Krim Tabir Surya VCO dan Titanium Dioksida
Krim Tabir Surya VCO dan Titanium Dioksida
RISA ANDRIANI
2017
ii
iii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan
skripsi ini. Tak lupa pula shalawat dan salam penulis panjatkan kepada Rasulullah
Muhammad SAW yang telah diutus ke bumi sebagai lentera bagi hati manusia.
Adapun penulisan skripsi ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk mencapai
gelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah
Malang.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa pada penyusunan skripsi ini sangat
sulit diselesaikan tanpa bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu pada kesempatan ini penulis hendak mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.
2. Ayah Anton Heri Susilo dan Ibu Mariani yang sangat saya sayangi dan
hormati yang telah merawat dan membesarkan penulis dengan kasih sayang
yang tak terhingga. Serta memberikan dukungan moral dan moril kepada
penulis sehingga mampu menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi
ini. Tak lupa juga kepada Kakek dan Nenek yang selama ini memberikan
tempat tinggal, dukungan, bantuan selama menempuh pendidikan di
Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Dian Ermawati, [Link]., Apt selaku pembimbing I dan Ibu Dra.
Uswatun Chasanah, [Link]., Apt yang telah memberikan waktu, ilmu,
semangat, bimbingan, arahan dan motivasi selama penelitian berlangsung
dan penyusunan skripsi.
4. Ibu Sovia Aprina Basuki, [Link]., [Link]., Apt selaku penguji I dan Ibu Ika
Ratna Hidayati, [Link]., Apt., [Link] selaku penguji II yang telah
memberikan kritik, saran, masukan dan bimbingan yang membangun
terhadap penyusunan skripsi ini.
5. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, [Link]., [Link] selaku Dekan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang dan Ibu Nailis Syifa’,
iv
[Link]., [Link]., Apt Selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas
Muhammadiyah Malang.
6. Kepala dan Laboran Laboratorium Program Studi Farmasi Universitas
Muhammadiyah Malang.
7. Seluruh jajaran staf dosen pengajar Program Studi Farmasi Universitas
Muhammadiyah Malang yang telah mendidik dan memberikan ilmunya
kepada penulis selama menempuh pendidikan.
8. Lina Amalia, Lita Filzatil Fitri dan Neli Silvia Ningrum selaku sahabat
sejawat dan teman seperjuangan dalam penelitian skripsi ini yang selalu
sabar membantu dan membimbing serta menyemangati selama proses
penelitian dan pembuatan skripsi.
9. Lina, Dina, Pute, Tia, Chika, Aan dan teman sepermainan selama
pendidikan yang selalu memberikan doa, semangat dan kasih sayang selama
penulis di Universitas Muhammadiyah Malang.
10. M. Ario Adhitio Suryanata Kusuma atas perhatian, dukungan, semangat,
saran, serta tempat berkeluh kesah selama penelitian dan pembuatan skripsi
ini.
11. Teman-teman sejawat Farmasi angkatan 2013, rekan-rekan farmasi lainnya
serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang
telah memberikan bantuan sehingga terselesaikannya skripsi ini.
Penulis menyadari dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna
sehingga masih banyak kekurangan baik dalam penulisan, isi dan materi yang
ditulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun.
Akhir kata penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat membawa manfaat
bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Penulis,
Malang, 06 Juni 2017
Risa Andriani
v
RINGKASAN
Sinar matahari menjadi satu-satunya sumber paparan energi dalam
spectrum fotobiologi kulit manusia. Manfaat sinar matahari dalam kehidupan
antara lain, yaitu untuk memberikan energi fotosintesis (Rhee et al., 2016),
penerangan alam dan kesehatan. Selain bermanfaat terdapat banyak bukti yang
menunjukkan bahwa sinar matahari juga memiliki efek buruk terhadap kulit
manusia (Tantari, 2003).
Efek buruk sinar matahari dapat dicegah dengan cara menghindari paparan
sinar UV atau memakai tabir surya bila berada di bawah sinar matahari (Nisakorn
and Ampa, 2013). Senyawa tabir surya adalah senyawa yang dapat melindungi
kulit dari pengaruh sinar ultra violet yang dipancarkan dari matahari (Anitha et
al., 2016). Mekanisme perlindungan sinar UV dari suatu senyawa tabir surya
adalah penyerapan sinar UV oleh senyawa tersebut (Fernando Gazali, 2007;
Donglikar and Deore, 2016; Bhalekar et al., 2017).
Pada penelitian ini akan dibuat sediaan krim tabir surya dengan bahan
aktif Titanium dioksida sebagai bahan utamanya dan fase minyak VCO (Virgin
Coconut Oil). Titanium dioksidaadalah tabir surya yang aman, efektif, dan
berspektrum luas. Titanium dioksida bekerja secara fisik, yaitu dengan
memantulkan sinar UV (Manuel et al., 2014). Senyawa ini memiliki fotostabilitas
yang tinggi dan tingkat toksisitas yang rendah (Villalobos and Muller Goymann,
2006). Penggunaan titanium dioksida dalam kosmetik adalah sebagai tabir surya
yang bertujuan untuk meningkatkan proteksi terhadap radiasi UVA yang
berbahaya karena pada umumnya sediaan tabir surya yang hanya mengandung
UV filter kimia tidak dapat menahan radiasi sinar UV ke kulit (Schueller &
Romanowski, 2003).
Menurut Hasibuan (2011), VCO merupakan pelembab kulit alami karena
mampu mencegah kerusakan jaringan dan memberikan perlindungan terhadap
kulit tersebut. VCO memiliki fungsi sebagai UV-filter dan mencegah sunburn
dengan nilai SPF sebesar 7,119 (Kaur dan Saraf, 2010).
Kandungan asam laurat (± 53%) dan tokoferol (0,5 mg/100 g minyak
kelapa) dapat bersifat sebagai antioksidan (Henna and Tan, 2009) dan dapat
mengurangi tekanan oksidatif (suatu keadaan dimana tingkat oksigen reaktif
intermediat (reactive oxygen intermediate atau ROI) yang toksik (Hernanto et al.,
2008) melebihi pertahanan antioksidan endogen yang diakibatkan oleh paparan
sinar UV (Mansor, 2012).
Sediaan tabir surya yang banyak digunakan adalah krim. Basis krim
dengan tipe minyak dalam air akan lebih mudah saat dicuci dengan air. Basis
krim memiliki keuntungan yaitu dapat dioles dengan mudah dan tidak
menimbulkan bekas (Ansel, 2010).
Pada penelitian ini emulgator yang digunakan adalah tween 80 dan span
20. Kombinasi emulgator tween 80 dan span 20 mampu membentuk emulsi
minyak dalam air (m/a) dengan konsentrasi 1-10% (Rowe et al., 2009).
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi kadar VCO (15%,
20%, 25%) terhadap karakteristik fisika, karakteristik kimia, stabilitas dan uji nilai
SPF krim tabir surya dengan emulgator tween 80 dan span 20. Dengan adanya
penelitian ini diharapkan dapat diketahui pengaruh peningkatan konsentrasi VCO
terhadap nilai SPF pada sediaan krim tabir surya.
vi
Adapun metode pengukuran SPF dilakukan dengan spektrofotometer UV-
Vis metode modifikasi Mansur (1986). Selain itu, dilakukan juga evaluasi
karakteristik fisik (organoleptis, viskositas dan daya sebar) dan karakteristik
kimia (pH) serta stabilitas sediaan krim tabir surya tersebut. Adapun konsentrasi
VCO yang digunakan dalam formulasi adalah 15%, 20%, dan 25%. Bahan yang
digunakan dalam formulasi sediaan krim tabir surya pada penelitian ini, selain
titanium dioksida, VCO, span 20 dan tween 80 terdapat bahan lain yang terdiri
dari cera alba, vaselin album, setil alkohol, asam stearat, gliserin, propilenglikol,
nipagin, nipasol, BHT, BHA, Na EDTA dan oleum rosae.
Evaluasi karakteristik fisik organoleptis didapatkan hasil krim yang
memiliki tekstur yang lembut, berwarna putih dengan bau aromatik oleum rosae
pada ketiga formula tersebut.
Selanjutnya dilakukan pengukuran pH sediaan krim dan didapatkan hasil
pH yang semakin menurun seiring dengan bertambahnya kadar VCO. Didapatkan
pH kurang lebih mencapai 5, berarti sediaan ini masuk dalam rentang pH kulit
dengan persyaratan pH 4,80 – 8,00 (SNI 16-4399-1996).
Kemudian dilakukan pengukuran viskositas yang dilakukan pada ketiga
formula dengan menggunakan viskometer cup and bob. Dari hasil penelitian yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi VCO maka
semakin kecil viskositas yang dihasilkan. Menurut martin et al (1993), bahwa
viskositas sistem dapat meningkat dengan peningkatan konsentrasi emulsifier.
Pada formulasi diatas konsentrasi VCO semakin meningkat sedangkan
konsentrasi emulsifiernya tetap sehingga menyebabkan viskositas setiap
penambahan VCO semakin rendah.
Tahap selanjutnya dilakukan evaluasi daya sebar didapatkan hasil
menunjukkan bahwa daya sebar semakin meningkat dengan bertambahnya
konsentrasi VCO sehingga kemampuan krim menyebar akan lebih mudah pada
saat pemakaian.
Pada penelitian ini juga dilakukan uji stabilitas sediaan selama satu bulan
dengan menggunakan 3 suhu yaitu suhu 4˚C, 27˚C dan 40˚C. Didapatkan hasil uji
stabilitas pada suhu 4˚C dan 27˚C untuk formula I, II dan III menunjukan hasil
kestabilan yang baik, dimana warna sediaan krim tidak mengalami perubahan
warna yaitu tetap bewarna putih, dan berbau khas oleum rosae dan tidak
menunjukan adanya pemisahan antara fase minyak dan fase air. Sedangkan pada
suhu 40˚C menunjukkan hasil yang kurang baik ditandai dengan adanya
pemisahan antara fase minyak dan fase air pada krim. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa sediaan krim tabir surya tersebut tidak stabil pada suhu tinggi.
Dilakukan juga evaluasi stabilitas dengan metode lain yaitu metode freeze
thaw yang dilakukan selama 12 hari (6 siklus). Evaluasi ini bertujuan untuk
mengetahui kestabilan krim pada kondisi suhu yang berubah-ubah. Satu siklus
dari evaluasi ini yaitu penyimpanan pada suhu 4˚C selama 24 jam kemudian
dipindahkan pada suhu 40˚C selama 24 jam pula. Dari hasil penelitian diperoleh
selama 6 siklus didapatkan hasil warna krim yang tidak berubah, tetap berwarna
putih dan tetap berbau khas oleum rosae. Namun terjadi pemisahan setelah siklus
pertama yaitu pada saat disimpan pada suhu 40˚C dengan rasio pemisahan yang
berbeda pada setiap formula. Hal ini terjadi karena krim tidak stabil pada suhu
tinggi.
vii
Evaluasi selanjutnya yang dilakukan adalah evaluasi penentuan nilai SPF.
Penentuan nilai SPF dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis metode
modifikasi Mansur (1986). Pada hasil nilai SPF menunjukan bahwa semakin
meningkat kadar VCO dalam sediaan krim maka semakin meningkat pula nilai
SPF yang dihasilkan dari VCO. Tetapi nilai SPF yang dihasilkan masih belum
memenuhi persyaratan nilai SPF yaitu minimal 4 (SNI 16-4399-1996). Hal ini
dapat dikatakan bahwa sediaan krim tabir surya tersebut belum menunjukkan
adanya efek perlindungan terhadap matahari. Adapun faktor yang mempengaruhi
penentuan nilai SPF yaitu penggunaan pelarut yang berbeda, kombinasi dan
konsentrasi dari tabir surya, tipe emulsi, efek dan interaksi dari komponen
pembawa misalnya ester, emollient, dan emulsifier yang digunakan pada
formulasi, interaksi pembawa dengan kulit, penambahan bahan aktif, dan sistem
pH. Faktor ini dapat menambah atau mengurangi penyerapan UV pada setiap tabir
surya (Riegelman dan Penna, 1960). Hasil nilai SPF yang kecil ini berkaitan
dengan penggunaan pelarut yang digunakan untuk melarutkan sediaan krim tabir
surya, yaitu pelarut isopropanol. Dimana isopropanol hanya dapat melarutkan
VCO dan tidak dapat melarutkan bahan aktif titanium dioksida. Hal inilah yang
menjadi faktor utama dalam penelitian ini yaitu pemilihan pelarut yang kurang
tepat. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar dapat menggunakan pelarut
yang sesuai.
viii
ABSTRAK
Kata kunci : tabir surya, titanium dioksida, virgin coconut oil, Sun Protection
Factor
ix
ABSTRACT
Keywords : sunscreen, titanium dioxide, virgin coconut oil, Sun Protection Factor
x
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................... iv
RINGKASAN.................................................................................................. vi
ABSTRAK....................................................................................................... ix
ABSTRACT..................................................................................................... x
DAFTAR ISI.................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL............................................................................................ xiv
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN................................................................................... xvii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 3
1.3 Tujuan Penelitian................................................................................... 3
1.4 Hipotesis Penelitian............................................................................... 3
1.5 Manfaat Penelitian................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 4
2.1 Tinjauan Kelapa...................................................................................... 4
2.1.1 Klasifikasi Kelapa....................................................................... 4
2.1.2 Morfologi Tanaman Kelapa........................................................ 4
2.1.3 VCO............................................................................................ 5
2.1.3 Pembuatan VCO......................................................................... 6
2.1.4 Manfaat VCO............................................................................. 8
2.2 Tabir Surya.............................................................................................. 8
2.2.1 Definisi dan Jenis Tabir Surya.................................................... 8
2.2.2 Bentuk-bentuk preparat tabir surya (sunscreen) dapat berupa:
(Iswari, 2007) ............................................................................ 10
2.3 Sinar matahari dan pengaruh pada kulit................................................. 11
2.4 Titanium Dioksida.................................................................................. 12
2.4.1 Titanium Dioksida...................................................................... 12
2.4.2 Fotokatalis TiO2 (Titanium dioksida) ....................................... 13
2.5 Sun Protection Factor (SPF) .................................................................. 13
xi
2.6 Kulit....................................................................................................... 14
2.6.1 Anatomi kulit secara histopatologik.......................................... 15
2.7 Krim......................................... ............................................................. 17
2.7.1 Definisi Krim............................................................................. 17
2.7.2 Vanishing Cream....................................................................... 19
2.8 Emulgator (Emulsifying agent) ............................................................. 19
2.9 Surfaktan................................................................................................ 19
2.10 Formulasi Basis...................................................................................... 21
2.11 Bahan penyusun..................................................................................... 21
2.12 Uji Efektivitas SPF................................................................................. 33
BAB III KERANGKA KONSEPTUAL......................................................... 35
BAB IV METODE PENELITIAN................................................................. 37
4.1 Rancangan Penelitian............................................................................. 37
4.2 Variabel Penelitian................................................................................. 37
4.2.1 Variabel bebas............................................................................ 37
4.2.2 Variabel tergantung.................................................................... 37
4.3 Variabel Operasional............................................................................. 37
4.4 Tempat dan Waktu Penelitian................................................................ 38
4.4.1 Tempat Penelitian....................................................................... 38
4.4.2 Waktu Penelitian......................................................................... 38
4.5 Bahan..................................................................................................... 38
4.6 Alat......................................................................................................... 38
4.7 Metode Kerja......................................................................................... 38
4.8 Skema Kerja........................................................................................... 39
4.9 Rancangan Formula............................................................................... 39
4.9.1 Komposisi Vanishing Cream Formula I..................................... 40
4.10 Cara Pembuatan Krim Tabir Surya........................................................ 40
4.11 Skema Pembuatan Krim Tabir Surya.................................................... 41
4.12. Evaluasi sediaan.................................................................................... 41
4.12.1 Evaluasi tipe emulsi (M/A) ...................................................... 41
4.12.2. Evaluasi Fisik Sediaan............................................................... 42
4.13 Uji Efektivitas SPF (Dutra et al., 2004) ................................................ 43
xii
4.14 Evaluasi Uji Stabilitas........................................................................... 43
4.15 Analisa Data.......................................................................................... 44
BAB V HASIL PENELITIAN....................................................................... 45
5.1 Hasil Formulasi Sediaan Tabir Surya.................................................... 45
5.2 Hasil Pemeriksaan Tipe Emulsi Sediaan............................................... 45
5.3 Hasil Uji Karakteristik Fisik dan Kimia Sediaan................................... 46
5.3.1 Hasil Pengamatan Organoleptis Sediaan.................................... 46
5.3.2 Hasil Pemeriksaan Homogenitas Sediaan................................... 47
5.3.3 Hasil Pengukuran pH Sediaan..................................................... 47
5.3.4 Hasil Pengukuran Viskositas....................................................... 48
5.3.5 Hasil Pengukuran Daya Sebar..................................................... 49
5.4 Hasil Pengamatan Uji Stabilitas.............................................................. 51
5.5 Hasil Pengamatan Uji Freeze Thaw........................................................ 56
5.6 Hasil Evaluasi Efektivitas SPF............................................................... 59
5.6.1 Efektivitas SPF Kontrol Negatif................................................. 59
5.6.2 Efektivitas SPF Krim Tabir Surya.............................................. 59
BAB VI PEMBAHASAN................................................................................ 61
BAB VII KESIMPULAN & SARAN............................................................. 67
7.1 Kesimpulan............................................................................................ 67
7.2 Saran...................................................................................................... 67
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 68
LAMPIRAN..................................................................................................... 73
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
II.1 Kandungan Asam Lemak VCO……………………………………...... 8
II.2 Syarat Mutu Sediaan Tabir Surya........................................................... 9
II.3 Nilai EE x I pada Panjang Gelombang 290-320 nm……………..…… 34
IV.1 Komposisi Vanishing............................................................................. 40
V.1 Hasil Pengamatan Organoleptis............................................................. 46
V.2 Hasil Pengukuran pH Sediaan................................................................ 47
V.3 Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan.................................................... 49
V.4 Hasil Pengukuran Daya Sebar Sediaan.................................................. 50
V.5 Hasil Uji Stabilitas 3 Suhu Sediaan....................................................... 52
V.6 Data Nilai Rasio Pemisahan (F) Uji Stabilitas....................................... 53
V.7 Hasil Pengamatan Uji pH Stabilitas Pada Suhu 4˚C.............................. 54
V.8 Hasil Pengamatan pH Uji Stabilitas Pada Suhu 27˚C............................ 55
V.9 Hasil Pengamatan pH Uji Stabilitas pada Suhu 40˚C............................ 55
V.10 Hasil Pengamatan Fase Pemisahan Uji Freeze Thaw............................ 56
V.11 Data Nilai Rasio Pemisahan (F) Uji Stabilitas Freeze Thaw................. 57
V.12 Hasil Pengamatan pH Uji Stabilitas Freeze Thaw................................. 58
V.13 Hasil Pengukuran Nilai SPF Sediaan..................................................... 59
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
xv
5.7 Histogram Daya Sebar Sediaan............................................................ 51
5.8 Histogram Rasio Pemisahan (F) Uji Stabilitas Pada Suhu 40 ˚C......... 53
5.9 Histogram Pengukuran pH Uji Stabilitas............................................. 54
5.10 Histogram Nilai Rasio Pemisahan (F) Uji Stabilitas Freeze Thaw...... 57
5.11 Histogram Pengukuran pH Uji Stabilitas Freeze Thaw....................... 58
5.12 Histogram Nilai SPF Kontrol Negatif Basis Vanishing Cream........... 59
5.13 Histogram Nilai SPF............................................................................ 60
xvi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
xvii
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah AN., 2005, Virgin Coconut Oil: Minyak Penakluk Aneka Penyakit.,
Depok: PT. Agromedia Pustaka
Amaro-Ortiz, A., Yan, B., D’orazio, J.A., 2015. Ultraviolet Radiation, Aging and
The Skin: Prevention of Damage by Topical cAMP Manipulation.
Journal of Molecules, Vol. 19 No. 5, pp. 16.
Anitha D., Kolavali Yalla Reddy., P. Venkatesh., M. Jhansi Raani., 2016, Herbal
Sunscreen Agents on Skin Protection. European Journal of
Pharmaceutical and Medical Research 308-313.
Barel, A.O., Paye, M., Maibach, H.I., 2009. UV filters. In: Levy, S.B (Eds.).
Handbook Of Cosmetics Science and Technology, Ed. 3St, New York,
pp. 312.
Bhalekar, Dr.R., Padher, S., Ladkat, S., Paranjape, P., 2017, Evaluation of
Carboxymethyl Xyloglucan as SPF Booster in Oxybenzone Cream.
International Journal of Applied Research, 3(5): 813-816
Buchmann, S, 2006, Main Cosmetic Vehicle, (Editor Paye, M., Barel, A. O., and
Maibach, H. I.), Handbook of Cosmetic Science and Technology,
second edition, Chapter 8, Taylor & Francis, New York.
Chapman K.R., Bawalan D.D, 2006, Virgin Coconut Oil Production Manual
For Micro and Village Scale Processing. National library, Bangkok
cataloguing.
xviii
Darmoyuwono, W., 2006, Gaya Hidup Sehat dengan Virgin Coconut Oil,
Cetakan Pertama, Jakarta: Penerbit Indeks-kelompok Gramedia.
Djuanda Adhi., 2007, Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Edisi [Link]
Penerbit FKUI. Jakarta.
Hassan, I., Konchok D., Abdul S., Parvaiz A., 2013, Sunscreens and Antioxidants
as Photo-Protective Measure: An Update, Our Dhermatol Online, Vol. 4,
No. 3, pp. 369- 374.
Henna Lu, F. S., and Tan, P.P, 2009, A Comparative Study of Storage Stability in
Virgin Coconut Oil and Extra Virgin Olive Oil Upon Thermal Treatment.
International Food Research Journal 16: 343-354.
Hernanto, M., Suswardana, Saraswati, P.D.A. dan Radiono, S., 2008, Virgin
Coconut Oil Protection Against UV BInduced Erithema and Pigmentation,
BIKKK (Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin), Desember 2008, 3,
20, 208-211.
Hogg, John L. 2015. Chem: Chemistry in Your World, second edition. USA:
Cengage Learning.
Indriani, T., 2013, Optimasi Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Biji Kakao
(Theobroma cacao L.) dengan Humectant Gliserin dalam Basis Vanishing
Cream. Malang: Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Malang.
xix
Kaur, C.D., Saraf, S., 2010, In Vitro Sun Protection Factor Determination Of
Herbal Oils Used In Cosmetics. Pharmacognosy Research., Vol. 2 No.1.
Mansor, T.S.T., Che Man, Y. B., Shuhaimi, M., Abdul Afiq, M.J., Ku Nurul,
F.K.M., 2012, Physicochemical Properties of Virgin Coconut Oil
Extracted From Different Processing Methods. International Food
Research Journal 19 (3): 837-845
Manuel, J.G., Juan, P.B., Rafae, G.T., Federico, V., 2014, A Review of the
Production Cycle of Titanium Dioxide Pigment. Journal Materials
Sciences and Applications, 5, 441-458
Okamoto K.I., Yamamoto Y., Tanaka H., Tanaka M. and Itaya A., 1985,
Heterogeneous photocatalytic decomposition of phenol over TiO2 powder,
Bull. Chem. Soc. Jpn., 58, 2015- 2022.
Paul, A.J., Kolarsick, BS., Maria Ann Kolarsick, MSN, ARHP-C Carolyn
Goodwin, APRN-BC, FNP., 2011, Anatomy and Physiology of the Skin.
Journal of the Dermatology Nurses’ Association, Chap 1: pp 1Y11
Rhee, H.V.D., Vries, E.D., Coomans, C., Velde, P.V.D., Coebergh, J.W., 2016,
Sunlight: For Better or For Worse? A Review of Positive and Negative
Effects of Sun Exposure. Cancer Research Frontiers. 2(2): 156-183.
xx
Schueller, R., Romanowski, P., 2003, Multifunctional Cosmetics, Enhancing
Product Functionally with Sunscreens. Marcel Dekker: New York, 152-
153.
Setiawan, T., 2010. Uji Stabilitas Fisik dan Penentuan Nilai SPF Krim tabir Surya
yang Mengandung Ekstrak Daun The Hijau (Camellia sinensis L.), Oktil
Metoksisinamat dan Titanium dioksida, Depok: Skripsi. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI.
Shovyana, H.H., dan Zulkarnain, A.K., 2013. Stabilitas Fisik dan Aktivitas Krim
W/O Ekstrak Etanolik Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpha scheff.
Boerl,) Sebagai Tabir Surya. Traditional Medica Journal. 18. (2) p. 109-
117.
Villalobos, D & Muller, G., 2006, In vitro erythemal UV-A protection factors
of inorganic sunscreens distributed in aqueous media using carnauba
wax-decyl oleate nanoparticles.
Walters, K.A., Roberts, M.S., 2007. Suncreens: Efficacy, Skin Penetration, and
Toxicological Aspects. In: Heather A. E Benson. Dermatologic,
Cosmeceutic, and Cosmetics Development, p 425
Widiyanti, R.A., 2015. Pemanfaatan Kelapa Menjadi VCO (Virgin Coconut Oil)
Sebagai Antibiotik Kesehatan dalam Upaya Mendukung Visi Indonesia
Sehat [Link] Seminar Nasional Pendidikan Biologi
xxi
Widyastuti C. 2011. Penentuan Karakteristik fisik, Aseptabilitas dan Efektivitas
Sediaan Antioksidan Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dengan
Berbagai Kadar dalam Basis Cream O/W (Formula Modifikasi Basis
Vanishing Cream dengan Humektan Propilen Glikol). Malang: Skripsi
Universitas Muhammadiyah Malang.
Wood, C. & Murphy, E., 2000, Sunscreen Efficacy. Glob. Cosmet. Ind., Duluth,
v.167: 38-44.
xxii
2
46