas merupakan bakat yang sebagai individu sudah miliki sejak lahir, semua
orang dari suku, bangsa, dan negara apapun bisa menjadi kreatif. kreativitas ini dapat
ditemukan dan diidentifikasi melalui pendidikan yang tepat agar individu dapat menemukan
potensi kreatif sehinggadapat dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan baik kebutuhan

1 Achroni Keen. Kreatif adalah Koentji (2018). hal-14.

2Barnard, Brian dan Derrick Herbst. Entrepreneurship, Innovation and Creativity ‘The Creative Process of Entrepreneurs and Innovators’.
Journal of Business and Management, 2019. Volume 7, Issue 1, hal 127-128.
4

secara pribadi atau kebutuhan banyak orang. Seorang individu dapat menjadi kreatif apabila
terus-menerus mengasah potensi dan pemikiran kreativitasnya.

Orang-orang yang berpikir kreatif mempunyai sifat yang tidak mudah menyerah ketika
hendak menguji ide atau gagasan yang sudah didapatkannya.3 Mereka cenderung untuk terus
mencoba sekalipun yang mereka temui adalah kegagalan. Orang-orang yang berpikir kreatif
akan mencari jalan menuju kesuksesannya yang lain agar ide atau gagasan tersebut dapat
menjadi suatu produk kreativitas dan berbuah menjadi sebuah kesuksesan.

Kreativitas ini dipengaruhi dari proses interaksi dan linkungan para individu. Menurut
Karlsson (2010), proses kreatif di lokasi tertentu akan menghasilkan keuntungan kreatif yang
merangsang kreativitas dapat berjalan dengan baik atau buruk. Sejalan dengan itu, Törnqvist
(1983) mempertimbangkan pengaruh suatu tempat atau konteks lokal pada tindakan individu
untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Sebenarnya pengertian kreativitas jika dibahas tidak akan ada habisnya. Pengertian
dari kreativitas luas dan bermacam-macam. Ada sebagian orang yang mengaitkan kreativitas
dengan gagasan baru dalam dunia ilmu, dunia teknologi dan dunia pemecahan masalah di
berbagai bidang, ada pula sebagian orang yang mengartikan bahwa kreativitas itu harus
memiliki nilai seni tersendiri4. Para ahli memiliki definisi yang berbeda beda dalam
mengartikan kreativitas, tergantung pada perspektif dan pandangan mereka terhadap definisi
kreativitas itu sendiri.

Mooney berpendapat bahwa terdapat kurang lebih 28 definisi untuk konsep kreativitas,
bahkan hingga 50 atau lebih. Beberapa referensi khusus dalam kreativitas mengungkapkan
adanya 60 jenis definisi kreativitas.5

Seorang ilmuwan bernama Simson mendefinisikan kreativitas sebagai inisiatif yang


diperlihatkan oleh sesorang dalam bentuk kemampuan seseorang untuk keluar dari sistem
yang normal, yaitu melalui kontemplasi dengan mengikuti satu model pemikiran baru. Ia

3 Achroni Keen. Kreatif adalah Koentji (2018). hal-41.

4 Chandra Julius. Kreativitas: Bagaimana Menanam, Membangun, dan Mengembangkannya (1994). hal 11.

5Patrícia Melo Sacramento, Rivanda Meira Teixeira. Innovation and Entrepreneur Learning in the Tourism Sector: Cross-Case Analysis in
Small and Medium Enterprises in the city of Aracaju, Sergipe. Vol. 13 Issue 3, hal-122.
5

mengatakan bahwa kita harus memerhatikan otak yang selalu mencari, membentuk,
menyusun, dan lain sebagainya.6

Adapun Guilford mendefinisikan kreativitas sebagi kontemplasi dalam bingkai yang


lebih terbuka, yang hasilnya memiliki keistimewaan yang tidak ada duanya. Yaitu, berupa
berbagai macam jawaban yang tidak ditentukan oleh data-data yang diberikan.7

Kreativitas, menurut West et al. (2002), adalah menurutnya kreativitas berbeda dari
inovasi karena meliputi proses yang mengarah pada generasi ide-ide baru untuk menciptakan
nilai bagi individu, organisasi dan sektor kesehatan. Sementara Schumpeter (1934),
mendefinisikan bahwa kreativitas merupakan sebuah iklim atau lingkungan yang
menghasilkan suatu karya dalam organisasi yang memfasilitasi atau menghambat generasi ide
dan ide yang diterapkan untuk [Link] dan perspektif terbaru tentang kreativitas
cenderung berfokus terutama kepada bagaimana faktor-faktor kontekstual dapat
memengaruhi aktivitas kreatif individu (Perry Smith & Shalley, 2003), agar dapat memahami
kontribusi kreatif individu versus kreativitas kolektif suatu kelompok atau organisasi.

Seperti orang-orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan berkinerja baik pada
berbagai tugas kognitif (Silvia et al. 2009). Orang yang memiliki pikiran kreatif dalam satu
bidang cenderung dapat berpikir kreatif di bidang lainnya karena biasanya orang yang punya
pikiran berpikir kreatif akan berpikir melampaui batas, tetapi tetap dalam satu context.
Tujuan dari berpikir kreatif ini adalah untuk memulai sesuatu yang baru atau sesuatu yang
belum pernah dilakukan orang sebelumnya dengan cara yang berbeda.

Dari berbagai macam pengertian kreativitas yang sudah dipaparkan diatas, kita dapat
menarik berbagai kesimpulan yaitu:

Pertama, kreativitas adalah salah satu konsep ilmu psikologi kognitif yang
menggabungkan berbagai ciri kesiapan kognitif dan karakteristik yang bisa menyesuaikan
perubahan lingkungan untuk menghasilkan produk yang istimewa dan bisa diterima oleh
kelompok tertentu, pada masa tertentu, karena kemanfaatan produk tersebut atau untuk
memenuhi kebutuhan hidup.

6
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 17
7
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 18
6

Kedua, kreativitas adalah gabungan antara kemampuan,kesiapan mental, dan


karakteristik personal, yang jika terdapat pada lingkungan yang sesuai, bisa meningkatkan
proses selanjutnya untuk menghasilkan hasil-hasil original dan baru, baik yang disebabkan
oleh pengalaman-pengalaman masa lalu seseorang atau pengalaman lembaga, masyarakat
atau dunia, jika produk-produk kreativitas berasal dari standar inovasi kreatif di salah satu
bidang kehidupan manusia.

Selain itu, kreativitas harus memiliki setidaknya salah satu poin penting, poin penting
yang dimaksud ialah sebagai berikut.

1. Seseorang yang memiliki sifat kreativitas harus menyampaikan pemikiran atau


suatu hal yang baru dan belum pernah ada sebelumnya.
2. Menciptakan fungsi atau hal baru untuk melengkapi sesuatu yang telah ada
sebelumnya.

Orang-orang yang punya pemikiran kreatif akan mengapresiasi dan menghargai setiap
ide kreatif dari orang lain atau pihak lain. Biasanya orang-orang kreatif tidak akan keberatan
untuk melakukan kerja sama dengan orang kreatif lainnya agar dapat menghasilkan suatu ide,
gagasan, dan produk yang akan melahirkan suatu kreativitas.

B. PENGERTIAN INOVASI

Selain kreativitas, inovasi juga diperlukan dalam kehidupan kita. Inovasi itu sendiri
tidak bisa lepas dari keterkaitannya dengan kreativitas. Çokpekin dan Knudsen (2012)
mengemukakan bahwa perusahaan yang lebih sering atau berkecenderungan melakukan
sebuah inovasi sehingga dapat memotivasi karyawan mereka untuk menjadi kreatif,
mengalokasikan sumber daya mereka dengan mengingat tujuan, dan memiliki keterampilan
manajemen untuk mengatur lingkungan kerja yang kreatif. Sementara Chen dan Huang
(2010) menemukan bahwa kepadatan pada staf kreatif yang lebih besar dapat menjadikan
struktur pengetahuan menjadi lebih baik sebab mengarah pada banyaknya pertukaran
pengetahuan dan peluang belajar, sehingga berkontribusi pada kinerja inovasi. Jadi dapat
disimpulkan bahwa inovasi dan kreativitas saling berkesinambungan satu sama lain.

Lalu, apa arti dari inovasi itu sendiri? Definisi dari inovasi itu sendiri merupakan
penerapan secara praktis gagasan atau ide yang kreatif. Istilah inovasi digunakan untuk
7

menggambarkan penggunaan gagasan-gagasan baru, produk atau metode di mana gagasan,


ide, atau metode tersebut belum pernah ada yang menggunakan sebelumnya (Eurostat
Community Innovation Survey (CIS) 2015). Inovasi akan dengan sengaja memperkenalkan
ide, proses, produk atau prosedur yang baru bagi pekerjaan itu, tim kerja atau organisasi, dan
yang dirancang untuk menghasilkan keuntungan.8

(Carol Kinsey Goman, 1991:2 ) Hult et al. (2003) mengartikan inovasi sebagai temuan
atau adopsi yang baru atau berbeda, singkatnya inovasi menciptakan sebuah kombinasi baru
dari sumber daya yang ada. Untuk menguraikan lebih lanjut tentang aspek inovasi, karya dari
Rogers (2010) menjelaskan dan lebih menekankan suatu fokus pada hal baru dan
mendefinisikan inovasi sebagai ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh individu atau
unit adopsi lain untuk menciptakan ide atau gagasan yang baru. Banyak peneliti dan para ahli
pada mulanya mengungkapkan definisi dari inovasi dengan menekankan pada fokus dan
bentuk dari inovasi itu sendiri.

Inovasi dapat terjadi pada berbagai tingkatan seperti tingkatan organisasi, unit, proses,
atau individu (Schiemann, 2011). Pada lingkungan yang dinamis, perusahaan sebaiknya
berorientasi pada inovasi. Hasil penelitian Muafi (2009) membuktikan bahwa jika perusahaan
berhasil menerapkan kesesuaian antara orientasi strategi inovatif dengan lingkungan yang
dinamis maka kinerja organisasi akan lebih meningkat.9

De Vries et al. (2015) melakukan tinjauan literatur sistematis inovasi dalam


manajemen publik karena kurangnya identifikasi berbasis bukti di lapangan. Mereka
meninjau publikasi empiris tentang inovasi sektor publik dan sebagai hasilnya mereka dapat
menghubungkan inovasi sebagai suatu proses dari bentuk proses terbentuknya sebuah
inovasi. Hal ini ditinjau berdasarkan tema definisi, tujuan, jenis, faktor yang berpengaruh
dalam proses (termasuk tahap adopsi dan difusi) dan hasil. Mereka mengidentifikasi berbagai
inovasi karena sifatnya yang terfragmentasi di arena publik.

Adanya perubahan pemikiran banyak orang tentang inovasi secara radikal selama dua
dekade terakhir. Hal ini ditandai dengan munculnya sistem berbagi secara terbuka,
kustomisasi pengguna, dan gagasan bahwa pengguna layanan sering kali adalah orang-orang

8 Byers, Viviane. Creativity, Innovation, and Change (2017). Chapter 13 hal 2.

9
Muafi. Pola Hubungan Inovasi Organisasi, People Equity dan Kinerja UKM. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, [Link] 16, Iss 2, hal 231.
8

terbaik untuk membantu secara proaktif merevisi suatu produk dan proses. 10 Bukti-bukti yang
muncul seiring waktu akan mendukung bahwa inovasi bottom-up lebih sering dan banyak
terjadi di sektor publik daripada yang kita yakini dan kita ketahui (Borins 2002: 475). Orang
yang inovatif berani untuk berbeda, menonjol, membuat kejutan, atau menyimpang dari
tradisi.

C. IDENTITAS PENGEMBANGAN IDE KREATIF.

Identitas pengembangan ide kreatif ini diperlukan kerja sama antara pihak pendidikan
dan lingkungan11. Prof. Dr.S.C. Utami Munandar dalam bukunya yang berjudul Kreativitas
dan Keberbakatan mengungkapkan dasar pengembangan untuk mengembangkan ide kreatif
adalah sebagai berikut:

 Tampak adanya kesenjangan antara kebutuhan dan kreativitas dan perwujudannya di


dalam masyarakat pada umumnya, dan khususnya dalam pendidikan di sekolah.
 Pendidikan disekolah lebih berorientasi pada pengembangan kecerdasan (intelegensi)
daripada pengembangan kreativitas, sedangkan keduanya sama pentingnya untuk
mencapai keberhasilan dalam belajar dan hidup
 Pendidik (guru atau orang tua) masih kurang memahami arti dari kreativitas - yang
meliputi ciri bakat dan non-bakat - dan bagaimana cara mengembangkannya pada anak
dalam tiga lingkungan pendidikan: di rumah, di sekolah, dan di dalam masyarakat
 Masih sangat kurangnya layanan pendidikan khusus bagi mereka yang berbakat istimewa
sebagai sumber daya manusia berpotensi unggul padahal apabila mereka diberi
kesempatan pendidikan yang sesuai dengan potensinya, dapat memberikan kontribusia
yang bermakna pada masyarakat. Akibatnya banyak anak yang berbakat dapat
berprestasi dibawah potensi mereka.
 Dalam layanan pendidikan pada anak berbakat, pengembangan kreativitas sebagai salah
satu faktor utama yang menentukan keberbakatan merupakan suatu tuntutan.

D. PENGEMBANGAN IDE KREATIF.

Pengembangan kreativitas adalah jantung dari pendidikan seni dan desain karena
membutuhkan ide yang kreatif . Program studi memaksimalkan peluang untuk
10 Byers, Viviane. Creativity, Innovation, and Change (2017). Chapter 13 hal 2.

11
Munandar, Utami. Kreativitas dan Keberbakatan (1999). hal-14-15
9

mengembangkan kreativitas itu. Pemeriksaan literatur pedagogis tentang pengembangan


kreativitas, mengungkapkan cara-cara untuk meningkatkan, memberi kita keberanian untuk
melepaskan diri dari konvensi, dan melengkapi kita dengan bahasa yang dapat
memungkinkan kita untuk mengkomunikasikan kontribusi kita dengan lebih baik dalam
konteks HE yang kompetitif.

Penelitian oleh Hargrove menunjukkan bahwa program pelatihan kreativitas yang


sukses memiliki kesamaan dalam 'pengalaman metakognitif', di mana kita menggunakan dan
mengembangkan kemampuan metakognitif diri sendiri12. Pengalaman ini memungkinkan
untuk mengembangkan strategi kreatif diri sendiri untuk menganalisis dan memecahkan
masalah. Mengembangkan dan memperkuat keterampilan metakognitif sangat penting dalam
pengembangan pemikiran dan praktik dalam ide kreatif.13 Kreativitas dapat dilihat sebagai
melibatkan proses kognitif intra-individu

E. TAHAP IDE KREATIF

Pernahkah Anda berpikir kapan dan bagaimana ide kreatif itu muncul pada diri seseorang?

Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui serta mendapatkan jawaban
mengenai kapan dan bagaimana ide kreatif itu muncul. Dari semua hasil penelitian yang telah
dilakukan tersebut menyatakan bahwa tidak ada waktu dan tempat tertentu yang dapat
mendatangkan ide kreatif secara tiba-tiba serta tidak ada pula cara khusus agar ide kreatif
tersebut muncul dalam diri kita.

Namun, hasil studi-studi tersebut memaparkan dari sudut pandang lain bahwa ada
tempat dan waktu khusus yang dapat membuat seseorang dekat dengan [Link]
yang memungkinkan dapat memberikan ruang yang lebih luas untuk berkreasi serta
menonjolkan ide kreatif yang dimilikinya.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa ide kreatif itu biasanya datang dari dunia lain
bukan dari dunia kita sekarang ini, tetapi hal itu terjadi dalam waktu yang sama. Dunia lain

12
Lesley, Ruthven, Facilitating the development of creativity using special collections and archives. 2019, vol 44
Issue 1. Hal 1-2.

13
Lesley, Ruthven, Facilitating the development of creativity using special collections and archives.
2019, vol 44 Issue 1. Hal 1-2.
10

yang dimaksudkan disini ialah dunia internal yang Allah SWT. berikan nikmat kreativitas
didalamnya.14 Ide kreatif terkadang memang tidak logis atau realistik, tetapi dengan seiring
berjalannya waktu ide tersebut tentunya dapat bermanfaat bagi setiap orang.

Beberapa tempat dan waktu tertentu yang dapat mendatangkan ide kreatif adalah
sebagai berikut:

1. Menjadikan kamar mandi sebagai tempat nomor satu yang dapat


memunculkan ide-ide kreatif, khususnya ketika sedang membuang hajat.
2. Keluarnya ide kreatif ketik mandi berada di nomor dua.
3. Munculnya ide kreatif dalam perjalanan menuju ke tempat kerja berada pada
urutan ketiga.
4. Sebelum dan sesudah tidur berada pada urutan keempat.
5. Selama melakukan pertemuan yang membosankan berada pada urutan kelima.
6. Selama membaca ada pada urutan keenam.
7. Selama berolahraga berada pada urutan selanjutnya.
8. Disusul dengan berjalan pada waktu malam.
9. Mendengarkan ceramah di urutan kesembilan.
10. Selama bekerja berada pada urutan kesepuluh.15

Proses kreatif dapat dijelaskan pada dua tingkat: tingkat makro, menampilkan tahapan
proses kreatif, dan tingkat mikro, yang menjelaskan mekanisme yang mendasari proses
kreatif, pemikiran yang berbeda atau konvergen berpikir (Botella et al., 2016).

Proses kreatif dapat terjadi karena adanya hubungan baru antara ide atau konsep yang
ada (Lazzeretti, Boix, & Capone, 2008) dan aksesibilitas gagasan yang ada sampai batas
tertentu tergantung pada ukuran dan kepadatan lokasi, yang menyiratkan bahwa kreativitas
individu dan kreatif kegiatan tertarik ke lokasi lain dengan aksesibilitas lebih tinggi tetapi
juga dengan variasi dan keragaman ide yang lebih besar

Ide-ide kreatif berpotensi membendung dari semua bagian organisasi, serta dari
antarmuka internal dan dari luar batas-batas organisasi (Björk & Magnusson, 2009). wilayah

14
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 52
15
Yusuf Abu al-Hajjaj, 30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda Kreatif atau Mati, Hal 53
11

menjadi aset strategis untuk pengembangan kreativitas (Power & Scott, 2004; Sacco, 2002),
karena dinamika relasional diciptakan oleh para aktor beroperasi di wilayah tersebut
memengaruhi proses kreatif (Granovetter, 1985; Sedita & Paiola, 2009). Ide ini konsisten
dengan literatur klaster dan kawasan industri yang menawarkan dukungan untuk penciptaan
keuntungan di dalam wilayah tertentu (Becchetti & Rossi, 2000).

Graham wallas dalalm bukunya berjudul “The Art of Thought” mengungkapkan


adanya 4 tahap ide kreatif:

1. Preapration, keinginan awal untuk menjadi kreatif. Pada fase ini seseorang yang
memiliki sifat kreatif memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman agar dapat
menguasai objek.
2. Incubation, setelah perhatian terfokus waktu yang jauh dari pekerjaan aktif akan menjadi
masalah. Fase ini dikenal dengan seorang kreatif yang mengerahkan usahanya dalam
menyelesaikan suatu masalah. Pada fase ini pula seorang kreatif memiliki berbagai
masalah dan masalah tersebut tentunya akan menjadi hambatan yang menghalangi
perkembangan inovasi nya. Bahkan dapat menimbulkan kegagalan.
3. Illumination, ketika ide muncul bersamaan dengan otak yang sedang membuat lompatan
kognitif dari satu bidang atau konteks asosiatif ke yang lain. Fase ini juga
menggambarkan pembuatan detail dalam proses penciptaan suatu produk atau gagasan.
4. Verification, merupakan tahap akhir dari keempat tahap di atas. Tahap memilih dari
semua ide yang dihasilkan, melibatkan pengujian dan pengecekan.

Kedekatan diperlukan untuk agar seringnya melakukan interaksi tatap muka karena
banyak ide tidak tersurat atau sulit dijabarkan dengan baik sebab banyak pengetahuan yang
hanya kita ketahui sendiri.16

F. TAHAP IDE INOVATIF

Inovasi dalam perusahaan secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran


karena, seperti Henriques, Sacomano, Camargo, Giuliani dan Farah (2008) ungkapkan bahwa
inovasi apa pun dapat dicirikan sebagai proses pembelajaran di mana pengetahuan baru
dibuat atau dibagikan.

16Víctor del-Corte-Lora , Teresa M. Vallet-Bellmunt and F. Xavier Molina-Morales, How network position interacts with the relation
between creativity and innovation in clustered firms. 2017. vol. 25, no. 4, Hal 564.
12

Selain itu, Anderson, Potočnik, dan Zhou (2014) meninjau tubuh penelitian yang
berkembang pesat periode 2002 hingga 2013, menyimpulkan bahwa penelitian kreativitas
biasanya diperiksa tahap generasi ide, sedangkan studi inovasi umumnya juga termasuk tahap
akhir implementasi gagasan, dan menyarankan perlunya pendekatan analisis tingkat yang
komprehensif.

G. JENIS INOVASI

Pada intinya, inovasi merupakan kelanjutan dari penemuan (invention) dan kegiatan
inovasi merupakan penciptaan nilai yang melibatkan peningkatan teknologi. Dalam
penciptaan nilai tersebut, inovasi secara signifikan harus mampu memberikan nilai tambah
kesejahteraan, yang direpresentasikan pada layak jual atau tidaknya produk atau jasa inovatif
tersebut.17

Dengan demikian, inovasi erat hubungannya dengan kemampuan untuk memahami


maupun mengetahui keinginan para konsumen. Disamping itu, inovasi juga kaitannya sangat
erat dengan kreatif. Yaitu, memiliki sikap yang selalu merasa tidak atau kurang puas dengan
pendekatan yang telah ada sebelumnya, yang dikemas lalu disampaikan melalui sarana
(teknologi) yang lebih baik.

De Vries et al. (2015) menyebutkan klasifikasi inovasi dalam manajemen publik ada
empat judul kategori:

• inovasi produk

• inovasi proses (termasuk proses teknologi dan administrasi)

• inovasi (ide) konseptual

• inovasi tata kelola.

Robey (1986) menyatakan bahwa inovasi dapat dibagi dalam beberapa tipe
berdasarkan karakteristik nya, yaitu:

• Inovasi produk baru.

17
Arman Hakim Nasution dan Hermawan Kertajaya, INOVASI, hal 3
13

• Inovasi administrasi.

• Inovasi teknis.

Kategorisasi ini bermanfaat karena memperluas dapat fokus pada inovasi di luar
teknologi, hingga ke tata kelola.

Untuk mencapai tujuan ini, kami mengusulkan model konseptual, dengan mengambil
referensi jenis inovasi yang diadopsi oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan
Pembangunan (OCDE, 2005), yang menganggap bahwa inovasi yang diadopsi oleh
perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis, yaitu: inovasi layanan , inovasi
proses, inovasi organisasi, dan inovasi pemasaran

H. TAHAPAN PROSES KREATIVITAS

Proses dalam menjalankan kreativitas dapat ditelusuri melalui 5 pembahasan.


Bagian proses kreativitas dikaji melalui lima bab masingmasing menyangkut (1) di mana
itu kreativitas, (2) personalitas yang kreatif, (3) proses kreativitas,(4) jalannya kreativitas,
dan (5) lingkungan yang kreatif.

1. Dimana itu Kreativitas

Karena kreativitas itu sendiri hanya bisa ditelaah melalui interelasi sistem yang
dibangun dari tiga komponen utama; pertama, domain, kawasan, yang terdiri atas aturan
dan prosedur simbolik yang ada, seperti dalam kawasan yang ada pada ranah matematika,
misalnya; aljabar dan teori bilangan dapat dilihat sebagai kawasan. Komponen kedua
adalah field (bidang) yang mencakup orang secara keseluruhan yang bertindak sebagai
penjaga gerbang itu. Dalam bidang seni visual, bidang terdiri atas guru seni, kurator
museum, kolektor seni, kritik, administrator lembaga, agen-agen pemerintah yang
berhubungan dengan budaya. Komponen ketiga adalah person (orang) Kreativitas muncul
ketika seseorang menggunakan simbol kawasan yang ada, seperti musik, bisnis, teknik,
atau matematika.

Dengan demikian, yang dimaksud dari kreativitas itu sendiri adalah tindakan, ide, dan
produk ataupun apa saja yang dapat mengubah kawasan yang ada, atau mentrasformasikan
kawasan yang ada secara berangsur-angsur dengan kawasan yang baru dirambah. Istilah
kreativitas, sering menimbulkan pengertian yang berbeda beda bagi tiap orang dan tidak
14

jarang menumbulkan kesalahan dalam penafsiran bagi orang yang menelaahnya.


Kreativitas sering dirujuk pada orang yang menyampaikan pikiran yang luar biasa, yang
menarik dan suka mendorong/mendukung orang lain, dan cepat tanggap terhadap orang
lain.
Kreatifitas cenderung menempatkan orang seperti itu sebagai orang yang brilian
ketimbang disebut sebagai orang kreatif. Kreativitas juga sering dirujuk kepada orang yang
mengalami dunia melalui hasil karya buku atau melalui cara-cara asli lainnya. Orang tersebut
sering memandang hal yang kontemporer, mutakhir, atau yang masih segar, yang berwawasan
mendalam, yang menawarkan temuan-temuan penting terhadap persoalan pada masyarakat.
Orang yang demikian dalam pandangan dinamakan kreatif secara personal. Selanjutnya,
kreativitas juga sering diangkat dari orang-orang yang seperti Leonardo, Edison, Picasso, atau
Eistein yang telah cara pandang tentang budaya dan peradaban kita di masa lalu. Mereka
itulah yang disebut orang-orang yang kreatif tanpa kualififkasi. Istilah lain yang sering juga
dirujuk pada kreativitas adalah genius. Jenius dan kreatif dianggap sama dan sering
digunakan secara bergantian. Tetapi yang perlu direnungkan adalah orang lain sering
mengubah budaya dan peradaban tanpa menyandang gelar yang disematkan atau diberikan
kepadanya sebagai orang yang jenius.
Oleh karena itu, kreativitas dapat dilihat dari model sistem yang dibangun melalui
kawasan, bidang, dan orang. Selain itu, kreativitas juga dapat ditelaah melalui proses evolusi
peradaban pada manusia pada masa renaissance seperti yang terjadi pada tahun 1400 dan
1425 di Florence dengan munculnya karya-karya seni yang menggemparkan di seluruh dunia
di masa itu seperti Kubah Gereja Katolik yang dibangun oleh Brunelleschi, Lukisan “Gate of
Paradise” oleh Ghiberti, lukisan dinding, pahatan, dan lain-lain. Selanjutnya, kawasan
pengetahuan dan aksi merupakan bagian terpenting untuk mendalami kreativitas karena
peluang dan tantangan yang mendasari lahirnya kreativitas dapat ditinjau kembali melalui
tiga dimensi; kejelasan struktur, keterpusatannya dalam budaya, dan kawasan aksesibilitas.
Beberapa istilah yang ikut mempengaruhi kreativitas adalah reaktif atau proaktif: Reaktif
tidak memotivasi munculnya hal-hal yang baru, sedangkan, proaktif meminta hal baru.
Bidang keahlian dapat meningkatkan hal-hal baru jika berhubungan dengan sistem sosial.
2. Kepribadian Kreatif

Setelah memberikan definisi tentang kreativitas melalui suatu pertanyaan di mana


kreativitas itu, perlu lebih jauh dijelaskan bagaimana ciri kepribadian yang kreatif. Individu
yang kreatif adalah seseorang/pribadi yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam
15

beradaptasi dalam berbagai macam keadaan dan melakukan segala aktivitas untuk mencapai
tujuan yang diinginkan oleh dirinya. Setiap orang pasti merasa sulit untuk mengukur apakah
dirinya sendiri termasuk pribadi yang kreatif atau bukan, atau sering terjadi kesalahan dalam
memposisikan seseorang menjadi pribadi yang kreatif. Csikszentmihalyi mengemukakan
sepuluh pasang ciri pribadi kreatif yang nampaknya paradoks tetapi menyatu dalam diri
seseorang. Dengan kata lain, terdapat sepuluh karakter kepribadian kreatif plus sepuluh
karakter lain yang juga melekat. Kesepuluh pasang ciri kepribadian yang dimaksud dapat
dijabarkan sebagai berikut:

a. Pribadi kreatif mempunyai kekuatan energi fisik untuk melakukan pekerjaan


hingga berjam-jam dengan penuh konsentrasi, tetapi sifat lain yang juga melekat
pada pribadi yang kreatif cenderung tenang dan rileks bergantung pada kondisi
yang memungkinkan kedua karakteristik itu muncul.
b. Individu-individu yang kreatif cenderung pintar, cerdas, atau pandai, tetapi pada
saat yang sama juga mereka mengalami kelemahan dan kenaifan.
c. Karakteristik paradoks ketiga merujuk pada kombinasi antara kedisiplinan dan
kesukaan bermain-main, adanya rasa tanggungjawab dan ketiadaan rasa
tanggungjawab.
d. Individu-individu kreatif memiliki karakterisitk yang mengubah dan saling berganti
antara imajinasi dan fantasi yang berakhir dengan pengertian realitas yang
mengakar.
e. Orang-orang yang kreatif nampaknya melindungi kecenderungan yang berbeda
pada rangkaian antara extroversion dan introversion. Pribadi yang kreatif dapat
bekerja sendiri untuk berkreasi, menulis, melukis, melakukan percobaan,
melakukan riset, tetapi mereka juga tetap membutuhkan pihak lain untuk diajak
bertukar pikiran dan bahkan mengenal dan menghargai hasil karya orang lain.
f. Orang-orang yang kreatif sangat rendah hati dan pada saat yang sama juga mereka
bangga dengan hasil karya dan prestasi yang mereka peroleh. Mereka sering tidak
mau menonjolkan diri karena perjalanan karir mereka bukan hanya berhenti dari
hasil karya yang baru dihasilkan tetapi masih melanjutkan pada sejumlah aktivitas
kreatif yang belum dihasilkan.
g. Dalam semua budaya, laki-laki dibesarkan untuk menjadi masculin, jantan, dan
untuk mengabaikan dan menindas aspek-aspek perangai yang budaya hormati
16

sebagai feminine, perempuan, betina, sedangkan wanita diharapkan untuk


melakukan yang sebaliknya. Orang-orang kreatif menghindari stereotipe gender
yang kaku. Lepas dari kedudukan gender maksudnya adalah laki-laki dan
perempuan bisa asertif dan sensitif, dominan dan submisif pada saat yang sama.
Kadang-kadang perempuan yang kreatif cebderung lebih dominan dari pada
perempuan lain, begitu pula pria kreatif cenderung lebih sensitif dan kurang agresif
dari pada pria lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lepas dari ikatan dan
karakter.
h. Pada umumnya, orang-orang kreatif dibawa untuk menjadi orang yang suka
menentang dan merdeka. Tetapi, pada saat yang lain mereka bisa menjadi orang
yang konservatif dan tradisional.
i. Kebanyakan orang kreatif cebderung bersemangat bila menyangkut hasil karya
yang mereka tampilkan, tetapi sangat objektif dalam menilai karya mereka.
j. Keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif boleh jadi membuat mereka menderita
pada keterbukaan itu sendiri jika mendapat banyak kritik terhadap hasil usaha dari
diri mereka. Namun pada saat yang sama, mereka juga mendapat kegembiraan yang
luar biasa sifat terbuka itu sendiri.

3. Proses Kreativitas

Melalu cara lama,proses kreatif seseorang dapat disimpulkan melalui lima fase.
Pertama, fase persiapan, menjadi satu, secara sadar atau tidak, dalam rangkaian isu-isu
problematika yangmenarik dan menimbulkan keingintahuan. Kedua, fase inkubasi,
pengeraman, di mana ide-ide diaduk dan diolah di bawah ambang kesadaran. Ketiga, fase
insight, pengertian yang mendalam, yang kadang-kadang dikenal dengan istilah masa ”AHA”
(menandakan hadirnya rasa kesenangan karena berada dalam suatu kemenangan). Keempat
adalah fase evaluasi, ketika seseorang harus memutuskan apakah pengertian yang mendalam
itu adalah upaya yang bernilai dan bermanfaat. Tahap kelima atau terakhir dari komponen
proses kreativitas adalah fase elaborasi. Pada fase ini mungkin seseorang menggunakan
banyak waktu dan melibatkan pekerjaan yang amat berat. Hal ini sesuai dengan apa yang
telah dikatakan oleh Edison bahwa kreativitas terdiri atas 1 % inspirasi dan 99% perspiration,
hasil keringat.
Untuk melihat lebih jauh tentang proses kreativitas, seseorang sering didahului
dengan munculnya berbagai masalah yang melingkupinya. Permasalahan tersebut timbul dari
17

berbagai sumber seperti dari aktivitas yang dilakukan melalui pengalaman pribadi, menjadi
persyaratan suatu kawasan kehidupan (jalan hidup), dan dari tekanan-tekanan sosial.
Sedangkan ketiga sumber inspirasi tersebut biasanya sinergetik dan terjalin dan sangat muda
untuk mengenalnya secara terpisah.
Di sisi lain, proses kreativitas itu memang selalu menyatu dengan kehidupan
sebagai sumber persoalan. Hakekat dari elemen problematik dalam pengalaman hidup
sangat muda dilihat dalam berbagai aktivitas dan hasil karya yang menonjol dari kehidupan
para seniman, penyair, dan para humanis secara umum.
Selanjutnya, proses kreativitas juga terbentuk dari pengaruh pengetahuan yang
diperoleh di masa lalu dengan mengaitkannya dengan pengetahuan saat ini untuk merancang
kreativitas di masa yang akan datang. Artinya, sulit mentransformasi kawasan kreativitas
jika tidak memahami bagaimana kreativitas itu berproses. Misalnya saja, seseorang harus
memiliki alat matematika, belajar prinsipprinsip dasar fisika, dan menjadi sadar tentang
pernyataan pengetahuan yang baru. Seseorang tidak bisa kreatif tanpa menjadi tidak puas
dengan pengetahuannya dan menolak sebagian dari pengetahuan demi untuk kebaikan. Hal
lain yang ikut mempengaruhi proses kreativitas adalah adanya tekanan dari lingkungan
manusia. Seorang yang kreatif harus membuka diri terhadap hadirnya pengaruh guru,
mentor, kawankawan, teman kerja, dan kemudian kepada ide-ide yang berkembang di
kalangan siswa dan para pengikutnya. Problem yang ditemukan dan dihadirkan,
pemanfaatan waktu kosong, pengalaman AHA, dan upaya keras yang menghasilkan 99%
keringat merupakan motor penggerak terbangunnya proses kreativitas.

4. Jalan Kreativitas

Orang-orang yang kreatif berbeda satu sama lain, dalam berbagai cara yang mereka
tempuh tetapi dalam suatu hal mereka bersepakat untuk mencintai apa yang mereka
kerjakan. Mereka melakukan apa yang mereka ingin hasilkan bukan karena ingin meraih
sesuatu ketenaran atau mengumpulkan uang sebesar-besarnya. Tetapi mereka ingin
mengambil kesempatan yang seluas-luasnya untuk melakukan pekerjaan yang mereka
senangi. Oleh karena itu, mereka membuat jalan menuju kreativititas dengan
memprogramkan kreativitas, menentukan pekerjaan yang mereka senangi, menciptakan
suatu kondisi demi mengalirnya kreativitas, menjelaskan tujuan.

Mengetahui bagaimana sesuatu bisa berjalan dengan baik, menjaga keseimbangan


antara tantangan yang dihadapi dengan keterampilan yang dimiliki, memadukan tindakan dan
18

kesadaran, menghindari berbagai gangguan yang dapat mengganjal jalannya kreativitas,


melupakan diri, waktu, dan lingkungan untuk meleburkan diri dalam aktivitas kreativitas,
menyadari bahwa kreativitas sebagai pengalaman yang autotelic, di mana pekerjaan yang
dilakukan merupakan sesuatu yang paling menarik dan sangat dicintai, memadukan
hadirnya aliran (flow) dan kebahagiaan.

Memang harus disadari bahka pada permulaan lahirnya flow, tidak serta merta
langsung merasakan kebahagiaan, tetapi setelah berbagai aktivitas mengalir menuju
kreativitas dan menghasilkan sesuatu karya yang menarik, kebahagiaan pun tumbuh dengan
sendirinya. Yang terakhir adalah aliran dan evolusi kesadaran di mana terdapat berbagai hal
yang orang senangi; kenyamanan tubuh, kekuatan dan ketenaran, pemerolehan sesuatu yang
bersifat material. Namun, semuanya itu berakhir dengan sesuatu keinginan untuk
memanffatkan kesempatan dalam meraih kebahagiaan yang hakiki dengan berbagai
aktivitas yang menghasilkan berbagai kreativitas.

5. Lingkungan kreativitas

Lingkungan membawa dampak yang begitu besar dalam kehidupan seseorang.


Kreativitas yang dihasilkan selalu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang mengitarinya.
Oleh karena itu, lingkungan kreatif akan selalu tercipta jika berada dalam suatu keadaan
yang dapat membangun lahirnya kreativitas itu sendiri. Paling tidak terdapat lima kondisi
yang dapat menciptakan lingkungan kreatif itu sendiri;

A. Harus berada pada tempat yang benar, di mana lingkungan tempat seseorang hidup,
tumbuh, dan berkembang memegang peranan penting dengan tiga alasan mendasar;

1. Posisi yang memungkinkan untuk mengakses kawasan pekerjaan yang


menghasilkan produk kreativitas.

2. Stimulasi sesuatu yang baru belum terdistribusikan. Lingkungan tertentu


memiliki kepadatan interaksi yang besar dan menyediakan modal
kebahagiaan serta sekumpulan ide yang menarik untuk dikelola dan dipoles
ke dalam suatu bentuk aktivitas yang kreatif.

3. Akses menuju bidang pekerjaan belum terdistribusikan.


B. Terciptanya kondisi lingkungan inspiratif. Artinya, orang kreatif akan mampu
mengembangkan kreativitas dengan baik jika kondisi lingkungan dapat
19

memberikan inspirasi baru yang berharga untuk menumbuhkan keinginan untuk


menghasilkan suatu karya nyata dalam kehidupan manusia yang lebih kreatif
untuk mengubah pola pikir nyata dalam kehidupan.
C. Menciptakan lingkungan yang kreatif. Jika menghadapi lingkungan yang mungkin
tidak kondusif untuk terbangunnya suatu kegiatan kreatif, maka orang yang kreatif
harus menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan terciptanya pola kerja
yang memancing kreativitas.
D. Memola kegiatan. Orang yang kreatif adalah orang yang selalu membuat kegiatan
secara terprogram untuk menghasilkan suatu karya atau setidaknya memberi
stimulus kepada pihak lain untuk berpikir dan berbuat secara terprogram dan
terencana.

Setiap orang memiliki pola dan gaya hidup yang mungkin tidak sama dengan yang
lainnya, bahkan dapat dikatakan bahwa pencapaian segala sesuatu kebutuhan hidup
seseorang dapat capai berdasarkan cara hidup yang diciptakanya sendiri.

Dalam masa awal kehidupan manusia, kreativitas mereka dapat ditinjau dari
perspektif masa anak-anak dan masa muda. Dalam kebanyakan budaya, sejarah yang paling
menaruh perhatian besar dalam kehidupan anak-anak adalah kepahlawanan seorang tokoh
yang digemari. Jika seseorang diberi penghargaan yang tinggi kepada idolanya, imaginasi
umum yang ingin ditemukan adalah tanda-tanda kebesaran yang melekat pada diri orang itu
dan segera ditiru hanya untuk membenarkan dan menjelaskan keberhasilan idola yang ingin
diikuti.

Di sinilah pentingnya memberikan wejangan cerita yang menarik, legenda kehidupan


orang di masa lalu, dan bahkan kisah perjalanan para legendaris dalam menapaki kehidupan
mereka kepada anak-anak dan para remaj yang sedang mencari identitas diri. Kreativitas
mereka akan sangat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman kehidupan para tokoh di masa
lalu sehingga timbul keinginan anak-anak tersebut untuk mengikutinya.

Di samping masa anak-anak dan masa remaja, keingintahuan yang besar juga
merupakan aspek yang melatari tumbuh kembangnya kreativitas. Keingintahuan yang begitu
besar menimbulkan inspirasi yang paling dalam bagi anak-anak untuk bertanya dan
mencoba melakukan sesuatu yang ingin diketahui. Semua orang dewasa yang kreatif adalah
mereka yang ketika menjadi anak-anak terlayani sifat keingintahuan mereka dan dengan
kreatif mereka membangun kebiasaan secara berulang-ulang dan berproses.
20

Ketika kita bertanya tentang bagaimana kreatifnya seseorang ketika mereka menjadi
anak-anak, kejadian macam apa yang telah membentuk masa awal pertumbuhan seseorang
sehingga menjadi kreatif, dan ketika kita melihat tentang apa yang dikenal dengan masa
anak-anak dari seorang yang kreatif unggul, maka akan sulit untuk menentukan pola yang
konsisten. Selanjutnya, pengaruh orang tua juga tentu saja merupakan aspek mendasar yang
membentuk kreativitas anak pada masa awal kehidupan. Dalam banyak kasus, orang tualah
yang sering menjadi pendorong dalam menstimulasi dan mengarahkan pemikiran, minat,
dan prilaku anak. Kadang-kadang, kontribusi orang tua terhadap pengembangan intelektual
anak adalah dengan memperlakukan anak-anak itu sebagai layangnya orang dewasa. Hal
lain yang menarik perhatian penulis buku ini adalah ketika mendapatkan fakta bahwa begitu
banyak orang kreatif kehilangan bapak pada awal masa kehidupan mereka. Pola ini
khususnya benar untuk anak laki-laki. Sebanyak tiga orang dari sepuluh laki-laki dan dua
dari sepuluh wanita dalam sampel penelitian penulis berasal dari anak yatim (tanpa bapak)
pada saat mereka berumur di bawah sepuluh tahun.

Kreativitas yang telah dibangun melalui pola pembinaan orang tua akan
menghasilkan suatu kemantapan tersendiri jika mendapat perhatian khusus dari sekolah.
Namun jika tidak pernah mendapat perhatian dari sekolah sebagai sumber inspirasi, maka
individu-individu kreatif amat sangat jarang ditemukan. Oleh karena itu, sekolah harus dapat
mempelajari sesuatu yang dapat membentuk kreativitas anak. Modern psikoanalisis percaya
bahwa kedewasaan dibentuk oleh kejadian yang dialami pada masa anak-anak laksana
sebatang pohon yang jika rantingnya dibengkokkan maka pohon itu akan tumbuh menjadi
bengkok sampai pohon itu menjadi besar.

Orang kreatif cenderung belajar keahlian mereka dengan mengajar diri mereka
sendiri yang merupakan elemen kawasan yang dilakukan dengan trial and error, mencoba
dan salah. Banyak sekali respondennya Csikszentmihalyi mengatakan bahwa pada masa
perguruan tinggi merupakan masa yang paling memberikan banyak hal dalam kehidupan.
Pada masa itulah mereka menemukan suara mereka, ketika pekerjaan menjadi jelas.
Kebanyakan individu juga mengakui bahwa masa di perguruan tinggi adalah suatu masa
terbangunnya kebebasan dan kemandirian. Pada masa ini juga, pasangan atau parner
memegang peranan penting dalam masa-masa perkembangan. Bahkan yang menjadi sampel
penelitian kebanyakan mereka yang mempunyai hubungan pernikahan yang langgeng dan
memuaskan dalam kehidupan. Kebanyakan kreativitas dapat dibuat atas dasar dorongan dua
hal, yakni seks dan musik. Dukungan moral dari pasangan juga amat sangat penting untuk
21

tetap membangun dan mempertahankan kreativitas, di mana kebebasan untuk berkonsentrasi


dalam pengembangan minat dan pekerjaan diberi kerang dan keleluasaan sehingga dapat
menghasilkan sesuatu yang diminati.

CONTOH KASUS

Berawal dari keresahan seorang Nadim Makarim karena sulit untuk menjangkau ojek
pangkalan untuk berpergian, Nadim mencoba untuk berinovasi untuk menciptakan suatu
solusi dari keresahannya dengan didukung ide-ide kreatif yang ia miliki dan usaha yang
dilakukan terciptalah Gojek sebagai platform penyedia ojek online. Gojek memulai
perjalanannya pada tahun 2010 dengan layanan pertama yaitu pemesanan ojek melalui call-
center.

Pada tahun 2015, Gojek berkembang pesat setelah meluncurkan sebuah aplikasi dengan
tiga layanan, yaitu: GoRide, GoSend, dan GoMart. Sejak saat itu, laju Gojek semakin cepat
dan terus beranjak hingga menjadi grup teknologi terkemuka yang melayani jutaan pengguna
di Asia Tenggara.

Selain itu, Riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi & Bisnis,
Universitas Indonesia, tahun 2018, melibatkan 6.732 responden di 9 kota di Indonesia.
Bahwa Gojek memberikan dampak ekonomi untuk Indonesia karena Gojek menyumbang
sekitar Rp44,2 triliun (US $ 3 miliar) bagi perekonomian Indonesia pada akhir 2018.

Gojek juga mendukung para penggunanya untuk berkarya dengan membuat suatu event
lomba yang bernama CerdikiAwards, dimana para pengguna dapat berkarya dengan membuat
sebuah video yang nantinya dapat di sebarkan di Instagram dengan tambahan ketentuan-
ketentuan dari pihak Gojek dan pemenangnya akan mendapatkan bentuk penghargaan berupa
hadiah-hadiah menarik.

Berawal dari keresahan yang dimiliki oleh Nadim Makarim dan pengeksekusian dengan
ide kreatif yang tepat menghasilkan sebuah solusi yang sangat bermanfaat untuk orang
banyak.
22

BAB II
TEORI KREATIVITAS

A. PENGERTIAN KREATIVITAS
23

Menurut Chaplin (1999) kreativitas bermakna kemampuan menghasilkan bentuk baru


dalam seni atau dalam permesinan, atau dalam memecahkan masalah-masalah dengan
metode-metode baru18 Dengan kita berkreativitas, kita dapat menemukan berbagai solusi
untuk menyelesaikan segala permasalahan. Kreativitas tercipta berasal dari konsep atau
gagasan yang kita temukan, kemudian kita kembangkan sesuai dengan imajinasi tetapi tetap
pada konsep yang telah ditentukan. Definisi kreativitas yang menekankan dimensi personal
dikemukakan misalnya oleh Guilford (1950): "Creativity refers to the abilities that are
characteristics of creative people". Definisi yang menekankan segi proses diajukan oleh
Munandar (1977): "Creativity is a process that manifests itself in fluency, in flexibility as
well in originality of thinking". Barron (1976) menekankan segi produk, yaitu: "the ability to
bring something new into existence"; sementara Amabile (1983) mengemukakan, "Creativity
can be regarded as the quality of products or responses judged to be creative by appropriate
observers"19
Pada dasarnya setiap orang memiliki pola potensi kreatif. Perkembangan potensi
kreatif terbagi menjadi dua faktor: lingkungan dan kebiasaan20 . Lingkungan meliputi fisik
dan sosial yang mempengaruhi cara berpikir seseorang untuk berkreativitas. Kebiasaan
adalah hal yang dilakukan secara terus menerus karena sesuatu hal yang direspon. Kedua
faktor tersebut saling berhubungan. Kebiasaan yang baik dalam segi cara berpikir kreatif
biasanya dibentuk oleh lingkungan. Lingkungan yang kondusif dapat mendukung seseorang
untuk berpikir kreatif. Dalam kehidupan untuk membentuk cara pikir kreatif, dilakukan
dengan 3 hal, yaitu memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan perubahannya, minat
mencermati dan menganalisis terhadap lingkungan dan perubahannya, dan memiliki hasrat
untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
Kreativitas dapat diartikan: 1) kemampuan menanggapi, menanggapi dan memberikan
jalan keluar segala pemecahan yang ada; 2) kemampuan melibatkan diri pada proses
penemuan untuk kemaslahan; 3) kemampuan intelegensi, gaya kognitif, dan
kepribadian/motivasi; 4) kemampuan untuk menghasilkan atau mencipta sesuatu yang baru.
Oleh karenanya kreativitas ini didasari dengan: kelenturan (fleksibility), kelancaran
(fluencely), kecakapan (smartly), dan kepandaian (inetellegency) (Campbell 2017: 35)21.

18 Hidayat, Bahril.2008. Pengembangan Kreativitas Menurut Tipologi [Link]..


19 Hidayat, Bahril.2008. Pengembangan Kreativitas Menurut Tipologi [Link]..
20 Hasanah,[Link] [Link] Proses Kreativitas Sastrawan [Link]:Penerbit Cakrawala [Link] 1
21 Sunarto.2018. PENGEMBANGAN KREATIVITAS-INOVATIF DALAM PENDIDIKAN SENI MELALUI PEMBELAJARAN [Link] refleksi edukatika. Halaman 2
24

Dalam Kaitan dengan cara seseorang berpikir dalam merespon stimuli dari
lingkungan, Leff (dalam Ardhana dan Ardianto, 2002) memilahnya dalam dua macam yakni
cara linier dan bersistem22. Cara berpikir linier ditandai dengan kemampuan menghubungkan
dua fenomena yang saling berkaitan. Sedangkan cara berpikir sistem ditandai dengan
kemampuan menghubungkan suatu fenomena dengan fenomena lain yang berkaitan.
Manusia Wirausaha memiliki jiwa mandiri, hal ini didukung oleh cara-cara
berpikirnya yang kreatif. Pemikiran kreatif itu sendiri didukung oleh dua hal yaitu
pengerahan daya imajinasi dan proses berpikir ilmiah23. Dengan pemikiran yang kreatif kita
bisa memecahkan berbagai macam permasalahan. Kreativitas dapat dikembangkan melalui
peningkatan jumlah dan ragam masukan ke otak, terutama tentang hal yang baru, dengan
memanfaatkan daya ingat, daya khayal dan daya serap dari otak akan dapat ditumbuhkan
berbagai ide baru menuju kreativitas. Kreativitas adalah suatu hasil karya yang berasal dari
hasil pemikiran dan gagasan yang kemudian dikembangkan dengan kalimat sendiri sesuai
dengan tema yang diangkat
Seorang Wirausaha yang kreatif dapat menciptakan hal-hal yang baru untuk
mengembangkan usahanya. Kreativitas dapat menyalurkan inspirasi dan ilham terhadap
gagasan gagasan baru untuk kemajuan dalam bidang usahanya. Berpikir kreatif dengan cara
melihat dengan sudut pandang baru, menemukan hubungan baru, dan membentuk kombinasi
baru.

B. PENDORONG DAN PENGHAMBAT KREATIVITAS


Dalam berkreativitas, tentunya terdapat beberapa pendorong dan penghambat kreativitas 24
Pendorong Kreativitas

a. Perubahan sikap

b. Melanggar aturan

c. Mampu menyalurkan stress

d. Yakin kalau kreatif

e. Menggunakan imajinasi dan intuisi

f. Teknik mengambil resiko


22 Hasanah,[Link] [Link] Proses Kreativitas Sastrawan [Link]:Penerbit Cakrawala [Link] 2
23 Andriani,Dwi Retno, [Link] dan [Link] Brawijaya. Halaman 2
24 Andriani,Dwi Retno, [Link] dan [Link] Brawijaya. Halaman 3
25

g. Memeriksa asumsi

Penghambat Kreativitas

a. Sikap negative

b. Taat pada aturan

c. Stress yang berlebihan

d. Berkeyakinan bahwa diri sendiri tidak kreatif

e. Terlalu mengendalikan logika

f. Takut gagal

g. Membuat asumsi

Hambatan Kreativitas yaitu  Perceptual  Emotional  Imagination  Cultural  Expressive


 Intellectual  Environmental

C. EMPAT DIMENSI KREATIVITAS


Kreativitas merupakan fenomena, dimana seseorang (person) mengkomunikasikan
sebuah konsep baru (product) yang diperoleh sebagai hasil dari proses mental (process)
dalam menghasilkan ide, yang merupakan upaya untuk memenuhi adanya kebutuhan (press)
yang dipengaruhi tekanan ekologis. Sedangkan berpikir kreatif adalah cara berpikir yang
membawa sesuatu yang baru (inovasi). Proses berpikir yang mendasari produk inovasi adalah
sama dengan proses berpikir yang mendasari kegiatan sehari-hari (ordinary thinking). Dan
orang kreatif adalah seseorang yang memproduksi inovasi.

Ada empat dimensi kreatifitas yang disebut “The Four P’s of Creativity” (4P) yaitu :
a) Person (Orang)
Person mengacu kepada informasi tentang kepribadian, kecerdasan,
temperamen, fisik, sifat, kebiasaan, sikap, konsep diri, sistem nilai, mekanisme
pertahanan, dan perilaku yang ada pada diri individu.
b) Process (Proses)
26

Process meliputi motivasi, persepsi, pembelajaran, proses berpikir dan


komunikasi. Menurut Wallas, pada dimensi process diketahui ada empat tahapan yaitu
: tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap inspirasi dan tahap verifikasi.
c) Press (Tekanan)
Definisi Simpson (dalam Munandar, 2009) merujuk pada aspek dorongan
internal, yaitu kemampuan kreatif dirumuskan sebagai inisiatif yang dihasilkan
individu dengan kemampuannya untuk mendobrak pemikiran yang biasa.
d) Product (Produk)
Baron (dalam Munandar, 2009) menyatakan bahwa kreativitas adalah
kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Begitu pula
menurut Haefele (dalam Munandar, 2009), kreativitas adalah kemampuan membuat
kombinasi-kombinasi baru.

D. CIRI – CIRI PRIBADI KREATIVITAS


Untuk menciptakan kreativitas, hal awal yang dibutuhkan adalah ide-ide yang brilian25
karena pada dasarnya karakteristik individu yang kreatif menurut beberapa ahli diantaranya
yaitu memiliki karakteristik sensitif terhadap masalah, kaya akan ide atau cenderung lancar
dalam menghasilkan ide-ide.

Ciri-ciri pribadi kreatif meliputi ciriciri aptitude dan non-aptitude. Ciri-ciri aptitude yaitu
ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berpikir, antara lain :

a) Keterampilan berpikir lancar (fluency),


yaitu seseorang yang kreatif dicirikan sebagai pribadi yang mampu
mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan;
mampu memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal dan selalu
memikirkan lebih dari satu jawaban.
b) Keterampilan berpikir luwes (fleksibel),
yaitu seseorang yang kreatif mampu menghasilkan gagasan, jawaban atau
pertanyaan yang bervariasi; mampu melihat suatu masalah dari sudut pandang yang
berbeda-beda; mampu mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda; dan
mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikirannya.

25 Andreas Syah Pahlevi dkk, Kolase Pemikiran Ekonomi Kreatif Indonesia (CV. Oxy Consultant, 2018), hal. 38
27

c) Keterampilan berpikir rasional,


yakni individu yang mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik; mampu
memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri; dan mampu membuat
kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
d) Keterampilan memperinci atau mengelaborasi,
yakni individu yang kreatif memiliki karakteristik mampu memperkaya dan
mengembangkan suatu gagasan atau produk; serta menambahkan atau memperinci
detil-detil dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga lebih menarik.
e) Keterampilan menilai (mengevaluasi),
yaitu seseorang yang kreatif dicirikan sebagai pribadi yang mampu
menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan
benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana; mampu mengambil
keputusan terhadap situasi yang terbuka; serta tidak hanya mencetuskan gagasan,
tetapi juga melaksanakannya.

Sedangkan ciri-ciri non-aptitude yaitu ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau
perasaan, motivasi atau dorongan dari dalam untuk berbuat sesuatu :
a) Rasa ingin tahu, peka dalam pengamatan dan rasa ingin meneliti sangat tinggi,
sehingga mereka selalu memiliki dorongan yang besar untuk mengajukan banyak
pertanyaan, memiliki pengamatan yang cukup mendalam.
b) Bersifat imajinatif, kemampuan dalam hal-hal yang belum pernah maupun tidak
pernah terjadi sebelumnya dengan menggunakan daya imajinasinya. Namun mereka
dapat membedakan antara imajinasi dan kenyataan.
c) Merasa tertantang oleh kemajemukan, memiliki dorongan untuk mengatasi masalah
yang sulit dan lebih menantang
d) Berani mengambil risiko, berani mengambil keputusan dengan beberapa resiko
kemungkinan terburuk, tidak takut gagal atau mendapatkan kritikan, serta bersedia
mengakui kekurangan dan kesalahannya.
e) Sifat menghargai, mengerti hal yang lebih penting di dalam kehidupan, memiliki rasa
penghargaan diri yang tinggi sehingga dapat menghargai pengarahan serta bimbingan
dalam hidup. Rasa penghargaan yang tinggi pada diri juga dapat memberikan
penghargaan yang bagus terhadap orang lain.

Gowan (1972) Mengelompokkan teori-teori kreativitas ke dalam tiga kategori, yaitu:


28

a. Kognitif, rasional, dan semantik ;

b. faktor-faktor kepribadian dan lingkungan;

c. kesehatan mental dan penyesuaian diri;

d. psikonalitik dan neo-psikoanalitik;

e. psikodelik yang menekankan aspek eksistensial dan non-rasional manusia.

Sementara itu, Mackler & Sontz (1970) menggolongkan teori kreativitas ke dalam enam
kelompok, yaitu: psikoanalitik, asosianistik, Gestalt, eksistensial, interpesonal, dan ciri atau
sifat (traits). Kreativitas dilandasi oleh proses tidak sadaran, hal itu merupakan maksud dari
teori psikoanalitik. Teori asosiasi memandang kreativitas sebagai hasil dari proses aosisasi
dan kombinasi antara elemen-elemen yang telah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang
baru. Manifestasi dari proses tilikan individu terhadap lingkungannya secara holilstik
dipandang oleh teori Gestalt. Dalam teori eksistensial mengemukakan bahwa kreativitas
merupakan proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia
dengan manusia, dan manusia dengan alam.

Pada dasarnya, proses kreatif berlangsung sangat subyektif, misterius, dan personal.
Meskipun proses kreatif mempunyai tahap-tahap tertentu, tidak mudah mengidentifikasi
secara persis pada tahap manakah suatu proses kreatif seseorang sedang berada. Wallas
mengemukakan bahwa proses kreatif melalui empat tahap, yaitu: persiapan, inkubasi,
iluminasi, dan verifikasi. Sementara itu, Devito (1971) mengemukakan tahapan yang agak
berbeda, yaitu: analisis manipulasi, impasse, Eureka dan verifikasi. Diantara tahap-tahap
proses kreatif, apa yang dikemukakan oleh Wallas adalah yang diterima luas dewasa ini.

Tahap persiapan adalah keadaan dimana individu mengumpulkan infomasi atau data guna
memecahkan masalah, berbagai kemungkinan dipikirkan untuk pemecahan terhadap masalah
yang dihadapinya. Pada tahap inkubasi, proses pemecahan masalah "dierami" dalam alam
pra-sadar. individu seakan-akan melupakannya. Tahap inkubasi ini dapat berlangsung lama
(berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun) atau sebentar (beberapa menit atau beberapa jam),
sampai timbul inspirasi atau gagasan untuk memecahkan masalah. Tahap ini disebut
iluminasi, yaitu pada gagasan muncul untuk memecahkan masalah. Kohler melukiskan tahap
ini dengan kata- kata "Aha, Erlebnis! atau 'Now, I see it!, yang kira-kira berarti: Oh, Iya!
Pada tahap verifikasi, gagasan yang muncul tersebut dievaluasi secara kritis dan dihadapkan
29

pada realitas. Jika pada tahap persiapan, inkubasi, dan iluminasi proses berfikir divergen yang
menonjol, maka dalam tahap verifikasi, yang menonjol adalah berfikir konvergen.26

Ciri-ciri kreativitas dapat dibedakan ke dalam ciri kognitif dan non-kognitif. Ke dalam
ciri kognitif termasuk empat ciri berpikir kreatif, yaitu orisinalitas, fleksibilitas, kelancaran,
dan elaborasi. Ke dalam ciri non-kognitif termasuk motivasi, sikap, dan kepribadian kreatif.
Ciri-ciri nonkognitif sama pentingnya dengan ciri-ciri kognitif, karena tanpa ditunjang oleh
kepribadian yang sesuai, kreativitas seseorang tidak dapat berkembang secara wajar.
Misalnya, menurut tes berpikir kreatif, seseorang memiliki kemampuan berpikir orisinal,
luwes, dan lancar. Namun ia pemalas dan mudah menyerah, maka kemampuan tersebut tidak
akan berkembang.

Definisi sederhana yang sering digunakan secara luas tentang kreativitas adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia.
Melalui proses kreatif yang berlangsung dalam benak orang atau sekelompok orang, produk-
produk kreatif tercipta. Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran,
keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir setelah kemampuan untuk mengelaborasi suatu
gagasan. Kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian merupakan hasil interaksi dengan
lingkungannya. Lingkungan yang merupakan tempat individu berinteraksi itu dapat
mendukung berkembangnya kreativitas, tetapi ada juga yang justru menghambat
berkembangnya kreativitas individu. Kreativitas yang ada pada individu itu digunakan untuk
menghadapi berbagai permasalahan yang ada ketika berinteraksi dengan lingkungannya dan
mencari berbagai alternatif pemecahannya sehingga dapat tercapai penyesuaian diri secara
adekuat. Rogers mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke
dalam suatu tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dan sifat-sifat individu unik yang
berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya27

E. TEORI TENTANG PROSES KREATIVITAS

a. Teori Wallas

26 Bibliografi Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek. Bandung:Alvabet
27 Alli Imron, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2007), h. 128
30

Teori tradisional yang dikemukakan Wallas hingga saat ini masih banyak dikutip
tentang proses yakni ia mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap;
persiapan, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi. Keempat proses ini akan dibahas
dalam sub bab Tahapan-Tahapan Kreatifitas.

b. Teori tentang Belahan Otak Kanan dan Kiri


Setiap orang memiliki sisi yang lebih dominan antara tubuh bagian kanan atau
bagian kiri, begitu pula dengan otak yang mereka gunakan. Pada umumnya orang
lebih biasa menggunakan tangan kanan, yang dengan kata lain mereka lebih
didominasi oleh otak kiri 28

Menurut Primadi Tabrani, ada beberapa tahap/tingkat kreasi, yakni pertama, persiapan
yakni persiapan yang berhubungan dengan persiapan psikologis untuk menciptakan suasana
nyaman atau favourable bagi proses kreasi. Kedua, pengumpulan bahan yakni ide-ide yang
sudah ada siap digabungkan dengan bahan pembanding sehingga menjadi kalimat-kalimat
konkret. ketiga, empati yakni setelah melakukan persiapan dalam diri, maka bahan-bahan
yang telah ada kemudian digabungkan hingga kemudian sentuhan terakhir adalah rasa.
Membuat produk kreatif mencapai puncaknya29

Namun dalam buku yang berbeda, Primadi Tabrani mengemukakan kembali ciri proses
kreasi dengan lebih spesifik,7 yakni:

1. Ciri-ciri tahap ide:

a. Tingkat I: persiapan

b. Tingkat II: pengumpulan bahan

c. Tingkat III: emphaty menuju pra-ide

d. Tingkat IV: pengeraman pra-ide

e. Tingkat V: penetasan ide

2. Ciri-ciri tahap pelaksanaan

28 Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39
29 Primadi Tabrani, Proses Kreasi-Gambar Anak-Proses Belajar, hal. 26
31

a. Tingkat VI: aspek luar pelaksanaan

b. Tingkat VII: aspek integral pelaksanaan

c. Tingkat VIII: tingkat Kreasi tinggi

Kreativitas dapat ditumbuh kembangkan melalui suatu proses yang terdiri dari beberapa
faktor yang dapat mempengaruhinya. Kreativitas secara umum dipengaruhi kemunculannya
oleh adanya berbagai kemampuan yang dimiliki, sikap dan minat yang positif dan tinggi
terhadap bidang pekerjaan yang ditekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas.
Kreativitas dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi
intrinsik) dan dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik). Seperti pendapat berikut ini:

1) Menurut Roger setiap individu memiliki kecenderungan atau dorongan dari dalam
dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, megungkapkan dan
mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi
primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru
dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya.

2) Munandar (2009) mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi


kreativitas individu dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi intrinsik hendaknya dibangun dalam diri
individu sejak dini. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkenalkan individu dengan
kegiatan-kegiatan kreatif, dengan tujuan memunculkan rasa ingin tahu, dan untuk melakukan
hal hal baru. Sedangkan untuk kondisi eksternal (dari lingkungan) secara konstruktif juga
mendorong munculnya kreativitas. Kreativitas memang tidak dapat dipaksakan, tetapi harus
dimungkinkan untuk tumbuh. Individu memerlukan kondisi untuk memupuk dan
memungkinkan individu tersebut mengembangkan sendiri potensinya. Maka penting
mengupayakan lingkungan (kondisi eksternal) yang dapat memupuk dorongan dalam diri
individu untuk mengembangkan kreativitasnya.30

Di samping itu, Gardon dalam Joice and Weill, sebagaimana yang dikutip oleh E.
Mulyasa dalam bukunya Menjadi Guru Profsional; Mencipakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan mengemukakan empat prinsip dasar sinetik yang menentang pandangan lama
tentang kreativitas. Pertama, kreativitas merupakan sesuatu yang penting dalam kehidupan

30 Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39
32

sehari-hari. Hampir semua manusia berhubungan dengan kreativitas, yang berkembang


melalui seni, atau penemuan-penemuan baru. Gardon mengemukakan bahwa kreativitas
merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan berlangsung sepanjang hayat.
Kreativitas dirancang untuk meningkatkan kapasitas pemecahan masalah, ekspresi, kreatif,
empati, dan hubungan sosial. Ia juga menekankan bahwa ide-ide yang bermakna dapat
ditingkatkan melalui aktivitas kreativ untuk memperkaya pemikiran.

F. TAHAPAN KREATIVITAS
Selanjutnya Tuska (dalam Rodhes, 1961) dalam bukunya Inventors and Inventions,
mengemukakan bahwa kebiasaan mengamati dan berpikir kritis dengan mempertanyakan
apapun yang ditemui akan membuka peluang seseorang untuk menjadi seorang yang kreatif.
Kreativitas tidak sebatas pada karya yang berbasis seni dan budaya, namun juga bisa berbasis
ilmu pengetahuan dan teknologi, engineering dan ilmu telekomunikasi.31
Individu menerima begitu banyak cekokan dalam arti instruksi bagaimana melakukan
sesuatu sehingga kebayakan dari individu kehilangan hampir setiap kesempatan untuk kreatif.
Kemampuan kreatif seseorang sering begitu ditekan oleh lingkungan sehingga ia tidak dapat
mengenali potensi sepenuhnya, apalagi mewujudkannya.
Berpikir kreatif terbagi menjadi 4 tahapan (Wallas, dalam Solso, Maclin & Maclin,
2008), yaitu:
1. Preparasi
Kebanyakan orang percaya bahwa kreativitas berawal dari sebuah ide, namun
sesungguhnya ide tidak akan muncul apabila kemampuan intelektualnya tidak
memadai. Jika individu menginginkan mampu menghasilkan ide-ide yang
cemerlang, maka otak harus diisi dengan materi-materi yang mampu menunjang
kemunculan ide-ide cemerlang. Tahapan preparasi ini sangatlah penting dan
melibatkan usaha yang besar untuk belajar.

2. Inkubasi
Pada tahap ini, ide-ide yang mendasari munculnya solusi akan cenderung
meredup. Pemikiran maupun aktivitas secara jelas berhubungan dengan permasalahan
yang sedang dihadapi akan cenderung menghilang, namun proses pemikiran alam
bawah sadar yang terlibat kreatif justru sedang bekerja
3. Ilumninasi
31 Rochmat Aldy Purnomo, [Link], Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia (2016), hal. 8
33

Tahapan inkubasi yaitu menindaklanjuti proses yang terjadi pada tahap


inkubasi, ide kreatif akan muncul secara tiba-tiba. Alhasil, hal-hal yang awalnya
terlihat samar-samar menjadi jelas.
4. Verifikasi
Apabila solusinya tidak memuaskan maka individu tersebut akan kembali lagi
ke tahap awal proses berpikir kreatif, sedangkan ketika solusinya telah sesuai, maka
solusi itu akan diterima oleh individu sebagaimana adanya atau memodifikasi solusi
dasar yang ada sehingga benar-benar memenuhi kriteria yang diperlukan.

Terdapat beberapa hal uang menghambat kreativitas menurut Munandar ( 2009),


diantaranya adalah:
a) Evaluasi, merupakan salah satu hal yang penting, namun terkadang yang terjadi para
pendidik kurang memahami waktu yang tepat dan yang tidak tepat.
b) Hadiah (reward), hal ini dapat merobohkan kreativitas serta dapat merubah motivasi
intrinsik pada diri anak.
c) Persaingan (competition), terjadi ketika salah satu anak mengikuti suatu kompetisi
dengan siswa lainnya, dimana nantinya yang terbaik mendapat hadiah
d) Lingkungan yang membatasi, belajar dan kreativitas tidak dapat dikembangkan
dengan suatu paksaan, jika hal ini terjadi maka akan sulit untuk dapat
mengembangkan kreativitasnya.

Teori Ambang
Spearman (1927) ,gagasan kreativitas secara eksplisit telah di sangkalnya. Semua
bukti itu dia merasakan menunjukkan “bahwa tidak ada kekuatan kreatif khusus yang ada.
Ketiganya proses pada awal bab ini di jelaskan, adalah generatif dari mental baru konten dan
pengetahuan baru; dan tidak ada generasi kognitif lain yang mungkin dicapai dengan cara lain
apa pun, bahkan bukan Shakespeare, Napoleon, dana Darwin digabung menjadi satu Itu yang
biasanya dikaitkan dengan spesial operasi imajinatif atau inventif dapat dengan mudah
diselesaikan menjadi edukasi berkorelasi dikombinasikan dengan reproduksi belaka.

Dari sudut pandang analitis ini, maka, kita harus meramalkan bahwa semua kekuatan
kreatif — apakah itu dijuluki imajinasi atau tidak — akan di semua nilai melibatkan g ”(hlm.
187). Spearman mengutip beberapa karya yang bahkan lebih tua dari Hargreaves dari British
34

Journal of Psychological Monograph Supplement 1927, yang ditemukan besar korelasi antara
tes dan kemampuan umum dan yang berikut: noda tinta, uji kelengkapan gratis, gambar yang
belum selesai, dan cerita yang belum selesai. Dalam inkblot khusus ini tes, subyek memiliki
empat menit untuk melihat noda tinta dan menuliskan semua benda terlihat di dalamnya.
Perhatikan bahwa itu adalah tugas waktunya, tetapi tidak seperti tes berpikir figural
divergen. Tes kelulusan gratis meminta peserta ujian untuk mengisi “celah yang tersisa di
lorong- lorong prosa” kepada peserta ujian gambar yang belum selesai di katakan bahwa
seorang seniman baru saja memulai gambar, telah meninggal kannya belum selesai;
tuliskanlah semua hal yang Anda inginkan sisipkan ke dalam gambar jika Anda akan
menyelesaikannya ”. Cerita yang belum selesai seperti berikut: seorang gadis kecil, setelah
kunjungan pertamanya ke kebun binatang, punya mimpi yang sangat aneh. Dia memimpikan
itu. . . ”. Pemeriksaan diberikan 20 menit untuk menulis cerita.
Potensi kreatif dan kecerdasan mungkin tidak sepenuhnya independen. Pada setiap
Perspektif umum saat ini adalah bahwa ada ambang batas kecerdasan (pada dasarnya, a level
minimal) yang diperlukan untuk pencapaian kreatif. Mungkin lebih akurat merujuk pada
ambang kecerdasan tradisional karena kecerdasan berarti banyak hal-hal untuk banyak orang
yang berbeda Beberapa orang menyamakan kecerdasan prestasi akademik, dan yang lainnya
menyamakannya dengan kemampuan atau kecerdasan verbal.
Terlalu sering, anak-anak yang diberi informasi dengan baik dipandang cerdas. Dalam
dan dari dirinya sendiri ini tidak begitu buruk, tetapi akibatnya adalah bahwa anak-anak yang
kurang mendapat informasi tidak cerdas. Ini memang masalah, yang disebut bias pengalaman
(Runco et al. 2006), untuk seringkali informasi diambil melalui pengalaman, dan dengan
demikian mengasosiasikan kecerdasan dengan informasi mengarah langsung ke bias terhadap
anak-anak yang mungkin mampu tetapi tidak memiliki pengalaman kritis32
Teori ambang batas menunjukkan bahwa ada tingkat kecerdasan minimum (ambang
bawah) di mana orang tersebut tidak dapat berkreasi. Alih-alih menyimpulkan bahwa
kreativitas dan kecerdasan adalah satu dan sama, atau bahwa kreativitas dan kecerdasan sama
sekali berbeda, teori ambang menggambarkan kemungkinan itu terkait, tetapi hanya pada
tingkat kemampuan tertentu. Salah satu implikasi penting dari ambang batas teori adalah
bahwa kecerdasan diperlukan tetapi tidak cukup untuk pencapaian kreatif. Jadi, jika
seseorang berada di bawah ambang batas, mereka tidak bisa berpikir sendiri cukup baik untuk

32 David Campbell, Ph.D., “ Mengembangkan Kreativitas”, Terj. A.M. Mangunhardjana, (Kanisius, 1 Jan 1989) hlm 18.
35

melakukan pekerjaan yang nyata secara kreatif. Di atas ambang batas, mereka memiliki
potensi kreativitas, tetapi tidak ada jaminan. Mereka mungkin kreatif, tetapi mereka mungkin
tidak33

F. ASPEK KREATIVITAS
Weisberg (2006) mengemukakan tiga aspek dalam berpikir kreatif 34

a. Input : berupa stimulus-stimulus

b. Process : berupa ordinary thinking. Berpikir kreatif menggunakan ordinary thinking.


Ordinary thinking adalah aktifitas yang kompleks, terdiri atas komponen-komponen.
Karakteristik ordinary thinking antara lain:

1. Pikiran manusia saling berhubungan dan memiliki stuktur.

2. Pikiran manusia menunjukkan continuity – kesinambungan dengan masa lalu.


Pikiran melibatkan pengalaman masa lalu

3. Proses berpikir melibatkan proses bottom-up dan top-down. Namun lebih


menekankan pada proses top-down, karena pikiran manusia sangat dipengaruhi
oleh adanya pengetahuan yang dimilikinya.

4. Pikiran manusia sensitive terhadap kejadian-kejadian atau keadaan lingkungan.


Peristiwa di luar diri dapat menyediakan informasi yang dapat mengubah pola
piker dan tindakan.

c. Outcome: berupa produk kreatif. Produk kreatif ini terdapat beberapa aspek yaitu35:

1. Produk kreatif bersifat baru secara subjektif. Sifat kebaruannya dilihat dari
sesuatu yang belum pernah dibuat atau diketahui oleh seseorang, walaupun
produk tersebut sudah ada sebelumnya (tanpa sepengetahuan orang tersebut).

2. Produk kreatif bersifat disengaja. Apabila produk tersebut dibuat melalui


ketidaksengajaan, maka produk tersebut tidak dapat disebut produk kreatif.
Kesengajaan terjadi ketika seseorang secara penuh berpikir untuk menghasilkan
sebuah produk.
33 Mark A. Runco ( Oct 10, 2007) “Creativity. Research, Development, and Practice”. Academic Press. La Habra, CA
34 Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 5
35 Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 6
36

3. Produk kreatif memiliki nilai (value)

Karakteristik individu yang kreatif menurut beberapa ahli diantaranya yaitu memiliki
karakteristik sensitif terhadap masalah, kaya akan ide atau cenderung lancar dalam
menghasilkan ide-ide memecahkan suatu permasalahan, memiliki fleksibilitas mental,
memiliki pemikiran yang berbeda dibandingkan orang-orang pada umumnya, mampu untuk
mendefinisikan ulang obyek atau konsep yang mungkin telah dikenal cukup lama, cenderung
humoris, memiliki temperamen kompleks serta memiliki kapasitas menerima konflik dan
ketegangan (Rhodes, 1961).

G. PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PENGEMBAGAN KREATIVITAS DAN


INOVASI
Kreativitas pada dasarnya merupakan kemampuan internal pada tataran ide, untuk
menciptakan dan memunculkan gagasan baru. Ahli psikologi membuat kategori
kreativitas yang berorientasi produk dan kreativitas yang berorientasi pada proses
(Smith, 2005). Kreativitas yang berorientasi pada produk mempunyai asumsi bahwa
kreativitas dimaknai sebagai produk hasil karya asli (original) dan berguna untuk
memenuhi kebutuhan tertentu (Lederman & Vagt-Traore, 2004: p. 2)36. Kreativitas
berorientasi proses mengacu pada proses mental yang melibatkan potensi kreatif seseorang
untuk mengembangkan gagasan baru, pemecahan masalah dan aktualisasi diri (Lederman, &
Vagt-Traore, 2004). Perspektif kreativitas berorientasi proses mungkin lebih relevan
untuk dunia pendidikan. Terdapat dua asumsi yang mendasari pendekatan terhadap
kreativitas dalam bidang pendidikan. Pertama, sebagaimana dikemukakan oleh Craft (2001)
dan Bauer & Kauffman, (2006) kreativitas bersifat universal, tidak dimiliki hanya oleh
segelintir individu yang hebat, tetapi sejatinya setiap orang mempunyai potensi kreatif.
Ahli pendidikan mempunyai kepercayaan bahwa anak-anak secara natural merupakan
insan kreatif, yang mempunyai dorongan internal untuk mengembangkan diri,
mengekspresikan dan menggunakan kapasitasnya, bersikap terbuka dan cenderung
tertarik dengan hal-hal baru. Potensi alami ini dapat surut dan hilang apabila tidak
dipeliharan dan dikembangkan melalui intervensi dan lingkungan yang kondusif
(Feldman & Benjamin, 2006; Maslow 1996). Asumsi kedua adalah bahwa kreativitas

36 Suciati, " PENGEMBANGAN KREATIFITAS INOVATIF MELALUI PEMBELAJARAN DIGITAL ", Jurnal Pendidikan, Volume 19, Nomer 2, September 2018, 145-153
37

merupakan developmental construct, bersifat multidimensi dan dapat diajarkan dan


dikembangkan menggunakan strategi pembelajaran tertentu (Fryer, 1996). Dalam hal
ini peranan pendidik sangat penting dalam pengembangan kreativitas mahasiswa.

Dalam jaman yang cepat berubah, kreativitas menjadi kapasitas dasar untuk
mempertahankan hidup dan meraih sukses di masa depan. Jackson (2006) membuat
kesimpulan yang tepat bahwa pada jaman Renaisans, kreativitas terbatas dimiliki orang
orang tertentu, tetapi pada jaman ini menjadi kebutuhan setiap orang untuk berhasil
dalam hidup. Dengan demikian, pendidikan kreativitas bagi anak anak sejatinya adalah
membekali mereka dengan kemampuan dasar untuk masa depan. Kreativitas anak didik
dapat ditumbuhkembangkan melalui proses pembelajaran yang dilandasi kemampuan
mengelola proses belajar, memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk berkreasi dan
mengambil resiko untuk berhasil maupun gagal (Bauer & Kauffman, 2006; Craft, 2005).
Dalam telaahnya tentang kreativitas, Robinson (NAACCE, 1999) mengemukakan 3
karakteristik kreativitas, mencakup imagination, purpose dan originality. Kreativitas
bermula dari berpikir dalam tataran gagasan imaginer, dan gagasan imaginer ini
mempunyai tujuan tertentu, misalnya untuk memecahkan suatu masalah atau
menciptakan hal baru untuk meningkatkan kinerja, serta menghasilkan sesuatu, dapat
berupa sistem, model, alat, yang bersifat original (asli, baru). Berdasarkan atribut ini
kreativitas didefinisikan sebagai kegiatan imaginatif yang dilakukan untuk menghasilkan
sesuatu yang original dan bernilai (Robinson, 1999). Kreativitas sering dihubungkan
dengan inovasi, dan kedua istilah ini memang mempunyai keterkaitan makna. Menurut
(Little, Onions & Friedrichsen, 1973), istilah ‘inovasi’ berasal dari Bahasa Latin
‘innovare’ yang berarti ‘memperbarui’ atau ‘mengubah’ menjadi sesuatu yang ‘baru’
(novus). Dalam praktek, makna ‘hal baru’ tersebut dapat dipersepsi berbeda-beda oleh
penemu dan penggunanya (Moyle, 2010). Dalam tulisannya tentang inovasi pada sektor
public, Mulgan dan Albury (2003) mendefinisikan esensi inovasi sebagai ‘gagasan atau
ide baru yang membawa perubahan atau hasil’, atau lebih lengkapnya dijelaskan
sebagai kreasi dan implementasi proses, produk, layanan, metode baru yang
menghasilkan perbaikan signifikan pada efisiensi, efektivitas dan kualitas. Bila dikaitkan
dengan kreativitas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan imaginasi merupakan
benih-benih kemampuan untuk berinovasi. Spektrum kreativitas dan inovasi dalam
penggunaan teknologi sangat luas, mencakup tidak saja pengembangan kreativitas
mahasiswa sebagai hasil pendidikan, tetapi juga penggunaan TIK untuk mengkreasi model
38

dan modus pembelajaran kreatif, serta berbagai pengembangan materi pembelajaran yang
menarik dan memotivasi mahasiswa, yang dikembangkan secara mandiri oleh guru,
maupun oleh organisasi non-profit atau for-profit penyedia program dan materi
pembelajaran. Pembelajaran digital dirancang untuk memberikan kesempatan bagi
mahasiswa mengembangkan daya nalar kritis dan pemecahan masalah, melalui
kolaborasidan komunikasi dengan mahasiswa lain, melalui pemberian tugas-tugas dan
penggunaan sumber informasi yang disiapkan oleh penyelenggara maupun sumber online
terbuka untuk umum. Dalam skenario pembelajaran mahasiswa diarahkan untuk
mengeksplorasi kreativitas, inovasi dan daya cipta. Pada satu sisi kemampuan dan
keterampilan yang diperoleh memberi kontribusi pada tercapainya capaian belajar, tetapi
lebih dari itu dapat membuka cakrawala wawasan dan minat peserta didik terhadap bidang
lain yang tidak terpikirkan sebelumnya. Saat ini banyak ditemukan video karya
mahasiswa sebagai hasil penugasan matakuliah, yang diunggah di YouTube, di antaranya
dikemas dengan sangat baik. Produk-produk seperti ini memperkaya sumber belajar
digital berbahasa Indonesia yang dapat diakses oleh umum. Kreativitas yang dikembangkan
bukan saja dari peserta didik, tetapi juga dari pendidik. Berdasarkan pemahaman yang
luas tentang berbagai model pembelajaran online dan berbagai sumber yang dapat
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran digital, pendidik (guru, dosen) atau
penyelenggara program, harus kreatif dalam menyusun scenario proses pembelajaran
peserta didik.
Pendidik perlu mempunyai literasi informasi yang memadai, di antaranya:
mempunyai pengetahuan dan keterampilan menggunakan LMS, komunikasi menggunakan
internet, membuat program video sendiri menggunakan software yang tersedia, baik yang
open source maupun yang berlisensi. Bahkan ada perguruan tinggi yang mahasiswanya
meminta agar kuliah dosen direkam dalam bentuk video dan diunggah dalam blog dosen
yang bersangkutan. Dalam hal ini dosen dapat kreatif membuat sendiri rekaman video
‘rumahan’ yang menggunakan software seperti video movie-maker, powtoon, tanpa
memerlukan peralatan canggih, tetapi cukup efektif untuk membahas substansi pelajaran.
Pendidikan di sekolah saat ini masih mengutamakan hasil belajar yang diukur melalui nilai
ujian. Pengembangan kreativitas dan pemberian kesempatan kepada siswa untuk
berinovasi masih terbatas, karena guru lebih mengutamakan untuk menyelesaikan
pembahasan materi. Di samping itu, pemahaman guru tentang cara atau teknik untuk
menghidupkan kreativitas dan daya inovatif siswa tidak memadai, belum lagi
ketidaktersediaan sarana-prasarana yang menjadi penghambat. Sahlberg (2009)
39

mengindentifikasi kemungkinan terjadinya ‘fear of failure’, kuatir gagal, yang dapat


melemahkan kapasitas guru di sekolah dan mahasiswa untuk mengambil resiko, sehingga
menghambat perkembangan kemampuan dan kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi.
Oleh sebab itu perlu ada toleransi apabila suatu implementasi ide atau gagasan baru tidak
lancar, atau bahkan mengalami kegagalan.

Berdasarkan penekanannya, definisi-definisi kreativitas dapat dibedakan ke dalam


dimensi person, proses, produk, dan press. Rhodes (1961) menyebut keempat dimensi
kreativitas tersebut sebagai "the Four P's of Creativity". Definisi kreativitas yang menekankan
dimensi personal dikemukakan misalnya oleh Guilford (1950): "Creativity refers to the
abilities that are characteristics of creative people". Definisi yang menekankan segi proses
diajukan oleh Munandar (1977): "Creativity is a process that manifests itself in fluency, in
flexibility as well in originality of thinking". Barron (1976) menekankan segi produk, yaitu:
"the ability to bring something new into existence"; sementara Amabile (1983)
mengemukakan, "Creativity can be regarded as the quality of products or responses judged to
be creative by appropriate observers"37. Berdasarkan analisis faktor, Guilford menemukan
bahwa ada lima sifat yang menjadi ciri kemampuan berfikir kreatif, yaitu: 1) Kelancaran
(fluency), Kelancaran adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan. 2)
Keluwesan (flexibility), Keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-
macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah 3) Keaslian (originality), Orisinalitas
adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli, tidak klise 4)
Penguraian (elaboration),

Elaborasi adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci 5) Perumusan


kembali (redefinition) Redefinisi adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan
berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.

Gowan (1972) mengelompokkan teori-teori kreativitas ke dalam tiga kategori, yaitu: (1)
kognitif, rasional, dan semantik; (2) faktor-faktor kepribadian dan lingkungan; (3) kesehatan

37 Miyarso Dwi Ajie, [Link], "Konsep Kreativitas", diakses dari

[Link]

Perancangan%20dan%20Perencanaan%20Fasilitas%20Perpustakaan/HandOut_LM108_005_CreativityConcept_v03.pdf, pada tanggal 28

Oktober 2019 pukul 21:50


40

mental dan penyesuaian diri; (4) psikoanalitik dan neo-psikoanalitik; (dan 5) psikodelik yang
menekankan aspek eksistensial dan non-rasional manusia. Sementara itu, Mackler & Sontz
(1970) menggolongkan teori kreativitas ke dalam enam kelompok, yaitu: psikoanalitik,
asosianistik, Gestalt, eksistensial, interpersonal, dan ciri atau sifat (traits).

Teori psikoanalitik menganggap bahwa proses ketidaksadaran melandasi kreativitas.


Kreativitas merupakan manifestasi dari psikopathologi. Teori asosiasi memandang kreativitas
sebagai hasil dari proses asosiasi dan kombinasi antara elemen-elemen

 yang telah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Teori Gestalt memandang
kreativitas sebagai manifestasi dari proses tilikan individu terhadap lingkungannya
secara holistik. Teori eksistensial mengemukakan bahwa kreativitas merupakan
proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia
dengan manusia, dan manusia dengan alam. Sebagai penganut teori eksistensial, May
(1980), misalnya berpendapat bahwa setiap perilaku kreatif selalu didahului oleh
"perjumpaan" yang intens dan penuh kesadaran antara manusia dengan dunia
sekitarnya.

 Teori interpersonal menafsirkan kreativitas dalam konteks lingkungan sosial. Dengan


menempatkan pencipta (kreator) sebagai inovator dan orang di sekeliling sebagai
pihak yang mengakui hasil kreativitas, teori ini menekankan pentingnya nilai dan
makna dari suatu karya kreatif. Nilai mengimplikasikan adanya pengakuan sosial.
Teori sifat atau ciri memberikan tempat khusus kepada usaha untuk mengidentifikasi
ciri-ciri atau karakteristik-karakteristik utamakreativitas. Guilford, termasuk ke dalam
kelompok ini.

Selain itu terdapat tiga teori pengembangan kreasi yaitu:

1)Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud dan Carl Jung;

2) teori Humanistik dari Abraham Maslow dan Carl Rogers; dan

3) Teori Cziksentmihalyi yang banyak menekankan pada potensi alami (talent).


Psikoanalisis menjelaskan bahwa kreativitas adalah cara yang menunjukkan kemampuan
seseorang dalam mengatasi suatu masalah. Perilaku ini harus dibangun sejak dini agar sistem
akan ditemukan sendiri. Sistem Sunarto / Jurnal Refleksi Edukatika 8 (2) (2018) 109
pemecahan yang ada pada pikiran, perasaan anak ini sering juga disebut Habitus (Pamadhi
2012).
41

Disamping itu Freud menjelaskan bahwa proses kreatif merupakan upaya tak sadar
menuju sadar bahwa ide-ide yang tidak menyenangkan orang lain segera dapat diubahnya
menjadi produktivitas kreatif dengan melepaskan ‘pertahanan’ ide yang lama. Misalnya:
sesuatu yang sudah dianggap mapan dan mempunyai untuk besar selalu disadari merupakan
pertahanan yang salah, semestinya tetap berjuang untuk menemukan hal yang baru (lsmail
2006: 97). Demikian pula pendapat Ernest Kris, bahwa mekanisme sebuah perkembangan
yang beruntun (regresi) merupakan peralihan ke perilaku selalu tidak puas. Kepuasan yang
ditemukan tidak saja berupa produk melainkan proses, sehingga haus akan penemuan yang
baru. Dalam hal ini Carl Jung menekankan bahwa ketidaksadaran dapat memainkan peran
kreativitas. Alam pikiran seseorang yang tidak disadari dibentuk oleh habitus (pada masa lalu
yang selalu mendapatkan tekanan) menjadi suatu ketidaksadaran kolektif ini akhirnya akan
menemukan teori, ide, dalam berkarya seni.

Teori Humanistik yang dikemukakan oleh Maslow lebih menekankan kreativitas sebagai
hasil kerja kejiwaan manusia; manusia yang sehat kreativitas selalu dapat hadir dalam posisi
manapun dan tidak terbatas38. Perkembangan jiwa manusia pada usia lima tahun pertama
akan memberikan tataran pertama dan berkembang secara hierarkhi berdasarkan kebutuhan
manusia. Hal ini hampir sama dengan Carl Rogers, dijelaskan 3 kondisi dari pribadi yang
kreatif dengan keterbukaan dimana pengalaman memberikan kemampuan bereksperiman atau
untuk ‘bermain’ dengan konsep. Cziksentmihalyi memberikan keyakinan, jika seseorang
mempunyai minat yang kuat (genetic predispotition) dan disertai usaha yang serius, maka
kreativitas akan muncul dan berkembang terus.

BAB III
PROSES PENCIPTAAN IDE KREATIF MENGGUNAKAN 7E

38 [Link] KREATIVITAS-INOVATIF DALAM PENDIDIKAN SENI MELALUI PEMBELAJARAN

[Link] refleksi edukatika. halaman 109


42

A. Pengertian 7E
Siklus belajar atau yang biasa disebut sebagai learning cycle merupakan suatu
model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered). Learning
cycle merupakan serangkaian kegiatan (fase) yang disusum sedemikian rupa sehingga
peserta didik dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam
pembelajaran dengan cara di mana mereka harus berperan aktif 39 . Dari pendapat
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik menjadi pusat model
pembelajaran learning cycle sehingga peserta didik secara aktif harus dapat menemukan
konsep sendiri. Untuk mewujudkan hal tersebut, learning cycle terdiri atas tahapan-
tahapan yang terorganisir sehingga pemahaman peserta didik terorganisir dengan baik.
Pada mulanya model learning cycle hanya terdiri dari tiga fase, yaitu fase
eksplorasi (exploration), fase pengenalan konsep (concept introduction), dan fase
aplikasi konsep (concept aplication). Kemudian secara perkembangannya, learning cycle
pun dikembangkan menjadi learning cycle 5 fase (learning cycle 5E). Pada learning
cycle 5 fase ini, sebelum eksploration ditambahkan engagement dan ditambahkan pula
tahap evaluation pada bagian akhir siklus. Pada model ini, masing-masing dari
tahap concept introduction dan concept aplication diistilahkan
menjadi explaination dan elaboration (Ngalimun, 2014). Sebagai latar berlakang dari
penekanan di dalam transfer belajar dan pentingnya memunculkan pemahaman awal,
model 5E kembali dikembangkan menjadi model 7E. Perubahan yang terjadi pada
tahapan 5E menjadi 7E terjadi pada fase Engage, di mana dalam fase ini berubah menjadi
dua, yaitu Elicit dan Engage, sedangkan pada fase Elaborate dan Evaluate menjadi tiga
tahapan, yaitu Elaborate, Evaluate, dan Extend (Eisenkraft, 2003). Perubahan
tahapan learning cycle dari 5E menjadi 7E ditunjukkan pada Gambar berikut ini:

39
Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressinso.
43

Gambar Perubahan Tahapan Learning Cycle 5E menjadi 7E40


(Sumber: Eisenkraft, 2003)

Dalam tulisannya yang berjudul “Expanding the 5E Model”, Eisenkraft


menjelaskan kegiatan setiap tahapan learning cycle 7E sebagai Elicit, Engage, Explore,
Explain, Elaborate, Evaluate, dan Extend.

a) Elicit

Elicit merupakan tahapan awal dari pembelajaran learning cycle 7E untuk mengungkap
pemahaman awal peserta didik. Berdasarkan penelitian di bidang kognitif sains,
pemahaman awal merupakan komponen yang penting dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini juga menyatakan bahwa peserta didik lebih mahir menerapkan konsep
dibanding peserta didik lain, (Bransford [Link]. dalam Eisenkraft, 2003). Dalam tahap
ini terdapat kegiatan penggalian pengetahuan awal peserta didik, di mana kegiatan
ini sama dengan gagasan Piaget yang menyatakan bahwa ilmu pengetahuan
dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi
sesuai dengan skema yang dimilikinya41. Dengan demikian pengetahuan awal yang

40
Eisenkraft, A. (2003). Expanding the 5E model. The Sciences Teacher 70 (6). 56-59.
41
Dewi, Sri Ratna. 2012. Pengaruh Model Siklus Belajar 7E Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Siswa
SMA Negeri 1 Sawan. Universitas Pendidikan Ganesha. Artikel Tesis (online).
44

dimiliki peserta didik akan lebih berguna jika dimunculkan sebelum proses
pembelajaran dimulai.

Tahapan elicit dilaksanakan dengan memberikan peserta didik beberapa pertanyaan yang
berkaitan dengan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui
pertanyaan-pertanyaan tersebut peserta didik dirangsang untuk mengungkapkan
konsepsi dan pengetahuan yang telah diketahui sebelumnya melalui jawaban yang
mereka berikan. Dengan demikian secara tidak langsung guru dapat mengukur
kemampuan yang dimiliki peserta didik serta ada atau tidaknya kekeliruan dalam
pemahaman konsep. Pada poin ini, tidak perlu sampai pada tahap kesimpulan atau
penutup. Peranan guru adalah menimbulkan pemahaman awal peserta didik melalui
pertanyaan-pertanyaan tanpa membuat peserta didik menganggap guru akan
memberitahukan jawaban yang benar. Jadi dapat disimpukan bahwa tahapan ini
dilakukan untuk menimbulkan pengetahuan awal peserta didik dengan memberikan
pertanyaan tanpa memberikan suatu pembenaran atas jawaban yang diberikan.

b) Engage

Pada tahapan engage, guru berusaha untuk memusatkan perhatian peserta didik,
merangsang kemampuan berpikir peserta didik serta membangkitkan minat dan
motivasi peserta didik terhadap konsep yang akan diajarkan. Dengan cara
menghadapkan peserta didik dengan suatu fenomena yang bertentangan dengan
kognitif, peserta didik dimotivasi untuk mengetahui lebih banyak materi yang akan
diajarkan. Dalam tahapan ini peserta didik dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi,
diskusi, membaca, atau aktivitas lain yang digunakan untuk membuka pengetahuan
peserta didik dan mengembangkan rasa keingintahuan peserta didik. Dengan
demikian kemampuan berpikir peserta didik akan terdorong untuk memberikan
respon dengan mengakses pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Pada tahapan
ini peserta didik juga diajarkan untuk berhipotesis yaitu menyusun jawaban
sementara dari masalah yang akan mereka diskusikan atau praktikan.

c) Explore

Dalam tahap explore ini, merupakan tahap kesempatan bagi para peserta didik untuk
45

memperoleh pengetahuan dengan pengalaman langsung yang berhubungan dengan


konsep yang akan dipelajari (Imaniyah dkk., 2015). Peserta didik berkesempatan
untuk bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecil tanpa pengajaran langsung dari
guru. Selain itu, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengamati, merekam
data, mengisolasi variabel, desain dan rencana percobaan, membuat grafik,
menginterpretasikan hasil, mengembangkan hipotesis, dan mengatur temuan
mereka. Guru dapat menyusun pertanyaan, menyarankan pendekatan, memberikan
umpan balik, dan menilai pemahaman.

d) Explain

Pada tahap ini peserta didik diperkenalkan pada konsep, hukum dan teori baru. Peserta
didik menyimpulkan dan mengemukakan hasil dari temuannya pada
tahap explore dengan kalimat atau pemikiran sendiri, meminta bukti dan klarifikasi
atas penjelasan-penjelasan peserta didik, dan saling mendengar secara kritis
penjelasan antar peserta didik dan guru. Guru mengenalkan peserta didik pada
beberapa kosa kata ilmiah, dan memberikan pertanyaan untuk merangsang peserta
didik agar menggunakan istilah ilmiah untuk menjelaskan hasil eksplorasi.

e) Elaborate

Pada tahap elaborate, peserta didik berpikir lebih mendalam tentang hal yang mereka
pelajari dan menerapkan pada kasus yang berbeda. Mereka menguji gagasan dengan
rincian dan mengeksplorasi bahkan menambahkan koneksi, dan menerapkan
pemahaman konsepnya melalui kegiatan-kegiatan seperti problem solving. Sehingga
dapat dikatakan bahwa pada tahapan ini peserta didik menerapkan konsep dan
keterampilan yang telah dipelajari dalam situasi baru atau konteks yang berbeda.
Pada fase ini, guru memberikan permasalahan yang terkait dengan materi yang telah
diajarkan untuk dipecahkan oleh peserta didik. Dengan demikian, peserta didik akan
dapat belajar secara bermakna, karena telah dapat menerapkan atau mengaplikasikan
konsep yang baru dipelajarinya dalam situasi yang baru.

f) Evaluate
46

Evaluate adalah tahap evaluasi dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Para
peserta didik dievaluasi pemahaman dan keterampilannya dalam tahap ini. Guru
diharapkan secara terus menerus dapat mengobservasi dan memperhatikan peserta
didik terhadap kemampuan dan keterampilannya untuk menilai tingkat pengetahuan
dan/atau kemampuannya, kemudian melihat perubahan pemikiran peserta didik
terhadap pemikiran awalnya. Selain itu guru dapat mengamati pengetahuan atau
pemahaman peserta didik dalam menerapkan konsep baru. Guru berusaha
memancing kembali ide-ide, pengetahuan atau keterampilan peserta didik yang telah
mereka pelajari sekaligus mengadakan assesment mengenai keberhasilan peserta
didik dalam memahami konsep.

g) Extend

Extend adalah tahapan pembelajaran learning cycle 7E yang bertujuan untuk membuat
para peserta didik berpikir, mencari, menemukan dan menjelaskan contoh penerapan
konsep yang telah dipelajari, kegiatan ini juga dapat merangsang peserta didik untuk
mencari hubungan konsep yang dipelajari dengan konsep lain yang sudah atau
belum dipelajari42. Pada tahap extend guru membimbing peserta didik untuk
menerapkan pengetahuan yang telah didapat pada konteks baru yang dapat dilakukan
dengan cara mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi selanjutnya atau
materi sebelumnya.

Pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dalam tiap tahap


Model pembelajaran learning cycle 7E lebih menekankan pada learning by
doing, dengan mangadakan kontak atau interaksi langsung dengan objek yang
dipelajari maka peserta didik akan mengalami pembelajaran menyenangkan (joyfull
learning) yang berdampak pada informasi yang didapat lebih mudah diingat dan
dimaknai. Learning cycle 7E, melalui implementasi model pembelajarannya, juga
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengaitkan konsep-konsep
yang sudah dipahami dengan konsep-konsep yang akan dipelajari sehingga terjadi
proses belajar bermakna (Dewi, 2012).
42
Imaniyah, dkk. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA. Jurnal
Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, volume 1, nomor 1, Juni 2015
47

Ketujuh tahapan di atas adalah hal-hal yang harus dilakukan guru dan peserta
didik untuk menerapkan model pembelajaran learning cycle 7E pada pembelajaran di
kelas. Guru dan peserta didik mempunyai peran masing-masing dalam setiap kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan tahapan dari learning cycle 7E.
Kelebihan model pembelajaran learning cycle yaitu:

a) meningkatkan motivasi belajar karena peserta didik dilibatkan secara aktif dalam
proses pembelajaran.

b) membantu mengembangkan sikap ilmiah peserta didik.

c) pembelajaran menjadi lebih bermakna

Sedangkan kelemahan model pembelajaran learning cycle yaitu:

a) efektifitas pembelajaran rendah jika guru kurang menguasai materi dan langkah-
langkah pembelajaran.

b) menuntut kesungguhan dan kreatifitas guru dalam merancang dan melaksanakan


proses pembelajaran.

c) memerlukan pengelolaan kelas yang lebih terencana dan terorganisasi.

d) dalam menyusun rencana dan melaksanakan pembelajaran, memerlukan waktu dan


tenaga yang lebih banyak. (Ngalimun, 2014).

Sehingga dari penjelasan tersebut, model pembelajaran learning cycle 7E merupakan


model pembelajaran student centered dengan mengadopsi prinsip konstruktivisme yang
terdiri rangkaian tahap-tahap kegiatan (fase) yaitu tahap elicit, engage, explore, explain,
elaborate, evaluate, dan extend, yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga peserta didik
dapat menguasai kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan
aktif.

B. Memahami tentang ide kreatif dan inovatif

Adakah orang yang malas tetapi kreatif? Adakah orang yang semangatnya setengah -
setengah namun bisa menghasilkan terobosan kreatif yang sukses? Hampir tidak pernah
48

terjadi. Karena orang kreatif di dunia ini adalah orang yang berkemauan keras untuk
mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kesuksesan yang mereka impikan pasti
diperjuangkan. Mereka menemukan ide kreatif setelah mereka bekerja keras dan
mencoba segala hal di lapangan. Mereka kreatif sebab memperjuangkan sesuatu yang
mereka anggap sangat bernilai dan berharga.

Setiap manusia terlahir memiliki kreativitas, karena itu kita pun termasuk makhluk
kreatif. Kita semua bisa menciptakan sesuatu yang berbeda dan kita juga bisa
menciptakan sesuatu yang baru. Kreativitas adalah bagaimana kita menggunakan apa
yang sudah dianugerahkan Sang Pencipta kepada kita. Menurut Michele Shea
“Kreativitas adalah sesuatu yang tampaknya belum muncul atau ada sebelumnya. Anda
harus menemukannya dan menciptakannya menjadi sesuatu yang ada, dan itu adalah
kondisi berteman dengan Sang Pencipta.”43

Bukankah tujuan hidup kita adalah mewujudkan tujuan hidup? Semua manusia
diciptakan ke dunia ini pasti mempunyai peran, fungsi dan tujuan tersendiri. Kita
diberikan nikmat yang jumlahnya tak terhingga tidak lain adalah agar kita berperan
sebaik mungkin dan agar kita mewujudkan tujuan.

Setiap manusia pasti memiliki kecerdasan, bisa berupa kecerdasan intelektual,


kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, kecerdasan verbal, dan lain sebagainya. Kita
sebagai manusia juga memiliki bakat, kelebihan dan keistimewaan khusus tersendiri.
Dan kita harus mengasah keistimewaan tersebut agar tercipta suatu keunggulan. Tetapi
itu saja belm ckup bagi perubahan hidup kita jika kita tidak kreatif. Kita dituntut bukan
hanya sekedar pintar, tetapi lebih dari pintar. Bakat, keistimewaan, kekuatan, ilmu, ijazah
bahkan gelar yang kita miliki belum cukup jika kita tidak kreatif

43
Kertamukti, Rama. 2017. Stratei Kreatif dalam Periklanan: Konsep Pesan, Media, Branding, Anggaran. Depok: Rajawali
Pers
49

Sumber : [Link]
persaingan

Pertanyaanya adalah bagaimana caranya agar dari dalam diri kita muncul
kreativitas? Syarat apa yang harus dilakukan untuk menggunakan kreativitas yang ada di
dalam diri kita? Orang yang kreatif ketika menghadapi sebuah masalah atau persoalan
akan berpikir bahwa perubahan diri yang harus dilakukan dalam dirinya adalah tanggung
jawabnya sendiri. Berbeda dengan orang yang tidak menggunakan kreativitasnya. Ketika
menghadapi masalah, orang tersebut lebih sering menuduh dan menyalahkan orang lain,
setelah merasa puas menyalahkan orang lain kemudian pasrah dengan kenyataan.

Kehebatan seseorang yang mempunyai bakat, kecerdasan, keistimewaan dan


lingkungan yang mendukung tidak akan banyak berguna bagi perubahan diri jika yang
dilakukan hanya, menyalahkan, menuduh, dan pasrah akan keadaan. Bisa saja ada orang
yang berbuat salah kepada kita, dan mungkin keadaan membuat kita kurang beruntung.
Tetapi, untuk menciptakan hidup yang lebih baik dari sebelumnya, kita harus berubah.44

Ada lima proses kreatif menurut Deporter dan Mike Hernacki (2002:300) yaitu:

1. Persiapan, mendefinisikan masalah, tujuan atau tantangan.

2. Inkubasi, mencerna fakta - fakta dan mengolahnya dalam pikiran.

3. Iluminasi, mendesak ke permukaan, gagasan - gagasan bermunculan.

44
Latuconsina, Hudaya. 2017. Kreativitas Pendobrak Belenggu Mengantarkan Diri Menjadi Insan Kreatif. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
50

4. Verifikasi, memastikan apakah solusi itu efektif.

5. Aplikasi, mengambil langkah - langkah untuk menindaklanjuti solusi itu.

Proses kreatif tersebut tentu tidak akan dapat berjalan tanpa dibarengi dengan
pengetahuan yang didapat melalui membaca, berbahasa, dan aspek - aspek lain. Oleh karena
itu kita dituntut untuk dapat mengembangkan danmelatih pola pikir untuk lebih kreatif.45

A. Roe dalam Frinces (2004) menyatakan bahwa syarat - syarat orang yang kreatif antara
lain:

a. Keterbukaan terhadap pengalaman (opennes to experience).

b. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observance seeing things
in unusual ways).

c. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites).

d. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in


judgement, thought and action)

e. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy).

f. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-relience).

g. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group
standart and control).

h. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungkan (willing to take


calculated risks).46

Bagaimana cara menghadapi kegagalan bagi orang kreatif? Ketika hal tersebut terjadi,
sebenarnya orang kreatif mempunyai reaksi yang tidak beda dengan kebanyakan orang. Yang
membuatnya berbeda adalah mereka terus bangkit agar menemukan peluang beserta celah
untuk meraih kemajuan. Menurut penulis buku - buku leadership terkenal yaitu Jhon

45
B., Uno, Hamzah, Prof., Dr., M. Pd. Mohamad, Nurdin, S. Pd., [Link]. 2015. Belajar dengan Pendekatan A.L.L.K.E.M.
Jakarta: PT Bumi Aksara
46
Hadiyati, Ernani. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Vol. 13. No. 1 (hlm.
11)
51

Maxwell (2000), hal itu disebut “forward failing” kegagalan maju. Dan menurut Jhon
Maxwell, ciri - ciri kegagalan maju diantaranya adalah:

1. Mereka merebut tanggung jawab.

2. Mereka mengambil pelajaran dari kesalahan atau masallah.

3. Mereka memiliki pemahaman hidup bahwa kegagalan adalah bagian dari


langkah maju (konsekuensi).

4. Mereka mempertahankan sikap positif yang membangun.

5. Mereka melawan asumsi kuno yang menyesatkan tentang kegagalan.

6. Mereka mengambil risiko baru atau melakukan lagi dan terus melakukan.

7. Mereka memiliki pemahaman bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja sesuai
dengan yang seharusnya ketika terjadi konsekuensi yang tidak sesuai dengan apa
yang kita inginkan.

8. Merekam memiliki daya tahan yang tinggi.

Intinya, orang kreatif selalu mengambil keputusan untuk selalu berubah dan berkembang,
walaupun terkadang harus diam atau mengalah terlebih dulu sebagai strategi. Tentu berbeda
dengan kebanyakan orang yang terlalu lama mengambil keputusan dan jalan atau bahkan
diam di tempat, yang kemudian memutuskan untuk mundur dan kalah sehingga kenyataan
semakin mudah mengalahkan mereka.

Lalu apa bedanya Kreatif dan Inovatif? Ada yang mengatakan bahwa kreativitas adalah
berbicara tentang ide atau gagasan yang dimana ide itu adalah ide yang unik dan berbeda
ataupun baru, dan jika dipraktkkan dapat memberi hasil yang lebih baik. Seperti lebih efektif,
lebih hebat, dan lebih efisien.

Sedangkan Inovasi adalah berbicara tentang bagaimana cara ide itu diterapkan atau
digunakan melalui sebuah proses, kerja sama, distribusi, dan seterusnya sampai tercapai.
Inovasi yang hebat selalu berasal dari ide - ide yang kreatif. Saat seseorang memikirkan
idenya di alam pikiran kemudian menulisnya di atas kertas, itu termasuk kedalam kreativitas.
Ketika ide itu dirundingkan, disetujui, dijalankan, dikreasikan, dan didistribusikan sampai
menjadi sebuah sistem yang menghasilkan, inilah yang disebut sebagai Inovasi

Manusia bisa hebat karena tiga hal:


52

1. Karena ditunjuk Tuhan langsung untuk sebuah misi besar, seperti para Nabi
atau orang - orang yang khusus.

2. Melalui pengasahan bakat, kecerdasan, keistimewaan dan kehebatan yang


dipunya. Seperti banyak para penemu, ilmuwan, profesional dan yang
lainnya.

3. Melalui panggilan jiwa untuk merespons keadaan atau kewajiban dari luar,
seperti pemimpin revolusi, pengusaha, birokrat, dan yag lainnya.

Adapun karakteristik inovasi yang dapat memengaruhi cepat atau lambatnya penerimaan
inovasi, antara lain adalah:

1. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan


bagi penerimanya.

2. Kompatibel (compatibility) ialah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai


(values), pengalaman yang sudah lalu, dan kebutuhan dan penerima.

3. Kompleksitas (complexity) ialah tingkat kesusahan untuk memahami dan


memakai inovasi bagi penerima.

4. Trialibilitas (trialability) ialah dapat dicoba atau setidaknya suatu inovasi


oleh penerima.

5. Dapat diamati (observability) ialah mudah tidaknya diamati suatu hasil


inovasi.

Lalu dimanakah peran Kreativitas dan Inovasi? entah manusia jenis apapun, Kita tetap
akan membutuhkan dan memerlukan kreativitas beserta inovasi. Meskipun punya
kemampuan dan kecerdasan sekelas Edison atau pun keistimewaan B.J Habibie, kita harus
tetap kreatif. Karena jalan menuju cita - cita kita tidak akan semulus dan semudah itu. Jika
kita ditakdirkan hebat karena panggilan jiwa. Sudah jelas kreativitas dan inovasi kita menjadi
kunci utamanya.

Kreativitas dan Inovasi bukan hanya kunci untuk beraktualisasi diri atau mengeluarkan
kehebatan yang terpendam, tapi juga menjadi senjata untuk berlomba di mana pun dan
tingkat mana pun, apalagi di tingkat global, seperti sekarang.
53

Jadi, bisa kita ketahui bahwa jika kita mempunyai kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru, maka kita akan dapat memprosesnya menjadi sebuah inovasi yang
pastinya akan memberikan perubahan ke dalam diri kita sendiri ataupun ke lingkungan
disekitar kita.

Semakin berkembangnya zaman, semakin ketat pula persaingan dalam segala bidang.
Maka dari itu, kreativitas dan inovasi sangat diperlukan dizaman sekarang ini. Dengan
memiliki kreativitas dan inovasi, kita dapat membuat dan menghasilkan sesuatu yang berbeda
juga akan membawakan perubahan dan akan berpotensi menjadi yang terdepan.

Kreatif dan Inovasi memang berada di domain yang sama, tetapi berbeda maksud. Dapat
dilihat bahwa kreatif adalah langkah pertama untuk menuju inovasi yang terdiri dari beberapa
tahap. Kreativitas berhubungan dengan produksi pembaruan, dan perubahan ide yang
bermanfaat, sedangkan Inovasi berhubungan dengan pengaplikasian ide yang bermanfaat
tersebut.

Setelah membaca penjelasan diatas, tentu kita jadi mengerti betapa pentingnya Kreatif
dan Inovasi dan keterkaitan diantara kedua hal tersebut. Jadi, fokuslah dengan perubahan diri,
dan selalu bersemangat untuk menghadapi segala tantangan yang ada.

[Link] Berpikir Kreatif dan Inovatif

Kreatif dan inovatif bukanlah hal yang mutlak, tetapi dapat berkembang seiring
berjalannya waktu. Hal ini tentu menjadi kabar baik, mengingat banyaknya orang yang
belum mengenali serta menemukan potensi dirinya. Salah satu cara untuk menggali
potensi diri ialah melalui pendidikan. Ibarat api, pendidikan menjadi wadah untuk
menyalahkan api semangat dan api kreativitas47.

Tetapi, terkadang untuk merealisasikan berbagai potensi yang dimiliki tidak berjalan
dengan mulus, tidak mudah dan juga murah. Tentunya, diperlukan sebuah pengorbanan.

Untuk membantu merealisasikan berbagai potensi diri, tentunya harus dapat berpikir
kreatif, dan untuk berpikir kreatif tentunya memerlukan proses. Ada proses berpikir
kreatif yang disebut dengan CPS (Creative Problem Solving), yang terdiri dari tiga (3)

47
Latuconsina, Hudaya. 2014. Pendidikan Kreatif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
54

langkah utama, yaitu : memahami masalah, membangun ide dan merencanakan


tindakan48.

1. Memahami masalah, meliputi tahap menemukan tujuan, data-data, atau fakta-fakta


yang menjadi target pertanyaan.

2. Membangun ide, meliputi ide-ide untuk menjawab masalah

3. Merencanakan tindakan, meliputi pemilihan ide yang tepat dan merealisasikannya


untuk memecahkan masalah.

Kreatif dan Inovatif juga sangat erat kaitannya dengan pola pikir manusia. Tingkat
kreativitas seseorang sangat bergantung pada pola pikirnya sendiri. Ada dua (2) jenis
pola pikir, yaitu pola pikir tetap dan pola pikir berkembang49 :

1. Pola Pikir Tetap

Orang-orang dengan pola pikir tetap, menganut kepercayaan bahwa mereka


memiliki batasan sejak mereka lahir, dengan kemampuan yang telah dikondisikan.
Mereka percaya bahwa hal tersebut tidak dapat banyak dikembangkan. Bagi mereka,
belajar sesuatu yang baru adalah hal yang memungkinkan, namun tetap tidak dapat
mengubah kepandaian dasar kita. Dan melatih kemampuan baru itu memungkinkan,
namun kemampuan alami kita yang menentukan.

Mereka pada akhirnya hanya melakukan apa yang mereka bisa. Mereka tidak
melakukan sesuatu yang belum mereka coba dan dirasa sulit. Mereka sangat
menghindari resiko yang dapat ditimbulkan dari melakukan atau belajar hal yang
baru, karena mereka takut terlihat jelek, melakukan kesalahan, ataupun kegagalan.
Mereka berkembang semata-mata demi karena adanya suatu perkembangan, bukan
untuk harga dirinya sendiri.

2. Pola Pikir Berkembang

48 Tatag Yuli Eko Siswono, Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika, Vol.
15 No. 1 (2008)
49
Schroeder, Bernhard. 2017. Simply Brilliant. Jakarta : Elex Media Komputindo.
55

Orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang percaya bahwa kepandaian


diri itu ada untuk menjadi fondasi bagi pengembangan diri di masa yang akan
datang. Mereka tidak takut untuk mengambil resiko dengan belajar dan mencoba
hal-hal yang baru. Mereka percaya bahwa sedikit orang yang dapat melakukan
sesuatu dengan baik tanpa latihan, namun ada banyak orang yang sama baiknya atau
bahkan lebih baik dalam melakukan sesuatu dengan banyak latihan dan praktek.

Sebagai hasilnya, orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang akan terus
mencoba dan bereksperimen dengan hal-hal baru, melakukan kesalahan, dan
memperbaikinya. Mereka menolak untuk gagal. Saat mereka kebingungan, mereka
akan mencoba lagi, memperkuat usaha, dan berproses ke arah yang lebih tinggi.

Dapat kita lihat bersama, dari pemaparan tentang pola pikir di atas, kita tahu
bahwa untuk merealisasikan potensi yang ada, kita harus memiliki pola pikir
berkembang. Berikut adalah beberapa tips untuk mengubah pola pikir, dari pola pikir
tetap, menjadi pola pikir berkembang :

 Akui dan terima ketidaksempurnaan, Jadikan kelemahan dalam diri anda


sebagai kekuataun, berhentilah untuk menutupi kekurangan yang anda miliki.
Cobalah untuk ikhlas dan mengembangkan potensi diri.

 Melihat tantangan sebagai kesempatan, Nikmati setiap kesempatan yang ada


untuk mengembangkan diri, belajarlah cara gagal yang baik, yaitu dengan terus
mencari kesempatan untuk mengembangkan diri.

 Mencoba cara belajar yang berbeda, Cobalah untuk mencoba cara belajar
yang berbeda, apa yang membuat orang lain berhasil, belum tentu sama dengan
apa yang membuat diri kita berhasil.

 “Kegagalan” menjadi “Pembelajaran”, Kegagalan adalah sebuah


keberhasilan yang tertunda, maka dari itu, ubahlah ganti kata kegagalan menjadi
pembelajaran.

 Berhenti mengharap pengakuan, Utamakan pembelajaran dibanding


pengakuan dari orang lain.
56

 Hargai proses daripada hasil, Nikmati proses yang anda jalani, jangan
terburu-buru, percayalah bahwa anda akan mendapatkan hasil yang setimpal.

 Mementingkan perkembangan dibanding kecepatan, Waktu untuk mencapai


kesuksesan setiap orang itu berbeda, jangan terpaku pada waktu, fokuslah pada
perkembangan diri.

 Pandang kritik sebagai hal positif, Kritik sangat berperan penting dalam
pengembangan diri, terimalah dan pelajari kritik yang anda dapat.

 Rendah hati, Hindari sikap sombong, dan hindari mencari-cari pengakuan dari
orang lain.

 Mengambil resiko, Dalam setiap pembelajaran, pasti terdapat resiko. Janganlah


takut untuk mengambil resiko.

 Miliki pendirian, Setelah menanamkan pola pikir berkembang, Anda harus


konsisten dan memiliki pendirian.

Setelah kita berhasil mengubah pola pikir tetap menjadi pola pikir berkembang,
ada beberapa hal dan sikap yang harus kita terapkan untuk merealisasikan potensi
dalam diri50.

 Rumuskan masalah, untuk menyelesaikan, terlebih dahulu kita harus


merumuskan masalah apa yang ingin kita selesaikan

 Bergembira, lupakan hal-hal yang membuat anda sedih, fokus kepada hal yang
membuat anda senang, hal ini sangat berguna untuk meningkatkan mood.

 Mencari sumber ide, Anda dapat melihat sumber ide dari banyak media,
termasuk media sosial seperti instagram, pinterest, dll.

 Arahkan pikiran pada tujuan, Fokuskan diri anda pada tujuan yang ingin
anda capai, agar tidak melenceng dari tujuan awal anda.

50
Foster, Jack. 1996. How to Get Ideas. San Fransisco : Berrett-Koehler.
57

 Dapatkan masukan, Mintalah kritik atau masukan yang membangun dari


orang-orang sekitar anda, hal ini dapat membantu untuk pengembangan diri ke
arah yang lebih baik

 Berani, untuk merealisasikan potensi dalam diri, kita harus berani. Berani
memulai, dan juga berani mengambil resiko yang ada.

 Kumpulkan informasi, Carilah informasi sebanyak mungkin. Perlu diingat,


carolah dari sumber informasi yang valid dan terpercaya.

 Wujudkan ide dengan tindakan nyata, setelah hal-hal di atas sudah Anda
lakukan, wujudkanlah ide anda dengan tindakan yang nyata, agar dapat
terealisasi dan masalah anda dapat terpechkan.

[Link] Penciptaan Ide Kreatif dan Inovatif

Banyak dari psikolog berbicara mengenai kreativitas, di mana manusia diajar sejak lahir
untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu. Kreativitas hanyalah suatu tingkat dimana
seseorang dapat memikirkan pendekatan-pendekatan yang berbeda dan lebih efektif.

Kunci kreativitas adalah mengetahui bagaimana cara menghasilkan gagasan-gagasan


baru. Meskipun demikian, terdapat banyak sekali yang terlibat daripada hanya duduk-duduk
menunggu inspirasi muncul. Kreativitas adalah suatu proses yang sangat “pribadi” yang
dapat terdorong atau terhambat oleh sikap-sikap manajemen. ⸻ Eugene Raudsepp

Mengembangkan Gagasan

Salah satu faktor penting dalam kehidupan di masa sekarang ini adalah gagasan. Bisnis,
ilmu dan pemerintahan tak lepas dari semua gagasan yang mereka peroleh. Walau demikian,
dalam setiap organisasi, kreativitas harus datang dari atas. Para eksekutif manajemen puncak
dan menengah harus mampu memberikan contoh.

Katakanlah seorang eksekutif itu sendiri tidak terlalu pandai dalam membuat gagasan,
paling tidak ia harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang proses-proses kreatif
yang cukup sehingga tidak menghambat berbagai jenis pikiran yang baru dan bervariasi di
dalam organisasinya.

Penelitian menunjukkan adanya empat sifat utama yang membuat seseorang kreatif, yaitu:
58

 kepekaan masalah

 aliran gagasan

 keaslian

 Fleksibilitas

Dari beberapa eksperimen terlihat bahwa keempat sifat ini bisa diperoleh atau
dikembangkan ke suatu tingkat dalam setiap individu. Tentu saja, hal ini bukan berarti
seseorang yang dinilai ‘kurang’ dalam menggunakan kemampuan imajinasinya dapat secara
instan menjadi seorang yang sangat kreatif. Tetapi, melalui penerapan, apa yang telah dia
miliki dapat menjadi pembelajaran yang lebih banyak. Di sisi lain, orang yang secara alami
kreatif dapat belajar untuk meningkatkan sifat kreatifnya yang sudah tinggi menjadi lebih
tinggi melalui banyak pengalaman.

Aliran Gagasan

Aliran gagasan sangat tergantung kepada kebiasaan mental pribadi. Aliran gagasan
adalah suatu sifat yang dapat dikembangkan atau diperbaiki oleh hampir setiap orang yang
dengan sadar akan menerapkannya kepada dirinya sendiri. Istilah ini dapat diartikan sebagai
seseorang yang dapat mengumpulkan sejumlah besar permasalahan alternatif terhadap suatu
masalah tertentu dalam waktu tertentu. Nilainya terletak pada kenyataan bahwa makin
banyak gagasan yang kita miliki, makin besar kesempatan untuk menemukan suatu
pemecahan yang dapat digunakan; makin banyak peluang untuk menghindari cara-cara lama
dalam mengerjakan segala sesuatu.

Berikut ini beberapa teknik yang umum digunakan untuk membantu pembinaan aliran:

1. membuat catatan

2. menggunakan waktu Anda agar kreatif

3. tentukan batas waktu

4. berikan kuota untuk diri Anda sendiri

Menggali dan Memperbaiki Gagasan-Gagasan Produk Baru


59

TAHAP I: Persiapan

Membuat kriteria dan mengenali peluang peluang

TAHAP II: Penciptaan

Mengenali konsep-konsep

TAHAP III: Evaluasi/Kualifikasi

Menjembatani kesenjangan antara gagasan-gagasan dan komersialisasi

TAHAP IV: Komersialisasi

Membawa produk atau jasa ke pasar

Bekerja Dengan Kreatif

Salah satu cara terbaik untuk merencanakan strategi-strategi jangka panjang adalah
mendorong kreativitas di seluruh perusahaan sepantasnya. Orang yang betul-betul kreatif
akan bersedia untuk menghabiskan berjam-jam kerja tambahan untuk mencari suatu gagasan.
Sebaliknya, jika seseorang mengeluhkan tambahan komitmen dengan waktu, maka ia tidak
termasuk ke dalam kelompok tersebut.

Kreativitas bukanlah kegiatan sehari-hari. Seorang yang kreatif mungkin akan


menghabiskan berminggu-minggu tanpa gagasan ketika suatu kejadian yang sepenuhnya
tidak berhubungan akan merangsang suatu gagasan. Katalis bagi gagasan kreatif mungkin
berupa membaca sebuha artikel atau berbicara kepada seorang teman.

Meningkatkan Kreativitas

1. Evaluasi di bidang-bidang di mana risiko menjadi faktor dalam pertumbuhan.

2. Amati kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan kesepakatan pengungkapan


prapenemuan.

3. Buat sarana perusahaan jangka panjang untuk bidang-bidang pertumbuhan internal,


dan biayai bidang-bidang ini berdasarkan industri yang padu.

4. Menghitung peluang investasi dalam kegiatan-kegiatan baru dengan konsep-konsep


60

yang melibatkan nilai waktu dari uang seperti nilai sekarang, laju kembali internal,
atau indeks keuntungan.

5. Diperlukan perusahaan yang berorientasi kepada pertumbuhan untuk


mempertahankan perspektifnya.

6. Kreativitas sesungguhnya tercipta melalui kelompok yang seimbang antara para


doktor, ilmuwan, insimyur, teknisi, dan orang-orang yang berasal dari sekolah
kejuruan.

7. Perusahaan mengenali orang-orang yang paling dapat dipasarkan dari apa yang
mereka miliki, dan segala sesuatu yang mereka lakukan untuk mempertahankan
mereka.
Kreativitas atau proses kreatif sesungguhnya dapat menjadi suatu kegiatan yang
berkesinambungan pada semua tingkat organisasi. Sebagian besar pakar sepakat bahwa
aspek yang paling penting dalam memimpin seorang individu kreatif adalah pengawasan
yang baik; karena itu, hubungannya dengan atasan langsung adalah sesuatu yang paling
penting.51

[Link] Itu Inovasi?

Biasanya kata “inovasi” menimbulkan kesan penemuan, sebuah alat teknis baru, atau
mungkin sesuatu yang secara konvensional bersifat ilmiah. Namun sebenarnya, inovasi
sendiri merujuk kepada proses gagasan, pemecahan masalah, atau peluang baru. Gagasan-
gagasan untuk melakukan reorganisasi, mengurangi biaya, menggunakan system
anggaran baru, memperbaiki komunikasi, atau merakit produk dalam tim-tim juga
merupakan inovasi.

Dalam beberapa hal, inovasi seolah-olah dianggap berhubungan dengan produk atau jasa
baru. Padahal kenyataannya lebih dari itu, inovasi dapat berhubungan dengan peralatan,
tata letak, pabrik, organisasi baru, dan fungsi-fungsi lain.52

G. Konsep Inovasi
51
Timpe, A. Dale. 1991. Kreativitas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
52 Rahayu, Amy Y.S. 2013. Manajemen Perubahan dan Inovasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
61

Perubahan dan inovasi merupakan sebuah fenomena yang tumpang tindih sehingga
diperlukan adanya kejelasan definisi di antara keduanya.

Osborne & Brown (2005) menyatakan bahwa, inovasi merupakan representasi dari
ketidakberlanjutan kondisi di masa yang lalu. Ketidakberlanjutan ini menjadi karakteristik
yang membedakan inovasi dari perubahan karena perubahan memprentasikan sebuah
pecahan dari konfigurasi pelayanan sebelum atau pada saat tersebut dan atau kemampuan
profesionalnya. Lalu, inovasi adalah pengenalan terhadap elemen baru ke dalam
pelayanan organisasi dalam bentuk sebuah pengetahuan baru, manajemen atau
keterampilan proses yang baru.

H. Proses Inovatif

a) Langkah pertama, adalah konsep gagasan.

b) Langkah kedua, lebih banyak orang yang terlibat ketika gagasan tersebut dibahas
dan dikaji.

c) Langkah ketiga, dimulai ketika gagasan tersebut diumumkan dan setiap orang
memahami sifat dan ruang lingkupnya.

d) Langkah keempat dan terakhir, meliputi pengambilan dan penerapan gagasan


tersebut.

Inovatif adalah memiliki sifat-sifat keterbaruan layakmya sebuah inovasi. Untuk menjadi
inovatif, kita harus memandang dinamika organisasi dengan sudut pandang yang baru.
Apa yang disebut baru ini kadangkala memerlukan sudut pandang di luar kebiasaan yang
semula digunakan oleh organisasi.

Untuk mencapai sebuah langkah inovasi dalam organisasi, ada empat macam langkah,
yaitu:

1. Envision

Pada langkah ini diajarkan bagaimana menggunakan data dengan lebih fleksibel.
Tujuannya adalah untuk meghasilkan perspektif baru terhadap fakta dan angka
harian, juga untuk mengkesplorasi hubungan dan pola di antara mereka yang
(mungkin) membuka pintu terhdapa pandangan yang benar-benar revolusioner.

2. Enable
62

Di sini organisasi output dari langkah pertama, bertujuan untuk membumikan


pandangannya sehingga apapun masalah yang ada solusi dapat dilihat.

3. Explosion

Pendekatan brainstorming tradisional pada langkah inovasi ini dimulai, memungkinkan


yang telah diidentifikasikan sebelumnya digali untuk ide-ide yang mungkin efektif.

4. Empower Tool
Langkah finalisasi, ide yang benar-benar bagus dilengkapi dengan kapabilitas yang
diperlukan untuk menjalankan ide tersebut. Di tahap ini kita mulai membuat ide
menjadi kenyataan dengan mendefinisikan kapabilitas yang diperlukan untuk
membuat mereka berhasil.

Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan dapat diketahui bahwa terdapat keterkaitan
antara kreativitas dan inovasi terhadap pemasaran kewirausahaan. Kenyataan tersebut
dapat membuktikan bahwa keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan pasar
dipengaruhi oleh kemampuan para pemilik usaha dalam melakukan kreativitas dan
inovasi.53

53
Hadiyati, Ernani. 2012. “Kreativitas dan Inovasi Pengaruhnya terhadap Pemasaran Kewirausahaan pada Usaha Kecil”
Volume 1 (hlm. 149).
63

BAB IV

BRAND DAN LOGO

A. Definisi Brand Menurut Para Ahli

 Kotler (2009)54

Menurutnya, pengertian branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, symbol,


rancangan atau kombinasi dari ke semua elemen, yang dibuat bertujuan untuk
mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan
dari barang atau jasa pesaing lain.

 Landa (2006)55

Menurut Landa, branding bukanlah sebuah merek atau nama dari sebuah jasa atau
produk. Namun, semuanya berkaitan dengan hal – hal yang kasat mata dari sebuah
merek mulai dari nama dagang, logo ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan,
presepsi dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.

Brand

Merupakan merek yang biasanya tertera di dalam sebuah produk atau jasa56, misalnya
kita bisa mengambil contoh minuman isotonic Coca – Cola, jasa transportasi seperti
GoJek dan beragam jenis produk atau jasa dengan berbagai merek mereka. Mengapa
pada era saat ini sebuah perusahaan cenderung memberikan brand kepada setiap produk
mereka? Hal ini dikarenakan fungsi brand yang mampu menunjang kinerja pemasaran
sebuah produk. Brand dibuat agar sebuah produk atau jasa mampu ditelaah dan diketahui
perbedaannya dengan produk atau jasa lain yang bergerak dibidang yang sama. Peran
Marketing harus mampu membuat sebuah produk dipandang dikhalayak ramai.

 Rustan (2009 : 6)57

54
Kotler, Philip. “Manajemen Pemasaran”. Edisi 13. Jakarta: Erlangga. Diakses Jumat 01 November 2019.
55
Landa, Robin. (2006). Designing Brand Experiences. Thomson Delmar Learning. Diakses Jumat, 01 November
2019.
56
Dr. Dra. Ulani Yunus, dkk. “Advertising & Branding”. 2017. Hal. 158. Edu Pustaka. Diakses Jumat, 01
November 2019.
57
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
64

Merupakan penyingkatan dari logotype. Muncul pada tahun 1973 dan sekarang lebih
popular dengan istilah logo. Logo dapat digolongkan menjadi elemen apa saja,
seperti: tulisan, logogram, gambar, ilustrasi dan lain lain. Namun, public sekarang
lebih mengenal bahwa Logo merupakan elemen yang hanya terdiri dari elemen
gambar / symbol pada identitas visual.

 Sularko, dkk (2008 : 13)58

Dalam buku “How Do They Think,” mengemukakan bahwa logo atau corporate identity
atau brand identity adalah sebuah tanda yang secara langsung tidak menjual, tetapi
memberi suatu identitas yang pada akhirnya sebagai alat pemasaran yang signifikan,
bahwa logo mampu membantu membedakan suatu produk atau jasa dari
kompetitornya. Suatu logo diperoleh maknanya dari suatu kualitas yang
disimbolkan, melalui pendekatan budaya perusahaan (corporate culture),penempatan
posisi (positioning) historis atau aspirasi perusahaan, apa yang diartikan atau
dimaksudkan adalah penting daripada seperti apa rupanya. Penekanannya pada
makna di luar atau dibalik wujud logo itu. Secara keseluruhan logo merupakan
instrumen rasa harga diri dan nilai-nilainya mampu mewujudkan citra positif dan
dapat dipercaya.

Logo

Merupakan perwakilan atau wajah dari suatu perusahaan untuk mendapatkan efek
yang positif terhadap citra perusahaan secara keseluruhan. Untuk itu dalam menentukan
atau merancang sebuah logo memerlukan adanya suatu perencanaan yang baik, karena
salah satu identitas perusahaan seperti logo dapat melakukan transformasi citra yang
menakjubkan dan mempengaruhi cara pandang keseluruhan khalayak mengenai
perusahaan.

B. Sejarah Perkembangan Brand dan Logo di Dunia59

58
Sularko. 2008. How Do They Think.
59
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
65

 Dimulai dengan penciptaan identitas pertama SPQR atau merupakan singkatan dari
“Senātus Populusque Rōmānus” yang merupakan arti dari Senat dan Rakyat Roma
yang diterapkan pada koin, literature politik, legal, sejarah, monument dan lain lain
(27 SM – 476)

 Identifikasi kepemilikan dengan membubuhkan lambing kerjaan Inggris pada setiap


benda – benda inventaris atau sampai dengan roti. (Abad 13)

 Seniman mulai mecantumkan identitasnya pada setiap karyanya, contohnya adalah


stonemason. Lambing yang dibuat oleh tukang bangunan pada setiap dinding gereja,
kastil, jembatan dan lain – lain untuk menandai hasil karyanya. (Abad 14)

 Pada zaman percetakan muncul printer mark’s yang berfungsi melindungi karya dari
pembajakan. Symbol – symbol ini yang kemudian berkembangan menjadi suatu
karya. (Sekitar tahun 1439).

 Batavia dinyatakan sebagai pusat perdagangan Belanda oleh Jan Pieterszoon Coen
melalui VOC atau Serikat Dagang Belanda membubuhkan semua bangunan serta
inventaris dengan monogram VOC. (Tahun 1619)

 Semua porselen berkualitas tinggi dibubuhkan cap oleh Raja Louis XV, di
Vincennes, Perancis. Cap yang terdiri dari symbol nama dirinya, tahun produksi,
siapa pelukisnya dan siapa pelapis emasnya.

 Bass & Co Brewery menjadi trademark pertama di dunia dengan bentuk segitiga
merah pada produknya yang membuat produk ini menjadi lebih mudah dikenali Dan
diingat di Inggris. Bahkan dilukiskan oleh Edouard Manet dalam salah satu karyanya
tahun 1882. Bahkan logo itu juga dilukiskan dalam 40 lukisan Picasso di periode
kubisme – nya sekitar tahun 1914. (Tahun 1875)
66

 James Walter Thompson menerbitkan ‘The J. Walter Thompson Blue Book’,


menjadi buku pertama yang mengulas tentang brand. Tak hanya itu, namun ia
memperkenalkan periklanan. Hingga pada tahun 1864 agensi periklanan JWT
didirikan dan kini menjadi salah satu perusahaan periklanan terbesar di dunia (Tahun
1880 – an)

 Frank Mason Robinson mendesain logo Coca – Cola menggunakan huruf tuisan
yang dominan di Amerika pada saat itu. (Tahun 1885)

 Procter & Gamble atau P&G menggunakan trademark secara konsisten serta
menggunakan penelitian internal untuk menciptakan produk – produk baru serta
melakukan research market guna mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan
(Awal Abad 19)

 Peter Behrens memperkenalkan identitas baru perusahaan dengan mendesain produk


ber-trademark untuk perusahaan elektronik Jerman yaitu AEG. Tak hanya itu,
trademark ini juga diaplikasikan dalam semua karya produk periklanannya. Oleh
karena itu ia dijuluki sebagai Indutrial Dessigner pertama dalam sejarah.

 Trademark yang bersifat Iconic sebagai hasil dari bentuk huruf Black Letter Schrift
atau Gothic yang tebal (1884 – 1948).

 Lukisan Lawrence Carmichael Earle ‘The Ducth Boy’ digunakan sebagai trademark
pada perusahaan The National Lead Company tahun 1922. (Sampai tahun 1930-an).

 Perusahaan bukan periklanan yang mulai membuat identitas perusahaan mereka.


Landor Associates didirikan oleh Walter Landor dan menjadi salah satu firma
pembuat identitas terbesar di Amerika (Tahun 1941).

 Logo Lucky Strike yang masih eksis sampai saat ini merupakan hasil karya dari
seorang Industrial Designer yaitu Raymond Loewry (Tahun 1943).

 J. Gordon Lippincott mempopulerkan istilah Cooperate Identity bersama Walter P.


Margulies membangun perusahaan konsultan yang sekarang dikenal dengan
Lippincott. (Tahun 1943).

 Tingkat kepopuleran Televisi sejalan dengan perkembangan ekonomi dunia, melalui


TV mampu mengalahkan media radio dan media cetak. Tone juga menjadi salah satu
faktor perubahannya, tak hanya menonjolkan keunggulan produk semata, Namun,
67

menciptakan brand image.

 Logo IBM, UPS, ABC dan banyak lagi merupakan desain seorang Paul Rand,
dengan desain yang simple mengutamakan kesederhanaan bentuk. (1914 – 1996).

 Logo yang simple dan elegan milik Chermayeff & Geismar mennjadi model bagi

banyak logo pada tahun 1960an dan sesudahnya.

 Logo huruf Avant Garder, iklan, editorial dan packaging merupakan hasil karya
Herb Lubalin yang terkenal pada tahun 60an.

 Picture mark paa logo Nike adalah hasil karya seorang pelajar desain grafis yang
bekerja di kantor Phil Knight, pendiri Nike. Bernama Carolyn Davidson, awalnya
dibayar 35 dollar hingga saat ini menjadi brand besar. (1971).

 Komunikasi Massa membuat orang semakin peduli pada desain dunia, diciptakan
buku salah satunya adalah Arts Directors Annual yang berisi karya – karya desain
seluruh dunia untuk dapat diapresiasi. (Tahun 80an).

 Logo AT&T menjadi logo yang paling diingat oleh orang kala itu diciptakan oleh
beberapa desainer grafis yang multitalented, contohnya adalah Saul Bass. ( Tahun
1983)

 Logo I Love New York menjadi yang begitu popular sehngga banyak ditiru oleh
masyarakat merupakan hasil karya dari Milton Glaser untuk New York State
Departement Of Commerce.

 Identitas lambang Canada lebih dari sekedar lambang dan bendera negara. Hal ini
juga banyak dilakukan oleh negara – negara lain (Tahun 1980).

 Komputer pribadi berkembang di masyarakat mengubah pola kerja diberbagai


68

bidang. Orang menjadi terdorong untuk melakukan segala sesuatunya sendiri (tahun
90an). Bahkan hal itu tetap berlangsung hingga saat ini

C. Fungsi Brand dan Logo

Dunia bisnis sedang berkembang seiring dengan perkembangan nya zaman, Banyak
perusahaan-perusahaan baru yang muncul dengan brand-brand mereka yang menarik.
Hal ini membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Agar brand
semakin dikenal pelaku bisnis membuat adanya identitas brand yang dapat berupa media
visual, suara, slogan-slogan dan lain-lain. Identitas brand menjadi suatu alat sebuah
perusahaan untuk mengenalkan dan menerangkan suatu produk kepada para konsumen
nya.

Brand dan logo merupakan dua unsur identitas brand. Brand merupakan suatu hal
yang penting dalam menggambarkan atau mengenalkan suatu produknya. Selanjutnya,
brand bisa menjadi sarana dan alat yang efekitif untuk mengkomunikasikan produknya.
Brand sendiri dibuat dan digunakan untuk membedakan produknya dari brand product
yang lain. Selain efektif dalam mengkomunikasikan produknya brand sendiri berguna
memposisikan citra brand (Brand Image). Sehingga brand menjadi sangat penting dan
berfungsi sebagai ‘tombol’ untuk mengaktifkan citra brand (brand image) di pikiran
konsumen.

Logo, unsur visual yang ada dalam membuat sebuah brand. Unsur visual dalam logo
ini ikut memainkan peran penting dalam membangun sebuah brand. Sebagai unsur visual
seharusnya logo lebih mudah dikenali daripada tulisan. Penggunaan gambar untuk logo
akan memudahkan orang untuk mengingat gambar karena pada dasarnya, manusia
diciptakan untuk lebih mudah mengingat sebuah gambar atau simbol dalam mengenali
sesuatu.

Tidak diragukan lagi bahwa logo menjadi peran komunikasi yang dapat berdampak
pada citra sebuah brand dan penyadaran pada sebuah brand. Sehingga logo menjadi salah
satu peran dalam strategi untuk pemasaran. Namun, Shimp (2003) juga menambahkan
bahwa strategi yang baik dalam mendesain sebuah logo perusahaan lebih baik memilih
desain yang tidak terlalu rumit tapi juga tidak terlalu simple.

Menurut Glenn Walters (1974), faktor lingkungan dan personal dapat menjadi awal
terbentuk nya citra brand, karena faktor tersebut dapat mempengaruhi persepsi
69

seseorang. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi adalah atribut-atribut yang ada
pada suatu produk yang dibuat oleh produsen. Sedangkan faktor personal yang dapat
mempengaruhi adalah pengalaman yang didapatkan konsumen, suasana hati konsumen,
kebutuhan serta motivasi konsumen

Menurut Timmerman dalam Noble (1999), faktor dalam membentuk citra merek
terdiri dari dua faktor, yaitu faktor fisik dan faktor psikologis. Faktor fisik berupa
karakteristik yang ada pada merek, misalnya desain kemasan, desain logo, nama brand,
fungsi dan kegunaan dari produk. Faktor psikologis berupa emosi, kepercayaan, nilai,
kepribadian yang dianggap konsumen dapat menggambarkan produk dari merek
tersebut.60

Melihat dari segi konstruksi nya, logo terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

 Picture mark dan letter mark

Elemen gambar dan tulisan saling terpisah, namun tetap dalam satu kesatuan.

 Picture mark sekaligus letter mark

Elemen gambar dan tulisan saling berbaur sehingga tidak bisa dibedakan mana
gambar dan mana tulisan.

 Letter mark saja

Hanya terdapat elemen tulisan saja.

Selain Logo, Brand juga memiliki kriteria untuk membuat nama brand yang bagus,
antara lain (Shimp, 2003):

 Membedakan merek dari penawaran kompetitif

Nama brand harus memiliki identitas yang unik yang membedakan nya dengan
kompetitor.

 Menggambarkan atribut dari brand

Nama merek yang mengesankan adalah nama merek yang secara eksplisit

60
Yenata, Sany Tifani. 2014, Pengaruh Tingkat Ketertarikan Pada Desain Logo Dan Nama Merek Terhadap Brand Image
(Studi Eksplanatif Mengenai Pengaruh Tingkat Ketertarikan pada Desain Logo dan Nama Merek terhadap Brand Image
Zupparella). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Hal 1-12.
70

mengandung atribut dalam konteks suatu kategori produk. Sehingga nama merek
dapat lebih mudah diingat oleh konsumen. Namun, nama merek yang berkesan
juga mampu menjadi bumerang karena nama merek yang bagus tetapi tidak
sesuai dengan manfaat dari merek tersebut, maka akan dinilai buruk pula.

 Memiliki korelasi dengan unsur merek lainnya guna mencapai kecocokan dengan
citra merek yang diinginkan.

Nama merek yang baik, harus didukung pula dengan kebutuhan unsur merek lainnya,
seperti penggunaan kemasan, logo dan lainnya. Kemasan dan bentuk logo yang
sesuai dengan nama merek akan lebih meningkatkan citra merek di mata
konsumen.

 Mudah diingat dan diucapkan.

Nama merek yang mudah diingat dan diucapkan berguna dalam memfasilitasi daya
ingat dan pengucapan nya. Pemilihan nama yang dekat dengan konsumen akan
lebih mudah diingat dan dapat menjadi citra yang konkret bagi konsumen.61

Brand adalah kunci untuk berubah, dan untuk pertumbuhan. Brand dengan tujuan
yang jelas dan kuat menarik akan mendorong orang-orang untuk tertarik pada apa yang
perusahaan brandingkan.62

Banyak perusahaan yang berkompetensi membuat produk yang kreatif dan inovatif.
Di dalam perkembangan nya dibutuhkan stragtegi marketing untuk meningkatkan
penjualan produk dengan menggunakan logo. Logo adalah salah satu yang efektif
diidentifikasi dan diingat oleh banyak orang.

Desain logo dan brand memiliki pengaruh dalam membentuk citra brand (brand
image) dan menarik perhatian konsumen atau mendapatkan pengakuan dari masyarakat
atas suatu

produk atau perusahaan.. Logo dan brand dijadikan sebagai bentuk pesan yang ingin
disampaikan oleh perusahaan, maka perusahaan menggunakan simbol sebagai bentuk

61
Shrimp, Terence A. 2003, Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran
Terpadu. Jakarta: Erlangga
62
Best Global Brands, [Link] Diakses pada 01 Okrober 2019.
71

penanda adanya brand produk yang dijual oleh perusahaan.

Sulit memang untuk membuat logo yang memiliki karakteristik unik dan berbeda
dengan competitor lain. Juga mudah untuk menarik perhatian, mudah dimengerti, dan
diingat oleh konsumen untuk waktu yang lama. Rekomendasi yang paling bagus ialah
untuk membuat logo dan brand dibutuhkan kreatifitas dan inovasi disesuaikan untuk
bisnis yang dinamis, rekrutmen, dan tujuan tiap perusahaan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Contohnya :


menyelenggarakan kontes atau kompetisi internasional dengan memenangkan hadiah
yang menarik untuk desain dan logo yang sesuai dengan kualifikasi dan identifikasi yang
di butuhkan oleh perusahaan. Ini dapat meningkatkan inovasi dan menambah alternatif
untuk seleksi desain logo nya.

Jika perusahaan mau konsumen nya sadar akan brand nya, lalu mereka harus
membuat logo yang efektif dengan menggunakan media graphik yang berkembang
dengan cepat. Tipe graphic media yang dapat digunakan seperti, kartun, photography,
atau komik yang sedang popular. Dan untuk menyebarkan logo dan brand dengan cepat
ke dunia perusahaan dapat menggunakan sosial media seperti, instagram, facebook,
twitter, dan lain-lain.63

D. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain logo dan merek dagang atau
brand

63
Bunga Indah Bayunitri, Savitri Putri. 2015, “the effectiveness of visualization the logo toward brand awarenes”.
72

1. Elemen Desain

Elemen desain adalah satu hal yang terpenting dalam desain grafis. Elemen
adalah dasar dari desain. Elemen-elemen desain terdiri atas 6 hal yaitu garis, bentuk,
tekstur, ruang, ukuran, dan warna.

 Garis

Garis adalah sebuah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik
dengan titik lainnya sehingga tergambar lah sebuah garis dengan bentuk
lengkung atau lurus. Garis dapat membuat keteraturan, mengarahkan pandangan
dan memberikan kesan gerak serta memiliki karakter tertentu. Penggunaan garis
dapat diaplikasikan dalam pembuatan grafik atau bagan.

 Bentuk

Bentuk adalah seperangkat garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki diameter,


tinggi dan lebar. Ini merupakan objek 2 dimensi. Berdasarkan sifatnya, bentuk

dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata. Selain
itu bentuk dapat digunakan sebagai perantara sebuah ide.
73

 Tekstur

Tekstur merupakan sebuah visualisasi dari permukaan yang dapat dinilai dengan
cara dilihat atau diraba. Pada praktik nya, tekstur sering dikategorikan sebagai
corak dari suatu permukaan benda. Tekstur dapat menambah dimensi dan
kekayaan sebuah layout, menegaskan dan membawa ke dalam sebuah rasa atau
emosi tertentu.

 Ruang

Ruang adalah jarak yang memisahkan antar sesuatu. Biasanya digunakan untuk
memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout. Ruang berfungsi sebagai
tempat istirahat bagi mata. Dalam bentuk fisik nya, ruang digolongkan menjadi
dua unsur, yaitu objek dan latar belakang.

 Ukuran

Ukuran adalah seberapa besar atau kecil sesuatu hal. Perbandingan ukuran satu
bentuk terhadap bentuk lainnya. Penggunaan elemen dapat menciptakan kontras
dan penekan pada objek desain, sehingga orang akan tahu sisi menarik atau
menonjol dari desain itu dan melihat nya terlebih dahulu.

 Warna

 Warna merupakan media paling akhir yang terpenting dalam komunikasi simbolik.
Nyata nya, warna dibagi ke dalam dua bagian, yaitu warna yang timbul karena sinar
(RGB) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK). Dengan warna
kita dapat menampilkan identitas, menySesuai dengan kebudayaan.

 Menyandang citra yang diinginkan dan menunjukkan keadaan sebenarnya atau


74

kegiatan dari perusahaan serta menggambarkan sasaran komersial organisasi nya


yang diwakili nya, sedangkan merek atau brand dagang harus didesain untuk
mewakili produk suatu perusahaan.

 Merupakan alat komunikasi visual.

 Seimbang, bisa dengan hitam putih atau seimbang dalam warna.

 Menggambarkan suatu irama dan proporsi.

 Artistik, elegan, sederhana tetapi memiliki penekanan atau titik fokus.

 Desain yang harmonis.

 Penggabungan tulisan/huruf harus tepat sehingga dapat menyampaikan pesan yang


dimaksud secara logis dan jelas.

 Menguntungkan secara Feng Shui dan seimbang dalam unsur yin dan yang (Lip,
1996)

Sedangkan menurut David E. Carter (dalam Adi Kusrianto, 2007) pertimbangan-


pertimbangan tentang logo yang baik harus mencakup hal sebagai berikut:

 Original & Desctinctive, atau memiliki nilai kekhasan, keunikan, dan daya pembeda
yang jelas

 Legible, atau memiliki tingkat keterbacaan yang cukup tinggi meskipun


diaplikasikan dalam berbagai ukuran dan media yang berbeda-beda.

 Simple, atau sederhana, dengan pengertian mudah ditangkap dan dimengerti dalam
waktu yang relatif singkat.

 Memorable, atau mudah untuk diingat karena keunikan nya, bahkan dalam kurun
waktu yang lama.

 Easily associated with the company, logo yang baik akan mudah dihubungkan atau
diasosiasikan dengan jenis usaha dan citra suatu perusahaan atau organisasi.

Easily adaptable for all graphic media. Kemudahan mengaplikasikan logo baik yang
menyangkut bentuk fisik, warna maupun konfigurasi logo pada berbagai media
75

grafis ampaikan pesan, menarik perhatian serta menegaskan sesuatu.64

 perlu diperhitungkan pada proses pencanangan. Hal itu untuk menghindari kesulitan-
kesulitan dalam penerapannya.65

2. Fitur Logo yang Efektif dan Efisien

 Kesederhanaan

 Keaslian

 Keserbagunaan

 dapat dikenali

 konsistensi dalam penggunaan

 menarik bagi audiens

 keinformatifan

 mudah diingat

 berumur panjang.66

3. Aspek yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain logo dan brand

 Visi

Visi membutuhkan keberanian. Ide-ide besar, perusahaan, produk, dan layanan didukung
oleh organisasi yang memiliki kemampuan untuk membayangkan apa yang orang
lain tidak bisa lihat dan keuletan untuk memberikan apa yang mereka yakini
mungkin. Di belakang setiap merek yang sukses adalah pemimpin yang bersemangat
yang menginspirasi orang lain untuk melihat masa depan dengan cara baru.

64
Athika Dwi Wiji Utami, Lukman Hakim, “PERANCANGAN DESAIN LOGO "LBH SANDHI WAFA & PARTNERS
COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No 1, Oktober 2016, hal. 53-55
65
Athika Dwi Wiji Utami, Lukman Hakim, “PERANCANGAN DESAIN LOGO "LBH SANDHI WAFA & PARTNERS

COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No 1, Oktober 2016, hal. 56-57
66
Sergii Valiukh dkk, Logo Design: Creative Path to Effective Branding (Dnipro: Tubik Studio,
2016) hal. 13
76

 Arti

Merek-merek terbaik berarti sesuatu: ide besar, posisi strategis, seperangkat nilai
yang ditentukan, suara yang berdiri terpisah. Simbol adalah wadah untuk
makna. Mereka menjadi lebih kuat dengan sering digunakan dan ketika orang
mengerti apa yang mereka

perjuangkan. Mereka adalah bentuk komunikasi tercepat yang dikenal manusia. Makna
jarang bersifat langsung dan berkembang seiring waktu.

 Keaslian

Dalam psikologi, keaslian mengacu pada pengetahuan diri dan membuat keputusan yang
sesuai dengan pengetahuan diri itu. Organisasi yang tahu siapa mereka, dan apa yang
mereka perjuangkan, memulai proses identitas dari posisi yang kuat. Mereka
menciptakan merek yang berkelanjutan dan asli. Ekspresi merek harus sesuai dengan
misi unik, sejarah, budaya, nilai-nilai, dan kepribadian organisasi.

 Diferensiasi

Merek selalu bersaing satu sama lain dalam kategori bisnis mereka, dan pada tingkat
tertentu, bersaing dengan semua merek yang menginginkan perhatian, loyalitas, dan
uang kita.

 Keberlanjutan

Keberlanjutan adalah kemampuan untuk memiliki umur panjang di dunia yang terus
berubah, ditandai dengan permutasi di masa depan yang tidak dapat diprediksi oleh
siapa pun.

 Hubungan

Apakah pelanggan menggunakan produk, berbicara dengan perwakilan layanan, atau


melakukan pembelian di iPhone-nya, merek harus terasa akrab dan pengalaman
harus memiliki efek yang diinginkan. Koherensi adalah kualitas yang memastikan
bahwa semua bagian disatukan dengan cara yang terasa mulus bagi pelanggan. Tidak
perlu kaku dan membatasi — melainkan, itu adalah garis dasar yang dirancang untuk
membangun kepercayaan, menumbuhkan loyalitas, dan menyenangkan pelanggan.

 Fleksibilitas
77

Inovasi menuntut merek untuk fleksibel. Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti
produk atau layanan baru mana yang mungkin ditawarkan perusahaan dalam lima
tahun. Atau dalam hal ini, perangkat apa yang akan kita semua gunakan untuk
berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana kita akan membeli barang-barang
duniawi kita. Merek yang terbuka untuk berubah perlu memiliki sistem identitas
merek yang fleksibel agar cepat meraih peluang baru di pasar.

 Komitmen

Merek adalah aset yang perlu dilindungi, dilestarikan, dan dipupuk. Mengelola aset
secara aktif membutuhkan mandat dari atas ke bawah dan pemahaman dari bawah ke
atas mengapa itu penting. Perusahaan-perusahaan terbaik memberi karyawan mereka
alat yang memudahkannya menjadi juara merek. Membangun, melindungi, dan
meningkatkan merek membutuhkan keinginan dan pendekatan yang disiplin untuk
memastikan integritas dan relevansinya.

 Nilai

Menciptakan nilai adalah tujuan yang tak terbantahkan dari sebagian besar organisasi.
Pencarian untuk keberlanjutan telah memperluas nilai percakapan dengan konsumen.
Menjadi bertanggung jawab secara sosial, sadar lingkungan, dan menguntungkan
adalah model bisnis baru untuk semua merek. Merek adalah aset tidak berwujud —
identitas merek, yang mencakup semua ekspresi nyata dari pengemasan ke situs
web, menjunjung tinggi nilai itu.67

E. Analisis Brand dan Logo Apple

Apple Computer, Inc. Pertama kali didirikan pada 1 April 1976 oleh Steve Jobs dan
Steve Wozniak di Amerika Serikat. Steve berusaha membawa visi baru kepada
masyarakat mengenai Komputer dimana komputer harus dapat seramah mungkin
terhadap pengguna68. Apple menjadi perusahaan komputer pertama yang
memperkenalkan grafis warna pertama. Apple meraih peningkatan penjualan yang

67
Wheeler, Alina. Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding Team, Edisi 5 (New Jersey :
Wiley, 2017), hal. 29-42
68 Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century Books, 2001. Hal. 15-16.
78

signifikan dari $7,8 juta di tahun 1978 menjadi $117 Juta di tahun 1980.69

Sejak pertama kali diluncurkan Apple berusaha menjadi salah satu perusahaan
teknologi khususnya komputer terbesar di dunia. Peningkatan penjualan yang sangat
pesat dan inovasi yang tinggi membatu Apple meraih hal tersebut. Dalam 30 tahun
terakhir, Apple telah memiliki dampak besar pada teknologi, berinovasi dan
mempengaruhi tidah hanya bagaimana kita menggunakan komputer tetapi juga aktivitas
yang kita gunakan untuk menggunakannya.70

Setiap kali Apple memperkenalkan produk mereka ada peningkatan jumlah penjualan,
mulai tahun 2007 total terjual 1.389.000 unit, pada 2008 total terjual 11.625.000 unit,
pada 2009 total terjual 20.731.000 unit, pada 2010 total terjual 39.989.000 unit, pada
2011 total terjual 72.300.000 unit, pada 2012 total terjual 125.044.000 unit dan pada
2013 total terjual 116.400.000 unit (masih berlanjut). Meningkatnya penjualan terjadi
karena teknologi yang ditawarkan Apple. Sekarang Pelanggan menunggu produk terbaru
yang akan mereka perkenalkan, yaitu Apple iPhone 5S pada akhir September atau awal
Oktober 2013.

Pelanggan masih memilih Apple iPhone sebagai smartphone mereka untuk digunakan
setiap hari, bahkan pesaing memperkenalkan produk baru mereka dengan kualitas tinggi
atau murah harga, berdasarkan laporan Apple. Pelanggan memiliki tujuan mereka sendiri
yaitu memilih Apple iPhone. Umumnya Apple menjual produk premium mereka dengan
harga premium dan membuat pelanggan mengidentifikasi ekuitas merek merek Apple.

Dalam 9 tahun berturut turut Apple meraih peringkat pertama dalam penghargaan
“The World Most Valuable Brands” yang dirilis oleh Forbes 71. Dengan gelar ini, Apple
menjadi brand dengan nilai terbaik di dunia selama 9 tahun terakhir. Diikuti oleh Google
dan Microsoft. Mengutip inc, bukan Iphone, Ipad maupun Mac yang membuat brand
Apple begitu berharga, tetapi loyalitas konsumen. Dilansir dari Forbes, perasaan puas
dan positif dari konsumen Apple adalah faktor utama mengapa brand Apple memiliki
nilai yang sangat tinggi. Apple dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan para
konsumen nya dengan baik, seperti customer service, klaim garansi, serta unboxing
produk di hadapan konsumen.

69 Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century Books, 2001. Hal. 21
70
Farivar, Cyrus. "30 Years of Apple: Assessing Apple's Impact" Retrieved February 27, 2008,
71 Forbes: The World Most Valuable Brands, [Link] diakses pada 2 Oktober 2019
79

Shaudhuri dan Holbrook (2001) mendefinisikan kepercayaan merek sebagai “harapan


penuh kepercayaan diri akan keandalan dan niat merek dalam situasi yang beresiko bagi
konsumen”72. Pengguna Apple telah mempercayakan kebutuhan teknologinya kepada
perusahaan. Kepercayaan tersebut muncul karena pengguna yakin bahwa Apple
merupakan produk yang inovatif dan selalu mengedepankan keamanan data para
pengguna.

Logo Apple adalah logo yang sangat unik. Logo ini adalah sebuah apel yang terdapat

bekas gigitan di bagian bawah nya. Sejak Apple berdiri, ia telah mengganti logo nya 6
kali.
(Perubahan Logo Apple. Sumber: [Link]

Logo Apple pertama (1976) bergambar Isac Newton yang sedang duduk di bawah
pohon apel dengan bingkai foto bertuliskan “Apple Computer Co”. Satu tahun
setelahnya, Logo Apple berganti menjadi sebuah apel berwarna warni dengan bekas
gigitan. Warna warni tersebut diartikan sebagai grafis komputer pertama didunia yang
dikembangkan oleh Apple. Selain kedua logo tersebut, Apple juga memiliki berbagai
versi logo, seperti: aqua version, translucent version, chrome version, dan monochrome
version yang kita kenal saat ini.73
Seperti yang dikemukakan pada [Link], setidaknya ada 3 aturan untuk membuat
logo menjadi bagus, seperti: Semestinya memiliki desain yang simpel, Logo harus bisa
efektif pada skala besar dan kecil, dan terakhir logo harus mewakilkan identitas
72
Soniyosa K, Mohanraj, Oktober 2018, “A Study on Factors Affecting Brand Trust Apple (I Phone)”, Volume 2. Oktober
2018.
73
Johnson Katherine. Dkk, “The Innovative Success that is Apple, Inc.”, Januari
2012.
80

perusahaan tersebut. Dalam aturan diatas, Apple telah memenuhi hal tersebut. Jika
dilihat, sebenarnya logo Apple memang tampak biasa saja. Tetapi sebenarnya Apple
mengikuti The Golden Ratio. The Golden Ratio itu sendiri adalah bilang irasional yang
kira kira sama dengan 1,618 yang diwakili oleh simbol Yunani yang dikenal sebagai Phi
(π).74 Konsep The Golden Ratio memiliki hubungan erat dengan urutan fibonacci, urutan

ini dimulai dengan angka 1 dan 1. Untuk mendapat bilangan berikutnya, seseorang harus
menambahkan dua angka sebelumnya dalam urutan sebagai berikut:

1+1= 2, 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8, 5+8=13, 8+13=21, ....

Narain75 menyatakan The Golden Rasio adalah ketika angka-angka dalam urutan
semakin besar, rasio akhirnya akan menjadi angka yang sama yaitu yasio emas.

(Contoh Rasio Emas, Sumber: [Link]

74
Thapa Gyan Bahadur, Thapa Rena, “The Rasio of Golden Rasio, Mathematics and Aesthetics”, Volume 14 No. 1, 20
Februari 2018.
75Narain DL (2012), Teaching Guide. University of Chicago, [Link]
Diakses pada 2 Oktober 2019
81

(Rasio Emas Apple, Sumber: [Link]

Dalam logo Apple, Apple menggunakan beberapa lingkaran dengan diameter 1, 2, 3, 5, 8,


dan 13. Dengan penggabungan beberapa lingkaran tersebutm Logo Apple menjadi logo yang
simetris dan mengikuti The Golden Rasio. Selain Apple berikut adalah beberapa desian dan
logo yang mengikuti The Golden Ratio

Membuat
brand dan logo memang tidaklah mudah. Butuh keahlian tersendiri untuk membuat sebuah
logo dapat mewakilkan perusahaan tersebut tetapi juga berbekas di ingatan konsumen.
Berdasarkan penelitian “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”76
menyebutkan bahwa Brand dan logo berpengaruh positif signifikan terhadap ekuitas dan
loyalitas brand. Jika dilihat dari Fungsi Brand dan Logo, Apple telah memenuhi hal tersebut,
logo yang berbentuk apel mewakilkan sama perusahaan sehingga dengan melihat logonya
saja kita sudah mengetahui logo tersebut milik perusahaan Apple.

76
Alhaddad Abdullah, “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”, Volume 3 No 51, May 2014
82

Menurut Shimp (2003), logo tidak boleh terlalu rumit tetapi juga tidak terlalu
simpel. Hal tersebut dilakukan oleh Apple, dimana Apple membuat logo dengan simpel tetapi
tetap berbekas pada konsumen. Elemen yang terdapat pada logo Apple sebenarnya tidak
banyak, mereka hanya membuat sebuah elemen bentuk apel dengan sedikit bekas gigitan.
Tanpa tulisan dan lain-lain. Warna hitam yang mendominasi juga membuat kesan simpel
namun elegan pada desain logo Apple.
83

BAB V

CARA MEMBUAT PACAKGING YANG MENARIK

Kemasan atau packaging adalah suatu wadah yang menempati suatu barang agar
aman, menarik, mempunyai daya pikat dari seorang yang ingin membeli suatu produk. Dapat
juga menjadi media komunikasi antara produsen dengan calom konsumen, sehingga didalam
desain kemasan tercantum informasi-informasi yang harus diketahui oleh calon konsumen,
agar calon konsumen merasa tidak asing dengan produk yang di kemas.77

Kemasan dan pengemasan memiliki arti yang berbeda. Walau terlihat berasal dari
kata yang sama, namu artinya sangatlah berbeda. pengemasan mencakup keseluruhan konsep
mulai dari kemasan langsung, bagian luar, pembungkus, merek, pemajangan, pelayanan,
interior/exterior, dan semua komponen tersebut berpengaruh dalam proses pemasaran.78
Menurut Marianne Rosner Klimchuk dan Sandra A. Krasnova (2006) menyatakan
mengemas adalah tindakan membungkus atau menutup suatu barang. 79

Berdasarka KBBI, Kemasan dapat didefinisikan sebagai hasil mengemas/bungkus


80
pelindung barang dagangan. Kemasan atau packaging memiliki tujuan untuk melindungi
sebuah produk.

Menurut Kotler ( 2003) pengemasan didefinisikan sebagai kegiata merancang dan


membuat wadah, sedangkan menurut Swasta, Basu (1999) mengatakan kemasan (packaging)
adalah perencanaan barang yang melibatkan penentuan betuk atau desain pembuatan dan
kegiatan - kegiatan yang bersifat umum yang melibatkan penentuan desain pembuatan
bungkus atau kemasan suatu barang.81

77
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 181
78Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 4.
79 Marianne Rosne Klimchuk dan Sandra S. Krasovec, Packaging Design: Succeful Product

Branding from Concept to Shelf (New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2006), hal. 34

Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
80

Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 182


Th susetyarsi, “Kemasan Produk Ditinjau Dari Bahan Kemasan, Bentuk
81

Kemasan dan Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Minuman
Mizone di Kota Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012, hal. 21
84

Desain pengemasan adalah ide kreatif yang berasal dari hubungan antara bentuk,
struktur, bahan, citra warna, tipografi, dan desain tambahan yang berisikan informasi produk
untuk membuatnya cocok untuk masuk pemasaran. 82

Kemasan desain saat ini sangat perlu diperhatikan, sebagai salah satu bidang bisnis kreatif
yang berkaitan dengan bentuk, struktur, material, warna, citra, tipografi dan elemen desain
lainnya83, membuat sebuah produk layak untuk bersaing dipasar.

Segala sesuatu yang dilakukan dalam dunia bisnis, mempunyai tujuan, adapun tujuan
melakukan adanya pengemasan atau alasan utama dari sebuah pengemasan adalah:

1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk

dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas

biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.

2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk


menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya.84” (Patricia
Himawan Ahmad Adib Ani Wijayanti S).

Kemasan meliputi tiga hal yaitu :

1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan manfaat. Kemasan melindungi produk dalam
perjalanannya dari produsen ke konsumen. produk yang dikemas biasanya lebih bersih,
menarik dan material yang tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca dan kondisi
perjalanan.

2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk


menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk lain.

3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan penghasilan atau omset perusahaan.
Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan
yang menarik akan memikat perhatian konsumen untuk membeli produk. Selain itu, kemasan
82
Marianne Rosne Klimchuk dan Sandra S. Krasovec, Packaging Design: Succeful Product Branding from Concept to Shelf
(New Jersey: John Wiley & Sons, Inc., 2006), hal.33
83
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 4, 2016
84
Patricia Himawan; Ahmad Adib Ani; Wijayanti S, Universitas Sebelas Maret, Surakarta ,PERANCANGAN DESAIN
KEMASAN KAIN TENUN SLAMET RIADY LOMBOK, Halaman 3.
85

juga mengurangi kemungkinan kerusakan produk dan memberikan kemudahan dalam


pengiriman.85

Selain kemasan adapun tujuan desain dari sebuah kemasan adalah untuk
meningkatkan nilai jual dan menarik perhatian untuk konsumen. Desain sendiri juga
berfungsi untuk menentukan brand image dari sebuah produk untuk dipasarkan.

Awalnya kemasan berfungsi hanya sebatas untuk melindungi produk dan


mempermudah membawa produk tersebut. Dan dengan kemasan, konsumen dapat
melindungi produknya, sehingga terselamatkan dari hal yang tidak diharapkan selama
membawa produk tersebut.
Seiring berjalannya waktu yang diiringi dengan kemajuan teknologi menyebabkan komponen
kemasan menjadi jauh lebih kompleks, fungsi-fungsi yang dimiliki oleh kemasan mengalami
peningkatan, terutama akibat persaingan dalam dunia usaha semakin tajam dan terjadinya
perlombaan antar perusahaan dalam hal menarik perhatian calon konsumen pada era ini. Kini
penampilan luar menjadi salah satu tuntutan dari konsumen, terutama pada konsumen wanita.
Ini menunjukkan bahwa telah terjadinya pergeseran sistem nilai.

A. Fungsi Kemasan
Fungsi Proteksi Fungsi pertama kemasan adalah untuk melindungi isi produk.
Yaitu menjaga isi produk dari benturan, tekanan, temperature,
dan lain-lain. Materi dari produk yang akan dikemas juga
perlu diperhatikan, apakah tahan terhadap oksigen, air, debu,
dan sebagainya.
Fungsi Pengelompokan, Fungsi kemasan seharusnya bisa mengelompokkan atau
penempatan, dan ditempatkan sebuah materi atau produk tersebut. Dan juga
penyimpanan harus memperhatikan cara bagaimana kemasan jika harus
ditumpuk dan dibawa dalam jumlah banyak.
Fungsi Keamanan Bahan kemasan tidak boleh mencemari isi produk. Harus
diperhatikan apa saja bahan kimiawi yang digunakan untuk
membuat bahan kemasan tersebut.
Fungsi Informasi Informasi produk yang terdapat pada kemasan haruslah

85
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 183
86

secara cepat, mudah dibaca, dan lengkap. mulai dari tanggal


kadaluwarsa, komposisi makanan, label halal atau haram, dan
sebagainya.
Fungsi Kemudahan Fisik Karena kemasan bentuknya 3 dimensi, kemasan harus
memudahkan baik saat pengepakan, distribusi, dan saat
digunakan oleh konsumen.
Fungsi Marketing Fungsi marketing dari kemasan yaitu menjadi “aspirasi” dari
konsumen. Oleh karena itu, perancang kemasan haruslah
mengerti akan kebutuhan dan keinginan konsumennya. Jadi,
desain kemasan yang baik adalah desain yang bisa
memvisualisasikan “brand” atau membantu branding sebuah
produk.
Tabel 1.1 86
Dari salah satu fungsi diatas, terdapat fungsi informasi. Semakin lengkap informasi yang
tercantum dalam kemasan, semakin pula memberikan persepsi yang
lebih baik kepada produk. Yang harus dicantumkan dalam desain kemasan sebagai berikut:
Nama Produk/Nama Makanan
 Komposisi/Daftar Ingredients
 Isi/Netto
 Nama dan Alamat Pabrik/Importer
 Nomor BPOM/PIRT
 Info Halal
 Kode Produksi
 Tanggal Kadaluarsa
 Petunjuk cara penyimpanan
 Petunjuk cara penggunaan
 Nilai Gizi87

Fungsi kemasan menurut Direktorat Jenderal Pengelolahan dan Pemasaran Hasil


Pertanian Kementrian Pertanian Republik Indonesia (2012) secara umum adalah:
86
Pujiyanto, Desain Kemasan Produk Persuasif (Malang : Universitas Negeri Malang, 2016), hlm. 50
87
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 186
87

1. Sarana pengawet produk dengan melindunginya dari sinar UV ataupun komponen


pembusuk lainnya

2. Meningkatkan efisiensi, seperti memudahkan proses penghitungan pengiriman dan


penyimpanan produk

3. Sebagai identitas produk88,

Manfaat utama kemasan adalah sebagai media pengungkapan informasi produk


kepada konsumen. Informasi tersebut meliputi cara menggunakan produk, komposisi produk,
dan informasi khusus (efek samping, frekuensi pemakaian yang optimal, dan sebagainya).
Informasi lainnya berupa segel atau simbol bahwa produk tersebut halal dan telah lulus
pengujian atau disahkan oleh instansi pemerintah yang berwenang.89

Kemasan suatu produk biasanya berlapis karena kemasan dibuat dengan tujuan yang berbeda.
kemasan tersebut terdiri dari :

1. Kemasan dasar ( Primer Package) yaitu bungkus langsung dari suatu produk.

2. Kemasan tambahan ( Secondary Package ) yaitu bahan yang melindungi kemasan


dasar yang biasanya dibuat lebih menarik dengan desain yang beragam.

3. Kemasan pengiriman ( Shipping package ) yaitu kemasan yang diperlukan untuk


penyimpanan dan pengiriman.90

B. Daya tarik kemasan


Bagi produsen, daya tarik kemasan sangat penting bagi strategi pemasaran guna
tertangkapnya stimulus oleh konsumen. Bila konsumen telah tertarik atas produk tersebut
Maka konsumen akan tergerak untuk melakukan pembelian. Menurut Wirya, Iwan (1999)

Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
88

Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 184


89
[Link], BAB II PEMASARAN, STRATEGI PEMASARAN, KEMASAN (PACKAGING) , DAN MINAT BELI.
Halaman 36, 2017
90
Th susetyarsi, “Kemasan Produk Ditinjau Dari Bahan Kemasan, Bentuk
Kemasan dan Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Minuman Mizone di Kota
Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012, hal. 21
88

daya tarik visual kemasan dapat digolongkan menjadi dua yaitu daya tarik visual dan daya
tarik praktis91.
Daya tarik visual mengacu pada penampilan visual atau gambaran citra kemasan
secara [Link] Daya tarik praktis merupakan efektifitas dan efisiensi kegunaan suatu
kemasan .

C. Faktor-faktor Desain Kemasan


Dalam membuat desain kemasan harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain sebagai
berikut:

1. Faktor Pengamanan
Kemasan harus melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapat menjadi
penyebab timbulnya kerusakan barang, misalnya: cuaca, sinar matahari, jatuh, tumpukan,
kuman, serangga dan lain-lain. Contohnya, kemasan biscuit yang dapat ditutup kembali agar
kerenyahannya tahan lama.

2. Faktor Ekonomi
Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga biaya tidak
melebihi proporsi manfaatnya. Contohnya, produk-produk refill atau isi ulang, produk-
produk susu atau makanan bayi dalam karton, dan lain-lain.

3. Faktor Pendistribusian
Kemasan harus mudah didistribusikan dari pabrik ke distributor atau pengecer sampai ke
tangan konsumen. Ditingkat distributor, kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu
dipertimbangkan. Bentuk dan ukuran kemasan harus direncanakan dan dirancang sedemikian
rupa sehingga tidak sampai menyulitkan peletakan di rak atau tempat pemajangan.

4. Faktor Komunikasi

91Th susetyarsi, “Kemasan Produk Ditinjau Dari Bahan Kemasan, Bentuk


Kemasan dan Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Minuman Mizone di Kota
Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012, hal. 22.
89

Sebagai media komunikasi kemasan menerangkan dan mencerminkan produk, citra merk,
dan juga bagian dari produksi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan diingat.
Misalnya, karena bentuk kemasan yang aneh sehingga produk tidak dapat “diberdirikan”,
harus diletakkan pada posisi “tidur” sehingga ada tulisan yang tidak dapat terbaca dengna
baik,
maka fungsi kemasan sebagai media komunikasi sudah gagal.

5. Faktor Ergonomi
Pertimbangan agar kemasan mudah dibawa atau dipegang, dibuka dan mudah diambil
sangatlah penting. Pertimbangan ini selain mempengaruhi bentuk dari kemasan itu sendiri
juga mempengaruhi kenyamanan pemakai produk atau konsumen. Contohnya, bentuk botol
minyak goring Tropical yang pada bagian tengahnya diberi cekungan dan tekstur agar mudah
dipegang dan tidak licin bila tangan pemakainya terkena minyak.
6. Faktor Estetika
Keindahan pada kemasan merupakan daya tarik visual yang mencakup pertimbangan
penggunaan warna, bentuk, merk atau logo, ilustrasi, huruf, tata letak atau layout, dan
mascot. Tujuannya adalah untuk mencapai mutu daya tarik visual secara optimal.

7. Faktor Identitas
Secara keseluruhan kemasan harus berbeda dengan kemasan lain, memiliki identitas produk
agar mudah dikenali dan dibedakan dengan produk-produk yang lain.

8. Faktor Promosi
Kemasan mempunyai peranan penting dalam bidang promosi, dalam hal ini kemasan
berfungsi sebagai silent sales person. Peningkatan kemasan dapat efektif untuk menarik
perhatian konsumen-konsumen baru.

9. Faktor Lingkungan
Kita hidup di dalam era industry dan masyarakat yang berpikiran kritis. Dalam situasi dan
kondisi seperti ini, masalah lingkungan tidak dapat terlepas dari pantauan kita. Trend dalam
masyarakat kita akhir-akhir ini adalah kekhawatiran mengenai polusi, salah satunya
pembuangan sampah. Salah satunya yang pernah menjadi topic hangat adalah styrofoom.
Pada tahun 1990 organisasi-organisasi lingkungan hidup berhasil menekan perusahaan Mc
Donald untuk mendaur ulang kemasan-kemasan mereka. Sekarang ini banyak perusahaan
90

yang menggunakan kemasan-kemasan yang ramah lingkungan (environmentally friendly),


dapat didaur ulang (recyclable) atau dapat dipakai ulang (reuseable).92

Dalam melakukan pengemasan atau pengkardusan, ada beberapa aspek yang harus
diperhatikan, bahkan harus ada, agar konsumen tidak bingung saat membeli produk tersebut,
beberapa aspek itu adalah:

1. Identitas Produk

Identitas produk seyogyanya dicetak pada keempat sisi kardus dengan huruf yang jelas
dengan ukuran tinggi sekurang-kurangnya 2,50 cm. Identitas ini dapat pula ditambahkan pada
sebagian dari tutup kardus, sedangkan bagian lain dari tutup kardus dibiarkan kosong sebagai
persediaan tempat bagi alamat yang dituju maupun data pengiriman yang lain. [Link] atau
ukuran produk.

Jumlah atau ukuran produk dicetak pada sudut kiri atas dari setiap sisi kardus, sedangkan
nomor stoknya dituliskan pada sudut kanan atas. Ini berguna untuk mempermudah
perhitungan jumlah produk yang kita kemas.

3. Jenis dan nama produk

Jenis dan nama produk yang dikemas sebaiknya dicetak pada bagian tengah keempat sisi
kardus. Akan lebih menarik lagi jika huruf yang digunakan berseni namun tetap mudah
dibaca. Tentu saja huruf yang digunakan pada produk harus sama dengan yang ada di kardus.

4. Nama dan alamat pabrik

Nama dan alamat pabrik seyogyanya dicantumkan juga. Ini untuk memudahkan distributor
baru menemukan anda dan mengorder lebih banyak lagi produk.

5. Bahan dan tanggal pembuatan

92
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan Hasil Produksi Terhadap
Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal. 187
91

kardus beserta keterangan lainnya juga perlu dicantumkan. Ini berguna bagi divisi gudang
untuk mengechek lalu lintas barang di gudang.”93

Untuk membuat suatu rancangan kemasan harus dilandasi pemahaman tentang hal-hal yang
ditetapkan berikut ini:

• Karakteristik produk;

• Proses produksi;

• Harga produk;

• Jalur distribusi;

• Produk pesaing;

• Sasaran pasar;

• Promosi;

• Kecenderungan mode.94

Menurut Dr. We Chow Hou, Dekan Fakultas Administrasi Bisnis National University of
Singapore, Suatu penjualan produk sangatlah ditentukan oleh keterampilan pada pengelolaan
produk inti, produk actual, dan produk tambahan yang selanjutnya diatur sedemikian rupa
agar dapat sesuai dengan pasar tujuannya95.

D. Strategi Kreatif

Strategi kreatif merupakan konsep dan penerapan desain kesamaan untuk


memaksimalkan daya tarik visual. Pembuatan label makanan harus mengikuti Peraturan
Pemerintah No. 66 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.

93
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 14, 2016
94
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama, 1999), hal 2.
95
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 2.
92

Label makanan dibuat semenarik mungkin agar konsumen tertarik untuk membeli
produk tersebut. Beberapa hal yang mempengaruhi pembuatan label adalah pemilihan warna,
bentuk, tata letak huruf, dan tipografi96.

E. Elemen Desain Grafis Pada Desain Kemasan


1. Brand atau Merek
Seorang pakar branding dan kemasan, Herbert Meyers, menyatakan, kalau kita mau pilih
salah satu elemen penting dari desain grafis kemasan, itu pasti nama merek. (Packaging
Strategy Winning The Consumer, Mona Doyle (Ed.). Kemasan tidak mungkin tanpa ada
merek pada desain kemasannya, karena merek menjadi identitas dari produk tersebut. Buat
nama merek yang sederhana seitar 2-3 kata, mudah diucapkan, mudah diingat, dan tidak
memiliki konotasi negatif bagi konsumen. Nama merek yang dapat merepresentasikan
produknya akan lebih diingat oleh konsumen. Seperti contoh Bana Banna, Bangnana, dan
Zanana membuat konsumen menghubungkannya dengan produk olahan pisang.

2. Logo
Beberapa orang melakukan pembelian terhadap suatu barang karena adanya logo atau merek
yang dianggap dapat menaikan citra orang tersebut. Buatlah logo yang sesuai dengan karakter
produk. Jika logo dibuat dengan huruf dan garis yang tebal, memberikan kesan kuat,
maskulin, dan efektif. Logo dengan aksen miring, memberikan kesan luwes, bersahabat, fun,
dan informal. Susaikan pemilihan huruf dengan jelas agar tak salah dibaca oleh konsumen.
Tempatkan logo yang mudah dibaca oleh konsumen. Posisi yang baik yaitu pada posisi 2/3
bagian panel atas dari panel depan, gunanya agar logo tidak tertutup stopper rak toko saat
dipajang di tempat penjualan. Agar merek produk kita lebih dikenal, ukuran logo haruslah
cukup terlohat dengan jelas.

3. Warna
Warna diyakini sebagai elemen desain yang paling mudah terlihat oleh mata manusia.
Konsumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa. Dan warnalah
yang pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan. Warna dengan daya pantul

96Alsuhendradan Ridawati, “Pelatihan Pembuatan Kemasan dan Label Makanan bagi Pelaku UsahaMakanan di Desa
Jampang, Kecamatan Kemang, Kabuten Bogor”, Jurnal Sarwahita Vol. 14 No. 02 , 2017, hal. 91
93

tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan sebagian besar kemasan,
karena memilik daya tarik dan dampak yang lebih besar. Tapi selain unsur keterlihatan harus
dipertimbangkan pula faktor kekontrasan terhadap warna-warna pendukung lainnya.97
Fungsi warna untuk membangun kesan tertentu, penting untuk membuat pemahaman akan
warna. Kesan warna seperti warna cerah menggambarkan keceriaan, warna gelap
menggambarkan elegan dan premium, warna putih menggambarkan kesehatan, dan warna
hijau menggambarkan alam dan natural.
Pemaknaan Warna :
Warna Merah, sering dihubungkan dengan api, darah, dan matahari. Makna warna merah
adalah kemarahan, panas, pedas, kekuatan, dan keberanian. Pada kemasan makanan, warna
merah mewakili rasa pedas dan panas, rasa buah seperti, stroberi, apel, dan ceri. Jika
digunakan pada kemasan makanan, warna merah diyakini mampu menggugah selera makan.
Warna Kuning, melambangkan energi, kemuliaan, kemewahan, spontanitas, keceriaan, dan
kemegahan. Warna kuning sering digunakan untuk mengkomunikasikan rasa jeruk, lemon,
pisang, dan juga produk mentega.
Warna Hijau, melambangkan alami dan kesegaran yang berhubungan dengan tumbuhan.
Warna hijau memberi kesan damai, rileks, dan sejuk. Pada kemasan makanan, warna hijau
mewakili rasa jeruk nipis dan apel hiaju.
Warna Biru, melambagkan kebijaksaan, kebenaran, otoritas, harga diri, dan kesetiaan. Warna
biru berhubungan dengan laut, air, langit , dan memberikan kesan sejuk, segar, dingin, damai,
dan juga rileks. Dan warna biru umumnya banyak disukai oleh laki-laki.
Warna Hitam, melambangakan keras kepala, dapat diandalkan, tegas, dan misterius. Warna
hitam sebagai warna latar memberi kesan kuat, tajam, formal, dan bijaksana. Selain itu,
warna hitam juga memberi kesan klasik, elegan, mewah, berkelas, canggih, dan serius. Warna
hitam digunakan pada produk yang premium dan berkualitas tinggi.
Warna Putih, melambangakan kesucian, kebenaran, kemurnian, kefektifan, kebersihan,
higensis, dan kontemporer. Warna putih digunakan pada produk medis, farmasi, dan susu.
Warna putih juga memberikan kesan mewah dan kaya pada produk premium. Warna putih
mebuat warna-warna lain disekitarnya lebih menonjol.
Warna emas dan perak, melambangkan mewah, glamor, ekslusif, dan mahal. Warna emas
memberi kesan dinamis dan kemakmuran. Warna emas menggambarkan madu dan emas.

97
PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI
PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA, TREN DAN BAHAYA KEMASAN, Halaman 3, 2016
94

Warna perak memberik kesan modern, teknologi tinggi, dan futuristik. Warna emas dan
perak akan memberikan kesan pada produk premium dengan kualitas yang baik.
Secara umum, warna gelap memberikan kesan lebih dewas, premium, dan elegan. Sedangakn
warna terang, memberikan kesan lebih muda dan ceria.
4. Teks
Teks atau tipografi secara sederhana berarti teknik mengatur huruf agar teks menjadi mudah
dibaca sebagai rangkaian kata atau kalimat (readable), mudah dikenali tiap hurufnya
(legilable), dan juga menarik prehatian. Yang harus diperhatikan dalam tipografi adalah
pemilihan jarak antar huruf (kerning), jarak antar baris (leading), jenis huruf (font), tebal tipis
atau miringnya huruf (type style), dan lain-lain.
Kategori huruf-huruf yang digunakan pada desain grafis :
SANS SERIF, kelompok huruf yang tidak memiliki kait. Kesan lebih modern, sederhana, dan
informal.
SCRIPT, kelompok huruf yang meneyrupai tulisan tangan. Kesan luwes, bersahabat, bebas,
informal, dan dinamis.
BLACK LETTER, huruf yang mempunyai karakter garis tipis tebal yang kontras. Kesan
kuno, tua, klasik, dan anggun, seperti contoh teks naskah tua.
MISCELLANEOUS, yang artinya campuran atau beragam. Kelompok huruf
display,dekoratif, dan lain-lain.
Teks yang ukurannya lebih kecil merupakan teks yang biasanya memiliki fungsi informatif,
bukan dekoratif.

5. Gambar (Image)
Dapat berupa ilustrasi foto yang dibuat dengan teknologi fotografi. Penggunaan foto dapat
membuat kemasan tampak lebih menarik, sederhana, dan lebih meyakinkan. Ada beberapa
hal yang susah jika disampaikan dengan kata-kata atau verbal, seperti kelezatan makanan,
kesegaran produk, atau intruksi pemakaian yang rumit, dapat dijelaskan dengan
menggunakan gambar.
Penggunaan fotografi pada kemasan :
- foto untuk memggugah selera
- foto untuk menunjukkan bentuk produk di dalam kemasan
- foto untuk menunjukkan hasil dari penggunaan produk
- foto untuk menunjang kredibilitas merek
95

- foto untuk menunjukkan target konsumen.98

F. Tata Letak

Adalah memadukan semua unsur-unsur grafis menjadi suatu kesatuan yang padu.
Enam butir pertimbangan tata letak adalah :

1. Keseimbangan (balance)

2. Titik Pandang (focus)

3. Lawanan (Contast)

4. Perbandingan (Proportion)

5. Alunan pirza (gate-motion)

6. Kesatuan (Unity)99

G. Tahapan Mendesain Kemasan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kemasan bukan hanya berperan untuk
melindungi produk, tapi juga sebagai sarana komunikasi antara produsen dalam
menyampaikan produknya dengan konsumen. Kemasan dijadikan produsen sebagai sarana
untuk menyentuh konsumen. Dengan menampilkan visual yang menarik, diharapkan
kemasan tersebut dapat lebih menarik minat para konsumen.

Tahapan menentukan desain kemasan secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Pahami Produk

Sebagai produsen atau brand owner, anda diharuskan memahami seluk beluk produk anda
secara menyeluruh. 100

2. Mengenali Merek

98
Nanang Wahyudi dan Sanny Satriyono, Mantra Kemasan Juara (Jakarta: PT Elex Media Komputindo:2017), hlm. 50-61
99
Iwan Wirya, Kemasan yang Menjual: Menang Bersaing Melalui Kemasan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999),
hal 26-34
100
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017), hlm.18
96

Merek adalah komponen yang sangat berharga bagi suatu produk.

3. Mengenali Target Konsumen

Dengan menentukan dan mengenali target konsumen, diharapkan produsen dapat


menentukan dengan bijak pemilihan kemasan pada produk yang akan dipasarkan.

4. Cara Menggunakan Produk, Konsumsi, dan Frekuensi

Kenyamanan dan kepraktisan merupakan harapan utama dari konsumen terhadap produk
yang dibelinya. Oleh karena itu, anda wajib mengetahui cara ataupun mencari tau
tentang kebiasaam konsumen menggunakan produk tersebut101.

5. Pahami Logistik dan Proses Pengiriman

Pahami jenis transportasi yang digunakan pada saat pengiriman agar pemilihan kemasan
menjadi tepat.

6. Lakukan Riset dan Tes Stabilitas Produk

Lakukan riset tentang packaging yang ada di industry sejenis atau merek lain untuk
membantu menemukan cara menonjolkan poduk anda diantara produk pesaing.

Selain riset kemasan, tes stabilitas produk atau kecocokan produk dan kemasan sangat
penting untuk melindungi konsumen dan meyakinkan bahwa kemasan betul-betul
melindungi produk.

7. Pikirkan Kemasan Apa Saja yang Diperlukan

 Ketahanan

Paket yang terindah pun tidak akan memberikan kesan baik jika produk tersebut
rusak saat samapi di tangan konsumen.

 Fungsi

Fungsi kemasan sebagai pelindung produk

8. Penuhi Syarat Save, Health, and Enviroment (SHE)

Keamanan dan kesehatan konsumen serta perlindungan terhadap lingkungan sangat


penting dan harus dipikirkan sejak awal mendesain kemasan. Beberapa hal penting

101
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017), hlm. 19
97

berikut ini harus anda pertimbangkan:

 Kemasan harus mengikuti aturan yang berlaku di negara tempat prdouk


dipasarkan.

 Semua kemasan harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan dapat di
verifikasi sesuai dengan syarat penggunaan.

 Kemasan yang digunaka harus dapat dikonfirmasi dan diverifikasi oleh


produsen dengan melakukan analisi yang tepat dikeseluruhan rantai pasokan
kemasan

 Keamanan konsumen dijamin dalam menggunakan kemasan dan produknya

9. Tentukan Desain Kemasan yang Tepat

Setelah semua tahap diatas terpenuhi, maka sudah saatnya anda menentukan desain yang
sekirang sesuai dengan produk yang ditawarkan.

10. Peluncuran Produk

Selanjutnya adalah peluncuran produk102

H. Bentuk Kemasan
Bentuk kemasan menggambarkan ukuran produk yang dikemas di dalamnya. Konsumen
menggunakan bentuk sebagai persepsi dalam menentukan isi atau ukuran berat produk di
dalamnya. Beberapa kemasan dibuat lebih besar yang biasanya terdapat pada makanan
kering, kemasan tersebut dibuat agar lebih menarik persepsi calon pembeli untuk
dibandingkan produk competitor. Konsumen beranggapan bahwa kemasan yang lebih besar
berisi produk yang lebih banyak, penelitian yang dilakukan oleh Raghubir dan Krishna
(1999) meskipun konsumen merasa isi atau volume produknya tidak sesuai atau lebih sedikit
dari ukuran kemasannya, tidak merubah persepsi untuk menggunakan bentuk kemasan
sebagai patokan dalam menentukan isi produk di [Link] Kemasan
Produk secara umum dibagi menjadi 3 yaitu padat (solid), cair (liquid) dan granule (pellet).
Setiap jenis produk tersebut memerlukan penanganan yang berbeda, namun secara garis besar
kemasan harus dapat melindungi cahaya dan kedap udara sehingga dapat memperpanjang

102
Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan Produk Secara Aman dan
Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017) hal. 20-24
98

usia produk. Terdapat 5 bahan utama kemasan yang awam digunakan baik oleh industry
besar maupun UMKM, yaitu plastic, metal foil, sytrofoam, kaca dan kertas.103

Dalam dunia pengemasan memiliki beberapa jenis bahan dasar yaitu:

1. Active and intelligent materials and articles

2. Adhesives

3. Ceramics

4. Cork

5. Rubbers

6. Glass

7. Ion-exchange resins

8. Metals and alloys

9. Paper and board

10. Plastics

11. Printing inks

12. Regenerated cellulose

13. Silicones

14. Textiles

15. Varnishes and coatings

16. Waxes

103
Alfin NF Mufreni “PENGARUH DESAIN PRODUK, BENTUK KEMASAN DAN BAHAN KEMASAN TERHADAP
MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS TEH HIJAU SERBUK TOCHA)”, Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 2 No.2,
2016 hlm.50
99

17. Wood104

I. Ragam Kemasan
Ada beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, diantaranya adalah kemasan
dari kertas, kemasan dari kayu, dan kemasan dari plastic.
a. Kemasan Kertas
Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastic
dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing
dengan kemasan lain seperti plastic dan logam karena harganya yang murah, mudah
diperoleh dan penggunaannya yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi
sebagai media komunikator dan media cetak. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas
bahan pangan adalah sifatnya yang sensitive terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh
kelembaban udara lingkungan.
b. Kemasan Kayu
Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia, dan secara tradisional
digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas,
keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di
negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini
penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena
makin langkahnya hutan penghasil kayu. Desain kemasan kayu tergantung pada sifat dan
berat produk, kontruksi kemasan, bahan kemasan dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan,
metode dan kekuatan. Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet
sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional.
Pengiriman produk kerajinan seperti keramik sering di bungkus dengan peti kayu agar dapat
melindungi keramik dari resiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan
tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya.
c. Kemasan Plastik
Beberapa jenis kemasan plastic yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, polyester, nilon
dan vinil film. Jenis plastic yang banyak digunakan untuk berbagai tujuan (60% dari
penjualan plastic yang ada di bumi) kemasan adalah polistiren, Polopropilen, Polivinil
Klorida, dan Akrilik.

104
Ebook UDINUS Entrepreneur Center, 2017
100

J. Kemasan Fleksibel
Kebanyakan produk menggunakan kemasan fleksibel. Kemasan fleksibel memiliki
karakteristik sangan ringan, tipis dan tidak kaku. Kemasan ini biasanya ditujukan dapat
mengurangi penggunaan kemasan dan juga mengurangi sampah.105
Keuntungan menggunakan kemasan fleksibel antara lain:
• Mengurangi penggunaan material
• Mengurangi sampah
• Mengurangi kemasan digunakan pada jumlah yang sama

Lebih efisien
• Meningkatkan sifat barrier 106
Kemasan fleksibel yang paling umum adalah sachet, stand up pounch dan polybag. Dan ada
jugastick pack, 3-bag seal, pillow bag, envelope wrapper, laminated cartoon, dan laminated
tube. Kemasan tersebut dapat ditambahkan dengan penutup zipper, spout, lubang untuk
menggantung ataupun lubang untuk memegang.107

K. STUDI KASUS

Studi Kasus Teh Hijau Serbuk TOCHA dari Jurnal Ekonomi Manajemen Volume 2 Nomor 2
(November 2016) 48-54 [Link] ISSN 2477-2275.
Menyimpulkan :
1. Desain produk berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis pertama bahwa design produk berpengaruh signifikan terhadapa minat beli
konsumen, terbukti. Dalam kemasan product the hijau serbuk TOCHA, design kemasan
diberikan warna hijau yang identic dengan alami, selain itu dibubuhkannya latar gambar
gunung yang mirip gunung Fuji, serta digunakannya tiga Bahasa dalam kemasan,
menimbulkan kesan bahwa produk the tersebut premium dan berkualitas baik.
2. Bahan kemasan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis kedua bahwa bahan kemasan berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen,
terbukti. The hijau serbuk TOCHA menggunakan bahan kemasan dari paper metal, yang

105
Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 2
106
Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 5
107 Sri Julianti. a Practical Guide to Flexible Packaging. 2017. Hal 82
101

ketika dipajang menimbulkan kesan mewah karena unsur lapisan plastic glossy di
permukaanya, selain itu paper metal relative lebih murah dikelasnya ketimbang paper can,
sehingga produk TOCHA dapat dijual dengan harga relative lebih murah dari kompetitornya.
[Link] kemasan berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen, sehingga
hipotesis ketiga bahwa bentuk kemasan berpengaruh signifikan terhadap minat beli
konsumen, terbukti. Bentuk kemasan teh serbuk TOCHA berbentuk persegi panjang berdiri,
sehingga dapat memaksimalkan tampilak muka kepada konsumen, kemasan tegak berdiri
dipilih karena competitor sebagian besar menggunakan kemasan tidur atau kemasan bulat
yang terbatas untuk penampilan pesan produk.
Pengaruh atribut desain produk, bahan kemasan dan bentuk kemasan memiliki efek positif
terhadap niat beli konsumen terhadap produk TOCHA, untuk lebih meningkatkan penjualan
dan minat beli, disarankan beberapa hal :
1. Desain produk, produk the serbuk TOCHA saat ini dibuat dengan gramasi 150gr akan
lebih baik jika dibuat versi compact dengan gramasi yang lebih rendah, untuk dapat
memasuki segmen pasar yang baru dengan harapan dapat meningkatkan customer
acquisition.
2. Bahan kemasan, dengan bahan saat ini paper metal selain harganya relative murah
mempunyai kelemahan mudah kusut, sehingga dalam proses pengiriman harus hati-hati,
dengan semakin banyaknya produk yang telah di pasarkan akan lebih baik jika TOCHA
mulai menggunakan plastic standing pouch untuk menghilangkan kelemahan dari kemasan
paper metal.
3. Bentuk kemasan, saat ini produk the serbuk TOCHA dikemas dengan bentuk persegi
pajang berdiri, kelebihan dari kemasan ini adalah dapat mendisplay produk secara optimal,
namun mempunyai kelemahan dalam ketahanan. Akan lebih baik jika dibuat derivasi produk
dengan kemasan tube, selain mudah untuk disimpan mempunyai daya tahan terhadap
benturan yang lebih bagus.108

108
Alfin NF Mufreni “PENGARUH DESAIN PRODUK, BENTUK KEMASAN DAN BAHAN KEMASAN TERHADAP
MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS TEH HIJAU SERBUK TOCHA)”, Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 2 No.2,
2016 hlm.52-53
102

BAB VI

MENENTUKAN TARGET PASAR

A. Studi Kasus
Perempuan dan kosmetik adalah dua buah hal yang tidak dapat dipisahkan . Dari
mulai bangun tidur sampai tidur lagi pun memakai produk kosmetik. Perempuan ingin tampil
cantik dan perfect setiap harinya . Dilihat dari sisi ini jelas Emina menjaring para wanita-
wanita dalam target pasar mereka .Emina Cosmetic adalah salah satu merk kosmetik dan
skincare lokal . Nama Emina sudah tidak asing lagi dikalangan remaja perempuan dan
perempuan dewasa saat ini. Emina adalah pendatang baru. Emina yang merupakan “adik”
dari pendahulunya yaitu Wardah . Emina mempunyai ciri khas dalam kemasannya . Yaitu,
dengan mengeluarkan kosmetik dan skincare dengan desain yang sangat lucu,unik,beda dari
yang lain, dan bentuknya yang simpel memudahkan produk-produk dari Emina ini mudah
dibawa kemana-mana.

B. Teori
Dalam dunia marketing tidak lepas dengan strategi pemasaran, produk kita akan tepat
mencapai sasaran jika melakukan dan merencanakan Target Pasar yang tepat sesuai produk
kita. Dalam sebuah penargetan pasar terdapat fragmentasi audiens. Seiring dengan
perkembangan teknologi dan informasi, membuat audiens bebas memilih apa yang mereka
mau dapatkan, menyebabkan fragmentasi dengan sendirinya sesuai selera, rasa, pengalaman
dan intelektual audiens. “Salah satunya adalah teori Uses and Gratification. Dalam teori uses
and gratification, menekankan pada keaktifan audiens dalam menentukan pilihan media yang
ingin mereka gunakan berdasarkan motif-motif tertentu. Kepuasan audiens dapat dilihat dari
aspek-aspek tertentu, seperti Gratification Sought (pencarian kepuasan) dan Gratification
Obtained (kepuasan yang diperoleh) (McQuail, 1995. 75).”109

Dari teori tersebut kita dapat memfokuskan produk kita agar dapat memuaskan
kebutuhan individual konsumen, dengan begitu konsumen akan terfokus apa yang dapat
memenuhi kebutuhan mereka dan mulai mengabaikan hal yang lainnya. Orang-orang
terfragmentasi sangat jarang mengkonsumsi konten umum yang tersebar dan memunculkan
kekhawatiran mereka terhadap kurangnya informasi masalah mereka sendiri. Dengan audiens

109
Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan Informasi di Media Onlin,
Hal. 1
103

yang beragam para pembuat konten atau produk ditekan untuk lebih sering memantau
audiens mana yang tertarik pada produk mereka. Di jaman yang serba online ini melihat
audien yang tertarik pada produk atau konten lebih mudah, analisis yang cepat dengan sebuah
program dan kedetailannya para produsen lebih bisa memantau apa yang mereka hasilkan dan
mempelajari aktivitas pasar yang ada.

Sebuah perusahaan sendiri harus bisa membaca apa yang akan terjadi di pasar
bertujuan untuk melihat selera pasar.

“Kotler dan Amstrong (2016, p.30) menyatakan bahwa ada lima konsep inti
konsumen dan pasar, yaitu :

1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan

2. Tawaran pemasaran (barang, jasa, dan pengalaman)

3. Nilai dan kepuasan

4. Pertukaran dan hubungan

5. Pasar (Pieter Gunawan Widjaya, 2017)110”

Dengan audiens yang sangat beragam¸ Branding sangat diperlukan untuk membangun
karakter sebuah produk atau perusahaan dalam rangka meraup audiens sebanyak-banyaknya,
akan tetapi branding tidak cukup, karna banyak cara audiens untuk memenuhi kebutuhannya.
“Logika yang digunakan oleh pihak media adalah membuat platform yang baik dan menarik
serta menyajikan konten yang memikat hati pembaca, guna mendapatkan perhatian pembaca
atau audiens sesuai segmentasi audiens yang mereka inginkan. Misalnya, seorang pencinta
olahraga tentu saja akan mencari informasi seputar olahraga, dan secara kontent, praktis
audiens adalah bagian dari fragmentasi dalam hal ini audiens setia dari berita olahraga”111

Pemosisian sebuah produk juga berpengaruh pada penargetan pasar, dalam hal ada
beberapa faktor terjadinya fragmentasi atau segmentasi audiens:

110
Pieter Gunawan Widjaya, ANALISIS SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING DAN MARKETING MIX PADA
[Link] JAYA, AGORA, Vol. 5, No. 1, (2017)

111
Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan Informasi di Media Onlin,
Hal. 2
104

- Geographic Segmentation

Segmentasi geografis meliputi bangsa, wilayah, negara, kabupaten, kota, atau


bahkan tetangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk menjalankan di dalam satu
atau beberapa area geografis, atau menjalankan disemua area tetapi memperhatikan
kepada perbedaan geografis dalam kebutuhan dan keinginan.

- Demographic Segmentation

Segmentasi geografis membagi pasar kedalam segmen–segmen berdasarkan


variabel seperti umur, siklus hidup, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan,
agama, etnis, dan generasi.

- Psychographic Segmentation

Segmentasi psikografis membagi pembelinya kedalam, segmentasi berbeda


kedalam kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik personal.

- Behavioral Segmentation

Segmen ini membagi pembeli berdasarkan pengetahuan mereka, tingkah laku,


penggunaan dari barang, atau respon kepada barang.” (Pieter Gunawan Widjaya,
2017)112

Dalam sebuah pasar, perusahaan harus tau posisi produk mereka dipasar, mereka
harus mengetahui kompetitor dan arah produk mereka akan mengalir, hal ini disebut
positioning.

Langkah diferensiasi dan positioning terdiri dari tiga tahap:

- Mengidentifikasi sekumpulan keunggulan kompetitif yang berbeda di mana


untuk membangun posisi.

- Memilih keunggulan kompetitif yang tepat.

- Dan memilih strategi positioning secara keseluruhan”

Harga, distribusi, promosi dan produk hanya sebuah usaha dari perusahaan untuk
memasuki pasar, dengan strategi pasar hal-hal tersebut mempunyai kekuatan yang besar

112
Pieter Gunawan Widjaya, ANALISIS SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING DAN MARKETING MIX PADA
[Link] JAYA, AGORA Vol. 5, No. 1, (2017)
105

dalam pasar, diikuti dengan pengemasan desain yang baik akan melambungkan produk dalam
pasar yang ada.

Pada akhirnya produk yang dikeluarkan sebuah perusahaan, tidak semua diterima
dalam keseluruhan segmentasi, seperti produk kecantikan tidak semua diterima oleh kaum
laki-laki, karna perbedaan psikologis yang berbeda, di sinilah pentingnya menyusun profil
audiensi sasaran yang ada. Hal yang dilakukan pertama kali adalah mendeskripsikan
konsumen sesuai variabel konsumen tersebut. Profil merupakan kumpulan variabel-variabel
yang berisi orang tersebut seperti kesukaan, tinggi badan, nama, tanggal lahir dll. Hal tersebut
dipakai untuk lebih mempersonalisasikan konsumen agar lebih tepat dalam memilih media
sasaran dan pesan.

Selain privasi seseorang yang diperhatikan untuk menentukan target pasar, ada isu
etika yang harus juga diperhatikan dalam penargetan audiens atau konsumen. Isu etika ini
berhubungan dengan tipe dari sebuah produk dan pesan yang disampaikan, seperti isu-isu
yang menyinggung sara atau hal-hal yang mudah terjadinya perselisihan.113

Penargetan pasar memiliki kriterianya sendiri untuk suatu produk dan setiap produk
berbeda penargetan pasarnya berikut adalah kriteria-kriteria yang dipaparkan oleh Keegan
yang dikutip dari Rosida [Link] dalam jurnalnya:

a. Besarnya Segmen Yang Ada dan Potensi Pertumbuhan

b. Persaingan Potensial

c. Kecocokan dan Kelayakan

“Ada kalanya suatu segmen memenuhi kriteria ukuran dan pertumbuhan yang
dikehendaki, tetapi tidak menarik bila dipandang dari aspek profitabilitas. Model Lima
Kekuatan Porter dapat digunakan untuk menentukan daya tarik jangka panjang suatu pasar
secara keseluruhan maupun setiap segmen di dalamnya” (Rosida [Link], 2011) 114

Sebelum menentukan target pasar, ada tahapan yang bernama segmenting.


Segmenting sendiri berarti suatu proses dimana perusahaan membagi atau mengelompokan
konsumen ke dalam bagian-bagian yang homogen (Kasali, 2001). Lalu ada pengertian lain

113
Sandra Moriarty dan Nancy Mitchell dan William Wells, Advertising, (Jakarta: Prenada Media Group, 2009), halaman
194
114
Rosida [Link], TARGET PASAR DAN STRATEGI MEMPOSISIKAN PRODUK TEH DI PASAR GLOBAL, Media
Litbang Sulteng IV (2) : 125 – 136 , Desember 2011
106

dari segmentasi, yaitu sebagai usaha untuk membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
yang dapat dibedakan satu sama lain dalam hal kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
mungkin akan memerlukan produk-produk dan strategi pemasaran tertentu untuk
menjangkaunya (Kotler dan Amstrong, 2001).

Setelah melalui tahap segmenting, dilanjutkan dengan tahap targeting.. Targeting


menurut Keegan (1996) adalah membandingkan dan mengevaluasi kelompok yang
diidentifikasi lalu memilih satu atau beberapa sebagai calon yang paling besar 115. Sedangkan
Cravens (1996) mengartikan target pasar sebagai proses pemilihan serta pengevaluasian
setiap bagian yang akan dilayani oleh perusahaan116. Dari dua definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa target pasar harus mengetahui kelompok yang akan dipilih laku
dievaluasi sebagai calon konsumen yang akan dilayani oleh perusahaan.

Tahap terakhir adalah positioning. Positioning menurut Kartajaya (2009:68)


positioning merupakan proses menempatkan keberadaan konsumen di dalam benak
pelanggan. Menururut Kotler (2007) dalam Kartajaya (2009:67) positioning adalah tindakan
merancang tawaran dan citra perusahaan sehingga menempati posisi yang khas
(dibandingkan para pesaing) di dalam benak pelanggan sasarannya.

1. Segmenting

Segmentasi mengacu pada proses mengategorikan seluruh pasar menjadi serangkaian


pasar yang lebih kecil berdasarkan karakteristik yang berhubungan dengan konsumen.
Setelah terbagi menjadi lebih kecil, perusahaan bisa meluncurkan program pemasaran
untuk memenuhikebutuhan dari segmen yang ada.117 Segmenting sangat penting dalam
menentukan target pasar. Konsumen yang sangat luas dan heterogen membuat perusahaan
akan sulit melayani seluruh konsumen. Dengan adanya segmentasi pasar ini maka
perusahan bisa memilah mana yang memiliki potensi tinggi menjadi konsumennya dan
meninggalkan bagian konsumen yang memiliki potensi rendah. Ada empat tahapan dalam

115 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 128

116 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 128

117
Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, PT. Gelora Aksara Pratama, Malang, 2012, Hal. 31
107

menentukan segmen pasar 118 yaitu:

1.1 Mengenali struktur kebuuthan populasi konsumen pada tingkat tertentu

Pengenalan ini dilakukan pada saat memilih sampel dari seluruh populasi dan
melakukan pengtakeran kebutuhan konsumen perorangan ketika mereka akan
berhubungan dengan sebuah prduk atau jasa. Jika hal itu dilakukan, manajer promosi
dapat mengetahui segala macam profil kebutuhan seluruh kelompok konsumen.

1.2 Mengkelompokan konsumen ke dalam bagian yang sama berdasarkan


kebutuhan

Tujuan tahapan ini agar mendapat kelompok konsumen yang sangat homogen
berdasarkan kebutuhannya. Proses pengkelompokkan ini biasa dilakukan oleh
program komputer yang bisa melakukannya pernghitingan dengan cepat.

1.3 Pemilihan pasar sasaran

Ini adalah bagian memilih segmen pasar atau kelompok segmen


mengembangkan program promosi. Segmen pasar yang dipilih adalah segmen yang
memiliki tingkat kesempatan tertinggi untuk mendapat laba dalam pasar.

1.4 Mengembangkan positioning untuk menawarkan produk atau jasa dalam


segmen yang dipilih

Penetapan posisi ini dikhususkan untuk mengarahkan informasi bagaimana


cara konsumen dalam segmen yang dituju menerima penawaran produk atau jasa
dibandingkan yang ditawarkan pihak pesaing.
Segmentasi merupakan faktor untuk mengalahkan pesaing karena memadang pasar dari
sudut pandang dan cara yang berbeda. Beberapa cara yang digunakan untuk memandang
pasar yaitu :

118
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 123
108

1. Static attribute segmentation

Merupakan segmentasi berdasarkan geografis dan demografis. Geografis berdasarkan


negara, kota, provinsi. Demografis berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, usia,
agama dan pendidikan.

2. Dynamic attribute segmentation

Cara memandang pasar berdasarkan sifat dan karakter pelanggan. Karakter seperti
minat, sikap dan keyakinan pelanggan terhadap suatu produk.

3. Individual Segementation

Yaitu cara memandang pasar secara personal. Pada zaman dahulu cara ini kurang efektif
karena teknologi belum memadai, namun pada zaman sekarang teknologi sudah
mendukung, sehingga memudahkan perusahaan dalam berinteraksi dengan
konsumen melalui social media. Cara mempersiapkan individual segmentation :

a. Mengidentifikasi siapa saja pasar Anda dengan cara mengumpulkan database.

b. Anda perlu memilah-milah database menjadi pelanggan-pelanggan yang berbeda


value, berbeda cost, berbeda produk yang dibeli, dan sebagainya. Dengan
demikian database yang ada menjadi semakin jelas.

c. Anda harus melakukan interaksi dengan pelanggan yang menggunakan teknologi


informasi.119
Sebelum kita menentukan target pasar hendaknya kita memetakan dulu pasar yang dituju
atau biasanya disebut dengan segmentasi pasar . Berikut adalah segmentasi pasarnya :

1. Segmentasi Geografis

Adalah pembagian pasar berdasarkan wilayah geografis seperti


lingkungan,kota,provinsi,negara bagian, bahkan negara . Perusahaan dapat menentukan
apakah ingin beroperasi di wilayah-wilayah tertentu saja atau di seluruh wilayah . Emina
dalam hal ini memilih untuk fokus beroperasi di wilayah tertentu saja terutama di kota-

119
Hermawan Kartajaya, Hermawan Kartajaya On Segmentation (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006) Cet.1 Hal.24-25
109

kota besar, karena sampai saat ini belum semua wilayah yang ada di Indonesia
terdapat gerai Emina.

2. Segmentasi Demografis

Adalah pembagian pasar berdasarkan variabel demografis seperti usia,jenis kelamin,


pekerjaan, agama, ras, pendidikan, kelas sosial, generasi, penghasilan , dll. Emina
menjangkau kalangan remaja dan wanita dewasa sekitar umur 15-25 th.

3. Segmentasi Psikografis

Adalah pembagian pasar berdasarkan gaya hidup,kelas sosial, dan kepribadian orang
tersebut. Walaupun orang mempunyai kesamaan variabel demografisnya bisa saja
psikografisnya berbeda. Emina menjangkau semua kalangan karena harganya yang bisa
dibilang lebih murah daripada produk-produk kosmetik lain saingannya.

4. Segmentasi Perilaku

Adalah pembagian pasar berdasarkan perilaku,sikap,pengetahuan yang dimiliki oleh


konsumen , pemakaian, bahkan tanggapan mereka dalam produk tersebut . Pembeli dapat
dibedakan dari kejadian yang sedang terjadi, misalkan ketika mereka benar-benar butuh
barang tersebut mereka akan membelinya. Tetapi, jika mereka tidak sedang
membutuhkannya mereka akan mengabaikannya.

5. Segmentasi Multi-Atribut

Adalah penggabungan beberapa variabel yang ada lalu membuat kelompok-


kelompok kecil sebagai sasarannya . Disini perusahaan tidak lagi memikirkan konsumen
rata-rata atau membatasi populasi sebuah segmen pasar.

Di pasar, pembeli memiliki kebutuhan, keyakinan dan sikap membeli yang


berbeda-beda. Dengan segmentasi pasar, perusahaan dapat membagi pasar menjadi
segmen yang lebih kecil sehingga dapat lebih efektif dengan kebutuhan produk atau
jasa untuk pembeli.
110

1. Segmenting Consumer Markets

Variabel utama dari segmentasi pasar konsumen, yaitu :

- Geographic Segmentation

Segmentasi geografis meliputi bangsa, wilayah, negara, kabupaten, kota, atau


bahkan tetangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk memasarkan produk atau
jasa di dalam satu atau beberapa area geografis, atau memasarkan di semua area
dengan tetap memperhatikan perbedaan geografis dalam kebutuhan dan
keinginan.

- Demographic Segmentation

Kebutuhan konsumen berbeda-beda, oleh karena itu segmentasi demografis


membagi pasar kedalam segmen–segmen berdasarkan umur, siklus hidup, jenis
kelamin, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, etnis, dan generasi. Jika
dalam agama misalnya, ketika lebaran atau Hari Raya Idul Fitri umat muslim
akan bertambah kebutuhan dari hari biasa seperti kebutuhan akan ketupat, opor
ayam, rendang, atau kue-kue khas lebaran seperti nastar.

- Psychographic Segmentation

Segmentasi psikografis membagi pembelinya kedalam segmentasi berbeda seperti


kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik personal. Konsumen atau pembeli
yang cenderung memiliki lebih banyak uang akan tinggi gaya hidup nya dan
akan semakin banyak membeli produk.

- Behavioral Segmentation

Segmen ini membagi pembeli berdasarkan pengetahuan pembeli, tingkah laku,


penggunaan dari barang, atau respon pembeli kepada barang.

2. Segmenting Business Markets


111

Produsen atau perusahaan dapat melakukan segmen berdasarkan pasar konsumen


(consumer markets), Bagian pemasaran juga menggunakan beberapa variabel
tambahan, seperti pendekatan pembelian, faktor situasi, dan karakteristik
personal.

3. Segmenting International Markets

Merupakan bentuk dari segmentasi konsumen yang mempunyai kebutuhan dan


tingkah laku pembelian yang sama bahkan jika mereka berada dalam berbeda
negara.

2. Targeting

Adalah bagaimana kita memilih, mentargetkan, dan menggapai sasaran yang kita
targetkan dalam pasar sasaran120. Langkah penentuan target pasar juga bagaimana kita
memeriksa segmen-segmen yang telah kita pilih apakah segmen tersebut dapat dijangkau
oleh sumber daya yang kita miliki atau tidak121.

Target pasar adalah sekumpulan pembeli yang berbagi kebutuhan yang sama atau
karakteristik dimana perusahaan putuskan layani. Target pasar mengevaluasi setiap
ketertarikan segmen dalam pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki.122
Selanjutnya perusahaan menetapkan jumlah dan tipe pangsa untuk dilayani. Targeting
bukan sesuatu yang mudah. Pasar sasaran terdiri dari sekelompok konsumen dengan
beraneka ciri kebutuhan yang harus dipenuhi.123 Ada beberapa jenis strategi target pasar,
yaitu:

2.1. Undifferentiated marketing

120
Ir. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press Anggota IKAPI, 2011) pertama, Hal.
66

121
Serian Wijatno, Pengantar Entrepreneurship, (Jakarta: PT. Grasindo Anggota IKAPI, 2009), Hal. 176

122 Pieter Gunawan Widjaya, 2017, “Analisis Segmenting, Targeting, Positioning dan Marketing Mix pada PT. Murni Jaya”,
AGORA, Vol. 5, No. 1, Hal 3
123
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 131
112

Dengan menggunakan strategi ini, perusahaan memutuskan untuk mengabaikan


perbedaan segmen pasar dan memenuhi keseluruhan pasar dengan satu tawaran.
Strategi ini lebih difokuskan kepada kebutuhan konsumen pada umumnya daripada
yang lain.

2.2. Differentiated marketing

Perusahaan menggunakan strategi ini untuk menargetkan beberapa segmen pasar dan
mendesain tawaran yang terpisah kepada setiap segmen pasar. Dengan menawarkan
berbagai variasi produk dan pemasaran ke dalam segmen, perusahaan berharap untuk
penjualan yang lebih tinggi dan posisi yang lebih kuat dalam setiap segmen pasar.

2.3. Concentrated marketing

Adalah strategi yang fokus memasarkan produknya pada satu atau beberapa kelompok
pembeli saja, sehingga pemasaran produk hanya ditujukan kepada kelompok pembeli
yang paling berpotensi. Dengan fokus pada kelompok tertentu, perusahaan berusaha
memberikan produk yang terbaik bagi target pasar mereka.

2.4. Micromarketing

Dalam strategi ini perusahaan menghasilkan produk untuk menyesuaikan spesifik


individu dan lokasi tertentu.124

Dalam menentukan target pasar, kita harus mencermati beberapa kriteria berikut.
Terlebih jika kita ingin memilih sasaran untuk target pasar yang terbaik. Hal-hal yang
harus dicermati adalah:

 Responsif

124
Pieter Gunawan Widjaya, 2017, “Analisis Segmenting, Targeting, Positioning dan Marketing Mix pada PT. Murni
Jaya”, AGORA, Vol. 5, No. 1, Hal. 3
113

Produk-produk dan program-program yang kita bangun dan kembangkan harus


menimbulkan sikap responsif dari pasar sasaran. Hal ini dapat dicapai dengan
adanya studi segmentasi yang jelas dan pasar sasaran yang jelas agar seorang
produsen tidak mendapat resiko yang besar dan menanggungnya.

 Potensi Penjualan

Potensi besar suatu penjualan tidak hanya dihitung dari jumlah populasinya tetapi juga
dari daya beli dan keinginan pasar. Potensi dari penjualan kita juga harus besar dan
luas. Jika suatu pasar sasaran semakin besar maka semakin besar pula nilainya.

 Pertumbuhan Yang Memadai

Pasar memiliki proses bertahap dari tumbuh secara perlahan-lahan hingga tumbuh
dengan cepat dan mencapai titik dewasa. Pasar tidak dapat langsung tumbuh secara
cepat pada tahap awal.

 Jangkauan Media

Seorang pemasar dapat mencapai pasar sasaran yang terbaik bila ia dapat memilih media
yang tepat untuk dapat memasarkan produknya dan mengenalkannya pada publik.
Faktor-faktor yang harus kita ketahui dan perhatikan menurut Bradley untuk memilih
pasar sasaran yang nantinya akan kita pilih, yaitu:

1. Sumber Daya Organisasi


Faktor yang pertama adalah sumber daya karena seperti yang kita ketahui bahwa
semakin banyak segmen yang kita ambil maka semakin banyak biaya yang kita
keluarkan. Market niche dapat mungkin terjadi bila kita berada pada pada suatu
organisasi yang kecil yaitu dengan mengarahkan pemasaran produk kita dalam
segmen kecil, unik, dan juga kurang mendapat perhatian pesaing besar.

2. Tipe Produk

Ada dua produk dengan strategi yang berbeda. Pertama adalah differentiated product
atau produk yang terdiferensiasi. Dalam hal ini seorang pemasar dapat melakukan
strategi differentiated atau concentrated marketing yang dapat membuat produknya
berbeda dengan yang lain. Yang kedua adalah low differentiated product yang mana
114

menggunakan strategi undifferentiated marketing karena produk tersebut sukar untuk


dibedakan dengan yang lain.

3. Tahap Dalam Daur Hidup Produk

Tidak hanya pasar tetapi produk juga memiliki tahapan-tahapan. Yang pertama adalah
masa perkenalan pasar yaitu produk masih berseragam atau sama. Kedua adalah masa
pertumbuhan produk. Seorang pemasar dapat melakukan sebuah penjualan yang
produknya beraneka ragam. Ketiga yaitu tahap dewasa. Persaingan telah maksimal
sehingga segmen baru yang belum ada sebelumnya harus diciptakan oleh seorang
pemasar agar dapat diterapkannya pemasaran terkonsentrasi. Yang terakhir adalah
tahap penurunan. Dalam tahap ini kita harus berkonsentrasi pada pemasaran
terkonsentrasi yang kita ciptakan agar mendapat keuntungan lebih. Selain itu kita
juga harus mengurangi investasi dan biaya pemasaran dalam tahap terakhir ini.

4. Strategi Pesaing Dan Strategi Bersaing Organisasi

Strategi yang kita terapkan dapat bersentuhan langsung dan tidak bersentuhan langsung
dengan pesaing. Maksudnya adalah jika kita memilih strategi yang bersentuhan
langsung dengan pesaing maka kita mengambil segmen yang sama dengan pesaing.
Dan jika tidak maka kita memilih segmen yang belum sama sekali diambil oleh para
pesaing. Strategi ini perlu untuk kita perhatikan dalam organisasi yang kita
bangun125.

3. Positioning

Merupakan kegiatan perusahaan dalam membangun citra dan menyusun


penawaran agar mampu bersaing serta diingat oleh konsumen. Fungsi posisioning ada 3,
yaitu menempatkan produk agar diingat oleh konsumen, menempatkan produk diantara
pesaing, menentukan harga dan kualitas produk. Penetapan posisi produk (positioning)
adalah penetapan arti produk di dalam pikiran konsumen menurut ciri atau arti

125
Dadang Munandar, “Analisis Penentuan Segmen, Target, Dan Posisi Pasar HomeCare di Rumah Sakit Al-Islam
Bandung”, Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol. 6, No. 2, Hal. 236-237
115

pentingnya berdasarkan pembandingan dengan produk pesaing.126 Menurut Kotler


(1997) penentuan posisi (positioning) adalah tindakan merancang penawaran dan citra
perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berbeda dalam
benak pelanggan sasarannya.127 Untuk mendapatkan posisi yang baik beberapa produk
melakukan perlawanan terhadap produk saingannya, misalmya: Kacang garuda
menyerang kacang dua kelinci dengan menyatakan kacang garuda rendah kolestrol
karena monen saat itu orang alergi/takut dengan kolestrol, tetapi tidak berhasil karena
dilawan kacang dua kelinci dengan pernyataan apa adanya bahwa kacang memang
mengandung kolestrol.128 Hiebing & Cooper (1997) mendefinisikan positioning sebagai
‘membangun persepsi produk di dalam pasar sasaran relatif terhadap pesaing’. Dengan
demikian, positioning harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan langkah
yang tepat. Dalam menyusun suatu pernyataan positioning, pengelola pemasaran harus
mengetahui bagaimana audiensi membedakan produk bersangkutan terhadap produk
saingan lainnya. Myers (1998) membedakan struktur persaingan ke dalam tiga tingkat,
yaitu sebagai berikut.

3.1. Superioritas

Struktur persaingan yang dialami perusahaan atau produk yang unggul di berbagai
bidang terhadap para pesaingnya. Superioritas adalah keadaan yang sangat idea;,
namun biasanya sangat sulit dicapai.

3.2. Diferensiasi

Perusahaan bertindak lebih rasional yaitu tidak ingin unggul dalam segala hal, tetapi
membatasinya pada satu atau beberapa segi yang superior terhadap pesaing-
pesaingnya.

3.3. Program Paritas

126
Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010, Hal. 131

127 Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar Global”,
Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2, Hal 130

128
RM. Sigid Noerochmad, S.E, M.M, Strategi Pemasaran 1 (Depok: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013),
Cet.1, Hal.16-17
116

Perusahaan dan produknya sama sekali tidak bisa dibedakan. Audien tidak dapat
membedakan mana yang lebih baik antara produk yang dihasilkan perusahaan A
dengan perusahaan lainnya. 129

C. Strategi Penetapan Harga Produk Baru


Harga suatu barang dapat berubah-ubah sesuai dengan siklusnya. Biasanya, pada awal
diluncurkan produk tersebut harganya akan miring, karena untuk meraup konsumen dan
menjadi pendatang baru yang diminati di pasaran . Strategi penetapan produk baru ada 2 :

1. Penetapan Harga Memerah Pasar

Adalah menetapkan harga yang tinggi untuk meraup keuntungan maksimum dari
lapisan demi lapisan segmen yang bersedia membayar harga tinggi ; perusahaan
menghasilkan penjualan yang lebih sedikit tetapi menguntungkan130

2. Penetapan Harga Dengan Penetrasi Pasar

Adalah menetapkan harga rendah bagi produk baru untuk menarik sejumlah besar
pembeli dan pangsa pasar yang besar131

D. Tujuan Penentuan harga


1. Mempertahankan perusahaan

2. Memaksimalkan pendapatan

3. Memaksimalkan penjualan

4. Pengembalian atas investasi

E. Target Pemasaran
Target pasar adalah memilih satu atau beberapa segmen konsumen yang akan menjadi
fokus kegiatan pemasaran dan promosi. Targeting disebut juga dengan selecting karena
audiensi harus diseleksi.132 Pemilihan target pasar tempat perusahaan akan berkompetisi

129
Morissan, M.A., Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Prenadamedia Group, Jakarta,2015, Hal 72-74

130
Philip Kotler Garry Amstrong,Prinsip-prinsip Pemasaran,(Jakarta: Erlangga,2008) 12,4

131 Philip Kotler Garry Amstrong,Prinsip-prinsip Pemasaran,(Jakarta: Erlangga,2008) 12,4


132
Morissan, M.A., Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Prenadamedia Group, Jakarta, 2015. Hal.70
117

merupakan bagian penting dri strategi pemasaran dan memiliki implikasi langsung bagi
kegiatan iklan dan promosi. Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk
mengembangkan rencanarencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan
dan keinginan pembeli, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan,
1991). Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat
diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya
tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Menurut Winardi
133
(1982), penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. Untuk dapat bertahan di
dalam industri perusahaan harus mempunyai kekuatan dan perencanaan yang matang .
Kekuatan yang dimaksud adalah kekuatan dari produk tersebut dan apakah pasar yang dituju
benar benar sesuai dengan produk yang telah dihasilkan . Setelah melakukan pemeetaan pasar
atau segmentasi pasar dan strategi penetapan harga produk baru kita mengetahui siapa saja
target target yang akan dituju:

1. Remaja dan perempuan dewasa ( 15-25th )

Dengan desain yang feminim dan lucu Emina menjangkau kalangan para remaja
yang baru mencoba-coba merawat dirinya atau para perempuan dewasa yang suka
dengan sesuatu yang unik,simpel, tapi tetap murah di kantong.

2. Orang yang tinggal di kota-kota besar atau dekat dengan pusat perbelanjaan

Karena Emina banyak membuka gerainya di banyak pusat perbelanjaan maka tidak
jarang orang-orang yang tinggal di perkotaan memakai produk ini, karena produk
tersebut mudah dijangkau.

3. Anak sekolah, mahasiswa, dan karyawan

Dengan harga yang ramah di kantong jadi semua kalangan bisa membeli produk ini.
Walaupun harga miring tapi tidak meragukan kualitas yang diberikan oleh perusahaan.

4. Beauty Vlogger

Banyak sekali orang yang menjadi beauty vlogger atau beauty influencer saat ini.
Pekerjaan mereka adalah merivew,mencooba setiap ada produk-produk kosmetik baru
dan merekomendasikan kepada para followersnya.

133
Rina Rachmawati, 2011,”Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) terhadap Peningkatan Penjualan (Sebuah Kajian
terhadap Bisnis Restoran),vol 2,no.2
118

BAB VII

KONSEP STRATEGI PEMASARAN

A. MARKETING PUBLIC RELATIONS

Konsep Marketing Public Relations

Marketing public relations merupakan pengembangan dari konsep marketing


sebelumnya, yakni Mega Marketing dan juga merupakan kombinasi dari pelaksanaan
program dan strategi pemasaran dengan kegiatan program kerja public relations. Pada
awalnya, marketing public relations lebih dikenal sebagai publisitas.

Marketing public relations diartikan sebagai rangkaian proses berupa perencanaan,


pelaksanaan, dan pengevaluasian program – program yang dapat memicu pembelian rasa
puas konsumen dengan mengomunikasikan informasi yang tentunya dapat dipercaya serta
melalui impresi positif yang diciptakan dan berhubungan dengan identitas perusahaan atau
produk perusahaan sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian, serta kepentingan untuk
para konsumen.134 Secara singkatnya, marketing public relations adalah upaya bagaimana
kita tetap menjual produk tetapi juga bisa memberikan citra yang positif bagi konsumen.
Marketing public relations juga disebut sebagai kegiatan yang mengombinasikan pelaksanaan
program dan strategi pemasaran dengan program kerja public relations.

Konsep marketing public relations menurut Giannini mendefinisikan bahwa


marketing public relations sebagai praktik media massa tradisional, media elektronik, atau
bahkan individu untuk mendorong agen mereka untuk berkomunikasi secara sukarela
mengenai perusahaan atau produk mereka kepada audiens yang dituju, misalnya untuk
meningkatkan, mempertahankan, atau melindungi penjualan produk atau citra produk
mereka. Tetapi, Haris dan Wallen mengusulkan bahwa marketing public relations mengacu
pada strategi dan taktik yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran dari prosedur
public relations.

Definisi lain yang menjelaskan konsep MPR adalah dari Thomas L. Harris yang
menyatakan bahwa marketing public relations merupakan strategi dan implementasi yang

134Ruslan, Rosady. 2016. Manajemen Publik Relation dan Media Komunikasi Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers. Halaman
245.
119

mengintegrasikan konsep public relations dengan pemasaran untuk mengoptimalkan


pencapaian organisasi untuk mendapatkan hubungan yang baik dengan para stakeholder.135

Konsep marketing public relations secara garis besar digambarkan melalui tiga cara
(Three Ways Strategy), yang terdiri dari:

1) Push Strategy
Push Strategy merupakan strategi promosi yang digunakan oleh pemasar agar brand
atau produk mereka bisa sampai ke konsumen. Contohnya secara umum yakni
penjualan produk secara langsung melalui showroom.
2) Pull Strategy
Pull strategy merupakan usaha membangun loyalitas brand dan membuat konsumen
kembali membeli produk brand tersebut. Cara yang digunakan oleh strategi ini juga
tergolong cukup umum, diantaranya dengan melakukan promosi melalui media iklan.
3) Power Strategy / Pass Strategy
Strategi ini bertujuan untuk membujuk dan mewujudkan opini masyarakat yang
positif. Cara yang digunakan dalam strategi ini salah satunya dengan menggelar event
atau sponsorship.
Faktor - Faktor Marketing Public Relations

Kotler dalam Ruslan (2016) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang
menyebabkan marketing public relations dibutuhkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1) Bertambahnya biaya promosi periklanan yang tak imbang dengan hasil keuntungan
yang didapat dan keterbatasan tempat
2) Kompetisi yang ketat dalam publikasi dan promosi
3) Perubahan selera konsumen yang terjadi secara sangat cepat dalam jangka waktu
singkat
4) Menurunnya minat dan atensi konsumen terhadap iklan yang disebabkan oleh pesan
dalam iklan cenderung berlebihan yang membuat para konsumen tak tertarik untuk
melihat iklan tersebut.

135Perbawasari, S., Sjuchro, D. W., Setianti, Y., Nugraha, A. R., Hafiar, H. Government Marketing Public Relations Strategy
in Preparing Halal Tourism in Priangan Region. 35 (1). 2019. Halaman 97.
120

Tak hanya itu, ada faktor lain yang harus diperhatikan oleh seorang praktisi marketing public
relations dalam memberikan layanan terhadap konsumennya agar terciptanya kepuasan
konsumen. Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1) Menghargai kepentingan dan apa yang dibutuhkan oleh konsumen


2) Mempertahankan sikap dan perilaku saat berkomunikasi dalam hal melayani
konsumen
3) Bersikap bijaksana, bekerja secara professional, cepat, efisien, menguntungkan kedua
belah pihak, serta dapat diandalkan dan dipercaya
4) Menjaga rahasia pribadi milik konsumen
Faktor lain yang juga menunjang tercapainya pelayanan terbaik terhadap konsumen yang
diberikan oleh seorang praktisi marketing public relations. Faktor tersebut diantaranya:

1) Percaya diri
2) Disiplin tinggi
3) Rasa memiliki dan loyalitas
4) Sikap dan penampilan diri
5) Dedikasi
6) Komunikatif
7) Understanding or Knowing the Customer (Memahami atau mengatahui kebutuhan
dan keinginan konsumen)
8) Tangibles
Kelebihan Marketing Public Relations

Marketing public relations dianggap cukup efektif dan efisien dalam mencapai
publisitas tinggi dan menyebarkan informasi atau pesan. Hal ini dapat dilihat melalui
kampanye yang menggunakan iklan memerlukan space media untuk menayangkan iklannya
sehingga cenderung membutuhkan biaya yang lebih banyak, sedangkan kampanye yang
menggunakan marketing public relations tak perlu membeli space media untuk menayangkan
kampanye tersebut.

Dalam beberapa kasus, marketing public relations juga memiliki keuntungan karena
dapat memmengaruhi secara persuasif dan mendidik masyarakat tentang suatu produk atau
layanan atau ide. Banyak perusahaan yang beralih ke marketing public relations karena
melihat kelebihan ini, mendukung promosi perusahaan dan produk serta pembangunan citra
perusahaan atau produk secara langsung.
121

Peranan Marketing Public Relations

Menurut Kotler dalam Ruslan (2016), dalam usaha menggapai tujuan suatu
perusahaan atau organisasi, marketing public relations memiliki beberapa peranan penting,
peranan tersebut adalah sebagai berikut:

1) Mendorong kesadaran konsumennya kepada produk yang sedang diluncurkan


2) Membentuk kepercayaan konsumen terhadap image perusahaan atau manfaat
dari produk perusahaan yang dijual
3) Mendorong antusiasme (sales force) melalui suatu artikel sponsor mengenai
produk perusahaan
4) Memangkas biaya promosi melalui iklan komersial agar lebih efisien
5) Bertanggung jawab dalam meningkatkan pelayanan terhadap konsumen, seperti
upaya dalam menangani keluhan konsumen untuk mewujudkan kepuasan
konsumen
6) Membantu mengkampanyekan perilisan produk - produk baru serta
merencanakan perubahan produk lama
7) Mengomunikasikan aktivitas dan program kerja yang berhubungan dengan
masyarakat seperti kepedulian sosial atau lingkungan hidup secara kontinu
melalui media public relations agar terciptanya citra perusahaan yang positif di
masyarakat
8) Membimbing serta menjaga image perusahaan atau produk perusahaan baik
berupa barang atau jasa dari sisi mutu dan kuantitas
9) Berusaha menghadapi suatu kejadian yang tak diinginkan di masa mendatang
secara proaktif
Selain itu, dalam menghadapi masa pasar bebas yang akan datang, target atau sasaran
marketing public relations harus lebih diarahkan kepada kepentingan konsumen (customer
oriented) untuk mendapatkan kepuasan konsumen (customer satisfaction).

Marketing Public Relations Proaktif

Marketing public relations proaktif merupakan kegiatan mempromosikan suatu


perusahaan atau produk perusahaan dengan tujuan memberi informasi tambahan mengenai
perusahaan atau produk perusahaan tersebur, menaikkan nilai berita, serta menciptakan
122

kredibilitas perusahaan atau produk.136 Manfaat atau keunggulan produk yang dipromosikan
melalui marketing public relations proaktif dibuat oleh media dengan editorial atau penyiar
sehingga kredibilitas pun meningkat. Kefektifan marketing public relations proaktif sangat
ditentukan oleh faktor kredibilitas.

Marketing public relations proaktif juga memiliki peran utama. Peran utama tersebut
yaitu:

1) Memperkenalkan produk di suatu tempat kepada masyarakat publik


2) Memberikan penjelasan informasi tambahan mengenai produk, impresi yang
layak untuk disebarluaskan, serta kredibilitas
3) Kefektifan yang ditentukan oleh faktor kredibilitas
4) Periklanan dan penjualan yang disebarluaskan dapat dipercaya oleh konsumen
5) Sarana utama dari marketing public relations proaktif adalah publisitas
6) Pemasaran sebagai cara untuk meningkatkan ekuitas brand

B. MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)

Jika kita membahas konsep strategi pemasaran, di dalamnya kita juga akan membahas
bauran pemasaran atau yang lebih sering disebut sebagai marketing mix. Marketing mix
dikenalkan oleh Jerome McCarthy dengan konsep 4P (product, price, place, dan promotion).
Konsep ini akan menjadi rujukan jika seseorang/badan/lembaga akan melakukan pemasaran.
Menurut Hermawan Kertajaya (2006:18), marketing mix merupakan cara dalam
menggabungkan tawaran, perlengkapan (logistik), dan komunikasi produk atau jasa. Tidak
hanya membuat penawaran yang menarik, anda juga harus memikirkan taktik paling tepat
untuk mendistribusi dan mempromosikan barang/jasa.137
4P menggambarkan pandangan penjual terhadap perangkat pemasaran yang tersedia
untuk mempengaruhi pembeli. Dari sudut pandang pembeli, setiap perangkat pemasaran

136 Ali, Dini Salmiyah Fithrah. 2017. Marketing Public Relations - Diantara Penjualan dan Pencitraan. Yogyakarta:
Deepublish. Halaman 54.

137
Hermawan Kertajaya, Hermawan Kertajaya on Marketing Mix, Mizan, Bandung, 2006, Hlm. 18
123

dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelanggan (Retno Budi, 2016:15)138. Berikut
pemaparan mengenai konsep 4P dalam pemasaran produk:

1. Strategi Produk (Product)

Produk merupakan elemen terpenting dalam menjalankan suatu pemasaran. Produk adalah
penentu bagi elemen marketing mix lain seperti penentuan harga, promosi, dan kegiatan
distribusi. Pemasar perlu memerhatikan lima tingkatan produk yang membentuk sebuah
hierarki nilai pelanggan.

 Tingkat dasar (manfaat inti/core benefit), merupakan manfaat yang


sesungguhnya benar-benar dirasakan pembeli. Misal: konsumen sabun pembersih
wajah membeli “penghilang kadar minyak pada wajah”, konsumen makanan
ringan membeli “makanan penunda kelaparan”. Di sini produsen harus
menempatkan diri sebagai pemberi manfaat, sehingga harus berupaya membuat
produk yang dapat memenuhi kepuasan pembeli.

 Tingkat kedua (produk dasar/basic product), merupakan tingkat diubahnya


manfaat inti menjadi produk generik. Jadi, sabun pembersih wajah harus
mencakup: tekstur, wangi, dan kualitasnya.

 Tingkat ketiga (produk yang diharapkan/expected product), merupakan


tingkat selanjutnya yang disiapkan pemasar. Adalah set kondisi dan atribut yang
sudah disetujui konsumen dalam membeli produk. Misalnya: ketika konsumen
membeli sabun pembersih wajah menginginkan kemasan baru, wangi parfum
lain, dan lain sebagainya.

 Pada tingkat keempat, produk pelengkap/augmented product disiapkannya


suatu hah yang dapat memenuhi hasrat pembeli yang melampaui harapan.
Contohnya, pemasar sabun pembersih wajah menyediakan jasa pengiriman.

 Tingkat kelima (produk potensial/potential product) mencakup semua


peningkatan yang dilakukan oleh perusahaan terkait. Pada tingkat ini lah
perusahaan mencari cara untuk selalu meningkatkan kepuasan konsumen.
Contohnya ketika konsumen dapat membeli produk yang diingkinkan secara
online.

138
Retno Budi, Bahan Ajar Manajemen Perusahaan, STIE Multi Data Palembang, Palembang, 2016, Hlm. 15
124

Intinya, produk merupakan solusi bagi para konsumen karena produk memenuhi segala
masalah (kebutuhan).

2. Strategi Harga (Price)

Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kalinya, yaitu di saat:

1) Menciptakan atau mengembangkan produk baru;

2) Memperkenalkan produk regulernya untuk pertaama kalinya; dan

3) Mengikuti lelang atas suatu kontrak kerja baru.

Harga mempunyai peranan yang amat penting termasuk dalam hal pertukaran
pemasaran (marketing exchange). Terdapat empat ragam dasar dari biaya konsumen
(consumer cost), yaitu: waktu, uang, aktivitas kognitif dan usaha prilaku. Biaya-biaya
atau pengorbanan yang ditambahkan atau diperbandingkan dengan nilai atau manfaat
produk yang ditawarkan merupakan metode mudah untuk menetapkan arti harga bagi
konsumen3

Di sisi lain, pemasar juga mengeluarkan biaya bisnis seperti promosi, riset
pemasaran, distribusi, dan biaya produksi. Dari biaya yang dikeluarkan ini lah pemasar
menghitung keuntungan yang akan didapat. Harga memiliki dimensi yang dapat diukur
menjadi tiga indikator, antara lain:

1) Kesesuaian harga dengan kualitas produk, maksudnya harga sering dijadikan


sebagai penentu kualitas suatu barang/jasa.

2) Daya saing harga, yaitu ketika konsumen membandingkan harga suatu produk
dengan harga [Link] harga dengan manfaat, maksudnya adalah
konsumen mengharapkan harga sesuai dengan manfaat produk yang dibayarkan.

Suatu harga yang ditetapkan oleh pemasar untuk pasaran tentu memiliki tujuan.
Tujuan tersebut antara lain:
1) Mendapatkan posisi pasar
2) Mencapai kinerja keuangan
3) Penentuan posisi produk
4) Merangsang permintaan
5) Memengaruhi persaingan
125

3. Strategi Distribusi (Place)


Secara umum, pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang
berusaha mempermudah dan memperlancar penyampaian produk dari produsen kepada
konsumen, sehingga penggunaannya sesuai yang diperlukan (harga, jenis, tempat,
jumlah, dan saat dibutuhkan) (Budi Rahayu, 2017:111). Dapat kita simpulkan bahwa
proses distribusi merupakan kegiatan yang dapat:

1) Menciptakan nilai tambah melalui fungsi-fungsi pemasaran yang dapat


merealisasikan kegunaan bentuk, tempat, waktu dan kepemilikan.

2) Memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik dan
non fisik. Maksudnya adalah adanya aliran kegiatan yang diantara lembaga-
lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran.

3
Putri, Budi Rahayu, 2017, Manajemen Pemasaran, Universitas Udayana, Bali, Hlm. 103
Untuk menunjang segala aktivitas penyaluran barang, perusahaan harus bekerja sama
dengan berbagai middleman atau dapat dikatakan sebagai perantara. Yang dimaksud
dengan perantara adalah perusahaan atau individu yang menghubungkan barang dari
produsen hingga ke tangan konsumen, baik konsumen industri maupun konsumen akhir.
Middleman terbagi atas:

a. Agent middleman/broker, merupakan orang yang hanya bertransaksi,


menegosiasi, dan mencari pembeli dengan atas nama produsen.

b. Merchant middleman, merupakan perantara yang melakukan kegiatannya dengan


membeli barang dari produsen kemudian dijual kembali kepada konsumen.
Tujuan dari adanya seorang perantara adalah memanfaatkan hubungan, spesialisasi,
pengalaman, dan skala operasi dalam menyebarluaskan suatu produk agar barang sampai
di pasar sasaran dengan efektif juga efisien.

4. Strategi Promosi (Promotion)


Dalam Sugiono Suguharto menurut Kotler dan Armstrong (2006) promosi merupakan
berbagai kegiatan yang dilakukan antar perusahaan untuk mengomunikasikan manfaat dari
produk dan meyakinkan konsumen sasaran untuk membelinya. Sedangkan bauran promosi
adala paduan spesifik antara iklan, promosi penjualan, penjualan personal, pemasaran
126

langsung dan hubungan masyarakat yang digunakan perusahaan untuk mengomunikasikan


nilai pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan.139
Menurut Kotler dan Armstrong (2006), terdapat lima dimensi promosi untuk
berkomunikasi dengan pembeli yang akan memengaruhi penjualan, antara lain:

1. Advertising/periklanan, sponsor tertentu membayar semua bentuk presentasi non-


pribadi dan promosi ide, jasa, atau barang.

2. Sales promotion/promosi penjualan, terdiri dari waktu jangka pendek untuk


meningkatkan pembelian atau penjualan sebuah produk atau jasa.

3. Personal selling/penjualan personal, adalah presentasi pribadi oleh wiraniaga


perusahaan dengan tujuan melakukan penjualan dan membangun hubungan dengan
pelanggan.

4. Direct marketing/pemasaran langsung, merupakan komunikasi langsung pemasar


dengan konsumen individual yang ditargetkan untuk mendapat respons cepat dan
membangun hubungan yang langgeng dengan konsumen.

5. Public relations/hubungan masyarakat, yaitu membangun hubungan baik dengan


berbagai perusahaan dengan memperoleh publisitas yang diinginkan, membangun
citra baik perusahaan, menghadapi rumor, cerita, dan kejadian tak menyenangkan.

Manfaat promosi berbeda-beda menurut tahap proses kebutuhan membeli, yaitu:

1. Pengenalan kebutuhan (need recognition)

Salah satu tujuan komunikasi khususnya untuk memperkenalkan produk-produk baru,


adalah untuk merangsang munculnya kebutuhan. Pengenalan kebutuhan mungkin juga
penting untuk produk-produk yang sudah ada, khususnya bila pembeli dapat menunda
pembeliannya atau memilih untuk tidak melakukan pembelian (contoh: asuransi jiwa).

2. Mengumpulkan informasi (gathering information)

Promosi dapat memudahkan seorang calon pembeli mendapatkan informasi. Salah satu
tujuan kegiatan promosi produk baru adalah membantu pembeli mempelajari produk
tersebut.

139 “Analisis Pengaruh Product Quality, Price dan Promotion Terhadap Purchase Intention Mobil Toyota Alphard Di
Surabaya”, Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol. 3, No. 1, 2015, Hlm. 3
127

3. Evaluasi Alternatif (evaluation of alternatives)

Promosi membantu para pembeli mengevaluasi produk-produk atau merek-merek


alternative. Baik periklanan maupun penjualan personal cukup efektif dalam
mendemonstrasikan kekuatankekuatan suatu merek dibandingkan dengan merek-
merek produk pesaing, dengan memperlihatkan perbandingan yang baik untuk merek
perusahaan yang memasang iklan tersebut. Hal ini menyebabkan cirri-ciri produk
tertentu dapat digunakan sebagai bahan perbandingan.

4. Kepuasan membeli (decision to purchase)

Penjualan personal seringkali digunakan untuk mendapatkan komitmen membeli barang


konsumen yang tahan lama dan barang industry. Peragaan dalam toko retail
dimaksudkan untuk memengaruhi keputusan pembelian, demikian juga pemberian
sampel dan kupon.

5. Penggunaan produk (product use)

Berkomunikasi dengan para pembeli setelah mereka membeli suatu produk adalah suatu
kegiatan promosi yang penting. Contoh komunikasi purna jual antara lain, kunjungan
kembali wiraniaga, iklan-iklan yang menekankan kemampuan pelayanan perusahaan,
dan dorongan yang diberikan kepada pemakai untuk mencari informasi atau
melaporkan masalah-masalah.

C. DIGITAL MARKETING

Apa itu Digital Marketing


Digital Marketing adalah kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh manusia atau
teknologi modern, oleh karena itu digital marketing biasanya selalu identik dengan
perkembangan teknologi dari zaman ke zaman menuju kemajuan140.
Kata digital berasal dari kata digitus yang merupakan bahasa Yunani yang artinya
sepuluh jari, arti ini umumnya mengacu pada teknologi.
Kata pemasaran menurut KBBI artinya adalah proses atau cara atau perbuatan
memasarkan suatu barang / perihal menyebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat.

140
John Cashman, Big Book of Digital Marketing, (New Jersey : Digital Firefly Marketing, 2014). hlm. 37.
128

Konten Marketing
Konten marketing merupakan suatu proses menciptakan video, artikel, e-book, atau
bentuk lain untuk menampilkan dan memasarkan bisnis atau brand. Buat konten lalu
pasarkan menggunakan media digital, salah satunya website seperti Google.
Konten marketing yang baik adalah konten marketing yang bisa menciptakan Snowball
Effect dari digital marketing yang dilakukan141,

Ketahuilah apa yang Anda Pasarkan


Dalam digital marketing tentunya kita butuh pemahaman yang baik tentang pemasaran,
apa yang anda jual dan siapa target audiens anda. Begitupula konten yang anda sajikan dalam
pemasaran haruslah sesuai dengan apa yang anda pasarkan142.
Kita haruslah membuat konten berhubungan dengan apa yang kita bahas, kita juga harus
memastikan kalau konten yang diberikan berguna dan informatif bagi konsumen.

7p Saja Tidak Cukup


Dalam mengembangkan marketing terdapat strategi-strategi yang harus anda perhatikan,
ada beberapa strategi marketing, tapi kebanyakan orang menggunakan hanya lima atau tujuh
dari beberapa strategi marketing tersebut, diantaranya adalah143:
• Product
• Pricing
• Promotion
• Positioning
• Publicity
• Packaging
• Pass-along
• Permission
Diatas ini adalah daftar yang bisa anda jadikan acuan sebagai tolak ukur apakah anda
sudah melakukan pekerjaan anda dengan benar. Dalam marketing tidak ada jaminan yang

141
Ibid

142
Ibid. hlm. 42.

143
Seth Goding, Purple Cow Transform Your Business by Being Remarkable, (United Kingdom : Portolio, 2003). hlm. 1.
129

menentukan anda berhasil atau tidak, tetapi jika mengikuti formula diatas dengan baik, maka
kecil kemungkinan anda tidak berhasil144.
Menurut buku ini dibahas bahwa 7p diatas tidaklah cukup, dalam buku ini akan
membahas “p” yang baru dalam marketing.

The New “P”


Dan “p” yang baru adalah “Purple Cow”. Makna sebenarnya dari Purple Cow adalah
Remarkable atau luar biasa. Bahkan, jika luar biasa dimulai dari huruf P maka mungkin tidak
akan ada istilah “Purple Cow”. Buku ini adalah tentang apa, kenapa, dan bagaimana dari
“Purple Cow” yang dimaksudkan sebagai Remarkable atau luar biasa dalam marketing145.
Bangkitnya Influencer – Apa Maknanya Terhadap Pemasar
Pemasar di seluruh dunia saaat ini baru mulai sadar bahwa mencapai “likes” dan
“follows” hanyalah menggores sedikit-sedikit dari permukaan media sosial sebagai
pemasaran. Untuk mengubah media sosial menjadi alat yang layak dengan dampak yang
menyeluruh, pemasar haruslah meningkatkan mutu atau kualitas dari konten yang mereka
sajikan bagi konsumen, memanfaatkan komunitas yang relevan dan juga membangun
hubungan dengan influencer146.

Influencer bagi Pemasar


Untuk brand yang berupaya menggunakan media sosial sebagai sarana untuk
meningkatkan penjualan, menerima sebutan, “likes” dan “follows” tidaklah cukup,
perusahaan haruslah mengidentifikasi pihak manakah yang paling berpengaruh dalam subjek
mereka, ikut terlibat lebih dalam dengan target mereka, memelihara dan memperkuat
mereka147.

Memanfaatkan Aset Anda


Digital marketing hadir dalam banyak rupa, sangat banyak sekali bisnis yang tidak
menyadari asset digital yang mereka miliki. Namun juga bukan hanya bisnis yang “audit”

144
Ibid. hlm. 2.

145
Ibid

146
Francesca James, 50 Shades of Digital Marketing, (Kopenhagen : Bookboon, 2013). hlm. 12.

147
Ibid. hlm. 13.
130

untuk asset digital mereka, tetapi juga bisa bergabung sehingga setiap asset mendapatkan
keuntungan dan membantu memanfaatkan, serta aset-aset lain akan memenangkan digital
marketing148.

Mobile Marketing
Masyarakat saat ini semakin suka menggunakan ponsel pintar mereka, perangkat kecil
yang dilengkapi teknologi-teknologi canggih menyebabkan candu bagi penggunanya, tentu
ini adalah peluang besar bagi para pemasar jika dapat memanfaatkan fenomena ini149.

Proses
Mobile marketing yang efektif adalah siklus dari penemuan. Seperti gambar dibawah ini,
sebuah proses memang ada untuk mobile marketing yang efektif150.

Sumber: The Art of Digital Marketing

1. Peluang
148
Ibid. hlm. 16.

149
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 209.

150
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 209.
131

Kehadiran ponsel seluler menjadi peluang besar bagi para pemasar dalam dunia digital, tetapi
tetap banyak tantangan yang ditemukan151.
2. Mengoptimalkan
Pada tahap ini akan membahas tentang naik turunnya situs mobile dan aplikasi, ini akan
mencakup tentang pertimbangan anda mengenai strategi mobile anda. Disini juga akan
mempelajari tentang pengembangan aplikasi dan juga jenis aplikasi yang dapat dibuat di
berbagai platform152.

3. Mengiklankan
Mempelajari banyak cara baru untuk menjangkau pelanggan di perangkat seluler mereka153.
4. Menganalisis
Seperti layaknya iklan pada umumnya, anda harus menggunakan analitik untuk melihat
pencapaian anda. Tahap terakhir adalah bagaimana anda mencakup dari perspektif pemasaran
seluler. Karena salah satu hal hebat dari pemasaran seluler adalah hal itu sangat terukur154.
Digital marketing telah memperkenalkan seperangkat keterampilan baru untuk pemasar
yang tidak selalu berhasil masuk kelas. Sementara hampir 60 persen pengusaha mencari
keterampilan digital marketing155.

D. DIGITAL PUBLIC RELATIONS


Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini
publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian,
menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik,
kepercayaan saling adanya pengertian, dan membangun citra yang baik dari publiknya.

Dalam buku “Building a public relations definition” Menurut Rex F. Harlow, Public
Relations adalah Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen khusus yang membantu
membangun dan menjaga jalur komunikasi, saling pengertian. penerimaan dankerja sama
151
Ibid.

152
Ibid.

153
Ian Dodson, The Art of Digital Marketing, (New Jersey : John Wiley & Sons, Inc., 2016). hlm. 210.

154
Ibid.

155
Zahay, D., Altounian, D., Pollitte, W., & James, J. (2019). Effective Resource Deployment in Digital Marketing
Education. Marketing Education Review, 29(3), 182–192.
132

antara suatu organisasi dan publiknya; melibatkan pengelolaan masalah atau masalah;
membantu manajemen untuk mendapatkan informasi dan responsif terhadap opini publik;
mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan
publik; membantu manajemen mengikuti perkembangan dan secara efektif memanfaatkan
perubahan, berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk membantu mengantisipasi tren;
dan menggunakan penelitian dan komunikasi yang sehat dan etis teknik sebagai alat
utamanya.

Selain itu menurut Frank Jefkis dalam buku nya “Public Relations merupakan semua
bentuk komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar antara suatu organisasi
dengan khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan – tujuan spesifik pada saling pengertian”

Semakin berkembangnya Teknologi pada saat ini hampir seluruh pekerjaan di lakukan
menggunakan internet, mulai dari pengiriman surat, berbicara dengan individu lain maupun
dari satu instansi ke instansi lain dan juga penyebaran informasi juga bisa dilakukan dengan
media internet. Penyebaran informasi ini dilakukan oleh Public Relations atau PR di suatu
instansi. Hal ini disebut dengan digital public relations.

Digital Public relations merupakan suatu konsep baru yang digunakan oleh
manajemen reputasi perusahaan. Praktik Digital PR ini merupakan salah satu bagian dari
kegiatan Hubungan Masyarakat yang di adaptasi dari penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi bagi perusahaam. Tidak satu dua perusahaan yang telah melakukan hal ini tetapi
sudah banyak perusahaan dalam tingkat nasional maupun internasional yang menerapkan
Digital Public Relations ini dalam perusahaannya seperti bank, pemerintahan maupun non
pemerintah dan institusi swasta lain yang memiliki website di halaman web di internet.
Bahkan media pemberitaan seperti koran dan majalah juga memiliki website dan media
sosial. Pentingnya penyebaran informasi digital begitu dirasakan setiap perusahaan atau
pemerintah sehingga kesadaran untuk memenuhi kebutuhan informasi pada media tersebut
perlu diterapkan pengelolaan yang sesuai dalam penerapannya.

Mengingat sifat dinamis dari komunikasi online, mereka yang bertanggung jawab
untuk digital Public Relations perlu mencerminkan sikap yang fleksibel untuk memastikan
setiap masalah yang diidentifikasi oleh pemantauan yang berkelanjutan dapat ditangani
dengan segera tanpa menciptakan situasi krisis.

Dalam penggunaan istilah digital Public Relations sendiri sebenarnya terdapat banyak
istilah lain yang digunakan namun tetap merujuk kepada pemahaman yang sama mengenai
133

Digital Public Relations seperti istilah new media (media baru), cyber Public Relations,
electronic Public Relations (e-PR), online Public Relations, Public Relations 2.0, hubungan
masyarakat online (humas online). Meskipun banyak istilah lain yang digunakan oleh
berbagai praktisi PR, namun terlepas dari hal tersebut penggunaan istilah tersebut memiliki
pemahaman yang serupa yakni pemanfaatan media internet bagi praktisi PR dalam
melaksanakan peran, tugas dan praktik kehumasan perusahaan maupun instansinya.

Bob Julius Onggo memiliki buku judul Cyber Public Relations akan tetapi dalam
kontennya menggunakan istilah e-PR yang didefinisikan “e” sama halnya “e” sebelum mail
dan commerce yang mengacu pada penggunaan media internet yang dimanfaatkan untuk
membangun merek (brand) dan kepercayaan (trust) (Onggo, 2004: 1)

Menurut Bob J. Onggo (2004:1) pengertian inisiatif PR atau Public Relations yang
menggunakan media internet sebagai sarana publikasinya, inisiatif PR ini di Indonesia lebih
dikenal dengan istilah Cyber Public Relations. Namun dalam bukunya menggunakan istilah
yang disingkat menjadi E-PR. Kalau diuraikan secara lebih spesifik E-PR adalah :

a. E adalah electronic. Elektronik di dalam E-PR sama seperti halnya huruf “e”
sebelum kata mail atau commerce yang mengacu pada media 24 elektronik
internet. Berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, elektronik disini diibaratkan
sebagai digital.

b. P adalah public. Publik disini mengacu bukan sekedar publik secara umum,
namun pasar konsumen. Publik juga tidak hanya mengacu pada satu jenis pasar
konsumen, namun pada berbagai pasar atau public audience.

c. R adalah relations. Relasi merupakan hubungan yang harus dipupuk antara pasar
dan bisnis. Itu merupakan kunci pasar agar suatu bisnis berhasil. Menariknya,
melalui media internet hubungan yang sifatnya oneto-one dapat dibangun dalam
waktu yang cepat kerena sifat internet yang interaktif. Hal ini berbeda dengan
publik konvensional, yang dimana praktisi PR harus menjangkau mereka dengan
sifat one-to-many
Menurut Jannet Gifford dalam Jurnal nya menyampaikan dengan ada nya digital PR
ini dengan cepat menjadi salah satu landasan strategi kompetitif dan efektif selain itu dengan
ada nya digital PR ini PR dengan mudah mempromosikan berita mengenai program apapun
yang mereka miliki mengenai perusahaan atau penjualan yang mereka lakukan dan akan
134

menjangkau jutaan orang yang mencari informasi online setiap hari nya dengan cara
mengakses di internet saja.

Mengingat sifat dinamis dari komunikasi online, mereka yang bertanggung jawab
untuk digital Public Relations perlu mencerminkan sikap yang fleksibel untuk memastikan
setiap masalah yang diidentifikasi oleh pemantauan yang berkelanjutan dapat ditangani
dengan segera tanpa menciptakan situasi krisis.

Ada banyak faktor penggunaan dari digital public relations yaitu karena
perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak memungkinkan seorang Praktisi Publik
Relations melakukan penyebaran informasi melakukan cara tradisional hal itu akan
membuang waktu, uang dan tenaga dengan hasil yang tidak seberapa. Dengan penggunaan
alat ini makan akan menghemat waktu, uang dan tenaga selain itu juga bisa menciptakan
metode komunikasi baru yang lebih efektif bagi pelanggan, karyawan, investor, media dan
masyarakat umum. Kreatifitas dan keterampilan Public Relations yang di gabungkan dengan
keahlian dan pemahaman komuter maka akan membangun citra positif dari perusahaan. Hal
ini yang harus diperhatikan oleh praktisi Public Relation yaitu ketika mereka telah
memutuskan untuk menggunakan platform digital sebagai aktifitas kehumasannya seperti
menyebarluaskan informasi mengenai perusahaan dan pengembangan citra perusahaan
maupun brand ia harus konsisten untuk terus memperbaharui timeline di akun digital nya. Di
karenakan ketika seorang praktisi Public Relations tidak memperbaharui timeline di akun
digital yang di gunakan hal ini akan mempengaruhi pengetahuan audience mengenai
perusahaan maupun brand terbaru di perusahaan tersebut.

Dalam pengunggahan timeline di media digital seorang praktisi Public Relations perlu
memiliki konten dan isi yang menarik hal ini akan menimbulkan ketertarikan bagi publik
untuk membaca apa yang telah praktisi publikasi.

Selain ini perlu adanya komunikasi dua arah dengan konsumen untuk menciptakan
engagement sehingga akan lebih mudah untuk membangun kepercayaan maupun pengaruh
persuasif kepada khalayak luas.

Dengan memanfaatkan Digital PR sebagai alat pemasaran, diharapkan proses


sosialisasi mengenai informasi yang di lakukan oleh pihak perusahaan kepada publik bisa
cepat, tepat dan efektif tersosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat di Indonesia maupun
mancanegara.
135

E. Studi Kasus Mengenai Brand Kosmetik Wardah

Wardah merupakan salah satu brand produk kecantikan yang ada di Indonesia. Brand
Wardah diluncurkan oleh perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI).
Yang
membedakan brand produk kecantikan ini dengan brand produk kecantikan lainnya ialah
kampanye yang diluncurkannya, yakni “Halal dari Awal”. Kampanye ini
mengajak
perempuan di Indonesia untuk bangga dan membagikan pengalaman mereka menggunakan
produk kecantikan yang halal di media sosial dengan tagar #HalalDariAwal.
Bahan - bahan yang terkandung dalam produk kecantikan brand Wardah adalah bahan
baku yang halal dan aman bagi kulit untuk digunakan, khususnya bagi
muslimah di
Indonesia. Marketing public relations dalam kampanye “Halal dari Awal” produk Wardah ini
meyakinkan perempuan di Indonesia bahwa produk Wardah halal untuk
digunakan dan
tentunya secara tak sadar memengaruhi perempuan di Indonesia untuk membeli
produk
kecantikan yang halal, yakni produk dari brand Wardah
Wardah merupakan salah satu brand produk kecantikan yang ada di Indonesia. Brand
Wardah diluncurkan oleh perusahaan Paragon Technology and Innovation (PTI).
Yang
membedakan brand produk kecantikan ini dengan brand produk kecantikan lainnya ialah
kampanye yang diluncurkannya, yakni “Halal dari Awal”. Kampanye ini
mengajak
perempuan di Indonesia untuk bangga dan membagikan pengalaman mereka menggunakan
produk kecantikan yang halal di media sosial dengan tagar #HalalDariAwal.
Bahan - bahan yang terkandung dalam produk kecantikan brand Wardah adalah bahan
baku yang halal dan aman bagi kulit untuk digunakan, khususnya bagi
muslimah di
Indonesia. Marketing public relations dalam kampanye “Halal dari Awal” produk Wardah ini
meyakinkan perempuan di Indonesia bahwa produk Wardah halal untuk
digunakan dan
136

tentunya secara tak sadar memengaruhi perempuan di Indonesia untuk membeli


produk
kecantikan yang halal, yakni produk dari brand Wardah
Wardah merupakan salah satu brand produk kecantikan yang ada di Indonesia.
BrandWardah diluncurkan oleh perusahaan Paragon Technology and Innovation
(PTI). Yangmembedakan brand produk kecantikan ini dengan brand produk kecantikan
lainnya ialahkampanye yang diluncurkannya, yakni “Halal dari Awal”.

Kampanye ini mengajakperempuan di Indonesia untuk bangga dan membagikan


pengalaman mereka menggunakanproduk kecantikan yang halal di media sosial dengan tagar
#[Link] - bahan yang terkandung dalam produk kecantikan brand Wardah
adalah bahanbaku yang halal dan aman bagi kulit untuk digunakan, khususnya
bagi muslimah diIndonesia. Marketing public relations dalam kampanye “Halal dari Awal”
produk Wardah inimeyakinkan perempuan di Indonesia bahwa produk Wardah halal
untuk digunakan dantentunya secara tak sadar memengaruhi perempuan di
Indonesia untuk membeli produkkecantikan yang halal, yakni produk dari brand Wardah.

Kali ini penulis akan memaparkan bagaimana produk kosmetik wardah memasarkan
produknya sesuai konsep marketing mix (product, price, place, promotion).
1) Strategi produk
Wardah memiliki banyak sekali varian produk dari mulai make up, skin care, hingga
beauty lounge. Untuk variasi make up
yang dimiliki wardah dapat dikatakan
lengkap dari mulai base make up seperti
BB cushion, two way cake, primer,
foundation, concealer, bedak, blush on,
eyebrow kit, mascara, eye liner, eye
shadow, hingga lipstick dan lip tint
seperti pada gambah di samping ini yang
menampilkan Wardah Instaperfect

S Sumber: [Link]
e
ries. Ada series wardah yang lain seperti
Everyday Series, Lominous Series,
137

Exclusive Series, Eye Xpert, Make UP Kit, dan Lightening Series.

Untuk variasi skin care, wardah juga memiliki banyak series seperti, Nature Daily,
Lightening Series, C-Defense Acnederm Series, White Secret, Renew You, dan series
Perfect Bright yang baru saja rilis beberapa bulan lalu.

2) Strategi Harga

Sumber: [Link]

Sumber: [Link]

Wardah merupakan brand kosmetik lokal yang semakin melejit namanya karena
banyak varian series dengan harga yang bisa dikatakan terjangkau. Namun kembali
lagi kepada series yang akan konsumen beli, ada series yang menjual dengan harga
yang cukup mahal dan ada pula yang terjangkau. Seperi halnya pada produk Wardah
Lightening BB Cream yang dibanderol pada angka Rp20.000,- dan Wardah
Proffesional Kit yang dibaderol Rp800.000,-
3) Strategi distribusi
Sejak diluncurkannya Wardah di Indonesia yang menarik calon konsumen karena
dicap sebagai kosmetik halal, Wardah menjadi incaran kaum wanita.
Pendistribusiannya pun banyak dari mulai hampir seluruh supermarket, minimarket,
toko kosmetik (outlet), hingga banyak pemasar yang menjual produk wardah di
platform online.

4) Strategi promosi
138

Strategi promosi biasanya dilakukan oleh distributor wardah, bukan oleh perusahaan
wardah sendiri. Seperti yang dilakukan Matahari Departement Store yang sering
melakukan promosi dalam penjualan produk Wardah,

PT Paragon Technology & Innovation, produsen kosmetik halal merek Wardah,


mengklaim pihaknya telah memimpin penjualan produk make-up di Indonesia. Promosi
melalui media sosial menjadi salah satu kunci kesuksesan penjualan Wardah, terutama di
kalangan generasi muda.

Dalam hal ini tentunya Wardah menggunakan Digital Marketing dalam pemasaran
produknya, bisa dilihat dari caranya yang melalui media sosial untuk memasarkan dan
memperkenalkan produk-produk dari Wardah tersebut.

Wardah mencari peluang agar dapat memasarkan produk mereka ke khalayak luas
namun tidak mengeluarkan biaya yang berlebih dalam produksinya.

Dengan hal ini Wardah berhasil meningkatkan PTAT (people talking about this) dengan
cara mencari pembahasan-pembahasan melalui media sosial lalu memperbaruinya di Wardah,
dalam hal ini Wardah menggunakan Facebook Fans sebagai sarananya menjalankan Digital
Marketing.

Selain itu wardah juga menggunakan digital public relations sebagai taktik
pemasarannya, seperti website, Instagram, Youtube dan beberapa media yang di gunakan
oleh wardah.
139

Hal ini membuktikan praktisi Public Relations pada wardah memberikan informasi
kepada khalayak luas di berbagai media platform hal ini bertujuan untuk membangun citra
perusahaan maupun produk dari wardah sendiri.

Dengan update timeline yang rutin hal ini akan menimbulkan efek penjualan yang
meningkat tak hanya itu pesan dari perusahaan juga dengan mudah sampai kepada
masyarakat. Tanpa perlu mengeluarkan uang, tenaga dan waktu yang lama pesan pun sampai
kepada masyarakat luas.
140

BAB VIII

AGILE WORK

A. Mengenal Agile

Agile adalah sebuah metode yang bisa membantu kerja tim agar lebih efektif dan
efisian juga membuat pekerjaan lebih baik lagi. Metode dan metodologi ini membahas semua
yang ada pada bidang rekayasa perangkat lunak tradisional, termasuk manajemen proyek,
desain dan arsitektur perangkat lunak, dan peningkatan proses. Masing-masing metode dan
metodologi tersebut terdiri dari praktik yang disederhanakan dan dioptimalkan untuk
membuatnya semudah mungkin untuk dimengerti dan dilakukan.156

Agile juga merupakan salah satu teknik didalam mencapai suatu tujuan di bisnis
online, dengan menggunakan konfigurasi dan arsitektur Agile diharapkan suatu usaha yang
bergerak di bisnis online dapat memperluas cara pandang mereka agar usahanya dapat
berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan157

'Agile' adalah istilah kolektif untuk metodologi (dan praktik) yang telah muncul
selama dua dekade terakhir untuk meningkatkan relevansi, kualitas, fleksibilitas, dan nilai
bisnis dari solusi perangkat lunak158 Pendekatan manajemen adaptif ini secara khusus
dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang secara historis mengganggu pengembangan
perangkat lunak dan kegiatan pemberian layanan di industri TI, termasuk kelebihan anggaran,
tenggat waktu yang terlewat, hasil berkualitas rendah, dan pengguna yang tidak puas.

Agile sendiri merupakan pola pikir, dimana pola pikir yang tepat akan membawa
perubahan yang besar dari segi keefektifan kerja tim. Pola pikir ini membantu orang-orang di
tim berbagi informasi satu sama lain, sehingga mereka dapat membuat keputusan proyek
yang penting bersama — alih-alih memiliki manajer yang membuat semua keputusan itu
sendirian. Pola pikir agile adalah tentang membuka perencanaan, desain, dan perbaikan
proses untuk seluruh tim. Tim agile menggunakan praktik dengan cara di mana setiap orang

156
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 5

157
Wulan,[Link] Konfigurasi Model Analisis Arsitektur Agile pada perusahaan Bisnis IT [Link] 1

158
Cooke,Lynn [Link] power of the agile business analyst second edition,IT Governance Publishing
141

berbagi informasi yang sama, dan setiap orang di tim memiliki suara dalam bagaimana
praktik itu diterapkan.159

Mayoritas perusahaan yang membangun perangkat lunak telah bereksperimen dengan


gesit, dan sementara banyak dari mereka telah menemukan kesuksesan, beberapa tim
mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Mereka telah mencapai beberapa peningkatan
dalam cara mereka menjalankan proyek mereka — cukup untuk membuat upaya untuk
mengadopsi gesit sepadan dengan itu — tetapi mereka belum melihat perubahan besar yang
menurut mereka gesit dijanjikan kepada mereka. Inilah yang dimaksud dengan perubahan
pola pikir itu; "Menjadi gesit" berarti membantu tim menemukan pola pikir yang efektif.160

Berbagai cara digunakan oleh perusahaan untuk dapat mengambil setelah keadaan
waktu ekspresi. Saat ini, perusahaan sirkuler telah datang ke perdagangan online, telah
terlihat dari banyak situs web yang digunakan oleh klien perdagangan online dengan
kerangka kerja angsuran dan pengaturan alat angkut mereka. Dimulai dari COD (Cash
Arrange Conveyance), tukar atau dengan memanfaatkan web yang mengelola akun. Semakin
banyak tamu mengunjungi lokasi perdagangan online, semakin favorit lokasi yang dipilih
oleh mereka. Setup dan Engineering Spry menyediakan administrasi yang dapat diandalkan
dan beradaptasi yang sangat vital bagi perusahaan besar untuk dapat bertahan lebih lama
melalui kompetisi dan untuk mendapatkan manfaat yang berkualitas. Untuk pelajaran tinggi
atau perusahaan tingkat tinggi, kemajuan tangkas dapat digambarkan dengan strategi
kemajuan yang berpusat pada orang dan program intuitif dan kolaborasi pembeli. Mereka
menghargai perubahan yang tidak terhindarkan memang kemajuan program yang sangat
berharga itu adalah peningkatan ketangkasan teknik yang dapat dikoordinasikan dan
dipelihara.

Dalam periode globalisasi saat ini, bagian dari inovasi data telah bergerak dari yang
semula hanya digunakan sebagai instrumen untuk mendukung operasi perusahaan, menjadi
katalisator untuk perubahan fundamental dalam struktur, operasi dan administrasi
perusahaan. Ini bisa karena kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya,
membuat pilihan kemajuan, memajukan koneksi klien, dan membuat aplikasi teknik modern

159
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 5

160
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Hal. 6
142

(Turban et al, 2005).(2) Mengelola industri akun adalah salah satu industri yang telah
membuat inovasi data sebagai fasilitator utama dari latihan perdagangannya. Inovasi data
kembali telah mengubah model perdagangan perbankan dalam rangka mengelola akun yang
jauh lebih mahir dan memiliki administrasi yang jauh lebih cepat, terbuka secara efektif, yang
dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dalam perluasan, dengan mendukung inovasi
informasi, menyimpan uang juga dapat menciptakan berbagai jenis barang dan administrasi,
seperti internet menyimpan uang, menyimpan uang serbaguna, dan lainnya.161

Dalam pengembangan sistem informasi metode pengembangan sistem yang dapat


digunakan bermacam-macam seperti Sekuensial Linier (Waterfall) Model, Incremental
Model, RAD Model, JAD Model, Prototyping Model, Component Based Model dan Agile
Model. Dari model tersebut Agile ialah salah satu model terbaru serta memiliki langkah yang
berbeda dengan metode pengembangan software lainnya. Perbedaannya itu seperti cara kerja
sert alangkah-langkah dari metode agile. Metode agile ini juga memiliki fitur-fitur saat
melakukan pengembangan software, yaitu :162

1. Iterasi yang cepat dan pengiriman software yang befungsi secara regular memastikan
kepuasan pelanggan.

2. Perubahan yang telat dapat ditangani dengan mudah dan juga diterima secara terbuka.

3. Perkembangan dinilai berdasarkan implementasi software

4. Komunikasi pelanggan dan pengguna ditekankan secara bertatap muka.

5. Setiap pertemuan dengan anggota tim dilakukan secara bertatap muka.

6. Setiap anggota tim pengembang adalah orang yang berkomitmen dan bermotivasi
tinggi serta kompeten dan dapat dipercaya.
Pendekatan dengan agile software menjadi semakin populer beberapa tahun belakangan
ini. Agile ini telah mengembangkan praktek dengan maksud untuk memberikan software

161
Mahendra,Irfan [Link] Development Methods Dalam Pengembangan Sistem Informasi Pengajuan Kredit
Berbasis [Link] Teknologi dan [Link] [Link] 13

162
Ependi, Usman, “Pengembangan E-Trace Alumni dengan Menggunakan Pendekatan Metode Agile”, No.1979-2328,
Hal. D237.
143

yang lebih cepat dan untuk meyakinkan jika software sudah bertemu dengan perubahan
kebutuhan pelanggan. 163

Pengembangan Agile software membutuhkan inovasi dan responsif, berdasarkan pada hasil
dan berbagi pengetahuan dalam tim pengembangan dan dengan pelanggan. Pengembang
agile software memanfaatkan kekuatan pelanggan, pengguna, dan pengembang, menemukan
proses yang cukup untuk menyeimbangkan kualitas dan kelincahan.164

B. Metode Agile

Metode Agile muncul pertama kali di pertengahan tahun 1990 sebagai bagian dari
reaksi “heavyweight methods” ( bisa juga disebut plan – driven methodologies) seperti
model air terjun. Proses heavyweight dipandang lambat dan tidak konsisten dengan
kebutuhan bisnis. Awalnya metode agile disebut dengan “lightweight methods” tetapi
kemudian di tahun 2001 anggotanya memutuskan untuk memberi nama ‘Agile Methods’165

Beberapa orang membentuk sebuah organisasi nirlaba yang disebut Aliansi Agile. Organisasi ini
didirikan sebelum tahun 2002 dimana didalamnya termasuk Scrum (1986), Crystal Clear,
Extreme Programming, Pengembangan Software Adaptive, Feature-Driven Development,
dan DSDM. XP diciptakan pada tahun 1996 oleh Kent Beck sebagai cara untuk
menyelamatkan proyek Chrysler Comprehensive Compensation (C3) .Tujuan dari proyek ini
adalah untuk menggantikan beberapa aplikasi penggajian Chrysler Corporation dengan
sistem tunggal.166
Ada beberapa metode yang dapat diklasifikasikan sebagai pengembangan dari agile
software ini adalah :167

• Pengembangan Perangkat Lunak Adaptif,

163
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 69.

164
Larman Craig, Agile and Iterative Development: A Manager's Guide, Addison-Wesley Professional, 2003.

165 Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In Open source Development”,
(New York : Information Science Reference, 2009) Hal. 4

166
Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In Open source Development”,
(New York : Information Science Reference, 2009) Hal. 4

167
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 69.
144

• Pemodelan Agile,

• Kristal,

• Metodologi Pengembangan Sistem Dinamis,

• Pengembangan Berbasis Fitur,

• SCRUM dan

• Pemrograman Ekstrim (XP)


Merujuk pada kamus Addison-Wesley Longman, istilah “Agile” berarti dapat
bergerak dengan cepat dan mudah. Dengan demikian, "Agility" untuk pengembangan
organisasi software, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan bereaksi dengan cepat dan
efektif serta tepat terhadap perubahan di lingkungannya dan terhadap tuntutan yang
diberlakukan oleh lingkungan ini. 168

Saat musim gugur di tahun 1999, Extreme Programming, merangkul Change1


menerbitkan dan tren baru pun menemukan katalitasnya. Diawal 2001, berbagai innovator
yang membuat metodologi agile berbeda mengadakan retret dan menulis “Agile Manifesto
for Developments Software”. Mereka mendeklarasikan 12 prinsip dari Agile Software
Development, yaitu :169

1. Kepuasan akan keawalan dan frekuensi pengiriman.

2. Singkatka siklus pengiriman.

3. Software yang berfungsi ialah ukuran utama dalam progress.

4. Membuka perubahan bersyarat walaupun telat dalam proyek.

5. Orang-orang bisnis dan pengembangnya bekerja sama setiap hari pada seluruh
proyek.

6. Membangun proyek disekitar individu yang termotivasi.

7. Menekankan komunikasi tatap muka.

168
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 70.

169
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 70-71.
145

8. Hasil terbaik muncul pada tim yang dapat mengorganisir diri sendiri.

9. Ulangi terus pada teknik dan desain yang baik.

10. Mempromosikan pembangunan berkelanjutan.

11. Kesederhanaan itu penting.

12. Tim merefleksikan dengan teratur dimana dan bagaimana cara meningkatkannya.
C. MOTIVASI

Metodologi pengembangan agile ialah suatu solusi untuk menantang kesulitan serta
kegagalan yang dihadapi oleh kelas tradisional atau kelas berat atau metode yang berorientasi
pada rencana. Dengan karakteristik perkembangan metodologi agile ini, para pengembang
akan mencoba untuk mengembangkan software dengan cepat tanpa kompromi atas
persyaratan dan kualitasnya.170

D. KARAKTERISTIK

Beberapa karakteristik dari metodologi pengembangan agile :171

1. Ringan

Agile metode ini lebih mudah digunakan daripada metode kelas tradisional, karena
mereka memasukkan lebih sedikit instruksi ketika menganalisis, merancang, atau
mengimplementasikan persyaratan software.

2. Adaptif

Metodologi kelas berat untuk estimasi software dan perencanaan proyek akan berfungsi
jikalau syaratnya diidentifikasi dengan jelas dan tidak berubah. Namun di beberapa
banyak proyek, persyaratan itu akan berubah selama masa hidup mereka, oleh karena
itu, pengembang membutuhkan metode yang adaptif . metode agile ini dapat
merespons dengan cepat terhadap perubahan, karena mereka mengganggap
perubahan itu sebagai aturan bukan pengecualian.

170
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 71.

171
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 72-73
146

3. Iteratif/Bertahap

Dalam pengembangan agile, pengembang hanya memerlukan siklus proyek yang


pendek. System yang dapat dieksekusi tidak dibuat di dekat akhir proyek, namun
dibuat di paling awal dan dikirim kepelanggan untuk divalidasi.

4. Koperasi

Pengembangan agile bersifat kooperatif karena pelanggan dan pengembang bekerja


sama secara konstan dengan komunikasi yang erat. Pelanggan diasumsikan hadir di
lokasi pengembangan dan terlibat dalam proses pengembangan.

5. Mudah

Metodenya mudah dipelajari, dan dimodifikasi, dan juga didokumentasikan dengan baik.
Situs web [Link] memberikan pengantar dan dokumentasi yang
sangat baik tentang pengembangan software yang tangkas.

6. Berorientasi pada Manusia

Metodologi agile ini benar-benar memberikan pengembang kekuatan. Mereka membuat


keputusan teknis, membuat estimasi pekerjaan apa yang harus dilakukan, mendaftar
tugas untuk iterasi, dan memilih berapa banyak proses yang harus dimiliki dalam
satu proyek. Jadi, metode agile ini lebih berorientasi pada orang ketimbang
prosesnya.

E. The Power And Perils Of Agile

Kemampuan pendekatan Agile untuk memberikan hasil nyata adalah kekuatan dan
eksposur terbesarnya. Organisasi sering menjadi begitu bersemangat tentang efektivitas
pendekatan Agile sehingga mereka menjadi puas dengan bahaya. Untuk organisasi yang telah
dibakar oleh kekecewaan yang dapat diverifikasi dalam usaha IT mereka, kapasitas untuk
menjalankan program komputer pada premis adat dapat dihidupkan kembali, hampir
menawan. Administrasi dan staf cenderung menganggap Spry sebagai 'obat semua' untuk apa
147

yang telah menyiksa industri program secara nyata. Mereka sering begitu bersemangat oleh
hasil yang tidak salah dari proyek perangkat lunak Keluwesan mereka sehingga mereka tidak
berhenti untuk mempertimbangkan di mana pendekatan ini mungkin hilang.

Jika Anda berpikir untuk menerapkan pendekatan yang gesit, mungkin Anda pernah
mengalami masalah ini atau yang serupa:

[Link] mendapatkan sebagian besar jalan melalui proyek Anda dan bam - persyaratan utama
berubah.

[Link] mulai dengan kesepakatan tentang arsitektur atau desain tingkat tinggi, tetapi
kemudian menyadari bahwa perjanjian tidak cukup untuk masalah yang dihadapi sekarang.

[Link] tidak dapat merilis apa pun pada tanggal rilis yang diinginkan, atau bahkan berminggu-
minggu kemudian. Semuanya dilakukan sebagian dan tidak ada yang dilakukan
sepenuhnya.172

Pendekatan sigap dapat membantu Anda menyelesaikan masalah ini dan banyak lagi.
Tapi pendekatan tangkas seperti apa yang harus Anda manfaatkan? Beberapa orang
bersumpah dengan tegas, sering kali dalam bentuk Scrum. Beberapa orang bersumpah
dengan kanban. Yang lain mengatakan, "Agile tidak bekerja. Tidak pernah melakukannya.
Tidak akan pernah."

Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai,
tetapi secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet
spot," yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil colocated yang bekerja pada sedikit, tidak
kritis, bidang hijau, usaha program in-house. dengan desain yang stabil dan aturan
administrasi dasar173 Pemanfaatan sigap pada usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif
mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru di mana arah yang jelas tidak dapat diakses.
Ada bentrokan antara standar agile dan kemajuan program komputer konvensional dalam
172
Rothman,[Link] your successful agile project,pragmatic bookshelf

173
Petit,Yvan dan Bryan [Link] Approaches on large project in Large Organization, Project Management
Institute
148

organisasi birokrasi yang ekspansif. Organisasi sedang menguji, seperti yang ditunjukkan
oleh ketidakkekalan yang luar biasa dari reaksi terhadap sebagian besar pertanyaan umum
yang disajikan dalam renungan ini. Secara normal, organisasi ekspansif telah menggunakan
sigap pada usaha ekspansif selama tiga tahun yang lama. Dengan perpanjangan panjang
normal satu setengah waktu yang lama, sejumlah besar organisasi telah selesai karena hanya
ada sedikit usaha sigap yang ekspansif.

Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai,
tetapi secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet
spot," yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil colocated yang bekerja pada sedikit, tidak
kritis, bidang hijau, usaha program in-house. dengan desain yang stabil dan aturan
administrasi dasar. Pemanfaatan sigap pada usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif
mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru di mana arah yang jelas tidak dapat diakses.
Ada bentrokan antara standar agile dan kemajuan program komputer konvensional dalam
organisasi birokrasi yang ekspansif. Organisasi sedang menguji, seperti yang ditunjukkan
oleh ketidakkekalan yang luar biasa dari reaksi terhadap sebagian besar pertanyaan umum
yang disajikan dalam renungan ini. Secara normal, organisasi ekspansif telah menggunakan
sigap pada usaha ekspansif selama tiga tahun yang lama. Dengan perpanjangan panjang
normal satu setengah waktu yang lama, sejumlah besar organisasi telah selesai karena hanya
ada sedikit usaha sigap yang ekspansif.

Strategi yang cerdik telah mengambil peningkatan program komputer oleh badai, tetapi
secara fundamental terhubung ke usaha dalam apa yang disebut sebagai "agile sweet spot,"
yang terdiri dari kelompok-kelompok kecil yang , tidak kritis, bidang hijau, usaha program
in-house. dengan desain yang stabil dan aturan administrasi dasar. Pemanfaatan sigap pada
usaha ekspansif dalam organisasi ekspansif mungkin merupakan keajaiban yang relatif baru
di mana arah yang jelas tidak dapat diakses. Ada bentrokan antara standar sigap

Pendekatan tangkas semakin banyak digunakan pada proyek perangkat lunak besar di
organisasi besar. Penggunaan lincah dalam konteks ini membutuhkan adaptasi yang
signifikan di tingkat proyek dan organisasi. Ada kontradiksi mendasar antara organisasi
birokrasi besar dengan metode pengembangan perangkat lunak tradisional yang mapan dan
prinsip dan praktik lincah. Penyelesaian kontradiksi ini sedang berlangsung, tetapi belum
149

lengkap. Beberapa aspek bentuk yang akan diambil di masa depan sudah cukup jelas, tetapi
yang lain hanya akan menjadi jelas ketika proses evolusi berlangsung subjek yang akan
memerlukan penelitian lebih lanjut dengan adopsi dan adaptasi yang berkelanjutan.

F. Manfaat Utama dalam Pengembangan Metodologi Agile :

Dibandingkan dengan tradisional software, agile software ini lebih sedikit


mengorientasikan dokumen dan lebih ke orientasi kode. Namun itu bukanlah kunci
karakteristiknya melainkan sebuah refleksi dari dua perbedaan yang sangat dalam dari dua
gaya yang berbeda. Dalam sesi ini, akan dijelaskan manfaat utama dari agile software yang
tidak diperoleh di tradisional software :174

1. Lebih mudah dirancang dan dimonitor

Agile software menekankan kolaborasi yang erat antara pelanggan dan pengembang.
Praktik yang digunakan ini sangat memudahkan pengembang untuk merencanakan
dan memantau proyek. Selain itu, metode agile ini biasanya merekomendasikan
iterasi dan menyajikan versi baru dari perangkat lunak satu minggu hingga tiga
bulan.

2. Memberikan umpan balik yang lebih awal

Karena komunikasi yang erat antara pengembang dan pelanggan, metode agile ini sangat
baik dalam menyediakan komunikasi diantara mereka. Sifatnya yang sering
memberikan software yang berfungsi, pengembang bisa mendapat umpan balik dari
awal pelanggan.

3. Memberikan nilai awal bagi pelanggan

Lagi, karena pelanggan terlibat di semua proses pengembangan software, hal itu bisa
meningkatkan kepuasan pelanggan terutama jika pelanggan benar-benar memahami

174
Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its Relevance to Software Engineering”,
Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007, Hal. 74-75
150

kebutuhan mereka dan bersedia untuk terlibat.

4. Memungkinkan proses yang kreatif

Metode agile lebih berorientasi pada orang daripada proses. Mereka mengandalkan
keahlian, kompetensi, dan kolaborasi langsung orang daripada pada proses yang
ketat dan berpusat pada dokumen untuk menghasilkan software yang berkualitas
tinggi.

5. Responsif terhadap perubahan

Dengan metode tradisional sebagian besar software direncanakan secara rinci untuk
janga waktu yang lebih lama, hal ini dapat berjalan dengan baik apabila tidak banyak
domain yang berubah dan software yang dipahami dengan baik oleh si pengembang.
G. Manifesto Agile

Agile Manifesto mendasari pengembangan dan pengiriman kerangka kerja Agile.


Manifesto untuk pengembangan perangkat lunak agile menunjukkan bahwa itu hanya berlaku
untuk pengembangan perangkat lunak, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dijelaskan dalam
Manifesto dapat dengan mudah diterapkan pada pengembangan berbagai jenis produk.
Manifesto menggambarkan 4 nilai dan 12 prinsip pendukung. Nilai-nilai yang ditetapkan
dalam Agile Manifesto adalah dengan menemukan cara yang lebih baik untuk
mengembangkan perangkat lunak dengan melakukannya dan membantu orang lain
melakukannya. Melalui;175

 Menghargai Individu dan interaksi atas proses dan alat.

 Bekerja dengan perangkat lunak melalui dokumentasi yang komprehensif.

 Kolaborasi pelanggan atas negosiasi kontrak.

 Menanggapi perubahan setelah mengikuti rencana.


H. Agile Values

175 Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (BCS Learning and Development Limited,
2015)
151

Sebagai sebuah gerakan, agile merupakan gerakan yang berbeda dari gerakan yang
lain karena agile dimulai dengan gagasan, nilai, dan prinsip yang diwujudkan dengan pola
pikir. Melalui ide-ide ini seseorang dapat mulai menjadi lebih gesit sebagai seorang praktisi,
dan lebih berharga sebagai anggota tim. Gerakan agile merevolusi dunia pengembangan
perangkat lunak. Tim yang menggunakan agile secara konsisten melaporkan peningkatan
dalam kemampuan mereka untuk membangun perangkat lunak yang hebat. Tim yang berhasil
mengadopsi agile membuat perangkat lunak yang lebih baik dengan kualitas yang lebih tinggi
dalam waktu cepat.176

Di tahun pertama, orang-orang yang menggunakan agile berjuang untuk meyakinkan


perusahaan dan rekan tim mereka bahwa itu berhasil, dan bahwa itu layak dilakukan. Secara
tradisional, perusahaan telah menggunakan proses waterfall untuk menjalankan proyek
perangkat lunak mereka, di mana tim mendefinisikan persyaratan di muka, merencanakan
proyek secara keseluruhan, merancang perangkat lunak, dan kemudian membangun kode dan
menguji produk. Banyak perangkat lunak hebat, tetapi juga banyak perangkat lunak buruk
yang diciptakan dengan proses waterfall. Seiring berjalannya waktu, berbagai tim di
perusahaan yang berbeda terus mengalami masalah yang sama. Kemudian beberapa orang
mulai curiga bahwa sumber utama kegagalan proyek mungkin adalah proses waterfall itu
sendiri.177

Agile dimulai ketika sekelompok kecil orang yang inovatif berkumpul untuk mencoba
menemukan cara berpikir yang berbeda tentang masalah ini. Hal pertama yang mereka
lakukan adalah menghasilkan seperangkat nilai-nilai inti yang umum bagi tim-tim sukses dan
proyek-proyek mereka, yang mereka sebut Manifesto untuk Pengembangan Perangkat Lunak
Agile:

 Individu dan interaksi atas proses dan alat Perangkat lunak

 Bekerja dengan dokumentasi yang komprehensif

 Kolaborasi pelanggan melalui negosiasi kontrak

176
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)

177
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)
152

 Menanggapi perubahan setelah mengikuti rencana.178


I. Prinsip Agile

Tidak ada cara mudah untuk menghasilkan perangkat lunak sempurna setiap saat. Tim agile
mengetahui ini. Mereka memiliki gagasan dan aturan dasar yang membantu memandu tim
untuk membuat pilihan yang tepat dan menghindari masalah atau menangani masalah
tersebut ketika hal itu tak terelakkan terjadi. Melihat empat nilai dalam Agile Manifesto.
Selain nilai-nilai itu, ada 12 prinsip yang harus digunakan oleh setiap praktisi yang gesit
ketika bekerja pada tim proyek perangkat lunak.179
12 Prinsip Perangkat Lunak Agile180

o Prioritas tertinggi adalah untuk memuaskan pelanggan melalui pengiriman awal dan
terus menerus perangkat lunak berharga.

o Selamat datang perubahan persyaratan, bahkan terlambat dalam pengembangan.


Proses tangkas memanfaatkan perubahan untuk keunggulan kompetitif pelanggan.

o Sering-seringlah mengirimkan perangkat lunak yang berfungsi, mulai dari beberapa


minggu hingga beberapa bulan, dengan preferensi ke skala waktu yang lebih pendek.

o Metode yang paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi kepada dan di
dalam tim pengembangan adalah percakapan tatap muka.

o Pengusaha dan pengembang harus bekerja bersama setiap hari di seluruh proyek.

o Bangun proyek di sekitar individu yang termotivasi. Beri mereka lingkungan dan
dukungan yang mereka butuhkan, dan percayai mereka untuk menyelesaikan
pekerjaan.

o Perangkat lunak yang berfungsi adalah ukuran utama dari kemajuan.

o Proses lincah mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Sponsor, pengembang,


dan pengguna harus dapat mempertahankan kecepatan konstan tanpa batas.

o Perhatian terus menerus terhadap keunggulan teknis dan desain yang baik

178
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)

179
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015)

180
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
3
153

meningkatkan kelincahan.

o Kesederhanaan seni memaksimalkan jumlah pekerjaan yang tidak dilakukan —


adalah penting.

o Arsitektur, persyaratan, dan desain terbaik muncul dari tim yang mengatur diri
sendiri.181

o Secara berkala, tim merenungkan bagaimana menjadi lebih efektif, kemudian


menyesuaikan dan menyesuaikan perilakunya sesuai dengan hal tersebut
J. Agile dan Bisnis

o The Economic Case for Agile

Agile berfokus pada memberikan nilai kepada bisnis dalam jangka pendek,
dengan demikian memungkinkan bisnis untuk mencapai pengembalian investasi
dengan cepat. Semakin tangkas sebuah bisnis, semakin mudah bagi bisnis untuk
mengubah arah dan memahami implikasi melakukannya atas dasar saat dan ketika
dibutuhkan. Kemampuan ini sangat penting dalam pasar yang berkembang pesat saat
ini dengan peluang yang semakin berkurang, dan dalam bisnis di mana TI merupakan
enabler dan pembeda utama.182

Ada banyak cara untuk mengukur ekonomi pengiriman. Salah satu yang
paling efektif yang digunakan secara teratur dalam pengiriman Agile adalah
pemodelan ekonomi aliran produk. Pendekatan ini merekomendasikan bahwa banyak
variabel ekonomi yang harus dipertimbangkan ketika memutuskan urutan
pengiriman. Namun, jika hanya satu hal yang akan diukur, itu harus biaya
keterlambatan (biaya untuk bisnis yang tidak mengimplementasikan fitur pada suatu
titik di waktu - misalnya, kehilangan keunggulan kompetitif).183

181
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
3

182
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, ((Chennai, India :BCS Learning and
Development Limited, 2015) Agile and The Business

183
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, ((Chennai, India :BCS Learning and
Development Limited, 2015) Agile and The Business
154

o Agile dan Budaya Bisnis

Memahami budaya dominan suatu bisnis adalah latihan mendasar sebelum


memulai setiap transformasi Agile, hanya karena budaya dominan yang ada dapat
menghadirkan hambatan serius untuk menerapkan pendekatan Agile. Model Model
budaya ’dapat membantu memvisualisasikan dan menentukan budaya bisnis dan
memahami bagaimana hal itu dapat menghambat atau membantu implementasi
pendekatan Agile.184
K. Kenapa Rencana Agile Bekerja

o Sering Terjadi Perencanaan Ulang

Salah satu cara di mana estimasi dan perencanaan agile mendukung eksplorasi
yang efisien dari ruang solusi pengembangan produk baru adalah melalui perencanaan
ulang yang sering. Yaitu pada awal setiap iterasi baru, rencana untuk iterasi itu dibuat.
Rencana rilis diperbarui baik setelah setiap literasi atau, paling buruk, setelah setiap
beberapa literasi.185 Acknowledging the impossibility of
creating a perfect plan goes a long way toward reducing the anxiety that accompanies
such a goal (Githens 1998). Bahwa sebuah rencana dapat direvisi pada awal literasi
untuk menggeser fokus tim dari membuat rencana yang sempurna (tujuan yang
mustahil) menjadi membuat rencana yang berguna saat ini. Agar rencana menjadi
berguna, itu harus akurat, tetapi rencana awal tidak tepat186.
Salah satu alasan merencanakan ulang adalah untuk menghapus
ketidaktepatan itu secara progresif. Artinya, sebuah rencana awal mungkin
mengatakan bahwa sebuah proyek akan menghasilkan 300 hingga 400 poin cerita
pada kuartal ketiga. Rencana itu nantinya mungkin ternyata akurat (305 poin
disampaikan pada bulan Agustus), tetapi rencana ini tidak terlalu tepat. Selama tahap
awal proyek, rencana ini sangat mungkin menjadi dasar yang cukup untuk membuat
keputusan. Namun, nantinya, agar tetap berguna, rencana itu akan mendapatkan

184
Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (Chennai, India : BCS Learning and
Development Limited, 2015) Business Culture and Agile

185
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)

186
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
155

ketepatan, dan kita dapat mengatakan bahwa proyek tersebut akan mengantarkan 380
hingga 400 poin cerita pada bulan September187.

o Perkiraan Ukuran dengan Estimasi Terpisah

Estimasi tangkas dan perencanaan berhasil karena estimasi ukuran dan


durasinya dipisahkan. Dimulai dengan memperkirakan ukuran cerita pengguna proyek
dalam poin cerita. Karena poin cerita abstrak dan nosional, mereka adalah perkiraan
ukuran murni. Kami kemudian memperkirakan laju kemajuan, yang kami sebut
kecepatan. Perkiraan ukuran dan kecepatan kami kemudian digabungkan untuk
sampai pada perkiraan durasi. Proses estimasi dan perencanaan kami mendapat
manfaat dari pemisahan estimasi ukuran dan durasi yang jelas dan total ini.188

o Dibuat dengan Tingkatan yang Berbeda

Karena rencana agile mencakup tiga level yang berbeda yaitu the release, the
iteration, and the current day. setiap rencana dapat dibuat dengan tingkat presisi yang
berbeda189

o Rencana Berdasarkan Fitur, Bukan Tugas

Rencana tradisional dalam bentuk bagan Gantt, bagan PERT, atau struktur
rincian kerja berfokus pada tugas-tugas yang diperlukan untuk membuat produk.
Agile plan berfokus pada fitur yang akan dibutuhkan dalam produk. Ini adalah
perbedaan utama, karena memaksa tim untuk berpikir tentang produk pada tingkat
yang tepat. Ketika fitur dikembangkan secara iteratif, ada sedikit kebutuhan untuk
berpikir di muka tentang tugas spesifik yang diperlukan. Pekerjaan iterasi muncul, dan
tim akan memikirkan atau menemukan semua tugas sesuai kebutuhan. Yang lebih
penting adalah tim berpikir tentang fitur yang sedang dikembangkan. Jim Highsmith
(2004) telah menyatakan bahwa “perencanaan lincah adalah perencanaan yang 'lebih
baik' karena menggunakan fitur (cerita, dll.) daripada tugas. Sangat mudah untuk
merencanakan seluruh proyek menggunakan tugas standar tanpa benar-benar

187
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)

188
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” ( United States : Prentice Hall, 2007)

189
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
156

memahami produk yang sedang dibangun. Ketika merencanakan berdasarkan fitur,


tim memiliki pemahaman yang jauh lebih baik tentang produk.190
L. The Agile Coach

Agile Coach adalah seseorang yang membantu tim mengadopsi agile. Dia akan
membantu setiap orang dalam tim mempelajari sikap dan pola pikir baru, dan melewati
hambatan mental, emosional, dan teknis yang mencegah tim mengadopsi metodologi yang
gesit. Agile Coach bekerja dengan setiap orang dalam tim untuk membantunya memahami
tidak hanya “bagaimana” dari praktik baru yang diminta, tetapi juga “mengapa” Seorang
pelatih akan membantu tim mengatasiya. Agile memiliki nilai dan prinsip Agile Manifesto
untuk membantu tim masuk ke pola pikir yang benar, dan setiap metodologi dilengkapi
dengan nilai dan prinsipnya sendiri untuk alasan yang sama. Sebuah tim mendapatkan hasil
terbaik dari adopsi tangkas ketika setiap orang masuk ke pola pikir yang kompatibel dengan
nilai-nilai dan prinsip-prinsip tangkas, dan dengan metodologi spesifik yang mereka
adopsi.191

Tujuan dari agile coach adalah untuk membantu tim mencapai pola pikir yang lebih
baik, lebih gesit. Pelatih yang baik membantu tim memilih metodologi yang paling sesuai
dengan pola pikir mereka saat ini, dan memperkenalkan mereka pada nilai-nilai, prinsip-
prinsip, dan praktik-praktik metodologi dengan cara yang bekerja untuk mereka. Pelatih akan
membantu tim mengadopsi praktik-praktiknya, dan kemudian menggunakan praktik-praktik
itu untuk membantu tim mempelajari dan menginternalisasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip,
untuk perlahan-lahan mengubah sikap mereka, dan untuk masuk ke pola pikir yang benar
sehingga mereka melampaui sekadar menjadi lebih baik — daripada hasil -tidak-
melakukannya-itu.192
Konsep agile work dikembangkan karena pada awalnya metodologi tradisional
terdapat banyak hal yang membuat proses pengembangan tidak dapat berhasil dengan baik
sesuai tuntutan pengguna.. (Sumber : jurnal pengembangan e trance alumni dengan
mengunakan pendekatan metode agile. Issn : 1979-2328)

190
Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)

191
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
10

192
Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North : O’Reilly Media, 2015) Chapter
10
157

Dalam Pengembangan sistem informasi, menurut penelitian Rand,C., Eckfeldt.


(2004), mengedepankan peningkatan nilai bisnis yang sesuai dengan perencanaan strategi itu
sendiri yang diharapkan adalah bagaimana cara menurunkan waste sebesar 15%. Dan dalam
menjalankan proyek ini mereka menggunakan metode agile development. (hoga saragih,
teddy sutanto, "pengembangan sistem informasi dengan agile development yang searah
dengan rancangan strategis it/is pada perusahaan", vol 3, no 1, tahun 2013, hal 52)

Dalam melakukan pemsejajaran strategi bisnis dengan kebutuhan solusi untuk SI/TI,
maka agile development adalah solusi yang harus ditempuh sebab peningkatan value
terhadap bisnis tersebut dapay dilihat dan dirasakan oleh pihak manajemen maupun
pengguna, menurut penelitian Rand,C., Eckfeldt pada tahun 2004. (hoga saragih, teddy
sutanto, "pengembangan sistem informasi dengan agile development yang searah dengan
rancangan strategis it/is pada perusahaan", vol 3, no 1, tahun 2013, hal 54)

Dalam industri restoran sangat memungkinkan menggunakan penerapan agile


development dikarenakan tingkat adaptasi pengguna sangatlah kurang sedangkan brand
image organisasi sangatlah penting bagi organisasi di industri ini. Maka pada saat
implementasi rencana strategis SI/TI harus dapat dipastikan tidak ada bugs, error,maupun
kendala teknis lainnya yang dapat mengganggu kegiatan operasional di restoran , maupun
kecepatan layanan kepada pelanggan. (hoga saragih, teddy sutanto, "pengembangan sistem
informasi dengan agile development yang searah dengan rancangan strategis it/is pada
perusahaan", vol 3, no 1, tahun 2013, hal 59)

Agile adalah cara berpikir evolusioner dan revolusioner untuk perusahaan. Praktik
lincah mendorong kolaborasi tim, pengiriman tambahan, dan perencanaan dan pembelajaran
berkelanjutan dalam organisasi. (Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north :
o'railly media, 2019) hal 3)

Agile menganggap bahwa klien tidak dapat mengetahui apa yang mereka inginkan
secara rinci sampai mereka melihat prototipe. Agilis menganggap bahwa ketika Anda beralih
ke solusi lengkap, rilis kecil pada suatu waktu, pemangku kepentingan akan memandu Anda
ke produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Setiap iterasi menghasilkan
produk atau prototipe yang berfungsi, dan respons terhadap produk tersebut berfungsi sebagai
umpan balik penting ke dalam iterasi berikutnya. (Rick fredman, "what is agile", (gravenstein
highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
158

Banyak perusahaan yang mempertimbangkan pindah ke Agile khawatir tentang


artefak dan praktik yang sudah biasa mereka terbiasa dengan Waterfall. Di mana rencana
proyek saya? Bagaimana cara melacak dan mengukur kemajuan? Salah satu mitos tentang
Agile adalah bahwa ia adalah praktik yang tidak disiplin, “berbaikan sambil jalan”,
sedangkan kenyataannya adalah bahwa Agile menggabungkan lebih banyak perencanaan dan
ketelitian daripada kebanyakan program Waterfall. . (Rick fredman, "what is agile",
(gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)

Agility juga memiliki nilai finansial yang terukur. Menurut The Economist
Intelligence Survey, bisnis Agile memiliki pendapatan per saham 29% lebih tinggi, margin
bersih 20% lebih baik, dan pertumbuhan pendapatan 8% lebih tinggi daripada pesaing non-
Agile mereka. Dan 88% eksekutif menyebutkan kelincahan sebagai faktor penentu
keberhasilan, sehingga 50% menyebutnya sebagai keunggulan kompetitif utama. (Rick
fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)

Apa yang dilakukan perusahaan Agile yang memungkinkan mereka menuai manfaat
ini? Tidak seperti metodologi Waterfall tradisional, proyek Agile memiliki atribut berikut:

Proyek-proyek besar dipecah menjadi peningkatan dan rilis yang lebih kecil.

Tim pengembangan terdiri dari anggota dengan keterampilan lintas fungsional,


sehingga tim dapat mengambil tanggung jawab untuk proyek dari konsepsi hingga
pengiriman.

Produk disampaikan secara bertahap, singkatnya, iterasi reguler, dengan setiap iterasi
menghadirkan sejumlah kecil fitur.

Seluruh siklus hidup dilakukan dalam setiap iterasi, mulai dari perencanaan hingga
desain, pengembangan hingga pengujian, untuk menyelesaikan modul fungsionalitas tersebut.

Tim berkolaborasi dan mengatur diri sendiri, bekerja bersama untuk membuat rencana
mereka sendiri dan mencari cara sendiri untuk mengatasi pekerjaan mereka.

Seluruh ekosistem peserta, dari sponsor eksekutif hingga pengembang dan penguji,
secara aktif terlibat dalam memprioritaskan, merencanakan, dan meninjau proyek
sebagaimana dibangun untuk memastikan keberlanjutan keberlanjutan dengan tujuan
strategis.
159

Daripada mengukur kemajuan pada bagan Gantt, organisasi Agile memiliki tiga
ukuran kemajuan sederhana: hasil bisnis yang lebih baik, tim yang lebih produktif dan
terlibat, dan pelanggan yang bahagia.

Perubahan, peningkatan, dan fitur tambahan dimasukkan di seluruh siklus hidup


proyek. Perubahan, alih-alih dianggap sebagai kegagalan proses, dipandang sebagai peluang
untuk meningkatkan produk dan menjadikannya lebih cocok untuk penggunaan dan tujuan
bisnis.193

Tujuan strategis Agile bukanlah kelincahan itu sendiri — ini keunggulan kompetitif dan hasil
bisnis yang ditingkatkan. Responden The Economist mengutip sejumlah pendorong kuat dari
migrasi ke agility, termasuk kemampuan yang lebih baik untuk menangani perubahan
prioritas, peningkatan produktivitas tim, dan peningkatan visibilitas proyek. Keuntungan lain
yang dilaporkan termasuk peningkatan moral dan motivasi, prediktabilitas yang lebih baik,
waktu yang lebih cepat ke pasar, dan peningkatan kualitas. Mengurangi risiko, meningkatkan
keselarasan strategis, meningkatkan rawatan; manfaat yang dilaporkan sangat menarik
sehingga mereka tampak hampir ajaib.194

Manajemen agile percaya bahwa proses akan memberikan kelincahan yang diinginkan dan
melalui ini, kemampuan beradaptasi yang diperlukan. Semakin banyak eksekutif yang ingin
membuat organisasi mereka gesit, tetapi tidak tahu caranya. Atau mereka telah mengambil
langkah pertama mereka dan bertanya-tanya bagaimana mereka dapat melakukan pendekatan
atau membuatnya lebih profesional. .(mike hoogveld, "agile management" (bussines expert
press, 2017) hal 7)

193 .(Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)

194
.(Rick fredman, "what is agile", (gravenstein highway north : o'railly media, 2019) hal 3)
160

BAB IX

KRISIS PERUSAHAAN,JENIS KRISIS,CARA PENANGANAN KRISIS

A. Pengertian Krisis Perusahaan

Krisis pada sebuah perusahaan seringkali dianggap menakutkan. First Travel krisis yaitu
ketika pemberitaan negatif mencuat, sejumlah laporan calon jamaah yang merasa dirugikan
oleh perusahaan, telah menyudutkan pihak First Travel sebagai perusahaan yang lepas dari
tanggung jawab. Opini publik bernada negatif seketika terbentuk.195

Afrilia, Ascharisa Mettasatya. Jurnal Ilmu Sosial. Memetakan Manajemen Krisis Perusahaan Travel Umroh “First Travel”
195

dalam Menghadapi Krisis Perusahaan. Vol. 16, No. 2. Desember 2017. Hal. 60-61.
161

Mengambil pengertian dari Djamaludin Achok, krisis adalah situasi yang merupakan titik
balik (turning point) yang dapat membuat baik atau buruk, jika dipandang dari kacamata
bisnis. Titik krisis merupakan penentu untuk selanjutnya.”196

Dalam buku Public Relations, Citra dan Praktek, dampak dari krisis terhadap perusahaan
atau organisasi adalah:

- Masalah semakin bertambah

- Informasi yang menyebar membuat perusahaan atau organisasi menarik perhatian

publik

- Kegiatan perusahaan cenderung akan terganggu juga membuat nama baik

perusahaan menjadi menurun.

- Menurunkan sistem kerja sampai mengakibatkan perusahaan tidak dapat berjalan

dengan baik.

- Publik ikut merasakan kecemasan

- Membuat pemerintah mau tidak mau ikut turun tangan membantu masalah yang

terjadi.

- Dampak-dampak tersebut tidak hanya merugikan perusahaan tetapi juga

masyarakat tertentu. (hal 85)

Perkembangan krisis menurut Steven Fink (2004), ada empat perkembangan, yaitu:

- Masa prakrisis (predromal crisis stage)

- Masa krisis akut (acute crisis stage)

- Masa krisis kronis (cronic crisis stage)

- Masa resolusi krisis (crisis resolution stage)197


196
Dra. Fullchis Nurtjahjani, MM, Shinta Maharani Trivena, SAB., MAB. Public Relation, Citra dan Praktek. Hal. 84-85
162

Dalam buku Delhaise, dikatakan bahwa alasan terjadi krisis pada sistem bank adalah
karena lemahnya manajemen keuangan.198
Lalu, dalam buku yang ditulis oleh Ayub, dituliskan bahwa munculnya krisis yang
tiba-tiba membuat sulit untuk mengidentifikasi apa yang terjadi dan bagaimana bisa
terjadi. Setiap bagian dalam organisasi memliki perannya dalam menangani masalah
selama krisis.

Adapun dituliskan tahapan krisis menurut beberapa ahli.

1. Menurut Media Training, ada 4 tahapan krisis.

Tahap pertama adalah tahap breaking news, yaitu tahapan dimana masih menjadi
pertanyaan “apa yang terjadi” dan tahapan ini tidak lama berlangsung.

Tahap kedua adalah tahap dimana fokusnya beralih kepada korban dan bagaimana
responnya. Pertanyaan yang ada pada tahap ini adalah bagaimana masalah tersebut
bisa terjadi dan apa dampak dari masalah tersebut. Dituliskan pada buku Komunikasi
bisnis, bahwa pada tahapan kedua inilah bisa dilihat apakah perusahaan atau
organisasi dapat bertahan atau akan mengalami kegagalan.

Tahap ketiga, yaitu tahap setiap orang memiliki persepsi sendiri mengenai perusahaan.
Tahap dimana perusahaan kita menjadi fokus karena dianggap bersalah.

Tahap yang keempat aadalah tahap resolusi. Focus yang tertuju hanya pada perusahaan
kita mulai meredup. Biasanya pada tahap ini menjadi tanda bahwa krisis akan
berakhir, walau tidak benar-benar berakhir. 199

197
Dra. Fullchis Nurtjahjani, MM, Shinta Maharani Trivena, SAB., MAB. Public Relation, Citra dan Praktek Hal. 85
198
Delhaise, Philippe F. Asian in Crisis: The Implosion of the Banking and Finance Systems. Hal. 2

199
Imran, Ayub Ilfandy. Komunikasi Krisis. Hal. 38; 76-77
163

Manajemen krisis sesungguhnya dapat atau bisa dimanfaatkan pada semua bidang
ataupun semua aspek, tetapi pada umumnya manajemen krisis dimanafaatkan dalam
bidang hubugan internasional, bisnis, politik, dan manajemen.

Pada zaman sekarang banyak bahkan tidak asing lagi apabila sebuah perusahaan
sudah memiliki petunjuk menghadapi krisis atau manual krisis plan.
Karena perushaan sudah menyadari bahwa hal ini sangat penting dilakukan guna
mengantisipasi dan mengidentifikasi krisis seperti yang akan teradi dan disebabkan
oleh kebakaran ,bencana alam, ancaman bom, kekekarasan, dan jatuhnya korban
karena kesalahan produk.

Dalam situasi atau suasana krisis harus dapat mengendalikan diri dan juga bersifat
tenang serta berhat-hati ketika akan mengambil sebuah keputusan karena ini akan
mempengaruhi reputasi public relations perusahaanan tersebut.200

Krisis yang terjadi merupakan tantangan-inheren yang disebabkan oleh setiap


pengusaha dalam mewujudkan visi bisnisnya. Sebagai pengusaha kita perlu
mengetahui apa yang terjadi dan menyebabkan krisis yang membelit kita. Dengan
demikian, kita bisa membahas keseluruhan dan mengambil langkah- langkah yang
tepat untuk menghadapinya. Apa yang menyebabkan krisis? Tentu saja ada banyak
faktor yang secara langsung juga tidak langsung menjadi penyebab krisis.
(eksternal) dan dimensi mikro (internal). Dimensi makro adalah berbagai tantangan
eksternal yang datang dari perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan
bisnis yang melibatkan si pengusaha. Berbagai perubahan tersebut mengatur
perubahan konsumen, mengendalikan dan bersaing, teknologi, politik, hubungan,
sosial -budaya, selain ekonomi. Sementara dimensi mikro ad alah berbagai d interal
yang ditulis oleh si pengusaha terdiri dari kema yang d Unesk membuae penjelasan
yang lebih sederhana dan mnghaikn dan mengalodasikan sumber daya (sumber
daya) dimengertiperts sudah diuraikan di awal, saya mengelonp akro membennak
kara C.R.I.S.I.S. berikut ini. 1Collapkeruntuhan (2 Revolutionrevolusi ()

200
Nova, Virsa. Crisis Public Relations. Hal. 130
164

Trseurityketidakamanan ([Link] kekurangan (Ak d) 5Indeb-berutang ()


Skeptisisme ketidakpercayaan () Faktor-faktor pemberdayaan menjadi enam faktor
yang ditransfer dari keenam elemen CRISIS, tiga-dimensi, dan tiga elemen berikut
ini. Dimensi Dasar dari Dimensi Makro adalah Revolusi. Berbagai perubahan
bisnis, baik perubahan konsumen, persaingan, teknologi, p persetujuan, sosial-
budaya, maupun ekonomi dapat diperebutkan Pera mil kebijakan revolusi Di sini
pengusaha harus dapat membantunya setiap perubahan menjadi pemenang
pengusaha, menentang pengusaha. Dampak dari representasi revolusi dapat memiliki
dua sken yang melampaui syarat kondisi Collapse; bisa juga dalam kondisi moderat
kamu memerlukan kondisi yang tidak aman Dari sisi mikro, saya mengatur elemen
dasar dan mengelola sumber daya yang dimiliki. Sumbe daya tersebut meliputi
empat jenis yaitu orang (orang), capistal (uan kenowledge (pengetahuan), dan
koneksi (jaringan bisnis). Pengusaha harus mampu mengelola sumber daya magang
ini dengan baik untuk bisa mewujudkan visi bisnisnya. Untuk menjadi pengusaha
anggur, Anda harus mampu mewujudkan tantangan yang darang

Lingkungan makro menjadi peluang, dan kemudian menanggapi peluang tersebut


dengan baik dengan mengalokasikan jenis sumber daya internal tersebut. terbatas.
Oleh karena itu, tantangannya adalah bagaimana mendayagunakan sumber daya
yang terbatas untuk menghasilkan nilai penciptaan dengan memanfaatkan peluang-
peluang yang muncul dari perubahan lingkungan makro. Seperti sudah disinggung
di awal, pengaruh dari sumber daya ini memiliki dua kesulitan dan terbaik. Skenario
terburuk adalah kondisi di mana si wirausahawan Dalam setiap kondisi bisnis
sumber daya internal ini selalu mempertimbangkan utang tak terbayar atau saya
sebut Indebt. Sementara skenario yang lebih baik adalah masalah yang mana
pengusaha menjadi skeptis.201

B. Jenis-Jenis Krisis Perusahaan

1. Krisis Keuangan (financial crisis)

201
Causes crisis
165

Krisis keuangan adalah krisis yang karena perushaaan memeiliki cash flow atau
likuiditas jangka pendek dan perkiraan atau kemungkinan pailit di masa yang akan
datang. Krisis keuangan pernah terjadi di Amerika Serikat sepanjang tahun 2008
dan banyak menyebabkan perusahaan bangkrut contohnya seperti Lehman
Brothers,AIG, Fanni Mae,Freddy Mac,dan lain-lainnya.

Tabel Krisis Keuangan di Amerika

Tanggal Kejadian

16 Maret investasi Bear Stearn dijual murah hanya dengan harga US $


236 juta untuk JP Morgan Chase. Kesepakatan itu 'diotaki'
oleh Federal Reserve.

7 September Departemen keuangan AS mengambil alih raksasa pembiayaan


perumahan AS, Freddie Mac dan Fannie Mae,sekaligus
menjamin utang setiap institusi itu masing-masing hingga
US4 100 miliar
[Link] investasi Lehman Brothers mendaftarkan proteksi
15 September
kebangkrutan,setelah penerima AS menolak untuk mem-
bail out.
[Link] investasi lain,Merrill Lynch akhirnya mencapai
kesepakatan dengan Bank of America dalam sebuah
rencana akuisisi bernilai US$ 50 miliar.
[Link] pemeringkat menurunkan peringkat utang
American Internasional Group (AIG). Perusahaan asuransi
terbesar dunia itu harga sahamnya anjlok hingga 60,8%
melanjutkan penurunan yang sudah terjadi sebelumnya.
4. Federal Reserve menyuntikan US$ 70 miliar ke pasar
5. Indeks Dow Jones anjlok hingga 4,42%. Indeks FTSE
London merosot 3,92%, CAC Paris anjlok 3,78 % dan
DAX frankfun anjlok2,74%.
166

19 September 1. Pemerintahan AS menyelamatkan AIG dengan


menyuntikkan US $ 85 miliar dengan imbalan 79,9%
saham perusahaan asuransi itu. [Link] Reserve kembali
menyuntikan Gunakan 50 miliar ke pasar.

17 Septemer Saham-saham kembali berjatuhan dari hasil ekonomi. Indeks


Dow l Kembali anjlok 4,06%. Bapepam Sebagai dilarang
menjual pendek di saham saham sektor keuangan
18 September

1. Federal Reserve dan bank-bank sentral dari berbagai dunia


menyuntikkan USS 300 miliar ke pasar kredit. Saham-
saham kembali melonjak berkat kabar meluasnya ditebus
oleh pemerintah AS, indeks Dow Jones meloncat 3,86%
2. Setelah menutup pasar, Menkeu AS Heny Paulson
meminta bantuan dari kongres untuk membeli aset-aset
yang terkait dengan hipotek dari aa lembaga bantuan .

19 September Pemerintah Sebagai penyelamatan keuangan finan US $ 700


miliar. The Fed menyuntikkan lagi US $ 20 miliar ke pasar
kredit. Saham-saham menguat, dengan indeks Dow Jones
naik hingga 3,35%

Satu krisis keuangan terburuk di milenium baru ini. Dana yang dibutuhkan untuk
memulihkan keuangan Amerika sebesar USD700 miliar atau setara dengan Rp6.500 triliun
(bandingkan dengan keuangan Indonesia tahun 1998-1999 yang menghabiskan biaya sekitar
167

Rp650 triliun). Bantuan dana talangan ini diputuskan melalui perpanjangan selama dua
pekan, meminta para anggota kongres dan kantor kepresidenan. Krisis global yang terjadi di
Amerika merupakan salah.202

2. Krisis Public Relations

Krisis public relations biasa disebut dengan krisis komunikasi yang disebabkan oleh
pemberitaan negatif yang kemudian dapat berimbas buruk kepada perusahaan.
Pemberitaan di media atau isu yag negaif bsa jadi benar dan bisa jadi tidak benar,
tetapi sangat berpotensi untuk memepngaruhi citra seseorang ataupun seuah
perusahaan.

Salah satu tugas dan kewajiban seorang pulic relation adalah mengklarifikasi
pemberitaan yang t idak benar mengenai perusahaannya.

Salah satu krisis yang masih dan sering diperbincangkan hingga saat ini adalah krisis
public relation mengenai kasus korupsi mantan presiden kedua republick indonesia.
Sejumlah elemen masyarakat melaporkan mantan presiden Soeharto dan keluarganya
ke Mabes Polri atas dugaan kasus koupsi. Sejumlah elemeen tersebut diantaranya
adalah kelompok keraja, petisi 50, komite waspada orde baru, tim pembela demokrasi
indonesia, liga mahasiswa nasional, dan perhimpunan mahasiswa katolik seluruh
indonesia. 203

3. Krisis Strategi

Krisis strategi (strategic crisis) adalah krisis yang terjadi perubahan dalam lingkungan
perusahaan yang menyababkan berjalannya kegiatan perushaan menjadi terganggu.
Perusahaan seharusnya menyusun strategi dalam mengantisipasi krisis dan yang
akan dapat membuat perushaan terperososk lebih jauh ke dalam krisis perusahaan.
Mereka harus meyiapkan skenario terburuk yang akan terjadi dan harus menyiapkan

202
Public Relations. Hal. 133-132
203
Public Relations. Hal. 133
168

contigecy plan dalam menghadapinya.204

C. UPAYA PENANGGULANGAN KRISIS

Agar dapat menyelamatkan krisis perusahaan, manajemen wajib mempunyai rencana


yang dapat menghindari krisis yang terjadi pada perusahaan tersebut sehingga dapat
dan mampu memfasilitasi semua jenis dan tingkatan krisis yang sekiranya atau
memungkinkan terjadi krisis. Kasus yang sangat biasa mengenai manajemen krisis
yakni dengan bagaima keberhasilan Johnson & yang pernah mengalami krisis
Tylenol saat tahun 80-an. James Bruke CEO Johnson memberikan arahan dan
memimpin timnya sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ada. Menggunakan
dana yang banyak,sudah dipersiapkan,dan sudah matang, yang sudah matang, para
pemimpin sudah menyiapkan dana untuk terjadinya krisis Mengantisipasi krisis
dapat dilakukan dengan menggunakan perencanaan strategik dan manajemen risiko
Setiap krisis harus diselesaikan oleh pimpinan dan disampaikan kepada publik secara
jujur. Sebagai seorang pemimpin harus belajar dari setiap krisis yang sudah
ada,karena pengalaman adalah guru terbaik.205

1. Reinvensi Organisasi

Peter Drucker memberikan sebuah gambaran mengenai jenis organisasi yang telah hadir
sebagai orkestra. Dalam sebuah orkestra, pemain dengan berbagai kemmapuan
untuk dapat meningkatkan kompetensi mereka, sedangkan seorang konduktor
mengkoordinasikan kinerja secara keseluruhan. Para pemain yang memiliki
kemampuan khusus yang sama dalam suatu tim kerja yang harus mengatur sendiri
atau mengelola diri sendiri dan juga kelompoknya sendiri, dikelola tanpa hirarki

204
Public Relations. Hal. 136
205
Krisis Hubungan Masyarakat. Hal. 146
169

birokratis. Akan tetapi, untuk membuat musik yang indah, setiap pemain harus
membuat keseimbangan antara pengaturan dan tanggung jawab dalam kelompoknya
sendiri dengan kerja sama antar kelompok. Mereka harus mempertimbangkan
kelompok-kelompok yang ada agar dapat menyetujui kerja sama yang sesuai dan
meningkatkan yang saling menguntungkan. Mereka harus mampu bekerja sebagai
solois, pemain ansambel dan sebagai anggota dari orkestra Model organisasi ini
mengutamakan "proses" dan bukan "struktur" Hubungan kerja, komunikasi dan
mengkombinasikan untuk mengkombinasikan sumber-sumber daya sumber daya
yang lebih penting dari pada hubungan formal dan hubungan informasi dalam
struktur organisasi. Bukan "Bagaimana tanggung jawab dibagikan" akan tetapi
"Bagaimana sumber daya manusia dapat ditarik menjadi satu kesatuan yang
terkoordinasi dengan baik untuk menciptakan peluang". Dimensi vertikal menjadi
tidak penting, sedangkan dimensi horisontal menjadi kunci sukses kerja sama. Inilah
organisasi yang diciptakan kembali, organisasi yang dihidupkan kembali dengan
bentuk dan isi yang baru "yang sesuai dengan dinamika persaingan pasar.

Penyelamatan & Strace Jurus dasar untuk mereinvensi adalah tiga langkah tepadu
penglihatan yang mengarah ke depan dan berpiak di tengah yang sedang
berlangsung, kemudian visi ini ditanamkan di lubuk hati terdalam organisasi dalam
sutau proses penyelarasan kemudian terlahir dari para anggota organisasi untuk
menggerakkan derap Berdasarkan visi yang dimaksudkan untuk "menghidupkan
kembali" organisasi, diperlukan kehadiran cita rasa yang benar-benar baru mengenai
mana organisasi akan bergerak dan mencapainya. Organisasi perlu memahami tren-
tren yang muncul akan tetapi hal itu saja disetujui untuk membawa ke jenjang
sukses. Diperlukan cara khusus agar sesuai dengan lingkungan yang sesuai dengan
Lingkungan. Sehubungan dengan hal tersebut, visi digunakan sebagai katalisator
tujuan, sebagai prinsip utama kegiatan organisasi. Untuk menyusun dan
mengkomunikasikan visi organisasi yang baru, organisasi yang memerlukan
pemimpin yang memiliki kombinasi dua keahlian: kekuatan mental atau kekuatan
mental untuk menciptakan visi dan kemampuan praktis atau kemampuan praktis
untuk menggiring organisasi ke arah tujuan. Menciptakan visi merupakan tugas
pertama seorang pemimpin.

Berikutnya , pemimpin wajib menarik sumber daya manusia agar mampu


merealisasikan visi tersebut dengan usaha agar mereka mau mendukung visi
170

organisasi yang baru tersebut sebagai pribadi mereka dan melalui berbagi tanggung
jawab dalam usaha mencapai tujuan. Inilah proses penyelarasan. Penyelarasan ini
akan menciptakan kecocokan antara tujuan organisasi dan pribadi yang diharapkan
dapat menciptakan komitmen dalam melaksanakan reinventing. Dengan adanya
penyelarasan, diharapkan adanya perubahan dari anggapan kami vs. mereka atau
pembedaan antara kami dengan mereka, menjadi kita semua dalam kebersamaan ini.
Beberapa hal sederhana yang dapat membantu terciptanya anggapan ini adalah
ulasan sistem Memiliki Lingkungan yang mendukung Peningkatan atau
pengembangan individu akan menarik orang-atau-pertimbangan yang harus
dipertimbangkan. Pertimbangan-pertimbangan dan talenta yang ada di dalam
organisasi, peran "baru" seorang manajer adalah untuk mendukung kebebasan yang
mendukung pengembangan Sistem kompensasi yang berpedoman pada kinerja dan
inovasi yang dibutuhkan karena orang-orang yang berbakat menghendaki
memperoleh kepemilikan baik secara mental maupun literal individu o Manajemen
top down otoritarian harus beralih ke manajemen jaringan. Orang-orang saling
belajar, setiap orang merupakan sumber pengetahuan bagi orang lain, dan setiap
orang memperoleh dukungan dari berbagai arah. o Adanya kewirausahaan di dalam
organisasi (= intrapreneurship) harus mendukung karena dapat mempertahankan
orang-orang yang kreatif dan memiliki intuisi tajam. o Kualitas tetap merupakan
elemen utama yang harus ada. o Lebih mengutamakan kreativitas dan intuisi.
Dalam organisasi yang "baru" ini, terdapat tim lintas f atau lintas-fungsional,
sehingga setiap anggota organisasi memk dan nilai tambah ditambahkan oleh
anggota lamke organisasi dan setiap anggota memahami sepenuhnya bahwati
organisasi untuk menghasilkan produk atau jasa yang diane sebagai yang "terbaik"
oleh pasar. Pembentukan organisasi yang "baru" pada awalnya dilakuk perubahan
melalui restrukturisasi yang mengarah pada perbaikan fune serta proses inovasi.
Dalam proses inovation ini dibutuhka penataan kembali terhadap aktivitas yang
saling berhubungan yang tidak terbatas pada batas fungsional dan dalam
pelaksanaannya akan memperhatikan harapan dan kebutuhan pasa serta mendorong
peningkatan kemampuan organisasi. Terkait pengetahuan operasional, teknis dan
pengetahuan bisnis disatukan dan digunakan sebagai keunggulan kompetitif. Kunci
sukses adalah pemikiran visioner yaitu pola pikir yane melihat ke depan atau
visioner dari para eksekutif puncak, yang bertindak sebagai katalisator dalam
merumuskan kembali kemampun proses bisnisnya. Para eksekutif ini tidak hanya
171

memperhatikan pertanyaan-pertanyaan dasar seperti apa, kepada siapa dan di mana


siapa kita menjual, tetapi juga mempertanyakan: Bagaimana kita mengorganisir dan
menjalankan agar dapat membantu dengan apa dan bagaimana kita melakukan hal-
hal tersebut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibicarakan pada saat menentukan
strategi dengan tujuan untuk mengeluarkan resolusi dari strategi bisnis dan
merancang pola pikir yang berorientasi pada proses. Beberapa kejadian akhir-akhir
ini yang menyudutkan dunia bisnis nasional dapat menjadt pendorong terbentuknya
pemikiran visioner ini. Struktur organisasi harus mendukung kreativitas dan
dukungan terbentur pada saat mendukung hirarki. Oleh karena itu, struktur
organisasi lebihflatter dari sebelumnya dan terdiri dari pusat pertanggungjawaban-
pusat pertanggungjawaban yang didukung oleh para tenaga ahli melalui jalur-jalur
yang berbeda. Para ahli ahli memiliki jalur struktur khusus, membantu para pusat
pertanggungjawaban tidak langsung. lepas dari lini otoritas utama, dan memiliki
wewenang dalam hal Fakus Penvelamatan & Strategi Perubahan struktur yang
esensial, tanpa perlawanan oleh perubahan sikap, pola komunikasi dan nilai yang
mendukung kebutuhan struktural tersebut, akan membuat restrukturisasi hanya
sebagai "macan kertas" sistem komunikasi baik ertikal, horizontal maupun lateral
yang efektif dan efisien. Selain itu mengambil keputusan. Restrukturisasi dapat
memberi pengaruh pada budaya organisasi. perlu disadari bahwa menjawab
tantangan masa depan tidak mungkin tepat pada sasaranya visi dan tujuan yang ingin
mencapai persetujuan ielas. Oleh karenanya, fungsi kepemimpinan juga merupakan
elemen utama yang diperlukan, prioritas dalam pemikiran, oraganisasi, fungsi agen
perubahan, dan penyedia layanan Organisasi harus memiliki sumber daya manusia
yang memiliki kompetensi khusus dengan kompetensi dan kredibilitas prima,
sehingga dapat memberikan manfaat positif dengan lebih nyata pada pertumbuhan
organisasi. hanya dapat dimplementasikan dari organisasi yang memiliki budaya
yang mendukung pada kompetisi (budaya kompetitif). Arena bisnis adalah arena
olimpiade permanen, maka pada dasarnya harus dilihat olimpiade dengan sudut
pandang baru. Hanya menjadi partisipan dalam arena tersebut. Tujuan yang harus
diselesaikan adalah Pemberdayaan manajemen atau manajemen pemberdayaan
menjadi partisipan yang lebih baik, lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan
partisispan-partisipan lainnya dan menjadi pemenang. Akan tetapi, kompetitif
Dasar dari budaya kompetitif ini adalah kesadaran babwenangan individu dan
organisasi ke arah kemenangan seca membabi buta, tetapi lebih sesuai dengan pola
172

pikir persainga hanya melalui persaingan untuk meniptakan 'nilai' terbaik untuk
konsume internal (dalam kelompok, antar kelompok / departemen dalan organisasi)
dan konsumen eksternal, suatu organisasi dapat mencape persyaratan yang
diperlukan untuk sukses berkelanjutan. Selain budaya kompetitif, SDM yang
diberdayakan membutuhkan kesadaran akan kebutuhan belajar / belajar. Untuk
mendukung terciptanya suasanalearning tersebut, dituntut kemandirian setiap unit
kerja tanpa mengeluarkan derajat interdependensi yang diperlukan. Pembinaan
lingkungan yang didukung oleh pola pikir yang berorientasi pada peningkatan
berkelanjutan yang harus direalisasikan dalam setiap kegiatan dalam pembelajaran
antar organisasi tersebut.

2. Reformasi Organisasi

Agar bisa sampai pada kalimat “menemukan” dan “kembali” sangat dibutuhkan
organisasi yang mampu membawa organisasi sebelumnya menjadi selamat.
Reformasi telah menjai sebuah kalimat yang sering disebut dan kalimat yang
keramat pada saaat ini. Namun apabila ada yang menanyakan apakah reformasi itu
jawabannya sangatlah beragam dan belum diketahui hingga sampai saat inipun
belum ada yang mnedukung.

Apapun Resolusi Eropa pada awal abad 16 ini, selalu memiliki esensi: diberikan
terhadap kata yang mulai populer perubahan. Keragaman pemahaman tentang
perubahan mendasar, perubahan cepat, serta arah dan cara perubahannya. Maka
muncullah yang diminta-diminta pada reformasi secara bertahap, evolutif juga
radikal. Dalam langkah- yang Lari sisi proses dan jangkauannya, tetapi radikal dari
sisi perdebatan yang disetujui. Bertolak dari asumsi ini, jelaslah bahhwa peran
utama SDM dalam perencanaan masa krisis adalah sebagai agen perubahan, yaitu
sebagai agen atau pembawa perubahan. Tugas sebagai agen perubahan ini memiliki
multiperan Seorang Intelektual dalam Menghadapi Krisis yaitu sebagai Penasehat
Perubahan (Penasihat) Penvusun strategi dan perencana Perubahan (Strategis &
dSumber Informasi (Sumber informasi) Pengendali (Pengendali) b. Perencana
173

Pelaksana Perubahan (Implementor) normal, peran penyusun strategi dan peran


pelaksana peubahan masih dapat dibedakan dengan jelas sampai pada tingkat
tertentu, sesuai dengan jenjang manajerial yang diduduki. Akan tetapi, dalam masa
krisis, di mana akan menjadi salah satu kunci keberhasilan, strategi perubahan arah
Dibekali dengan strategi vang tepat dan dilandasi oleh kekuatan informasi yang
mencukupi Oleh karena itu, kedua peran ini, yaitu peran sebagai penyusun strategi
dan pelaksana seakan-akan [Link] penyusun srategi tidak lagi dapat
disesuaikan sesuai dengan konseptual saja, sehingga perlu bantuan cepat dua macam
strat egi, yaitu strategi praktis dan strategi visioner secara bersamaan, agar tetap
untuk eksis di masa depan yang dapat diselesaikan dan pemulihan untuk terus
menuju ke Arah mimpi masa depan juga dapat diteruskan. Meskipun demikian,
pembahasan tanggung jawabnya tidak cukup hanya sampai pada penyelesaian
strategi saja, karena desakan waktu untuk segera dapat diperoleh mencari jalan
keluar.206

Strategi SAVE SMEs, yang digunakan bank di Singapore guna mengurangi krisis.

- Sustainability, mengatasi penurunan omset

- Analyse, menganalisis masa waktu pembayaran

- Verification, melihat kembali kesehatan bisni yang dijalankan. Masalah dan


tantangan apa yang akan dihadapi kedepannya.

- Empathy, menyediakan layanan konseling dengan saluran komunikasi.

- Search, mencari cara untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan perusahaan.

- Monitor, menampilkan krisis apa yang dihadapi oleh suatu usaha.

- Establish, membuat laporan terkait masa krisis207

“Namun demikian pengaruh krisis untuk tiap-tiap negara sangat berbeda-beda


tergantung kepada kondisi masing-masing negara. Semakin kokoh dan kuat struktur

206
The Jakarta Consulting Group. Hal 44

207
Randawa, Dipinder S., dan Tan Shiuh Ming. Finance for SMEs ini Singapore. 2009, Singapore.
174

perekonomian suatu negara makin kurang pengaruhnya, serta semakin cepat pula
proses pemulihannya”

Disimpulkan bahwa, dalam halnya juga perusahaan, terjadi tidaknya krisis itu
bergantung kepada kondisi masing-masing perusahaan. Jika perusahaan memiliki
struktur yang kuat maka akan berpengaruh terhadap jalannya perusahaan juga dalam
pemulihan perusahaan tersebut jika terjadi suatu masalah/krisis.208

1. Cara Mengukur Keberhasilan Perusahaan. 209

Untuk melihat kondisi - keberhasilan suatu perusahaan, menurut R. S. Kaplan


dan Norton D.P, menggunakan suatu metode Balance Scorecard (BS), suatu
penilaian perusahaan dengan menyeimbangkan antara pengukuran keuangan dan non
keuangan. Kriteria yang diperhatikan untuk melihat apakah perusahaan itu berhasil
atau tidak adalah perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses
internal bisnis, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan.

• Perspektif pelanggan210

Terdapat beberapa tolok untuk menilai keberhasilan suatu perusahaan


berdasar pada perspektif pelanggan, yaitu:

- Market share: seberapa besar pasar yang dikuasai oleh perusahaan

- Costumer Acquisition: bagaimana kemampuan perusahaan meningkatkan jumlah


pelanggan (menambah pelanggan baru) dalam memasarkan produknya.

-Costumer Retention: bagaimana perusahaan mempertahankan pelanggan lama maupun


yang baru.

-Costumer Satisfaction: melihat seberapa puas pelanggan terhadap pelayanan yang


diberikan perusahaan.

208
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 1

209
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 19

210
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 22


175

-Costumer Profitability: ketika perusahaan mendapat laba bersih dari pasar yang dipilih.

•Perspektif keuangan211

Dalam buku dituliskan menurut Munawir (1990 hal. 5), laporan keuangan adalah suatu
hasil dari proses akuntansi yang dapat dipergunakan sebagai alat unutk
berkomunikasi antara data keuangan perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

•Perspektif proses internal bisnis

•Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan perusahaan

(lewatin aja dulu)

2. Modal Kerja Perusahaan

Menurut Ricard Dobbins (1990:248), salah satu yang menyebabkan terjadinya


kegagalan dalam perusahaan adalah karena terjadi kesalahan dalam mengelola modal
kerja akibat kesalahan pengelolaan uang kas.212

Adanya modal kerja akan menguntungkan perusahaan. Selain melakukan operasi


ekonomis, perusahaan juga akan terhindar dari kesulitan keuangan dan modal
kerja.213

3. Berbagai Aspek Mengenai Pinjaman Perusahaan214

Dalam buku dikatakan bahwa ada yang beranggapan bahwa membiayai


perusahaan dengan menggunakan biaya pinjaman lebih menguntungkan daripada
menggunakan modal sendiri. Alasannya karena biaya pendanaan akan diturunkan

211
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 23

212
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 30

213
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 31

214
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 32-33
176

dan untuk pengembaliaan saham akan ditingkatkan

Ada beberapa alasan kenapa perusahaan menggunakan pinjamanan:

- Pada kondisi perusahaan kena pajak akan mendapat pengurangan pajak yang harus
dibayarkan.

- Jika penambahan pinjaman dilakukan untuk menambah saham baru. (saya kurang
mengerti bagian ini)

4. Resiko yang Timbul Karena Pinjaman: 215

- Resiko nilai tukar (exchange rate risk)

- Resiko perubahan tingkat suku bunga (interest rate risk)

- Resiko perubahan harga (Comodity Price Risk)

- Ketidaksesuaian sumber dan penggunaan (mismatch risk)

- Resiko tidak terbayarkan piutang

5. Sikap Perusahaan dala Menghadapi Krisis Ekonomi:216

- Sehubungan dengan pinjaman

Beberapa bentuk penyelesaian masalah hutang:

Reschedulling

Hair cut

Debt moratorium

Stand still

Grace period

Sikap perusahaan terhadap kegiatan operasionalnya

215
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 34

216
Soeparno, Soenandar S. UPAYA PENGELOLAAN DALAM MENGHADAPI KRISIS EKONOMI DI INDONESIA.

-Sebuah Studi Kasus Perusahaan Jasa Konstruksi PT XYZ. 2000. Hal. 36-38
177

Efesiensi dan pengendalian biaya

Optimalisasi pendapatan

D. JURNAL

Pengertian Krisis: Krisis bisa berartikan

sebagai hal yang negatif, bisa membahayakan dan merugikan.

Larkin mendefinisikan krisis, adalah suatu kejadian yang menyebabkan perusahaan


menjadi berpotensi tidak menguntungkan dan perlu mendapat perhatian dari seluruh
komponen perusahaan yang terkait.

Menurut penulis, adanya krisis bisa membuat perusahaan berupaya lebih baik lagi dalam
mengelola perusahaannya, sehingga dapat bertahan dari krisis yang ada dan
berkelanjutan menjadi lebih baik. Untuk itu sangat penting bagi suatu perusahaan,
manajemen krisis dirancang dan [Link]

Ruslan, manajemen krisis adalah manajemen bagaimana mengelola, menanggulangi,


atau mengendalikan krisis yang mungkin timbul sampai dengan memulihkan citra
perusahaan ke arah yang lebih baik lagi. Oleh karena itulah, manjamen krisis
sebaiknya tidak dilakukan secara dadakan di saat krisis sudah menimpa. Harus ada
rencana dan rancangan yang digariskan oleh perusahaan sebagai langkah antisipatif
jika sewaktu-waktu krisis [Link] Krisis : 1 - Krisis yang disebabkan adanya
kegagalan teknis ekonomis di dalam organisasi, contohnya : kecelakaan kerja.
Kerusakan produk, Kemacetan computer, Informasi yang rusak/hilang

2 - Krisis yang disebabkan faktor teknis ekonomis yang terjadi di luar perusahaan,
contohnya : Perusakan lingkungan yang meluas, bencana alam, peraturan
pemerintah, perubahan supply and demand3 - Krisis yang disebabkan oleh faktor
sosial/manusia dan manajemen yang bersumber di

dalam perusahaan, contohnya : kegagalan perusahaan dalam beradaptasi/melakukan


perubahan, sabotase oleh orang dalam 4 - Krisis yang terjadi karena faktor sosial di
luar lingkungan organisasi, yakni adanya orang/kelompok yang bereaksi secara
negatif terhadap perusahaan, contohnya symbolic projection, sabotase orang luar,
teroris, penculikan eksekutif Off-site prosuct tempering Counterfeiting
178

(pemalsuan/peniruan produk)Penanganan Krisis : Setiap perusahaan hendaknya


memiliki manajemen krisis yang terancang dengan baik dan harus dilakukan tanpa
harus menunggu krisis tersebut datang menyerang. Apabila sudah telanjur
menyerang, perlu selanjutnya diambil langkah-langkah strategis yang dapat
dilakukan juga oleh manajemen perusahaan.217

Pengertian Krisis : Krisis menurut bahasa Yunani kpion

yang berarti keputusan. dimana perusahaan harus memutuskan apa yang harus
dilakukan. Dalam bahasa Cina, krisis diucapkan dengan wei-ji dan mempunyai dua
arti, yaitu “bahaya” dan “peluang”.

Two side in the same coin.

Steven Fink dalam Crisis Management Planning for the Inevitable mendefinisikan krisis
sebagai suatu kejadian yang tidak stabil yang mana bisa berkemungkinan menjadi
lebih buruk atau menjadi lebih baik, fifty-fifty, tapi kamu bisa memperbaikinya.
Krisis juga dianggap sebagai suatu titik balik dalam kehidupan yang dampaknya
memberikan pengaruh signifikan, bisa ke arah negatif atau pun positif, tergantung
reaksi yang diperlihatkan perusahaan. Hasil riset menunjukkan bahwa ternyata
outcome dari situasi krisis memberikan nilai yang berimbang atau sama antara yang
positif (seperti yang diharapkan) dan yang negatif (yang

tidak diharapkan). Sebuah krisis kadang mengancam kelangsungan hidup atau


keberadaan organisasi. Krisis pada dasarnya adalah sebuah situasi yang tidak terduga
dan dapat mengancam kapan saja. Untuk itu sebagai ancaman, krisis harus ditangani
secara cepat agar organisasi dapat berjalan normal kembali setelah itu. Dalam
menghadapi krisis, optimisme untuk menyusun langkah-langkah agar dapat kelua
dari krisis merupakan modal utama. Pemberitaan media massa yang menggiring
kearah sisi negatif harus diseimbangkan. Hal penting yang dapat dilakukan adalah
mempengaruhi pola pikir masyarakat bahwa krisis tidak selalu memiliki sisi negatif,

217
Ascharisa Mettasatya Afrillia. Memetakan

Manajemen Krisis Perusahaan Jasa Travel Umroh “First Travel” Dalam Menghadapi Krisis

Perusahaan. Jurnal Ilmu Sosial. Vol. 16 No. 2. Desember 2017.


179

tetapi juga sisi positif.

Jenis Krisis :

1. Krisis karena bencana alam

Bencana alam seperti kekeringan, kebakaran, gempa bumi, dan lain sebagainya
dapat menyebabkan krisis yang cukup fatal

2. Krisis karena kecelakan Industri

Kecelakaan kerja, kebakaran suatu mesin adalah contoh dari krisis jenis ini,
dimana perusahaan harus memberikan perhatian secara penuh dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada.

3. Krisis karena produknya yang kurang sempurna

Walaupun sebelumnya perusahaan telah melakukan riset dan teknik


pengembangan produk, namun krisis karena produk yang cacat bisa saja
terjadi.

4. Krisis karena persepsi public

Krisis ini bisa terjadi biasanya kerena perusahaan melakukan hal-hal yang
bertentangan dengan norma yang ada di masyarakat atau yang bertentangan
dengan keinginan dan kepentingan publik.

5. Krisis karena hubungan kerja yang buruk

Hubungan kerja yang buruk antara pekerja dan perusahaan dapat menjurus pada
krisis besar yang mengarah pada kondisi yang tidak terkendali secara serius.
Kekuatan pekerja dapat memaksa industri untuk tutup sehingga perusahaan
terpaksa bertindak agresif

6. Krisis karena kesalahan strategi bisnis

Hal ini terjadi karena pergeseran pasar secara mendadak yang tidak diantisipasi
oleh manajemen ataupun kegagalan dalam menyesuaikan kebijakan pasar;
180

contohnya adaah krisis global

7. Krisis karena terkait masalah criminal

Contohnya terorisme, pembajakan, pemalsuan, pencurian dan lain sebagainya.

8. Krisis karena pergantian manajemen

Pergantian manajemen dalam hal ini pimpinanan manajamen dapat menyebabkan


perubahan strategi perusahaan, yang bisa kerakibat krisis apabila tidak bisa
sinkron dengan perubahan yang ada

9. Krisis karena persaingan bisnis

Persaingan bisnis bisa menjadi krisis yang sering terjadi juga, karena adalah hal
yang wajar bagi setiap perusahaan dalam berbisnis

10. Krisis keuangan

Cash flow suatu perusahaan perlu di manaj dengan baik agar terhindar dari krisis

11. Krisis Public Relations

Pemberitaan yang tidak berimbang dapat menyebabkan krisis pada perusahaan,


oleh karenanya Public Relations suatu perusahaan harus bisa mengkomunikasi
dengan baik

12. Krisis strategi

Perubahan dalam strategi bisnis dapat menyebabkan kelangsungan hidup


perusahaan terganggu. Untuk itu perusahaan haruslah bisa mengantisipasi dari
skenario-skenario yang bisa terjadi

Kesimpulan dari penyebab krisis diatas di kategorikan menjadi 4 kategori:

yaitu bencana alam, teknis, kesalahan manusia (human error), dan keputusan manajemen
(manajemen tidak dapat mengambil keputusan yang tepat). Kebanyakan krisis ada
pada kategori terakhir.

Penanganan Krisis :
181

1. Melakukan penilaian yang objektif atas semua hal yang bias mengakibatkan krisis

2. Menentukan dampak dari penyebab terjadinya krisi

3. Meperhitungkan setiap kejadian dalam krisis dengan cermat

4. Memusatkan perhatian pada upaya menyelesaikan masalah

5. Memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk memperbaiki keadaan.6. Segera


bertindak218

Pengertian Krisis : krisis merupakan suatu keadaan kritis yang berkaitan dengan
berbagai kemungkinan yang berpengaruh negatif terhadap organisasi, sehingga
diperlukan keputusan cepat dan tepat agar tidak mempengaruhi keberlangsungan
organisasi Krisis tidak bisa diketahui kepastian kedatangannya, untuk itu diperlukan
manajamen krisis, yang bisa mengantisipasi dan mencari cara agar krisis yang terjadi
bisa dikurangi efek negatifnya ataupun dihilangkan. Krisis bencana alam berupa
terjadinya erupsi gunung Agung pada bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di
bulan November 2017, memutuskan bandara tersebut harus di tutup untuk sementara
waktu demi keselamatan penumpang. Keputusan itu cepat dibuat berdasarkan hasil
analisa situasi yang dilakukan oleh tim krisis internal dan external. Ini berarti
bandara internasional I Gusti Ngurah Rai telah memiliki manajemen krisis yang
baik.

Penanganan Krisis : Murray; Penyelesaian krisis harus ditanggapi dengan serius oleh
manajemen perusahaan dengan merancang crisis management plans untuk mencegah
meluasnya krisis dengan menerapkan strategi manajemen krisis yang tepat untuk
meminimalisir resiko kesalahan. Penetapan strategi didasarkan atas identifikasi dan
analisis situasi agar dapat menentukan pengelolaan pada situasi krisis dengan
tepat.219

218
MELLY MAULIN PURWANINGWULAN, S. Sos.,M. Si. Public Relations dan Manajemen Krisis. Majalah Ilmiah
UNIKOM Vol.11. No. 2.

219
2017Made Widya Sekarbuana, I Gusti Agung Alit Setyawati, Ni Nyoman Dewi Pascarani. Strategi Manajemen Krisis
Public Relations PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dalam Menghadapi Dampak Erupsi
Gunung Agung 2017
182

Pengertian Krisis :Krisis dapat mengancam keberadaan dan kesinambungan, dan


membutuhkan perubahan yang tepat. Yang dibutuhkan dalam manajemen krisis
adalah perencanaan, strategi menangani kondisi urgen yang melanda sebuah
organisasi baik bersifat alamiah ataupun human error. Komunikasi krisis merupakan
bagian tindakan Public Relations untuk menanggapi sebuah situasi krisis yang dapat
menghancurkan kerelangsungan dan reputasi sebuah perusahaan, atau disebut Public
Relations Krisis (crisis public relations).

Menurut Anne Gregory setidaknya dalam Risk and Crisis Management,


Public Relations mampu mengkomunikasikan kepada manajemen organisasi tentang
gambaran stakeholder dan karakteristiknya dimana diharapkan dukungan terhadap
kebijakan tersebut.

Jenis :

Secara terminologi; menurut Argenti, krisis adalah malapetaka yang dapat


muncul secara alami, hasil kesalahan, intervensi, niat jahat. Dan jika di breakdown
penyebabnya karena dua hal yaitu;

a. Secara alamiah, semisal; bencana alam

b. Akibat kesalahan manusia (human error), semisal; keteledoran,


perubahan strategi, persaingan bisnis, dan sebagainya.
Penanganan Krisis :Strategi penanganan krisis yang dilakukan oleh PT. NMR
dalam menghadapi kebijakan pemerintah, diantaranya; meminta pemerintah agar
menata kesesuaian kebijakan antara pusat dengan daerah, membantu pemerintah
untuk proses pendanaan dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan Teluk
Buyat, bersama-sama membuat sebuah aturan yang jelas, meminta keterbukaan
pemerintah terkait izin pengolahanlimbah terkait AMDAL agar tidak ada lagi
kesalahpahaman, meminta pemerintah untuk membuat peraturan terkait jenis limbah
dan aturan analisa, menyarankan kepada pemerintah, untuk segera mempublikasikan
hasil temuan kepada masyarakat.220

220
Fajar, Arief. Sistem Kendali dan Strategi Penanganan (Manajemen) Krisis Dalam Kajian Public Relations.
183

Pengertian : Reputasi dibutuhkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.


Dengan reputasi yang baik, bisnis juga dapat dijalankan perusahaan dengan.
Reputasi sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang terjadi di perusahaan. Kejadian baik
atau buruk di suatu perusahaan dapat mempengaruhi reputasi perusahaan tersebut.
Winkleman menyebutkan bahwa reputasi perusahaan adalah sesuatu hal yang diakui
sangat bernilai karena mempengaruhi citra perusahaan di mata pihak lain.

Jenis Krisis :Krisis yang terjadi di suatu perusahaan dapat membawa hal buruk bagi
reputasi perusahaan. Untuk itu dibutuhkan strategi komunikasi dalam mengantisipasi
dan menghadapai krisis tersebut. Menurut Winkleman reputasi perusahaan dapat
dikenali sumber permasalahannya.

Dengan mengenali sumber permasalahannya, pihak yang bertanggungjawab


menanggulangi krisis dapat melihat bagaimana reaksi manajemen dalam
menghandle strategi komunikasi penanggulangan krisis. Penanganan Krisis : Strategi
komunikasi yang tepat dapat mengembalikan reputasi pasca krisis. Salah satu cara
merumuskan strategi komunikasi penanggulangan krisis yang tepat adalah dengan
menggunakan pendekatan situasional krisis. Untuk itu pelaku public relations harus
memahami terlebih dahulu tipe-tipe krisis, kemudian mencari cara yang tepat agar
tepat sasaran.221

E. CONTOH KASUS KRISIS PERUSAHAAN

BELAJAR DARI KRISIS PIZZA HUT & MARUGAME UDON

written by Laode Iman January 31, 2017

Pizza Hut dan Marugame Udon diberitakan menyajikan makanan dengan bahan yang
kadaluwarsa kepada konsumen mereka. Mereka disinyalir dengan sengaja
memperpanjang masa kadaluwarsa bahan makanan mereka dan membahayakan
kesehatan konsumennya. Bagaimana penanganan krisis PR yang terjadi di jaringan
restoran ternama ini?

221
Wulandari, Theresia Diyah. Pengaruh Tanggung Jawab Perusahaan dalam Menanggulangi Krisis terhadap Reputasi
Perusahaan.
184

Kasus krisis PR ini bermula saat muncul pemberitaan BBC Indonesia pada 4 September
2016 , dimana tim investigasi gabungan BBC dan Tempo memperoleh sejumlah
dokumen, surat elektronik atau email, dan foto-foto dari seorang mantan petinggi di
Sriboga Food Group yang menunjukkan adanya praktik penggunaan bahan makanan
yang melampaui masa kedaluwarsa di sebuah jaringan restoran internasional.
Sumber yang sudah bekerja lama di grup itu berbicara kepada tim BBC Indonesia
dan Tempo dengan syarat identitasnya tidak dibuka.

Sumber internal tersebut mengatakan, praktik memperpanjang masa kedaluwarsa secara


tidak sah ini terjadi secara sistematik, melibatkan manajemen tinggi perusahaan itu
di Indonesia, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ditambahkan upayanya selama
ini untuk menghentikan praktik itu sia-sia. Saat pertama kali menyampaikan kasus
ini kepada BBC, ia berkata:

“Awalnya saya tidak ingin berbicara kepada pers, karena sekali diungkapkan kepada
pers, hal ini akan diketahui umum, dan akan menjadi masalah yang merusak, yang
tak bisa diperbaiki dengan cepat, bahkan bisa tak bisa lagi dikendalikan.”

Lalu sang sumber internal memaparkan keputusannya untuk berbicara kepada tim
investigasi Tempo & BBC

“Namun tampaknya, pers merupakan satu-satunya jalan terakhir untuk memastikan


(bahwa praktik perpanjangan masa kedaluwarsa ini dihentikan). Yang penting
(praktik ini) tidak terjadi lagi dan orang yang bertanggung jawab dihukum secara
setimpal.”

Salah Satu Foto Yang Menunjukkan Penambahan Masa Penggunaan. Sumber: BBC
Indonesia
185

Dikutip di BBC Indonesia, ” Suatu hari ia dikagetkan oleh adanya beberapa galon berisi
saos Tempura dengan stiker yang menandakan perpanjangan masa simpan. Ini bukan
hal yang wajar. Ia pun menanyakan soal itu, dan mendapat penjelasan bahwa
langkah ini sudah disetujui oleh bagian Quality Assurance (QA, Jaminan Mutu).
Mencari tahu lebih lanjut, dia pun mendapat kabar tentang dugaan bahwa
memperpanjang masa simpan adalah praktik yang sejak beberapa waktu biasa
dilakukan di Sriboga Food Group. Awalnya dia mengaitkannya dengan mulai
beroperasinya Marugame Udon di Indonesia, tahun 2013. Jadi ia berasumsi, praktik
ini baru berlangsung tiga tahun. Tapi katanya, ia dikabari bahwa hal ini sudah
berlangsung jauh lebih lama.”

Berdasarkan pemberitaan oleh BBC Indonesia, PT Sriboga Muragame Indonesia


menyangkal dugaan perpanjangan masa simpan tidak sah tersebut. Kepada Tim
BBC-Tempo yang mendatangi kantornya, Presiden Direktur Sriboga Raturaya, induk
Sriboga Food Group, Alwin Arifin – mengaku bahwa dia telah diperiksa polisi
beberapa kali, namun menyebut dugaan itu tidak benar dan bahkan merupakan
fitnah.
186

BAB X

CARA MEMBUAT PROPOSAL BISNIS

1. Pendahuluan

Pada masa sekarang ini banyak pengusaha muda yang ingin mendirikan usaha mereka
dengan merintis usaha mereka dari nol. Namun, mereka tidak tahu harus memulai
darimana sehingga usaha yang mereka dirikan tidak bertahan untuk jangka waktu
yang lama. Padahal, hal yang paling dasar sebelum mereka memulai usaha mereka
adalah dengan membuat perencanaan bisnis atau Proposal Usaha. Oleh karena itu, di
dalam bab ini akan membahas secara tuntas tentang bagaimana cara membuat
Proposal Usaha atau perencanaan bisnis yang benar agar para pengusaha muda yang
ingin membangun usaha mereka bisa bertahan dengan pengusaha lain yang akan
menjadi pesaing mereka ke depan nya.

Maka dengan mengetahui cara membuat Proposal Bisnis yang tepat maka para
pengusaha muda bisa usaha yang matang. Karena keberadaan dari para pengusaha
muda di masa sekarang ini cukup penting dikarenakan dengan adanya para pengusaha
muda ini akan bisa membuka lapangan pekerjaan yang bisa membantu orang lain
untuk mempunyai pekerjaan dan membantu perekonomian dari setiap karyawan yang
akan bekerja dengan mereka nanti.

2. Pengertian Proposal

Tulisan yang memuat tentang suatu rencana dengan tujuan untuk menjabarkankan
suatu kegiatan yang akan dilaksanakan dan dijelaskan secara sistematis, matang, serta
terperinci disebut dengan proposal. Secara etimologis, proposal berasal dari Bahasa
Inggris yaitu kata propose. Propose sendiri berarti permohonan atau
pengajuan/mengajukan. Jika satu pihak memberikan proposal kepada pihak lain maka
diharapkan pihak yang lainnya itu dapat memberikan dukungan. Dukungan yang
dimaksud bisa berupa dana, izin, persetujuan, kerja sama dan lain sebagainya.
Proposal dibentuk dari pengumpulan ide, langkah, dan tahap di sebelumnya. Proposal
juga umumnya dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan yang tercantum di
proposal. Suatu keharusan bahwasannya proposal harus dibuat sedetail mungkin.
Dengan proposal yang dibuat sedetail mungkin, maka pembaca dari proposal bisa
187

memperoleh persamaan visi, misi, serta tujuan. Sebaiknya proposal diberikan kepada
pihak ketiga minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada pihak
ketiga tersebut. Proposal ini juga sangat bermanfaat bagi panitia dalam melaksanakan
kegiatan tersebut. Selain itu, proposal ini juga bisa menjelaskan kepada pihak-pihak
yang ingin mengetahuinya secara tidak langsung. Selain bermanfaat bagi panitia, para
donatur/sponsor juga bisa diyakinkan dengan adanya rancangan anggaran yang tertera
di dalam proposal. Semua hal yang ada di dunia ini pasti memiliki sisi positif dan
negatif. Sisi positif dari proposal adalah dapat memperlancar serta mempermudah
kegiatan yang akan dilaksanakan, lalu bisa memperkecil kemungkinan kesalahan yang
akan muncul dalam kegiatan, serta dapat menjadi bukti legalitas. Kelemahan dari
proposal itu sendiri yaitu akan menjadi lemah apabila tidak ada juru bicaranya. Dalam
penulisan proposal juga perlu diperhatikan struktur kebahasaannya. Struktur bahasa
yang perlu diperhatikan antara lain:

Kata-kata teknis

Kata kerja tindakan

Pernyataan persuasif

Pernyataan argumentatif

Kata pendefinisian

Kata keakanan

Kata perincian

Jika berdasarkan formatnya ada tiga jenis proposal, yaitu (1) proposal formal, (2)
proposal semi formal, dan yang terakhir (3) proposal non-formal. Jika berdasarkan isi,
ada empat jenis proposal yaitu (1) proposal kegiatan, (2) proposal bisnis/usaha, (3)
proposal penelitian, dan (4) proposal proyek. Sedangakan jenis proposal berdasarkan
tujuan ada sepuluh jenis proposal yaitu : (1) proposal riset/penelitian, (2) proposal
penelitian pengembangan, (3) proposal penelitian kajian pustaka, (4) proposal
penelitian kuantitatif, (5) proposal kualitatif, (6) proposal acara, (7) proposal kerja
sama, (8) proposal permohonan dana, (9) proposal kerja praktek, dan (10) proposal
usaha. Di pembahasan kali ini kita hanya akan membahas satu jenis proposal yaitu
proposal bisnis/usaha.
188

3. Pengertian Bisnis

Bisnis (atau yang biasa dikenal dengan perusahaan) adalah organisasi yang dirancang
untuk menyediakan barang, jasa, ataupun keduanya. Sebagian besar bisnis dimiliki
dan dibentuk secara pribadi untuk memperkaya dirinya sendiri. Akan tetapi, bisnis
juga bisa tidak mencari laba atau yang biasa dibilang milik negara (BUMN).
Sedangkan bisnis yang dimiliki oleh banyak orang disebut dengan perusahaan. Secara
etimologi, bisnis berasal dari kata business yang berarti keadaan sibuk bagi seseorang
atau sekelompok masyarakat. Bisnis menjadi dasar agar sebuah organisasi
menciptakan, memberikan, dan menciptakan nilai, dan berkompetsisi, mengalamai
pertumbuhan dan profitabilitas (Vendrell-Herrero, Parry, Bustinza, & Gomes, 2018).
Informasi bisnis adalah salah satu jenis informasi yang paling sering dicari.
Perpustakaan umum — terutama di masa ekonomi yang sulit — dibanjiri oleh para
wirausahawan yang mencari informasi tentang memulai bisnis, pencari kerja meneliti
karier dan industri, dan individu yang mengelola rekening pensiun dan investasi
lainnya.

Model bisnis menggambarkan alasan bagaimana suatu organisasi menciptakan,


memberikan, dan menangkap nilai - ekonomi, sosial, atau bentuk nilai lainnya. Proses
desain model bisnis adalah bagian dari strategi bisnis. Dalam teori serta praktik,
istilah yang disebut model bisnis biasanya dipakai untuk segala uraian informal dan
formal untuk mewakili aspek inti bisnis, termasuk tujuan, penawaran, strategi,
infrastruktur, struktur organisasi, praktik perdagangan, dan proses dan kebijakan
operasional. Inti dari model bisnis adalah bahwa ia mendefinisikan cara di mana
perusahaan bisnis memberikan nilai kepada pelanggan, membujuk pelanggan untuk
membayar nilai, dan mengubah pembayaran itu menjadi laba. Model bisnis digunakan
untuk menjabarrkan dan mengklasifikasikan bisnis (terutama dalam lingkungan
wirausaha), tetapi mereka juga digunakan oleh manajer di dalam perusahaan untuk
mengeksplorasi kemungkinan pengembangan masa depan. Dalam bisnis juga
diperlukan komunikasi, komunikasi bisnis adalah setiap komunikasi yang dilakukan
pada saat mempromosikan produk, layanan atau organisasi, dengan tujuan melakukan
penjualan. Dalam komunikasi bisnis, pesan biasanya disampaikan melalui berbagai
jenis saluran komunikasi, di antaranya internet, cetak (publikasi), radio, televisi dan
dari mulut ke mulut.
189

4. Pengertian Proposal Bisnis

Rencana Bisnis atau Proposal Bisnis merupakan deskripsi yang komprehensif dan
tertulis dari suatu perusahaan. Ini adalah laporan terperinci tentang produk atau
layanan perusahaan, teknik produksi, pasar dan klien, strategi pemasaran, sumber
daya manusia, organisasi, persyaratan terkait infrastruktur dan pasokan, persyaratan
pembiayaan, dan sumber serta penggunaan dana. Rencana Bisnis menggambarkan
status perusahaan di masa lalu dan sekarang, tapi tujuan utamanya adalah untuk
menyajikan masa depan suatu perusahaan. Biasanya diperbaharui setiap tahun dan
menunggu untuk periode biasanya tiga hingga lima tahun, tergantung pada jenis
bisnis. Ini adalah elemen paling penting dalam aplikasi apapun untuk pendanaan, baik
untuk organisasi modal ventura atau investasi lain atau sumber pinjaman222.

5. Tujuan Proposal Bisnis dan Persiapan Esensial yang Diperlukan

“Writing is easy, all you do is sit staring at a blank sheet of paper until the drops of blood
form on your forehead.” – Gene Fowler

Menulis rencana bisnis yang tidak lah sulit. Dengan belajar dan berlatih, Anda dapat
mengembangkan ketrampilan tersebut. Beberapa upaya mungkin terlibat dan tentu
saja latihan membantu tapi bisa lebih buruk dari itu. Somerset Maugham mengatakan
“Ada tiga aturan untuk menulis novel. Sayangnya, tidak ada yang tahu mengenai itu.”
Menulis rencana bisnis tidak begitu bergantung pada kreativitas meskipun terlibat.
Semakin banyak Anda harus menulis, dan semakin penting dokumen yang Anda buat,
maka semakin benar ini. Sederhananya jika Anda menulis dengan baik maka Anda
lebih mungkin untuk mencapai tujuan bisnis Anda.

Poin ini tidak bisa terlalu ditekankan. Satu lembar kertas mungkin tidak mengubah
dunia, tetapi - ditulis dengan baik - dapat mempengaruhi banyak peristiwa dengan
cara yang mempengaruhi hasil yang mereka tulis.

222
United Nations Confrence On Trade and [Link] to Prepare Your Business Plan,
diakses pada 1 November 2019.
190

Kita mungkin tidak semua bercita-cita untuk berhasil dalam menulis novel yang
hebat, tetapi kebanyakan orang dapat belajar untuk menghasilkan tulisan bisnis yang
bagus223.

Banyak orang membuat kesalahan dengan meyakini bahwa pertimbangan terpenting


dalam menyiapkan proposal adalah seberapa baik ditulis atau seberapa professional
tampilannya. Meskipun tulisan yang baik dan format yang dipoles adalah bahan
penting, kualitas paling penting dari proposal yang menang adalah bahwa proposal itu
berbicara dengan kebutuhan nyata klien dan menjual klien di perusahaan Anda.
Keterampilan utama yang Anda butuhkan untuk membuat proposal yang baik adalah:

1. Keahlian pemasaran dan penjualan

2. Kemampuan kreatif dan analisis

3. Ketrampilan membuat keputusan

4. Kemampuan interpersonal

5. Keahlian dalam berbagai bidang studi

6. Keahlian Komunikasi (menulis dan presentasi)224

6. Mengapa Proposal Bisnis?

Ada beberapa alasan penting untuk menyusun rencana bisnis. Beberapa yang paling
signifikan adalah sebagai berikut :

1. Mendapatkan Pandangan Terpadu Tentang Bisnis Anda.

Dengan menyiapkan rencana bisnis Anda, Anda mendapatkan pandangan terpadu dari
semua masalah tentang bisnis Anda. Misalnya, ini membantu Anda untuk
mengidentifikasi klien target Anda yang lebih baik, menguraikan segmen pasar Anda,
membentuk strategi penetapan harga Anda dan menentukan kondisi persaingan yang
mengharuskan Anda beroperasi untuk berhasil. Perencanaan bisnis memastikan

223
Forsyth,Patrick.2010. How to Write Reports and Proposals, diakses pada 1 November 2019, (hlm
4-5)
224
Hamper, Robert J. dan Baugh, L, Suegh. 2011. Handbook for Writing Proposals, diakses pada 1
November 2019, (hlm 20-21)
191

bahwa semua pertimbangan ini konsisten dan selaras. Selain itu, proses rencana
bisnis sering mengarah pada penemuan keunggulan kompetitif atau peluang baru serta
kekurangan dalam rencana tersebut. Komitmenkan rencana Anda pada kertas,
memastikan bahwa kemampuan Anda secara keseluruhan untuk mengelola bisnis
akan meningkat. Anda akan dapat memusatkan upaya Anda pada penyimpangan dari
rencana sebelum kondisi menjadi kritis. Anda juga akan memiliki waktu untuk
melihat ke depan dan menghindari masalah sebelum timbul.

2. Saling Pengertian dalam Tim Manajemen.

Mencapai saling pengertian di antara anggota manajemen perusahaan sangat penting


dalam kasus-kasus di mana kebijakan yang direkomendasikan untuk melibatkan
sebanyak mungkin manajer diterapkan dalam persiapan rencana bisnis.

3. Menentukan Kebutuhan Keuangan dan Mengajukan Permohonan Dana.

Menentukan jumlah, jenis dan sumber pembiayaan dan kapan dibutuhkan.


Menggunakan rencana bisnis dalam proses permohonan dana.

4. Persetujuan dari Dewan Direksi / Pemegang Saham.

Menggunakannya sebagai dasar untuk mendapatkan persetujuan dari dewan


perusahaan dan pemegang saham.

5. Perekrutan.

Menggunakannya dalam merekrut dan memperkenalkan anggota baru manajemen dan


staf.

6. Turunkan tujuan bagi karyawan.

Berasal dari ukuran rencana bisnis dan tujuan untuk unit dan individu dalam
organisasi (manajemen dengan tujuan).

7. Memberitahu karyawan.

Menggunakannya sebagai sarana untuk memberi tahu / memotivasi karyawan tentang


tujuan perusahaan.

8. Menginformasikan pemberi pinjaman.


192

Memberikannya kepada bank / dana investasi yang telah membiayai bisnis Anda di
masa lalu dan membutuhkan informasi berkala untuk tujuan pemantauan.

9. Memberitahu mitra.

Menggunakan rencana bisnis dalam menginformasikan mitra bisnis dan organisasi


terkait lainnya.

Dalam menyiapkan manual ini, diasumsikan bahwa tujuan utama mempersiapkan


rencana bisnis adalah untuk menentukan persyaratan pembiayaan bisnis Anda dan
untuk mengajukan permohonan pendanaan eksternal.225

7. Siapa yang membaca proposal bisnis?

Di antara pembaca rencana bisnis Anda kemungkinan besar akan menjadi karyawan ,
dewan direksi dan pemegang saham, mitra bisnis terpilih, dan pemberi pinjaman dan
investor saat ini atau prospektif. Bagian mana dari rencana bisnis Anda yang harus
dibagikan kepada orang yang bergantung pada kerahasiaannya dan pada tanggung
jawab khusus orang yang bersangkutan. Jika Anda memasukkan dalam rencana
bisnis Anda keputusan rahasia atau rahasia, Anda harus membatasi dalam
mendistribusikan salinannya. Berikan hanya kepada orang yang Anda yakini tidak
akan memberikan informasi tanpa persetujuan Anda. Dalam beberapa kasus, Anda
dapat meminta penerima untuk menandatangani deklarasi kerahasiaan. Beberapa
pembaca target yang paling penting mungkin adalah calon pemberi pinjaman atau
investor. Jika Anda mencari pembiayaan dari luar untuk mengembangkan bisnis
Anda, ada banyak sumber yang dapat Anda dekati dengan rencana bisnis Anda. Yang
paling penting adalah sebagai berikut:

1. Bank Komersial.

Bank komersial memberikan pinjaman kepada bisnis yang layak berdasarkan syarat
dan ketentuan pasar standar. Mereka biasanya sangat sadar risiko dan membutuhkan
perlindungan yang memadai melalui jaminan. Ini dapat terdiri dari, dalam urutan
preferensi bank, rekening kas, logam mulia, sekuritas yang dapat diperdagangkan,
infrastruktur (tanah, bangunan, mesin), piutang dan persediaan. Jika beberapa dari
aset ini diterima sebagai jaminan, bank dapat meminta pinjaman untuk ditutupi
225
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 3-4)
193

dengan 200 persen atau lebih dari nilainya. Tingkat bunga tergantung pada kondisi
ekonomi makro yang berlaku di suatu negara, tetapi juga pada risiko yang dikaitkan
bank dengan suatu proyek. Pengalaman menunjukkan bahwa suku bunga yang
diminta oleh bank komersial di beberapa negara sering kali terlalu tinggi untuk benar-
benar mendukung pengembangan bisnis.

2. Dana investasi swasta.

Beberapa tahun terakhir telah terlihat peningkatan pesat dalam jumlah dana modal
ventura swasta yang beroperasi secara komersial. Tujuan dari dana ini adalah untuk
mendapat untung, dan mereka akan memeriksa bisnis Anda sampai mereka yakin
bahwa mereka dapat memperoleh pengembalian substansial atas ekuitas mereka
dengan risiko yang dapat dihitung. Keuntungan tertentu dari dana tersebut,
dibandingkan dengan pinjaman bank, adalah bahwa mereka dapat membiayai bisnis
Anda dengan menempatkan ekuitas tanpa memerlukan jaminan. Di sisi lain, mereka
akan mengharapkan bagian yang baik dari laba dan akan menuntut fungsi kontrol
dalam bisnis Anda, misalnya dengan menunjuk salah satu anggota staf mereka ke
dewan direksi perusahaan Anda.

3. Dana pengembangan.

Dana modal ventura tersebut didirikan dan didukung terutama oleh Pemerintah atau
lembaga pemerintah dan memiliki tujuan pembangunan sosial dan ekonomi makro.
Karakteristik khusus dari dana ini adalah:

a. Mereka bersedia mengambil risiko lebih besar daripada dana modal ventura
komersial / swasta.

b. Mereka berpartisipasi dalam bisnis hanya untuk jangka waktu terbatas.


Mereka keluar ketika bisnis mandiri secara finansial.

c. Mereka terutama menyukai bisnis dengan manfaat sosial dan lingkungan yang
khusus (menciptakan banyak pekerjaan, termasuk komponen nilai tambah
yang kuat, mentransfer sejumlah besar pengetahuan, ramah lingkungan, dll.).
Karena itu, jika Anda mengarahkan diri ke dana semacam itu, Anda harus
membahas masalah ini dengan baik dalam rencana bisnis Anda. Namun
demikian, sebagian besar dana pengembangan, seperti semua lembaga
pendanaan lainnya, hanya siap untuk membiayai proyek jika rencana bisnis
194

menunjukkan kelayakan dan keuntungan bisnis.

4. Lembaga Pembangunan Multilateral

Modal saham lembaga-lembaga ini dipegang oleh banyak pemerintah. Tujuan


bersama mereka adalah membantu pembangunan sosial dan ekonomi daerah yang
mereka cakup. Filosofi dan tujuan mereka mirip dengan dana pembangunan yang
disebutkan di atas. Mereka mencakup proyek investasi yang lebih kecil melalui
perantara seperti bank komersial lokal dan perusahaan leasing.

5. Investor swasta.

Investor swasta biasanya adalah individu yang kaya dan mandiri yang mencari
peluang untuk menaruh uang dalam bisnis yang menjanjikan. Insentif mereka adalah
untuk mendapatkan pengembalian investasi yang lebih tinggi daripada pada surat
berharga yang dipasarkan atau berinvestasi dalam suatu dana. Cukup sering mereka
mengalokasikan persentase dari kekayaan mereka untuk memulai atau memperluas
proyek. Menempatkan uang dalam beragam bisnis mengurangi risiko keseluruhan
dalam portofolio investasi mereka.

6. Kredit bantuan teknis / hibah.

Tergantung pada jenis dan lokasi bisnis Anda, mungkin ada beberapa kemungkinan
untuk mengakses dana pemerintah yang memberikan pinjaman lunak atau hibah.
Contoh-contoh khas aplikasi untuk pinjaman lunak atau hibah seperti itu adalah untuk
melatih personel Anda, menyiapkan studi kelayakan, melaksanakan proyek
percontohan sebelum investasi, dan membuat perbaikan terkait perlindungan
lingkungan.

Namun demikian, bahkan untuk hibah, donor kemungkinan besar akan menilai
rencana bisnis Anda sebelum mengambil keputusan. Donor berharap hibah mereka
diberikan hanya untuk usaha yang terencana dan layak. Mereka benar percaya bahwa
ini adalah orang-orang yang dapat memiliki dampak sosial, ekonomi mikro dan makro
ekonomi yang substansial226.

226
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 5-7)
195

8. Macam – Macam Proposal Bisnis

Sebelum kita ingin memulai bisnis, kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis bisnis
apa yang ingin kita jalankan. Disarankan agar membangun bisnis yang sesuai dengan
kesukaan dan bakat kita. Maka hasil yang ingin dicapai pun akan maksimal. Dilansir
dari buku yang berjudul “How to Write a Business Plan : 10th Edition” ada beberapa
macam proposal bisnis yang dapat dijadikan referensi untuk membangun bisnis agar
lebih mantap yaitu proposal bisnis untuk : Retail (Pengecer), Wholesale (Penjual
Grosir), Service (Penyedia Jasa), Manufacturing (Pabrik), dan Project Development
(Pengembang Proyek).

a) Retail atau Penjual Eceran

Contoh dari pengecer yaitu ada supermarket, online store (pengecer via
online), butik, toko perbelanjaan, dan para penjual souvenir. Mereka
umumnya membeli barang-barang secara grosir langsung dari pabriknya
dengan harga yang lebih murah lalu diedarkan ke masyarakat dan
mendapatkan untung dari setiap bagian produknya.

b) Wholesale atau Penjual Grosir

Para Penjual Grosir biasanya memesan produk langsung dari pabrik dan
mengecernya kepada para penjual eceran. Penjual grosir tidak langsung
memasarkan produk mereka ke tangan konsumen melainkan ke distributor
terlebih dahulu.

c) Service (Penyedia Jasa)

Para penyedia jasa tidak menawarkan produk pada konsumennya namun lebih
menawarkan kemampuan dan skill mereka. Contoh dari Service yaitu
misalnya tukang salon, ojek, akuntan, dan pembersih rumah.

d) Manufacturing (Pabrik)

Bisnis bidang pabrik memproduksi bahan mentah menjadi bahan siap pakai
yang dapat digunakan oleh para konsumen. Menurut Mike Mckeever, bagian
paling sulit untuk membangun bisnis bidang ini adalah bagaimana cara untuk
menemukan produk apa yang ingin dibuat yang dapat diterima oleh pasar dan
menarik minat banyak konsumennya.
196

e) Project Development

Seorang pengembang suatu proyek menciptakan sebuah komoditas atau aset


yang dapat dijual. Umumnya, seorang pengembang proyek mengetahui harga
pasar produk final sebelum ia memulai bisnisnya tersebut. Ketika proyek
tersebut selesai, maka mereka menawarkan kepada konsumennya secara
langsung.

6. Bagian – bagian dalam Proposal Bisnis

Proposal Bisnis isinya harus memuat informasi detail tentang apa saja yang
dibutuhkan dalam menjalankan bisnis tersebut dan dapat digunakan untuk
memperoleh modal usaha dengan menjalin kerjasama antar perusahaan secara singkat
padat dan jelas (The Sunday Times : How to Write Reports and Proposal, 2010). Oleh
karena itu, isinya harus menarik agar dapat menjalin hubungan antar perusahaan
dengan mudah. Didalam jurnal “Pedoman Penyusunan Proposal Usaha” dijabarkan
bagian – bagian dalam proposal bisnis secara rinci, yaitu :

a) Sampul

b) Halaman Pengesahan

c) BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari:

Nama perusahaan yang dijalankan dan penjelasan rinci tentang profil


perusahaan, status usaha yang akan dijalankan, latar belakang dibentuknya
perusahaan tersebut serta tujuannya.

d) BAB II : Metode Pelaksanaan

Didalam bagian ini dijelaskan mengenai produk apa yang ingin di produksi,
bahan baku yang dipakai untuk membuat produk, bagaimana proses
produksinya, bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan dan cakupan
daerah mana saja yang akan dijadikan target pemasaran serta yang terakhir
adalah uraian tentang tempat produksi termasuk didalamnya dicantumkan
alamat tempat produksi, karakteristik, serta pengaruh untuk usaha kedepannya
nanti.

e) BAB III : Target Luaran


197

Dalam bab ini terdapat tiga bagian yaitu Target Produk, Target Konsumen,
dan Target Pendapatan. Dalam Target Produk diuraikan tentang jenis,
karakteristik, kualitas, serta kuantitas produk yang akan dipasarkan. Dalam
Target Konsumen, Produsen harus menentukan jumlah total calon sasaran
yang akan ditargetkan untuk menjadi konsumen. Target Pendapatan
menguraikan harapan pendapatan total yang ingin dicapai oleh produsen.

f) BAB IV : Rencana Biaya Usaha

Rencana Biaya Usaha dirancang untuk membuat perhitungan yang matang


tentang biaya yang dikeluarkan unutk keperluan bahan baku, tenaga kerja, dan
keperluan rumah tangga perusahaan lainnya serta untuk menetukan harga jual
produk. Didalam bagian Rencana Biaya Usaha juga diperlukan Rancangan
Pengembangan dan Investasi yang berfungsi untuk membuat rencana
pendapatan yang diharapkan yang nantinya akan digunakan untuk
pengembangan modal usaha.

g) BAB V : Jadwal Pelaksanaan

Bagian ini berisi rincian jadwal kegiatan serta durasi waktu pelaksanaan.

h) BAB VI : Organisasi Pelaksana

Pada bagian ini berisi tentang rincian anggota serta deskripsi tugas yang
diemban oleh masing – masing anggota yang terlibat dalam pelaksanaan
usaha. Selain itu, disisipkan juga deskripsi anggota/lembaga pendamping dan
tugas-tugas nya.

i) BAB VII : Potensi Khusus

Potensi Khusus terdiri dari beberapa peluang yaitu Peluang Komersial,


Peluang Memperoleh Hak Paten atau Haki, dan Peluang untuk Memperoleh
Legalitas Usaha.

j) Lampiran

Lampiran memberikan informasi tambahan seputar perusahaan, misalnya


dapat diisi dengan denah lokasi tempat usaha agar konsumen dapat lebih
mudah menjangkau tempat usaha tersebut.
198

9. Berbagai Tipe dari Proposal Bisnis

a. Jenis Usaha / Industri


Jika Anda dalam perdagangan, rencana bisnis Anda tidak akan berurusan dengan masalah
seperti proses manufaktur atau investasi dalam permesinan. Anda akan lebih menekankan
pada perolehan dana untuk membiayai pembangunan jaringan pengadaan dan penjualan Anda
dan pra-pembiayaan barang-barang yang akan Anda perdagangkan. Gabungan produk dan
layanan yang akan ditawarkan juga dapat memengaruhi konten rencana. Masalah yang
berkaitan dengan inventaris, penyimpanan, dan sebagainya menjadi kurang signifikan ketika
campuran produk / layanan bergerak menuju bisnis layanan murni. Bagaimanapun, rencana
bisnis Anda harus mencakup isu-isu standar seperti pengembangan sumber daya manusia dan
pemasaran

b. Kepemilikan Tunggal.
Jika Anda adalah pemilik tunggal bisnis kecil, mungkin Anda akan menyusun sendiri seluruh
rencana bisnis. Untuk usaha kecil, ukuran, kerumitan dan upaya yang dihabiskan dalam
menghasilkan rencana bisnis harus dijaga dalam batas. Dalam kasus seperti itu, rencana
bisnis harus memberi tekanan pada diri Anda sendiri. Informasi keuangan pribadi mungkin
diperlukan untuk mendukung pernyataan Anda bahwa Anda akan mengalokasikan bagian
tertentu dari dana Anda sendiri sebagai investasi dalam bisnis. Anda juga harus memberikan
perincian spesifik mengenai aset pribadi non-finansial yang Anda rencanakan untuk
digunakan dalam bisnis Anda.

c. Perusahaan Transnasional.
Rencana bisnis perusahaan dari sebuah perusahaan transnasional dengan volume penjualan
tahunan beberapa miliar dolar tidak memberikan tekanan pada masalah yang sama dengan
perusahaan ukuran menengah rata-rata dengan omset tahunan beberapa juta dolar. Masalah-
masalah yang tercakup dalam rencana bisnis korporasi transnasional adalah:

d. Strategi promosi citra global; Ekspansi melalui akuisisi perusahaan / merger lain, dll
.; Rencana bisnis divisi. Rencana divisi bisnis (unit) perusahaan besar tidak jauh berbeda
dari rencana bisnis perusahaan independen. Namun, di samping masalah standar yang
199

tercakup dalam rencana bisnis (produksi, penjualan, sumber daya, dll.), Ia harus mencakup
semua masalah antarmuka dan sinergi dengan unit korporasi lainnya.

e. Start-up Business. Jika Anda baru memulai, Anda menghadapi tantangan khusus karena
Anda tidak memiliki rekam jejak yang mapan. Sebaliknya, Anda harus berkonsentrasi besar
pada kemampuan Anda untuk menjual diri sendiri dan para mitra yang mungkin Anda miliki
sebagai pelaku bisnis yang berpotensi berhasil. Tidak masalah apakah Anda menggunakan
rencana bisnis Anda dalam upaya mendapatkan pembiayaan atau meyakinkan calon
karyawan untuk datang bekerja untuk Anda. Anda perlu meyakinkan siapa pun yang
membaca rencana Anda bahwa ide bisnis Anda akan sukses. Intinya, kemampuan Anda untuk
menjual diri sendiri adalah pengganti informasi historis yang tidak [Link] karena itu,
rencana Anda harus mencakup informasi pribadi tentang semua orang yang terlibat dalam
usaha awal (pekerjaan sebelumnya, pengalaman, pencapaian bisnis, dll.), Alih-alih informasi
historis yang dapat diberikan oleh bisnis yang sedang berjalan. Seperti halnya bisnis mapan,
Anda juga perlu memberikan proyeksi laporan laba rugi dan rencana arus kas. Dokumen-
dokumen ini mengukur hasil yang Anda harapkan untuk dicapai melalui operasi
Anda. Pastikan untuk memasukkan biaya awal yang akan dikeluarkan sebelum pembukaan
bisnis Anda. Meskipun bisnis Anda mungkin akan melibatkan pengeluaran tertentu yang
unik untuk industri Anda, jangan lupakan beberapa biaya awal yang lebih umum seperti:

a. Biaya profesional (legal atau akuntansi)


Charges Biaya pengaturan (lisensi, biaya pendaftaran perusahaan, dll.); Deposit untuk ruang
sewaan;

b. Studi pasar.
• Ekspansi besar bisnis yang ada. Jika rencana bisnis Anda dibuat dengan tujuan utama
mengumpulkan dana untuk mengembangkan bisnis Anda, kedua masalah berikut harus
dicakup dengan benar:

a. Bahwa pasar sektor bisnis yang Anda targetkan memiliki potensi untuk pertumbuhan
lebih lanjut; dan

b. Bahwa entitas Anda, berdasarkan sejarah dan kekuatan kompetitifnya, berada dalam
posisi yang baik untuk memenangkan bagian besar dari pasar ini.
Terus melanjutkan bisnis. Ada juga rencana bisnis yang tidak mengantisipasi pertumbuhan
signifikan atau investasi besar dan karena itu tidak peduli dengan masalah penggalangan dana
200

tambahan. Dalam kasus seperti itu, rencana bisnis dibuat untuk menginformasikan atau
mendapatkan persetujuan dari badan pembuat keputusan dan investor yang ada dan / atau tim
manajer menulis sendiri untuk mencapai pemahaman bersama tentang tujuan mereka dan
untuk menentukan prioritas dan kegiatan mereka di masa depan. Jelas, dalam rencana bisnis
semacam itu, kurang ditekankan pada membenarkan potensi pasar untuk mengakomodasi
pertumbuhan. Banyak perusahaan menghasilkan rencana bisnis tersebut setiap tahun.

f. Tahap pembiayaan. Seperti yang sering disebutkan, salah satu tujuan utama membuat
rencana bisnis adalah untuk memberi tahu kreditur dan investor Anda. Jika Anda tidak
mencari uang baru tetapi hanya bermaksud memberi informasi kepada pemodal Anda saat
ini, Anda harus lebih menekankan pada latar belakang bisnis (yang sudah diketahui), tetapi
untuk lebih menekankan perkembangan baru dalam bisnis. Namun, jika Anda mendekati
pemberi pinjaman / investor baru (yang disebut putaran kedua dan ketiga dan / atau pasar
saham), rencana Anda harus berisi deskripsi yang lebih rinci tentang latar belakang bisnis
Anda (termasuk pasar dan produk).

g. Proyek Khusus. Mungkin Anda sedang menyusun rencana bisnis bukan untuk seluruh
bisnis entitas Anda, tetapi hanya untuk proyek investasi satu kali yang terisolasi seperti:
􏱦 Membuka anak perusahaan / pusat laba di negara tertentu di luar negeri; Memulai unit
bisnis baru untuk serangkaian produk atau layanan baru.
Untuk rencana bisnis semacam itu, Anda hanya perlu memberikan informasi umum tentang
seluruh grup. Rencana bisnis Anda harus berkonsentrasi pada bisnis spesifik baru yang Anda
rencanakan. Namun, pemberi pinjaman atau investor akan tertarik untuk memiliki gambaran
yang lebih luas tentang keuangan perusahaan Anda untuk menilai risiko keuangan secara
keseluruhan. Jika perusahaan Anda mengalami kesulitan keuangan, jelas ini akan
mencerminkan proyek juga227.

10. Hal yang Membuat Proposal Bisnis Terlihat Bagus

Jika suatu saat Anda menyusun sebuah proposal ada beberapa hal yang harus
diperhatikan dalam penyusunannya, berikut daftarnya.

227
United Nations Confrence on Trade and [Link] to Prepare Your Business [Link]
pada 1 November 2019. (hlm 15-18)
201

a. Penjelasan harus dibuat sejelas mungkin tetapi tetap singkat dan padat
Proposal yang Anda susun harus menjelaskan tiap-tiap bagiannya secara rinci tetapi
tetap singkat dan juga padat. Proposal harus dibuat secara rinci dimaksudnya agar
pihak ketiga yang bisa berupa investor atau pemberi izin tertarik pada saat membaca
proposal tersebut.

b. Penjelasan Background Usaha


Pada bagian ini, pengaju proposal harus bisa menjabarkan alasan utama serta cara
mengembangkan bisnis yang akan Anda jalani. Kondisi pasar dan cara
menanggulangi masalah yang ada dengan bisnis Anda juga mungkin bisa menjadi
referensi Anda dalam menjabarkan bagian ini. Dan tak lupa, profit yang bisa
didapatkan jika Anda bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan ide bisnis Anda.

c. Konsep Bisnis Menarik


Konsep bisnis harus dibuat secara matang dan juga penuh persiapan. Konsep bisnis
akan menjadi gambaran investor bagaimana nanti bisnis yang Anda rencanakan akan
berjalan. Konsep acara yang tidak begitu menarik akan membuat calon
investor/pemberi izin enggan memberikan dana atau izinnya

d. Target Investor yang Tepat


Anda tidak bisa mengirim proposal ke sembarang investor. Pilihlah investor yang
sesuai dengan rancangan proposal yang dibuat. Akan menjadi hal lucu jika proposal
bisnis yang Anda buat tentang bisnis keagamaan dan Anda tawarkan kepada investor
yang biasa menerima proposal tentang bisnis minuman keras.

e. Peka terhadap Informasi Investor


Jika Anda sudah memiliki target investor, coba Anda cari tahu mengenai seluk beluk
investor Anda. Ini memang tidak termasuk bagian dari menulis proposal, tapi
penyampaian proposal ini kepada investor juga merupakan hal penting. Dengan
mengetahui informasi tentang investor Anda, maka Anda siap untuk berpresentasi di
depan investor karena biasanya saat berpresentasi mengenai proposal bisnis kita
investor akan menanyakan sedikit tentang siapa mereka. Jangan sampai Anda
terblunder dengan pertanyaan tersebut.

f. Buatlah Budget yang Tidak Berlebihan


Jika Anda membuat anggaran dalam proposal yang terlalu berlebihan investor akan
menjadi curiga dengan anggaran yang Anda buat dan membuat investor enggan
202

memberikan dananya kepada Anda. Anda harus benar-benar terbuka mengenai


anggaran ini. Hal ini bertujuan agar Anda dan investor saling percaya satu sama lain.

g. Penutup yang Baik


Pada bagian ini, kesimpulan dari semua rancangan bisnis Anda harus tertulis. Di
bagian ini pula menjadi pendukung investor agar makin tertarik untuk menitipkan
dananya agar Anda bisa kelola.

h. Desain Harus Menarik


Dengan desain proposal yang menarik, investor akan dengan senang hati membaca
proposal yang Anda buat. Investor bisa saja menolak proposal Anda pada saat
pertama Anda memberikannya hanya desain yang Anda pilih sangatlah monoton dan
tidak disukainya. Kalimat-kalimat hiperbola masih boleh digunakan selama masih
masuk akal.

i. Presentasi yang Tidak Boleh Membosankan


Walaupun presentasi proposal bukan dari bagian penyusunannya, presentasi tetap
menjadi bagian penting dalam proposal. Bayangkan jika Anda telah membuat
proposal yang sebegitu bagus dan menariknya tapi Anda mengesksekusi proposal itu
dengan gagal. Penyusunan proposal yang Anda buat akan menjadi sia-sia. Jadi
presentasi proposal Anda juga harus menarik investor agar investor tertarik dengan
proposal Anda.

Setelah semua hal tersebut sudah Anda lakukan, langkah yang penting lainnya yang
harus Anda lakukan adalah jangan lupa memfollow-up. Walaupun pada saat Anda
berpresentasi sang investor telah menunjukkan keminatannya pada bisnis Anda, bisa
saja sang investor lupa dengan bisnis Anda. Investor menerima banyak pengaju
proposal setiap minggunya dan bisa jadi proposal yang telah Anda susun tertumpuk di
antara proposal lainnnya. Dengan Anda memfollow-upnya, investor akan membuka
proposal Anda dan mulai mempelajarinya lagi.

Selain itu berikan proposal pada waktu yang tepat. Mengajukan proposal saat bulan
Ramadhan atau menjelang liburan adalah suatu tindakan yang salah. Para staff sudah
mulai mempersiapkan liburannya dan tidak akan memperdulikan proposal yang sudah
Anda buat dengan susah payah.

11. Benefit Membuat Proposal Bisnis


203

Keberadaan dari Proposal Bisnis didalam sebuah usaha memberikan beberapa


keuntungan untuk setiap individu yang ingin membangun usaha nya agar dapat
membangun strategi untuk bisa bersaing dengan usaha usaha lain yang menjadi
pesaing.

Keuntungan dari pembuatan Proposal Bisnis adalah sebagai acuan atau pedoman
dalam menentukan pengeluaran dan sebagai sarana untuk perencanaan bisnis untuk ke
depan nya. Selain itu, keuntungan lain yang di dapatkan adalah sebagai acuan untuk
menentukan harga yang sesuai dan realistis berdasarkan pengeluaran yang akan
dikeluarkan agar tetap mendapatkan keuntungan di dalam persaingan dengan
pengusaha lain nya. Lalu juga keuntungan yang bisa di dapatkan dari pembuatan
Proposal Bisnis adalah sebagai alat untuk membayangkan tentang usaha yang akan
dijalani apakah akan menjadi usaha yang berjangka panjang atau pendek. Keuntungan
lain yang bisa di dapat dari pembuatan Proposal Bisnis tersebut adalah sebagai
penentu untuk prospek bisnis ke depan nya agar usaha yang di bangun bisa terus
berkembang dan tidak terkikis did ala persaingan yang cukup ketat.

Keuntungan lainnya adalah sebagai catatan yang akan di berikan untuk mencari dana
kepada bank komersial, investor agar bisa membantu perkembangan usaha dari segi
financial. Hal ini cukup penting karna untuk bisa mengembangkan usaha agar
semakin berkembang perlu dana yang tidak sedikit, oleh karena itu keberadaan dari
Proposal Bisnis ini cukup penting.

Kesimpulan

Proposal berasal dari Bahasa Inggris yaitu Propose yang berarti permohonan atau
pengajuan untuk mencari dukungan dari segi dana, izin, persetujuan, kerja sama dan
kegiatan lain nya. Sedangkan, Proposal Bisnis merupakan sebuah tulisan yang
mempunyai tujuan untuk menjelaskan sebuah kegiatan bisinis seperti informasi
tentang produk, teknik produksi, pasar dan klien, strategi pemasaran, Sumber Daya
Manusia, organisasi, juga sumber dana dan pengeluaran dana dari sebuah perusahaan
yang akan dilakukan secara sistematis, matang, dan juga terperinci. Serta Proposal
Bisnis ini juga dapat dijadikan sebagai alat untuk mencari bantuan dari berbagai segi,
yang umum nya adalah bantuan dari segi dana dan perizinan.

Proposal Bisnis terbagi kedalam beberapa jenis Proposal yang lebih spesifik, dan
beberapa jenis proposal tersebut adalah:
204

1. Retail atau Penjual Eceran

2. Service (Penyedia Jasa)

3. Manufacturing (Pabrik)

4. Project Development

Membuat atau menyusun rencana bisnis menjadi penting karena mempunya efek yang
cukup signifikan untuk keberlangsungan bisnis anda. Beberapa efek yang signifikan
tersebut adalah:

1. Untuk Mendapatkan Pandangan Terpadu Tentang Bisnis Anda

2. Saling Pengertian dalam Tim Manajemen

3. Menentukan Kebutuhan Keuangan dan Mengajukan Permohonan Dana

4. Persetujuan dari Dewan Direksi atau Pemegang Saham

5. Perekrutan

6. Turunkan Tujuan Bagi Karyawan

7. Memberikan Informasi Kepada Krayawan

8. Menginformasikan Pemberi Pinjaman

9. Memberitahu Mitra

Didalam penulisan Proposal Bisnis anda juga perlu memperhatikan beberapa hal agar
Proposal yang di buat bisa menarik perhatian sehingga dapat melancarkan setiap
keperluan dari kegiatan bisnis. Hal-hal tersebut adalah:

1. Penjelasan harus dibuat sejelas mungkin tetapi tetap singkat dan padat

2. Menjelaskan Background Usaha

3. Konsep Bisnis yang Menarik

4. Target Investor yang Tepat

5. Peka Terhadap Informasi Investor

6. Buatlah Budget yang Tidak Berlebihan


205

7. Penutup Yang Baik

8. Desain Semenarik Mungkin

9. Presentasi yang Tidak Boleh Membosankan

Selain itu, perlu juga memperhatikan waktu saat untuk pengiriman Proposal Bisnis
agar di terima dengan baik oleh investor. Didalam sebuah Proposal Bisnis yang baik
terdapat sebuah kerangka dasar yang menjadi pedoman atau tuntunan agar Proposal di
buat bisa tersusun secara rapih dan membuat setiap orang yang membaca nya menjadi
paham tentang apa yang di baca nya. Kerangka dasar yang umum terdapat di dalam
Proposal Bisnis adalah:

1. Sampul

2. Halaman Pengesahan

3. BAB I : Pendahuluan

4. BAB II : Metode Pelaksanaan

5. BAB III : Target Luaran

6. BAB IV : Rencana Biaya Usaha

7. BAB V : Jadwal Pelaksanaan

8. BAB VI : Organisasi Pelaksana

9. BAB VII : Potensi Khusus

10. Lampiran

Salah satu alasan yang menjadikan anda harus membuat Proposal Bisnis yang baik
karena Proposal Bisnis anda akan di baca oleh para investor yang akan memberikan
dukungan nya terhadap kegiatan bisnis anda. Biasanya yang akan membaca Proposal
Bisnis yang telah anda buat adalah Bank Komersial, Dana Invsetasi Swasta, Dana
Pengembangan, Lembaga Pembangunan Multilateral, Investor Swasta. Oleh karena
itu untuk menarik perhatian dari para Investor tersebut maka perlu membuat sebuah
Proposal Bisnis semenarik mungkin.
206

DAFTAR PUSTAKA

Fadli abdul K, Melihat Fragmentasi dan Keaktifan Audiens dalam Menentukan Platform dan
Informasi di Media Online

Pieter Gunawan Widjaya, ANALISIS SEGMENTING, TARGETING, POSITIONING DAN


MARKETING MIX PADA [Link] JAYA, AGORA, Vol. 5, No. 1, (2017)

Sandra Moriarty dan Nancy Mitchell dan William Wells, Advertising, (Jakarta: Prenada
Media Group, 2009)

Rosida P. Adam, 2011, “Target Pasar dan Strategi Memposisikan Produk The di Pasar
Global”, Media Litbang Sulteng, Vol. 4, No. 2

Agus Hermawan, Komunikasi Pemasaran, PT. Gelora Aksara Pratama, Malang, 2012

Mahmud Machfoedz, Komunikasi Pemasaran Modern, Cakra Ilmu, Yogyakarta, 2010

Hermawan Kartajaya, Hermawan Kartajaya On Segmentation (Bandung: PT Mizan Pustaka,


2006) Cet.1

Morissan, M.A., Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Prenadamedia Group,


Jakarta, 2015

RM. Sigid Noerochmad, S.E, M.M, Strategi Pemasaran 1 (Depok: Kementrian Pendidikan
dan Kebudayaan, 2013), Cet.1

Ir. Agustina Shinta, Manajemen Pemasaran, (Malang: Universitas Brawijaya Press Anggota
IKAPI, (2011) Cet.1

Serian Wijatno, Pengantar Entrepreneurship, (Jakarta: PT. Grasindo Anggota IKAPI, 2009)

Dadang Munandar, “Analisis Penentuan Segmen, Target, Dan Posisi Pasar HomeCare di
Rumah Sakit Al-Islam Bandung”, Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol. 6, No. 2

Kertajaya, Hermawan. 2006. Hermawan Kertajaya on Marketing Mix. Bandung: Mizan.


Budi Lestari, Retno, dkk. 2016. Bahan Ajar Manajemen Pemasaran. Palembang: STIE Multi
Data Palembang.
Putri, Budi Rahayu. 2017. Manajemen Pemasaran. Bali: Universitas Udayana.
207

Harsalim, Richard, dan Sugiono Sugiharto. 2015. Analisis Pengaruh Product Quality, Price
dan Promotion Terhadap Purchase Intention Mobil Toyota Alphard Di Surabaya”,
Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol. 3, No. 1, Hlm. 3
Cashman, J. 2014. Big Book of Digital Marketing. New Jersey: Digital Firefly Marketing
Goding, S. 2003. Purple Cow Transform Your Business by Being Remarkable. United
Kingdom : Portfolio
James, S. 2013. 50 Shades of Digital Marketing. Kopenhagen: Bookboon
Reily, Michael. (2019, 13 Maret). Manfaatkan Media Sosial, Wardah Klaim Pimpin
Penjualan Make-Up. Dikutip 3 November 2019 dari
[Link]
penjualan-make-up
Zahay, D., Altounian, D., Pollitte, W., & James, J. (2019). Effective Resource Deployment in
Digital Marketing Education. Marketing Education Review, 29(3), 182–192.
[Link]
Ali, Dini Salmiyah Fithrah. 2017. Marketing Public Relations - Diantara Penjualan dan
Pencitraan. Yogyakarta : Deepublish.

Perbawasari, S., Sjuchro, D. W., Setianti, Y., Nugraha, A. R., Hafiar, H. Government
Marketing Public Relations Strategy in Preparing Halal Tourism in Priangan Region. 35 (1).
2019. 97.

Ruslan, Rosady. 2016. Manajemen Publik Relation dan Media Komunikasi Edisi Revisi.
Jakarta: Rajawali Pers.

Trinh, V. D., & Nguyen, H. M. Model Of Relationships Among Marketing Public Relations,
Service Quality And Attitude Toward Brand. ASEAN Marketing Journal. 1 (1). 2018. 18.

Gifford J. Digital Public Relations: E-Marketing’s Big Secret. Continuing Higher Education
Review.2010;74:[Link]://[Link]/[Link]?direct=true&db=eric
&AN=EJ907250&site=eds-live. Accessed November 3, 2019.

Frank Jofkins disempurnakan oleh Daniel Yadin. 2004. Public Relations, Edisi 5.
(Jakarta;Penerbit Erlangga.) Hal. 9

Onggo, Bob Julius. 2004. Cyber Public Relations. (Jakarta; Penerbit PT Elex Komputindo)
208

Reference List Harlow RF. Building a Public Relations Definition. Public Relations Review.
1976;2(4):[Link]://[Link]/[Link]?direct=true&db=ufh&AN=
84198108&site=eds-live. Accessed November 3, 2019.

Andrew Stellman dan Jennifer Greene, “Learning Agile”, (Gravenstein Highway North :
O’Reilly Media, 2015)

Wulan,[Link] Konfigurasi Model Analisis Arsitektur Agile pada perusahaan


Bisnis IT Online.

Cooke,Lynn [Link] power of the agile business analyst second edition,IT


Governance Publishing

Mahendra,Irfan [Link] Development Methods Dalam Pengembangan Sistem


Informasi Pengajuan Kredit Berbasis [Link] Teknologi dan [Link] 1.

Ependi, Usman, “Pengembangan E-Trace Alumni dengan Menggunakan Pendekatan Metode


Agile”, No.1979-2328

Ibrahim, Niko, “An Overview of Agile Software Development Methodology and Its
Relevance to Software Engineering”, Jurnal Sistem Informasi, Vol. 2, No. 1, Tahun 2007,
Hal. 69.

Larman Craig, Agile and Iterative Development: A Manager's Guide, Addison-Wesley


Professional, 2003.

Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In
Open source Development”, (New York : Information Science Reference, 2009)

Barbara Russo, Marco Scotto, Alberoto Silitti, dan Giancarlo Succi Agile, “Technologies In
Open source Development”, (New York : Information Science Reference, 2009)

Rothman,[Link] your successful agile project,pragmatic bookshelf

Petit,Yvan dan Bryan [Link] Approaches on large project in Large Organization,


Project Management Institute

Peter Measey, “Agile Foundations - Principles, practices and frameworks”, (BCS Learning
and Development Limited, 2015) Business Culture and Agile

Mike Cohn, “Agile Estimeting and Planing” (United States : Prentice Hall, 2007)
209

Afrilia, Ascharisa Mettasatya. Jurnal Ilmu Sosial. Memetakan Manajemen Krisis Perusahaan
Travel Umroh “First Travel” dalam Menghadapi Krisis Perusahaan. Vol. 16, No. 2.
Desember 2017.

Dra. Fullchis Nurtjahjani, MM, Shinta Maharani Trivena, SAB., MAB. Public Relation, Citra
dan Praktek.

Delhaise, Philippe F. Asian in Crisis: The Implosion of the Banking and Finance Systems.

Suherli dkk, Bahasa Indonesia; Buku Siswa SMA/SMK/MA/MK Kelas XI (Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Batlibang, Kemendikbud, 2017), hal. 161

[Link] “Jenis-jenis Proposal dan Contohnya Berdasarkan Isi dan Bentuknya”


(diakses pada tanggal 3 November 2019)

[Link] “Jenis-jenis Proposal dan Contohnya Berdasarkan Isi dan Bentuknya”


(diakses pada tanggal 3 November 2019)

[Link] “Makalah Proposal: Pengertia, Jenis, Fungsi, Tujuan, Unsur” (diakses pada
tangggal 3 November 2019)

Valorie Hodge, Introduction of Business (Delhi: Learning Press, 2012)

Aryan Eka Prastya Nugraha dan Indri Murniawaty, “Sharia Digital Business : Strategi dan
Pengembangan Bisnis Berkelanjutan” Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6, No. 2, 2018

Erik Forte dkk, The Basic Business Library: Core Resources and Services, 5th Edition : Core
Resources and Services (California: Libraries Unlimited, 2012)

Temple Galloway, Encyclopedia of Business Models (Delhi: University Publications, 2012)

Irwan Misbach, “Dampak Komunikasi Bisnis terhadap Kinerja Organisasi di Perusahaan”


Jurnal Tabligh , 2016

Malcotsis, George. 2002. How to Prepare Your Business Plan (hlm 3-7)

Forsyth, Patrick. 2010. How to Write Reports and Proposals (hlm 4-5)

J Hamper, Robert. Baugh, [Link]. 2011. Handbook for Writing Proposals (hlm 20-22)

Hasyim, Muhammad, dan Samala Ardana. 2014. “Pelatihan Bussiness Plan Pengembangan
Tomat Di Dusun Puluhan, Banyusidi, Pakis, Magelang, Jawa Tengah” dalam Seri
Pengabdian Masyarakat 2014 : Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan Volume 3 (hlm. 90-95).
210

Supriyanto. 2009. “Bussiness Plan Sebagai Langkah Awal Memulai Usaha” dalam Jurnal
Ekonomi & Pendidikan Volume 6 (hlm. 73-83).

Firsan Nova. 2009. “Crisis Public Relations : Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan”
Cetakan I (hlm 5, 30-32)

Mike McKeever. 2011. “10th Edition : How to Write a Business Plan” (hlm 25-26)

Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Malang. 2009. “Pedoman Penyusunan


Proposal Usaha : Program Kewirausahaan Mahasiswa Universitas Negeri Malang” (hlm 3-4)

Creativity: Flow and the Psychology of Discovery and Intervention, Jakarta,2010,Mihaly


Csikszentmihalyi.

30 Kiat Meledakkan Kreativitas Anda: Kreatif atau Mati, Surakarta : Al-Jadid, 2010, Yusuf
Abu al – Hajjaj.

INOVASI, Yogyakarta : Andi, 2018, Arman Hakim Nasution & Hermawan Kartajaya.

Manajemen Perubahan dan Inovasi, Jakarta : UI Press, 2015, Amy Y.S Rahayu.

Barnard, Brian dan Derrick Herbst.2019. ‘The Creative Process of Entrepreneurs and
Innovators’ dalam Entrepreneurship, Innovation and Creativity.

Achroni, Keen.2018. Kreatif adalah Koentji. Trans Idea Publishing

Chandra Julius. 1994. Kreativitas: Bagaimana Menanam, Membangun, dan


Mengembangkannya. Kanisius.

Patrícia Melo Sacramento, Rivanda Meira Teixeira. 2016. ‘Cross-Case Analysis in Small and
Medium Enterprises in the city of Aracaju Sergipe’ dalam Innovation and Entrepreneur
Learning in the Tourism Sector

Byers, Viviane. 2019. ‘intoduction’. Creativity, Innovation, and Change. Open University
Press, McGraw Hill Education

Muafi. 2018. ‘People Equity dan Kinerja UKM’. Pola Hubungan Inovasi Organisasi. Jurnal
Ekonomi dan Keuangan.

Munandar, Utami. Kreativitas dan Keberbakatan (1999).

Lesley, Ruthven. 2019. Facilitating the development of creativity using special collections
and archives.
211

Víctor del-Corte-Lora , Teresa M. Vallet-Bellmunt and F. Xavier Molina-Morales, 2017.


‘Description of the Main Concept’. How network position interacts with the relation between
creativity and innovation in clustered firms.

Tabas, Jakub dan Michaela Beranova. 2016. “introduction and applied methodology”.
Innovation life cycle.

Stasiulis, N. (2017). “Methodology”. The Idea of the Creative Society and the Development
of Creative Industries, Economics and sociology.
Hidayat, Bahril.2008. Pengembangan Kreativitas Menurut Tipologi [Link]..

Hasanah,[Link] [Link] Proses Kreativitas Sastrawan


[Link]:Penerbit Cakrawala [Link] 1

Sunarto.2018. PENGEMBANGAN KREATIVITAS-INOVATIF DALAM PENDIDIKAN


SENI MELALUI PEMBELAJARAN [Link] refleksi edukatika. Halaman 2

Hasanah,[Link] [Link] Proses Kreativitas Sastrawan


[Link]:Penerbit Cakrawala [Link] 2

Andriani,Dwi Retno, [Link] dan [Link] Brawijaya. Halaman 2

Andriani,Dwi Retno, [Link] dan [Link] Brawijaya. Halaman 3

Andreas Syah Pahlevi dkk, Kolase Pemikiran Ekonomi Kreatif Indonesia (CV. Oxy
Consultant, 2018), hal. 38
Bibliografi Supriadi, Dedi. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek.
Bandung:Alvabeta

Alli Imron, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 2007), h. 128

Primadi Tabrani, Proses Kreasi-Gambar Anak-Proses Belajar, hal. 26

Utami Munadar, Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, hlm 20-21, hlm 37-39

Rochmat Aldy Purnomo, [Link], Ekonomi Kreatif Pilar Pembangunan Indonesia (2016), hal. 8
David Campbell, Ph.D., “ Mengembangkan Kreativitas”, Terj. A.M. Mangunhardjana,
(Kanisius, 1 Jan 1989) hlm 18.
Mark A. Runco ( Oct 10, 2007) “Creativity. Research, Development, and Practice”.
Academic Press. La Habra, CA.
212

[Link]
[Link]&utm_campaign=fnom&x=[Link] tanggal 1 November
2019
Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 5
Fatmawiyati,[Link] [Link] Airlangga. Halaman 6
Suciati, " PENGEMBANGAN KREATIFITAS INOVATIF MELALUI
PEMBELAJARAN DIGITAL ", Jurnal Pendidikan, Volume 19, Nomer 2, September
2018, 145-153
Miyarso Dwi Ajie, [Link], "Konsep Kreativitas", diakses dari
[Link]
ARSO_DWI_AJIE/Makalah_a.n_Miyarso_Dwiajie/Perancangan%20dan%20Perencanaa
n%20Fasilitas%20Perpustakaan/HandOut_LM108_005_CreativityConcept_v03.pdf, pada
tanggal 28 Oktober 2019 pukul 21:50
[Link] KREATIVITAS-INOVATIF DALAM
PENDIDIKAN SENI MELALUI PEMBELAJARAN [Link] refleksi edukatika.
halaman 109

Ngalimun. 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressinso.


Eisenkraft, A. 2003. Expanding the 5E model. The Sciences Teacher 70 (6). 56-59.
Dewi, Sri Ratna. 2012. Pengaruh Model Siklus Belajar 7E Terhadap Pemahaman Konsep
dan Keterampilan Proses Siswa SMA Negeri 1 Sawan. Universitas Pendidikan Ganesha.
Artikel Tesis (online).
Imaniyah, dkk. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Terhadap Hasil
Belajar Fisika Siswa SMA. Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika. Volume 1
Nomor 1.
Kertamukti, Rama. 2017. Stratei Kreatif dalam Periklanan: Konsep Pesan, Media, Branding,
Anggaran. Depok: Rajawali Pers.
Latuconsina, Hudaya. 2017. Kreativitas Pendobrak Belenggu Mengantarkan Diri Menjadi
Insan Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
B., Uno, Hamzah, Prof., Dr., M. Pd. Mohamad, Nurdin, S. Pd., [Link]. 2015. Belajar dengan
Pendekatan A.L.L.K.E.M. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hadiyati, Ernani. 2011. Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan
Usaha Kecil. Vol. 13. No. 1
Latuconsina, Hudaya. 2014. Pendidikan Kreatif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Tatag Yuli Eko Siswono. 2008. Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan dan
Mengajukan Masalah Matematika. Volume 15 Nomor 1
213

Schroeder, Bernhard. 2017. Simply Brilliant. Jakarta: Elex Media Komputindo.


Foster, Jack. 1996. How to Get Ideas. San Fransisco: Berrett-Koehler.
Timpe, A. Dale. 1991. Kreativitas. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Rahayu, Amy Y.S. 2013. Manajemen Perubahan dan Inovasi. Jakarta: Penerbit Universitas
Indonesia.
Hadiyati, Ernani. 2012. “Kreativitas dan Inovasi Pengaruhnya terhadap Pemasaran
Kewirausahaan pada Usaha Kecil” Volume 1 (hlm. 149).
Kotler, Philip. “Manajemen Pemasaran”. Edisi 13. Jakarta: Erlangga. Diakses Jumat 01
November 2019.
Landa, Robin. (2006). Designing Brand Experiences. Thomson Delmar Learning. Diakses
Jumat, 01 November 2019.
Dr. Dra. Ulani Yunus, dkk. “Advertising & Branding”. 2017. Hal. 158. Edu Pustaka.
Diakses Jumat, 01 November 2019.
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Sularko. 2008. How Do They Think.
Rustan, Surianto. (2009). Mendesain Logo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Yenata, Sany Tifani. 2014, Pengaruh Tingkat Ketertarikan Pada Desain Logo Dan Nama
Merek Terhadap Brand Image (Studi Eksplanatif Mengenai Pengaruh Tingkat
Ketertarikan pada Desain Logo dan Nama
Merek terhadap Brand Image Zupparella). Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Hal 1-12.
Shrimp, Terence A. 2003, Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi
Pemasaran Terpadu. Jakarta: Erlangga
Best Global Brands, [Link]
Diakses pada 01 Okrober 2019.
Bunga Indah Bayunitri, Savitri Putri. 2015, “the effectiveness of visualization the logo
toward brand awarenes”.
Athika Dwi Wiji Utami, Lukman Hakim, “PERANCANGAN DESAIN LOGO "LBH
SANDHI WAFA & PARTNERS COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal
Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No 1, Oktober 2016, hal. 53-55
COUNSELOR& ATTORNEYS AT LAW" Jurnal Ilmu Komputer dan DKV Vol 1, No
1, Oktober 2016, hal. 56-57
Sergii Valiukh dkk, Logo Design: Creative Path to Effective Branding (Dnipro: Tubik
Studio, 2016) hal. 13
214

Wheeler, Alina. Designing Brand Identity: An Essential Guide for the Whole Branding
Team, Edisi 5 (New Jersey : Wiley, 2017), hal. 29-42
Ann Brashares, "Steve Jobs Thinks Different." Brookfield, CT: Twenty-First Century
Books, 2001. Hal. 15-16.
Farivar, Cyrus. "30 Years of Apple: Assessing Apple's Impact" Retrieved February 27,
2008,
Forbes: The World Most Valuable Brands, [Link]
diakses pada 2 Oktober 2019
Soniyosa K, Mohanraj, Oktober 2018, “A Study on Factors Affecting Brand Trust Apple
(I Phone)”, Volume 2. Oktober 2018.
Johnson Katherine. Dkk, “The Innovative Success that is Apple, Inc.”, Januari 2012.
Thapa Gyan Bahadur, Thapa Rena, “The Rasio of Golden Rasio, Mathematics and
Aesthetics”, Volume 14 No. 1, 20 Februari 2018.
Narain DL (2012), Teaching Guide. University of Chicago,
[Link] Diakses pada 2 Oktober 2019
Alhaddad Abdullah, “The effect of brand image and brand loyalty on brand equity”,
Volume 3 No 51, May 2014
Nanang Wahyudi dan Sanny Satriyono, Mantra Kemasan Juara (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2017)

Pujiyanto, Desain Kemasan Produk Persuasif (Malang : Universitas Negeri Malang,


2016)

Rosne Klimchuk, Marianne dan Sandra A. PACKAGING DESIGN : Succeful Product


Branding from Concept to Shelf. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc

Wirya, Iwan. 1999. KEMASAN YANG MENJUAL: MENANG BERSAING MELALUI


KEMASAN. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Julianti, Sri. 2017. MASTERING PACKAGING FOR E-COMMERCE: STRATEGI DAN


TEKNIK MENGEMASKAN PRODUk SECARA AMAN DAN MENGESANKAN. Vol.1
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Sri Julianti. The Art of Packaging. 2014

Sri Julianti, Mastering Packaging for E- Commers: Strategi dan teknik Mengemaskan
Produk Secara Aman dan Mengesankan (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2017)
215

PROF. DR. IR. I NYOMAN SUCIPTA, MP, PROGRAM STUDI TEKNIK


PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA,
TREN DAN BAHAYA KEMASAN, 2016

UDINUS Entrepreneur Center, 2017

[Link], BAB II PEMASARAN, STRATEGI PEMASARAN, KEMASAN


(PACKAGING) , DAN MINAT BELI, 2017

Alsuhendra dan Ridawati. 2017. “PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN DAN LABEL


MAKANAN BAGI PELAKU USAHA MAKANAN DI DESA JAMPANG, KECAMATAN
KEMANG, KABUPATEN BOGOR ” dalam Jurnal Sarwahita, Vol. 14 No.02

Th susetyarsi, “Kemasan Produk Ditinjau Dari Bahan Kemasan, Bentuk Kemasan dan
Pelabelan pada Kemasan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk
Minuman Mizone di Kota Semarang” Jurnal STIE Semarang, Vol. 4, No.3, 2012
Syukrianti Mukhtar dan Muchammad Nurif, “Peranan Packaging dalam Meningkatkan
Hasil Produksi Terhadap Konsumen”, Jurnal Sosial Humaniora, Vol 8 No.2, 2015, hal.
184

Alfin NF Mufreni “PENGARUH DESAIN PRODUK, BENTUK KEMASAN DAN


BAHAN KEMASAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN (STUDI KASUS TEH
HIJAU SERBUK TOCHA)”, Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 2 No.2, 2016 hlm.52-53

Roesfitawati, DESAIN KEMASAN PRODUK MAKANAN OLAHAN, Warta Ekspor,


2017
216

216

Common questions

Didukung oleh AI

Komponen utama yang harus ada dalam proposal bisnis meliputi: deskripsi komprehensif tentang produk atau layanan, pasar dan klien, strategi pemasaran, sumber daya manusia, infrastruktur yang diperlukan, serta kebutuhan pembiayaan . Aspek ini penting karena memberikan pandangan menyeluruh tentang bagaimana bisnis tersebut akan beroperasi dan berkembang, serta meyakinkan investor atau pemegang saham mengenai potensi keberhasilan usaha . Proposal yang baik juga mampu berbicara dengan kebutuhan klien dan menonjolkan kekuatan perusahaan .

Menulis proposal bisnis membutuhkan keterampilan multi-disiplin karena harus menggabungkan keahlian pemasaran dan penjualan dengan kemampuan analisis dan kreativitas, untuk menyusun dokumen yang efektif dan meyakinkan . Keterampilan lainnya yang dibutuhkan termasuk kemampuan membuat keputusan, keahlian interpersonal, dan keahlian komunikasi dalam bentuk tulisan dan presentasi . Kombinasi keterampilan ini memastikan bahwa proposal tidak hanya profesional secara tampilan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan klien dan menunjukkan potensi bisnis secara komprehensif .

Kemasan dianggap penting dalam strategi pemasaran karena melayani beberapa fungsi krusial. Pertama, kemasan berfungsi sebagai sarana pengawet produk, melindungi dari komponen pembusuk . Kemasan juga meningkatkan efisiensi dengan mempermudah proses distribusi dan penyimpanan produk. Selain itu, kemasan berfungsi sebagai media promosi dan komunikasi yang menyampaikan informasi penting mengenai produk, seperti cara penggunaan dan komposisi . Desain yang menarik dan informatif pada kemasan juga berfungsi sebagai daya tarik visual bagi konsumen, mendorong keputusan pembelian .

Kreativitas sebagai salah satu konsep ilmu psikologi kognitif menggambarkan hubungan erat antara kemampuan kognitif dan karakteristik pribadi individu. Kesiapan mental dan personal dapat mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, sehingga menghasilkan produk kreatif yang istimewa . Faktor-faktor personal ini dapat mendorong individu untuk terus mengeksplorasi ide baru dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat .

Menurut Karlsson (2010), proses kreatif di lokasi tertentu dapat menghasilkan keuntungan kreatif yang merangsang kreativitas berjalan dengan baik atau buruk, menekankan pentingnya lokasi dalam proses kreatif . Törnqvist (1983) juga mempertimbangkan pengaruh suatu tempat atau konteks lokal pada tindakan individu untuk menciptakan sesuatu yang baru, menunjukkan bahwa lingkungan sekitar berperan penting dalam mendorong atau menghambat kreativitas .

Kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan produk baru dengan keunikan yang tersendiri, ini melibatkan proses penciptaan ide atau gagasan baru . Inovasi, di sisi lain, diartikan sebagai penerapan praktis dari gagasan kreatif tersebut. Dengan kata lain, inovasi menggambarkan penggunaan ide-ide baru, produk, atau metode yang belum pernah digunakan sebelumnya . Kreativitas menghasilkan ide, sementara inovasi menerapkannya menjadi sesuatu yang dapat diterima dan digunakan.

Inovasi seringkali dikaitkan dengan kepadatan staf kreatif, di mana kepadatan yang lebih besar dapat menjadikan struktur pengetahuan lebih baik melalui lebih banyak pertukaran pengetahuan dan kesempatan belajar. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kinerja inovasi organisasi . Organisasi yang sering melakukan inovasi punya kecenderungan memotivasi karyawan untuk lebih kreatif, serta menggunakan dan mengalokasikan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi .

Komunikasi bisnis memiliki peran penting dalam mempromosikan produk, layanan, atau organisasi dengan tujuan menjual. Pesan dalam komunikasi bisnis harus disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi seperti internet, cetak, radio, televisi, dan dari mulut ke mulut . Keefektifan komunikasi bisnis dapat mempengaruhi kesuksesan dari strategi pemasaran, mempengaruhi persepsi konsumen, dan menguatkan citra merek di pasar, sehingga berperan krusial dalam pengembangan bisnis yang berkesinambungan .

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas desain kemasan antara lain: faktor pengamanan, untuk melindungi produk dari kerusakan fisik; komunikasi, untuk menyampaikan informasi tentang produk kepada konsumen secara jelas; ergonomi, untuk memastikan kemasan mudah dibawa dan digunakan; serta estetika, untuk menarik perhatian konsumen dengan desain yang menonjol . Kemasan yang efektif harus mencerminkan citra merk dan mempromosikan produk melalui visual dan informasi yang tepat .

Metode 7E merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses penciptaan ide kreatif dan inovatif, meskipun detail spesifik dari 7E tidak dijelaskan secara lengkap dalam dokumen ini. Metode ini mencakup langkah-langkah yang membantu individu dan organisasi untuk memfasilitasi pemikiran kreatif dan implementasi inovasi . Dengan pendekatan ini, pelaku bisnis dapat menilai ide-ide baru secara lebih efektif, memastikan bahwa mereka layak untuk diaplikasikan dalam konteks dan pasar yang dituju.

Anda mungkin juga menyukai