Chapter 1- Pengesetan awal
Chapter 1
Pengesetan Awal
I. Setup Company File
Langkah-langkah:
1. Klik shortcut program MYOB Accounting 18ED di desktop,
atau klik Start, Program, MYOB Accounting Plus 18 ED,
2. Akan muncul tampilan sebagai berikut :
3. Klik “Create”,
4. Klik Next,
5. Isi Form dalam Tab “Company Information”, yaitu 1). Company
Name, Address, Phone Number, Fax Number, dll.
Kemudian klik Next,
6. Isi
- Current Financial Year, yaitu tahun mulai menggunakan
MYOB
- Last Month of Financial Year, yaitu bulan terakhir dari
tahun keuangan, yaitu Desember
- Convertion Month, yaitu bulan awal mengentri transaksi
keuangan pada aplikasi MYOB, yaitu Januari atau
(Desember_lihat soal jika diketahui Saldo Awal bulan
Nopember)
- Number of Accounting Periode, Jumlah bulan dalam 1
periode akuntansi, Lalu klik Next,
7. Kemudian muncul keterangan tentang informasi yang kita
masukan tadi. Klik Next,
8. Maka muncul pilihan sebagai berikut :
Ada 3 Pilihan, yaitu :
- “I would like to start with one of the list provided by
MYOB Accounting”. Pilihan ini berarti kita memilih list kode akun yang sudah disediakan MYOB
- “I would like to import a list of account provided by
my accountant after I’m done creating my company
file”. Pilihan ini berarti kita tidak memilih list kode
akun yang sudah disediakan MYOB, dengan kata
lain diisi sendiri kemudian.
- “I would like to build my own account list once
I begin using MYOB Accounting”. Pilihan ini sama
dengan pilihan kedua, bedanya beberapa akun
default sudah disediakan oleh MYOB di list kode
akunnya. Kita pilih pilihan ke dua.
9. Klik Next, Pilih tempat kita menyimpan file MYOB yang
sudah kita buat dengan mengklik “Change” atau
membiarkan tersimpan secara default di dalam folder
tempat kita menginstall MYOB
(Cth: C:\myob18ED\UD_WIRASTRI.myo).
10. Klik Next, kemudian tunggu MYOB membuat file
11. perusahaan kita.
12. Pilih “Command Center”, maka selesai membuat file
MYOB perusahaan.
hal 1
Chapter 1- Pengesetan awal
II. Setup Chart of Account (Kode Akun)
Langkah-langkah:
1. Klik tab “Account” pada form menu “Command
Center” lalu klik “Account List”
2. Jika pada awal setup company kita memilih pilihan
“I would like to import a list of account provided by
my accountant after I’m done creating my company
file” pada “setting company information”, maka akan
tampil beberapa akun default MYOB, yaitu seperti :
a. Cheque Account, yaitu akun kas & setaranya tempat penerimaan dari pelanggan (siklus Pendapatan),
tempat pembayaran ke pemasok (siklus pembelian), dan tempat pembayaran gaji pegawai (siklus payroll)
b. Undeposit Funds, yaitu akun perantara untuk check yang belum diuangkan (masuk ke kas) atau ditabung
(masuk ke bank)
c. Electronic Clearing Account, yaitu akun kas & setaranya yang digunakan untuk pembayaran secara
elektronik,
d. Trade Debtors, yaitu akun piutang dagang/usaha yang sudah default (siklus Pendapatan)
e. Trade Creditors, yaitu akun hutang dagang/usaha yang sudah default (siklus pembelian)
f. Payroll Accrual Payable, yaitu akun hutang gaji yang sudah default (siklus payroll)
g. Wages Salary, yaitu akun beban gaji (siklus payroll)
h. Other Employer expenses, yaitu akun beban gaji lainnya (siklus payroll)
Membuat akun baru
3. Klik tab “Account” pada form menu “Command Center” lalu klik “Account List”,
4. Dalam pembuatan kode akun baru hendaknya user (pengguna) memiliki pemahaman akuntansi yang baik.
(untuk referensi kode akun UD.
WIRASTRI, lihat lampiran)
5. Kode akun terbagi menjadi 2
jenis, yaitu:
- Header Account , kepala
akun
- Detail Account , akun
detail
6. Kode akun terbagi menjadi
beberapa kelompok tab, yaitu:
- Asset/Aktiva
- Liability/Kewajiban
- Equity/Ekuitas Pemilik
- Income/Pendapatan
- Cost of Sales/Harga Pokok Penjualan
- Expenses/Beban-beban
- Other Income/Pendapatan Lain-lain
- Other Expenses/Beban Lain-lain
7. Untuk mengisi kode akun yang termasuk dalam kelompok aktiva (assets), klik tab asset,
8. Klik “New”, maka muncul form “Edit Account” dengan tab “Account Information”.
9. Untuk membuat akun header:
- Pilih check mark “Header Account”,
- Kemudian isi field “Account Number”, contoh: 1-1000. Ingat yang diisi adalah 4 digit terakhir, karena digit
yang pertama sudah default (tetap). Tekan Tab,
- Kemudian isi field “Account Name”, contoh: Current Assets. lalu klik OK,
- Maka akan tampil akun header baru bernama Current Assets (akun header biasanya ditulis dalam huruf
tebal/bold).
10. Untuk membuat akun Detail Account:
- Pilih check mark “Detail Account”,
hal 2
Chapter 1- Pengesetan awal
- Kemudian isi field “Account Number”, contoh: 1-1100. Ingat yang diisi adalah 4 digit terakhir, karena digit
yang pertama sudah default (tetap). Tekan Tab,
- Kemudian isi field “Account Name”, contoh: Cash In Bank. lalu klik OK,
- Maka akan tampil akun baru bernama Cash In Bank.
Mengedit Akun yg sudah ada
11. Klik pada akun yang akan diedit, maka muncul form “Edit Account” dengan tab “Account Information”.
12. Edit field yang akan dirubah, seperti membuat akun baru
13. lalu klik OK
Catatan :
Pada kasus UD. Wirastri, akun 3-0800 Retained Earning di ganti dengan akun Tn. Suryono Capital, dengan cara :
Hapus terlebih dahulu akun 3-1100 Tn. Suryono Capital, saldo di hapus dulu dengan cara ketik 0 lalu enter,
kemudian klik Edit, klik Delete Account.
Kemudian edit akun Retained Earning, klik akun Retained Earning, ganti no akun 3-0800 dengan akun 3-1100,
ganti “Retained Earning” dengan akun “Tn. Suryono Capital”, isikan saldo awalnya sesuai dengan yang tertera di
Trial Balance per 30 November 2015.
Mengimpor Akun
1. Klik File, lalu klik “Import Data”, klik
“Accounts”, klik “Account Information”.
Maka akan muncul tampilan Impor File.
2. Ganti pilihan pada kolom“Duplicate
Record”, “Reject Them” menjadi
“Update Existing Record” kemudian klik
continue.
3. Tentukan akun yang akan di impor (akun
telah dibuat sebelumnya dalam format text delimited).
Kemudian klik open.
4. Kemudian klik “Match All”, lalu klik “Import”. Kemudian klik OK.
hal 3
Chapter 1- Pengesetan awal
Menghapus Akun yg sudah ada namun tidak terpakai
(baiknya dilakukan setelah proses Membuat hubungan siklus dengan akun/Linked Account selesai.
Syarat akun dapat dihapus :
1. Akun tidak terhubung dengan akun lain
(tidak di Linked Account),
2. Akun tidak ada nilainya (harus Rp 0),
3. Bukan akun header.
Tahapan menghapus Akun :
1. Klik pada akun yang akan dihapus, maka
muncul form “Edit Account” dengan tab
“Account Information”.
2. Klik Edit pada menu bar,
3. Pilih Delete Account.
Alternatif lain dalan menghapus akun dapat
dilakukan dengan menu Easy Setup Assitant
4. Atau klik Setup pada menu bar, pilih Easy Setup
Assitant, pilih Account, klik Next, muncul Account
List.
5. Pilih akun yang akan dihapus, klik Delete.
III. Setup Tax Code (Kode pajak)
Langkah-langkah:
1. Klik “List” pada menu bar, lalu pilih tax code
2. Yang akan digunakan hanya 2 jenis pajak,
yaitu:
- GST, Good & Service Tax atau PPN
(10%), dan
- N-T, Non-Repotable, Pajak yang tidak
dipungut (10%)
3. Karena yang dipakai hanya 2 jenis pajak,
maka kode pajak lainnya dihapus.
Menghapus Kode Pajak
1. Klik “List” pada menu bar, pilih “Tax Code”
hal 4
Chapter 1- Pengesetan awal
2. Pilih kode pajak yang akan dihapus,
3. Klik Edit pada menu bar,
4. Pilih Delete Tax Code
5. Atau pilih kode pajak yang akan dihapus,
lalu klik kanan mouse, klik Delete Tax Code.
Mengedit Kode Pajak (GST & N-T)
1. Klik “List” pada menu bar, pilih “Tax Code”
2. Pilih kode pajak yang akan diedit, klik pada tanda
panah disebelah kode pajak. Cth : GST (Good &
Sales Tax)
3. Rubah field Tax Code: GST dengan PPN
4. Rubah field Description: Goods & Service Tax
dengan Pajak Pertambahan Nilai
5. Isi field “linked account for tax collected” dengan
akun PPN Keluaran/Outcome yang sudah dibuat
6. Isi field “linked account for tax paid” dengan
akun PPN Masukan/Income yang sudah dibuat di
awal
7. Untuk kode N-T, tidak perlu diubah.
IV. Setup Linked Account (Membuat hubungan siklus dengan akun)
1. Klik Tab “Setup” pada menu bar, lalu pilih “Linked Account”. Ada 4 jenis linked account, yaitu : Account &
Banking Account, Sales Account, Purchase Account dan Payroll Account.
- Siklus Kas (Account & Banking Account)
2. Untuk mengeset akun-akun yang terkait dalam Siklus Kas, pilih “Account & Banking Accounts”
3. Maka akan tampil form “Account &
Banking Accounts”. Ada 3 field yang harus
diisi, yaitu:
- “Equity Account For Historical
Balancing”, yaitu akun pembalance
untuk saldo awal. Akun ini tidak perlu
diganti.
- “Bank Account For Electronic Payment”, yaitu akun untuk pembayaran elektronik. Secara default terisi
dengan akun “Electronic Clearing Account), akun ini diganti dengan akun Cash In Bank (setiap
penerimaan Piutang atau peneriman dengan bukti Penerimaan Kas dan setiap pembayaran Hutang atau
pengeluaran dengan bukti pengeluaran Kas). Pada saat akan diganti akan muncul informasi “Do you want
to change the bank account for electronic payment?”, klik Yes.
- “Bank Account For Undeposit Funds”, yaitu akun untuk penerimaan check yang belum disetorkan ke
bank. Jika account ini di ganti dengan Cash In Bank, maka saat menginput pengeluaran kas, tidak perlu
mengisi kolom card.
4. Setelah diisi maka klik OK
- Siklus Pendapatan
5. Untuk mengeset akun-akun yang terkait dalam Siklus Pendapatan, pilih “Sales Accounts”
6. Maka akan tampil form “Sales Accounts”. Ada 2 field yang harus diisi dan 4 field optional, yaitu:
- Asset Account for Tracking Receivable, yaitu akun asset untuk piutang usaha. Di isi dengan akun “Account
Receivable”.
- Bank Account for Costumer Receipts, yaitu akun kas/bank untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Di
isi dngan akun “Cash In Bank”.
Optional
- I charge freight on sales – Income Account for freight, yaitu akun pendapatan atas biaya angkut yang
dibebankan ke pelanggan. Di isi dengan akun“Freight collected”.
hal 5
Chapter 1- Pengesetan awal
- I track deposits collected from customers – Liability Account for Customers Deposits, yaitu akun
pendapatan diterima dimuka. (jika ada akunnya di isi, jika tidak ada kosongkan/tidak perlu di klik).
- I give discount for early payment, yaitu akun discount penjualan. Di isi dengan akun “Sales discount”.
- I assess charge for late payment, yaitu akun pendapatan atas denda keterlambatan pelanggan melunasi
tagihan. Di isi dengan akun “Late fees collected”. Pada saat di isi/di ganti jika muncul informasi “The
account for late charge is usually an income account”, klik OK.
- Siklus Pembelian
7. Untuk mengeset akun-akun yang terkait
dalam Siklus Pembelian, pilih “Purchase
Accounts”
8. Maka akan tampil form “Purchase
Accounts”. Ada 2 field yang harus diisi
dan 4 field optional, yaitu:
- Liability Account for Tracking
Payable, yaitu akun kewajiban untuk
hutang usaha. Di isi dengan akun
“Account Payable”.
- Cheque Account for Paying Bills,
yaitu akun kas/bank untuk
pembayaran ke pemasok. Di isi dengan akun “Cash In Bank”.
Optional
- I can receive items without a Supplier bill, yaitu akun untuk mencatat penerimaan barang tanpa tagihan dari
pemasok.
- I pay freight on purchases …, yaitu akun beban atas biaya angkut yang dibebankan oleh pemasok. Di isi
dengan akun “Freight paid”.
- I track deposits paid to suppliers – …, yaitu akun uang muka pembelian.
- I take discount for early Discount, yaitu akun discount pembelian. Di isi dengan akun “ Purchase
discount/Cost of Goods Sold”
hal 6
Chapter 1- Pengesetan awal
- I pay charge for late payment …, akun beban atas denda keterlambatan melunasi tagihan pemasok. Di isi
dengan akun “Late fees paid”.
- Siklus Penggajian
9. Untuk mengeset akun-akun yang terkait dalam Siklus Penggajian, pilih “Payroll Account”
10. Maka akan tampil form “Purchase Accounts”. Ada 6 field yang harus diisi, yaitu:
- Bank Account for Cash Payment, yaitu akun bank untuk pembayaran dengan Kas. Di isi dengan akun
“Cash In Bank”.
- Bank Account for Cheque Payment, yaitu akun kas/bank untuk pembayaran dengan cek. Di isi dengan akun
“Cash In Bank”.
- Bank Account for Electronic Payment, yaitu
akun kas/bank untuk pembayaran dengan
cara elektronik. Di isi dengan akun “Cash In
Bank”.
- Default Employer Expense Account, yaitu
akun Karyawan untuk biaya gaji karyawan.
Di isi dengan akun “Wage and salaries
expense”.
- Default Wages Expense Account, yaitu akun
Upah untuk biaya upah karyawan. Di isi
dengan akun “Wage and salaries expense”.
- Default Tax/Deductions Payable Account,
yaitu akun Hutang untuk biaya gaji yang masih harus dibayar. Di isi dengan akun “Expense payable”.
V. Setup Inventory Item
Langkah-langkah:
Membuat Item Inventory baru
1. Klik Inventory pada Command
Center,
2. Klik Item List, Klik New,
3. Isi field Item Number: PM300
4. Isi field Name: PORTEGE-M300
5. klik pada box “I buy this item”, jika
item ini kita beli, jika diproduksi
tidak usah.
6. Isi field “Cost of sales account”
dengan akun HPP (Cost of Goods
Sold) yang sudah dibuat
7. klik pada box “I sell this item” jika
item ini kita jual, jika untuk
diproduksi tidak usah.
8. Isi field “Income account for tracking sales” dengan akun pendapatan (Sales) yang sudah dibuat.
9. klik pada box “I inventory this item”
10. Isi field “Assets account for item inventory” dengan akun persediaan (Inventory) yang sudah dibuat.
11. Klik tab “Selling Details”
12. Masukan harga jual di field “Base Selling Price”. Field ini dapat dikosongkan. Jika ingin di isi, lihat harga jual
pada data penjualan (Faktur Penjualan pertama).
13. Selling Unit of Measure, dapat di isi dengan “Unit”.
14. Masukan kode pajak “PPN” pada field “Tax code when sold”
hal 7
Chapter 1- Pengesetan awal
15. Klik tab “Buying Details”
16. Masukan harga pokok di field “
Standard Cost”.
17. Buying Unit of Measure, dapat
di isi dengan “Unit”.
18. Masukan kode pajak “PPN”
pada field “Tax code when
bought”.
Menghapus Item Inventory
19. Klik Inventory pada Command Center,
20. Klik Item List,
21. Klik 2 kali pada item yang akan dihapus,
22. Klik Edit pada menu bar, pilih ‘delete inventory item’
Membuat saldo awal persedian
23. Klik Inventory pada Command Center,
24. Klik Adjust Inventory,
25. Isi Date dengan tanggal 01-12-15, Memo di isi “Saldo Awal”.
26. Isi Item Number dengan “Kode Barang/Persediaan”, isikan Quantity dengan “Jumlah Persediaan Awal” Price
dalam kolom Unit Cost, di isi dengan “Harga Pokok”.
27. Isi kolom Account dengan akun “1-1500” Inventory (Persediaan)
28. Klik Record
29. Lihat Transaction Journal-nya
Menampilkan Item List
30. Klik Inventory pada Command Center,
31. Klik Item List, maka akan muncul daftar/list item, jumlah on-hand persediaan, last cost, & harga list
hal 8
Chapter 1- Pengesetan awal
VI. Membuat Kartu Pelanggan & Pemasok
1. Klik Card File pada Command Center,
2. Klik Card List,
Membuat Kartu Pelanggan
3. Pilih Tab Customer,
4. Klik New,
5. Isi field Name dengan nama pelanggan. Cth: Toko Cahaya elektro, lalu enter
6. Isi field Card Id dengan Id Pelanggan. Cth: untuk pelanggan diawali C, C001
7. Isi field Address dengan alamat pelanggan
8. Kemudian Pilih Tab “Selling Detail”,
9. Isi field Sale Layout dengan Item (karena perusahaan dagang),
10. Isi field Income Account dengan 4-1100 (Sales).
11. Isi field Tax ID Number dengan NPWP (jika data dilengkapi dengan NPWP),
12. Isi field Tax Code dengan PPN,
13. Isi field Freight Tax Code dengan N-T,
14. Isi field Payment is Due dengan pilih “In a Given # of Days”, (Jatuh Tempo/Termin). Untuk Pelanggan
Tunai di isi dengan COD
15. Isi field Discount Days dengan 10, (lihat soal termin : 2/10,n/30), masa memperoleh diskon jika dibayar
dalam waktu 10 hari.
16. Isi field Balance Due Days dengan 30, masa akhir pembayaran 30 hari,
17. Isi field % Discount for Early
Payment dengan 2%,
hal 9
Chapter 1- Pengesetan awal
18. Isi filed % Montly Charge for Late Payment dengan 1%, (denda keterlambatan),
19. Volume Discount, kosongkan (karena data tidak ada)
20. Setelah selesai, lalu klik OK
Membuat Kartu Pemasok
21. Pilih Tab Supplier,
22. Klik New,
23. Isi field Name dengan nama pemasok. Cth: PT. SURYA, lalu enter
24. Isi field Card Id dengan Id Pemasok. Cth: untuk pemasok diawali S, S001
25. Isi field Address dengan alamat pemasok
26. Kemudian Pilih Tab “Buying Detail”,
27. Isi field Purchase Layout dengan Item (karena perusahaan dagang),
28. Isi field Expense Account dengan 5-1100 (Cost of Goods Sold).
29. Isi field Tax ID Number dengan NPWP (jika data dilengkapi dengan NPWP),
30. Isi field Tax Code dengan PPN,
31. Isi field Freight Tax Code dengan N-T,
32. Isi field Payment is Due dengan pilih “In a Given # of Days”, (Jatuh Tempo/Termin).
33. Isi field Discount Days dengan 10, (lihat soal termin : 2/10,n/30), masa memperoleh diskon jika dibayar
dalam waktu 10 hari.
34. Isi field Balance Due Days dengan 30, masa akhir pembayaran 30 hari,
35. Isi field % Discount for Early Payment dengan 3%,
36. Volume Discount, kosongkan (karena data tidak ada)
37. Setelah selesai, lalu klik OK
Tambahan :
hal 10
Chapter 1- Pengesetan awal
VII. Membuat Saldo Awal Pelanggan(Piutang), Pemasok (Hutang), dan Akun
1. Klik Setup pada menu bar,
2. Pilih Balance,
Membuat Saldo Awal Pelanggan
3. Pilih Customers Balance,
4. Klik Pada Pelanggan yang akan dimasukan saldo awalnya,
5. Klik Add Sale, OK
6. Tekan TAB,(Tambahan: idealnya saldo awal pelanggan dimasukan per invoice, tetapi dapat pula dimasukan
secara total)
7. Isi filed Invoice #, isi sesuai dengan soal/data, lihat contoh pengisian di atas
8. Isi field Date,
9. Isi field Customers PO # (Optional),
10. Isi field Memo (Optional),
11. Isi field Total Including Tax, input total penjualan (harga jual + PPN)
12. Isi field Tax Code dengan “PPN”, lalu klik Record, muncul catatan : Please Note : If you are reporting income
…., klik OK
13. Maka akan muncul saldo piutang kita pada pelanggan tersebut.
14. Tambahan: ulangi prosedur diatas untuk setiap pelanggan.
15. Jika semua saldo telah semua terisi dan sama dengan Saldo pada Neraca Saldo, maka akan muncul
“Congratulations!”, lalu klik OK.
hal 11
Chapter 1- Pengesetan awal
Membuat Saldo Awal Pemasok (vendor)
16. Pilih Suppliers Balance,
17. Klik Pada Pemasok (vendor) yang akan dimasukan saldo awalnya,
18. Klik Add Purchase, OK
19. Tekan TAB,(Tambahan: idealnya saldo awal pemasok (vendor) dimasukan per invoice, tetapi dapat pula
dimasukan secara total)
20. Isi filed PO #, sesuaikan dengan soal.
21. Isi field Date,
22. Isi field Suppliers Inv # (Optional),
23. Isi field Memo (Optional),
24. Isi field Total Including Tax,
25. Isi field Tax Code dengan “PPN”, lalu klik Record, jika muncul informasi : Please Note : If you are reporting
…., klik OK.
26. Maka akan muncul saldo piutang kita pada pemasok (vendor) tersebut.
27. Tambahan: ulangi prosedur diatas untuk setiap pemasok (vendor).
28. Jika semua saldo telah semua terisi dan sama dengan Saldo pada Neraca Saldo, maka akan muncul
“Congratulations!”, lalu klik OK
hal 12
Chapter 1- Pengesetan awal
Membuat Saldo Awal Akun
29. Klik Setup pada menu bar,
30. Pilih Balance,
31. Pilih Account Opening Balance,
32. Isi saldo awal masing-masing akun.
33. Perhatian: Untuk Akun-akun Piutang, Hutang, & Persediaan diisi sesuai dengan saldo yang diisi lewat
customers balance (untuk piutang), suppliers balance (untuk hutang), dan adjust inventory (untuk persediaan).
34. Opening balance hanya 1 kolom, berlaku mekanisme debet kredit. Contoh untuk akun Allowance for Doubtful
Debt/Cad. Kerugian Piutang di isi saldonya dengan menambahkan tanda min / -8.500.000,00 atau
(8.500.000,00), agar posisi saldo nya ada di kredit. Akun Sales Return/Retur Penjualan, saldonya di beri tanda
min atau dalam kurung.
35. Perhatikan keterangan di sisi bawah “Amount left to be allocated : Rp0,00”, jika yang tertera adalah Rp0,00,
maka saldo nya sudah balance antara debet dan kredit. Namun jika belum maka ada akun yang salah
input/masih kurang nominalnya.
Tahap setting/pengaturan telah selesai, anda dapat melanjutkan ketahap penjurnalan.
hal 13