Anti Turunan/Integral Tak Tentu
Diketahui fungsi F (x) dan turunannya
F (x) F
(x)
x2 + 2 2x
x2 2x
x2 − 3 2x
Secara umum jika F (x) = x2 + c,
dengan c ∈ R, berlaku F
(x) = 2x
Pada bagian ini akan dipelajari proses kebalikan dari turunan.
Diberikan F
(x) = x2, tentukan aturan F (x).
Dugaan kita: F (x) = x2 + c dengan c sebarang bilangan real.
Apakah ada jawaban lain ?. Gunakan sifat berikut ini untuk menjawabnya:
Sifat: Misalkan F dan G dua buah fungsi dengan sifat F
(x) = G
(x)
maka terdapat konstanta c sehingga F (x) = G(x) + c
Fungsi F disebut anti turunan dari fungsi f ,
dinotasikan A(f ) atau f (x) dx bila F
(x) = f (x)
Gambar di samping memperlihatkan anti turunan
dari f (x) = 2x (kurva berwarna merah). Anti
turunannya adalah f (x) = x2 + c yaitu kurva-
kurva berwarna hijau.
Sifat-sifat:
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008
xr+1
1. Misalkan r ∈ Q, r = −1 maka x dx =
r
+c
r+1
ur+1
2. Misalkan r ∈ Q, r = −1 maka u u (x) dx =
r
+c
r+1
3. sin x dx = − cos x + c, cos x dx = sin x + c
⎫
4. kf (x) dx = k f (x) dx ⎪
⎪
⎪
⎪
⎪
⎬
(f (x) + g(x)) dx = f (x) dx + g(x) dx Sifat linear
⎪
⎪
⎪
⎪
⎪
(f (x) − g(x)) dx = f (x) dx − g(x) dx ⎭
Contoh-contoh: Tentukan anti turunan berikut
√
1. x45 − x34 dx 4. 3t 3 2t2 − 1 dx
6 5 −8 10
2. 4x +3x
x5
dx 5. sin x cos x dx
3
3. (5x − 18) 15x dx
7 2
6. |x| dx
Pengantar Persamaan Diferensial (PD):
Pada pasal sebelumnya kita telah mempelajari cara mencari sebuah fungsi
bila diketahui turunannya. Sekarang kita akan memperluasnya.
Perhatikan masalah mencari fungsi y = F (x), bila turunannya F
(x)
diberikan. Masalah ini dapat dituliskan dalam bentuk
dy
= F
(x) (1)
dx
Bentuk ini dinamakan persamaan diferensial. Secara umum, persamaan
diferensial adalah persamaan yang melibatkan turunan fungsi.
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008
Contoh2 persamaan diferensial:
y
+ 2xy = sin(x) y
+ 3y
+ 4y − cos x = 2 y
+ 3x2y
= 2y
Masalah: bagaimana mencari fungsi y = F (x) yang merupakan solusi PD tersebut.
Perhatikan kembali PD (1), solusinya adalah:
y = F
(x) dx = F (x) + c c bilangan real sebarang (2)
dy
Secara geometris, masalah menyelesaikan persamaan diferensial dx = F
(x)
sama dengan masalah mencari lengkungan yang garis singgungnya di se-
tiap titik sudah diberikan.
dy
Isoklin (warna merah) dan beberapa kurva solusi (warna biru) dari dx = 2x.
Metode Pemisahan Variabel
Secara umum, tidak ada prosedur baku untuk mencari solusi persamaan
diferensial. Untuk saat ini pembicaraan akan dibatasi pada persamaan
diferensial yang sangat sederhana. Metode pencarian solusinya menggu-
nakan metode pemisahan variabel. Prinsip dari metode ini adalah meng-
umpulkan semua suku yang memuat peubah x dengan dx dan yang memuat
peubah y dengan dy, kemudian diintegralkan.
dy x + 3x2
Contoh: Tentukan solusi dari = yang melalui (0, 1)
dx y2
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008
Jawab: Tulis sebagai y2 dy = x + 3x2 dx
y 2 dy = x + 3x2 dx
y3 1
= x2 + x3 + c
3 2
3 1 2
y= x + x3 + c
2
1 2
Syarat melalui (0,1) menghasilkan c = 1, jadi y = 3
x + x3 + 1
2
Catatan: Solusi PD yang masih memuat konstanta sebarang disebut solusi
umum, sedangkan yang sudah diberi syarat tertentu sehingga konstantanya
bisa ditentukan, disebut solusi khusus.
Soal-soal:
1. Tunjukan fungsi yang diberikan merupakan solusi PD ybs:
√
a. y = 4 − x2, dx dy
+ xy = 0
b. y = A cos x + B sin x, y
+ y = 0
2. Dari sebuah gedung yang tingginya 100 m, sebuah bola dilempar tegak
lurus ke atas dengan kecepatan 200 m/det. Setelah meluncur ke atas,
bola jatuh ke tanah. Bila percepatan gravitasi g m/det2 ,
• Cari kecepatan dan posisinya 4 detik kemudian ?
• Berapa tinggi maksimum yang dicapai bola ?
• Berapa waktu yang dibutuhkan sampai mencapai tanah ?
3. Cari persamaan-xy dari kurva yang melalui (-1,2) dan kemiringannya
dua kali absisnya.
4. Cari persamaan-xy dari kurva yang melalui (1,2) dan kemiringannya
pada setiap titik adalah setengah kuadrat ordinatnya.
5. Dapatkah PD y
+ x2y − sin(xy) = 0 diselesaikan dengan metode
pemisahan variabel ?
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008
Penerapan Ekonomi:
Pabrik ’KeSeTrum’ yang dipimpin tuan TeKoTjai akan mengamati per-
ilaku penjualan accu mobil menggunakan konsep turunan. Untuk itu
dimunculkan notasi-notasi sebagai berikut:
• x : banyaknya accu yang terjual.
• p(x) : harga satuan accu.
Pikirkan, mengapa harga ini bergantung pada x.
Pada pembahasan ini semua variabel diasumsikan kontinu.
• R(x) : pendapatan total. R(x) = x p(x)
• C(x) : biaya total (biaya tetap + biaya produksi)
contoh a. C(x) = 10.000 + 50x. biaya per unit 50
√ √
45x+100 x
b. C(x) = 10.000 + 45x + 100 x. Biaya per unit x
• P (x) : laba total. P (x) = R(x) − C(x) = x p(x) − C(x).
Misalkan pabrik ’KeSeTrum’akan memproduksi
2000 buah accu dan fungsi biayanya terlihat seperti
gambar di samaping. Bila kemudian produksinya
akan dinaikkan sebanyak ∆x, berapakah pertam-
bahan biaya ∆C ? Untuk nilai ∆x << x nilai ini
dapat kita hampiri dengan lim ∆C ∆x = dC
dx , dihitung
∆x→0
saat x = 2000. Nilai ini disebut biaya marginal.
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008
Soal-Soal:
√
1. Misalkan C(x) = 8300+3, 25+40 3 x. Cari biaya rata-rata tiap satuan
dan biaya marginalnya untuk x = 1000.
2. Sebuah perusahaan memprediksi akan dapat menjual 1000 barang tiap
minggu jika harga satuannya 3000. Penjualan akan meningkat se-
banyak 100 unit untuk tiap penurunan harga sebanyak 100. Jika x
menyatakan banyaknya barang yang terjual tiap minggu (x ≥ 1000),
tentukan
a. fungsi harga p(x)
b. banyaknya satuan barang dan harganya yang akan memaksimumkan
pendapatan mingguan.
c. pendapatan mingguan maksimum.
3. Dalam menjual x satuan botol minuman, fungsi harga dan fungsi bi-
aya produksinya diberikan oleh p(x) = 5, 00 − 0.002x dan C(x) =
3, 00 + 1, 10x. Tentukan pendapatan marginal, biaya marginal dan
keuntungan marginal. Tentukan tingkat produksi yang menghasilkan
laba maksimum.
4. Perusahaan XYZ memproduksi kursi rotan. Produksi maksimum dalam
satu tahun adalah 500 kursi. Jika perusahaan itu membuat x kursi dan
menetapkan harga jual satuannya px) = 200 − 0, 15x, biaya tahunan-
nya C(x) = 4000 + 6x − 0, 001x2. Tentukan tingkat produksi yang
memaksimumkan laba.
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008