0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Evaluasi Pembelajaran Matematika Kelas VII

Dokumen tersebut berisi perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran matematika kelas VII semester ganjil tentang materi irisan dan gabungan. Dokumen tersebut terdiri dari instrumen evaluasi berupa soal-soal untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi tersebut dan lembar observasi untuk menilai sikap spiritual dan sosial siswa.

Diunggah oleh

Suko Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Evaluasi Pembelajaran Matematika Kelas VII

Dokumen tersebut berisi perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran matematika kelas VII semester ganjil tentang materi irisan dan gabungan. Dokumen tersebut terdiri dari instrumen evaluasi berupa soal-soal untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi tersebut dan lembar observasi untuk menilai sikap spiritual dan sosial siswa.

Diunggah oleh

Suko Riyadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANGKAT PEMBELAJARAN

KURIKULUM 2013

Disusun Oleh :
SUKO RIYADI

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas / Semester : VII / ganjil
Materi : Irisan dan Gabungan
Tahun Pelajaran : 2019/2020

PPG DALAM JABATAN TAHAP V


FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2019
ISNTRUMEN EVALUASI

Disusun Oleh :
SUKO RIYADI

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas / Semester : VII / ganjil
Materi : Irisan dan Gabungan
Tahun Pelajaran : 2019/2020

PPG DALAM JABATAN TAHAP V


FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2019
NAMA :
KELAS :
MATA PELAJARAN :

1. Di dalam sebuah kelas tercatat ada 21 orang siswa yang gemar bermain
basket, lalu ada juga 19 orang siswa yang gemar bermain sepak bola, kemudian
ada juga 8 orang siswa yang gemar bermain basket dan sepak bola, serta ada juga
14 orang siswa yang tidak gemar olahraga. Maka hitunglah berapa banyak siswa
di dalam kelas tersebut ! dan buatlah diagram venn.

2. Persentase banyak peserta lomba peragaan busana yang menyukai warna tertentu
di tunjukan dalam tabel dibawah ini
Warna Persentase
Merah 75%
Hijau 30 %
Warna lain 10 %
Tentukan banyak persentase yang menyukai warna hijau dan merah
No Jawaban Nilai

Banyak siswa yang gemar bermain basket dan sepak bola ada 8 orang
siswa.
Banyak siswa yang hanya gemar bermain basket ada 21 – 8 = 13 orang
siswa. 1
Banyak siswa yang hanya gemar bermain sepak bola ada 19 – 8 = 11
orang siswa.
Banyak siswa yang tidak gemar berolahraga ada 14 orang siswa:

Jumlah total dari siswa nya ada :


S = 13 + 8 + 11 + 14 1
S = 46 orang siswa
Jadi, banyak siswa yang di dalam kelas tersebut ada = 46 orang siswa.

1
2

(75% - x + x + 30% – x + 10% ) = 100 %


1
75% + 30% +10% - x = 100%
115 % = 100% - x 1
115% - 100% = x 1
15% =x 1
Jadi banyak persentase yang menyukai warna merah dan hijau adalah
15%
Jumlah 9
a. Lembar Observasi Penilaian Sikap Spiritual
Aspek Perilaku yang
Nama Peserta Jumlah Nilai
No Dinilai
Didik Skor Spiritual
1 2 3 4

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Keterangan :
1 : Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu

: Bersyukur atas karunia Tuhan serta merasakan keberadaan dan kebesaran


2 Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan

3 : Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi

: Melaksanakan ibadah keseharian baik yang diwajibkan maupun yang


4 dianjurkan sesuai dengan agama yang dianutnya

Catatan :
2. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
A = 100-82 = Sangat Baik
B = 81-71 = Baik
C = 70-60 = Cukup
D = <60 = Kurang
2. Skor maksimal = 100 x 4 = 400
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
3. Nilai sikap spiritual = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 x 100
4. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai
b. Lembar Observasi Penilaian Sikap Sosial

SIKAP SOSIAL
NAMA JUML

DISIPLI
RELIGI
N NIL

KERAS
KERJA

KERJA
KET.

SAMA
PESERTA AH

US
O AI

N
DIDIK SKOR

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.
Petunjuk Pengisian:
1. Kriteria sikap sosial
4 = selalu
3 = sering
2 = kadang-kadang
1 = tidak pernah
2. Skor maksimal = 4 x 6 = 24
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
3. Nilai = x 100
24

4. Keterangan
A = 100-82 = Sangat Baik
B = 81-71 = Baik
C = 70-60 = Cukup
D = <60 = Kurang
. Instrumen Evaluasi Psikomotor (Penilaian Keterampilan)

Sekolah : SMP N 22 Tanjung Jabung Timur


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : VII / 1
Materi Pokok : Operasi himpunan irisan dan gabungan

Indikator terampil menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan


himpunan, himpunan bagian, himpunan semesta, himpunan kosong,
komplemen himpunan dan operasi biner pada himpunan.

1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menyelesaikan masalah


kontekstual yang berkaitan dengan operasi irisan dan gabungan pada himpunan.

2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menyelesaikan masalah


kontekstual yang berkaitan dengan operasi irisan dan gabungan pada himpunan.

3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menyelesaikan


masalah kontekstual yang berkaitan dengan operasi irisan dan gabungan pada
[Link] tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan
Menyelesaikan masalah kontekstual yang
No Nama Siswa berkaitan dengan operasi irisan dan gabungan
pada himpunan
KT T ST
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

Common questions

Didukung oleh AI

Spiritual attitudes are evaluated by scoring behaviors such as praying and gratitude from 1 to 4. The total score is then divided by a maximum possible score and multiplied by 100 to convert it to a percentage. This percentage is categorized into grades (A, B, C, D).

Integrating these evaluations emphasizes the development of character alongside academic skills. It fosters a supportive environment conducive to social and spiritual growth, preparing students to be responsible and empathetic citizens, aligned with holistic educational goals .

Maximum scoring offers a benchmark for evaluations, ensuring consistency. It helps convert raw scores into percentages to categorize achievements uniformly as grades, essential for standardizing evaluations across different students and schools .

Combine the given percentages and adjust for overlap using the principle of inclusion-exclusion. For example, if 75% like red, 30% like green, and the overlap is to be determined: 75% + 30% + 10% (other) - overlap = 100%. Solve for overlap: overlap = 15%. Therefore, 15% like both red and green .

You need to account for students who like each sport individually, those who like both, and those who do not like sports. Given: 21 students like basketball, 19 students like soccer, 8 like both, and 14 don’t like sports. Calculate: (21 - 8) + (19 - 8) + 8 + 14 = 46 students total .

Social attitudes are assessed by rating behaviors like cooperation and hard work on a scale from 1 to 4. The sum is then divided by the maximum score and multiplied by 100 to give a percentage, classified into grades A to D .

Proficiency indicators include 'Not skillful,' 'Skillful,' and 'Very skillful.' These are determined by the extent of effort shown by students in solving context-based problems involving intersection and union of sets .

The principle helps accurately determine overlapping preference groups by accounting for individual and combined preferences, enhancing the precision in interpretations of survey data. This tool aids in drawing meaningful insights in real-world research and education .

The criteria focus on regular practices like praying, being grateful, exchanging greetings, and performing religious duties, signifying character building. These behaviors promote moral development, which is crucial in education for holistic student development .

By systematically documenting student behavior through observational checklists and scoring, schools can identify patterns and areas for improvement. Tailored interventions can then be designed to address specific needs, enhancing overall behavioral development .

Anda mungkin juga menyukai